• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I"

Copied!
38
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I BAB I

PENDAHULUAN PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Praktek.

1.1 Latar Belakang Praktek. Dala

Dalam m melamelaksanakaksanakan n parogrparogram am PraktPraktek ek Kerja Industri Kerja Industri (PRAK(PRAKERIN),ERIN),   ba

  banyanyak k seksekali ali kegkegiatiatan an yanyang g dildilakuakukan kan sissiswa wa selselama ama menmengikgikuti uti kegkegiatiatanan PRAKERIN.

PRAKERIN.

Untuk meningkatkan efisinsi proses pendidikan dan pelatihan tenaga kerja Untuk meningkatkan efisinsi proses pendidikan dan pelatihan tenaga kerja yang berkualitas sehingga memberikan pengakuan dan penghargaan tehadap yang berkualitas sehingga memberikan pengakuan dan penghargaan tehadap   p

  penengagalalamaman n kekerjrja a sesebabagagai i babagigian an prprososes es dadari ri pependndididikikanan. . MaMaka ka sisiswswaa diwajibkan membuat buku laporan prakerin yang bertujuan agar pihak sekolah diwajibkan membuat buku laporan prakerin yang bertujuan agar pihak sekolah dan perusahaan mengetahui kegiatan yang dilakukan siwa selama mengikuti dan perusahaan mengetahui kegiatan yang dilakukan siwa selama mengikuti  program PRAKERIN.

 program PRAKERIN. Lat

Latar ar belbelakaakang ng penupenulilisan san lalaporporan, an, eraerat t seksekali ali kaikaitan tan dendengan gan kegkegiatiatanan PRA

PRAKERKERIN, IN, karkarena ena penupenulilisan san laplaporaoran n ni ni berberdasdasarkarkan an akhakhir ir dardari i kegikegiataatann selama melaksanakan program PRAKERIN.

selama melaksanakan program PRAKERIN. 1.2Tujuan Praktek Kerja Industri.

1.2Tujuan Praktek Kerja Industri.

Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam pelaksanaan prakerin ini Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam pelaksanaan prakerin ini adalah :

adalah : •

• MeMemamahahami mi pepenenerarapapan n ililmu mu kikimimia a ininduduststri ri dadalalam m duduninia a ininduduststriri,, khususnya di industri

khususnya di industri PTPT. Krakatau Steel.. Krakatau Steel. •

• MeMendndapapatatkakan n gagambmbararan an nynyatata a tetentntanang g pepengngopopererasasiaian n kekerjrja a dadann   p

  penenererpapannynnya a dadalalam m upupayaya a pepengongopeperarasisian an suasuatu tu sasararana na prproduoduksksii termasuk diantaranya managemen pengolahan dan peraturan kerja.

termasuk diantaranya managemen pengolahan dan peraturan kerja. •

• Mendapatkan gambaran nyata tentang proses dan pengoperasian yangMendapatkan gambaran nyata tentang proses dan pengoperasian yang  berfungsi sebagai sarana produksi.

 berfungsi sebagai sarana produksi. •

• Memahami karakteristik perangkat-perangkat proses pada Dinas FluidMemahami karakteristik perangkat-perangkat proses pada Dinas Fluid Certre di PT. Krakatau Steel.

Certre di PT. Krakatau Steel. •

• Mengetahui tentang proses penyediaan kebutuhan air pendingin di fluidMengetahui tentang proses penyediaan kebutuhan air pendingin di fluid centre WTP

(2)

1.3. Tujuan Penyusunan Laporan. 1.3. Tujuan Penyusunan Laporan.

Sis

Siswa wa mammampu pu menmencarcari i altalternernatiatife fe pempemecaecahan han sessesuai uai dendengangan  program bidang studi yang dipilih secara luas dari karya tulisnya. Siswa  program bidang studi yang dipilih secara luas dari karya tulisnya. Siswa

ma

mampmpu u mememamahahami mi dadan n memengngemembabangkngkan an pepelalajajararan n yayang ng dididadapapat t didi sekolah dan di dunia industri. Mengumpulkan data dan untuk kepentingan sekolah dan di dunia industri. Mengumpulkan data dan untuk kepentingan sekolah dan juga diri sendiri, salah satunya untuk mengikuti UAN (Ujian sekolah dan juga diri sendiri, salah satunya untuk mengikuti UAN (Ujian Akhir Nasional).

Akhir Nasional).

1.4. Sejarah Singkat PT. Krakatau Steel (Flat Product Specipication, 1.4. Sejarah Singkat PT. Krakatau Steel (Flat Product Specipication, PT. Krakatau Steel).

PT. Krakatau Steel).

Pada tahun 1956 Perdana Mentri Ir.Juanda mencetuskan gagasan Pada tahun 1956 Perdana Mentri Ir.Juanda mencetuskan gagasan awal tentang perlunya industri baja di Indonesia. Melalui kerja sama di awal tentang perlunya industri baja di Indonesia. Melalui kerja sama di  bidang ekonomi dan teknik antara Indonesia dan UNI Soviet maka setelah  bidang ekonomi dan teknik antara Indonesia dan UNI Soviet maka setelah  penelitian dan studi banding pada tahun 1957, mulai dibangunlah Pabrik   penelitian dan studi banding pada tahun 1957, mulai dibangunlah Pabrik 

Ba

Baja ja TTririkokora ra CiCilelegon gon papada da tatangnggagal l 20 20 MeMei i 191962. 62. PePembmbanangungunan an ininii direncanakan selesai tahun 1968. Namun pada tahun 1965 pembangunan direncanakan selesai tahun 1968. Namun pada tahun 1965 pembangunan   proyek Besi Baja Trikora terhenti karena adanya pemberontakan G 30   proyek Besi Baja Trikora terhenti karena adanya pemberontakan G 30

S/PKI. S/PKI.

P

Paadda a ttaahhuun n 1919770 0 ppeemmeerriinnttaah h mmeengngaaddaakkaan n ususaaha ha uuntntuuk k  me

melalanjnjuntuntukaukan n prproyoyek ek inini i kakarerena na pepememeririntntah ah RuRusisia a memenghnghenentitikakann  bantuannya. Sedangkan para teknisi dipulangkan tanpa memberikan serah  bantuannya. Sedangkan para teknisi dipulangkan tanpa memberikan serah terima pekerjaan pada pemerintah Indonesia. Kemudian proyek Besi Baja terima pekerjaan pada pemerintah Indonesia. Kemudian proyek Besi Baja Trikora Cilegon diubah namanya menjadi

Trikora Cilegon diubah namanya menjadi PT. Krakatau Steel.PT. Krakatau Steel.

Berdasarkan intruksi Presiden RI. No. 17 tanggal 28 November  Berdasarkan intruksi Presiden RI. No. 17 tanggal 28 November  19

1967 67 tetentntanang g adadananya ya pepengangararahahan n dadan n pepenynyededererhahananaan an dadari ri sasatu tu peper r  usa

usahaahaan n agaagar r ke ke daldalam am tigtiga a bentbentuk uk perperusausahaahaan n agaagar r leblebih ih berbermanmanfaafaatt dal

dalam am ranrangka gka pempembanbangunagunan n ekoekonomnomi i serserta ta kemkemakmakmurauran n banbangsa gsa dandan  Negara.

(3)

Ketiga bentuk perusahaan tersebut adalah : Ketiga bentuk perusahaan tersebut adalah :

1

1.. PPeerruussaahhaaaan n NNeeggaarraa//PPeerruussaahhaaaan n UUmmuum m ((PPuubblliicc Coorperation) atau PERUM.

Coorperation) atau PERUM. 2.

2. UsUsahaha-a-usausaha ha NeNegagarara/P/Pererusausahaahaan n NeNegagara ra (P(Pubublilic c StStatatee Company) atau PERSERO.

Company) atau PERSERO. 3.

3. UsUsahaha-a-ususahaha a NeNegagarara/P/Pererususahahaaaan n JaJawawatatan n NeNegagara ra atatauau PERJAN.

PERJAN. PT

PT. . KraKrakatkatau au SteSteel el diddidiriirikan kan berberdasadasarkarkan n sursurat at PemPemerierintantahanhan  No.35 pada tanggal 31 Oktober 1971 dihadapan notaries Tan Thongkie di  No.35 pada tanggal 31 Oktober 1971 dihadapan notaries Tan Thongkie di

Jak

Jakartarta. a. KemKemudiudian an dipdiperberbaikaiki i berberdasdasarkarkan an nasnaskah kah No. No. 25 25 dihdihadaadapanpan notaries yang sama pada tahun 1971.

notaries yang sama pada tahun 1971.

Tujuan dibangunnya kembali Proyek Besi

Tujuan dibangunnya kembali Proyek Besi Baja Trikora yaitu:Baja Trikora yaitu: 1.

1. MemMemenuenuhi kehi kebutbutuhauhan bajn baja di Inda di Indoneonesiasia.. 2.

2. MenMeningingkatkatkan devikan devisa Negarsa Negara melala melalui ekspoui ekspor r besbesi baja kelui baja keluar ar  negeri.

negeri. 3.

3. SebagSebagai ai pusat pusat penelpenelitiaitian kn kadet adet industindustri.ri. 4.

4. MeMembmbuka uka lalapapangangan n kekerjrja a babaruru, , sesehihingngga ga akakan an memengungurarangingi angka pengangguran yang telah ada.

angka pengangguran yang telah ada.

Pada tahun 1973 dengan bantuan dari Pertamina PT. Krakatau Pada tahun 1973 dengan bantuan dari Pertamina PT. Krakatau St

Steeeel l mememumututuskaskan n untuntuk uk memempmpererluluas as kakapapasisitatas s prproduoduksi ksi agagar ar bibisasa membuat billet sendiri dan langsung membuat baja lembaran atau coil membuat billet sendiri dan langsung membuat baja lembaran atau coil sla

slab. Akan b. Akan tetetaptapi i renrencancana a ini ini tertertuntunda da karkarena ena PerPertamtamina ina menmeng g alaalamimi masalah keuangan, sehingga lahirlah Keppres No.30 tanggal 17 Agustus masalah keuangan, sehingga lahirlah Keppres No.30 tanggal 17 Agustus 1975, tentang kalanjutan pembangunan PT. Krakatau Steel tahap pertama 1975, tentang kalanjutan pembangunan PT. Krakatau Steel tahap pertama dengan kapasitas produksi ½ juta ton pertahun.

dengan kapasitas produksi ½ juta ton pertahun. Pada tanggal 27

Pada tanggal 27 Juli 1977 Juli 1977 PresiPresiden Soeharto meresmiden Soeharto meresmikan Pabrik kan Pabrik  Besi Beton, Pabrik Besi Profil dan Pelabuhan Cigading serta me resmikan Besi Beton, Pabrik Besi Profil dan Pelabuhan Cigading serta me resmikan  pula pada tanggal 9 0ktober 1979. Pabrik Besi Spons, Pabrik Billet, Pabrik   pula pada tanggal 9 0ktober 1979. Pabrik Besi Spons, Pabrik Billet, Pabrik  Batang Kawat, Krakatau Hugovent International. Ltd,PLTU 400 MW dan Batang Kawat, Krakatau Hugovent International. Ltd,PLTU 400 MW dan

(4)

Spons, Pabrik Slab Baja, Pabrik Hot Strip Mill. Tahun 1985 PT. Krakatau Spons, Pabrik Slab Baja, Pabrik Hot Strip Mill. Tahun 1985 PT. Krakatau Steel tel

Steel telah mampu mengekspor besi ah mampu mengekspor besi baja baja ke Negara Jepang, ke Negara Jepang, Korea, Cina,Korea, Cina, Amerika, Inggris, Negara

Amerika, Inggris, Negara Timur TTimur Tengah, dan engah, dan Negara-negara ASEAN.Negara-negara ASEAN. Berda

Berdasarkan Keppsarkan Keppres RI. No.4res RI. No.44 4 tanggatanggal 28 Agul 28 Agustus 1989, PTstus 1989, PT.. Krakatau Steel

Krakatau Steel bersama perusahaan bersama perusahaan strategis lainnya strategis lainnya masuk ke masuk ke dalamdalam lingkungan Pengolahan Industri Strategis (BPIS) yang ketuai oleh Prof. lingkungan Pengolahan Industri Strategis (BPIS) yang ketuai oleh Prof. Dr. Ir. Bj. Habibie dengan setatus perusahaan menjadi Badan Usaha milik  Dr. Ir. Bj. Habibie dengan setatus perusahaan menjadi Badan Usaha milik   Negara Strategis (BUMN).

 Negara Strategis (BUMN).

Pada tanggal 10 November 1994 oleh Mentri muda perindustrian Pada tanggal 10 November 1994 oleh Mentri muda perindustrian Ir

Ir. . TuTungki Ariwingki Ariwibowo bowo selselaku aku DirDirut ut PTPT. . KraKrakatkatau au SteSteel el menmengadgadakaakann   perluasan pabrik yaitu Pabrik Besi Spons, DR-I, HYL III, Pabrik Slab   perluasan pabrik yaitu Pabrik Besi Spons, DR-I, HYL III, Pabrik Slab

Ba

Bajaja, , dadan n PaPabrbrik ik HSHSM M (H(Hot ot StStririp p MiMillll). ). KeKemumudidian an papada da tatangnggagal l 3131 Agu

Agustustus s 1991995 5 di di resresmikmikan an proproyek Pabriyek Pabrik k BeBesi si SpoSpons ns DR-DR-I, I, HYL III,HYL III, Pabrik Slab Baja II, Sizing Press (HSM).Gardu Hub III dan I Instalasi Pabrik Slab Baja II, Sizing Press (HSM).Gardu Hub III dan I Instalasi Kompe

Kompensasi nsasi PLPLTU 400 MW serta ProducTU 400 MW serta Production Conttion Control Systrol System II (PPC)em II (PPC) oleh Ir.T

oleh Ir.Tungki Ariwibowo selaku Kungki Ariwibowo selaku Komensaris Utama PT. Krakatau Steel.\omensaris Utama PT. Krakatau Steel.\

1.5. SISTEM PROSES 1.5. SISTEM PROSES

Sistem Proses Fluid Centre. Sistem Proses Fluid Centre.

Seja

Sejalan lan dengan pesatnya pembangunadengan pesatnya pembangunan, n, khususnykhususnya a daladalam m industindustriri  pe

 pengengerjarjaan an loglogam, am, kebkebutuutuhan han akaakan n prodproduk-puk-prodroduk uk besbesi i cor cor yanyang g terterusus meningkat dari tahun ke tahun. Keadaan ini di ikuti oleh meningkatnya meningkat dari tahun ke tahun. Keadaan ini di ikuti oleh meningkatnya kebutuhan akan bahan baku, yaitu besi kasar (besi mentah atau pig iron) kebutuhan akan bahan baku, yaitu besi kasar (besi mentah atau pig iron) yang pengadaannya masih tergantung dari impor. Satu-satunya industri yang pengadaannya masih tergantung dari impor. Satu-satunya industri  baja terpadu yang sudah ada dan sudah beroperasi hingga sekarang ini  baja terpadu yang sudah ada dan sudah beroperasi hingga sekarang ini hanyalah PT. Krakatau Steel, karena proses produksinya menggunakan hanyalah PT. Krakatau Steel, karena proses produksinya menggunakan  jalur reduksi langsung tanur listrik, industri ini tidak menghasilkan besi  jalur reduksi langsung tanur listrik, industri ini tidak menghasilkan besi kasar, tetapi baja yang sifat-sifat dan penggunaannya berbeda dengan besi kasar, tetapi baja yang sifat-sifat dan penggunaannya berbeda dengan besi kasar.

kasar.

Air proses yang digunakan

(5)

waduk Cidanau yang diolah menjadi air jernih di pusat penjernihan air  waduk Cidanau yang diolah menjadi air jernih di pusat penjernihan air  krenceng. Air tersebut di distribusikan ke Direct Reduction Plant (DR I-II, krenceng. Air tersebut di distribusikan ke Direct Reduction Plant (DR I-II, HY

HYL L IIIII) I) dadan n FlFluiuid d CeCentntre re (B(Bilillelet t dadan n SlSlabab), ), WWirire e MiMill ll PlPlanant, t, yayangng kem

kemudiudian an hamhampir pir 80% 80% dimdimanfanfaataatkan kan untuntuk uk penpendindinginginan, an, selselebiebihnyhnyaa digunakan untuk air proses dan air umpan ketel.

digunakan untuk air proses dan air umpan ketel.

1.6. FLUI

1.6. FLUID CENTRE – WTP 1D CENTRE – WTP 1 FLUIDE CENTRE

FLUIDE CENTRE

Fluid Centre adalah suatu pusat pengolahan air dan fluida lainnya Fluid Centre adalah suatu pusat pengolahan air dan fluida lainnya untuk memenuhi kebutuhan air industri atau air pandingin, udara tekan untuk memenuhi kebutuhan air industri atau air pandingin, udara tekan dan lain-lain, untuk pabrik pengolahan baja yaitu Pabrik

dan lain-lain, untuk pabrik pengolahan baja yaitu Pabrik Billet Baja (BSP),Billet Baja (BSP), Pabrik Slab Baja (SSP) I dan II serta beberapa unit penunjang lainnya. Pabrik Slab Baja (SSP) I dan II serta beberapa unit penunjang lainnya. Fluid Centre terbagi 3 (tiga) unit pengolahan air dan fluida, yaitu Water  Fluid Centre terbagi 3 (tiga) unit pengolahan air dan fluida, yaitu Water  Tr

Treateatmenment t PlaPlant nt (WT(WTP-1P-1), ), (W(WTP-2TP-2), ), dan dan (W(WTP-TP-3). 3). YYang ang memmemenuenuhihi keb

kebutuutuhan han air air penpendindingin gin untuntuk uk selseluruuruh h mesmesin-in-mesmesin in dan dan perperalaalatan tan didi  pabrik SSP 1-2 dan BSP.

 pabrik SSP 1-2 dan BSP.

WTP 1 mulai beroperasi sekitar tahun 1978, pada awalnya hanya WTP 1 mulai beroperasi sekitar tahun 1978, pada awalnya hanya mel

melayaayani ni kebkebutuutuhan han air air penpendindingin gin dan dan flufluida ida lailainnynnya a untuntuk uk memelaylayaniani  pabrik BSP. Setelah SSP 1 dibangun dan dioperasikan sekitar tahun 1983,  pabrik BSP. Setelah SSP 1 dibangun dan dioperasikan sekitar tahun 1983,

maka WTP 1 mulai beroperasi penuh

maka WTP 1 mulai beroperasi penuh melayani BSP dan SSP 1.melayani BSP dan SSP 1.

 Namun dengan cepatnya perkembangan teknologi, sekitar tahun  Namun dengan cepatnya perkembangan teknologi, sekitar tahun 1983 dapur listrik (EAF) I-IV BSP menggunakan Water Cooling Panel 1983 dapur listrik (EAF) I-IV BSP menggunakan Water Cooling Panel untuk mengganti batu tahan api dalam rangka penghematan biaya operasi, untuk mengganti batu tahan api dalam rangka penghematan biaya operasi, karena Water Cooling Panel (WCP) tersebut dinilai cukup berhasil maka karena Water Cooling Panel (WCP) tersebut dinilai cukup berhasil maka sekitar tahun 1988 telah dibangun dan dioperasikan WCP untuk semua sekitar tahun 1988 telah dibangun dan dioperasikan WCP untuk semua dapur listrik ( EAF -I

(6)

mesin yang ada d

mesin yang ada di WTP seperti :i WTP seperti : •

• Pompa pendingin.Pompa pendingin. •

• Compressor (air plant).Compressor (air plant). •

• Gear box cooling tower dan sebagainya;Gear box cooling tower dan sebagainya; Ak

Akan an beberdrdamampapak k tetergrgananggggunyunya a kekelalancncararan an proproseses s prproduoduksiksi SS

SSP1 P1 dadan n BSBSPP, , sesecacara ra kekeseselulururuhahan. n. AkAkibibatatnynya a pipihahak k mamainintetenanancncee (meka

(mekanik dan elektrinik dan elektrik) k) ditundituntut untuk meningktut untuk meningkatkaatkan n kualkualitas dari mesinitas dari mesin at

atau au peperaralalatatan n yayang ng beberarada da dadalalam m tatangnggungung g jajawawab b seseksi ksi WTWTP-P-1,1, khu

khususnsusnya ya perperalaalatan tan ataatau u mesmesin in yanyang g berberhubuhubungangan n lanlang g sung sung dendengangan  proses produk

 proses produksi si SSP SSP dan BSPdan BSP.. Pro

Proses ses penpendindinginginan an mermerupaupakan kan proproses ses yanyang g sansangat gat dipdiperlerlukaukann didalam pabrik, pada ada umumnya proses pendinginan mengguna kan air  didalam pabrik, pada ada umumnya proses pendinginan mengguna kan air   pendingin yang masuk pada suhu lingkungan tertentu dan keluar pada  pendingin yang masuk pada suhu lingkungan tertentu dan keluar pada suhu tertentu. Pengolahan air pendingin ini dilakukan dengan suatu alat suhu tertentu. Pengolahan air pendingin ini dilakukan dengan suatu alat yang disebut Cooling Tower atau menara pen dingin. Pada WTP-1 ini yang disebut Cooling Tower atau menara pen dingin. Pada WTP-1 ini telah dirancang untuk beroperasi selama 24 jam/hari dan 330 hari dalam telah dirancang untuk beroperasi selama 24 jam/hari dan 330 hari dalam setiap tahunnya, dengan kondisi iklim sebagai berikut :

setiap tahunnya, dengan kondisi iklim sebagai berikut : •

• TTemperatur emperatur : : 26°C 26°C - - 38°C38°C •

• Kelembaban Kelembaban : : 70% 70% - - 98%98%

Dalam WTP-1 ini air yang dihasilkan terbagi menjadi 3 jenis yaitu : Dalam WTP-1 ini air yang dihasilkan terbagi menjadi 3 jenis yaitu :

1.

1. AiAir Ir Indndusustrtri.i. 2.

2. Air Air MinMinum (um (PotPotablable We Watater)er).. 3.

3. AiAir r HyHydrdranantt..

1.6.1. Air Industri 1.6.1. Air Industri

(7)

Air Industri adalah suatu jenis air yang diproses secara khusus Air Industri adalah suatu jenis air yang diproses secara khusus sehingga memenuhi keperluan industri yang digunakan untuk pendinginan sehingga memenuhi keperluan industri yang digunakan untuk pendinginan mesin-mesin serta peralatan industri antara lain, pada : Pabrik Billet Baja, mesin-mesin serta peralatan industri antara lain, pada : Pabrik Billet Baja, Pabrik Slab Baja, Pabrik Gas Industri, dan

Pabrik Slab Baja, Pabrik Gas Industri, dan Main Station I & II.Main Station I & II.

1.6.2. Air Minum (Potable Water) 1.6.2. Air Minum (Potable Water)

Air minum adalah air yang diolah secara khusus untuk me menuhi Air minum adalah air yang diolah secara khusus untuk me menuhi keb

kebituituhan air minumhan air minum, , waswastaftafle, WC : le, WC : PabPabrikrik, , EmeEmergrgencency y HosHospitpital,al, Laboratorium, Central W

Laboratorium, Central Workshop, Gudorkshop, Gudang SMS,dan ang SMS,dan lain-lain.lain-lain.

1.6.3. Air Hydrant 1.6.3. Air Hydrant

Air hydrant adalah suatu sistem air yang digunakan khusus untuk  Air hydrant adalah suatu sistem air yang digunakan khusus untuk  keperluan pemadam kebakaran pada seluruh areal pabrik Billet Plant, DR  keperluan pemadam kebakaran pada seluruh areal pabrik Billet Plant, DR  Plant, Slab Plant, Oxigent Plant, dan lain-lain. Dan jenis fluid lainnya Plant, Slab Plant, Oxigent Plant, dan lain-lain. Dan jenis fluid lainnya yang juga dilayani oleh fluid centre antara lain yaitu :

yang juga dilayani oleh fluid centre antara lain yaitu : •

• Udara Tekan.Udara Tekan. •

• Solar Solar  •

(8)

BAB II BAB II AIR INDUSTRI AIR INDUSTRI 2.1. AIR INDUSTRI. 2.1. AIR INDUSTRI.

Air Industri hasil pengolahan di Fluid Centre dipergunakan untuk  Air Industri hasil pengolahan di Fluid Centre dipergunakan untuk   pendinginan mesin-mesin yang pada dasarnya terbagi menjadi 3 sistem  pendinginan mesin-mesin yang pada dasarnya terbagi menjadi 3 sistem  pendinginan yaitu:

 pendinginan yaitu:

1. Sistem pendinginan terbuka langsung

1. Sistem pendinginan terbuka langsung (Direct Cooling) Cell A.(Direct Cooling) Cell A. 2.

2. Sistem pendinginan Sistem pendinginan terbuka tak lterbuka tak langsung (Indirect angsung (Indirect Cooling )Cooling ) Cell B/C/D.

Cell B/C/D. 3.

3. Sistem pendinginan Sistem pendinginan terbuka tak lterbuka tak langsung (Indirect angsung (Indirect Cooling)Cooling) Cell E/F.

Cell E/F. 4.

4. Sistem Sistem pendinginan tertutup pendinginan tertutup (Closed Cooling)(Closed Cooling) Mould Cooling dan closed machine cooling Mould Cooling dan closed machine cooling

2.1.1

2.1.1. Siste. Sistem Pendinm Pendinginaginan Tn Terbuerbuka Langsuka Langsung (Direcng (Direct Coolint Cooling g ) Cell ) Cell A.A. Air masuk berasal dari Pusat Penjernihan Air Krenceng ke Cooling Air masuk berasal dari Pusat Penjernihan Air Krenceng ke Cooling T

Towower er CCelell l A. A. KeKemmududiian an didipopompmpakakaan n ke ke arareaeal l papabrbriik k dedengngaann menggunakan pompa-pompa sebagai berikut :

menggunakan pompa-pompa sebagai berikut :

• P08. 1/2 P08. 1/2 (untuk Back (untuk Back WWash Filter-filter).ash Filter-filter). •

• P10. 1/2 (untuk Secondary Cooling BSP).P10. 1/2 (untuk Secondary Cooling BSP). •

• P12. 1/2 (untuk Open Cooling BSP).P12. 1/2 (untuk Open Cooling BSP). •

• P14. 1/2/3 (untuk Open Cooling SSP).P14. 1/2/3 (untuk Open Cooling SSP). •

(9)

2.

2.1.1.2. 2. SiSiststem em SiSirkrkululasasi i PePendndiningiginanan n TTererbubuka ka LaLangngsusung ng (D(Dirirecectt Cooling Cell A).

Cooling Cell A).

Air dari Cell A dipompakan dengan P10, P12, P14, dan P15 untuk  Air dari Cell A dipompakan dengan P10, P12, P14, dan P15 untuk  mendinginkan bagian-bagian Open Machine dan Secondary di Continous mendinginkan bagian-bagian Open Machine dan Secondary di Continous Casting (Concast) Billet Steel Plant dan Slab Plant. Ada pun cara kerja Casting (Concast) Billet Steel Plant dan Slab Plant. Ada pun cara kerja  pendinginan tersebut, untuk open machine Cooling mendinginkan  pendinginan tersebut, untuk open machine Cooling mendinginkan

mesin-mesin pada bagian luarnya, seperti rol-rol, mesin-mesin potong,

mesin pada bagian luarnya, seperti rol-rol, mesin potong, dan lain-lain,dan lain-lain, Unt

Untuk uk SecSecondaondary ry CooCoolinling g menmendindinginginkan kan bajbaja a lanlangsungsung g secsecaraara spray

spray. Setela. Setelah melakukan pendih melakukan pendinginan di Concast SSP dnginan di Concast SSP dan BSP an BSP air sisaair sisa   pend

  pendinginainginan jatuh n jatuh ke Canal Scalke Canal Scale We Water untuk kemater untuk kemudian mengudian mengalir kealir ke Scale Mixing Syclone yang diberi Block Rake pada inletnya, sehingga Scale Mixing Syclone yang diberi Block Rake pada inletnya, sehingga scale-scale yang kasar dapat tertahan disana untuk dibuang pada setiap scale-scale yang kasar dapat tertahan disana untuk dibuang pada setiap shift dengan menggunakan pompa P30 . 1-4.

shift dengan menggunakan pompa P30 . 1-4. Air dipompakan ke

Air dipompakan ke Scale SettScale Settling Cyclone, ling Cyclone, dan yang halus dan yang halus scalescale ak

akan an tutururun n kekebabawawah h dadan n diditatampmpung ung di di SiSilo lo tatank nk S.S.01a01a/0/02a2a/0/03a3a, , dadann apabila sudah penuh akan di blow down serta dibuang ke pembuangan apabila sudah penuh akan di blow down serta dibuang ke pembuangan limbah industri dengan mempergunakan kendaraan FAUN.kemudian air  limbah industri dengan mempergunakan kendaraan FAUN.kemudian air  dari sca

dari scale settlle settling sycloing syclone dikirine dikirim lagi ke graved film lagi ke graved filter ter F03/F0F03/F08 untuk 8 untuk   penyaringan ,setelah didapat air bersih kemudian air kembali lagi ke Cell  penyaringan ,setelah didapat air bersih kemudian air kembali lagi ke Cell

A sebagai air yang siap dikirim lagi ke system. A sebagai air yang siap dikirim lagi ke system.

Se

Selalain in ununtutuk k pependndiningigin n mmesesinin-m-mesesinin, , aiair r CeCell ll A A inini i jujugaga dipergunakan untuk Back Wash Filter-filter tersebut diatas apabila sudah dipergunakan untuk Back Wash Filter-filter tersebut diatas apabila sudah kotor

kotor, , yaiyaitu dengan memtu dengan mempergupergunakan pompnakan pompa P08. 1/2. Aa P08. 1/2. Air bekas Bacir bekas Back k  W

Wash ash akaakan n jatjatuh uh ke ke cancanal al dan dan menmengalgalir ir ke ke bak bak penpenampampungungan an SluSludgedge Mixing Cyclone, dan dengan P29.1/2 air ini di pompakan lagi ke Sludge Mixing Cyclone, dan dengan P29.1/2 air ini di pompakan lagi ke Sludge Settling Cyclone SO4, bersama dengan itu di Injeksikan Flouculant Nalco Settling Cyclone SO4, bersama dengan itu di Injeksikan Flouculant Nalco 71630 dengan dosis ± 1 ppm. Guna mempercepat proses pengendapan 71630 dengan dosis ± 1 ppm. Guna mempercepat proses pengendapan lumpur-lumpur

(10)

Setelah melalui proses pengendapan selama ± 4 jam, kemudian Setelah melalui proses pengendapan selama ± 4 jam, kemudian air dipompakan kembali ke Cooling Tower Cell A dengan menggunakan air dipompakan kembali ke Cooling Tower Cell A dengan menggunakan  pompa P20. 1/2 melalui filter F09 untuk kembali ke Colling tower Cell  pompa P20. 1/2 melalui filter F09 untuk kembali ke Colling tower Cell

A,di Colling tower ini dilengkapi dengan fan

A,di Colling tower ini dilengkapi dengan fan Blower V04.1.Blower V04.1.

 Direct Cell A.  Direct Cell A.

Holding

Holding capasity capasity : : 2800 2800 mm   Temperatur Δt

  Temperatur Δt : : 70° 70° 40° 40° = 30°= 30° mWS

(11)

gambar direct cella gambar direct cella

(12)

2.2.1. Sistem Pendinginan Terbuka Tak Langsung (Indirect Cooling Cell 2.2.1. Sistem Pendinginan Terbuka Tak Langsung (Indirect Cooling Cell B/C/D).

B/C/D).

Air masuk berasal dari Pusat Penjernihan Air Krenceng ke Bak Cell Air masuk berasal dari Pusat Penjernihan Air Krenceng ke Bak Cell B/

B/C/C/D. D. SeSetetelalah h di di trtreaeatmtmenent t aiair r didigungunakakan an untuntuk uk pependndiningiginanan n FuFurnrnacacee Bil

Billelet/St/Slab lab PlaPlant. nt. TrTrafoafo-tr-trafo afo MaiMain n StaStatiotion, n, OxiOxigengent t PlaPlant nt dan dan lailain-ln-lainain,, disalurkan dengan pompa-pompa sebagai berikut:

disalurkan dengan pompa-pompa sebagai berikut: •

• P01. 1/2 (untuk pendinginan Oxigent Plant).P01. 1/2 (untuk pendinginan Oxigent Plant). •

• P02. 1/2 (untuk pendinginan Maint Station I dan II).P02. 1/2 (untuk pendinginan Maint Station I dan II). •

• P04. 1/2 (untuk sirkulasi air P04. 1/2 (untuk sirkulasi air Cell B/C/D).Cell B/C/D). •

• P0P06. 6. 1/1/2/2/3/3/4/4/5/5/6/6/7 7 dadan n P0P04.4.1 1 (u(untntuk uk pependndiningiginanan n ElElekektrtrik ik  Furnace)

Furnace)

2.

2.2.22.2. . SisSistem tem SirSirkulkulasi asi PenPendindingiginan nan TTerberbuka uka TTak ak LanLangsgsung ung (In(Indirdirectect Cooling Cell B/C/D).

Cooling Cell B/C/D).

Air dari Cell B/C/D dipompakan dengan menggunakan pompa P01.1/2 Air dari Cell B/C/D dipompakan dengan menggunakan pompa P01.1/2 ke Oxsigent Plant dan langsung

ke Oxsigent Plant dan langsung kembali ke Cooling Tkembali ke Cooling Tower Cell B/C/D. Denganower Cell B/C/D. Dengan menggunakan pompa P02.1/2 air dipompakan ke Maint Station I dan II untuk  menggunakan pompa P02.1/2 air dipompakan ke Maint Station I dan II untuk  mendinginkan trafo-trafo, dan lain-lain. Kemudian air pendingin ditampung mendinginkan trafo-trafo, dan lain-lain. Kemudian air pendingin ditampung di

dibabak k pepenanampmpungungan an mamainint t ststatatioion n I I dadan n II II dedengngan an memengnggungunakakan an popompmpaa P1

P10202.1.1/2 /2 dadan n P1P13232.1.1/2 /2 sesecacara ra ototomomatatisis, , beberdrdasasararkakan n lelevevel l cocontntrorol l aiair r  dipompakan kembali

dipompakan kembali ke ke Cooling TCooling Tower Cell B/ower Cell B/C/D.C/D. De

Dengngan an memengnggugunanakakan n popompmpa a P0P04.4.1/ 1/ 2 2 inini i aiair r dadari ri CeCell ll B/B/C/C/DD dipompakan melalui By Pass Filter F06 dan langsung kembali ke Cooling dipompakan melalui By Pass Filter F06 dan langsung kembali ke Cooling T

Tower Cell B/Cower Cell B/C/D. Tu/D. Tujuannyjuannya adalah untuk memba adalah untuk membersih ersih kan air yang ada dikan air yang ada di Cell B/C/

Cell B/C/D itu sendiri. D itu sendiri. Kemudian dengan Kemudian dengan meng gunakan P06.1 s/d 7 meng gunakan P06.1 s/d 7 dan P04.1dan P04.1 air dipompakan ke Furnace Billet dan Slab Plant. Untuk

air dipompakan ke Furnace Billet dan Slab Plant. Untuk Pendinginan Furnace :Pendinginan Furnace : •

• Furnace Billet membutuhkan air pendingin 4 x 260 m³/h ditambahFurnace Billet membutuhkan air pendingin 4 x 260 m³/h ditambah 400 m³/h untuk

400 m³/h untuk Cooling Jacket Furnace Cooling Jacket Furnace IVIV, dengan tekanan , dengan tekanan ± 3 ± 3 barbar.. •

• FuFurnrnacace e SlSlab ab PlPlanant t memembmbututuhkuhkan an aiair r pependindingingin n 4 4 x x 520 520 m³m³/h/h dengan tekanan 3

(13)

Di

Di FurFurnacnace e ini ini aiair r yayang ng digdigunaunakan kan untuntuk uk penpendindinginginan an pada pada bagbagian ian--  ba

  bagiagian n RiRing ng RooRoof, Elbow Dedusf, Elbow Dedustiting, Slag Gateng, Slag Gate, , CooCoolinling g JacJacketket, Traf, Trafo,o, Eletrode

Eletrode Arm Arm dan dan lain-lain. lain-lain. Setelah Setelah mendingin mendingin kan kan mesin-mesin mesin-mesin tersebut,tersebut, air ditampung di Return Furnace dan dengan menggunakan pompa P31. 1 s/d 7 air ditampung di Return Furnace dan dengan menggunakan pompa P31. 1 s/d 7 secara otomatis dipompa kan kembali ke Cooling Tower Cell B/C/D yang secara otomatis dipompa kan kembali ke Cooling Tower Cell B/C/D yang dilengkapi dengan Fan Blower pada setiap Cellnya. Selain itu pompa ini juga dilengkapi dengan Fan Blower pada setiap Cellnya. Selain itu pompa ini juga diguna

digunakan untuk kan untuk pendipendinginan Comp. V06. nginan Comp. V06. 1/2/31/2/3, , V106. 1/2, V106. 1/2, air Dryerair Dryer, , GensetGenset dan lain-lain.

dan lain-lain.

Pada sistem ini air pendinginan tidak kontak langsung dengan bagian Pada sistem ini air pendinginan tidak kontak langsung dengan bagian yang didinginkan, air ini hanya mendinginkan dinding-dinding dapur Furnace, yang didinginkan, air ini hanya mendinginkan dinding-dinding dapur Furnace, Coole

Cooler r trafotrafor r dan sebagainydan sebagainya. a. SeteSetelah menyerap panas, ke lah menyerap panas, ke mudiamudian n kembakembali keli ke Cooling T

Cooling Tower untuk ower untuk didinginkan.didinginkan.

 Indirect Cell B/C/D.  Indirect Cell B/C/D.

Holding

Holding capasity capasity : : 7000 7000 m³m³   T

  Temperatur emperatur Δt Δt : : 52°C 52°C - - 32°C 32°C - - 20°C20°C mWS

(14)

gambar indirect gambar indirect

(15)

2.3.1 Sistem Pendinginan Terbuka Tak Langsung Water 2.3.1 Sistem Pendinginan Terbuka Tak Langsung Water Cooling Panel (Indirect Cooling Cell EF).

Cooling Panel (Indirect Cooling Cell EF). Pada Cooling Panel

Pada Cooling Panel air pendingin digunakan untuk air pendingin digunakan untuk mendimendinginkan Sidenginkan Side Wall (dinding) dan roof pada dapur listrik BSP dan SSP 1, yang sebelumnya Wall (dinding) dan roof pada dapur listrik BSP dan SSP 1, yang sebelumnya menggunakan batu tahan api.

menggunakan batu tahan api.

2.3.2 Sistem Sirkulasi Pendinginan Terbuka Tidak Langsung 2.3.2 Sistem Sirkulasi Pendinginan Terbuka Tidak Langsung pada Water Cooling Panel (Indirect Cooling Cell EF).

pada Water Cooling Panel (Indirect Cooling Cell EF).

Air masuk dari Pusat Penjernihan Air Krenceng ke Cooling Tower Cell Air masuk dari Pusat Penjernihan Air Krenceng ke Cooling Tower Cell EF, setelah ditreatment air tersebut dipompakan ke Dapur Listrik dan LF SSP EF, setelah ditreatment air tersebut dipompakan ke Dapur Listrik dan LF SSP dan

dan BSP deBSP dengangan n menmenggunggunakaakan n pompompa-pa-pomppompa P1.02.a P1.02.1 1 s/d P1.s/d P1.02.102.10 dan0 dan kembali ke Cooling Tower.

kembali ke Cooling Tower.

Untuk kondisi operasi yang sekarang cukup dengan 7 pompa operasi Untuk kondisi operasi yang sekarang cukup dengan 7 pompa operasi dan 2 stand by, dengan kapasitas masing-masing 562,5 m³/jam dan tekanan 7 dan 2 stand by, dengan kapasitas masing-masing 562,5 m³/jam dan tekanan 7  bar. Disamping pompa-pompa tersebut diatas dilengkapi juga pompa-pompa  bar. Disamping pompa-pompa tersebut diatas dilengkapi juga pompa-pompa

P1.01.1 dan P1.01.2 untuk By Pass Gravel Filter  P1.01.1 dan P1.01.2 untuk By Pass Gravel Filter 

yang digunakan untuk menyaring kotoran yang terdapat pada air pendingin yang digunakan untuk menyaring kotoran yang terdapat pada air pendingin

 Indirect

 Indirect Cell EFCell EF..

H

Hoollddiinng g ccaappaacciittyy : : 55110000mm33

T

Teemmppeerraattuur r ∆∆tt : : 447700C - 32C - 3200C - 15C - 1500CC

m

(16)

Indirect Cooling Cell EF Indirect Cooling Cell EF

(17)

2.5. Sistem Pendinginan Tertutup (Closed Cooling). 2.5. Sistem Pendinginan Tertutup (Closed Cooling). Sistem ini digunakan untuk :

Sistem ini digunakan untuk : •

• Pendinginan Mould Pendinginan Mould (Mould Cooling Water).(Mould Cooling Water). •

• Pendinginan Closed Pendinginan Closed Machine (Closed CooMachine (Closed Cooling Wling Water).ater). Untuk Mould Cooling,

Untuk Mould Cooling, air mendinginkan bagian mesin pencetak (Mould)air mendinginkan bagian mesin pencetak (Mould) di

di CoConcncasast t BiBillllet et dadan n SlSlab ab PlPlanant. t. UnUntutuk k ClClossossed ed MaMachchinine e CoCoololining, g, aiair r  mendinginkan mesin pada bagian-bagian Straigthener, Mesin potong (Billet) di mendinginkan mesin pada bagian-bagian Straigthener, Mesin potong (Billet) di Concast Billet dan Slab Plant.

Concast Billet dan Slab Plant.

Persyaratan air yang dipakai untuk Closed Cooling Sistem ini adalah air yang Persyaratan air yang dipakai untuk Closed Cooling Sistem ini adalah air yang sudah dilunakan (Soft Wate

(18)

Closed Cooling Closed Cooling

(19)

2.5.1.

2.5.1. Proses Pembuatan Proses Pembuatan Air Lunak Air Lunak (Soft W(Soft Water).ater).

Air masuk dari Pusat Penjernihan Air Krenceng dengan meng gunakan Air masuk dari Pusat Penjernihan Air Krenceng dengan meng gunakan  pompa P16. 1/2 melewati Gravel Filter F10/F11 yang berisi pasir kuarsa yang  pompa P16. 1/2 melewati Gravel Filter F10/F11 yang berisi pasir kuarsa yang  berfungsi untuk menyaring kotoran, kemudian air masuk ke Cation Exchanger   berfungsi untuk menyaring kotoran, kemudian air masuk ke Cation Exchanger  C01/C02 yang berisi resin cation. Resin ini berfungsi untuk menangkap ion-ion C01/C02 yang berisi resin cation. Resin ini berfungsi untuk menangkap ion-ion Magne

Magnesium (Mg) sium (Mg) dan Calsium (Ca), setelah itu dan Calsium (Ca), setelah itu kemudikemudian an masuk ke masuk ke DegaDegasser sser  tank (D01) yang dilengkapi dengan blower V03.1 untuk menghilangkan gas tank (D01) yang dilengkapi dengan blower V03.1 untuk menghilangkan gas Carbon Dioksida (CO2) yang ter kandung dalam air, sehingga akhirnya dapat Carbon Dioksida (CO2) yang ter kandung dalam air, sehingga akhirnya dapat dihasilkan air yang lunak (Soft Water) dengan total Hardness (TH) nol (Trace). dihasilkan air yang lunak (Soft Water) dengan total Hardness (TH) nol (Trace). So

Soft ft WWatater er tetersrsebebut ut diditatampmpung ung di di babak k 23 23 ununtutuk k memengngisisi i babak-k-babak k MoMoululdd Cooling dan Closed Cooling Billet dan Slab Plant. Apabila resin yang terdapat Cooling dan Closed Cooling Billet dan Slab Plant. Apabila resin yang terdapat dal

dalam am C01C01/C0/C02 2 sudsudah ah menmencapcapai ai titingkangkat t kejkejenuenuhan han dan dan tidtidak ak mammampu pu lalagigi menangkap ion-ion Ca dan Mg yang terdapat dalam air, maka resin tersebut menangkap ion-ion Ca dan Mg yang terdapat dalam air, maka resin tersebut har

harus us dirdiregeegenernerasi asi dendengan gan memmemperpergunagunakan kan HCl HCl 30%30%. . OleOleh h karkarena ena ititu u air air    bu

  buangaangan n bekbekas as regregeneenersi rsi sansangat gat asaasam, m, makmaka a air air tertersebsebut ut dindinetretralkalkan an lelebihbih dahul

dahulu u dengan soda Lay dengan soda Lay 46% (NaOH) pada 46% (NaOH) pada bak netralibak netralisasi kemudian air yangsasi kemudian air yang sudah dinertralkan dengan pH harus (7,5-8,5), dapat dibuang ke laut dengan sudah dinertralkan dengan pH harus (7,5-8,5), dapat dibuang ke laut dengan menggunakan pompa P43.1.

(20)

2.5.2. Regenerasi CO1/CO2 2.5.2. Regenerasi CO1/CO2

• Reaksi pembuatan air lunak (softwater)Reaksi pembuatan air lunak (softwater) Reaksi pengikatan ion Ca

Reaksi pengikatan ion Ca2+2+dan Mgdan Mg2+2+

R  R  R – H + Ca R – H + Ca2+2+ CaCa2+2+ + + 2H2H++ R  R  •

• Regenerasi oleh HCl :Regenerasi oleh HCl : R R R R – – HH Ca Ca + + 2 2 HCl HCl + + CaCl2CaCl2 R R R R – – HH

Dalam air CaCl2 terurai menjadi HCl dan CaO, HCl inilah yang menyebabkan Dalam air CaCl2 terurai menjadi HCl dan CaO, HCl inilah yang menyebabkan keasaman.

keasaman.

Reaksi Netralisasi : Reaksi Netralisasi : HCl

HCl + + NaOH NaOH NaCl + NaCl + H2OH2O TH

(21)

regenerasi regenerasi

(22)

2.5.3 Kondisi Operasi Emergency ( POWER PLTU OFF) 2.5.3 Kondisi Operasi Emergency ( POWER PLTU OFF) 2.5.4

2.5.4 Kondisi Operasi Emergency (WCP Kondisi Operasi Emergency (WCP Cell E/F Cell E/F ))

Jadi pada prinsipnya bila di tangki emergency dan sistem

Jadi pada prinsipnya bila di tangki emergency dan sistem sudah penuh, air sudah penuh, air  aka

akan n berbersirsirkulkulasi asi dardari i pompompa-pa-pompompa pa P18, P12, P18, P12, P17P17, , dan dan P19 P19 ke ke ConConcascast,t, ke

kemumudidian an kekembmbalali i memelelewawati ti HeHeat at ExExchchanangeger r dadan n mamasuk suk lalagi gi ke ke pompompapa sirkulasi. Kecuali apabila ada kebocoran-kebocoran pada sistem tersebut secara sirkulasi. Kecuali apabila ada kebocoran-kebocoran pada sistem tersebut secara otomatis air akan ditambah dari tangki emergency melalui tangki T03/T04 atau otomatis air akan ditambah dari tangki emergency melalui tangki T03/T04 atau tangki T103/T104 dan secara otomatis pula emergency tersebut akan di isi tangki T103/T104 dan secara otomatis pula emergency tersebut akan di isi kembali dari basin Mould dan Closed Cooling dengan menggunakan pompa kembali dari basin Mould dan Closed Cooling dengan menggunakan pompa P24. 1/2 dan P124. 1/2.

P24. 1/2 dan P124. 1/2.

Apabila terjadi power PLTU off, maka air dari emergeny tank akan Apabila terjadi power PLTU off, maka air dari emergeny tank akan me

mengngisisi i sisiststem dengem dengan an babantntuauan n tetekakananan n udaudara ra ± ± 6 6 babar r dadari ri tatanki udanki udarara (T0

(T05.15.1/2, /2, T10T105.15.1/2) /2) comcomprepressor ssor V02V02. . 1.2 1.2 digdigunakunakan an untuntuk uk penpengisgisian ian tatankinki udara (T05.1/2, T105.1/2) yang kegunaan nya untuk menekan air yang ada di udara (T05.1/2, T105.1/2) yang kegunaan nya untuk menekan air yang ada di ta

tanknki i ememerergegencncy y T0T01/1/T02 T02 & & T1T101/01/T10T102 2 dadan n aiair r ememerergegencncy y dadapapatt mendinginkan mesin-mesin selama ± 15 menit melalui valve-valve emergency mendinginkan mesin-mesin selama ± 15 menit melalui valve-valve emergency yang terbuka secara otomatis dan air kembali kemudian akan masuk lagi ke yang terbuka secara otomatis dan air kembali kemudian akan masuk lagi ke  basin Mould dan Closed Cooling. Apabila tangki emergency tersebut sampai  basin Mould dan Closed Cooling. Apabila tangki emergency tersebut sampai kosong, untuk mengisinya kembali diperlukan waktu 4 sampai 5 jam, dan kosong, untuk mengisinya kembali diperlukan waktu 4 sampai 5 jam, dan sem

semententara ara itu itu BiBillellet t dan dan SlaSlab b harharus us daldalam am keakeadaadaan n tidtidak ak berberopeoperasrasi. i. PadPadaa sistem ini air sama sekali tidak kontak langsung dengan udara luar. Air yang sistem ini air sama sekali tidak kontak langsung dengan udara luar. Air yang digunakan adalah air yang sudah di lunakkan yaitu di hilangkan ion Ca, Mg. digunakan adalah air yang sudah di lunakkan yaitu di hilangkan ion Ca, Mg.

2.5.5 Kondisi operasi Emergency (CLOSED SYSTEM ) 2.5.5 Kondisi operasi Emergency (CLOSED SYSTEM )

Apabi

Apabila terjala terjadai power dari PLdai power dari PLTU off,maTU off,maka air dari ka air dari emeremergency tank gency tank  ak

akan an memengngisisi i sysyststem em dgn dgn babantntuauan n tetekakananan n ududarara a + + 6 6 babar r dadari ri komkomprpresesor or  V02

V02.1/.1/2 2 dan dan dapdapat at menmendindinginginkan kan memesinsin-me-mesin sin selselama ama + + 15 15 menmenit it memelallaluiui val

valve-vve-valalve ve emeemergergency ncy yanyang g terterbuka buka secsecara ara otootomatmatis is dan dan aiair r kemkembli bli akaakann ma

masuk suk lalagi gi ke ke babasisin n momoululd d dadan n clclososed ed cocoololining.g.ApApababilila a tatanknki i ememerergegencncyy tersebut

(23)

BAB III BAB III PROSES

PROSES PENGOLAHAN AIR PENGOLAHAN AIR MINUM (MINUM (POTPOTABLE WABLE WAATER)TER)

Air masuk dari Pusat Penjernihan Air Krenceng dengan menggunakan Air masuk dari Pusat Penjernihan Air Krenceng dengan menggunakan  pompa P44. 1/2 melewati Header Tank T116 dengan kontrol level dari T115  pompa P44. 1/2 melewati Header Tank T116 dengan kontrol level dari T115 masuk di Gravel Filter F112 dan Corbon Filter F113 dan F114 yang selajutnya masuk di Gravel Filter F112 dan Corbon Filter F113 dan F114 yang selajutnya aka

akan n dipdipompompakaakan n dendengan gan menmengguggunaknakan an pompompa pa P47P47. . 1/21/2/3 /3 ke ke konskonsumeumen.n. U

Unnttuk uk mmeemmeennuuhi hi ppeerrssyyaarraattaan n sseebbaaggaai i aaiir r mmiinnumum, , mmaakka a ddiiaaddaakakann  penginjeksian. Bahan pembunuh bakteri yaitu chlorine dan tekanan udara non  penginjeksian. Bahan pembunuh bakteri yaitu chlorine dan tekanan udara non

lubrication dengan urutan-urutan sebagai berikut : lubrication dengan urutan-urutan sebagai berikut :

1.

1. DiiDiinjenjeksiksikan Higkan High Chlorh Chlorin pada inin pada inlelet F44. 1/2 dent F44. 1/2 dengangan dosis 5 ppm Cl2.

dosis 5 ppm Cl2. 2.

2. PaPada ouda outltlet P1et P14. 1/4. 1/2 dii2 diinjnjekeksisikakan tekn tekananan udan udarara a ± 7± 7   b

  baar r dedengngan an flflow ow ± ± 0,0,5 5 m³m³//h h kekegugunanaananya ya ununtutuk k  menghilangkan zat besi

menghilangkan zat besi (Diffet Sation/Ironitati(Diffet Sation/Ironitation).on). 3.

3. DaDan n ununtutuk k pepengngamaman an mamaka ka papada da pipipa pa sesebebelulumnmnyaya masuk ke storage tank T115 diinjeksikan chlorine lagi masuk ke storage tank T115 diinjeksikan chlorine lagi dengan dosis ± 0,5 ppm.

dengan dosis ± 0,5 ppm.

Maka dengan dikontrol oleh level dari Header Tank T17, pompa P47. Maka dengan dikontrol oleh level dari Header Tank T17, pompa P47. 1/2

1/2/3 /3 akaakan n berberopeoperasrasi i memmemenuenuhi hi kebkebutuutuhan han konkonsumsumen, en, dendengan gan kapkapasiasitastas maxsimum

maxsimum 60 60 m³/jam. m³/jam. Namun Namun karena karena jumlah jumlah pemakaian pemakaian air air minum minum pada pada saatsaat ini

ini melmelebiebihi hi kapkapasiasitas tas yanyang g adaada, , makmaka a perperlu lu dirdirencencanaanakan kan kemkembalbali i untuntuk uk   penambahan kapasitas sehingga dapat seimbang deng

 penambahan kapasitas sehingga dapat seimbang dengan jumlah pemakaian.an jumlah pemakaian. Pen

Peningingkatkatan an kebkebutuutuhan han akaakan n air air minminum um ini ini teterjarjadi di terterutautama ma setsetelaelahh adanya pengembangan unit-unit pabrik dan kantor-kantor baru. Tetapi proses adanya pengembangan unit-unit pabrik dan kantor-kantor baru. Tetapi proses  pembuatan air minum (potable water) ini sudah lama tidak

(24)

BAB IV BAB IV AIR HYDRANT AIR HYDRANT

Air ini khususnya digunakan untuk pemadaman kebakaran pada Air ini khususnya digunakan untuk pemadaman kebakaran pada lokasi-lokasi tertentu seperti :

lokasi tertentu seperti : •

• DR Plant.DR Plant. •

• Slab Plant.Slab Plant. •

• Oxigent Plant dan lain-lain.Oxigent Plant dan lain-lain.

Data-datanya sebagai berikut : Data-datanya sebagai berikut :

V

Volume olume maximum maximum : : 300 300 m³/hm³/h V

Volume olume minimum minimum : : 30 30 m³/hm³/h Pressure

Pressure : : 7 7 bar bar  T

Temperatuemperature re : : ± ± 29° 29° CC

Air hydrant ini diambil langsung dari pipa air Krenceng dengan tekanan Air hydrant ini diambil langsung dari pipa air Krenceng dengan tekanan ± 4,5 bar, namun karena pompa P103.1/2/3 ini memerlukan inlet 2 bar, maka ± 4,5 bar, namun karena pompa P103.1/2/3 ini memerlukan inlet 2 bar, maka dipasang PVC

dipasang PVC 103 (Pressure 103 (Pressure Control VControl Valve).alve).

Disamping pompa-pompa tersebut juga dipasang “Jockey Pump” P103.4 Disamping pompa-pompa tersebut juga dipasang “Jockey Pump” P103.4 yang kapasitas 34 m³/h dan tekanan 7 bar, dan pompa inilah yang beroperasi yang kapasitas 34 m³/h dan tekanan 7 bar, dan pompa inilah yang beroperasi terus menerus, sedangkan pompa P103.1/2/3 akan beroperasi tergantung dari terus menerus, sedangkan pompa P103.1/2/3 akan beroperasi tergantung dari  pemakaian pada plant-plant yang membutuhkannya.

(25)

BAB V BAB V

FLUIDA LAINNYA FLUIDA LAINNYA

3.1.Udara

3.1.Udara TTekan.ekan.

Udara tekan dari Fluid Centre didapat dari : Udara tekan dari Fluid Centre didapat dari :

-

- Compressor Compressor V06.1/2/3 V06.1/2/3 dengan dengan kapasitas kapasitas : : 2870 2870 Nm³/hNm³/h dan tekanan ± 7

dan tekanan ± 7 barbar.. -

- Compressor Compressor V106.1/2/3 V106.1/2/3 dengan dengan kapasitas kapasitas : : 4500 4500 Nm³/hNm³/h Dan tekanan ± 7

Dan tekanan ± 7 barbar.. -

- Comporessor Comporessor V106.4 V106.4 dengan dengan kapasitas kapasitas : : 2436 2436 Nm³/hNm³/h Dan tekan 7,9

Dan tekan 7,9 bar.bar. T

Total otal : : 9806 9806 Nm³/hNm³/h -

- Kapasitas Kapasitas yang yang diperlukan diperlukan oleh oleh BSP BSP dan dan SSP SSP : : 5750 5750 Nm³/hNm³/h

Udara dari compressor tersebut sebelum dipakai langsung oleh Billet Udara dari compressor tersebut sebelum dipakai langsung oleh Billet Plant, Slab Plant, Central Workshop dan jalur pemakaian yang lain terlebih Plant, Slab Plant, Central Workshop dan jalur pemakaian yang lain terlebih dahulu melewati :

dahulu melewati : Sepa

Separator oil, rator oil, separseparator oil ator oil atau kotoran, atau kotoran, kemudikemudian an melemelewati Air Dryer wati Air Dryer  un

untutuk k mmenenghghiillanangkgkan an kekelelembmbababan an didisasallururkakan n ke ke plplanant-t-plplanant t yyanangg membutuhkan. Adapun pemakaian udara tersebut adalah untuk electrical dan membutuhkan. Adapun pemakaian udara tersebut adalah untuk electrical dan mechanical worskhop, furnace, concast, mesin potong Slab Plant, Billet Plant, mechanical worskhop, furnace, concast, mesin potong Slab Plant, Billet Plant, dan lain-lain.

dan lain-lain.

3.2. Solar (Minyak Diesel). 3.2. Solar (Minyak Diesel).

Minyak solar ini dapat digunakan untuk

Minyak solar ini dapat digunakan untuk melayani beberapa mesin-mesin :melayani beberapa mesin-mesin : •

• 3 unit 3 unit Diesel Emergency Generator Diesel Emergency Generator 1800 KV1800 KVA.A. •

• Flushing alat-alat untuk Reavy Fuel Oil System (Residu).Flushing alat-alat untuk Reavy Fuel Oil System (Residu). •

• Pengisian Charging Mesin Billet dan Slab Plant.Pengisian Charging Mesin Billet dan Slab Plant. •

• Alat-alat pemanasan (Preheating).Alat-alat pemanasan (Preheating).

Kendaraan-kendaraan angkut dan lain-lain. Kendaraan-kendaraan angkut dan lain-lain.

(26)

menggu

menggunakan pompa nakan pompa P39.1P39.1/2 /2 yang berkapasiyang berkapasitas 105 tas 105 1/se1/sec. c. Dan tekanan 4-4,5Dan tekanan 4-4,5  bar

 bar. Ada pun volume dari storange tank . Ada pun volume dari storange tank solar adalah 100.000 liter solar adalah 100.000 liter  ..

33. Nitrogent. 33. Nitrogent.

Pe

Pemamakakaiaian n ninitrtrogeogent nt di di FlFluiuid d CeCentntre re adadalalah ah titidadak k bebegigitu tu babanynyak,ak, diantaranya adalah sebagai berikut :

diantaranya adalah sebagai berikut : •

• Di hubungkan dengan emergency water system, namun selama iniDi hubungkan dengan emergency water system, namun selama ini kami cukup dengan udara comp.V01.1/2 yang bertekanan sekitar  kami cukup dengan udara comp.V01.1/2 yang bertekanan sekitar  30 bar.

30 bar. •

• Di gunakan untuk pengoperasian Surge Tank yang ada di FluidDi gunakan untuk pengoperasian Surge Tank yang ada di Fluid Centre, dan ini pun relatif kecil.

(27)

BAB VI BAB VI PEMAKAIAN BAHAN

PEMAKAIAN BAHAN KIMIA DI WTP KIMIA DI WTP – 1– 1

1

1. . KuKuririlelex x L1L10707SS •

• Fungsi Fungsi : Bahan : Bahan kimia kimia penghambat penghambat korosi korosi untuk untuk  sistem air pendingin sirkulasi tertutup. sistem air pendingin sirkulasi tertutup. •

• Pemakaian Pemakaian : Dosis maintenance : Dosis maintenance = 400-800 ppm vs HW= 400-800 ppm vs HW..

2

2.. NaNallco co 3D3DT1T19090 •

• Fungsi Fungsi : Untuk : Untuk mencegah mencegah terbentuknya terbentuknya deposit deposit besibesi dimana sangat potensial terjadi di sistem dimana sangat potensial terjadi di sistem terbuka.

terbuka. •

• PemPemakaakaianian : 30 ppm v: 30 ppm vs blows blowdowndown

3

3.. NNaallcco 7o 7333300 •

• FuFungngsisi : : UnUnttuk uk mmemempeperkrkececiil l pepembmbenenttukukaan n slslimimee dan efektif untuk mengontrol pertumbuhan dan efektif untuk mengontrol pertumbuhan mikroorganisme.

mikroorganisme. •

• PemakPemakaianaian : 50 ppm vs h: 50 ppm vs holding volding volume tolume tiap 2 miiap 2 minggu.nggu.

4

4.. NaNallco co 7734340 L0 L •

• FFuungngssi i : U: Unnttuuk mk meenncceeggaah ph peerrttuummbbuuhahan an allgaga.. •

• PemakPemakaianaian : 0,: 0,2-0.5 2-0.5 ppm ppm residresidual.ual.

5

5.. NaNallco co 88110033 •

• FuFungngsisi : : BaBahahan n babantntu u ununtutuk k memempmpererbebesasar r papartrtikikelel  besi sehigga tertangkap

 besi sehigga tertangkap di gravel filter.di gravel filter. •

(28)

6

6.. KuKuririzezet t S2S20404SS •

• Fungsi Fungsi : Untuk : Untuk menghambat menghambat korosi korosi pada pada sistem sistem air air   pendingin tebuka.

 pendingin tebuka. •

• PemakPemakaianaian : 200 p: 200 ppm vs holpm vs holding wading waterter..

7

7.. KuKuririzezet t T2T22525SS •

• FuFungngsisi : : UnUnttuk uk mmenenghghaambmbat at kekerarak pk paada da sisiststeem am air ir   pendingin terbuka.

 pendingin terbuka. •

• PemakPemakaianaian : 200 p: 200 ppm vs holpm vs holding wading waterter..

8

8.. KuKuririzezet St S111717SS •

• FuFungngsisi : : UnUnttuk uk mmenenghghaambmbat at kekerarak k dadan n kokorrososi i papadada sistem pendingin terbuka.

sistem pendingin terbuka. •

• Pemakaian Pemakaian : 50-150 ppm vs tot: 50-150 ppm vs total blowdown rate.al blowdown rate.

9

9.. PoPollycycririn An A49496S6S •

• FuFungngsisi : : UnUnttuk uk mmenengogontntrorol l pepertrtumumbubuhahan sn sllimime de danan  bio dispersant

 bio dispersant •

• PemakPemakaianaian : 50-2: 50-200 ppm 00 ppm vs HWvs HW..

10.

10. Polycrin A411SPolycrin A411S •

• FFuungngss : U: Unnttuuk mk meemmbubunnuh buh baakktteerri ai attaau mu miikkrroooorrggaanniimmee secara oksidasi.

secara oksidasi. •

(29)

BAB VII BAB VII

PERMASALAHAN DALAM SISTEM AIR PENDINGINAN PERMASALAHAN DALAM SISTEM AIR PENDINGINAN

DI WTP 1 DI WTP 1

Pada umumnya permasalahan dalam sistem air pendinginan ada 3 (tiga) Pada umumnya permasalahan dalam sistem air pendinginan ada 3 (tiga) macam yaitu : macam yaitu : 1. Korosi. 1. Korosi. 2. Kerak. 2. Kerak.

3. Slime dan Fouling (Mikroorganisme). 3. Slime dan Fouling (Mikroorganisme).

Air yang digunakan pada sistem air pendingin mengandung beberapa hal Air yang digunakan pada sistem air pendingin mengandung beberapa hal antara lain : antara lain : 1. Padatan Terlarut. 1. Padatan Terlarut. 2. Gas Terlarut. 2. Gas Terlarut. 3. Mikrooganisme. 3. Mikrooganisme.

Permasalahan yang timbul dalam sistem air pendingin dan problem yang Permasalahan yang timbul dalam sistem air pendingin dan problem yang di timbulkan adalah :

di timbulkan adalah : 1. Korosi (karatan). 1. Korosi (karatan).

- Efesiensi perpindahan panas menurun. - Efesiensi perpindahan panas menurun. - Pipa bocor. - Pipa bocor. - Pipa tersumbat. - Pipa tersumbat. 2. Kerak (Scale). 2. Kerak (Scale).

- Kekuatan mekanis pipa menurun. - Kekuatan mekanis pipa menurun. - T

- Tekanan pompa naik ekanan pompa naik dan aliran menurun.dan aliran menurun. - Laju korosi naik.

- Laju korosi naik. 3. Slime dan Fouling 3. Slime dan Fouling..

- Konsumsi bahan kimia naik. - Konsumsi bahan kimia naik.

(30)

4.1 Korosi. 4.1 Korosi.

Korosi adalah suatu proses elektromika dimana suatu besi baja kembali ke Korosi adalah suatu proses elektromika dimana suatu besi baja kembali ke status alamiahnya (besi oksida atau karat). Karena proses korosi yang bersifat status alamiahnya (besi oksida atau karat). Karena proses korosi yang bersifat alamia tersebut maka korosi tidak dapat dihilangkan tapi bisa dikurangi dan alamia tersebut maka korosi tidak dapat dihilangkan tapi bisa dikurangi dan diperlambat sampai batas yang bisa diterima.

diperlambat sampai batas yang bisa diterima.

4.1.1 Beberapa Jenis korosi. 4.1.1 Beberapa Jenis korosi.

a. Korosi menyeluruh (General Corrosion). a. Korosi menyeluruh (General Corrosion).

Terjadi secara hampir merata pada permukaan metal atau logam, jenis Terjadi secara hampir merata pada permukaan metal atau logam, jenis korosi ini relatif tidak berbahaya dan pengendaliannya mudah.

korosi ini relatif tidak berbahaya dan pengendaliannya mudah.

 b. Korosi

 b. Korosi Satu TSatu Tempat (Pitting Corrosion).empat (Pitting Corrosion). T

Terjadi hanya pada satu titik tertentu dan agak serjadi hanya pada satu titik tertentu dan agak sulit diprediksi. Korosi iniulit diprediksi. Korosi ini sangat berbahaya karena dalam waktu singkat bisa menyebabkan kebocoran sangat berbahaya karena dalam waktu singkat bisa menyebabkan kebocoran dan

dan sulsulit it dikdikendendalialikan kan karkarena ena sulsulit it menmendetdetekseksinyinya. a. DalDalam am kondkondisi isi tertertententutu metal non ferrous (misal : alloy tembaga atau alloy alumunium) yang mudah metal non ferrous (misal : alloy tembaga atau alloy alumunium) yang mudah terserang korosi jenis ini.

terserang korosi jenis ini.

c. Korosi Galvanis (Galvanized corrosion). c. Korosi Galvanis (Galvanized corrosion).

T

Terjerjadi adi bilbila a dua dua metmetal al ataatau u loglogam am yanyang g berberlailainan nan (be(beda da potpotensensialial))  bertemu pada permukaan. Pada dasarnya peristiwa korosi adalah karena beda  bertemu pada permukaan. Pada dasarnya peristiwa korosi adalah karena beda  potensial baik itu di akibatkan oleh kondisi

(31)

4.1.2. Parameter Air yang Mempengaruhi Korosi. 4.1.2. Parameter Air yang Mempengaruhi Korosi. Beberapa Faktor yang mempengaruhi korosi adalah : Beberapa Faktor yang mempengaruhi korosi adalah :

1. Oksigen atau gas-gas terlarut (dissolved oxygen and others), 1. Oksigen atau gas-gas terlarut (dissolved oxygen and others),

Ok

Oksisigegen n yayang ng teterlrlararut ut dadalalam m aiair r memembmbanantu tu rereakaksi si papadada katoda, jenis gas yang terlarut dalam air seperti H2S, Ammonia (NH3) katoda, jenis gas yang terlarut dalam air seperti H2S, Ammonia (NH3) yang bersifat korosif.

yang bersifat korosif.

2. Zat-zat terlarut dan tidak terlarut (dissolved and susp

2. Zat-zat terlarut dan tidak terlarut (dissolved and suspended matters).ended matters). •

• Zat-zZat-zat at yang yang terlterlarut : arut : garamgaram-gara-garam m elekelektrolitrolit t terutterutama ama (Cl(Cl--),), klori

klorida da dan (SO4²dan (SO4²--) Sulfat, mempengaruhi reaksi korosi dengan) Sulfat, mempengaruhi reaksi korosi dengan

menaikkan konduktifitas air. Semakin tinggi konduktifitas laju menaikkan konduktifitas air. Semakin tinggi konduktifitas laju korosi makin tinggi.

korosi makin tinggi. •

• Zat-zat yang tidak terlarut : (suspunded matters)Zat-zat yang tidak terlarut : (suspunded matters) me

mempmperercecepapat t kokororosisi, , kakarerena na zazat t yayang ng titidadak k  te

terlrlararut ut akakan an memeninimmbubullkakan n eendndapapan an papadada   pe

  permurmukaakaan n metmetal al sehsehingingga ga terterjadjadi i korokorosi si satsatuu tempa

tempat. t. EndapaEndapan n ini ini bersibersifat fat abrasiabrasif f (mengg(menggoresores  permukaan logam).

 permukaan logam). 3. Alkalini

3. Alkalinitas dan ptas dan pH (alkalinity and acidity).H (alkalinity and acidity).   pH

  pH yanyang g renrendah dah (-7(-7) ) menmeningingkatkatkan kan kelkelaruarutan tan metmetal al dandan lapisan film korosi, disamping itu juga mempercepat reaksi pada

lapisan film korosi, disamping itu juga mempercepat reaksi pada katoda.katoda. 4. Kecepatan aliran air (velcocity of stream).

4. Kecepatan aliran air (velcocity of stream). Kec

Kecepaepatan tan alialiran ran air air yanyang g renrendah dah menmengakgakibaibatkatkan n bahbahanan  pe

 pengongotor tor akaakan n (fo(foulaulantsnts) ) menmengengendap dap padpada a perpermukmukaan aan loglogam am sehsehinginggaga terjadi sel korosi setempat. Endapan ini juga mengganggu kerja lapisan terjadi sel korosi setempat. Endapan ini juga mengganggu kerja lapisan film korosi.

film korosi.

5. Suhu (temperature). 5. Suhu (temperature).

Ken

Kenaiaikan kan suhu suhu ± ± 10°10°C C menmengakigakibatbatkan kan keckecepaepatan tan reareaksiksi korosi menjadi ± 2 kali lipat. Akan tetapi bila sudah melebihi 71°C maka korosi menjadi ± 2 kali lipat. Akan tetapi bila sudah melebihi 71°C maka  pengaruh terhadap kecepatan reaksi relatif kecil.

(32)

me

mengngakakibibatatkakan n sesel l kokororosi si didibabawawahnhnyaya. . DiDisasampmpining g ititu u sesejujumlmlahah mikroorganisme menghasilkan produk-produk korosi seperti gas H2S atau mikroorganisme menghasilkan produk-produk korosi seperti gas H2S atau  bereaksi dengan

 bereaksi dengan corrosion inhibitor corrosion inhibitor yang ditambahkan misalnya merubahyang ditambahkan misalnya merubah

 Nitrit menjadi Nitrat.  Nitrit menjadi Nitrat.

4.1.3. Cara

4.1.3. Cara -- Cara Mengatasi Korosi.Cara Mengatasi Korosi. Kor

Korosi osi dapadapat t diadiatastasi i ataatau u dikdikendaendaliklikan an dengdengan an bebbeberaerapa pa carcara a yaiyaitutu sebagai berikut :

sebagai berikut : a.

a. PemPemiliilihan perahan peralatlatan yang tahaan yang tahan n korkorosi pada liosi pada lingkungkungangan n yayangng korosifitasnya tinggi.

korosifitasnya tinggi.  b.

 b. PengontPengontrolan parrolan parametameter air (pH, Aer air (pH, Alkalilkalinitynity, Siklus konse, Siklus konsen trasi,n trasi, konduktifitas).

konduktifitas). c.

c. PelPelapiapisan pada permsan pada permukaukaan metaan metal l (ca(cat, rubbet, rubber r lilininnings, coatgs, coatinging,, ceramics lining, plastic).

ceramics lining, plastic). d.

d. PenPenggunggunaan aan tetekniknik k penpencegcegahaahan n katkatodiodik k (ca(cathothodic protedic protectiction)on) dengan arus listrik atau anoda karbon.

dengan arus listrik atau anoda karbon.

ee.. PPeemmbbeerriiaan n bbaahhaan n kkiimmiia a ppeenngghahammbbaat t kkororoossi i ((ccoorrrroossiioonn inhibitor).

inhibitor).

4.2. Kerak. 4.2. Kerak.

Kerak adalah lapisan yang cukup tebal pada permukaan metal yang Kerak adalah lapisan yang cukup tebal pada permukaan metal yang sebagian besar terdiri dari zat-zat an-organik, yaitu endapan yang terjadi dalam sebagian besar terdiri dari zat-zat an-organik, yaitu endapan yang terjadi dalam logam seperti (CaCO3

logam seperti (CaCO3, , MgCO3, CaSiO4, MgSiO4)MgCO3, CaSiO4, MgSiO4), , yang disebabkayang disebabkan n oleh air oleh air   pendingin itu mengandung

 pendingin itu mengandung

garam Ca, Mg, SiO2, dan garam-garam tersebut akan mengendap jika titik  garam Ca, Mg, SiO2, dan garam-garam tersebut akan mengendap jika titik   jenuh kelarutannya melewati batas kelarutannya (lewat jenuh).

 jenuh kelarutannya melewati batas kelarutannya (lewat jenuh).

4.2.1 Jenis kerak yang terdapat dalam sistem pendingin ada 4 4.2.1 Jenis kerak yang terdapat dalam sistem pendingin ada 4

(empat)

(empat) yaitu yaitu :: 1.

1. KalKalsiusium dm dan Kan Kalsalsium ium karkarbonabonat.t. 2.

(33)

3.

3. KaKalslsiuium sm sululfafat.t. 4.

4. SilSilika ika dan dan magmagnesinesium sum siliilika.ka.

4.2.2 Parameter Air yang Mempengaruhi Kerak. 4.2.2 Parameter Air yang Mempengaruhi Kerak.

Mekanisme terjadi kerak disebabkan oleh 5 (lima) faktor yaitu : Mekanisme terjadi kerak disebabkan oleh 5 (lima) faktor yaitu :

1

1.. SSuuhhuu.. 2.

2. pH pH dadan an alklkalalininititasas.. 3.

3. KonKonsesentntrarasi si zazat-t-zazat t teterlrlararut ut yayang ng memenynyebebababkakan n teterjrjadadininyaya kerak.

kerak. 4.

4. KonsenKonsentrasi zatrasi zat-zat-zat lain (tt lain (terlaerlarut dan tirut dan tidak terldak terlarut) yarut) yang bukanang bukan komponen pembentuk kerak.

komponen pembentuk kerak. 5.

5. KeKececepapatatan alin aliraran airn air..

Faktor-faktor ini, yang akan diakibatkan adalah sebagai berikut : Faktor-faktor ini, yang akan diakibatkan adalah sebagai berikut :

1.

1. PaPada da tetempmpereratatur ur titingnggi gi kekelalarurutatan n CaCaCOCO3 3 MeMenunururunknkan an sese hingga mudah mengendap.

hingga mudah mengendap. 2.

2. BilBila a alkalkalialinitnitas tinggi kelas tinggi kelaruarutan CaCOtan CaCO3 3 menmenuruurunkankan n sehsehinginggaga mudah mengendap.

mudah mengendap. 3.

3. SemakSemakin tiin tinggi pH nggi pH semaksemakin mudin mudah terah terjadijadinya pennya pengerakkgerakkan.an. 4.

4. BanBanyakyaknya zat terlnya zat terlaruarut t memembumbuat larutat larutan cepat jenan cepat jenuh sehinguh sehinggaga memudahkan terjadinya kerak.

memudahkan terjadinya kerak. 5.

5. KecepKecepatan aiatan air yang r yang terlterlalu rendalu rendah mengah mengakibaakibatkan petkan pengen dangen dapanpan secara alami semakin mudah.

secara alami semakin mudah. 6.

6. BesBesi yang terli yang terlaruarut dapat beret dapat bereaksaksi dengan zat lai dengan zat lain atau oksiin atau oksigengen mengakibatkan terbentuknya endapan besi oksida.

mengakibatkan terbentuknya endapan besi oksida. 4.2.3 Cara mengatasi kerak.

4.2.3 Cara mengatasi kerak.

Ada beberapa cara yang paling umum untuk mengatasi kerak  Ada beberapa cara yang paling umum untuk mengatasi kerak  yaitu :

yaitu : 1

1.. PPrroossees s ppeelluunnaakkaan n ((ssoofftteenniinngg) ) aattaau u ddeemmiinneerraalliissaassii (demineralizing)

(34)

4.

4. MengonMengontrol trol siklusiklus pes pemekatmekatan (an (kualikualitas tas air).air). 5.

5. PenPengatgaturauran n memekankanis is (me(mengangatur keceptur kecepataatan, n, memengurngurangangi i bebbebanan  panas).

 panas).

4.3 Slime dan Fouling (mikroorganisme). 4.3 Slime dan Fouling (mikroorganisme).

Microbial slime adalah tumbuhan atau jasad renik yang

Microbial slime adalah tumbuhan atau jasad renik yang bersifat licin danbersifat licin dan men

menempempel el sepseperterti i gelgelatiatin, n, sedsedangangkan kan FoulFouling ing adaadalah lah endendapaapan n slislime me yanyangg  bercampur dengan pengotor dalam air

 bercampur dengan pengotor dalam air (lumpur, pasir(lumpur, pasir, debu, produk , debu, produk korosi, sisa-korosi, sisa-sisa bahan kimia,dan lain-lain) selain kerak yang mengganggu operasi sistem sisa bahan kimia,dan lain-lain) selain kerak yang mengganggu operasi sistem  pendingin.

 pendingin.

Microbial slime atau biasa di sebut slime, yang mempercepat terjadinya Microbial slime atau biasa di sebut slime, yang mempercepat terjadinya  proses fouling karena slime bersif

 proses fouling karena slime bersifat sebagai filter daat sebagai filter dalam lam air pendingin lumpurair pendingin lumpur,,  pasir, debu, produk korosi, jasad mikroor ganisme yang telah mati, sisa-sisa  pasir, debu, produk korosi, jasad mikroor ganisme yang telah mati, sisa-sisa  bahan kimia yang tidak dapat larut dalam air akan melekat pada slime dan  bahan kimia yang tidak dapat larut dalam air akan melekat pada slime dan

menempel pada per mukaan metal atau logam. menempel pada per mukaan metal atau logam.

Air

Air daldalam am sissistem tem penpendindingin gin titidak dak bisbisa a dardari i mikmikrooroorgrganianisme sme karkarenaena sec

secara alamara alami i adaadalah templah tempat yang baik at yang baik bagbagi i perpertumtumbuhabuhannyannya. Y. Yang ang bibisasa d

diillaakkukukaan n aaddaallaah h mmeennggeennddaalliikkaan n jjuummllaahnhnyyaa. . TTeettaappi i ttiiddaak k sseemmuaua mikroorganisme yang hidup dalam air bersifat me rugikan. Yang merugikan mikroorganisme yang hidup dalam air bersifat me rugikan. Yang merugikan ad

adalalah ah yayang ng memenghnghasasililkakan n (m(micicrorobibialal) ) slslimime e atatau au mimikrkrooroorgaganinismsme e yayangng menghasilkan produk-produk yang merugikan seperti gas-gas bersifat reduktor  menghasilkan produk-produk yang merugikan seperti gas-gas bersifat reduktor  atau oksidator.

atau oksidator.

43.1 Faktor

43.1 Faktor--faktor yang mempengaruhi slime dan fouling.faktor yang mempengaruhi slime dan fouling. Faktor yang mempengaruhi adalah sebagai berikut : Faktor yang mempengaruhi adalah sebagai berikut : 1. Karakteristik air.

1. Karakteristik air. Beber

Beberapa apa paramparameter eter air air seperseperti ti zat-zat-zat zat terlterlarut arut (disso(dissolvedlved solid

solids), s), zat-zzat-zat at tersutersuspensi spensi (disso(dissolved lved solidsolids) s) yang dapat yang dapat mempememperceparcepatt fouling bila melebihi ambang batas.

fouling bila melebihi ambang batas. 2. Suhu (temperatur).

2. Suhu (temperatur). Sem

Semakiakin n titinggi nggi temtemperperatuatur r foufoulinling g makmakin in mudmudah ah terterjadjadi.i. Pada umumnya suhu pada pertumbuhan mikroorganisme adalah Pada umumnya suhu pada pertumbuhan mikroorganisme adalah

(35)

30°C-40°C dan ada beberapa yang dapat hidup pada suhu lebih tinggi. 40°C dan ada beberapa yang dapat hidup pada suhu lebih tinggi.

3. Kecepatan aliran. 3. Kecepatan aliran.

Pada kecepatan yang rendah yaitu kurang dari 30 cm/sec Pada kecepatan yang rendah yaitu kurang dari 30 cm/sec (1ft/sec) fouling mudah terjadi karena zat-zat tersuspensi akan mengendap (1ft/sec) fouling mudah terjadi karena zat-zat tersuspensi akan mengendap (natural settling).

(natural settling).

4. Pertumbuhan mikroorganisme. 4. Pertumbuhan mikroorganisme.

Adalah penyebab utama terjadinya fouling. Mikroorganisme Adalah penyebab utama terjadinya fouling. Mikroorganisme dapat tumbuh pada semua permukaan dan bila ada pengotor debu, pasir, dapat tumbuh pada semua permukaan dan bila ada pengotor debu, pasir, lumpur yang melekat maka fouling cepat berkembang.

lumpur yang melekat maka fouling cepat berkembang. Penyebab pertumbuhan mkroorganisme antara lain :

Penyebab pertumbuhan mkroorganisme antara lain :

a. bahan makanan (nutrieat): karbonat atau senyawa lain. a. bahan makanan (nutrieat): karbonat atau senyawa lain. b

b. l. liingngkukungngaan sn sekekiittarar : siina: s nar mr matatahahararii, o, oksksiigegen tn teerlrlararutut, d, dllll..

cc. . PPhh : : PPh h ppeerrttuummbbuuhhaan n mmiikkrroooorrggaanniissmme e 66,,5 5 – – 99,,00 d

d. . TTeemmppeerraattuurr : : tteerrggaannttuunng g jjeenniis s bbiiaassaannyya a ((7700°°F F - - 114400°°FF)).. 5. Produk korosi.

5. Produk korosi.

Produk korosi yang tidak karut dalam air (karat) dapat me Produk korosi yang tidak karut dalam air (karat) dapat me nempel pada slime dan membentuk fouling.

nempel pada slime dan membentuk fouling. 6. Kontaminasi proses

6. Kontaminasi proses

Material yang masuk karena kebocoran alat pemindah panas Material yang masuk karena kebocoran alat pemindah panas (heat exchanger) dapat mengakibatkan fouling yang serius karena :

(heat exchanger) dapat mengakibatkan fouling yang serius karena : •

• TTerjadi endapan yang erjadi endapan yang tidak larut.tidak larut. •

• MeMenjnjadadi i babahahan n babahahan n mamakakananan n mimikrkroooorrgaganinismsme e dadan n peper r  tumbuhannya tidak terkendali.

tumbuhannya tidak terkendali. •

• Dapat bereaksi dengan kerak atau bahan kimia pencegah korosiDapat bereaksi dengan kerak atau bahan kimia pencegah korosi (corrosion inhibitor).

(36)

4.3.2 Cara mengatasi Slime dan Fouling. 4.3.2 Cara mengatasi Slime dan Fouling.

Beberapa cara mengatasinya adalah sebagai berikut : Beberapa cara mengatasinya adalah sebagai berikut :

• Mengurangi pengotor atau kontaminan yang masuk ke sistemMengurangi pengotor atau kontaminan yang masuk ke sistem  pendingin.

 pendingin. •

• Bahan pengotor yang mudah masuk antara lain debu, pasir,Bahan pengotor yang mudah masuk antara lain debu, pasir, ser

serangangga ga (he(hewanwan) ) keckecil il yanyang g dapdapat at dikdikuraurangi ngi dendengan gan desdesignign Cooling T

Cooling Tower yang tepat dan ower yang tepat dan memasang Insect Lamp.memasang Insect Lamp. •

• Menjaga kualitas air make Menjaga kualitas air make up (turbidityup (turbidity, suspended , suspended solids).solids). •

• Kontrol korosi dan kerak yang baik.Kontrol korosi dan kerak yang baik. 1.

1. MengurMengurangi angi pertupertumbuhan mbuhan mikromikroorganorganisme isme dengan dengan biocibiocides.des. Ad

Ada a ttiiga ga mamacacam m bibiococididees s yyaiaitu tu OxOxiididicciningg  biocides, Non Oxidicing biocides, dan Biodispersants.

 biocides, Non Oxidicing biocides, dan Biodispersants. 2.

2. MelaMelakukan pkukan penyarenyaringan singan sebagiaebagian (side n (side streastream film filtrattration).ion). Dis

Disampamping ing blwblwdowdown n carcara a menmengurgurangi angi kotkotoraorann dan suspended solids dalam air pendingin adalah penyaringan dan suspended solids dalam air pendingin adalah penyaringan sebagian (side stream filtration) kira-kira 5% dari resirkulasi. sebagian (side stream filtration) kira-kira 5% dari resirkulasi.

Referensi

Dokumen terkait

Pengguna smartphone tidak mengenal jenis kelamin dan batas usia. Orang dewasa bisa lebih bijak saat menggunakan smartphone, sementara anak-anak masih sangat butuh

Hasil penelitian dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) Rata-rata Current Ratio (CR) adalah 16,72, rata-rata Debt to Asset Ratio (DAR) adalah 0,41, rata-rata Return On Asset

terbaik.Berdasarkan uraian diatas dan dengan data boring yang didapat untuk perencanaan pondasi jembatan, maka penulis ingin merencanakan ulang pondasi jembatan

makanan secara mandiri, kondisi keuangan yang indikasi atau bukti-bukti yang mendukung sebuah stabil, kehidupan rumah tangga yang teratur dan teori, yang kemudian

Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu dan pemberian makanan pendamping ASI bayi umur 6-24 bulan serta mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu

Selain hasil persentasi mengenai keterampilan senam gerakan round-off , diperoleh pula hasil dari pengamatan sikap siswa pada saat proses pembelajaran, dibandingkan dengan

Tujuan utama yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah membuat sistem pakar yang dapat dikembangkan lebih lanjut untuk memberikan informasi mengenai hama dan penyakit pada

Penilaian terhadap atribut produk dapat menggambarkan dan mencerminkan sikap konsumen atau perilaku konsumen dalam membelanjakan dan mengkonsumsi suatu