TIM PENCE
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
BAB II BAB II
RUANG LINGKUP RUANG LINGKUP
Ruang lingkup adalah semua tenaga kesehatan yang bekerja di lingkungan risiko Ruang lingkup adalah semua tenaga kesehatan yang bekerja di lingkungan risiko tertusuk jarum. Penetapan Zona Ruangan di Rumah Sakit Ibu Umum Daerah tertusuk jarum. Penetapan Zona Ruangan di Rumah Sakit Ibu Umum Daerah Solok dibagi menjadi :
Solok dibagi menjadi : 1.
1. Zona Ruangan dengan Resiko Rendah meliputi Ruang Administrasi, RuangZona Ruangan dengan Resiko Rendah meliputi Ruang Administrasi, Ruang Pertemuan,
Pertemuan, dan dan Ruang Ruang Pendaftaran.Pendaftaran. 2.
2. Zona Ruangan dengan Resiko Sedang meliputi Ruang Costumer Servise,Zona Ruangan dengan Resiko Sedang meliputi Ruang Costumer Servise, Ruang Tunggu Pasien, dan Ruang Rawat Jalan.
Ruang Tunggu Pasien, dan Ruang Rawat Jalan. 3.
3. Zona Ruangan dengan Resiko Tinggi meliputi: Ruang Isolasi, RuangZona Ruangan dengan Resiko Tinggi meliputi: Ruang Isolasi, Ruang Perawatan Intensif, Ruang Radiologi, Ruang Laboratorium, Ruang Rawat Perawatan Intensif, Ruang Radiologi, Ruang Laboratorium, Ruang Rawat Inap, Ruang Jenazah, Ruang Operasi, Poli Gigi, Poli Bedah Umum, Poli Inap, Ruang Jenazah, Ruang Operasi, Poli Gigi, Poli Bedah Umum, Poli Penyakit Dalam, dan Unit Gawat Darurat
Penyakit Dalam, dan Unit Gawat Darurat, Ruang VK Bersalin, Ruang), Ruang, Ruang VK Bersalin, Ruang), Ruang Laundry dan Sterilisasi, Ruang Gizi (penjamah makanan), Ruang Pengelolaan Laundry dan Sterilisasi, Ruang Gizi (penjamah makanan), Ruang Pengelolaan Limbah dan Sampah (Tempat Penyimpanan Sementara Limbah, IPAL), Limbah dan Sampah (Tempat Penyimpanan Sementara Limbah, IPAL), Ruang Gudang Farmasi, serta Ruang Arsip Rekam Medis.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
BAB III BAB III
TATA LAKSANA TATA LAKSANA
A.
A. TATA LAKSANA MEMINIMALKAN KEJADIAN TERTUSUKTATA LAKSANA MEMINIMALKAN KEJADIAN TERTUSUK JARUM SUNTIK
JARUM SUNTIK 1.
1. Penyuntikkan yang amanPenyuntikkan yang aman a.
a. Minimalkan kebutuhan menangani jarum dan spuit.Minimalkan kebutuhan menangani jarum dan spuit. b.
b. Gunakan spuit dan jarum steril sekali pakai untuk setiapGunakan spuit dan jarum steril sekali pakai untuk setiap penyuntikan.
penyuntikan. c.
c. Tangani spuit dan jarum yang aman.Tangani spuit dan jarum yang aman. d.
d. Tata ruang kerja untuk mengurangi risiko cedera.Tata ruang kerja untuk mengurangi risiko cedera. e.
e. Gunakan vial dosis tunggal sebagai ganti vial multi dosis.Gunakan vial dosis tunggal sebagai ganti vial multi dosis. f.
f. Jika vial adalah untuk multi dosis, hindari meninggalkan jarum diJika vial adalah untuk multi dosis, hindari meninggalkan jarum di karet penutup vial.
karet penutup vial. g.
g. Setelah dibuka simpan vial multi dosis di kulkas.Setelah dibuka simpan vial multi dosis di kulkas. h.
h. Jangan menutup kembali jarumJangan menutup kembali jarum i.
i. Posisikan dan peringatkan pasien dengan benar Posisikan dan peringatkan pasien dengan benar untuk penyuntikanuntuk penyuntikan
2.
2. Pengelolahan limbah benda tajamPengelolahan limbah benda tajam a.
a. Jangan menekuk atau mematahkan benda tajam.Jangan menekuk atau mematahkan benda tajam. b.
b. Jangan meletakkan limbah benda tajam disembarang tempat.Jangan meletakkan limbah benda tajam disembarang tempat. c.
c. Segera buang limbah benda tajam ke kontainer (Segera buang limbah benda tajam ke kontainer ( safety safety boxbox) yang) yang tersedia tahan tusuk dan tahan air dan tidak bisa dibuka lagi.
tersedia tahan tusuk dan tahan air dan tidak bisa dibuka lagi. d.
d. Selalu membuang sendiri jarum suntik oleh pemakai.Selalu membuang sendiri jarum suntik oleh pemakai. e.
e. Tidak menyarungkan kembali jarum suntik habis pakai.Tidak menyarungkan kembali jarum suntik habis pakai. f.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Start Start Terpapar darah/cairan Terpapar darah/cairan tubuh * tubuh * Pertolongan Pertama : Pertolongan Pertama : 1.
1. Terpapar di kulit : Cuci dengTerpapar di kulit : Cuci dengan sabun dan air mengalian sabun dan air mengalirr 2.
2. Kulit tidak utuh/perlukaan : JangKulit tidak utuh/perlukaan : Jangan dimanipulasi, cucian dimanipulasi, cuci dengan sabun dan air, swab alkohol 70%
dengan sabun dan air, swab alkohol 70% 3.
3. Mata: dibilas dengan air bersih Mata: dibilas dengan air bersih (saline), lepaskan kontak(saline), lepaskan kontak lensa dan bersihkan seperti biasa.
lensa dan bersihkan seperti biasa. 4. Hidung :bilas dengan air bersih 4. Hidung :bilas dengan air bersih
5. Mulut: Bilas dengan air bersih beberapa
5. Mulut: Bilas dengan air bersih beberapa kali dan keluarkan.kali dan keluarkan.
Lapor ke
Lapor ke supervisor/infectionsupervisor/infection kontrol/K3RS kontrol/K3RS
Periksa ke dokter
Periksa ke dokter karyawan.karyawan. Lengkapi formulir laporan paparan Lengkapi formulir laporan paparan
Konseling dan risk Assesmen Konseling dan risk Assesmen
Risiko Tinggi* Risiko Tinggi*
Kaji riwayat vaksin Hep Kaji riwayat vaksin Hep B, periksa Anti HBs B, periksa Anti HBs Kuantitatif Kuantitatif Tdk Tdk
Bila anti Hbs <10 mlU/mlBila anti Hbs <10 mlU/ml maka
maka beri vaksin beri vaksin 3 seri3 seri
Bila Anti Hbs <50Bila Anti Hbs <50 – – 100 100 mlU/ml, maka berikan mlU/ml, maka berikan booster 1 kali booster 1 kali
Periksa serum staf Periksa serum staf terpapar (data dasar) terpapar (data dasar)
Ya Ya
Periksa HBV,HCV & HIV Periksa HBV,HCV & HIV
sumber paparan sumber paparan Sumber paparan Sumber paparan negatif negatif HBV,HCV,HIV HBV,HCV,HIV Periksa serum Periksa serum staf terpapar staf terpapar (data dasar) (data dasar) Hepatitis C Hepatitis C Virus Virus HIV HIV HBV Infeksi HBV Infeksi lampau atau vaksinasi lampau atau vaksinasi
lengkap lengkap Tidak perlu Tidak perlu tindakan tindakan Ya Ya HBIG < 48 Jam HBIG < 48 Jam Tdk Tdk
Bila sumber darah pasien Bila sumber darah pasien positif, periksa ulang staf positif, periksa ulang staf
sesudah 3,6 bulan sesudah 3,6 bulan HCV Positif HCV Positif Alfa inferon** Alfa inferon** Ya Ya Tidak ada Tidak ada infeksi infeksi Tdk Tdk
Indikasi P3 (Propilaksis Paska Indikasi P3 (Propilaksis Paska
Paparan) Paparan)
Segera P3, Periksa ulang** Segera P3, Periksa ulang** sesudah 3,6 bulan/rujuk ke sesudah 3,6 bulan/rujuk ke
Poli darul Hafizd Poli darul Hafizd
Test HIV (-)
Test HIV (-) Terapi olehTerapi oleh ahli ahli Tdk Tdk Tidak ada Tidak ada infeksi infeksi Ya Ya B.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
C.
C. TATA LAKSANA PASKA TERTUSUK JARUM SUNTIKTATA LAKSANA PASKA TERTUSUK JARUM SUNTIK 1.
1. Jangan panik.Jangan panik. 2.
2. Cuci dengan air mengalir dan tidak memijat bagian tubuh yangCuci dengan air mengalir dan tidak memijat bagian tubuh yang tertusuk dengan menggunakan sabun atau cairan antiseptik.
tertusuk dengan menggunakan sabun atau cairan antiseptik. 3.
3. Lapor ke tim pencegahan dan pengendalian infeksi dan tim K3 RumahLapor ke tim pencegahan dan pengendalian infeksi dan tim K3 Rumah Sakit, Kemudiana kan ditindak lanjuti oleh tim PPI.
Sakit, Kemudiana kan ditindak lanjuti oleh tim PPI. 4.
4. Menentukan status pasien sebagai sumber jarum/alat tajam bekas pakaiMenentukan status pasien sebagai sumber jarum/alat tajam bekas pakai terhadap status HIV, HBV, HCV.
terhadap status HIV, HBV, HCV. 5.
5. Petugas yang terpapar akan diperiksa status HIV, HBV, HCV jikaPetugas yang terpapar akan diperiksa status HIV, HBV, HCV jika tidak diketahui sumber paparannya.
tidak diketahui sumber paparannya. 6.
6. Bila status pasien bebas HIV, HBV, HCV dan tidak pada masaBila status pasien bebas HIV, HBV, HCV dan tidak pada masa inkubasi, tidak perlu tindakan khusus untuk petugas, tetapi bila
inkubasi, tidak perlu tindakan khusus untuk petugas, tetapi bila petugaspetugas khawatir bisa dilakukan konseling.
khawatir bisa dilakukan konseling. 7.
7. Bila status pasien HIV, HBV, HCV positif maka tentukan maka statusBila status pasien HIV, HBV, HCV positif maka tentukan maka status HIV, HBV, HCV petugas kesehatan tersebut.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
D.
D. TATA LAKSANA PASKA TERPAPAR HIVTATA LAKSANA PASKA TERPAPAR HIV 1.
1. PenatalaksaPenatalaksanaan Setelah naan Setelah Terpapar HIVTerpapar HIV
STAF STAF
SUMBER (PAISEN) SUMBER (PAISEN) POSITIF
POSITIF HIV HIV NEGATIF NEGATIF HIVHIV TIDAK DI TEST ATAUTIDAK DI TEST ATAU TIDAK DIKETAHUI TIDAK DIKETAHUI
HIV NEGATIF HIV NEGATIF
Setelah kejadian diketahui Setelah kejadian diketahui dari pasien HIV positif, dari pasien HIV positif, staff harus segera di staff harus segera di konsulkan kepada Dokter konsulkan kepada Dokter klinik
klinik VCT VCT . . DokterDokter CST.
CST. Staf Staf yang yang terkenaterkena wajib melaporkan hasil dan wajib melaporkan hasil dan pengobatan yang dilakukan pengobatan yang dilakukan kepada Tim PPI dan kepada Tim PPI dan petugas K3. petugas K3. Tidak Ada Tidak Ada Pengobatan Pengobatan
Jika pasien berisiko Jika pasien berisiko tinggi maka harus tinggi maka harus dikonsulkan kepada dikonsulkan kepada dokter VCT /Dokter dokter VCT /Dokter CST CST E.
E. Penanganan Petugas Kesehatan Yang Terpajan HIVPenanganan Petugas Kesehatan Yang Terpajan HIV
PAJANAN PAJANAN
STATUS HIV PASIEN STATUS HIV PASIEN
REGIMEN REGIMEN Tidak
Tidak Diketahui
Diketahui PositifPositif
Positif Risiko Positif Risiko
Tinggi Tinggi
Kulit
Kulit Tubuh Tubuh Tidak Tidak Perlu Perlu Tidak Tidak Perlu Perlu Tidak Tidak PerluPerlu Mukosa atau
Mukosa atau kulit yang tidak kulit yang tidak
utuh utuh Pertimbangkan Pertimbangkan regimen 2 obat regimen 2 obat Pertimbangkan Pertimbangkan regimen 2 obat regimen 2 obat Pertimbangkan Pertimbangkan regimen 2 obat regimen 2 obat -AZT 300mg/12 jam -AZT 300mg/12 jam x 28 hari x 28 hari -3TC 150 mg/12 jam -3TC 150 mg/12 jam x 28 hari x 28 hari Tusukan (benda Tusukan (benda tajam solid) tajam solid) Pertimbangkan Pertimbangkan regimen 2 obat regimen 2 obat Pertimbangkan Pertimbangkan regimen 2 obat regimen 2 obat Pertimbangkan Pertimbangkan regimen 3 obat regimen 3 obat -AZT 300mg/12 jam -AZT 300mg/12 jam x 28 hari x 28 hari -3TC 150 mg/12 jam -3TC 150 mg/12 jam x 28 hari x 28 hari -Lop/r 400/100mg/ -Lop/r 400/100mg/ 12 jam x 28 hari 12 jam x 28 hari Tusukan (benda Tusukan (benda tajam berongga)
tajam berongga) PertimbangkanPertimbangkan regimen 2 obat regimen 2 obat Pertimbangkan Pertimbangkan regimen 3 obat regimen 3 obat Pertimbangkan Pertimbangkan regimen 3 obat regimen 3 obat
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
F.
F. Grading Resiko Pasca Pajanan HIVGrading Resiko Pasca Pajanan HIV
KATEGORI KATEGORI PAJANAN (KP) PAJANAN (KP) KATEGORI SUMBER (KS) KATEGORI SUMBER (KS) REKOMENDASI PENGOBATAN REKOMENDASI PENGOBATAN HIV HIV Asimptomatik Asimptomatik dan CD4 dan CD4 tinggi tinggi AIDS, Viral AIDS, Viral Load tinggi Load tinggi atau CD4 atau CD4 rendah rendah
Volume sedikit, misal: Volume sedikit, misal: 1 tetes dalam waktu 1 tetes dalam waktu
singkat singkat Risiko Risiko Rendah Rendah (Kode 1) (Kode 1) Risiko Tinggi Risiko Tinggi (Kode 2) (Kode 2)
Kode 1, obat tidak Kode 1, obat tidak
dianjurkan. dianjurkan.
Risiko toksisitas Risiko toksisitas lebih tinggi dari lebih tinggi dari
pada risiko pada risiko mendapat infeksi mendapat infeksi HIV. HIV. Kode 4,
Kode 4,dianjurkan AZT +dianjurkan AZT + 3TC+Indinavir+nelvinavir. 3TC+Indinavir+nelvinavir. Ditemukan adanya kenaikan Ditemukan adanya kenaikan
risiko tertular. risiko tertular.
Volume banyak, misal Volume banyak, misal beberapa tetes dalam beberapa tetes dalam
waktu lama waktu lama Risiko Risiko Rendah Rendah (Kode 3) (Kode 3) Risiko Tinggi Risiko Tinggi (Kode 4) (Kode 4) Kode 2, Kode 2, pertimbangkan pertimbangkan AZT+3TC. AZT+3TC. Pajanan memilki Pajanan memilki risiko yang perlu risiko yang perlu dipertimbangkan. dipertimbangkan.
Anjuran pengobatan selama 4 Anjuran pengobatan selama 4 minggu dengan dosis:
minggu dengan dosis: 1.
1. AZT 3x/hari @200mgAZT 3x/hari @200mg atau 2x/hari @300 mg. atau 2x/hari @300 mg. 2.
2. 3TC 2x/hari @150 mg.3TC 2x/hari @150 mg. 3.
3. Indinavir 3x/hari @800Indinavir 3x/hari @800 mg 1-2 jam sebelum mg 1-2 jam sebelum makan, banyak minum makan, banyak minum dan diit rendah lemak. dan diit rendah lemak. 4.
4. Nelvinavir Nelvinavir 3x/hari 3x/hari @750@750 mg oral, bersama makan mg oral, bersama makan dan kudapan.
dan kudapan. Jarum berlubang yang
Jarum berlubang yang besar, tusukan yang besar, tusukan yang
dalam dan darah dalam dan darah terlihat dijarum terlihat dijarum Risiko Tinggi Risiko Tinggi (Kode 4) (Kode 4) Risiko Tinggi Risiko Tinggi (Kode 4) (Kode 4) Kode 3, Kode 3, pertimbangkan pertimbangkan AZT+3TC. AZT+3TC. Kebanyakan pajanan Kebanyakan pajanan masuk dalam masuk dalam kategori ini, namun kategori ini, namun belum pernah di belum pernah di temukan kenaikan temukan kenaikan risiko penularan. risiko penularan.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
G.
G. Tata laksana paska paparan hepatitis BTata laksana paska paparan hepatitis B
STAF STAF SUMBER PASIEN/TINDAKAN SUMBER PASIEN/TINDAKAN Sumber (Pasien) Sumber (Pasien) HBSAg Positif HBSAg Positif Sumber (Pasien) Sumber (Pasien) HBSAg Negatif HBSAg Negatif
Sumber (Pasien) Tidak Sumber (Pasien) Tidak ditest/Tidak Diketahui ditest/Tidak Diketahui
Belum divaksin Belum divaksin
HBIG 2x dan segera HBIG 2x dan segera diberi serial vaksin diberi serial vaksin HB
HB
Segera berikan serial Segera berikan serial
vaksin HB vaksin HB
Segera berikan serial vaksin Segera berikan serial vaksin
HB HB
Pernah divaksin dan diketahui Pernah divaksin dan diketahui
titernya cukup. titernya cukup. Tidak ada Tidak ada pengobatan pengobatan Tidak ada Tidak ada pengobatan
pengobatan Tidak ada pengobatanTidak ada pengobatan
Pernah divaksin tetapi tidak 3 Pernah divaksin tetapi tidak 3 series dan diketahui titernya tidak series dan diketahui titernya tidak
cukup cukup
HBIG 2x dan segera HBIG 2x dan segera diberi vaksinansi diberi vaksinansi ulang (*)
ulang (*) Tidak adaTidak ada pengobatan pengobatan
Jika sumber (pasien) Jika sumber (pasien) merupakan orang yang merupakan orang yang mempunyai risiko tinggi, mempunyai risiko tinggi, maka pengobatan seperti maka pengobatan seperti (*).
(*).
Pernah divaksin lengkap 3 series, Pernah divaksin lengkap 3 series,
tetapi titernya tidak cukup
tetapi titernya tidak cukup HBIG 2x (**)HBIG 2x (**)
Tidak ada Tidak ada pengobatan pengobatan
Jika sumber (pasien) Jika sumber (pasien) merupakan orang yang merupakan orang yang mempunyai risiko tinggi, mempunyai risiko tinggi, maka pengobatan seperti maka pengobatan seperti (**).
(**).
Pernah divaksin tetapi respon Pernah divaksin tetapi respon
antibodi belum diketahui antibodi belum diketahui
Tes anti HBs bagi Tes anti HBs bagi staf yang terpapar: staf yang terpapar: 1.
1. Bila titer cukup,Bila titer cukup, tak perlu tak perlu pengobatan. pengobatan. 2.
2. Bila titer tidakBila titer tidak cukup berikan cukup berikan HBIG 1x dan HBIG 1x dan vaksin booster. vaksin booster. Tidak ada Tidak ada pengobatan pengobatan
Tes anti HBs bagi staf yang Tes anti HBs bagi staf yang terpapar:
terpapar: 1.
1. Bila titer cukup, tidakBila titer cukup, tidak perlu pengobatan. perlu pengobatan. 2.
2. Bila titer tidak cukupBila titer tidak cukup berikan
berikan vaksin vaksin boosterbooster dan cek kembali dan cek kembali titernya dalam waktu titernya dalam waktu 1-2 bulan.
Cancel Anytime.
H.
H. Tata laksana paska paparan hepatitis CTata laksana paska paparan hepatitis C
STAF
STAF SUMBER (PASIEN)SUMBER (PASIEN) Anti
Anti HCV HCV Positif Positif Anti Anti HCV HCV Negatif Negatif Tidak Tidak Ditest/DIketahuiDitest/DIketahui Anti HCV Negatif
Anti HCV Negatif 1.1. Periksa anti HCVPeriksa anti HCV dan LFT (Liver dan LFT (Liver Function Test) Function Test) 2. 2. PemeriksaanPemeriksaan lanjutan untuk lanjutan untuk anti HCV dan anti HCV dan LFT 3 dan 6 bulan LFT 3 dan 6 bulan kemudian kemudian Tidak
Tidak perlu perlu pengobatan pengobatan Jika Jika pasien pasien berisikoberisiko tinggi untuk Hepatitis C, tinggi untuk Hepatitis C, maka dikonsultasikan maka dikonsultasikan kepada Dokter spesialis kepada Dokter spesialis penyakit dalam.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
Trusted by over 1 million members
Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!
Start Free Trial
Cancel Anytime.
BAB IV BAB IV DOKUMENTASI DOKUMENTASI
Format laporan kejadian tertusuk jarum suntik masuk ke dalam Laporan Insiden Internal ( Format laporan kejadian tertusuk jarum suntik masuk ke dalam Laporan Insiden Internal ( LII)LII) Rumah
Rumah Sakit Sakit sebagai sebagai laporan laporan Kejadian Kejadian Tidak Tidak Diharapkan Diharapkan (KTD). (KTD). JikaJika petugas/pasien/keluarga
petugas/pasien/keluarga pasien pasien secara secara insidental insidental mengalami mengalami kejadian kejadian tertusuk tertusuk jarum jarum suntik,suntik, maka dicatat kronologis kejadiannya dan ditentukan cidera atau tidaknya, Kemudian maka dicatat kronologis kejadiannya dan ditentukan cidera atau tidaknya, Kemudian dilakukan grading risiko dengan melihat tingkat seringnya kejadian.
Cancel Anytime.
PANDUAN ALUR PENANGANAN TERTUSUK JARUM DAN PAJANAN PANDUAN ALUR PENANGANAN TERTUSUK JARUM DAN PAJANAN
KOMITE PPI KOMITE PPI