BAB I BAB I
PENDAHULUAN PENDAHULUAN
A.
A. Deskripsi Desa WonorejoDeskripsi Desa Wonorejo 1.
1. Kondisi Kondisi GeograGeografisfis a.
a. Kondisi Geografis DesaKondisi Geografis Desa
Desa Wonorejo terletak pada ketinggian ± 475 M di atas Desa Wonorejo terletak pada ketinggian ± 475 M di atas permukaan
permukaan laut laut sedangkan sedangkan kondisi kondisi topografinya topografinya dataran dataran tinggi,tinggi, dalam satu desa terdiri dari 5 (lima) dusun yaitu Krajan, Mranak, dalam satu desa terdiri dari 5 (lima) dusun yaitu Krajan, Mranak, Lengkong, Durenan dan Sambiroto yang terbagi dalam 43 RT dan Lengkong, Durenan dan Sambiroto yang terbagi dalam 43 RT dan 10 RW jarak desa dengan ibu kota Kecamatan ±5 KM dan dari Ibu 10 RW jarak desa dengan ibu kota Kecamatan ±5 KM dan dari Ibu kota Kabupaten ±14 KM.
kota Kabupaten ±14 KM. b.
b. Luas WilayahLuas Wilayah
Luas Wilayah Desa Wonorejo ± 1045,45Ha terdiri dari : Luas Wilayah Desa Wonorejo ± 1045,45Ha terdiri dari :
1)
1) Tanah Tanah Sawah Sawah : : 210,50 210,50 HaHa 2)
2) Perkuburan Perkuburan : : 6 6 HaHa 3)
3) Pemukiman Pemukiman dan dan lainnya lainnya : : 75,40 75,40 HaHa 4)
4) Jalan Jalan : : 14 14 KmKm 5)
5) Lain-lain Lain-lain : : 753,55 753,55 HaHa c.
c. Batas WilayahBatas Wilayah 1)
1) Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Candirejo Kec.Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Candirejo Kec. Pringapus
Pringapus 2)
2) Sebelah Utara berbatasan dengan KehutananSebelah Utara berbatasan dengan Kehutanan 3)
3) Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Wonoyoso Kec.Sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Wonoyoso Kec. Pringapus
Pringapus 4)
4) Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Klepu dan DesaSebelah Barat berbatasan dengan Desa Klepu dan Desa Pringsari Kec. Pringapus
Pringsari Kec. Pringapus
2.
a.
a. Jumlah Penduduk nya 6079 jiwa, 1674 KK menurut perkawinan danJumlah Penduduk nya 6079 jiwa, 1674 KK menurut perkawinan dan terdiri dari
terdiri dari 1)
1) Laki-laki Laki-laki : : 2831 2831 jiwajiwa 2)
2) Perempuan Perempuan : : 3248 3248 jiwajiwa b.
b. Tingkat Tingkat PendidikanPendidikan 1)
1) Tamat Tamat Perguruan Perguruan Tinggi Tinggi : : 20 20 orangorang 2)
2) Tamat Tamat SLTA SLTA : : 283 283 orangorang 3)
3) Tamat Tamat SLTP SLTP : : 505 505 orangorang 4)
4) Tamat Tamat SD/MI SD/MI : : 894 894 orangorang 5)
5) Tamat Tamat Taman Taman Kanak-Kanak Kanak-Kanak : : 270 270 orangorang c.
c. Mata PencaharianMata Pencaharian 1)
1) Pegawai Pegawai Negeri Negeri Sipil Sipil : : 28 28 orangorang 2)
2) ABRI ABRI : : 9 9 orangorang 3)
3) Swasta Swasta : : 207 207 orangorang 4)
4) Wiraswasta/Pedagang Wiraswasta/Pedagang : : 33 33 orangorang 5)
5) Pertukangan Pertukangan : : 370 370 orangorang 6)
6) Tani Tani : : 209 209 orangorang 7)
7) Buruh Buruh Tani Tani : : 327 327 orangorang 8)
8) Pensiunan Pensiunan : : 19 19 orangorang
3.
3. Kondisi EkonomiKondisi Ekonomi
Pada dasarnya mayoritas perekonomian masyarakat Desa Wonorejo Pada dasarnya mayoritas perekonomian masyarakat Desa Wonorejo adalah b
adalah bertani ertani akan akan tetapi dengtetapi dengan an semakin mahsemakin mahalnya sarana alnya sarana produksiproduksi (saprodi) dalam bertani antara lain tidak tersedianya air irigasi, mahalnya (saprodi) dalam bertani antara lain tidak tersedianya air irigasi, mahalnya pupuk
pupuk dan dan obat-obat obat-obat pertanian, pertanian, rendahnya rendahnya hasil hasil jual jual tani tani mengakibatkanmengakibatkan masyarakat beralih usaha antara buruh proyek, dagang kecil-kecilan dan masyarakat beralih usaha antara buruh proyek, dagang kecil-kecilan dan bekerja
bekerja ke ke luar luar kota. kota. Bila Bila disimpulkan, disimpulkan, secara secara kwantitas kwantitas perekonomianperekonomian meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk akan tetapi meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk akan tetapi secara kwalitas sangat merosot karena timbulnya ketergantungan terhadap secara kwalitas sangat merosot karena timbulnya ketergantungan terhadap kota, pengangguran usia remaja dan usia produktif meningkat sehingga kota, pengangguran usia remaja dan usia produktif meningkat sehingga
a.
a. Jumlah Penduduk nya 6079 jiwa, 1674 KK menurut perkawinan danJumlah Penduduk nya 6079 jiwa, 1674 KK menurut perkawinan dan terdiri dari
terdiri dari 1)
1) Laki-laki Laki-laki : : 2831 2831 jiwajiwa 2)
2) Perempuan Perempuan : : 3248 3248 jiwajiwa b.
b. Tingkat Tingkat PendidikanPendidikan 1)
1) Tamat Tamat Perguruan Perguruan Tinggi Tinggi : : 20 20 orangorang 2)
2) Tamat Tamat SLTA SLTA : : 283 283 orangorang 3)
3) Tamat Tamat SLTP SLTP : : 505 505 orangorang 4)
4) Tamat Tamat SD/MI SD/MI : : 894 894 orangorang 5)
5) Tamat Tamat Taman Taman Kanak-Kanak Kanak-Kanak : : 270 270 orangorang c.
c. Mata PencaharianMata Pencaharian 1)
1) Pegawai Pegawai Negeri Negeri Sipil Sipil : : 28 28 orangorang 2)
2) ABRI ABRI : : 9 9 orangorang 3)
3) Swasta Swasta : : 207 207 orangorang 4)
4) Wiraswasta/Pedagang Wiraswasta/Pedagang : : 33 33 orangorang 5)
5) Pertukangan Pertukangan : : 370 370 orangorang 6)
6) Tani Tani : : 209 209 orangorang 7)
7) Buruh Buruh Tani Tani : : 327 327 orangorang 8)
8) Pensiunan Pensiunan : : 19 19 orangorang
3.
3. Kondisi EkonomiKondisi Ekonomi
Pada dasarnya mayoritas perekonomian masyarakat Desa Wonorejo Pada dasarnya mayoritas perekonomian masyarakat Desa Wonorejo adalah b
adalah bertani ertani akan akan tetapi dengtetapi dengan an semakin mahsemakin mahalnya sarana alnya sarana produksiproduksi (saprodi) dalam bertani antara lain tidak tersedianya air irigasi, mahalnya (saprodi) dalam bertani antara lain tidak tersedianya air irigasi, mahalnya pupuk
pupuk dan dan obat-obat obat-obat pertanian, pertanian, rendahnya rendahnya hasil hasil jual jual tani tani mengakibatkanmengakibatkan masyarakat beralih usaha antara buruh proyek, dagang kecil-kecilan dan masyarakat beralih usaha antara buruh proyek, dagang kecil-kecilan dan bekerja
bekerja ke ke luar luar kota. kota. Bila Bila disimpulkan, disimpulkan, secara secara kwantitas kwantitas perekonomianperekonomian meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk akan tetapi meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk akan tetapi secara kwalitas sangat merosot karena timbulnya ketergantungan terhadap secara kwalitas sangat merosot karena timbulnya ketergantungan terhadap kota, pengangguran usia remaja dan usia produktif meningkat sehingga kota, pengangguran usia remaja dan usia produktif meningkat sehingga
swadaya dan swasembada pangan kurang terwujud, kerawanan sosial swadaya dan swasembada pangan kurang terwujud, kerawanan sosial sangat kompleks.
sangat kompleks.
4.
4. OrbitrasOrbitrasi i PerhubunganPerhubungan
Jarak desa dengan pusat pemerintahan Jarak desa dengan pusat pemerintahan
a.
a. Jarak Jarak dari dari pusat pusat lokasi lokasi kecamatan kecamatan : : 5 5 kmkm b.
b. Jarak Jarak dari dari ibu ibu kota kota madya madya daerah daerah tingkat tingkat II II : : 14 14 kmkm c.
c. Jarak Jarak dari dari ibu ibu kota kota provinsi provinsi daerah daerah tingkat tingkat I I : 35 : 35 kmkm d.
d. Jarak Jarak dari dari pusat pusat ibu ibu kotanegara kotanegara : : 520 520 kmkm
5.
5. Keadaan Lembaga KemasyarakatanKeadaan Lembaga Kemasyarakatan
Desa Wonorejo merupakan salah satu desa di Kecamatan Pringapus Desa Wonorejo merupakan salah satu desa di Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarangyang meliputi 5 dusun.Tiap dusun dipimpin oleh Kabupaten Semarangyang meliputi 5 dusun.Tiap dusun dipimpin oleh Kepala Dusun atau Kadus. Desa Wonorejo terdiri dari 43RT.
Kepala Dusun atau Kadus. Desa Wonorejo terdiri dari 43RT.
Dalam struktur pemerintahan desa terdapat Badan Perwakilan Dalam struktur pemerintahan desa terdapat Badan Perwakilan Masyarakat Desa (BPD) yang bertugas mengawasi Kepala Desa dalam Masyarakat Desa (BPD) yang bertugas mengawasi Kepala Desa dalam menjalankan sistem pemerintahan desa. Beberapa hal yang perlu diketahui menjalankan sistem pemerintahan desa. Beberapa hal yang perlu diketahui tentang BPD adalah :
tentang BPD adalah : a.
a. Badan Perwakilan Desa (BPD) dibentuk dengan tujuan untukBadan Perwakilan Desa (BPD) dibentuk dengan tujuan untuk memperkuat sistem pemerintahan desa sebagai wujud memperkuat sistem pemerintahan desa sebagai wujud keikutsertaan masyarakat dalam pemerintahan desa.
keikutsertaan masyarakat dalam pemerintahan desa. b.
b. Pembentukan Badan Perwakilan Desa dan keanggotaannyaPembentukan Badan Perwakilan Desa dan keanggotaannya dimusyawarahkan oleh kepala desa dan pemuka
dimusyawarahkan oleh kepala desa dan pemuka
–
–
pemuka pemuka masyarakat.masyarakat. c.
c. Badan Perwakilan Desa (BPD) memusyawarahkan setiap rencanaBadan Perwakilan Desa (BPD) memusyawarahkan setiap rencana yang diajukan oleh kepala desa sebelum ditetapkan menjadi yang diajukan oleh kepala desa sebelum ditetapkan menjadi keputusan desa.
keputusan desa.
Dalam menjalankan tugas sehari
Dalam menjalankan tugas sehari
–
–
hari dibentuk Lembaga hari dibentuk Lembaga Pembangun Masyarakat Desa (LPMD) yang tugasnya membantu Kepala Pembangun Masyarakat Desa (LPMD) yang tugasnya membantu Kepala Desa dan Badan Perwakilan Desa (BPD).BAB II BAB II PERMASALA
PERMASALAHAN, PENDEKATAN SOSIAL, HAN, PENDEKATAN SOSIAL, DAN RENCANADAN RENCANA PROGRAM KERJA
PROGRAM KERJA
Permasalahan-permasalahan yang telah ditemukan selama sosialisasi dalam Permasalahan-permasalahan yang telah ditemukan selama sosialisasi dalam bentuk
bentuk tabel tabel identifikasi identifikasi permasalahan. permasalahan. Identifikasi Identifikasi dilakukan dilakukan dengan dengan survei,survei, observasi, dan meminta informasi dari berbagai narasumber, bisa satu atau lebih observasi, dan meminta informasi dari berbagai narasumber, bisa satu atau lebih narasumber. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada t
narasumber. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada t abel berikut.abel berikut. A.
A. Identifikasi MasalahIdentifikasi Masalah
Tabel 2.1 Tabel 2.1
Identifikasi Permasalahan di Desa Wonorejo Identifikasi Permasalahan di Desa Wonorejo NO
NO BIDANG BIDANG PERMASALAHPERMASALAHANAN 1
1 Pendidikan Pendidikan a.a. Kurangnya keahlian perangkat desaKurangnya keahlian perangkat desa dalam mengoperasikan computer dalam mengoperasikan computer khususnya untuk program Ms. Word dan khususnya untuk program Ms. Word dan Excel
Excel b.
b. Kurangnya Kurangnya pengetahuan pengetahuan keluargakeluarga mengenai pentingnya pendidikan formal mengenai pentingnya pendidikan formal c.
c. Tidak adanya wadah untuk anak-anakTidak adanya wadah untuk anak-anak dapat belajar bersama di luar jam dapat belajar bersama di luar jam sekolah formal.
sekolah formal. 2
2 Ekonomi Ekonomi a. Kurangnya kesadaran anak-anak untuka. Kurangnya kesadaran anak-anak untuk menabung sejak dini
menabung sejak dini b.
b. Kurangnya pengembangan mengenaiKurangnya pengembangan mengenai pemasaran dalam us
pemasaran dalam usaha yang digerakkanaha yang digerakkan oleh masyarakat.
oleh masyarakat. 3
3 Kesehatan Kesehatan a.a. Kurangnya Kurangnya pengetahuan pengetahuan masyarakatmasyarakat mengenai perilaku hidup bersih dan mengenai perilaku hidup bersih dan
sehat sehat b.
b. Kurangnya kesadaran masyarakat untukKurangnya kesadaran masyarakat untuk tidak menikah pada usia dini
tidak menikah pada usia dini c.
c. Kurangnya kesadaran warga untukKurangnya kesadaran warga untuk melakukan pemeriksaan rutin yang biasa melakukan pemeriksaan rutin yang biasa di adakan saat kegiatan POSBINDU di adakan saat kegiatan POSBINDU 4
4 Lingkungan Lingkungan DanDan Infrastruktur
Infrastruktur
a.
a. Kurangnya kesadaran masyarakat dalamKurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan
menjaga kebersihan lingkungan b.
b. Sudah rapuhnya kondisi plang nama TKSudah rapuhnya kondisi plang nama TK di dusun Sambiroto
di dusun Sambiroto c.
c. Penanaman pohon termasuk programPenanaman pohon termasuk program wajib dari kampus sebagai wujud wajib dari kampus sebagai wujud UNNES Konservasi.
UNNES Konservasi.
B.
B. Rumusan MasalahRumusan Masalah
Berdasarkan permasalahan yang telah ditemukan di Desa Wonorejo, Berdasarkan permasalahan yang telah ditemukan di Desa Wonorejo, maka rumusan masalah yang dapat diambil adalah program kerja apa yang maka rumusan masalah yang dapat diambil adalah program kerja apa yang tepat untuk mengatasi masalah yang ada di Desa Wonorejo?
tepat untuk mengatasi masalah yang ada di Desa Wonorejo?
C.
C. PendekPendekatan atan SosialSosial
Guna lebih mengenal dan memahami karakter desa dan masyarakat Guna lebih mengenal dan memahami karakter desa dan masyarakat setempat, mahasiswa KKN UNNES 2013 Desa Wonorejo mengadakan setempat, mahasiswa KKN UNNES 2013 Desa Wonorejo mengadakan beberapa pendekatan deng
beberapa pendekatan dengan warga dengan cara sebagai berikut:an warga dengan cara sebagai berikut: 1.
1. Melakukan kunjungan ke Kantor Kelurahan WonorejoMelakukan kunjungan ke Kantor Kelurahan Wonorejo 2.
2. Melakukan kunjungan-kunjungan ke kepala dusun tiap-tiap dusun di DesaMelakukan kunjungan-kunjungan ke kepala dusun tiap-tiap dusun di Desa Wonorejo
Wonorejo 3.
3. Mengikuti acara-acara yang dilakukan oleh warga desa,seperti KerjaMengikuti acara-acara yang dilakukan oleh warga desa,seperti Kerja Bakti, pengajian, perkumpulan PKK, dll.
Bakti, pengajian, perkumpulan PKK, dll. 4.
D. Rencana Program Kerja
Setelah identifikasi permasalahan dilakukan, maka mahasiswa KKN menyusun program kerja KKN LOKASI yang akan dilaksanakan di Desa Wonorejo.
Tabel 2.2
Program Kerja KKN Unnes 2013 Desa Wonorejo No Program Kerja Waktu pelaksanaan Sasaran Tempat Pelaksanaan Indikator Keberhasilan PENDIDIKAN 1 Pelatihan Komputer Setiap hari Senin dan Kamis (08.00
–
09.00) Perangjkat desa Wonorejo Kantor Kelurahan Perangkan desa mampu menggunakan Ms. Word maupun Excel khususnya untuk pembuatan surat, proposal, maupun LPJ. 2. Bimbingan Belajar Setiap hari Senin–
Jumat (18.30–
20.00) Siswa SD kelas 5 dan 6 di Dusun Sambiroto Posko KKN UNNES 2013 Peserta mampu memahami secara mandiri pelajaran di sekolah. 3 Pengenalan warna dan lomba Setiap Rabu (08.00–
selesai) Siswa TK Ratnasari TK Ratnasari Dusun Sambiroto Peserta mampu mengenalmewarnai warna dan mewarnai dengan baik untuk meningkatkan kemampuan kognitif maupun psikolomorik anak. 4 Penyuluhan cuci tangan dengan sabun 3 & 5 Oktober 2013 Siswa PAUD Sambiroto & PAUD Krajan PAUD Sambiroto & PAUD Krajan Peserta mampu mencuci tangan dengan baik dan benar serta menjadikan kegiatan mencuci tangan sebagai kebiasaan. EKONOMI 5 Penyuluhan menabung dan praktik pembuatan tabungan dari bahan bekas 16 September 2013 (19.00
–
selesai) Siswa SDN Wonorejo kelas 5 & 6 Posko KKN UNNES 2013 Peserta mampu memahami pentingnya menabung sejak dini danmenjadikan menabung menjadi suatu kebiasaan. 6 Pelatihan pamasaran online 5 Oktober 2013 (13.00
–
selesai) Pengusaha Meubel daerah Wonorejo Warnet Krajan Peserta mampu melakukan pemasaran lebih lanjut menggunakan sistem online. KESEHATAN 7 Posyandu 12–
16 September 2013 (10.00–
selesai) Balita Posko Posyandu masing-masing dusun Peserta diharapkan mengikuti posyandu secara rutin untuk melakukan pemeriksaan. 8 Posbindu 17 September 2013 (10.00–
selesai) Lansia Dusun Sambiroto Peserta diharapkan menghadiri posbindu untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. 9 Penyuluhan 18 September Warga Dusun PesertaPHBS & 10 Oktober 2013 Dusun Krajan Krajan mampu menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari 10 Penyuluhan kesehatan reproduksi remaja 11 Oktober 2013 Remaja Dusun Durenan Peserta memahami pentingnya menjaga kesehatan reproduksi dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. LINGKUNGAN DAN INFRASTRUKTUR
11 Penanaman pohom 6 Oktober 2013 Mahasiswa KKN UNNES 2013 Desa Wonorejo Diharapkan Desa Wonorejo menjadi Desa yang asri, bersih dan sehat. 12 Kerja Bakti Setiap
minggu Warga dusun Masing-masing dusun Diharapkan desa wonorejo
tetap terjaga kebersihannya 13 Plangisasi Lingkungan warga Desa Wonorejo Diharapkan Desa Wonorejo menjadi desa yang lebih tertib.
BAB III
PELAKSANAAN PROGRAM KERJA
A. Laporan Pelaksanaan Kegiatan KKN Periode I Unnes 2013
KKN Periode I Unnes tahun 2013 bertemakan Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya). Posdaya adalah forum silahturahmi, komunikasi, advokasi dan wadah kegiatan penguatan fungsi-fungsi keluarga secara terpadu. Dalam hal-hal tertentu bisa juga menjadi wadah pelayanan keluarga secara terpadu, yaitu pelayanan pengembangan keluarga secara berkelanjutan. Unnes memfokuskan Posdaya pada empat bidang, yaitu kesehatan, pendidikan, ekonomi, serta lingkungan dan infrastruktur.
Tugas utama Tim KKN Periode I Unnes 2013 adalah membentuk Posdaya di desa lokasi masing-masing. Tim KKN UNNES Desa Wonorejo membentuk Posdaya SIDO MBANGUN, dengan harapan Posdaya yang kami rintis dapat menjadi cahaya terang menuju Desa Wonorejo yang sejahtera.
Program Kerja KKN Posdaya ini, mempunyai dua program unggulan, yaitu di bidang pendidikan dan kesehatan. Sedangkan untuk program pendukung ada sebelas program dari keseluruhan bidang. Penjelasan lebih lanjut mengenai program unggulan dan pendukung dapat dijelaskan dalam tiap bidang sebagai berikut.
Tabel 3.1
Program Posdaya 4 Bidang 1. Bidang Pendidikan
NO PROGRAM KERJA PELAKSANAAN
1 Pelatihan Komputer Waktu:
setiap hari senin dan kamis (08.30-11.30)
Tempat:
Balai Desa Wonorejo Sasaran:
Perangkat Desa
Relevansi Kegiatan:
Pelatihan komputer diberikan kepada perangkat desa Wonorejo. Kegiatan pelatihan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kinerja perangkat desa dalam pelayanan terhadap masyarakat. Program ini didukung oleh kepala desa Wonorejo karena dari sekian perangkat desa hanya ada 1 petugas yang menguasai pengoperasian komputer sehingga pelatihan ini sangat baik untuk meningkatkan kemampuan perangkat desa yang lain serta meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. Pelatihan dilaksanakan 2 kali seminggu pada jam kerja, sehingga perangkat desa dapat belajar dan
langsung mempraktekan dalam pengoperasian komputer seperti program olah kata microsoft word dan olah data microsoft exel serta cara menggunakan mesin prin. Dalam pelatihan ini tim KKN juga membuatkan modul pengoperasian komputer khususnya microsoft office.
Akseptabilitas:
Program ini mendapat respon yang baik dari perangkat desa. Ditunjukan dari antusias perangkat desa, serta permintaan jam pelatihan tambahan.
Partisipasi Masyarakat:
Seluruh kepala dan perangkat desa mengikuti pelatiahan dengan antusias dan dilatih bergantian oleh tim KKN menggunakan kompute balai desa dan laptop tim KKN.
Kegunaan:
Pelatihan komputer ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan perangkat desa dalam pengoperasian komputer khususnya micosoft word dan microsoft exel serta penggunaan mesin prin.
Dampak Jangka Panjang:
Meningkatkan pelayanan parangkat desa terhadap masyarakat
Tindak Lanjut: Tim KKN membuatkan modul pengoperasian komputer. Sehingga setelah program ini perangkat desa dapat membaca modul jika mengalami kesulitan dalam pengoperasian komputer. Program pelatihan hanya
dilaksanakan saat pelaksanaan KKN.
Yang Melanjutkan:
Kemampuan perangkat desa yang meningkat setelah pelaksanaan pelatihan merupakan wujud keberlanjutan program ini serta adanya modul yang dapat menjadi panduan.
2. Bimbingan Belajar Waktu:
senin sampai
jum’at (18.30.20.00)
Tempat:Posko KKN Desa Wonorejo Sasaran:
Siswa SD yang bertempat tinggal di dusun Sambiroto.
Relevansi Kegiatan:
Bimbingan belajar diberikan kepada siswa sekolah dasar kelas 5 dan Tidak adanya fasilitas bimbingan belajar diluar jam sekolah menjadikan program ini cukup bermanfaat dan didukung oleh orang tua siswa dan pihak sekolah serta kepala desa.
Kelas 6 mengikuti bimbingan belajar untuk persiapan kelulusan dan masuk ke SMP. Serta siswa kelas 5 yang juga minta diikutsertakan oleh kepala sekolah agar kemauan belajar siswa
meningkat.
Akseptabilitas:
Program bimbingan belajar mendapat respon yang baik dari peserta, orangtua, serta pihak sekolah.
Partisipasi Masyarakat:
Partisipasi masyarakat cukup baik. Orangtua yang bertempattinggal agak jauh dari lokasi bimbingan belajar bersedia mengantarkan anaknya. Sehingga peserta yang hadir melebihi perkiraan tim KKN dan jam bimbingan belajarpun ditambah dari 2 kali seminggu menjadi 5 kali seminggu.
Kegunaan:
Bimbingan belajar ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas belajar siswa peserta bimbel serta meningkatkan pemahaman terhadap pelajaran dan juga membiasakan siswa untuk belajar kelompok dan saling membantu jika ada yang kurang memahami pelajaran.
Dampak Jangka Panjang:
Meningkatkan pemahaman terhadap pelajaran dan memberikan
pembiasaan tentang kegiatan belajar kelompok.
Tindak Lanjut: Program bimbingan belajar hanya dilaksanakan saat pelaksanaan KKN. Namun saat ini peserta bimbingan belajar juga memiliki jadwal belajar kelompok bergantian dirumah mereka masing.
Siapa yang Melanjutkan:
Belajar berkelompok tetap dilakukan oleh peserta bimbingan belajar. Mereka meneruskan kebiasaan belajar berkelompok ini dengan membuat jadwa belajar kelompok dengan teman-temannya.
3. Pengenalan Warna dan Lomba Mewarnai
Waktu:
setiap hari Rabu (08.00 s.d. selesai) Tempat:
TK Ratnasari Dusun Sambiroto Sasaran:
Siswa TK Ratnasari Dusun Sambiroto
Relevansi Kegiatan:
Warna merupakan salah satu hal yang dapat menjadi stimulus perkembangan otak anak. Dan merupakan hal yang selalu ditekankan dalam pembelajaran anak
usia dini. Sehingga program ini mendapat dukungan positif dari kela TK Ratna Sari. Pengenalan warna diberikan seminggu 1 kali oleh tim KKN. Dan pada minggu terakhir, tim KKN mengadakan lomba mewarnai untuk mengetahui seberapa berhasil pengenalan warna ini dilakukan.
Akseptabilitas:
Prespon baik ditunjukan oleh orangtua siswa dan guru TK.
Partisipasi Masyarakat:
Program ini dilaksanakan oleh tim KKN masyarakat yang berperan pada kegiatan ini adalah guru TK murid dan orangtua. Dukungan dan partisipasi dalam pengenalan dan lomba cukup baik, seluruh siswa hadir dalam lomba mewarnai.
Kegunaan: Mengenalkan warna dari benda yang sehari-hari dijumpai oleh anak. Sehingga anak dapat mengenal dan membedakan benda-benda disekitar mereka.
Dampak Jangka Panjang: Dengan mengenal dan dapat membedakan warna, dapat menjadi stimulus perkembangan otak anak.
4. Penyuluhan Cuci Tangan
Tindak Lanjut: Pengenalan warna juga diberikan oleh guru TK yang masuk dalam program pembelajaran. Siapa yang Melanjutkan: Program ini masuk dalam program pembelajaran TK dan dilanjutkan oleh guru TK.
Waktu :
5 oktober 2013 Tempat :
PAUD Krajandan PAUD Sambiroto Sasaran:
Siswa PAUD Krajandan PAUD Sambiroto.
Relevansi Kegiatan:
Kebiasaan sejak kecil dapat menjadi pembiasaan yang berlangsung selamanya untuk seseorang. Untuk itu untuk membiasakan ccuci tangan dengan sabun kami melakukan penyuluhan di PAUD. Program ini mendapat dukungan baik dari masyarakat. Dan penyuluhan ini sudah direncanakan oleh kader kesehatan desa namun belum dapat terealisasi karena keterbatasan waktu. Sehingga tim KKN yang mengusulkan program ini langsung mendapat dukungan. Dan dilaksanakan di 2 PAUD yaitu PAUD
Sambiroto dan Krajan.
Akseptabilitas:
Penyuluhan cuci tangan diterima denga baik oleh masyarakat.
Partisipasi Masyarakat :Murid PAUD dan orangtua serta guru mengikuti dan membantu jalannya penyuluhan dan praktik cuci tangan dengan baik.
Kegunaan :
Membiasakan anak cuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah makan serta setelah buang air dan mengajarkan cuci tangan yang benar.
Dampak Jangka Panjang:
Tercipta kebiasaan cucitangan dengan sabun pada anak.
Tindak Lanjut:
Penyuluhan ini dilakukan 1 kali oleh tim KKN dan berlanjut satu minggu sekali pada saat kegiatan makan bersama siswa PAUD. Siapa yang
Melanjutkan :
Program cuci tangan dengan sabun ini dilanjutkan oleh guru PAUD dalam program pembiasaan saat kegiatan makan bersama.
2. Bidang Ekonomi
NO PROGRAM KERJA PELAKSANAAN
1. Penyuluhan
menabung dan pembuatan celengan
dari bahan bekas.
Waktu :
16 september 2013 jam 19.00 WIB Tempat :
Posko KKN DusunSambiroto Sasaran :
Siswa SD N 3 Wonorejokelas 5 dan 6
Relevansi Kegiatan :
Penyuluhan menabung dilaksanakan di Posko KKN sehubungan diadakannya dengan program Bimbel. Program ini bertujuan untuk menanamkan sikap gemar menabung sejak dini. Yang mengikuti program ini siswa/siswi SD Wonorejo 3
kelas 5 dan 6. Program ini dilaksanakan pada minggu ke 3. Pembuatan celengan dari bahan bekas yaitu aqua bekas yang sudah
tidak terpakai.
Akseptabilitas :
Peserta penyuluhan menabung dapat mengikuti dengan baik.
Partisipasi Masyarakat :
2. Penyuluhan
pemasaran Online.
jalannya penyuluhan menabung dengan baik.
Kegunaan:
Membiasakan anak gemar menabung sejak kecil agar tidak merepotkan orangtua.
Dampak Jangka Panjang:
Tercipta kebiasaan menabung sejak kecil pada anak.
Tindak lanjut:
Diharapkan sejak dini diperkenalkan menabung untuk membantu orangtua.
Siapa yang Melanjutkan :
Program menabung dapat dilanjutkan sendiri oleh anak-anak SD dengan bantuan orangtuanya masing-masing.
Waktu :
5 oktober 2013 jam 13,00 WIB Tempat :
Warnet Krajan Sasaran:
Pengusaha meubel daerah Wonorejo
Relevansi Kegiatan :
Penyuluhan pemasaran via online sangat membantu para pengusaha untuk memasarkan produknya lewat tokobagus.com, berniaga.com, blog, dan
facebook. Program ini dilaksanakan pada minggu ke 5. Pelatihan pemasaran via online ini dilakukan di warnet dusun Krajan desa Wonorejo.
Akseptabilitas:
Penyuluhan pemasaran online ini diikuti oleh para perajin meubel dan penjaga warnet yang sudah mengerti teknologi dan diikuti dengan baik.
Partisipasi Masyarakat:
Para perajin warnet yang ingin usahanya tambah maju dan mendapat penghasilan yang lumayan menguntungkan.
Kegunaan:
Membantu perajin meubel untuk mendapatkan pelanggan melalui pemasaran online.
Dampak Jangka Panjang:
Dapat memberikan pengetahuan kepada pengusaha meubel untuk terus berinovasi dalam berkarya dan dapat mendapatkan pelanggan banyak.
Tindak Lanjut:
Kegiatan pemasaran online ini dilaksanakan pada minggu ke-5 dan dilakukan 1 kali oleh
Siapa yang Melanjutkan:
Yang dapat melanjutkan para pengusaha meubel sendiri dan penjaga warnet yang sudah melek teknologi.
3. Kesehatan
NO PROGRAM KERJA PELAKSANAAN
1. Pendampingan POSYANDU
Waktu :
12-16 september (10.00 s.dselesai) Tempat:
Dusun Mranak, Lengkong, Krajan, Durenan, Sambiroto.
Sasaran : Balita
Relevansi Kegiatan :
Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan yang diselenggarakan oleh masyarakat dan untuk masyarakat dengan dukungan teknis dari petugas kesehatan. Kesehatan anak khususnya balita, penting artinya bagi keluarga. Ibaratnya kesehatan anak adalah kebahagiaan orang tua. Upaya pelayanan kesehatan balita menyangkut pelayanan pemeliharaan bayi dan anak balita serta anak prasekolah. Kegiatan tersebut merupakan garda depan untuk membantu memastikan tumbuh kembang
anak di Indonesia khususnya di Desa Wonorejo dusun Sambiroto dan dusun Krajan. Program posyandu ini dilaksanakan pada tanggal 14 September 2013 di dusun Sambiroto dan 11 Oktober 2013 di Balai Kelurahan Krajan.
Akseptablitas : Program ini direspon baik oleh masyarakat dusun Sambiroto dan dusun Krajan di desa Wonorejo.
Partisipasi Masyarakat :Kegiatan pelayanan kesehatan balita ini mendapat partisipasi dari seluruh lapisan masyarakat Desa Wonorejo khususnya di dusun Krajan dan dusun Sambiroto, ibu-ibu, dan anak balita. Aparat desa pun turut andil dalam mensosialisasikan program ini ke seluruh warga. Pelayanan kesehatan balita ini pun didukung oleh kelompok ibu-ibu. Kegunaan : Kegiatan pelayanan kesehatan balita ini berguna untuk memantau dan meningkatkan kesehatan bayi dan balita di desa Wonorejo. Kegiatan tersebut memberikan dampak yang positif bagi warga Desa Wonorejo terutama bagi ibu-ibu dan balita.
Dampak Jangka Panjang:
Dengan adanya program ini, dapat meningkatkan kesehatan warga Desa Wonorejo khusunya balita. Secara tidak langsung kegiatan pelayanan kesehatan
2. Pendampingan POSBINDU
balita akan membantu kemajuan desa. Kegiatan ini menjadikan ibu dan bayinya menjadi sehat. Ibu yang sehat akan merawat, membimbing, dan mendidik anak-anaknya dengan lebih baik sehingga tumbuhlah anak-anak sehat generasi Desa Wonorejo.
Tindak Lanjut:
Program ini tidak berhenti setelah KKN selesai. Program akan dilanjutkan oleh para kader posyandu yang ada di desa Wonorejo dusun Krajan dan dusun Sambiroto.
Siapa yang Melanjutkan :
Untuk kelanjutan program ini pun akan dilaksanakan oleh kader posyandu
Waktu :
17 Oktober (09.00 s.dselesai) Tempat :
Dusun Sambiroto Sasaran:
Warga Sambiroto khususnya para lansia
Relevansi Kegiatan:
POSBINDU merupakan salah satu bentuk pelayanan kesehatan yang diselenggarakan oleh masyarakat dan untuk masyarakat dengan dukungan teknis
dari petugas kesehatan. Upaya pelayanan kesehatan lansia menyangkut pelayanan warga dan khususnya bagi lansia yang memerlukan pelayanan kesehatan. Kegiatan tersebut merupakan garda depan untuk membantu memastikan tingkat kesehatan lansia di Indonesia khususnya di Desa Wonorejo dusun Sambiroto dan dusun Krajan. Program posyandu ini dilaksanakan pada tanggal 14 September 2013 di dusun Sambiroto dan 11 Oktober 2013 di Balai Kelurahan Krajan.
Akseptablitas:
Program ini direspon baik oleh masyarakat dusun Sambiroto dan dusun Krajan di desa Wonorejo.
Partisipasi Masyarakat:
Kegiatan pelayanan kesehatan lansia ini mendapat partisipasi dari seluruh lapisan masyarakat Desa Wonorejo khususnya di dusun Krajan dan dusun Sambiroto, ibu-ibu, dan paralansia. Aparat desa pun turut andil dalam mensosialisasikan program ini ke seluruh warga. Pelayanan kesehatan lansia ini pun didukung oleh kelompok ibu-ibu.
Kegunaan:
3. Penyuluhan
PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat)
berguna untuk memantau dan
meningkatkan kesehatan
parawargakhususnyalansia di desa Wonorejo. Kegiatan tersebut memberikan dampak yang positif bagi warga.
Dampak Jangka Panjang:
Dengan adanya program ini, dapat meningkatkan kesehatan warga Desa Wonorejo khusunya paralansia. Secara tidak langsung kegiatan pelayanan kesehatan lnsiaakan membantu kemajuan desa.
Tindak Lanjut:
Program ini tidak berhenti setelah KKN selesai. Program akan dilanjutkan oleh para kader posbindu yang ada di desa Wonorejo dusun Krajan dan dusun Sambiroto.
Siapa yang Melanjutkan :
Untuk kelanjutan program ini pun akan dilaksanakan oleh kader posbindu.
Waktu :
18 September (18.30 s.dselesai) Tempat :
Dusun Krajan Sasaran :
Relevansi Kegiatan:
Penyuluhan dan aplikasi PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) sangat penting karena sikap menjaga kebersihan diri perlu ditumbuhkan sejak dini, menghindarkan dari penyakit perut dan juga pencegahan sakit gigi. Penyuluhan dilaksanankan pada tanggal 18 September 2013 di Dusun Krajan. Penyuluhan disampaikan bersamaan dengan pengaplikasiannya, siswa membawa sikat gigi dan gelas plastik untuk tempat berkumur, odol dan sabun pencuci tangan disediakan dari kami. Dengan adanya penyuluhan ini diharapkan siswa dapat mengerti hal
–
hal yang dapat mencegah sakit perut dan sakit gigi serta mengetahui tujuan dan fungsi kebersihan diri.Akseptabilitas:
Program ini direspon baik oleh masyarakat dusun Sambiroto dan dusun Krajan desa Wonorejo.
Partisipasi Masyarakat:
Kegiatan PHBS sangat didukung oleh masyarakat setempat. Hal ini terwujud dengan banyaknya yang hadir dalam kegiatan penyuluhan ini.
Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ini bermanfaat untuk memberikan perilaku yang baik dalam hidup sehat, atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran yang menjadikan seseorang atau keluarga dapat menolong diri sendiri maupun keluarga dalam mewujudkan kesehatan.
Dampak Jangka Panjang:
Hal ini merupakan dampak jangka panjang yang positif bagi masyarakat, yang mana diharapkan masyarakat dapat hidup sehat dan bersih.
Tindak Lanjut:
Penyuluhan hidup bersih dan sehat ini sangat dibutuhkan supaya warga dapat hidup bersih dan sehat
Siapa yang Melanjutkan:
Yang dapat melanjutkan yaitu warga desa Wonorejo.
4. Bidang Lingkungan Dan Infrastruktur
NO PROGRAM KERJA PELAKSANAAN
1. Penanaman Pohon Waktu :
minggu 06 Oktober 2013 Tempat :
Sasaran :
Lingkungan warga
Relevansi Kegiatan :
Penanaman pohon termasuk program wajib dari kampus sebagai wujud Unnes konservasi. Disamping itu, penanaman pohon dilakukan karena adanya lahan yang masih kosong, tandus dan perlu ditanami. Adapun untuk penanaman pohon tim KKN Unnes 2013 ini dikoordinasikan dengan seluruh dusun yang ada di desa Wonorejo. Penanaman pohon dilaksanakan pada Minggu ke-5.
Akseptabilitas:
Penanaman pohon ini dilakukan oleh tim KKN Unnes 2013 di seluruh dusun yang ada di desa Wonorejo.
Partisipasi Masyarakat:
Warga di tiap-tiap dusun yang ada di desa Wonorejo dapat membantu jalannya penanaman pohon dengan baik dan lancar.
Kegunaan :
Program penanaman pohon bermanfaat bagi Desa Wonorejo sebagai perwakilan tempat. Manfaat untuk desa yaitu sarana penghijauan sehingga desa tampak lebih hijau dan subur. Pengaruh adanya
2. Kerja Bakti
penanaman pohon memang tidak dapat dirasakan langsung. Pohon yang ditanam hanya sekitar satu meter. Namun pohon itu akan tumbuh tinggi dan besar. Saat itulah dampak penanaman pohon benar-benar dirasakan oleh warga Desa Wonorejo. Selain itu, semoga program penanaman pohon ini menjadi motivasi warga desa untuk selalu menghijaukan bumi guna mengurangi global warming dan pencemaran lingkungan.
Dampak Jangka Panjang:
Penanaman pohon ini menjadi motivasi warga desa untuk selalu menghijaukan bumi guna mengurangi global warming dan pencemaran lingkungan.
Tindak Lanjut :
Program penanaman pohon ini dilaksanakan pada minggu ke-5 dan dilakukan 1x oleh tim KKN Unnes 2013. Siapa yang Melanjutkan :Yang dapat melanjutkan yaitu warga desa Wonorejo.
Waktu :
Setiap hari minggu Tempat :
Dusun-dusun Wonorejo Sasaran :
Relevansi Kegiatan :
Untuk mencapai hidup yang sehat, masyarakat selalu berinteraksi dengan empat faktor, yaitu faktor lingkungan, perilaku individu dan masyarakat, pelayanan kesehatan, dan faktor bawaan (genetik). Lingkungan yang bersih mencerminkan hidup sehat. Hal tersebut juga berlaku bagi warga Desa Wonorejo. Bersih-bersih dusun dilakukan oleh tim KKN Unnes 2013 dengan warga di tiap-tiap dusun di desa Wonorejo. Kegiatan kerja bakti ini dilaksanakan setiap minggunya.
Akseptabilitas :
Kerja bakti ini dilakukan oleh tim KKN Unnes 2013 di seluruh dusun yang ada di tiap-tiap dusun yang ada di Wonorejo.
Partisipasi Masyarakat :
Warga di tiap-tiap dusun yang ada di desa Wonorejo dapat membantu jalannya kerja bakti dengan baik dan lancar.
Kegunaan :
Program kerja bakti ini bermanfaat untuk seluruh warga Desa Wonorejo. Adapun manfaat tersebut antara lain menyadarkan warga akan pentingnya terciptanya lingkungan yang bersih dan terawat.
3. Plangisasi TK
Dampak Jangka Panjang :
Kegiatan kerja bakti ini memberikan dampak yang positif bagi seluruh warga Desa Wonorejo. Dengan adanya kerja bakti dari Tim KKN Unnes 2013, warga desa menjadi lebih termotivasi untuk melaksanakan pembangunan yang bersifat swadaya masyarakat ataupun sumbangan dari pemerintah. Dengan demikian lingkungan Desa Wonorejo akan semakin maju dan berkembang.
Tindak Lanjut :
Program penanaman pohon ini dilaksanakan pada tiap minggunya dan dilakukan oleh tim KKN Unnes 2013 bersama warga desa.
Siapa yang melanjutkan :
Yang dapat melanjutkan warga di tiap-tiap dusun di desa Wonorejo.
Waktu : 3 Oktober (10.00 s.dselesai) Tempat: Posko KKN Sasaran : Dusun Sambiroto Relevansi Kegiatan:
pembangunan desa. Hal ini disebabkan karena dengan adanya plangisasi maka masyarakat akan mudah mencari tempat.
Akseptabilitas:
Kegiatan plangisasi ini dilakukan oleh tim KKN Unnes 2013 dengan dana sendiri.
Partisipasi Masyarakat:
Warga di tiap-tiap dusun yang ada di desa Wonorejo dapat membantu jalannya kegiatan plangisasi dengan baik dan lancar.
Dampak Jangka Panjang:
Diharapkan plangisasi tersebut rapi, bersih tetap awet.
Tindak Lanjut:
Perawatan plangisasi ini sangat dibutuhkan supaya tetap rapi, bersih dan dalam kondisi yang baik (terawat).
Siapa yang Melanjutkan:
Warga masyarakat yang melanjutkan perawatan plangisasi adalah khususnya warga dusun Sambiroto desa Wonorejo.
BAB IV PEMBAHASAN
A. Pembentukan Posdaya
Posdaya adalah forum komunikasi, silahturahmi, advokasi, penerangan dan pendidikan, sekaligus wadah kegiatan penguatan fungsi keluarga secara terpadu. Apabila memungkinkan Posdaya bisa dikembangkan sebagai wadah pelayanan keluarga secara terpadu, utamanya pelayanan kesehatan, pendidikan, wirausah, dan pengembangan lingkungan yang memudahkan keluarga berkembang secara mandiri.
Upaya pemberdayaan yang ditawarkan dalam Posdaya diarahkan untuk mendukung penyegaran fungsi keluarga, yaitu keagamaan, budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi dan kesehatan, pendidikan, ekonomi, dan lingkungan.
Dalam Posdaya keluarga yang lebih mampu, kalau perlu dengan pendampingan petugas pemerintah atau organisasi masyarakat, membantu penguatan kemampuan keluarga yang kurang mampu.
Secara ringkas tujuan pembentukan Posdaya adalah:
a. Menyegarkan modal sosial seperti hidup gotong royong dalam masyarakat untuk membantu pemberdayaan keluarga secara terpadu dan membangun keluarga bahagia dan sejahtera.
b. Ikut memelihara lembaga sosial kemasyarakatan yang terkecil, yaitu keluarga, yang dapat menjadi perekat masyarakat sehingga tercipta kehidupan yang rukun, damai dan memiliki dinamika tinggi.
c. Memberi kesempatan kepada setiap keluarga untuk memberi atau menerima pembaharuan yang dapat dipergunakan dalam proses pembangunan keluarga yang bahagia dan sejahtera.
Tujuan pembentukan dan pengembangan Posdaya melalui KKN Tematik Posdaya anatara lain :
1) Tumbuhnya modal sosial melalui wadah atau forum yang memberi kesempatan para keluaraga untuk saling asah, asuh dan asih dan memenuhi kebutuhan dalam mewujudkan keluarga mandiri.
2) Terbentuknya lembaga sosial antar keluarga di desa dan atau kelurahan yang menjadi sarana partisipasi sosial para keluarga melalui kegiatan bersama.
3) Terpeliharanya infrasturktur sosial kemasyarakatan (keluarga yang dapat berinteraksi dengan keluarga lain) sehingga tercipta suatu kehidupan yang rukun dan damai, tetapi memiliki dinamika yang tinggi.
Posdaya dibentuk di desa Wonorejo yang disesuaikan dengan kebutuhan dan sumberdaya desa Wonorejo. Setelah pengenalan Posdaya, tim KKN mengumumkan pembentukan pengurus yang memperoleh dukungan dan respon baik dari masyaratak. Terbentuk pengurus Posdaya dari Ketua, Sekretaris, Bendahara, Koordinator bidang Pendidikan, Kesehatan, Ekonomi, Lingkungan Infrastruktur, dan Humas. Pengurus berasal dari warga desa Wonorejo yang memiliki aktivitas atau
kemampuan disalah satu dari 4 bidang Posdaya. Yang selanjutnya telah diperkenalkan kepengurusan Posdaya pada masyarakat pada kegiatan Jalan Sehat Warga dalam rangka pengenalan KKN. Kemudian, Surat Keputusan dikeluarkan oleh Kepala desa untuk mengukuhkan pengurus Posdaya.
Posdaya desa Wonorejo yang tim KKN bentuk bernama “SIDO
MBANGUN” dengan 12 pengurus yang berasal dari desa Wonorejo dan
bersekretariat di kantor kepala desa dengan penasehat Bapak Toto Raharjo kepala dusun Krajan desa Wonorejo.
B. Program Posdaya 4 Bidang 1. Bidang Pendidikan
Kurangnya kesadaran dan pengetahuan tentang pentingnya pendidikan oleh masyarakat dapat berdampak negatif terhadap pola dan perilaku masyarakat baik dalam kehidupan sosial maupun dalam ranah organisasi. Berdasarkan hasil observasi mahasiswa KKN UNNES 2013, desa Wonorejo memiliki permasalahan dibidang pendidikan yakni kurangnya motivasi anak-anak untuk belajar, mereka juga masih mengalami kesulitan belajar khususnya dalam mengerjakan tugas-tugas sekolah. Bimbingan orang tua untuk membantu anak belajar masih kurang, hal ini disebabkan mereka sibuk bekerja dan
orang tuanya tersebut tidak mengenyam pendidikan sehingga hampir tidak ada waktu untuk membantu anak belajar. Maka dari permasalahan tersebut mahasiswa KKN berinisiatif untuk ikut
memberikan pengajaran dalam bimbingan belajar kepada siswa-siswi di SD Negeri Wonorejo, hal ini bertujuan untuk membantu anak-anak dalam belajar, mengerjakan tugas-tugas sekolah, serta memotivasi anak-anak untuk giat belajar. Selain permasalahan pendidikan yang terkait dengan bimbingan belajar, pemahaman perangkat desa terkait dengan Teknologi Informatika dan Komputer juga menjadi perhatian mahasiswa KKN UNNES 2013. Tidak semua perangkat desa mampu mengoperasikan komputer dan internet. Program Posdaya di bidang pendidikan lebih ditekankan kepada bimbingan belajar dan pelatihan
komputer untuk perangkat desa.
2. Bidang Ekonomi/Kewirausahaan
Berdasarkan pengamatan mengenai kesadaran anak-anak dalam menabung yang masih rendah, mahasiswa KKN Unnes berinisiatif untuk mengadakan penyuluhan gemar menabung sejak dini. Dan di harapkan anak-anak lebih gemar menabung. Di wilayah desa Wonorejo banyak yang menjadi pengusaha mebel, untuk itu mahasiswa KKN Unnes berinisiatif untuk memberikan pelatihan pemasaran onliine kepada pengusaha mebel. Dengan adanya pelatihan
tersebut diharapkan para pengusaha mebel mendapat pembeli melalui dunia maya.
3. Bidang Kesehatan
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh tim KKN Unnes 2013 mengenai kesehatan menjaga lingkungan masih rendah, mahasiswa KKN Unnes 2013 berinisiatif untuk program Posdaya di bidang kesehatan lebih ditingkatkan tentang per ilaku hidup bersih dan sehat. Dengan adanya perilaku hidup bersih dan sehat ini diharapkan para warga di desa Wonorejo dapat hidup bersih, sehat dan sejahtera. Selain itu, di kecamatan Pringapus ada POSBINDU binaan yang ada d i dusun Sambiroto desa Wonorejo. Dengan program ini, masyarakat dapat melakukan pengecekan kesehatan tiap bulan saat POSBINDU dilaksanakan. Program ini bertujuan untuk meningkatakan derajat kesehatan masyarakat. Sehingga program pendampingan POSBINDU tim KKN laksanakan untuk meningkatkan kemampuan pelayanan saat POSBINDU secara langsung membantu pelaksanaan POSBINDU. Alasan lain yang membuat POSBINDU menjadi program unggulan yang dapat terus berjalan pada program Pemberdayaan Keluarga adalah POSBINDU membutuhkan banyak dukungan baik dari tenaga medis dan kader, dan dusun sambiroto merupakan satu-satunya dusun yang memiliki sumberdaya dan dukungan tersebut.
4. Bidang Lingkungan Hidup
Berdasarkan pengamatan yang dilakukan oleh tim KKN Unnes 2013 mengenai bidang lingkungan hidup masih rendah. Banyak papan penunjuk jalan, papan pengumuman yang sudah usang, tidak terawat, dan lapuk. Maka dari itu mahasiswa KKN Unnes berinisiatif untuk membuat plangisasi. Kerja bakti merupakan aktifitas rutin yang di lakukan di desa Wonorejo setiap akhir pekan. Mahasiswa KKN Unnes 2013 di himbau ikut serta dalam kerja bakti tersebut yang di harapkan
nantinya dapat memotivasi warga mengenai kebersihan lingkungan. Program Posdaya di bidang lingkungan hidup lebih ditekankan kegiatan gotong royong agar para warga bisa bersosialisasi dan bisa bekerja sama dengan baik.
C. Program Konservasi
Sesuai dengan misi Universitas Negeri Semarang yang bertajuk konservasi, mahasiswa KKN unnes 2013 ditugaskan melakukan penanaman pohon di tiap-tiap dusun di desa Wonorejo yang di maksudkan agar penanaman pohon tersebut dapat berguna dan bermanfaat bagi masyarakat berkaitan dengan kehijauan lingkungan dan kualitas tanah serta air yang didukung oleh akar tanaman. Penanaman pohon yang dilakukan tiap mahasiswa yaitu 1 orang 3 pohon sudah terlaksana.
BAB V PENUTUP
A. Simpulan
Kuliah Kerja Nyata (KKN) dilaksanakan sebagai upaya untuk menciptakan atau meningkatkan kapasitas masyarakat dalam memecahkan berbagai persoalan terkait upaya peningkatan kualitas hidup, kemandirian, dan kesejahteraanya. Hal tersebut termasuk program pemberdayaan masyarakat yang dikemas dalam suatu wadah, yaitu Pos Pemberdayaan Masyarakat (Posdaya). KKN Lokasi Tahap I Universitas Negeri Semarang (Unnes) bertempat di desa Wonorejo Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang.
Setelah observasi dan survei terkait dengan potensi dan permasalahan desa Wonorejo, maka dapat diidentifikasi permasalahan-permasalahan desa Wonorejo adalah :
1. Kurangnya kesadaran masyarakat dibidang pendidikan
2. Kurangnya pengembangan potensi yang ada di desa Wonorejo 3. Kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pentingnya menjaga
kesehatan
4. Kurangnya kesadaran masyarakat tentang lingkungan dan infrastruktur
Dari permasalahan-permasalahan yang terjadi di desa Wonorejo, disusunlah program kerja KKN sebagai program kerja KKN UNNES desa Wonorejo tahun 2013. Berikut ini adalah program-program mahasiswa KKN UNNES 2013 desa Wonorejo :
1. Bidang Pendidikan a. Pelatihan Komputer b. Bimbingan Belajar
d. Penyuluhan Cuci Tangan 2. Bidang Ekonomi
a. Penyuluhan menabung dan praktik pembuatan celengan dari barang bekas
b. Pelatihan pemasaran online 3. Bidang Kesehatan
a. Posyandu b. Posbindu
c. Bina Keluarga Balita
d. Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat
e. Penyuluhan kesehatan reproduksi remaja (tutor sebaya) f. Juru pemantau jentik
4. Bidang Lingkungan dan Infrastruktur a. Penanaman Pohon
b. Gotong Royong c. Plangisasi
B. Saran
Setelah melakukan kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Semarang Tahun 2013 Desa Wonorejo, Kecamatan Pringapus,
Kabupaten Semarang, saran dari mahasiswa KKN untuk masyarakat :
1. Sebaiknya koordinasi serta tali persaudaraan antara mahasiswa KKN dan perangkat desa dijaga dengan baik untuk menghindari miss komunikasi;
2. Sebaiknya sosialisasi dengan masyarakat dilakukan pada awal setelah penerjunan KKN agar hubungan antar masyarakat dapat terjalin dengan baik dan untuk menghindari prasangka yang buruk di mata masyarakat; 3. Sebaiknya kepala desa beserta perangkat desa ikut berpartisipasi aktif
4. Saling pengertian dan kerjasama sangat diperlukan untuk tercapainya kegiatan sesuai dengan tujuan program.
Lampiran 1
BIODATA ANGGOTA MAHASISWA KKN DESA WONOREJO
KECAMATAN PRINGAPUS KABUPATEN SEMARANG
1. NAMA : IZZUL MUNA MAULIDYA
NIM : 6411410051
JURUSAN : ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
FAKULTAS : FAKULTAS ILMU KEOLAHRGAAN
ALAMAT : PROTOMULYO RT3/RW3 KALIWUNGU
SELATAN KENDAL
2. NAMA : ERSANINGTYAS ANJAR P.
NIM : 1511410008
JURUSAN : PSIKOLOGI
FAKULTAS : FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
ALAMAT : PURI ANJASMORO L X/12 SEMARANG
3. NAMA : KHALIDA NURSHEILLA
DEWI RIFANISA’
NIM : 7211410042
JURUSAN : AKUNTANSI
FAKULTAS : FAKULTAS EKONOMI
ALAMAT : JALAN CERME 2 NO.71 SEMARANG
4. NAMA : SITI AFIFAH
NIM : 2611410017
FAKULTAS : FAKULTAS BAHASA DAN SENI
ALAMAT : JALAN MANGUNSARI RAYA
5. NAMA : DENNI MUCHAMMAD YUSUF
NIM : 5112410015
JURUSAN : ARSITEK
FAKULTAS : FAKULTAS TEKNIK
ALAMAT : DESA SEKURO RT24 RW5 MLONGGO
JEPARA
6. NAMA : TRIYANTO WIBOWO
NIM : 7311410085
JURUSAN : MANAJEMEN
FAKULTAS : FAKULTAS EKONOMI
ALAMAT : JALAN SINDORO II NO. 5A UNGARAN BARAT
7. NAMA : ANJAS PRANATA
NIM : 711410007
JURUSAN : EKONOMI PEMBANGUNAN
FAKULTAS : FAKULTAS EKONOMI
Lampiran 2
LAPORAN HASIL SURVEI OBSERVASI LAPANGAN (Mahasiswa)
Nama DPL : Atip Nurhaini, S.Pd., M.Pd NIP : 197711092008012018
Desa / Kelurahan
Wonorejo KaDes/Kel Judiono Telp:
Ketua BPD - SekDes/Kel - Telp:
Pim. Non Formal
- Pim. Agama
Adat
- Telp:
Dusun/RT/RW (yang disurvei): Nama
Dusun/RT/RW
Nama KaDus/KaRT/
KaRW
Umur Agama Pendidikan Jumlah RT/RW
Krajan Durenan Lengkong Sambiroto Mranak Geografi / Sosio-kultural: Du su n Luas Wilayah Agama Mayoroitas
Jumlah Sarana Pendidikan Jumlah Sarana Ibadah Hari Kump ul Warga 1 2 3 4 5 6 7 8 9 a b C D e F
1 Islam 1 1 1 2 Kamis 2 Islam 1 1 1 2 1 Kamis 3 Islam 1 1 2 Kamis 4 Islam 1 Kamis 5 Islam 1 Kamis Keterangan
1= PAUD/TK, 2 = SD, 3 = MI, 4 = SLTP, 5 = MTs, 6 = SMU, 7 = MA, 8 = SMK, 9 = PT
a = Hindu, b = Budha, c = Islam, d = Katholik, e = Kristen, f = Kong Hu Chu
Kondisi Jalan Desa:
Jalan Desa : Aspal 80 % Makadam 5 % Tanah 15 % Setapak 0 %
Perkiraan Jalan Menuju Desa: (KM) Unnes Kabup aten Keca matan Pusat Desa Dusun 1 Dusun 2 Dusun 3 Dusun 4 Dusun 5 Unnes 0 30 km 35 km 40 km 40 km 41 km 42 km 43 km 53 km Kabup aten 30 km 0 20 km 25 km 25 km 26 km 27 km 28 km 38 km Keca matan 35 km 20 km 0 5 km 5 km 6 km 7 km 8 km 18 km Pusat Desa 40 km 25 km 5 km 0 0 km 1 km 2 km 3 km 13 km Dusun 1 40 km 25 km 5 km 0 km 0 1 km 2 km 3 km 13 km Dusun 2 41 km 26 km 6 km 1 km 1 km 0 1 km 2 km 12 km
Dusun 3 42 km 27 km 7 km 2 km 2 km 1 km 0 1 km 11 km Dusun 4 43 km 28 km 8 km 3 km 3 km 2 km 1 km 0 10 km Dusun 5 53 km 38 km 18 km 13 km 13 km 12 km 11 km 10 km 0
Kondisi air, listrik, dan MCK:
Air: cukup Listrik: ada MCK: Pribadi
Potensi Desa/Kelurahan/ Dusun/ RT-RW:
Butir Kondisi saat ini Masalah yang muncul
Sumber Daya Alam Cukup / potensial Kurang dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat sekitar sehingga hanya dijadikan lading perumahan dan industry bagi
kalangan tertentu Sumber Daya
Manusia
Rendah Tidak adanya kreativitas dan dorongan untuk berwirausaha
Ekonomi/Industri/T TG
Rendah Kurangnya wirausaha, dan banyaknya buruh pabrik dengan penghasilan nimimum
Lingkungan Cukup Sampah masih berserakan dimana-mana karena tidak adanya TPU, sarana dan prasarana yang terbatas
Masalah dan kebutuhan utama masyarakat, sesuai jenis program KKN:
NO BIDANG KEGIATAN PERMASALAHAN
1 Pendidikan Kurangnya tingkat pengetahuan dan teknologi
masyarakat desa, dan kurangya sarana dan prasarana penunjang pendidikan
2 Ekonomi Kurangnya kesadaran dalam menabung dan kurangnya pengetahuan mengenai pemasaran 3 Kesehatan Kurangnya perhatian dan pengetahuan masyarakat
desa akan kesehatan dan kurangnya pengetahuan akan batasan usia saat menikah dan kurangnya perhatian
untuk mengontrol kesehatan di saat adanya unit kesehatan
4 Lingkungan dan Insfrastruktur
Kurangnya kesadaran masyarakat dalam memelihara sarana dan prasarana dan buruknya kondisi sarana papan nama TK dan lapangan
Desa Wonorejo, 14 Oktober 2013 Mengetahui,
Dosen Pembimbing Lapangan, Pelaksana Observasi
Atip Nurharini, S.Pd., M.Pd TIM KKN Unnes 2013 NIP.197711092008012018
Lampiran 3
STRUKTUR ORGANISASI POSDAYA
“SIDO MBANGUN” DESA WONOREJO, KECAMATAN PRINGAPUS
Nama Posdaya : Sido Mbangun
Alamat Posdaya : Desa Wonorejo, Kec. Pringapus, Kab. Semarang Pelindung : Kepala Desa Wonorejo
Penasehat : -STRUKTUR ORGANISASI Ketua Sujadi Koordinator Bidang Pendidikan Sandria dan Felis
Koordinator Bidang Kesehatan Rangga Koordinator Bidang Ekonomi Didik Koordinator Bidang Lingkungan/Infrastruktur Yulianto Sekretaris 1. Bondan 2. Rilis Bendahara 1. Yopi 2. Norma Seksi Humas 1. Miko 2. Indra Pembantu Umum Kholis
Lampiran 4 REKAPITULASI PROGRAM KERJA KELOMPOK
KKN UNNES 2013
DESA WONOREJO KECAMATAN PRINGAPUS KABUPATEN SEMARANG
No Nama
Bidang
Nama Kegiatan Tanggal pelaksanaan
Hasil Keterangan
1. Pendidikan Pelatihan Komputer 9,12,16,19,23,26, 30 Sept,3,7,10 Okt 2013
Perangkat desa
mampu menjalankan program ms.word
dan excel, serta dapat mengetahui cara untuk pengoperasian printer Ditujukan untuk perangkat desa Wonorejo Bimbingan Belajar 9-13,16-20,23-27 Sept. 30 Sept-4 Okt, 7-11 Okt, 14-16 Okt 2013 Anak-anak SD dapat memahami pelajaran yang ada di sekolah dengan adanya bimbel Ditujukan untuk anak-anak SD Wonorejo kelas 5 dan 6 Pengenalan warna dan Lomba Mewarnai 11,18,25 Sept, 2,9,16 Okt 2013 Anak-anak TK dapat memahami warna dengan baik dan benar Ditujukan untuk anak-anak TK Ratnasari Dusun Smbiroto Desa Wonorejo Penyuluhan Cuci Tangan pakai Air Dan Sabun
3 dan 5 Okt 2013 Anak-anak PAUD dapat mengerti bagaimana cara
mencuci tangan dengan baik dan benar Ditujukan untuk anak-anak PAUD di dusun Krajan dan dusun Sambiroto 2. Ekonomi Penyuluhan Menabung dan Praktik Pembuatan Celengan dari barang bekas
16 Sept 2013 Anak-anak SD agar bisa menerapkan disiplin menabung sejak dini Ditujukan untuk anak-anak SD Wonorejo Pelatihan Pemasaran Online
5 Oktober 2013 Para pengusaha mebel agar dapat melek teknologi dan mencari pembeli lewat dunia maya
Ditujukan untuk pengusaha mebel
desa Wonorejo
11-16 Oktober 2013 kesehatan anak balitanya dengan mengunjungi posyandu warga desa Wonorejo yang memiliki anak balita
Posbindu 17 Sept 2013 Warga yang sudah lansia dapat mengetahui kesehatannya dengan mengunjungi posbindu Ditujukan untuk warga dusun Sambiroto yang sudah lansia Bina Keluarga Balita 12-16 September 2013 Membentuk keluarga yang memiliki balita agar bisa hidup sejahtera, hidup bersih, dan memiliki balita yang cerdas
Ditujukan untuk warga desa Wonorejo yang sudah memiliki keluarga dan memiliki anak balita Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
18 Sept 2013, 10 Oktober 2013
Dengan adanya penyuluhan PHBS ini diharapkan warga desa dapat hidup bersih dan sehat
Ditujukan untuk warga dusun Krajan desa Wonorejo Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja
11 Oktober 2013 Dengan adanya penyuluhan ini diharapkan para perempuan dan laki-laki dapat saling menjaga kesehatan reproduksinya
masing-masing
Ditujukan untuk anak-anak TPQ yang sudah akil baligh di dusun Durenan desa Wonorejo 4. Lingkungan dan Infrastruktur Penanaman Pohon Gotong Royong Plangisasi
5. POSDAYA Pembuatan struktur organisasi POSDAYA Terbentuknya struktur organisasi POSDAYA. Anggota terdiri dari Karang Taruna dusun Krajan
Lampiran 5
PROGRAM KERJA KELOMPOK KKN UNNES 2013
DESA WONOREJO KECAMATAN PRINGAPUS KABUPATEN SEMARANG
N o
Bidang Nama
Program
Sasaran Lokasi Waktu Pelaksanaan (Minggu ke-) Penanggung Jawab 1 2 3 4 5 6 1. Pendidikan a Pelatihan Komputer Perangkat desa Wonorejo Balai Desa Wonorejo
√
√
√
√
√
√
Triyanto Wibowo Denni Muchammad Yusuf b Bimbingan Belajar Anak-Anak SD Wonorejo Kelas 5 & 6 Posko KKN Unnes 2013√
√
√
√
√
√
Anjas Pranata c Pengenalan Warna dan Lomba Mewarnai Anak-anak TK Ratnasari Dusun Sambiroto TK Ratnasari Dusun Sambiroto Desa Wonorejo√
√
√
√
√
√
Denni Muchammad Yusuf d Penyuluhan Cuci Tangan Pakai Air dan Sabun Anak-anak PAUD dusun Sambiroto dan dusun Krajan PAUD dusun Sambiroto dan dusun Krajan desa Wonorejo√
√
Ersaningtyas Anjar P. Siti Afifah 2 Ekonomi a Penyuluhan Menabung dan Praktik Pembuatan Celengan dari Barang Bekas Anak-anak kelas 5 & 6 SD Wonorejo yang mengikuti bimbel di posko KKN Unnes 2013 Posko KKN Unnes 2013√
Khalida Nursheilla DewiRifanisa’
Pemasaran Online Mebel Desa Wonorejo dan pemilik Warnet dusun Krajan dusun Krajan desa Wonorejo Nursheilla Dewi
Rifanisa’
3 Bidang Kesehatana Posyandu Warga desa Sambirotoy ang memiliki balita Dusun Mranak, Lengkong, Krajan, Sambiroto, Durenan
√
Izzul Muna Maulidyab Posbindu Warga desa Sambiroto yang memiliki anggota keluarga lansia Dusun Sambiroto Desa Wonorejo
√
Izzul Muna Maulidya d Penyuluhan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Warga dusun Krajan Desa Wonorejo Dusun Krajan√
Izzul Muna Maulidya e Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remaja (tutor sebaya) Remaja usia 11-16tahun yang mengikuti TPQ TPQ dusun Durenan desa Wonorejo√
Izzul Muna Maulidya 4 Lingkungan dan Infrastruktu r a Penanaman Pohon Lingkungan warga desa Wonorejo Di tiap-tiap dusun desa Wonorejo√
Siti Afiffah b Gotong Royong Lingkungan warga Di tiap-tiap dusun desa Wonorejo√
√
√
√
√
√
Denni Muchammad Yusuf c Plangisasi Lingkungan warga Di tiap-tiap dusun desa Wonorejo√
Denni Muchammad Yusuf Anjas PranataLampiran 6
Lampiran 7
DOKUMENTASI KEGIATAN KKN POSDAYA DESA WONOREJO KECAMATAN PRINGAPUS
KABUPATEN SEMARANG
A. BIDANG PENDIDIKAN
Pelatihan Komputer Bimbingan Belajar
Penyuluhan Cuci Tangan
Pengenalan warna dan lomba mewarnai
B. BIDANG EKONOMI
C. BIDANG KESEHATAN Penyuluhan
Menabung dan membuat Celengan
dari Bahan Bekas
Sosialisasi Pemasaran Online
Hasil Kerajinan yang akan dipasarkan
secara online
Posyandu PHBS Bina Keluarga Balita
POSBINDU Penyuluhan
Kesehatan Reproduksi Remaja