• Tidak ada hasil yang ditemukan

(Laporan IPE KELOMPOK 26) semi final.. revisi

N/A
N/A
Ajirnii Qalibun

Academic year: 2025

Membagikan "(Laporan IPE KELOMPOK 26) semi final.. revisi"

Copied!
86
0
0

Teks penuh

(1)

LAPORAN AKHIR PRAKTIK KERJA LAPANGAN

INTERPROFESSIONAL EDUCATION (IPE) DI DESA TAMAN SARI DUSUN SUMBER SARI 3

Disusun Oleh : Kelompok 26

1. Agung Arlangga KP 205140099

2. Wildan Ahmad H. GZ 215190068

3. Meidia Amanda KP 205140101

4. Maharani Zauli A. KP 215140104

5. Anisa Fitri KP 215140105

6. Sely Putri Hermawita GZ 215190036

7. Ajirnii Qalibun KM 235130012P

8. Mia Yunita KM 235130013P

9. Nadia Sagita GZ 215190066

FAKULTAS KESEHATAN UNIVERSITAS MITRA INDONESIA

TAHUN 2024

(2)

LEMBAR PERSETUJUAN

Laporan Praktik Kerja Lapangan Interprofesional Education ini telah diperiksa dan disetujui.

Bandar Lampung, Juni 2024

Pembimbing Pembimbing

Nana Novariana,S.KM.,M.Kes Ari Sukmanela,S.Kep.,Ns.,M.Kep

(3)

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Allah SWT Tuhan Yang Maha Kuasa karen atas berkat rahmat dan kasih-Nya penyusun dapat selesai laporan akhir “Interprofesional Education di Desa Taman Sari Dusun Sumber Sari 3” untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Interprofesional Education.

Penyusun menyadari masih banyak kekurangan dan hal-hal yang belum sempurna, oleh karena itu diperlukan kritik dan saran yang sifatnya membangun untuk menjadikan makalah ini lebih baik lagi.

Akhirnya penyusun ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu penyusunan makalah ini dan besar harapan penyusun semoga makalah ini memberikan manfaat dan menambah pengetahuan.

Tim Penyusun

Kelompok 26

(4)

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL... i

LEMBAR PERSETUJUAN...ii

KATA PENGANTAR... iii

DAFTAR ISI...iv

DAFTAR TABEL...vi

DAFTAR SINGKATAN...vii

BAB I PENDAHULUAN...1

A. Latar Belakang...1

B. Tujuan...2

1. Tujuan Umum...2

2. Tujuan Khusus...2

C. Manfaat Pembelajaran...3

D. Ruang Lingkup...4

BAB II GAMBARAN UMUM LOKASI PKL...6

A. Gambaran Geografis...6

C. Gambaran Fasilitas Sarana dan Prasarana Umum...8

D. Gambaran Pelayanan Kesehatan...8

E. Analisis Situasi...9

BAB III HASIL DAN PENGUMPULAN DATA...10

A. Data Kesehatan Masyarakat...10

B. Identifikasi Masalah Kesehatan...13

C. Prioritas Masalah Kesehatan...18

D. Rencana Intervensi...20

E. Implementasi Penyakit Hipertensi dari Kesehatan Masyarakat, Gizi, dan Keperawatan...23

1. Intervensi Kesehatan Masyarakat...23

2. Intervensi Gizi...23

3. Intervensi Keperawatan...24

F. RENCANA KEGIATAN (POA) KELOMPOK 26...25

BAB IV PELAKSANAAN KEGIATAN...32

(5)

A. Pelaksanaan Kegiatan...32

B. Faktor Penghambat dan Penunjang dalam Pelaksanaan Kegiatan...34

BAB V PENUTUP...36

A. Kesimpulan...36

B. Saran...36 LAMPIRAN

(6)

DAFTAR TABEL

Tabel 2. 1 Batas Wilayah... 6

Tabel 2. 2 Keadaan Tanah...6

Tabel 2. 3 Jumlah Penduduk Keseluruhan...7

Tabel 2. 4 Jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin...7

Tabel 2. 5 Jumlah Penduduk Berdasarkan Agama Di Desa Taman Sari...7

Tabel 2. 6 Jumlah Penduduk Berdasarkan Pendidikan Di Desa Taman Sari...8

Tabel 2. 7 Gambaran Pelayanan Kesehatan...8

Tabel 3. 1 Data Sekunder Kesehatan...11

Tabel 3. 2 Status Kesehatan Hasil SMD...12

Tabel 3. 3 Prioritas Masalah...19

Tabel 3. 4 Rencana Intervensi...20

Tabel 3. 5 Alternatif Pemecahan Masalah...22

Tabel 3. 6 Tabel Kegiatan (POA)...25

Tabel 3. 7 Gantt Chart Rencana Kegiatan...31

Tabel 4. 1 Intervensi Keluarga dan Individu...33

Tabel 4. 2 Rencana Tindak Lanjut...35

(7)

DAFTAR SINGKATAN

WHO World Health Organization

ISH International Society Hypertension

TBC Tuberculosis

IPE Interprofesional Education

SMD Survei Mawas Diri

IHME Institute for Health Metrics and

Evaluation

MMD Musyawarah Masyarakat Desa

(8)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Menurut WHO dan the international society hypertension (ISH), saat ini terdapat 600 juta penderita hipertensi diseluruh dunia dan 3 juta diantaranya meninggal dunia setiap tahunnya. Hipertensi merupakan penyebab kematian nomor 3 setelah stroke dan TBC. Angka kematian mencapai 6,7% dari total populasi kematian pada semua umur di Indonesia (Ekarini et al, 2019).

Hasil Riskesdar tahun 2013 prevalensi hipertensi di Indonesia pada kelompok umur 55-64 tahun sebesar 45,9%, umur 65-74 tahun sebesar 57,6%

dan umur 75 tahun keatas sebesar 63,8%. Gejala umum yang timbul pada penderita hipertensi adalah rasa berat di tengkuk/kepala, vertigo, mudah Lelah, jantung berdebar-debar, penglihatan kabur, telinga berdengung bahkan mimisan (Kemenkes, 2019).

Data penyebab kematian di Indonesia pada tahun 2016 didapatkan total kematian sebesar 1,5 juta dengan penyebab kematian terbanyak adalah penyakit kardiovaskuler 36,9%, kanker 9,7%, penyakit DM dan endokrin 9,3% dan Tuberkulosa 5,9%. IHME juga menyebutkan bahwa dari total 1,7 juta kematian di Indonesia didapatkan faktor risiko yang menyebabkan kematian adalah tekanan darah (hipertensi) sebesar 23,7%, Hiperglikemia sebesar 18,4%, Merokok sebesar 12,7% dan obesitas sebesar 7,7% (Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME), 2017). Penyebab hipertensi salah satunya disebabkan oleh kurangnya atau rendahnya kepatuhan pada pengobatan hipertensi. Rendahnya tingkat pengobatan hipertensi di Indonesia sejalan dengan data tingkat capaian pelayanan kesehatan bagi pasien hipertensi di Provinsi Lampung, khususnya Kota Bandar Lampung. Menurut Profil Kesehatan Provinsi Lampung Tahun 2019, prevalensi hipertensi pada penduduk dengan usia ≥15 tahun di Provinsi Lampung sebesar 15,10%

(9)

dengan capaian pelayanan kesehatan bagi pasien hipertensi sebesar 49,10%;

sedangkan Kota Bandar Lampung memiliki prevalensi penyakit hipertensi pada penduduk dengan usia ≥15 tahun sebesar 16,71%.

Menurut data dari Puskesmas Bernung tahun 2021, Hipertensi menjadi masalah yang masih banyak didapati di lingkungan sehingga hipertensi termasuk salah satu dari 10 penyakit tertinggi di UPT Puskesmas Bernung dengan total kasus 7635 kasus. Survey awal dusun sumber sari 3, Desa Taman Sari didapatkan data penyakit tertinggi yaitu hipertensi sebesar 34%.

Menurut WHO, Hipertensi adalah suatu kondisi dimana pembuluh darah memiliki tekanan darah tinggi (tekanan darah sistolik ≥140 mmHg atau tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg) (Sunarwinadi, 2017). Hipertensi sering dijuluki sebagai silent killer atau pembunuh diam-diam karena dapat menyerang siapa saja secara tiba- tiba serta merupakan salah satu penyakit yang dapat mengakibatkan kematian. Gambaran yang memperkuat mengapa memilih hipertensi yaitu karena persentasenya tinggi di desa sumber sari 3, sehingga diperberat atau kurangnya pengetahuan masyarakat yang rendah tentang hipertensi dan kurangnya pola diet untuk mengontrol hipertensi.

Oleh karena itu, perlu dilakukan kegiatan intervensi untuk meningkatkan fokus pelayanan kesehatan yang dilakukan oleh antar profesi tenaga kesehatan di Desa Taman Sari Dusun Sumber Sari 3.

B. Tujuan

1. Tujuan Umum

Mahasiswa Universitas Mitra Indonesia mampu menerapkan pembelajaran Interprofesional Education (IPE) dengan pendekatan individu, keluarga dan masyarakat di Dusun Sumber Sari 3 Kecamatan Gedong Tataan.

2. Tujuan Khusus

Tujuan dalam kegiatan IPE (Interprofessional Education) ini mahasiswa diharapkan mampu :

(10)

a. Melakukan identifikasi masalah kesehatan dengan melakukan analisis penyelesaian masalah kesehatan (problem solving) mawas diri (SMD) di Dusun Sumber Sari 3 Kecamatan Gedong Tataan.

b. Melakukan musyawarah masyarakat desa (MMD) di Dusun Sumber Sari 3 Kecamatan Gedong Tataan.

c. Melakukan analisis data dan menentukan prioritas masalah kesehatan.

d. Penyusunan rencana pemecahan masalah kesehatan individu, keluarga dan masyarakat.

e. Pemberdayaan masyarakat dalam bentuk penyuluhan kesehatan dan pemeriksaan kesehatan.

C. Manfaat Pembelajaran

a. Bagi Masyarakat

1) Dapat menambah pengetahuan masyarakat dalam bidang kesehatan dan terinovasi untuk bertindak sesuai dengan perilaku hidup bersih dan sehat melalui pemberian edukasi tentang masalah kesehatan.

2) Dapat meminimalisir permasalahan yang ditemukan masyarakat melalui diagnosa dini dengan pemeriksaan dan demonstrasi.

3) Dapat meningkat potensi masyarakat mengenal masalah kesehatannya sendiri dan merencanakan pemecahannya melalui penyuluhan dan pemeriksaan kesehatan.

b. Bagi Mahasiswa

1) Mahasiswa dapat menerapkan ilmu yang sudah diperoleh dibangku kuliah secara nyata di wilayah lokasi IPE.

2) Mahasiswa dapat pengalaman yang berharga terutama dalam penyelenggaraan tahap-tahap manajemen selama IPE serta memperoleh pengetahuan dan keterampilan dalam menanggulangi masalah kesehatan yang ada dimasyarakat. Dapat bekerjasama dengan berbagai bidang profesi, baik sesama mahasiswa maupun dengan

(11)

instansi terkait baik lintas program maupun lintas sektoral dalam rangka menanggulangi masalah kesehatan ditingkat kecamatan.

c. Bagi Fakultas

1) Memperoleh informasi kesehatan yang ada di masyarakat Dusun Sumber Sari 3 Kecamatan Gedong Tataan.

2) Fakultas dapat memanfaatkan mahasiswa dalam membantu menyelesaikan tugas-tugas di puskesmas selama proses kegiatan interprofessional education (IPE) ini berlangsung.

3) Memberikan masukan atau bahan rekomendasi kepada fakultas terkait dengan program yang akan di jalankan guna sebagai bahan evaluasi untuk kegiatan selanjutnya.

D. Ruang Lingkup

Kegiatan interprofesional education (IPE) adalah kerjasama antar program Studi dalam fakultas kesehatan guna memecahkan masalah kesehatan yang ada, dalam hal ini ada tiga program Studi yang bekerja sama yaitu program Studi gizi, keperawatan, dan kesehatan masyarakat. Dilakukan di Dusun Sumber sari 3, Desa Taman sari, Kec Gedong tataan selama 20 hari yang dimulai pada tanggal 20 Juni 2024 s.d 10 Juli 2024, ditunjukkan untuk mengidentifikasi atau mengenal masalah kesehatan di Dusun sumber Sari 3 melalui kegiatan survei mawas diri (MMD). Didapatkan 65 KK dari rumus Slovin yang mengalami gangguan masalah kesehatan. Pada setiap RT dengan sasaran 20 kk dari 186 KK Yang ada di Dusun Sumber Sari 3.

Setelah survei mawas diri dilaksanakan didapatkan prioritas masalah di dusun Sumbersari 3 adalah Penyakit Hipertensi. Hipertensi banyak ditemukan di individu maupun keluarga lingkungan Dusun Sumber Sari 3, dimana hal tersebut sudah menjadi penyakit yang sudah lama diderita oleh masyarakat khususnya di usia dewasa dan lansia. Setelah mendapat prioritas masalah kegiatan selanjutnya adalah melaksanakan musyawarah masyarakat desa (MMD) yang merupakan tindak lanjut dari kegiatan

(12)

survei mawas diri (SMD) Untuk menentukan rencana tindak lanjut dari masalah kesehatan yang muncul. Program tindak lanjut (MMD) di Dusun sumber Sari 3 yaitu melaksanakan pendidikan kesehatan terkait hipertensi.

(13)

BAB II

GAMBARAN UMUM LOKASI PKL

A. Gambaran Geografis 1) Lokasi

a. Provinsi Daerah Tingkat I : Lampung b. Kabupaten/Kotamadya : Pesawaran

c. Kecamatan : Gedong Tataan

d. Desa : Taman Sari

e. Luas Wilayah : 2118 ha

2) Batas Daerah/Wilayah

Tabel 2. 1 Batas Wilayah

Utara Desa Suka Banjar Timur Desa Berenung Selatan Desa Sungai Langka Barat Desa Wiyono 3) Keadaan tanah menurut pemanfaatanya

Tabel 2. 2 Keadaan Tanah

Jalan Desa 15.30 ha Lahan Perkarangan 997.47 ha Lahan Persawahan 125 ha/m² Lahan Pemakaman 1 ha/m² Lahan Perkebunan 830;28 ha/m² Lahan Perkantoran 0,40 ha/m² Wilayah Dusun Sumber Sari terdiri dari perladangan, sebagian besar kebun coklat dan persawah tadah hujan dengan tanah berpasir.

Pada umumnya dapat dijangkau oleh kendaraan roda dua atau roda empat.

(14)

B. Gambaran Demografis

Dusun Sumber Sari 3 memiliki jumlah penduduk sebanyak 754 jiwa.

Mata pencaharian sebagian besar masyarakat yaitu pertanian, perdagangan, sisanya jasa (PNS, buruh).

Tabel 2. 3 Jumlah Penduduk Keseluruhan

No Nama Dusun Laki-laki Perempuan LK+PR

1 Dusun Taman Sari I 424 402 826

2 Dusun Taman Sari II 306 349 655

3 Dusun Sumber Sari I 536 517 1053

4 Dusun Sumber Sari II 358 380 738

5 Dusun Sumber Sari III 353 401 754

6 Dusun Sumber Sari IV 351 366 717

7 Dusun Bangun Harjo 633 609 1242

8 Dusun Pasir Erih 268 273 541

Jumlah 3229 3297 6526

Tabel 2. 4 Jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin

No Jenis kelamin Jumlah total

1 Laki laki 353

2 perempuan 401

Total 754

Tabel 2. 5 Jumlah Penduduk Berdasarkan Agama Di Desa Taman Sari

1 Islam 5913

2 Kristen 94

3 Katolik -

4 Hindu -

5 Buddha -

Total 6007

(15)

Tabel 2. 6 Jumlah Penduduk Berdasarkan Pendidikan Di Desa Taman Sari

No Pendidikan Jumlah

1 TK 514

2 SD 1995

3 SMP 1043

4 SMA 520

5 D1, D2, D3 97

6 Tamat S1 68

7 Belum sekolah 585

Total 4822

C. Gambaran Fasilitas Sarana dan Prasarana Umum

1. Dusun Sumber Sari juga memiki beberapa masjid sebagai tempat beribadah dan kegiatan keagamaan.

2. Dusun Sumber Sari juga memiliki Posyandu binaan Puskesmas Bernung untuk memeriksa kesehatan ibu dan anak. Jarak Dusun Sumber Sari ke Puskesmas Bernung sekitar 2 km.

3. Tempat hiburan fasilitas olahraga dan rekreasi : Masyarakat disini, khususnya para pemuda kampung biasa memanfaatkan fasilitas lapangan voli sebagai tempat olahraga setiap sore.

D. Gambaran Pelayanan Kesehatan

Tabel 2. 7 Gambaran Pelayanan Kesehatan

No Pelayanan Kesehatan

1 Puskesmas Brenung

2 RSU Gladish Media Center

3 Klinik Mandiri dr. Ringgo Alfarisi, M.Kes

(16)

E. Analisis Situasi

Lokasi IPE kami bertempat di Dusun Sumber Sari 3, Desa Taman Sari, Kecamatan Gedung Tataan, Lampung. Desa Taman Sari ini terdiri atas delapan dusun. Jumlah penduduk Desa ini adalah 6350 jiwa. Dengan jumlah 3128 jiwa perempuan dan 3222 jiwa laki- laki. Desa ini memiliki luas 20,94 Km. Yang bebatasan langsung dengan Kabupaten Pringsewu di bagian utara dan Selatan dengan Desa Sungai Langka. Sebelah timur Desa Wiyono dan Barat Brenung.

Wilayah Dusun Sumber Sari terdiri dari perladangan, sebagian besar kebun coklat dan persawah tadah hujan dengan tanah berpasir. Pada umumnya dapat dijangkau oleh kendaraan roda dua atau roda empat. Dusun Sumber Sari 3 memiliki jumlah penduduk sebanyak 680 jiwa. Mata pencaharian sebagian besar masyarakat yaitu pertanian, perdagangan, sisanya jasa (PNS, buruh). Kelompok kami bertempat tinggal di Ds. Sumber Sari 3, Desa Taman Sari, Gedong Tataan, Pesawaran. Kami tinggal di kediaman keluarga Ibu Sutini. Kegiatan antar warga berjalan cukup baik. Para warga menyambut kedatangan mahasiswa IPE dengan ramah. Kebersihan lingkungan di Dusun Sumber Sari 3 sudah cukup baik. Irigasi berfungsi dengan selayaknya, masyarakat juga telah membuang sampah rumah tangga masing masing dengan tepat. Namun di dusun ini ditemukan polusi limbah dari getah karet hasil dari panen warga yang cukup mengganggu.

(17)

BAB III

HASIL DAN PENGUMPULAN DATA

A. Data Kesehatan Masyarakat

1. Perilaku dan Kesehatan Lingkungan

a. Tipe Rumah: sebagian besar berlantai semen, permanent/semipermanent.

b. Kategori rumah: mayoritas kurang menjaga kesehatan lingkungan rumah.

c. Ventilasi rumah: setiap rumah memiliki ventilasi udara.

d. Kebiasaan membersihkan rumah: kurang diperhatikan karena kesibukan aktivitas sehari-hari dalam mencari nafkah kekebun.

2. Sumber air bersih: air sumur galian dan ledeng.

3. Pembuangan air limbah: dialirkan lancar ke selokan dan tidak menggenang.

4. Jamban: sebagian besar sudah mempunyai jamban di rumah masingmasing.

5. Sarana MCK: semua dilakukan di kamar mandi masing-masing dan hampir tidak ada yang disungai.

6. Pembuangan sampah: dikumpulkan dan dibakar.

7. Sumber polusi: kebersihan lingkungan, sampah maupun kotoran.

8. Peran serta masyarakat dalam upaya kesehatan yang dijalankan: di kampung ini tersedia beberapa organisasi seperti PKK, posyandu, dan sejumlah kader kesehatan.

(18)

B. SAMPLE 1. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang memiliki kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk di pelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh warga dusun Sumber Sari 3 dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 184 KK.

2. Teknik perhitungan sampel

Karna sampel sangat besar dan peneliti memiliki keterbatasan waktu untuk menjangkau seluruh populasi maka penarikan sanpel perlu dilakukan dengan cara mendefinisikan populasi target dan populasi terjangkau baru kemudian menetukan jumlah sampel dan tehnik sampling yang digunakan adalah metode slovin dengan tingkat bias terkecil yaitu 10%.

N (populasi) = 184 KK, Jadi

n =

1+NN(e)²

n =

1+184184(0,1)²

n =

1+184184(0,0 1)

n =

1+1841,84

n =

2184,84

n =

64,78

n =

6 5

(19)

3. Sample

Sampel adalah sebagian wakil populasi yang akan di teliti. Jika penelitian yang dilakukan sebagian dari populasi maka dikatakan bahwa penelitian tersebut adalah penelitian sampel.

Tehnik sampel random sampling adalah tehnik yang paling sederhana.

Sampel diambil secara acak tanpa memperhatikan tingkatan yang ada dala populasi. Dari hasil perhitungan sampel yang telah dilakukan maka diperoleh data jumlah sampel sebanyak 65 KK dari seluruh RT di Dusun Sumber Sari 3.

C. Data Kesehatan Masyarakat Wilayah Kerja Puskesmas Bernung

Berdasarkan data yang didapatkan dari data perencanaan tingkat puskesmas UPT puskesmas bernung tahun 2024 didapatkan data kesehatan masyarakat sebagai berikut:

Dusun : Dusun Sumber Sari 3 Kecamatan : Gedong Tataan Kabupaten : Pesawaran

Tabel 3. 1 Data Sekunder Kesehatan

No Variabel

Cakupan/Prevalensi/

Kondisi Keterangan 2022 2023

1.

Data Umum

Jumlah Penduduk 750 754

Jumlah Kepala Keluarga 185 186

Kesehatan Lingkungan

Prevalensi Hipertensi 9

Prevalensi Asam Lambung - 5

Prevalensi Batuk Pilek - 4

Prevalensi Gatal Kulit 3

2. Pemanfaatan/Kepemilikan

Sarana Air Bersih 90% 92%

Kondisi Sarana Air Bersih 75% 80%

Pemanfaatan/Kepemilikan 80% 85%

(20)

Jamban

Pengolaan Sampah 67% 72%

Kondisi Rumah Sehat 81% 83%

Pengolaan Limbah Cair 65% 67%

Gambaran Partisipasi Masyarakat 85% 86%

Tingkat Pengetahuan Tentang

Kesehatan 75% 79%

Lainnya...

3.

Data Gizi

Jumlah Balita 4

Jumlah Posyandu 1 1

Gizi Buruk/Gizi Kurang/Anak

Pendek 0 0

Jumlah Kader 5 5

Lainnya...

4.

Data Keperawatan

Angka Kesakitan (Infeksi/Non Infeksi)

10 Penyakit Terbanyak :

1. Obesitas 7024 9194

2. Hipertensi 6467 7635

3. Rhinitis Akut 289 2173

4. Asam Lambung 872 1160

5. Atritis Rumatoit 806 685

6. Faringitis 214 1125

7. Diabetes Melitus 1046 315

8. Dermatitis Atopic 172 301

9. Skabies 113 144

10. Diare 14 139

5. Poskesdes Posyandu Poskestren Puslin

Catatan : Data dapat diperoleh dari : Profil Puskesmas (Bernung)

(21)

Tabel 3. 2 Status Kesehatan Hasil SMD

No Nama Penyakit Frekuensi Persentase

1. Hipertensi 13 34%

2. Batuk Pilek 3 7%

3. Asam Urat 2 5%

4. Penyakit Lansia 3 7%

5. Asma 1 2%

6. Gatal Kulit 2 5%

7. Diabetes Melitus 7 18%

8. Kolesterol 1 2%

9. Glukoma 1 2%

10. Stroke 1 2%

11. Ginjal 2 5%

12. Paru – paru 2 5%

Total 38 100%

Gambar 3.1

Persentase Jenis Penyakit Dusun Sumber Sari 3

Hipertensi 36%

Batuk Pilek Asam Urat 7%

Penyakit Lansia 5%

7%

Asma2%

Gatal Kulit 5%

Diabetes Melitus 19%

Kolesterol 2%

Glukoma 2%

Stroke 2%

Ginjal

5% Paru – paru 5%

PERSENTASE JENIS PENYAKIT

(22)

Berdasarkan rekapitulasi sampel data pada 65 KK yang memilik keluhan penyakit terdapat beberapa penyakit dengan distribusi terbesar yaitu :

1. Hipertensi : 13 orang 2. Batuk Pilek : 3 orang 3. Asam Urat : 2 orang 4. Penyakit Lansia : 3 orang

5. Asma : 1 orang

6. Gatal Kulit : 2 orang 7. Diabetes Melitus : 7 orang 8. Kolesterol : 1 orang

9. Glukoma : 1 orang

10. Stroke : 1 orang

11. Ginjal : 2 orang

12. Paru-Paru : 2 orang

D. Identifikasi Masalah Kesehatan

Peningkatan adrenalin pada tekanan darah yang mengalir karena adanya kontraksi arteri (Vasokonstriksi) sehingga terjadi peningkatan denyut jantung, seseorang yang mengalami stress berlanjut, tekanan darah akan tetap tinggi sehingga orang ini bisa disebut mengalami hipertensi (Junaidy, 2010).

Hipertensi merupakan penyebab terbesar dari kejadian stroke, baik tekanan darah sistolik maupun diastoliknya (Rudianto, 2013). Penyakit hipertensi juga disebut the silent disease karena orang tidak mengetahui dirinya terkena hipertensi sebelum memeriksakan tekanan darahnya. WHO (Word Health Organization) menyatakan bahwa hipertensi merupakan suatu kondisi dimana pembuluh darah memiliki tekanan darah tinggi (tekanan darah sistolik ≤ 140 mmHg atau tekanan darah diastolik ≥ 90 mmHg).

Menurut WHO (2013), mengatakan terjadinya peningkatan sebanyak 972 juta kasus hipertensi di seluruh dunia dan dapat diperkirakan menjadi 1,5 milyar kasus pada tahun 2025 atau sekitar 29% orang dewasa di

(23)

seluruh dunia menderita hipertensi, dimana 333 juta berada di Negara maju dan 639 sisanya berada di negara berkembang, termasuk indonesia.

Hipertensi telah mengakibatkan kematian sekitar 8 juta orang setiap tahun, dimana 1,5 juta kematian terjadi di Asia Tenggara yang 1/3 populasinya menderita hipertensi. Hipertensi juga menempati peringkat kedua dari 10 penyakit terbanyak pada pasien rawat jalan di rumah sakit di Indonesia, dimana penderitanya lebih banyak wanita (30%) dan pria (29%), sekitar 80% kenaikan kasus hipertensi terjadi terutama di negara bekembang (Triyanto, 2014). Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007 menunjukkan prevalensi hipertensi di Indonesia sangat tinggi, yaitu 31,7%

dari total penduduk dewasa. Masalah hipertensi di Indonesia cenderung meningkat, Hasil Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) 2001 menunjukkan bahwa 8,3% penduduk menderita hipertensi dan meningkat menjadi 27,5 % pada tahun 2004 (Saleh dkk, 2014).

Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013, hipertensi banyak terjadi pada umur 35-44 tahun mencapai 6,3%, umur 45-54 tahun mencapai 11,9%, dan umur 55-64 tahun mencapai 17,2%.

Sedangkan menurut status ekonomisnya, proporsi hipertensi terbanyak pada tingkat menengah ke bawah mencapai 27,2% dan menengah ke atas mencapai 25,9% (Kemenkes RI, 2017). Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menunjukkan pravelensi hipertensi di provinsi sumatera selatan menduduki peringkat ke 12.

Pravelensi di Indonesian merokok merupakan masalah yang terus berkembang dan belum dapat ditemukan solusinya sampai saat ini. Menurut data WHO tahun 2011, pada tahun 2007 Indonesia menempati posisi ke-5 dengan jumlah perokok terbanyak di dunia. Merokok dapat menyebabkan hipertensi akibat zat-zat kimia yang terkandung di dalam tembakau yang dapat merusak lapisan dalam dinding arteri, sehingga arteri lebih rentan terjadi penumpukan plak (arterosklerosis). Hal ini terutama disebabkan oleh nikotin yang dapat merangsang saraf simpatis sehingga memacu kerja jantung lebih keras dan menyebabkan penyempitan pembuluh darah, serta

(24)

peran karbonmonoksida yang dapat menggantikan oksigen dalam darah dan memaksa jantung memenuhi kebutuhan oksigen tubuh. Nikotin yang terkandung dalam rokok dapat menimbulkan perasaan tergantung atau disebut nicotine dependence.

Efek toleran disebabkan oleh nikotin sesungguhnya relative ringan, akan tetapi sifat adiktifnya dapat menyebabkan tubuh tergantung dengan zat tersebut (Komasari & Alvin, 2005). Selain itu juga nikotin dalam rokok merangsang pelepasan ketokolamin, dari peningkatan ketokolamin ini menyebabkan iritabilitas miokardial. Peningkatan denyut jantung dan menyebabkan vasokontriksi (penyempitan) yang mana pada akhirnya meningkatkan tekanan darah dan hormon didalam serum darah yang menyebabkan pembuluh darah vasokontriksi sehingga menyebabkan kenaikan tekanan darah. Presentasi konsumsi tembakau (hisap dan kunyah) pada penduduk usia ≥ 15 tahun pada tahun 2007 mencapai 65,6%, di tahun 2013 66%, dan pada tahun 2018 mencapai 62,9% pada laki- laki. Sedangkan presentasi konsumsi tembakau (hisap dan kunyah) pada penduduk usia ≥ 15 tahun, pada tahun 2007 mencapai 5,2%, di tahun 2013 6,7%, dan pada tahun 2018 mencapai 4,8% pada perempuan. Presentasi merokok pada penduduk umur 10-18 tahun pada tahun 2013.

Menurut Riskesdas mencapai 7,2%, pada tahun 2016 menurut Sirkesnas mencapai 8,8%, dan pada tahun 2018 menurut Riskesdas mencapai 9,1%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa prevelensi merokok pada penduduk umur 10-18 tahun mengalami peningkatan (Riskesdas, 2018). Tingginya angka kejadian hipertensi, dipengaruhi dua faktor baik faktor internal atau tidak dapat dirubah seperti genetik, jenis kelamin, umur, dan faktor eksternal atau dapat dirubah seperti aktivitas fisik atau olahraga, obesitas dan lain- lainnya.

Saat ini terdapat kecenderungan pada masyarakat perkotaan lebih banyak menderita hipertensi dibanding pedesaan dikarenakan masyarakat kota banyak berhubungan dengan risiko hipertensi seperti stress, obesitas (kegemukan), kurangnya olahraga, merokok, alkohol, dan makan makanan

(25)

yang tinggi kadar lemaknya. Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang potensial bila tidak diobati, keadaan ini akan menimbulkan berbagai macam komplikasi berupa kerusakan organ-organ target dan pada kasus yang fatal dapat mengakibatkan penyakit jantung, gagal ginjal maupun stroke yang tidak jarang berujung pada kematian.

Insiden hipertensi meningkat seiring bertambahnya umur, individu dengan riwayat keluarga hipertensi, obesitas, kurangntya aktivitas fisik atau olahraga serta kebiasaan merokok Berdasarkan kebiasaan merokok hipertensi terjadi 46,6% pada penderita yang merupakan perokok aktif dan 8,5%

perokok pasif. Sementara itu juga didapatkan 77,8% penderita hipertensi telah merokok selama ≥ 10 tahun.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Setyanda (2015) menyatakan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara kebiasaan merokok dengan kejadian hipertensi dengan nilai signifikan P-value=0,003 (p<0,05). Nikotin yang ada di dalam rokok dapat mempengaruhi tekanan darah seseorang, dapat melalui pembentukan plakaterosklerosis, efek langsung nikotin terhadap pelepasan hormon eponefrin dan norepinefrin, maupun melalui efek CO yang dapat berikatan dengan sel darah merah (Setyanda, 2015).

Berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Thuy et al (2010) dan Hafiz et al (2016) yang menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara kebiasaan merokok dengan hipertensi disebabkan oleh besar sampel yang tidak mencukupi untuk menunjukkan kebermaknaan pada penelitian ini. Penelitian tersebut menjelaskan bahwa risiko orang yang sedang merokok saat ini (perokok aktif) relatif sama dengan orang yang tidak pernahmerokok atau bukan perokok (Thuy et al, 2010).

Kebiasaan merokok bisa berpengaruh atau berhubungan karena peningkatan tekanan darah pada perokok disebabkan karena kebiasaan merokok responden yang sudah menjadi kebutuhan sehari-hari, sehingga akan menyebabkan penumpukan zat berbahaya didalam darah dan

(26)

dapat menyebabkan berbagai penyakit kardiovaskuler karena zat nikotin dan tar yang masuk kedalam aliran darah dapat merusak lapisan dinding pembuluh darah arteri dan mengakibatkan proses arterosklerosis dan hipertensi.

Hal ini tidak sejalan dengan penelitian Suheni yang menunjukkan sangat besar pengaruh lama merokok terhadap kejadian hipertensi (p=0,000 dan OR=21) artinya semakin lama memiliki kebiasaan merokok maka semakin tinggi kemungkinan menderita hipertensi. Dampak rokok memang akan terasa setelah 10-20 tahun pasca penggunaan. Rokok juga punya doseresponse effect, artinya semakin muda usia mulai merokok, semakin sulit untuk berhenti merokok, maka semakin lama seseorang akan memiliki kebiasaan merokok. Hal ini menyebabkan semakin besar pula resiko untuk menderita hipertensi Banyak faktor lain yang dapat meningkatkan risiko seseorang menderita hipertensi, antara lain : usia, keturunan (riwayat hipertensi dalam keluarga), jenis kelamin, obesitas atau overweight, diet tinggi garam, diet kurang potasium, diet kurang vitamin D, stress, kurang aktivitas fisik dan olahraga, merokok, alkohol, penyakit kronik, individu yang menderita kolesterol, diabetes, penyakit ginjal kronik. Sementara faktor risiko hipertensi yang masih dapat diubah termasuk :obesitas atau overweight, kurang aktivitas fisik dan olahraga, pola makan, stress, dan merokok. Hal ini sejalan dengan penelitian Paola yang mendapatkan hasil ketiga kategori jumlah batang rokok (p> 0,05). Yang dipengaruhi oleh diet responden, dimana terdapat kebiasaan minum alcohol dan asupan elektrolit yang tinggi pada semua responden. Berbeda dengan hasil penelitian ini, yang dilakukan oleh teori penelitian Thomas yang menyatakan adanya hubungan antara jumlah rokok yang dihisap perhari dengan kejadian hipertensi (p<0,05). Adanya kesesuaian antara penelitian ini dengan penelitian yang dilakukan oleh Setyanda (2015) yang menunjukkan adanya hubungan bermakna antara jenis rokok dengan kejadian hipertensi (p- value=0,017). Kandungan nikotin dalam rokok non filter lebih besar dari rokok filter, sehingga resiko yang ditimbulkan akan lebih besar (Setyanda,

(27)

2015). Jenis rokok filter dapat mengurangi masuknya nikotin kedalam tubuh Filter tersebut berfungsi sebagai penyaring asap rokok yang akan dihisap, sehingga nantinya tidak terlalu banyak bahan kimia yang akan masuk sampai ke paru-paru (Nurcahyanti, 2011).

Berbeda dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Kurniati (2012) yang menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara jenis rokok dengan peningkatan tekanan darah. Penelitian ini juga memperoleh jumlah perokok filter yang jauh lebih banyak yaitu sebanyak 97,22%

dibandingkan perokok non filter. Harga rokok filter dipasaran relatif lebih murah dan banyak tersedia di warung-warung dilingkungan sekitar. Oleh sebab itu, masyarakat lebih banyak yang merokok menggunakan rokok filter (Kurniati, 2012). Untuk jenis rokok bisa berpengaruh atau berhubungan karena kandungan yang terdapat di dalam rokok filter dan kretek yang berupa nikotin dan tar mengandung zat adiktif bahkan zat beracun yang berbahaya.

Orang merokok untuk nikoti tetapi penyebab kematian merokok karena tar.

Ini disebabkan karena penumpukan zat berbahaya didalam darah dan dapat menyebabkan berbagai penyakit salah satunya kardiovaskuler serta komplikasi lainnya. Karena zat nikotin dan tar yang masuk ke dalam aliran darah dapat merusak lapisan dinding pembuluh darah arteri dan mengakibatkan proses aterosklerosis dan hipertensi

E. Prioritas Masalah Kesehatan

Metode yang dijelaskan di sini memberikan cara untuk membandingkan berbagai masalah kesehatan dengan cara yang relatif, tidak absolut/mutlak, memiliki kerangka, sebisa mungkin sama/sederajat, dan objektif. Metode ini yang disebut dengan Metode Hanlon.

Berdasarkan tinjauan atas percobaan berulang yang dilakukan dalam mengidentifikasi masalah-masalah kesehatan, pola kriteria yang konsisten menjadi kelihatan jelas. Pola tersebut tercermin pada komponen- komponen dalam sistem ini

(28)

Dari pengertian di atas ini adalah perhitungan prioritas masalah menggunakan hanlon kuantitatif.

Tabel 3. 3 Prioritas Masalah

No Masalah

Kesehatan/Diagnosa Komunitas

A B C D E F G H I J Total Prioritas

1

Kurangnya kesadaran lansia tentang masalah hipertensi berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang kesehatan dan perubahan

4 4 5 2 3 3 3 3 3 3 3 1

2

Resiko terjadinya

komplikasi hipertensi pada

kelompok lansia

berhubungan dengan ketidak patuhan lansia meminum obat secara rutin di desa sumber sari 3

4 4 3 2 4 3 3 3 3 3 32 2

3

Kurangnya pengetahuan lansia tentang diet hipertensi berhubungan dengan ketidakmampuan mengambil keputusan

tentang pemilihan

pengolahan serta

pengaturan diet hipertensi di desa

4 4 3 2 2 3 3 3 3 3 30 3

Pembobotan :

1. Sangat Rendah A. Resiko Terjadi

2. Rendah B. Resiko Keparahan

3. Cukup C. Potensial Untuk Pendidikan Kesehatan

4. Tinggi D. Minat Masyarakat

5. Sangat Tinggi E. Sesuai Dengan Program Pemerintah F. Tempat

G. Waktu

H. Fasilitas Kesehatan I. Sumber Daya

(29)

Berdasarkan hasil perhitungan tabel di atas dapat di simpulkan prioritas masalah yang ada di Dusun Sumber Sari 3 yaitu hipertensi. Ini membuktikan bahwa pengetahuan tentang suatu penyakit hipertensi masyarakat masih banyak yang belum mengetahui untuk pencegahan atau perawatan bagi yang menderita hipertensi atau yang tidak. Sangat penting mengingat petugas kesehatan tidak selalu dalam jangkauan saat penyakit tiba-tiba menyerang diri. Pengetahuan mendasar perlu dipahami dan diterapkan sebagai pertolongan pertama.

F. Rencana Intervensi

Tabel 3. 4 Rencana Intervensi

No Masalah Kesehatan /Diagnosa

Komunitas Rencana Intervensi 1 Kurangnya kesadaran lansia tentang

masalah hipertensi berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang kesehatan dan perubahan perubahan pada lansia di desa sumber sari 3

1. Melakukan Pendidikan Kesehatan tentang penyakit hipertensi meliputi : pengertian, nilai normal tekanan darah, tanda dan gejala, penyebab, komplikasi,

pencegahan pada masyarakat di Dusun Sumber Sari 3.

2. Membagikan leaflet tentang penyakit Hipertensi pada masyarakat dan Pendidikan Kesehatan mengenai makan dan gizi yang boleh di makan atau tidak Dusun Sumber Sari 3.

2 Resiko terjadinya komplikasi hipertensi pada kelompok lansia berhubungan dengan ketidak

patuhan lansia meminum obat secara rutin di desa sumber sari 3

1. Melakukan Pendidikan Kesehatan tentang penyakit hipertensi meliputi : pengertian, nilai normal tekanan darah, tanda dan gejala, penyebab, komplikasi, pencegahan pada masyarakat di Dusun Sumber Sari 3.

2. Melakukan cek tensi darah kepada masyarakat di Dusun

(30)

SumberSari 3.

3. Melakukan latihan senam jantung kepada masyarakat di Dusun Sumber Sari 3.

3 Kurangnya pengetahuan lansia tentang diet hipertensi berhubungan dengan ketidakmampuan mengambil keputusan tentang pemilihan

pengolahan serta pengaturan diet hipertensi di desa sumber sari 3

1. Memberikan edukasi gizi mengenai diet rendah garam kepada masyarakat di desa sumber sari 3.

2. Melakukan pengukuran tinggi badan dan berat badan kepada masyarakat di desa sumber sari 3.

3. Memberikan demonstrasi jus penurun tekanan darah (Jus Semangka) kepada masyarakat di desa sumber sari 3..

Intervensi yang ada di tabel dapat menunjukan, penilaian prioritas program, adalah sosialisasi Penyakit Tidak Menular dan program posbindu dibandingkan dengan program lain. Pada alternatif pemecahan terhadap program Hipertensi memberikan manfaat bagi masyarakat, biaya yang digunakan untuk melakukan program, kemudahan dalam pelaksanaan, serta waktu yang digunakan dalam pelaksanaan program. Penyuluhan dan sosialisasi dianggap mampu menekan angka kejadian penyakit sebab sikap seseorang cenderung untuk selalu diingatkan. Sehingga sesuatu yang disampaikan tidak mudah dilupakan. Sosialisasi yang optimal juga dapat meningkatkan partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan program yang diberikan. Sebab banyaknya angka hipertensi menentukan minat masyarakat tentang nilai kesehatan sekaligus menimbulkan kesadaran

(31)

Tabel 3. 5 Alternatif Pemecahan Masalah

Masalah

Kesehatan Akar Masalah Alternatif Perencanaan Masalah

Hipertensi

Pola makan yang tidak sehat karena terlalu sering

mengkonsumsi banyak garam, perilaku merokok, jarang melakukan kegiatan fisik ,dan kurangnya kesadaran untuk memeriksakan diri ke puskesmas

Melakukan penyuluhan mengenai penyakit hipertensi apa saja gejala hipertensi serta apa saja pencegahan penyakit hipertensi.

Kurangnya kesadaran masyarakat untuk

memeriksakan tekanan darahnya

Kurangnya pengetahuan bahayanya hipertensi sehingga masyarakat tidak mau untuk memeriksakan diri.

Melakuakn penyuluhan serta memberikan Edukasi kepada masyarakat untuk selalu memeriksakan tekanan darah sekurang-kuranya 3 kali dalam sebulan.

Masyarakat jarang melakukan aktifitas fisik

Pengaruh Pekerjaan, Banyak Masyarakat enggan Melalukan Aktifitas Fisik

Mengajak masyarakat untuk melalukan senam bersama sehingga masyarakat dapat melakukan aktifitas fisik.

Faktor Keturunan

Banyak Masyarakat Kurang Memahami Bahwasannya Setiap Penderita Hipetensi

Dapat Melahirkan Keturunan Hipertensi

Mengajak masyarkat lebih aktif melakukan kegiatan pemeriksaan di fasilitas home care yang disedikan oleh kades desa Taman Sari

(32)

G. Implementasi Penyakit Hipertensi dari Kesehatan Masyarakat, Gizi, dan Keperawatan

1. Intervensi Kesehatan Masyarakat

Tahap implementasi terdiri dari tiga program yaitu door to door campaign dan skrining hipertensi, edukasi/penyuluhan, dan senam bersama. Evaluasi tekanan darah sistol dan diastol serta pengetahuan peserta sebelum dan sesudah program.

Program pengelolaan penyakit hipertensi dengan pendekatan keluarga terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan kondisi klinis masyarakat penderita hipertensi. Oleh karena itu, petugas pelayanan kesehatan primer lebih meningkatkan peran aktif keluarga dalam mensukseskan program pengelolaan penyakit kronis.

2. Intervensi Gizi

Diet adalah salah satu strategi non farmakologi yang efektif, tapi merubah dan mempertahankan perilaku tidak mudah karena tanggung jawab besar dari kepatuhan diet tergantung pada pasien dan perawatan diri adalah penting untuk mengontrol tekanan darah.

Diet hipertensi adalah salah satu cara untuk mengatasi hipertensitanpa efek yang serius, karena metode pengendaliannya yang alami. Hanya saja banyak orang yang menganggap diet hipertensi sebagai sesuatu yang merepotkan dan tidak menyenangkan (Purwati,1997). Berikut adalah tujuan diet bagi penderita hipertensi sebagai berikut :

a. Mengurangi asupan garam b. Memperbanyak serat

c. Menghentikan kebiasaan buruk d. Perbanyak asupan kalium

(33)

e. Penuhi kebutuhan magnesium f. Lengkapi kebutuhan kalsium

g. Manfaatkan sayuran dan bumbu dapur h. Makanan tinggi lemak jenuh

i. Makanan olahan

3. Intervensi Keperawatan

a. Menstimulasi kesadaran atau penerimaan keluarga mengenal masalah dan kebutuhan kesehatan.

b. Menstimulasi keluarga untuk memutuskan cara perawatan yang tepat.

c. Memberikan kepercayaan diri dalam merawat anggota keluarga yang sakit.

d. Membantu keluarga menemukan cara bagaimana membuat lingkungan menjadi:

1. Menemukan sumber-sumber yang dapat digunakan keluarga.

2. Melakukan perubahan lingkungan keluarga seoptimal mungkin.

e. Memotivasi keluarga untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang ada, dengan cara:

1. Memperkenalkan fasilitas kesehatan yang ada dalam lingkungan keluarga.

2. Membantu keluarga menggunakan fasilitas kesehatan yang ada.

(34)

H. RENCANA KEGIATAN (POA) KELOMPOK 26

Tabel 3. 6 Tabel Kegiatan (POA)

No Masalah Kesehatan/diagn

osa komunitas

Tujuan Rencana

Kegiatan Sasaran Waktu Tempat Dana PJ

1. - Untuk

mengkoordin asi kegiatan yang akan dilaksanakan di lapangan

Konsultasi dan koordinasi dengan fasilitator dan pembimbing lapangan

Mahasiswa IPE, fasilitator, pembimbin g lapangan

Tanggal 20 Juni 2024

UMITRA - UMITRA

2. - Untuk

mengetahui perangkat desa untuk mempermuda h koordinasi di lapangan

Perkenalan dengan tokoh masyarakat desa

Perangkat desa, bidan desa, kader, mahasiswa IPE,

Tanggal 21 Juni 2024

GMC - UMITRA

3. - Untuk

mengetahui kondisi wilayah dan masalah kesehatan masyarakat desa

Pengumpulan data

Masyarakat desa

Tanggal 22-23 Juni 2024

Dusun sumber sari 3

- Kelompok

26

4. - Untuk

mapping wilayah dan

Survei Mawas Diri (SMD)

Masyarakat desa

Tanggal 24-26 Juni 2024

Dusun sumber sari 3, RT 1,2,3

Kelompok 26

Kelompok 26

(35)

identifikasi masyarakat yang

beresiko/seda ng

mengalami masalah kesehatan

5. - Memaparkan

rencana kerja untuk

menanggulagi masalah kesehatan yang ada di desa sumber sari 3

Musyawarah Masyarakat Desa (MMD)

Perangkat desa, bidan desa dan kader

Tanggal 30 Juni 2024, pukul 19.30 WIB

Dikediaman bapak kadus Dusun sumber sari 3

Kelompok 26

Wildan Ahmad H.

6. Hipertensi Untuk

meningkatkan kesadaran akan pola hidup sehat yang lebih baik kepada masyarakat

Pelaksanaan rencana intervensi

Masyarakat desa

Tanggal 01-10 Juli 2024

Di dusun sumber sari 3

Kelompok 26

Kelompok 26

7. Kurangnya kesadaran lansia tentang masalah hipertensi pada masyarakat di Dusun sumber sari 3 Desa Taman Sari

Memberikan informasi kepada masyarakat tentang penyakit hipertensi dan

Melakukan Senam Jantung

Masyarakat Dusun sumber sari 3

Tanggal 02-03 juli 2024, pukul 16.00 WIB

Dikediaman bapak kadus Dusun sumber sari 3

Kelompok 26

Maharani Zauli A.

(36)

RT 1,2,3, berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang kesehatan dan perubahan pada lansia

penatalaksana annya

8. Kurangnya kesadaran lansia tentang masalah hipertensi pada masyarakat di Dusun sumber sari 3 Desa Taman Sari RT 1,2,3,

berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang kesehatan dan perubahan pada lansia

Memberikan informasi kepada masyarakat tentang penyakit hipertensi dan penatalaksana annya

Memberikan penyuluhan kepada masyarakat mengenai pengertian,nila i normal tekanan darah,tanda dan

gejala,penyeba b,komplikasi,p encegahan penyakit,dan diit hipertensi.

Masyarakat Dusun sumber sari 3

Tanggal 06 juli 2024, pukul 08.30 WIB

Dikediaman bapak kadus Dusun sumber sari 3

Kelompok 26

- Wildan Ahmad H.

- Anisa Fitri

9. Kurangnya kesadaran lansia tentang masalah hipertensi pada masyarakat di Dusun sumber sari 3 Desa Taman Sari RT 1,2,3,

Memberikan informasi kepada masyarakat tentang penyakit hipertensi dan mengatur

Memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk bertanya tentang materi yang

disampaikan

Masyarakat Dusun sumber sari 3

Tanggal 06 juli 2024, pukul 08.30 WIB

Dikediaman bapak kadus Dusun sumber sari 3

Kelompok 26

Agung Arlangga

(37)

berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang kesehatan dan perubahan pada lansia

proses jalannya acara

Memotivasi klien untuk mengulang materi yang telah

dijelaskan Memberikan reinforcement positif atas hasil yang dicapainya 10. Kurangnya

kesadaran lansia tentang masalah hipertensi pada masyarakat di Dusun sumber sari 3 Desa Taman Sari RT 1,2,3,

berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang kesehatan dan perubahan pada lansia

Memberikan informasi kepada masyarakat tentang penyakit hipertensi

Membagikan leaflet kepada klien.

Masyarakat Dusun sumber sari 3

Tanggal 06 juli 2024, pukul 08.30 WIB

Dikediaman bapak kadus Dusun sumber sari 3

Kelompok 26

- Meidia Amanda - Maharani Zauli A.

11. Kurangnya pengetahuan lansia tentang diet hipertensi berhubungan

Mencontohka n cara

pembuatan minuman jus semangka

Melakukan demonstrasi pembuatan jus semangka untuk

Masyarakat Dusun sumber sari 3

Tanggal 06 juli 2024, pukul 08.30

Dikediaman bapak kadus Dusun sumber sari

Kelompok 26

- Sely Putri Hermawita - Nadia Sagita

(38)

dengan

ketidakmampu an mengambil keputusan tentang pemilihan pengolahan serta

pengaturan diet hipertensi di desa

sumber sari 3

saat

penyuluhan menurunkan dan

menstabilkan tekanan darah tinggi

WIB 3

12. Resiko terjadinya komplikasi hipertensi pada kelompok lansia

berhubungan dengan

ketidakpatuha n lansia

meminum obat secara rutin di desa sumber sari 3

Mengetahui tekanan darah masyarakat di dusun sumber sari 3

Melakukan pemeriksaan tekanan darah atau TTV

Masyarakat Dusun sumber sari 3

Tanggal 06 juli 2024, pukul 08.30 WIB

Dikediaman bapak kadus Dusun sumber sari 3

Kelompok 26

- Anisa Fitri - Meidia Amanda

(39)

13. - Untuk mengetahui rencana tindak lanjut dan evaluasi program

Evaluasi dan rencana tindak lanjut

pelayanan kesehatan keluarga binaan dan masyarakat

Bidan desa, kader dan pihak puskesmas

Tanggal 11-13 Juli 2024

Di dusun sumber sari 3

Bandar lampung, 06 Juli 2024

Mengetahui, Ketua Kelompok 26

Kepala Dusun Sumber Sari 3

DELLA SETIAWAN AGUNG ARLANGGA

Tabel 3. 7 Gantt Chart Rencana Kegiatan

No Nama

Kegiatan Hari Ke

20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 3 PJ

0

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

1 Penyerahan mahasiswa

Kelompok 26

(40)

pemindahan barang

2 Posbindu Kelompok 26

3 Pengumpul an Data

Kelompok 26 4 Survey

Mawas Diri

Kelompok 26 5 PLI

Pertemuan Lengkap Institusi

Kelompok 26

6 Musyawara

h

Masyarakat Desa

Kelompok 26

7 Pelaksanaa

n Rencana Kelompok 26

(41)

BAB IV

PELAKSANAAN KEGIATAN

A. Pelaksanaan Kegiatan

1. Pelaksanaan Musyawarah Masyarakat

Musyawarah Masyarakat Desa dilaksanakan pada : Hari / tanggal 30 Juni 2024

Tempat Kediaman Bapak Kadus Sumber Sari 3

Peserta Hadir 20 orang terdiri dari warga, kadus dan ketua rt.

Topik yang dibahas Hasil pengkajian SMD didapatkan data bahwa 3 masalah kesehatan terbesar di Dusun Sumber sari 3 adalah hipertensi, gastritis, dan batuk pilek.

Hasil Keputusan Musyawarah

Peserta musyawarah sepakat untuk diadakan penyuluhan tentang hipertensi dan PHBS serta pengukuran tekanan darah, pelaksanaan senam, dan demonstrasi minuman penurun tekanan darah.

2. Kegiatan Lapangan

Pelaksanaan kegiatan penyuluhan tentang penyakit Hipertensi di lakukan pada hari sabtu tanggal 06 Juli 2024, pukul 08.30 s.d selesai di kediaman rumah bapak kadus Sumber Sari 3 (Della Setiawan). Kegiatan penyuluhan dihadiri olah warga Dusun Sumber Sari 3, seluruh mahasiswa Universitas Mitra Indonesia Kelompok 26. Mahasiswa dan warga dusun hadir tepat waktu. Selama kegiatan berlangsung warga Dusun Sumber Sari 3 menyimak penyajian materi serta berperan aktif pada saat sesi diskusi dan tanya jawab. Pada saat evaluasi warga dusun mampu menjawab semua pertanyaan yang diajukan oleh moderator meliputi pengertian, penyebab, tanda dan gejala, pencegahan, komplikasi, penata laksanaan

(42)

Hipertensi. Mahasiswa membagikan leaflet tentang Hipertensi kepada warga Dusun Sumber Sari 3 sebagai referensi untuk warga saat berada dirumah.

Pelaksanaan Senam Bersama juga dilakukuan untuk menjaga kesehatan warga desa dengan melakukan aktivitas sehat dan rutin, serta dilakukan demonstrasi pembuatan minuman penurun tekanan darah yaitu jus semangka yang bertujuan agar warga dapat mempraktikannya di rumah.

3. Intervensi Keluarga dan Individu

Tabel 4. 1 Intervensi Keluarga dan Individu

Masalah Kesehata

n

Kegiatan yang

dilakukan Waktu/Tempat

Kegiatan Hasil Kegiatan Hipertensi Keperawatan :

1. Memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat mengenai penyakit hipertensi (pengertian, tanda dan gejala, penyebab, pencegahan, komplikasi)

2. Pemeriksaan kesehatan berupa pemeriksaan tekanan darah

3. Dilakukannya senam jantung kepada

masyarakat.

Kesehatan Masyarakat : Memberikan

pendidikan kesehatan kepada masyarakat mengenai penyakit hipertensi (modifikasi lingkungan dan kebiasaan yang

Tanggal 06 Juli 2024, pukul 08.30 WIB.

Di kediaman rumah bapak Kadus Sumber Sari 3 (Della Setiawan).

Hasil

pemeriksaan terlampir.

(43)

mempengaruhi hipertensi).

Gizi :

1. Memberikan pendidikan kesehatan kepada masyarakat mengenai diet untuk penyakit hipertensi dengan dilakukannya demonstrasi

pembuatan jus semangka 2. Melakukan pengukuran BB, TB dan IMT.

B. Faktor Penghambat dan Penunjang dalam Pelaksanaan Kegiatan 1. Faktor Penunjang

Adapun faktor-faktor penunjang yang mendukung kegiatan kami selama di lapangan antara lain :

a. Partisipasi ketua RT 01, 02, 03 dalam memberikan data warganya.

b. Arahan dari ibu kader posyandu dusun sumber sari 3.

c. Lokasi yang mudah diakses di dusun sumber sari 3.

d. Posko yang mudah diakses, beserta fasilitasnya.

2. Faktor Penghambat

Adapun faktor-faktor penghambat dalam kegiatan kami selama di lapangan dan kegiatan :

a. Kurangnya partisapasi bpk Kadus Sumber Sari 3 (Bapak Della Setiawan) dalam membantu seluruh kegiatan mahasiswa kelompok 26.

b. Jam kerja masyarakat dusun sumber sari 3 yang tidak pasti, jadi menghambat waktu pengumpulan data.

c. Cuaca berubah-ubah (lebih banyak waktu hujan) sehingga menghambat proses pengumpulan data.

(44)

B. Rencana Tindak Lanjut

Dari evaluasi kegiatan penyuluhan masyarakat yang telah dilakukan maka kegiatan ini sangat penting dan bermanfaat dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan dan perlu adanya rencana tindak lanjut yang bekerjasama dengan Kader Kesehatan.

(45)

Tabel 4. 2 Rencana Tindak Lanjut

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan

No Kegiatan Sasaran Tempat Waktu

1. Bekerjasama dengan kader kesehatan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Masyarakat yang mempunyai riwayat Hipertensi

Posko Dusun Sumber Sari 3

Posbindu

2. Bekerja sama dengan kader kesehatan untuk memberikan informasi lebih lanjut tentang Hipertensi yang lebih mendalam terhadap

masyarakat yang memiliki riwayat Hipertensi.

Masyarakat yang mempunyai riwayat Hipertensi

Posko Dusun Sumber Sari 3

Penyuluhan tentang Hipertensi

3. Bekerjasama dengan kader kesehatan untuk memberikan informasi lebih lanjut tentang asam lambung warga dan membuat kegiatan senam tera dan senam hipertensi untuk aktivitas

pencegahannya di rumah warga

Masyarakat pada riwayat asam lambung

Posko Sumber Sari 3

Penyuluhan

(46)

1. Kegiatan pembelajaran mata kuliah Interprofesional education (IPE) berlangsung selama tiga minggu Minggu pertama mahasiswa melakukan Survei Maysarakat Desa (SMD) yaitu pengkajian / pengumpulan data untuk mengidentifikasi masalah yang ada di dusun sumber sari 3.

2. Minggu kedua mahasiswa mengolah data dan merumuskan masalah dan memprioritaskan masalah yang akan di angkat, didapatkan data kasus hipertensi merupakan masalah kesehatan tertinggi.

3. Minggu ketiga mahasiswa melakukan perencanaan dan mempersiapkan segala keperluan yang dibutuhkan untuk melaksakan kegiatan penyuluhan sesuai dengan perencanaan.

4. Setelah dilakukan penyuluhan tentang penyakit Hipertensi pengetahuan warga dusun sumber sari 3 meningkat ditandai dengan warga dusun mampu menjawab semua pertanyaan yang diajukan saat evaluasi kegiatan penyuluhan. Mahasiswa mampu melakukan tindakan kolaboratif antar disiplin ilmu sesuai dengan tugasnya masing-masing.

B. Saran

1. Bagi Masyarakat

Diharapkan masyarakat dapat meningkatkan pola hidup sehat hipertensi dengan meningkatkan pengetahuan hipertensi baik melalui media massa maupun dengan mengikuti kegiatan penyuluhan kesehatan yang diadakan oleh Puskesmas setempat.

2. Bagi Puskesmas

Diharapkan Puskesmas lebih menggiatkan lagi program penyuluhan/pendidikan kesehatan dan informasi teratur dalam jangka waktu tertentu terutama pada penyakit hipertensi agar penderita hipertensi teratur melakukan pencegahan terhadap penyakit hipertensi.

(47)
(48)

LAMPIRAN

Lampiran 1. Peta Wilayah

(49)

KADUS

DELLA SETIAWAN

RT 03

MARTONO

RT 02

SUYANTO

RT 01

PANCA HIDAYAT

Struktur Organisasi Dusun Sumber Sari 3

(50)

DUSUN SUMBER SARI 3 DESA TAMAN SARI KEC. TAMAN

SARI 2024

SATUAN ACARA PENYULUHAN HIPERTENSI

Pokok Bahasan : Hipertensi

Hari / Tanggal : Sabtu, 06 Juli 2024

Sasaran : Warga Dusun Sumber Sari 3 Waktu : 08.30 WIB s.d selesai

Tempat : Posynadu Dusun Sumber Sari 3

A. TUJUAN

1. Tujuan Instruksional Umum (TIU)

Setelah dilakukan penyuluhan, keluarga pasien diharapkan mampu mengenal penyakit hipertensi dan dapat melakukan perawatan terhadap anggota keluarga yang menderita penyakit hipertensi.

2. Tujuan Instruksional Khusus (TIK)

Setelah dilakukan penyuluhan, keluarga pasien diharapkan mampu : a. Mengetahui pengertian hipertensi

b. Mengetahui penyebab hipertensi c. Mengetahui tanda dan gejala hipertensi

d. Mengetahui komplikasi/bahaya yang ditimbulkan hipertensi e. Mengetahui cara penatalaksaan hipertensi dirumah

B. STRATEGI 1. Ceramah

2. Diskusi/Tanya jawab 3. Tindakan Tensi Darah

(51)

C. MEDIA 1. Leaflet 2. Lembar balik D. MATERI

Terlampir E. KEGIATAN

NO Acara Waktu Kegiatan Evaluasi

1 Pembukaan 2 menit 1. Mengucapkan salam 2. Memperkenalkan

diri 3. Berdoa 4. Sambutan-

Sambutan

Menjawab salam, Mendengarkan

2 Isi 15 menit 1. Menggali

pengetahuan tentang hipertensi

2. Menjelaskan tentang pengertian hipertensi 3. Menejelaskan

4. penyebab hipertensi 5. Menjelaskan tanda

dan gejala hipertensi 6. Menjelaskan

komplikasi/bahaya yang ditimbulkan hipertensi

7. Menjelaskan

cara penatalaksanaan

Mendengarkan dan

Memperhatikan

(52)

hipertensi dirumah

3 Diskusi 5 menit Tanya jawab Perserta Bertanya

4 Penutup 3 menit 1. Menyimpulkan hasil penyuluhan

2. Memberi saran-saran 3. Memberi salam

Menjawab Salam

F. EVALUASI

1. Keluarga dapat mengetahui pengertian hipertensi 2. Keluarga dapat mengetahui penyebab hipertensi 3. Keluarga dapat mengetahui tanda dan gejala hipertensi

4. Keluarga dapat mengenali Faktor Resiko dan Dampak Hipertensi

5. Keluarga dapat mengetahui komplikasi/bahaya yang ditimbulkan hipertensi 6. Keluarga dapat mencegah terjadinya Hipertensi dengan pola hidup sehat.

(53)

HIPERTENSI

A. Pengertian Hipertensi

Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah dari arteri yang bersifat sistemik atau berlangsung terus-menerus untuk jangka waktu lama.

Hipertensi tidak terjadi tiba-tiba melainkan melalui proses yang cukup lama.

Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol untuk periode tertentu akan menyebabkan tekanan darah tinggi permanen yang disebut hipertensi (Lingga, 2012).

Hipertensi adalah suatu kondisi saat nilai tekanan sistolik lebih tinggi dari 140 mmHg atau nilai tekanan diastolik lebih tinggi dari 90 mmHg menurut InaSH (Perhimpunan Hiepertensi Indonesia), Untuk menegakkan diagnosis hipertensi perlu dilakukan pengukuran tekanan darah minimal 2 kali dengan jarak 1 minggu bila tekanan darah kurang dari 160/100 mmHg (Garnadi, 2012).

B. Penyebab Hipertensi

Menurut Rusdi (2009) faktor dan penyebab terjadinya hipertensi antara lain : 1. Faktor yang tidak dapat diubah

a) Faktor Keluarga

Keluarga yang anggotanya mempunyai sejarah tekanan darah tinggi, penyakit kardiovaskuler atau diabetes, maka biasanya penyakit itu juga akan menurun kepada anak-anaknya.

b) Jenis kelamin

Pada umumnya laki-laki memiliki kemungkinan lebih besar untuk terserang hipertensi daripada perempuan. Hipertensi berdasarkan gender ini dapat pula dipengaruhi oleh faktor psikologis. Pada perempuan sering kali dipicu oleh perilaku tidak sehat, seperti merokok dan kelebihan berat badan, depresi, dan rendahnya status pekerjaan. Akan tetapi, pada laki-laki lebih berhubungan dengan

(54)

c) Faktor usia

Faktor usia juga pemicu terjadinya hipertensi. Seseorang yang berusia 60 tahun atau lebih dari itu, juga sangat berpotensi terkena hipertensi.

Tekanan sistolik terus meningkat sampai usia 80 tahun dan tekanan diastolik terus naik sampai usia.

2. Faktor yang dapat diubah a) Obesitas

Beberapa penyeledikan telah membuktikan bahwa daya pompa jantung dan sirkulasi volume darah penderita obesitas dengan hipertensi lebih tinggi dibandingkan dengan penderita yang mempunyai berat badan normal. Penderita obesitas beresiko dua sampai enam kali lebih besar untuk terserang hipertensi dibandingkan dengan orang yang berat badan normal

b) Konsumsi garam yang tinggi

Garam (natrium) bersifat mengikat air pada saat garam dikonsumsi, maka garam tersebut mengikat air sehingga air akan terserap masuk ke dalam intravaskuler yang menyebabkan meningkatnya volume darah.

Apabila volume darah meningkat, kerja jantung akan meningkat dan akibatnya tekanan darah juga meningkat

c) Merokok

Merokok dapat merangsang system adrenergik dan meningkatkan tekanan darah dan juga dapat menyebabkan terjadinya penyempitan dalam saluran paru-paru dapat memicu kerja ginjal dan jantung menjadi lebih cepat, sehingga naiknya tensi darah tidak bisa dihindari (Rusdi, 2009).

d) Stres

Hubungan antara stres dan hipertensi terjadi akibat aktivasi saraf simpatis (saraf yang bekerja pada saat beraktivitas). Aktivitas saraf simpatis yang bekerja secara aktif dan meningkat juga memicu terjadinya peningkatan tekanan darah secara tidak menentu.

e) Kurang Olahraga

(55)

Kurang olahraga dan bergerak bisa menyebabkan tekanan darah dalam tubuh meningkat. Olahraga bertujuan untuk memperlancar peredaran darah dan mempercepat penyebaran impuls urat saraf kebagian tubuh atau sebaliknya sehingga tubuh senantiasa bugar.

f) Faktor Obat – obatan

Faktor terjadinya hipertensi karena pengaruh obat – obatan pada dasarnya lebih potensial dialami oleh kaum perempuan, terutama mereka yang mengkonsumsi obat – obat kontrasepsi oral.

Progestinnya mempunyai efek berlawanan dengan esterogen sehingga kejadian tekanan darah tinggi (Santoso, 2010).

C. Tanda dan Gejala Hipertensi

Seseorang yang memiliki tensi darah tinggi biasanya tidak menunjukkan ciri apa pun atau hanya mengalami gejala ringan.

Namun secara umum, gejala hipertensi adalah:

a. Sakit kepala parah b. Pusing

c. Penglihatan buram d. Mual

e. Telinga berdenging f. Kebingungan

g. Detak jantung tak teratur h. Kelelahan

i. Nyeri dada j. Sulit bernapas k. Darah dalam urin

l. Sensasi berdetak di dada, leher, atau telinga

D. Komplikasi / Bahaya Yang Dapat Ditimbulkan Pada Penyaakit Hipertensi

a. Pada mata : penyempitan pembuluh darah pada mata karena penumpukan kolesterol dapat mengakibatkan retinopati, dan efek yang ditimbulkan pandangan mata kabur.

(56)

b. Pada jantung : jika terjadi vasokonstriksi vaskuler pada jantung yang lama dapat menyebabkan sakit lemah pada jantung, sehingga timbul rasa sakit dan bahkan menyebabkan kematian yang mendadak.

c. Pada ginjal : suplai darah vaskuler pada ginjal turun mentbabkan terjadi penumpukan produk sampah yang berlebihan dan bisa menyebabkan sakit pada ginjal.

d. Pada otak : jika aliran darah pada otak berkurang dan suplai O2 berkurang bisa menyebabkan pusing. Jika penyempitan pembuluh darah sudah parah mengakibatkan pecahnya pembuluh darah pada otak (Stroke).

E. Penatalaksaan Hipertensi Dirumah

Pencegahan dan manajemen hipertensi lebih utama ditekankan pada perubahan gaya hidup dan pengaturan diet.

a. Diet

Diet untuk hipertensi membatasi konsumsi garam, makanan asin, meningkatkan konsumsi sayuran dan buah sebagai sumber utama kalium.

Diet yang banyak mengonsumsi buah-buahan, sayuran, dan rendah lemak serta rendah lemak jenuh (dietDASH) dapat menurunkan tekanan darah.

Selain itu, terapi tambahan yang perlu dilakukan untuk mencegah atau mengurangi hipertensi, yaitu:

a. Kurangi berat badan jika berlebih.

b. Tingkatkan aktivitas fisik olahraga (30-45 menit hampir tiap hari dalam satu minggu).

c. Kurangi asupan natrium/ garam tidak lebih dari 100 mmol d. Berhenti merokok dan kurangi asupan lemak jenuh dalam diet e. Makanan yang boleh di makan

1) Sumber karbohidrat : Beras, kentang, singkong, terigu, tapioca, gula.

(57)

2) Sumber protein hewani : Daging dan ikan maksimum 2 potong sedang, telur 1 maksimum 1 butir sehari, susu maksimum 2 gelas sehari.

3) Sumber protein nabati : Semua kacang-kacangan dan hasilnya yang diolah dan di masak tampa garam.

4) Sayuran : Semua sayuran segar: sayuran yang diawet tanpa garam dapur dan soda.

5) Buah-buahan : Semua buah-buahan segar: buah-buahan yang di awet tampa garam dapur.

Makanan yang tidak boleh dimakan

1) Karbohidrat : Roti, biscuit dan kue-kue yang dimasak dengan garam dapur dan atau soda.

2) Protein hewani dan nabati

Hewani: otak, ginjal, lidah, sarden, keju, daging, ikan dan telur yang diawetkan dengan garam dapur seperti: daging asap, ham, dendeng, abon, ikan asin dan ikan kaleng, kornet, udang kering.

Nabati: keju, kacang tanah dan semua kacang-kacangandan hasilnya yang dimasak dengan garam dapur.

3) Sayuran : Sayuran yang diawet dengan garam dapur seperti sayuran dalam kaleng, sawi asin, asinan, acar.

4) Buah-buahan : Buah-buah yang diawet dengan garam dapur 3. Olahraga

Selain mengatur pola makan atau diet, dianjurkan pula untuk olah ragasecara teratur dan mengontrol tekanan darah, dan juga berhentimerokok untuk mencegah kemungkinan komplik

(58)
(59)

PHBS

Program PHBS di Rumah Tangga merupakan upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. PHBS di Rumah Tangga dilakukan untuk mencapai Rumah Tangga berperilaku hidup bersih dan sehat.

Apa itu cuci tangan? Menurut DEPKES 2007 mencuci tangan adalah proses yang secara mekanis melepaskan kotoran dan debris dari kulit tangan dengan menggunakan sabun biasa dan air.

Tujuan dari Cuci Tangan adalah untuk menjaga kebersihan diri, mencegak infeksi silang dan sebagai pelindung diri. Sedangkan manfaat dari cuci tangan antara lain:

1. Untuk menghindari penularan penyakit melalui tangan 2. Untuk menjaga kebersihan diri (perorangan)

3. Untuk membuat tubuh kita tetap sehat dan bugar

4. Supaya tidak menjadi agen penularan bibit penyakit kepada orang lain Dan untuk 6 Langkah Cuci tangan adalah:

1. Mulailah membasuh tangan dengan air bersih yang mengalir, lalu gunakan sabun cuci tangan ke telapak tangan Anda secukupnya. Rekatkan antara tangan kanan dan tangan kiri Anda.

2. Setelah itu posisikan telapak tangan kanan Anda di atas punggung tangan kiri dan sebaliknya. Biasanya bagian ini sering luput dari perhatian karena mayoritas orang hanya mencuci telapak tangan.

3. Telapak dengan telapak dan sela-sela jari juga harus dibersihkan dengan sabun. Usapkan sabun pada seluruh sela-sela jari hingga berbusa. Bagian jari yang satu ini kerap menjadi tempat bersarangnya kotoran dan bakteri usai beraktivitas.

4. Letakkan punggung jari pada telapak satunya dengan jari saling mengunci, agar lebih merata ke seluruh bagian tangan.

Gambar

Tabel 2. 1 Batas Wilayah
Tabel 2. 5 Jumlah Penduduk Berdasarkan Agama Di Desa Taman Sari
Tabel 2. 3 Jumlah Penduduk Keseluruhan
Tabel 2. 4 Jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin
+7

Referensi

Dokumen terkait