PANCA HIDAYAT
E. Penatalaksaan Hipertensi Dirumah
Pencegahan dan manajemen hipertensi lebih utama ditekankan pada perubahan gaya hidup dan pengaturan diet.
a. Diet
Diet untuk hipertensi membatasi konsumsi garam, makanan asin, meningkatkan konsumsi sayuran dan buah sebagai sumber utama kalium.
Diet yang banyak mengonsumsi buah-buahan, sayuran, dan rendah lemak serta rendah lemak jenuh (dietDASH) dapat menurunkan tekanan darah.
Selain itu, terapi tambahan yang perlu dilakukan untuk mencegah atau mengurangi hipertensi, yaitu:
a. Kurangi berat badan jika berlebih.
b. Tingkatkan aktivitas fisik olahraga (30-45 menit hampir tiap hari dalam satu minggu).
c. Kurangi asupan natrium/ garam tidak lebih dari 100 mmol d. Berhenti merokok dan kurangi asupan lemak jenuh dalam diet e. Makanan yang boleh di makan
1) Sumber karbohidrat : Beras, kentang, singkong, terigu, tapioca, gula.
2) Sumber protein hewani : Daging dan ikan maksimum 2 potong sedang, telur 1 maksimum 1 butir sehari, susu maksimum 2 gelas sehari.
3) Sumber protein nabati : Semua kacang-kacangan dan hasilnya yang diolah dan di masak tampa garam.
4) Sayuran : Semua sayuran segar: sayuran yang diawet tanpa garam dapur dan soda.
5) Buah-buahan : Semua buah-buahan segar: buah-buahan yang di awet tampa garam dapur.
Makanan yang tidak boleh dimakan
1) Karbohidrat : Roti, biscuit dan kue-kue yang dimasak dengan garam dapur dan atau soda.
2) Protein hewani dan nabati
Hewani: otak, ginjal, lidah, sarden, keju, daging, ikan dan telur yang diawetkan dengan garam dapur seperti: daging asap, ham, dendeng, abon, ikan asin dan ikan kaleng, kornet, udang kering.
Nabati: keju, kacang tanah dan semua kacang-kacangandan hasilnya yang dimasak dengan garam dapur.
3) Sayuran : Sayuran yang diawet dengan garam dapur seperti sayuran dalam kaleng, sawi asin, asinan, acar.
4) Buah-buahan : Buah-buah yang diawet dengan garam dapur 3. Olahraga
Selain mengatur pola makan atau diet, dianjurkan pula untuk olah ragasecara teratur dan mengontrol tekanan darah, dan juga berhentimerokok untuk mencegah kemungkinan komplik
PHBS
Program PHBS di Rumah Tangga merupakan upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat. PHBS di Rumah Tangga dilakukan untuk mencapai Rumah Tangga berperilaku hidup bersih dan sehat.
Apa itu cuci tangan? Menurut DEPKES 2007 mencuci tangan adalah proses yang secara mekanis melepaskan kotoran dan debris dari kulit tangan dengan menggunakan sabun biasa dan air.
Tujuan dari Cuci Tangan adalah untuk menjaga kebersihan diri, mencegak infeksi silang dan sebagai pelindung diri. Sedangkan manfaat dari cuci tangan antara lain:
1. Untuk menghindari penularan penyakit melalui tangan 2. Untuk menjaga kebersihan diri (perorangan)
3. Untuk membuat tubuh kita tetap sehat dan bugar
4. Supaya tidak menjadi agen penularan bibit penyakit kepada orang lain Dan untuk 6 Langkah Cuci tangan adalah:
1. Mulailah membasuh tangan dengan air bersih yang mengalir, lalu gunakan sabun cuci tangan ke telapak tangan Anda secukupnya. Rekatkan antara tangan kanan dan tangan kiri Anda.
2. Setelah itu posisikan telapak tangan kanan Anda di atas punggung tangan kiri dan sebaliknya. Biasanya bagian ini sering luput dari perhatian karena mayoritas orang hanya mencuci telapak tangan.
3. Telapak dengan telapak dan sela-sela jari juga harus dibersihkan dengan sabun. Usapkan sabun pada seluruh sela-sela jari hingga berbusa. Bagian jari yang satu ini kerap menjadi tempat bersarangnya kotoran dan bakteri usai beraktivitas.
4. Letakkan punggung jari pada telapak satunya dengan jari saling mengunci, agar lebih merata ke seluruh bagian tangan.
dan sebaliknya.
Dikutip dari buku panduan untuk siswa, “Aksi Bergizi: Hidup Sehat Sejak Sekarang untuk Remaja Kekinian” yang dikeluarkan oleh UNICEF Indonesia, gizi seimbang merupakan susunan asupan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis serta jumlah sesuai kebutuhan tubuh.
Gizi seimbang memiliki empat pilar utama, yaitu:
1.Mengonsumsi aneka ragam pangan
2. Membiasakan perilaku hidup bersih seperti mencuci tangan sebelum makan;
menjaga kuku tetap pendek dan bersih, dan lain sebagainya 3.Melakukan aktivitas fisik seperti berolahraga
4. Memantau berat badan secara teratur, agar kita dapat mengetahui status gizi kita, dan mencegah obesitas
Cara Menjaga Gizi Seimbang untuk Keluarga
Ada banyak hal yang dapat dilakukan oleh ibu dan ayah untuk menjaga asupan gizi seimbang untuk keluarga. Berikut beberapa tipsnya:
1. Menerapkan Isi Piringku untuk asupan keluarga
Jika dahulu kita lebih mengenal konsep “4 Sehat 5 Sempurna”, saat ini konsep tersebut sudah diubah oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menjadi “Isi Piringku”. Konsep ini juga tertuang dalam Permenkes No 41 Tahun 2014.
Dalam satu piring yang kita konsumsi setiap kita makan, isilah ⅔ bagian dari setengah piring dengan makanan pokok, ⅓ bagian dari setengah piring untuk sayuran, lauk-pauk, dan buah. Dalam sehari individu dianjurkan untuk mengonsumsi sumber karbohidrat sebesar 3-4 porsi, sayuran 3-4 porsi, buah 2-3 porsi, serta protein hewani dan nabati 2-4 porsi.
Yang membedakan konsep piringku dengan 4 sehat 5 sempurna adalah, dalam konsep ini individu juga perlu memerhatikan asupan gula dan garam dalam makanannya, serta rutin minum air putih.
2. Menerapkan gaya hidup sehat serta bersih
Demi menjaga asupan gizi seimbang, keluarga juga perlu menerapkan gaya hidup sehat dan bersih. Setiap hari, seorang individu perlu melakukan aktivitas fisik selama 30 menit, mencuci tangan sebelum makan, dan menjaga kuku tetap pendek, agar tidak ada kuman yang masuk ke sela-sela kuku.
3. Mulai terapkan budaya membaca kandungan bahan makanan dan minuman yang tertera pada kemasan.
Terkadang kita membeli makanan ringan tanpa melihat apa saja kandungan yang berada dalam makanan tersebut. Siapa sangka, snack ringan tersebut mengandung kalori yang besar, dan minuman ringan memiliki kandungan gula yang juga sangat besar.
Memang rasanya lezat dan mudah dibawa kemana-mana, tetapi jika kita waspada terhadap isi kandungannya, asupan gula dan kalori kita akan kebablasan, dan malah memberikan penyakit pada tubuh kita.Mari kita mulai menerapkan gaya hidup bergizi seimbang dengan menerapkan 10 pedoman gizi seimbang dari Kemenkes Republik Indonesia yaitu:
1. Membiasakan mengonsumsi aneka ragam makanan pokok 2. Membatasi konsumsi makanan manis, asin, dan berlemak
3. Lakukan aktivitas fisik yang cukup dan pertahankan berat badan ideal
4. Membiasakan mengonsumsi lauk pauk yang mengandung protein
tinggi
5. Cuci tangan memakai sabun dengan air mengalir 6. Membiasakan sarapan pagi
7. Rutin minum air putih yang cukup dan aman 8. Perbanyak mengonsumsi buah dan sayur
9. Membiasakan membaca label pada kemasan makanan dan minuman
10. Syukuri dan nikmati aneka ragam makanan
LAMPIRAN
CONTOH HASIL FORM INTERVERSI KK PRIORITAS
LAMPIRAN DAFTAR HADIR
LAMPIRAN KEGIATAN 1. Dokumentasi Kegiatan
Perkenalan dengan masyarakat
2. Pengkajian Keluarga
Musyawarah Masyarakat Desa
3. Musyawarah Masyarakat Desa
4. Pos Bindu Dusun Sumber Sari
5. Penyuluhan Hipertensi & Imt
6. Senam Jantung Sehat
7. Kegiatan Lapangan