• Tidak ada hasil yang ditemukan

Zona Sensitifitas Bakteri

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Zona Sensitifitas Bakteri"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

Kamis, 19 Mei 2011

Kamis, 19 Mei 2011

Pemeriksaan Test Sensitivitas Pada Bakteri Pemeriksaan Test Sensitivitas Pada Bakteri

Pemeriksaan Test Sensitivitas Pada Bakteri

Pemeriksaan Test Sensitivitas Pada Bakteri

 Test Sensitivitas bertujuan untuk mengetahui obat-obat yang paling

 Test Sensitivitas bertujuan untuk mengetahui obat-obat yang paling

coc

cocok

ok (p

(pali

aling

ng pot

poten)

en) unt

untuk

uk kum

kuman

an pen

penyeb

yebab

ab pen

penyak

yakit

it ter

teruta

utama

ma pad

pada

a

kas

kasus-

us-kas

kasus

us pen

penyak

yakit

it yan

yang

g kro

kronis

nis.

. Dan

Dan me

menge

ngetah

tahui

ui ada

adanya

nya re

resis

sisten

tensi

si

terhadap berbagai macam

terhadap berbagai macam antibiotik.

antibiotik.

Penyebab kuman resisten terhadap antibiotik :

Penyebab kuman resisten terhadap antibiotik :

1. Memang kuman tersebut resisten terhadap antibiotik yang diberikan.

1. Memang kuman tersebut resisten terhadap antibiotik yang diberikan.

2. Akibat pemberian dosis dibawah dosis pengobatan.

2. Akibat pemberian dosis dibawah dosis pengobatan.

3. Akibat penghentian obat sebelum kuman tersebut betul-betul terbunuh

3. Akibat penghentian obat sebelum kuman tersebut betul-betul terbunuh

oleh antibiotik.

oleh antibiotik.

Pada pemeriksaan Sensitivitas dapat dikerjakan antara lain :

Pada pemeriksaan Sensitivitas dapat dikerjakan antara lain :

A. Dilusi cair / Dilusi Padat

A. Dilusi cair / Dilusi Padat

Prinsipnya : antibiotik diencerkan hingga

Prinsipnya : antibiotik diencerkan hingga diperoleh beberapa konsentrasi

diperoleh beberapa konsentrasi

Pad

Pada

a dil

dilusi

usi cai

cair

r ma

masin

sing-m

g-masi

asing

ng kon

konsen

sentra

trasi

si oba

obat

t dit

ditamb

ambah

ah sus

suspen

pensi

si

kuman dalam media.

kuman dalam media.

Pad

Pada

a Di

Dilu

lusi

si pad

padat

at pad

pada

a tia

tiap

p kon

konsen

sentra

trasi

si ob

obat

at di

dicam

campur

pur den

dengan

gan med

media

ia

agar lalu ditanami kuman.

agar lalu ditanami kuman.

B. Difusi

B. Difusi

Media : Agar Mueller Hinton. Pada metode ini ada beberapa cara :

Media : Agar Mueller Hinton. Pada metode ini ada beberapa cara :

1. Cara Kirby Bauer

1. Cara Kirby Bauer

(2)

Di

Diam

ambil

bil beb

bebera

erapa

pa kol

kolon

oni

i kum

kuman

an dar

dari

i per

pertum

tumbuh

buhan

an 24

24 jam

jam pad

pada

a

aga

agar.

r. Di

Disu

suspe

spensi

nsikan

kan dal

dalam

am 0,5

0,5 ml

ml BH

BHI

I cai

cair

r kem

kemudi

udian

an di

diink

inkuba

ubasi

si

selama 5-8 jam pada 37 C.

selama 5-8 jam pada 37 C.

Suspensi diatas ditambah aquades steril hingga kekeruhan tertentu

Suspensi diatas ditambah aquades steril hingga kekeruhan tertentu

sesuai dengan standar konsentrasi kuman 108 CFU per

sesuai dengan standar konsentrasi kuman 108 CFU per ml.

ml.

Kapas lidi steril dicelupkan kedalam suspensi kuman, lalu ditekan-

Kapas lidi steril dicelupkan kedalam suspensi kuman, lalu

ditekan-te

teka

kan

n pa

pada

da di

dind

ndin

ing

g ta

tabu

bung

ng hi

hing

ngga

ga ka

kapa

pas

s ti

tida

dak

k te

terl

rlal

alu

u ba

basa

sah.

h.

Kemudian dioleskan pada permukaan media hingga

Kemudian dioleskan pada permukaan media hingga merata.

merata.

Diletakkan Disk (cakram kertas saring) yang mengandung antibiotik

Diletakkan Disk (cakram kertas saring) yang mengandung antibiotik

diatasnya inkubasi 37 C selama 19-24

diatasnya inkubasi 37 C selama 19-24 jam.

jam.

Pembacaan Hasil :

Pembacaan Hasil :

1. Zone Radikal : suatu daerah disekitar disk dimana sama sekali tidak

1. Zone Radikal : suatu daerah disekitar disk dimana sama sekali tidak

dik

dikete

etemu

mukan

kan ada

adanya

nya per

pertum

tumbuh

buhan

an bak

bakter

teri.

i. Pot

Potens

ensi

i ant

antib

ibiot

iotik

ik di

diuku

ukurr

dengan mengukur diameter dari zone radikal.

dengan mengukur diameter dari zone radikal.

2. Zone Irradikal : suatu daerah disekitar disk menunjukkan pertumbuhan

2. Zone Irradikal : suatu daerah disekitar disk menunjukkan pertumbuhan

bakteri dihambat oleh antibiotik tersebut, tetapi tidak dimatikan. Disini

bakteri dihambat oleh antibiotik tersebut, tetapi tidak dimatikan. Disini

terlihat adanya pertumbuhan yang kurang subur dibandingkan dengan

terlihat adanya pertumbuhan yang kurang subur dibandingkan dengan

daerah luar pengaruh

daerah luar pengaruh antibiotik tersebut.

antibiotik tersebut.

2. Cara Sumuran

2. Cara Sumuran

Di

Diam

ambil

bil beb

bebera

erapa

pa kol

kolon

oni

i kum

kuman

an dar

dari

i per

pertum

tumbuh

buhan

an 24

24 jam

jam pad

pada

a

aga

agar.

r. Di

Disu

suspe

spensi

nsikan

kan dal

dalam

am 0,5

0,5 ml

ml BH

BHI

I cai

cair

r kem

kemudi

udian

an di

diink

inkuba

ubasi

si

selama 5-8 jam pada 37 C.

selama 5-8 jam pada 37 C.

Suspensi diatas ditambah aquades steril hingga kekeruhan tertentu

Suspensi diatas ditambah aquades steril hingga kekeruhan tertentu

sesuai dengan standar konsentrasi kuman 108 CFU per

sesuai dengan standar konsentrasi kuman 108 CFU per ml.

ml.

Kapas lidi steril dicelupkan kedalam suspensi kuman, lalu ditekan-

Kapas lidi steril dicelupkan kedalam suspensi kuman, lalu

ditekan-te

teka

kan

n pa

pada

da di

dind

ndin

ing

g ta

tabu

bung

ng hi

hing

ngga

ga ka

kapa

pas

s ti

tida

dak

k te

terl

rlal

alu

u ba

basa

sah.

h.

Kemudian dioleskan pada permukaan media hingga

(3)

Pada agar tersebut dibuat sumuran dengan garis tengah tertentu

Pada agar tersebut dibuat sumuran dengan garis tengah tertentu

ses

sesuai

uai den

dengan

gan keb

kebutu

utuhan

han.

. Ked

Kedala

alam

m sum

sumur

uran

an dit

ditete

eteska

skan

n lar

laruta

utan

n

an

anti

tibi

biot

otik

ik ya

yang

ng di

digu

guna

naka

kan,

n, in

inku

kuba

basi

si 37

37O

O C

C se

sela

lama

ma 18

18-2

-24

4 ja

jam.

m.

Pembacaan sama seperti diatas.

Pembacaan sama seperti diatas.

3. Cara Pour Plate

3. Cara Pour Plate

Di

Diam

ambil

bil beb

bebera

erapa

pa kol

kolon

oni

i kum

kuman

an dar

dari

i per

pertum

tumbuh

buhan

an 24

24 jam

jam pad

pada

a

aga

agar.

r. Di

Disu

suspe

spensi

nsikan

kan dal

dalam

am 0,5

0,5 ml

ml BH

BHI

I cai

cair

r kem

kemudi

udian

an di

diink

inkuba

ubasi

si

selama 5-8 jam pada 37 C.

selama 5-8 jam pada 37 C.

Suspensi diatas ditambah aquades steril hingga kekeruhan tertentu

Suspensi diatas ditambah aquades steril hingga kekeruhan tertentu

sesuai dengan standar konsentrasi kuman 108 CFU per

sesuai dengan standar konsentrasi kuman 108 CFU per ml.

ml.

Den

Dengan

gan me

mengg

ngguna

unakan

kan os

ose

e khu

khusus

sus,

, am

ambil

billah

lah sat

satu

u mat

mata

a ose

ose dan

dan

m

ma

as

su

uk

kka

kan

n d

dal

ala

am

m 4

4 m

ml

l a

ag

ga

ar

r B

Bas

ase

e 1

1,,5

5 %

% y

ya

an

ng

g m

mem

emp

pu

un

ny

ya

aii

temperatur 50 C.

temperatur 50 C.

Setelah suspensi kuman dibuat homogen, tuang pada

Setelah suspensi kuman dibuat homogen, tuang pada media Mueller

media Mueller

Hinton agar.

Hinton agar.

  T

  Tun

ungg

ggul

ulah

ah se

seme

ment

ntar

ara

a sa

samp

mpai

ai ag

agar

ar me

memb

mbek

eku,

u, le

leta

takk

kkan

an di

disk

sk

antibiotik.

antibiotik.

Inkubasi 15-20 jam pada temperatur 37

Inkubasi 15-20 jam pada temperatur 37 C.

C.

Dibaca sesuai

Dibaca sesuai standart masing-masing antibiotik.

standart masing-masing antibiotik.

Catatan :

Catatan :

1.

1. Pe

Perb

rben

enih

ihan

an Ag

Agar

ar Mu

Muel

elle

ler

r Hi

Hint

nton

on ta

tanp

npa

a su

supl

plem

emen

en at

atau

au Ag

Agar

ar DS

DST

T

Oxoid.

Oxoid.

2.

2. Unt

Untuk

uk Str

Strept

eptoco

ococcu

ccus

s /

/ kum

kuman

an lai

lain

n yan

yang

g me

memer

merluk

lukan

an dar

darah

ah dap

dapat

at

ditambahkan 5 % darah kambing, kuda, sapi, atau kelinci tanpa

ditambahkan 5 % darah kambing, kuda, sapi, atau kelinci tanpa

fibrin.

(4)

3.

3. Keteb

Ketebalan aga

alan agar ± 4 mm dip

r ± 4 mm dipergu

ergunakan da

nakan dalam 4 har

lam 4 hari.

i.

4.

4. Bi

Biaka

akan

n kum

kuman yang akan diper

an yang akan diperiks

iksa

a dib

dibuat deng

uat dengan menan

an menanam

amkan 5

kan 5

koloni kuman dalam 4 ml perbenihan cair (mis :

koloni kuman dalam 4 ml perbenihan cair (mis : TSB).

TSB).

Fa

Fak

kttor

or-f

-fak

akto

tor

r

ya

yan

ng

g

me

memp

mpe

eng

nga

aru

ruhi

hi uk

uku

ura

ran

n

di

diam

ame

etter

er zo

zon

ne

e

hambatan :

hambatan :

1.

1. Kek

Kekeru

eruhan susp

han suspens

ensi

i bak

bakter

teri

i :

: kur

kurang keru

ang keruh

h :

: di

diame

ameter zone lebi

ter zone lebih

h

lebar dan jika lebih keruh : Diameter zone makin sempit sehingga R

lebar dan jika lebih keruh : Diameter zone makin sempit sehingga R

dilaporkan S atau

dilaporkan S atau sebaliknya.

sebaliknya.

2.

2. Wa

Wakt

ktu

u pe

peng

nger

erin

inga

gan

n /

/ pe

pere

resa

sapa

pan

n su

susp

spen

ensi

si ba

bakt

kter

eri

i ke

ke da

dala

lam

m MH

MH

a

ag

ga

arr.

. T

Tiid

da

ak

k

b

bo

olle

eh

h

m

me

elle

eb

biih

hi

i

b

ba

atta

as

s

w

wa

ak

kttu

u

ka

k

arre

en

na

a

d

da

ap

pa

att

mempersemp

mempersempit diameter zone hambatan sehingga S jadi

it diameter zone hambatan sehingga S jadi R.

R.

3.

3. Temp

Temperatu

eratur inkuba

r inkubasi ->

si -> Pertu

Pertumbuh

mbuhan optim

an optimal : 35 C

al : 35 C bila <> 35O C

bila <> 35O C

ada bakteri yang kurang subur pertumbuhannya dan ada obat yang

ada bakteri yang kurang subur pertumbuhannya dan ada obat yang

difusinya kurang baik. yaitu :

difusinya kurang baik. yaitu :

4.

4. Wa

Waktu inku

ktu inkubas

basi,

i, Wa

Waktu :

ktu : 16 –

16 – 18 jam,

18 jam, Bi

Bila

la <>

<>.

. Leb

Lebih 18

ih 18 jam mak

jam maka

a

pertumbuhan lebih sempurna sehingga zone

pertumbuhan lebih sempurna sehingga zone makin sempit.

makin sempit.

5.

5. Ketebalan agar

Ketebalan agar : Ketebalan

: Ketebalan 4 mm,

4 mm, bila kur

bila kurang maka

ang maka difusi o

difusi obat lebih

bat lebih

cepat dan bila lebih

cepat dan bila lebih maka difusi obat lambat.

maka difusi obat lambat.

6.

6. Jar

Jarak anta

ak antar disk oba

r disk obat : J

t : Jara

arak cakr

k cakram :

am : 3 cm

3 cm dan 2 cm

dan 2 cm dar

dari ping

i pinggir

gir

p

pet

etrriid

diis

sh

h d

de

en

ng

ga

an

n d

diia

am

me

ette

er

r 9

9--1

10

0 c

cm

m p

pal

aliin

ng

g b

ba

an

ny

ya

ak

k 7

7 d

diis

sk

k

obat. Petridish dengan diameter 15 cm untuk 9 disk.

obat. Petridish dengan diameter 15 cm untuk 9 disk.

7.

7. Pot

Potens

ensi

i di

disk

sk oba

obat

t :

: Ti

Tiap

ap jen

jenis obat mempu

is obat mempunya

nyai

i di

diame

ameter disk yang

ter disk yang

sama

sama tetap

tetapi

i poten

potensiny

sinya

a berbe

berbeda.

da. Yang

Yang haru

harus

s dipe

diperhati

rhatikan

kan :

: Cara

Cara

penyimpanan : obat yang labil seperti penisillin dll disimpan pada

penyimpanan : obat yang labil seperti penisillin dll disimpan pada

suhu 4O C.

suhu 4O C. ED nya dan setiap disk obat bar

ED nya dan setiap disk obat baru diteri

u diterima harus dice

ma harus dicek

k

dengan kontrol strain.

dengan kontrol strain.

8

8.. K

Ko

om

mp

po

os

siis

si

i

m

me

ed

diia

a

:

: S

Sa

an

ng

ga

at

t

be

b

es

sa

ar

r

p

pe

en

ng

ga

arru

uh

hn

ny

ya

a

tte

errh

ha

ad

da

ap

p

pertumbuhan bakteri, difusi obat, kativitas obat

(5)

Quality Control :

Quality Control :

  Yang dimaksud : Upaya-upaya yang dilakukan untuk menetralisir

  Yang dimaksud : Upaya-upaya yang dilakukan untuk menetralisir

faktor-fakto

faktor

r yang berpeng

yang berpengaruh terhadap diamete

aruh terhadap diameter

r zone hambatan

zone hambatan.

. Menge

Mengecek

cek

mutu media, disk obat dengan menggunakan bakteri standard :

mutu media, disk obat dengan menggunakan bakteri standard :

* Staphylococcus aureus ATCC 25923

* Staphylococcus aureus ATCC 25923

* E. Coli ATCC 25922

* E. Coli ATCC 25922

* Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853

* Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853

by Lucia Decy @ by Lucia Decy @ 5/19/2011 04:51:00 AM5/19/2011 04:51:00 AM http://lusiadonghae.blogspot.com/2011/05/pemeriksaan-test-sensitivitas-pada.html pada.html

Rabu, 26 Januari 2011

Rabu, 26 Januari 2011

UJI SENSITIFITAS BAKTERI UJI SENSITIFITAS BAKTERI

2.1. Uji Sensitivitas Bakteri 2.1. Uji Sensitivitas Bakteri

Pada umumnya metode yang dipergunakan dalam uji sensitivitas bakteri adalah metode Pada umumnya metode yang dipergunakan dalam uji sensitivitas bakteri adalah metode Difusi Agar yaitu dengan cara mengamati daya hambat pertumbuhan mikroorganisme oleh Difusi Agar yaitu dengan cara mengamati daya hambat pertumbuhan mikroorganisme oleh ekstrak yang diketahui dari daerah di sekitar kertas cakram (paper disk) yang tidak ditumbuhi ekstrak yang diketahui dari daerah di sekitar kertas cakram (paper disk) yang tidak ditumbuhi oleh mikroorganisme. Zona hambatan pertumbuhan inilah yang menunjukkan sensitivitas oleh mikroorganisme. Zona hambatan pertumbuhan inilah yang menunjukkan sensitivitas  bakteri terhadap bahan a

 bakteri terhadap bahan anti bakteri (Concepcion dkk, 1994 dalam nti bakteri (Concepcion dkk, 1994 dalam Susanto,1995)Susanto,1995)

Uji sensitivitas bakteri merupakan cara untuk mengetahui dan mendapatkan produk alam Uji sensitivitas bakteri merupakan cara untuk mengetahui dan mendapatkan produk alam yang berpotensi sebagai bahan anti

yang berpotensi sebagai bahan anti bakteri serta mempunyai kemampuan untuk menghambatbakteri serta mempunyai kemampuan untuk menghambat  pertumbuhan atau mematikan bakteri pada konsentrasi yang rendah (Fenical dan paul, 1984  pertumbuhan atau mematikan bakteri pada konsentrasi yang rendah (Fenical dan paul, 1984

dalam Susanto,1995) dalam Susanto,1995) 2.2. Senyawa Anti Bakteri 2.2. Senyawa Anti Bakteri

Senyawa Antibakteri adalah senyawa yang telah mengalami absorbsi, distribusi, metabolisme Senyawa Antibakteri adalah senyawa yang telah mengalami absorbsi, distribusi, metabolisme dan ekskresi selektif serta sanggup menghambat pertumbuhan mikroorganisme (bakteri) atau dan ekskresi selektif serta sanggup menghambat pertumbuhan mikroorganisme (bakteri) atau membunuhnya, tanpa mengganggu sel normal pada manusia dan hewan.

membunuhnya, tanpa mengganggu sel normal pada manusia dan hewan. (Wattimena dkk ,(Wattimena dkk , 1991)

1991)

Berdasarkan daya kerjanya, senyawa antibakteri dibagi menjadi 2 sifat, yaitu: Berdasarkan daya kerjanya, senyawa antibakteri dibagi menjadi 2 sifat, yaitu: • Zat yang hanya menghambat

• Zat yang hanya menghambat pertumbuhan bakteri dengan tidak membunuhnyapertumbuhan bakteri dengan tidak membunuhnya (bakteriostatic).

(bakteriostatic).

• Zat yang dapat membunuh bakteri (bakterisidal) Dwijo Seputro (1989) dalam Susanto • Zat yang dapat membunuh bakteri (bakterisidal) Dwijo Seputro (1989) dalam Susanto (1995)

(1995)

Daya kerja bakterisidal berbeda dengan bakteriostatik; Daya kerja bakterisidal berbeda dengan bakteriostatik;

• Bakterisidal (letal) berjalan searah, yaitu bakteri yang telah mati tidak dapat berkembang • Bakterisidal (letal) berjalan searah, yaitu bakteri yang telah mati tidak dapat berkembang  biak lagi meskipun bahan antibakteri telah dihilangkan.

 biak lagi meskipun bahan antibakteri telah dihilangkan.

• Bakteriostatik mempunyai karakteristik bila bahan antibakterinya dihilangkan maka bakteri • Bakteriostatik mempunyai karakteristik bila bahan antibakterinya dihilangkan maka bakteri dapat tumbuh lagi. (Lay dan

dapat tumbuh lagi. (Lay dan Hastowo,1992)Hastowo,1992) 2.3. Perhitungan Bakteri

2.3. Perhitungan Bakteri

Perhitungan jumlah suatu bakteri dapat melalui berbagai macam uji seperti uji kualitatif  Perhitungan jumlah suatu bakteri dapat melalui berbagai macam uji seperti uji kualitatif  koliform yang secara lengkap terdiri dari tiga tahap yaitu uji penduga (uji kuantitatif, bisa koliform yang secara lengkap terdiri dari tiga tahap yaitu uji penduga (uji kuantitatif, bisa dengan metode MPN), uji penguat dan uji pelengkap. Waktu, mutu sampel, biaya, tujuan dengan metode MPN), uji penguat dan uji pelengkap. Waktu, mutu sampel, biaya, tujuan analisis merupakan beberapa faktor penentu dalam uji kualitatif koliform. Bakteri koliform analisis merupakan beberapa faktor penentu dalam uji kualitatif koliform. Bakteri koliform dapat dihitung dengan menggunakan metode cawan petri (metode perhitungan secara tidak  dapat dihitung dengan menggunakan metode cawan petri (metode perhitungan secara tidak  langsung yang didasarkan pada anggapan bahwa setiap

(6)

 berkembang menjadi satu koloni yang merupakan suatu

 berkembang menjadi satu koloni yang merupakan suatu indeks bagi jumlah organisme yangindeks bagi jumlah organisme yang dapat hidup yang terdapat pada sampel) seperti yang dilakukan pada percobaan ini (Penn, dapat hidup yang terdapat pada sampel) seperti yang dilakukan pada percobaan ini (Penn, 1991).

1991).

Metoda APM adalah metoda

Metoda APM adalah metoda untuk menghitung jumlah mikroba dengan menggunakanuntuk menghitung jumlah mikroba dengan menggunakan medium cair dalam tabung reaksi yang pada umumnya setiap pengenceran menggunakan 3 medium cair dalam tabung reaksi yang pada umumnya setiap pengenceran menggunakan 3 atau5 seri tabung dan perhitungan yang dilakukan merupakan tahap pendekatan secara atau5 seri tabung dan perhitungan yang dilakukan merupakan tahap pendekatan secara statisitik.

statisitik.

Tabung positif ditunjukkan oleh adanya pertumbuhan bakteri dan Tabung positif ditunjukkan oleh adanya pertumbuhan bakteri dan gas.gas.  Nilai APM ini diperoleh dengan anggapan sebagai berikut :

 Nilai APM ini diperoleh dengan anggapan sebagai berikut : a. Bakteri dalam contoh menyebar secara random;

a. Bakteri dalam contoh menyebar secara random;

 b. Bakteri dalam contoh tidak berkelompok atau cluster, tetapi saling terpisah;  b. Bakteri dalam contoh tidak berkelompok atau cluster, tetapi saling terpisah;

c. Organisma yang terdapat dalam contoh dapat tumbuh dalam medium selama inkubasi; c. Organisma yang terdapat dalam contoh dapat tumbuh dalam medium selama inkubasi; d. Kondisi yang sesuai untuk pertumbuhan, seperti media

d. Kondisi yang sesuai untuk pertumbuhan, seperti media dan waktu inkubasi.dan waktu inkubasi.

Di dalam penggunaan seri tabung pengenceran tingkat pengenceran yang diperlukan Di dalam penggunaan seri tabung pengenceran tingkat pengenceran yang diperlukan

didasarkan pada pendugaan populasi bakteri yang ada dalam contoh. Hasil yang baik adalah didasarkan pada pendugaan populasi bakteri yang ada dalam contoh. Hasil yang baik adalah  jika pada pengenceran yang

 jika pada pengenceran yang lebih rendah contoh yang diduga lebih banyak menunjukkanlebih rendah contoh yang diduga lebih banyak menunjukkan hasil uji positif (adanya pertumbuhan bakteri) dan pada pengenceran lebih tinggi contoh yang hasil uji positif (adanya pertumbuhan bakteri) dan pada pengenceran lebih tinggi contoh yang diduga lebih sedikit menunjukkan hasil uji negatif (tidak ada pertumbuhan bakteri). Oleh diduga lebih sedikit menunjukkan hasil uji negatif (tidak ada pertumbuhan bakteri). Oleh karena itu jumlah populasi bakteri yang ada dalam contoh diduga tinggi maka contoh harus karena itu jumlah populasi bakteri yang ada dalam contoh diduga tinggi maka contoh harus diencerkan sampai diperoleh tingkat pengenceran yang lebih tinggi sehingga nilai APM diencerkan sampai diperoleh tingkat pengenceran yang lebih tinggi sehingga nilai APM maksimum yang dapat dihitung. Metoda pengenceran yang

maksimum yang dapat dihitung. Metoda pengenceran yang paling mudah adalah denganpaling mudah adalah dengan melakukan pengenceran 10 kali lipat dengan menggunakan 3 atau 5 seri tabung pengenceran. melakukan pengenceran 10 kali lipat dengan menggunakan 3 atau 5 seri tabung pengenceran. (http://journal.discoveryindonesia.com/PDFInterstitial,perhitungan+jumlah+mikroba.id) (http://journal.discoveryindonesia.com/PDFInterstitial,perhitungan+jumlah+mikroba.id) Pengukuran kuantitatif populasi mikroorganisme sangat diperlukan untuk berbagai

Pengukuran kuantitatif populasi mikroorganisme sangat diperlukan untuk berbagai macammacam  penelaahan mikrobiologis. Berbagai macam cara dapat dilakukan untuk menghitung jumlah  penelaahan mikrobiologis. Berbagai macam cara dapat dilakukan untuk menghitung jumlah mikroorganisme, akan tetapi secara mendasar, ada dua cara yaitu secara langsung dan secara mikroorganisme, akan tetapi secara mendasar, ada dua cara yaitu secara langsung dan secara tidak langsung. Ada beberapa cara perhitungan secara langsung, antara lain adalah dengan tidak langsung. Ada beberapa cara perhitungan secara langsung, antara lain adalah dengan membuat preparat dari austu bahan (preparat sederhana diwarnai atau tidak diwarnai) dan membuat preparat dari austu bahan (preparat sederhana diwarnai atau tidak diwarnai) dan  penggunaan ruang hitung (counting chamber). Sedangkan perhitungan cara

 penggunaan ruang hitung (counting chamber). Sedangkan perhitungan cara tidak langsungtidak langsung hanya untuk mengetahui jumlah mikroorganisme pada suatu bahan

hanya untuk mengetahui jumlah mikroorganisme pada suatu bahan yang masih hidup sajayang masih hidup saja (viabel count). Dalam pelaksanaannya, ada beberapa cara yaitu : perhitungan pada cawan (viabel count). Dalam pelaksanaannya, ada beberapa cara yaitu : perhitungan pada cawan  petri (total plate count / TPC), perhitungan melalui pengenceran, perhitungan jumlah terkecil  petri (total plate count / TPC), perhitungan melalui pengenceran, perhitungan jumlah terkecil

atau terdekat (MPN methode), dan kalorimeter (cara kekeruhan atau turbidimetri) (Sutedjo, atau terdekat (MPN methode), dan kalorimeter (cara kekeruhan atau turbidimetri) (Sutedjo, 1991).

1991).

2.3.1. Perhitungan Bakteri secara la

2.3.1. Perhitungan Bakteri secara langsungngsung

Ada beberapa cara perhitungan secara langsung, antara lain adalah dengan membuat preparat Ada beberapa cara perhitungan secara langsung, antara lain adalah dengan membuat preparat dari austu bahan (preparat sederhana diwarnai atau tidak diwarnai) dan penggunaan ruang dari austu bahan (preparat sederhana diwarnai atau tidak diwarnai) dan penggunaan ruang hitung (counting chamber) (Sutedjo, 1991).

hitung (counting chamber) (Sutedjo, 1991). Enumerasi mikroba dapat dilakukan secara

Enumerasi mikroba dapat dilakukan secara langsung yaitu dengan menghitung jumlahnyalangsung yaitu dengan menghitung jumlahnya tanpa ditumbuhkan terlebih dahulu dalam suatu medium, dalam teknik ini semua sel mikroba tanpa ditumbuhkan terlebih dahulu dalam suatu medium, dalam teknik ini semua sel mikroba  baik yang idup maupun yang mati

 baik yang idup maupun yang mati akan terhitung. Untuk melakukan enumerasi mikrobaakan terhitung. Untuk melakukan enumerasi mikroba dalam suatu bahan seringkali diperlukan

dalam suatu bahan seringkali diperlukan pengenceran bertingkat(Rukmi, MG.I., A.T.pengenceran bertingkat(Rukmi, MG.I., A.T. Lunggani, A. Suprihadi, 2008).

Lunggani, A. Suprihadi, 2008).

2.3.2. Perhitungan Bakteri Secara Tidak

2.3.2. Perhitungan Bakteri Secara Tidak LangsungLangsung Sedangkan perhitungan cara tidak la

Sedangkan perhitungan cara tidak langsung hanya untuk mengetahui jumlah mikroorganismengsung hanya untuk mengetahui jumlah mikroorganisme  pada suatu bahan yang masih hidup saja (viabel count). Dalam pelaksanaannya, ada beberapa  pada suatu bahan yang masih hidup saja (viabel count). Dalam pelaksanaannya, ada beberapa

cara yaitu : perhitungan pada cawan petri (total plate count / TPC), perhitungan melalui cara yaitu : perhitungan pada cawan petri (total plate count / TPC), perhitungan melalui  pengenceran, perhitungan jumlah terkecil atau terdekat (MPN methode), dan kalorimeter   pengenceran, perhitungan jumlah terkecil atau terdekat (MPN methode), dan kalorimeter 

(cara kekeruhan atau turbidimetri) (Sutedjo, 1991). (cara kekeruhan atau turbidimetri) (Sutedjo, 1991). 1. Berdasarkan kekeruhan

1. Berdasarkan kekeruhan

Mikroba dalam suatu bahan cair dapat dideteksi berdasarkan kekeruhannya. Pertumbuhan sel Mikroba dalam suatu bahan cair dapat dideteksi berdasarkan kekeruhannya. Pertumbuhan sel

(7)

 bakteri didalam suatu medium cair akan meningkatkan kekeruhan media, yang akan  bakteri didalam suatu medium cair akan meningkatkan kekeruhan media, yang akan

mempengaruhi jumlah sinar yang dapat

mempengaruhi jumlah sinar yang dapat ditransmisikan menembus medium(Rukmi, MG.I.,ditransmisikan menembus medium(Rukmi, MG.I., A.T. Lunggani, A. Suprihadi, 2008).

A.T. Lunggani, A. Suprihadi, 2008).

2. Berdasarkan jumlah lempeng total (plate count) 2. Berdasarkan jumlah lempeng total (plate count)

Cara ini adalah cara yang paling umum digunakan untuk menentukan jumlah mikroba yang Cara ini adalah cara yang paling umum digunakan untuk menentukan jumlah mikroba yang masih hidup, berdasarkan jumlah koloni yang tumbuh. Teknik ini diawali

masih hidup, berdasarkan jumlah koloni yang tumbuh. Teknik ini diawali dengandengan  pengenceran sampel secara seri, dengan kelipatan 1 : 10. Masing-masing suspensi  pengenceran sampel secara seri, dengan kelipatan 1 : 10. Masing-masing suspensi

 pengenceran ditanam dengan metode tuang (pour plate) atau sebar (spread plate). Bakteri  pengenceran ditanam dengan metode tuang (pour plate) atau sebar (spread plate). Bakteri

akan bereproduksi pada medium agar

akan bereproduksi pada medium agar dan membentuk koloni setelah 18-24 jam dan membentuk koloni setelah 18-24 jam inkubasi.inkubasi. Untuk menghitung jumlah koloni dalam cawan petri dapat digunakan alat ’colony counter’ Untuk menghitung jumlah koloni dalam cawan petri dapat digunakan alat ’colony counter’ yang biasanya dilengkapi dengan pencatat

yang biasanya dilengkapi dengan pencatat elektronik. (Rukmi, MG.I., A.T. Lunggani, A.elektronik. (Rukmi, MG.I., A.T. Lunggani, A. Suprihadi, 2008).

Suprihadi, 2008).

Diposkan oleh SIR MR SRI TAMIANG di

Diposkan oleh SIR MR SRI TAMIANG di 20:1620:16

http://pengujiankadarpengendalian.blogspot.com/2011/01/uji-sensitifitas-bakteri.html

Referensi

Dokumen terkait

Dengan adanya jumlah tumor marker yang terlalu tinggi atau terlalu rendah dari nilai normalnya, mengindikasikan adanya suatu proses yang tidak normal di dalam tubuh akibat

Jamaah tabligh adalah sekumpulan orang yang berdakwah hingga meninggalkan kenikmatan pasilitas kehidupan dan anak istrinya disaat melaksanakan program khuruj.Dalam

Berita keras atau hard news adalah segala informasi penting dan menarik yang harus segera disiarkan oleh media penyiaran karenan sifatnya yang harus segera

Aktivitas esterifIkasi tertinggi pada alkohol dengan berbagai panjang rantai dimiliki butanol (13.04 nunol ALB/g prot.menit) yang berbeda nyata dengan aktivitas yang

Perencanaan pajak merujuk pada proses merekayasa usaha dan transaksi Wajib Pajak agar utang pajak berada dalam jumlah yang minimal, tetapi tidak melanggar ketentuan

Pulau Sarinah merupakan sebuah pulau buatan yang menumbuhkan pandangan masyarakat bahwa bencana seperti lumpur lapindo yang bersifat merusak kehidupan di Porong dapat

Untuk melihat sejauh mana penerapan sistem informasi akademik yang sudah digunakan di Universitas Indo Global Mandiri perlu di adakan sebuah evaluasi atau

Proses pengelasan dimana energi panas untuk melelehkan logam dasar (base metal) dan logam pengisi (filler) berasal dari terak yang berfungsi sebagai tahanan listrik ketika