• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERTEMUAN 1 PENGERTIAN KEPEMIMPINAN. pembimbing, pengurus, penggerak, ketua, kepala, penuntun, raja, tua-tua, dan sebagainya.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PERTEMUAN 1 PENGERTIAN KEPEMIMPINAN. pembimbing, pengurus, penggerak, ketua, kepala, penuntun, raja, tua-tua, dan sebagainya."

Copied!
40
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

PERTEMUAN 1

PENGERTIAN KEPEMIMPINAN

Pemimpin sering disebut penghulu, pemuka, pelopor, pembina, panutan, pembimbing, pengurus, penggerak, ketua, kepala, penuntun, raja, tua-tua, dan sebagainya. Sedangkan istilah Memimpin digunakan dalam konteks hasil penggunaan peran seseorang berkaitan dengan kemampuannya mempengaruhi orang lain dengan berbagai cara.

Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan, khususnya kecakapan/ kelebihan di satu bidang sehingga dia mampu mempengaruhi orang-orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi pencapaian satu atau beberapa tujuan. Pemimpin adalah seorang pribadi yang memiliki kecakapan dan kelebihan - khususnya kecakapan-kelebihan di satu bidang, sehingga dia mampu mempengaruhi orang lain untuk bersama-sama melakukan aktivitas-aktivitas tertentu untuk pencapaian satu beberapa tujuan. (Kartini Kartono, 1994 : 181).

Dalam suatu organisasi kepemimpinan merupakan faktor yang sangat penting dalam menentukan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan oleh organisasi. Kepemimpinan merupakan titik sentral dan penentu kebijakan dari kegiatan yang akan dilaksanakan dalam organisasi. Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi perilaku orang lain agar supaya mereka mau diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu (Thoha, 1983:123). Sedangkan menurut Robbins (2002:163) Kepemimpian adalah kemampuan untuk mempengaruhi suatu kelompok untuk mencapai tujuan. Sedangkan menurut Ngalim Purwanto (1991:26) Kepemimpinan adalah sekumpulan dari serangkaian kemampuan dan sifat-sifat kepribadian, termasuk didalamnya kewibawaan untuk dijadikan sebagai sarana dalam rangka meyakinkan yang dipimpinnya agar mereka mau dan dapat

(3)

melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan rela, penuh semangat, ada kegembiraan batin, serta merasa tidak terpaksa.

Dari pengertian di atas kepemimpinan mengandung beberapa unsur pokok antara lain:

1) Kepemimpinan melibatkan orang lain dan adanya situasi kelompok atau organisasi tempat pemimpin dan anggotanya berinteraksi,

2) Di dalam kepemimpinan terjadi pembagian kekuasaan dan proses mempengaruhi bawahan oleh pemimpin, dan

3) Adanya tujuan bersama yang harus dicapai.

Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi perilaku seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu pada situasi tertentu.

Beberapa pendapat ahli mengenai Kepemimipinan :

1) Menurut John Piffner, Kepemimpinan merupakan seni dalam mengkoordinasikan dan mengarahkan individu atau kelompok untuk mencapai suatu tujuan yang dikehendaki (H. Abu Ahmadi, 1999:124-125)

2) Kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu (Tannebaum, Weschler and Nassarik, 1961, 24).

3) Kepemimpinan adalah suatu proses yang memberi arti (penuh arti Kepemimpinan) pada kerjasama dan dihasilkan dengan kemauan untuk memimpin dalam mencapai tujuan(Jacobs & Jacques, 1990, 281)

(4)

4) Kepemimpinan merupakan suatu kemampuan, proses, atau fungsi pada umumnya untuk mempengaruhi orang-orang agar berbuat sesuatu dalam rangka mencapai tujuan tertentu.(Slamet, 2002: 29)

5) Kepemimpinan adalah sikap pribadi, yang memimpin pelaksanaan aktivitas untuk mencapai tujuan yang diinginkan. (Shared Goal, Hemhiel & Coons, 1957, 7)

6) Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas kelompok yang diatur untuk mencapai adalah pengaruh antar pribadi, dalam situasi tertentu dan langsung melalui proses komunikasi untuk mencapai satu atau beberapa tujuan tertentu(Tannebaum, Weschler and Nassarik, 1961, 29)

7) Kepemimpinan adalah aktivitas untuk mempengaruhi perilaku orang lain agar supaya mereka mau diarahkan untuk mencapai tujuan tertentu (Thoha, 1983:123). 8) Kepemimpinan adalah sekumpulan dari serangkaian kemampuan dan sifat-sifat

kepribadian, termasuk didalamnya kewibawaan, untuk dijadikan sebagai sarana dalam rangka meyakinkan yang dipimpinnya agar mereka mau dan dapat melaksanakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan rela, penuh semangat, ada kegembiraan batin, serta merasa tidak terpaksa. (Ngalim Purwanto ,1991:26)

Dari uraian di atas dapat diambil kesimpulan bahwa kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi perilaku seorang atau sekelompok orang untuk meneapai tujuan tertentu pada situasi tertentu. Kepemimpinan merupakan masalah sosial yang di dalamnya terjadi interaksi antara pihak yang memimpin dengan pihak yang dipimpin untuk mencapai tujuan bersama, baik dengan cara mempengafuhi, membujuk, memotivasi dan mengkoordinasi. Dari sini dapat dipahami bahwa tugas utatna seorang pemimpin dalam menjalankan kepemimpinannya tidak hanya terbatas pada kemampuannya dalam melaksanakan program-program saja, tetapi lebih dari itu yaitu

(5)

pemimpin harus mempu melibatkan seluruh lapisan organisasinya, anggotanya atau masyarakatnya untuk ikut berperan aktif sehingga mereka mampu memberikan kontribusi yang posetif dalam usaha mencapai tujuan.

Kepemimpinan adalah proses dalam mengarahkan dan mempengaruhiparaanggota dalam hal berbagai aktivitas yang harus dilakukan.

Pemimpin jika dialihbahasakan ke bahasa Inggris menjadi "LEADER", yang mempunyai tugas untuk me-LEAD anggota disekitarnya.Sedangkan makna LEAD adalah :

 Loyality, seorang pemimpin harus mampu membangkitkan loyalitas rekan kerjanya danmemberikan loyalitasnya dalam kebaikan.

 Educate, seorang pemimpin mampu untuk mengedukasi rekan-rekannya dan mewariskanknowledge pada rekan-rekannya.

 Advice, memberikan saran dan nasehat dari permasalahan yang ada

 Discipline, memberikan keteladanan dalam berdisiplin dan menegakkan kedisiplinan

dalam setiap aktivitasnya.

Pemimpin adalah Orang yang mempunyai kemampuan dalam mempengaruhi orang lainTERLAHIR DARI :

1. Genetik/Keturunan Leaders are born Leaders born

2. Sosial/Lingkungan Leaders are made Leaders made

(6)

PERTEMUAN II

PEMIMPIN SEBAGAI PENGGERAK

Magnet seperti yang kita kenal memiliki kekuatan untuk menarik benda-benda yang terbuat dari besi dan semacamnya. Seolah-olah, dalam diri magnet ada daya tarik yang bisa menggerakkan benda lain. Inilah kelebihan yang dimiliki oleh magnet.Ia memiliki kemampuan bisa menggerakkan dan memiliki daya tarik untuk benda-benda feromagnetikdi sekitarnya. Benda feromagnetik adalah benda yang bisa ditarik dengan kuat oleh magnet.Seperti benda-benda berbahan dasar besi dan beberapa logam lainnya.

Berbicara soal magnet bisa menarik dan menggerakkan benda-benda sekitar, tak berbeda dengan fungsi seorang pemimpin. Pemimpin adalah sosok yang bisa menarik dan menggerakkan orang-orang yang ia pimpin. Pemimpin tak akan berhasil jika tak bisa menggerakkan orang-orang yang dipimpinnya. Logikannya seperti ini, kalau kita ingin membawa organisasi ataupun lembaga yang kita pimpin untuk maju, namun anggota kita acuh dan tak ada yang peduli, maka program ataupun kegiatan-kegiatan yang kita lakukan tak akan didukung oleh mereka.ada 3 cara untuk membuat besi menjadi bersifat sebagai magnet.

1. Membuat Magnet dengan Cara Menggosok.Caranya besi digosok dengan salah

satu ujung magnet tetap. Arah gosokan dibuat searah agar magnet elementer yang terdapat pada besi letaknya menjadi teratur dan mengarah ke satu arah.

2. Membuat Magnet dengan Cara Induksi.Besi dan baja dapat dijadikan magnet

(7)

Magnet elementer yang terdapat pada besi dan baja akan terpengaruh atau terinduksi magnet tetap yang menyebabkan letaknya teratur dan mengarah ke satu arah.

3. Membuat Magnet dengan Cara Arus Listrik. Selain dengan cara induksi, besi

dan baja dapat dijadikan magnet dengan arus listrik. Besi dan baja dililiti kawat yang dihubungkan dengan baterai. Magnet elementer yang terdapat pada besi dan baja akan terpengaruh aliran arus searah (DC) yang dihasilkan baterai.

Dari ketiga metode diatas, sebenarnya bisa kita ambil hikmah.Bahwa untuk berproses menjadi sebuah magnet, ada beberapa hal yang harus dilalui.Diantarannya adalah sebuah besi harus dekat dengan besi yang sudah memiliki kekuatan magnet. Filosofi yang terbangun sebagai seorang pemimpin adalah kita harus berani dekat dan mendekat kepada orang-orang yang kita pimpin.

Sebagai seorang pemimpin, harus mau untuk turun tangan dan terjun ke lapangan untuk merasakan kondisi yang dirasakan orang yang dipimpinnya. Dari sinilah seorang pemimpin akan mengetahui apa yang dibutuhkan rakyatnya, kemudian akan dicarikan pemecahannya. Secara kultural dan emosional, kedekatan antara rakyat dan pemimpin akan erat. Tak kan ada lagi batas penyekat di antara mereka.Inilah salah satu indikasi awal. Di kemudian hari, rakyat akan mudah digerakkan bahkan senang diajak bekerjasama. Karena pemimpin merekapun mau memahami, mencarikan dan mengusahakan solusi terhadap apa yang mereka butuhkan.

Kemudian, hal kedua yang bisa kita teladani untuk menjadi seorang pemimpin yang baik dari proses besi menjadi magnet adalah konsisten terhadap apa yang ia yakini. Sebuah besi akan menjadi magnet jika dalam prosesnya dilakukan dengan searah secara terus menerus. Baik untuk proses pembuatan menggosok maupun dengan dialiri arus listrik. Dalam pembuatannya, besi harus digosok secara secara searah agar bisa membentuk

(8)

sebuah magnet.Begitupun yang melalui arus listrik, arus listrik yang digunakan haruslah jenis DC atau arus searah tentu dilakukan secara terus menerus pula.

Dari proses ini, kita bisa belajar bahwa untuk menjadi seorang yang memiliki arti di tengah masyarakat luas yang bisa menarik dan menggerakkan masyarakat diperluakan sikap konsisten dalam hidupnya. Jangan sampai sebagai seorang pemimpin penggerak kita mudah terombang-ambing pada suatu kondisi. Hal ini membahayakan karena pengikut kita akan bingung untuk mengikuti kita. Inkonsistensi inilah yang harus senantiasa kita hindari baik secara sikap maupun tindakan.Apalagi, sebagai seorang pemimpin yang memiliki banyak pengikut.

Akhirnya, untuk menjadi seorang pemimpin yang bisa menarik dan menggerakkan kita perlu belajar pada proses pembuatan besi menjadi magnet. Berani dekat dengan orang yang ia pimpin dan konsisten dalam sikap maupun tindakan. Insya Allah, jika kedua sikap ini senantiasa dipegang oleh seorang pemimpin, maka ia akan bisa menarik dan menggerakkan rakyatnya ataupun orang yang ia pimpin ibarat seorang magnet yang menggerakkan dan menarik besi-besik di sekitarnya. (Wayhu Priambodo/ Ktbr infopublik-lmj)

(9)

PERTEUMUAN III DAN IV;

HUBUNGAN KEPEMIMPINAN DENGAN ADMINISTRASI,

MANAJEMEN DAN ORGANISASI

Kepemimpinan dan manajemen sering diartikan sebagai dua hal yang sama. Namun, sebenarnya kepemimpinan bukanlah manajemen.Manajemen memiliki fokus garis dasar tentang bagaimana usaha yang paling baik yang dapat dilakukan untuk mencapai hal tertentu.Sedangkan, kepemimpinan berurusan dengan garis puncak tentang ‘apa yang ingin dicapai?’

Menurut Peter Drucker dan Warren Bennis: “Manajemen adalah mengerjakan segalanya dengan benar sedangkan kepemimpinan adalah mengerjakan hal-hal yang benar”.

Manajemen adalah efisiensi menaiki tangga keberhasilan.Sedangkan kepemimpinan menentukan apakah tangganya bersandar pada dinding yang benar.Kepemimpinan adalah proses mempengaruhi atau memberi contoh oleh pemimpin kepada pengikutnya dalam upaya mencapai tujuan organisasi. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah "melakukanya dalam kerja".Ditinjau dari segi kekuasaan, manajemen terlibat kekuasaan karena posisi sedangkan kepemimpinan terlibat kekuasaan karena pengaruh.

Kepemimpinan ada pada setiap usaha untuk mempengaruhi perilaku kelompok atau individu, untuk alasan apapun. Sedangkan, manajemen adalah sejenis kepemimpinan untuk mencapai tujuan organisasi (Hersey, P. and Blanchard, K. : 1982 : page 3)

Dengan mengetahui beberapa perbedaan definisi dan konsep antara kepemimpinan dan manajemen, kedua hal tersebut dapat dihubungkan dengan admnistrasi. Suatu kata “administrasi” berasal dari bahasa latin yang terdiri dari kata ad dan ministrate. kata ad

(10)

mempunyai arti yang sama denghan arti to dalam bahasa inggris yang berarti “ ke ” atau “ kepada” dan ministrate “melayani”, “membantu” atau mengarahkan dan mengatur.“administrasi“ dapat di artikan sebagai suatu kegiatan atau usaha untuk membantu,melayani,mengarahkan atau mengatur semua kegiatan dalam mencapai suatu tujuan.

Dengan kata lain, dalam mencapai suatu tujuan yang telah ditetapkan melalui proses kepemimpinan dan manajemen diadakan proses administrasi.Administrasi bersifat konsep menentukan tujuan dan kebijaksanaan umum secara menyeluruh sedangkan manajemen sebagai subkonsep yang bertugas melaksanakan semua kegiatan untuk mencapai tujuan dan kebijaksanaan yang sudah tertentu pada tingkat administrasi.

Administrasi lebih luas dari pada manjemen karena manajemen sebagai salah satu unsur dan merupakan inti dari administrasi sebagai pelaksana yang bersifat operasional melainkan mengatur tindakan –tindakan pelaksanaan oleh sekelompok orang yang disebut “bawahan” jadi dengan manjemen administrasi akan mencapai tujuannya. Begitu pula hubungannya dengan kepemimpinan, dengan kepemimpinan yang benar maka akan terjadi proses administrasi yang baik. Semua itu memiliki hubungan saling timbal balik yang tidak dapat dipisahkan satu sama lainnya.

1. Perbedaan antara Pemimpin dan Manajer

Dengan mengetahui perbedaan antara kepemimpinan dan manajemen, tentu saja dapat dideteksi perbedaan antara pemimpin dan manajer.Abraham Zaleznik (1977) melihat pemimpin sebagai visioner yang memberi inspirasi, perhatian pada substansi; sedangkan manajer sebagai perencana yang perhatian pada proses.

(11)

Perbedaan Kepemimpinan dan Management KEPEMIMPINAN MANAGEMENT

1. Mengarah pada kemampuan individu 1. Mengarah pada system dan

mekanisme kerja

2. Merupakan kualitas hubungan 2. Merupakan fungsi, status,

kewenangan 3. Diarahkan untuk mencapai keinginan

pemimpin

3. Diarahkan untuk mencapai tujuan organisasi

4. Bersifat hubungan personal 4. Bersifat hubungan impersonal

5. Menggantungkan diri pada sumber yang ada pd dirinya

5. Menggantungkan diri pada daya & dana yang ada

Perbedaan Manager dan Pemimpin

PEMIMPIN MANAGER

1. Diangkat oleh pengikut 1. Diangkat oleh kekuasaan

2. Mengandalkan kewibawaan personal power

2. Mengandalkan pada kekuasaan

3. Bertindak sebagai pencetus ide 3. Bertindak sebagai penguasa

4. Bertanggung jawab pada Pengikut

4. Bertanggung jawab pada Atasan

(12)

2. Pemimpin dan Kepemimpinan.

Apakah Yang membedakan antara PEMIMPIN dan KEPEMIMPINAN. a. Pemimpin:

 Mengarahkan

 Merujuk pada individu,  Hirarkis, bertindak formal,.  Sering disebut manajer, leader. b. Kepemimpinan:

 Merupakan perilaku individu.

 Mengarahkan kelompok ada tujuan yang sama.

 Proses mempengaruhi aktifitas kelompok dan individu yang teroganisir menuju pencapaian tujuan.

 Kemampuan individu untuk mempengaruhi, memotivasi, dan membuat orang lainberkontribusi menuju keefektifan dan kesuksesan organisasi.

3. Hubungan antara administrasi dengan organisasi,manajemen,dan kepemimpinan

1) Organisasi.

Merupakan wadah dimana usaha kerjasama itu diselenggarakan. Wewenang, tugas dan tanggung jawab menjadi kesatuan yang laras. Termasuk pula dalam proses mengorganisir atau membentuk organisasi ialah penentuan tujuan yang hendak dicapai dalam suatu administrasi.Organisasi biasanya digambarkan sebagai wujud statis dan mengikuti pola tertentu, sedangkan manajemen adalah dinamis dan menunjukkan gerakan atau proses keduanya dapat digunakan untuk analisis administrasi.

(13)

2) Manajemen,

Administrasi berbeda dengan manajemen tetapi saling berhubungan.Hal ini terutama di bidang administrasi Negara, contohnya pada administrasi Pemerintah yang dilakukan oleh Presiden dan para Menteri sebagai penentu kebijaksanaan dalam rangka mencapai tujuan negara.Sedangkan yang wajib melaksanaan kebijaksanaan tersebut ialah manajemen.Manajer bertanggung jawab untuk melaksanakannya ke arah tercapainya tujuan tersebut.

3) Kepemimpinan,

Peran kepemimpinan dalam administrasi adalah untuk memimpin suatu kegiatan administrasi untuk mengarahkan, mendorong dan mengatur seluruh unsur-unsur di dalam kelompok atau organisasinya untuk mencapai suatu tujuan organisasi yang diinginkan sehingga menghasilkan kinerja pegawai yang maksimal. Dengan meningkatnya kinerja pegawai berarti tercapainya hasil kerja seseorang atau pegawai dalam mewujudkan tujuan organisasi merupakan segi yang berkenaan dengan kepemimpinan sumber tenaga manusia (working force) yang harus ada pada setiap usaha kerja sama. Penelaahan unsur ini menimbulkan sekelompok pengetahuan yang dicakup dengan nama administrsi kepegawaian (personel administration).

Fungsi Kepemimpinan

a) Sebagai pengambil keputusan b) Memotivasi anak buah c) Sebagai sumber informasi d) Menciptakan inspirasi e) Menciptakan keadilan f) Sebagai katalisator

(14)

g) Sebagai wakil organisasi h) Menyelesaikan konflik

i) Memberi sugesti pada bawahan

4. Hubungan administrasi dan manajemen.

Beberapa hubungan antara administrasi dan manajemen adalah sebagai berikut:

a. Dalam penerapan administrasi dan manajemen tidak dapat dipisahkan hanya kegiatannya yang dapat dibedakan.

b. Adminmistrasi bersifat konsep menentukan tujuan dan kebijaksanaan umum secara menyeluruh sedangkan manajemen sebagai subkonsep yang bertugas melaksanakan semua kegiatan untuk mencapai tujuan dan kebijaksanaan yang sudah tertentu pada tingkat administrasi.

c. Administrasi lebih luas dari pada manajemen karena manajemen sebagai salah satu unsur dan merupakan inti dari administrasi sebagai pelaksana yang bersifat operasional melainkan mengatur tindakan-tindakan pelaksanaan oleh sekelompok orang yang disebut "bawahan" jadi dengan manajemen administrasi akan mencapai tujuannya.

Hubungan manajemen dengan administrasi dapat dianggap sebagai suatu proses yang menggerakan kegiatan dalam administrasi itu sehingga tujuan yang telah dibentuk benar-benar tercapai. Selain itu manajemen merupakan suatu metode/teknik atau proses untuk mencapai suatu tujuan tertentu secara sistematik dan efektif, melalui tindakan-tindakan perencanaan (Planning), pengorganisasian (Organizing), pelaksanaan (Actuating) dan pengawasan (Controlling) dengan menggunakan sumber daya yang ada secara efisien. Sehingga dalam suatu administrasi juga dibutuhkan ilmu manajemen untuk mengatur segala kegiatan administrasi.

5. Fungsi Manajemen

Mengenai fungsi-fungsi manajemen ini terdapat banyak sekali pandangan-pandangan yang berbeda satu sama lain di kalangan para ahli. Namun secara garis besar, fungsi-fungsi manajemen yaitu:

(15)

a. Perencanaan (Planning).

Perencanaan merupakan salah satu hal terpenting yang perlu dibuat untuk setiap usaha dalam rangka mencapai suatu tujuan. Karena seringkali pelaksanaan suatu kegiatan akan mengalami kesulitan dalam mencapai tujuan tanpa adanya perencanaan. Perancanaan sendiri adalah penentuan secara matang dan cerdas tentang apa yang akan dikerjakan di masa yang akan datang dalam rangka mencapai tujuan. Anderson dan Bowman (1964) (dalam marno, Triyo Supriyatno 2008), mengatakan bahwa perencanaan adalah proses mempersiapkan seperangkat keputusan bagi perbuatan di masa datang. Definisi ini meninsyaratkan bahwa pembuat keputusan merupakan bagian dari perencanaan, namunproses perencanaan dapat juga terpikir setelah tujuan dan keputusan diambil.

b. Pengorganisasian (Organizing).

Istilah organisasi mempunyai dua pengertian utama. Pertama, organisasi diartikan sebagai suatu lembaga atau kelompok fungsional, misalnya, sebuah perusahaan, sebuah sekolah, sebuah perkumpulan dan badan-badan pemerintahan. Kedua, merujuk pada proses pengorganisasian yaitu bagaimana pekerjaan diatur dan dialokasikan di antara para naggota, sehingga tujuan organisasi itu dapat tercapai secara efektif. Pengorganisasian adalah pengaturan setelah ada rencana. Dalam hal ini diatur dan ditentukan tentang apa tugas pekerjaannya, macam/jenis serta sifat pekerjaan. Dalam pendapat lain, pengorganisasian adalah proses penentuan, pengelompokan dan penyusunan macam-macam kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan, penempatan orang-orang (staf) pada kegiatan-kegiatan ini, penyediaan faktor-faktor fisik yang cocok bagi lingkungan (keperluan kerja).

(16)

c. Penggerakan (Actuating).

Penggerakan pada dasarnya merupakan fungsi manajemen yang komplek dan ruang lingkupnya cukup luas serta berhubungan erat dengan sumber daya manusia.Penggerakan merupakan salah satu fungsi terpenting dalam menejemen.Penggerakan adalah hubungan erta antara aspek-aspek individual yang ditimbulkan dari adanya pengaturan terhadap bawahan untuk dapat dimengerti dan pembagian kerja yang efektif dan efesien untuk mencapai tujuan

pendidikan yang nyata.Sedangkan Terry (1986)

mendefinisikan actuating sebagai usaha menggerakan anggota kelompok sedemikian rupa hingga mereka berkeinginan dan berusaha untuk mencapai sasaran perusahaan yang bersangkutan dan sasaran anggota perusahaan, karena para anggota ingin mencapai sasaran-sasaran tersebut.

d. Pengawasan (Contrilling).

Pada dasarnya rencana dan pelaksanaan merupakan satu kesatuan tindakan, walaupun hal ini jarang terjadi.Pengawasan diperlukan untuk melihat sejauh mana hasil tercapai. Menurut Murdick pengawasan merupakan proses dasar yang secara esensial tetap diperlukan bagaimanapun rumit dan luasanya suatu organisasi. Proses dasarnya terdiri dari tiga tahap (1) menetapkan standar pelaksanaan, (2) mengukur pelaksanaan pekerjaan dibandingkan dengan standar, dan (3) menentukan kesenjangan (deviasi) antara pelaksanaan standar dan rencana.

(17)
(18)

PERTEMUAN V

JENIS-JENIS dan POLA-POLA KEPEMIMPINAN

 Jenis – jenis Gaya Kepemimpinan - 1. Gaya Kepemimpinan Otoriter :

Gaya Pemimpin Otoriteradalah gaya pemimpin yang memusatkan segala keputusan dan kebijakan yang diambil dari dirinya sendiri secara penuh. Pada gaya kepemimpinan otokrasi ini, pemimpin mengendalikan semua aspek kegiatan. Pemimpin memberitahukan sasaran apa saja yang ingin dicapai dan cara untuk mencapai sasaran tersebut, baik itu sasaran utama maupun sasaran minornya. Pemimpin juga berperan sebagai pengawas terhadap semua aktivitas anggotanya dan pemberi jalan keluar bila anggota mengalami masalah. Dengan kata lain, anggota tidak perlu pusing memikirkan apappun. Anggota cukup melaksanakan apa yang diputuskan pemimpin.Kepemimpinan otokrasi cocok untuk anggota yang memiliki kompetensi rendah tapi komitmennya tinggi.

2. Gaya Kepemimpinan Demokratis

Gaya kepemimpinan demokratis adalah gaya pemimpin yang memberikan wewenang secara luas kepada para bawahan. Setiap ada permasalahan selalu mengikutsertakan bawahan sebagai suatu tim yang utuh. Dalam gaya kepemimpinan demokratis pemimpin memberikan banyak informasi tentang tugas serta tanggung jawab para bawahannya.

Pada kepemimpinan demokrasi, anggota memiliki peranan yang lebih besar. Pada kepemimpinan ini seorang pemimpin hanya menunjukkan sasaran yang ingin dicapai saja, tentang cara untuk mencapai sasaran tersebut, anggota yang

(19)

menentukan. Selain itu, anggota juga diberi keleluasaan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya. Kepemimpinan demokrasi cocok untuk anggota yang memiliki kompetensi tinggi dengan komitmen yang bervariasi

3. Gaya Kepemimpinan Laissez Faire ( Kendali Bebas ).

Pemimpin jenis ini hanya terlibat delam kuantitas yang kecil di mana para bawahannya yang secara aktif menentukan tujuan dan penyelesaian masalah yang dihadapi.Gaya kepemimpinan demokratis kendali bebas merupakan model kepemimpinan yang paling dinamis. Pada gaya kepemimpinan ini seorang pemimpin hanya menunjukkan sasaran utama yang ingin dicapai saja. Tiap divisi atau seksi diberi kepercayaan penuh untuk menentukan sasaran minor, cara untuk mencapai sasaran, dan untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya sendiri-sendiri. Dengan demikian, pemimpin hanya berperan sebagai pemantau saja.

Sementara itu, kepemimpinan kendali bebas cocok untuk angggota yang memiliki kompetensi dan komitmen tinggi. Namun dewasa ini, banyak para ahli yang menawarkan gaya kepemimpinan yang dapat meningkatkan produktivitas kerja karyawan, dimulai dari yang paling klasik yaitu teori sifat sampai kepada teori situasional.

Menurut Hasibuan (2002) Ada beberapa jenis kepemimpinan yang antara lain adalah:

1. Kepemimpinan Otoriter.

Kepemimpinan otoriter adalah jika kekuasaan atau wewenang sebagian besar mutlak tetap berada pada pimpinan atau pimpinan itu mengganti sistem sentralisasi wewenang.Pengambilan keputusan dan kebijakan hanya ditetapkan sendiri oleh pimpinan. Bahwa tidak diikutsertakan untuk memberikan saran, ide dan pertimbangan dalam proses pengambilan keputusan.

(20)

2. Kepemimpinan Partisipatif.

Kepemimpinan partisipatif adalah apabila di dalam kepemimpinannya dilakukan secara persuasif, menciptakan kerjasama yang serasi, menumbuhkan realitas dan pertisipasi para bawahan, pemimpin motivasi bawahan agar merasa ikut memiliki perusahaan. Pemimpin dengan cara partisipatif akan mendorong kemampuan bawahan hal mengambil keputusan. Dengan demikian, pemimpin yang selalu membina bawahan untuk menerima tanggung jawab yang lebih besar.

3. Kepemimpinan Delegatif.

Kepemimpinan delegatif apabila seorang pemimpin mendelegasikan wewenang kepada bawahan dengan agak lengkap dengan demikian bawahan dapat mengambil keputusan dan kebijaksanaan dengan bebas atau leluasa dalam melaksanakan pekerjaannya. Pemimpin yang tidak peduli cara bawahan mengambil keputusan dan mengerjakan pekerjaannya, sepenuhnya diserahkan kepada bawahan.

4. Kepemimpinan Situasional.

Fokus pendekatan situasional terhadap kepemimpinan terletak pada perilaku yang di observasi atau perilaku nyata yang terlihat, bukan pada kemampuan atau potensi kepemimpinan yang dibawa sejak lahir.Penekanan pendekatan situasional adalah pada perilaku pemimpin dan anggota dan pengikut dalam kelompok dan situasi yang variatif. Menurut kepemimpinan situasional tidak ada satupun cara terbaik untuk mempengaruhi orang lain. kepemimpinan yang harus digunakan terhadap individu atau kelompok tergantung pada tingkat kesiapan pada orang yang akan dipengaruhi.

(21)

Sedangkan menurut Ahmad Taufik Nasution (2009) jenis kepemimpinan secara garis besar dikelompokkan kepada dua golongan besar, yaitu sebagai berikut:

1. Pemimpin sekuler.

Pemimpin seperti ini beranjak dari landasan materialisme.Ia meyakini bahwa jabatan yang mereka peroleh adalah hasil dari kerja keras, tanpa campur tangan siapapun. Mereka meyakini usaha dan kesungguhan pasti akan membuahkan kesuksesan. Contoh pemimpin seperti ini adalah Adolf Hitler Mussolini, dan lain-lain.Bagi mereka kekuasaan adalah tujuan hidup, jabatan itu adalah akhir dari segala-galanya.

2. Pemimpin Spiritual.

Kelompok ini yakin bahwa jabatan yang di peroleh semata-mata amanah yang di berikan Allah kepada mereka Apapun yang di peroleh tidak hanya tergantung dengan kerja keras, dan kesungguhan, tapi juga sangat di tentukan oleh kekuatan-kekuatan di luar eksistensi manusia. Contoh pemimpin seperti ini di palestina adalah Syekh Ahmad Yasin, di India ada Mahatma Gandhi.

(22)

PERTEMUAN VII

KRITERIA SEORANG PEMIMPIN

1. Kriteria Seorang Pemimpin.

Pimpinan yang dapat dikatakan sebagai pemimpin setidaknya memenuhi beberapa kriteria,yaitu :

a) Pengaruh : Seorang pemimpin adalah seorang yang memiliki orang-orang yang mendukungnya yang turut membesarkan nama sang pimpinan. Pengaruh ini menjadikan sang pemimpin diikuti dan membuat orang lain tunduk pada apayang dikatakan sang pemimpin. John C. Maxwell, penulis buku-buku kepemimpinan pernah berkata: Leadership is Influence (Kepemimpinan adalah soal pengaruh). Mother Teresa dan Lady Diana adalah contoh kriteria seorang pemimpin yang punya pengaruh.

b) Kekuasaan/power : Seorang pemimpin umumnya diikuti oleh orang lain karena dia memiliki kekuasaan/power yang membuat orang lain menghargai keberadaannya. Tanpa kekuasaan atau kekuatan yang dimiliki sang pemimpin,

tentunya tidak ada orang yang mau menjadi pendukungnya.

Kekuasaan/kekuatan yang dimiliki sang pemimpin ini menjadikan orang lain akan tergantung pada apa yang dimiliki sang pemimpin, tanpa itu mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Hubungan ini menjadikan hubungan yang bersifat simbiosis mutualisme, dimana kedua belah pihak sama-sama saling diuntungkan.

c) Wewenang : Wewenang di sini dapat diartikan sebagai hak yang diberikan kepada pemimpin untuk fnenetapkan sebuah keputusan dalam melaksanakan suatu hal/kebijakan. Wewenang di sini juga dapat dialihkan kepada bawahan

(23)

oleh pimpinan apabila sangpemimpin percaya bahwa bawahan tersebut mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan baik, sehingga bawahan diberi kepercayaan untuk melaksanakan tanpa perlu campur tangan dari sang pemimpin.

d) Pengikut : Seorang pemimpin yang memiliki pengaruh, kekuasaaan/power, dan wewenang tidak dapat dikatakan sebagai pemimpin apabila dia tidak memiliki pengikut yang berada di belakangnya yang memberi dukungan dan mengikuti apa yang dikatakan sang pemimpin. Tanpa adanya pengikut maka pemimpin tidak akan ada. Pemimpin dan pengikut adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan dan tidak dapat berdiri sendiri.

2. Pemimpin Sejati

Empat Kriteria Pemimpin Sejati yaitu:

a) Visioner: Punyai tujuan pasti dan jelas serta tahu kemana akan membawa para pengikutnya. Tujuan Hidup Anda adalah Poros Hidup Anda. Andy Stanley dalam bukunya Visioneering, melihat pemimpin yang punya visi dan arah yang jelas, kemungkinan berhasil/sukses lebih besar daripada mereka yang hanya menjalankan sebuah kepemimpinan.

b) Sukses Bersama: Membawa sebanyak mungkin pengikutnya untuk sukses bersamanya.Pemimpin sejati bukanlah mencari sukses atau keuntungan hanya bag) dirinya sendiri, namun ia tidak kuatir dan takut serta malah terbuka untuk mendorong orang-orang yang dipimpin bersama-sama dirinya meraih kesuksesan bersama.

(24)

c) Mau Terus Menerus Belajar dan Diajar (Teachable and Learn continuous): Banyak hal yang harus dipela ari oleh seorang pemimpin jika ia mau terus survive sebagai pemimpin dan dihargai oleh para pengikutnya. Punya hati yang mau diajar baik oleh pemimpin lain ataupun bawahan dan belajar dari pengalaman-diri dan orang-orang lain adalah penting bagi seorang-orang Pemimpin. Memperlengkapi diri dengan buku-buku bermutu dan bacaan/bahan yang positif juga bergaul akrab dengan para Pemimpin akan mendorong Skill kepemimpinan akan meningkat.

d) Mempersiapkan Calon-calon Pemimpin Masa depan: Pemimpin Sejati bukanlah orang yang hanya menikmati dan melaksanakan kepemimpinannya seorang diri bagi generasi atau saat dia memimpin saja. Namun, lebih dari itu, dia adalah seorang yang visioner yang mempersiapkan pemimpin berikutnya untuk regenerasi di masa depan. Pemimpin yang mempersiapkan pemimpin berikutnya barulah dapat disebut seorang Pemimpin Sejati. Di bidang apapun dalam berbagai aspek kehidupan ini, seorang Pemimpin sejati pasti dikatakan Sukses jika ia mampu menelorkan para pemimpin muda lainnya.

PERTEMUAN VIII:

(25)

PERTEMUAN IX:

ASPEK KEPEMIMPINAN DALAM MANAJEMEN

Kepemimpinan itu banyak membutuhkan penggunaan kemampuan dan bakat seseorang.yang secara aktif dapat pula mempengaruhi pihak lain, untuk mencapai tujuan yang ditetapkan organisasi. seorang pemimpin dapat menunjukan jalan dengan cara memimpin bawahan seakan dia berjalan paling depan dan bukan mendorong para bawahan. sehiingga dia dapat melakukan tindakan yang membuat mereka semangat bekarja dan sebaik baiknya. dengan demikian, seorang pemimpin sangat berperan dalam mengembangkan para pengikutnya. untuk mencapai tujuan dari perusahaan seorang pemimpin harus dapat menguasai aspek kepemimpinan yang dilaksanakan diantaranya:

1. Aspek kedalam, adalah kemampuan pemimpgjmhn untuk menguasai organisasi ke dalam, aspek kepemimpinannya meliputi:

 Seorang pemimpin harus dapat memahami maupun mendalami tujuan organisasi

 Seorang pemimpin memahami struktur tata kerja

 Seorang pemimpin mampu dalam mengikuti perkembangan organisasinya  Harus dapat menciptakan suasana harmomis

 Dapat memenuhi kebutuhan fisik yang minimum para pegawai dan keluarganya  Dapat memberi dorongan kepada para pegawai

 Harus memberikan jaminan hari tua.

2. Aspek keluar, adalah kemampuan pemimpin mengapresiasi keluar, untuk:  Menyesuaikan diri

 Melakukan kontak dan hubungan dengan masyarakat  Mewakili organisasi dibidang hokum

(26)

 Mendapat dukungan dan bantuan masyarakat  Dapat bersatu dengan masyarakat umum

 Ikut membantu meringankan beban masyarakat yang ada disekitarnya  Untuk mendapat kesan tanggapan secara positif dari masyarakat terhadap

organisasinya dan lainnya.

Kedua aspek diatas satu sama lain saling berhubungan, apabila aspek keluar berhasil dilaksanakan maka dapat mempengaruhi perkembangan maupun kemajuan aspek kedalam begitu juga sebalinya dan sebaliknya lagi.

(27)

PERTEMUAN X: TUGAS-TUGAS PEMIMPIN

Menurut James A.F Stonen, Tugas utama seorang pemimpin adalah:

a) Pemimpin bekerja dengan orang lain : Seorang pemimpin bertanggung jawab untuk bekerja dengan orang lain, salah satu dengan atasannya, staf, teman sekerja atau atasan lain dalam organjsasi sebaik orang diluar organisasi.

b) Pemimpin adalah tanggung jawab dan mempertanggungjawabkan

(akontabilitas): Seorang pemimpin bertanggungjawab untuk menyusun tugas menjalankan tugas, mengadakan evaluasi, untuk mencapai outcome yang terbaik. Pemimpin bertanggungjawab untuk kesuksesan stafhya tanpa kegagalan.

c) Pemimpin menyeimbangkan pencapaian tujuan dan prioritas : Proses kepemimpinan dibatasi sumber, jadi pemimpin hanya dapat menyusun tugas dengan mendahulukan prioritas. Dalam upaya pencapaian tujuan pemimpin harus dapat mendelegasikan tugas-tugasnya kepada staf. Kemudian pemimpin harus dapat mengatur waktu secara efektif,dan menyelesaikan masalah secara efektif.

d) Pemimpin harus berpikir secara analitis dan konseptual : Seorang pemimpin harus menjadi seorang pemikir yang analitis dan konseptual. Selanjutnya dapat mengidentifikasi masalah dengan akurat. Pemimpin harus dapat menguraikan seluruh pekerjaan menjadf lebih jelas dan kaitannya dengan pekerjaan lain. e) Manajer adalah forcing mediator : Konflik selalu terjadi pada setiap tim dan

organisasi. Oleh karena itu, pemimpin harus dapat menjadi seorang mediator (penengah).

(28)

f) Pemimpin adalah politisi dan diplomat: Seorang pemimpin harus mampu mengajak dan melakukan kompromi. Sebagai seorang diplomat, seorang pemimpin harus dapat mewakili tim atau organisasinya.

g) Pemimpin membuat keputusan yang sulit : Seorang pemimpin harus dapat memecahkan masalah.

Menurut Henry Mintzberg, Peran Pemimpin adalah :

a) Peran huhungan antar perorangan, dalam kasus ini fungsinya sebagai pemimpin yang dicontoh, pembangun tim, pelatih, direktur, mentor konsultasi.

b) Fungsi Peran informal sebagai monitor, penyebar informasi dan juru bicara. c) Peran Pembuat keputusan, berfungsi sebagai pengusaha, penanganan gangguan,

sumber alokasi, dan negosiator.

Dari Pendapat beberapa tokoh kepemimpinan di atas dapat disimpulkan bahwa tugas seorang pemimpin adalah sebagai penggagas, penggerak dan motivator serta dapat membuat suatu keputusan dalam mencapai tujuan dari suatu organisasi.

(29)

PERTEMUAN XI

KEPEMIMPINAN DI ATAS KAPAL

Dalam Undang-Undang N0. 21 Thn 1992 tentang pelayaran mendefinisikan Pemimpin kapal itu adalah salah seorang dari awak kapal yang menjadi pimpinan umum di atas kapal untuk jenis dan ukuran tetentu serta mempunyai wewenang dan tanggung jawab tertentu, berbeda yang dimiliki Nakhoda.

 Nakhoda kapal adalah salah seorang dari awak kapal yang menjadi pimpinan umum diatas kapal dan mempunyai wewenang dan tanggung jawab tertentu sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

 Awak kapal adalah orang yang bekerja atau dipekerjakan di atas kapal oleh pemilik atau operator kapal untuk melakukan tugas di atas kapal sesuai dengan jabatannya yang tercantum dalam buku sijil.

 Anak Buah Kapal (ABK) adalah awak kapal selain Nakhoda atau pemimpin kapal. Semua pelaut yang bekerja di atas kapal tanpa kecuali disebut awak kapal (Ship’s crew) termasuk Nakhoda. Demikian juga halnya dengan pemimpin kapal atau Nakhoda dan Anak Buah Kapal (ABK) yang terdiri dari perwira kapal dan yang bukan perwira kapal.

Dari keterangan tersebut diatas bahwa di atas kapal terdapat dua jabatan yaitu ” Nakhoda ” dan ” Pemimpin Kapal ”. Istilah Nakhoda kapal digunakan bagi pimpinan umum di atas kapal yang besarnya 100 m3 atau lebih bagi kapal motor, dan 300 m3 atau lebih bagi kapal yang tidak digerakan dengan motor (kapal layar). Sedangkan istilah Pemimpin Kapal digunakan bagi pimpinan umum di atas kapal yang besarnya kurang dari 100 m3 untuk kapal motor dan kurang dari 300 m3 kapal tanpa motor.

(30)

Jadi pimpinan umum diatas kapal yang besarnya kurang dari 100 m3 bagi kapal motor dan kurang dari 300 m3 bagi kapal tanpa motor tidak dapat disebut Nakhoda melainkan Pemimpin kapal.

Perbedaan perlu diperjelas dan ditegaskan serta diciptakan agar jangan setiap orang yang memimpin kapal menyebut dirinya ” Nakhoda ”. Sebab jika tidak terjadi perbedaan maka akan ada orang yang tidak mengerti sehingga yang sebenarnya dia bukan Nakhoda contoh seseorang yang memimpin kapal kecil yang sedang menangkap ikan menganggap dirinya Nakhoda.

Maka dapat ditarik kesimpulan bahwa :

 Semua orang yang bekerja diatas kapal disebut awak kapal termasuk Nakhoda  Nakhoda adalah pemimpin umum diatas kapal yang dibantu oleh KKM (Kepala

Kamar Mesin) dan perwira deck (mualim) dan perwira mesin lainnya seperti Masinis-masinis, dalam menyelenggarakan kegiatan di atas kapal

(31)

PERTEMUAN XII

TEORI_TEORI KEPEMIMPINAN

Adapun Teori Kepemimpinan adalah sebagai berikut:

1. Teori Genetie.

Inti dari teori ini tersimpul dalam mengadakan "leaders are born and not made“.bahwa penganut teori ini mengatakan bahwa seorang pemimpin akan karena ia telah dilahirkan dengan bakat pemimpin.Dalam keadaan bagaimana pun seorang ditempatkan pada suatu waktu ia akan menjadi pemimpin karena ia dilahirkan untuk itu. Artinya takdir telah menetapkan ia menjadi pemimpin.

2. Teori Sosial.

Jika teori genetis mengatakan bahwa "leaders are born and not made", make penganut-penganut sosial mengatakan sebaliknya yaitu :"Leaders are made and not born“.Penganut-penganut teori ini berpendapat bahwa setiap orang akan dapat menjadi pemimpin apabila diberi pendidikan dan kesempatan untuk itu.

3. Teori Ekologis.

Teori ini merupakan penyempurnaan dari kedua teori genetis dan teori sosial. Penganut-penganut teori ini berpendapat bahwa seseorang hanya dapat menjadi pemimpin yang baik apabila pada waktu lahirnya telah memiliki bakat-bakat kepemimpinan, bakat mana kemudian dikembangkan melalui pendidikan yang teratur dan pangalaman-pengalaman yang memungkinkannya untuk mengembangkan lebih lanjut bakat-bakat yang memang telah dimilikinya itu.

(32)

Pengembangan Kepemimpinan

John F Kennedy:Kepemimpinan dan pembelajaran saling berpengaruh satu sama lain.

Heny Mintzberg Scolar:Kepemimpinan seperti renang tidak bisa dipelajari dari buku

tentang renang.

1. Teori ciri.

Menurut Robbin, adalah teori kepemimpinan dengan mengidentikasi ciri kepribadian, sosial, fisik atau intelektual yang membedakan antara pemimpin dan bukan pemimpin.

Ada 6 ciri yang membedakan antara pemimpin dan bukan pemimpin (Robbin):  ambisi dan energi,.

 hasrat untuk memimpin,

 kejujuran dan integritas (keutuhan),  percaya diri,

 kecerdasan,

 pengetahun yang relevan dengan pekerjaannya.

 Hasil penelitian ditemukan bahwa mereka yang mampu menyesuaikan perilaku /luwes dalam situasi yang berlainan lebih besar kemungkinan akan muncul sebagai pemimpin dalam kelompok dibanding yang berperilaku kaku.

(33)

2. Teori Perilaku Kepemimpinan

Bahwa Perilaku yang spesifik akan membedakan antara pemimpin dan bukan pemimpin.

 Sejauhmana pemimpin memiliki hubungan pekerjaan yang dicirikan saling mempercayai, menghargai gagasan bawahan, dan memperhatikan bawahan.

 Sejauhmana pemimpin selalu menekankan hubungan antar pribadi,

 Sejauhmana pemimpin selalu menekankan pada aspek teknis pada pekerjaan,

 Sejauhmana pemimpin selalu mengembangkan gagasan baru, melaksanakan perubahan

(34)

PERTEMUAN XIII dan XIV

PEMIMPIN DAN PENGAMBIL KEPUTUSAN

1. Pengambilan Keputusan

Salah satu peran dan fungsi seorang pemimpin adalah penentu keputusan bagi sebuah komunitas atau sebuah organisasi.Maka seorang atau sekelompok pemimpin dituntut oleh statusnya untuk memiliki kemampuan yang baik dalam pengambilan keputusan. Kemampuan yang baik dalam pengambilan keputusan harus tercermin pada tiga hal: cara, hasil keputusan dan kemampuan menyampaikan hasil keputusan. Hasil keputusan dari seorang pemimpin harus bisa diterima oleh orang-orang yang dipimpin; namun penerimaan tersebut sangat dipengaruhi oleh cara atau proses mengenai bagaimana keputusan itu diambil. Karena kewenangan yang dimiliki oleh pemimpin itu merupakan kewenangan yang diberikan oleh orang-orang yang dipimpin, maka proses pengambilan keputusan harus bisa dikontrol dan dipertanggung-jawabkan kepada yang memberi wewenang.

Pemberian wewenang adalah wujud dari keinginan berkontribusi dari bawahan dalam pemberian keputusan sehingga dengan pengontrolan adalah wujud dari kontribusi bawahan terhadap pengambilan keputusan.Kontribusi yang diberikan kepada pemimpin tujuan akhirnya bukan kepada pemimpin itu sendiri, melainkan kontribusi terhadap usaha mewujudkan nilai-nilai dan cita-cita organisasi atau komunitas. Oleh karena itu proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh pemimpin harus dipastikan selaras dengan nilai-nilai dan cita-cita organisasi atau komunitas. Maka menjadi jelas bahwa proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh pemimpin harus transparan dan dapat diukur. Proses pengambilan keputusan yang tidak transparan dan tidak terukur secara hakiki

(35)

menjadi proses pembusukan sebuah organisasi atau sebuah komunitas. Dan secara khusus akan menjadi proses pengeroposan kepemimpinan itu sendiri. Pengeroposan ini akan menjadikan kepemimpinan kehilangan legitimasi. Dan ketika kepemimpinan kehilangan legitimasi, maka kecenderungannya adalah – gaya kepemimpinan – semakin otoriter.

Untuk menghasilkan proses pengambilan keputusan yang baik, yang transparan dan terukur, pemimpin harus menetapkan mekanisme dan nilai-nilai acuan pengambilan yang dapat diakses oleh orang-orang yang dipimpin. Akses terhadap mekanisme dan nilai-nilai yang menjadi acuan dalam pengambilan keputusan ini akan memungkinkan terjadinya kontribusi dan partisipasi yang lebih intens. Kontribusi dan partisipasi yang lebih intens ini akan semakin memperkokoh legitimasi pemimpin dan kualitas keputusan-keputusan yang dihasilkannya.

Apakah proses pengambilan keputusan yang baik seperti diatas dijamin menghasilkan keputusan-keputusan yang baik juga? Belum tentu. Hasil keputusan bisa bias oleh dua hal. Pertama, informasi yang tidak akurat.Oleh karena itu seorang atau sekelompok pemimpin harus memiliki kemampuan menghimpun dan menyeleksi informasi/data dengan baik.Kedua, motivasi dan kepentingan.Data yang baik, akurat, lengkap dan up to date bisa menghasilkan keputusan melenceng manakala ada motivasi, kepentingan dan niatan yang salah dari pemimpin.Siapa yang bisa mengontrol motivasi dan naiatan seseorang?Tentu tidak ada. Maka, setelah proses pengambilan keputusan, produk keputusan pemimpin harus juga bisa dikontrol. Alat kontrol produk keputusan pemimpin adalah: Pertama, seberapa sesuai nilai-nilai yang terkandung dalam keputusan dengan nilai-nilai organisasi atau komunitas. Kedua, seberapa relevan keputusan itu dengan program, tema dan arah organisasi. Ketiga, seberapa keputusan itu memiliki daya terap (dapat dilaksanakan) bagi organisasi atau komunitas.

(36)

Pada akhirnya, keputusan yang baik adalah keputusan yang dapat dimengerti oleh orang-orang yang dipimpin.Maka kemampuan mengkomunikasikan hasil keputusan menjadi sangat penting.Apakah ini sesuatu yang berat?Tentu saja tidak. Karena, ketika proses pengambilan keputusan bersifat transparan dan terukur, ketika produk keputusan masih terbuka terhadap control mereka yang dipimpin, maka sudah dengan sendirinya produk keputusan pemimpin sudah dipahami oleh mereka yang dipimpin. Tetapi sayangnya banyak pemimpin yang karena sejak proses pengambilan keputusan tidak transparan dan terukur, serta tidak ada ruang partisipasi, maka hal mengkomunikasikan keputusan menjadi pekerjaan yang berat. Dan ketika orang-orang yang dipimpin tidak bisa mengerti produk-produk keputusannya, maka dengan mudah alamat kesalahan diarahkan kepada mereka yang dipimpin. Ketika terjadi situasi demikian, maka peluang berkembangnya gaya kepemimpinan yang otoriter semakin besar.

Pengambilan keputusan merupakan salah satu fungsi dari seorang pemimpin. Pengambilan keputusan merupakan proses penerjemahan dari sebuah keinginan-keinginan berbagai fihak. Pengambilan keputusan adalah soal yang berat karena sering menyangkut kepentingan banyak orang.Tidak ada sesuatu yang pasti dalam pengambilan keputusan .Pemimpin harus memilih di antara alternatif yang ada dan kemungkinan implikasi atau akibat suatu pengambilan keputusan tertentu.

Pengambilan keputusan pada hakekatnya adalah suatu pendekatan yang sistematis terhadap hakekat suatu masalah .Pengumpulan fakta-fakta dan data, penentuan yang matang dari alternatif yang dihadapi dan mengambil tindakan –tindakan yang menurut perhitungan merupakan tindakan yang paling tepat.

(37)

Dari pengertian ini dapat diartikan beberapa hal.

 Dalam proses pengambilan keputusan tidak ada hal yang terjadi secara kebetulan.  Pengambilan keputusan harus didasarkan kepada sistematika tertentu, antara lain :

dengan mempertimbangkan kemampuan organisasi, personnel yang tersedia, situasi lingkungan yang akan digunakan untuk melaksanakan keputusan yang diambil.

 Sebelum suatu masalah dapat dipecahkan dengan baik, hakekat dari masalah tersebut harus diketahui dengan jelas.

 Pemecahan masalah tidak dapat dilakukan dengan coba-coba tetapi harus didasarkan pada fakta yang terkumpul secara sistematis, baik dan dapat dipercaya.

 Keputusan yang baik adalah keputusan yang diambil dari berbagi alternatif yang ada setelah alternatif-alternatif itu dianalisa secara matang.

2. Langkah-Langkah Pengambilan keputusan

Masalah yang dihadapi oleh seorang pemimpin terikat pada suatu tempat, situasi, orang dan waktu tertentu.Masalah dalam pengambilan keputusan senantiasa dihubungkan dengan tujuan yang jelas.Jenis-jenis masalah yang dihadapi oleh seorang pemimpin berdasarkan intensitas masalah dapat digolongkan menjadi masalah yang sederhana dan masalah yang komplek. Masalah yang sederhana ialah masalah yang mengandung ciri-ciri : kecil, berdiri sendiri dan tidak/kurang mempunyai kaitan dengan masalah lain. Pemecahannya biasanya tidak memerlukan pemikiran yang luas tetapi cukup dilakukan secara individual, yang umumnya didasarkan kepada pengalaman, informasi yang sederhana dan wewenang yang melekat pada jabatan.

Masalah yang komplek yaitu masalah yang mempunyai ciri-ciri : besar, tidak berdiri sendiri sendiri, berkaitan dengan masalah-masalah lain, dan, mempunyai akibat yang luas. Pemecahannya umumnya dilakukan bersamaan antara pimpinan dengan stafnya. Dilihat dari faktor penyebabnya, masalah yang dihadapi dapat berupa masalah yang jelas penyebabnya (structure problem) dan masalah yang tidak.Jelas penyebabnya (unstructured problem).Masalah yang jelas penyebabnya, faktor penyebabnya jelas.bersifat

(38)

rutin dan biasanya timbul berulang-ulang, sehingga pemecahannya dapat dilakukan dengan proses pengambilan keputusan yang bercorak rutin dan dibakukan. Proses pengambilan keputusannya pada dasarnya telah ditentukan langkah-langkah tertentu, relatif mudah untuk memperhitungkan hasil serta akibat-akibatnya.

Masalah yang tidak jelas penyebabnya yaitu masalah yang timbul sebagai kasus yang menyimpang dari masalah organisasl yang bersifat umum, faktor penyebabnya tidak jelas.Tehnik pengambilan keputusannya disebut non-programmed decision making technique, dimana diperlukan informasi tambahan, analisa, daya cipta, pertimbangan serta penilaian kasus.

Pengambilan keputusan antara lain juga diartikan sebagai suatu tehnik memecahkan suatu masalah dengan mempergunakan tehnik-tehnik ilmiah. Secara singkat dapat dikatakan bahwa ada 7 langkahyang perlu diambil dalam usaha memecahkan masalah dengan mempergunakan teknik-teknik ilmiah. Langkah-langkah itu adalah (Siagian SP, 1973) :

1) Mengetahui hakekat dari pada masalah yang dihadapi, dengan perkataan lain mendefinisikan masalah yang dihadapi itu dengan setepat-tepatnya;

2) Mengumpulkan fakta dan data yang relevant; 3) Mengolah fakta dan data tersebut;

4) Menentukan beberapa alternatif yang mungkin ditempuh;

5) Memilih cara pemecahan dari alternatif-alternatif yang telah diolah dengan matang; 6) Memutuskan tindakan apa yang hendak dilakukan;

7) Menilai hasil-hasil yang diperoleh sebagai akibat daripada keputusan yang telah diambil.

Ketujuh langkah tersebut seolah-olah mudah untuk diambil, akan tetapi dalam kenyataannya yang telah diuji melalui berbagai eksperimen dan penelitian, pengambilan ketujuh langkah itu tidaklah mudah. Implikasinya ialah setiap pimpinan harus terus berusaha untuk meningkatkan kemampuannya mempergunakan tehnik-tehnik ilmiah dimaksud.

(39)

3. Peran Kepemimpinan Dalam Pengambilan Keputusan

Kepemimpinan seseorang dalam sebuah organisasi sangat besar perannya dalam setiap pengambilan keputusan, sehingga membuat keputusan dan mengambil tanggung jawab terhadap hasilnya adalah salah satu tugas pemimpin; sehingga jika seorang pemimpin tidak mampu membuat keputusan, seharusnya dia tidak dapat menjadi pemimpin.Pengambilan keputusan dalam tinjauan perilaku mencerminkan karakter bagi seorang pemimpin. Oleh sebab itu, untuk mengetahui baik tidaknya keputusan yang diambil bukan hanya dinilai dari konsekuensi yang ditimbulkannya, melainkan melalui berbagai pertimbangan dalam prosesnya. Kegiatan pengambilan keputusan merupakan salah satu bentuk kepemimpinan, sehingga:

1) Teori keputusan merupakan metodologi untuk menstrukturkan dan menganalisis situasi yang tidak pasti atau berisiko, dalam konteks ini keputusan lebih bersifat perspektif daripada deskriptif;

2) Pengambilan keputusan adalah proses mental dimana seorang manajer memperoleh dan menggunakan data dengan menanyakan hal lainnya, menggeser jawaban untuk menemukan informasi yang relevan dan menganalisis data; manajer, secara individual dan dalam tim, mengatur dan mengawasi informasi terutama informasi bisnisnya; 3) Pengambilan keputusan adalah proses memilih di antara alternatif-alternatif tindakan

untuk mengatasi masalah.

Dalam pelaksanaannya, pengambilan keputusan dapat dilihat dari beberapa aspek, yaitu: proses dan gaya pengambilan keputusan. Proses pengambilan keputusan; Prosesnya dilakukan melalui beberapa tahapan seperti:

a. Identifikasi masalah b. Mendefinisikan masalah

c. Memformulasikan dan mengembangkan alternative d. Implementasi keputusan

(40)

DAFTAR PUSTAKA

Adji,Wahyu dkk.Ekonomi untuk SMA/Ma kelas XII(hal.116-117).Jakarta.Penerbit Erlangga.2007

Aynul, 2009. Definisis kepemimpinan:. (online). http://duniabaca.com/hakekat dan teori kepemimpinan.html.diakses Januari 2011) http://id.wikipedia.org/wiki/Kepemimpinan http://ekonomi.kompasiana.com/manajemen/2012/02/02/empat-dasar-kepemimpinan-efektif-435672.html http://christhoper.wordpress.com/2010/12/21/masalah-dalam-kepemimpinan-di-organisasi-saat-ini/ kepemimpinan_54f79ceca33311df1d8b4583 http://nasuhasmith13.blogspot.co.id/2011/03/teori-dasar-kepemimpinan.html https://blingjamong.wordpress.com/2014/02/07/kepemimpinan-fungsi-tanggung-jawab-dan-ciri-pemimpin/

Referensi

Dokumen terkait

Pihak Amerika Serikat akan melakukan berbagai cara agar paham komunisme tidak berkembang di Indonesia, termasuk dengan menggulingkan Soekarno merupakan taktik yang akan

• Filsafat ilmu ekonomi berkaitan dengan pembahasan yang menjelaskan landasan yang mendasari konsepsi, metodologi, serta etika dalam disiplin ilmu ekonomi. • Filsafat ekonomi

Unit ini bertugas untuk mengolah bahan baku dari unit moulding menjadi produk jadi yang berupa garden furniture sehingga siap dipasarkan.. Unit

Sesuai dengan judul dalam penelitian ini, maka yang menjadi sampel penelitian adalah : Wajib Pajak Badan yang melakukan restitusi PPN LB dan Fiskus.. Berdasarkan pada

Asam kojat (5-hidroksi-2-hidroksimetil-1,4-piron) adalah metabolit sekunder yang banyak diproduksi oleh spesies jamur dari genus Aspergillus dan Penicillium melalui

Unsur Sapta Pesona yang ketujuh yaitu Kenangan yang didapat setelah berkunjung ke suatu obyek wisata dan untuk para wisatawan yang telah berkunjung ke obyek wisata Candi

Artikel ini membahas tentang perancangan program komputer yang dapat mengetahui gambaran karakteristik data ketinggian permukaan air di pintu air Manggarai, mengetahui variabel

Metode yang digunakan untuk mengembangkan Kupu-kupu yaitu: 1) mencari sumber ide dengan cara mengkaji alur cerita Beauty and The Beast. 2) mempelajari karakter Kupu-kupu