• Tidak ada hasil yang ditemukan

Studi Kasus: SMA Negeri 1 Kasihan Tahun Ajaran 2018/2019 SKRIPSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Studi Kasus: SMA Negeri 1 Kasihan Tahun Ajaran 2018/2019 SKRIPSI"

Copied!
168
0
0

Teks penuh

(1)

i

HUBUNGAN KONDISI EKONOMI KELUARGA,

LINGKUNGAN TEMAN SEBAYA, DAN INTENSITAS

PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN MINAT SISWA

MELANJUTKAN PENDIDIKAN KE PERGURUAN TINGGI

Studi Kasus: SMA Negeri 1 Kasihan Tahun Ajaran 2018/2019

SKRIPSI

Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Syarat Memperoleh Gelar Sarjana Pendidikan

Program Studi Pendidkan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi

Oleh:

Kristo Fabrilian Indrajid 151334004

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI

BIDANG KEAHLIAN KHUSUS PENDIDIKAN AKUNTANSI

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SANATA DHARMA

YOGYAKARTA

2019

(2)
(3)
(4)

xii

PERSEMBAHAN

 Allah Tritunggal Maha Kudus

 Kedua Orang Tua ku, Bapak Antonius Sunardi dan Ibu Fransiska Sugiya Ningsih.

 Adik-ku tercinta, Dionisia Anindia.

 Teman-teman sambat, Grup Galau Kekinian.

 Teman-teman Pendidikan Akuntansi 2015.

(5)

xiii

MOTTO

“Berawal Dari Hal Yang Biasa Menjadikan Kita Semakin Luar Biasa” (Penulis)

“Lakukan Dengan Kesetiaan” (Bapak tercinta)

“Orang Yang Tidak Dapat Mengorbankan Suatu Apapun, Tidak Dapat Merubah suatu Apapun”

(6)
(7)

xv

(8)

xvi

ABSTRAK

HUBUNGAN KONDISI EKONOMI KELUARGA,

LINGKUNGAN TEMAN SEBAYA, DAN INTENSITAS

PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL DENGAN MINAT SISWA

MELANJUTKAN PENDIDIKAN KE PERGURUAN TINGGI

Studi Kasus: SMA Negeri 1 Kasihan Tahun Ajaran 2018/2019

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara variabel kondisi ekonomi keluarga, lingkungan teman sebaya, dan intensitas penggunaan media sosial dengan minat siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Penelitian ini merupakan penelitian asosiatif-kausal yang dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2019 di SMA Negeri 1 Kasihan. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas X, XI dan XII sebanyak 751 siswa. Sampel penelitian sebanyak 261 siswa diambil dengan teknik proposional sampling. Data penelitian dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Spearman Correlations.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1)ada hubungan antara kondisi ekonomi keluarga dengan minat siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dengan taraf probabilitas (Sig. 2-tailed) = 0,001 < 0,01 dan nilai Correlation Coefficient sebesar 0,198 yang termasuk dalam kategori keeratan hubungan sangat kurang; (2)ada hubungan antara lingkungan teman sebaya dengan minat siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dengan taraf probabilitas (Sig. 2-tailed) = 0,008 < 0,01 dan nilai Correlation Coefficient sebesar 0,164 yang termasuk dalam kategori keeratan hubungan sangat kurang; (3)ada hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan minat siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dengan taraf probabilitas (Sig. 2-tailed) = 0,000 < 0,01 dan nilai Correlation Coefficient sebesar 0,484 yang termasuk dalam kategori keeratan hubungan sedang.

Kata kunci: kondisi ekonomi keluarga, lingkungan teman sebaya, dan intensitas penggunaan media sosial dengan minat siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

(9)

xvii

ABSTRACT

RELATIONSHIP OF THE FAMILY ECONOMIC CONDITIONS,

PEER ENVIRONMENT, AND INTENSITY OF SOCIAL MEDIA

USE WITH THE INTEREST OF STUDENTS TO CONTINUE

THEIR STUDY TO HIGHER EDUCATION.

A Case Study: Kasihan One State Senior High School Academic Year 2018/2019

This study aims to determine whether there is a relationship between the variables of family economic conditions, peer environment, and the intensity of social media use and the interest of students to continue their study to higher education. This research is an associative-causal study carried out from March to May 2019 in 1 Kasihan Public Senior High School. The population at this study were 751 students at the tenth, eleventh, and twelveth. The samples were 261 students, taken by proportional sampling technique. The data ware collected by using questionnaires and analyzed by the Spearman Correlations test.

The results of this study indicate that:

(1)there is a relationship between family economic conditions and the interest of students to continue their study to higher education with a probability level (Sig. 2-tailed) = 0.001 <0.01 and a value of correlation coefficient of 0.198 which belongs to by the closeness category relationship; (2)there is a relationship between the peer environment with the interest of students to continue their education to higher education with probability level (Sig. 2-tailed) = 0.008 <0.01 and the value of correlation coefficient of 0.164 which is very low in the relationship category; (3)there is a relationship between the intensity of the use of social media and the interest of students to continue their education to higher education with a probability level (Sig. 2-tailed) = 0,000 <0.01 and a value of correlation coefficient of 0.484 which is included in the category of moderate relationship.

Keywords: family economic conditions, peer environment, intensity of social

(10)

xviii

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kepada Tuhan yang Maha Kasih karena atas penyertaan-Nya, penulis dapat menyelesaikan proses penyusunan dan penulisan skripsi ini yang berjudul “Hubungan Kondisi Ekonomi Keluarga, Lingkungan Teman Sebaya, dan Intensitas Penggunaan Media Sosial dengan Minat Siswa Melanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi”. Skripsi ini ditulis dan diajukan untuk memenuhi salah satu syarat memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Akuntansi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

Penulis menyadari bahwa proses penyusunan skripsi ini dapat terselesaikan berkat dukungan dan nasehat dari berbagai pihak. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis menyampaikan penghargaan serta rasa terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada:

1. Bapak Johanes Eka Priyatma, M.Sc.,Ph.D. selaku Rektor Universitas Sanata Dharma Yogyakarta.

2. Bapak Dr. Yohanes Harsoyo, S.Pd., M.Si. selaku Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta. 3. Bapak Ignatius Bondan Suratno, S.Pd., M.Si. selaku Ketua Program Studi

Pendidikan Ekonomi, Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi. 4. Bapak Drs. Bambang Purnomo, S.E., M.Si. selaku Dosen Pembimbing

Skripsi yang telah memberi bimbingan, masukan, kritik, dan saran dalam menyelesaikan skripsi ini.

(11)
(12)

xx

DAFTAR ISI

PERSEMBAHAN ... xii

MOTTO ... xiii

PERNYATAAN KEASLIAN KARYA ... xiv

LEMBAR PERNYATAAN PERSETUJUAN ... xv

PUBLIKASI KARYA ILMIAH UNTUK KEPENTINGAN AKADEMIS ... Error! Bookmark not defined. ABSTRAK ... xvi

ABSTRACT ... xvii

KATA PENGANTAR ... xviii

DAFTAR ISI... xx

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. Latar Belakang Masalah ... 1

B. Identifikasi Masalah ... 8

C. Batasan Masalah ... 8

D. Rumusan Masalah ... 9

E. Tujuan Penelitian ... 9

F. Manfaat Penelitian ... 10

(13)

xxi

A. Tinjauan Teoritik ... 12

1. Minat Siswa Melanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi ... 12

2. Kondisi Ekonomi Keluarga ... 15

3. Lingkungan Teman Sebaya ... 16

4. Intensitas Penggunaan Media Sosial ... 19

B. Kajian Hasil Penelitian yang Relevan ... 21

C. Kerangka Berfikir ... 24

1. Hubungan Kondisi Ekonomi Keluarga dengan Minat Siswa Melanjutkan Pendidikan Ke Perguruan Tinggi. ... 24

2. Hubungan Lingkungan Teman Sebaya dengan Minat Siswa Melanjutkan Pendidikan Ke Perguruan Tinggi. ... 25

3. Hubungan Intensitas Penggunaan Media Sosial dengan Minat Siswa Melanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi. ... 27

D. Paradigma Penelitian ... 28

E. Hipotesis Penelitian ... 29

1. Hipotesis I ... 29

2. Hipotesis II ... 30

3. Hipotesis III ... 30

BAB III METODOLOGI PENELITIAN ... 31

A. Jenis Penelitian ... 31

(14)

xxii

1. Lokasi Penelitian ... 31

2. Waktu Penelitian ... 32

C. Subjek dan Objek Penelitian... 32

1. Subjek Penelitian ... 32

2. Objek Penelitian ... 32

D. Populasi Sampel ... 32

1. Populasi Penelitian ... 32

2. Sampel Penelitian ... 34

E. Variabel Penelitian dan Pengukuran ... 35

1. Variabel Penelitian ... 35

2. Pengukuran Variabel ... 36

F. Teknik Pengumpulan Data ... 36

1. Kuesioner ... 36

2. Dokumentasi ... 37

G. Instrumen Penelitian ... 37

1. Variabel Minat Siswa Melanjutkan Pendidikan Ke Perguruan Tinggi ... 37

2. Variabel Kondisi Ekonomi Keluarga ... 39

3. Variabel Lingkungan Teman Sebaya ... 39

4. Variabel Intensitas Penggunaan Media Sosial ... 40

(15)

xxiii

1. Uji Validitas ... 41

2. Hasil Pengujian Validitas ... 42

3. Uji Reliabilitas ... 46

4. Hasil Pengujian Reliabilitas Instrumen ... 47

I. Teknik Analisis Data ... 48

1. Analisis Data Deskriptif ... 48

2. Uji Normalitas Data ... 48

3. Kategori Kecenderungan Variabel ... 50

4. Pengujian Hipotesis ... 54

5. Penarikan Kesimpulan ... 56

BAB IVANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN ... 57

A. Deskripsi Data ... 57 1. Deskripsi Responden... 57 2. Deskripsi Variabel ... 57 B. Pengujian Hipotesis ... 62 1. Pengujian Hipotesis I ... 62 2. Pengujian Hipotesis II ... 63

3. Pengujian Hipotesis III ... 65

C. Pembahasan ... 66

(16)

xxiv

A. Kesimpulan ... 76

B. Keterbatasan ... 77

C. Saran ... 78

DAFTAR PUSTAKA ... 80

LAMPIRAN I Kuesioner Penelitian ... 87

LAMPIRAN II Data Induk Penelitian ... 100

LAMPIRAN III Uji Validitas ... 131

LAMPIRAN IV Uji Reliabilitas ... 135

LAMPIRAN V R Tabel ... 137

LAMPIRAN VI Uji Normalitas ... 140

LAMPIRAN VII Uji Korelasi Sperman ... 143

LAMPIRAN VIII Output SPSS untuk PAP Tipe II ... 146

(17)

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan suatu hal yang penting bagi setiap orang. Dalam menempuh pendidikan, seseorang diwajibkan untuk terus belajar. Hal ini ditegaskan dalam sistem pendidikan nasional yang tercermin pada Undang-Undang No. 20 tahun 2003 pasal 34 ayat 1 tentang wajib belajar. Mengatakan bahwa “setiap warga negara yang berusia 6 (enam) tahun dapat mengikuti program wajib belajar”. Kewajiban menempuh pendidikan bertujuan untuk membekali diri dalam rangka mempersiapkan masa depan yang baik.

Dalam menempuh pendidikan, seseorang akan berada pada suatu tingkatan yaitu jenjang pendidikan. Menurut Teguh Triwiyanto (2014: 120), “Jenjang pendidikan adalah tahap pendidikan yang ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta didik, tujuan yang akan dicapai, dan kemampuan yang dikembangkan. Tingkatan tertinggi dalam menempuh dunia pendidikan adalah perguruan tinggi. Menurut Teguh Triwiyanto (2014: 122), “Pendidikan Tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, spesialis, dan doktor yang diselenggarakan oleh pendidikan tinggi”.

Semakin tinggi jenjang pendidikan yang ditempuh, maka semakin banyak ilmu dan pengetahuan yang diperoleh. Hal tersebut guna meningkatkan kemampuan akademik dan kemampuan intelektual yang dimiliki seseorang. Bekal yang dimiliki ini nantinya akan digunakan ketika masuk ke dalam dunia

(18)

2

kerja. Hal ini juga menunjukan kualitas diri yang dimiliki seseorang setelah menempuh dunia pendidikan.

Pentingnya pendidikan akan dirsasakan ketika seseorang sudah bersaing dalam dunia kerja. Contohnya ketika seseorang ingin memasukan lamaran pekerjaan. Orang yang berpendidikan tinggi secara umum akan memiliki nilai jual yang lebih baik, dari pada orang yang berpendidikan rendah. Perusahaan akan mempertimbangkan latar belakang pendidikan yang dimiliki seseorang untuk dapat diterima di perusahaannya atau tidak. Dalam hal ini terlihat bahwa melanjutkan pendidikan sampai ke jenjang yang paling tinggi yakni perguruan tinggi merupakan hal yang penting.

Mulai dari menempuh pendidikan di SD, SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi seseorang tersebut juga terus dihadapakan oleh banyak pilihan. Nantinya dalam menentukan pilihan ini, seseorang akan dituntut untuk dapat mempertimbangkan banyak faktor yang dapat mempengaruhi pilihannya tersebut. Pilihan ini akan dirasakan setelah menyelesaikan pendidikan ditingkat sekolah menengah atas (SMA). Walaupun pada kenyataannya, pilihan ini muncul di setiap jenjang pendidikan. Hal ini dapat terjadi lantaran dipengaruhi oleh banyak faktor.

Di sekolah menengah atas (SMA). Setelah menyelesaikan beberapa tahapan belajar, mulai dari kelas X hingga kelas XII. Pada akhirnya para siswa akan menggunakan kemampuan yang dimiliki untuk melewati ujian akhir yaitu Ujian Nasional yang kini dalam bentuk UNBK. Ketika para siswa telah menyelesaikan ujian tersebut dan dinyatakan lulus, maka para siswa akan

(19)

3

dihadapkan pada berbagai macam pilihan seperti yang disinggung sebelumnya. Dua pilihan umum yang paling sering muncul ketika seseorang telah menyelesaikan pendidikan ditingkat SMA yaitu, melanjutkan pendidikan atau mencari pekerjaan.

Permasalahan yang paling sering muncul ketika dihadapkan dengan pilihan ini adalah angka putus sekolah. Tidak sedikit dari masyarakat khususnya anak sekolah, yang memilih untuk berhenti sekolah dan mencari kerja demi memenuhi kebutuhan hidupnya. Namun dengan semakin banyaknya anak yang berhenti sekolah untuk mencari pekerjaan, akan menimbulkan dampak buruk yang lain. Dalam skala besar hal ini akan semakin menurunkan kualitas sumber daya manusia yang dimiliki oleh suatu negara.

Menurut Ikhtisar Data Pendidikan & Kebudayaan tahun ajaran 2015/2016 sampai 2017/2018 diperoleh data sebagai berikut:

Tabel 1.1

Ikhtisar Data Pendidikan & Kebudayaan No Angka Putus Sekolah Tingkat SMA Jumlah

1 Tahun Ajaran 2015/16 D.I.Yogyakarta 264 siswa Indonesia 40.454 siswa 2 Tahun Ajaran 2016/17 D.I.Yogyakarta 260 siswa Indonesia 36.419 siswa 3 Tahun Ajaran 2017/18 D.I.Yogyakarta 143 siswa Indonesia 31.123 siswa Sumber: https://statistik.data.kemdikbud.go.id/

Melanjutkan pendidikan merupakan pilihan yang tergolong susah-susah gampang. Berdasarkan data fenomena di atas, terlihat bahwa angka putus sekolah di tingkat SMA dari tahun ajaran 2015/2016 sampai dengan 2017/2018

(20)

4

sudah mulai menurun. Namun hal ini masih perlu mendapat perhatian khusus, terlihat bahwa minat masyarakat khususnya para siswa dalam melanjutkan pendidikan diduga masih rendah. Menurut Muhibbin Syah (2017: 113), “Minat berarti kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu, yang ditandai dengan adanya perhatian, keinginan, dorongan, dan kebutuhan”. Minat ini diduga dipengaruhi oleh banyak faktor, baik faktor yang berasal dari luar (eksternal) maupun faktor yang berasal dari dalam (internal).

Saat ini terdapat banyak hal yang dapat mempengaruhi minat, khusunya minat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Minat ini perlu ditingkatkan guna memperbaiki taraf hidup masyarakat dimasa mendatang. Dalam hal ini generasi, muda yaitu para siswa ditingkat SMA yang masih sekolah maupun yang telah lulus sekolah. Faktor-faktor yang diduga paling dominan dalam mempengaruhi minat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi yaitu kondisi ekonomi keluarga, lingkungan teman sebaya, dan intensitas penggunaan media sosial.

Kondisi ekonomi keluarga diduga merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi minat. Menurut Suradjiman (2006: 102), “Kondisi ekonomi adalah kenyataan yang terlihat atau yang terasakan oleh indra manusia tentang keadaan orang tua dan kemampuan orang tua dalam memenuhi kebutuhan anaknya”. Berdasarkan data yang disajikan sebelumnya angka putus sekolah diduga berasal dari komponen masyarakat yang memiliki

(21)

5

kondisi ekonomi keluarga rendah. Hal ini dapat terjadi karena tuntutan ekonomi yang ada untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Pola pikir masyarakat yang kurang tepat, menganggap bahwa pendidikan merupakan hal yang tidak penting. Membuat minat yang dimiliki untuk melanjutkan pendidikan menjadi rendah. Hal ini membuat kondisi ekonomi keluarga menjadi tidak baik dan berakibat pada tingginya tuntutan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Penyebab terjadinya hal tersebut karena mengesampingkan pendidikan. Dari sini terlihat bahwa kondisi ekonomi keluarga memiliki peran, peran ini memperlihatkan bahwa kondisi ekonomi keluarga menjadi faktor yang memberi pengaruh terhadap minat melanjutkan pendidikan.

Masa remaja merupakan masa yang sangat penting dalam proses perkembangan. Karena itu perkembangan pada masa remaja sudah seharusnya mendapatkan perhatian dari berbagai pihak, terutama dari lingkungan terdekatnya seperti keluarga, sekolah, dan masyarakat. Pengaruh lingkungan teman sebaya dalam perkembangan dan pembentukan identitas diri tidak dapat dianggap sepele karena dengan teman sebaya remaja banyak menghabiskan waktu untuk saling bertukar informasi tentang dunia luar. Hal ini akan berpengaruh pada pola pikir remaja dalam mengembangkan siapa dirinya dan apa yang harus dia lakukan untuk menjadi seseorang.

Lingkungan teman sebaya menjadi salah satu faktor lain dalam mempengaruhi minat seseorang, khususnya dalam hal ini minat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Menurut J.W. Santrock (2007:

(22)

6

55), “Teman sebaya adalah siswa atau peserta didik yang memiliki usia atau tingkat kematangan yang kurang lebih sama”. Kemudian menurut J.W. Santrock (2007: 57), bahwa relasi yang baik antara teman-teman sebaya dibutuhkan bagi perkembangan sosial yang normal dimasa remaja. Maka dari itu, menjalin relasi dengan teman sebaya merupakan hal yang penting. Namun dalam menjalin relasi ini seseorang harus pandai memilih dan memilah teman sebaya. Hal ini karena tanpa disadari dampak dari pertemanan sangatlah besar terhadap diri seseorang, khususnya minat atau ketertarikan seseorang yang mengarah pada minat melanjutkan pendidikan.

Lingkungan teman sebaya membentuk individu, teman sebaya juga memberikan pengaruh yang besar dalam pergaulan yang dapat mempengaruhi diri. Contoh dari lingkungan teman sebaya yang mempengaruhi diri, seperti ketika seorang teman mengajak untuk tidak mengerjakan tugas atau bolos sekolah. Pada situasi ini kedekatan yang dimiliki setelah menjalin hubungan pertemanan dapat mengarahkan individu untuk melakukan hal yang buruk atau malah sebaliknya. Begitu juga ketika teman mengajak untuk mencari kerja atau melanjutkan pendidikan setelah tamat sekolah, ketika kita tidak dapat menolak atau mempertimbangkan dengan baik, kita dengan mudah terpengaruh untuk mengikutinya. Dari contoh di atas terlihat bahwa teman sebaya memiliki peran dalam menentukan masa depan, khususnya yang berkaitan dengan minat untuk melanjutkan pendidikan.

Teknologi pada saat ini sangatlah berkembang pesat, orang-orang dimudahkan untuk dapat mengakses informasi apapun lewat internet. Pada

(23)

7

umumnya penggunaan kemudahan informasi ini dirasa belum digunakan secara mendalam. Banyak orang yang berselancar didunia maya hanya untuk mencari hiburan saja. Hal ini memperlihatkan bahwa penggunaan teknologi yang ada belum digunakan secara selektif.

Siswa-siswi sekarang khususnya ditingkat SMA sudah banyak yang mendapat fasilitas ini, sehingga dapat dengan mudah mengakses internet. Internet yang dimaksud dalam hal ini agar lebih spesifik merupakan media sosial. Menurut Boyd dan Ellison (2008), “Media sosial adalah bentuk pelayanan berbasis web yang memungkinkan individu membuat profil pribadi, berbagi informasi, serta melihat dan melintasi profil orang-orang yang terdaftar dalam koneksi mereka”. Penggunaan media sosial ini menjadi kebutuhan bagi anak dan tuntutan bagi orang tua agar dapat memenuhinya. Terdapat banyak sekali informasi yang bisa diperoleh saat mengakses media sosial. Namun, apakah penggunaan media sosial dikalangan siswa digunakan secara selektif? Contohnya mengakses infomasi yang berguna bagi kelanjutan pendidikan.

Pertanyaan ini muncul karena dekat dan berada disekitar kita. Penggunaan media sosial ini sangat sering digunakan sehingga menimbulkan intensitas atau keseringan tertentu. Namun apakah intensitas ini digunakan untuk mencari informasi, atau malah digunakan untuk mengisi waktu luang saja? Hal ini yang menyebabkan intensitas penggunaan media sosial diduga menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi minat. Dari pernyataan di atas terlihat bahwa intensitas penggunaan media sosial, terkait dengan informasi perguruan tinggi perlu diarahkan agar dapat mendukung siswa.

(24)

8

Secara tidak langsung intensitas penggunaan media sosial khusunya untuk mengakses informasi perguruan tinggi memiliki peran dan perlu diteliti.

Berdasarkan pembahasan di atas, terkait dengan fenomena dan faktor-faktor yang berhubungan dengan minat. Khususnya minat siswa dalam melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Peneliti tertarik untuk melakukan suatu penelitian, dalam rangka mengetahui hubungan antara faktor-faktor yang ada seperti kondisi ekonomi keluarga, lingkungan teman sebaya, dan intensitas penggunaan media sosial dengan minat siswa tersebut. Maka dari itu peneliti merumuskan judul penelitiannya, yakni “Hubungan Kondisi Ekonomi Keluarga, Lingkungan Teman Sebaya, dan Intensitas Penggunaan Media Sosial dengan Minat Siswa Melanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi”

B. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, identifikasi masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Kondisi Ekonomi Keluarga 2. Lingkungan Teman Sebaya

3. Intensitas Penggunaan Media Sosial C. Batasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah yang telah diuraikan di atas, batasan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Membatasi kondisi ekonomi keluarga yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak-anak yang belum bekerja.

(25)

9

2. Membatasi lingkungan teman sebaya yaitu teman yang ada di lingkungan sekolah.

3. Membatasi media sosial hanya pada aplikasi digital instagram, whatsapp, line, fb, dll.

D. Rumusan Masalah

Berdasarkan batasan masalah yang telah diuraikan di atas, rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Apakah ada hubungan antara kondisi ekonomi keluarga dengan minat siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi?

2. Apakah ada hubungan antara lingkungan teman sebaya dengan minat siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi?

3. Apakah ada hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan minat siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi?

E. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Mendeskripsikan hubungan antara kondisi ekonomi keluarga dengan minat siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi pada siswa kelas X dan XI SMA Negeri 1 Kasihan.

2. Mendeskripsikan hubungan antara lingkungan teman sebaya dengan minat siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi pada siswa kelas X dan XI SMA Negeri 1 Kasihan.

(26)

10

3. Mendeskripsikan hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan minat siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi pada siswa kelas X dan XI SMA Negeri 1 Kasihan.

F. Manfaat Penelitian

Berdasarkan tujuan penelitian yang telah diuraikan di atas, manfaat yang diharap dalam penelitian ini sebagai berikut :

1. Bagi Siswa

Dengan adanya penelitian ini, dapat digunakan sebagai gambaran dalam menentukan pilihan. Khususnya pilihan terhadap karir siswa dalam dunia pendidikan setelah lulus dari SMA untuk melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi.

2. Bagi Sekolah

a. Membantu pihak sekolah untuk memantau dan memperhatikan peserta didik terkait dengan minat siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

b. Sebagai bahan pertimbangan untuk mengarahkan siswa-siswi terutama kelas XI SMA Negeri 1 Kasihan dalam memilih perguruan tinggi.

c. Sebagai masukan untuk usaha sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan.

3. Bagi Peneliti

Dengan adanya penelitian ini, peneliti dapat menambah dan meningkatkan wawasan pengetahuan yang dimiliki. Hal ini terkait

(27)

11

hubungan kondisi ekonomi keluarga, lingkungan teman sebaya dan intensitas penggunaan media sosial dengan minat siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

4. Bagi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta

Hasil penelitian ini berguna bagi Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, sebagai bahan referensi untuk pengembangan dalam penelitian selanjutnya.

(28)

12

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS PENELITIAN

A. Tinjauan Teoritik

1. Minat Siswa Melanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi a. Pengertian

1) Minat

Menurut Pupu Saeful Rahmat (2018: 161-162), “Minat adalah suatu keadaan ketika seseorang menaruh perhatian pada sesuatu, yang disertai dengan keinginan untuk mengetahui, memiliki, mempelajari, dan membuktikan”. Kemudian menurut Muhibbin Syah (2017: 113), “Minat adalah kecenderungan dan kegairahan yang tinggi atau keinginan yang besar terhadap sesuatu”. Selanjutnya menurut Slameto (2015: 180), “Minat adalah suatu rasa lebih suka dan rasa ketertarikan pada suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yang menyuruh”.

2) Pendidikan

Menurut Undang-undang No. 20 Tahun 2003 Pasal 14 tentang Sistem Pendidikan Nasional Bab I Ketentuan Umum Pasal 1 yang dimaksud pendidikan adalah: usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.

(29)

13 3) Perguruan Tinggi

Menurut Teguh Triwiyanto (2014: 123), “Pendidikan Tinggi merupakan jenjang pendidikan setelah pendidikan menengah yang mencakup program pendidikan diploma, sarjana, magister, spesialis, dan doktor yang diselenggarakan oleh pendidikan tinggi”.

b. Indikator Minat

Indikator minat menurut Slameto (2015: 181), “Siswa yang berminat” memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1) Adanya perasaan senang 2) Adanya keinginan 3) Adanya perhatian 4) Adanya ketertarikan 5) Adanya kebutuhan 6) Adanya harapan

7) Adanya dorongan dan kemauan c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Minat

Menurut Makmun Khairani (2013: 139), “Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi minat” sebagai berkut:

1) Faktor Rangsangan

Rangsangan yang datang dari lingkungan antar ruang lingkup yang sesuai dengan keinginan atau kebutuhan seseorang akan mudah menimbulkan minat.

(30)

14 2) Faktor Motif Sosial

Minat seseorang terhadap obyek atau sesuatu hal, selain dipengaruhi oleh faktor dari dalam diri manusia juga dipengaruhi oleh motif sosial.

3) Faktor Emosional

Faktor perasaan dan emosi ini mempunyai pengaruh terhadap obyek, misal perjalanan sukses yang dipakai individu dalam suatu kegiatan tertentu dapat membangkitkan perasaan senang dan dapat menambah semangat atau kuatnya minat dalam kegiatan tersebut. d. Macam-macam Minat

Menurut Giatama (1990: 6), “Minat dapat digolongkan menjadi dua macam” sebagai berikut:

a. Minat secara intrinsik, yaitu merupakan minat yang timbul dari dalam individu sendiri tanpa pengaruh luar. Minat intrinsik dapat timbul karena pengaruh sikap, prestasi belajar, bakat, jenis kelamin, dan intelegasi.

b. Minat secara ektrinsik, yaitu minat yang timbul akibat pengaruh dari luar individu. Minat ektrinsik dapat timbul karena latar belakang ekonomi, orang tua, dan teman sebaya.

(31)

15 2. Kondisi Ekonomi Keluarga

a. Pengertian

1) Kondisi Ekonomi

Menurut Suradjiman (2006: 102), “Kondisi ekonomi adalah kenyataan yang terlihat atau yang terasakan oleh indra manusia tentang keadaan orang tua dan kemampuan orang tua dalam memenuhi kebutuhan anaknya”.

2) Keluarga

Menurut Teguh Triwiyanto (2014: 71), “Keluarga merupakan kelompok sosial kecil yang umumnya terdiri dari ayah, ibu, dan anak yang didasari atas dasar ikatan darah, perkawinan atau adopsi”. Kemudian menurut Abu Ahmadi (2009: 221), “Keluarga adalah satu kesatuan sosial yang terdiri dari suami, istri, dan anak-anak yang belum dewasa”.

3) Kondisi Ekonomi Keluarga

Kondisi ekonomi keluarga ini menjadi faktor yang kuat dalam mempengaruhi sikap dan emosi seorang anak. Menurut Gerungan (2009: 196), “Peran penting kondisi ekonomi keluarga” bagi pendidikan anak yaitu: Adanya perekonomian yang cukup, lingkungan material yang dihadapi anak didalam keluarganya lebih luas, ia mendapat kesempatan yang lebih luas juga untuk mengembangkan bermacam-macam kecakapan yang tidak dapat ia kembangkan apabila tidak ada prasarananya

(32)

16 b. Indikator Kondisi Ekonomi Keluarga

Menurut Abdulsyani (2008: 20), “Indikator yang dapat menentukan tingkat ekonomi yaitu total penghasilan, pengeluaran, simpanan, dan kepemilikan harta yang bernilai ekonomis”. Maka dari itu dalam penelitian ini, indikator kondisi ekonomi keluarga akan diukur dengan pendapatan pokok dan sampingan, kemampuan daya beli, dan kepemilikan barang bernilai.

c. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kondisi Ekonomi Keluarga

Menurut Surjono (2009: 21), “Faktor-faktor yang mempengaruhi keadaan sosial ekonomi” sebagai berikut:

1) Tingkat pendapatan. 2) Gaya hidup.

3) Jumlah, susunan, dan umur anggota keluarga. 4) Status sosial.

5) Keadaan harga barang yang dapat dibeli. 6) Psikologi.

3. Lingkungan Teman Sebaya

a. Pengertian Lingkungan Teman Sebaya

Menurut J.W. Santrock (2007: 55), “Teman sebaya adalah siswa atau peserta didik yang memiliki usia atau tingkat kematangan yang kurang lebih sama”. Kemudian menurut Fuad Ihsan (2003: 22), “Lingkungan teman sebaya adalah segala sesuatu yang ada disekitar suatu unit sosial yang terdiri dari dua atau lebih individu yang telah mengadakan interaksi sosial yang cukup intensif dan teratur yang

(33)

17

memiliki umur sepadan dan dapat mempengaruhi perkembangan kehidupan”.

b. Indikator Lingkungan Teman Sebaya

Menurut Santoso (2006:23), “Indikator-indikator dari kelompok teman sebaya” sebagai berikut:

1) Kerjasama

Kerjasama sangat diperlukan, karena dengan adanya kerjasama antar siswa akan lebih mudah melaksanakan kegiatan yang sedang dilakukan. Dalam kerjasama ini akan terdapat diskusi antar individu yang dapat memunculkan berbagai ide baru atau jalan keluar dalam pemecahan masalah serta dapat membuat kekompakan antar siswa.

2) Persaingan

Persaingan adalah suatu kompetisi yang dilakukan perorangan atau kelompok sosial tertentu agar memperolah kemenangan atau hasil secara kompetitif tanpa menimbulkan ancaman atau benturan fisik.

3) Pertentangan

Dalam interaksi antara individu atau kelompok dalam memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan yang diharapkan, sering diwarnai dengan pertentangan dalam prosesnya. Pertentangan ini timbul karena adanya perbedaan. Untuk menghindari adanya

(34)

18

pertentangan ini maka perlu toleransi antar individu atau kelompok akan perbedaan tersebut.

4) Penyesuaian/Akomodasi

Penyesuaian atau akomodasi merupakan penyesuaian tingkah laku manusia yang diikuti dengan usaha-usaha untuk mencapai kestabilan.

5) Perpaduan/Asimilasi

Perpaduan atau asimilasi merupakan pembaharuan dua kebudayaan yang disertai dengan hilangnya ciri khas kebudayaan asli sehingga membentuk kebudayaan baru.

c. Fungsi Lingkungan Teman Sebaya

Santrock (2014:55), “Mengemukakan bahwa salah satu fungsi terpenting dari kelompok teman sebaya” sebagai berikut:

1) Sebagai sumber informasi mengenai dunia diluar keluarga.

2) Memperoleh umpan balik mengenai kemampuannya dari kelompok teman sebaya.

3) Mempelajari bahwa apa yang mereka lakukan itu lebih baik, sama baik, atau kurang baik, dibandingkan remaja-remaja lainnya.

(35)

19 4. Intensitas Penggunaan Media Sosial

a. Pengertian 1) Intensitas

Menurut S.Azwar (1995), “Intensitas adalah kedalaman atau kekuatan sikap terhadap sesuatu”. Kemudian menurut Wulandari (2000), “Intensitas mengacu pada penggunaan waktu untuk melakukan aktivitas tertentu (durasi) dengan jumlah ulang tertentu dalam jangka waktu tertentu (frekuensi)”.

2) Media Sosial

Menurut Sikape (2014), “Media sosial adalah alat perantara yang membantu individu untuk berkomunikasi dengan berbagai pihak dibelahan dunia”. Kemudian menurut Boyd dan Ellison (2008), “Media sosial adalah bentuk pelayanan berbasis web yang memungkinkan individu membuat profil pribadi, berbagi informasi, serta melihat dan melintasi profil orang-orang yang terdaftar dalam koneksi mereka. Selanjutnya menurut Sikape (2014), “Tujuan dari interaksi dalam media sosial sama dengan interaksi sosial dalam kehidupan nyata, yaitu membuat lingkungan pertemanan untuk membangun jaringan sosial terhadap orang lain secara tidak langsung”.

(36)

20 3) Intensitas Penggunaan Media Sosial

Dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa intensitas penggunaan media sosial adalah seberapa sering seorang individu atau siswa menggunakan media sosial. Penggunaan media sosial ini ditujukan untuk mencari informasi perguruan tinggi yang sesuai dengan minat dan ketertarikan yang dimiliki.

b. Indikator Intensitas

Menurut Frisnawati (2012), “Mengemukakan bahwa aspek-aspek indikator penggunaan media sosial” sebagai berikut:

1. Perhatian

Merupakan ketertarikan individu terhadap objek tertentu yang menjadi target perilaku.

2. Penghayatan

Merupakan pemahaman dan penyerapan terhadap informasi sebagai pengetahuan yang baru bagi individu yang bersangkutan. 3. Durasi

Merupakan kebutuhan individu dalam selang waktu tertentu untuk melakukan perilaku yang menjadi target (lamanya selang waktu dalam satu jam).

4. Frekuensi

Merupakan banyaknya pengulangan/ seberapa sering muncul perilaku yang menjadi target (dalam kurun waktu satu hari).

(37)

21 B. Kajian Hasil Penelitian yang Relevan

Penelitian ini didukung oleh beberapa penelitian yang berkaitan dengan variabel-variabel penelitian yang digunakan. Penelitian tersebut diantaranya:

1. Penelitian yang dilakukan oleh Dika Arya Sanjaya Bonaventura yang berjudul “Hubungan antara Status Sosial Ekonomi Orang Tua, Motivasi Belajar, Lingkungan Sekolah dengan Minat Siswa Melanjutkan Pendidikan Ke Perguruan Tinggi”.

Dalam penelitian tersebut disimpulkan bahwa (1)tidak ada hubungan positif variabel tingkat pendidikan orang tua dengan minat siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dengan perhitungan nilai Spearman’s Rho = +0,035 dan nilai sig (I-tailed) adalah sebesar 0,408 >0,05. (2)tidak ada hubungan positif variabel jenis pekerjaan orang tua dengan minat siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dengan perhitungan nilai Spearman’s Rho = + 0,014 dan nilai sig (I-tailed) adalah sebesar 0,464 >0,05. (3)tidak ada hubungaan positif variabel tingkat pendapatan orang tua dengan minat siswa menjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dengan perhitungan nilai Spearman’s Rho = + 0,197dan nilai sig (I-tailed) adalah sebesar 0,092 >0,05. (4)tidak ada hubungan positif variabel motivasi belajar dengan minat siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dengan perhitungan nilai Spearman’s Rho = +0,164 dan nilai sig (I-tailed) adalah sebesar 0,135>0,05. (5)ada hubungan positif variabel lingkungan sekolah dengan minat siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dengan

(38)

22

perhitungan nilai Spearman’s Rho = +0,406 dan nilai sig (I-tailed) adalah sebesar 0,002 < 0,05.

2. Penelitian yang dilakukan oleh Fransisca Emi Wulandari yang berjudul “Hubungan Kondisi Sosial Ekonomi Orang Tua dan Prestasi Akademik dengan Motivasi Mahasiswa dalam Mengerjakan Skripsi”.

Dalam penelitian tersebut disimpulkan bahwa, tidak ada hubungan kondisi sosial ekonomi orang tua dengan motivasi mahasiswa dalam mengerjakan skripsi, dengan perhitungan yang menunjukkan pada tingkat pendidikan ayah nilai 2hitung =1,6578 < 2tabel = 5,99 ; pada tingkat pendidikan ibu menunjukkan 2hitung = 1,7871< 2tabel = 5,99; pada jenis pendidikan ayah menunjukkan 2hitung = 0,0306 < 2tabel = 5,99; pada jenis pekerjaan ibu menunjukkan 2hitung = 3,4106 < 2tabel = 5,99; pada tingkat pendapatan ayah menunjukkan 2hitung = 2,5907 < 2tabel = 5,99; pada tingkat pendapatan ibu menunjukkan 2hitung = 5,4089 < 2tabel = 9,49. Tidak ada hubungan prestasi akademik dengan motivasi siswa dalam mengerjakan skripsi dengan perhitungan yang menunjukkan nilai

2

hitung = 3,5269 < 2tabel = 5,99.

3. Penelitian yang dilakukan oleh Arum Nur Hidayat yang berjudul “Pengaruh Minat Belajar dan Lingkungan Teman Sebaya Terhadap Prestasi Belajar Ekonomi Akuntansi Siswa Kelas XI IPS Di SMA Negeri 1 Panjangan Bantul Tahun Ajaran 2016/2017”.

Hasil penelitian pada taraf signifikansi 5% menunjukkan bahwa (1)terdapat pengaruh positif dan signifikan Minat Belajar terhadap

(39)

23

Prestasi Belajar Ekonomi Akuntansi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Pajangan Bantul tahun ajaran 2016/2017. Hal ini ditunjukkan dari nilai thitung lebih besar dari nilai ttabel (4,395>1,994), nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,000<0,05), dan koefisien regresi mempunyai nilai positif sebesar 0,359. (2)terdapat pengaruh positif dan signifikan Lingkungan Teman Sebaya terhadap Prestasi Belajar Ekonomi Akuntansi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Pajangan Bantul tahun ajaran 2016/2017. Hal ini ditunjukkan dari nilai thitung lebih besar dari nilai ttabel (4,801>1,994), nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,000<0,05), dan koefisien regresi mempunyai nilai positif sebesar 0,296. (3)terdapat pengaruh positif dan signifikan Minat Belajar dan Lingkungan Teman Sebaya terhadap Prestasi Belajar Ekonomi Akuntansi siswa kelas XI IPS SMA Negeri 1 Pajangan Bantul tahun ajaran 2016/2017. Hal ini dibuktikan dari nilai Fhitung lebih besar dari Ftabel (39,203>3,120), dan nilai signifikansi lebih kecil dari 0,05 (0,000<0,05). Besarnya kontribusi variabel Minat Belajar, dan lingkungan teman sebaya sebesar 56,8%, sedangkan sisanya sebesar 43,2% dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

4. Penelitian yang dilakukan oleh Cicillia Sendy Setya Ardari yang berjudul “Pengaruh Kepercayaan Diri Terhadap Intensitas Penggunaan Media Sosial Pada Remaja Awal”.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepercayaan diri terhadap intensitas penggunaan media sosial. Subjek dalam penelitian ini

(40)

24

adalah remaja awal atau siswi-siswi SMP berjumlah 173 orang yang berusia 12-15 tahun dan memiliki akun media sosial. Peneliti berhipotesis bahwa kepercayaan diri berpengaruh terhadap intensitas penggunaan media sosial pada remaja awal. Alat pengumpulan data yang digunakan adalah skala kepercayaan diri dan skala intensitas penggunaan media sosial yang disusun dengan teknik likert. Skala kepercayaan diri memiliki koefisien reliabilitas Alpha Cronbach (α) sebesar 0,879 dan skala intensitas penggunaan media sosial memiliki koefisien reliabilitas Alpha Cronbach (α) sebesar 0,837. Analisi data menggunakan uji regresi linear sederhana karena hanya menguji satu variabel bebas dan satu variabel terikat. Hasil dari penelitiann ini menunjukkan bahwa nilai R square =0,003(Fhitung = 0,434 dan thitung = 0,659) dengan nilai signifikansi sebesar O,511. Hal tersebut membuktikan bahwa kepercayaan diri tidak berpengaruh terhadap intensitas penggunaan media sosial.

C. Kerangka Berfikir

Menurut Sugiyono (2016: 91), “Kerangka berfikir merupakan model konseptual tentang bagaimana teori berhubungan dengan berbagai faktor yang telah diidentifikasi sebagai masalah yang penting”. Dalam penelitian ini kerangka berfikir sebagai berikut:

1. Hubungan Kondisi Ekonomi Keluarga dengan Minat Siswa Melanjutkan Pendidikan Ke Perguruan Tinggi.

Kondisi ekonomi keluarga diduga merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi minat siswa dalam melanjutkan pendidikan. Menurut

(41)

25

Suradjiman (2006: 102), “Kondisi ekonomi adalah kenyataan yang terlihat atau yang terasakan oleh indra manusia tentang keadaan orang tua dan kemampuan orang tua dalam memenuhi kebutuhan anaknya”. Berdasarkan data yang disajikan sebelumnya angka putus sekolah diduga berasal dari komponen masyarakat yang memiliki kondisi ekonomi keluraga rendah. Hal ini dapat terjadi karena tuntutan ekonomi yang ada untuk memenuhi kebutuhan hidup.

Pola pikir masyarakat yang kurang tepat, menganggap bahwa pendidikan bukan merupakan hal yang penting, membuat minat yang dimiliki untuk melanjutkan pendidikan menjadi rendah. Hal ini, membuat kondisi ekonomi keluarga pun menjadi tidak baik dan berakibat pada tingginya tuntutan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Dari sini terlihat bahwa kondisi ekonomi keluarga memiliki peran, peran ini memperlihatkan bahwa kondisi ekonomi keluarga menjadi salah satu faktor yang memberi pengaruh terhadap minat melanjutkan pendidikan.

2. Hubungan Lingkungan Teman Sebaya dengan Minat Siswa Melanjutkan Pendidikan Ke Perguruan Tinggi.

Masa remaja merupakan masa yang sangat penting dalam proses perkembangan, oleh karena itu perkembangan pada masa remaja sudah seharusnya mendapatkan perhatian dari berbagai pihak, terutama dari lingkungan terdekatnya seperti keluarga, sekolah, dan masyarakat. Pengaruh teman sebaya dalam pengembangan dan pembentukkan identitas dirinya tidak bisa dianggap sepele karena dengan teman sebaya remaja banyak

(42)

26

menghabiskan waktu untuk saling bertukar informasi tentang dunia luar. Hal ini akan berpengaruh pada pola pikir remaja dalam mengembangkan siapa dirinya dan apa yang harus dia lakukan untuk menjadi seseorang.

Lingkungan teman sebaya menjadi salah satu faktor lain dalam mempengaruhi minat seseorang, khususnya dalam hal ini minat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Kemudian menurut J.W. Santrock (2007: 55), “Teman sebaya adalah siswa atau peserta didik yang memiliki usia atau tingkat kematangan yang kurang lebih sama”. Menurut J.W. Santrock (2007: 57), “Juga mengemukakan bahwa, relasi yang baik antara teman-teman sebaya dibutuhkan bagi perkembangan sosial yang normal dimasa remaja”. Maka dari itu menjalin relasi dengan teman sebaya merupakan hal yang penting. Namun dalam menjain relasi ini seseorang harus pandai memilih dan memilah teman sebaya. Hal ini karena tanpa disadari dampak dari pertemanan sangatlah besar terhadap diri seseorang, khususya minat atau ketertarikan seseorang yang dalam hal ini mengarah pada minat melanjutkan pendidikan.

Lingkungan teman sebaya membentuk individu, teman sebaya juga memberikan pengaruh yang besar dalam pergaulan yang dapat mempengaruhi diri. Contoh dari lingkungan teman sebaya yang mempengaruhi diri, seperti ketika seorang teman mengajak untuk tidak mengerjakan tugas atau bolos sekolah. Pada situasi ini kedekatan yang dimiliki setelah menjalin hubungan pertemanan sangat dapat mengarahkan individu untuk melakukan hal yang buruk atau malah sebaliknya. Begitu

(43)

27

juga ketika teman mengajak untuk mencari kerja atau melanjutkan pendidikan setelah tamat sekolah, ketika kita tidak dapat menolak atau mempertimbangkan dengan baik, kita dengan mudah terpengaruh untuk mengikutinya. Dari contoh di atas terlihat bahwa teman sebaya memiliki peran dalam menentukan masa depan, khusunya yang berkaitan dengan minat untuk melanjutkan pendidikan.

3. Hubungan Intensitas Penggunaan Media Sosial dengan Minat Siswa Melanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi.

Teknologi saat ini sangat berkembang pesat, orang-orang dimudahkan untuk dapat mengakses informasi apapun lewat internet. Pada umumnya penggunaan kemudahan informasi ini dirasa belum digunakan secara maksimal. Banyak orang yang berselancar didunia maya hanya untuk mencari hiburan saja. Hal ini memperlihatkan bahwa penggunaan teknologi yang ada belum digunakan secara selektif.

Siswa-siswi sekarang khususnya ditingkat SMA sudah banyak yang mendapat fasilitas ini, agar dengan mudah dapat mengakses internet. Internet yang dimaksud dalam hal ini agar lebih spesifik merupakan media sosial. Menurut Boyd dan Ellison (2008), “Media sosial adalah bentuk pelayanan berbasis web yang memungkinkan individu membuat profil pribadi, berbagi informasi, serta melihat dan melintasi profil orang-orang yang terdaftar dalam koneksi mereka”. Penggunaan media sosial ini menjadi kebutuhan bagi anak dan tuntutan bagi orang tua agar dapat memenuhinya. Terdapat banyak sekali informasi yang bisa diperoleh saat mengakses media

(44)

28

sosial. Namun apakah penggunaan media sosial di kalangan siswa atau peserta didik digunakan secara selektif. Seperti mengakses infomasi yang berguna bagi kelanjutan pendidikannya.

Pertanyaan ini muncul karna dirasa dekat dan berada di sekitar kita. Penggunaan media sosial ini sangat sering digunakan sehingga menimbulkan intensitas atau keseringan tertentu. Namun apakah intensitas ini digunakan untuk mencari informasi, atau malah digunakan untuk mengisi waktu luang saja. Hal ini yang menyebabkan media sosial menjadi salah satu faktor yang dapat mempengaruhi minat. Dari pernyataan di atas, terlihat bahwa intensitas penggunaan media sosial terkait dengan informasi perguruan tinggi perlu diarahkan agar dapat mendukung siswa. Secara tidak langsung intensitas penggunaan media sosial khususnya untuk mengakses informasi perguruan tinggi memiliki peran dan perlu diteliti.

D. Paradigma Penelitian

Menurut Sugiyono (2010: 65), “Paradigma penelitian adalah faktor pola pikir yang menunjukkan hubungan antar variabel yang akan diteliti”. Pada penelitian ini, dapat digambarkan paradigma penelitiannya sebagai berikut:

(45)

29

Gambar: Paradigma Penelitian Keterangan:

X1 = Kondisi ekonomi keluarga X2 = Lingkungan teman sebaya

X3 = Intensitas penggunaan media sosial

Y = Minat siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi = Hubungan variabel bebas terhadap variabel terikat secara simultan

= Hubungan variabel bebas terhadap variabel terikat secara parsial.

E. Hipotesis Penelitian

Menurut Sugiyono (2016: 96), “Hipotesis adalah jawaban sementara (jawaban didasarkan pada teori yang relevan, belum pada fakta-fakta empiris berdasarkan pengumpulan data) terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan”. Berdasarkan pendapat di atas maka peneliti merumuskan hipotesis dalam penelitian ini sebagai berikut:

1. Hipotesis I

: Tidak ada hubungan antara kondisi ekonomi keluarga dengan minat siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

(46)

30

: Ada hubungan antara kondisi ekonomi keluarga dengan minat siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

2. Hipotesis II

: Tidak ada hubungan antara lingkungan teman sebaya dengan minat siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

: Ada hubungan antara lingkungan teman sebaya dengan minat siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

3. Hipotesis III

: Tidak ada hubungan antara intensitas penggunan media sosial dengan minat siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. : Ada hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan

(47)

31

BAB III

METODOLOGI PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Dalam penelitian ini, jenis data dan analisisnya tergolong kedalam penelitian asosiatif kausal. Menurut Sugiyono (2010: 13), “Penelitian asosiatif merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih”. Penelitian kausal adalah penelitian yang bertujuan menganalisis hubungan sebab akibat antara variabel independen dan variabel dependen. Selain itu, pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yakni pendekatan kuantitatif. Menurut Sugiyono (2010: 13), “Pendekatan kuantitatif adalah apabila data yang dikumpulkan berupa angka atau jenis data lain yang diangakan serta diolah dengan menggunakan statistik”. Data kualitatif yang diangkakan berasal dari variabel dalam judul penelitian. Adapun variabel yang dimaksud adalah hubungan kondisi ekonomi keluarga, lingkungan teman sebaya, dan intensitas penggunaan media sosial dengan minat siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

B. Tempat dan Waktu Penelitian 1. Lokasi Penelitian

Penelitian dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kasihan. Beralamat di Jalan Bugisan Selatan, Kelurahan Tirtonirmolo, Kecamatan Kasihan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

(48)

32

Penelitian dilaksanakan dalam jangka waktu 3 (tiga) bulan yang berlangsung mulai bulan Maret sampai dengan Mei 2019.

C. Subjek dan Objek Penelitian 1. Subjek Penelitian

Subjek dalam penelitian adalah siswa-siswi di SMA Negeri 1 Kasihan khususnya kelas X MIPA 1-2, X IPS 1-2, XI MIPA 1-3 dan XI IPS 1-2. Pra penelitian untuk pengujian validitas dan reliabilitas kuesioner, mengambil data kelas XI MIPA 1.

2. Objek Penelitian

Objek dalam penelitian ini adalah hubungan kondisi ekonomi keluarga, lingkungan teman sebaya, dan intensitas penggunaan media sosial dengan minat siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. D. Populasi Sampel

1. Populasi Penelitian

Menurut Sugiyono (2018: 130), “Populasi penelitian adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”. Dalam penelitian ini yang menjadi populasi penelitian adalah siswa-siswi di SMA Negeri 1 Kasihan. Dasar pertimbangan yang digunakan dalam penentuan populasi adalah bahwa SMA Negeri 1 Kasihan memiliki banyak relasi kerjasama

(49)

33

dengan universitas yang ada di Yogyakarta. Data populasi siswa di SMA Negeri 1 Kasihan sebagai berikut:

Tabel 3.1

Daftar Jumlah Peserta didik SMA Negeri 1 Kasihan

No Kelas/Juruasan Jenis Kelamin

Laki – Laki Perempuan

1 X MIPA 1 11 22 2 X MIPA 2 11 22 3 X MIPA 3 10 22 4 X MIPA 4 11 20 5 X MIPA 5 10 21 6 X MIPA 6 10 20 7 X IPS 1 13 20 8 X IPS 2 15 18 Jumlah 91 165

Total keseluruhan Kelas X 256 peserta didik

8 XI MIPA 1 16 16 9 XI MIPA 2 12 21 10 XI MIPA 3 11 21 11 XI MIPA 4 10 20 12 XI MIPA 5 10 20 13 XI MIPA 6 11 19 14 XI IPS 1 7 25 15 XI IPS 2 12 20 Jumlah 89 162

Total Keseluruhan Kelas XI 251 peserta didik

16 XII MIPA 1 15 17

17 XII MIPA 2 11 20

18 XII MIPA 3 14 18

19 XII MIPA 4 11 17

(50)

34 No Kelas/Juruasan

Laki – Laki Perempuan

21 XII MIPA 6 13 18

22 XII IPS 1 7 20

23 XII IPS 2 6 25

Jumlah 91 153

Total Keseluruhan Kelas XII 244 peserta didik Total Keseluruhan Siswa-siswi

SMA Negeri 1 Kasihan

751 peserta didik Sumber : Tata Usaha SMA Negeri 1 Kasihan 2. Sampel Penelitian

Menurut Sugiyono (2018: 131), “Sampel penelitian adalah data yang mewakili atau sebagian dari populasi yang diteliti”. Dalam penelitian ini, teknik pengambilan sampel data penelitian ini menggunakan proportional sampling. Menurut Sugiyono (2018: 134), Proporsional sampling ialah sebuah sampel yang diambil dengan memperhatikan pertimbangan unsur-unsur atau kategori dalam populasi penelitian. Teknik yang digunakan untuk menentukan ukuran sampel adalah dengan menggunakan rumus Slovin sebagai berikut:

Keterangan

N : Ukuran Populasi n : Ukuran sampel

r : Tingkat signifikasi menggunakan 5% atau 0,05

Dari jumlah populasi, jumlah sampel penelitian ini apabila dihitung menggunakan Rumus Slovin adalah sebagai berikut :

(51)

35 261

Dari jumlah sampel yang telah dihitung, maka peneliti akan mengambil sampel sebanyak 261 Siswa.

E. Variabel Penelitian dan Pengukuran 1. Variabel Penelitian

Menurut Sugiyono (2018: 55), “Variabel penelitian adalah segala sesuatu berbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut kemudian ditarik kesimpulannya”. Menurut Sugiyono (2018: 57) “Variabel dalam penelitian dibagi menjadi dua, yaitu variabel terkait dan variabel bebas”. Dalam penelitian ini terdapat dua jenis variabel pokok yaitu sebagai berikut:

a. Variabel Terikat (dependen variabel)

Dalam penelitian ini variabel terikat yang akan diteliti adalah minat siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

b. Variabel Bebas (independen variabel)

Dalam penelitian ini terdapat tiga variabel bebas yang akan diteliti sebagai berikut:

1) Kondisi ekonomi keluarga 2) Lingkungan teman sebaya

(52)

36

Dalam penelitian ini, variabel diukur dengan menggunakan skala Likert. Menurut Sugiyono (2018: 152), “Skala likert adalah skala yang digunakan untuk mengukur sikap, pendapat, presepsi seseorang atau sekelompok orang tentang fenomena sosial”. Alternatif pilihan jawaban terdiri dari dua bentuk pernyataan yaitu pernyataan positif dan pernyataan negatif. Subjek penelitian diminta untuk memilih salah satu dari lima alternatif jawaban yang tersedia sebagai berikut:

Tabel 3.2

Skala Pengukuran Model Likert

F. Teknik Pengumpulan Data 1. Kuesioner

Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik kuesioner. Menurut Sugiyono (2018: 219), “Kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan kepada responden untuk dijawab”. Jawaban dari pertanyaan ini bersifat tertutup, mengarahkan responden pada jawaban yang diinginkan/ pilihan jawaban sudah ditentukan/ tersedia. Penelitian ini menggunakan kuesioner untuk mengumpulkan data terkait dengan hubungan kondisi ekonomi keluarga, lingkungan teman sebaya, dan

Alternatif Jawaban Skor Pernyataan

Positif Negatif Sangat Setuju (SS)

Setuju (S) Ragu-ragu (R) Tidak Setuju (TS)

Sangat Tidak Setuju (STS)

5 4 3 2 1 1 2 3 4 5

(53)

37

intesitas penggunaan media sosial dengan minat siswa melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

2. Dokumentasi

Menurut Budiyono (2017: 61), “Dokumentasi adalah cara pengumpulan data dengan mengambilnya dari dokumen-dokumen yang telah ada, dokumen ini harus dapat dipastikan resmi yang telah terjamin keakuratannya”. Dalam penelitian ini teknik dokumentasi digunakan untuk mengumpulkan data dari bagian administrasi SMA Negeri 1 Kasihan terkait dengan jumlah siswa kelas XI di sekolah tersebut.

G. Instrumen Penelitian

Dalam penelitian ini, kuesioner diberikan kepada siswa-siswi kelas X dan XI di SMA Negeri 1 Kasihan. Dilihat dari pernyataannya, peneliti akan menggunakan bentuk kuesioner tertutup dimana responden cukup memberi tanda centang (√) pada kotak yang telah disediakan di dalam kuesioner.

1. Variabel Minat Siswa Melanjutkan Pendidikan Ke Perguruan Tinggi Tabel 3.3

Kisi-kisi Instrumen Variabel Minat Siswa Melanjutkan Pendidikan Ke Perguruan Tinggi

Dimensi Indikator Nomor

Pernyataan Jumlah Adanya Perasaan Senang Semangat dalam belajar dan berprestasi untuk mempersiapkan diri melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. 1, 2, 3, dan 4 4 Adanya Keinginan 1. Keinginan belajar ke jenjang yang 10, 11, dan 12 3

(54)

38 Pernyataan lebih tinggi. 2. Keinginan untuk memenuhi syarat mencari kerja. Adanya Perhatian Perhatian terhadap informasi-informasi yang terkait perguruan tinggi. 5, 7, 8, dan 9 4 Adanya Ketertarikan Tertarik untuk mengikuti program belajar tambahan guna mempersiapkan diri mengikuti seleksi masuk perguruan tinggi 6 1 Adanya Kebutuhan Kebutuhan akan pentingnya pendidikan guna membekali diri di masa depan. 13, 14, dan 15 3 Adanya Harapan Harapan akan karir yang baik di masa depan dengan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi 16, 17, dan 18 3 Adanya dorongan dan kemauan Dorongan dari orang tua, kemauan diri sendiri dan lingkungan. 19,20, dan 21 3

(55)

39 2. Variabel Kondisi Ekonomi Keluarga

Tabel 3.4

Kisi-kisi Instrumen Variabel Kondisi Ekonomi Keluarga

Dimensi Indikator Nomor

Pernyataan Jumlah Pendapatan pokok dan sampingan Pendapatan yang di terima dalam kurun waktu satu bulan. 1 dan 2 2

Daya beli Kemampuan memenuhi kebutuhan hidup baik berupa barang primer maupun sekunder. 9, 10, 11, 12, 13, dan 14 6

Kepemilikan Nilai yang dimiliki akan suatu barang yang dimiliki.

5, 6, 7, dan 8 4

3. Variabel Lingkungan Teman Sebaya Tabel 3.5

Kisi-kisi Instrumen Variabel Lingkungan Teman Sebaya

Dimensi Indikator Nomor

Pernyataan Jumlah Adanya kerjasama Diskusi kelompok dan bertukar pendapat antar teman sebaya. 1, 2, dan 3 3 Adanya persaingan Kegiatan kompetisi secara kompetitif antar teman sebaya. 4, 5, dan 6 3 Adanya pertentangan Perbedaan pendapat yang muncul karena adanya interaksi dan penyelesaiannya. 7 dan 8 2 Adanya penerimaan Sikap toleransi saling menerima atas perbedaan yang ada 9, 10, 11dan 12 4

(56)

40 Pernyataan diantara teman sebaya. Adanya penyesuaian Penyesuaian tingkah laku dalam lingkungan teman sebaya. 13 dan 14 2 Adanya perpaduan Munculnya pembaharuan untuk mencapai tujuan yang sama. 15 1

4. Variabel Intensitas Penggunaan Media Sosial Tabel 3.6

Kisi-kisi Instrumen Variabel Intensitas Pengggunaan Media Sosial

Dimensi Indikator Nomor

Pernyataan Jumlah Perhatian Ketertarikan individu terhadap objek tertentu yang menjadi target perilaku. 3, 4, 5, dan 6 4

Penghayatan Pemahaman dan penyerapan terhadap informasi sebagai pengetahuan yang baru bagi individu yang bersangkutan. 7, 8. 9, 10, 11, 12, 13, dan 14 8 Durasi Kebutuhan individu dalam selang waktu tertentu untuk melakukan perilaku yang menjadi target (lamanya selang waktu dalam satu jam). 1 1 Frekuensi Banyaknya pengulangan 2 1

(57)

41

Dimensi Indikator Nomor

Pernyataan Jumlah perilaku yang menjadi target (dalam kurun waktu satu hari).

H. Pengujian Instrumen Penelitian 1. Uji Validitas

Menurut Arikunto Sumarsih (2013:211-213), “Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkatan-tingkatan kevalidan atau kesahihan suatu instrumen”. Instrumen yang valid mempunyai validitas yang tinggi, sedangkan instrumen yang kurang valid memiliki validitas yang rendah. Dalam penelitian ini tehnik yang digunakan untuk menguji validitas adalah adalah Product Moment yaitu sebagai berikut :

√[ ][ ] Keterangan:

: Koefisien korelasi : Jumlah subjek

: Jumlah perkalian skor butir dan skor total : Jumlah skor butir

: Jumlah skor total

: Jumlah kuadrat dari skor butir : Jumlah kuadrat dari skor total

Besarnya nilai koefisien dapat dihitung dengan menggunakan korelasi dengan signifikasi 5%. Jika Rhitunh sama dengan atau lebih besar daripada Rtabel maka butir soal tersebut dapat dikatakan valid. Sebaliknya jika rhitunh lebih kecil dari pada rtabel maka butir soal tersebut dikatakan

(58)

42

otomatis menggunakan bantuan aplikasi IBM SPSS Statistics 21 for Windows, rumus yang ditampilkan di atas adalah rumus pengolahan manul. Adapun pengerjaan menggunakan aplikasi tersebut sebagai berikut: Klik Analyze Scale Reliability (masukan semua butir kedalam item) Statistics (descfiptives for-pilih semua, inter item-pilih correlations, yang lain abaikan) Model (pilih alpha, abaikan list model). Pengujian validitaas dilakukan pada data responden siswa-siswi kelas XI MIPA SMA Negeri 1 Kasihan.

2. Hasil Pengujian Validitas

Pengujian validitas instrumen penelitian dilakukan dengan jumlah responden sebanyak 32 siswa kelas XI MIPA 1 di SMA Negeri 1 Kasihan. Nilai dapat dihitung dengan menggunakan jumlah sampel tersebut pada taraf signifikansi 5%, maka cara menghitungnya sebagai berikut:

df = n-2 Keterangan:

df = degree of freedom (derajat bebas) n = jumlah responden

Perhitungan adalah sebagai berikut:

Diketahui jumlah responden yang mengisi kuesioner pra penelitian sebanyak 32 siswa. Rumus mencari Rtabel adalah df= n-2, maka df=30-2, df=30. Diperoleh df=30 dan taraf signifikansi 5%. Kemudian melihat data Rtabel dengan df=30, diperoleh Rtabel sebesar 0,296.

(59)

43

Tabel 3.7 Data R tabel

df= n-2 Taraf Signifikansi sebesar 0,05 (5%)

30 0,349

a. Variabel Lingkungan Teman Sebaya Tabel 3.8

Hasil Pengujian Validitas Instrumen untuk Variabel Lingkungan Teman Sebaya

Ket Corrected Item-Total Correlation Rtabel Status Per1 0,707 0,349 Valid Per2 0,424 0,349 Valid Per3 0,707 0,349 Valid Per4 0,649 0,349 Valid Per5 0,707 0,349 Valid Per6 0,845 0,349 Valid

Per7 0,317 0,349 Tidak Valid

Per8 0,557 0,349 Valid Per9 0,742 0,349 Valid Per10 0,919 0,349 Valid Per11 0,580 0,349 Valid Per12 0,790 0,349 Valid Per13 0,845 0,349 Valid Per14 0,866 0,349 Valid Per15 0,649 0,349 Valid

Tabel di atas menunjukkan bahwa ada 1 pernyataan pada kuesioner variabel lingkungan teman sebaya yang tidak valid karena nilai corrected item-total correlation < 0,349. Pernyataan yang tidak valid tersebut bernomor 7. Karena hanya ada 14 pernyataan yang valid maka dilakukan pengujian ulang validitas dengan menghapus butir yang tidak valid tersebut.

(60)

44

Tabel 3.9

Hasil Pengujian Validitas Instrumen untuk Variabel Lingkungan Teman Sebaya

Ket Corrected Item-Total Correlation Rtabel Status Per1 0,720 0,349 Valid Per2 0,435 0,349 Valid Per3 0,720 0,349 Valid Per4 0,666 0,349 Valid Per5 0,720 0,349 Valid Per6 0,832 0,349 Valid Per8 0,542 0,349 Valid Per9 0,755 0,349 Valid Per10 0,919 0,349 Valid Per11 0,554 0,349 Valid Per12 0,775 0,349 Valid Per13 0,832 0,349 Valid Per14 0,870 0,349 Valid Per15 0,666 0,349 Valid

Tabel di atas setelah menghapus butir pernyataan yang tidak valid dan melakukan pengujian ulang validitas, maka semua butir pernyataan tentang lingkungan teman sebaya adalah valid karena nilai corrected item-total correlation > 0,36.

b. Variabel Intensitas Penggunaan Media Sosial Tabel 3.10

Hasil Pengujian Validitas Instrumen untuk Variabel Intensitas Penggunaan Media Sosial

Ket Corrected Item-Total Correlation Rtabel Status Per1 0,532 0,349 Valid Per2 0,621 0,349 Valid Per3 0,579 0,349 Valid Per4 0,606 0,349 Valid Per5 0,842 0,349 Valid Per6 0,796 0,349 Valid Per7 0,838 0,349 Valid Per8 0,885 0,349 Valid

(61)

45 Ket Corrected Item-Total

Correlation Rtabel Status Per9 0,854 0,349 Valid Per10 0,815 0,349 Valid Per11 0,604 0,349 Valid Per12 0,879 0,349 Valid Per13 0,803 0,349 Valid Per14 0,454 0,349 Valid

Tabel di atas menunjukkan hasil uji validitas instrumen penelitian pada variabel teman sebaya. Terlihat bahwa semua item berstatus valid karena nilai corrected item-total correlation > 0,296.

c. Variabel Minat Siswa Melanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi

Tabel 3.11

Hasil Pengujian Validitas Instrumen untuk Variabel Minat Siswa Melanjutkan Pendidikan ke Perguruan Tinggi Ket Corrected Item-Total

Correlation Rtabel Status Per1 0,663 0,349 Valid Per2 0,640 0,349 Valid Per3 0,753 0,349 Valid Per4 0,699 0,349 Valid Per5 0,649 0,349 Valid Per6 0,571 0,349 Valid Per7 0,688 0,349 Valid Per8 0,791 0,349 Valid Per9 0,763 0,349 Valid Per10 0,660 0,349 Valid Per11 0,758 0,349 Valid Per12 0,733 0,349 Valid Per13 0,659 0,349 Valid Per14 0,751 0,349 Valid Per15 0,666 0,349 Valid Per16 0,710 0,349 Valid Per17 0,640 0,349 Valid Per18 0,556 0,349 Valid

Gambar

Tabel 3.7  Data R tabel
Tabel  di  atas  menunjukkan  hasil  uji  validitas  instrumen  penelitian pada variabel teman sebaya
Tabel  di  atas  menunjukkan  hasil  uji  validitas  instrumen  penelitian  pada  variabel  minat  siswa
Tabel 4.1  Responden Penelitian
+5

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mendapatkan gambaran mengenai penggunaan media sosial path sebagai sarana pengakuan sosial di kalangan siswa- siswi kelas XI

hal ini berdampak pada perilaku sosial mereka, kurangnya agama dalam kehidupan anak anak jalanan kampung ledhok membuat mereka tidak mengenal agama akhirnya banyak dari anak

Pengkajian ulang dan pendampingan guru ataupun orang tua atas pembiaran penggunaan smartphone dalam mengakses media sosial pada siswa SMP Negeri 1 Pallangga perlu

Pada permasalahan konsep diri yang negatif yaitu pada aspek diri sosial, konseling kelompok realita berusaha membantu konseli memberikan pemahaman terhadap

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran intensitas penggunaan media sosial dan kualitas tidur pada remaja di SMA Negeri 2 Medan Sumatera Utara1. Saya

memperoleh nilai 83%. Aspek yang meliputi: 1) kejelasan petunjuk penggunaan program, 2) kemudahan penggunaan, 3) kemudahan navigasi, 4) kemudahan penggunaan tombol, 5)

“Pelaksanaan Layanan Bimbingan Karir dan Perencanaan Karir Siswa Dalam Melanjutkan Studi Ke Perguruan Tinggi Di SMA Negeri 1 Kutacane”, (Skripsi Universitas Islam

Respon Guru terhadap konatif siswa dalam penggunaan gadget sebagai media pembelajaran PAI &amp; Budi Pekerti yaitu sangat mendukung tapi perlu adanya pengawasan karna kebebasan