Inflasi Juni 2017 diyakini bakal lebih rendah.
PTPP bidik investasi bandara dan kilang minyak.
BTPN dapat pinjaman US$ 100 juta dari IFC.
SMAR memenuhi aturan free float.
DAILY RESEARCH
Statistics
Highlight
Opening Today Nikkei AORD
Change
Market Preview
I
HSG pada perdagangan akhir pekan
lalu sekaligus menandai akhir Juni,
sebelum libur Idul Fitri, berhasil ditu‐
tup di teritori positif setelah bergerak
konsolidasi dalam rentang terbatas
sekitar 26 poin atau ditutup di
5829,708 menguat tipis 11,156 poin
(0,19%). Sepanjang Juni lalu IHSG ber‐
hasil melanjutkan tren bullish menguat
1,6% menandai penguatan selama
empat bulan berturut‐turut sejak Feb‐
ruari lalu. Penguatan terutama dito‐
pang saham‐saham yang sensitif inter‐
est rate seperti perbankan, aneka in‐
dustri, telekomunikasi, dan sektor
konsumsi. Sedangkan saham sektoral
yang bearish yang terkait dengan ko‐
moditas seiring pergerakan harga ko‐
moditasnya yang masih melemah,
terutama harga minyak mentah yang
sudah berada di bawah USD43/barel
(22/6), merupakan level terendah sejak 11 Agustus 2016 lalu.
Namun harga minyak sepekan terakhir berhasil rebound ketika pasar saham
Indonesia libur panjang. Selama sepekan terakhir di Juni lalu harga minyak mentah di
AS berhasil rebound 7,72% setelah selama lima pekan berturut‐turut dilanda tekanan
jual. Sementara bursa saham global sepekan terakhir, ketika bursa saham Indonesia
libur, bergerak bervariasi. Indeks saham utama di Wall Street sepekan terakhir umum‐
nya ditutup koreksi terutama dipicu tekanan jual atas saham‐saham sektor teknologi.
Indeks DJIA dan S&P sepekan terakhir masing‐masing melemah 0,21% dan 0,61%.
Sedangkan indeks Nasdaq terkoreksi hampir 2% setelah pekan sebelumnya menguat
1,84%. Sedangkan indeks saham utama di kawasan Asia seperti Nikkei sepekan tera‐
khir koreksi 0,5%, indeks HangSeng menguat 0,4% dan Indeks ST Singapura naik
0,53%. Saham sektor energi, perbankan, dan industri berhasil menguat di Wall Street
akhir pekan lalu terutama ditopang rebound harga minyak mentah dan sejumlah
harga komoditas tambang logam lainnya. Harga minyak mentah akhir pekan lalu di AS
ditutup di USD46,33/barel atau menguat 7,7% sepekan terakhir. Harga nikel di LME
sepekan terakhir menguat 3% di USD9372,5/barel.
Rebound harga minyak mentah dan sejumlah harga komoditas tambang
lainnya sepekan terakhir diperkirakan berimbas positif pada perdagangan saham ber‐
basiskan komoditas pada perdagangan awal pekan Juli ini setelah harga sahamnya
umumnya berada di area oversold. Selain faktor rebound harga minyak mentah, senti‐
men positif pasar pada perdagangan awal Juli ini akan digerakkan data inflasi Juni
2017 yang diperkirakan relatif terkendali dan dari kawasan Asia naiknya aktivitas
manufaktur China Juni lalu yang tercermin dari kenaikan indeks Manufacturing PMI ke
51,7 di atas perkiraan 51,0 dan bulan sebelumnya 51,2. IHSG pada perdagangan awal
pekan ini diperkirakan akan berpeluang melanjutkan tren bullish dengan support di
5810 dan target resisten di 5865.
S1 5810 S2 5760 R1 5850 R2 5865
Index Last Chg % DJIA 21349.63 (60.40) (0.28) S&P 500 2423.41 (12.20) (0.50) FTSE 100 7312.72 (135.07) (1.81) CAC 40 5120.68 (153.58) (2.91) DAX 12325.12 (449.14) (3.52) NIKKEI 225 20033.43 (97.18) (0.48) HANGSENG 25764.58 70.00 0.27 STI 3226.48 19.92 0.62 SHENZHEN 1897.69 10.49 0.56 SHANGHAI 3192.43 36.22 1.15 Commodities Price Chg % Oil (US$/barrel) 46.34 3.68 8.63 CPO (RM/M.T) 2469.00 3.00 0.12 Gold (USD/T.oz) 1241.10 (12.20) (0.97) Nikel (USD/M.T 9330.00 300.00 3.32 Timah (USD/M.T) 19900.00 250.00 1.27 Coal (USD/M.T) 75.80 (3.80) (4.77) Exchange Rates Chg % IDR/USD 13325.00 15.00 0.11 USD/EUR 1.142 0.03 2.31 JPY/USD 112.34 1.20 1.08 IDR/SGD 9682.58 95.29 0.99 IDR/AUD 10253.40 202.50 2.01 TLKM USD IDR Chg % TLK.NYSE 33.67 4487 (0.13) (0.38)Top Gainers IDR % Chg MAPB 2,520 50.00 840 ARMY 450 50.00 150 MYTX 145 34.30 37 POWR 1,415 24.70 280
CANI 456 24.60 90 Top Losers IDR % Chg
TRIS‐W 11 (47.60) (10)
ICON 130 (25.30) (44)
MGNA‐W 3 (25.00) (1)
KMTR 655 (23.40) (200)
TKIM‐W 126 (21.30) (34)
Top Value IDR % (miliar) BMRI 12,700 1.40 1,226 B TLKM 4,520 0.70 1,051 B ASII 8,900 (0.60) 824 B BBRI 15,300 2.20 687 B BBCA 18,200 0.60 500 B Top Volume IDR % (juta)
RIMO 165 (1.80) 1,077.994 MYRX 131 0.80 1,033.737 WOOD 280 7.70 599.581 HRTA 332 10.70 503.535 BUMI 352 (1.10) 381.639 IHSG 5,829.71 Change 11.16 Change (%) 0.19 Change (%/ytd) 10.06
Total Value (IDR triliun) 12.302 Total Volume (miliar saham) 17.076 Net Foreign Buy (IDR miliar) (1,981.000) Up: 170 Down: 297 Unchange: 136
News Update
2
Inflasi Juni 2017 diyakini bakal lebih rendah. Badan Pusat Statistik (BPS) akan mengumumkan inflasi Juni 2017, Senin (3/7) besok. Sebagian besar dari 10 ekonom memproyeksi inflasi bulan lalu sebesar 0,55%-0,6%, lebih rendah dibandingkan Juni 2016. Padahal puasa dan lebaran tahun ini bertepatan di bulan yang sama, yakni di bulan Juni. Ekonom SKHA Institute for Global Competitiveness Eric Sugandi mengatakan, faktor pendorong utama inflasi bulan lalu yaitu kenaikan harga pangan dan transportasi selama ramadan. Selain itu, masih ada efek lanjutan dari kenaikan tarif listrik 900 volt ampere tahap ketiga (Mei 2017), khususnya untuk pelanggan pascabayar. Meski demikian, Eric juga melihat kenaikan harga bahan pangan saat puasa dan lebaran tahun ini tidak setinggi tahun lalu lantaran adanya beberapa harga pangan yang cenderung turun yang terbantu operasi pasar pemerintah. Di sisi lain, daya beli masyarakat juga sedikit tergerus akibat kenaikan harga yang diatur pemerintah (administered prices) yang terjadi selama semester pertama tahun ini. Eric memperkirakan, inflasi bulan lalu sebesar 0,55%, lebih rendah dibanding bulan sebelumnya dan dibanding Juni 2016. Sementara inflasi tahunan Juni 2017 diperkirakan 4,2%, yang juga lebih rendah dibanding bulan sebelumnya, meski lebih tinggi dari Juni 2016. Ekonom Bank Permata Josua Pardede juga memperkirakan, inflasi Juni 2016 sebesar 0,55% dan 4,22% year on year (YoY). Khusus inflasi yang bersumber dari harga pangan, pihaknya mencatat adanya kenaikan dan penurunan harga pada beberapa komoditas pangan. Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro juga melihat kenaikan harga pangan puasa lebaran tahun ini lebih terkendali karena pengaruh operasi pasar pemerintah, termasuk membuka keran impor. Bahkan pihaknya memperkirakan bahan pangan Juni hanya menyumbang inflasi bulanan 0,03%, lebih rendah dari Mei yang mencapai 0,17%. Berbeda dengan Ekonom Development Bank of Singapore Gundy Cahyadi yang memperkirakan inflasi Juni akan mencapai 4,4%, tertinggi sejak awal tahun ini. Menurutnya, tekanan musiman ramadan secara jelas mempengaruhi harga pangan yang bergejolak. Ekonom Maybank Indonesia Juniman memperkirakan inflasi bulan lalu lebih tinggi lagi, yaitu sebesar 0,84% dan 4,53% YoY. Selain kenaikan bahan pangan, dampak kenaikan tarif listrik, dan tarif transportasi, inflasi Juni juga dipicu oleh peningkatan inflasi inti. Juniman melihat, harga emas perhiasan meningkat karena permintaan lebaran. Begitu juga dengan tarif hotel dan harga sewa rumah juga naik. Ia memperkirakan inflasi inti Juni mencapai 0,52% dan 3,39% YoY, jauh lebih tinggi dari bulan sebelumnya. (Kontan)
PTPP bidik investasi bandara dan kilang minyak. PT PP Tbk (PTPP) kian gencar berinvestasi untuk memperbesar bisnisnya. Namun, perusahaan pelat merah itu tidak hanya terfokus pada satu sektor dalam melakukan investasi tetapi terus melakukan diversifikasi sesuai peluang bisnis yang ada. Tahun ini, PTPP telah menyiapkan belanja modal sebesar Rp 21 triliun untuk ekspansi. Selain terus melakukan investasi di proyek-proyek tol, pembangkit listrik, pracetak dan properti, perusahaan konstruksi ini juga mulai menyasar investasi baru yakni di Bandara dan oil refinery (kilang minyak). PTPP berencana ikut berinvestasi di bandara Kulon Progo Yogyakarta. Agus Purbiano, Direktur Keuangan PTPP mengatakan pihaknya tengah mengikuti bidding contest yang diadakan PT Angkasa Pura I sebagai pengelola bandara tersebut bersaing dengan tiga BUMN karya lain. PTPP mengkaji untuk membangun refinery dengan kapasitas 30.000 barel per day. Nantinya kilang tersebut direcanakan untuk mengolah minyak mentah yang diimpor PT Indonesia Timur dari Nigeria. "Kajiannya masih terus kita lakukan karena kalaumasuk ke sini harus ada kepastian supplainya dan membangun refinery juga harus disesuaikan dengan sumber minyaknya. Kami sudah kirim tim ke Nigeria untuk memastikan supplai dan ke Rusia untuk melihat mesinnya," jelasNugroho. Saat ini aset PP Energi masih belum besar. Independen Popwer Producer (IPP) yang telah dimilliki perusahan saat baru sekiar 100 MW dan bau-baru ini memenangkan investasi Pembangkit listrik Muara Labo 2 x200 MW dengan nilai sekitar Rp 7 triliun invertasi bersama konsorsium Cina dan PT Sewatama. Porsi PTPP 24%. Sementara tahun ini, perusaaan menargetkan investasi di IPP mencapai 600 MW. Hingga saat ini, PTPP baru menyerap belanja modal sebesar Rp 1,02 triliun atau 5% dari target. Sementara kontrak baru yang telah diperoleh hingga akhir Juni telah mencapai Rp 20,1 trilun atau separuh dari target tahun ini yakni Rp 40,6 triliun. Ini juga meningkat tajam dari periode yang sama tahun lalu yakni sebesar Rp 14 triliunan. (Kontan)
BTPN dapat pinjaman US$ 100 juta dari IFC. PT Bank Tabungan Pensiunan Nasional Tbk (BTPN) mendapatkan bantuan dana dari International Finance Corporation (IFC). Anggota Bank Dunia ini telah sepakat untuk menyediakan dana senilai US$ 100 juta dalam mata uang rupiah kepada BTPN untuk meningkatkan pinjaman bagi pengusaha kecil, perempuan, UKM dan masyarakat kurang mampu. Direktur BTPN Arief Harris Tandjung mengatakan, pihaknya dapat menyediakan akses keuangan yang lebih terjangkau untuk masyarakat dan memperluas kegiatan yang dapat memberikan fasilitas yang lebih baik. "Kerjasama BTPN dan IFC untuk mendukung komunitas prasejahtera produktif," katanya, belum lama ini. Selanjutnya, pembiayaan ini akan membantu BTPN meningkatkan kualitas produk dan layanan perbankan serta memperluas akses keuangan bagi segmen masyarakat kurang mampu termasuk di dalamnya pengusaha UMKM dan pengusaha perempuan. Tidak hanya itu, pembiayaan ini juga bertujuan meningkatkan kapasitas dan membuka wacana mereka melalui pelatihan, serta memberi kesempatan untuk memperluas jaringan. (Kontan)
SMAR memenuhi aturan free float. Meski telah melewati tenggat waktu, beberapa emiten masih berupaya memenuhi aturan free float alias jumlah minimal saham beredar di pasar. Paling baru adalah emiten kelapa sawit Grup Sinarmas, PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR). Pemegang saham pengendali SMAR, yakni PT Purimas Sasmita menjual 138 juta saham SMAR pada Selasa, 20 Juni 2017. Dengan harga jual Rp 4.100 per saham, Purimas Sasmita mengantongi dana Rp 565,80 miliar. Setelah penjualan saham, kepemilikan Purimas turun dari 97,20% menjadi 92,40% dan saham publik naik menjadi 7,60%. "Tujuan transaksi ini untuk divestasi sekaligus memenuhi peraturan Bursa Efek Indonesia mengenai kepemilikan saham publik minimum 7,5% bagi PT SMART Tbk," ungkap Edy Saputra Suradja, Direktur Purimas dalam keterbukaan informasi di BEI. Sekadar informasi, bisnis SMAR merupakan bisnis kelapa sawit terintegrasi mulai dari pembibitan, perkebunan, pengolahan, dan pemrosesan kelapa sawit. Penjualan bersih SMAR pada kuartal pertama 2017 mencapai Rp 9,21 triliun, naik 16% ketimbang periode yang sama tahun lalu. Kenaikan beban pokok penjualan yang lebih dari penjualan menyebabkan laba SMAR turun 26% menjadi Rp 340 miliar dari sebelumnya Rp 462,3 miliar. (Kontan)Stock Picks
3MAIN 1050‐1170. Harga emiten pakan ternak, Malindo Feedmill Tbk (MAIN), sepekan terakhir bergerak konsolidasi di
area downtrend. Akhir pekan lalu (22/6) sebelum libur panjang Idul Fitri, harga sahamnya tutup di Rp1105. Saat ini
level support di kisaran Rp1025 hingga Rp1050 dan peluang resisten akan menguji resisten sederhana di Rp1115, dan
apabila berhasil break akan kuat peluang menuju resisten di Rp1170. Dalam waktu dekat sentimen positif akan
digerakkan dengan rencana pembagian dividen tunai tahun buku 2016 sebesar Rp38/saham dimana tanggal Cum
dividen pekan ini (5/7). Jumlah dividen tersebut setara dengan 29% laba bersih tahun 2016 yang mencapai Rp290,23
miliar meningkat dibandingkan tahun 2015 lalu yang menderita rugi Rp62,10 miliar. Tahun 2016 lalu penjualan bersih
tumbuh 9,9% mencapai Rp5,25 triliun. Laba kotor dan usaha naik masing‐masing 71% dan 391% di Rp923,92 miliar
dan Rp463,63 miliar. Pertumbuhan laba tahun lalu turut ditopang penguatan kurs rupiah terhadap dolar AS. Tahun ini
harga sahamnya sempat mencapai Rp1410 (6/4) dan terendah di Rp1020 (5/6). Akhir 2016 lalu harga sahamnya tutup
di Rp1300. Dua bulan terakhir harga sahamnya bergerak bearish seiring pencapaian kinerjanya di 1Q17 yang di bawah
ekspektasi akibat kebijakan pemerintah yang mewajibkan perusahaan pakan menggunakan bahan baku jagung lokal
dimana harganya relatif mahal dibandingkan impor. Sedangkan harga jual pakan ternak cenderung turun. Hal ini telah
menekan marjin perusahaan pakan ternak termasuk perseroan. Sepanjang 1Q17, penjualan neto turun 2,43%
mencapai Rp1,27 triliun dibandingkan 1Q16 sebesar Rp1,3 triliun. Laba kotor turun 30% mencapai Rp165 miliar
dibandingkan 1Q16 sebesar Rp237 miliar. Marjin kotor tertekan hingga menjadi 13% dari 18% di 1Q16. Laba usaha
turun 45% mencapai Rp62 miliar dibandingkan 1Q16 sebesar Rp112,5 miliar. Marjin usaha turun menjadi 5% dari
8,6%. Laba bersih 1Q17 turun 52,77% menjadi Rp24,6 miliar dibandingkan 1Q16 sebesar Rp52 miliar. Marjin bersih
turun menjadi 1,9% dari 4% di 1Q16. Dengan mempertimbangkan pencapaian di 1Q17, tahun ini proyeksi penjualan
neto diperkirakan hanya mencapai Rp5,11 triliun atau turun 2,5% dari tahun 2016 lalu sebesar Rp5,24 triliun.
Sedangkan laba bersih tahun ini diperkirakan hanya mencapai Rp153,48 miliar atau turun 47% dari tahun 2016 yang
mencapai Rp290,23 miliar. Marjin bersih turun menjadi 3% dari 5,5% tahun 2016. EPS tahun ini diperkirakan hanya
Rp68,5. Harga sahamnya tahun lalu ditransaksikan dengan PE tertinggi di 16x dalam kondisi pasar bullish. Dengan PE
16x maka target harga sahamnya tahun ini diperkirakan Rp1100. Harga sahamnya saat ini di Rp1105 sudah
merepresentasikan harga wajarnya di tengah kondisi bisnis pakan ternak saat ini yang tengah menghadapi tantangan
kenaikan bahan baku jagung lokal akibat kebijakan pemerintah dan pembatasan harga jual produk DOC dan ayam
pedaging. Dari sisi likuiditas, perdagangan sahamnya masuk dalam kategori minim likuiditas. Namun dalam jangka
pendek pergerakan harga sahamnya berpeluang menguat terbatas karena sentimen pembagian dividen yang
memberikan potensi yield bagi pemodalnya relatif besar di harga saat ini yakni mencapai 3,4%. Secara technical
support saat ini di kisaran Rp1020 hingga Rp1050. Sepanjang support terjaga, peluang rebound akan terbuka dengan
resisten di Rp1170. Buy on Weakness, SL 990
4
Stock Picks
INDF 8400‐8750.
Harga saham Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) akhir Juni lalu (22/6), sebelum libur
panjang Idul Fitri berhasil melanjutkan penguatannya dan tutup di Rp8600 resisten sederhana sejak 8 Juni
lalu. Selama sepekan terakhir sebelum libur panjang, harga sahamnya berhasil rebound 3,3% setelah sem‐
pat koreksi hingga mendekati support di Rp8300. Dalam waktu dekat katalis pergerakan harganya adalah
rilis laba 2Q17 di akhir Juli nanti. Sepanjang Juni lalu pergerakan harganya cenderung fluktuatif terkoreksi
1,7%. Sepanjang tahun ini pergerakan harganya bullish. Akhir 2016 lalu harga sahamnya tutup di Rp7925.
Pergerakan positif harga sahamnya sepanjang paruh pertama tahun ini ditopang pertumbuhan labanya
sepanjang 1Q17. Sepanjang 1Q17, penjualan neto perseroan tumbuh 8% mencapai Rp17,83 triliun diband‐
ingkan 1Q16 sebesar Rp16,52 triliun. Pertumbuhan penjualan di 1Q17 ini lebih tinggi ketimbang pertumbu‐
han penjualan 2016 lalu yang hanya 4%. Pencapaian penjualan bersih hingga 1Q17 tersebut mencerminkan
24,5% dari proyeksi penjualan neto tahun ini yang diperkirakan sebesar Rp72,65 triliun atau tumbuh 8,8%.
Kontribusi utama penjualan neto perseroan masih berasal dari produk bermerek (CBP) sebesar 50% diikuti
Bogasari 21%, Agribisnis 22%, dan Distribusi 7%. Di bottom line, laba bersih perseroan 1Q17 tumbuh 11%
mencapai Rp1,20 triliun dari Rp1,09 triliun di 1Q16. Marjin bersih naik menjadi 6,8% dari 6,6% di 1Q16
maupun 6,21% di full year 2016 lalu. Dengan tidak memperhitungkan akun non‐recurring dan selisih kurs,
laba inti perseroan di 1Q17 tumbuh 17,1% mencapai Rp1,19 triliun dari Rp1,01 triliun. Pencapaian laba ber‐
sih 1Q17 mencerminkan 23,6% dari proyeksi laba bersih tahun ini yang sebelumnya diperkirakan mencapai
Rp5,08 triliun atau tumbuh 22,7%. EPS proyeksi tahun ini sebelumnya diperkirakan Rp579,15. Harga sa‐
hamnya berpeluang mencapai Rp10400 dengan PE 18x (E/17). Dari harga saat ini di Rp8600 ada ruang pen‐
guatan 21%. Secara technical, untuk jangka pendek, peluang penguatan lanjutan akan menguji resisten se‐
derhana di Rp8750 dengan resisten kuat berikut di Rp8850 hingga Rp9000. Trading Buy, SL 8200
5
Stock Picks
WTON 620‐660.
Harga saham emiten jasa konstruksi Wijaya Karya Beton Tbk (WTON) sepanjang Juni
kemarin kemarin bergerak bearish. Harga sahamnya akhir Juni lalu (22/6), sebelum libur panjang Idul Fitri
tutup di level terendahnya sejak listing perdana April 2014 lalu, di Rp620. Minimnya insentif baik secara
individual maupun sektoral membuat pasar enggan mengakumulasi sahamnya. Secara fundamental
harganya saat ini relatif murah mengingat prospek industrinya yang menjanjikan pertumbuhan laba yang
kuat dengan dukungan maraknya proyek infrastruktur dalam beberapa tahun ke depan. Dibandingkan
akhir tahun lalu di Rp825, harga sahamnya telah terkoreksi hampir 25%. Secara technical posisi harganya
juga sudah berada di area oversold sehingga terbuka terjadinya technical rebound. Sepanjang 1Q17,
pendapatan usaha perseroan masih mengalami penurunan 0,44% di Rp729,32 miliar dibandingkan 1Q16
sebesar Rp732,53 miliar. Pencapaian pendapatan usaha hingga 1Q17 baru mencerminkan 14,6% dari
proyeksi pendapatan tahun ini sebesar Rp5 triliun. Sedangkan laba bersih 1Q17 naik tipis 1,54% mencapai
Rp51,02 miliar dibandingkan 1Q16 sebesar Rp50,24 miliar. Pencapaian laba bersih hingga 1Q17 baru
mencerminkan 15,5% dari proyeksi laba bersih yang ditargetkan perseroan sebesar Rp330 miliar. EPS
tahun ini diperkirakan Rp37,86/saham naik dari 2016 Rp31,26/saham. Sebelumnya diperkirakan harga
sahamnya berpeluang ditransaksikan dengan PE 30x (E/17) atau mencapai Rp1136. Perseroan sepanjang
lima bulan pertama tahun ini membukukan kontrak baru Rp2,3 triliun atau sekitar 32,5% dari target Rp7
triliun tahun ini. Target kontrak baru sebesar Rp7 triliun tersebut telah direvisi dari sebelumnya hanya
Rp6,2 triliun. Perseroan merevisi target pendapatan tahun ini menjadi Rp6 triliun naik dari target
sebelumnya Rp5 triliun. Sedangkan target laba bersih tahun ini direvisi naik menjadi Rp400 miliar dari
sebelumnya Rp350 miliar. Tingkat produksi perseroan tahun ini mencapai 3,5 juta ton yang berasal dari 10
pabrik.
Secara technical,support saat ini di Rp620 dengan peluang rebound akan menguji resisten di Rp660.
Maintain Buy, SL 605
Senin, 03 Juli 2017
Saham Pilihan
BMRI 12400-12850 TB, SL12000
ADHI 2150-2250 Buy, SL 2100
ADRO 1560-1640 Buy, SL 1540
PGAS 2250-2400 Buy, SL 2200
TINS 725-790 Buy, SL 700
MEDC 2250-2550 Buy, SL 2200
ELSA 272-312 Buy, SL 268
Stock View
6
Senin, 03 Juli 2017
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE
IHSG
5829.71 5839.17 5848.62 5812.43 5795.15
PERKEBUNAN AALI 14700 14,733.33 14,766.67 14,633.33 14,566.67 13,059,216.00 ‐19.91 393.15 ‐75.27 45.02 BWPT 244 248.00 252.00 242.00 240.00 LSIP 1370 1,380.00 1,390.00 1,365.00 1,360.00 4,189,615.00 ‐11.36 91.36 ‐32.01 18.72 SGRO 2010 2,015.00 2,020.00 2,000.00 1,990.00 SIMP 550 563.33 576.67 538.33 526.67 13,835,444.00 ‐7.53 16.72 ‐68.60 25.18 UNSP 216 224.67 233.33 210.67 205.33PERTAMBANGAN BATU BARA
ADRO 1580 1,615.00 1,650.00 1,560.00 1,540.00 37,032,346.42 ‐10.48 65.74 ‐5.12 10.50 BORN 50 50.00 50.00 50.00 50.00 BRAU 82 82.00 82.00 82.00 82.00 BUMI 340 352.00 364.00 332.00 324.00 DEWA 50 50.67 51.33 49.67 49.33 3,312,510.21 13.47 0.30 48.03 166.35 HRUM 1995 2,025.00 2,055.00 1,980.00 1,965.00 ITMG 17300 17,900.00 18,500.00 16,700.00 16,100.00 21,925,897.16 ‐9.27 770.46 ‐65.05 8.53 PTBA 11950 12,050.00 12,150.00 11,775.00 11,600.00 13,733,627.00 5.01 883.59 0.98 7.64 PTRO 1030 1,038.33 1,046.67 1,023.33 1,016.67
PERTAMBANGAN MINYAK & GAS BUMI
BIPI 81 83.67 86.33 79.67 78.33
ELSA 274 277.33 280.67 271.33 268.67 3,775,323.00 ‐10.56 51.43 ‐8.99 7.17
ENRG 50 50.00 50.00 50.00 50.00
ESSA 2500 2,566.67 2,633.33 2,366.67 2,233.33 MEDC 2290 2,383.33 2,476.67 2,223.33 2,156.67
PERTAMBANGAN LOGAM DAN MINERAL LAINNYA
ANTM 695 701.67 708.33 691.67 688.33 10,531,504.80 11.79 ‐151.06 85.85 ‐3.10 INCO 1850 1,873.33 1,896.67 1,833.33 1,816.67 10,894,532.28 ‐15.64 70.11 ‐67.49 26.24 TINS 730 758.33 786.67 713.33 696.67 6,874,192.00 ‐6.74 13.64 ‐84.08 56.09 SEMEN INTP 18450 18,666.67 18,883.33 18,266.67 18,083.33 17,798,055.00 ‐10.99 1,183.48 ‐17.34 17.00 SMCB 750 753.33 756.67 748.33 746.67 9,239,022.00 ‐12.25 22.85 ‐73.80 47.91 SMGR 10000 10,116.67 10,233.33 9,916.67 9,833.33 26,948,004.47 ‐0.14 762.28 ‐18.76 14.07
LOGAM DAN SEJENISNYA
GDST 104 105.67 107.33 102.67 101.33 JPRS 140 141.33 142.67 138.33 136.67 KRAS 615 628.33 641.67 608.33 601.67 PAKAN TERNAK CPIN 3180 3,206.67 3,233.33 3,126.67 3,073.33 JPFA 1360 1,370.00 1,380.00 1,350.00 1,340.00 25,022,913.00 2.31 43.92 40.87 18.44 OTOMOTIF DAN KOMPONENNYA
ASII 8925 9,016.67 9,108.33 8,791.67 8,658.33 184,196,000.00 ‐8.68 357.28 ‐24.59 20.71 GJTL 1130 1,160.00 1,190.00 1,070.00 1,010.00
INDUSTRI BARANG KONSUMSI
ICBP 8800 8,900.00 9,000.00 8,675.00 8,550.00 INDF 8600 8,666.67 8,733.33 8,491.67 8,383.33 MYOR 2210 2,233.33 2,256.67 2,193.33 2,176.67 ROTI 1230 1,258.33 1,286.67 1,213.33 1,196.67 GGRM 78300 79,300.00 80,300.00 77,450.00 76,600.00 INAF 2920 2,953.33 2,986.67 2,903.33 2,886.67 1,621,898.67 17.41 2.12 463.17 184.06 KAEF 2890 2,950.00 3,010.00 2,840.00 2,790.00 4,860,371.48 7.51 44.81 6.06 28.68 KLBF 1625 1,635.00 1,645.00 1,610.00 1,595.00
KOSMETIK DAN BARANG KEPERLUAN RUMAH TANGGA
7
EMITEN LAST R1 R2 S1 S2 REV 2015 G (%) EPS 2015 G (%) PE
PROPERTI DAN REAL ESTAT
APLN 187 188.67 190.33 185.67 184.33 ASRI 318 321.33 324.67 315.33 312.67 BKSL 74 75.00 76.00 73.00 72.00 BSDE 1830 1,843.33 1,856.67 1,803.33 1,776.67 6,209,574.07 11.45 1,164.55 460.00 1.60 COWL 1225 1,231.67 1,238.33 1,221.67 1,218.33 CTRA 1170 1,183.33 1,196.67 1,153.33 1,136.67 CTRP 690 690.00 690.00 690.00 690.00 CTRS 2710 2,710.00 2,710.00 2,710.00 2,710.00 ELTY 50 50.00 50.00 50.00 50.00 KIJA 326 329.33 332.67 319.33 312.67 MDLN 270 275.33 280.67 263.33 256.67 2,962,460.90 4.32 69.69 22.80 5.94 KONSTRUKSI BANGUNAN ADHI 2150 2,170.00 2,190.00 2,130.00 2,110.00 9,389,570.10 8.51 130.22 43.08 20.93 DGIK 116 119.33 122.67 114.33 112.67 PTPP 3140 3,193.33 3,246.67 3,093.33 3,046.67 14,217,372.87 14.40 152.88 39.17 25.74 SSIA 645 651.67 658.33 631.67 618.33 TOTL 740 748.33 756.67 733.33 726.67 WIKA 2210 2,246.67 2,283.33 2,186.67 2,163.33 13,908,504.01 11.60 101.65 1.60 26.02 INFRASTRUKTUR, UTILITAS DAN TRANSPORTASI
PGAS 2250 2,293.33 2,336.67 2,223.33 2,196.67 42,333,969.71 ‐0.16 228.31 ‐38.44 11.61 JALAN TOL, PELABUHAN, BANDARA DAN SEJENISNYA
CMNP 1370 1,371.67 1,373.33 1,366.67 1,363.33 JSMR 5350 5,441.67 5,533.33 5,266.67 5,183.33 9,848,242.05 7.33 213.14 3.23 26.27 TELEKOMUNIKASI BTEL 50 50.00 50.00 50.00 50.00 EXCL 3410 3,436.67 3,463.33 3,356.67 3,303.33 22,876,182.00 ‐2.49 ‐2.97 ‐97.16 ‐1,348.39 ISAT 6500 6,541.67 6,583.33 6,416.67 6,333.33 TLKM 4520 4,540.00 4,560.00 4,500.00 4,480.00 102,470,000.00 14.24 153.66 5.81 21.51 TRANSPORTASI GIAA 348 349.33 350.67 345.33 342.67 52,627,783.53 7.55 40.78 ‐122.73 10.94 MBSS 364 368.67 373.33 360.67 357.33 WINS 282 285.33 288.67 279.33 276.67 1,378,353.91 ‐37.37 ‐19.45 ‐129.08 ‐10.95 KONSTRUKSI NON BANGUNAN
INDY 785 795.00 805.00 780.00 775.00 BANK BBCA 18150 18,325.00 18,500.00 17,975.00 17,800.00 47,081,728.00 7.56 730.83 9.30 18.47 BBKP 630 635.00 640.00 625.00 620.00 8,303,973.00 17.07 105.70 32.57 5.58 BBNI 6600 6,675.00 6,750.00 6,525.00 6,450.00 36,895,081.00 10.58 486.18 ‐15.91 10.90 BBRI 15250 15,316.67 15,383.33 15,116.67 14,983.33 85,434,037.00 13.73 1,029.53 4.77 10.95 BBTN 2600 2,660.00 2,720.00 2,570.00 2,540.00 14,966,209.00 16.86 174.91 65.91 10.43 BDMN 5125 5,170.00 5,215.00 5,035.00 4,945.00 22,420,658.00 ‐2.48 249.70 ‐8.09 16.40 BJBR 2210 2,236.67 2,263.33 2,176.67 2,143.33 10,084,451.00 14.70 142.02 23.39 6.79 BMRI 12750 12,816.67 12,883.33 12,616.67 12,483.33 71,570,127.00 14.26 871.50 2.33 11.76 BNGA 1170 1,181.67 1,193.33 1,161.67 1,153.33 22,318,759.00 7.24 17.02 ‐81.74 34.36
PERDAGANGAN BESAR BRANG PRODUKSI
AKRA 6525 6,625.00 6,725.00 6,400.00 6,275.00 19,764,821.14 ‐12.03 261.74 27.59 27.03 INTA 270 275.33 280.67 265.33 260.67 UNTR 27450 27,566.67 27,683.33 27,316.67 27,183.33 49,347,479.00 ‐7.14 1,033.07 ‐28.24 14.86 PERDAGANGAN ECERAN MAPI 6800 6,908.33 7,016.67 6,583.33 6,366.67 RALS 1225 1,245.00 1,265.00 1,210.00 1,195.00
ADVERTISING, PRINTING DAN MEDIA
MNCN 1840 1,888.33 1,936.67 1,803.33 1,766.67 PERUSAHAAN INVESTASI
BRMS 71 74.67 78.33 68.67 66.33
Corporate Action
8
Code
Name
Type
Date
Time
Venue
ARTI Ratu Prabu Energi Tbk AGM 03/08/2016 00:10:00 GD. Ratu Prabu 1 Lt. 10 Jl. TB. Simatupang Kav. 20, Jakarta Selatan
ARTI Ratu Prabu Energi Tbk EGM 03/08/2016 00:10:00 GD. Ratu Prabu 1 Lt. 10 Jl. TB. Simatupang Kav. 20, Jakarta Selatan
SCPI Merck Sharp Dohme
Pharma Tbk. AGM 03/08/2016 00:10:00
MYRX Hanson International Tbk. AGM 28/07/2016 00:14:00 Merchantile Athletic Club , World Trade Center MYRX Hanson International Tbk. EGM 28/07/2016 00:14:00 Merchantile Athletic Club , World Trade Center GMCW Grahamas Citrawisata Tbk. AGM 27/07/2016 00:09:00 Financial Club, Graha Niaga lt 28, Jl. Jend. Sudirman
Kav 58 Jakarta PTIS Indo Straits Tbk AGM 22/07/2016 00:09:00
Gedung Graha Kirana, Lantai 9, Ruang Rapat PT Indo Straits Tbk, Jl.Yos Sudarso Kav.88, Jakarta Utara
14350, Indonesia
BSSR Baramulti Suksessarana Tbk EGM 22/07/2016 00:10:00 Boardroom CEO Suite, Sahid Sudirman Center Lt.56, Jl. Jend. Sudirman Kav. 86 ‐ Jakarta Pusat ISSP Steel Pipe Industry of Indo‐ nesia Tbk AGM 21/07/2016 00:10:00 Gedung Baja Lt 9 Tower C , Pangeran Jayakarta no 55 , Jakarta ISSP Steel Pipe Industry of Indo‐ nesia Tbk EGM 21/07/2016 00:10:00 Gedung Baja Lt 9 Tower C , Pangeran Jayakarta no 55 , Jakarta
SKYB Skybee Tbk AGM 21/07/2016 00:09:00
WTON Wijaya Karya Beton Tbk EGM 20/07/2016 00:14:00 Ruang Serbaguna Gedung WIKA Lt. 11 Jl. D. I. Panjai‐ tan Kav. 9, Jakarta Timur
CTBN Citra Tubindo Tbk. AGM 20/07/2016 00:10:30 Kantor Pusat Perseroan Jalan Hang Kesturi I No 2, Kawasan Industri Terpadu Kabil, Batam TRIO Trikomsel Oke Tbk EGM 15/07/2016 00:10:00
LMAS Limas Indonesia Makmur
Tbk AGM 14/07/2016 00:09:30
Auditorium Sequis Center, Gedung Sequis Center Lantai 11, Jalan Jenderal Sudirman No.71, Jakarta
12190
BEKS Bank Pundi Indonesia Tbk. EGM 11/07/2016 00:15:00 Kantor Pusat Perseroan, Jl. RS. Fatmawati No.12, Jakarta Selatan
JPFA Japfa Comfeed Indonesia
Tbk. EGM 01/07/2016 00:10:00
HARRIS Hotel, Unique Room, Jl. Dr. Saharjo No. 191, Jakarta 12960
INCO Vale Indonesia Tbk EGM 01/07/2016 00:09:00 Financial Club, Board Room I, Graha Niaga Lt. 27 Jl. Jend. Sudirman Kav. 58, Jakarta MITI Mitra Investindo Tbk. EGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Tower II Lantai I, PT Bursa Efek Indo‐ nesia, Jl. Jend. Sudirman Kav.52‐53 Jakarta Selatan ‐
12950 NIRO Nirvana Development Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Bursa Efek Indonesia Tower II, Lantai 1, Jalan Jendral Sudirman Kav. 52‐53, Jakarta Selatan
12190 NIRO Nirvana Development Tbk EGM 30/06/2016 00:10:00
Ruang Seminar Bursa Efek Indonesia Tower II, Lantai 1, Jalan Jendral Sudirman Kav. 52‐53, Jakarta Selatan
12190
PKPK Perdana Karya Perkasa Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00 Hotel Nite & Day Jakarta ‐ Roxy Jl. Biak no.54 Jakarta Pusat 10150
GREN Evergreen Invesco Tbk AGM 30/06/2016 00:09:00 Mawar Room, Hotel Mulia, Jl. Asia Afrika Senayan, Jakarta
ECII Electronic City Indonesia
Tbk AGM 30/06/2016 00:10:00
Corporate Action
9
EMITEN
JUMLAH DIVIDEN CUM DIVIDEN RECORDING DATE PEMBAYARAN DIVIDEN
TIFA
7
24‐Jun‐16
27‐Jun‐16
21‐Jul‐16
SQBB
16000
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
SQBI
16000
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
DPNS
5
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
GEMA
16
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
MREI
50
23‐Jun‐16
24‐Jun‐16
20‐Jul‐16
JTPE
14
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
PEGE
10
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
CPIN
29
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
TALF
3
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
12‐Jul‐16
KBLI
7
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
SRTG
32
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
KKGI
20
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
CTRP
4
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
13‐Jul‐16
CTRS
22
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
13‐Jul‐16
CTRA
6
22‐Jun‐16
23‐Jun‐16
15‐Jul‐16
IDPR
5
21‐Jun‐16
22‐Jun‐16
30‐Jun‐16
UNVR
424
21‐Jun‐16
22‐Jun‐16
15‐Jul‐16
Disclaimer : Laporan ini dibuat dari opini analis hanya sebagai informasi untuk membantu investor dalam memahami pasar saham Indonesia dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian PT. First Asia Capital tidak menjamin dan bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini.