V KEADAAN UMUM LOKASI PENELITIAN
5.1. Keadaan Umum Peternakan Bapak Maulid5.1.1. Sejarah Perusahaan
Peternakan Bapak Maulid adalah usaha peternakan ayam broiler yang didirikan oleh Bapak Maulid Ibrahim Zakir, ST, pada bulan Oktober tahun 2010 lalu. Bapak Maulid adalah seorang sarjana teknik mesin lulusan dari salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Palembang. Beliau juga merupakan warga yang tinggal di Kelurahan Karang Anyar, Kecamatan Bukit Baru, Kota Palembang. Sebelum terjun ke usaha peternakan ayam broiler, Bapak Maulid sempat menjadi karyawan di sebuah perusahaan swasta yaitu PT Pulau Hijau Asri. Bapak Maulid selanjutnya berhenti bekerja karena lebih tertarik menekuni usaha peternakan ayam broiler yang lebih dulu dijalankan oleh ayahnya. Berbagai pengalaman yang diperoleh Bapak Maulid dalam menjalankan usahaternak ayam broiler bersama ayahnya, memupuk semangat beliau untuk membangun peternakan ayam broiler sendiri. Bagi Bapak Maulid, usaha peternakan ayam broiler merupakan usaha yang cukup menjanjikan karena waktu pemeliharaan ayam broiler yang relatif singkat.
Peternakan Bapak Maulid mengawali produksinya pada awal bulan Januari tahun 2011, dengan kapasitas sebanyak 5.000 ekor ayam broiler. Pada periode produksi berikutnya, Peternakan Bapak Maulid menambah skala produksinya menjadi 6.000 ekor ayam broiler. Kapasitas produksi tersebut belum mengalami peningkatan hingga sekarang. Pada periode produksi VI, Peternakan Bapak Maulid membudidayakan sebanyak 5.700 ekor ayam broiler. Hal ini dikarenakan pada periode produksi tersebut terjadi kesalahan pengantaran DOC (Day Old Chick), sehingga pihak inti memberikan kompensasi berupa penggantian uang sebanyak jumlah ayam broiler yang mati dan mengalami stress selama di perjalanan, yaitu seharga 300 ekor DOC.
Sejak awal berdirinya, Peternakan Bapak Maulid telah melakukan sistem kerjasama kemitraan inti-plasma. Hal ini dikarenakan Peternakan Bapak Maulid masih memiliki keterbatasan modal dalam pengadaan sarana produksi ternak, seperti pengadaan DOC, pakan, dan obat-obatan. Selain itu, sistem kerjasama kemitraan inti-plasma diterapkan oleh Peternakan Bapak Maulid karena untuk
menghindari kerugian yang disebabkan oleh terjadinya serangan penyakit maupun akibat dari ketidakpastian harga di pasar. Peternakan Bapak Maulid harus memberikan jaminan yang diserahkan kepada PT SUC berupa surat tanah dan jaminan uang yang sistem pembayarannya dapat dicicil.
Sebagai pihak plasma, Peternakan Bapak Maulid telah melakukan hubungan kemitraan inti-plasma sebanyak dua kali dengan pihak inti. Adapun perusahaan-perusahaan inti tersebut adalah PT Sumber Unggas Cemerlang (PT SUC) dan PT Sumber Intan Grup (PT SIG). Peternakan Bapak Maulid menjalin kerjasama kemitraan inti-plasma dengan PT SUC pada periode produksi pertama hingga periode produksi ketujuh atau sejak bulan Oktober tahun 2010 hingga bulan November tahun 2011. Pada saat periode pengamatan, Peternakan Bapak Maulid sedang melakukan hubungan kemitraan dengan PT SUC. Sebagai pihak inti, PT SUC berperan dalam menyediakan DOC (Day Old Chick), pakan, vaksin, vitamin, dan obat-obatan, memberikan pengawasan budidaya ayam broiler, dan menetapkan harga garansi (harga kontrak) dengan pihak plasma. Sebagai pihak plasma, Peternakan Bapak Maulid berperan dalam menyiapkan lahan, kandang, perlengkapan dan peralatan budidaya, serta tenaga kerja.
Hubungan kemitraan inti-plasma antara PT SUC dengan Peternakan Bapak Maulid ternyata hanya berlangsung selama tujuh periode produksi. Hal ini dikarenakan Peternakan Bapak Maulid sempat mengalami kerugian yang cukup besar pada periode produksi VII akibat kualitas DOC yang semakin menurun, sehingga menyebabkan hubungan kemitraan tersebut terhenti. Pada bulan Desember tahun 2011 hingga sekarang, Peternakan Bapak Maulid menjalankan hubungan kemitraan inti-plasma dengan PT Sumber Intan Grup (PT SIG) karena dianggap lebih menguntungkan dari pihak inti sebelumnya, yaitu memberikan bonus pasar kepada peternak plasma berupa selisih antara harga kontrak dengan harga yang berlaku di pasar dan dikalikan dengan 25 persen dari total FCR yang dihasilkan pada periode produksi tersebut.
Peternakan Bapak Maulid memiliki tenaga kerja tetap dan tenaga kerja tidak tetap. Perekrutan tenaga kerja tetap yang dilakukan oleh pemilik Peternakan Bapak Maulid justru tidak berasal dari masyarakat lingkungan sekitar Kelurahan Karang Anyar. Hal ini dikarenakan sebagian besar masyarakat Kelurahan Karang
Anyar sudah bekerja sebagai buruh di perkebunan karet. Namun, Peternakan Bapak Maulid masih melakukan perekrutan tenaga kerja tidak tetap yang berasal dari masyarakat lingkungan sekitar Kelurahan Karang Anyar. Saat ini, Peternakan Bapak Maulid memiliki dua orang tenaga kerja tetap dan satu hingga dua orang tenaga kerja tidak tetap yang dibutuhkan sebagai tenaga kerja tambahan pada setiap kegiatan pemanenan ayam broiler berlangsung.
5.1.2. Lokasi Perusahaan
Peternakan Bapak Maulid terletak di Kelurahan Karang Anyar RT 02/RW 04, Kecamatan Bukit Baru, Kota Palembang. Lokasi tersebut berjarak sekitar dua kilometer dari jalan raya, yang dapat ditempuh dengan menggunakan kendaraan sepeda motor selama lima menit. Sebagian besar wilayah Kelurahan Karang Anyar terdiri dari perkebunan karet yang dikelola oleh rakyat maupun dikelola PT Perkebunan Nusantara. Selain itu, di Kecamatan Bukit Baru sendiri juga dijumpai beberapa peternakan yang terdiri dari peternakan sapi potong, peternakan ayam petelur, dan peternakan ayam broiler.
Usaha Peternakan Bapak Maulid berdiri di atas lahan seluas 5.000 meter persegi dan dikelilingi oleh perkebunan karet rakyat. Lahan tersebut merupakan lahan milik keluarga dekat Bapak Maulid sendiri, yang juga merupakan warga kelurahan Karang Anyar. Peternakan Bapak Maulid berada pada lokasi yang cukup strategis, yaitu dekat dengan akses jalan raya dan cukup jauh dari pemukiman penduduk. Jarak terdekat Peternakan Bapak Maulid dengan pemukiman penduduk adalah sekitar 200 meter. Selain itu, lokasi Peternakan Bapak Maulid berada dekat dengan sumber mata air sehingga ketersediaan air di Peternakan Bapak Maulid cukup terjamin.
Pembangunan kandang di Peternakan Bapak Maulid dimulai pada bulan
Oktober tahun 2010 lalu, dengan modal yang dikeluarkan sebesar Rp 130.000.000,00 untuk membangun kandang, gudang, dan membeli
peralatan-peralatan yang diperlukan untuk budidaya ayam broiler. Bentuk kandang yang digunakan oleh Peternakan Bapak Maulid adalah kandang yang berbentuk panggung dengan ketinggian kolong kandang sekitar dua meter. Tiang-tiang kandang ditopang oleh kayu-kayu dolken yang berukuran besar, sedangkan lantai kandang menggunakan bambu. Jenis atap yang digunakan adalah jenis atap dari
daun nipah dan dinding-dinding dibangun dengan menggunakan kawat. Kandang ayam broiler di Peternakan Bapak Maulid memiliki ukuran panjang 75 meter dan lebar 8 meter atau memiliki luas sebesar 600 meter persegi. Luas kandang tersebut mampu menampung ayam broiler sebanyak 6.000 ekor. Bangunan di Peternakan Bapak Maulid juga dilengkapi dengan gudang yang berfungsi untuk menyimpan pakan, obat-obatan, dan peralatan. Gudang tersebut berukuran panjang 6 meter dan lebar 4 meter, dengan jarak kurang lebih sepuluh meter dari sisi sebelah kiri kandang. Tepat di atas bangunan gudang juga dibangun tempat peristirahatan bagi para karyawan kandang. Bangunan gudang dan tempat peristirahatan tersebut dibangun dengan menggunakan batu batako.
5.1.3. Struktur Organisasi Perusahaan
Struktur organisasi yang dimiliki oleh Peternakan Bapak Maulid tergolong sangat sederhana. Struktur organisasi yang sederhana memiliki keunggulan dalam hal proses pengambilan keputusan yang lebih cepat dan mempermudah pengawasan. Struktur organisasi Peternakan Bapak Maulid dapat digambarkan sebagai berikut.
Gambar 8. Struktur Organisasi Peternakan Bapak Maulid
Bapak Maulid adalah pemilik sekaligus pemimpin pada peternakan ayam broiler yang dijalankannya. Dalam menjalankan usahanya, Bapak Maulid bertugas mengatur sistem manajemen Peternakan Bapak Maulid yang meliputi manajemen produksi, manajemen keuangan, dan manajemen sumberdaya manusia. Selanjutnya, Bapak Maulid langsung membawahi seorang kepala
Anak Kandang Pemilik Peternakan
Bapak Maulid
Pengawas atau Field Controller dari Perusahaan Inti
kandang bernama Bapak Gondo Margono. Tugas kepala kandang adalah melakukan pengawasan terhadap kelancaran pelaksanaan budidaya ayam broiler dan melakukan pencatatan jumlah ayam yang terserang penyakit ataupun mati. Kepala kandang langsung membawahi seorang anak kandang yang bernama Bapak Kamaludin. Sebagai anak kandang, Bapak Kamaludin berperan langsung dalam melakukan teknik budidaya ayam broiler dan tetap dipandu oleh kepala kandang maupun pemilik peternakan. Dalam menjalankan usahanya, Peternakan Bapak Maulid mendapatkan pengawasan langsung dari seorang pengawas atau field controller dari pihak inti PT SUC, yang bernama Bapak Yusrizal. Selain melakukan pengawasan secara langsung, Bapak Yusrizal juga berperan dalam memberikan solusi penanganan terhadap ayam-ayam broiler yang terserang penyakit.
Jalur perintah dan koordinasi pada struktur organisasi di Peternakan Bapak Maulid ditunjukkan oleh anak panah yang bergaris utuh dan anak panah yang bergaris putus-putus. Anak panah yang bergaris utuh mengindikasikan adanya perintah yang berasal dari Peternakan Bapak Maulid sendiri. Anak panah yang bergaris putus-putus mengindikasikan adanya koordinasi dari pihak inti PT SUC, yang diwakilkan oleh pengawas atau field controller kepada pemilik Peternakan Bapak Maulid sebagai pihak plasma.
Kepala kandang dan anak kandang adalah tenaga kerja tetap di Peternakan Bapak Maulid, sedangkan pengawas atau field controller adalah karyawan tetap di PT SUC. Selain memiliki tenaga kerja tetap, Peternakan Bapak Maulid juga memiliki tenaga kerja tidak tetap. Biasanya, tenaga kerja tidak tetap dipekerjakan sebagai tenaga kerja tambahan pada setiap kegiatan pemanenan ayam broiler berlangsung, yakni pada saat proses penangkapan ayam broiler. Jumlah tenaga kerja tidak tetap tersebut adalah satu hingga dua orang.
Para pekerja di Peternakan Bapak Maulid memiliki kualifikasi yang berbeda. Dalam merekrut tenaga kerja tetap, Peternakan Bapak Maulid tidak menetapkan kualifikasi khusus. Bagi Bapak Maulid, hal yang terpenting adalah para pekerja memiliki kejujuran dan rasa tanggung jawab. Kepala kandang di Peternakan Bapak Maulid memiliki kualifikasi sebagai lulusan Sekolah Teknik Menengah (STM), sedangkan anak kandang memiliki kualifikasi sebagai lulusan
Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kualifikasi tenaga kerja tidak tetap sebagian besar adalah lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pengawas atau field controller adalah lulusan Sarjana Peternakan dari Universitas Jambi.
5.2. Proses Produksi Ayam Broiler Peternakan Bapak Maulid
Proses produksi ayam broiler di Peternakan Bapak Maulid meliputi berbagai aktifitas, diantaranya persiapan kandang, budidaya, dan pemanenan ayam broiler. Setiap satu siklus periode produksi ayam broiler di Peternakan Bapak Maulid membutuhkan waktu sekitar 44 – 51 hari, yang terdiri dari 34 – 37 hari proses budidaya dan 14 hari masa istirahat dan persiapan kandang. Dalam waktu satu tahun, Peternakan Bapak Maulid dapat melakukan tujuh kali siklus periode produksi ayam broiler.
5.2.1. Persiapan Kandang
Sebelum menjalankan aktifitas budidaya ayam broiler, Peternakan Bapak Maulid melakukan tahap persiapan kandang. Persiapan kandang dilakukan setelah aktifitas pemanenan pada periode produksi sebelumnya. Proses persiapan kandang yang dilakukan oleh Peternakan Bapak Maulid membutuhkan waktu rata-rata sekitar 14 hari. Biasanya, proses persiapan kandang diikuti dengan masa istirahat kandang. Proses persiapan kandang dimaksudkan untuk melakukan sterilisasi dari penyakit sehingga kebersihan kandang maupun lingkungan kandang menjadi lebih terjamin. Proses persiapan kandang terdiri dari aktifitas pembersihan lingkungan sekitar kandang, pencucian kandang dan peralatan kandang, pengapuran, penyemprotan, dan persiapan peralatan kandang.
1. Pembersihan Lingkungan Kandang
Pembersihan lingkungan kandang merupakan tindak lanjut dari aktifitas pembersihan kotoran-kotoran ayam broiler yang berada di kolong kandang. Pembersihan lingkungan kandang meliputi pembersihan sisa-sisa kotoran maupun sampah dan pembasmian gulma yang berada di sekitar lingkungan kandang. 2. Pencucian Kandang dan Peralatan Kandang
Pencucian kandang dan peralatan kandang dilakukan untuk membersihkan kotoran-kotoran yang menempel di kandang maupun pada peralatan kandang. Pencucian kandang yang dilakukan di Peternakan Bapak Maulid menggunakan
sikat dan selang air sepanjang 50 meter yang dihubungkan dengan sprayer. Pencucian kandang meliputi bagian atas, dinding, dan lantai kandang. Pencucian peralatan kandang meliputi pencucian tempat pakan, tempat minum, jaring, dan tirai. Peralatan kandang yang telah dicuci selanjutnya direndam dengan deterjen dan larutan desinfektan.
3. Pengapuran
Aktifitas pengapuran merupakan salah satu aktifitas yang dilakukan untuk membasmi penyakit ataupun kuman yang melekat di kandang ayam broiler. Jumlah kapur yang digunakan Peternakan Bapak Maulid setiap periode produksi adalah senanyak 15 kilogram yang dilarutkan dengan air sebanyak 600 liter. Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan proses pengapuran hingga mengering adalah satu hari.
4. Penyemprotan
Setelah melakukan proses pengapuran, aktifitas selanjutnya yang dilakukan di Peternakan Bapak Maulid adalah melakukan penyemprotan. Aktifitas penyemprotan dilakukan untuk membasmi penyakit ataupun kuman yang masih menempel di kandang maupun lingkungan di sekitar kandang. Penyemprotan tersebut menggunakan larutan formalin dan larutan desinfektan. Larutan formalin yang digunakan adalah sebanyak 7 liter untuk satu kali penyemprotan. Takaran penggunaannya adalah 1 liter formalin dan 6 liter air, untuk satu kali penyemprotan. Penyemprotan dengan larutan formalin dilakukan sebanyak tiga kali. Setelah dilakukan penyemprotan dengan larutan formalin, tahap selanjutnya adalah melakukan penyemprotan dengan larutan desinfektan. Penyemprotan dengan larutan desinfektan tersebut dilakukan satu hari sebelum DOC tiba di kandang.
5. Persiapan Peralatan Kandang
Beberapa peralatan kandang yang harus dipersiapkan sebelum DOC tiba di kandang adalah alat pemanas, tempat pakan, tempat air minum, jaring, tirai, dan sekat. Alat pemanas yang digunakan oleh Peternakan Bapak Maulid adalah gasolec yang berbahan bakar gas. Jumlah gasolec yang digunakan adalah sebanyak 6 buah dan dipasang dengan ketinggian 125 sentimeter. Gasolec dapat menghasilkan panas dengan suhu yang stabil, merata, tidak berbau, dan tidak
menimbulkan asap. Tempat pakan dan tempat air minum disesuaikan dengan umur ayam broiler dan jumlah ayam broiler. Dengan kapasitas 6.000 ekor ayam broiler pada tahap DOC, Peternakan Bapak Maulid menggunakan 120 baki tempat pakan dan 96 buah tempat air minum.
Pemasangan jaring yang dilakukan oleh Peternakan Bapak Maulid merupakan alternatif pengganti penggunaan sekam. Pemasangan sekam tidak dilakukan oleh Peternakan Bapak Maulid karena diyakini dapat menyebabkan perkembangbiakan penyakit. Penggunaan sekam sebagai alas lantai dapat menyebabkan tumbuhnya jamur akibat terjadinya kelembaban pada sekam. Pemasangan jaring disesuaikan dengan ukuran kandang Peternakan Bapak Maulid yang ditebar di atas lantai kandang.
Pemasangan tirai dilakukan untuk mengatur sirkulasi udara dan cahaya yang masuk ke kandang. Tirai yang digunakan adalah plastik terpal yang dipasang dengan ketinggian 2 meter yang menempel pada dinding kandang. Pemasangan tirai juga dilakukan hingga menutupi bagian kolong kandang untuk meningkatkan suhu di dalam kandang, akibat penggunaan jaring sebagai alas lantai yang dapat meningkatkan aliran sirkulasi udara sehingga suhu di dalam kandang menjadi rendah. Untuk mempermudah pengontrolan aktifitas budidaya ayam broiler, Peternakan Bapak Maulid memasang sekat yang terbuat dari kawat, setinggi 45 sentimeter di dalam kandang. Jumlah sekat yang dipasang adalah sebanyak 6 sekat, masing-masing sekat mengelompokkan ayam broiler sebanyak 1.000 ekor. Setelah peralatan kandang dipersiapkan, tahap terakhir yang dilakukan adalah melakukan sterilisasi kandang hingga DOC tiba.
5.2.2. Budidaya Ayam Broiler
Kegiatan budidaya ayam broiler di Peternakan Bapak Maulid terdiri dari budidaya tahap pemanasan dan budidaya tahap pembesaran.
1. Budidaya Tahap Pemanasan (Brooding)
Budidaya pada tahap pemanasan (brooding) dilakukan untuk menciptakan kondisi yang optimal sesuai dengan kebutuhan DOC dan untuk mendukung tahap pertumbuhan ayam broiler. Budidaya pada tahap pemanasan dilakukan saat ayam broiler berumur 0 – 14 hari. Budidaya pada tahap pemanasan yang dilakukan oleh Peternakan Bapak Maulid meliputi aktivitas pemeriksaan kuantitas dan kualitas
DOC, pemberian air gula merah dan pakan pada DOC, menyalakan pemanas gasolec, menggunakan penerangan lampu dan tirai, serta melakukan vaksinasi. a. Pemeriksaan Kuantitas dan Kualitas DOC
Pemeriksaan kuantitas DOC dilakukan untuk memastikan kesesuaian antara jumlah DOC yang diterima dengan surat jalan yang tertera. Selain itu, pemeriksaan tersebut juga dilakukan untuk memastikan kesesuaian bobot rata-rata DOC yang tertera pada kotak dengan bobot rata-rata DOC yang diterima oleh Peternakan Bapak Maulid. Kualitas DOC sangat mempengaruhi proses budidaya ayam broiler pada setiap periode produksi. DOC yang berkualitas baik memiliki laju pertumbuhan yang lebih cepat, lebih efisien dalam mengkonsumsi pakan, dan lebih kebal terhadap serangan penyakit. DOC yang berkualitas rendah memiliki laju pertumbuhan yang lebih rendah, lebih boros dalam mengkonsumsi pakan, dan rentan terhadap serangan penyakit. DOC yang berkualitas baik memiliki bentuk tubuh yang lebih besar yakni dengan bobot rata-rata sebesar 38 gram dan gerakan yang lebih lincah. DOC yang diterima oleh Peternakan Bapak Maulid diperoleh dari PT Vista Agung Kencana Farm.
Peternakan Bapak Maulid melakukan seleksi antara DOC yang berkualitas baik dengan DOC yang berkualitas rendah. DOC yang berkualitas rendah dipelihara di tempat yang terpisah dari DOC yang berkualitas baik. Selain melakukan seleksi, Peternakan Bapak Maulid juga melakukan grading berdasarkan jenis kelamin DOC dan bobot tubuh. Grading tersebut dilakukan guna mempermudah proses penangkapan ayam broiler pada saat proses pemanenan berlangsug, karena terdapat beberapa pedagang pengumpul yang menginginkan ayam broiler berdasarkan jenis kelamin dan bobot tubuh tertentu. DOC yang telah mengalami proses grading selanjutnya dipelihara secara terpisah berdasarkan jenis kelamin dan bobot tubuh yang sama. DOC yang berjenis kelamin jantan dan betina dipisahkan dengan menggunakan sekat-sekat yang telah tersedia. DOC yang memiliki bobot tubuh yang lebih besar (36 – 38 gram) dipelihara dalam sekat yang berbeda dengan DOC yang memiliki bobot tubuh yang lebih kecil.
b. Pemberian Air Gula Merah, Pakan, dan Air Minum pada DOC
Pemberian air gula merah dilakukan oleh Peternakan Bapak Maulid pada saat DOC tiba di kandang. Pemberian air gula merah tersebut dimaksudkan untuk meningkatkan daya tahan tubuh DOC setelah menempuh perjalanan. Takaran air gula merah yang digunakan adalah sebanyak 12 kilogram gula merah yang dilarutkan dalam 600 liter air. Pemberian pakan juga dilakukan agar DOC memperoleh nutrisi yang cukup untuk menggantikan jumlah kalori yang hilang selama menempuh perjalanan. Pemberian pakan dilakukan secara sedikit demi sedikit karena ukuran tembolok DOC yang masih kecil. Pakan yang diberikan pada saat ayam broiler berumur 0 – 7 hari merupakan pakan starter bermerek S10, sedangkan pada umur 11 – 14 hari menggunakan pakan bermerek H11, yang diperoleh dari PT Vista Grain. Pemeberian air minum pada saat ayam broiler berumur 0 – 5 hari dilakukan secara manual. Pada saat ayam broiler berumur 6 hari hingga memasuki masa panen, pemberian air minum dilakukan secara otomatis, yakni setiap tempat air minum dihubungkan dengan selang-selang yang langsung terhubung dengan tempat penampungan air di dalam kandang.
c. Menyalakan Pemanas Gasolec
Alat pemanas gasolec digunakan Peternakan Bapak Maulid pada saat ayam broiler berumur 0 – 10 hari. Pada usia tersebut, ayam broiler membutuhkan suhu layaknya berada di dalam pengeraman induknya. Pada saat umur 0 – 3 hari, pemanasan dengan gasolec dilakukan sepanjang hari. Hal ini dikarenakan ayam broiler membutuhkan panas yang lebih banyak pada periode umur tersebut akibat bulu tubuh yang belum terlalu banyak tumbuh. Pada umur 4 – 10 hari, pemanasan hanya dilakukan pada saat sore hingga pagi hari.
d. Menggunakan Penerangan Lampu dan Tirai
Peternakan Bapak Maulid menggunakan penerangan lampu dan tirai untuk menghasilkan panas yang lebih optimal di dalam kandang. Lampu didekatkan dengan ayam broiler karena cahaya lampu yang dihasilkan dapat digunakan untuk membantu menghasilkan panas. Selain itu, penggunaan cahaya lampu tersebut juga dimaksudkan untuk membuat anak ayam menjadi lebih terangsang untuk makan lebih banyak.
Pada saat memasuki tahap pemanasan, tirai dipasang menjadi dua lapisan yaitu lapisan tirai yang berada di dalam kandang dan lapisan tirai yang berada di luar kandang. Hal ini dilakukan untuk menghasilkan panas yang lebih optimal bagi ayam boiler. Pemasangan tirai di luar kandang dilakukan dengan rapat hingga menutupi dinding dan kolong kandang. Pemasangan tirai yang menutupi kolong kandang bertujuan untuk menahan terpaan angin dan menjaga kehangatan di dalam kandang. Pemasangan tirai di dalam kandang dan tirai di luar kandang yang menutupi kolong kandang, dilakukan hingga ayam broiler berumur 14 hari. Pemasangan tirai di dinding kandang dilakukan untuk mengatur sirkulasi udara di dalam kandang. Tirai tersebut dapat dinaikkan ataupun diturunkan, sesuai dengan kondisi cuaca.
e. Melakukan Vaksinasi
Vaksinasi merupakan aktivitas yang dilakukan oleh Peternakan Bapak Maulid guna mencegah terjadinya serangan penyakit pada ayam broiler. Terdapat dua jenis vaksin yang digunakan oleh Peternakan Bapak Maulid, yaitu vaksin Newcastle Disease (ND) dan vaksin Gumboro. Pemberian vaksin ND dilakukan pada saat ayam broiler berumur 5 atau 6 hari, sedangkan pemberian vaksin Gumboro dilakukan pada saat ayam broiler berumur 13 hari. Pemberian vaksin di Peternakan Bapak Maulid dilakukan melalui penyuntikan dan pencampuran dengan air minum. Vaksin ND diberikan melalui penyuntikan bagian leher ayam broiler, sedangkan vaksin Gumboro diberikan melalui pencampuran dengan air minum.
2. Budidaya Tahap Pembesaran
Budidaya pada tahap pembesaran ayam broiler yang dilakukan oleh Peternakan Bapak Maulid bertujuan untuk mengoptimalkan pertumbuhan ayam broiler, mencegah penularan penyakit pada ayam broiler yang lain sehingga memperkecil tingkat mortalitas, dan untuk meningkatkan keseragaman pertumbuhan ayam broiler. Budidaya pada tahap pembesaran dilakukan pada saat ayam broiler berumur 15 hari hingga memasuki tahap pemanenan. Budidaya ayam broiler pada tahap pembesaran yang dilakukan oleh Peternakan Bapak Maulid meliputi :
a. Mengatur Sirkulasi Udara di Dalam Kandang
Sirkulasi udara dalam kandang di Peternakan Bapak Maulid diatur dengan menaikkan atau menurunkan tirai yang terpasang pada dinding kandang. Menurut Bapak Maulid, sirkulasi udara di dalam kandang perlu diatur untuk menghasilkan udara yang lebih segar di dalam kandang sehingga mampu mengoptimalkan pertumbuhan ayam broiler dan mencegah pertumbuhan penyakit. Pengaturan sirkulasi kandang biasanya dilakukan oleh Peternakan Bapak Maulid pada saat ayam broiler mulai berumur 15 hari. Pada saat kondisi cuaca yang panas, tirai lebih sering diturunkan untuk meningkatkan sirkulasi udara yang keluar masuk kandang. Pada saat kondisi cuaca yang dingin, tirai dinaikkan hingga menutupi setengah dari dinding kandang.
b. Penanganan Penyakit
Penanganan penyakit yang dilakukan oleh Peternakan Bapak Maulid bertujuan untuk mencegah terjadinya penularan dan menekan tingkat mortalitas ayam broiler. Selama tujuh periode produksi pengamatan, serangan penyakit di Peternakan Bapak Maulid terjadi sebanyak dua kali, yaitu pada periode produksi VI dan VII. Jenis penyakit yang menyerang ayam broiler di Peternakan Bapak Maulid adalah penyakit Gumboro dan Kolibasilosis.
Penyakit Gumboro yang menyerang Peternakan Bapak Maulid pada periode produksi VI, merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus Gumboro. Penyakit Gumboro menyerang ayam broiler di Peternakan Bapak Maulid pada umur 15 – 20 hari. Penyakit ini ditandai oleh kotoran ayam yang encer berlendir dan berwarna putih. Pengobatan yang dilakukan oleh Peternakan Bapak Maulid adalah dengan memberikan 4 kilogram gula merah yang dilarutkan dengan 200 liter air. Penyakit Kolibasilosis menyerang ayam broiler di Peternakan Bapak Maulid pada periode produksi VII, yaitu pada umur 20 – 25 hari. Penyakit Kolibasilosis disebabkan oleh bakteri Escherichia coli dan ditandai oleh nafsu makan ayam yang menurun. Pengobatan yang dilakukan oleh Peternakan Bapak Maulid adalah dengan memberikan Amplicoli dan melarutkan Chlorin pada air minum.
c. Melakukan Kontrol Kandang
Kontrol kandang di Peternakan Bapak Maulid dilakukan setiap hari, yang meliputi pengamatan pertumbuhan dan kondisi kesehatan ayam broiler, pencatatan ayam broiler yang mati, dan pemisahan ayam broiler yang terserang penyakit maupun yang afkir. Kontrol kandang di Peternakan Bapak Maulid dilakukan oleh semua pihak yaitu anak kandang, kepala kandang, dan pemilik peternakan, yang dilakukan secara bergantian. Aktivitas kontrol kandang dilakukan agar ayam broiler di Peternakan Bapak Maulid mengalami tingkat pertumbuhan yang seragam.
d. Proses Pemberian Pakan dan Air Minum
Proses pemberian pakan dan air minum dilakukan pada saat DOC tiba hingga ayam broiler memasuki proses pemanenan. Pemberian pakan dilakukan dua kali sehari, yaitu setiap pagi dan sore hari. Pakan yang diberikan pada saat ayam broiler berumur 14 – 21 hari bermerek H11, dan umur 22 – masa panen menggunakan pakan finisher bermerek H12. Proses pemberian air minum pada tahap pembesaran dilakukan secara otomatis.
5.2.3. Pemanenan
Ayam broiler di Peternakan Bapak Maulid memiliki umur tangkap sekitar 33 – 37 hari setiap periode produksi. Waktu pemanenan yang dilakukan yaitu selama dua hingga tiga hari. Lamanya waktu pemanenan tersebut tergantung dengan jumlah permintaan ayam broiler di pasar.
Persiapan yang dilakukan oleh Peternakan Bapak Maulid sebelum kegiatan pemanenan berlangsung adalah mempersiapkan tenaga kerja tambahan sebanyak satu hingga dua orang, timbangan gantung, dan tali rafia. Tali rafia digunakan untuk menangkap dan mempermudah perhitungan ayam broiler pada saat penimbangan berlangsung. Sebelum melakukan proses pemanenan, Bapak Maulid melakukan pemeriksaan terhadap daftar timbangan yang terdiri dari nama penangkap, total tangkapan, ukuran bobot ayam broiler, dan kesesuaian nomor polisi yang tertera dengan nomor polisi pada kendaraan yang digunakan.
Pada saat pemanenan berlangsung, Bapak Maulid selaku pemilik peternakan melakukan penimbangan dan pencatatan hasil penimbangan pada daftar timbangan secara langsung, untuk mencegah tindak penipuan dan
kecurangan yang dapat dilakukan oleh para pihak penangkap (pedagang pengumpul). Proses penimbangan dan pencatatan juga disaksikan langsung oleh satu orang dari pihak penangkap. Setiap penangkapan ayam broiler dilakukkan dengan menggunakan tali rafia. Satu ikatan tali tersebut digunakan untuk mengikat setiap lima ekor ayam broiler yang ditangkap. Penimbangan dilakukan untuk tiga ikatan ayam broiler atau berjumlah 15 ekor ayam broiler. Setelah hasil penimbangan dicatat, ayam broiler langsung dimasukkan ke keranjang yang telah disediakan oleh pihak penangkap. Apabila pemanenan berlangsung pada siang atau sore hari, maka dilakukan proses penyiraman pada saat ayam broiler berada di dalam keranjang. Proses penyiraman tersebut dimaksudkan untuk mengurangi suhu tubuh sehingga ayam broiler akan kuat selama menempuh perjalanan.
Setelah proses pemanenan ayam broiler berlangsung, kegiatan selanjutnya yang dilakukan adalah membersihkan kotoran-kotoran ayam broiler. Kotoran-kotoran tersebut akan dijual untuk dijadikan sebagai pupuk kandang. Pembersihan kotoran-kotoran ayam broiler segera dilakukan untuk mengurangi bau yang tidak sedap dan menghindari terjadinya perkembangbiakan penyakit.