• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ryan Perkasa Rimbani 1

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Ryan Perkasa Rimbani 1"

Copied!
48
0
0

Teks penuh

(1)

182

ANALISIS PENGARUH ROE, EPS, PBV, DER, DAN NPM TERHADAP HARGA SAHAM PADA PERUSAHAAN REAL ESTATE DAN PROPERTY DI BURSA EFEK

INDONESIA (BEI) PERIODE 2011 - 2013 Ryan Perkasa Rimbani1

ABSTRACT : This study examines the effects of Return On Equity (ROE), Earning Per

Share (EPS), Price To Book Value (PBV), Debt To Equity Ratio (DER), and Nett Profit Margin (NPM), toward Stock Price. Sampling technique used is purposive sampling with criteria as (1) Real Estate and Property company who active traded in Indonesia Stock Exchange over the period from 2011 to 2013; (2) Real Estate and Property company who provide financial reports during 2011-2013; and (3) Real Estate and Property company that did not experience a loss during 2011-2013. Sample was acquired 37 publicly traded Indonesian Real Estate and Property company. Data used in this research is secondary data obtained from www.idx.co.id. While the method of analysis used in this research is a method of regression analysis of panel data with Common Effects Method. The result of this study show the ROE and DER have negative and significant effect on Stock Price of Real Estate and Property Company; EPS, PBV, and NPM have positive and significant effect on Stock Price of Real Estate and Property Company. Prediction capability from these five variables toward Stock Price is 72.18% as indicated by R squared, where the residues 27.82% is affected by other factors which was not to be entered to research model

Keywords : Return on Equity (ROE), Earning Per Share (EPS), Price To Book Value

(PBV), Debt To Equity Ratio (DER), Nett Profit Margin (NPM), Stock Price, Common Effect, Real Estate and Property.

PENDAHULUAN

Di era globalisasi sekarang ini, pasar modal sangat mempengaruhi perkembangan perekonomian, didasarkan pada kebutuhan investor atau pemegang saham dalam melakukan suatu mobilisasi dana, pasar modal dapat digunakan sebagai suatu sarana untuk menjawab kebutuhan tersebut, baik di lingkup dalam negeri maupun luar negeri. Banyak perusahaan memilih untuk menggunakan sarana ini untuk melakukan peningkatan modal usaha ataupun penyuntikan modal dengan tujuan untuk melakukan ekspansi usaha.

Adapun hal yang harus diteliti oleh pemegang saham atau investor sebelum memutuskan untuk menanamkan modal di perusahaan tertentu, yaitu bagaimana kondisi suatu perusahaan tersebut, khususnya kondisi keuangan dari perusahaan itu. Dengan melakukan penilaian dan penelitian pada kondisi perusahaan tersebut, maka calon investor maupun calon pemegang saham akan memperoleh gambaran jelas dari kondisi perusahaan secara real dan dapat mengukur risiko yang akan ditanggung serta return yang akan diterimanya di masa yang akan

(2)

183

datang, sehingga pengambilan keputusan investasi merujuk pada investasi dengan hasil yang paling menguntungkan untuk investor atau pemegang saham tersebut.

Namun di sisi yang berbeda, ternyata harga saham yang tinggi juga seringkali diminati investor. Hal ini dikarenakan semakin tingginya harga saham akan menciptakan capital gain yang besar pula. Capital Gain merupakan selisih antara harga pasar periode sekarang dengan periode sebelumnya. Baik dividend yield maupun capital gain merupakan total return yang akan diperoleh para investor dalam jangka waktu yang panjang. Prinsip para pemegang saham maupun investor dalam melakukan penanaman modal adalah menginginkan return yang maksimal dalam setiap investasi yang dilakukannya.

Dalam mengevaluasi tingkat pengembalian (return), investor dapat menggunakan beberapa pendekatan seperti pendekatan rasio keuangan, misalnya Return On Equity (ROE),

Earning per Share (EPS), Price Book Value (PBV), Debt Equity Ratio (DER), Net Profit Margin (NPM), atau cash flow maupun pendekatan lain seperti Economic Value Added (EVA), Market Value Added (MVA) sebagai referensi cara dalam mengestimasi keuntungan

ekonomis suatu perusahaan (Hakim, 2006).

RUMUSAN MASALAH

Dalam studi ini dibahas beberapa analisis yang biasa dipakai oleh para investor dan untuk mengetahui hubungan antara pendekatan-pendekatan tersebut dengan harga saham, analisis menitikberatkan hanya pada beberapa pendekatan, secara garis besar rumusan permasalahan dapat dijelaskan sebagai berikut :

Bagaimanakah pengaruh ROE (Return on Equity) terhadap harga saham perusahaan

real estate dan property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)?

Bagaimanakah pengaruh EPS (Earning per Share) terhadap harga saham perusahaan

real estate dan property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)?

Bagaimanakah pengaruh PBV (Price Book Value) terhadap harga saham perusahaan

real estate dan property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)?

Bagaimanakah pengaruh DER (Debt Equity Ratio) terhadap harga saham perusahaan

real estate dan property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)?

Bagaimanakah pengaruh NPM (Net Profit Margin) terhadap harga saham perusahaan

real estate dan property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI)? TELAAH KEPUSTAKAAN

Pengertian Saham

Saham (stock) merupakan salah satu alternatif investasi yang dapat menghasilkan keuntungan dalam bentuk dividen dan capital gain. Apabila seorang investor membeli saham, maka menjadi pemilik dan disebut sebagai pemegang saham (shareholders) perusahaan yang menerbitkan saham tersebut.

Menurut BAPEPAM (2003: 9), ”Saham adalah sertifikat yang menunjukkan bukti kepemilikan suatu perusahaan, dan pemegang saham memiliki hak klaim atas penghasilan dan aktiva perusahaan”.

(3)

184

Menurut Sutrisno (2008: 310), “Saham merupakan salah satu bukti kepemilikan bagian modal atau tanda penyertaan modal pada perseroan terbatas yang memberi hak menurut besar kecilnya modal yang disetor”.

Dari pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa saham merupakan sertifikat atau tanda bukti kepemilikan yang menunjukkan kepemilikan suatu perusahaan dan pemiliknya disebut pemegang saham (shareholders) yang berhak untuk memiliki hak klaim atas penghasilan aktiva suatu perusahaan.

Dalam penilaian saham dikenal tiga jenis nilai saham yaitu, nilai buku, nilai pasar dan nilai intrinsic. Nilai buku merupakan nilai yang dihitung berdasarkan pembukuan perusahaan pembukuan perusahaan penerbit saham. Nilai pasar adalah nilai saham di pasar, yang ditunjukkan oleh harga saham tersebut di pasar. Sedangkan nilai intrinsik atau dikenal sebagai nilai teoritis adalah nilai saham yang sebenarnya atau seharusnya terjadi. Saham dapat dibedakan menjadi dua tipe, yaitu saham biasa (common stock) dan saham preferen (preferred stock).

Jenis Saham

Dalam transaksi jual-beli di Bursa Efek Indonesia, saham atau sering pula disebut shares atau stock merupakan instrumen yang paling dominan diperdagangkan. Menurut Darmadji dan Fakhrudin (2011 : 6), ada beberapa sudut pandang untuk membedakan saham, yaitu:

 Dari segi kemampuan dalam hak tagih atau klaim, maka saham terbagi atas :

 Saham biasa (common stocks) merupakan saham yang mewakili klaim kepemilikan pada penghasilan dan aktiva yang dimiliki perusahaan. Dimana pemegang saham biasa memiliki kewajiban yang terbatas. Artinya, jika perusahaan bangkrut, kerugian maksimum yang ditanggung oleh pemegang saham adalah sebesar investasi pada saham tersebut.

 Saham preferen (preferred stocks) merupakan saham yang memiliki karakteristik gabungan antara obligasi dan saham biasa, karena bisa menghasilkan pendapatan tetap (seperti bunga obligasi), tetapi juga bisa tidak mendatangkan hasil, seperti yang dikehendaki investor. Serupa saham biasa karena mewakili kepemilikan ekuitas dan diterbitkan tanpa tanggal jatuh tempo yang tertulis di atas lembaran saham tersebut dan membayar dividen.

 Ditinjau dari cara peralihannya saham dapat dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu:  Saham atas unjuk (bearer stocks)

Merupakan saham yang tidak tertulis nama pemiliknya, agar mudah dipindahtangankan dari satu investor ke investor lainnya. Secara hukum, siapa yang memegang saham tersebut, maka diakui sebagai pemiliknya dan berhak untuk ikut hadir dalam RUPS.

(4)

185

 Saham atas nama (registered stocks)

Merupakan saham yang ditulis dengan jelas siapa nama pemiliknya, dimana cara peralihannya harus melalui prosedur tertentu, yaitu dengan dokumen peralihan dan kemudian nama pemiliknya dicatat dalam buku perusahaan yang khusus memuat nama pemegang saham. Apabila sertifikat ini hilang, maka pemilik dapat meminta penggantian.

 Ditinjau dari kinerja perdagangan maka saham dapat dikategorikan sebagai berikut:  Blue-chip stocks, yaitu saham biasa dari suatu perusahaan yang memiliki reputasi

tinggi, sebagai leader di industri sejenis, memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar dividen.

 Income stocks, yaitu saham dari suatu emiten yang memiliki kemampuan membayar dividen lebih tinggi dari rata-rata dividen yang dibayarkan pada tahun sebelumnya. Emiten seperti ini biasanya mampu menciptakan pendapatan yang lebih tinggi dan secara teratur membagikan dividen tunai. Emiten ini tidak suka menekan laba dan tidak mementingkan potensi pertumbuhan harga saham.

 Growth stocks (well-known), yaitu saham-saham dari emiten yang memiliki pertumbuhan pendapatan yang tinggi, sebagai leader di industri sejenis yang mempunyai reputasi tinggi. Selain itu terdapat juga growth stock (lesser-known), yaitu saham dari emiten yang tidak sebagai leader dalam industri namun memiliki ciri growth stock. Umumnya saham ini berasal dari daerah dan kurang populer di kalangan emiten.

 Speculative stocks, yaitu saham suatu perusahaan yang tidak bisa secara konsisten memperoleh penghasilan dari tahun ke tahun, akan tetapi mempunyai kemungkinan penghasilan yang tinggi di masa mendatang meskipun belum pasti.  Counter cyclical stocks, yaitu saham yang tidak terpengaruh oleh kondisi

ekonomi makro maupun situasi bisnis secara umum. Pada saat resesi ekonomi, harga saham ini tetap tinggi, di mana emitennya mampu memberikan dividen yang tinggi sebagai akibat dari kemampuan emiten dalam memperoleh penghasilan yang tinggi pada masa resesi. Emiten seperti ini biasanya bergerak dalam produk yang sangat dan selalu dibutuhkan masyarakat seperti rokok dan barang-barang kebutuhan sehari-hari.

Pengertian Harga Saham

Menurut Fred dan Copeland (1999: 166) saham merupakan tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan, selembar saham adalah selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemiliknya (berapapun porsinya atau jumlahnya) dari suatu perusahaan yang menerbitkan kertas (saham) tersebut.

(5)

186

Selembar saham mempunyai nilai atau harga. Harga saham dapat dibedakan menjadi 3 (tiga), yaitu:

Harga Nominal

Harga yang tercantum dalam sertifikat saham yang ditetapkan oleh emiten untuk menilai setiap lembar saham yang dikeluarkan. Besarnya harga nominal memberikan arti penting saham karena deviden minimal biasanya ditetapkan berdasarkan nilai nominal.

Harga Perdana

Harga ini merupakan harga pada waktu harga saham tersebut dicatat di bursa efek. Harga saham pada pasar perdana biasanya ditetapkan oleh penjamin emisi (underwriter) dan emiten. Dengan demikian akan diketahui berapa harga saham emiten itu akan dijual kepada masyarakat biasanya untuk menentukan harga perdana.

Harga pasar

Kalau harga perdana merupakan harga jual dari perjanjian emisi kepada investor, maka harga pasar adalah harga jual dari investor yang satu dengan investor yang 4

lain. Harga ini terjadi setelah saham tersebut dicatatkan di bursa. Transaksi di sini tidak lagi melibatkan emiten dari penjamin emisi harga ini yang disebut sebagai harga di pasar sekunder dan harga inilah yang benar–benar mewakili harga perusahaan penerbitnya, karena pada transaksi di pasar sekunder, kecil sekali terjadi negosiasi harga investor dengan perusahaan penerbit. Harga yang setiap hari diumumkan di surat kabar atau media lain adalah harga pasar.

Faktor Yang Mempengaruhi Harga Saham

Menurut Darmadji dan Fakhruddin (2001: 10) harga saham dibentuk karena adanya pemintaan dan penawaran atas saham. Permintaan dan penawaran tersebut terjadi karena adanya banyak faktor, baik yang sifatnya spesifik atas saham tersebut (kinerja perusahaan dan industri dimana perusahaan tersebut bergerak) maupun faktor yang sifatnya makro seperti kondisi ekonomi negara, kondisi sosial dan politik, maupun informasi-informasi yang berkembang, selanjutnya Husnan dan Pudjiastuti (1998: 134) mengatakan apabila kemampuan perusahaan menghasilkan laba meningkat, harga saham akan meningkat. Dengan kata lain, profitabilitas akan mempengaruhi harga saham.

Faktor-faktor yang berpengaruh terhadap harga saham dapat dibagi menjadi tiga kategori, yaitu:

Faktor yang bersifat fundamental

Merupakan faktor yang memberikan informasi tentang kinerja perusahaan dan faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhinya. Faktor-faktor-faktor ini meliputi:

 Kemampuan manajemen dalam mengelola kegiatan operasional perusahaan.

 Prospek bisnis perusahaan di masa datang.

 Prospek pemasaran dari bisnis yang dilakukan.

 Perkembangan teknologi yang digunakan dalam kegiatan operasi perusahaan.

(6)

187

Faktor yang bersifat teknis

Faktor teknis menyajikan informasi yang menggambarkan pasaran suatu efek, baik secara individu maupun secara kelompok. Para analis teknis dalam menilai harga saham banyak memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

 Perkembangan kurs

 Keadaan pasar modal

 Volume dan frekuensi transaksi suku bunga

 Kekuatan pasar modal dalam mempengaruhi harga saham perusahaan.

 Faktor sosial politik

 Tingkat inflasi yang terjadi

 Kebijaksanaan moneter yang dilakukan oleh pemerintah

 Kondisi perekonomian

 Keadaan politik suatu Negara

Penggolongan Rasio

Menurut Sutrisno (2009 : 327), analisis rasio yang digunakan untuk menganalisis laporan keuangan diantaranya sebagai berikut :

 Rasio likuiditas, digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya dengan asumsi bahwa semua aktiva lancer dikonversikan ke dalam kas. Rasio likuiditas meliputi current ratio, quick ratio dan

cash ratio.

 Rasio solvabilitas, digunakan untuk mengukur seberapa besar kebutuhan dana perusahaan yang dibiayai oleh hutang. Rasio solvabilitas meliputi debt to total

assets ratio, debt to equity rati dan time interest earned.

 Rasio aktivitas, digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam memanfaatkan sumber dananya. Rasio aktivitas meliputi inventory turnover,

receiveable turnover, fixed asset turnover dan other asset turnover.

 Rasio keuntungan (profitabilitas), digunakan untuk mengukur efektivitas perusahaan dalam mendapatkan keuntungan. Rasio profitabilitas meliputi profit

margin, return on investment (ROI), return on equity (ROE), return on asset

(ROA) dan earning per share.

 Rasio penilaian, digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menciptakan nilai kepada para investor atau pemegang saham. Rasio penilaian meliputi price earning ratio (PER) dan market to book value ratio.

Return on Equity (ROE)

Menurut Lestari dan Sugiharto (2007: 196) ROE adalah rasio yang digunakan untuk mengukur keuntungan bersih yang diperoleh dari pengelolaan modal yang diinvestasikan oleh pemilik perusahaan. ROE diukur dengan perbandingan antara laba bersih dengan total modal. Angka ROE yang semakin tinggi memberikan indikasi bagi para pemegang saham bahwa tingkat pengembalian investasi makin tinggi. Menurut Lestari dan Sugiharto (2007:

(7)

188

196) angka ROE dapat dikatakan baik apabila > 12%. Return on Equity diperoleh dari profit

after tax dibagi dengan total equity (Indonesian Capital Market Directory). ROE = Profit after Tax x 100%

Total Equity

Hasil yang diperoleh biasanya dinyatakan dalam presentase. Semakin tinggi nilai yang diperoleh rasio ini maka makin baik atau efisien, nilai equity perusahaan akan meningkat dalam peningkatan rasio ini.

Earning Per Share (EPS)

Rasio ini merupakan salah satu rasio keuangan yang mengukur seberapa besar return yang diperoleh pemiliknya. Earning per Share dirumuskan dengan membandingkan antara laba bersih siap dibagikan dengan total lembar saham yang ada, biasanya pada akhir tahun buku atau tercantum dalam laporan keuangan per 31 Desember.

EPS diperoleh dari Net Income dikurangi dengan dividends preferred stock dibagi dengan average outstanding shares (Investopedia)

EPS = Net Income – Dividends on Preferred Stock Average Outstanding Shares

Price To Book Value (PBV)

Menurut Anthanasius (2012) Price To Book Value adalah rasio yang menunjukkan seberapa tinggi suatu saham dibeli oleh investor dibandingkan dengan nilai buku saham tersebut. Semakin kecil nilai Price to book value maka harga dari suatu saham dianggap semakin murah. Secara lebih spesifik, menurut Darmadji & Fakhruddin (2001) PBV merupakan rasio yang menggambarkan seberapa besar pasar menghargai nilai buku saham suatu perusahaan. Semakin tinggi rasio ini berarti pasar percaya akan prospek suatu perusahaan, sehingga mengakibatkan harga saham dari perusahaan tersebut akan meningkat pula dan semakin rendah PBV akan berdampak pada rendahnya kepercayaan pasar akan prospek perusahaan yang berakibat pada turunnya permintaan saham dan selanjutnya berimbas pula dengan menurunnya harga saham dari perusahaan tersebut.

Price to Book Value diperoleh dari harga pasar saham dibagi dengan nilai buku per saham

PBV = 𝐻𝑎𝑟𝑔𝑎 𝑃𝑎𝑠𝑎𝑟 𝑆𝑎ℎ𝑎𝑚 𝑁𝑖𝑙𝑎𝑖 𝐵𝑢𝑘𝑢 𝑝𝑒𝑟 𝑆𝑎ℎ𝑎𝑚

Debt To Equity Ratio (DER)

Debt to Equity Ratio (DER) adalah perbandingan antara dana pinjaman /hutang

dibandingkan dengan modal dalam upaya pengembangan perusahaan Menurut Athanasius (2012). Rasio ini menunjukkan perbandingan antara dana pinjaman atau utang dan modal dalam upaya pengembangan perusahaan. Jika Debt to Equity Ratio (DER) perusahaan tinggi, ada kemungkinan harga saham perusahaan akan rendah karena jika perusahaan memperoleh laba, perusahaan cenderung untuk menggunakan laba tersebut untuk membayar utangnya

(8)

189

dibandingkan dengan membagi dividend menurut Dharmastuti (2004) dalam Patriawan (2004).

DER = Total Liabilitiesgasdasdasdasd Equity

Net Profit Margin (NPM)

Net Profit Margin merupakan rasio antara laba bersih setelah pajak (net income after tax) terhadap total penjualan (sales). Rasio ini mengukur kemampuan perusahaan

menghasilkan pendapatan bersihnya terhadap total penjualan yang dicapai oleh perusahaan. Jadi kinerja keuangan perusahaan dalam menghasilkan laba bersih atas penjualan semakin meningkat maka hal ini kan berdampak pada meningkatnya pendapatan yang akan diterima oleh para pemegang saham. NPM semakin meningkat menggambarkan kinerja perusahaan yang semakin baik dan keuntungan yang diperoleh pemegang saham akan meningkat pula. Menurut Robert Ang (1997), NPM dapat diformulasikan sebagai berikut: 𝑁𝑃𝑀= 𝑁𝐼𝐴𝑇𝑠𝑎𝑙𝑒𝑠 Menurut Asyik dan Sulistyo (2000), Mila Christanty (2009), dan Agus Harjito dan Rangga Aryayoga (2009) NPM berpengaruh positif dan signifikan terhadap return saham.

NPM = Net Profit x 100% Sales

Penelitian Terdahulu

Penelitian-penelitian terdahulu yang digunakan sebagai bahan perbandingan dan referensi dalam penelitian ini antara lain:

 Devi & Badjra meneliti pengaruh ROE, NPM, LEVERAGE, dan Nilai Pasar terhadap Harga Saham. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ROE, NPM, dan PER berpengaruh positif terhadap harga saham. Sedangkan DER berpengaruh negatif terhadap harga saham.

 Darnita (2013) dalam penelitiannya melakukan analisis pengaruh ROA, ROE, NPM, Dan EPS terhadap Harga Saham pada Perusahaan Food and Beverages Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Pada Tahun 2008-2012. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ROA, ROE, dan EPS berpengaruh negatif terhadap harga saham. Sedangkan NPM berpengaruh positif terhadap harga saham. Secara simultan, ROA, ROE, NPM, dan EPS berpengaruh terhadap harga saham.

 Rinati meneliti pengaruh NPM, ROA dan ROE terhadap Harga Saham pada Perusahaan yang tercantum dalam Indeks LQ45. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NPM, ROA, dan ROE memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham.

 Putri & Hermawati meneliti pengaruh Net Profit Margin dan Pendapatan Return On Equity Asset Pada Harga Saham Perusahaan Yang Tercatat di Bursa Efek Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa NPM, ROA, dan ROE memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham.

 Nurhasanah meneliti pengaruh ROA, ROE, Dan EPS Terhadap Harga Saham (Survey Pada Perusahaan LQ45 yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2007-2011). Hasil penelitian menunjukkan bahwa ROA tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga saham. ROE memiliki pengaruh yang signifikan terhadap harga

(9)

190

saham, EPS memiliki pengaruh secara positif dan signifikan terhadap harga saham, dan ROA ROE EPS secara simultan berpengaruh terhadap harga saham.

 Aristya & Suaryana (2013) meneliti pengaruh EPS, DER, Dan PBV terhadap Harga Saham Perusahaan Emiten Bidang Food and Beverage yang teregister di BEI pada tahun pengamatan 2009-2011. Hasil penelitian menunjukkan bahwa EPS dan PBV berpengaruh signifikan positif bagi harga saham sedangkan DER berpengaruh signifikan negatif bagi harga saham.

 Itabillah dalam penelitiannya menguji pengaruh CR, QR, NPM, ROA, EPS, ROE, DER, Dan PBV Terhadap Harga Saham Perusahaan Real Estate dan Property Yang Terdaftar di BEI. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Current Ratio, Return On

Asset, Return On Equity tidak berpengaruh negatif terhadap harga saham. Quick Ratio, Net Profit Margin tidak berpengaruh positif terhadap harga saham. Earning Per Share dan Price To Book Value berpengaruh positif terhadap harga saham,

sedangkan Debt Equity Ratio berpengaruh negatif terhadap harga saham. Current

Ratio, Quick Ratio, Net Profit Margin, Return On Asset, Earning Per Share, Return On Equity, Debt To Equity Ratio dan Price To Book Value berpengaruh secara

simultan terhadap harga saham.

Stella (2009) meneliti pengaruh Price To Earnings Ratio, Debt To Equity Ratio,

Return On Asset Dan Price To Book Value Terhadap Harga Pasar Saham. Hasil

penelitian menunjukkan bahwa Price To Earnings Ratio berpengaruh positif signifikan terhadap harga saham sedangkan Debt To Equity Ratio dan Price To Book

Value berpengaruh negatif terhadap harga saham. ROA tidak berpengaruh terhadap

harga pasar saham.

Gambar 1

(10)

191 Hipotesis Penelitian

Dari latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, dan kerangka pemikiran dari penelitian ini maka dapat diajukan hipotesis penelitian sebagai berikut :

H1 : Return on Equity (ROE) berpengaruh positif terhadap harga saham perusahaan

real estate dan property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode

2011-2013.

H2 : Earning per Share (EPS) berpengaruh positif terhadap harga saham perusahaan

real estate dan property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode

2011-2013.

H3 : Price to Book Value (PBV) berpengaruh negatif terhadap harga saham perusahaan real estate dan property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2011-2013.

H4 : Debt Equity Ratio (DER) berpengaruh negatif terhadap harga saham perusahaan

real estate dan property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode

2011-2013.

H5 : Net Profit Margin (NPM) berpengaruh positif terhadap harga saham perusahaan

real estate dan property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode

2011-2013.

 H6 : ROE, EPS, PBV, DER dan NPM secara simultan berpengaruh positif terhadap harga saham perusahaan real estate dan property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2011-2013.

METODOLOGI PENELITIAN Jenis dan Periode Penelitian

(11)

192

Penelitian yang dilakukan merupakan jenis penelitian kuantitatif, dimana dalam melaksanakan penelitian ini data yang digunakan adalah data sekunder. Data sekunder yang dimaksudkan adalah data yang diperoleh dalam bentuk jadi, data yang menjadi dasar penelitian merupakan hasil kumpulan dan olahan yang sudah dibuatkan kompilasinya berupa laporan historis keuangan tahunan perusahaan bidang real estate dan property yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2011-2013.

Populasi Penelitian, Rancangan Sampling, dan Prosedur Sampling

Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan bidang real estate dan

property yang ada di Indonesia. Dalam penelitian ini anggota populasi cukup banyak

sehingga peneliti menggunakan teknik sampling untuk mempermudah penelitian, pemilihan sampel dilakukan berdasarkan metode purposive sampling, yaitu pemilihan sampel perusahaan selama periode penelitian berdasarkan kriteria tertentu. Beberapa kriteria yang ditetapkan untuk memperoleh sampel adalah sebagai berikut :

Perusahaan bidang real estate dan property yang telah go public di BEI pada kurun waktu penelitian (periode 2011-2013)

 Tersedia data laporan keuangan selama kurun waktu penelitian (periode 2011 - 2013)

 Perusahaan yang diteliti masih beroperasi pada periode waktu penelitian (periode 2011-2013)

Berdasarkan pada kriteria pengambilan sampel seperti yang telah disebutkan diatas, maka jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebanyak 37 perusahaan.

Metode Analisis

Analisis kinerja perusahaan bidang real estate dan property dilakukan dengan menghitung rasio-rasio keuangan, yaitu ROE (Return On Equity), EPS (Earning Per Share), PBV (Price to Book Value), DER (Debt Equity Ratio), dan NPM (Net Profit Margin) yang kemudian masing-masing rasio tersebut diuji pengaruhnya terhadap harga saham.

Variabel Penelitian dan Operasional

Dalam penelitian ini digunakan rasio ROE, EPS, PBV, DER dan NPM sebagai variabel independen. Sedangkan untuk variabel dependen menggunakan Harga Saham.

Regresi Panel

Regresi data panel merupakan teknik regresi yang menggabungkan data time series dengan cross section. Menurut (Agus Widarjono, 2007), metode regresi data panel mempunyai beberapa keuntungan jika dibandingkan dengan data time series atau cross section, yaitu :

Data panel yang merupakan gabungan dua data time series dan cross section mampu menyediakan data yang lebih banyak sehingga akan menghasilkan degree of

freedom yang lebih besar,

Menggabungkan informasi dari data time series dan cross section dapat mengatasi masalah yang timbul ketika ada masalah penghilangan variabel (omitted-variabel).

Pemilihan Model Regresi

(12)

193

Membuat model Pendekatan Kuadrat Terkecil (Common Effect)

Pendekatan kuadrat terkecil adalah teknik yang menggabungkan seluruh data time

series dan data cross section, kemudian mengestimasi model dengan menggunakan metode ordinary least square (OLS) (Widarjono, 2007). Persamaan untuk model common effect

menurut Gujarati (2003) adalah sebagai berikut: Yit = α1 + β2X2 + β3X3it + ... + βnXnit + µit

Keterangan:

Yit : variabel dependen untuk unit individu ke-i dan unit waktu ke-t

Xit : variabel independen untuk unit individu ke-i dan unit waktu ke-t

α : koefisien intersep β : koefisien slope

µit : error untuk unit individu ke-i dan unit waktu ke-t Membuat model Pendekatan Efek Tetap (Fixed Effect Model)

Menurut Usman dan Nachrowi (2006), ada variabel-variabel yang tidak semuanya masuk dalam persamaan model, sehingga memungkinkan adanya intercept yang tidak konstan atau berubah untuk setiap individu dan waktu. Oleh karena itu diperlukan pendekatan efek tetap ini. Namun metode ini membawa kelemahan yaitu berkurangnya derajat kebebasan (degree of freedom) yang pada akhirnya mengurangi efisiensi parameter. Persamaan untuk model fixed effect menurut Gujarati (2003) adalah sebagai berikut:

Yit = α1 + α2D2 + ...+ αnDn + β2X2it + ... + βnXnit + µit

Keterangan:

D : dummy

Membuat model Pendekatan Efek Acak (Random Effect Model)

Jika pendekatan efek tetap digunakan karena adanya intercept yang tidak konstan atau berubah untuk setiap individu dan waktu, maka pendekatan efek acak ini digunakan untuk mengakomodasi perbedaan setiap individu dan waktu yang disebabkan oleh error terms.Teknik yang digunakan dalam Random Effect Model adalah dengan menambahkan variabel gangguan (error terms) yang mungkin saja akan muncul pada hubungan antar waktu dan antar kabupaten/kota. Teknik metode OLS tidak dapat digunakan untuk mendapatkan estimator yang efisien, sehingga lebih tepat untuk menggunakan Metode Generalized Least

Square(GLS).

Persamaan untuk model Random Effect menurut Gujarati (2003) adalah sebagai berikut:

Yit = α1 + β2X2it + ... + βnXnit + µit + eit

Keterangan:

eit : random error term (error secara menyeluruh)

Perbedaan utama antara fixed effect dan random effect terletak pada perlakuan terhadap

intercept. Pada fixed effect setiap unit cross-section memiliki nilai intercept tersendiri yang fixed. Sedangkan pada random effect intercept mempresentasikan nilai rata-rata dari seluruh cross-section intercept.

(13)

194 Memilih model estimasi dalam panel data

Pemilihan Pooled Least Square (PLS) dengan Fixed Effect Model (FEM)

Untuk melakukan pemilihan model ini, digunakan uji likehood ratio (chow test), yang digunakan untuk memilih teknik data panel dengan PLS atau FEM. Kemudian dilakukan uji hipotesis dengan :

H0 : Common Effect Model H1 : Fixed Effect Model

H0 ditolak jika Prob Cross Section-F dan Cross Section Chi-square < 0.05 pada tingkat signifikan 5%. Jika H0 ditolak maka FEM akan dipilih untuk proses lebih lanjut.

Pemilihan Pooled Least Square (PLS) dengan Random Effect Model (REM)

Lagrange Multiplier (LM) adalah uji untuk mengetahui apakah model random effect atau model common effect yang lebih tepat digunakan. Uji signifikasi random effect ini dikembangkan oleh Breusch Pagan. Metode Breusch Pagan untuk nilai random effect didasarkan pada nilai residual dari metode OLS. Adapun nilai statistik LM dihitung berdasarkan formula sebagai berikut:

Dimana :

n = Jumlah Individu T = Jumlah Periode Waktu

e = residual metode common effect (OLS) Hipotesis yang digunakan adalah :

H0 : Model mengikuti common effect H1 : Model mengikuti random effect

Untuk menentukan keputusan, maka dapat dilihat dari nilai probabilitas Breusch-Pagan. Apabila nilainya berada di atas 0,05 atau tidak signifikan, maka H0 diterima dan jika berada dibawah 0,05 atau signifikan maka H0 ditolak dan H1 diterima.

Pemilihan Fixed Effect Model (FEM) dengan Random Effect Model (REM)

Jika hasil uji chow menunjukan bahwa fixed effect lebih baik dari pada common effect, maka proses selanjutnya adalah melakukan uji Hausman. Uji Hausman dilakukan untuk membandingkan yang mana yang terbaik antara model FEM atau REM dan dilakukan uji hipotesis :

H0 : Random Effect Model H1 : Fixed Effect Model

H0 ditolak jika Prob Cross Section Random < 0.05 pada tingkat signifikan 5%. Jika H0 ditolak maka FEM akan dipilih untuk proses lebih lanjut.

Apabila hasil probabilitas lebih kecil daripada α maka H0 ditolak. Sedangkan jika nilai probabilitas lebih besar daripada α maka H0 tidak ditolak. Maka persamaan analisis regresi panel dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

(14)

195

Harga Sahamt = α + β1 ROEit + β2 EPSit + β3 PBVit + β4DERit + β5 NPMit + µit Dimana :

i = Perusahaan Bidang real estate dan property; t = periode waktu α = koefisien intersep; β1= koefisien slope dari ROE

β2 = koefisien slope dari EPS; β3 = koefisien slope dari PBV β4 = koefisien slope dari DER; β5 = koefisien slope dari NPM µ= error

Uji Hipotesis Statistik

Uji Signifikansi Variabel Bebas (Uji t)

Pengujian ini digunakan untuk menguji signifikansi pengaruh dari masing-masing variabel

independent berupa rasio keuangan perusahaan terhadap harga saham perusahaan-perusahaan

real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Langkah-langkah dalam melakukan pengujian adalah sebagai berikut:

 Langkah 1 : Merumuskan hipotesis (Ha)

Ha diterima : artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel independent terhadap variabel dependent secara parsial.

 Langkah 2 : Menentukan tingkat signifikansi (α)

Penelitian ini menggunakan tingkat keyakinan sebesar 95% dengan α = 5%.

 Langkah 3 : Menghitung nilai uji statistik

Hasil pengujian ini dapat diperoleh dengan melihat hasil uji signifikansi pada output Eviews 8.0.

 Langkah 4 : Menarik kesimpulan

Apabila nilai sig <α,maka H0 ditolak, ini berarti variabel independent memiliki

pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependent. Sebaliknya apabila sig ≥α, maka H0diterima, ini berarti variabel independent tidak memiliki pengaruh secara signifikan

terhadap variabel dependent.

Uji Signifikansi Model (Uji F stat)

Pengujian ini digunakan untuk menguji signifikansi pengaruh semua variabel independent secara simultan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependent.Langkah-langkah dalam melakukan pengujian adalah sebagai berikut :

 Langkah 1 : Merumuskan hipotesis (Ha)

Ha diterima : artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara variabel independent terhadap variabel dependent secara simultan.

 Langkah 2 : Menentukan tingkat signifikansi (α)

Penelitian ini menggunakan tingkat keyakinan sebesar 95% dengan α= 5%.

 Langkah 3 : Menghitung nilai uji statistik

Hasil pengujian ini dapat diperoleh dengan melihat hasil uji signifikansi pada output Eviews 8.0

 Langkah 4 : Menarik kesimpulan

Apabila nilai sig <α, maka H0 ditolak, ini berarti paling sedikit terdapat satu variabel independentyang memiliki pengaruh signifikan terhadap variabel dependent.

(15)

196

Sebaliknya apabila sig ≥ α, maka H0 diterima, ini berarti tidak terdapat pengaruh yang

signifikan dari semua variabel independentsecara simultan terhadap variabel dependent.

Uji Koefisien Determinasi (R2)

Koefisien determinasi (R2) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variable dependennya.Nilai R2 yang mendekati satu berarti variabel-variabel independennya memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen. Koefisien determinasi dapat dirumuskan sebagai berikut : KP = R2x 100%

Nilai Koefisian determinasi adalah antara 0 dan 1. Nilai R2yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan varisasi variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati 1 (satu) berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen.

ANALISIS DAN BAHASAN TEMUAN Analisis Deskriptif Statistik

Statistik deskriptif adalah statistik yang menggambarkan fenomena atau karakteristik variabel-variabel yang digunakan, seperti mean, min, max dan standar deviasi. Nilai mean merupakan nilai rata-rata dari setiap variabel yang diteliti, nilai minimal merupakan nilai terkecil dari data peneliti, nilai maximal merupakan nilai terbesar dari data peneliti dan standar deviasi adalah akar dari varians.

Deskriptif variabel penelitian ini mengenai pofitabilitas, hutang, likuiditas dan kebijakan jumlah dividen yang dibagikan. Hasil dari statistik deskriptif perhitungan dalam penelitian ini dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut ini :

Tabel 1

Statistik Deskriptif ROE, EPS, PBV, DER, NPM dan Harga Saham Tahun 2011-2013

ROE EPS PBV DER NPM HS

Mean 12.00018 109.7791 1.417387 0.813514 2.035405 856.5024 Median 10.23000 44.00000 1.050000 0.710000 0.270000 470.0000 Maximum 52.43000 905.0000 4.840000 3.270000 40.86000 9365.460 Minimum -20.34000 -42.86000 0.160000 0.080000 -0.680000 50.00000 Std. Dev. 10.96745 178.3737 1.022944 0.562216 6.967908 1377.961 Skewness 0.761896 2.637583 1.251056 1.486647 4.422980 4.114529 Kurtosis 4.777279 9.899675 4.102738 6.379934 22.53025 22.43295 Jarque-Bera 25.34808 348.8771 34.57924 93.72298 2126.027 2059.777 Probability 0.000003 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000 0.000000

(16)

197

Sum 1332.020 12185.48 157.3300 90.30000 225.9300 95071.77 Sum Sq. Dev. 13231.35 3499891. 115.1055 34.76953 5340.692 2.09E+08

Observations 111 111 111 111 111 111

Sumber : Hasil Output Eviews 8

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa jumlah data (N) adalah sebanyak 111 dari 37 perusahaan real estate dan property yang menjadi sampel dalam penelitian ini. Data diambil selama tiga tahun yaitu tahun 2011-2013. Dan dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa :

 Variabel Dependen (Y)

Untuk variabel Y Harga Saham (HS) diketahui bahwa jumlah sampel yang diteliti adalah 111 perusahaan real estate dan property. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa rata-rata (mean) HS sebesar 856,5024, nilai minimum sebesar 50,00 dan nilai maximum sebesar 9365,460 dengan standar deviasi sebesar 1377,961.

 Variabel Independen Pertama (X1)

Untuk variabel X1 Return on Equity (ROE) diketahui bahwa jumlah sampel yang diteliti adalah 111 perusahaan real estate dan property. Hasil Pengolahan data menunjukkan bahwa rata-rata (mean) ROE sebesar 12,00018, nilai minimum sebesar -20,34 dan nilai maximum sebesar 52,43 dengan standar deviasi sebesar 10,96745.

 Variabel Independen Kedua (X2)

Untuk variabel X2 Earning Pershare (EPS) diketahui bahwa jumlah sampel yang diteliti adalah 111 perusahaan real estate dan property. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa rata-rata (mean) EPS sebesar 109,7791, nilai minimum sebesar -42,86 dan nilai maximum sebesar 905 dengan standar deviasi sebesar 178,3737.

 Variabel Independen Ketiga (X3)

Untuk variabel X3 Price to Book Value (PBV) diketahui bahwa jumlah sampel yang diteliti adalah 111 perusahaan real estate dan property. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa rata-rata (mean) PBV sebesar 1,417387, nilai minimum sebesar 0,16 dan nilai maximum sebesar 4,84 dengan standar deviasi sebesar 1,022944.

 Variabel Independen Keempat (X4)

Untuk variabel X4 Debt to Equity Ratio (DER) diketahui bahwa jumlah sampel yang diteliti adalah 111 perusahaan real estate dan property. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa rata-rata (mean) DER sebesar 0,813514, nilai minimum sebesar 0,08 dan nilai maximum sebesar 3,27 dengan standar deviasi sebesar 0,562216.

(17)

198

 Variabel Independen Kelima (X5)

Untuk variabel X5 Net Profit Margin (NPM) diketahui bahwa jumlah sampel yang diteliti adalah 111 perusahaan real estate dan property. Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa rata-rata (mean) NPM sebesar 2,035405, nilai minimum sebesar -0,68 dan nilai maximum sebesar 40,86 dengan standar deviasi sebesar 6,967908.

Metode Analisis Data Panel

Pooled Least Square (Common Effect Model)

Model Common Effect atau Pooled Least Square Model adalah model estimasi yang menggabungkan data time series dan data cross section dengan menggunakan pendekatan OLS (Ordinary Least Square) untuk mengestimasi parameternya. Berikut adalah hasil output regresi dengan menggunakan model

common effect dalam penelitian ini:

Tabel 2

Common Effect Model

Dependent Variable: HS Method: Panel Least Squares Date: 03/23/16 Time: 20:22 Sample: 2011 2013

Periods included: 3

Cross-sections included: 37

Total panel (balanced) observations: 111

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

C 31.27328 145.0011 0.215676 0.8297 ROE -41.80460 9.314312 -4.488211 0.0000 EPS 6.779399 0.544503 12.45061 0.0000 PBV 427.6338 79.58794 5.373098 0.0000 DER -146.4515 152.8962 -0.957849 0.3403 NPM 47.00441 11.22593 4.187130 0.0001

R-squared 0.721831 Mean dependent var 856.5024 Adjusted R-squared 0.708584 S.D. dependent var 1377.961 S.E. of regression 743.8634 Akaike info criterion 16.11413 Sum squared resid 58099935 Schwarz criterion 16.26059 Log likelihood -888.3342 Hannan-Quinn criter. 16.17355 F-statistic 54.49357 Durbin-Watson stat 1.878021 Prob(F-statistic) 0.000000

(18)

199

Sumber : Hasil Output Eviews 8

Dari tabel diatas dapat dilihat hasil dari regresi model common effect dalam penelitian ini yang menunjukan bahwa:

Variabel independen ROE (Return on Equity) mempunyai pengaruh negatif dan signifikan terhadap variabel dependen HS (Harga Saham), hal ini dibuktikan dengan nilai probabilitas variabel Return on Equity sebesar 0,000 < 0,05.

Variabel independen EPS (Earning Pershare) mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependen HS (Harga Saham), hal ini dibuktikan dengan nilai probabilitas variabel Earning Per share sebesar 0,000 < 0,05.

Variabel independen PBV (Price to Book Value) mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependen HS (Harga Saham), hal ini dibuktikan dengan nilai probabilitas variabel Price to Book Value sebesar 0,000 < 0,05.

Variabel independen DER (Debt to Equity Ratio) tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap variabel dependen HS (Harga Saham), hal ini dibuktikan dengan nilai probabilitas variabel Debt to Equity Ratio sebesar 0,3403 > 0,05.

Variabel independen NPM (Net Profit Margin) mempunyai pengaruh positif dan signifikan terhadap variabel dependen HS (Harga Saham), hal ini dibuktikan dengan nilai probabilitas variabel Net Profit Margin sebesar 0,000 < 0,05.

 Secara simultan seluruh variabel independen yang terdiri dari ROE, EPS, PBV, DER, dan NPM berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen HS. Hal ini dibuktikan dengan nilai probabilitas F stasistik sebesar 0,000 < 0,05.

Nilai R-square menunjukan nilai 0,7218 berarti bahwa kemampuan variabel independen yang terdiri dari ROE, EPS, PBV, DER, dan NPM dalam menjelaskan variabel dependen HS adalah sebesar 72,18%, sisanya sebesar 27,82% dijelaskan oleh variabel lain yang tidak termasuk dalam model ini.

Memilih Model Estimasi dalam Data Panel

Pemilihan Pooled Least Square (PLS) dengan Fixed Effect Model

Untuk melakukan pemilihan model ini, digunakan uji likehood ratio (chow test), yang digunakan untuk memilih teknik data panel dengan PLS atau FEM. Kemudian dilakukan uji hipotesis dengan :

H0 : Common Effect Model H1 : Fixed Effect Model

H0 ditolak jika Prob Cross Section-F dan Cross Section Chi-square > 0.05 pada tingkat signifikan 5%. Jika H0 ditolak maka FEM akan dipilih untuk proses lebih lanjut.

(19)

200

Tabel 3

Hasil Pengujian Chow Test

Redundant Fixed Effects Tests Equation: Untitled

Test cross-section fixed effects

Effects Test Statistic d.f. Prob.

Cross-section F 1.361024 (36,69) 0.1355

Cross-section Chi-square 59.557236 36 0.0081

Cross-section fixed effects test equation: Dependent Variable: HS

Method: Panel Least Squares Date: 03/23/16 Time: 20:25 Sample: 2011 2013

Periods included: 3

Cross-sections included: 37

Total panel (balanced) observations: 111

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

C 31.27328 145.0011 0.215676 0.8297 ROE -41.80460 9.314312 -4.488211 0.0000 EPS 6.779399 0.544503 12.45061 0.0000 PBV 427.6338 79.58794 5.373098 0.0000 DER -146.4515 152.8962 -0.957849 0.3403 NPM 47.00441 11.22593 4.187130 0.0001

(20)

201

R-squared 0.721831 Mean dependent var 856.5024 Adjusted R-squared 0.708584 S.D. dependent var 1377.961 S.E. of regression 743.8634 Akaike info criterion 16.11413 Sum squared resid 58099935 Schwarz criterion 16.26059 Log likelihood -888.3342 Hannan-Quinn criter. 16.17355 F-statistic 54.49357 Durbin-Watson stat 1.878021 Prob(F-statistic) 0.000000

Sumber : Hasil Output Eviews 8

Dari hasil uji chow yang dilakukan dalam penelitian ini seperti yang tertera pada tabel di atas menunjukan bahwa nilai Cross Section Chi-square berada dibawah nilai alpha 0.05. Hal ini berarti H1 ditolak dan H0 diterima yang berarti bahwa model yang lebih tepat digunakan dalam penelitian ini adalah model common effect dibandingkan dengan model

fixed effect.

Pemilihan Common Effect Model (CEM) dengan Random Effect Model

Uji LM (Lagrange Multiplier) dilakukan untuk membandingkan yang mana yang terbaik antara model CEM atau REM dan dilakukan uji hipotesis :

H0 : Common Effect Model H1 : Random Effect Model

Untuk menentukan keputusan, maka dapat dilihat dari nilai probabilitas Breusch-Pagan. Apabila nilainya berada di atas 0,05 atau tidak signifikan, maka H0 diterima dan jika berada dibawah 0,05 atau signifikan maka H0 ditolak dan H1 diterima.

Dan berikut adalah hasil uji LM yang dilakukan dalam penelitian ini :

Tabel 4

Hasil Pengujian Lagrange Multiplier

Lagrange multiplier (LM) test for panel data Date: 03/29/16 Time: 23:03

Sample: 2011 2013

Total panel observations: 111 Probability in ()

Null (no rand.

effect) Cross-section Period Both

Alternative One-sided One-sided

Breusch-Pagan 0.210344 0.626625 0.836969 (0.6465) (0.4286) (0.3603) Honda -0.458633 0.791596 0.235441 (0.6768) (0.2143) (0.4069) King-Wu -0.458633 0.791596 0.665266 (0.6768) (0.2143) (0.2529) GHM -- -- 0.626625

(21)

202

-- -- (0.3971)

Sumber : Hasil Output Eviews 8

Dari hasil uji LM yang dilakukan dalam penelitian ini seperti yang tertera pada tabel di atas menunjukan bahwa nilai Prob Breusch-Pagan sebesar 0,6465 yang berarti lebih besar dari nilai alpha 0.05. Hal ini berarti H1 ditolak dan H0 diterima yang berarti bahwa model yang lebih tepat digunakan dalam penelitian ini adalah model common effect dibandingkan dengan model random effect.

Dan berdasarkan hasil riset perhitungan yang dilakukan dengan menggunakan statistik tabel 3 model common effect di atas maka didapat persamaan regresi linier berganda model regresi sebagai berikut :

Y = 31,273 – 41,805 X1 + 6,779 X2 + 427,634 X3 - 146,452 X4+ 47,004 X5 Keterangan :

Y= HS X2 = EPS X4 = DER

X1= ROE X3 = PBV X5 = NPM Uji secara Parsial (Uji t)

Tabel 5

Hasil Uji t berdasarkan Common Effect Model

Dependent Variable: HS Method: Panel Least Squares Date: 03/23/16 Time: 20:22 Sample: 2011 2013

Periods included: 3

Cross-sections included: 37

Total panel (balanced) observations: 111

Variable Coefficient Std. Error t-Statistic Prob.

C 31.27328 145.0011 0.215676 0.8297 ROE -41.80460 9.314312 -4.488211 0.0000 EPS 6.779399 0.544503 12.45061 0.0000 PBV 427.6338 79.58794 5.373098 0.0000 DER -146.4515 152.8962 -0.957849 0.3403 NPM 47.00441 11.22593 4.187130 0.0001

R-squared 0.721831 Mean dependent var 856.5024 Adjusted R-squared 0.708584 S.D. dependent var 1377.961 S.E. of regression 743.8634 Akaike info criterion 16.11413

(22)

203

Sum squared resid 58099935 Schwarz criterion 16.26059 Log likelihood -888.3342 Hannan-Quinn criter. 16.17355 F-statistic 54.49357 Durbin-Watson stat 1.878021 Prob(F-statistic) 0.000000

Sumber : Hasil Output Eviews 8

Dari hasil penghitungan output Eviews 8 model common effect di atas, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan sebagai berikut:

 Ha : ROE berpengaruh positif signifikan terhadap Harga Saham

Uji regresi parsial (Uji t) menunjukkan bahwa nilai signifikansi variabel ROE adalah sebesar 0,000 yang berarti lebih kecil dibanding nilai alpha 0,05 (0,001 < 0,05). Menurut kriteria uji, maka Ha diterima, yang berarti bahwa variabel ROE secara parsial berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Harga Saham. Tanda minus pada koefisien regresi ROE menunjukan bahwa variabel ini berpengaruh negatif terhadap harga saham.

 Ha : EPS berpengaruh positif signifikan terhadap Harga Saham

Uji regresi parsial (Uji t) menunjukkan bahwa nilai signifikansi variabel EPS adalah sebesar 0,000 yang berarti lebih kecil dibanding nilai alpha 0,05 (0,00 < 0,05). Menurut kriteria uji, maka Ha diterima, yang berarti bahwa variabel EPS secara parsial berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Harga Saham.

Tanda plus pada koefisien regresi EPS menunjukan bahwa variabel ini berpengaruh positif terhadap harga saham.

 Ha : PBV berpengaruh negatif signifikan terhadap Harga Saham

Uji regresi parsial (Uji t) menunjukkan bahwa nilai signifikansi variabel PBV adalah sebesar 0,000 yang berarti lebih kecil dibanding nilai alpha 0,05 (0,00 < 0,05). Menurut kriteria uji, maka Ha diterima, yang berarti bahwa variabel PBV secara parsial berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Harga Saham.

Tanda plus pada koefisien regresi PBV menunjukan bahwa variabel ini berpengaruh positif terhadap harga saham.

 Ha : DER berpengaruh negatif signifikan terhadap Harga Saham

Uji regresi parsial (Uji t) menunjukkan bahwa nilai signifikansi variabel DER adalah sebesar 0,34 yang berarti lebih besar dibanding nilai alpha 0,05 (0,07 > 0,05). Menurut kriteria uji, maka Ha ditolak, yang berarti bahwa variabel DER secara parsial tidak berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Harga Saham.

Tanda minus pada koefisien regresi DER menunjukan bahwa variabel ini berpengaruh negatif terhadap harga saham.

(23)

204

Uji regresi parsial (Uji t) menunjukkan bahwa nilai signifikansi variabel NPM adalah sebesar 0,000 yang berarti lebih kecil dibanding nilai alpha 0,05 (0,000 < 0,05). Menurut kriteria uji, maka Ha diterima, yang berarti bahwa variabel NPM secara parsial berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Harga Saham.

Tanda plus pada koefisien regresi NPM menunjukan bahwa variabel ini berpengaruh positif terhadap harga saham.

Uji F

Untuk menguji signifikansi parameter regresi secara simultan digunakan uji statistik F. Uji statistik F pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersamaan terhadap variabel terikat atau dependen.

Berdasarkan hasil uji statistik F tabel 4.8 model common effect di atas, output regresi menunjukkan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 (5%), sehingga dapat disimpulkan bahwa secara bersama-sama variabel ROE, EPS, PBV, DER, dan NPM berpengaruh secara signifikan terhadap variabel Harga Saham. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa Ho ditolak, hipotesis Ha diterima karena terbukti bahwa secara simultan seluruh variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen.

Uji Koefisien Determinasi

Analisis koefisien determinasi digunakan untuk mengetahui persentase ROE, EPS, PBV, DER, dan NPM dalam menjelaskan harga saham perusahaan real estate dan property yang terdaftar di BEI.

Dari tabel 7 Common Effect Model di atas, dapat diketahui bahwa nilai R-square sebesar 0,7218 artinya secara bersama-sama variabel ROE, EPS, PBV, DER, dan NPM mempunyai kontribusi menjelaskan Harga Saham sebesar 72,18%, sedangkan sisanya sebesar 27,82% (100% - 72,18%) dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti atau tidak dimasukkan dalam model penelitian ini.

KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan

Berdasarkan dari hasil analisis data yang telah dilakukan mengenai pengaruh ROE, EPS, PBV, DER dan NPM terhadap Harga Saham perusahaan real estate dan property yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode tahun 2011-2013, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

Kondisi harga saham dari 37 perusahaan real estate dan property selama tahun 2011 – 2013 menunjukkan bahwa rata-rata perusahaan real estate dan property memiliki harga saham sebesar Rp. 856,5024 per lembar sahamnya. Berdasarkan rata-rata harga saham perusahaan real estate dan property tersebut, nilai rata-rata harga saham yang terbesar selama

(24)

205

tahun 2011 hingga 2013 dimiliki oleh perusahaan PT. Metropolitan Kentjana sebesar Rp 5.260,23 sedangkan yang paling rendah dimiliki oleh perusahaan PT. Mas Murni Indonesia dengan harga saham mencapai Rp 50,00 per lembar saham.

Pengaruh Return on Equity (ROE) terhadap Harga Saham menunjukkan secara signifikan berpengaruh negatif, artinya jika ROE mengalami kenaikan 1% rasio keuangan maka Harga Saham akan mengalami penurunan dan sebaliknya jika ROE mengalami penurunan 1% rasio keuangan maka Harga Saham mengalami kenaikan. Koefisien regresi untuk Return on Equity adalah sebesar -41,805 yang artinya Return on Equity mempunyai pengaruh negatif terhadap Harga Saham sebesar 41,805.

Pengaruh Earning Per Share (EPS) terhadap Harga Saham menunjukkan secara signifikan berpengaruh positif, artinya jika EPS mengalami kenaikan 1% rasio keuangan maka Harga Saham akan mengalami kenaikan dan sebaliknya jika EPS mengalami penurunan 1% rasio keuangan maka Harga Saham mengalami penurunan. Koefisien regresi untuk Return on Equity adalah sebesar 6,779 yang artinya Return on Equity mempunyai pengaruh positif terhadap Harga Saham sebesar 6,779.

Pengaruh Price To Book Value (PBV) terhadap Harga Saham menunjukkan secara signifikan berpengaruh positif, artinya jika PBV mengalami kenaikan 1% rasio keuangan maka Harga Saham akan mengalami kenaikan dan sebaliknya jika PBV mengalami penurunan 1% rasio keuangan maka Harga Saham mengalami penurunan. Koefisien regresi untuk Price To Book Value adalah sebesar 427,634 yang artinya Price To Book Value mempunyai pengaruh positif terhadap Harga Saham sebesar 427,634.

Pengaruh Debt To Equity Ratio (DER) terhadap Harga Saham menunjukkan secara signifikan berpengaruh negatif, artinya jika DER mengalami kenaikan 1% rasio keuangan maka Harga Saham akan mengalami penurunan dan sebaliknya jika DER mengalami penurunan 1% rasio keuangan maka Harga Saham mengalami kenaikan. Koefisien regresi untuk Debt To Equity Ratio adalah sebesar -146,452 yang artinya Debt To Equity Ratio mempunyai pengaruh negatif terhadap Harga Saham sebesar 146,452.

Pengaruh Net Profit Margin (NPM) terhadap Harga Saham menunjukkan secara signifikan berpengaruh positif, artinya jika NPM mengalami kenaikan 1% rasio keuangan maka Harga Saham akan mengalami kenaikan dan sebaliknya jika NPM mengalami penurunan 1% rasio keuangan maka Harga Saham mengalami penurunan. Koefisien regresi untuk Net Profit Margin adalah sebesar 47,004 yang artinya Net Profit Margin mempunyai pengaruh positif terhadap Harga Saham sebesar 47,004.

Secara simultan terdapat pengaruh yang signifikan antara Return On Equity (ROE), Earning Per Share (EPS), Price To Book Value (PBV), Debt To Equity Ratio (DER), dan Nett Profit Margin (NPM) terhadap Harga Saham. Nilai koefisien determinasi 0,7218 artinya secara bersama-sama variabel Return On Equity (ROE), Earning Per Share (EPS), Price To Book Value (PBV), Debt To Equity Ratio (DER), dan Nett Profit Margin (NPM) mempunyai kontribusi menjelaskan Harga Saham sebesar 72,18%, sedangkan sisanya sebesar 27,82%

(25)

206

(100% - 72,18%) dijelaskan oleh variabel lain yang tidak diteliti atau tidak dimasukkan dalam model penelitian ini.

Saran

Dari hasil yang telah diperoleh dari pengaruh Return On Equity (ROE), Earning Per Share (EPS), Price To Book Value (PBV), Debt To Equity Ratio (DER), dan Nett Profit Margin (NPM) terhadap Harga Saham, saran yang dapat penulis berikan adalah:

 Return On Equity (ROE), Earning Per Share (EPS), Price To Book Value (PBV), Debt To Equity Ratio (DER), dan Nett Profit Margin (NPM) perlu menjadi pertimbangan bagi calon investor untuk menanamkan modal pada perusahaan real estate dan property yang terdaftar pada Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada penelitian ini Price To Book Value (PBV) berpengaruh positif dan paling kuat diantara keempat rasio (ROE, EPS, DER, dan NPM) terhadap Harga Saham sehingga Price To Book Value (PBV) yang merupakan rasio yang menggambarkan seberapa besar pasar menghargai nilai buku saham suatu perusahaan dan seberapa tinggi pasar percaya akan prospek suatu perusahaan, adalah hal yang paling penting untuk diperhatikan bagi investor. Semakin rendah PBV akan berdampak pada rendahnya kepercayaan pasar akan prospek perusahaan yang berakibat pada turunnya permintaan saham dan selanjutnya berimbas pula dengan menurunnya harga saham dari perusahaan tersebut. Sebaliknya, semakin tinggi PBV berarti pasar percaya akan prospek suatu perusahaan, sehingga mengakibatkan harga saham dari perusahaan tersebut akan meningkat pula.

 Bagi peneliti selanjutnya, penelitian dapat dilakukan lebih mendalam dengan menambah periode penelitian dan tidak hanya terbatas pada perusahaan real estate dan property saja. Diharapkan penelitian selanjutnya dilakukan pada semua sektor industri yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan menambah variabel yang merupakan faktor internal seperti faktor risiko, dividend yield dan faktor eksternal seperti suku bunga, jumlah uang yang beredar, tingkat inflasi, dan sebagainya, yang mempengaruhi Harga Saham, dikarenakan masih banyak faktor pengaruh yang tidak digunakan dalam penelitian ini yaitu sebesar 27,82% berdasarkan uji koefisien determinasi.

DAFTAR KEPUSTAKAAN

Abadi, Hossein Rezaei Dolat , et al. 2012. “Analyze The Impact of Financial Variables on Stock Prices of Tehran Stock Exchange Companies”, Journal of Contemporary

Research in Business Vol.3 No.11, University of Isfahan.

Ajija, Shochrul R. dkk. 2011. Cara Cerdas Menguasai Eviews. Jakarta: Salemba Empat.

Aloysius, Harry Sulistyo. 2004. Analisis Faktor Fundamental Perusahaan terhadap Total

(26)

207

Ang, Robert. 1997. Buku Pintar Pasar Modal Indonesia, Jakarta : Mediasoft Indonesia.

Anthanasius, Thomas. (2012). Berinvestasi Saham. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.

Bapepam. 2003. Panduan Investasi di Pasar Modal Indonesia, Jakarta

Bastian, Indra & Suhardjono. 2006. Akuntansi Perbankan. Jakarta : Salemba Empat.

Brigham, Eugene F. dan Joel F. Houston. 2010. Dasar-dasar Manajemen Keuangan. Jakarta: Salemba Empat.

Chen Zhang Ganesh. 2006. Financial Distress Predicton in China. Review of Pacific Basic

Financial Markets and Policies. Vol. 9, Iss. 2,p: 317

Christanty, Mila. 2009. “Analisis Pengaruh Faktor Fundamental dan Economic Value Added

(EVA) Terhadap Return Saham (Studi Pada Saham Perusahaan yang Tercatat Aktif Dalam LQ45 di BEI Periode 2003-2007)”, Tesis. Semarang: FE UNDIP

Darmadji & Fakhruddin, 2011, Pasar Modal di Indonesia, edisi 3, Salemba Empat, Jakarta.

Darnita, Elis. 2013. Analisis Pengaruh Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE),

Net Profit Margin (NPM) Dan Earning Per Share (EPS) Terhadap Harga Saham (Studi Pada Perusahaan Food Dan Beverages Yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) Pada Tahun 2008-2012). Fakultas Ekonomi dan Bisnis Jurusan Manajemen,

Universitas Dian Nuswantoro. Semarang.

Devi, Putu Laksmi Savitri & Badjra, Ida Bagus, Pengaruh ROE, NPM, Leverage Dan Nilai Pasar Terhadap Harga Saham, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Udayana, Bali.

Dewi, Putu Dina Aristya & Suaryana, I.G.N.A. 2013. Pengaruh EPS, DER, Dan PBV Terhadap Harga Saham, Fakultas Ekonomi, Universitas Udayana, Bali, E-Jurnal

(27)

208

Dharmastuti, Fara. 2004. Analisis Pengaruh Earning Per Share, Price Earning Ratio, Return

On Investment, Debt to Equity Ratio dan Net Profit Margin Dalam Menetapkan Harga Saham Perdana. Fakultas Ekonomi. Universitas Atmajaya, Jakarta.

Eduardus Tandelilin, MBA, CWM. 2010. “Portofolio dan Investasi”, Edisi pertama,. Kanisius, Yogyakarta.

Elizabeth C. Kalunda dan Siti Haryati. 2012. Determinants of Stock Prices in Dhaka Stock Exchange (DSE), Bangladesh. European Journal of Developing Country Studies. 13(3). pp:13-2.

Eljelly A, Alghurair K. 2001. Performance Measures and Welth Creation in An Emerging Market: The Case of Saudi Arabia. International Journal of Commerce and

Management. Vol. 11, No. 3-4

Fabozzi, Frank. J. 1999. Manajemen Investasi. Jakarta: Salemba Empat.

Fahmi, Irham. 2011. Analisis Laporan Keuangan. Lampulo: ALFABETA.

Fred ,J. Weston dan Copeland. 1999. Manajemen Keuangan, Jilid 1, Terjemahan Jaka Wasana dan Krisbandono. Jakarta : Kina Rupa Aksara.

Gantyowati, Evi dan Arwanta, Erwin. 2004. “Kemampuan Prediksi Rasio Keuangan

Terhadap Harga Saham”, Kajian Bisnis, Vol. 12, No. 1.

Gujarati, D. 2003. Ekonometri Dasar. Terjemahan: Sumarno Zain, Jakarta: Erlangga.

Haghiri, Amir and Haghiri Soleyman. 2012. The Investigation of Effective Factors on Stock Return with Emphasis on ROA and ROE Ratios in Tehran stock exchange (TSE),

Journal of Basic and Applied Scientific Research. 2 (9) 9097-9103.

Harjito, D. Agus dan Aryayoga, Rangga. 2009. Analisis Pengaruh Kinerja Keuangan dan Return saham di Bursa Efek Jakarta, Jurnal Fenomena, hal. 13-21 ISSN 1693-4296. Volume 7, Nomor 1.

Rescyana Putri Hutami. 2012. Pengaruh DPS,ROA dab NPM terhadap harga saham

perusahaan industry manufaktur yang tercatat di bursa efek Indonesia 2006-2010.

(28)

209

Undang-Undang Pasar Modal 1995, No. 8 Tahun 1995. LN. No. 64 Tahun 1995, TLN No.

3608.

Itabillah, E.Amaliah. Pengaruh CR, QR, NPM, ROA, EPS, ROE, DER Dan PBV Terhadap

Harga Saham Perusahaan Property dan Real Estate yang Terdaftar Di BEI, Fakultas

Ekonomi, Universitas Maritim Raja Ali Haji.

Jogiyanto, H.M. (2010). Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Edisi Ketujuh. BPFE. Yogyakarta.

Nachrowi, D & Hardius Usman. 2006. Pendekatan Populer dan Praktis Ekonometrika untuk

Analisis Ekonomi dan Keuangan, Lembaga Penerbit Universitas Indonesia, Jakarta.

Nurhasanah, Rahmalia. Pengaruh Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), Dan

Earning Per Share (EPS) Terhadap Harga Saham (Survey Pada Perusahaan LQ 45 Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Periode 2007-2011), Fakultas Ekonomi,

Universitas Widyatama.

Nainggolan, A. 2012. “Pengaruh Audit Internal Terhadap Kinerja Perusahaan”, Jurnal Ilmiah

Satya Negara Indonesia, Vol.4.

Rinati, Ina. Pengaruh Net Profit Margin (NPM), Return On Assets (ROA) Dan Return On

Equity (ROE) Terhadap Harga Saham Pada Perusahaan Yang Tercantum Dalam Indeks LQ 45, Fakultas Ekonomi, Universitas Gunadarma, Depok.

Shah, Syed Saad Hussain, et al., (2012), “The Impact of Brands on Consumer Purchase

Intentions”, Asian Journal of Business Management 4(2): 105-110, 2012

Shochrul R, Ajija, dkk. 2011. Cara cerdas menguasai EVIEWS. Jakarta: Salemba Empat.

Harahap, Sofyan S. 2007. Teori Akuntansi, Edisi Revisi 9. Jakarta: Raja Salemba Empat. Stella. 2009. Pengaruh Price To Earnings Ratio, Debt To Equity Ratio, Return On Asset dan

Price To Book Value terhadap harga pasar saham. Jurnal Bisnis Dan Akuntansi, 11 (2), 97-106.

(29)

210

Sunariyah. 2004. Pengantar Pengetahuan Pasar Modal. Cetakan Keempat. Yogyakarta: UPP AMP YKPN.

Sutrisno. 2008. Manajemen Keuangan Teori, Konsep dan Aplikasi. Yogyakarta : EKONISIA.

Sutrisno, Edi. 2009. Manajemen Sumber Daya Manusia Edisi pertama. Jakarta: Kencana

Prenada Media Group. Rivai, Veithzal.

Wahyuni , Sri. 2002. Analisis Kandungan Informasi Laporan Arus Kas Di Bursa Efek Jakarta, Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia, Vol.17, No.2, Hal. 200- 210.

Weston, Fred, J dan Thomas, E Copeland. (1999). Manajemen Keuangan Jilid 1, Terjemahan Jaka Wasana dan Krisbandono, Penerbit Bina Rupa Aksara, Jakarta.

Wibisono, Y. 2005. Metode Statistika. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Widarjono, A. 2007. Ekonometrika Teori dan Aplikasi. Yogyakarta : Ekonisia FE UII.

Wijaya, Gerry Stefhanus. 2014. Pengaruh Debt to Equity Ratio Dan Earnings Per Share

Terhadap Harga Saham Perusahaan Properti Dan Real Estate Di Bursa Efek Indonesia (BEI) Periode 2010-2012, Jurusan Akuntansi Dan Keuangan, Fakultas Ekonomi dan

Komunikasi, Universitas Bina Nusantara, Jakarta Barat.

Wilianto, A. (2012). Pengaruh Kebijakan Dividen, Leverage Keuangan dan Profitabilitas

Terhadap Harga Saham Perusahaan Manufaktur di BEI. Jurnal Ilmiah Mahasiswa

Akuntansi Vol. 1 No. 2 Maret 2012.

ECFIN. (2012). Indonesian Capital Market Directory 2012.

(30)

211

ECFIN. (2014). Indonesian Capital Market Directory 2014.

www.idx.co.id

(31)

212 NO

KODE

SAHAM NAMA EMITEN

Tanggal IPO 1 LPKR PT. LIPPO KARAWACI TBK

28-Jun-1996 2 BSDE PT BUMI SERPONG DAMAI TBK

06-Jun-2008 3 CTRA PT CIPUTRA DEVELOPMENT TBK

28-Mar-1994 4 APLN PT AGUNG PODOMORO LAND TBK

11-Nov-2010 5 ASRI PT ALAM SUTERA REALTY TBK

18-Des-2007 6 SMRA PT SUMMARECON AGUNG TBK

07-Mei-1990

7 BKSL PT SENTUL CITY TBK 28-Jul-1997

8 MDLN PT MODERNLAND REALTY LTD TBK

18-Jan-1993 9 PWON PT PAKUWON JATI TBK

19-Okt-1989 10 KIJA PT JABABEKA TBK 10-Jan-1995 11 CTRP PT CIPUTRA PROPERTY TBK 07-Nov-2007 12 DILD PT INTILAND DEVELOPMENT TBK

04-Sep-1991 13 DUTI PT DUTA PERTIWI TBK

02-Nov-1994 14 KPIG PT MNC LAND TBK 30-Mar-2000 15 JIHD

PT JAKARTA INTERNATIONAL HOTEL & DEV. TBK

29-Feb-1984 16 JRPT PT JAYA REAL PROPERTY TBK

29-Jun-1994 17 SSIA PT SURYA SEMESTA INTERNUSA TBK

27-Mar-1997 LAMPIRAN 1

Daftar Perusahaan Real Property dan Real Estate yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia

Gambar

Tabel 4.6  Hasil Uji Statistik t
Tabel 4.7  Hasil Uji F  ANOVA a

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan Return On Equity (ROE), Earning Per Share (EPS), Price to Book Value Ratio (PBV), Book Value Per Share (BVS), Price

Menyatakan bahwa skripsi ini dengan judul : “PENGARUH RETURN ON EQUITY ( ROE ) , PRICE EARNING RATIO ( PER ) , EARNING PER SHARE ( EPS ) DAN PRICE TO BOOK VALUE ( PBV

Dalam hal ini berarti Earning Per Share (EPS), Price Equity Ratio (PER), Price Book Value (PBV), Loan to Deposit Ratio (LDR) dan Return On Equity (ROE) secara parsial

Berdasarkan penelitian terdahulu mengenai pengaruh Debt to Equity Ratio (DER), Earning Per Share (EPS), Price Earning Ratio (PER) , dan Price to Book Value (PBV) terhadap

Pengaruh Return On Assets (ROA), Return On Equity (ROE), Earning Per Share (EPS), Price Earning Ratio (PER), dan Price to Book Value (PBV) Terhadap Harga Saham pada

Hasil yang tidak signifikan ini menunjukkan bahwa Return on Equity (ROE), Price to Book Value (PBV), Net Profit Margin (NPM) dan Price to Earnings Ratio

Hasil penelitian berdasarkan analisis rasio saham dengan menggunakan pengukuran Earning Per Share EPS, Price Earning Ratio PER dan Price Book Value PBV, kondisi perusahaan cenderung

The independent variables used in this research is Return on Assets ROA, Return on Equity ROE, Earning per Share EPS, Price to Book Value PBV, Debt to Equity Ratio DER, and Debt to