PT PLAZA INDONESIA REALTY Tbk
DAN ENTITAS ANAK
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM
UNTUK PERIODE ENAM BULAN YANG BERAKHIR 30 JUNI 2015 (TIDAK DIAUDIT)
Halaman SURAT PERNYATAAN DIREKSI
LAPORAN KEUANGAN KONSOLIDASIAN INTERIM - Untuk periode-periode enam bulan yang berakhir 30 Juni 2015 dan 2014 (Tidak diaudit)
Laporan Posisi Keuangan Konsolidasian 1
Laporan Laba Rugi dan Penghasilan Komprehensif Lain Konsolidasian 3
Laporan Perubahan Ekuitas Konsolidasian 4
Laporan Arus Kas Konsolidasian 5
30 Juni 31 Desember 1 Januari
Catatan 2015 2014 *) 2014 *)
ASET Aset lancar
Kas dan setara kas 6 719.308.256 720.157.412 497.850.834
Aset keuangan lainnya 7,19 45.995.400 45.547.918 109.071.949
Piutang usaha
Pihak berelasi 8,32 632.986 559.566 1.504.801
Pihak ketiga - bersih 8 162.868.800 131.987.627 125.997.654
Piutang lain-lain
Pihak berelasi 9,32 13.782.317 13.995.862 13.613.095
Pihak ketiga 9 58.439.628 57.415.198 49.527.107
Persediaan 12.970.702 12.859.039 10.992.493
Aset real estat 10 120.305.983 107.402.189 42.559.457
Pajak dibayar dimuka 30 18.607.333 22.815.263 6.466.120
Biaya dibayar dimuka dan uang muka 11 23.443.425 36.403.082 36.981.170
Jumlah aset lancar 1.176.354.830 1.149.143.156 894.564.680
Aset tidak lancar
Deposito dibatasi penggunaannya 20 66.465.303 63.081.060 55.943.503
Uang muka pembelian tanah - - 133.507.000
Investasi pada entitas asosiasi 12 39.948.177 38.010.748 39.262.725
Piutang lain-lain 34g 7.978.948 7.978.948 9.543.100
Aset keuangan lainnya 7 10.000.000 10.000.000 1.000.000
Aset tetap - bersih 13 861.956.924 854.494.720 853.241.872
Properti investasi - bersih 14 2.389.192.854 2.415.730.886 2.132.555.575
Uang jaminan dan aset lain-lain 8.561.229 6.492.658 7.186.435
Jumlah aset tidak lancar 3.384.103.435 3.395.789.020 3.232.240.210
JUMLAH ASET 4.560.458.265 4.544.932.176 4.126.804.890
0 0 0
*) Disajikan kembali
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.
30 Juni 31 Desember 1 Januari
Catatan 2015 2014 *) 2014 *)
LIABILITAS
Liabilitas jangka pendek
Utang usaha 15 73.932.540 76.553.881 60.884.000
Utang lain-lain 44.876.252 39.965.181 39.493.155
Utang kontraktor 2.496.487 3.783.866 2.483.311
Utang pajak 30 37.327.300 39.419.238 34.283.961
Biaya masih harus dibayar 16 69.347.884 63.174.736 56.680.280
Jaminan 17 148.199.255 109.947.117 58.031.612
Pendapatan diterima dimuka 18 186.351.001 165.140.780 146.186.498
Liabilitas derivatif - - 23.430.787
Bagian jangka pendek dari utang bank
jangka panjang 19 162.646.290 120.951.094 393.591.566
Jumlah liabilitas jangka pendek 725.177.009 618.935.893 815.065.170
Liabilitas jangka panjang
Jaminan 17 330.947.312 303.153.775 313.636.354
Utang bank jangka panjang setelah
dikurangi bagian jangka pendek 19 1.093.108.465 1.110.180.658 691.232.474
Liabilitas imbalan kerja 20 120.670.088 116.977.123 121.810.968
Liabilitas pajak tangguhan - bersih 30 26.902.794 29.767.161 25.707.032
Jumlah liabilitas jangka panjang 1.571.628.659 1.560.078.717 1.152.386.828
EKUITAS
Modal saham - nilai nominal Rp 200 per saham
Modal dasar - 5.000 juta saham Modal ditempatkan dan disetor -
3.550 juta saham 21 710.000.000 710.000.000 710.000.000
Tambahan modal disetor 21 22.656.487 22.656.487 22.656.487
Saldo laba
Ditentukan penggunaannya 142.000.000 142.000.000 142.000.000
Belum ditentukan pengunaannya 1.339.402.943 1.445.116.214 1.241.932.642
Jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan
kepada pemilik entitas induk 2.214.059.430 2.319.772.701 2.116.589.129
Kepentingan nonpengendali 23 49.593.167 46.144.865 42.763.763
Jumlah ekuitas 2.263.652.597 2.365.917.566 2.159.352.892
JUMLAH LIABILITAS DAN EKUITAS 4.560.458.265 4.544.932.176 4.126.804.890
*) Disajikan kembali
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian
30 Juni 30 Juni
Catatan 2015 2014 *)
Rp '000 Rp '000
Pendapatan 24 806.454.414 761.650.976
Beban pokok pendapatan 25 (289.329.773) (276.237.132)
LABA BRUTO 517.124.641 485.413.844
Beban umum dan administrasi 26 (227.885.930) (238.936.870)
Penghasilan investasi 27 10.342.010 14.743.903
Beban keuangan 28 (28.385.966) (29.648.787)
(Kerugian)/keuntungan lain-lain - bersih 29 (77.444.463) 19.728.523
LABA SEBELUM PAJAK 193.750.292 251.300.613
Beban pajak final 30 (50.002.850) (45.310.994)
Beban pajak penghasilan 30 2.487.589 (9.084.181)
LABA PERIODE BERJALAN 146.235.031 196.905.438
PENGHASILAN KOMPREHENSIF LAINNYA
Pos yang tidak akan direklasifikasikan ke laba rugi
Kerugian aktuarial dari program pensiun manfaat pasti - (837.475)
Pajak penghasilan terkait - 209.369
Penghasilan komprehensif lain periode berjalan, setelah pajak - (628.106)
TOTAL PENGHASILAN KOMPREHENSIF PERIODE BERJALAN 146.235.031 196.277.332
Laba periode berjalan yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 142.786.729 194.841.044
Kepentingan nonpengendali 23 3.448.302 2.064.394
146.235.031
196.905.438
Penghasilan komprehensif yang dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 142.786.729 194.216.928
Kepentingan nonpengendali 23 3.448.302 2.060.404
146.235.031
196.277.332
LABA PER SAHAM DASAR
(dinyatakan dalam Rupiah penuh) 31 40,22 54,88
* Disajikan kembali
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.
Jumlah ekuitas yang
Tambahan dapat diatribusikan
modal Ditentukan Belum ditentukan kepada pemilik Kepentingan Jumlah
Catatan Modal disetor disetor penggunaannya penggunaannya entitas induk nonpengendali ekuitas
Saldo per 1 Januari 2014 710.000.000 22.656.487 142.000.000 1.242.612.081 2.117.268.568 42.483.482 2.159.752.050
Perubahan kebijakan akuntansi 36 - - - (679.439) (679.439) 280.281 (399.158)
Saldo yang disajikan kembali 710.000.000 22.656.487 142.000.000 1.241.932.642 2.116.589.129 42.763.763 2.159.352.892
CONTROL 0 0 0 0 0 0
Laba periode berjalan - - - 194.841.044 194.841.044 2.064.394 196.905.438
Penghasilan komprehensif lain periode berjalan,
setelah pajak - - - (624.116) (624.116) (3.990) (628.106)
Saldo per 30 Juni 2014 710.000.000 22.656.487 142.000.000 1.436.149.570 2.310.806.057 44.824.167 2.355.630.224
Saldo per 31 Desember 2014 710.000.000 22.656.487 142.000.000 1.446.594.163 2.321.250.650 45.880.543 2.367.131.193
Perubahan kebijakan akuntansi 36 - - - (1.477.949) (1.477.949) 264.322 (1.213.627)
Saldo yang disajikan kembali 710.000.000 22.656.487 142.000.000 1.445.116.214 2.319.772.701 46.144.865 2.365.917.566
CONTROL 0 0 0 0 0 (0) (0)
Dividen tunai - - - (248.500.000) (248.500.000) - (248.500.000)
Laba periode berjalan 142.786.729 142.786.729 3.448.302 146.235.031 Penghasilan komprehensif lain periode berjalan,
setelah pajak - - -
-Saldo per 30 Juni 2015 710.000.000 22.656.487 142.000.000 1.339.402.943 2.214.059.430 49.593.167 2.263.652.597
0 0 0 0 0 0 0
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.
30 Juni 2015 30 Juni 2014 ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI
Penerimaan kas dari pelanggan 860.244.084 764.402.819
Pembayaran kas kepada pemasok dan karyawan (389.137.443) (402.085.979)
Kas dihasilkan dari operasi 471.106.641 362.316.840
Pembayaran beban keuangan (15.700.789) (26.969.894)
Penerimaan restitusi pajak penghasilan 6.482.964
-Pembayaran pajak final dan pajak penghasilan (59.621.482) (45.426.266)
Kas Bersih Diperoleh dari Aktivitas Operasi 402.267.333 289.920.680
ARUS KAS DARI AKTIVITAS INVESTASI
Perubahan deposito yang dibatasi penggunaannya (3.831.725) (5.148.481)
Penerimaan bunga 9.949.338 14.729.780
Pembayaran uang muka investasi - (60.000.000)
Hasil penjualan aset tetap dan properti investasi 728.133 2.919.540
Hasil penjualan aset keuangan lainnya - 214.124
Perolehan aset tetap (61.265.628) (25.026.532)
Perolehan aset real estat (7.183.794)
-Perolehan properti investasi (28.962.814) (12.354.473)
Penempatan investasi pada aset keuangan
tersedia untuk dijual - (9.000.000)
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Investasi (90.566.489) (93.666.041)
ARUS KAS DARI KEGIATAN PENDANAAN
Pembayaran utang bank (64.050.000) (191.319.375)
Pembayaran dividen (248.500.000) (150.875.000)
Penerimaan utang dari pihak ketiga - 1.564.152
Pembayaran liabilitas derivatif - (12.531.750)
Kas Bersih Digunakan untuk Aktivitas Pendanaan (312.550.000) (353.161.973)
PENURUNAN BERSIH KAS DAN SETARA KAS (849.156) (156.907.335)
KAS DAN SETARA KAS AWAL TAHUN 720.157.412 497.850.834
KAS DAN SETARA KAS AKHIR TAHUN 719.308.256 340.943.499
Catatan atas laporan keuangan konsolidasian merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan konsolidasian.
1. INFORMASI UMUM
a. Pendirian dan Informasi lainnya
PT Plaza Indonesia Realty Tbk (“Perseroan”) adalah perseroan terbatas terbuka yang didirikan berdasarkan Akta No. 40 tanggal 5 Nopember 1983, dibuat dihadapan Winanto Wiryomartani, S.H., notaris di Jakarta. Akta pendirian ini disahkan oleh Menteri Kehakiman Republik Indonesia dengan Surat Keputusan No. C2-6944.HT.01.01.Th.84 tanggal 8 Desember 1984, serta diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 1466/1986. Anggaran dasar Perseroan telah mengalami beberapa kali perubahan, sebagaimana tercantum dalam Akta Pertanyataan Keputusan Rapat No.13 tanggal 7 Mei 2014, dibuat dihadapan Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito., SH, notaris di Jakarta dan telah memperoleh Surat Penerimaan Pemberitahuan Data Perseroan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan Surat nomor: AHU-07795.40.22.2014 tanggal 12 Mei 2014 terkait dengan Susunan Direksi dan Dewan Komisaris Perseroan dan perubahan terakhir dilakukan dalam rangka penyesuaian dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan sebagaimana tercantum dalam akta pernyataan keputusan rapat No. 34 tanggal 30 April 2015, dibuat dihadapan Ir. Nanette Cahyanie Handari Adi Warsito., SH, notaris di Jakarta, dan telah memperoleh persetujuan dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia dengan Surat Keputusan No. AHU-AH.01.03-0930881 tanggal 11 Mei 2015.
Perseroan berdomisili di Jakarta dengan alamat The Plaza Office Tower Lt. 10, Jl. MH. Thamrin Kav. 28-30, Jakarta Pusat. Perseroan memulai aktivitas operasinya pada bulan Maret 1990.
Sesuai dengan pasal 3 anggaran dasar Perseroan, ruang lingkup kegiatan Perseroan terutama meliputi bidang perhotelan, pusat perbelanjaan, perkantoran dan apartemen. Perseroan adalah pemilik hotel Grand Hyatt Jakarta (“Hotel”), Plaza Indonesia Shopping Center, The Plaza Office Tower (“perkantoran”) dan Keraton at The Plaza a Luxury Collection Hotel. Perseroan melalui entitas anak, PT Sarana Mitra Investama, secara tidak langsung memiliki PT Plaza Lifestyle Prima, perusahaan pemilik fX (“pusat gaya hidup”). b. Dewan Komisaris, Direksi, Komite Audit dan Karyawan Perseroan
Pada tanggal 30 Juni 2015 dan 31 Desember 2014, susunan pengurus Perseroan adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
Presiden Komisaris Franky Oesman Widjaja
Wakil Presiden Komisaris M. Tachril Sapi-ie
Komisaris Independen Sintong Panjaitan
Direksi
Presiden Direktur Rosano Barack
Wakil Presiden Direktur Boyke Gozali
Direktur Lucy Suyanto
Maria Rosario B. Egron J. Arnes Lukman
Komite Audit
Ketua Sintong Panjaitan
Anggota Hadi Priatna
Tatang Sayuti Personil manajemen kunci
Personil manajemen kunci Grup adalah anggota Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan dan entitas anak.
Jumlah karyawan Perseroan dan entitas anak (”Grup”) rata-rata 1.644 untuk 30 Juni 2015 dan 1.622 karyawan untuk 31 Desember 2014.
c. Penawaran Umum Efek Perseroan
Sebelum dilakukannya penawaran umum perdana atas saham Perseroan, para pendiri Perseroan memiliki 80.000.000 saham Perseroan. Pada tanggal 2 Mei 1992, Perseroan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Badan Pengawas Pasar Modal (Bapepam) dengan surat No. S-840/PM/1992 untuk melakukan penawaran umum atas 35.000.000 saham Perseroan kepada masyarakat. Pada tanggal 15 Juni 1992, saham tersebut telah dicatatkan pada Bursa Efek Jakarta (”BEJ”) dan Bursa Efek Surabaya (”BES”).
Pada tanggal 15 Nopember 1993, para pemegang saham setuju untuk meningkatkan modal disetor Perseroan dari 115.000.000 saham menjadi 230.000.000 saham yang berasal dari kapitalisasi agio saham.
Pada tanggal 4 Mei 1994, Perseroan memperoleh pernyataan efektif dari Ketua Bapepam dengan surat No. S-796/PM/1994 untuk melakukan penawaran umum terbatas sebanyak 115.000.000 saham.
Pada tanggal 27 Agustus 2003, para pemegang saham setuju untuk meningkatkan modal disetor Perseroan dari 345.000.000 saham menjadi 355.000.000 saham yang berasal dari penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu. Peningkatan modal tersebut dilakukan oleh PT Bimantara Citra Tbk dan PT Paraga Artamida, pemegang saham pendiri. Pada tanggal 14 Nopember 2006, pemegang saham menyetujui untuk membagikan saham bonus sejumlah 355.000.000 saham yang berasal dari selisih penilaian kembali aset tetap dan agio saham. Setiap pemegang saham menerima satu lembar tambahan saham untuk setiap saham yang dimiliki per tanggal 22 Desember 2006.
Sesuai dengan pengumuman tentang pemecahan saham (stock split) No. Peng-457/BEJ-DAG/U/12-2006 tanggal 22 Desember 2006 yang dikeluarkan oleh BEJ, ditetapkan tanggal perdagangan saham dengan nilai nominal Rp 200 per saham dimulai sejak tanggal 2 Januari 2007.
BES dan BEJ bergabung/merger pada tanggal 30 Nopember 2007 dan BEJ berganti nama menjadi Bursa Efek Indonesia (”BEI”). Pada tanggal 30 Juni 2015, saham Perseroan sebanyak 3.550.000.000 telah tercatat di BEI.
d. Entitas Anak
Laporan keuangan konsolidasian ini meliputi laporan keuangan Perseroan dan entitas anak yang dimiliki secara langsung dan tidak langsung, sebagai berikut:
Mulai
30 Jun 31 Desember Operasi 30 Jun 31 Desember Entitas Anak Domisili Jenis Usaha 2015 2014 Komersial 2015 2014 Penyertaan langsung
Plaza Indonesia Finance B.V. ("PIFBV") Belanda Jasa keuangan 100,00% 100,00% 1996 23.715 24.792 PT Plaza Nusantara Realti ("PNR") Jakarta Properti 99,99% 99,99% 2004 208.014.613 201.477.847 PT Sarana Mitra Investama ("SMI") Jakarta Properti 80,57% 80,57% 2007 369.848.897 374.471.487 PT Jakarta Marcapada Media ("JMM") Jakarta Media dan penyiaran 75,00% 75,00% - 219.566 236.481 PT Plaza Indonesia Jababeka ("PIJ") Jakarta Properti 70,00% 70,00% - 199.683.264 179.228.312 PT Plaza Indonesia Urban ("PIU") Jakarta Properti 99,99% 99,99% - 320.557.287 303.168.235 Penyertaan tidak langsung:
Melalui SMI:
PT Plaza Lifestyle Prima ("PLP") Jakarta Properti 59,55% 59,55% 2007 369.875.319 374.461.270 Melalui PNR:
PT Bangun Persada Prima ("BPP") Jakarta Properti 99,96% 99,96% - 24.626.765 24.859.878 Jumlah Aset Persentase Pemilikan
PIFBV didirikan pada tanggal 23 Oktober 1996 dan bergerak dalam bidang jasa keuangan. Pada bulan Nopember 2006, Perseroan mengakuisisi 75% kepemilikan atau 20 ribu saham JMM dari PT Global Mega Wisata Mandiri Internasional. Pada tahun 2006, kegiatan utama JMM meliputi perolehan ijin prinsip untuk televisi lokal dan ijin saluran frekuensi. Sampai dengan tanggal 31 Desember 2014, JMM belum memulai kegiatan usahanya.
Pada bulan Oktober 2009, Perseroan mengakuisisi 80,57% kepemilikan atau total 141 ribu saham SMI dari PT Spektrum Duta Corporasi. SMI memiliki 73,91% kepemilikan di PLP, pemilik pusat gaya hidup.
Pada tanggal 24 Mei 2010, Perseroan mengakuisisi 16,89% kepemilikan atau 20.342 saham PNR dari PT Azbindo Nusantara dan 1,37% kepemilikan atau 1.667 saham PNR dari PT Persada Giri Abadi sehingga meningkatkan kepemilikan Perseroan terhadap PNR menjadi sebesar 99,99% atau 120.466 saham.
Pada tahun 2011, PNR mendirikan BPP dengan jumlah kepemilikan sebesar 99,96%. BPP bergerak dibidang pembangunan properti. BPP belum beroperasional secara komersil. Pada tanggal 25 Juni 2013, Perseroan dan PT Grahabuana Cikarang mendirikan suatu perseroan yang bernama PT Plaza Indonesia Jababeka (“PIJ”) berdasarkan Akta Notaris No. 6 tanggal 25 Juni 2013 dari Uus Sumirat, S.H., notaris di Jakarta. Penyertaan saham Perseroan dalam PIJ adalah 70% dan tujuan dari pendirian PIJ adalah untuk pembangunan mixed use development di kawasan Jababeka dengan luas tanah sekitar 12 hektar. PIJ bergerak dibidang pembangunan properti. PIJ belum beroperasional secara komersil.
Pada tanggal 3 November 2014, Perseroan mengakuisisi 99,99% saham PT Duta Karya Cipta atas PT Citra Asri Property dengan nilai akuisisi sebesar Rp 9.990.000 ribu (Catatan 5). PT Citra Asri Property kemudian berubah nama menjadi PT Plaza Indonesia Urban (PIU). Pada tanggal 10 Nopember 2014, PIU meningkatkan modal dasar menjadi 300.000.000 saham atau setara Rp 300 miliar. Pada tanggal 31 Desember 2014, modal disetor PIU sebanyak 300.000.000 saham atau setara Rp 300 miliar. Perseroan memiliki 299.990.000 saham (99,99%) atau setara Rp 299.990.000 ribu.
e. Penerbitan Laporan Keuangan
Laporan keuangan konsolidasian ini diotorisasi oleh Direksi pada tanggal 31 Juli 2015.
2. PENERAPAN STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN BARU DAN REVISI (PSAK) DAN INTERPRETASI STÁNDAR AKUNTANSI KEUANGAN (ISAK)
a. Standar yang Berlaku Efektif 1 Januari 2015
Grup melakukan penerapan standar akuntansi dan interpretasi baru/revisi yang berlaku efektif 1 Januari 2015. Perubahan kebijakan akuntansi Grup telah dibuat seperti yang disyaratkan sesuai dengan ketentuan transisi dalam masing-masing standar dan interpretasi.
Penerapan standar dan interpretasi baru/revisi berikut, yang relevan dengan operasi Grup dan menimbulkan dampak terhadap laporan keuangan konsolidasian terdiri dari:
PSAK 1 (revisi 2013), Penyajian Laporan Keuangan PSAK 24 (revisi 2013), Imbalan Kerja
PSAK 46 (revisi 2013), Pajak Penghasilan
Standar dan interpretasi baru/revisi berikut relevan tetapi tidak menimbulkan dampak terhadap laporan keuangan konsolidasian:
PSAK 15 (revisi 2013), Investasi pada Entitas Asosiasi dan Ventura Bersama PSAK 48 (revisi 2013), Penurunan Nilai Aset
PSAK 50 (revisi 2013), Instrumen Keuangan: Penyajian
PSAK 55 (revisi 2013), Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran PSAK 60 (revisi 2013), Instrumen Keuangan: Pengungkapan
PSAK 65, Laporan Keuangan Konsolidasian PSAK 68, Pengukuran Nilai Wajar
Standar dan interpretasi baru/revisi berikut tidak relevan terhadap operasional Grup: PSAK 66, Pengaturan Bersama
PSAK 67, Pengungkapan Kepentingan dalam Entitas Lain ISAK 26 (revisi 2013), Penilaian Kembali Derivatif Melekat
3. IKHTISAR KEBIJAKAN AKUNTANSI YANG SIGNIFIKAN
a. Pernyataan Kepatuhan
Laporan keuangan konsolidasian Grup disusun sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan di Indonesia. Laporan keuangan konsolidasian tidak ditujukan untuk menyajikan laporan posisi keuangan, hasil operasi dan arus kas sesuai dengan prinsip akuntansi dan praktik pelaporan yang berlaku di negara lain.
b. Dasar Penyusunan
Laporan keuangan konsolidasian, kecuali untuk laporan arus kas konsolidasian, disusun dengan dasar akrual. Mata uang penyajian yang digunakan untuk penyusunan laporan keuangan konsolidasian adalah mata uang Rupiah (Rp) dan laporan keuangan konsolidasian tersebut disusun berdasarkan nilai historis, kecuali beberapa akun tertentu disusun berdasarkan pengukuran lain sebagaimana diuraikan dalam kebijakan akuntansi masing-masing akun tersebut.
Laporan arus kas konsolidasian disusun dengan menggunakan metode langsung dengan mengelompokkan arus kas dalam aktivitas operasi, investasi dan pendanaan.
c. Dasar Konsolidasian
Laporan keuangan konsolidasian menggabungkan laporan keuangan Perseroan dan entitas yang dikendalikan oleh Perseroan (”entitas anak”). Pengendalian dianggap ada apabila Perseroan mempunyai hak untuk mengatur kebijakan keuangan dan operasional suatu entitas untuk memperoleh manfaat dari aktivitasnya.
Pendapatan dan beban dari entitas anak yang diakuisisi atau dijual selama tahun berjalan termasuk dalam laporan laba rugi komprehensif konsolidasian sejak tanggal efektif akuisisi dan sampai dengan tanggal efektif penjualan.
Jika diperlukan, penyesuaian dapat dilakukan terhadap laporan keuangan entitas anak agar kebijakan akuntansi yang digunakan sesuai dengan kebijakan akuntansi yang digunakan oleh Grup. Seluruh transaksi intra kelompok usaha, saldo, penghasilan dan beban dieliminasi pada saat konsolidasian.
Kepentingan nonpengendali pada entitas anak diidentifikasi secara terpisah dan disajikan dalam ekuitas. Kepentingan nonpengendali pemegang saham mungkin awalnya diukur pada nilai wajar atau pada bagian pemilikan kepentingan nonpengendali dari nilai wajar aset bersih yang dapat diidentifikasi dari pihak yang diakuisisi. Pilihan pengukuran dilakukan pada saat akuisisi. Setelah akuisisi, jumlah tercatat kepentingan nonpengendali adalah jumlah kepemilikan pada pengakuan awal ditambah bagian kepentingan nonpengendali dari perubahan selanjutnya dalam ekuitas. Jumlah pendapatan komprehensif entitas anak tersebut diatribusikan kepada pemilik Perseroan dan kepada kepentingan nonpengendali bahkan jika hal ini mengakibatkan kepentingan nonpengendali mempunyai saldo defisit. Perubahan dalam bagian kepemilikan Grup pada entitas anak yang tidak mengakibatkan hilangnya pengendalian dicatat sebagai transaksi ekuitas. Nilai tercatat kepentingan Grup dan kepentingan nonpengendali disesuaikan untuk mencerminkan perubahan bagian kepemilikannya atas entitas anak. Selisih antara nilai tercatat kepentingan nonpengendali dan nilai wajar imbalan yang diterima diakui secara langsung dalam ekuitas dan diatribusikan kepada pemilik e\ntitas induk.
Ketika Grup kehilangan pengendalian atas entitas anak, keuntungan dan kerugian diakui dalam laba rugi dan dihitung sebagai perbedaan antara (i) keseluruhan nilai wajar yang diterima dan nilai wajar dari setiap sisa investasi dan (ii) nilai tercatat sebelumnya dari aset (termasuk goodwill) dan liabilitas dari entitas anak dan kepentingan nonpengendali. Ketika aset dari entitas anak dinyatakan sebesar nilai revaluasi atau nilai wajar dan akumulasi keuntungan atau kerugian yang telah diakui sebagai pendapatan komprehensif lainnya dan terakumulasi dalam ekuitas, jumlah yang sebelumnya diakui sebagai pendapatan komprehensif lainnya dan akumulasi ekuitas dicatat seolah-olah Grup telah melepas secara langsung aset yang relevan (yaitu direklasifikasi ke laba rugi atau ditransfer langsung ke saldo laba sebagaimana ditentukan oleh PSAK yang berlaku). Nilai wajar setiap sisa investasi pada entitas anak terdahulu pada tanggal hilangnya pengendalian dianggap sebagai nilai wajar pada saat pengakuan awal aset keuangan sesuai dengan PSAK 55 (revisi 2011), "Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran" atau, jika sesuai, biaya perolehan saat pengakuan awal investasi pada entitas asosiasi atau pengendalian bersama entitas.
d. Kombinasi Bisnis
Kombinasi bisnis dicatat dengan menggunakan metode akuisisi. Imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis diukur pada nilai wajar, yang dihitung sebagai hasil penjumlahan dari nilai wajar pada tanggal akuisisi atas seluruh aset yang dialihkan oleh Grup, liabilitas yang diakui oleh Grup kepada pemilik sebelumnya dari pihak yang diakuisisi dan kepentingan ekuitas yang diterbitkan oleh Grup dalam pertukaran pengendalian dari pihak yang diakuisisi. Biaya-biaya terkait akuisisi diakui di dalam laba rugi pada saat terjadinya.
Pada tanggal akuisisi, aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih diakui pada nilai wajar.
Kepentingan nonpengendali diukur baik pada nilai wajar ataupun pada proporsi kepemilikan kepentingan nonpengendali atas aset neto teridentifikasi dari pihak yang diakuisisi.
Bila imbalan yang dialihkan oleh Grup dalam suatu kombinasi bisnis termasuk aset atau liabilitas yang berasal dari pengaturan imbalan kontinjen, imbalan kontinjen tersebut diukur pada nilai wajar pada tanggal akuisisi dan termasuk sebagai bagian dari imbalan yang dialihkan dalam suatu kombinasi bisnis. Perubahan dalam nilai wajar atas imbalan kontinjen yang memenuhi syarat sebagai penyesuaian periode pengukuran disesuaikan secara retrospektif, dengan penyesuaian terkait terhadap goodwill. Penyesuaian periode pengukuran adalah penyesuaian yang berasal dari informasi tambahan yang diperoleh selama periode pengukuran (yang tidak melebihi satu tahun sejak tanggal akuisisi) tentang fakta-fakta dan kondisi yang ada pada tanggal akuisisi.
Perubahan selanjutnya dalam nilai wajar atas imbalan kontinjen yang tidak memenuhi syarat sebagai penyesuaian periode pengukuran tergantung pada bagaimana imbalan kontinjen tersebut diklasifikasikan. Imbalan kontinjen yang diklasifikasikan sebagai ekuitas tidak diukur kembali pada tanggal sesudah tanggal pelaporan dan penyelesaian selanjutnya dicatat dalam ekuitas. Imbalan kontinjen yang diklasifikasikan sebagai asset atau liabilitas diukur setelah tanggal pelaporan sesuai dengan standar akuntansi yang relevan dengan mengakui keuntungan atau kerugian terkait dalam laba rugi atau dalam pendapatan komprehensif lain.
Bila suatu kombinasi bisnis dilakukan secara bertahap, kepemilikan terdahulu Grup atas pihak terakuisisi diukur kembali ke nilai wajar pada tanggal akuisisi dan keuntungan atau kerugian nya, jika ada, diakui dalam laba rugi. Jumlah yang berasal dari kepemilikan sebelum tanggal akuisisi yang sebelumnya telah diakui dalam pendapatan komprehensiflain direklasifikasi ke laba rugi dimana perlakuan tersebut akan sesuai jika kepemilikannya dilepas.
Jika akuntansi awal untuk kombinasi bisnis belum selesai pada akhir periode pelaporan saat kombinasi terjadi, Grup melaporkan jumlah sementara untuk pos-pos yang proses akuntansinya belum selesai dalam laporan keuangannya. Selama periode pengukuran, pihak pengakuisisi menyesuaikan, aset atau liabilitas tambahan yang diakui, untuk mencerminkan informasi baru yang diperoleh tentang fakta dan keadaan yang ada pada tanggal akuisisi dan, jika diketahui, akan berdampak pada jumlah yang diakui pada tanggal tersebut.
e. Transaksi dan Penjabaran Laporan Keuangan dalam Mata Uang Asing
Pembukuan tersendiri dari masing-masing entitas dalam Grup diselenggarakan dalam mata uang Rupiah yang merupakan mata uang dari lingkungan ekonomi utama masing-masing entitas dalam Grup (mata uang fungsional). Transaksi-transaksi selama tahun berjalan dalam mata uang asing dicatat dengan kurs yang berlaku pada saat terjadinya transaksi. Pada tanggal pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing disesuaikan untuk mencerminkan kurs yang berlaku pada tanggal tersebut. Keuntungan atau kerugian kurs yang timbul dikreditkan atau dibebankan dalam laba rugi.
f. Transaksi dengan Pihak-Pihak Berelasi
Pihak berelasi adalah orang atau entitas yang terkait dengan Grup (entitas pelapor):
a. Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor jika orang tersebut:
i. memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas pelapor; ii. memiliki pengaruh signifikan entitas pelapor; atau
iii. merupakan personil manajemen kunci entitas pelapor atau entitas induk dari entitas pelapor.
b. Suatu entitas berelasi entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:
i. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama (artinya entitas induk, entitas anak, dan entitas anak berikutnya saling berelasi dengan entitas lainnya).
ii. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain (atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu kelompok usaha, yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya).
iii. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama. iv. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain adalah
entitas asosiasi dari entitas ketiga.
v. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program tersebut, maka entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor.
vi. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang diidentifikasi dalam huruf (a).
vii. Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas entitas atau personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas). Seluruh transaksi yang material dilakukan dengan pihak-pihak berelasi, diungkapkan pada laporan keuangan konsolidasian.
g. Aset Keuangan
Seluruh aset keuangan diakui atau dihentikan pengakuannya pada tanggal diperdagangkan dimana pembelian atau penjualan aset keuangan berdasarkan kontrak yang mensyaratkan penyerahan aset keuangan dalam kurun waktu yang ditetapkan oleh kebiasaan pasar yang berlaku, dan awalnya diukur sebesar nilai wajar ditambah biaya transaksi yang dapat diatribusikan secara langsung, kecuali untuk aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laporan laba rugi, yang awalnya diukur sebesar nilai wajar.
Aset keuangan Grup diklasifikasikan sebagai berikut
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi Aset keuangan tersedia untuk dijual
Pinjaman yang diberikan dan piutang
Aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi
Aset keuangan diklasifikasikan sebagai aset keuangan yang diukur pada nilai wajar jika aset keuangan tersebut ditujukan untuk diperdagangkan atau pada saat pengakuan awal ditetapkan untuk diukur pada nilai wajar melalui laba rugi.
Aset keuangan diklasifikasi sebagai kelompok diperdagangkan, jika:
diperoleh atau dimiliki terutama untuk tujuan dijual kembali dalam waktu dekat; atau pada pengakuan awal merupakan bagian dari portofolio instrumen keuangan tertentu
yang dikelola bersama dan terdapat bukti mengenai pola ambil untung dalam jangka pendek aktual terkini; atau
merupakan derivatif yang tidak ditetapkan dan tidak efektif sebagai instrumen lindung nilai.
Aset keuangan ini disajikan sebesar nilai wajar, keuntungan atau kerugian yang timbul diakui dalam laba rugi. Keuntungan atau kerugian bersih yang diakui dalam laba rugi mencakup dividen atau bunga yang diperoleh dari aset keuangan. Nilai wajar ditentukan dengan cara seperti dijelaskan pada Catatan 7.
Aset keuangan tersedia untuk dijual
Investasi jangka panjang dalam instrumen ekuitas yang tidak tercatat di bursa yang tidak mempunyai kuotasi harga pasar di pasar aktif dan nilai wajarnya tidak dapat diukur secara andal, diklasifikasikan sebagai aset keuangan tersedia untuk dijual, diukur pada biaya perolehan dikurangi penurunan nilai.
Dividen atas aset keuangan tersedia untuk dijual, jika ada, diakui pada laba rugi pada saat hak Grup untuk memperoleh pembayaran dividen ditetapkan.
Pinjaman diberikan dan piutang
Aset keuangan setara kas, piutang pelanggan dan piutang lain-lain dengan pembayaran tetap atau telah ditentukan dan tidak mempunyai kuotasi di pasar aktif diklasifikasi sebagai pinjaman diberikan dan piutang, yang pengukuran selanjutnya diukur pada biaya perolehan diamortisasi dengan menggunakan metode suku bunga efektif dikurangi penurunan nilai. Bunga diakui dengan menggunakan metode bunga efektif, kecuali piutang jangka pendek dimana pengakuan bunga tidak material.
Metode suku bunga efektif
Metode suku bunga efektif adalah metode yang digunakan untuk menghitung biaya perolehan diamortisasi dari instrumen keuangan dan metode untuk mengalokasikan pendapatan bunga atau biaya selama periode yang relevan. Suku bunga efektif adalah suku bunga yang secara tepat mendiskontokan estimasi penerimaan atau pengeluaran kas di masa datang (mencakup seluruh komisi dan bentuk lain yang dibayarkan dan diterima oleh para pihak dalam kontrak yang merupakan bagian tak terpisahkan dari suku bunga efektif, biaya transaksi dan premium dan diskonto lainnya) selama perkiraan umur instrumen keuangan, atau, jika lebih tepat, digunakan periode yang lebih singkat untuk memperoleh nilai tercatat bersih dari aset keuangan pada saat pengakuan awal.
Penurunan nilai aset keuangan
Aset keuangan, selain aset keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi, dievaluasi terhadap indikator penurunan nilai pada setiap tanggal pelaporan. Aset keuangan diturunkan nilainya bila terdapat bukti objektif, sebagai akibat dari satu atau lebih peristiwa yang terjadi setelah pengakuan awal aset keuangan, dan peristiwa yang merugikan tersebut berdampak pada estimasi arus kas masa depan atas aset keuangan yang dapat diestimasi secara handal.
Untuk aset keuangan tersedia untuk dijual dalam bentuk investasi ekuitas yang tercatat dan tidak tercatat di bursa, penurunan yang signifikan atau jangka panjang dalam nilai wajar dari instrumen ekuitas di bawah biaya perolehannya dianggap sebagai bukti obyektif terjadinya penurunan nilai.
Untuk aset keuangan lainnya, bukti objektif penurunan nilai termasuk sebagai berikut: kesulitan keuangan signifikan yang dialami penerbit atau pihak peminjam; atau
pelanggaran kontrak, seperti terjadinya wanprestasi atau tunggakan pembayaran pokok atau bunga; atau
terdapat kemungkinan bahwa pihak peminjam akan dinyatakan pailit atau melakukan reorganisasi keuangan.
Untuk kelompok aset keuangan tertentu, seperti piutang, aset yang dinilai tidak akan diturunkan secara individual, akan dinilai secara kolektif. Bukti objektif dari penurunan nilai portofolio piutang dapat termasuk pengalaman Grup atas tertagihnya piutang di masa lalu, peningkatan keterlambatan penerimaan pembayaran piutang dari rata-rata periode kredit, dan juga pengamatan atas perubahan kondisi ekonomi yang berkorelasi dengan kemungkinan gagal bayar atas piutang.
Untuk aset keuangan yang dicatat pada biaya perolehan, jumlah kerugian penurunan nilai diukur berdasarkan selisih antara jumlah tercatat aset keuangan dan nilai kini estimasi arus kas masa depan yang didiskontokan pada tingkat imbal hasil yang berlaku di pasar untuk aset keuangan yang serupa. Kerugian penurunan nilai tersebut tidak dapat dibalik pada periode berikutnya.
Jumlah tercatat aset keuangan tersebut dikurangi dengan kerugian penurunan nilai secara langsung atas seluruh aset keuangan, kecuali piutang yang jumlah tercatatnya dikurangi melalui penggunaan akun cadangan. Jika piutang tidak tertagih, piutang tersebut dihapuskan melalui akun cadangan. Pemulihan kemudian dari jumlah yang sebelumnya telah dihapuskan dikreditkan terhadap akun cadangan. Perubahan nilai tercatat akun penyisihan cadangan diakui dalam laporan laba rugi.
Jika aset keuangan tersedia untuk dijual mengalami penurunan nilai, keuntungan atau kerugian kumulatif yang sebelumnya telah diakui dalam ekuitas direklasifikasi ke laba rugi. Pengecualian dari instrumen ekuitas yang diklasifikasi sebagai aset keuangan tersedia untuk dijual, jika, pada periode berikutnya, jumlah kerugian penurunan nilai berkurang dan pengurangan tersebut dapat dikaitkan secara obyektif dengan peristiwa yang terjadi setelah penurunan nilai diakui, kerugian penurunan nilai yang diakui sebelumnya dibalik melalui laba rugi hingga nilai tercatat investasi pada tanggal pemulihan penurunan nilai tidak melebihi biaya perolehan diamortisasi sebelum adanya pengakuan kerugian penurunan nilai dilakukan.
Penghentian pengakuan aset keuangan
Grup menghentikan pengakuan aset keuangan jika dan hanya jika hak kontraktual atas arus kas yang berasal dari aset berakhir, atau Grup mentransfer aset keuangan dan secara substansial mentransfer seluruh risiko dan manfaat atas kepemilikan aset kepada entitas lain. Jika Grup tidak mentransfer serta tidak memiliki secara substansial atas seluruh risiko dan manfaat kepemilikan serta masih mengendalikan aset yang ditransfer, maka Grup mengakui keterlibatan berkelanjutan atas aset yang ditransfer dan liabilitas terkait sebesar jumlah yang mungkin harus dibayar. Jika Grup memiliki secara substansial seluruh risiko dan manfaat kepemilikan aset keuangan yang ditransfer, Grup masih mengakui aset keuangan dan juga mengakui pinjaman yang dijamin sebesar pinjaman yang diterima. Pada saat penghentian pengakuan aset keuangan secara keseluruhan, selisih antara jumlah tercatat aset dan jumlah pembayaran dan piutang yang diterima dan keuntungan atau kerugian kumulatif yang telah diakui dalam pendapatan komprehensif lain dan terakumulasi dalam ekuitas diakui dalam laba rugi.
Penghentian pengakuan aset keuangan terhadap satu bagian saja (misalnya ketika Grup masih memiliki hak untuk membeli kembali bagian aset yang ditransfer), Grup mengalokasikan jumlah tercatat sebelumnya dari aset keuangan tersebut pada bagian yang tetap diakui berdasarkan keterlibatan berkelanjutan dan bagian yang tidak lagi diakui berdasarkan nilai wajar relatif dari kedua bagian tersebut pada tanggal transfer. Selisih antara jumlah tercatat yang dialokasikan pada bagian yang tidak lagi diakui dan jumlah dari pembayaran yang diterima untuk bagian yang yang tidak lagi diakui dan setiap keuntungan atau kerugian kumulatif yang dialokasikan pada bagian yang tidak lagi diakui tersebut yang sebelumnya telah diakui dalam pendapatan komprehensif lain diakui pada laba rugi.
Keuntungan dan kerugian kumulatif yang sebelumnya diakui dalam pendapatan komprehensif lain dialokasikan pada bagian yang tetap diakui dan bagian yang dihentikan pengakuannya, berdasarkan nilai wajar relatif kedua bagian tersebut.
h. Liabilitas Keuangan dan Instrumen Ekuitas
Klasifikasi sebagai liabilitas atau ekuitas
Liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh Grup diklasifikasikan sesuai dengan substansi perjanjian kontraktual dan definisi liabilitas keuangan dan instrumen ekuitas.
Liabilitas keuangan
Liabilitas keuangan diklasifikasikan sebagai berikut:
Liabilitas keuangan yang diukur pada nilai wajar melalui laba rugi Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi Liabilitas keuangan yang diukur dengan biaya perolehan diamortisasi
Liabilitas keuangan meliputi utang usaha dan lainnya, utang bank dan pinjaman lainnya, pada awalnya diukur pada nilai wajar, setelah dikurangi biaya transaksi, dan selanjutnya diukur pada biaya perolehan yang diamortisasi menggunakan metode suku bunga efektif. Penghentian pengakuan liabilitas keuangan
Grup menghentikan pengakuan liabilitas keuangan, jika dan hanya jika, liabilitas tersebut telah dilepaskan, dibatalkan atau kadaluarsa. Selisih antara jumlah tercatat liabilitas keuangan yang dihentikan pengakuannya dan imbalan yang dibayarkan dan utang diakui dalam laba rugi.
Instrumen ekuitas
Instrumen ekuitas adalah setiap kontrak yang membuktikan hak residual atas aset Grup setelah dikurangi dengan seluruh liabilitasnya. Instrumen ekuitas yang diterbitkan oleh Grup dicatat sebesar hasil penerimaan bersih, setelah dikurangi biaya penerbitan langsung. Pembelian kembali instrumen ekuitas Perseroan (saham treasuri) diakui dan dikurangkan secara langsung dari ekuitas. Keuntungan dan kerugian yang timbul dari pembelian, penjualan, penerbitan atau pembatalan instrumen ekuitas Perseroan tersebut tidak diakui dalam laba rugi.
i. Saling Hapus antar Aset Keuangan dan Liabilitas Keuangan
Aset dan liabilitas keuangan Grup saling hapus dan nilai bersihnya disajikan dalam laporan posisi keuangan jika dan hanya jika:
memiliki hak yang berkekuatan hukum untuk melakukan saling hapus atas jumlah yang telah diakui tersebut; dan
berniat untuk menyelesaikan secara neto atau untuk merealisasikan aset dan menyelesaikan liabilitasnya secara simultan.
j. Kas dan Setara Kas
Kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan semua deposito yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dari tanggal penempatannya dan yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi penggunaannya.
k. Investasi pada Entitas Asosiasi
Entitas asosiasi adalah suatu entitas dimana Grup mempunyai pengaruh yang signifikan dan bukan merupakan entitas anak ataupun bagian partisipasi dalam ventura bersama. Pengaruh signifikan adalah kekuasaan untuk berpartipasi dalam keputusan kebijakan keuangan dan operasional entitas terkait tetapi tidak mengendalikan atau mengendalikan bersama atas kebijakan tersebut.
Penghasilan dan aset dan liabilitas dari entitas asosiasi digabungkan dalam laporan keuangan konsolidasian dicatat dengan menggunakan metode ekuitas, kecuali ketika investasi diklasifikasikan sebagai dimiliki untuk dijual, sesuai dengan PSAK 58 (penyesuaian 2014), “Aset Tidak Lancar yang Dimiliki untuk Dijual dan Operasi yang Dihentikan”. Investasi pada entitas asosiasi dicatat dalam laporan posisi keuangan konsolidasian sebesar biaya perolehan dan selanjutnya disesuaikan terkait perubahan dalam bagian kepemilikan Grup atas aset bersih entitas asosiasi yang terjadi setelah perolehan, dikurangi dengan penurunan nilai yang ditentukan untuk setiap investasi secara individu. Bagian Grup atas kerugian entitas asosiasi yang melebihi nilai tercatat dari investasi (yang mencakup semua kepentingan jangka panjang, secara substansi, merupakan bagian dari Grup dan nilai investasi bersih entitas anak dalam entitas asosiasi) diakui hanya sebatas bahwa Grup telah mempunyai kewajiban hukum atau kewajiban konstruktif atau melakukan pembayaran atas kewajiban entitas asosiasi.
Setiap selisih antara biaya perolehan investasi dengan bagian Grup atas nilai wajar bersih dari aset yang teridentifikasi dan liabilitas teridentifikasi dari entitas asosiasi yang diakui pada tanggal akuisisi, diakui sebagai goodwill. Goodwill termasuk dalam jumlah tercatat investasi, dan diuji penurunan nilai sebagai bagian dari investasi. Setiap selisih lebih bagian kepemilikan Grup atas nilai wajar bersih aset dan liabilitas yang teridentifikasi dari entitas asosiasi terhadap biaya perolehan investasi, sesudah pengujian kembali, segera diakui di dalam laba rugi.
Persyaratan dalam PSAK 55 (Revisi 2014) “Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran”, diterapkan untuk menentukan apakah perlu untuk mengakui setiap penurunan nilai sehubungan dengan investasi pada entitas asosiasi Grup. Jika perlu, jumlah tercatat investasi yang tersisa (termasuk goodwill) diuji penurunan nilai sesuai dengan PSAK 48 (Revisi 2014) “Penurunan Nilai Aset”, sebagai suatu aset tunggal dengan membandingkan antara jumlah terpulihkan (mana yang lebih tinggi antara nilai pakai dan nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual) dengan jumlah tercatatnya. Penurunan nilai yang diakui pada keadaan tersebut tidak dialokasikan pada setiap aset yang membentuk bagian dari nilai tercatat investasi pada entitas asosiasi. Setiap pembalikan dari penurunan nilai diakui sesuai dengan PSAK 48 sepanjang jumlah terpulihkan dari investasi tersebut kemudian meningkat. Pada tanggal pelepasan suatu entitas asosiasi yang mengakibatkan Grup kehilangan pengaruh signifikan atas entitas asosiasi, investasi yang tersisa diukur pada nilai wajar pada tanggal tersebut dan nilai wajarnya dianggap sebagai nilai wajar pada saat pengakuan awal sebagai suatu aset keuangan sesuai dengan PSAK 55. Selisih antara jumlah tercatat sebelumnya atas entitas asosiasi diatribusikan ke sisa kepemilikan dan nilai wajar termasuk dalam penentuan keuntungan atau kerugian atas pelepasan entitas asosiasi. Selanjutnya, Grup memperhitungkan seluruh jumlah yang sebelumnya diakui dalam pendapatan
komprehensif lain yang terkait dengan entitas asosiasi tersebut dengan menggunakan dasar yang sama dengan yang diperlukan jika entitas asosiasi telah melepaskan secara langsung aset dan liabilitas yang terkait. Oleh karena itu, jika keuntungan atau kerugian yang sebelumnya telah diakui dalam pendapatan komprehensif lain oleh entitas asosiasi akan direklasifikasi ke laba rugi atas pelepasan aset atau liabilitas yang terkait, maka Grup mereklasifikasi keuntungan atau kerugian dari ekuitas ke laba rugi (sebagai penyesuaian reklasifikasi) sejak Grup kehilangan pengaruh signifikan atas entitas asosiasi.
Ketika Grup melakukan transaksi dengan entitas asosiasi, keuntungan dan kerugian terealisasi yang timbul dari transaksi dengan entitas asosiasi diakui dalam laporan keuangan konsolidasian Grup hanya sepanjang kepemilikan dalam entitas asosiasi yang tidak terkait dengan Grup.
l. Persediaan
Persediaan dinyatakan berdasarkan biaya perolehan atau nilai realisasi bersih, mana yang lebih rendah. Biaya perolehan ditentukan dengan metode rata-rata tertimbang. Nilai realisasi bersih merupakan estimasi harga jual dari persediaan dikurangi seluruh biaya penyelesaian dan estimasi biaya yang diperlukan untuk melakukan penjualan.
m. Biaya Dibayar Dimuka
Biaya dibayar dimuka diamortisasi selama masa manfaat masing-masing biaya dengan menggunakan metode garis lurus.
n. Aset Real Estat
Aset real estat terdiri dari unit apartemen yang tersedia untuk dijual dan tanah yang sedang dikembangkan, dinyatakan sebesar nilai yang lebih rendah antara biaya perolehan dan nilai realisasi neto.
o. Properti Investasi
Properti investasi adalah properti (tanah atau bangunan atau bagian dari suatu bangunan atau duanya) untuk menghasilkan rental atau untuk kenaikan nilai atau kedua-duanya. Properti investasi diukur sebesar nilai perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan dan setiap akumulasi kerugian penurunan nilai.
Penyusutan dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis dari properti investasi berikut ini:
Tahun
Bangunan 32,5 – 40
Mesin dan peralatan 12
Peralatan operasi 4 – 8
Prasarana gedung 4 – 10
Tanah yang belum dikembangkan dalam satu tahun kedepan diklasifikasikan sebagai properti investasi. Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan. Masa manfaat ekonomis, nilai residu dan metode penyusutan ditelaah setiap akhir tahun dan pengaruh dari setiap perubahan estimasi tersebut berlaku prospektif.
Properti investasi mencakup juga properti dalam proses pembangunan yang akan digunakan sebagai properti investasi setelah selesai. Akumulasi biaya perolehan dan biaya pembangunan (termasuk biaya pinjaman yang terjadi) didepresiasi pada saat selesai dan siap untuk digunakan.
Properti investasi dihentikan pengakuannya pada saat dilepaskan atau ketika properti investasi tidak digunakan lagi secara permanen dan tidak memiliki manfaat ekonomi masa depan yang diperkirakan dari pelepasannya. Keuntungan atau kerugian yang timbul dari penghentian atau pelepasan properti investasi ditentukan dari selisih antara hasil neto pelepasan dan jumlah tercatat aset dan diakui dalam laba rugi pada periode terjadinya penghentian atau pelepasan.
p. Aset Tetap – Pemilikan Langsung
Aset tetap yang dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaan barang atau jasa atau untuk tujuan administratif dicatat berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi penyusutan dan akumulasi kerugian penurunan nilai.
Penyusutan diakui sebagai penghapusan biaya perolehan aset dikurangi nilai residu dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran masa manfaat ekonomis aset tetap sebagai berikut:
Tahun
Bangunan 40
Peralatan kantor 4 - 8
Mesin dan perlengkapan 12
Peralatan operasional 4 - 5
Perabot dan perlengkapan 4
Prasarana gedung 5 - 10
Tanah yang sedang dikembangkan diklasifikasikan sesuai peruntukan perencanaan pengembangan tanah tersebut. Tanah dinyatakan berdasarkan biaya perolehan dan tidak disusutkan.
Masa manfaat ekonomis, nilai residu dan metode penyusutan ditelaah setiap akhir tahun dan pengaruh dari setiap perubahan estimasi tersebut berlaku prospektif.
Beban pemeliharaan dan perbaikan dibebankan pada laporan laba rugi konsolidasian pada saat terjadinya. Biaya-biaya lain yang terjadi selanjutnya yang timbul untuk menambah, mengganti atau memperbaiki aset tetap dicatat sebagai biaya perolehan aset jika dan hanya jika besar kemungkinan manfaat ekonomis di masa depan berkenaan dengan aset tersebut akan mengalir ke entitas dan biaya perolehan aset dapat diukur secara andal.
Aset tetap yang dihentikan pengakuannya atau yang dijual, maka nilai tercatatnya dikeluarkan dari kelompok aset tetap. Keuntungan atau kerugian dari penjualan aset tetap tersebut dibukukan dalam laba rugi.
Aset dalam penyelesaian dinyatakan sebesar biaya perolehan. Biaya perolehan tersebut termasuk biaya pinjaman yang terjadi selama masa pembangunan yang timbul dari utang yang digunakan untuk pembangunan aset tersebut. Akumulasi biaya perolehan akan dipindahkan ke masing-masing aset tetap yang bersangkutan pada saat pembangunan selesai dan siap digunakan.
q. Goodwill
Goodwill yang timbul dari kombinasi bisnis diakui sebagai aset pada tanggal diperolehnya pengendalian (tanggal akuisisi). Goodwill diukur sebagai selisih dari imbalan yang dialihkan, jumlah setiap kepentingan nonpengendali pihak yang diakuisisi dan nilai wajar dari kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki pihak pengakuisisi pada pihak yang diakuisisi (jika ada) atas jumlah selisih bersih dari aset teridentifikasi yang diperoleh dan liabilitas yang diambil alih pada tanggal akuisisi.
Jika setelah penilaian kembali, kepemilikan Grup pada nilai wajar aset bersih yang teridentifikasi dari pihak yang diakuisisi melebihi imbalan yang dialihkan, jumlah setiap kepentingan nonpengendali pihak yang diakuisisi dan nilai wajar dari kepentingan ekuitas yang sebelumnya dimiliki pihak pengakuisisi pada pihak yang diakuisisi (jika ada), selisihnya diakui segera dalam laba atau rugi sebagai pembelian dengan diskon.
Untuk tujuan uji penurunan nilai, goodwill dialokasikan pada setiap unit penghasil kas dari Grup yang diharapkan memberikan manfaat dari sinergi kombinasi bisnis tersebut. Unit penghasil kas yang telah memperoleh alokasi goodwill diuji penurunan nilainya secara tahunan, dan ketika terdapat indikasi bahwa unit tersebut mengalami penurunan nilai. Jika jumlah terpulihkan dari unit penghasil kas kurang dari jumlah tercatatnya, rugi penurunan nilai dialokasikan pertama untuk mengurangi jumlah tercatat aset atas setiap goodwill yang dialokasikan pada unit dan selanjutnya ke aset lainnya dari unit dibagi prorata atas dasar jumlah tercatat setiap aset dalam unit tersebut. Rugi penurunan nilai yang diakui atas goodwill tidak dapat dibalik pada periode berikutnya.
Pada pelepasan unit penghasil kas yang relevan, jumlah yang dapat diatribusikan dari goodwill termasuk dalam penentuan laba atau rugi atas pelepasan.
Kebijakan grup untuk goodwill yang berasal dari akuisisi dari entitas asosiasi tercermin pada Catatan 3k.
r. Penurunan Nilai Aset Non-Keuangan Kecuali Goodwill
Pada setiap akhir periode pelaporan, Grup menelaah nilai tercatat aset non-keuangan untuk menentukan apakah terdapat indikasi bahwa aset tersebut telah mengalami penurunan nilai. Jika terdapat indikasi tersebut, nilai yang dapat diperoleh kembali dari aset diestimasi untuk menentukan tingkat kerugian penurunan nilai (jika ada).
Bila tidak memungkinkan untuk mengestimasi nilai yang dapat diperoleh kembali atas suatu aset individu, Grup mengestimasi nilai yang dapat diperoleh kembali dari unit penghasil kas atas aset.
Perkiraan jumlah yang dapat diperoleh kembali adalah nilai tertinggi antara nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual dan nilai pakai. Dalam menilai nilai pakai, estimasi arus kas masa depan didiskontokan ke nilai kini menggunakan tingkat diskonto sebelum pajak yang menggambarkan penilaian pasar kini dari nilai waktu uang dan risiko spesifik atas aset yang mana estimasi arus kas masa depan belum disesuaikan.
Jika jumlah yang dapat diperoleh kembali dari aset non-keuangan (unit penghasil kas) kurang dari nilai tercatatnya, nilai tercatat aset tersebut dikurangi menjadi sebesar nilai yang dapat diperoleh kembali dan rugi penurunan nilai diakui langsung ke laba rugi.
s. Sewa
Sewa diklasifikasi sebagai sewa pembiayaan jika sewa tersebut mengalihkan secara substansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengan kepemilikan aset. Sewa lainnya, yang tidak memenuhi kriteria tersebut, diklasifikasikan sebagai sewa operasi.
Sebagai lessor
Pendapatan sewa dari sewa operasi diakui sebagai pendapatan dengan dasar garis lurus selama masa sewa. Biaya langsung awal yang terjadi dalam proses negosiasi dan pengaturan sewa operasi ditambahkan ke jumlah tercatat dari aset sewaan dan diakui dengan dasar garis lurus selama masa sewa.
Sebagai lessee
Pembayaran sewa operasi diakui sebagai beban dengan dasar garis lurus selama masa sewa, kecuali terdapat dasar sistematis lain yang dapat lebih mencerminkan pola waktu dari manfaat aset yang dinikmati lessee. Rental kontinjen dibebankan pada periode terjadinya. t. Aset Tak Berwujud - Hak Atas Tanah
Biaya legal pengurusan hak atas tanah pada saat perolehan tanah tersebut diakui sebagai bagian dari biaya perolehan aset.
Biaya pembaruan atau pengurusan perpanjangan hak atas tanah diakui sebagai aset tak berwujud dan diamortisasi selama periode hak atas tanah sebagaimana tercantum dalam kontrak atau umur ekonomis aset, mana yang lebih pendek.
u. Beban Ditangguhkan
Beban yang terjadi sehubungan dengan perolehan dan ijin pemakaian software dicatat berdasarkan biaya perolehan setelah dikurangi akumulasi amortisasi. Amortisasi dihitung dengan menggunakan metode garis lurus berdasarkan taksiran manfaat ekonomis antara tiga hingga lima tahun.
v. Provisi
Jumlah yang diakui sebagai provisi merupakan estimasi terbaik dari pertimbangan yang diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban kini pada akhir periode pelaporan, dengan mempertimbangkan risiko dan ketidakpastian yang meliputi kewajibannya. Apabila suatu provisi diukur menggunakan arus kas yang diperkirakan untuk menyelesaikan kewajiban kini, maka nilai tercatatnya adalah nilai kini dari arus kas.
Ketika beberapa atau seluruh manfaat ekonomi untuk penyelesaian provisi yang diharapkan dapat dipulihkan dari pihak ketiga, piutang diakui sebagai aset apabila terdapat kepastian bahwa penggantian akan diterima dan jumlah piutang dapat diukur secara andal.
w. Biaya Pinjaman
Biaya pinjaman yang dapat diatribusikan secara langsung dengan perolehan, konstruksi atau pembuatan aset kualifikasian, merupakan aset yang membutuhkan waktu yang cukup lama agar siap untuk digunakan atau dijual, ditambahkan pada biaya perolehan aset tersebut, sampai dengan saat selesainya aset secara substansial siap untuk digunakan atau dijual.
Penghasilan investasi diperoleh atas investasi sementara dari pinjaman yang secara spesifik belum digunakan untuk pengeluaran aset kualifikasian dikurangi dari biaya pinjaman yang dikapitalisasi
Biaya pinjaman lainnya diakui dalam laba rugi pada periode terjadinya. x. Pengakuan Pendapatan dan Beban
Pendapatan hotel
Pendapatan hotel diakui pada saat jasa diberikan atau pada saat hotel telah memindahkan risiko dan manfaat kepemilikan barang kepada pelanggan.
Pendapatan penjualan apartemen
Pendapatan dari penjualan apartemen diakui dengan metode persentase penyelesaian (percentage of completion) apabila seluruh kriteria berikut ini terpenuhi:
proses konstruksi telah melampaui tahap awal, yaitu pondasi bangunan telah selesai dan semua persyaratan untuk memulai pembangunan telah terlampaui;
jumlah pembayaran oleh pembeli telah mencapai 20% dari harga jual yang telah disepakati dan jumlah tersebut tidak dapat diminta kembali oleh pembeli; dan
Jumlah pendapatan penjualan dan biaya unit bangunan dapat diestimasi dengan andal Apabila persyaratan tersebut di atas belum terpenuhi seluruhnya, maka uang yang diterima dari pembeli diakui sebagai uang muka.
Pendapatan jasa
Pendapatan dari kontrak atas penyediaan jasa dengan acuan pada tingkat penyelesaian berdasarkan kontrak.
Beban
Beban diakui pada saat terjadinya dengan menggunakan dasar akrual. y. Imbalan Pasca kerja
Grup membukukan imbalan pasca kerja imbalan pasti untuk karyawan seusuai dengan Undang Undang Ketenagakerjaan No. 13/2013.
Sebagai dampak atas penerapan PSAK 24 (Revisi 2013), Imbalan Kerja yang berlaku efektif untuk periode tahun buku yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2015, mulai tahun buku 2015, liabilitas yang diakui di laporan posisi keuangan konsolidasian adalah nilai kini liabilitas imbalan pasti pada tanggal laporan posisi keuangan konsolidasian sesuai dengan UU 13/2003, dikurangi dengan nilai wajar aset program pensiun , jika ada. Sebelum tahun buku 2015, liabilitas yang disebutkan di atas mencakup penyesuaian terhadap keuntungan atau kerugian aktuarial yang belum diakui dan penyesuaian atas biaya jasa lalu yang belum diakui.
Sebagai dampak dari perubahan kebijakan akuntansi ini, keuntungan atau kerugian aktuarial diakui dalam pendapatan komprehensif lainnya dan penyesuaian atas biaya jasa lalu diakui dalam laba rugi dengan ketentuan transisi yang berlaku.
Liabilitas imbalan pasti dihitung oleh aktuaris independen dengan menggunakan metode Projected Unit Credit. Nilai kini liabilitas imbalan pasti ditentukan dengan mendiskontokan estimasi arus kas keluar masa depan dengan menggunakan tingkat bunga Obligasi Pemerintah (dengan pertimbangan saat ini tidak ada pasar aktif untuk Obligasi korporasi berkualitas tinggi) dalam mata uang Rupiah, sama dengan mata uang dimana imbalan tersebut akan dibayarkan, dan yang memiliki jangka waktu yang mendekati jangka waktu liabilitas imbalan pensiun yang bersangkutan.
Biaya jasa kini diakui sebagai beban periode berjalan.
Mulai tahun buku 2015, sehubungan dengan penerapan PSAK 24 (revisi 2013) yang telah disebutkan di atas, Grup mengubah kebijakan akuntansi terkait pengakuan keuntungan atau kerugian aktuarial dan penyesuain jasa lalu
Keuntungan atau kerugian actuarial
Grup mengakui seluruh keuntungan atau kerugian aktuarial melalui pendapatan komprehensif lainnya. Sebelum tahun buku 2015, keuntungan atau kerugian aktuarial yang timbul dari penyesuaian, perubahan dalam asumsi – asumsi aktuarial, dan perubahan dalam program pensiun pasti yang jumlahnya melebihi jumlah yang lebih besar antara 10% dari nilai kini imbalan pasti atau 10% dari nilai wajar aset program, jika didanai, dikreditkan atau dibebankan ke laporan laba konsolidasian selama rata-rata sisa masa kerja yang diharapkan dari karyawan.
Penyesuaian biaya jasa lalu
Grup mengakui seluruh penyesuaian jasa lalu melalui laba rugi. Sebelum tahun buku 2015, dalam hal biaya jasa lalu terkait atas perubahan terhadap program pensiun yang mengharuskan karyawan tetap bekerja selama periode waktu tertentu untuk mendapatkan hak tersebut (periode vesting), maka biaya jasa lalu diamortisasi secara garis lurus sepanjang periode vesting.
Lihat catatan 36 sebagai dampak terhadap perubahan kebijakan akuntansi yang dijelaskan diatas.
z. Pajak Penghasilan
Beban pajak kini ditentukan berdasarkan laba kena pajak dalam tahun yang bersangkutan yang dihitung berdasarkan tarif pajak yang berlaku.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diakui atas konsekuensi pajak periode mendatang yang timbul dari perbedaan jumlah tercatat aset dan liabilitas menurut laporan keuangan dengan dasar pengenaan pajak aset dan liabilitas, kecuali perbedaan yang berhubungan dengan pajak penghasilan final. Liabilitas pajak tangguhan diakui untuk semua perbedaan temporer kena pajak dan aset pajak tangguhan diakui untuk perbedaan temporer yang boleh dikurangkan, sepanjang besar kemungkinan dapat dimanfaatkan untuk mengurangi laba kena pajak pada masa datang.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan diukur dengan menggunakan tarif pajak yang diekspektasikan berlaku dalam periode ketika liabilitas diselesaikan atau aset dipulihkan dengan tarif pajak (dan peraturan pajak) yang telah berlaku atau secara substantif telah berlaku pada akhir periode pelaporan.
Pengukuran aset dan liabilitas pajak tangguhan mencerminkan konsekuensi pajak yang sesuai dengan cara Grup ekspektasikan, pada akhir periode pelaporan, untuk memulihkan atau menyelesaikan jumlah tercatat aset dan liabilitasnya.
Jumlah tercatat aset pajak tangguhan dikaji ulang pada akhir periode pelaporan dan dikurangi jumlah tercatatnya jika kemungkinan besar laba kena pajak tidak lagi tersedia dalam jumlah yang memadai untuk mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan tersebut.
Aset dan liabilitas pajak tangguhan saling hapus ketika entitas memiliki hak yang dapat dipaksakan secara hukum untuk melakukan saling hapus aset pajak kini terhadap liabilitas pajak kini dan ketika aset pajak tangguhan dan liabilitas pajak tangguhan terkait dengan pajak penghasilan yang dikenakan oleh otoritas perpajakan yang sama serta Grup yang berbeda yang bermaksud untuk memulihkan aset dan liabilitas pajak kini dengan dasar neto.
Pajak kini dan pajak tangguhan diakui sebagai beban atau penghasilan dalam laba rugi, kecuali sepanjang pajak penghasilan yang berasal dari transaksi atau kejadian yang diakui, diluar laba rugi (baik dalam pendapatan komprehensif lain maupun secara langsung di ekuitas), dalam hal tersebut pajak juga diakui di luar laba rugi atau yang timbul dari akuntansi awal atau kombinasi bisnis. Dalam kasus kombinasi bisnis, pengaruh pajak termasuk dalam akuntansi kombinasi bisnis.
Untuk pendapatan yang dikenakan pajak penghasilan final, beban pajak diakui secara proporsional dengan jumlah pendapatan yang diakui pada periode berjalan. Selisih antara jumlah pajak penghasilan final yang terutang dengan jumlah yang dibebankan diakui sebagai pajak dibayar di muka atau utang pajak.
aa. Laba per Saham
Laba per saham dasar dihitung dengan membagi laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk dengan jumlah rata-rata tertimbang saham yang beredar pada periode yang bersangkutan.
Grup tidak menghitung laba per saham dilusian karena tidak terdapat efek berpotensi saham biasa yang bersifat dilutif.
bb. Informasi Segmen
Segmen operasi diidentifikasi berdasarkan laporan internal mengenai komponen dari Grup yang secara regular ditelaah oleh pengambil keputusan operasional dalam rangka mengalokasikan sumber daya dan menilai kinerja segmen operasi.
Segmen operasi adalah suatu komponen dari entitas:
a) yang terlibat dalam aktivitas bisnis yang mana memperoleh pendapatan dan menimbulkan beban (termasuk pendapatan dan beban terkait dengan transaksi dengan komponen lain dari entitas yang sama);
b) yang hasil operasinya dikaji ulang secara regular oleh pengambil keputusan operasional untuk membuat keputusan tentang sumber daya yang dialokasikan pada segmen tersebut dan menilai kinerjanya; dan
c) dimana tersedia informasi keuangan yang dapat dipisahkan.
Informasi yang digunakan oleh pengambil keputusan operasional dalam rangka alokasi sumber daya dan penillaian kinerja terfokus pada kategori dari setiap bisnis.
4. PERTIMBANGAN AKUNTANSI DAN ESTIMASI AKUNTANSI YANG PENTING
Dalam penerapan kebijakan akuntansi Grup, yang dijelaskan dalam Catatan 3, direksi membuat penilaian, estimasi dan asumsi tentang jumlah tercatat aset dan liabilitas yang tidak tersedia dari sumber lain. Estimasi dan asumsi yang terkait didasarkan pada pengalaman historis dan faktor-faktor lain yang dianggap relevan. Hasil aktualnya mungkin berbeda dari estimasi tersebut. Estimasi dan asumsi yang mendasari ditelaah secara berkelanjutan. Revisi estimasi akuntansi diakui dalam periode yang perkiraan tersebut direvisi jika revisi hanya mempengaruhi periode itu, atau pada periode revisi dan periode masa depan jika revisi mempengaruhi kedua periode saat ini dan masa depan.
Pertimbangan Penting dalam Penerapan Kebijakan Akuntansi
Dalam proses penerapan kebijakan akuntansi yang dijelaskan Catatan 3, tidak terdapat pertimbangan akuntansi yang memiliki dampak signifikan pada jumlah yang diakui dalam laporan keuangan konsolidasian..
Sumber Estimasi Ketidakpastian
Asumsi utama mengenai masa depan dan sumber estimasi ketidakpastian utama lainnya pada akhir periode pelaporan, yang memiliki risiko signifikan yang mengakibatkan penyesuaian material terhadap jumlah tercatat aset dan liabilitas dalam keuangan periode depan dijelaskan dibawah ini:
a. Rugi Penurunan Nilai Pinjaman Diberikan dan Piutang
Grup menilai penurunan nilai pinjaman diberikan dan piutang pada setiap tanggal pelaporan. Dalam menentukan apakah rugi penurunan nilai harus dicatat dalam laba rugi, manajemen membuat penilaian, apakah terdapat bukti objektif bahwa kerugian telah terjadi. Manajemen juga membuat penilaian atas metodologi dan asumsi untuk memperkirakan jumlah dan waktu arus kas masa depan yang ditelaah secara berkala untuk mengurangi perbedaan antara estimasi kerugian dan kerugian aktualnya.
b. Taksiran Masa Manfaat Ekonomis Aset Tetap dan Properti Investasi
Masa manfaat setiap aset tetap dan properti investasi Grup ditentukan berdasarkan kegunaan yang diharapkan dari aset tersebut. Estimasi ini ditentukan berdasarkan evaluasi teknis internal dan pengalaman atas aset sejenis. Masa manfaat setiap aset direview secara periodik dan disesuaikan apabila prakiraan berbeda dengan estimasi sebelumnya karena keausan, keusangan teknis dan komersial, hukum atau keterbatasan lainnya atas pemakaian aset. Namun terdapat kemungkinan bahwa hasil operasi dimasa mendatang dapat dipengaruhi secara signifikan oleh perubahan atas jumlah serta periode pencatatan biaya yang diakibatkan karena perubahan faktor yang disebutkan di atas.
Perubahan masa manfaat aset tetap dan properti investasi dapat mempengaruhi jumlah biaya penyusutan yang diakui dan penurunan nilai tercatat aset tersebut.
c. Imblan Pensiun
Penentuan liabilitas imbalan pensiun tergantung pada pemilihan asumsi tertentu yang digunakan oleh aktuaris dalam menghitung jumlah liabilitas tersebut. Asumsi tersebut termasuk antara lain tingkat diskonto dan tingkat kenaikan gaji. Realisasi yang berbeda dari asumsi Grup diakumulasi dan diamortisasi selama periode mendatang dan akibatnya akan berpengaruh terhadap jumlah biaya serta liabilitas yang diakui di masa mendatang. Walaupun asumsi Grup dianggap tepat dan wajar, namun perubahan signifikan pada kenyataannya atau perubahan signifikan dalam asumsi yang digunakan dapat berpengaruh secara signifikan terhadap liabilitas imbalan pensiun Grup.
d. Realisasi Aset Pajak Tangguhan
Nilai tercatat dari aset pajak tangguhan ditelaah pada akhir periode pelaporan dan diturunkan apabila tidak ada lagi kemungkinan jumlah laba fiskal yang cukup tersedia untuk mengkompensasikan sebagian atau seluruh aset pajak tangguhan yang akan dimanfaatkan.