• Tidak ada hasil yang ditemukan

Ketentuan Umum macam-macam Kabel Listrik

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Ketentuan Umum macam-macam Kabel Listrik"

Copied!
44
0
0

Teks penuh

(1)

1

KETENTUAN UMUM

MACAM-MACAM KABEL LISTRIK

DOSEN PENGAJAR:

Ir.ZainuddinIdris

DISUSUN OLEH:

NAMA

:

- ACHMAD ZULKIFLI

: 061130310145

- AGYL ADREAN P.B

: 061130310146

- AIDIL RIZKY SAPUTRA : 061130310147

KELAS

:

2 L.A

KELOMPOK

:

1 (Satu)

PoliteknikNegeriSriwijaya Palembang

TahunAjaran 2011-2012

(2)

2

PENGESAHAN LAPORAN

Palembang, 01-07 2012

___________________

Ir.ZainuddinIdris

NIP :

195711251989031001

PoliteknikNegeriSriwijaya Palembang

TahunAjaran 2011-2012

(3)

3

Pengertian Kabel

Kabel di dunia elektronika atau kelistrikan sudah tidak asing lagi,kabel yang

digunakan

dalam

teknik

elektronika

dan

kelistrikan

banyak

sekaliragamnya.Karena

bahan-bahan

isolasi

plastik

masih

terus

berkembang,selalu ada saja tambahan jenis kabel yang baru.Kawat dan kabel

listrik merupakanmedia penghantar tenaga listrikdari sumber tenaga listrik ke

peralatan yang menggunakan tenaga listrikatau menghubungkan suatu peralatan

listrik ke peralatan listrik lainnya.

Jenis Konduktor

Ada 2 jenis utama bahan yang dipakai keuntuk konduktor yakni aluimnium dan

tembaga,masing-masing mempunyai keuntungan dan kerugian secara khusus.

A.Tembaga

- Mempunyai daya hantar (konduktivitas) yang tinggi persatuan luas

- Mudah disambung secara mekanik dan disolder

- Harganya lebih mahal

- Tahan terhadap korosi

- Lebih kuat daripada aluminium

B. Aluminium

- Mempunyai daya hantar tinggi per satuan berat

- Harus dilengkapi dengan satuan sambungan dengan perekat/lem atau las

aluminium suatu isolator

- Lebih murah daripada tembaga, tetapi koefisien muai harus diperhitungkan

jika disambung

- Tidak tahan terhadap korosi

- Lebih lemah daripada tembaga

- Jika dipakai dalam instalasi seperti instalasi kabel,kabel aluminium

biasanya diatambahkan kekuatannya jika dipasang pada besi

- Untuk kabel pengangkat dipakai kabel aluminium yang panjangdan tipis

- Kabel aluminium membutuhkan suatu radius pembengkokan yang lebih

(4)

4

Pengertian penghantar, kabel dan kawat penghantar

Sebagai pendahuluan, ada baiknya kita mengetahui terlebih dahulu perbedaan arti

antara ketiga istilah diatas. Penghantar ialah suatu benda yang berbentuk logam

ataupun non logam yang bersifat konduktor atau dapat mengalirkan arus listrik

dari satu titik ke titik yang lain. Penghantar dapat berupa kabel ataupun berupa

kawat penghantar.

Kabel ialah penghantar logam yang dilindungi dengan isolasi.Bila jumlah

penghantar logam tadi lebih dari satu maka keseluruhan kabel yang berisolasi tadi

dilengkapi lagi dengan selubung pelindung.Contohnya kabel listrik yang dipakai

di rumah. Bila kabel tersebut “dikupas” maka akan kelihatan sebuah selubung

(biasanya berwarna putih) yang membungkus beberapa inti kabel yang terisolasi

(2 atau 3 inti) dimana masing-masing inti memiliki warna isolasi yang berbeda.

Sedangkan kawat penghantar ialah penghantar yang juga logam tetapi tidak diberi

isolasi. Contohnya ialah kawat grounding pada instalasi penangkal petir atau

kawat penghantar pada sistem transmisi listrik tegangan menengah dan tinggi

milik PLN .

*Manfaat Kabel

Secara umum, kabel memiliki fungsi sebagai media transimisi yang berperan

untuk mempercepat penyampaian pesan.Setiap kabel memiliki spesialisasi fungsi

yang berbeda-beda.Kabel tembaga seringkali digunakan sebagai penghubung ke

jaringan telepon dan Ethernet.Kabel koaksial sering kita gunakan pada televisi dan

radio.Sedangkan, kabel fiber optik sering kita gunakan sebagai jalinan

penghubung bawah laut (underwater lines) merupakan media transmisi antar

samudera, qube, dan video pay per view.

*Kelebihan

1. Kabel Tembaga. Beberapa kelebihan dari kabel tembaga, antara lain

adalah harganya murah, instalasinya mudah, mudah didapat, dan fleksibel,

menggunakan satu medium untuk semua.

2. Kabel Koaksial. Beberapa kelebihan dari kabel koaksial adalah kapasitas

bandwith dan jangkauan transmisi yang lebih besar, pengiriman informasi

yanglebih cepat, dan lebih murah dari serat optik.

3. Kabel Serat Optik. Beberapa kelebihan dari kabel serat optik adalah

berukuran tipis dan berdiameter sehelai rambut manusia, dapat

mentransmisikan sinyal cahaya, kapasitas bandwidth dan kecepatan

transmisi yang sangat besar, mencapai terabyte, mudah untuk dibawa,

serta tidak rentan terhadap gangguan frekuensi listrik.

(5)

5

*Kelemahan

1. Kabel Tembaga. Beberapa kelemahan dari kabel tembaga adalah rentan

terhadap gangguan frekuensi listrik dan radio, tidak dapat

mentransmisikan sinyalcahaya, dan kapasitas bandwithnya yang kecil.

2. Kabel Koaksial. Beberapa kelemahan dari kabel koaksial adalah sulit

dalam instalasinya, sering mengakibatkan masalah dalam koneksi jika

kedua ujungnya tidak di ground dengan baik, dan lebih mahal jika

dibandingkan dengan kabel tembaga.

3. Kabel Serat Optik. Beberapa kelemahan dari kabel serat optik adalah

harganya yang mahal termasuk peralatan khusus untuk penyambungannya,

serta konstruksinya yang lemah sehingga memerlukan lapisan penguat

untuk proteksi.

Jenis kabel listrik yang umum dipakai dan nomenklatur-nya

Dalam instalasi listrik perumahan, paling tidak ada 3 jenis kabel listrik yang

paling umum digunakan yaitu kabel jenis NYA, NYM dan NYY.

Istilah NYA, NYM dan NYY ini merupakan tata nama atau nomenklatur pada

kabel. PUIL 2000 (Persyaratan Umum Instalasi Listrik tahun 2000) dalam

lampiran C menjelaskan mengenai tata nama (nomenklatur) kabel ini. Dari

lampiran tersebut, kabel NYA, NYM dan NYY berarti kabel standar

berpenghantar tembaga (huruf “N”) dan berselubung isolasi dari PVC (Poli Vinil

Chlorid) (huruf “Y”).

Jenis-jenis kabel dinyatakan dengan singkatan-singkatan, terdiri darisejumlah

huruf, dan kadang juga angka. Karena banyaknya jenis kabel yang adasering tidak

mudah untuk mengenali konstruksi suatu kabel hanya dari nama dansingkatannya

saja tanpa ketarangan tambahan, sekalipun nama singkatan itudisusun suatu

(6)

6

sumber tertentu.Kabel adalah panjang dari satu atau lebih inti penghantar (urat),

baik yangberbentuk solid maupun serabut yang masing-masing dilengkapi

denganisolasinya sendiri dan membentuk suatu kesatuan. Lihat PUIL PASAL

110-113;110-K1 S/D K4 penyatuan atau penggabungan satu atau lebih inti-inti

padaumumnya dilengkapi dengan selubung, atau mantel pelindung. Lihat

gambardibawah ini:

Dengan demikian ada tiga hal pokok dari kabel yaitu:

1. konduktor atau penghantar merupakan media untuk menghantarkan listrik

2. isolasi merupakan bahan dielektrik untuk mengisolir dari yang satu

terhadapyang lain dan juga terhadap lingkungan-lingkungannya.

3. pelingdung luar memberikan perlindungan terhadap kerusakan

mekanis,pengaruh bahan kimia, elektrolisis, api atau gangguan dari

pengaruh-pengaruh lainnya yang merugikan.

(7)
(8)
(9)

9

Kabel Pentanahan

Kabel pentanahan aluminium biasanya tarikannya keras/kuat tetapi seharusnya

kekuatan mekaniknya rendah, hanya cocok untuk garis pendek (kabel dengan

jarak pendek) dimana pendukung relatif jaraknya dapat (pas)

Dimana panjang rentangan yang diperlukan jenis lain dari konstruksi aluminium

harus betul-betul dipertimbangkan.

Disini termasuk konduktor aluminium diperkuat dengan baja, dengan jalan lain

(jalan manan suatu inti baja adalah dilapisi dengan aluminium dengan suatu

proses pemanasan/pencelupan (proses pencelupan panas).

Ini memberikan baja tambahan daya hantar dan tahanan korosi yang besar.

Inti single (satu inti), kabel pentanahan, isolasi PVC, 0,6/1 KV mempunyai suatu

konduktor dari baja tembaga dengan tarikan kuat yang memberikan kekuatan

mekanik super (baik sekali) dibanding dengan tembaga normal yang dipakai

untuk kabel lain.

Kabel ini umumnya dipakai sebagai suatu penghantar pentanahan domestik dan

dapat juga dibeli sebagai konduktor aluminium dengan tarikan yang kuat.

Inti dua, kabel pentanahan pada jaringan paralel, isolasi PVC, mempunyai suatu

konstruksi inti sederhana diatas kabel, tetapi jika dua sampai empat penghantar

pentanahan diperlukan, mungkin baik sekali atau cocok dan tepat untuk kedua

instalasi dan terpusat pada pemakaian instalasi jaringan pentanahan.

(10)

10

Jenis lain sering dipakai dalam instalasi domestik adalah kabel pentanahan yang

berliku-liku yang merupakan hal sederhana tetapi belitan dalam pabrik dalam

pembuatannya memberikan suatu bentuk atau rupa yang rapi jika dipasang dalam

instalasi.

Kabel penarik dalam pertambangan

Konduktor disini dikuatkan dengan lapisan tembaga timah, pelapisan ini

digunakan untuk mencegah isolasi karet akan bereaksi dengan konduktor

tembaga.

Banyak untaian kawat tembaga dengan diameter kecil yang memberikan suatu

fleksibelitas atau sifat kelenturan tingkat tinggi.

Beberapa jenis dari kabel pertambangan mempunyai jaringan pentanahan atau

jalinan helaian kawat tembaga dengan suatu tenunan atau rajutan kain yang

merupakan suatu anyaman.

Rajutan kain yang merupakan anyaman ini mengelilingi secara utuh pada

konduktor didalam kabel yang memberikan tambahan keamanan pada lokasi

berbahaya.

. Ukuran kawat dan kabel

Kawat atau kabel listrik dibuat seperti ketetapan ukuran sepertiketetapan AWG

(American Wire Gage).dengna membesarnya ukurandiameter kawat atau kabel

nomer ukurannya mengecil atau sebaliknya.

Gambar alat untuk menentukan ukuran kawat atau kabel:

Kawat atau kabel yang akan diukur dimasukankedalam celah (slot) dengansyarat

dapat bebas bergerak radial tanpa dipaksa, ukuran kawat atau kabeltersebut tertera

pada slot.

(11)

11

Tabel ukuran kawat

Cross section

Ohm per 1,000 ft

Gage

Number

Diameter

(mils)

Circular

mils

Square

inches

0

25 C

0

(77 f)

0

65 C

0

(149 f)

0000

460.0

212.000.0

0.166

0.0500

0.0577

000

410.0

168.000.0

0.132

0.0630

0.0727

00

365.0

133.000.0

0.105

0.0795

0.0917

0

325.0

106.000.0

0.0829

0.100

0.116

1

289.0

83.700.0

0.0657

0.126

0.146

2

258.0

66.400.0

0.0521

0.159

0.184

3

229.0

52.600.0

0.0413

0.201

0.232

4

204.0

41.700.0

0.0328

0.253

0.292

5

182.0

33.100.0

0.0260

0.319

0.369

6

162.0

26.300.0

0.0206

0.403

0.465

7

144.0

20.800.0

0.0164

0.508

0.586

8

128.0

16.500.0

0.0130

0.641

0.739

9

114.0

13.100.0

0.0103

0.080

0.932

10

102.0

10.400.0

0.00815

1.02

1.18

11

91.0

8.230.0

0.00647

1.28

1.48

12

81.0

6.530.0

0.00513

1.62

1.87

13

72.0

5.180.0

0.00407

2.04

2.36

14

64.0

4.110.0

0.00323

2.58

2.97

15

57.0

3.260.0

0.00256

3.25

3.75

16

51.0

2.580.0

0.00203

4.09

4.73

17

45.0

2.050.0

0.00161

5.16

5.96

18

40.0

1.620.0

0.00128

6.51

7.51

19

36.0

1.290.0

0.00101

8.21

9.48

20

32.0

1.020.0

0.000802

10.4

11.9

21

28.5

810.0

0.000636

13.1

15.1

(12)

12

22

25.3

642.0

0.000505

16.5

19.0

23

22.6

506.0

0.000400

20.8

24.0

24

20.1

404.0

0.000317

26.2

30.2

25

17.9

320.0

0.000252

33.0

38.1

26

15.9

254.0

0.000200

41.6

38.0

27

14.2

202.0

0.000158

52.5

60.6

28

12.6

160.0

0.000126

66.2

76.4

29

11.3

127.0

0.0000995

83.4

96.3

30

10.0

101.0

0.0000789

105.0

121.0

31

8.9

79.7

0.0000626

133.0

153.0

32

8.0

63.2

0.0000496

167.0

193.0

33

7.1

50.1

0.0000394

211.0

243.0

34

6.3

39.8

0.0000312

266.0

307.0

35

5.6

31.5

0.0000248

335.0

387.0

36

5.0

25.0

0.0000196

324.0

488.0

37

4.5

19.8

0.0000156

533.0

616.0

38

4.0

15.7

0.0000123

673.0

776.0

39

3.5

12.5

0.0000098

848.0

979.0

40

3.1

9.9

0.0000078

1.070.0

1.230.0

Kuat Hantar Arus (KHA)

Kabel listrik mempunyai ukuran luas penampang inti kabel yang berhubungan

dengan kapasitas penghantaran arus listriknya.Dalam istilah PUIL, besarnya

kapasitas hantaran kabel dinamakan dengan Kuat Hantar Arus (KHA).

Ukuran kabel dan KHA-nya sebaiknya kita pahami dengan baik untuk

menentukan pemilihan kabel yang sesuai dengan kapasitas instalasi listrik rumah

kita. Besar kapasitas daya listrik dalam suatu instalasi listrik rumah berhubungan

dari berapa besar langganan listrik dari PLN. Dalam hal ini adalah berapa besar

rating MCB yang terpasang di kWh meter (lihat dalam artikel “

MCB sebagai

Proteksi dan Pembatas Daya Listrik (2)

” untuk detailnya). Besarnya KHA kabel

harus lebih besar dari rating MCB, karena prinsipnya adalah MCB harus trip

sebelum kabelnya terkena masalah.

(13)

13

Arus listrik yang melebihi KHA dari suatu kabel akan menyebabkan kabel

tersebut menjadi panas dan bila melebihi daya tahan isolasinya, maka dapat

menyebabkan rusaknya isolasi. Kerusakan isolasi bisa menyebabkan kebocoran

arus listrik dan akibatnya bisa fatal seperti kesetrum pada manusia atau bahkan

mengakibatkan terjadinya kebakaran.

Faktor lain dalam menentukan pemilihan kabel dengan KHA-nya adalah

mengenai peningkatan kebutuhan daya listrik di masa depan. Bila dalam beberapa

tahun ke depan ternyata ada penambahan daya listrik langganan PLN, tentu lebih

baik sedari awal dipersiapkan kabel dengan ukuran yang sedikit lebih besar untuk

mengakomodasi peningkatan kebutuhan daya listrik ini sehingga menghindari

pekerjaan penggantian kabel. Tetapi perlu diperhatikan juga bila umur kabel

ternyata sudah melewati 10 tahun.Pada kasus ini, pemeriksaan kondisi kabel

dengan lebih teliti sebaiknya dilakukan untuk memastikan kabel masih dalam

kondisi baik.

PUIL 2000 memberikan ketentuan mengenai besarnya diameter dari penghantar

kabel dan maksimum KHA terus-menerus yang diperbolehkan pada kabel tipe

NYA, NYM dan NYY.

(14)

14

Tabel Kuat Hantar Arus Kabel Jenis NYM

Tabel Kuat Hantar Arus Kabel Jenis NYY

(15)

15

Kabel Local Area Network

Pertama kali LAN menggunakan kabel “coaxial”. Kemudian, kabel “twisted pair”

yang digunakan dalam sistem telepon telah mampu membawa frekuensi yang

lebih tinggi dan dapat mendukung trafik LAN. Dan saat ini, kabel fiber optik telah

tampil

sebagai

pilhan

kabel

berkecepatan

sangat

tinggi.

Local Area Network menggunakan empat tipe kabel :

 Coaxial

 Unshielded Twisted Pair (UTP)  Shielded Twisted Pair (STP)  Fiber Optik

Kabel Coaxial

Kabel coaxial terdiri dari :

 sebuah konduktor tembaga

 lapisan pembungkus dengan sebuah “kawat ground”.  sebuah lapisan paling luar.

Penggunaan Kabel Coaxial

Kabel coaxial terkadang digunakan untuk topologi bus, tetapi beberapa produk

LAN sudah tidak mendukung koneksi kabel coaxial. Protokol Ethernet LAN yang

dikembangkan menggunakan kabel coaxial:

(16)

16

10Base5 / Kabel “Thicknet” :

 adalah sebuah kabel coaxial RG/U-8.  merupakan kabel “original” Ethernet.  tidak digunakan lagi untuk LAN modern.

10Base2 / Kabel “Thinnet”:

 adalah sebuah kabel coaxial RG/U-58.

 mempunyai diameter yang lebih kecil dari “Thicknet”.  menggantikan “Thicknet”.

 tidak direkomendasikan lagi, tetapi masih digunakan pada jaringan LAN yang sangat kecil.

Unshielded Twisted Pair (UTP)

Kabel “Unshielded twisted pair” (UTP) digunakan untuk LAN dan sistem telepon.

Kabel UTP terdiri dari empat pasang warna konduktor tembaga yang setiap

pasangnya berpilin.Pembungkus kabel memproteksi dan menyediakan jalur bagi

tiap pasang kawat. Kabel UTP terhubung ke perangkat melalui konektor modular

8 pin yang disebut konektor RJ-45. Semua protokol LAN dapat beroperasi melalui

kabel UTP.Kebanyakan perangkat LAN dilengkapi dengan RJ-45.

Kategori UTP

Terdapat 5 kategori (level) untuk kabel UTP. Kategori ini mendukung sinyal suara

berkecepatan rendah (low-speed voice) dan sinyal LAN berkecepatan

tinggi.Kategori 5 UTP direkomendasikan sebagai kategori minimum untuk

instalasi LAN dan cocok untuk topologi star. Tabel berikut menunjukkan

masing-masing kategori :

(17)

17

Kategori

Performansi

(MHz)

Penggunaan

Cat 1

1

Voice, Mainframe, Dumb Terminal

Cat 2

4

4 MB Token Ring

Cat 3

10

10MB Ethernet

Cat 4

20

16 MB Token Ring

Cat 5

100

100 MB Ethernet

Shielded Twisted Pair (STP)

“Shielded twisted pair” adalah jenis kabel telepon yang digunakan dalam

beberapa bisnis instalasi. Terdapat pembungkus tambahan untuk tiap pasangan

kabel (”twisted pair”).Kabel STP juga digunakan untuk jaringan Data, digunakan

pada jaringan Token-Ring IBM.Pembungkusnya dapat memberikan proteksi yang

lebih baik terhadap interferensi EMI.

Kelemahankabel STP

Kabel STP mempunyai beberapa kelemahan :

 Attenuasi meningkat pada frekuensi tinggi.

 Pada frekuensi tinggi, keseimbangan menurun sehingga tidak dapat mengkompensasi timbulnya “crosstalk” dan sinyal “noise”.

(18)

18

Kabel Fiber Optik

Kabel Fiber Optik adalah teknologi kabel terbaru.Terbuat dari glas optik. Di

tengah-tengah kabel terdapat filamen glas, yang disebut “core”, dan di kelilingi

lapisan “cladding”, “buffer coating”, material penguat, dan pelindung

luar.Informasi ditransmisikan menggunakan gelombang cahaya dengan cara

mengkonversi sinyal listrik menjadi gelombang cahaya. Transmitter yang banyak

digunakan adalah LED atau Laser.

Kelebihan menggunakan kabel Fiber Optik

Kabel Fiber Optik mempunyai beberapa kelebihan, diantaranya :

 Kapasitas bandwidth yang besar (gigabit per detik).

 Jarak transmisi yang lebih jauh ( 2 sampai lebih dari 60 kilometer).  Kebal terhadap interferensi elektromagnetik.

Kabel Fiber Optik banyak digunakan pada jaringan WAN untuk komunikasi suara

dan data. Kendala utama penggunaan kabel fiber optik di LAN adalah perangkat

elektroniknya yang masih mahal.Sedangkan harga kabel Fiber Optiknya sendiri

sebanding dengan kabel LAN UTP.

Media komunikasi digital pada dasarnya hanya ada tiga, tembaga, udara dan kaca.

Tembaga kita kenal sebagai media komunikasi sejak lama, telah berevolusi dari

hanya penghantar listrik menjadi penghantar elektromagnetik yang membawa

pesan, suara, gambar dan data digital. Berkembangnya teknologi frekuensi radio

menambah alternatif lain media komunikasi, kita sebut nirkabel atau wireless,

sebuah komunikasi dengan udara sebagai penghantar. Tahun 1980-an kita mulai

mengenal media komunikasi yang lain yang sekarang menjadi tulang punggung

komunikasi dunia, yaitu serat optik, sebuah media yang memanfaatkan pulsa

cahaya dalam sebuah ruang kaca berbentuk kabel, total internal reflection.

(19)

19

Sebuah kabel serat optik dibuat sekecil-kecilnya (mikroskopis) agar tak mudah

patah/retak, tentunya dengan perlindungan khusus sehingga besaran wujud kabel

akhirnya tetap mudah dipasang.Satu kabel serat optik disebut sebagai core.Untuk

satu sambungan/link komunikasi serat optik dibutuhkan dua core, satu sebagai

transmitter dan satu lagi sebagai receiver. Variasi kabel yang dijual sangat

beragam sesuai kebutuhan, ada kabel 4 core, 6 core, 8 core, 12 core, 16 core, 24

core, 36 core hingga 48 core. Satu core serat optik yang terlihat oleh mata kita

adalah masih berupa lapisan pelindungnya (coated), sedangkan kacanya sendiri

yang menjadi inti transmisi data berukuran mikroskopis, tak terlihat oleh mata.

Bentuk kabel dikenal dua macam, kabel udara (KU) dan kabel tanah (KT).Kabel

udara diperkuat oleh kabel baja untuk keperluan penarikan kabel di atas

tiang.Baik KU maupun KT pada lapisan intinya paling tengah diperkuat oleh

kabel khusus untuk menahan kabel tidak mudah bengkok (biasanya serat plastik

yang keras). Di sekeliling inti tersebut dipasang beberapa selubung yang isinya

adalah core serat optik, dilapisi gel (katanya berfungsi juga sebagai racun tikus)

dan serat nilon, dibungkus lagi dengan bahan metal tipis hingga ke lapisan terluar

kabel berupa plastik tebal. Dari berbagai jenis jumlah core, besaran wujud akhir

kabel tidaklah terlalu signifikan ukuran diameternya.

Memotong kabel serat optik sangat mudah, cukup menggunakan gergaji

kecil.Sering terjadi maling-maling tembaga salah mencuri, niatnya mencuri kabel

tembaga yang laku di pasar besi/loak malah menggergaji kabel serat optik.Yang

sulit adalah mengupasnya, namun hal ini dipermudah dengan pabrikan kabel

menyertakan serat nilon khusus di bawah lapisan terluar yang keras sehingga

cukup dikupas sedikit dan nilon tersebut berfungsi membelah lapisan terluar

hingga panjang yang diinginkan untuk dikupas.

Untuk apa dikupas? Tentunya untuk keperluan penyambungan atau terminasi.Kita

lihat dulu bagaimana pulsa cahaya bekerja di dalam serat kaca yang sangat sempit

ini.Kabel serat optik yang paling umum dikenal dua macam, multi-mode dan

single-mode.Transmitter cahaya berupa Light Emitting Diode (LED) atau

Injection Laser Diode (ILD) menembakkan pulsa cahaya ke dalam kabel serat

optik.Dalam kabel multi-mode pulsa cahaya selain lurus searah panjang kabel

juga berpantulan ke dinding core hingga sampai ke tujuan, sisi receiver.Pada kabel

single-mode pulsa cahaya ditembakkan hanya lurus searah panjang kabel.Kabel

(20)

20

single-mode memberi kelebihan kapasitas bandwidth dan jarak yang lebih tinggi,

hingga puluhan kilometer dengan skala bandwidth gigabit.

Inti kaca kabel single-mode umumnya berdiameter 8,3-10 mikron (jauh lebih kecil

dari diameter rambut), dan pada multi-mode berukuran 50-100 mikron. Pulsa

cahaya yang ditembakkan pada single mode adalah cahaya dengan panjang

gelombang 1310-1550nm, sedangkan pada multi-mode adalah 850-1300nm.

(21)

21

Ujung kabel serat optik berakhir di sebuah terminasi, untuk hal tersebut dibutuhkan

penyambungan kabel serat optik dengan pigtail serat optik di Optical Termination Board

(OTB), bisa wallmount atau 1U rackmount. Dari OTB kabel serat optik tinggal disambung

dengan patchcord serat optik ke perangkat multiplexer, switch atau bridge (converter to

ethernet UTP).

Penyambungan kabel serat optik disebut sebagai splicing.Splicing menggunakan alat khusus

yang memadukan dua ujung kabel seukuran rambut secara presisi, dibakar pada suhu tertentu

sehingga kaca meleleh tersambung tanpa bagian coated-nya ikut meleleh.Setelah tersambung,

bagian sambungan ditutup dengan selubung yang dipanaskan.Alat ini mudah dioperasikan,

namun sangat mahal harganya.Inilah sebabnya meskipun harga kabel fiber optik sudah jauh

lebih murah namun alat dan biaya lainnya masih mahal, terutama pada biaya pemasangan

kabel, splicing dan terminasinya.

Pigtail yang disambungkan ke kabel optik bisa bermacam-macam konektornya, yang paling

umum adalah konektor FC.Dari konektor FC di OTB ini kita tinggal menggunakan patchcord

yang sesuai untuk disambungkan ke perangkat. Umumnya perangkat optik seperti switch atau

bridge menggunakan konektor SC atau LC. Cukup menyulitkan ketika menyebut jenis

konektor yang kita kehendaki kepada penjual, FC, SC, ST, atau LC.

Setelah kabel optik terpasang di OTB dilakukan pengujian end-to-end dengan menggunakan

Optical Time Domain Reflectometer (OTDR). Dengan OTDR akan didapatkan kualitas

kabel, seberapa besar loss cahaya dan berapa panjang kabel totalnya. Harga perangkat OTDR

ini sangat mahal, meskipun pengoperasiannya relatif mudah. OTDR ini digunakan pula pada

saat terjadi gangguan putusnya kabel laut atau terestrial antar kota, sehingga bisa ditentukan

di titik mana kabel harus diperbaiki dan disambung kembali.

Untuk keperluan sederhana misalnya sambungan fiber optik antar gedung pada jarak ratusan

meter (hingga 15km) kini teknologi bridge/converter-nya sudah semakin murah dengan

kapasitas 100Mbps, sedangkan untuk full gigabit harga switch/module-switch-nya masih

mahal. Jadi, meskipun harga kabel serat optik sudah di kisaran Rp10.000/m namun total

pemasangannya membengkak karena ada biaya SDM yang menarik dan memasang kabel,

biaya splicing setiap core-nya, pemasangan OTB, pengujian OTDR, penyediaan patchcord

dan perangkat optiknya sendiri (switch/bridge).

(22)

22

Kabel & Penyambung (Connector)

Setelah kita imbas segala fungsi lapisan OSI, mari kita teliti setiap lapisan dan kaitkannya dengan dunia nyata.

Lapisan Fizikal/Physical Layer

Komputer merupakan peralatan utama.Kabel perlu untuk menghubungkan dua atau lebih komputer.Terdapat banyak jenis kabel yang digunakan.Penggunaan kabel bergantung kepada jenis topologi yang kita pilih.Sebagai contoh, untuk Ethernet, kita boleh guna kabel RG58, RG8/9 atau UTP. Bagi Cecincin Token (Token Ring), kita perlu guna kabel UTP dan STP.

Disini diberikan spesifikasi kabel yang dipakai guna di dalam rangkaian Ethernet.

10Base5 (thick coaxial type RG-8) - Thick Wire/ThickNet

1. Bermaksud 10 Mb/s, isyarat jalur asas (baseband singaling). Isyarat jenis jalur asas (baseband) merupakan isyarat digital yang dihantar tanpa sebarang perubahan. Ini menyebabkan isyarat jenis ini hanya mempunyai satu saluran (channel) di dalam suatu masa. Panjang maksimal ialah 500 Meter (1,640 kaki). Mula diperkenalkan dalam tahun 1980 dan masih digunakan sebagai tulang belakang (backbone) segmen untuk disambung ke dalam sistem Ethernet kerana ianya murah. Walau bagaimana pun ianya hanya sesuai untuk kelajuan sehingga 10 Mbps. Sila rujuk gambar 1 dan 2

2. Jarak minima 2.5 meter diantara MAUs (Medium attachment units). Sekiranya jarak antara MAU kurang, maka kepincangan rangkaian akan berlaku

3. Maksimal 100 MAUs. Mau disini berfungsi sebagai penghantar-terima (transceiver). Kabel AUI (Attachment Unit Interface) atau lebih dikenali dengan kabel transceiver. Kabel AUI 15 pin jenis Male disambung ke MAU dan 15 pin Female disambung kepada DTE. Panjang maksimal kabel AUI adalah 50 meter. Gambar 3 menunjukkan contoh kabel dan penyambung AUI

4. Penyambung (connector) yang digunakan untuk menyambungkan kabel dari 10Base5 ialah dari jenis Coaxial tap atau lebih dikenali dengan panggilan Vampiretap. Ia dipanggil Vampire kerana kita perlu menebuk lubang pada kabel tersebut dan penyambung Vampire yang mempunyai tiga jarum panjang dan akan dimasukkan ke dalam lubang tersebut. Satu jarum ditebuk mengenai kepada pusat wayar. Dua jarum lagi kena pada wayar diluar

5. Memerlukan penamat (terminator) 50-ohm dikedua-dua hujung kabel dan perlu dibumikan (grounded) di salah satu penghujungnya untuk keselamatan dari kejutan elektrik (electrical safety). Jangan sesekali membumikan kedua-dua hujung kabel tersebut kerana ia akan menganggu isyarat Ethernet yang berada di dalam kabel tersebut.

6. Sekiranya sistem rangkaian mengalami kepincangan seperti terlalu lembab (slow) kerosakan mungkin disebabkan oleh sambungan di coaxial tap (vampire connector) mengalami kerosakan atau mungkin juga ethernet kad di dalam DTE mengalami kerosakan. Walaubagaimana kemungkinan berlaku kerosakkan pada kabel 10base5 amat tipis. Selalu digunakan di dalam rangkaian BAS, juga boleh digunakan dalam rangkaian BINTANG apabila menggunakan peralatan pengulang berbilang pangkalan (multiport repeaters) seperti Cabletron MR-9000C seperti digambar

(23)

23 Gambar 1: Menunjukkan cara penyambungan yang dilakukan dengan menggunakan kabel 10base5.

Gambar 2: Vampire Tap dipasang bersama Transceiver

Gambar 3: Contoh kabel dan penyambung jenis AUI

Gambar 4: Pengulang Berbilang Pangkalan (Multiport Repeater)

10Base2 (thin coaxial type RG58 A/U atau RG58 C/U)

1. Bermaksud 10 Mb/s, isyarat jalur asas (baseband signaling) dan maksimal panjang 200 Meter (600 kaki). Walau bagaimana pun realiti panjang untuk satu segmen hanya 185 meter. Jadi cara pratikal pastikan kabel 10Base2 hanya mempunyai segmen maksimal sampai 185 meter tetapi kalau kita mempunyai segment untuk 10Base2 sehingga 200 meter atau lebih, sistem rangkaian masih boleh berfungsi tetapi kita akan menghadapi sistem rangkaian yang kita bina mempunyai penyakit intermittent, iaitu kejap OK dan kejap KO

(24)

24 2. Jarak minima 0.5 meter diantara MAUs. Bermaksud jarak minima kabel 10Base2 yang disambung antara satu komputer dengan komputer yang lain adalah 0.5 meter. Kalau kabel tersebut pendek dari 0.5 meter, sistem rangkaian kita masih lagi boleh berfungsi tetapi sistem rangkaian jadi macam biskut, kejap boleh, kejap tak boleh. Dari itu, janganlah ingat kalau kita buat kabel pendek, contoh 1 kaki, kita akan dapat jimatkan duit syarikat

3. Jumlah maksimal 30 MAUs. Bermaksud sejumlah 30 komputer dalam satu segmen atau 29 komputer dan satu pengulang (repeater). Kalau kita kira panjang minima kabel adalah 0.5 dan maksimal komputer boleh disambung adalah 30. Maka 0.5 X 30 = 150 meter. Dari itu sekiranya kita perlu memasang 31 komputer maka kita perlu memasang satu pengulang. Dengan adanya satu pengulang kita akan dapat menambahkan kapasiti dari 30 komputer kepada 58 komputer. Dengan adanya pengulang kita juga dapat menambahkan jarak maksimal kabel dari 185 meter kepada 370 meter. Sila rujuk gambar 5

4. Perlu menggunakan penamat (terminator) 50 ohm. Penamat perlu diletakkan di kedua-dua penghujung segmen. Tanpa penamat 50 ohm sistem rangkaian tak mungkin berfungsi. Sila rujuk gambar 6 dan 7

5. Penyambung (connector) yang selalu digunakan adalah jenis BNC T. Sila rujuk gambar 8. Perlu diingatkan sekiranya kita mencabut penyambung BNC T dari komputer sistem rangkaian masih berfungsi dengan baik kerana segmen tersebut masih dalam keadaan elok kerana dikedua-dua hujung segmen tersebut masih terdapat penamat 50 ohm. Tetapi sekiranya kita mencabut kabel 10Base2 dari salah satu komputer maka sistem rangkaian tidak akan berfungsi kerana kita telah memutuskan segmen tersebut. Dengan kata lain, dikedua-dua hujung segmen tersebut hanya ada satu penamat (terminator)

6. Selalu digunakan di dalam rangkaian BAS, juga boleh digunakan dalam rangkaian BINTANG apabila menggunakan Pengulang Berbilang Pangkalan (multiport repeaters) seperti Cabletron MR-9000C

Gambar 5: Menunjukkan cara kita menyambungkan 2 segmen dengan menggunakan pengulang (repeater).

(25)

25 Gambar 7: Menunjukkan penyambungan T connector dengan kabel 10Base2

Gambar 8: BNC T-Joint - Digunakan untuk sambung ke kad antaramuka rangkaian (Network Interface Card - NIC) dan kabel sepaksi (Coaxial Cable).

Gambar 9: Penyambung BNC sebelum dipasang

Gambar 10: Kabel Sepaksi jenis RG58 berserta BNC male

Gambar 11: Kad Antaramuka Rangkaian (Network Interface Card - NIC) dengan penyambung jenis Combo (UTP, AUI dan BNC)

10Base-T (Twisted pair)

1. Bermaksud 10 Mb/s, isyarat jalur asas (baseband singaling) dan maksimal panjang 100 meter. Kabel 10base-T lebih dikenali dengan twisted pair kerana sistem operasinya mengunakan dua pasang wayar. Dimana sepasang untuk menghantar data dan sepasang lagi untuk menerima data. Untuk menguatkan lagi isyarat, wayar tersebut perlulah dipintal (twisted). Walaupun kabel 10base-T datang dengan lapan wayar, hanya empat wayar sahaja digunakan. Sila rujuk jadual 10Base-T dan gambar 12

(26)

26 2. Sekiranya dua buah komputer peribadi disambungkan, kabel 10Base-T perlulah disilangkan dan jangan lupa tandakan X pada setiap hujung kabel supaya tidak terkeliru dengan kabel jenis lain. Konfigurasi kabel bersilang juga digunakan untuk sambungan antara dua hab. Sila rujuk gambar 13. Tetapi sekira komputer peribadi disambung kepada hab kita perlu mengunakan kabel straight through kerana di dalam hab telah disilangkan. Sila rujuk gambar 14. Pin 4, 5, 7 dan 8 disambung secara terus untuk kedua-dua cara tadi. Ini kerana pin ini tidak berfungsi

3. Tiada jarak minima diantara stesen. Tetapi di dalam 100Base-T jarak minima disarankan adalah 1.5 meter. Sekiranya jarak terlalu pendek, kepincangan rangkaian mungkin berlaku pada kelajuan 100Mb/s

4. Jumlah maksimal 1,204 stesen tanpa menggunakan titi (bridge) atau pengulang (repeater) pada lapisan Data Link

5. Menggunakan penyambung jenis RJ45. Sila rujuk gambar 15

6. Boleh dibahagikan kepada 6 jenis Twisted pair kabel. Sila rujuk jadual Cat. Selalunya digunakan di dalam topologi bintang (STAR)

Nombor

Pin

Isyarat Warna

1

TD+

Putih/oren

2

TD-

Oren

3

RD+

Putih/hijau

4

Biru

5

Putih/biru

6

RD-

Hijau

7

Putih/coklat

8

Coklat

Jadual 10Base-T: Menunjukkan kedudukan pin dan warna di dalam penyambung RJ45 untuk kegunaan 10Base-T.

(27)

27 Gambar 12: Kedudukan wayar di dalam penyambung jenis RJ 45

Gambar 13: Pemasang cara menyilang (PC ke PC, Hab ke Hab dan Router ke PC)

Gambar 14: Pemasang cara terus (PC ke Hab dan Router ke Hab)

Gambar 15: Penyambung jenis RJ45

(28)

28

Jenis

Kelajuan Maksimal

Kegunaan

Katergori 1

4 – 5Mb/s

Talipon

Katergori 2

4- 5 Mb/s

Local talk

Katergori 3

10 Mb/s

Data Ethernet

Katergori 4

16 Mb/s – Token ring

20 Mb/s

Ethernet

Katergori 5

100 Mb/s

Fast Ethernet

Katergori5e

100 – 1000 Mb/s *

Fast Ethernet

Katergori 6

1000Mb/s

Giga Ethernet

Perbandingan katergori kabel

* Kabel jenis katergori 5e boleh menyokong sehingga 1000 Mb/s tetapi tidak digalakkan kerana kadar kebisingan (noise) agak tinggi berbanding dengan ketergori 6.

100Base-T (Twisted pair)

Ciri-ciri serupa dengan 10Base-T, cuma kelajuan maksimal sehingga 100 Mb/s dan menggunakan kabel twisted pair jenis CAT 5. Jarak maksimal masih lagi 100 meter. Di dalam sistem 10Base-T, jarak dihadkan sehingga 100 meter kerana kekuatan isyarat yang dikeluarkan setiap peralatan akan berkurangan.

Sekiranya kabel yang berkualitas tinggi digunakan jarak MUNGKIN dapat dipertingkatan sehingga 150 meter. Jarak ini pernah dilakukan di pejabat saya tetapi tidak ada jaminan tidak akan berlaku kehilangan isyarat. Tetapi di dalam sistem 100Base-T, jarak maksimal dihadkan kerana cara kerja 100Base-T berbeza dengan 10Base-T. Sistem 100Base-T mengunakan teknik masa yang dikenali sebagai round trip timing.Iaitu masa yang diambil oleh sesuatu isyarat yang dihantar perlu kembali kepada pengirim di dalam tempoh masa tertentu.Ini menyebabkan jarak maksimal (tanpa pengulang) adalah 100 meter.

Walaupun penyambung RJ45 dan konfigurasi kabel yang sama digunakan di dalam 100Base-T dan 10Base-T terdapat pantang larang yang ketat untuk 100Base-T. Antaranya:

1. Kabel penyambung pada RJ45 dipastikan diputar (twisted). Jarak maksimal hanya setengah inci. Sila rujuk gambar 17. Kegagalan melakukan teknik ini akan menyebabkan kelajuan 100 Mb/s Dupleks penuh (100Mb/s Full Duplex) gagal dicapai

2. Jarak minima kabel adalah 1.5 meter. Jarak ini bukannya standard IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) tetapi berdasarkan pengalaman, jarak minima terlalu pendek akan menyebabkan kepincangan pada sistem rangkaian

3. Sekiranya lokasi pengguna lebih 100 meter maka pengunaan pengulang (repeater) atau hab boleh digunakan. Hanya satu pengulang atau hab boleh digunakan. Oleh itu jarak maksimal dengan adanya pengulang adalah 200 meter

(29)

29 Gambar 17: Jarak tidak melebihi ½ inci

Pemeriksaan Persambungan 100BASE-TX (100BASE-TX link Integrity test)

Penghantar-terima (transceiver) untuk Fast Ethernet akan memerhatikan secara berterusan aktiviti dibahagian penerima (receive) dengan tujuan memastikan persambungan berkerja dengan betul. Sistem yang digunakan untuk 100BASE-TX adalah sistem isyarat ANSI FDDI, iaitu menghantar isyarat secara berterusan walaupun sistem rangkaian di dalam keadaan terbiar (idle).Dengan ini aktiviti dibahagian penerima sentiasa menerima isyrarat untuk memastikan sistem berjalan dengan lancar.

1000Base-T (Twisted pair)

Ciri-ciri serupa dengan 100Base-T, cuma kelajuan maksimal sehingga 1000 Mb/s (1Gb/s) dan menggunakan kabel twisted pair jenis CAT 6. Kabel katergori 5 boleh juga digunakan dan mempunyai konfigurasi sambungan RJ45 yang sama. Cuma di dalam 1000Base-T kesemua lapan kabel mesti digunakan.Walaupun kabel katergori 5 boleh digunakan, tetapi untuk memastikan kelancaran rangkaian, disarankan menggunakan kabel katergori 6 dan penyambung RJ45 jenis katergori 6.Laman http://www.10gea.org/Tech-whitepapers.htm boleh dilawati untuk mengetahui mengenai teknologi 1Gb/s.

Gambar 18 dan 19 menunjukkan cara yang sesuai untuk menggunakan kabel kategori 5 di dalam sistem 1000Base-T.

Gambar 18: Merupakan cara yang biasa kita guna untuk sistem 100Base-T dengan kabel kategori 5.

(30)

30 Petunjuk:

1 Switch 1000Base-T

A Korda Tampal (Patch Cord) B Panel Tampal (Patch Panel) 2 4 pasang kabel mengufuk (horizontal)

C Face Plate

D Korda Tampal (Patch Cord)

Nota: Konfigurasi kabel sama seperti 100Base-T4

Gambar 20: Penyambung pada Face Plate dari dekat (C)

Gambar 21: Patch Panel dari dekat (B)

10Base-F (Fiber Optic)

1. Menggunakan teknologi denyutan cahaya (pulses of light) berbeza dengan kabel yang lain menggunakan teknologi elektrik untuk menghantar isyarat. Perlu diingatkan, kabel fiber optic amat mudah patah. Jangan sekali cuma menyimpan dan memasang kabel cara yang sama seperti kabel yang lain. Ini kerana kabel fiber diperbuat dari kaca atau plastik. Tahukah anda, sepanjang lebuh raya utara selatan terdapat rangkaian fiber optik? Rangkaian fiber tersebut dibina untuk kegunaan telefon kecemasan yang ada sepanjang lebuh raya

2. Oleh kerana ianya mengunakan denyutan cahaya (light pulses), kabel fiber optic amat sesuai untuk digunakan di dalam dan di luar banggunan. Kemungkinan untuk kabel fiber optic terkena kilat adalah sifar. Sekiranya kita perlu menambahkan sistem rangkaian kita ke bangunan yang berdekatan penggunaan kabel fiber optik adalah satu kemestian. Walaupun kos pemasangan tinggi tetapi untuk jangka masa panjang ianya menjimatkan. Dari pengalaman, sekiranya kita menggunakan kabel 10Base2 untuk disambungkan diantara dua

(31)

31 rangkaian setempat (LAN - Local Area Network) yang berada di bangunan bersebelah walaupun bangunan tersebut di sambung dengan jambatan seperti bangunan berkembar Petronas. Kemungkinan kabel tersebut terkena kilat adalah besar. Ini kerana ground setiap

bangunan adalah berbeza.

Sekiranya kabel yang kita pasang itu terkena kilat, peralatan lain seperti hab (hub) dan penghala (router) mungkin akan mengalami kerosakan yang teruk. Walaupun kos untuk pemasangan kabel fiber optic dalam lingkungan RM 3000.00 dan kos pemasangan kabel 10Base2 dalam lingkungan RM 400.00 adalah lebih menguntungkan sekiranya kita membayar RM 3000.00 daripada kita mungkin terpaksa mengantikan peralatan hub dan penghala yang berharga melebihi RM 10 ribu

3. Terdapat dua jenis kabel fiber yang selalu digunakan iaitu 10Base-F dan FOIRL (Fiber Optic Inter-Repeater Link). FOIRL mula diperkenalkan ditahun 1980. Jarak maksimal untuk FOIRL adalah 1000 meter dan maksimal dua MAU. Untuk jenis 10Base-F, jarak maksimal adalah 2000 meter dan maksimal dua mau

4. Fiber 10Base-F boleh dibahagikan kepada tiga jenis:

a. 10Base-FL. Merupakan penganti kepada FOIRL. Dengan menggunakan kabel 10BaseFL peralatan yang menggunakan FOIRL masih boleh digunakan. Sekiranya hanya peralatan 10BaseFL digunakan, panjang maksimal adalah 2000 meter. Tetapi sekiranya peralatan bercampur dengan FOIRL, panjang maksimal adalah 1000 meter sahaja. Dengan menggunakan 10BaseFL, maksimal MAU yang boleh digunakan adalah dua. Iaitu antara dua komputer atau dua pengulang (repeater) atau satu komputer disambung dengan satu pengulang. Pengulang (repeater) yang dimaksudkan adalah pengulang jenis berbilang pangkalan (multiport repeater) atau lebih dikenali dengan panggilan hab. Merupakan kabel yang paling banyak digunakan.

b. 10Base-FB. Direka untuk isyarat segerak (synchronous signaling). Selalu disambung kepada hab untuk memanjang lagi jarak sebanyak 2000 meter. Tetapi sistem dan peralatan untuk 10BaseFB adalah terhad.

c. 10Base-FP. Lebih dikenali dengan Fiber Passive System. Panjang maximum adalah 500 meter. Gambar 22: Kabel fiber optik.

(32)

32

Sistem 100BASE-FX

100 menunjukkan kelajuan sistem yang digunakan adalah 100 Mhz, BASE bermaksud ia menggunakan isyarat Baseband dan FX pula bermaksud kabel yang digunakan adalah kabel Fiber Optik. Gambar 23 menunjukkan bagaimana sebuah komputer disambung ke mutliport transceiver (hab).

Gambar 23: Sambungan komputer ke 100BASE-FX Ethernet.

Dengan menggunakan kabel fiber optik pada sistem 100BASE-FX, panjang maximum kabel adalah 412 meter.Walaupun panjang kabel fiber optik di dalam sistem 10BASE-F boleh mencapai sehingga 2000 meter, tetapi di dalam sistem 100BASE-FX jarak maksimum hanya 412 meter.Ini untuk memastikan round trip timing di dalam segmen Fast Ethernet dapat diikuti.

Kabel Fiber Optik untuk 100BASE-FX mempunyai dua kabel yang dipanggil multimode

fiber optik (MMF).Satu digunakan untuk menghantar (transmit) data dan satu lagi untuk

menerima (receive) data. Bila menggunakan kabel fiber optik, kita perlulah

menyambungkannya dengan cara menyilang (crossover). Sila rujuk gambar 23, Port TX pada

komputer perlulah disambung ke port RX pada hab dan port RX pada komputer disambung

ke port TX pada hab.

Terdapat tiga jenis penyambung (connector):

1. Penyambung jenis Duplex SC. Penyambung jenis ini amat mudah digunakan. Kita hanya perlu cucuk penyambung Duplex SC tersebut ke tempatnya (SC Duplex Adapter) dan penyambungan sudah selesai. Gambar 24 adalah contoh penyambung jenis Duplex SC. Gambar 25 adalah SC Duplex Adaptor.

(33)

33

Gambar 25: SC Duplex Adaptor (Plastic Housing)

2. FDDI Media Interface Connector (MIC). Penyambung jenis ini banyak digunakan di dalam sistem rangkaian setempat FDDI (FDDI LAN System). Penyambung jenis ini juga mudah digunakan. Kita hanya perlu cucuk penyambung tersebut ketempatnya dan penyambungan

sudah selesai.

Gambar 26 adalah contoh penyambung jenis MIC.

Gambar 26: Penyambung jenis MIC

3. Penyambung jenis ST. Penyambung jenis ini sama dengan yang digunakan di dalam 10BASE-FL. Cara menggunakan sama seperti kita gunakan penyambung untuk kabel sepaksi (coaxial cable). Kita perlu masukkan penyambung tersebut ke tempatnya dan pulas untuk menguncinya. Gambar 27 dan 29 menunjukkan penyambung jenis ST dan gambar 28 dan 30 menunjukkan adaptor jenis ST.

Gambar 27: Penyambung jenis ST (w/Zirconia Ferrule & Plastic Body)

(34)

34

Gambar 29: Penyambung ST (ST Connector w/Zirconia Ferrule & Metal Body)

Gambar 30: Dual ST Adaptor (Duplex ST Adapter)

100BASE-FX Pengulang (Repeater)

Seperti juga pengulang (repeater) untuk 100BASE –TX, pengulang 100BASE-FX juga terdapat 2 kelas. Kedua-dua kelas akan dilabelkan dengan huruf roman I dan II.

Pengulang Kelas I membenarkan timing delay yang besar dan beroperasi dengan mengubah isyarat persambungan (translating line signal) yang diterima di Incoming Port dan mengubahnya di dalam bentuk Digital dan mengubahnya semula kepada isyarat persambungan (retranslating to line signal) untuk dihantar keluar ke port lain. Teknik ini berguna untuk mengulang (repeat) semua isyarat diantara segmen yang berlainan teknik seperti 100BASE-TX/FX dan 100BASE-T4 bersambung di dalam satu HAB.

Pengulang Kelas II menggunakan timing delay yang kecil. Isyarat yang diterima akan dihantar semula ke port yang dalam kadar segera tanpa mengubah bentuk isyarat tersebut. Pengulang Kelas II hanya boleh digunakan pada teknik isyarat yang sama seperti 100BASE-TX dan 100BASE-FX. Ini bermakna HAB Kelas II hanya boleh disambung dengan TX dan 100BASE-FX.Memandangkan segmen 100BASE-T4 menggunakan teknik isyarat yang berlainan maka kita tidak boleh disambung dengan 100BASE-TX dan 100BASE-FX.Pengulang Kelas II merupakan jenis yang selalu digunakan kerana segmen 100BASE-T4 tidak begitu popular, malah setakat ini saya belum lagi berjumpa mana-mana syarikat yang menggunakan segmen 100BASE-T4 sebagai sistem Fast Ethernet.

(35)

35

100Base-T4 Media System

Sistem 100BASE-T4 menggunakan empat pasang wayar, ini membolehkan kabel jenis

Category 3 unshielded twisted-pair beroperasi untuk sistem Fast Ethernet. Gambar 31

menunjukkan cara menyambung komputer kepada HAB 100BASE-T4.

Gambar 31: Penyambungan Sistem 100BaseT4

Sistem media 100BASE-T4 direka untuk panjang maksimal sehingga 100 meter dengan menggunakan kabel unshielded twisted-pair katergori 3, 4 atau 5. Walau bagaimanapun penggunaan kabel katergori 5 digalakkan untuk membaiki isyarat dipersambungan tersebut. Gambar 32 menunjukan kedudukan empat pasang wayar yang digunakan pada penyambung RJ45 untuk penyambungan terus, iaitu dari PC ke HAB. Gambar 33 menunjukkan penyambungan menyilang yang digunakan untuk sambungan diantara dua HAB.

Rujuk gambar 32 dan 33, sepasang wayar digunakan untuk menghantar data (TX),sepasang wayar digunakan untuk menerima data (RX) dan dua pasang wayar sebagai bidirectional data. Setiap pasang mempunyai polaritinya sendiri. Satu membawa isyarat positif (+) dan yang satu lagi membawa isyarat negatif (-)

Gambar 32: Penyambungan secara terus pada RJ45

(36)

36 Dengan menggunakan sistem 100BaseT4, sistem kabel yang lama seperti katergori 3 tidak perlu ditukarkan kepada katergori 5 untuk mencapai 100Mb/s. Hanya perlu menukar hub/switch dari jenis 10BaseT kepada 100BaseT4. Ini dapat menjimatkan kos pendawaian, walau bagaimanapun jarang kita jumpa sistem ini digunakan.

100Base-T2

Menggunakan standard 802.3y yang diperkenalkan di dalam tahun 1997. Menggunakan dua

pasang wayar dari kabel Kategori 3 untuk mencapai kelajuan 100Mb/s. Jarak maksimal

masih lagi 100 meter, tetapi sehingga kini saya sendiri tidak pernah lihat produk 100Base-T2.

Sistem ini merupakan satu cara alternatif untuk mencapai kelajuan 100Mb/s tanpa perlu

menukarkan sistem pendawaian.

1000Base-LX

Ini merupakan sistem Gigabit Ethernet melalui kabel fiber optik.LX bermaksud long wavelength laser (isyarat panjang).Menggunakan kabel single mode yang mempunya saiz diameter 50 micron.Jarak maksimal adalah antara 550 sehingga 5000 meter. Kabel dan penyambung sama seperti yang diguna di dalam 10Base-F dan 100Base-FX.

1000Base-SX

Ini merupakan sistem Gigabit Ethernet melalui kabel fiber optik.SX bermaksud short wavelength laser (isyarat pendek).Menggunakan kabel jenis multi mode iaitu mempunyai diameter 62 micron.Dan jarak maksimal adalah 550 meter. Kabel dan penyambung sama seperti yang diguna di dalam 10Base-F dan 100Base-FX.

1000Base-CX

CX bermaksud Copper. Menggunakan kabel jenis copper, seperti UTP (Unshielded Twisted Pair) katergori 5, tetapi kabel yang digunakan dikenali sebagai STP (Shielded Twisted Pair). Kabel jenis ini lebih mahal dari jenis UTP, Ini kerana setiap pasang wayar disarungkan dengan penebat.Jarak maksimal 25

(37)

37

Jaringan Kabel Telepon

Penggunaan jumlah telepon pada suatu bangunan pada umumnya tidak diketahui secara tepat dan oleh karenanya perlu dirancang secara terpadu dengan perancangan jaringan utilitas lainnya.Meskipun pada saat tahap rancangan jumlah telepon sudah diketahui, pada kenyataannya masih sering terjadi penambahan jumlah dan perubahan jaringan layanan telepon. Untuk maksud ini, maka perancangan jumlah saluran telepon didasarkan prakiraan persatuan luas lantai yang akan mempengaruhi alokasi kebutuhan ruangan untuk kebutuhan:

1. Layanan penerimaan telepon, berikut panel utama telepon. 2. Saluran vertikal (‘riser’), pipa saluran, dan panel distribusi. 3. Lemari untuk perlengkapan telekomunikasi.

4. Lokasi tempat penambahan sambungan.

5. Ruang peralatan untuk perlengkapan khusus telekomunikasi.

6. Sistem distribusi, termasuk pipa jaringan, kotak sambungan di lantai, dan lain-lain.

Untuk dapat berfungsinya sistem telekomunikasi didalam bangunan, diperlukan saluran telepon dari Telkom, yang mempunyai fasilitas hubungan keluar lokal (dalam kota), hubungan keluar interlokal (‘DDD – Domestic Direct Dialling’) atau hubungan keluar international (‘IDD – International Direct Dialling’).

Sistem dalam bangunan dimulai dari saluran Telkom ke fasilitas PABX (‘Private Automatic Branch Exchange’), selanjutnya diihubungkan ke kotak hubung induk (‘MDF – Main Distribution Frame’).Melalui kabel distribusi (‘DC – Distribution Cable’) jaringan telepon disebarkan ke kotak terminal (‘JB – Junction Box’) yang ada pada tiap-tiap lantai bangunan.Dari kotak terminal ini jaringan telepon diteruskan ke setiap pesawat telepon.

Instalasi jaringan telepon menggunakan kabel berisolasi plastik yang dimasukkan dalam pipa PVC.

Untuk menghitung jumlah saluran „Telkom‟ yang dibutuhkan, maka pertama kali diperkirakan jumlah ‘extension’

hari (P). Dengan asumsi selang jam kerja perhari adalah h jam, maka jumlah kemungkinan pembicaraan tiap pesawat rata-rata per jam adalah:

 

 

h

E

P

E

Pbc

.

.

(38)

38 Kemudian jumlah pembicaraan total dalam satu jam:

PbctotalPbc 63 , 0 1

Dengan menggunakan fungsi Gauss, maka diperoleh:

 

Pbc

t

t

F

total

.

7

sin

.

sehingga jumlah pembicaraan pada jam sibuk adalah:

 

4 0 8 5

.

7

sin

.

.

7

sin

.

t

dt

Pbc

t

dt

Pbc

PS

total

total

Dari Persamaan di atas ini dapat dihitung jumlah rata-rata tiap jam pada jam sibuk, yaitu:

h PS PSratarata

Jadi pembicaraan rata-rata adalah:

rata

rata rata

rata

E

PS

Pbc

.

Bila tiap kali pembicaraan memiliki selang waktu t detik (biasanya dibatasi 180 detik), maka berdasarkan rumus Erlang diperoleh jumlah lalu lintas telepon (trafik):

 

3600

. t

Pbc

Trafik

rata rata

Erl

Dengan menggunakan Tabel Erlang, maka dapat diperoleh jumlah sambungan telepon yang diperlukan untuk bangunan tersebut. Dan dengan demikian dapat pula ditentukan kapasitas dan jenis PABX yang akan digunakan.

(39)

39

Ringkasan

Standard Standard Keluaran Pertama Kelajuan

Data Topologi Media

Panjang Maksimal dalam meter Half-Duplex Full-Duplex 10Base5 DIX-1980, 802.3-1983 10Mb/s Bus 50-ohm Kabel Sepaksi (thick Ethernet) (10mm thick) 500 n/a 10Base2 802.3a-1985 10Mb/s Bus 50-ohm RG 58 Kabel Sepaksi (thin Ethernet) (5mm thick) 185 n/a FOIRL

802.3d-1987 10Mb/s Star 2 unit fiber optik 1000 >1000

10Base-T 802.3i-1990 10Mb/s Star 2 pasang kabel UTP 100-ohm Katergori 3 atau lebih baik 100 100 10Base-FL

802.3j-1993 10Mb/s Star 2 unit fiber optik 2000 >2000

10Base-FB

802.3j-1993 10Mb/s Star 2 unit fiber optik 2000 n/a 10Base-FP

802.3j-1993 10Mb/s Star 2 unit fiber optik 1000 n/a 100Base-TX 802.3u-1995 100Mb/s Star 2 pasang kabel UTP 100-ohm Katergori 5 100 100 100Base-FX

802.3u-1995 100Mb/s Star 2 unit fiber optik 412 2000 100Base-T4 802.3u-1995 100Mb/s Star 4 pasang kabel UTP 100-ohm Katergori 3 atau lebih baik 100 n/a 100Base-T2 802.3y-1997 100Mb/s Star 2 pasang kabel UTP 100-ohm Katergori 3 atau lebih baik 100 100 1000Base-LX 802.3z-1998 1Gb/s Star long wavelength laser (1300nm) over: - 62.5um multi-316 316 316 550 550 5000

(40)

40 mode fiber - 50um multi-mode fiber - 10um single mode fiber 1000Base-SX 802.3z-1998 1Gb/s Star short wavelength laser (850nm) over: - 62.5um multi-mode fiber - 50um multi-mode fiber 275 316 275 550 1000Base-CX 802.3z-1998 1Gb/s Star STP ("twinax" or "short haul copper") 25 25 1000Base-T 802.3ab-1999 1Gb/s Star 4 pasang kabel UTP 100-ohm Katergori 5 atau lebih baik 100 100

(41)

41

Instalasi dalam Bangunan

Pada umumnya jaringan kabel dalam bangunan dibuat dalam bentuk diagram satu garis

(‘single line diagram’), baik untuk jaringan kabel listrik, telepon, tata suara maupun jaringan

komputer.

Jaringan Kabel Listrik.

A5 A4 A3 A2 A1 B5 B4 B3 B2 B1 C1 C2 C3 C4 C5 Cadangan Panel Induk Panel Distribusi Daya Listrik Lobby Mesin Lift Mesin Tata Udara

ATAP

Ruang Mesin

(Pompa, STP, dan lain-lain)

Panel Kebakaran

Panel Lampu Darurat

Meter PLN

Pembangkit Listrik Cadangan (‘Generator Set’)

Pasokan Daya Listrik PLN

Transformator 12 10 11 9 8 7 6 5 4 3 2 1 ‘Riser’ Zona Kanan ‘Riser’ Zona Tengah Saluran Ke Atas (‘Riser’) Zona Kiri

(42)

42

Standar warna

Warna kabel diperuntukkan bagi penggunaan sistem tenaga.untuk kabel informasi dan data

sampai saat ini belum ada standar pemberian warna kabel. Warna untuk kabel tenaga sesuai

standar PUIL meliputi :

Earth (pentanahan) : warna majemuk hijau-kuning, tidak boleh untuk tujuan lain

Kawat netral : warna biru,jika instaasi tanpa hantaran netral

Kawat Fase :

Fase 1 (fase R) : Merah

Fase 2 (fase S) : Kuning

Fase 3 (fase T) : Hitam

Atau

Earth (pentanahan) : hijau / kuning + garis kuning

Netral : Hitam

Fase 1 (fase R) : Merah

Fase 2 (fase S) : Kuning

Fase 3 (fase T) : Biru

Identifikasi kabel tembaga berdasarkan bahan penghantarnya :

* Kabel tembaga jenis BCC1/2H

BCC1/2H : Half Hard Bare Cooper Conductor, yaitu : penghantar tembaga setengah

keras. Kabel tembaga jenis ini mempunyai bentuk padat atau berurat banyak dengan ukuran

antara 6-500 mm

* Kabel tembaga jenis BCCH

BCCH: Hard Bare Cooper Conductor, yaitu : penghantar tembaga keras. Kabel tembaga

jenis ini mempunyai bentuk padat atau berurat banyak,dengan ukuran antara 6-500 mm

* Kabel tembaga jenis AAC

AAC : All Aluminium Conductor, yaitu penghantar aluminium murni.Kabel tembag jenis ini

bentuknya berurat banyak dengan ukurannya antara 16-100 mm

* Kabel tembaga jenis AAAC

AAAC : All Aluminium Alloy Conductor, yaitu :penghantar aluminium campuran. Kabel

tambaga jenis ini mempunyai ukuran antara 16- 500 mm, dengan bentuk fisiknya berurat

banyak

* Kabel tembaga jenis ACSR

ASCR: Aluminium Conductor Stell Reinvorced, yaitu : penghantar aluminium basa. Kabel

tembaga Jenis ini mempunyai ukuran antara 16 – 680 mm, dengan struktur bentuknya berupa

serabut

(43)

43

JENIS DAN NOMENKLATUR

-A : Selubung atau lapisan perlindungan luar bahan serat (misalnya goni/jute). Contoh NKRA, NAKBA

-AA : Selubung atau perlindungan luardua lapis dari bahan serat goni (jute). Contoh : NAHKZAA, NKZAA

-B : Perisai dari pita baja ganda. Contoh : NYBY,NEKBA

-C : Penghantar konsentris tembaga. Contoh : NYCY

-CE : penghantar konsentris pada masing-masing inti, dalam hal kabel berinti banyak. Contoh : NYCEY

-CW : penghantar konsentris pada masing-masing inti, yang dipasang secara berlawanan arah untuk kabel tegangan nominal 0,6/1 kV (1,2 kV). Contoh : NYCWY

-D : spriral anti tekan – pita penguat non-magnetis

-E : kabel dengan masing-masing intinya beselubung logam. Contoh : NEKBA

-F : perisai kawat baja pipih. Contoh: NYFGbY

-G : Spiral dari kawat baja pipih. Contoh NYKRG isolasi karet / EPR.Contoh : NGA

selubung isolasi dari karet

-2G : Isolasi karet butil dengan daya tahan lebih tinggi terhadap panas. Contoh : N2GAU

-Gb : Spiral pita baja (mengikuti F atau R . Contoh : NYRGbY, N2XSEYFGby

-H : Lapisan penghantar di luar isolasi untuk membatasi medan listrik. Contoh : NHKBA,NHKRA

-K : Selubung timbal. Contoh : NKBA,NAKBY

-KL : Selubung alumunium. Contoh : NKLY,NAHKLY

-KWK : Selubung dari pita tembaga yang terpasang dan dilas memanjang. Contoh : NKWKZY -L : Perisai dari jalinan kawat baja bulat (braid)

-MK : Kabel dengan selubung timah hitam untuk pemasangan dalamkapal laut. Contoh MK

-N : Kabel standar penghantar tembaha. Contoh : NYA,NYY

-NA : Kabel standar penghantar alumunium. Contoh : NAYFGbY,NAKBA

-NF : Kabel udara berisolasi di pilin. Contoh : NF2X,NFAY

-NI : Kabel bertekanan gas. Contoh : NIKLDEY

-NO : Kabel bertekanan minyak. Contoh : NOKDEFOA

-NP : Kabel dalam pipa bertekanan gas. Contoh NPKDvFSt2Y

-O : Perisai terbuka dari kawat-kawat baja. Contoh : NNKROA Kabel berpenangkal oval. Contoh: NYM-O

Kabel tanpa ini berwarna hijau kuning. Contoh : NYFGbY-O

-Q : Jalinan (braid) dari kawat-kawatbaja berselubung seng (zing-coated). Contoh : NYKQ

-R : Perisai dari kawat-kawat baja bulat. Contoh : NYRGbY

-RR : Dua lapisan perisai dari kawat-kawat baja bulat. Contoh : NKRRGbY

-S : Perisai dari tembaga, pelindung listrik dari pita tembaga yang dibalutkan pada semua inti kabel bersama-sama. Contoh : N2XSY

-SE : Pelindung listrik dari pita tembaga yang melindungi masing-masing inti kabel. Contoh N2XSEY

-T : Tali penggantung dari baja

(44)

44

-Y : Selubung isolasi dari PVC. Contoh : NYA

-2Y : Selubung isolasi dari polyethylene

-Z : Perisai dari kawat-kawat yang masing-masing mempunyai bentuk “Z”. Contoh : NKZAA

-Z : Penghantar berisolasi dengan beban tarik. Contoh : NYMZ Selubung logam dan pita seng. Contoh : NYRUZY

Suatu ikhtisar akan disampaikan dibawah ini mengenai berbagai jenis logam atau

campurannya yang dipakai untuk kawat saluran listrik, yaitu:

• Tembaga elektrolitik, yang harus memenuhi beberapa syarat normalisasi, baik mengenai

daya hantar listrik maupun mengenai sifat-sifat mekanikal.

• Brons, yang memiliki kekuatan mekanikal yang lebih besar, namun memiliki daya hantar

listrik yang rendah. Sering dipakai untuk kawat pentanahan.

• Aluminium, yang memiliki kelebihan karena materialnya ringan sekali. Kekurangannya

adalah daya hantar listrik agak rendah dan kawatnya sedikit kaku.Harganya sangat

kompetitif.Karenanya merupakan saingan berat bagi tembaga, dan dapat dikatakan bahwa

secara praktis kini mulai lebih banyak digunakan untuk instalasi-instalasi listrik arus kuat

yang baru dari pada menggunakan tembaga.

• Aluminium berinti baja, yang biasanya dikenal sebagai ACSR (Aluminium Cable Steel

Reinforced), suatu kabel penghantar aluminium yang dilengkapi dengan unit kawat baja pada

inti kabelnya. Kawat baja itu diperlukan guna meningkatkan kekuatan tarik kabel.ACSR ini

banyak digunakan untuk kawat saluran hantar udara.

Aldrey, jenis kawat campuran antara aluminium dengan silicium (konsentrasinya sekitar 0,4

% – 0,7 %), Magnesium (konsentrasinya antara 0,3 % – 0,35 %) dan ferum (konsentrasinya

antara 0,2 % – 0,3 %). Kawat ini memiliki kekuatan mekanikal yang sangat besar, namun

daya hantar listriknya agak rendah.

• Cooper-weld, suatu kawat baja yang disekelilingnya diberi lapisan tembaga.

• Baja, bahan yang paling banyak digunakan sebagai kawat petir dan juga sebagai kawat

pentanahan.

Berdasarkan ikhtisar diatas, dapat dikatakan bahwa bahan yang terpenting untuk saluran

penghantar listrik adalah tembaga dan aluminium, sehingga kedua bahan tersebut banyak

digunakan sebagai kawat pengantar listrik, baik saluran hantar udara maupun kabel tanah.

Gambar

Tabel Kuat Hantar Arus Kabel Jenis NY
Tabel Kuat Hantar Arus Kabel Jenis NYY
Gambar 2: Vampire Tap dipasang bersama Transceiver
Gambar 5: Menunjukkan cara kita menyambungkan 2 segmen dengan menggunakan pengulang  (repeater)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Laporan akhir ini berjudul “RANCANG BANGUN RANGKAIAN TRANSMITTER PADA TRANSFER DAYA LISTRIK TANPA KABEL” yang merupakan salah satu syarat untuk menyelesaikan

A visitor from Jakarta, Jakarta Raya viewed " Cara Membuat Kabel USB Extender Dengan Kabel UTP/Lan Jatibarang Blogger | Pengingat Disaat Lupa | Dari Indramayu Untuk

Tambahan informasi : untuk ac split kabel,pipa rata rata hanya lima meter, keterangan maksimal 10 meter dalam dokumen lelang dimaksudkan untuk menghindari adendum. Tambahan

Akan tetapi jika dibandingkan dengan cara pengujian sambungan menggunakan multimeter, alat uji sambungan kabel UTP ini mempunyai daya guna yang lebih baik terutama dalam

Kenapa arus nominal harus dihitung ? Alasannya adalah untuk menentukan seberapa besar penampang kabel dan berapa ukuran MCB yang akan kita gunakan. dari hasil ukuran nominal

Di dalam kompartemen api, suplai ke luminer harus menggunakan kabel dengan ketahanan tinggi terhadap api atau, untuk kompartemen yang mempunyai lebih dari satu luminer

¨ SNI 04-2699-1999 ¤ Standar ini mengatur syarat mutu kabel berisolasi dan berselubung PVC yang tidak berperisai untuk tegangan kerja 300/500 volt ¨ SNI 04-2700-1999 ¤ Standar ini

 Pastikan tidak mendekati potensi bahaya listrik;  Jangan mencabut/menyentak untuk melepaskan tusuk kontak;  Jaga kabel dari panas, minyak dan benda tajam;  Lepaskan peralatan