• Tidak ada hasil yang ditemukan

KULIAH 3, 4, 5: PERENCANAAN LAYOUT (LANJUTAN)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KULIAH 3, 4, 5: PERENCANAAN LAYOUT (LANJUTAN)"

Copied!
88
0
0

Teks penuh

(1)

KULIAH 3, 4, 5:

PERENCANAAN LAYOUT (LANJUTAN)

By: Rini Halila Nasution, ST, MT TATA LETAK PABRIK

(2)

METODE PERENCANAAN LAYOUT

Metode Apple

Metode Grafik

(3)

APPLES PLANT LAYOUT PROCEDURE

Procure the basic data

Analyze the basic data

Design the productive process

Plan the material flow pattern

Consider the general material handling plan

Calculate equipment requirement

Plan individual workstations

Select specific material handling equipment

Coordinate groups of related operations

(4)

Determine storage requirements

Plan service and auxiliary activities

Determine space requirements

Allocate activities to total space

Consider building type

Construct master layout

Evaluate, adjust, and check the layout with appropriate

persons

Obtain approvals

Install the layout

(5)

TAHAPAN PERANCANGAN LAYOUT

METODE APPLE

Flow Process Chart - Perhitungan jumlah bahan, mesin, dan operator

- Perhitungan luas daerah bagian produksi dan service Activity Relationship Chart

Block Template

Activity Relationship Diagram

Production Space Requiremet Sheet

Plant Service Area Plannning Sheet

Total Space Requirement Work Sheet

Area Template

Area Allocating Diagram

Final Layout Work Sheet

(6)

FLOW PROCESS CHART

Flow Process Chart adalah suatu diagram yang menunjukkan

urutan-urutan proses operasi, pemeriksaan, transportasi,

menunggu dan penyimpanan yang terjadi selama satu

proses atau prosedur berlangsung, serta didalamnya

memuat pula informasi-informasi yang diperlukan untuk

analisa seperti waktu yang dibutuhkan dan jarak yang

perpindahan.

Flow Process Chart ini digunakan dalam menganalisa aliran

bahan yang terjadi dalam proses produksi,

aktivitas-aktivitas yang terjadi selama proses produksi,

urutan-urutan proses baik pembuatan masing-masing part

maupun pada saat assembly antar part.

(7)

 Kegunaan umum dari suatu peta aliran proses yaitu:

 Dapat digunakan untuk mengetahui aliran bahan atau aktifitas

orang mulai awal masuk dalam suatu proses atau prosedur sampai aktifitas terakhir.

 Memberikan informasi mengenai waktu penyelesaian suatu proses

atau prosedur.

 Digunakan untuk mengetahui jumlah kegiatan yang dialami bahan

atau dilakukan oleh orang selamaproses atau prosedur berlangsung.

 Sebagai alat untuk melakukan perbaikan-perbaikan proses atau

(8)

• Operation

Terjadi bila:

- Suatu objek yang dengan sengaja diubah, baik karakter fisik maupun kimianya

- Dirakit (di-assembly) atau dibongkar (di-disassembly)

- Diatur untuk operasi lain

• Transportation

Terjadi bila : suatu objek digerakkan dari satu tempat ke tempat lain Kecuali : perpindahan tersebut bagian dari operasi atau disebabkan oleh operator yang sedang bekerja atau suatu inspeksi.

• Inspection

Terjadi bila : suatu objek diuji identifikasinya atau ditentukan kualitas atau kuantitasnya.

(9)

• Delay

Terjadi bila : kondisi objek tidak mengizinkan untuk segera dilakukan pekerjaan berikutnya (menunggu).

• Storage

Terjadi bila : suatu objek disimpan.

• Operation and Inspection

Terjadi bila : suatu objek mengalami operasi sambil diperiksa kualitas atau kuantitasnya pada waktu yang bersamaan.

(10)

CONTOH FPC:

O-8 Terali Besi

O-9

Plat Besi

Diukur sesuai dengan ukuran rangka menggunakan meteran

Dipotong sesuai dengan ukuran menggunakan grinda

O-5 Besi Rangka

Dilas dengan menggunakan mesin las untuk membentuk rangka

Roda

Dibentuk sesuai dengan pesanan menggunakan mesin bubut OI-1 S-4 S-3 I-5 Di gudang bahan Dibawa ke tempat perakitan secara manual S-2 S-1 O-6 O-7

Diukur sesuai dengan ukuran rangka menggunakan meteran

Dipotong sesuai dengan ukuran menggunakan grinda

Dibentuk sesuai dengan pesanan menggunakan mesin bubut I-5

O-1

O-2

Diukur sesuai dengan ukuran rangka menggunakan meteran

Dipotong sesuai dengan ukuran menggunakan grinda

Dibentuk sesuai dengan pesanan menggunakan mesin bubut I-1

O-3

Dilubangi dengan menggunakan bor sesuai dengan model yang telah ditetapkan

Dilas dengan menggunakan mesin las lalu diperiksa sambungannya secara manual

O-10 Dicat dengan menggunakan kompresor cat

O-11 Dijemur di tempat pengeringan terbuka untuk mengeringkan cat

Dibawa ke gudang barang jadi secara manual

Dibawa ke tempat pengeringan terbuka secara manual

S-6 Di gudang barang jadi T-1 T-2 T-3 T-4 T-6 T-7 Dibawa ke tempat perakitan secara manual Dibawa ke tempat perakitan secara manual Dibawa ke tempat perakitan secara manual Di gudang bahan

Di gudang bahan Di gudang bahan Cat

S-5

T-5

Dibawa ke tempat perakitan secara manual kemudian dimasukkan ke dalam kompresor cat Di gudang bahan

(11)

PERENCANAAN KEDEKATAN HUBUNGAN ANTAR

KEGIATAN

ACTIVITY RELATIONSHIP CHART

WORK SHEET

BLOCK TEMPLATE

(12)

Activity Relationship Chart

 Peta ini merupakan suatu teknik untuk merencanakan antara

hubungan satu aktivitas dengan aktivitas lainnya. Pada chart ini dilakukan analisa terhadap tingkat hubungan antara satu

aktivitas dengan aktivitas lainnya dalam bentuk simbol-simbol, serta alasan-alasan bagi pertimbangan pentingnya tingkat

hubungan tersebut.

 Tahapan pembuatan ARC dimulai dengan mengidentifikasi

segala peralatan yang ada, kemudian membuat daftar segala kegiatan yang ada pada suatu chart, lalu menetapkan rating (tingkat hubungannya).

(13)

 Secara umum, aktivitas-aktivitas dalam perancangan tata letak pabrik

dikelompokkan ke dalam dua kelompok, yaitu:

1. Kelompok aktivitas produksi

2. Kelompok aktivitas pelayanan (service) yang terdiri dari:

a. Production Service (Pelayanan Produksi)

b. General Service (Pelayanan Umum)

c. Personal Service (Pelayanan Pegawai)

(14)

KEGIATAN KELOMPOK SERVICE

1.General Service - Kantor 2. Production Service - Rekaya Industri - Pengendalian Produksi - Pengendalian Mutu - Rekayasa Pabrik - Penerimaan - Pengiriman - Gudang Bahan - Gudang produk Jadi - Ruang Peralatan - Rak Peralatan

- Gudang Perlengkapan Pengangkut Barang - Pengawasan

- Laboratorium, dll

3. Personal Service

- Fasilitas Kesehatan

- Kantin (Dapur dan Ruang Makan) - WC/Kamar Mandi - Ruang Merokok - Ruang Istirahat - Ruang Hiburan - Parkir - Papan Pengumuman - Pelolosan dari Kebakaran - Keran Air Minum

- Tempat Telepon, dll

4. Physical Plant Service

- Fasilitas Pemanas

- Perlengkapan Pergantian Udara - Perlengkapan Pendingin Udara - Power House

- Bengkel Perawatan - Kompresor Udara

- Pengolahan limbah/barang sisa - Gudang Kenderaan

(15)

 Teknik ARC ini dikemukakan oleh Richard Muther, sebagai berikut:

1. Hubungan antar aktifitas ditunjukkan dengan tingkat kepentingan hubungan antar aktifitas tersebut yang dikonversikan dalam

bentuk huruf.

KODE TINGKAT KEPENTINGAN WARNA

A Absolutely necessary yaitu hubungan bersifat mutlak MERAH

E Especially important yaitu hubungan bersifat sangat

penting

KUNING

I Important yaitu hubungan bersifat cukup penting HIJAU

O Ordinary yaitu hubungan bersifat biasa-biasa saja BIRU

U Tidak perlu didekatkan PUTIH

(16)

2. Alasan untuk menyatakan tingkat kepentingan tersebut. Secara umum alasan keterkaitan dibagi menjadi tiga macam yaitu

keterkaitan untuk produksi, keterkaitan untuk pegawai dan aliran informasi (Apple. J.,M) :

 Kriteria produksi

 Urutan aliran kerja

 Mempergunakan peralatan yang sama

 Menggunakan catatan yang sama

 Menggunakan ruangan yang sama

 Bising, debu, getaran, bau, dan lain-lain

(17)

 Keterkaitan pegawai

 Menggunakan pegawai yang sama

 Pentingnya berhubungan

 Derajat hubungan kepegawaian

 Jalur perjalanan normal

 Kemudahan pengawasan

 Melaksanakan pekerjaan serupa

 Disenangi pegawai

 Perpindahan pegawai

(18)

 Aliran informasi

 Menggunakan catatan/berkas yang sama

 Derajat hubungan kertas kerja

(19)

TABEL NORMALISASI ARC

Normalisasi Activity Relationship Chart digunakan untuk merubah

data kualitatif dari perusahaan kedalam bentuk data kuantitatif agar dapat diperhitungkan dalam usulan layout selanjutnya. Nilai dari normalisasi ini didapat dari perkiraan skala-skala setiap grade agar disetiap permasalahan mempunyai pengali yang sama.

(20)
(21)
(22)

PROSEDUR PEMBUATAN ARC

 Tetapkan semua kegiatan yang diperlukan baik kegiatan pada

bagian produksi maupun kegiatan pada bagian service.

 Semua kegiatan ditetapkan/dikelompokkan dalam bagian-bagian

yaitu kegiatan service (service produksi, service personalia dan lain-lain) dan kegiatan produksi.

 Kumpulkan data-data tentang aliran bahan, data personalia dan data

informasi lainnya mengenai seluruh kegiatan yang ditabulasi di atas.

 Tetapkan faktor atau sub faktor yang perlu diperhitungkan dalam

mempertimbangkan hubungan yang ada. Misal aliran bahan, peralatan, aliran informasi, dll

 Membuat peta aktivitas yang sesuai jumlah barisnya dengan jumlah

(23)

 Masukkan semua kegiatan yang telah ditetapkan ke dalam peta

aktivitas.

 Urutan-urutan di dalam peta aktivitas dapat dibuat sembarangan

atau dapat disusun menurut urutan tertentu atau dikelompokkan berdasarkan sifatnya atau service-nya untuk memudahkan analisa.

 Mulai menganalisa tingkat hubungan dan alasan-alasan terhadap

aktivitas lainnya. Dimulai dari aktivitas nomor 1. Tuliskan kode hasil analisa tingkat hubungan pada perpotongan baris aktivitas. Pada bagian atas dituliskan tingkat hubungannya sedangkan pada bagian bawah dituliskan alasan mengapa tingkat hubungan tersebut

diberikan.

(24)

WORK SHEET

Work Sheet ini disusun berdasarkan Activity Relationship

Chart, terdiri dari baris-baris dan kolom-kolom.

Pada work sheet ini dituliskan nomor dan jenis

kegiatan pada kolom sebelah kiri dan tingkat

hubungan dari tiap-tiap kegiatan dituliskan pada kolom

sebelah kanan.

(25)
(26)

BAGIAN NO AKTIVITAS TINGKAT HUBUNGAN A E I O U X PRODUCTION 5 PRODUKSI 2,3,4 6,7,8 1 - - -

PRODUCTION SERVICE

1 PENERIMAAN DAN PENGIRIMAN 2 - 5 8 6,7 -

2 GUDANG 1,5 - - 3,4,8 6,7 -

3 RUANG DAN RAK ALAT 4,5 - - 1,2 6,7,8 -

PERSONAL SERVICE 6 RUANG PAKAIAN - 5 7 - 1,2, 3,4 8 7. KANTIN - 5 6 7 1,2, 3,4 - GENERAL SERVICE 8 KANTOR - 5 - 1,2, 4,7 3 6 PHYSICAL PLANT SERCICE 4 PERAWATAN 3,5 - - 1,2, 8 6,7 -

(27)

BLOCK TEMPLATE

Block Template merupakan kelanjutan dari Worksheet dimana

masing-masing aktivitas dibuat dalam suatu bujur sangkar atau persegi panjang.

Untuk pembuatan Block Template, dilakukan dengan

membuat bentuk bujur sangkar atau persegi panjang

sebanyak kegiatan yang ada.

Penomoran dan pemberian nama juga berdasarkan bagian

yang bersangkutan. Kemudian disusun dalam bentuk bujur

sangkar, yaitu n kotak ke samping dan n baris ke bawah.

Nomor kode dan nama tiap aktivitas ditulis di tengah dari

tiap block, sedang tingkat hubungan ditulis pada tepi block

(28)

CONTOH:

A

(Nomor Aktivitas)

U E

No dan Nama Aktivitas

(29)

O X I E U A O X I E U A O X I 2. GUDANG E U A O X I E U 1. PENERIMAAN DAN PENGIRIMAN O X I E U A O X I E U A O X I 5. PRODUKSI E U A O X I E U O X I 3. RUANG DAN RAK PERALATAN E U A O X I E U O X I 6. RUANG PAKAIAN E U A O X I E U O X I 7. KANTIN E U A O X I E U O X I 8. KANTOR E U A O X I E U 4. PERAWATAN 2 6,7 -5 - 3,4,8 1,5 6,7 -- - 3,4,8 4,5 6,7,8 -- - 1,2 3,5 6,7 -- - 1,2,8 2,3,4 - 6,7,8 1 - -- 1,2,3,4 5 7 8 -- 1,2,3,4 5 6 - 8 - 3 5 - 6 1,2,4,7 BLOK TEMPLATE

(30)

ACTIVITY RELATIONSHIP DIAGRAM

Diagram ini merupakan kegiatan menyusun Block template yang

sesuai dengan tingkat hubungan antara satu block dengan block

yang lain.

 Block template dipotong-potong per aktivitas, kemudian

disusun/ditempel kembali sesuai dengan kedekatan tingkat hubungan.

 Aktivitas yang mempunyai tingkat hubungan kedekatan positif (A, E

dan I) yang terbanyak ditempat di tengah-tengah. aktivitas yang mempunyai tingkat hubungan A, E atau I dengan aktivitas tersebut, diletakkan di samping/atas/bawah nya.

(31)

O X I 5. PRODUKSI E U A O X I E U 2,3,4 - 6,7,8 1 - -O X I E U A O X I E U A 1. PENERIMAAN DAN PENGIRIMAN 2 6,7 -5 - 3,4,8 O X I

3. RUANG DAN RAK PERALATAN E U A O X I E U 4,5 6,7,8 -- - 1,2 O X I 6. RUANG PAKAIAN E U A O X I E U - 1,2,3,4 5 7 8 -O X I 8. KANTOR E U A O X I E U - 3 5 - 6 1,2,4,7 O X I 7. KANTIN E U A O X I E U - 1,2,3,4 5 6 - 8 O X I E U A O X I E U A 4. PERAWATAN 3,5 6,7 -- - 1,2,8 O X I 2. GUDANG E U A O X I E U 1,5 6,7 -- - 3,4,8 -Buat beberapa alternatif susunan -Hitung tingkat kesalahan masing2 alternatif

(A=5, E=3, I=1, U=1, X=3)

-Tentukan susunan dengan total tingkat kesalahan terkecil, final ARD

ACTIVITY

RELATIONSHIP DIAGRAM

(32)

PERENCANAAN ALOKASI WILAYAH

PRODUCTION SPACE REQUIREMENT SHEET

PLANT SERVICE AREA PLANNING SHEET

TOTAL SPACE REQUIREMENT WORK SHEET

AREA TEMPLATE

AREA ALLOCATING DIAGRAM

(33)

PRODUCTION SPACE REQUIREMET SHEET

Sheet ini merupakan alat untuk menganalisis luas lantai

yang dibutuhkan khusus untuk kegiatan yang langsung

terhadap produksi.

(34)

Perhitungan allowance :

Allowance = Luas Total – Subtotal x 100% Luas Total

(35)

TIANG PANCANG 1 2 3 4 5 6 7 8 9

DEPARTEMEN NO MESIN/PERALATAN LUAS MESIN (M )

2

ALAT BANTU (M )2 OPERATOR SPACE

(M )2 MATERIAL SPACE (M )2 SUB TOTAL (M2) ALLOWANCE (%) LUAS/OPERASI (M2 ) TOTAL AREA (M2 ) L X W = A L X W = A Mesin Cutting Mesin Heading Mesin Spiral Las dan Mal Cincin Meja Rak

Tempat PerakitanPlat Sambung, PC Wire dan Kawat Spiral

Trolley Mesin Heading 1 x 0,4 = 0,4 MESIN/ PERALATAN (UNIT) 10 Batching Plant Alat Stressing 11 15 14 13 12 Area Pembuatan TP Tempat Penempatan Cetakan Atas Tempat Pembuatan STP (Vibrator Internal) Rak PERAKITAN DAN PENGECORAN SPINNING PENULANGAN Meja

Area Penumpukan Produk STP 16 19 18 17 Crane Trolley 21 20 25 24 23 22 Crane Trolley Meja Alat Stressing

Tempat Penumpukan Cetakan Meja Spinning 32 31 30 29 28 27 26 Crane Trolley Rak

Tempat Penumpukan Cetakan Las

Tempat Pembukaan Cetakan Bak Uap

PENGUAPAN

BANTALAN JALAN REL

3 2 1 PENULANGAN Mesin Cutting Mesin Heading Trolley 11 10 9 8 7 6 5 4 Trolley Rak

Tempat Perakitan Cetakan Tempat Peletakan Cetakan Vibrator Eksternal Alat Stressing Batching Plant Crane PERAKITAN 17 16 15 14 13 12 Crane Trolley

Tempat Peletakan Cetakan Tempat Peletakan Produk Meja Pembukaan Cetakan Bak Uap PENGUAPAN SHEET PILE 5 12 11 10 9 8 7 6 4 3 2 1 14 13 Trolley Meja Rak Mal Mesin Cutting Trolley Rak Alat Stressing Tempat Peletakan Terpal Tempat Penumpukan Cetakan Batching Plant Vibrator Internal Pengikat PC Strain Crane PENULANGAN PEMBUATAN SHEET PILE

TOTAL LUAS PRODUKSI

0,6 x 0,5 = 0,3 1,35 x 0,6 = 0,81 2x(0,4 x 0,4) = 0,32 1 x 0,5 = 0,5 2 x 0,5 = 1 1,1 x 15,2 = 16,72 (2,4 x 2) - 0,4 = 4,4 (0,5x0,2)-(0,7x0,5)-0,3 = 2,35 (2x2,6)-(1x0,6) = 4,.6 2 x 1 = 2 (2 x 2) + (2 x 15) = 34 (2 x 2) + (2,6 x 0,5) = 5,3 (2 x 2) + (1 x 1,2) = 5,2 (2 x 2) + (15 x 2) = 34 38,8 2,65 21,42 7,36 1 1 34 16,72 1 1 2 1 2 1 1 1 122,95 222,1 44,64 -0,6 x 0,5 = 0,3 (4,5x4)+2(2,5x2)+(2x2)= 32 1 x 0,5 = 0,5 0,6 x 0,4 = 0,24 1,5 x 1 = 1,5 1 x 0,5 = 0,5 1,1 x 27,5 = 30,25 0,5 x 27 = 13,5 (20x2,5)-(18x0,5) = 41 2(0,8 x 1) = 1,6 (1 x 7) – 0,24 = 6,76 1/2(10 + 4) x 4 = 28 18 x 0,5 = 9 0,8 x 18 = 14,4 2(1 x 7) + (7 x 0,5) = 17,5 3,5 x 3,5 = 12,25 0,3 60 2,5 250 16 24,5 0,75 12,25 1 30,25 13,5 1 1 5 5 1 1 1 1 2 1 1 411,05 628,9 34,64 -18 x 1,25 = 22,5 1 x 0,5 = 0,5 1 x 0,5 = 0,5 1,1 x 23,5 = 25,85 0,5 x 23,5 = 11,75 (20x2,25) – 22,5 = 22,5 {(20x3)-54}+{(20x4)-72} = 14 (3x18) + (4x18) = 126 90 140 1 1 25,85 11,75 2 1 2 2 1 1 269,6 392,45 31,30 -3 X 19 = 57 0,4 X 0,4 = 0,16 2 x 0,5 = 1 1,1 x 22,7 = 24,97 0,5 X 21,5 = 10,75 (21 X 8) - (2 X 57) = 54 (2,6 X 21) – 11,4 = 43,2 2(1 X 5) = 10 19 X 0,6 = 11,4 19 X 5 = 95 168 163,8 0,32 105 1 24,97 10,75 2 3 2 1 1 1 1 473,84 575 17,6 -1 x 0,4 = 0,4 0,6 x 0,5 = 0,3 1,1 x 8,7 = 9,57 (2,4 X 2) – 0,4 = 4,4 2 X 1 = 2 2(2 X 2) = 8 0,5 X 0,5 = 0,25 12,8 2,55 9,57 1 1 1 24,92 36 30,78 (4,5x4)+2(2,5x2)+(2x2)= 32 -- -1 x 0,5 = 0,5 2,1 X 1 = 2,1 2 x 0,5 = 1 1,1 x 22,5 = 24,75 0,5 X 6,5 = 3,25 (4 X 3) – 2,1 = 9,9 6(0,6 X 0,1) = 3,6 (3 X 4) – 2 = 10 1/2(10 + 4) x 4 = 28 4(2,1 X 1) = 8,4 2 X 1 = 2 60 0,5 12 12 12 1 24,75 3,25 1 1 1 1 1 1 1 1 125,5 325,25 61,41 -6 X 9,5 = 57 4 X 2 = 8 1,1 X 4,2 = 4,62 0,5 X 13 = 6,5 (11 X 8) – 57 = 31 (4 X 4) – 8 = 8 3,5 X 3 = 10,5 2,5 X 2,5 = 6,25 88 16 10,5 6,25 4,62 6,5 1 1 1 1 1 1 131,87 209,25 36,98 -1 x 0,4 = 0,4 1 X 0,3 = 0,3 2 X 0,5 = 1 1 X 0,5 = 0,5 1.1 X 9,2 = 10,12 (2,4 X 2) – 0,4 = 4,4 1 X 1,7 = 1,7 (2 X 2) + (1,5 X 2) = 7 1 X 2 = 2 35,4 8 1 0,5 10,12 1 1 1 1 1 55,02 105,75 47,97 -- -0,6 X 0,4 = 0,24 (4,5x4)+2(2,5x2)+(2x2)= 32 2(2 X 0,1) = 0,4 1 x 0,5 = 0,5 2 X 0,5 = 1 1.1 X 26,2 = 28,82 0,5 X 24 = 12 (8 X 3) – (8 X 1) = 16 (10 X 3,2) – 9,6 = 22,4 (3 X 2) – 0,5 – (2 X 0,1) = 5,3 8 X 1 = 8 1/2(10 + 4) x 4 = 28 1,2 X 8 = 9,6 (1 X 3) – (2 X 0,1) = 2,8 195,2 0,24 60 64 22,4 42,4 1 28,82 12 8 1 1 2 8 8 1 1 1 426,06 703,05 39,4 2040,81 3197,75 36,18 --

(36)

-PLANT SERVICE AREA PLANNNING SHEET

Sheet ini digunakan untuk menganalisa luas lantai yang

(37)
(38)

PHYSICAL PLANT SERVICE PERSONAL SERVICE

GENERAL SERVICE

PRODUCTION SERVICE

NO GENERAL SERVICE LUAS (m2) 1 POS SATPAM 15,6

2 KANTOR 176

3 PARKIR 621

TOTAL 821,6

NO PRODUCTION SERVICE LUAS (m2) 1 GUDANG BAHAN BAKU 391 2 GUDANG PRODUK JADI 421,04 3 GUDANG PERALATAN 186,66

TOTAL 1010,7 GUDANG PERALATAN

4 12

NO PERSONAL SERVICE LUAS (m2) 1 WC. KARYAWAN 28,5 2 KANTIN 122,2 3 MUSHALLA 73,25 TOTAL 337,45 RUANG KARYAWAN 4 113,5

NO PHYSICAL PLANT SERVICE LUAS (m2)

1 BENGKEL 74,75

2 PENGOLAHAN LIMBAH 109,2 TOTAL 183,95

(39)

TOTAL SPACE REQUIREMENT WORK SHEET

Total Space Requirement Work Sheet ini merupakan

gabungan hasil penganalisaan pada Production Space

Requirement Sheet dan Plant Service Area Planning Sheet.

TSRWS ini adalah tabel yang menunjukkan luas lantai

masing-masing aktivitas dan jumlah modul serta

ukuran template (area template).

(40)
(41)

CONTOH PENGISIAN TSRWS:

ESTIMATE OF SQUARE (m2) Total Area NO 5 2 3 1 4 DEPARTEMEN PRODUCTION PRODUCTION SERVICE GUDANG BAHAN BAKU GUDANG PRODUK JADI

LABORATORIUM GUDANG PERALATAN PERSONAL SERVICE WC KARYAWAN KANTIN MUSHOLLA RUANG KARYAWAN GENERAL SERVICE POS SATPAM KANTOR PARKIR

PHYSICAL PLANT SERVICE BENGKEL PENGOLAHAN LIMBAH PRODUKSI 8347,7 ` INDIVIDUAL AREA 391 421,04 186,66 12 9,21 122,2 73,25 113,5 621 176 15,6 109,2 74,75 3392 SUB TOTAL 3392 1010,7 337,45 821,6 183,95

SIZE OF AREA TEMPLATE

11,5 x 34 15,2 x 27,7 12,2 x 15,3 4 x 3 ((1,5X4)+(5X2))+(25X5) (11x9,2) + (3x7) (6,5x6,5)+(2(0.5x0,3)+(2x5)+(2x2,5)+(4(1,5x0,5)) (8x12) + (3,5x5) (2x20) + (4x22) + (17x9) 11 x 16 4 x 3,9 5,2 x 21 11,5x6,5 74 x 81

(42)

AREA TEMPLATE

Area Template ini merupakan skala perbandingan antar luas

lantai sebenarnya dengan luas block tersebut. Luas inilah

yang akan menjadi pedoman dalam pembangunan pabrik

tersebut.

(43)
(44)

AREA ALLOCATING DIAGRAM

Area Allocation Diagram ini dibuat dari area template yang

masing-masing blocknya dipotong-potong dan disusun

sedemikian rupa sehingga sesuai dengan yang telah

dikerjakan dalam Activity Relationship Diagram.

Ukuran tiap block disesuaikan dengan luas lantai yang

(45)
(46)
(47)

AREA ALLOCATION DIAGRAM (AAD) TERDIRI DARI 2

JENIS, YAITU :

1. AAD pendekatan Powrarm, yaitu penggambaran AAD dalam bentuk diagram balok yang saling berhimpitan antara fasilitas kegiatan.

(48)

2. AAD pendekatan Muther, yaitu penggambaran AAD dengan hubungan garis yang menunjukan besarnya tingkat hubungan

antara kegiatan yang satu dengan kegiatan yang lain. Pendekatan Muther serupa dengan yang disarankan DE Villenuve, dan

belakangan oleh Hofman dan Downs. Mereka semua telah

mengembangkan diagram aliran yang serupa, dengan

kegiatan-kegiatan yang dihubungkan dengan garis atau pita dengan berbagai ketebalan yang berbeda. Lebar garis menunjukan volume aliran

antara kegiatan, dan membantu perencana untuk menghubungkan masing-masing kegiatan secara tepat dalam tahapan awal

(49)
(50)

FINAL LAYOUT

Final Layout ini merupakan rancangan terakhir dari yang telah

didapat berdasarkan hasil analisa yang telah dilakukan seuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

 Pada tata letak pabrik ini telah disusun menurut skalanya, serta

letaknya menurut area allocating diagram dan dengan

mempertimbangkan lorong-lorong yang diperlukan bagi jalan

karyawan, aliran bahan danperalatan. Letak antara satu daerah kerja demgan daerah kerja lainnya diberi jarak yang dianggap perlu, baik karena alasan tertentu maupun untuk kemungkinan perkembangan pabrik di masa yang akan datang.

(51)

CONTOH GAMBAR TATA LETAK AKHIR (FINAL LAYOUT)

(52)

METODE GRAFIK (GRAPH-BASED METHOD)

 Merupakan metode perancangan layout dengan menggunakan

adjacency graph (grafik kedekatan)untuk memperoleh bobot terbesar

 Dalam metode grafik ini ada beberapa lambang atau simbol yang

digunakan antara lain, untuk departemen atau aktivitas dilambangkan oleh sebuah node, untuk menghubungkan antara departemen satu dengan lainnya digunakan suatu busur, sedang untuk tingkat

kedekatan (closeness) digunakan angka-angka untuk menggantikan huruf-huruf yang dipakai pada SLP

 Berdasarkan from-to-chart (keterkaitan aktivitas)

Prosedur metode grafik yang sering digunakan dalam

membangun metode grafik adalah dengan membuat grafik

kedekatan yang dilakukan secara bertahap dengan

mendahulukan pasangan departemen yang mempunyai bobot

kedekatan terbesar

(53)

CONTOH 1:

Consider a company want to develop layout for its new five

departments of equal sizes.

(54)

PROCEDURE:

Step 1: from the relationship chart select a department pair with

the largest weight.

(55)

Step 2: Select the third department to enter, the third department

is selected based on the sum of the weights with respect to

departments 3 and 4.

(56)

Step 3: Pick the fourth department to enter by evaluating the

value of adding one of the unassigned departments represented

by a node on a face of the graph

(57)
(58)
(59)

CONTOH 2:

Diketahui From-To-Chart berikut:

Dep

1

2

3

4

5

1

60

100 50

0

2

40

65

30

3

80

0

4

10

5

(60)

3 4 2 5 1 80 65 0 0 10 50 60 4 3 5 2 1 80 0 60 65 40 100 0

Alternatif block layout:

(61)

Bobot layout (a) Bobot layout (b)

Busur Bobot Busur Bobot

1 - 2 1 - 4 1 - 5 2 - 4 3 - 4 3 - 5 4 - 5 60 50 0 65 80 0 10 1 - 2 1 - 3 1 - 5 2 - 3 2 - 4 3 - 4 3 - 5 60 100 0 40 65 80 0 265 terpilih 345

(62)

LANGKAH 1:

Dari peta dari-ke dipilih pasangan departemen yang mempunyai

bobot terbesar. Bobot terbesar adalah departemen 1 dan

departemen 3, yaitu sebesar 100. Buat garis penghubung antara

node 1 dan node 3.

Grafik Kedekatan Departemen 1 dan 3

(63)

LANGKAH 2:

Langkah selanjutnya memilih departemen ke tiga yang akan

masuk ke dalam grafik. Dengan cara menjumlahkan bobot

masing-masing departemen yang belum terpilih dengan

departemen 1 dan departemen 3. Kemudian dipilih pasangan

departemen yang mempunyai bobot terbesar.

1 - 3 2 4 5 60+40=100 50+80 =130 0 + 0 = 0 - Terpilih -

(64)

Nilai terbesar adalah pasangan departemen 4 dengan 1 dan 3,

yaitu sebesar 130, maka departemen 4 dipilih untuk masuk

dalam grafik. Dari gambar 16 tarik garis untuk dihubungkan

dengan node 4 sehingga terbentuk grafik berupa bidang

segitiga.

1 3 4 50 100 80

(65)

LANGKAH 3:

Dari langkah kedua di atas terbentuk suatu bidang segitiga yang

dibatasi oleh busur-busur pembatas 1-3, 3-4, dan 4-1. Kita

menamai bidang segitiga tersebut sebagai bidang 1-3-4.

Berikutnya adalah memilih departemen yang akan dimasukkan

dalam bidang grafik tersebut. Dengan menambahkan bobot

departemen yang belum terpilih, yaitu departemen 2 dan 5.

1 – 3 - 4 2 5 60+40+65 =160 0 + 0 + 10 = 10 Terpilih -

(66)

Departemen 2 terpilih untuk dimasukkan ke dalam bidang 2-3-4

karena mempunyai nilai lebih besar, yaitu 165. Penempatan

departemen 2 pada bidang segitiga ditempatkan ditengah

bidang segitiga untuk menghindari perpotongan busur.

Departemen 2 Masuk dalam Grafik

1 3 4 50 100 80 2 65 40 60

(67)

LANGKAH 4:

Karena tinggal satu departemen tersisa (departemen 5) yang

belum masuk dalam grafik, maka tugas selanjutnya adalah

menentukan bidang yang akan dijadikan tempat untuk

memasukkan departemen 5 tersebut. Terdapat 4 bidang segitiga

yang terbentuk yaitu bidang 1-2-3, 1-2-4, 1-3-4, dan 2-3-4. Nilai

masing-masing bidang segitiga adalah:

1-2-3 1-2-4 1-3-4 2-3-4 5 0+30+0 =30 0+30+10 = 40 terpilih 0+0+10= 10 30+0+10= 40 terpilih

(68)

Terdapat dua bidang dengan nilai yang sama, yaitu bidang 1-2-4

dan bidang 2-3-4. Kita pilih bidang 1-2-4, maka gambar grafik

terakhir adalah sebagai berikut.

Grafik Kedekatan Terakhir

1 3 4 50 100 80 2 65 40 60 5 10 0 30

(69)

LANGKAH 5:

Langkah terakhir adalah menyusun ulang block layout yang

sesuai. Cara yang dilakukan untuk menyusun block layout

dianalogikan seperti metode SLP. Suatu rancangan block layout

yang didasarkan atas grafik kedekatan dapat ditunjukkan pada

gambar berikut.

(70)

Bobot layout (b) Busur Bobot 1 - 2 1 – 3 1 – 4 1 - 5 2 - 3 2 - 4 2 - 5 3 – 4 4 - 5 60 100 50 0 40 65 30 80 10 435

(71)
(72)

METODE SYSTEMATIC LAYOUT PLANNING

Systematic Layout Planning (SLP) methodology was developed

by Richard Muther.

Secara sistematis prosedur pelaksanaan SLP dapat

(73)
(74)

DATA MASUKAN

Langkah awal dalam perancangan tata letak adalah dengan

melakukan pengumpulan data awal. Terdapat tiga sumber data di

dalam perencanaan tata letak, yaitu dalam perancangan produk,

rancangan proses, dan rancangan jadwal produksi.

1.

Data yang berkaitan dengan rancangan produk sangat

berpengaruh terhadap tata letak yang akan dibuat.

2.

Data masukan kedua bersumber pada rancangan proses.

3.

Data masukan yang berasal dari rancangan jadwal produksi

memberi penjabaran tentang dimana dan seberapa besar

serta kapan suatu produk akan dibuat yang didasarkan atas

ramalan permintaan.

(75)

1. Data yang berkaitan dengan rancangan produk :

gambar kerja

assembly chart

daftar komponen

bill of material,

prototype

(76)

2. Data yang berkaitan dengan rancangan proses :

tahapan pembuatan komponen

peralatan dan mesin yang dibutuhkan

(77)

3. Rancangan jadwal produksi:

kapan dan berapa produk yang dibuat

peralatan dan mesin yang dibutuhkan

jumlah karyawan dan shift

kebutuhan ruangan

Peralatan

(78)

ANALISIS ALIRAN MATERIAL

Analisis aliran material merupakan analisis pengukuran

kuantitatif untuk setiap gerakan perpindahan material di antara

departemen-departemen atau aktivitas-aktivitas operasional.

 Faktor yang perlu dianalisis:

 Transportasi

 Jumlah komponen yang dibuat

 Jumlah dan macam operasi pembuatan tiap komponen

 Urutan operasi perakitan

(79)

Dalam menganalisis aliran material ini sering digunakan

peta-peta atau diagram-diagram sebagai berikut:

 Peta aliran proses

 Diagram alir

 Peta proses produk banyak

 Peta dari-ke

 Peta hubungan aktivitas

(80)

ANALISIS HUBUNGAN AKTIVITAS

Dalam perancangan tata letak, analisis aliran material lebih

cenderung untuk mendapatkan atau mengetahui biaya dari

pemindahan material, jadi dalam hal ini lebih bersifat kuantitatif.

Sedang analisis yang bersifat kualitatif dalam perancangan tata

letak dapat digunakan apa yang dinamakan activity relationship

chart (ARC).

(81)

DIAGRAM HUBUNGAN AKTIVITAS

Dalam perancangan tata letak fasilitas, derajat hubungan antara

departemen dapat dipandang dari dua aspek, baik aspek

kualitatif maupun aspek kuantitatif. Dalam Systematic Layout

Planning (SLP) kedua aspek tersebut menjadi pertimbangan,

dengan mengkombinasikan antara derajat hubungan aktivitas

dengan aliran material. Kombinasi dari kedua aspek tersebut

dibuat dalam suatu diagram yang dinamakan activity relationship

diagram atau diagram hubungan aktivitas.

(82)

DIAGRAM HUBUNGAN RUANGAN

Dalam proses pembuatan space relationship diagram ini yang

perlu dilakukan adalah mengevaluasi luas daerah yang

dibutuhkan untuk semua aktivitas perusahaan dan area yang

tersedia. Diagram hubungan ruangan dapat dibuat setelah

dilakukan analisis terhadap luasan yang dibutuhkan dan

dikombinasikan dengan Activity Relationship Diagram.

(83)
(84)

LUAS AREA YANG DIBUTUHKAN

 Dasar penentuan luas area yang dibutuhkan :

- tingkat produksi

menentukan jumlah mesin,alat, tipe tata letak - peralatan proses produksi

berdasarkan produk yang dibuat atau proses yang diperlukan - karyawan yang diperlukan

(85)

METODE PENENTUAN KEBUTUHAN LUAS RUANGAN

1. Metode fasilitas industri

luas ruang berdasarkan fasilitas produksi dan fasilitas pendukung proses produksi.

Luas = L mesin x jml mesin + allowance 2. Metode template

luas ruang berdasarkan model/ template yang dibuat 3. Metode standar industri

berdasarkan hasil penelitian terhadap industri yang melakukan PTLP secara menyeluruh

(86)

RANCANGAN ALTERNATIF TATA LETAK

 Dengan membuat block layout berdasarkan diagram hubungan

ruangan

 Block layout menggambarkan batasan-batasan ruang

 Perancangan detail layout : menata fasilitas pada block layout

 Metode perancangan :

1. gambar atau sketsa

2. model 2 dimensi (template) 3. model 3 dimensi (maket)

(87)

EVALUASI DAN TINDAK LANJUT

Teknik evaluasi:

1. Rasio untung rugi

menyusun untung rugi dari alternatif-alternatif, kemudian layout yang dipilih berdasarkan keuntungan relatif terbesar

2. Peringkat

- menentukan faktor-faktor yang dianggap penting dalam pembuatan layout.

- membuat ranking alternatif untuk tiap faktor - dihitung skor untuk tiap alternatif

(88)

3. Analisis faktor

- menentukan faktor-faktor penting - memberi bobot faktor

- menentukan ranking alternatif untuk tiap faktor - skor = bobot x ranking

4. Perbandingan biaya

- identifikasi biaya tiap alternatif

Gambar

TABEL NORMALISASI ARC
Grafik Kedekatan Terakhir

Referensi

Dokumen terkait

digunakan untuk menentukan batasan pemakaian dan umur aset. Tujuannya untuk mengetahui batasan umur aset dan batasan pemakaian infrastruktur TI terkait aktivitas

Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja putri dengan aktivitas fisik sedang memiliki persentase paling tinggi yaitu 66.7%yang artinya 40% waktu digunakan untuk duduk

Array digunakan untuk menyimpan banyak elemen nilai yang sejenis di dalam satu nama variabel.. Elemen nilai di dalam array dapat diakses/diacu dengan sejenis di

Seluruh angka dari 1 sampai 9 digunakan satu kali pada operasi bilangan di atas. Pada beberapa bulan ada 4 hari Sabtu dan pada bulan lainnya dapat dijumpai lebih dari 4 hari Sabtu

Float factor adalah jumlah total float time untuk seluruh aktivitas yang sedang dikerjakan (dalam progress) ataupun belum selesai dikerjakan dibagi dengan durasi

Dikatakan efektif apabila persentase aktivitas siswa yang terkait dengan pembelajaran antara (10-20)% sedangkan untuk aktivitas yang tidak relevan (0-5)%, rata-rata

dengan klien. 5) Kabel Jaringan yang digunakan sebagai sarana fisik untuk menghubungkan antara komputer pengguna ke komputer server. Komponen sistem jaringan ini adalah

Tekno park, merlukan (Perguruan Tinggi) yang bisa dijadikan/digunakan untuk pengembangannya. Untuk SDM litbang perlu di up grade melalui sekolah, training dan lainnya. Tekno park