• Tidak ada hasil yang ditemukan

KONSEP PIUtRNCANAAN DAN nrancangan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "KONSEP PIUtRNCANAAN DAN nrancangan"

Copied!
50
0
0

Teks penuh

(1)

, ,~ ..

-_.- . - - ­ ---_.--~

HABIV

KONSEP PIUtRNCANAAN DAN nRANCANGAN

Perencanaan dan peranCaIlgan adalah merupakan proses penjabaran basil analisa program kegiatan ke dalam bentuk konsep fisik (disain) bangunan beserta lingkungan. Lingkup pembahasan dalam konsep perencanaan dan perancangan ini antara lainnya melingkupi tentang aspek pendaerahan, cara pencapaian di dalam site, program kebutuhan

I1l3Dg, jenis-jenis hubungan, organisasi ruang, sirkulasi, lay-out bangunan dan strategi landscape. Hasil dari pembahasan ini adalah berupa rumusan garis-gans besar petlmjuk perencanaan dan perancangan y3Ilg akan digmIakan dalam mendisain bangunan.

4.1. PENDAERAHAN

• Area mrtuk pelayanan UIIII.Dll diposisikan sebagai sentral pada lokasi site Becan

keseluruhan. Letaknya di tengah berdekatan dengan Wlit-unit pelayanan pemasaran dan pengelola

• Kegiatan pemasaran dibagi menjadi enam unit pelayanan, sesuai dengan ragam bahan baku untuk banmg kenginan. Penempatan area 1Dltuk mit-unit pemasaran lersebut dibuat menyebar ke beberapa area di sekitar site. Letalmya berdekatan deogan area unit pelayanan Wl1lDll.

• Area untuk pengelola diletakkan di belakang (berdekatan dengan) pelayanan umum.. Area pengelola ini juga meliputi daerah servis dan pengadaan barang.

• Area parkir diletakkan pada bagian depat site, yaitu berdekatan dengan pintu masuk utamasite..

(2)

; -_.. ----~~---~----_.--.

~

-t"i=-=--= --~ -.

..

I I I

It

. / . I

I

I

(_VIS?

)1

I I

!

I 0.­ I I I UN\"T I <ANI"r f'&.I6Q.o­ ~ei:>

I

~~N PE:\.A~4" l..b I <AMU,"",

I

I

,

!

!

EJI

Jl I _T60MAN-

:---_._- -+

I I I i

J

I +-:::. " - - . -

---_._._+

Gambar 4.1.: Pembagian daerah fungsional pada site

4.1. PENCAPAIAN DI DALAM SITE

4.2.1. Per/aakJcan. JaJan Masuk ke dalamSite.

Jalan masuk untuk pengunjung, pengnyin dan pengelola di buat terpisah.

I \ I i

I

Ii '.

a). J81an m8SUk 1D1tUk pengunJung:

Diletakkan pada bagian depan site berdekatan dengan jalao raya dan tempat parkir kendaran di dalam site.

b). lalan masuk untuk pengelola:

Yaitu dengan memanfilatk8ll jalur altematif yang terdapat disebelah utara site. Karenajarak pencapaiannya yang cukup jauh, malta Jalan masuk yang terdapat di sisi sebelab utara site tersebut, lebih. diprioritaskan untuk pengelola yang menggunakan kendaraan bennotor. Pinto masuk site-nya

(3)

- - -.---_.._---~­

diletakkan agak jauh dari persimpangan antara jalan utama dengan jalan altematiftersebut.

c). Jalan masuk tmtuk pengnyin:

Jalan masuknya dipisah dengan jalan masuk peDglDljung. Altematif penempatannya. bisa dujadikan satu denganjalur masuk pengelola.

! \I l~ .lL ;)

!

3 (~ ;) :r

..

r s 'I' ~ ~­Pe!l4AS6­ ~ :;1",14:1" C4n- """ ... Gambar 4.2.1.: konsep perletakkan jalanmasuk ke dalam site.

4.2.2. Cara Pmcapaian.

a). Peja1an kaki:

!

II Ii

~

Jalur untuk pejalan kaki dipisahkan denganjalur kendaraan bennotor. Cara . !

pencapaiannya yaitu dengan menggunakan jalur path-way Galan setapak)

yang dibuat meoyusuri taman menuju ke obyek bangmman.

b). Pengguna kendaraan bennotor:

Jalur khusus mrtuk kendaraan bennotor, dibuat melintasi taman dan fasade bangunan menuju ke daerah parkir. Dari tempat parkir~ pengunjung akan melewati taman danjalan setapak tmtuk mencapai bangunan.

(4)

---" " - - - - ­

~----Sebelum mencapai unit-mit bangunan yang ada, pengunjung akan melewati sebuah plaza (ruang terbuka) sebagai ruang perantara untuk mengantarkan pengtUljung masuk ke dalam bangunan.

I : Unit pelayanan umum

n :Show-roomkulit

ill : Show-room perak N : Show-room kayu V ;·Show-room bambu

Gambar 4.2.2.: Tahapan pencapaian di dalam site

4.3. PROGRAM RUANG

Membuat program ruang maksudya adalah menentukan macam-macam kebutuhan ruang untuk mewadahi seluruh kegiatan yang akm berlangsung sesuai. dengan kelompok kegiatan yang ada

4.3.1. KdJIltuhan Rllang Untuk Kegiatan Pemasaran

Lingkup kegiatan pemasaran meliputi pelayanan terhadap transaksi (jual-bali) barang dan promosi. Kedua jenis kagiatan ini diwadahi dalam satu unit bangmlan. Sistem pelayanan administrasinya adalah desentra1isasi, dimana setiap unit pelayanan pemasaran memiliki satu sistem pengelolaan. Kebutuhan ruang aktifitasnya adalah:

1. Ruang penerimaan tamu, terdiri dan: • Ruang 1D1tuk pelayanan informasi

(5)

• Huang Jmhlk pe1B¥3'131l traosaksi uual beli) barang 2. Ruang tmtuk pengelola

3. Ruang duduk atau ruang tamu.

4. Ruang pemasanDl atau show-room

5. Ruang peragaan

6. Ruang penyimpanan aIat dan baraog 7. Ruang untuk transfer banmg

8. K3IOar maodi/WC

4.3.2. Kemuuhan ruang untukpeJa] anan

u.mum.

Kegiatao pelayanan umum ini diorientasikao kepada penguojwg dan pengngm. Pelayaoan yang diberikan

aotara

lainoya adalah: pelayanan informasi, konsultasi lDltuk pengr4iin atau pemesaoao barang kerajinan bagi konsumen. Kebutuban roang aktifitasnya adalah sebagaiberikut:

1. Ruaog penerimaan tamu. 2. Ruaog tuDggu ataU ruang dUdUk 3. Ruaog pengelola

4. Ruaog pelayaoan infOrDlasi.

5. Ruang pelayaoao admnisitrasi pemasarao, khususnya bagi pemesaoao baraog kerajinao oleh konsmnen.

6. Ruang koosultasi 7. Roang sampel

(6)

-9. Kamar mandiIWC

4.3.3. Kebutuhan ruang un.tukkegiatanpengeJo/a.

Kegiatannya. lebih berorientas kepada kebutuh8ll organisasi kepengelolaan. Kebutuhan ruang-ruangnya antara lain adaJah:

1. Ruang penerimaan tamu

2. Ruang duduk atau roang tunggu

3. Ruang loby

4. Ruang Wltuk perkantoran 5. Ruang pusat data/dan komputer 6. Ruang arsip

7. Ruang peI1>ustakaan

8. Ruang tmtuk pertemuan (rapat) 9. Ruang istirahat

10.Gudang untuk menyimpan perkakas kantor 11.Kamm mandifWC

4.3.4. Ktbutuhan Rllang Untuk Kegiatan. Pmgadtum. Sarang

Kegiatan pengadaan barang adalah bagian dan unit pelayamm pengelolaan. Kegiatan utamanya adalah mensuplai banmg dari produSen--­ mengadakan seleksi (kontrol) terhadap kualitas banmg---dan pengiriman barang kepada konsumen. Kebutuhan ruangnya adalah sebagaiberikut:

(7)

I

~- ._~----~.

--"­

2. Ruani{ kona-ol kualitas: terdiri dan numu.nuano .1_1_ Ai • .•

..

.

dan pemasaran.

3. Gudang tempat penyimpanan barang-baraog ke~inan.

4.

Roang

pengepakan.

5. Ruang istirahat

4.3.5. Kebu.tllhan RUQ1Jg UntukBugian Smts(Rumah Tan.gga)

Kegiatannya }?eliputi berbagaimacam pelayanan logistik kepengelolaan. Kebutuhan ruangnya antara lain adalah:

1. Ruang Akomodasi: khusus untuk pengelola (pengurus) nunah-tangga. 2. Ruang makan bersama tDltuk pengelola

3. Ruang dapur

4.

Ruangistirahat

S.

Kamar

mandiIWC

4.... lRJBUNGAN-JmBUNGAN

4. 4.1. Hubungan Antal' Unit Kegiatan

Jenis-jenis bubungan antar unit kegiatan yang ada dikelompokkan menjadi 2 kategori, yaitu:

• Jenis hubwgm yang membutuhkan kedekatan. • Jenis hubungan yang tidak membutuhkan kedekatan

Selanjutnya dapat dilihat pada penjelasan matrikulasi hubtmgaD sebagai berikut:

(8)

---, -- - ----~---~ --- - -­ 1 I ~---r 1.1 P::-tl13Saran -"> I T"\ 1 T •

.t' 2 1,iy,Ulall \....iI! HUll 3.1 P~>!lgdola

4.1 P2Tlgadaan B~lranQ

5.1 S~~1~·is.IP~liHi~.l.h-'TaI1.~~~<1

• MeMBU'<'Hit<AN ,<'SC'cl'A""(:At'J

o

T\~ M1=Me.uTtJti~ te:EDE:l'ATAN

4.4.2. Hubungan. Antal' Ruane Kegiatan.

lenis-jenis hubungan antar mang yang terjadi dalam setiap tmit kegiatan yang ada dapat dikategorikan menjadi 2 kelompok, yaitu:

• Dekat: yaitu hubungan antar mang yang memiliki kesamaan atau keterkautan secara fimgsional.

• Jauh: yaitu hublUlgan antar ruaD8 yang tidak memiliki kesamsan atan keterkaitan secara:tim

I" i I

a). Unit Kegiatan Pemasaran ,I'

r 1.IlnfollJi;t:si 2.1 Pday:m:m Adm. 3.1 P::.n~~~iola 4.1 Diiduk T3iHll 5.1 Shol,v-Ioom 6. 1P-::r:l~a:ilI ." I Cud:uv: 8.ITI:msl~r • DEl(A.T. o '~H.

(9)

.~--- - ._-- ---"--_. -"---.---­

b). Unit Pelayanan Umum

1. IR. Terhnn T::Jmu 2. IR Tnfol1na~i 3. ITt TltIisstl -t IR P ~ng"ln!:) S. IR. ...\dllllm~!!aSl 6. II..:.. r'~~rpu:~t:1kaan - 'I~ S:J{HP~: H:Jr:m:~ g. IF:.. KijibliJi'}.;,j 9. IUucan:: IHI!': \ !"'.'/: c). Unit Pengelola ,~. ! ·:mn;.\ '1 :Ill,!! ._ If: ! ,_# .. ;.., .' ~. ; .-41 d. .~ . 3. Ii;: I :)I)v ..., • . . . . f .... #_ . . . J\.. :.~:! ;:\i.tjhl..'i :i_i! .... L:·JL1:'~\. ;\:,...": rn!~·. n ...T. 'i I;{ .-\1.'11:' -:' I ~-" .1 ... n l'-;(fJ,j\. ~ ... " I ,~ I

r

khrflh::n q I1. ·;~·!I~':I W . ' , - " I • • I ( ••. , U'I E2·i \':C

d). Unit PengadaBD Banmg

1. IR. Tranfer

2. J R. Kontrol Kllalit.3s

J.I GUdang I\:nyimpan:m ~;::rr:mg

-t.1 R P;~ng~P3};:lIJ

5.1 R brirahat

(10)

--~---."

e). Unit Servis (Rumah Tangga)

1. IR. Al,,;,o:l1fli!:l:'i " I k \l:1bn Pt'nl)~;Df2 ... I T-} t'I ... ~ ~ • • ' LJtJFUl ~ Il( J: !ir3~1:it ~ •I

r.:}.{..

\!iC 4~.ORG~SASIRUANG 4.5.1. Organisasi RuangMaJcro

Organisasi ruang secara makro dibagi menjadi 5 kelompok mtit kegiatan, yaitu: unit kegiatan pemasaran, pelayanan lUIllDll:. pengelol~ pengadaan barang dan pelayanan nunah-tangga (servis). Unit kegiatan pemasaran dibagi ke dalam 6 kelompok pemasaran berdasarkan jenis bahan baku yang digunakan. Sistem pelayanan jual-belinya clapat dilakukan secara langsung dimasing-masing writ pemasaran yang ada: Slstem pelayanan secara keseluruhan tetpusat di writ pelayanan mnUIIL

Jalan masuk pengunjlD1g bisa melalui tmit-unit baDgUIlan tempat penjualan (show-room) barang kerajinan secara bertahap) atau langsung menuju unit pelayanan 1DDlDD. Ruang peragaan diletakkan menjadi satu dengan ruang jual­

beli. Sehingga dari ruangjual-beli) pengunjtmg clapat menuju ke ruang peragaan untuk melihat-melihat proses pembuat8oIlya.

Ruang unit pengelola didekatkan dengan ruang mit pelayanan lD1lUID. Unit

(11)

,

--~-,--~. -----~---,

konsultasi diletakkan berdekatan dengan twit pengelola. Sedangkmt unit nIang

pengadaan barang didekatkan dengan unit

mans

pemasaran.

Unit ruang servis atau pelayanan rumah-tangga, diletakkan berdekatan dengan unit ruang pengelola. Unit kegiatan selVis ini meliputi: pelayanan akomodasi, konsmnsi dan keperluan teknis kepengelolaan lainnya.

PaN6~l.A AI<c:MO ClAS \ ~{,lUjl¥ ...,--..., P&+J&&PA • f'\CN6111i rII~. KArJ LSTI~~1" I ~ ~<U>N<Cr MdfC.AN ~Ko:I""

""I. .

7. • PBt~~.A ~ IlUAl'IG ellilli~"""'1 ISERV1S. , lXlRJ....) r - - - t tl6 P"-I~ • ~IoIl'OR !: 1---1 ....,.~-I I L4 Ibl'ltr !!I"4T~1IoC& L.~ lCDMP&ol­ nR UNIT ~S,6,. RAN ""~~FI6'" 1---1 ~-;It-I. P5N6UI'i'JUN6

(12)

4.5.2. Organisasi Ruang MiJuo

Yaitu organisasi ruang pada Wlit kegiatan pemasanm. Pengunjung pertama kali akan memasuki ruang penerimaan dan ruang infonnasi. Setelah itu memasuki ruang jual-beli (show-room). Dari tempat show-room, pengtDljlDlg dapat melihat bagian proses pembuataImya di ruang peragaan. Pada unit pemasaran ini juga disediakan ruang duduk bust pengunjlDlg, sehingga pengunjmg dapat melihat-lihat suasana yang ada sambil duduk-duduk sontm. Khusus tmtuk pengelola dan pengnyin disediakan ruangan khusus lDltuk kantor

Gambar 4.S. 2.: Strokt:ur organisasi roang mit pemasaran.

4.6. RENCANA LAY-OUT RUANG UNIT PRMASARAN

Sistem pewadahannya dibagi menjadi 6 kelompok mit pemas~ berdasarkan

jenis-jenis bahan baku yang digunakan dalam proses pembuatannya Yaitu: Wlit pemasaran kenJinan kuli~ perak (logam). kayo. bambu, batik dan keramik. Masing-masing kelompok

(13)

pemasaran barang kersj jnan tersebut abo diuladabi dalam selmall YDit p~la~aB y;:mg terdiri dan mit mangjual-beli (show-room) dan mit mang peragaan (promosi).

Unit ruangjual beli barang dengan ruang peragaan diletakkan terpisah) nmmm tetap saling berhubWlgaD antara satu dengan lainnya Jarak antara kedu~ dihubungkan dengan selasar dan roang tebuka

Unit mang jual-beli) dibagi menjadi beberapa kelompok ruang berdasarkan kegunaan dan ukuran (vollDIle) banmgnya Jenis-jenis banmg yang akan dipeIjual-bel~ mengacu pada penjualan barang k~inan dan lembaga APIKRI Gumlah aitum barang yang

"

dijual tercantum pada lembar lampiran). Sedangkan Wlit roang peragaan) dikelompokkan

berdasarkanjenis-jenis kegiatan yang akan berlangsung di dalamnya 1). KenYinan kulit:

Berdasarkan kegunaann~ jenis-jenis barang kenYinan dari kulit dapat

dikelompokkan menjadi tiga bagian, yaitu:

a). Kelompok barang dekorasi: jenis-jenis barang dekorasi yang diproduksi kebanya­

kan adalah jenis barang yang berukuran kecil dan sedang. Misalnya adalah:

igan KlDlCl. Kamel. taDlaK mela. KlDas al8U lUK1san.

b). Kelompok barang aksesoris: jenis-jenis barang aksesoris yang peIjual-belikan pa­

cia umumnya adalahjenis barang yang dapat dikenakan pada tubuh manusia Amara

lain adalah: jake~ topi) dompe~ tas) ikat p~sepatu atau sandal.

c). Kelompok wayang kulit: pada dasamya memiliki fimgsi atau kegunaan yang spesi­ fik) yaitu sebagai barang untuk perlengkapan pertmIjukan WayaDg kulil Nmmm

mana keindahan dan keunikan bentuk barangny~ wayang kuHt juga diproduksi sebagai barang-barang souvenir) dengm disain dan ukuran yang beraneka ragam.

(14)

,

--'--'---_.~-Kelompok barang-banmg yang ada dilet3kkan dalam figs huab mans titI=pisaB.

Ruang untuk penjualan wayang kulit, diletakkan pada bagian depan. Selanjutnya secara berurutan adalah kelompok barang dekorasi dan aksesoris. Media peletakkan barang­ barangnya dapat menggunakan meja, rak atau bufet yang terbuat dari kaca

Unit mang peragaan terdiri dari beberapa bagian ruang menurut janis kegiatan yang akan berlangsung, yaitu: bagian roang untuk kelompok pembuatan .pola dan pemotongan, pengecatan dan penyawutan (finishing). Untuk mencapai ruang peragaan. pengunjung akan melewati sebuab selasar yang melintasi taman dan ruang terbuka.

. r '

.

I s:How·~ '~"'(i;~ 1f'liPH""'~ I ~._._o_. _ r-t • 0 ;f'._._._._._.~

i

SH~-~

i

T'liRbS . ~J>1UN61

1

~ I ATlZ-lliVT. • ~~ I I I

..,.

! ~ o

jI1fi;:" or-'

.

. '-ro

7

I

I

~ o_._._._~ -w...AN' , I _ _ a,A".. I 'HCW'-lZcc;;wl I ~"'6 I 1<1.11.'1 ; I

!

..v

-I

_o_o_._.~ ~NT~ 0 . _ . _ . _ . - .

,.

NeilS •

(15)

,

2). Kenijinan perak:

Berdasarkan kegunaannya., Jenis-jenis barang kenYinan perak dapat dikelom­ pokkan meIijadi dna bagian, yaitu:

a). Kelompok barang dekorasi: jenis ukurannya keeil dan sedang. Misalnya adalah: berbagaimacam benda miniatur (seperti bangunan eandi, kendaraan mobil, beeak, andong atau aneka satwa), Berta piring dan gelas perak. Benda-benda ini biasanya. digtmokon scbagai hiasan ruaog intrior.

b). Kelompok barang akBesoris: mmmmya berukuran keeil dan clapat dikenakan pada bagian tubuhn manusia. Misalnya adalah: cinein, anting-anting, bros, gelang atau kalung.

Ruang show-room dari dua kelompok jenis keJ1Yian tersebut diletakkan pada

satu temp

at.

Tata-letaknya dikelompokkan berdasarkan jenis-jenisnya. Jenis barang aksesoris yang UID\UIIDya berukunm keeil diletakan di bagian tengah ruangan. SedaiIgkan barang-barang dekorasi diletakkan pada sisi-siBi ruang.

Ruaog peragaan diletakkan terpisah,· dan dilmbungkan dengan selasar yang melintasi t8lllan dall luang terbukao RuaiJg peJ1i88Hl1 dibagi me~adl

aua

b381an, yaItu:

;

ruang untuk pembuatan yang prosesnya dilakukan dengan eara dirakit (dilengketkan). Jenis kegiatan ini clapat diletakkan di dal8lll :ruangan. Dan ruang untuk mewadahi proses pembuatan yang dilakukan dengan eara di latah (diukir). Jenis kegiatan ini dapat diletakkan diluar 111811& seperti di teras (ruang terbuka), di dekat selasar atau pintu masuk menuju IUaIJg peragaan.

(16)

----~--l -f\'-'-'-T

.

I I I I

-

i

- -.::if _._.~ K"-Ol"1POlC. ~N'''';l6 &6A.Il(u~ ~1OA+Je. 'l'EtaAS ALI6NG f'azA~

--}

.-- -' _. --l"­

i ' ~-_.-~:

.

r--Gi

I I .,l, ~&t &eltUl'lIlt4Sl'1 ~tJ'&. KIOLQ"''''*­ _e~l'~ ~lCu~ It&6,,,

Gambar 4. 6.b.: Rencana lay-out roang pemasaranRerajinan petaK:

3). Kenijinankayu:

Berdasarkan kegunaannya, jenis-jenis barang kenijinan kayo dapat dikelompokkan menjadi 3 bagian, yaitu:

a). Meubel (furniture): diprioritaskan kepada jenis furniture yang memiliki bentuk yang unik dan khas, seperti misalnya: meja dan kursi yang dibuat menyerupai akar pobon (kayu).

(17)

, ---l

b) KeJompok banmg dekornsi' biassuwa digJrnakau sebagai bissau Dlang (iDterior) !4is'il­ nya adalah: relief (bidang dari kayo yang diukir) dan aneka ragam patung atau miniatur yang terbuat dari kayu.

c). Topeng kayu dan wayang golek: kegunaannya spesifik, yaitu sebagai perlengkapan ke­ senian (tari dan wayang golek). Namun pada sisi lain, juga dapat diguoakan sebagai

b~-b~gsove~.

Show-roonmya dibagi menjadi tiga bagian roang yang teIPisah. J'encapaian ruangnya bertahap, dari show-room topeng dan wayang golek, barang dekorasi dan meubel (furniture). Masing-masing mang dihbungkan dengan selasar.

Ruang peragaan dibagi menjadi tiga kelompok ruang, yaitu: tempat untuk pembuatan pola (bentuk dasar), tempat untuk proses pengukiran dan penyunggingan (pewarnaan) dan tempat lBltuk proses finishing. Kegiatan pembuatan pola (bentuk dasar) diletakkan di dalam mangan. Sedangkan kegiatan menatah, menyungging dan finishing diJetakkan diruang terbuka (di teras)

I I ltl.l4N6" ~'~M ~S' f'ti(ZU;A!:W "'~"lal-C~'"TlIP~) 1'(,-. f'611.M~ ~ Mol '1

.--_.--_.-

'7

~ . _ . _ . _ . _ . I

EJE]

I ~HCW"1EDClM I I BAAAN& t I I ~I sttow·RDOM I To~~~ I I ,.,~.~ ~.

._._.,..

L. __

---.7

! I !

_a_ .. _._.

... ·-·f

~ 5Nt'UNC&

Gambar 4.6. c.: Rencana lay-out roang pemasaran b81'l108 kerajinan kayu.

(18)

·-~i

4). Kerajinan bambu:

Berdasarkan kegunaannya, jenis b3I"3llg kenginan bambu dapat dikelompokkan menjadi 2 bagian, yaitu:

a). Meubel (furniture): terdiri dari barang-barang perlengkapan yang berukuran besart mi­

salnya seperti: mej~ kursi dan penyekat ruang (partisi atau dinding) yang dibuat dengan

cara dianyam.

b). Barang-barang perlengkapan IUIIlah-tangga: ukm1m barangnya sedan& misalnya seperti:

tempat sampaht tempat buku (kertas atau koran)~ kap lamp~ anyaman tikar~ atau :

:

..

perlengkapan mejamakan seperti alas piring atau penutup makanan.

Jenis-jenis b3I"3llg kenginan yang ada diletakkan menyatu pada sebuah unit ruang . pemas3I"3ll. Tata-letaknya di kelompokkan berdasarkan jenis-jenis barangnya. Jenis-jenis banmg seperti mej~ kursi dan penyekat ruang dapat langsung diterapkan pada beberapa . bagian ruang. Misalnya adalah ruang duduk~ dimana meja-kursi dan penyekat ruang dapat ditata sedemikian rup~ sehingga selain dapat dilihat, pengunjung juga dapat meman:fimtlmonya sebagai tempat beristirnhat sejenak.

Ruang pel agaan dileblkkan te.tpisah dengan ruang show-room:

New

temp ;

dihubungkan dengan sebuah selasar yang dibuat melintasi taman dan ruang terbuka. Ruang

peragaannya dibagi menjadi 3 bagian, yaitu: tempat untuk membentuk dasar (kerangka)t tempat 1Bltuk merangkai dan menganyam, dan tempat untuk proses finishing. Proses pembuatan kerangka dasar diletakkan dalam ruangan. Proses penganyaman dan merangkai .

dapat diletakkan di teas ruang peragaan. Sedangkan proses finishin& yaitu yang terdiri dari

proses pemberian perms atau pewamaan diletakkan di daerah-daerah terbuka di sekitar selasar dan ruang peragaan.

(19)

" " ­ llG.PeVo~ R"AIIQ

""

I ~f1AW I f ' - ' - ' 1-._._._.-1._."

...

~ I I I I i I Sl-lclw~...,

*._._.­

.-._._~ I SHow'-~lVI "l&'R;>S I I i ...y i I :Ii;._ . . _._of ENT~ANc:g: I ;

Gambar4. 6.d.: Rencana lay-out roang pemasaran barang kerajinan bambu.

5). Kenijinan batik:

Jenis-jenis kenijinan batik dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian, yaitu:

a). Jenis kerajinan batik yang masih berwujud kain.

b). Jenis ke~inan batik yang sudah dibentuk dalam wujud tertentu, misalnya adalah baju batik atau kain sarong batik.

c). Jenis barang dekorasi: yaitu terdiri dari anekaragamjenis barang perlllasan yang bia­ sanya terbuat dari ballan kayu lalu kemudian dipoles deogan wama batik. Wujudnya

(20)

__ 1. _...::.---" . _

bisa dalam bentuk hiasan meja seperti patung-patung binatang yang berukuran kecil. Atau berupa hiasan dinding seperti sendok-garpu timan yang dibuat dalam ukuran

besa.-.

Bangunan show-roomnya dibuat menjadi satu lUlil Nmmm tata-Ietak barang-barang dagangaimya dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok keraJinan batik yang berwujud kain dan banmgjadi (seperti baju atau sanmg) disatukan meQiadi satu area dan diletakkan pada bagian depan show-room. Sedangkan kelompok barang-barang dekorasi, dilet3kkan pada bagian ruang yang lain.

Ruang peragaan diletakkan teI])isah dari show-room, namun tetap dihubungkan

dengan sebuah selasar yang melintas taman dan mang terbuka. Ruaog peragaan dibagi

menjadi dua bagian, yaitu: ruang peragaan yang dibuat menyatu dengan show-room dan ruang peragaan yang teI])isah dengan show-room. Ruang peragaan yang teflJisah khusus sebagai tempat pembuatan gambar (pola) dasar disain yang akan dibuat dan pemberian wama. Sedangkan proses pemolesan "malam» (obatltinta ootuk membatik) diletakkan menyatu dengan show-room. Dengan ini, pengunjung dapat mencermati keahlian pembatik

secara lattgmrng dari mang show-room. (GambaI' lihat pada halamanZl)

6). Ke~inan gerabah (keramik):

Berdasarkan kegunaannya, jenis-jenis barang ker~inan keramik dapat dibagi menjadi lkelompok, yaitu:

a). Kelompokjenis banmg dekorasi: yaitujenis barang keraJinan dari keramik yang Bering digunakan sebagai penghias rnang interior ataupun eksterio (taman). Antara lainnya

adalah: genton& guci, patung dan pot bunga. Ukuran barang yang ada umumnya sedang

(21)

b). KelolDpokjenis barangperlengkapan: Misalnya adalah gelas (baik tmtuk keperluan ru­ malI tangga ataupun hiasan)t asbak rokot pas blBlga dan tempat ballpen atau pensil. Ukuran barang perlengkapan ini mntmmya adalah kecil.

c). Kelompokjenis barang fumituret yaitu: terdiri dari seperangkat meja dan kursi. Ukuran barangnya besaI".

Show-roomnya dibagi bagi meqiadi dua bagian, nmmm tetap berada dalam sebuah unit bangunan. Beberapa bagian dari jenis-jenis barang keramik yang berukw-an keeil, seperti asbak, pas bunga tempat ballpen, patlmg-patung kecil dan gelas diletakkan pacta bagian depan (teras) show-room Sebagimmya lagi diletakkan di dalam ruan~ disatukan dengan barang yang berukuran sedang. Bagian ruang yang lain digunakan untuk meletakkan barang-barang keramik yang berukuran sedang dan bes8rt seperti gentong, pot bunga, patung serta seperangkat meja dan kursi.

Ruang peragaan diletakkan teI]>isalI dengan show-room Penghubungnya adalah selasal" yang dibuat melintasi taman dan lUang-lUang wlbuka: bang peragaan

yang

~a

dibagi menjadi dua kelompok ruaogan, yaitu: ruang untuk jenis-jenis pekerjaan yang bersif3t mekanis, sep~ mengglasir atau menghaluskan dan ruang untuk tempat melakukan pekerjaan finishing yang terdiri dari proses pemberian wama, pemis

atau

semir.

(22)

of"" ' - ' - - - ,

.

i

I , I I Jl!NIS S A _ I<AIN I e..iLl I I i-­ -;L -- . - . - . ­

i

'--

-

-_._") I I, I I 't!tJIc;. lIo5uNG't DeJ<:)1',4S i . I I I I I I I I ._'} ! I i if-._._._-_. -'­ I

-_.!'

~NlRA.NGE

.v

:

..

1'b.M6tJ I I I :

Gambar 4.6.e.: Rencana lay-out. ruang pemasaran barang kerajinan batik.

'"

~.~UJ.N 'q·~AtoN

PROSal; l'I!M1r.l­ pP.o~

""'I~-'111<"'N ?~t"""""'. ~#TAN --}

"'­

'1-17

FNTlt.ANc.E" I "'---} I JDJI'l -: B~" ; :lI!tJIc;: 1'01,(0 ~l'UlUo'" l<eCl1.-~ I I ~1iRU~ I<RH... f- ._-­ _.J I

.

~ '---'1--­ ; ...L,. ~~ IIl.6 ~RAN ~ A.. I j -T.l.MAN

-"r'

i 'i ..J,.. I

i

I I ~ 1 T1tI4,06'

--7

~'-Jli ~. ~·P~A~tJ

Gamber 4.6.£.: Rencana lay-out roang pemasaran barang kerajinan kenmik.

i

(23)

4.7. BENTUK RUANG JUAL-BELI DAN RUANG PERAGAAN 4. 7.1. Bentuk Rllang JllaJ-BeJi

Bentuk (lay-out) ruang jual-beli barns dapat memenuhi persyaratan kenymnanan ruang gerak dan jarak pandang. Kenyamanan ruang gem berkaitan dengan faktor kegiatan (sirkulasi) pengunjung dan pengelola di dalam ruaog. Sedangkan kenyamanan jarak pandang berkaitan dengsn kemampuan (daya

tangkap) pengamatan pengunjung ke obyek barang kerajinan yang ~ pajang. Tala letak barang dan perabotan juga dapat mempengaruhi kenyamanan j arak pandang. Untuk itu perlu diatur tata-Ietak kelompok barang yangberukuran

besar~ sedang dan kecil hingga dapat menciptakan keteraturan di dalam ruang.

... _._._._._.:-1

,

.

I I ~TAN I r---~­ I Bcr"N iT

!

I AREAUNTUK SIRk'ULASi I I I

.AIla ur.n-1.Jk Altematifbentuk salah saturuang

PeRHENTIAN jual-beli (show-room): yaitu dengan membuat masukan Pllda bidang sisi

n.tangan. Fungsinya adalah sebagi

:..-.

tempat perhentian (melihat-lihat)

barang tanpa mengganggu pergerakan .

r.

padajalur sirkulasi.

I- . _ . _ . _ . _ .

. .

_ . _ .

-+

(24)

-- -- ~ ~-- --l

.-. ...

4:

7.2. Beniuk Ruang Peragaan

Bentuk (lay-out) ~peragaan bekaitan dengan faktor kenymnanan ruang gerak pengnyin dalam melakukan aktifitas pembuatan banmg dan I1J8Ilg gerak

pengunjtmg mrtuk dapat mengamati proses pembuatan secara leluasa Perletakan meja keIja dan meja peralatan harus berada pada posisi yang mudah Wltuk dijOllgknu oloh pongrajin dan tempat duduknya. sambil bekeIja Beberapa sisi roangannya di masukkan ke dalam hingga dapat memberikan roang kepada pengunjWlg untuk mengamati aktifitas pengnyin dan produk barang yang dibuatnya

IZU4P16'

'1A~

I1IMAS"'I><4N

KETERANGAN GAMBAR:

• Bentuk lay-out. roang peragaan ini mengacu pada standarl

..

-

minimal

...

untuk satu onmg

1. Meja tempat meletakkau perttlallm

2. Meja kerja

3, Rak penyimpanan.

~~

~4NQ • Sisi-sisi ruang yang dimasukkan bertujuan

Of"lASl-ltC 1'4"-'. untuk memberikan roang tambahan kepada pengt1l\jtmg agar dapat melihat kegiatan

secara lebih dekal

• Bidang pemnJkaan ditinggikan: tujuannya untuk mendekatkan j ara pandang pengtJl'\jung ke obyek arnatan.

~~N

"lJ>+Je pf­

""WWI~tJ.

(25)

4.8. 8IRKULASI

4.8.1. Sirludasi Pmgunju.n.g

Pengunjung diarahkan lDltuk bergerak meneluswi deretan unit-unit bangtman yang diSUSWl di sepanjangjalm sirkulasi, hingga membentuk pola (konfigurasi) gerak sirkulasi linier.

Dari pintu masuk utama site, pengunjung diarahkan untuk menuju jalan setapak. Melalui jalan setap~ pengunjung akan rnencapai tmit-Wlit baDglman secarn. bertahap. Pertamakali pengunjWlg akan melewati sebuah plaza. Plaza ini menghubungkan jalan setapak menuju show room dengan lDlit pelayanan umum yang terletak pada sisi lainnya. Melalui jalan setapak, pengunjung akan melewati show room-show room yang ada sesuai dengan bentuk (konfigurasi jalan sirkulasinya. (Lihat gambar 4.2.1. hal: 56)

4. 8.2. Sirludasi Pengelola

SirkUlasl pefi$Ellola albedakan menJ8dl

aua;

ymtu: sfrkUlasl peJaIan

kaki dan pengendarn. motor.. Jalan masuk pengelola yang menggunakan

kendaraan bermotor, diarahkan melalui jalan masuk yang terdapat pada sisi (utara) site.

Dan

pintu masuk, pengelola akan memarlcir kendarammya eli tempat parkir, lalu kemudian menuju ke unit bangunan.

Untuk pejalan kaki, dapat ditempuh melalui jalan masuk utama pengtmjung di depan site, menjadi satu dengan jalur pengunjung. Dari pintu masuk utama, pengelola di arahkan lDltuk melewati jalur khusus yang mengbubungkanjalan setapak dengan lDlit pengelola (pelayanan lDIDDIl).

(26)

----!- .. ­ i

blur sirkuJasj uDhlk peggadaau barang, diguat S'i~ara t'iFPIS&

dengm pinto masuk utama pengtmjung di depan site. Barang kenginan yang akan dipasarkan dibawa ke tempat pengelola (bidang produksi dan pemasaran) tmtuk dikontrol. Banmg-banmg tersebut kemudian didistribusikan ke unit-unit pemasaran melalui jalur sektmder yang menghubungk8ID1Ya dengan unit pengelola dan pelayanan mnum.

I .; r ' -'-'_.-. -._.- '-'-' _. _. -.-._.-'1

+---

-r

I ,.1..' + ====='~=Ia=l'\=I01="~=""=l"e~"":!::t=I

..

=",=r=~="%O==tt... • II • O,t,,,rjbIlS I &"..."'>t 5 :' I : ~

!

'

I

•t.. ~ I• . I

!

4 2

i

i

rr:=rl

r:ll

I

.: I

!

r---i

I

G]

:I

!

I SO I I' I : to-.=::"-==.--=~-~

i

KETERANGAN GAMBAR:

ill

_~j

!I

! 1. Unit pelayanan umum

l-. _._.

i

it

2. Unit servis dan distribusi barang 3. Unit pengelol11an

4. Unit-unit pemasaran

S. Area parkir

.! ~

(27)

4.9. LAY-Om

4. 9.1. Tata Letak Bangunan.

Tata letak bengunan-bangumm yang ada disuS1Dl di sepaIijang bentangjalur sirkulasi yang berbentuk linier (menerus), menyesuaikan dengan bentuk site yang ada.

• Letak plaza: plaza adalah ruang pengkondisian sebelwn pengunj1Dlg memasuki unit-unit bangunan yang ada. Plaza diletakkan diantara tmnan dengan bangunan show-room barang kerajinan kulit

• Pencapaian ke unit-unit pemasaran (show-room) berlangsung sesum dengan urut-urutan pergerakan sirkulasi pengunjung, Pertama kali peDg1Bljug akan menjumpai show-room barang kerajinan kulit Dan seterusnya secara berurutan adalah show-room barang kerajinan tekstil, gerabah, perak, bambu dan kayu.

• Bangunan pengelola dan mit pelayanan 1DIlUID diletakkan pada

urutan

teakhir, sebagai ungkapan dari benddJimya sebuah rangkaian aktifitas peDg1BlJung di d81am lok3Si

4.9.2. LetakArea Parkir Kmdaraan

Area parkir kendaran dibagi menjadi dua lobi, yaitu:

• Area parkir kendaraan untuk peDgWljUIJg: terletak di bagian depan site,. berdekatan denganjalan raya utama.

• Area parkir mtuk pengelola: Terletak di bagian samping site, dengan memanfaatkan jalan altematif yang terdapat di sisi luar site sebelah utara

(28)

t= '-.-._._.-.'-,._._. - ._._._...,.

. r ----,

• ~Ir iCUt"SI ....fl¥'o\a 7 13..."ng 10(\. -<t I '

-11 I ) , .J

Gambar 4.9.2.: Gambar lay-out pada rencana site

4.10. LANDSCAPE

4.10.1. Pmataan. Taman (Ruang Luar)

Elemen-elemen taman dalam bal ini terdiri dari: pepobonan. penutup tapak dan elemen dekorasi (hiasan) taman.

4.10.1.1. Penataan pohon

1. Penataan pobon di area parkir.

Area parkir adalah berupa ruang terbuka,. sehingga memungkinkan untuk menyerap panas (sinar) matahari disiang hari. Penggunaan pobon pada area parkir ini diprioritaskan lDltuk menyaring sinar matahari secara langsung sehingga dapat menciptakan suasana yang

(29)

---teduh. Untuk itu digunakan tipe pohon tajuk yang memiliki struktur cabang yang rapat dan berdmm lebat.

2. Penataan pohon pada area taman.

Dan

lokasi parkir. pengunjWlg akan melewati jalan setapak yang melintasi taman. Penggunaan elemen pohon dalam hal ini lebih diprioritaskan pada fimgsinya sebagai:

• pengarah jalur sirkulasi: jenis pohon yang digtUlak3ll adalah jenis pohon yang tumbuh secara vertikal dan berpostur ramping. • peneduh jalan: menggunak3ll jenis-jenis pohon yang

struktur

ranting dan daunnya tidak terlalu leb~ hingga dapat memberikan celah-celah pandangan kepada pengunjung lUltuk melihat ke obyek-obyek bangtDlan yang ada di sekitarnya

• penghias taman: menggunakan jenis-jenis pohon yang memiliki keindahan dan daya tarik tertentu. Diterapkan pada daerah­ daerah yang membutuhkan bukaan-bukaan seperti plaza dan ruang-lll311g pel antm a yang menghubWlgkan unit-unit bangtmaIL

'.

'ttl~tlt

(30)

.

'~~ .~'

.

••

~

..

:

;.;.,

.~

...•

~

...

,."

'Jrr 0\ ' ' ' ' A ~ . ­ , .

~~.

- ;;r' . ..,... ;"!; • .­ " ... :r !

Gambar 4.1 O.l.l.b: Tipe pohon peneduhjalan

Gamber 4. 1O. l.c.: Tipe pohon pemams

4.10.1. 2. Bahan Penutup Tapa](

1. Untukjalur kendaraan dari tempat parkir.

·Bahan penutup yang digunakan adalah jenis bahan dari batu bampar. Bahan ini memiliki karakter struktur permukaan yang

(31)

,

- - - -.

bertekshlT teratnf daD stabil Babill iDi juga diRarapkaa gapat

memberikan kesan yang alamiah kepada pengunjung. 2. Untuk penutup jalan setapak.

Menggunakan bahan yang terbuat dati batu kali yang di pecah hingga menghasillcan batu-batu kali dengan permukaan yang pipih (datal"). Tekstur pennukaannya kasar~ keras dan tidak licin. Sesuai dengan kebutuhan 1Dltuk aktifitas bejalan kaki yang membutuhkan pennukaan yang stabil dan keras~ hingga dapat memberikan kenyaman bagi pemakainya.

3. Penutup Pennukaan Tapak Pada Plaza

Untuk bahan penutup alas (permukaan) plaza diggtDlakan bahan yang terbuat dari batu alam (batu kapur) gunung kiduI. Tekstur pennukaannya cukup haJus dan Bangat keras, hingga nyaman digunakan untuk melakukan berbagai aktifitas pengunj1.Dlg (seperti

berjal8D~ duduk-duduk atau melibat-melibat suasana yang ada

disekitamya).

4.10.1. 3. Penghias Taman

Yaitu dengan menggunakan beberapajenis barang ker~inan yang dapat

digunakan sebagai hiasan. Antara lainnya adalah: penggwman patung­ pabmg yang terbuat dari bahan kayo atau batu. Dan penggunaan lampu taman yang terbuat dari batu.

(32)

,

- - "---­

Garubl:lr 4.1 a.l.3.a. : BllllllIl blil.u haIIlpl:II" ylfUg digullakan st!bagai pt!uutup alas area parkir.

Gambar 4.1 a.l.3.b. : Bahan batu

kali

(pecah) yang digunakan sebagai penutup jalan setapak

(

(33)

4.11. PENAMPU,AN WA.IAH BANGUNAN

4.11.1. Detail Bangunan

Ditail pada salah satu wajah bangunan dapat dijadikan sebagai point of

interest atau pengarah jalur sirkulasi bagi pengunjtmg lDltuk menuju jalan

masuk ke lokasi mauplDl ke bangunan. Penerapan ditail dalam hal ini akan difokuskan pada bangtman (unit) pelayanan lUIlUIIL Pertimbangannya adalah:

1. Posisinya terletak di tengah mengikat beberapa mit bangunan yang terdapat di sekitarnya.

2. Ftmgsi bangunannya bersifat publik, sehingga meJYadi pusat kegiatan pelayanan pada sarma tersebut secara keseluruhan.

Penerapan ditailnya antara lain dapat diterapkan pada beberapa bagian bangunan yang cukup menonjol, seperti atap atau pintu masuk bangunan.

1. Penampilan bentuk atap yang rumit: pennukaan atap dapat dipermainkan dengan memberi peroedaan-perbedan ketinggian. Kesan nunit juga dapat dimtmcutkan dengan memasang omamen berupa rangkaiao

kaYO

yang menyerupai struktur menara yang diekspos pada ujung atap yang berbentuk &tap limasan.

2. Detai pada pinto masuk bangunan: yaitu dengan menggunakan panel (datm) pinto lengkap dengan bingkai penutup kusen yang terbuat dari ukiran kayo. 3. Struktur kolom atau penyangga atap (plafon): mrtuk menyangga beban

struktur atap yang tidak teralu besar, dapat diguakan kolom dari bahan kayo

yang diukir hinggamenyerupai tempelan topeng-topeng kayu pada·struktur kolom yang digtDlakan.

(34)

-1

,

- - --- - - --L_~

4.11.2. PmampiJan Ruang Da/am

Penampilan ruang dalam diharapkan mampu mengkondisikan perhatian pengunjtmg ke dalam suasanan roang yang dapat menggambarkan keaneka-ragaman jenis barang ~inan. Beberapa faktor yang sangat berkaitan dengan upaya menciptakan kondisi tersebut antara lainnya adalah: Bahan struktur dan konstruksi yang digunakan.

• Bahan struktur yang digunakan diharapkan dapat mendukung fungsi struktur dari bangtman yang ada

• Bahan struktur yang digunakan diharapkan dapat memenuhi persyaratan keamanan dan kekuatan.

• Dari segi perawatannya mudah.

• Selaras dengan penampilan bentuk bangtDlan yang diharapkan.

Uutuk penerapan pada struktur inti, seperti pondasi, kolo~ balok dan plat-lantai dapat menggunakan bahan struktu dai beton. NamWl wujud

penampilannya barns selaras dengan bentuk-bentuk khas yang terdapat di

r

dalam roang. Sedangkan mrtuk struktur-struktur pendukung, seperti dinding f

I,

pengisi dan pllafon dapat memilih bahan-bahan yang mengandug unsur aIamiah. Misalnya adalah batu bata yang diekspos dapat diterapkan

untuk

dinding pengisi. Atau anyaman bambu dap8t digunakan sebagai struktur penutup plafon.

(35)

lMJi4..'\R P'U~'I..~..

1. Rekapitulasi Data Semra Industri Keeil

Per-daerah Tingkat IT, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Periode tahWl1995-1996.

Sumber: dari Kantor Wilayah Depatemen Perindustrian dan Perdagangan Propinsi DIY.

2. Data Partisipan Yayasan APlKRI di Wilayah Kotamadya Yogyakmta Tanggal 7 Mei 1998.

3. Tugas Akhir SandaraBudi Rahayu, denganjudul:

''Pasar Seni Sebagai Wadah Promosi Untuk Menunjang Pemasaran Industri Kerajinan", Universitas Gadjah Mad~ Yogyakarta.

4. Konsep Griya Niaga, Pusat Promosi dan Sistem Plasma-Inti dati Depsrtemen Perindustrian dan Perdagangan Daerah Istimewa Yogyakarta.

(36)
(37)

\[dto.'"'n1.""flXEJ 0 X Nsr.r~)iSlt~~i

8661

I~1

L

Inb~~tlli~dla "

8661

I bJ..I. I d

"'i

(38)

.

I

DATA

PARTlsIPAN YAYASAN APIKRI

01 ~lL~YAH

KODYA YOGYAKARTA

i~l-;'

I ,.'.­ HAMA p,T.hl.fAT

SEKTOR

PENDATA

,

I

PEf?t-.JTH._.... -'.--­

, ..,,'1";"'1: '~lr-n~;:,n";rl'-g-k-V-I-:-(,-9 ,(-,:-' ._--+--_.

' " ' ' tV

!

i Bd .. ::b ...H.g i"iiuton!.J , ... \- ... ':j ... w r.. Kemasan At..NfZIZ!'

! I

... -.- .--. ---.-.--

.

i

i C.~;;L) ;':Y0f10 ..ii. ::i,0eng Jercni 79 Yl< i Kulit AANiZIZl';

; ~ I : I

... - - ..- - . - - - - ---~-.- : 1

r...: ,1: i,);iD ~·:,ntjrJn Uh \j 335 Yk Kay'U ~ AT1K/rlT! f

~

..._ .... _ - - "'- - - -..._...__._--_.._<--_. _.._._-- - - j

..i~:~Ji: R T"'9"; g:;r:ri:.J R: 5::; 13 Yk ~~ ",. ; Batik .£:"rtKiTlTI!

,. / ' . . • '< !

... . . .. - .. - - - . - . - •..•.-._-- - - ---.-..- _.. ..- J

.:.l~;tO ",', ;···-,r·"ICr •" (,, Kull" ~ . : . I t { 'I

i: \.·: .... :iI!: . \-":J~.I.;,~:!j~,!~11.·.J:,1f r\ ,-',"'I-IKT'-'-'

. . ._..

._._

- - _.. __ - - - .

__

. -

__

.;..

_-

._---_._-{

!

.',.

...~ ::: ':' <~.l'.~" r)~ \{oqoc;..",,',·;G. ~ ~~a..tun 9,;"\~~ . ABt-DI I

1

.\l..~~ ?1';;'t~L.

.- - ..- ---..--- .. ---.---

1

:.. ~ .. ~::::.! :r·~:t~F: .:. :-.:'; ~:;:;;'i::;::) ! 2 Yk .A.plikasi ;';'N'Zlzr

~':': )~;~;ar, :.;~

-:)11;67 ·Y·k· ..-···.. "."- ...-.

Perak -·---~---,::;:T!KjT-.-IT-!

-'-'1

~: ~ -;~ ~ ~:!.~ . . I -_ .. _... -..-.---~ ....---_... ·-·-··---·---t ;ja';K' A'-lV:-"1-\ i i /' -. T.;'·.od:;:~~r~~ LL y'k l.J L I , ,1'\. t. ~ f ; ! . ._.._--_ .1 : \""--(.i ..:~: .!;

<

h<> .L\B~!1.D ! i

TLJnf;..Jvl51.:t-V) UH.lII/'ObC! "'I}t.. p</rj"J e-, fi-S01J'

I

".", _: ... ;, :;';;;~ ~~~; \'/H ~~~6 ~. Yr:. ?e'l~;. ~..T!Ktrrr: ! ~ .. ..._... , ~ ;::·:L.. :. T~~hJ:·'~t·:,n D!·l H·:16 Yt~ Kulil /\T~K:Trr~ . .. "

':"~["'; J".::inj~l;i t ..:.~:;i: Tt4~':4;~~=n {IN iL;·l,t. Yk Kuiit .AAj{:Z!L\1

t~ . ~".i~~.:ing l}l ~l ~l

... ... --~ ...-._---_. )

".

: I'.,. ~jl!;!:"Ciriij 1.1<11\\.. 0):-:<ln \·.jirC.Oftlj'ln )' K Kulit .~TIK,.TITl

I

I . ,... ----....- ...-...- --..- ... .. -_ .. '..._-. - ._.-.__.._-- --.---,-.

- - - ­

I 1t-. ,B"Hlono ; K3rangkaj!::n hlG 1,479 Yk i Kulit i

!

ATIK..'TIT-I--1 "f

I . i i

1\. "_."/.' :

t l~r'I-D;-' G-a-m-p-:-:n-g-al-n-\'-,a=--:-9-14-:Y-:-K~5:--5-:-25-3:----+! --K-a'-ju----:-G-!U-g-u----:---A-:-r-::-t-:-l<,-:-iT-I-T-l---ll

... _. -._. - I

i':: .,H.:ris ,; SJmirono ct \,11.:14-$ Yk 5528 I I Label ATIKiTIT!

I

···-,

9,-'. ;'-SlIgellg Riyadi

~. t~.

rapyak l<uton R·W 53/RI09 Yk

I

Tempurung TRL'l'-.lUR

i

l

- .__.... -.-...- - - .. -- .. - - - . - - - -________~!---~---il

a.:) ~t'JI'j ~J'Cl" ~1~~- ~il:6<}lj ')c.(d

va.

j;i.v'r."'\. '??~-: I :<::

I j t'~'~: ...J:"...

-rc

~i2~' \..J,.\ ...) ~tNU, ~t

9S

C\e.n -

~ ~ \ 7"\

(39)

DI;TA

PARTISIPAN YAYASAN APIKRI

DC wrL~YAH

KABUPATEN BANTUL

I

t·! C H~\Hl'\ AI.Al-1 A. T SEKTOR 1 PEHDATA J

t'EU.i,J I H

..

....~ • : ; f i

~_l:,"i

... rl !J.':i9i.Hih;:!jC

~ se~~lon

Ba.!:!ui..

~_:.:~::

_ _

.E}~·t~k -:~.~~~=--._AT!·;"'rD:C~·:J

".' :., :~ ~ ::'.!: '.-; :,:.:i::i:: !.:":'Clil(i!la::o. st?l·Jc:n Banttli . I4JLiT ~ : AAN.:Z:ZI·

I

.l. ~ _!. : ~ I ;, i :"~d(ql!.i.$jU:);Juiy;ba;;1b:-i~;a l{o·u;,o·.Bani~i-" ~- Balik - . AnTITI j ~ • •• _ • • _ _ f • : • • - - - ••• - - - _ • • _1

., - ..

" ,; .~~ " .:.~: (,;':~ :ib::.9.. 8~ng:;~1~E J;.9.~lhA~IJ:}!!lt1) , . ~_ Terracola._ ATI'/TiTI J

: ....i.! . •i.'.

;'

". i::,'.:So::;J.,!g.r.J;.!!,.la?~~~~f-'aJan9.~_n:~.:;!!t~A._ ~ K~Y!.j _., .:.~~D!JDE~dL

I

: ~:' ... :\~; ?: ..1~!~!?i":i:,n ,iJ,~n9~~lt:1c:"!.I~J~:!!J1~_ ..._ _ .,. Tembaga ] M~AD'iDEV}.L_1

!;:l~:: : ;)y~ti?: i".i;!tHl:1a~ern.i'llunthuk.DlinQo,oanlu! : .Sambu ATHl~:TITI,

r. .;. '. C"····-.rl" . ;-.;: .. ;:;::;;-;:7<-~.·;;; ..i.:.-·:-T~·:::-··-B--;··· ._.-- . -'---,7--·_ -'.-' - ,,-ruu'T--'T-:-'

---I

'...:.. ' ,' .. ," ",.,v ,. :"IIUI.~':Z .. -=:-_=':~~,~~..I~r_~~~g~~_.~~J!-!~._ .. _. I\.-!:!.l!~..__.__ . ... n1, I 1

..' ;.: .:~~. t ~~,:·~~;?Ii.:?_,~n.~unli~~!:?:~~~~!!a~n.:G.~n~t.~._. _ Terracota' ATHI1:TlTI

• .:;~ .• ~'d .. ~~ ..:~i·i.;rJ:-\1~~:n:.b.,1ngwf!~~p~:~J~~!!~u~ ._.. ... .~

pe.

.r.~~.

_: _..

AT.tff'''1~I~_ ... ' .• 0 ' 1,;,,,,, .. ,-- .' ... ~ .• " I " n " " ' n b . I ! ' n'" Kll"t ATHI'''''''I~1

1

.' ;'." ".; ,"'",. c·;;,, ~.•;., ....;".h,,,;., " ••·""r,,,11 anQL.f1 il""r. . II . 'I I

:.

'~;:::~',:':;

'.

.

~; ;~;.'lt~;i;~~l};~~~J~J;~~~t~;:~·~·.~·~:·.~_··_

..

~._~~

.

.KiR~~~.~:ik~~._.

...

'R~~¥il~]

:.:

I

:. ;,~~:~;.~ >:~.i.ll~::l:\;: ~.~:.t.l~:::~911;\ ~?;.~~} .~~r~~Y.!.-I!'W.in.~an~Ut. . ...._~.'!Y~ ... TR~f:'~JB.. ..

I

. ,:.;.,:. _·.:,·.;'1 ;.-' ..I!!,'."L,,:~,"1,l.!Iy~.J~d~. .. _.--J::~~~~.

__

.~l!:!!_:J:r.! __

i ~::-:

u m

~~~

..

;,~'"

-..

A';';i~;~i'~~~~:::t;i~~ili

....

--=;;:4~Lik- ~~:~~~

·1

i':, ;" ;..:':i·.·i.HI!D

.

:~.:·r:;j ..:ila.biHH.tLJnilt.,;o.kasih,lti

-.'

.-..

~

- .

- ---_. ' ---. _.

KuHt· ft;••~.J,J.:ZtZt·

..__._ j

l

&.". :.... _....~.lj : f",,&.'. T· ....,.,;,. n ""\.,~,. r ". . I " : - I

. ,'.l." ..J, •• _ . . . . . : : "; ~".,.~~~!~~1.::!~J::..:.:!.~:.~2.!.L .. __ ." . __ .... _ Asesons i<~.!D.' AAf~!LIZI

.::: F·.;,:,::ni';J _ .'" !.~t.u:"e':i.!o!~;ULu~a_~r.u~§l~~~n~~ji!!t~i .. _ : K~ .~THI'rT!I!_'_'l

.-\.', ", .• · : " · c · : . " ( ' ' ' ;:-_ .•.. , . . . . .':1 ; I.. ,..··. ,', ""\:.. . . . . .-"1.-'

, ", .... ,:,.1,-1, -" ,,!1\, ... " :,,~:.t ~l'~)r._ 0.1 f.~Y..~I~lrl.11:1J.Q,}:!.Z1,1).9.{l!1 __.;.

.J<

9):}! .;_---& til: f

.1L..__

.:. l·::t::,"1 ;~;l't:<:! ~~~~,}~:g~~n.:p.~j~~~g~.I_. __ .. ..J. J5.~Y!-!. ...__ .. iR\;i<tiU~ ...1 :. f. .."':.';i t.l:Mwl r....f .; 2:.~.i.r.~.a p~.~rp.r!~n~ ..Q.~ ... .n .._... . . . . , PafL(I~n... ;... ATHI';lIT! \

II' ~.!:: ! !Wt:'ll·.l!u\ Am . .. .~~;'\la~~~_~~I3I_s.a.t~p..ai~~.!.9..~f!,~_ai'l~!:!L ._. '._ . TempurLlng : ATH I'iTITI

I

•••• ~. . - f ::> I I '

r

t "JH1' TIT' i ':.~I :-..l:d ..\i l-'lJrl(,ong ... an L: . . . .... ... . _..:.-...:-J:rr.'!.~~.~ __ .~_~_~..._~.~ __ .\ ! .,: ._, "I ~'e··l:-l·-·· 'td"h S·\·ll"rdono pUlldon" Pantlll ' Terracot- . TRI·",··IUR I

i ~.: ~.'" '~4' . • • • • • • _ • ~L""~ ... '~."~._": ~. ~ :: • .:... •• _ •• _ : - __ ~~• . ' _ _, _ . : . . . _ _ _ _ • d . : '1:- I

I ;:0:. . <;..,,;c:/;,.«1g legolio . .;;;rvnliioog.8angl.lOjl\'io.ka5Ihan.Kasongan.! 'nNoca-kt ; TR/;lviUR I

! 1.. •.. ····_ .. -·-·· ..__ ....-·.._-_···---·_.. _... -"._-' B3ntul -_._- ~! , I

i I

I ::::j [',,';;m:i:i ,:o.mbtHoinangun.Tamantirto.Kasihan.Banlul 1 Kain ! TRIfMUR.

I .. _. __ . . . . . ... - ... . . . - - - - . - - ....- - .. - - - - ...- - -..- -....-... - 0 0 . " - " .

l..'·,(i.. ? ..~mb,:;n£1 Pllrn::m:. Gzdi,r';l:1n kepuh.Canden ,Jelis,Bantul ! Keramik : ATHI';TITI

(40)

,

- - - -..

I

DATA ?llliTISIPM1 YAYAS&~ APII~~I

~I

WILAYp~ ~n3UPATEN G~~TG K!DUL

II

I

HO. NliliA PERJlJIN ALAl-1AT SEKTOR PENDATA

il

I ~.

.j

!

it.

P<l110 \ iiyono : iilandl'stlll.semen

8amb~1

ATHI'.TITT

"-'1 ·

~I

I

, r..

'" _.._..,--

---.-- f· .. ----....

--I

r

~ I"

, _. Kefnir~!1 8:.:bung.Putat ,Pa!uk Kayu I ATHI';Tl1!

I

;1

~;t i

!

r . .· ' . - , " ' ­

ij':.1. j U:~ir ~n . BuDwlg.Putat ,Pa!uk .. Kayu' .... \ . -;'.Ti-'j·!':T1T: . -'1 Hi

, , 11

i I •

...

__

._._--_._.-. - ---::---::----::-- I ' ·}I

;

~ \ ·.li.~i~~irnin Rlibu:1g.PlJt:~t \P~litJk KJyu I .\TWj'T1TI I

1 ""'1 J' II' J m

: ---i ";",\1

'\' "'d~l;VO edl,i! Puial,Ppatuk Kayu

i

TR LJ·.IUR

I

t I H

i . .. ... _. __ . -_. . . .._. - 0_.- -- -..---..- ._._-.._- - ..·.----..- - - . - - - - i - - - 1

1 i; .';Uiitlidn Bi,hung,Putal,Patuk Kayu I TRI,HUR

I

~;,

I r ;:' ~

i... . .- -- .__. ---- - -- .. _. .._. -_. _.... -._'-_·'-_.0 .•.• _... .___ ___ . a _ _! .~

!

t. ~U(jfi Uunung.PutaLPatuk: Kayu 1 TRU.,lUR

l

~

,~,

t··;···· __

···_···;:;~·!:i!~~~-,.

-'.---.--- i'al;7'k.Gllnang kidu! Kayu

1---TR.liMljR---·j

~~r

~j 1_____ i I :~i .~ ~

f'

z,~ .. :E: i f.;

t!

,!

II

t,

~I

~

II'

r

(41)

DNl'A f'A.R:nSIPli.N YAYASAN APIK.."R.I

DlwlLAY&~ ~illUPATEN SLE:Hlll"l'

{~C} ~ L·j t\t·:L~ PERA.,:: IrJ .ALAl'.lA.T SEI\.TOR PENDATA

H:.;udi ,-..lill<,ri1U( !~( Jjan.Sendangayung .tJinygir, Bambu N...NiZ1ZI'

...

,

~~;~m.§.t:!

._..__ ._

_

---i---­

:'o::n:·: L1~!; t3r iljafl ,Sendangagung ,1'/linggir. Barneu ,t:>.t.NIZ!Z I'

Stcrnan

:r'--'-'-'--"--"­

: f. .::: .;In 1'i:rurn si;jvarurn hlo;( I . JI.I;lelati 22 ABADI

Ins~M~Vl

Sidcarurn.G r;dean .Slernan

T;.:rp 7074.~~7

111u511< .

..._00_ ..._._---­

DAT.?-. P.::l.-RTISIPJl..H YAYAS.il..N APIKR:: Dl\iHL:t:.11:..H r:-_~UPA~EH KULOH PROGC

I

l·:rO. N.n.H~'\. PERAJ:N l<.Ll'l"L'l!..T SEKTOR, II' PE.L."IDATA

'1

I.

,

I .

I

i .. . - ---... . -.-- - ..---.. - -

.

__ .__ -

.. I

__ ..- ---­ I,

I :.

'S;;;«iijcrn , l<lItcgiti. Sidcrnlllyo.Pcngasih Rami

I

\

j

:1.

... --_ ...--- ... ---.- ... 00---...-.-.. -...--00-.

---r-

-_.­

Slif),ii~nl : Si'llamr~jQ, $~ntQlo Agel ,ABADI!DE\NI .

I

:~.- "'~'T~'g~'d;!I':'l"---'-'

... ;

;{r-agTla~Girjr;jo,Lend·~ih--·-··--~

Perak"

-'-'ABADIJ6E~"T!-'-1

1 • !

I

·_·....

u._·_~_.

.-

;

----i

i .1. . S.iCM Krinjing.N,ingguJan,KP TenlJn

I

A.BADiiDEV1! I

(42)

"

£:2\ e r -cd:

D.:;,t tar

! ~ t..i li:e~~J2 Yog ',.' cd,:. ar- ta .

F'£e'-L,s.::d--,'=:\2." :::·12ifl::-.n"a.=:\t Fas~litas Usat-Ia L J K

Dp::a i(~r-_\j ir·U?:i

--r----.-...

1 r~lQ t t··1.~!T!.;: 28 ... 29 30 31 ,... . .).!. I :a .; . -. . _. . I . _. -_."­ . -­ . ­ L... _ _ -~ ... i " I

I

TLltLlP Buka I Tutun ._\oo\oo\t-J I • BLl~~a I , TutLlD i:~~ '''Cog am

I

.­ -Konveksl

i

­ I

I

Konveksi I 6 I k::on\/eksi 2

I

BOl""dil"" ­ "7 KLllit -' I Rnt-;.., -i ').

~I

:~

~··I

3 .< :~I ~j ";.1 ~I

II

~I I

fi

'",' .'; " .~;' ~\

'1

1 \1

~

i

I~

~:

!i

~1

I'

}

.~~ ~:I ~.

(43)

---• . . I ~

--r­

..

I

I I \. I' .\ " '1

q

'.

..

~ " I , I " <... I: :

.

:.lj\jO :.1'

.

I I ,I I \ ~ i I , ! I I , : , i " \ : I i I I ! I ' . : i

.

! i ! .j••

,

I i

.

; I !

.

" "

.

"

.

• '.

,

..

'.

,

_

..

--­

I.,

III ro .. -..­

...

(,', ( ) 0, . . ~

..

, ) ~{ - " , -" - " " ... ./.

m

R~ ~·I --, I (II ..-- .­ (/) !.) 0> 01 01 -.J t,) "--l

m

a 0> 0> (oJ

~

(.) ...

,

00

g

---_. --­ /.) (() (,)

~~;

~

."

(./1 .... .; I i I .... ... ~ . .... ... . ...

_-_

...

--

...

__

... i ... 40; (II .1:' (,) f',) , ... ... ·1 .1 . . .} . 'J.; .

.,..

l

~

fu'

til' I» I»~

0- O' 0- O' r.: c c c "0 1(, l\I

'-g

-g

r9' ... r9' -< tii l\l <tI ID :1 :.l ::J ::J

-

,8

(J)

_.

(,)

&J

'n\

ell r.:

~

::J 70' :J 0 l» 3 l\I r: ::l

_.

f!' :1 '0 hl :1 10

...

: 0 2i: In o. 0 ~ ._.-.-. ---_...

_

...

--_._-._-­

_.,' .. '._... Z () , : lJ ):. =1

-..

_--­

en m -0 I ·f· : (II '1..1 m (t?

~

f

~

.1>- N I~ ro ­ ., .. , ...­ .w_._._ .. ­ ... -:-.

-

-

h' , o • • (,) Iv

~!

.. t. , ~ l:~ (I)

~

- . ...

~

--. ... .... O. (ll C,J (() Iv ./. "1 o • 0 .".--­ ' (.11 (.II '~l ' ... -...­

-

.,

, .>

.''''

-)., .~ ... ., ..

_

... (,), ~8 -..

-_

...

_._._­

.. --"~' _L --'" .,

(/-'

en

i)

.", '-~I

-~

---I 0> /v (. ;I~ 0)

_

..

0

R5

,.r,

....

... en (0 :~

~

f· '(-) ~)I

B

,}

.::;.

§:

III i,~ ... .-... .. ... ~- .. '"

.

... 10) Iv (,.) ;/' :1:" OJ

P

«(l '--1 "·1 "·1 UI I'.) Ul tIO OJ 0 lJ) ~o co

ffi

:.,J -I>­

-~

~

(n -, /.,) ~ -....J

--,

Ii) .r· -, Iv ,')

§

01

m

0

8

-~ ...---.._.-_.-.._--..

---­

_0' - " ,

r"

... / eLl ;r> .p: ~JI :""1 .t> e". :..J 0) (Jl 0) -.j 01 ... _L

_.

01

P)

P 0) -'" ~ 01

g::

8

~

- ' " (,.:, 0) /.) ...

,

~

g

u .

§

8

..

_---

---­ ...1

-

~ J.) (.,)

--

(") (;> ./~ -~ ...J

E

(()

f'

), ./. v..> -·1 m

.

0

_

.

l() .

-_.

-.,

,.

H'

t,:

J. ~ .-,.. I)) ." . 1 ,,-', .'-'" II'

§

8

(JI UI -...---.... .. .r·-··~·_·-····-·---·---·f ...- ­ .._.-.~ ..-... c (f) c.: )

..

..

'"

­

~I: :·1 ):. . -. . 0 j'jl ;~

z

~ 'J. (,) )

..

), ---...----­ z '], ):

.-

-

["

til

J:' -I ~

~

~

fTI u> (J) '-~ -I ::~ 1· (f) ... ."-.. • (J '-'. J

(5

§

0 z

~

a

C

-

~

­

-_._----­

.

.

' Z

-.

):

i1'm

• ):>

§A

c

~

I-.:=::

$

z. '---'­ -I I~ 2'" .-7' ~ r­ ~J J

~

.J.• ~~ :t: ..--.- -- ... _­ .~ '1) Z In ~ ?' 2~ (."I u ):. :,1 m '1) C )-~ ·u J: fIl

~

I

u>

JJ =1

n

n

_.,

?:

?ii

)~ )~ :

!.!J

...::

:u

]".- (J) ! )"

..

I rn -< ::l

~

Z "U

8

(,) P

-<

z

~

0

~

...

c::

~

..(j)

,

'J. l! , ..·1 )

..

):

rri

C

n

r Z

_.

~

~-3 '0

.

~. ,: ::J .. j.

.

(44)

- -

-. I

..- _. KAPITUlASl DATA SENTAA INOUSTRJ KECIL . AI

PER JE:NJS INDUSTRI •

~

81 DAEPAH ISTlMEWA YCGYAKAATA, TAHUN 1995 PROPIN . , . . .

i .. ... . ­ -~ UNfT IENAGA SEI'ITRA DAlll1 No USAHA KERJA'

1

, 4.651 12.885 . '·.1· ·INDUSTRI HASILPERTANIAN 85 ~ I 11.3-03 2.909 101 INDUSTRI ANEKA '2 8.932 3.053 55 ....3-. IN !JUSTRI KlMIA ..

I

. 3.721 692

j

27

41'NDUSTRI LOGAM ME SIN

DA.:-; ELEKTRON!KA ....

j

I . , .'

,

I

268 11.305! 36.831 I Jumlah I I f I ~ ..t . _ - - , _. .-

­

,. -.' .. ";f"

.

-

. -~ ~ .':

.

,' "­

I

II! l!!. ._~. -- -­ .~. 'a

,-

.

iii:"

i'l

t

, . , . f

J

- ._­

~_._--

. - - - - ­ -... --

_

. .__."--.-_._­ .. . - - . _ ---._-_. _.-.... - ---.- - _. _..__....-. _..."----.-. ... . -, NILAI BAHAN NlLAllNVESTASli NILAI

BAKU

PRODUKSI (Pip.ceo) I (PIp.COO) ALATMESIN

I

i '. (Rp.(XX))

I

9,670 22.020.C08,210 . 669.785,975! 27.388.387,880 NILr'1 AME ~H

r-o.c

00) 5 ~.3 12 3 4 71.2 26 93.5 89.S.~,995 29.015.6'n,875 728.928,700 141.305.311 .870 !'64.3 ~,550 6.803.586,070 2.235.700,500

I

I .0.767.935,220 I I I - 1'--1 /, ,':> I 8:522.805,750 1.234.326,00013.194.092,925

I

j : I I :: ~O: 4.868.827,175;

~2.555.727,895166.362.078,505

'~I i ' , i I

.

.

.

'

.

.

.

;. ..

.

I ' I i I .. .. ... ~ - - -_.- . _. --- . ._...._---,--- - ...

(45)

,

KONSEP GRIY A NIAGA

~

MANEJEMEN' '.

t

~

~~~

1

PRODUK.

. AKSES

TIVITAS

PASAR

t

TENAGA '

KERJA

~. _ _" " - - . h _ '_ _

t t

~~

: POLA

··BHN

. PENGELOLAAN·.

BAKU '.'

"_ -

_---_

.

1

~

KESIAPAN

. SDM

'.'

~

....

OpTIMALIS~I

..•

'. ASSET

.;. ..­,.. _.­~:~.-...;.---_ ...

..

. . ", ,". . ~. --,.-':"~

---'

... _---~_. ...-"..~ .__ -_7..---...-.~.

(46)

KONSEP PUSAT PROMOSI

Af4§§W.f~

~~~~:Jii~,!j

1

r

~

i,~I~~~;:g~.~!~.~.l;;~t:

.

HAMBATAN

~"~·~~;JASkLAYANAN • LOKASI

• HARGA

~ASi-L

• WAKTU

-

.

5,fi~.1J,~

•... :.. ~·:?~~.·L:{L}L~:··:~<·j :".~ :.. ~:~:c I{··;~:1(·::· ::~·.·:.~··r ~;j.:,~ ~ ~

-

..

-;"t;., '':I;~>l'~'' ,:-_'~~;~~~~~P.~'t.~' •c!

;;:·:tif::\;}$§~ft~t~c :~t~~;ffE~·' .~~~,

..

KONSUMEN

MASALAH KRITIS:

DNILN

MODAL UTK BARANG

~.- .;.:.:.._~ :-.._.:.-... ~ ... ­

CONTOH

• LAMBAN P.EMASARAN

• PERSAINGAN TIDAK

~

SOLUSI:

• MODAL

SEHAT

.

·_·:;~~;~F~}~~;!:1;.;&:~J{~~::·:Y

...

• SARANA

• PROMIN KOLEKTIF

(47)

- - .--­

~~

_ _

~_-X!KERJASAMA

PLASMA -

INTI

':"---:t.~ • ....",.r;-~ ;"*"*,,,'::;.,.-;Y~"'~~J~'f~.d.'~s..~~);'..i' _-.~:.;L;.':::':~?';:~-;'~'=r:"Y.'i:~7 ~ __~~!;~-.~$'ci~;'"

...

~

T

•••••••••

T

.

-

- -- ­

<") i }i--}1i1.G _i-ii3~i1cr \/~~i1cr ~11h-,;;:':; .-J.p.~":~~~l~i. {;'~1 j-i~·.1:'t1t

• _ . . •. . • ... l~ - - _ • • _~ ~~ • • • • :'=" -~ ... ",-,-- ~-- --"'!:..' .~, --- ...· - r ... ­

; ': , : . ': '!' ': .. J

fTl e 1"U r) fi:i (1~1 n rrl e IT1 tJe a ~"r)f!~ !(~ St~S u flr~l: . {);--f~ f~~: ~~) -..-.; i- {; ~1 g_ ..

(48)

YAYASAN APIKRI PERIODE 1998-2001 RAPAT PENDIRI PENGURUS DIREKTIJR DlREK'1.1JR APIKRI CD APIKRI INC. ,TARIS

1

l

SEKHETARIS

I

1

1

BAGlAN TEKNOLOGI BAG. PERENCANAAN -t'~:StJM:Br;R RABAG. PRODUKSI $PAT GUNA

[-~J

I-KABAG.

KEUANGANI

U

G.

pEMASARAN DAN PEMBELIAN PROGRAM ~'1;o'AY~SI:A

~ .": . 1

r,

1, • ~ .... - ' ; , '-I '. I·t

~Q

'

I

I

I

I

~ ~

k

I'

(49)

i

I,

L-v

APIKRI INC.

DATA PENJUALAN EKSPORT

JUNI 1997 - MEl 1998

-

.

TANDt)K TRXTILLE

BULAN! KUUT PERAK KAYU BAMBU KERAMM TOTAL

JENIS I ~ 1997 1, 700.00 1. 'VtJO JULI 1997 5, 700.00 1­ 1,599.00 6,301.75 1,105.00 14.70&tS AGUSTUS 1997 28.75

160.70 1891..5 SEPTEMBER 1997 5,007.45

-

7,025.95 7.776.90 18,958.10 4,407.00 I, 152.510 766.25 45,0941.15 OKTOBER 1997 1,800.00

.

- i

1~ 800.00 0

-NOVEMBER. 1997 DESBvlBER. 1997 I 6, 715.00

-1.500.00

-.'

-11,880.75 3,691.00 I 4,680.00 430.qo 227.50 9~ S32LM

o

27. 6841.15 5, 776.00 700.00 22.20'7LOO

.j

I i I 3.034.00 3,822.50 320.00

I

10, 725.00 3.465.00 i 12,265.00 I

38~

692.20

t

601 639.35 I 17,344LClO .12,20r 0·· 27, s~.. (I 18Q~ Yogyakarta., 9 Ju,li 1998 Yanti Sukamta

Kepala Bagian Pemasaran

(50)

I

I I I · I '..---+---_._---_.__. _ - - _ . _ - - - , - - - , I I

I

II J 1 !

I

I ; ,

.

~_.'

! n,\.V:~ !lIVC\ V!Y)r~\'.l. IIV\"-Imll.JVdV)I~)N:rEI>l 1),' .l.Ull V !I~J(\ I tl.l.~II\JI'l1 '-CL

;

,

i ~'WfI)Hl\JVlrTL\-\')IT~Jv{j m111V(J .LV'IV \'.I.H~IS V~~)NV.L

tVl \fiTir-F:fv

,i

\751:fiJ::r:

1:,1 ~l

--i-:]\7CI1J

v.I.O HV~l:~ II . nI

.lSI)

0/-./ f

1.1.V~~J I.L:IJ

r 'Vel "N.l.OlI ISV.l.llm; 'SnIY0

'rn

V;{ IIIVn '~IV-I DNV~lVn I1I.I.SnUNJ O(d t L

V.',H~ilr-l:l[]S NV(l NV.LOil NV.I.::I/\\V0rDd nJ.LS()CH~( Z~ 1[[

f1A V){ r·IV.L~L\\ VDI'E1,I nU.SnONl 1~1((

'J:lII:WJ nV[1JT1 [1" V~1 niVn HVlll>ln'lll;H1 NV~·llfVlEI;1 nl.LSnmn 0\'1 [(

m]VNfl

INC] ~IV.l.OII N1V"[~IS I'IV\'Nt,:V 1. nIVC/ t·NI·'.jVAt--lV-II./VANV nl.l.snOl'lI Hll(

;

l [l ((

nW\lVO ~tvn NV.l.OU !lIVn t·p,i!"iV ANV·II./V ANV IllJ.SnONl ,

I I.LVI\! l.I.:ld 1-IVfD:'DI nAV){ l'dVCl SVI'~:I)I 1.i.3d n1.l.SnaNl

aZlcc

,

,.

I

11'JJ~EIi\ llUSnOt'1! 911U:

'.

I

IC(),\\.·\ V'l,l ]Af.1.VHOJI(J >:nSV~\l~I:ll. I.J.NI 'lSVNII'\JV-I SId'll nJ.. 'l:;EJNV Sldvl riA V>I llu.snar-'lJ '1>1 mr.snmn S" I'J II [[ J [[

;

I

I

! SillV-1 nJ.. V){ nl.l.SnOl'll [I1H

I

NVNf"!!)r'IVn NVIIVU NJNOdl-'~O}I)} Ot,mnnOV'>l !lUSnONI II It[

, nAV:{ I-.lVlfVDll:IDDN:IJ nll.SnClN\ III ((

;

VANSIN3.nIS

I

, NY<r .r.n.rI.\ll1~f ·NVJ.OH 'nUI\1Vn '[L\ V)I IlLLSOONI

:

I

I ONnt\\v')lI.l.onOT{

,;

NV(J )IO~i(hl 11(Jl'-Jnll' "flV>lVm"J:l.l. nlv(J vJ..NNlVl llSVlI llI.LSnONJ 061'1 [ VANNIVl )lO}JOU lI.!l.SnCIN! (1I'~' I [

! i H - - - · - - - = - - - l - - - i I l 1 ; i H - - - · - - - -I---,.---'--i I : : - - - ' ­ 966[jcn!~;/JJvJ/Ot: 1101\!ON , I

, NV~)NV~)Vml:'I,l NVC( 1'!VI~J.l.Sfl<lN(H::Id nJ:l.I.N::J 111 NVSnJ n,l:Dl.L\'HJ1S :1 NVlJldl\lV1

i I I , : , I , : ._. i !

NflJVNV~\J NVDNO"IO!) !'W'WCI )InSVI"llI3.l ){\ (1l.1. ONV J.. NO.DIV:-l NVC! SV.I.. ll:'I~-l nIV<l Dt~VllVO nlJ.snONI NO.UIV;1 HVCI SV.Ul:.D! IIIVO )IV.l.O)! INa NVSVI"-EJJf nl.l.snClNl:

VANNIV'J SVllED1IllJ.snClNJ :JflSSI.L SVl.~EJ)1 nll.SnONI:

i nusnClNl SV.Luj;{ nJlsnONI

VAVC1nu SVDED! nusnmH (InnJ) SV.U.J:J:·j ).1 nann nl.LSnUNI

VANSIN3f3S

t\

v

CI S

v.ur

3:--[ Dr v (l f-H.f~Y:-:-~::-:IY'-:-:-:u...:...,-,·s:::-:'",=-=-,_..".L..,...~1-:-::3::-:),..."I---"..,I'i·I.L S () (l NJ

lnl I'IV(] l t[l lAlV-Ivd N VTISVD::>NV.l. IIV\"~ml I-lVdV)/!JN:.Jl::J:{ NVO .I.OnV)!:l,l nl.I.SnClNI !'lV.LOlIINO fHJ\'~vn '(1J.. V)l I/!V(J WldVCI.I.V-IV-.l.V'IV nJ.LSnONI .NV.l.OlI nV.LV NVC]

fll\lVfI {fIV(J va! )NV.!. I lVI·\Jml NV"V;~!)N]':T! ~~ :r.OtlV~E.ld nusnm·jJ

OfllH OllH , 611H ~111'1: , (11 ~( 1:1.1 H 1111'£ H'£ Oft [[ OHEE II Z[(

Gambar

Gambar 4.1.: Pembagian daerah fungsional pada site
Gambar  4.2.1.:  konsep perletakkan jalanmasuk ke dalam site.
Gambar 4.2.2.: Tahapan pencapaian di dalam site
Gambar  4.S.1.:  Organisui Ruang Secara Keselurohan
+7

Referensi

Dokumen terkait

Kondisi siswa yang meliputi kondisi jasmani dan rohani dapat mempengaruhi motivasi belajar. Seorang siswa yang sedang sakit, lapar, mengantuk atau kondisi

Apakah anda saat ini memiliki produk investasi: Obligasi, reksa dana jenis pendapatan tetap.. Do you currently own the following investment products: Bonds, Fixed Asset

Penelitian ini menggunakan metode penelitian Deskriptif Kualitatif dengan metode studi kasus yang bertujuan untuk mendapatkan gambaran yang lebih mendalam dan lengkap

Garis aliran data dari entitas luar ke dalam proses harus konsisten baik secara jumlah maupun penamaan.. Proses di dalam DFD harus diberi penomoran

Manajemen pertolongan keadaan gawat darurat pada area tersebut masih kurang maksimal, khususnya di ruang Instalasi Gawat Darurat diharapkan dapat meningkatkan

langsung/pelelangan Pekerjaan Konstruksi 36. 80 Tahun 2003, nilai minimum KD tidak diatur namun dalam prakteknya panitia menggunakan batasan nilai pagu anggaran. Ketentuan

Perusahaan manufaktur adalah sebuah industri yang bekerja untuk menghasilkan suatu barang yang sesuai dengan kebutuhan konsumen, di mana proses produksi dilakukan untuk mengubah

Langkah kedua yang harus dilakukan peneliti adalah menentukan lokasi penelitian atau lokasi data dan sumber data penelitian. Kasus 5: konjungsi koordinatif ‘tetapi’