• Tidak ada hasil yang ditemukan

41 PMK.07 2016 Tata Cara Pemungutan Pajak Rokok

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "41 PMK.07 2016 Tata Cara Pemungutan Pajak Rokok"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

MENTERIKEUANGAN REPUBLIK INDONESIA

SLIN N

PERATURAN MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 41/PMK.07 /2016

TENT ANG

PERUBAHAN KEDUA ATAS PERATURAN MENTER! KEUANGAN NOMOR 115/PMK.07 /2013 TENTANG TATA CARA

PEMUNGUTAN DAN PENYETORAN PAJAK ROKOK

Menimbang

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

MENTER! KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA,

a. bahwa untuk melaksanakan ketentuan Pasal 27 ayat (5) Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, telah ditetapkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 115/PMK.07 /2013 tentang Tata Cara Pemungutan dan Penyetoran Pajak Rokok sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 102/PMK.07 /2015;

b. bahwa dalam rangka memberikan dasar hukum yang mengatur persyaratan penyetoran penerimaan pjak rokok dari Rekening Kas Umum Negara ke Rekening Kas Umum Daerah Provinsi dan guna meningkatkan efektivitas penyaluran bagi hasil Pajak Rokok kepada kabupaten/kota, perlu dilakukan perubahan atas ketentuan tersebut huruf a;

c. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana

dimaksud dalam huruf a dan huruf b, perlu

menetapkan Peraturan Menteri Keuangan tentang

Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Keuangan

(2)

Mengingat

Menetapkan

2

-Nomor 115/PMK.07 /2013 tentang Tata Cara

Pemungutan dan Penyetoran Pajak Rokok;

1. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 130, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5049);

2. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 115/PMK.07 /2013 tentang Tata Cara Pemungutan dan Penyetoran Pajak Rokok sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 102/PMK.07 /2015;

MEMUTUSKAN:

PERATURAN MENTER! KEUANGAN TENTANG PERUBAHAN

KEDUA ATAS PERATUAN MENTER! KEUANGAN NOMOR

115/PMK.07 /2013 TENTANG TATA CARA PEMUNGUTAN

DAN PENYETORAN PAJAK ROKOK.

Pasall

Ketentuan Pasal 18 Peraturan Menteri Keuangan Nomor 115/PMK.07 /2013 tentang Tata Cara Pemungutan dan Penyetoran Pajak Rokok sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 102/PMK.07 /2015 diubah, sehingga berbunyi sebagai berikut.

Pasal 18

(1) Penyetoran penerimaan Pajak Rokok ke masing-masing RKUD Provinsi dilakukan sesuai dengan realisasi penerimaan Pajak Rokok dan propors1 untuk masing-masing Provinsi.

(2) Penyetoran penerimaan Pajak Rokok ke RKUD Provinsi

dilaksanakan secara triwulanan pada bulan pertama

triwulan berikutnya.

(3) Penyetoran penerimaan Pajak Rokok ke RKUD Provinsi

untuk penerimaan bulan Oktober dan November

dilaksanakan pada bulan Desember.

(3)

3

-(4)

Penyetoran penerimaan Pajak Rokok ke RKUD Provinsi untuk penenmaan sampai dengan bulan Desember tahun berkenaan yang masih terdapat di RKUN dilaksanakan bersamaan dengan penyetoran Triwulan

I tahun anggaran berikutnya.

(5)

Penyetoran penerimaan Pajak Rokok ke RKUD Provinsi dilaksanakan setelah:

a. Gubernur menyalurkan seluruh bagi hasil Pjak Rokok kepada Kabupaten/Kota; dan

b. Gubernur menyampaikan laporan realisasi penyaluran bagi hasil Pajak Rokok kepada Menteri Keuangan c.q. Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan.

Pasal II

Peraturan Menteri m1 mulai berlaku pada tanggal

diundangkan.

(4)

4

-Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan

pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya

dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Diundangkan di Jakarta

pada tanggal 23 Maret 2016

DIREKTUR JENDERAL

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal 22 Maret 2016

MENTERI KEUANGAN

REPUBLIK INDONESIA,

ttd.

BAMBANG P.S. BRODJONEGORO

PERATUAN PERUNDANG-UNDANGAN

KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA

REPUBLIK INDONESIA,

ttd.

WIDODO EKATJAHJANA

BERITA NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 2016 NOMOR

444

Salinan sesuai dengan aslinya Kepala Biro Umum

u.b.

Kepala Bagian T. U. Kementerian

ARIF BINTA YUWONO

t

NIP 197109121997031001

Referensi

Dokumen terkait

Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1983 Nomor 49, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia

Menimbang : bahwa dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam mewujudkan pembayaran Penerimaan Negara Bukan Pajak yang tertib dan akuntabel serta

(3) Pertamina diwajibkan untuk menyetor kewajiban lainnya yang terhutang yang merupakan bagian Pemerintah dalam rangka Kontrak Production Sharing ke Rekening Bendahara Umum Negara

28 Tahun 2007 Tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan, Pajak adalah “kontribusi wajib kepada Negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang

(1) Dalam rangka penyusunan LAK dan Neraca Kas Umum Negara sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (4), UAKBUN-Pusat memproses data transaksi penerimaan dan pengeluaran kas