• Tidak ada hasil yang ditemukan

J.D.I.H. - Dewan Perwakilan Rakyat

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "J.D.I.H. - Dewan Perwakilan Rakyat"

Copied!
0
0
0

Teks penuh

(1)

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

UNDANG-UNDANG REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 37 TAHUN 1953

TENTANG

PENGGANTIAN ANGGOTA DEWAN PERWAKILAN RAKYAT

Presiden Republik Indonesia,

Menimbang : perlu menetapkan suatu peraturan untuk mengganti anggota Dewan

Perwakilan Rakyat, yang karena hal-hal tertentu tidak dapat melakukan

jabatannya;

Mengingat : pasal 90 ayat 2 dan pasal 89 Undang-undang Dasar Sementara;

Dengan persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat:

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : UNDANG-UNDANG TENTANG PENGGANTIAN ANGGOTA

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT.

Pasal 1.

(1) Dalam hal seorang anggota Dewan Perwakilan Rakyat meninggal

dunia, meletakkan jabatan atau pada waktu peraturan ini

diundangkan belum mengangkat sumpah (menyatakan keterangan)

tersebut pasal 63 Undang-undang Dasar Sementara, maka ia diganti

oleh seroang anggota baru.

(2) Penggantian ini dilakukan setelah Dewan Perwakilan Rakyat

menyatakan bahwa telah ada kejadian-kejadian tersebut dalam

ayat 1.

(2)

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

2

-Pasal 2

(1) Pengganti anggota diangkat oleh Presiden menurut

ketentuan-ketetuan sebagai berikut:

a. Apabila anggota yang harus diganti pada tanggal 17 Agustus

1950 termasuk sesuatu partai, maka partai itu mengemukakan

seorang calon untuk menggantinya.

Apabila anggota tersebut di atas pada waktu ia harus diganti

termasuk partai lain atau termasuk sesuatu fraksi dengan tidak

berpartai, maka partai lain atau fraksi itu juga mengemukakan

seorang calon untuk menggantinya.

b. Apabila anggota yang harus diganti pada tanggal 17 Agustus

1950 tidak termasuk sesuatu partai tetapi pada waktu ia harus

diganti termasuk sesuatu partai atau sesuatu fraksi dengan tidak

berpartai, maka partai atau fraksi itu mengemukakan seorang

calon untuk menggantinya.

Dalam hal tersebut a. dan b. calon-calon dikemukakan oleh

Dewan Perwakilan Rakyat kepada Presiden, yang mengangkat

pengganti anggota itu dari calon-calon yang dikemukakan oleh

Dewan Perwakilan Rakyat itu.

c. Apabila anggota yang harus diganti pada tanggal 17 Agustus

1950 tidak termasuk sesuatu partai dan pada waktu ia harus

diganti tidak termasuk sesuatu partai atau sesuatu fraksi, maka

pengangkatan pengganti anggota itu dilakukan atas anjuran

Dewan Menteri .

(3)

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

3

-(2) Dalam mengemukakan atau menganjurkan calon-calon pengganti

harus diperhatikan dimana perlu golongan dari anggota yang harus

diganti.

Pasal 3

Apabila seorang yang diangkat sebagai pengganti dalam waktu 60 hari

tidak mengangkat sumpah (menyatakan keterangan) tersebut Pasal 63

Undang-undang Dasar Sementara, maka pengangkatan itu menjadi batal

menurut hukum.

Dalam hal ini berlaku ketentuan tersebut dalam pasal 1 ayat 2 dan

dilakukan pengangkatan pengganti anggota menurut

ketentuan-ketentuan dalam Pasal 2.

Pasal 4

Undang-undang ini mulai berlaku pada hari diundangkan dan berlaku

surut sampai tanggal 17 Agustus 1950.

(4)

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA

4

-Agar setiap orang dapat mengetahuinya, memerintahkan pengundangan

Undang-undang ini dengan penempatan dalam Lembaran Negara

Republik Indonesia.

Disahkan di Jakarta

pada tanggal 29 Desember 1953.

PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

ttd.

SOEKARNO

MENTERI KEHAKIMAN,

ttd.

DJODY GONDOKUSUMO.

Diundangkan

pada tanggal 31 Desember 1953.

MENTERI KEHAKIMAN,

ttd.

DJODY GONDOKUSUMO.

Referensi

Dokumen terkait

ENTIS SUTISNA, SH,MM PENGGANTI ANTARWAKTU DARI SAUDARI ANITA DIANA DAN PENGUCAPAN SUMPAH ANGGOTA DPRD DARI FRAKSI PARTAI GERINDRA ATAS NAMA SAUDARI SRI FITRI

Fraksi Partai Amanat Nasional dalam pendapat akhir mini yang dibacakan oleh Anggota DPR RI yang terhormat Saudara Daeng Muhammad, S.E., M.Si., Nomor Anggota A-45

(2) Sesuatu perbuatan antara lain dilakukan oleh atau atas nama sesuatu badan hukum, perseroan, perserikatan lain-lain atau yayasan, apabila perbuatan itu dilakukan oleh

Terhadap anggota yang tidak memperbaharui ikatan dinas tahun 1950,.. baik karena tidak mencukupi syarat-syarat kesehatan

Jumlah-jumlah uang atau perhitungan-perhitungan secara pembukuan, yang merupakan pengeluaran-pengeluaran atau penerimaan-penerimaan anggaran, tidak lagi dianggap termasuk suatu

Apabila disesuatu tempat didalam sesuatu daerah pemilihan sesudah diadakan penelitian dan pemeriksaan ternyata terdapat kekeliruan, kesalahan atau hal-hal lain yang mengakibatkan

Dengan pertimbangan-pertimbangan di atas, maka Fraksi Partai Damai Sejahtera menyatakan Persetujuan untuk disahkan dalam rapat Paripurna DPR-RI menjadi Undang

Kedua, bisa terjadi saling mempengaruhi itu menjadi lebih tetap, tetapi kami melihat bahwa pelaksanaan kampanye tidak harus dengan Rapat Umum dan sebagainya,