KOMISI PENGAWAS PERSAINGAN USAHA Tahun 2006
Teks penuh
Garis besar
Dokumen terkait
yang dilakukan oleh Terlapor I dengan Terlapor II tidak memenuhi unsur persekongkolan karena tidak terbukti bahwa bentuk tindakan yang di lakuakn oleh Terlapor I
Bahwa Majelis Komisi sependapat dengan LHPL dan menyimpulkan Terlapor I, Terlapor II, dan Terlapor III memiliki hubungan dan sudah mengenal satu sama lainnya karena ketiganya
Menyatakan Terlapor I: PT Nindya Citra Hutama, Terlapor II: CV Edward Saputra, Terlapor III: PT Saribina Jasa Kontrindo, Terlapor IV: CV Hutama Bhakti, Terlapor V: CV Riski
Bahwa dalam tanggapan/pembelaannya Terlapor II pada pokoknya menyampaikan indikasi persekongkolan atau kerjasama dengan Terlapor IV dan Terlapor III, hal tersebut memang
Bahwa adanya pembagian wilayah kerja PJT yang dilakukan oleh Terlapor I di daerah Sulawesi Selatan melalui Terlapor II, Terlapor III, Terlapor IV, Terlapor V, Terlapor VI, dan
Bahwa Mahdiyat berperan dalam membantu Terlapor II, Terlapor V, Terlapor VI, Terlapor VII dan Terlapor VIII mendapatkan surat jaminan supplai dari pabrikan Pupuk
LAMI, Terlapor IV, Terlapor V dan Terlapor VI adalah diluar kewenangan Terlapor III karena hal tersebut merupakan hak dari Terlapor I dan Terlapor II untuk menentukan, sehingga
barangnya di gerai Terlapor adalah dengan menandatangani perjanjian terlebih dahulu yang memuat syarat-syarat perdagangan (trading terms) yang salah satunya adalah item