• Tidak ada hasil yang ditemukan

PI 5 DISTRIBUSI PENDAPATAN & PEMERATAAN PEMBANGUNAN.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PI 5 DISTRIBUSI PENDAPATAN & PEMERATAAN PEMBANGUNAN."

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

D I ST RI BU SI

PEN D APAT AN D AN

PEM ERAT AAN

PEM BAN GU N AN

(2)

Konsep Dist ribusi Pendapat an

Nasional mencerminkan merat a

at au t impangnya pembagian

hasil pembangunan di suat u

negara di kalangan

(3)

Kurve Lorenz

I ndeks/Rasio Gini

Kriteria Bank Dunia

(4)

menggambarkan dist ribusi kumulat if

pendapat an nasional di kalangan lapisan-lapisan penduduk, secara kumulat if pula.

Semakin dekat diagonal

dist ribusi pendapat an semakin merat a

Semakin j auh dari diagonal

dist ribusi pendapat an semakin

(5)
(6)

Suat u koef isien yg menj elaskan

Suat u koef isien yg menj elaskan

kadar kemerat aan dist ribusi

pendapat an.

Berkisar ant ara 0 s/ d 1

Jika koef isien semakin kecil

semakin merat a dist ribusi

pendapat annya

Jika koef isien semakin besar

(7)

Nilai koefisien Distribusi pendapatan

< 0, 4 Tingkat ket impangan rendah

0, 4 – 0, 5 Tingkat ket impangan sedang

> 0, 5 Tingkat ket impangan t inggi

(8)

Kot a Desa Kot a+Desa

Sumber: BPS, 2007. Analisis dan Penghit ungan Tingkat Kemiskinan

(9)

tahun desa kota indonesia

2009 0, 288 0, 362 0, 357

2010 0, 297 0, 352 0, 331

NEGARA RASIO GINI

TIONGKOK 0, 415

RUSIA 0, 437

BRASIL 0, 550

THAILAND 0, 425

SINGAPURA 0, 425

FILIPINA 0, 440

(10)

 Berdasarkan dat a BPS, posisi rasio gini Indonesia t ahun 2010 sebesar 0331 at au membaik

dibandingkan posisi t ahun 2009 (0357). Tahun

2010, rasio gini kot a sebesar 0, 352 at au menurun dibandingkan t ahun sebelumnya (0, 362),

sement ara rasio gini desa sebesar 0, 297 at au meningkat dibandingkan t ahun sebelumnya

(0, 288). Tingkat kesenj angan di Indonesia dinilai j uga t idak set inggi di negara-negara baik yang t ergabung dalam AseanS maupun BRIC, sepert i Tiongkok 0, 415, Rusia 0, 437, Brasil 0, 550,

(11)

Didasarkan at as porsi pendapat an nasional yg dinikmat i oleh 3 lapisan penduduk, yakni

40% penduduk berpendapat an

t erendah

40% penduduk berpendapat an

menengah

20% penduduk berpendapat an

t ert inggi

(12)

Jika 40% penduduk berpendapat an

t erendah menikmat i <12% pendapat an nasional => ket idakmerat aan parah

Jika 40% penduduk berpendapat an

t erendah menikmat i 12%-17% pendapat an nasional => ket idakmerat aan sedang

Jika 40% penduduk berpendapat an

(13)

Pemerataan pemenuhan kebutuhan pokok rakyat

banyak khususnya pangan, sandang dan perumahan

Pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan

dan pelayanan kesehatan

Pemerataan pembagian pendapatan Pemerataan kesempatan kerja

Pemerataan kesempatan berusaha

Pemerataan kesempatan berpartisipasi dalam

pembangunan khususnya bagi generasi muda dan kaum wanita

Pemerataan penyebaran pembangunan di seluruh

tanah air

Pemerataan kesempatan memperoleh keadilan

(14)

Pembagian pendapat an ant ar lapisan

pendapat an masyarakat

Pembagian pendapat an ant ar daerah

(ant ar wilayah perkot aan dan pedesaan)

Pembagian pendapat an ant ar wilayah

(15)

Ket impangan hasil pembangunan

(Pendapat an per kapit a)

Ket impangan kegiat an/ proses

pembangunan

Cont oh: bermuncul an daerah sl umps,

hadirnya kant ong pemukiman mewah, perbedaan gaya hidup masyarakat ,

ket impangan akademik

(16)

Perbedaan penyerapan t enaga kerj a

Perbedaan alokasi dana perbankan

Perbedaan invest asi dan pert umbuhan

Ket impangan pert umbuhan ant ar

(17)

Persent ase penduduk berusia 10 t h ke

at as yg melek huruf lebih besar di kot a

Keadaan bayi & balit a di kot a lebih

baik

Kelayakan rumah orang kot a lebih

baik

Indeks mut u hidup di kot a lebih baik

(18)

Ket idakset araan anugerah awal di

ant ara pelaku ekonomi (SDA, kapit al, ket rampilan, bakat / pot ensi, sarana

prasarana)

St rat egi pembangunan era PJP I lebih

Referensi

Dokumen terkait

Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) siswa kelas X-C SMA Negeri 1 Jogonalan lebih aktif selama mengikuti pembelajaran matematika dengan menggunakan metode Team Accelerated

Universitas Negeri

function edit_MSE1_CreateFcn(hObject, eventdata, handles) if ispc &amp;&amp; isequal(get(hObject,'BackgroundColor'),. get(0,'defaultUicontrolBackgroundColor'))

/MODEL=LINEAR LOGARITHMIC INVERSE POWER EXPONENTIAL /PRINT ANOVA.

saat mamalia laut tersebut terdampar mati, proses dekomposisi sudah terjadi di dalam tubuh.. mamalia

(preparing), pengolahan (cooking), administrasi, penyimpanan bahan, dan lain sebagainya. Sebagai koordinator, Executive Chef ini mengatur serta mengawasi

ABSTRAK. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dan hasil belajar mahasiswa pada perkuliahan mata kuliah

Untuk menjamin pemenuhan hak kesehatan reproduksi melalui pelayanan kesehatan yang aman, efektif, dan terjangkau tersebut diwujudkan berbagai upaya kesehatan,