Hubungan Usia dan Jenis Kelamin terhadap Risiko Jatuh pada Lansia.

Teks penuh

(1)

iv

ABSTRAK

HUBUNGAN USIA DAN JENIS KELAMIN TERHADAP

RISIKO JATUH PADA LANSIA

Wilson Susilo, 2016 Pembimbing I : Yenny Limyati, dr., SpKFR, M.Kes Pembimbing II: Decky Gunawan, dr., M.Kes, AIFO

Latar Belakang Lanjut Usia (Lansia) adalah kelompok penduduk yang berusia 60 tahun ke atas.Menurut penelitian di Amerika Serikat sepertiga lansia pernah mengalami jatuh dan seperempatpuluhnya perlu mendapatkan penanganan di rumah sakit. Jatuh bisa menyebabkan cedera fisik dan psikologis. Cedera fisik dapat berupa fraktur, hematoma, memar, dan dislokasi dan cedera psikologi berupa rasa tidak percaya pada diri sendiri.

Tujuan Untuk melihat pengaruh usia dan jenis kelamin, terhadap risiko jatuh pada lansia.

Metode Penelitian Penelitian ini dilakukan dengan jenis penelitian survei analitik dan dengan rancangan penelitian cross sectional. Variabel penelitiannya adalah usia, jenis kelamin, dan risiko jatuh. Risiko jatuh diperiksa dengan Timed Up and Go Test. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Chi-Square dengan α = 0,05.

Hasil Dari hasil Timed Up and Go Test usia terhadap risiko jatuh didapatkan persentase Normal (39%) 60-69 tahun dan Cukup (35%) 70-79 tahun, p=0.019. Jenis kelamin terhadap risiko jatuh didapatkan Normal (35%) laki-laki dan Cukup memiliki persentase yang sama laki-laki dan perempuan (26%), p=0.265.

Simpulan Risiko jatuh meningkat seiring dengan bertambahnya usia dan tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin.

Kata kunci : Usia, Jenis Kelamin, Risiko Jatuh, Timed Up and Go Test

(2)

v

ABSTRACT

THE RELATION OF AGE AND GENDER ON RISK OF FALL

ON ELDERLY PEOPLE

Wilson Susilo, 2016 Tutor I : Yenny Limyati, dr., SpKFR, M.Kes Tutor II: Decky Gunawan, dr., M.Kes, AIFO

Background : Elderly people are a group of people with age of 60 and above. Studies in United States showed one-third of elderly people experienced fall in their houses and one-forty of them need bedrest in hospital. Falling can cause physical and mental injury. Physical injury can be seen as fracture, hematoma, bruises, and dislocation, where mental injury can be seen as lack of self esteem.

Purpose of Study : To see the relation between age and gender on risk of fall on elderly people.

Methods : The research was done using analytical survey method with cross-sectional study. The research variable were age, gender, and risk of fall. Risk of fall were checked with Timed Up and Go Test. The data acquired were analyzed with Chi-Square with α = 0,05.

Results : From Timed Up and Go Test between aged and risk of fall was acquired in Normal category (39%) 60-69 years old and in Good Mobility (35%) 70-79 years old, p=0.019. Between Gender and risk of fall was acquired in Normal category (35%) male and in Good Mobility (26%) male and female, p=0.265.

Conclusion : The risk of fall was increased with age and unaffected by gender.

Keywords : Age, Gender, Risk of fall, Timed Up and Go Test

(3)

viii

KATA PENGANTAR ... vi

DAFTAR ISI ... viii

1.2 Identifikasi Masalah ... 2

1.3 Maksud dan Tujuan ... 2

1.4 Manfaat Karya Tulis Ilmiah ... 2

1.4.1 Manfaat akademik ... 2

1.4.2 Manfaat praktis... 3

1.5 Kerangka Pemikiran dan Hipotesis Penelitian ... 3

1.5.1 Kerangka Pemikiran ... 3

1.5.2 Hipotesis ... 4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA ... 5

2.1 Jatuh ... 5

2.2 Risiko Jatuh... 7

2.3 Timed Up and Go Test ... 8

2.4 Lansia ... 9

2.5 Jenis Kelamin ... 11

BAB III BAHAN DAN METODE PENELITIAN ... 13

3.1 Alat ... 13

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian ... 13

3.3 Prosedur Penelitian ... 13

3.4 Metode Penelitian ... 14

(4)

ix

3.4.2 Variabel Penelitian ... 15

3.4.3 Definisi Operasional... 15

3.4.4 Perhitungan Besar Sampel ... 16

3.4.5 Hipotesis Statistik... 17

3.5 Subjek Penelitian ... 17

3.5.1 Kriteria Inklusi ... 17

3.5.2 Kriteria Eksklusi... 18

3.6 Sumber dan Teknik Pengumpulan Data ... 18

3.7 Pengolahan dan Analisis Data ... 18

3.8 Aspek Etik Penelitian ... 18

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ... 20

4.1 Hasil ... 20

4.2 Pembahasan ... 22

4.3 Pengujian Hipotesis Peneltitian ... 23

BAB V SIMPULAN DAN SARAN ... 25

5.1 Simpulan ... 25

5.2 Saran ... 25

DAFTAR PUSTAKA ... 26

RIWAYAT HIDUP ... 38

(5)

x

DAFTAR TABEL

Tabel 4.1 Karakteristik Tekanan Darah dan Nadi Terhadap TUG ... 19 Tabel 4.2 Karakteristik Usia Terhadap Risiko Jatuh ... 20 Tabel 4.3 Karakteristik Jenis Kelamin Terhadap Risiko Jatuh ... 20

(6)

xi

DAFTAR GAMBAR

Gambar 2.3.1 Timed Up and Go Test ... 8

(7)

xii

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran 1 Hasil Uji Statistik... 28

Lampiran 2 Aspek Etik Penelitian ... 30

Lampiran 3 Informed Conscent ... 31

Lampiran 4 Data Lansia : Usia dan Jenis Kelamin ... 32

Lampiran 5 Data Lansia : Tekanan darah Sistolik, Diastolik, Nadi... 33

Lampiran 6 Lembar Anamnesis ... 34

Lampiran 7 Lembar Timed Up and Go Test ... 35

Lampiran 8 Dokumentasi ... 36

(8)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Lanjut Usia (lansia) adalah kelompok penduduk yang berusia 60 tahun ke atas.

Secara biologis lanjut usia ialah orang yang mengalami proses penuaan, yang

ditandai dengan penurunan fungsi organ-organ, termasuk tulang dan otot.

Penurunan tulang dan otot akan menyebabkan penurunan kemampuan seseorang

untuk menjaga keseimbangan yang dapat menyebabkan seseorang bisa terjatuh.

Jatuh adalah suatu keadaaan yang terjadi tiba-tiba dan tanpa disengaja yang

menyebabkan perubahan posisi seseorang berada di tempat lebih rendah dengan

posisi yang duduk atau terbaring (Nugroho, 2008).

Pada lansia di dunia sebesar 30 % pernah mengalami jatuh. Penelitian di

Amerika Serikat sepertiga lansia pernah mengalami jatuh dan seperempat

puluhnya perlu mendapatkan perawatan di rumah sakit. Pada institusi dan rumah

perawatan, lebih dari 50 % kejadian jatuh setiap tahun, 40 % diantaranya

mengalami jatuh berulang. Kejadian jatuh terlihat sebanding dengan peningkatan

usia. Jatuh dianggap sebagai konsekuensi alami dari menjadi tua, tetapi jatuh

bukan bagian normal dari proses penuaan (Farabi, 2007).

Jenis kelamin dibagi menjadi laki-laki dan perempuan. Perempuan pada usia

lanjut akan mengalami menopause, yang akan menyebabkan kekurangan hormon

estrogen. Kepadatan tulang sangat dipengaruhi oleh sistem hormon dalam tubuh.

Kelainan bentuk tubuh dikarenakan berkurangnya kepadatan tulang yang akan

meningkatkan risiko jatuh sering terjadi pada perempuan (Kawiyana, 2009).

Jatuh merupakan kegagalan seseorang untuk mempertahankan keseimbangan

badan untuk berdiri. Keseimbangan dapat dicapai dengan kerja dari otot-otot dan

organ penyeimbang untuk mempertahankan posisi tubuh. Kelemahan otot dan

terganggunya organ penyeimbang seperti mata dan telinga tengah yang terjadi

pada lansia dapat menyebabkan peningkatan risiko jatuh. Jatuh akan

(9)

2

menyebabkan cedera fisik maupun psikologis. Cedera fisik akibat jatuh bisa

berupa fraktur, dislokasi, memar, hemarthrosis, dan subdural hematom. Kejadian

jatuh berulang dapat menyebabkan hilangnya kepercayaan diri lansia untuk dapat

melakukan aktivitas sehari-hari tanpa bantuan orang lain (Ediawati, 2012).

Jatuh dapat dihindari dengan lingkungan dan pengawasan yang baik.

Lingkungan untuk lansia memerlukan lantai yang datar, kering, dan tidak licin ,

tempat tidur dan WC yang tidak terlalu rendah , serta penerangan yang baik.

Aktivitas harian dari lansia seperti naik turun tangga sebisa mungkin untuk

dihindari. Pengetahuan pengawas lansia terhadap risiko jatuh dari seorang lansia

merupakan suatu hal yang penting. Pengetahuan ini dapat menjadi suatu

pertimbangan untuk memberikan pengawasan lebih pada lansia dengan risiko

jatuh yang tinggi. Berkurangnya kejadian jatuh pada lansia akan meningkatkan

kualitas hidup lansia yang semakin bertambah (Susanti, 2009). Maka dari itu saya membuat penelitian “Hubungan Usia Dan Jenis Kelamin Terhadap Risiko Jatuh Pada Lansia”.

1.2 Identifikasi Masalah

Identifikasi masalah yang akan diuraikan dalam karya tulis ilmiah ini adalah :

1. Adakah pengaruh usia terhadap risiko jatuh pada lansia.

2. Adakah pengaruh jenis kelamin terhadap risiko jatuh pada lansia.

1.3 Maksud dan Tujuan

Penelitian ini dimaksudkan untuk melihat pengaruh usia dan jenis kelamin,

terhadap risiko jatuh pada lansia.

1.4 Manfaat Karya Tulis Ilmiah

1.4.1 Manfaat akademik

Penelitian ini diharapkan dapat memberi wawasan tentang hubungan antara

usia dan jenis kelamin terhadap risiko jatuh pada lansia.

(10)

3

1.4.2 Manfaat praktis

Penelitian ini diharapkan dapat memberi informasi kepada masyarakat,

terutama pengawas lansia di panti sosial, tentang faktor risiko jatuh pada lansia,

sehingga dapat dilakukan pencegahan kejadian jatuh.

1.5 Kerangka Pemikiran dan Hipotesis Penelitian

1.5.1 Kerangka Pemikiran

Semakin tinggi usia seseorang

akan lebih berisiko mengalami

masalah kesehatan karena adanya

faktor-faktor penuaan lansia akan

mengalami perubahan baik dari

segi fisik, ekonomi, psikologikal,

kognitif, dan spiritual (Ediawati,

2012).

Risiko jatuh pada perempuan

lanjut usia lebih besar dikarenakan

kekurangan estrogen menyebabkan

osteoklastogenesis dan terjadi

kehilangan tulang (Kawiyana,

2009).

(11)

4

1.5.2 Hipotesis

1. Usia memengaruhi risiko jatuh pada lansia.

2. Jenis kelamin memengaruhi risiko jatuh pada lansia.

(12)

25

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

5.1Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, maka dapat ditarik simpulan

bahwa:

1. Usia memengaruhi risiko jatuh, pada usia 70-79 tahun risiko jatuh lebih

besar dari usia 60-69 tahun.

2. Jenis kelamin tidak memengaruhi risiko jatuh.

5.2Saran

 Perlu dilakukan penelitian lanjutan mengenai faktor-faktor lain yang memengaruhi risiko jatuh.

 Perlu dilakukan tindakan untuk mencegah kejadian jatuh pada lansia dengan melakukan edukasi lansia mana yang lebih berisiko jatuh untuk pengawasan

lebih dan konseling pada pengawas panti jompo.

 Penelitian selanjutnya dilakukan skrinning adanya konsumsi obat-obatan yang menyebabkan gangguan keseimbangan.

(13)

i

HUBUNGAN USIA DAN JENIS KELAMIN

TERHADAP RISIKO JATUH PADA LANSIA

KARYA TULIS ILMIAH

Karya Tulis Ini Dibuat Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Kedokteran

WILSON SUSILO

1310043

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA

BANDUNG

(14)

vi

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas berkat rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan Karya Tulis Ilmiah yang berjudul “Hubungan Usia dan Jenis Kelamin Terhadap Risiko Jatuh Pada Lansia” tepat pada waktunya.

Karya Tulis Ilmiah ini disusun sebagai salah satu syarat akademik untuk memperoled gelar Sarjana Kedokteran (S.ked) di Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Maranatha, Bandung. Karya Tulis Ilmiah ini berhasil tersusun dengan baik berkat dukungan, bantuan, doa, bimbingan, dan saran dari berbagai pihak, karena itu penulis ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada : 1. Yenny Limyati, dr., SpKFR, M.Kes. sebagai pembimbing pertama yang telah mencurahkan perhatian, kesabaran dan dukungan moral, serta telah meluangkan waktu membimbing dari proses awal penyusunan hingga proses penyelesaian karya tulis ini.

2. Decky Gunawan, dr., M.Kes, AIFO sebagai pembimbing kedua yang telah mencurahkan perhatian, kesabaran dan dukungan moral, serta telah meluangkan waktu membimbing dari proses awal penyusunan hingga proses penyelesaian karya tulis ini.

3. Penjaga lansia di Panti Jompo Tulus Kasih yang telah membantu penelitian Bu Gina

4. Kedua orang tua Susilo dan Tan Lie Khing, kakak (Lisa Susilo), serta anggota keluarga lain yang senantiasa mendukung dan mendoakan penulis. 5. Para sahabat: Teman-teman Antidote 2013, serta teman-teman lain yang tidak bisa disebutkan satu per satu di sini yang telah mendukung dan memberi saran dalam penyelesaian Karya Tulis Ilmiah ini.

(15)

vii

Akhir kata, penulis berharap penelitian ini dapat bermanfaat bagi perkembangan ilmu kedokteran.

Bandung, Desember 2016

Penulis

(16)

26

DAFTAR PUSTAKA

Andun, S. (2010). Pembelajaran Pendidikan Jasmani Yang Efektif dan Berkualitas

. Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia.

Aram V. Chobanian, M. (2003). The Seventh Report of The Joint National

Comittee on Prevention, Detection, Evaluation, and Treatment of High

Blood Pressure.U.S. Department of Health and Human Services.

Barry E, G. R. (2014). Is the Timed Up and Go test a useful predictor of risk of

falls in community dwelling older adults: a systematic review and

meta-analysis. Dublin, Republic of Ireland.

Darmojo, H. M. (2004). Geriatri (Ilmu Kesehatan Usia Lanjut). Edisi 3. Jakarta:

Balai Penerbit FKUI.

Ediawati, E. (2012). Gambaran Tinkat Kemandirian Dalam Activity of Daily

Living (ADL) dan Resiko Jatuh Pada Lansia di Panti Sosial Tresna

Wredha Budi Mulia 01 dan 03 Jakarta Timur. h.10.

Farabi, A. (2007). Hubungan Tes “Timed Up And Go” Dengan Frekuensi Jatuh Pada Lansia. h.5-6.

Fatmah. (2010). Gizi Usia Lanjut. Jakarta: Erlangga.

Giriwijoyo, S. (2001). Ilmu Kesehatan Olahraga. Bandung: Rosda.

Herman T, W. A. (2013). Identifying axial and cognitive correlates in patients

with Parkinson’s disease motor subtype using the instrumented Timed Up

and Go. Tel Aviv, Israel.

Hungu. (2007). Demografi Kesehatan Indonesia. Jakarta: Grasindo.

Indrayanto, Y. (2013). Andropause.

Jacob, M., & Fox, T. (2003). Using the “Timed Up and Go/TUG” test to predict

risk. owner's manual.

Jusnimar. (2014). Analisis Praktik Klinik Keperawatan Kesehatan Masyarakat

Perkotaan Pada Nenek G dengan Masalah Risiko Jatuh di Wisma Bungur

Sasana Wisma Wherda Karya Bhakti. h.45.

(17)

27

Kawiyana, I. K. (2009). Osteoporosis patogenesis diagnosis dan penanganan

terkini. J Peny Dalam volume 10 no.2, h.158-159.

Lumbatobing, S. (2004). Neurogeriatri. Jakarta: Balai Penerbit FKUI.

Miller, C. A. (1999). Nursing Care of Older Adults: Theory and Practice. Philladelpia: Lippincott.

Nugroho, W. (2008). Keperawatan Gerontik & Geriatrik. Jakarta: EGC.

Nurhayati, S. (2014). Analisis Faktor Risiko Kejadian Disabilitas Fisik Pada

Lansia Di Kecamatan Punung Kabupaten Pacitan. h.107.

Oenzil, F. (2012). Gizi Meningkatkan Kualitas Manula. Jakarta: EGC.

Podsiadlo, D., & Richardson, S. (1991). The Time "up and go" : a test of basic

functional mobility of frail elderly person. Journal of american geriatric

society.

Pudjiastuti, S. S. (2003). Fisioterapi Pada Lansia. Jakarta: EGC.

Setiawan, E. (2012-2015). Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Retrieved

january 26, 2016, from KemDikBud: http://kbbi.web.id/umur

Smeltzer, S. C., & Bare, B. G. (2002). Buku Ajar Keperawatan Medikal. Jakarta:

EGC.

STEADI (Stop Elderly, Accidents, Deaths, and Injuries. (2015, september 30).

Retrieved january 27, 2016, from U.S Department of Health & Human

Services: http://www.cdc.gov/steadi/index.html

Stanley, B. M. (2006). Buku Ajar Keperawatan Gerontik. Jakarta: EGC.

Susanti, H. (2009). Pengkajian dan Pencegahan Jatuh Pada Lansia. h.4.

Yim-Chiplis, P. K. (2003, april). Retrieved september 2016, from jaoj.org.

Figur

Tabel 4.3  Karakteristik Jenis Kelamin Terhadap Risiko Jatuh ...................................

Tabel 4.3

Karakteristik Jenis Kelamin Terhadap Risiko Jatuh ................................... p.5

Referensi

Memperbarui...