• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGEMBANGAN DESAIN KURIKULUM MUATAN LOKAL BERBASIS SEKOLAH MODEL : Studi Pengembangan Desain Kurikulum Muatan Lokal Pendidikan Lingkungan hidup, Gizi dan Makanan untuk Sekolah Menengah Pertama pada Model Sekolah Sehat SMP N 3 Rangkasbitung Kabupaten Leba

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENGEMBANGAN DESAIN KURIKULUM MUATAN LOKAL BERBASIS SEKOLAH MODEL : Studi Pengembangan Desain Kurikulum Muatan Lokal Pendidikan Lingkungan hidup, Gizi dan Makanan untuk Sekolah Menengah Pertama pada Model Sekolah Sehat SMP N 3 Rangkasbitung Kabupaten Leba"

Copied!
95
0
0

Teks penuh

  • Sekolah: SMP N 3 Rangkasbitung
  • Mata Pelajaran: Pendidikan Lingkungan Hidup, Gizi dan Makanan
  • Topik: Pengembangan Desain Kurikulum Muatan Lokal Berbasis Sekolah Model
  • Tipe: studi pengembangan
  • Kota: Kabupaten Lebak

I. PENDAHULUAN

Bagian ini menjelaskan latar belakang masalah yang melatarbelakangi pengembangan kurikulum muatan lokal di SMP N 3 Rangkasbitung. Penekanan diberikan pada pentingnya otonomi daerah dalam pendidikan, di mana setiap satuan pendidikan diharapkan dapat mengembangkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan lokal. Hal ini sejalan dengan tujuan pendidikan nasional yang berfokus pada pengembangan potensi siswa dan relevansi kurikulum dengan kondisi daerah. Penulis juga menyoroti tantangan dalam implementasi kurikulum yang beragam di berbagai sekolah.

1.1 Latar Belakang Masalah

Latar belakang masalah menggarisbawahi pentingnya adaptasi kurikulum terhadap kebutuhan lokal yang bervariasi. Dengan adanya kebijakan desentralisasi pendidikan, setiap sekolah memiliki kesempatan untuk mengembangkan kurikulum yang sesuai dengan karakteristik dan potensi daerah. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan relevansi kurikulum dengan kebutuhan masyarakat setempat.

1.2 Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan desain kurikulum muatan lokal yang relevan dengan model sekolah sehat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan pendidikan siswa, masyarakat, dan potensi daerah, serta merancang kurikulum yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan siswa.

II. KERANGKA TEORITIS PENGEMBANGAN DESAIN KURIKULUM

Bagian ini membahas berbagai teori dan konsep yang mendasari pengembangan kurikulum. Penjelasan tentang pengertian kurikulum, prinsip-prinsip pengembangan kurikulum, dan komponen-komponen yang harus ada dalam kurikulum muatan lokal menjadi fokus utama. Teori-teori ini memberikan landasan yang kuat untuk merancang kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan siswa dan masyarakat.

2.1 Pengertian dan Konsep Kurikulum

Kurikulum didefinisikan sebagai seperangkat rencana dan pengaturan yang mencakup tujuan, isi, dan metode pengajaran. Konsep ini menekankan pentingnya kurikulum sebagai pedoman dalam proses pembelajaran yang harus disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan siswa serta masyarakat.

2.2 Pengembangan Kurikulum Disentralistik

Pengembangan kurikulum disentralistik memberikan keleluasaan bagi sekolah untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan lokal. Hal ini penting agar kurikulum yang diterapkan relevan dengan konteks sosial, budaya, dan ekonomi daerah, sehingga dapat meningkatkan efektivitas pembelajaran.

III. METODOLOGI PENELITIAN

Metodologi penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian dan pengembangan (R&D) untuk menghasilkan desain kurikulum muatan lokal yang sesuai. Penelitian ini melibatkan analisis kebutuhan, perencanaan, pengembangan, dan evaluasi kurikulum. Langkah-langkah yang diambil dalam penelitian ini mencakup survei awal, evaluasi kurikulum yang ada, dan uji coba model kurikulum yang dirancang.

3.1 Metoda Penelitian

Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan yang bertujuan untuk menghasilkan produk kurikulum yang valid dan relevan. Metode ini melibatkan langkah-langkah sistematis mulai dari identifikasi masalah hingga uji coba produk.

3.2 Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data dilakukan melalui survei, wawancara, dan observasi untuk mendapatkan informasi yang diperlukan dalam pengembangan kurikulum. Data yang diperoleh akan dianalisis untuk menentukan kebutuhan pendidikan siswa dan masyarakat.

IV. DESKRIPSI, ANALISIS DAN PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN

Bagian ini menyajikan hasil penelitian yang mencakup deskripsi kondisi pendidikan di SMP N 3 Rangkasbitung, analisis kebutuhan kurikulum, dan pembahasan hasil yang diperoleh dari uji coba kurikulum muatan lokal. Pembahasan ini memberikan gambaran tentang efektivitas kurikulum yang dikembangkan dan relevansinya dengan model sekolah sehat.

4.1 Deskripsi Hasil Penelitian

Deskripsi hasil penelitian mencakup gambaran umum tentang kondisi pendidikan di SMP N 3 Rangkasbitung, termasuk profil sekolah, sejarah pendirian, dan keadaan siswa. Data ini memberikan konteks untuk memahami tantangan yang dihadapi dalam implementasi kurikulum.

4.2 Analisis dan Identifikasi Hasil Penelitian

Analisis hasil penelitian menunjukkan adanya kebutuhan untuk mengembangkan kurikulum muatan lokal yang lebih relevan dengan konteks lokal. Identifikasi potensi dan kebutuhan pendidikan siswa menjadi fokus utama dalam merancang kurikulum yang efektif.

V. SIMPULAN DAN REKOMENDASI

Simpulan dari penelitian ini menegaskan pentingnya pengembangan kurikulum muatan lokal yang berbasis pada potensi daerah dan relevansi dengan model sekolah sehat. Rekomendasi untuk implementasi kurikulum dan evaluasi berkelanjutan juga disampaikan untuk memastikan keberhasilan program pendidikan.

5.1 Simpulan

Simpulan penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kurikulum muatan lokal yang sesuai dengan karakteristik daerah dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan kesehatan siswa. Implementasi yang efektif memerlukan dukungan dari semua pihak terkait.

5.2 Rekomendasi

Rekomendasi untuk sekolah dan dinas pendidikan mencakup perlunya pelatihan bagi guru dalam implementasi kurikulum baru dan pengembangan sumber daya yang mendukung. Evaluasi berkala terhadap kurikulum juga disarankan untuk memastikan relevansi dan efektivitasnya.

Referensi Dokumen

  • Pengembangan Desain Materi Kurikulum Muatan Lokal 'Siwalima' Pada Tingkat Sekolah Menengah Atas di Kota Ambon ( Abas, A. )
  • 301 Tip Anti Gagal Memasak Untuk Pemula ( Astuti, S. )
  • Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal Sekolah Menengah Pertama ( Baharudin. )
  • Bahan Tambahan Pangan ( Cahyadi, W. )
  • Optimalisasi Pengembangan KTSP ( Erliany, S. dan Sukmadinata, N.S )

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi pengembangan materi gizi dan makanan tradisional daerah setempat ke dalam mata pelajaran muatan lokal di sekolah dasar ditinjau dari

Mulyasa (2009) dalam bukunya yang berjudul Implementasi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan menyebutkan bahwa Kurikulum Muatan lokal adalah kegiatan kurikuler yang

Faktor Pendukung dalam Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal di SMA Negeri 6 Bulukumba meliputi: faktor internal dan faktor eksternal, faktor internalnya kepala sekolah dibantu

Isi Kurikulum Muatan Lokal Keterampilan Batik di SMPN 2 Bantur suatu perencanaan pembelajaran pada mata pelajaran keterampilan batik mulai daripenyusunan

Pertanyaan yang paling mendasar berkaitan dengan pengembangan kurikulum adalah apakah guru mampu mendesain, mengimpelementasikan dan mengevaluasi kurikulum muatan lokal

Kepada para pengembang kurikulum, penulis menyarankan agar konsep rekonstruksi sosial dapat diimplementasikan dalam pelaksanaan kurikulum muatan lokal di Indonesia,

Dalam kerangka pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), muatan lokal merupakan mata pelajaran yang kompetensinya tidak dapat diwadahi pada mata

Dari KTSP Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan hingga sampai K-13 Kurikulum 2013 di SMA Negeri 5 Padang, Bengkoang sudah menjadi bagian dari materi Mulok Muatan Lokal yang diintegrasikan