• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Pembentukan Portofolio dengan Metode Markowitz (Studi Kasus pada Lima Saham Berkapitalisasi Terbesar dalam Indeks LQ 45 pada Agustus 2009 sampai Juli 2012).

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis Pembentukan Portofolio dengan Metode Markowitz (Studi Kasus pada Lima Saham Berkapitalisasi Terbesar dalam Indeks LQ 45 pada Agustus 2009 sampai Juli 2012)."

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

vii

ABSTRACT

In the investment world, we know about high risk, high return. The higher of return that investor get, the higher level of the risk. To minimize the risk of investing in stock, investors can make stock portfolio (diversification), by investing in many stocks so that losses in one stock can be up by gains on other stocks. The purpose of this research is to be able to know the results of the formation of a stock portfolio and to get an overview of optimal portfolios based on investor risk preferences.

The method in this research is the Markowitz method. The data used in this research is secondary data, the historical data of the monthly closing price for the period August 2009 to July 2012. Samples taken in this research is PT Astra International Tbk, PT HM Sampoerna Tbk, PT Unilever Indonesia Tbk, PT Bank Central Asia Tbk and PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.

From the results of this research could be concluded that for investors who like risk (risk lover), it can be said that the portfolio of the five is the optimal portfolio with expected return of 0.033939785 or 3.39% to the level of risk by 0.05403219 or 5.40%. As for investors who do not like risk (risk averse), then it can be said that the second portfolio is the optimal portfolio with expected return of 0.020127024 or 2.01% to the level of risk of 0.043275602 or 4.33%.

(2)

viii

ABSTRAK

Dalam dunia investasi, kita mengenal bahwa high risk, high return. Semakin besar return yang didapat, semakin besar pula tingkat risikonya. Untuk dapat meminimalkan risiko dalam berinvestasi saham, investor dapat melakukan portofolio (diversifikasi) saham, yaitu dengan melakukan investasi di banyak saham sehingga kerugian di satu saham dapat di tutupi oleh keuntungan pada saham lainnya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk dapat mengetahui hasil pembentukan portofolio saham dan untuk mendapatkan gambaran portofolio yang optimal berdasarkan preferensi risiko investor.

Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Markowitz. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yaitu data historis harga penutupan saham bulanan pada periode Agustus 2009 hingga Juli 2012. Sampel yang diambil dalam penelitian ini adalah PT Astra Internasional Tbk, PT HM Sampoerna Tbk, PT Unilever Indonesia Tbk, PT Bank Central Asia Tbk dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.

Dari hasil penelitian ini didapat kesimpulan bahwa bagi investor yang menyukai risiko (risk lover), maka dapat dikatakan bahwa portofolio ke-5 merupakan portofolio yang optimal dengan expected return sebesar 0,033939785 atau 3,39% dengan tingkat risiko sebesar 0,05403219 atau 5,40%. Sedangkan bagi investor yang tidak menyukai risiko (risk averse), maka dapat dikatakan bahwa portofolio ke-2 merupakan portofolio yang optimal dengan expected return sebesar 0,020127024 atau 2,01% dengan tingkat risiko sebesar 0,043275602atau 4,33%.

(3)

ix

DAFTAR ISI

Halaman

HALAMAN JUDUL i

HALAMAN PENGESAHAN ii

SURAT PERNYATAAN KEASLIAN SKRIPSI iii

SURAT PERNYATAAN PUBLIKASI LAPORAN PENELITIAN iv

KATA PENGANTAR v

ABSTRACT vii

ABSTRAK viii

DAFTAR ISI ix

DAFTAR GAMBAR xiii

DAFTAR TABEL xiv

DAFTAR LAMPIRAN xv

BAB I PENDAHULUAN 1

1.1 Latar Belakang Masalah 1

1.2 Rumusan Masalah 3

(4)

x

1.4 Kegunaan Penelitian 4

BAB II KAJIAN TEORI, RERANGKA PEMIKIRAN DAN

RERANGKA TEORITIS 5

2.1 Kajian Teori 5

2.1.1 Investasi 5

2.1.2 Pasar Modal 7

2.1.3 Saham 8

2.1.4 Return 10

2.1.5 Risisko 11

2.1.6 Portofolio 14

2.1.7 Portofolio Markowitz 15

2.1.8 Riset Empiris 16

2.2 Rerangka Pemikiran 24

2.3 Rerangka Teoritis 25

BAB III METODE DAN OBJEK PENELITIAN 27

3.1 Metode Penelitian 27

3.1.1 Jenis Penelitian 27

(5)

xi

3.1.3 Teknik Pengumpulan Data 28

3.1.4 Definisi Operasional Variabel 29

3.1.5 Metode Analisis Data 30

3.2 Objek Penelitian 33

3.2.1 Gambaran Umum PT Astra Internasional Tbk 33

3.2.2 Gambaran Umum PT Bank Central Asia Tbk 34

3.2.3 Gambaran Umum PT HM Sampoerna Tbk 36

3.2.4 Gambaran Umum PT Telekomunikasi Indonesia Tbk 37

3.2.5 Gambaran Umum PT Unilever Indonesia Tbk 37

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 39

4.1 Hasil Pembentukan Portofolio 45

4.2 Portofolio yang Optimal 48

BAB V SIMPULAN DAN SARAN 53

5.1 Simpulan 53

5.2 Saran 55

DAFTAR PUSTAKA 56

LAMPIRAN 58

(6)

xii

SURAT PERNYATAAN PENELITIAN TIDAK MENGGUNAKAN

(7)

xiii

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1 Rerangka Pemikiran 24

(8)

xiv

DAFTAR TABEL

Tabel I Riset Empiris 16

Tabel II Definisi Operasional Variabel 29

Tabel III Tingkat Keuntungan Rata-Rata dan Risiko

Masing-Masing Perusahaan 39

Tabel IV Koefisien Korelasi Antar Perusahaan 44

Tabel V Expected Return dan Tingkat Risiko Portofolio 46

Tabel VI Urutan Portofolio Berdasarkan Expected Return 49

(9)

xv

DAFTAR LAMPIRAN

Lampiran A Data Historis Harga Penutupan Saham Bulanan

(Agustus 2009 - Juli 2012) 58

Lampiran B Return Actual Saham Bulanan 60

(10)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Investasi merupakan suatu bentuk penanaman modal baik secara langsung

maupun tidak langsung, baik jangka pendek maupun jangka panjang dengan harapan

nantinya akan mendapatkan keuntungan atau bentuk manfaat lainnya dari hasil

investasi tersebut (dalam Okki Jatnika).

Menurut Eduardus Tandelin (2001:3), investasi adalah komitmen atas

sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan

memperoleh keuntungan dimasa datang. Ketika seorang pemodal ingin melakukan

investasi, maka ia dihadapkan pada dua bentuk pilihan investasi yaitu pertama,

investasi pada aktiva riil atau real assets seperti membangun pabrik, membeli tanah

dan sebagainya. Kedua, investasi pada aktiva finansial (sekuritas) seperti membeli

saham, sertifikat deposito, efek atau surat berharga lainnya di dalam pasar modal.

Investasi dalam bentuk kepemilikan aset finansial mulai diminati oleh

masyarakat di Indonesia. Hal ini disebabkan karena aset finansial memiliki likuiditas

dalam pilihan investasinya. Sebagai contoh, investor dapat melakukan investasi pada

industri pertambangan pada hari ini dan ia dapat menggantinya minggu depan pada

industri semen. Saham (stock) merupakan salah satu instrumen pasar keuangan yang

paling populer. Menerbitkan saham merupakan salah satu pilihan perusahaan ketika

memutuskan untuk pendanaan perusahaan. Pada sisi yang lain, saham merupakan

instrumen investasi yang banyak dipilih para investor karena saham mampu

(11)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Investasi merupakan suatu bentuk penanaman modal baik secara langsung

maupun tidak langsung, baik jangka pendek maupun jangka panjang dengan harapan

nantinya akan mendapatkan keuntungan atau bentuk manfaat lainnya dari hasil

investasi tersebut (dalam Okki Jatnika).

Menurut Eduardus Tandelin (2001:3), investasi adalah komitmen atas

sejumlah dana atau sumber daya lainnya yang dilakukan pada saat ini, dengan tujuan

memperoleh keuntungan dimasa datang. Ketika seorang pemodal ingin melakukan

investasi, maka ia dihadapkan pada dua bentuk pilihan investasi yaitu pertama,

investasi pada aktiva riil atau real assets seperti membangun pabrik, membeli tanah

dan sebagainya. Kedua, investasi pada aktiva finansial (sekuritas) seperti membeli

saham, sertifikat deposito, efek atau surat berharga lainnya di dalam pasar modal.

Investasi dalam bentuk kepemilikan aset finansial mulai diminati oleh

masyarakat di Indonesia. Hal ini disebabkan karena aset finansial memiliki likuiditas

dalam pilihan investasinya. Sebagai contoh, investor dapat melakukan investasi pada

industri pertambangan pada hari ini dan ia dapat menggantinya minggu depan pada

industri semen. Saham (stock) merupakan salah satu instrumen pasar keuangan yang

paling populer. Menerbitkan saham merupakan salah satu pilihan perusahaan ketika

memutuskan untuk pendanaan perusahaan. Pada sisi yang lain, saham merupakan

instrumen investasi yang banyak dipilih para investor karena saham mampu

(12)

2

membeli saham, berarti mereka membeli prospek perusahaan dari saham tersebut.

Kalau prospek perusahaan membaik, harga saham tersebut akan meningkat.

Dalam dunia investasi, kita juga mengenal bahwa high risk, high return.

Semakin besar return yang didapat, semakin besar pula tingkat risikonya. Investor

pada umumnya merupakan pihak yang sangat tidak menyukai risiko tetapi

menginginkan keuntungan (return) yang maksimal. Untuk dapat meminimalkan

risiko dalam berinvestasi saham, investor dapat melakukan portofolio (diversifikasi)

saham, yaitu dengan melakukan investasi di banyak saham sehingga kerugian di satu

saham dapat di tutupi oleh keuntungan pada saham lainnya. Untuk dapat melakukan

portofolio yang tepat, perlu dilakukan analisis terlebih dahulu mengenai saham mana

yang memiliki return yang tinggi dengan tingkat risiko tertentu serta bagaimana

meminimalkan risiko tersebut. Dengan melakukan analisis, investor dapat

mengambil keputusan dalam menentukan portofolio yang tepat sesuai dengan

preferensi risiko mereka.

Harry Markowitz merupakan orang pertama yang memperkenalkan konsep

diversifikasi portofolio dengan melakukan perhitungan secara kuantitatif.

Perencanaan optimal (optimalisasi portofolio) model Markowitz menunjukkan

bagaimana diversifikasi portofolio dapat meminimalkan risiko. Risiko portofolio

bukanlah sekedar rata-rata tertimbang (weighted average) dari tiap-tiap saham/aset

dalam portofolio, tetapi perlu dipertimbangkan juga adanya hubungan diantara

saham-saham tersebut (Wawan Taufiq N dan Silvia Rostianingsih, 2005:105).

Dalam membentuk satu portofolio dapat dilakukan pada beberapa perusahaan

dengan sektor industri yang berbeda-beda selama perusahaan tersebut merupakan

(13)

3

saham perusahaannya. Pemilihan saham itu sendiri dapat diambil dari berbagai

sektor atau kelompok indeks yang terdapat dalm bursa efek. Salah satu diantaranya

adalah indeks LQ 45 dimana menggunakan 45 emiten yang dipilih berdasarkan

pertimbangan likuiditas dan kapitalisasi pasar, dengan kriteria-kriteria tertentu yang

telah ditentukan (www.idx.co.id). Berdasarkan pada latar belakang tersebut, maka

penulis tertarik untuk mengangkat masalah ini dengan judul “Analisis Pembentukan

Portofolio dengan Metode Markowitz (Studi Kasus Pada Lima Saham Berkapitalisasi

Terbesar dalam Indeks LQ 45 pada Agustus 2009 sampai Juli 2012)”

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan atas latar belakang masalah yang telah dikemukakan

sebelumnya, maka masalah yang akan diteliti dalam penelitian ini adalah:

1. Bagaimana hasil pembentukan portofolio dengan metode Markowitz dilihat

dari sisi return dan risikonya pada beberapa saham yang terdapat pada indeks

LQ 45?

2. Pada proporsi dana berapakah investasi portofolio dapat memberikan

investasi yang optimal?

1.3 Maksud dan Tujuan Penelitian

Adapun maksud dan tujuan dari penelitian ini adalah:

1. Mengetahui hasil dari pembentukan portofolio dengan metode Markowitz

dalam memperoleh portofolio saham dilihat dari sisi return dan risikonya

(14)

4

2. Mendapatkan gambaran suatu pemilihan portofolio saham yang optimal dari

portofolio yang dibentuk dalam penelitian ini.

1.4 Kegunaan Penelitian

1. Bagi Investor

 Dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan

investasi.

 Memberikan pengetahuan kepada investor cara mengaplikasikan teori

portofolio.

 Mengurangi risiko yang dapat merugikan investor seperti ditipu oleh

broker, karena diharapkan dengan membaca skripsi ini investor dapat

menjadi lebih mengerti tentang investasi saham.

2. Bagi Perusahaan

 Dapat menjadi suatu bahan pertimbangan dalam pengambilan

keputusan investasi dan membuat strategi untuk menarik para

investor.

3. Bagi Penulis Selanjutnya

 Dapat dijadikan referensi untuk dapat melakukan penelitian yang

lebih dalam lagi.

4. Bagi Pembaca

(15)

53

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

5.1 Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan

bahwa:

1. Hasil dari pembentukan portofolio dengan metode Markowitz dalam

memperoleh portofolio saham dilihat dari sisi return dan risikonya pada

beberapa saham yang terdapat pada indeks LQ 45 adalah sebagai

berikut:

Portofolio ke-1 mempunyai expected return sebesar 0,026343 atau

2,63% dengan tingkat risiko sebesar 0,046664 atau 4,67%.

Portofolio ke-2 mempunyai expected return sebesar 0,020127 atau

2,01% dengan tingkat risiko sebesar 0,043276atau 4,33%.

Portofolio ke-3 mempunyai expected return sebesar 0,024606 atau

2,46% dengan tingkat risiko sebesar 0,044481 atau 4,45%.

Portofolio ke-4 mempunyai expected return sebesar 0,023122 atau

2,31% dengan tingkat risiko sebesar 0,044508 atau 4,45%.

Portofolio ke-5 mempunyai expected return sebesar 0,033940 atau

(16)

54

Portofolio ke-6 mempunyai expected return sebesar 0,029718 atau

2,97% dengan tingkat risiko sebesar 0,048217 atau 4,82%.

Portofolio ke-7 mempunyai expected return sebesar 0,028526 atau

2,85% dengan tingkat risiko sebesar 0,052148 atau 5,21%.

Portofolio ke-8 mempunyai expected return sebesar 0,026021 atau

2,60% dengan tingkat risiko sebesar 0,050103 atau 5,01%.

Portofolio ke-9 mempunyai expected return sebesar 0,021350 atau

2,14% dengan tingkat risiko sebesar 0,054622 atau 5,46%.

Portofolio ke-10 mempunyai expected return sebesar 0,024625

atau 2,46% dengan tingkat risiko sebesar 0,053711 atau 5,37%.

2. Bagi investor yang menyukai risiko (risk lover), maka dapat dikatakan

bahwa portofolio ke-5 merupakan portofolio yang optimal dimana

proporsi saham ASII sebesar 30%, saham BBCA sebesar 5%, saham

HMSP sebesar 50%, saham TLKM sebesar 5% dan saham UNVR

sebesar 10% mempunyai expected return sebesar 0,033939785 atau

3,39% dengan tingkat risiko sebesar 0,05403219 atau 5,40%.

Sedangkan bagi investor yang tidak menyukai risiko (risk averse),

maka dapat dikatakan bahwa portofolio ke-2 merupakan portofolio

yang optimal dimana proporsi saham ASII sebesar 25%, saham BBCA

sebesar 15%, saham HMSP sebesar 15%, saham TLKM sebesar 30%

(17)

55

0,020127024 atau 2,01% dengan tingkat risiko sebesar 0,043275602

atau 4,33%.

5.2 Saran

1. Dalam melakukan investasi, sebaiknya investor tidak hanya melihat

tingkat return saja tetapi tingkat risiko yang sesuai dengan preferensi

risiko dari investor tersebut dan juga memperhatikan kondisi perusahaan

tersebut.

2. Bagi peneliti selanjutnya, sebaiknya dalam membagi proporsi saham juga

memperhatikan koefisien korelasi antar perusahaan.

3. Dalam melakukan penentuan proporsi portofolio saham, peneliti

(18)

DAFTAR PUSTAKA

Hendrawati, S (2011). Analisis CAPM dan Portofolio Markowitz Pada Saham-Saham LQ 45. Skripsi Ekonomi Manajemen, Program Sarjana Universitas Bina Nusantara, Jakarta (tidak dipublikasikan).

Husnan, S (2005). Dasar-dasar Teori Portofolio dan Analisis Sekuritas. Edisi Keempat, UPP AMP YKPN, Yogyakarta.

Jatnika, Okki. Analisis Pembentukkan Portofolio Pada Lima Perusahaan yang Bergerak di Bidang Plantation. Universitas Gunadarma.

Jogiyanto, H.M. (2010). Metodologi Penelitian Bisnis: Salah Kaprah dan Pengalaman-Pengalaman. Edisi Pertama, Cetakan Ketiga, BPFE, Yogyakarta.

Jogiyanto, H.M. (2003). Teori Portofolio dan Analisis Investasi. Edisi Ketiga, BPFE, Yogyakarta.

Julianti, Elvida. Analisis Pembentukan Portofolio Optimal Pada Tiga Perusahaan dengan Menggunakan Teori Portofolio (Studi Kasus Pada Saham PT Gudang Garam Tbk, PT HM Sampoerna Tbk dan PT Timah Tbk. Universitas Gunadarma.

Martalena dan Malinda, M (2011). Pengantar Pasar Modal. Edisi Pertama, Penerbit Andi, Yogyakarta.

Sugiyono (2003). Metode Penelitian Bisnis. Cetakan Kelima, Alfabeta, Bandung. Sukarno, M (2007). Analisis Pembentukan Portofolio Optimal Saham dengan

Menggunakan Metode Single Index di Bursa Efek Jakarta. Tesis Magister Manajemen, Program Pasca Sarjana Universitas Diponegoro, Semarang. Suliyanto (2009). Metode Riset Bisnis. Edisi Kedua, Penerbit Andi, Yogyakarta. Sunariyah (2004). Pengantar Pengetahuan Pasar Modal. Edisi Keempat, UPP AMP

YKPN, Yogyakarta.

Tandelilin, E (2001). Analisis Investasi dan Manajemen Portofolio. Edisi Pertama, BPFE, Yogyakarta.

Taufiq N, W dan Rostianingsih, S (2005). Penggunaan Algoritma Genetika Untuk Pemilihan Portofolio Saham dalam Model Markowitz. Jurnal Informatika Fakultas Teknik Industri Universitas Kristen Petra, 6 (2), November, hal 105-109.

Wahyudi, S (2005). Aplikasi Metode Single Index Pada Penentuan Portofolio Investasi Tahunan Pada Saham LQ 45 di BEJ. Jurnal Bisnis dan Ekonomi, 12 (1), Maret, hal 81-96.

www.idx.co.id

Referensi

Dokumen terkait

Analisis portofolio merupakan hal yang sangat penting bagi setiap investasi karena dapat digunakan sebagi dasar untuk melakukan diversifikasi saham sehingga dapat menghasilkan

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui kombinasi portofolio optimal berdasarkan return dan risiko dan data yang digunakan adalah saham-saham dari lima

beberapa sekuritas yang akan digunakan untuk investasi, artinya investor telah membentuk suatu portofolio saham, tujuannya adalah untuk melakukan diversifikasi dalam

Penggunaan Single Index Model Dalam Analisis Portofolio Untuk Meminimumkan Risiko Bagi Investor Di Pasar Modal ( Studi pada Saham Perusahaan yang Tercatat Dalam Indeks LQ-45 Di

Dengan terbentuknya portofolio optimal akan mem- bantu para investor didalam mendapatkan return ter- tinggi dengan risiko tertentu atau dengan risiko teren- dah akan mendapatkan

Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui saham-saham yang dapat terbentuk sebagai kombinasi portofolio optimal dengan proporsi dana masing-masing saham

Markowitz mengemukakan melalui konsep diversifikasi (dengan pembentukan portofolio saham yang optimal), investor dapat memaksimalkan keuntungan yang diharapkan dari

Sehingga investasi yang dapat dipilih investor sebagai portofolio yang efisien merupakan portofolio antara ASRM dan ASJT, karena tingkat keuntungan portofolio yang