• Tidak ada hasil yang ditemukan

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TANAMAN PADI DI LAMONGAN.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TANAMAN PADI DI LAMONGAN."

Copied!
72
0
0

Teks penuh

(1)

TUGAS AKHIR

”PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

TANAMAN PADI DI LAMONGAN”

untuk memenuhi sebagian persyaratan dalam memperoleh Gelar Sarjana Teknik (S-1)

PROGRAM STUDI ARSITEKTUR

Diajukan oleh :

AGUNG TRI BIJAKSONO

0651010033

FAKULTAS TEKNIK SIPIL DAN PERENCANAAN

UNIVERSITAS PEMBANGUNAN NASIONAL ”VETERAN”

(2)

TUGAS AKHIR

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN

TANAMAN PADI DI LAMONGAN

Dipersiapkan dan disusun oleh :

AGUNG TRI BIJAKSONO

0651010033

Telah dipertahankan didepan tim penguji Pada tanggal : 9 JUNI 2011

Tugas akhir ini telah diterima sebagai salah satu persyaratan Untuk memperoleh gelar sarjana ( S1 )

Tanggal :

Ir. Naniek Ratni JAR., M.Kes. NIP. 19590729 198603 2 00 1

Dekan Falkutas Teknik Sipil Dan Perencanaan Pembimbing Utama

Ir. Sri Suryani Yuprapti Winasih, MT NIP. 19670722 199303 2 00 2

Pembimbing Pendamping

Heru Subiyantoro, ST., MT. NPT. 3 7102 96 0061 1

Penguji

Ir. Niniek Anggriani, MTP NIP 19580124 198703 2 001

Ami Arfianti, ST. MT. NPT. 3 6911 97 0158 1

(3)

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur ditujukan kehadirat Allah SWT, yang mana atas rahmat dan ridho-Nya, sehingga penyusunan Proposal Tugas Akhir yang berjudul

“Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Padi di Lamongan” ini dapat

terselesaikan dengan baik, untuk memenuhi sebagian persyaratan dalam memperoleh Gelar Sarjana Teknik ( S-1 ) Jurusan Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Pembangunan Nasional “Veteran“ Jawa Timur di Surabaya.

Bersama ini penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada:

1. Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan rahmatNya, berupa inspirasi dan ide untuk menyelesaikan Tugas Akhir ini.

2. Bapak & Ibu dirumah yang sudah membiayai dan selalu mendoakan saya. Terima kasih sebanyak-banyaknya atas semua usaha dan kerja keras beliau berdua sehingga saya bisa mencapai kesuksesan ini.

3. Ibu Ir. Naniek Ratni JAR., M.Kes. selaku Dekan Fakultas Tekni Sipil dan Perencanaan (FTSP), Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran”, Jawa Timur.

4. Bapak Ir. Syaifuddin Zuhri, MT. selaku Ketua Jurusan Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP), Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran”, Jawa Timur.

5. Ibu Ir. Sri Suryani Yuprapti Winasih, MT. selaku Kepala Laboratorium Tugas Akhir Arsitektur dan juga selaku Dosen Pembimbing Utama. Terima kasih banyak atas bimbingannya Bu.

6. Bapak Heru Subiyantoro, ST., MT., selaku Dosen Pembimbing Pendamping. Maaf jarang menghadap Pak dan terima kasih banyak atas bimbingannya.

(4)

8. Om Dedi dan Tante Tini (ortu Boni), terima kasih sudah diberi fasilitas menginap dan konsumsi selama kerja kelompok di Rungkut.

9. Kelompok yahud sekali, Arie, Boni, Dhimas, Ganis, Lutfi, Sufi, Yudhistira. Terima kasih atas semua dukungannya.

10. Teman-teman seangkatan Tugas Akhir, Adin, Ardi, Boni, Deniar, Denny, Dhani, Dhimas, Doddi, Ganis, Hamdi, Hendra, Liana, Romey, Yudhistira. 11. Teman-teman arsitek angkatan 2004, 2005, 2006.

12. Dan semua pihak yang telah membantu dalam pengerjaan Proposal Tugas Akhir ini yang tidak bisa disebutkan satu persatu.

Akhir kata, penulis ucapkan terimakasih dan mohon maaf sebesar-besarnya jika terdapat banyak kesalahan baik yang disengaja maupun tidak dalam penyusunan proposal tugas akhir ini. Semoga Proposal Tugas Akhir ini bisa bermanfaat bagi semua pihak, dan bisa didapatkan hasil yang maksimal nantinya.

Surabaya, Juni 2011

(5)

DAFTAR ISI

Halaman Judul ... i

Lembar Pengesahan ...ii

Abstraksi ...iii

Kata Pengantar... iv

Daftar isi... vi

Daftar Gambar ...viii

Daftar Tabel... ix

Daftar Skema/Bagan ... x

BAB 1 : PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang... 1

1.2. Maksud dan Tujuan Perancangan... 3

1.3. Batasan & Asumsi ... 3

1.4. Metode Perancangan... 4

1.5. Sistematika Laporan ... 6

BAB 2 : TINJAUAN OBJEK RANCANGAN 2.1. Tinjauan Umum ...8

2.1.1. Pengertian Judul Proyek Tugas Akhir...8

2.1.2. Studi literatur ...8

2.1.3. Studi Kasus ...11

2.1.4. Hasil Studi ...15

2.2. Tinjauan Khusus ...15

2.2.1. Lingkup Pelayanan...15

2.2.2. Struktur Organisasi...16

2.2.3. Aktifitas dan Kebutuhan Ruang...16

2.2.4. Pengelompokan Ruang ...19

(6)

BAB 3 : TINJAUAN LOKASI PERANCANGAN

3.1. Latar Belakang Lokasi ...23

3.2. Penetapan Lokasi ...24

3.3. Kondisi Fisik Lokasi ...27

3.3.1. Exsisting Site ...27

3.3.2. Aksesibilitas...31

3.3.3. Potensi Lingkungan...31

3.3.4. Infrastruktur Kota...32

3.4. Peraturan Bangunan Setempat...33

BAB 4 : ANALISA PERANCANGAN 4.1. Analisa Ruang ...35

4.1.1. Organisasi Ruang ...35

4.1.2. Hubungan Ruang dan Sirkulasi ...37

4.1.3. Diagram Abstrak ...39

4.2. Analisa Site ...40

4.2.1. Analisa Aksesibilitas ...40

4.2.2. Analisa Iklim...42

4.2.3. Analisa Lingkungan Sekitar ...42

4.2.4. Analisa Zoning...43

4.3. Analisa Bentuk Dan Tampilan ...43

4.3.1. Analisa Bentuk...43

4.3.2. Analisa Tampilan ...46

BAB 5 : KONSEP PERANCANGAN 5.1.Konsep Tapak...49

5.1.1. Konsep Zoning...49

5.1.2. Konsep Tatanan Massa...49

5.1.3. Konsep Entrance ...50

5.2.Konsep Tampilan...50

5.2.1. Konsep Bentukan ...50

(7)

5.3.Konsep Ruang Dalam ...52

5.3.1. Konsep Laboratorium...52

6. BAB 6 : APLIKASI RANCANGAN 6.1.Aplikasi Tapak...53

6.1.1. Aplikasi Zoning...53

6.1.2. Aplikasi Tatanan Massa ...54

6.1.3. Aplikasi Entrance ...57

6.2.Aplikasi Tampilan ...58

6.2.1. Aplikasi Bentukan...58

6.2.2. Aplikasi Fasad...58

6.3.Aplikasi Ruang Dalam ...59

6.3.1. Aplikasi Laboratorium ...59

Daftar Pustaka ... 60

(8)

DAFTAR GAMBAR

Gb. 2.1. Rumah Kaca...10

Gb. 2.2. Contoh struktur rumah kaca...11

Gb. 2.3. Kantor BB. Padi ...11

Gb. 2.4. Rumah Kaca BB. Padi ...12

Gb. 2.5. Kantor IRRI...13

Gb. 2.6. Perspektif Laboratorium Departemen Pertanian Oklahoma ...14

Gb. 3.1. Peta Lamongan dan Kecamatan Sugio ...24

Gb. 3.2. Peta garis wilayah site ...25

Gb. 3.3. Citra satelit lokasi ...26

Gb. 3.4. Peta Site secara Makro...27

Gb. 3.5. Peta Site secara Makro...28

Gb. 3.6. Batas-batas Site ...29

Gb. 3.7. Vegetasi ...30

Gb. 3.8. Jalan Raya Sugio ...31

Gb. 3.9. Pertanian Padi disekitar site ...31

Gb. 3.10. Saluran air didepan site...32

Gb. 3.11. Trafo di area Site ...33

Gb. 3.12. Peraturan bangunan setempat...33

Gb. 4.1. Sirkulasi site ...39

Gb. 4.2. Diagram Abstrak ...39

Gb. 4.3. Diagram Fs. Laboratorium...40

Gb. 4.4. Kantor Desa Kebet ...40

Gb. 4.5. Lalu lintas Jl. Raya Sugio ...40

Gb. 4.6. Jembatan menuju Site ...41

Gb. 4.7. Peta Akses Site ...41

Gb. 4.8. Zona dalam Site...43

Gb. 4.9. Konsep Ide Bentuk dan Tatanan Massa...44

Gb. 4.10. Proses Pengolahan Bentukan ...45

(9)

Gb. 4.12. Aplikasi massa pada Site ...46

Gb. 4.13. Sketsa Tampilan ...47

Gb. 4.14. 3D Tampilan...47

Gb. 5.1. Konsep Zoning ...49

Gb. 5.2. Konsep tatanan yang memanjang...49

Gb. 5.3. Gambaran tatanan massa ...50

Gb. 5.4. Konsep Entrance...50

Gb. 5.5. Tampilan Jendela...51

Gb. 5.6. Kolom yang diekspose...51

Gb. 5.7. Modul laboratorium...52

Gb. 6.1. Aplikasi Zoning...53

Gb. 6.2. Lay Out Plan ...54

Gb. 6.3. Parkir ...54

Gb. 6.4. Fas. Pengunjung & Pengelola dan Guest House...55

Gb. 6.5. Fas. Lab. dan Rumah Kaca ...55

Gb. 6.6. Rumah Kaca...56

Gb. 6.7. Fas. Produksi ...56

Gb. 6.8. Sentra Penjualan dan Kantin ...57

Gb. 6.9. Tatanan Massa dilihat dari Jl. Raya...57

Gb. 6.10. Aplikasi Entrance ...58

Gb. 6.11. Aplikasi Bentukan ...58

Gb. 6.12. Aplikasi Fasad ...59

Gb. 6.13. Aplikasi Bukaan dan Kolom yang terekspose ...59

(10)

DAFTAR TABEL

Tabel 1.1 : Hasil Padi Lamongan 2 Tahun Terakhir...2

Tabel 2.1 : Aktifitas Pengunjung ...16

Tabel 2.2 : Aktifitas Peneliti...17

Tabel 2.3 : Aktifitas Pengelola ...18

Tabel 2.4 : Pengelompokan Ruang ...19

Tabel 2.5 : Fasilitas Pengunjung dan Pengelola ...20

Tabel 2.6 : Fasilitas Penelitian...20

Tabel 2.7 : Fasilitas Produksi ...21

Tabel 2.8 : Fasilitas Guest House ...21

Tabel 2.9 : Fasilitas Parkir...22

Tabel 2.10 : Total Luas Bangunan...22

Tabel 4.1. Hub. Antar ruang F. Penelitian dan Pengelola...37

Tabel 4.2. Hub. Antar ruang F. Laboratorium...38

Tabel 4.3. Hub. Antar ruang F. Produksi ...38

(11)

DAFTAR SKEMA/BAGAN

Skema 1.1 : Urutan Tahapan Perancangan...4

Skema 2.1 : Struktur Organisasi BB. Biogen...16

Bagan 4.1. Organisasi Ruang F. Pengunjung dan Pengelola ...35

Bagan 4.2. Organisasi Ruang F. Laboratorium ...36

Bagan 4.3. Organisasi Ruang F. Produksi...36

Bagan 4.4. Organisasi Ruang F. Guest House ...37

(12)

PUSAT PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN TANAMAN

PADI DI LAMONGAN

Agung Tri Bijaksono 0651010033

ABSTRAKSI

Penulisan Proposal Tugas Akhir. Program Studi Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Universitas Pembangunan Nasional ”Veteran” Jawa Timur, Tahun 2009.

Pada tahun 1985, Indonesia, yang diwakili oleh Presiden Soeharto, mendapatkan penghargaan dari FAO (Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia) karena swasembada pangannya. Saat itu Indonesia dipuji sebagai negara berkembang yang dapat memenuhi kebutuhannya sendiri.

Namun ketahanan pangan nasional Indonesia sangat rapuh. Beberapa tahun kemudian mulai terdengar berita tentang krisis pangan di Indonesia.

Menyadari kurangnya ketahanan pangan Indonesia, pemerintah berusaha meningkatkan ketahanan pangannya, sehingga pada tahun 2008 pemerintah Indonesia mengklaim telah berswasembada beras. Pemerintah Indonesia mengklaim mampu meningkatkan produksi padi sebesar 3,12 juta ton gabah atau meningkat 5,46 % dari tahun 2007. Produksi padi tahun 2008 sebesar 60,28 juta ton atau setara dengan 35,32 juta ton beras. Hal ini mendorong pemerintah mengembangkan wacana ekspor beras di tahun 2009 ini, dengan tujuan mendapatkan keuntungan dari peningkatan harga beras dunia.

Maksud dari perancangan proyek Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Padi ini adalah menyediakan wadah penelitian dan pengembangan tanaman pangan, dalam hal ini terkhusus tanaman padi, sebagai makanan pokok orang Indonesia, guna mendukung swasembada pangan Indonesia.

Lokasi perancangan ini berada di Lamongan dimana Lamongan Perupakan daerah penghasil padi terbesar di Jawa Timur.

Dengan adanya perancangan ini diharapkan nantinya Indonesia bisa menjadi negara swasembada pangan kembali dan tidak perlu menjadi negara pengimpor beras.

(13)

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Padi adalah salah satu tanaman budidaya terpenting dalam peradaban manusia. Produksi padi dunia menempati urutan ketiga dari semua serealia, setelah jagung dan gandum. Namun demikian, padi merupakan sumber karbohidrat utama bagi mayoritas penduduk dunia.

Padi diduga pertamakali dibudidayakan di India, selama kurang lebih 9000 tahun. Di Indonesia, Malaysia dan Filipina pembudidayaan padi telah dimulai sesudah 1500 Masehi. Bukti awal pembudidayaan padi yang ditemukan di Thailand, padi ditanam pada waktu 500-900 Masehi. Padi ditanam di seluruh daerah tropik basah dan subtropik.

Hingga saat ini Pulau Jawa tetap menjadi kontributor terbesar dalam pengadaan beras nasional dengan luas panen dan produksi masing-masing 46,8 % dan 54 %. Jawa Timur merupakan provinsi penghasil padi terbesar kedua setelah Jawa Barat (data dilampirkan). Hal tersebut merupakan potensi dari Jawa Timur. Di Jawa Barat sendiri terdapat Balai Besar Penelitian Tanaman Padi di Sukamandi, sementara Jawa Timur masih belum memiliki.

Jawa Timur dengan potensi pertanian padinya dimana luas areal panen mencapai 1.884.879 Ha (2009) merupakan salah satu pilar ekonomi Jawa Timur. Dengan hasil panen mencapai 11 juta ton lebih (2009), Jawa Timur menjadi salah satu distributor padi nasional. Padi dari Jawa didistribusikan kedaerah lain di Indonesia yang daerahnya kekurangan padi.

(14)

Tabel 1.1 : Hasil Padi Lamongan 2 Tahun Terakhir.

Catatan : Sumber : Dispertahut Lamongan, 2010 * GKG : Gabah Kering Giling

Dari data diatas dapat diketahui bahwa produktifitas padi Lamongan mencapai 61,70 kwintal perhektar pada tahun 2007. Dan pada 2008 meningkat menjadi 62,63 kwintal perhektar atau sekitar 2,45 % dari tahun 2007. dengan bertambahnya areal tanam dan panen maka, panen padi Lamongan semakin bertambah. Dengan meningkatnya hasil pertanian padi Lamongan maka perlu diadakan penelitian mengenai pertanian padi di Lamongan agar bisa diterapkan didaerah lain di Indonesia.

Dengan adanya Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Padi ini diharapkan bisa menyelidiki faktor-faktor panen tinggi di Lamongan. Selain itu kualitas padi Lamongan nantinya bisa ditingkatkan melalui penelitian di Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Padi ini. Dengan diterapkannya teknologi dan aplikasi pertanian padi di Lamongan dari hasil penelitian proyek ini nantinya diharapkan tiap daerah di Indonesia bisa berswasembada pangan sendiri sehingga swasembada pangan secara berkelanjutan di Indonesia bisa tercapai. Dengan begitu Indonesia tidak perlu mengimpor beras lagi.

Dengan paparan diatas, Indonesia yang mulai berswasembada beras kembali pada tahun ini harus didukung agar Indonesia tidak perlu mengimpor beras lagi. Dengan adanya Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Padi ini, pertanian Indonesia, khususnya Lamongan, bisa menghasilkan padi lokal dengan kualitas tinggi.

Tahun Produksi Areal Tanam Areal Panen

(15)

1.2. Maksud dan Tujuan Perancangan

Maksud dari perancangan proyek Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Padi ini adalah menyediakan wadah penelitian dan pengembangan tanaman pangan, dalam hal ini terkhusus tanaman padi, guna meneliti dan menyelidiki perkembangan tanaman padi Lamongan yang surplus, agar bisa diaplikasikan didaerah lain, sehingga bisa berswasembada pangan.

Berkaitan dengan maksud tersebut diatas, maka tujuan dari perancangan Pusat Penelitian Tanaman Padi ini adalah :

• Merencanakan fasilitas yang menampung kegiatan penelitian dan

pengembangan tanaman padi, serta fasilitas penunjang guna mendukung kegiatan penelitian dan pengembangan tanaman padi.

• Merencanakan Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Padi di

Lamongan dengan disain tatanan massa yang saling terhubung.

• Mendukung pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan secara

nasional umumnya, serta meningkatkan penghasilan petani di Lamongan khususnya.

1.3. Batasan dan Asumsi

1.3.1. Batasan

Perencanaan proyek Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Padi di Lamongan ini direncanakan dapat mewadahi kegiatan utama budidaya tanaman padi. Yaitu pengembangan varietas dan penelitian hama penyakit tanaman khusus padi. Guna mewujudkan rancangan yang optimal pada proyek, perlu adanya pembatasan. Batasan dalam penyelesaian proyek adalah sebagai berikut:

• Proyek ini direncanakan dapat mewadahi kegiatan utama, yaitu

penelitian dan pengembangan, yang dilengkapi dengan sarana dan fasilitas penunjang yang mendukung kegiatan tersebut.

• Penyelesaian rancangan lebih dititik beratkan pada pola tatanan massa

(16)

1.3.2. Asumsi

Pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Padi ini diasumsikan sebagai tempat penelitian milik pemerintah, yaitu dibawah Departemen Pertanian sebagai asumsi dana dan lokasi milik pemerintah.

Dimana nantinya penelitian ini nantinya akan bekerjasama dengan pihak luar/swasta. Pihak luar tersebut bisa berasal dari dalam maupun luar negeri. Hal tersebut diatas berguna untuk menunjang dan meningkatkan hasil penelitian.

1.4. Metode Perancangan

Sub bab Tahapan Rancangan disini menjelaskan secara skematik tentang urutan yang dilakukan penyusun dalam menyusun laporan mulai dari tahap pemilihan judul sampai dengan laporan selesai untuk kemudian diaplikasikan pada gambar perancangan.

Interpretasi Judul

Pengumpulan Data (Kompilasi dan Analisis)

• Studi Internet. • Studi Pustaka. • Studi Lapangan.

• Wawancara

Identifikasi Masalah

Rumusan Konsep Perancangan

(17)

Dalam penyusunan proyek ini ada beberapa tahapan-tahapan metode yang akan dijadikan acuan atau bahkan digunakan dalam perancangan proyek ini, yaitu: 1. Interpretasi judul

Adalah pencarian judul untuk proyek ini yang sesuai dengan apa yang akan dirancang dan juga sesuai dengan isi dan tujuan yang ada pada proyek ini. 2. Pengumpulan Data

Setelah menemukan ide judul atau pengajuan judul maka dilakukan pengumpulan data selengkapnya yang dapat mendukung ide merancang Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Padi di Lamongan ini. Data yang diperlukan antara lain :

• Studi kegiatan ruang. • Studi besaran ruang.

• Studi pola ruang laboratorium. • Studi sirkulasi.

• Tampilan bangunan.

Sehingga ide rancangan ini dapat dipertanggungjawabkan. Pengumpulan data meliputi :

• Studi Literatur

Studi literatur dilakukan untuk memperoleh data-data yang berhubungan dengan persyaratan. Antara lain studi tentang standart-standart luasan ruang yang dibutuhkan dan studi literatur yang berkaitan tentang tanaman dan pertanian padi di Lamongan.

• Studi Kasus

(18)

• Survey Lapangan

Yaitu melakukan studi lapangan yang dilakukan pada site terpilih dengan pengamatan dan penghayatan terhadap karakter site yang menyangkut batasan, kendala dan potensi yang ada.

3. Penyusunan dan pengolahan data

Data-data yang ada kemudian disusun, dievaluasi dan hasilnya dijadikan pedoman dalam perencanaan dan perancangan. Berdasarkan data-data yang telah ada dan dievaluasi serta telah disesuaikan dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Padi di Lamongan ini, maka kegiatan perencanaan ini dapat dimulai. Sehingga pembahasan nanti dapat dipertanggung jawabkan dan dapat diterima.

4. Analisa Permasalahan

Semua data yang telah terkumpul, disusun dan dievaluasi kemudian dianalisa permasalahan yang muncul.

5. Rumusan Masalah

Adalah kesimpulan dari studi yang telah dilakukan, baik studi di lapangan, dan literatur. Yang kemudian dijadikan acuan minimal dalam desain Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Padi di Lamongan ini.

6. Rumusan Konsep Perancangan

Pada tahap ini, pendekatan–pendekatan dalam perancangan akan mulai direalisasikan. Dengan pendekatan desain, hasil akhir dari perancangan diharapkan akan sesuai dengan gambaran pada bab awal.

7. Aplikasi Perancangan Gambar

Akan tervisualisasi dengan bentuk gambar denah, tampak, potongan, lay out plan, site plan, serta maket sebagai bentukan 3 dimensi dari rancangan.

1.5. Sistematika Laporan

(19)

BAB I :

Pendahuluan, yang menjabarkan mengenai latar belakang pemilihan judul proyek tugas akhir, maksud dan tujuan, ruang lingkup perancangan, metode perancangan, sistematika laporan.

BAB II :

Tinjauan proyek, menjabarkan tentang Pengertian Judul, Studi Kasus yang berkaitan dengan proyek dimana menyangkut tentang aspek kualitas dan kuantitas serta persyaratan proyek. Tinjauan khusus obyek rancangan membahas batasan dan asumsi, lingkup pelayanan, aktifitas dan kebutuhan ruang, serta pengelompokan ruang.

BAB III :

Tinjauan Lokasi perancangan yang menjabarkan tentang, latar belakang pemilihan lokasi, penetapan lokasi, keadaan fisik lokasi, aksesibilitas, potensi bangunan sekitar dan infrastruktur kota.

BAB IV :

Analisa Perancangan, menjabarkan analisa perancangan dimana didalamnya terdapat tema yang diinginkan dalam rancangan.

BAB V :

Konsep Perancangan, pada tahap ini, pendekatan–pendekatan dalam perancangan akan mulai direalisasikan. Dengan pendekatan desain, hasil akhir dari perancangan diharapkan akan sesuai dengan gambaran pada bab awal.

BAB VI :

(20)

BAB II

TINJAUAN OBYEK RANCANGAN

2.1. Tinjauan Umum

2.1.1. Pengertian Judul Proyek Tugas Akhir

Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Padi di Lamongan memiliki

pengertian sebagai berikut :

• Pusat Penelitian dan Pengembangan

Tempat/wadah/lokasi kegiatan untuk meneliti. Tempat pemberdayaan

dan kegiatan pengumpulan, pengolahan, analisis dan penyajian data

secara skematis dan obyektif untuk memecahkan suatu masalah atau

menguji hipotesis untuk menemukan serta mengembangkan

prinsip-prinsip umum.

• Tanaman Padi

Bernama latin Oryza Sativa, tanaman budidaya terpenting bagi manusia.

Penghasil beras, salah satu makanan pokok dunia.

• Di Lamongan

Berlokasi/terletak di Lamongan. Lamongan sendiri adalah

kota/kabupaten di pantai utara Jawa Timur.

Dari penjabaran diatas, dapat disimpulkan pengertian dari Pusat Penelitian

dan Pengembangan Tanaman Padi di Lamongan adalah fasilitas atau tempat

kegiatan penelitian dan pengembangan tanaman pangan khusus padi guna

menghasilkan varietas unggul di Lamongan.

2.1.2. Studi Literatur

2.1.2.1. Budidaya dan Pemuliaan Pertanian

o Budidaya

Merupakan kegiatan dalam bidang pertanian untuk memproduksi suatu

(21)

terjadi adalah kegiatan produksi biasa/konvensional sampai pada tahap

pengolahan hasil pertanian, dimana semua kegiatan tersebut dilakukan oleh

manusia. Pada kegiatan budidaya tidak dihasilkan varietas baru.

o Pemuliaan

Merupakan penerapan biologi, terutama genetika, dalam bidang

pertanian untuk memperbaiki produksi dan kualitas. Pada kegiatan

pemuliaan ini terjadi percobaan terhadap objek spesies pemuliaan.

Percobaan tersebut antara lain, persilangan dengan spesies lain, pemurnian,

penyeleksian dan pembiakan sehingga menghasilkan varietas baru dari

percobaan tersebut.

2.1.2.2. Laboratorium

Laboratorium adalah tempat riset ilmiah, eksperimen, pengukuran ataupun pelatihan ilmiah dilakukan. Laboratorium biasanya dibuat untuk

memungkinkan dilakukannya kegiatan-kegiatan tersebut secara terkendali.

Laboratorium ilmiah biasanya dibedakan menurut disiplin ilmunya,

misalnya laboratorium fisika, laboratorium kimia, laboratorium pertanian, laboratorium biokimia, laboratorium komputer, dan laboratorium bahasa. Laboratorium Pertanian hendaknya jauh dari sumber polusi, dekat dengan

sumber tenaga listrik dan air. Untuk menghemat listrik, baiknya

laboratorium terletak di daerah tinggi guna menjaga suhu tetap rendah.

Beberapa jenis laboratorium pertanian khusus padi, antara lain sebagai

berikut:

o Laboratorium Uji Biologi Tanaman

Kegiatan yang dilakukan didalam Laboratorium Uji Biologi Tanaman

adalah meneliti tentang DNA tanaman dengan melakukan kultur jaringan

sehingga ditemukan varietas baru yang lebih unggul.

o Laboratorium Uji Hara Tanah dan Hama

Laboratorium Uji Hara Tanah dan Hama berfungsi sebagai tempat

(22)

pupuk yang sesuai. Selain itu juga sebagai tempat menguji ketahanan

tanaman terhadap hama, serta menemukan cara untuk mengendalikannya.

o Laboratorium Uji Proksimat

Laboratorium Uji Proksimat berfungsi menguji dan mengetahui

kandungan nutrisi didalam tanaman.

o Laboratorium Mutu Benih

Laboratorium Uji Mutu Benih digunakan untuk menguji benih dalam hal

mutu genetic, mutu fisiologi dan mutu fisik.

o Laboratorium Uji Beras dan Gabah

Laboratorium Uji Beras dan Gabah bias dikatakan sebagai proses jadi.

Didalam laboratorium ini padi sudah yang sudah dalam bentuk beras dan

gabah dikelompokkan sesuai ukuran dan jenisnya.

2.1.2.3. Rumah Kaca

Rumah Kaca (Greenhouse) adalah sebuah bangunan yang digunakan untuk

membudidayakan tanaman. Bahan utamanya terbuat dari kaca ataupun

plastik. Suhu didalam rumah kaca bisa menjadi panas dikarenakan radiasi

elektromagnek dari panas matahari yang masuk kedalam rumah kaca

terperangkap dan tidak bisa keluar dengan kata lain panas yang masuk tidak

dapat keluar.

(23)

Panas matahari tersebut memanaskan tumbuhan, tanah dan udara didalam

ruangan. Didalam rumah kaca, suhu dan pencahayaan juga bisa diatur sesuai

kebutuhan. Karena itu rumah kaca dapat digunakan sebagai tempat budidaya

tanaman diberbagai musim.

Rumah kaca melindungi tanaman dari panas yang berlebihan, debu, cuaca

buruk dan juga dari hama.

2.1.3. Studi Kasus

2.1.3.1. BB Padi (Balai Besar Penelitian Tanaman Padi)

BB Padi berada di Sukamandi, Subang, Jawa Barat, sekitar 20 km dari

Cikampek ke arah Cirebon. Saat didirikan pada 1972, institusi ini bernama

Lembaga Pusat Penelitian Pertanian (LP3) Cabang Sukamandi. Seluruh

bangunan perkantoran beserta fasilitas penelitian, selesai pada 1980. Pada 10

Agustus 1980 institusi ini diresmikan oleh Presiden Suharto, sebagai Balai

Penelitian Tanaman Pangan Sukamandi (Balittan Sukamandi), sampai 1994.

(24)

Kemudian berdasar SK Mentan No. 796/Kpts/OT.210/12/94 Balittan

Sukamandi berubah tugas dan fungsi menjadi institusi penelitian yang

khusus menangani komoditas padi dan bernama BALITPA, pada 1994.

BALITPA mengembang tugas utama melakukan penelitian untuk

menghasilkan ilmu dan teknologi padi yang mampu meningkatkan produksi

dan ketersediaan padi sebagai makanan pokok masyarakat Indonesia.

Berdasarkan SK Menteri Pertanian No. 12/Permentan/OT.140/3/2006

tanggal 1 Maret 2006 organisasi dan tata kerja BALITPA berubah menjadi

Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BB Padi).

Sebagai institusi riset, Balai Besar Penelitian Tanaman Padi memiliki

berbagai fasilitas fisik seperti gedung perkantoran beserta perlengkapannya,

rumah kaca, laboratorium, dan empat kebun percobaan. Keempat kebun

percobaan secara struktural berstatus sebagai instalasi penelitian (Inlit) dan

(25)

2.1.3.2. IRRI (International Rice Research Institute)

IRRC adalah pusat penelitian padi yang dibangun sebagai bagian dari

Revolusi Hijau (Green Revolution) pada awal tahun 60-an. IRRI berlokasi di

Los Banos, tepatnya di dalam Kampus University of the Philippines Los

Banos (UPLB), Filipina. IRRI dibangun tahun 1960 oleh Rockefeller

Foundation and Ford Foundation. IRRI telah memberikan sumbangan yang

sangat berharga dalam menanggulangi permasalah kelangkaan pangan,

khususnya padi.

Salah satu keberhasilan awal dari IRRI (1966) adalah varietas modern yang

diberi nama International Rice (IR) 5 dan IR 8. Kedua varietas ini mampu

meningkatkan produksi padi dari rata-rata 2-3 ton/ha menjadi sekitar 6

ton/ha. (Di laboratorium IR 8 mampu berproduksi sampai 10 ton/ha).

Keunggulan lain, IR 8 dan IR 5 berumur pendek.

Dengan cepat varietas ini menyebar di Filipina dan negara- negara produsen

padi di Asia, termasuk Indonesia. Di Indonesia, nama IR 5 dan IR 8 diganti

oleh Presiden Suharto menjadi Pelita Baru (PB) 8 dan PB 5. Sejak saat itu

IRRI terus menghasilkan varietas-varietas padi unggul. Dua varietas unggul

yang muncul kemudian, dan sampai saat ini masih ditanam oleh kebanyakan

petani padi, adalah IR 36 dan IR 64. IR 36 direlease tahun 1976 dan IR 64

direlease 1985.

(26)

Bank Gen (Gene Bank)

Salah satu fasilitas yang ada di IRRI adalah Gene Bank. Di Gene Bank

inilah hampir semua jenis padi dari berbagi penjuru dunia disimpan.

Penyimpanannya menggunakan fasilitas ruangan berpendingin, sehingga

benih-benih tersebut ‘tidur’ sebelum digunakan kembali. Pada periode

tertentu, koleksi diperbaharui dengan cara menanamnya kembali,

mengolahnya menjadi benih-benih bernas yang disimpan dalam kantong

aluminium dan dibawa ke ruang berpendingin tersebut.

2.1.3.3. Oklahoma Departmen of Agriculture Laboratory

Oklahoma Departmen of Agriculture Laboratory (Laboratorium

Departemen Pertanian Oklahoma), merupakan divisi laboratorium servis

yang bertugas mengetes kualitas hasil produksi pertanian, untuk melindungi

lingkungan, diagnosa penyakit dan mengkoreksi berat dan jumlah hasil

pertanian.

Laboratorium ini terdiri dari beberapa seksi, yaitu:

Biro Standarisasi, Seksi Pemupukan, Seksi Pestisida, Seksi Pengawas

Kualitas, Seksi Pembenihan dan Seksi Pengairan.

(27)

2.1.4. Hasil Studi

Dari Studi Kasus dan Studi Literatur diatas, bisa diambil sebuah ide

perancangan untuk Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Padi ini,

yaitu :

• Kegiatan didalam fasilitas ini nantinya, ditekankan pada kegiatan

penelitian, yaitu pemuliaan dan kemudian membudidayakan hasil

penelitian tersbut.

• Fasilitas Laboratorium terdiri atas : Lab. Uji Tanaman, Lab. Uji Tanah &

Hama, Lab. Uji Proksimat, Lab. Uji Mutu Benih, Lab. Uji Beras &

Gabah & Rumah Kaca

• Lahan percobaan memiliki saluran air/irigasi tersendiri yang memiliki

pengaturan tinggi air.

2.2. Tinjauan Khusus

2.2.1. Lingkup Pelayanan

Lingkup pelayanan dari Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Padi

di Lamongan ini sesuai dengan fungsinya, yaitu sebagai pusat penelitian dan

pengembangan bibit tanaman padi. Maka pelayanan dikelompokkan dalam

beberapa kelompok, yaitu :

• Peneliti, yakni para ilmuan atau ahli tanaman baik dari dalam maupun

luar negeri.

• Masyarakat pendidik, yakni mahasiswa atau siswa sekolah yang ingin

mengenal lebih jauh tentang pengembangan tanaman padi.

• Petani yang ingin mengetahui dan belajar secara efektif tentang budidaya

tanaman padi.

• Pengelola, yang mengelola fasilitas penelitian agar kegiatan yang ada

(28)

2.2.2. Struktur Organisasi

2.2.3. Aktifitas dan Kebutuhan Ruang

• Aktifitas Pengunjung (Masyarakat Sekitar, Masyarakat Pendidik & tamu

Peneliti )

Pelaku Kegiatan Fasilitas Sifat Pengelompokan

Ruang Pengunjung Masyarakat Sekitar

- Memarkir kendaraan

- Mencari Informasi

- Mencari Literatur

- Mengikuti Seminar

- Membeli Benih/Beras

Masyarakat Pendidik

- Memarkir Kendaraan

- Mencari Informasi

- Tempat parkir

- Resepsionis

- Ruang Baca

- Ruang Seminar

- Sentra Penjualan

- Tempat parkir Skema 2.1 : Struktur Organisasi BB. Padi

(29)

Pelaku Kegiatan Fasilitas Sifat Pengelompokan Ruang - Mencari referensi/bacaan

- Mengikuti seminar

- Melihat arsip audio visual

- Melihat pembudidayaan tanaman padi..

- Mempelajari tanaman padi.

- Buang air, membersihkan diri.

- Makan, Istirahat.

Peneliti

- Memarkir Kendaraan

- Mencari Informasi

- Mencari Literatur

- Bekerja sama dengan Peneliti yang

sudah ada

- Ruang Baca

- Ruang Seminar

- Ruang Seminar

- Rumah Kaca

- Rumah Kaca

- Toilet

- Kantin

- Tempat parkir

- Resepsionis

Pelaku Kegiatan Fasilitas Sifat Pengelompokan

Ruang Peneliti - Parkir Kendaraan

- Menyimpan barang pribadi

- Mempersiapkan Peralatan

- Meneliti, mengamati obyek penelitian.

- Pembudidayaan tanaman.

- Percobaan menanam padi.

- Mengolah hasil penelitian.

- Membersihkan peralatan.

- Menyimpan peralatan.

- Buang air, membersihkan diri.

- Istirahat, makan.

- Menginap.

- Tempat parkir

- Ruang ganti

- Ruang peralatan

- Laboratorium

- Rumah Kaca

- Lahan percobaan

- Tempat produksi

- Ruang Cuci

- Ruang Peralatan

(30)

• Pengelola

Pelaku Kegiatan Fasilitas Sifat Pengelompokan

Ruang Pengelola - Parkir

- Menjalankan tugas

- Rapat

- Bongkar muat

- Buang air, membersihkan diri.

- Istirahat, makan.

- Tempat Parkir

- Ruang Kerja

Direktur Mengatur, memantau jalannya aktifitas

administrasi dan penelitian

Ruang Direktur Administrasi Pengelola

Staf TU Pembuatan dan penyimpanan surat-surat

penting.

Ruang Tata Usaha Administrasi Pengelola

Staf Bid.

Program &

Evaluasi

Memantau dan mengevaluasi kegiatan

penelitian.

Ruang Bid. Program &

Evaluasi

Administrasi Pengelola

Staf Bid.

Kerjasama &

PHP

Membantu sosialisasi dan pengembangan

hasil penelitian.

Ruang Bid. Kerjasama

& PHP

Administrasi Pengelola

S. Fungsional Membantu dan menunjang kegiatan yang

ada didalam proyek.

Pantry, Dapur, R.

laundry, Pos

Keamanan, Gudang,

Loading Dock.

(31)

2.2.4. Pengelompokan Ruang

Berdasarkan Aktifitas dan Kebutuhan Ruang di atas, maka

pengelompokan ruang di Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Padi

ini adalah:

Pengguna Kebutuhan Ruang Kelompok Massa Sifat

Ruang baca

Ruang Seminar

Toilet

Pengunjung Publik

Publik

Servis

Rumah Kaca Penelitian Semi Publik

Pengunjung

Sentra Penjualan

Kantin

Toilet

Produksi Publik

Publik

Servis

Ruang Kepala Laboratorium

Ruang Ganti

Penelitian Privat

Privat

Ruang Peralatan Produksi

Kantin

Produksi Privat

Privat

Publik Peneliti

Kamar Tidur Guest House Privat

Pengelola Ruang Kerja

Ruang Rapat

Toilet

Pengelola Privat

Privat

Servis

Pengelola Staf Fungsional Ruang Genset

Ruang Pompa

Produksi, Guest House Produksi

Pengunjung, Peneliti, dan

Pengelola

(32)

2.2.5. Perhitungan Luas Ruang

Perhitungan standar luasan ruang pada Pusat Penelitian ini

berdasarkan literatur dan pertimbangan dari studi ruang yang telah

dilakukan. Dimana pertimbangan tersebut berdasarkan :

• Kapasitas pemakai

• Sirkulasi

• Peralatan pendukung

• Kenyamanan pemakai

• Asumsi

Adapun tabel-tabel perhitungan luasan Pusat Penelitian ini, yaitu

meliputi :

• Fasilitas Pengunjung dan Pengelola

Ruang Kapasitas

(orang) Syarat Unit Standart Luas (m

R. Sekretaris Dirut Ruang unit Tata Usaha Ruang unit Bid. Program dan Evaluasi

• Fasilitas Penelitian

Ruang Kapasitas

(33)

Ruang Kapasitas

(orang) Syarat Standart Unit Luas (m

2)

Lab. Uji Tanaman Lab. Uji Mutu Benih Lab. Uji Proksimat Lab. Uji Tanah dan Hama Toilet

Rumah Kaca

R. Peralatan Rumah Kaca

14

• Fasilitas Produksi

• Fasilitas Guest House

Ruang Kapasitas

(orang) Syarat Standart Unit Luas (m

2

)

Hall

R. Mesin Perontok Padi R. Mesin Pengering Padi R. Mesin Pembersih Padi R. Mesin Pemilah Padi Sentra Penjualan Kantin

Dapur Toilet

Tempat Jemur Padi

2

Ruang Kapasitas

(34)

• Fasilitas Parkir

Ruang Kapasitas Syarat Standart Luas

(m2)

Asumsi Pengguna dan Pengunjung = 100 orang.

2 orang = 1 mobil

Keterangan Standart :

AS : Asumsi

NAD : Neufert Architect Data

NMH : New Metric Handbook

AS : Asumsi Ruang

Tabel Total Luas Bangunan (KLB)

Fasilitas Luas

Pengunjung/Pengelola 432,25 m2

Penelitian 1.052,m2

Produksi 497,5 m2

Guest House 260 m2

Parkir 615 m2

Total 2.856,75 m2

Sirkulasi 30% 857,25 m2

(35)

BAB III

TINJAUAN LOKASI PERANCANGAN

3.1. Latar Belakang Lokasi

Lamongan merupakan salah satu kabupaten yang terletak di pantai utara

Jawa Timur. Letak Geografis Kabupaten Lamongan berada pada antara

6'51'54"-7'23'06" LS dan 112'33'45" - 112'33'45" BT, dengan batas-batas wilayah sebagai

berikut :

Sebelah Utara : Laut Jawa

Sebelah Timur : Kabupaten Gresik

Sebelah Selatan : Kabupaten Mojokerto dan Jombang

Sebelah Barat : Kabupaten Tuban dan Bojonegoro

Tanah atau daratan di Lamongan dibagi menjadi tiga. Daratan bagian tengah

selatan, terdiri dari dataran rendah yang relatif subur. Daratan bagian tengah utara,

terdiri dari daerah bonorowo dan daerah rawan banjir. Daratan bagian utara dan

selatan, terdiri dari Pegunungan kapur, berbatu dengan kesuburan sedang sampai

kurang. Struktur jenis tanah bervariasi antara aluvial, litosol, grumusol dan

mediteran coklat.

Kabupaten Lamongan dahulu merupakan daerah bonorowo atau rawa-rawa.

Wilayah ini dialiri tidak kurang dari 34 sungai, termasuk Sungai Bengawan Solo.

Dalam sejarah perjalanan Kabupaten Lamongan juga disebutkan bahwa pada

zaman penjajahan Belanda, wilayah ini sengaja dikorbankan sebagai daerah

banjir.

Dalam perkembangannya kemudian, semua aliran sungai tersebut ditata dan

dialirkan ke Sungai Bengawan Solo. Sejalan dengan upaya itu, juga dibangun

waduk-waduk sebagai tempat penampungan air di wilayah selatan Kabupaten

Lamongan. Salah satu waduk terbesar yang dibangun di Lamongan adalah Waduk

Gondang di Desa Gondang, Kecamatan Sugio.

Waduk yang dibangun tahun 1987 itu, selain berfungsi sebagai penangkal

(36)

areal waduk sekitar 6,6 kilometer persegi, waduk yang memiliki kapasitas sekitar

23 juta meter kubik tersebut mampu mengairi areal persawahan 10.000 hektar.

Sentra tanaman padi di Lamongan berada di empat kecamatan, yakni Kali

Tengah, Kedungpring, Sugio, dan Modo. Kini setiap tahun produksi beras

Lamongan rata-rata 776.000 ton, sementara kebutuhan konsumsi penduduk hanya

36 persen.

3.2. Penetapan Lokasi

Dari latar belakang diatas, maka ditetapkan lokasi site terletak di Kecamatan

Sugio, desa Kebet, dengan batas-batas site adalah :

Utara : Jalan desa, balai desa, permukiman penduduk

Timur : Lahan pertanian

Selatan : Lahan pertanian

(37)

Site ini sesuai dengan Rencana Umum Tata Ruang Kota (RUTRK)

Lamongan, dimana lokasi tersebut diperuntukkan sebagai failitas umum.

Dibangunnya proyek ini juga nantinya akan dapat menunjang kegiatan pertanian

disekitarnya.

Berdasarkan hal tersebut, pemilihan site di Kecamatan Sugio memiliki

beberapa pertimbangan, yakni:

Gb. 3.2. Peta garis wilayah site Skala 1: 3000 (sumber : Cipta Karya)

SITE

Permukiman

Permukiman

Persawahan

Persawahan

(38)

• Lingkungan sekitar site masih berupa lingkungan alami yang dikelilingi oleh

lahan pertanian.

• Sekitar site kebanyakan masih berupa lahan pertanian padi yang sangat luas,

dimana padi merupakan objek utama penelitian proyek ini.

• Site mudah dijangkau, karena berjarak ± 5 km dari pusat pemerintahan

kabupaten Lamongan.

• Mudah dilalui oleh kendaraan pribadi maupun angkutan umum.

• Prasarana infrastruktur sudah memadai.

• Behubungan langsung dengan masyarakat tani sekitar, dimana disebelah utara

site terdapat balai desa dan permukiman penduduk.

(39)

3.3. Kondisi Fisik Lokasi

3.3.1. Existing Site

Berikut adalah data-data existing site.

• Data Site

o Lokasi : Jl. Raya Sugio, Desa Kebet, Kecamatan Sugio,

Kabupaten Lamongan.

o Jenis tanah : aluvial, litosol, grumusol coklat kemerahan.

o Kondisi Tanah : Subur

o Ukuran site proyek : ± 7200 m2

o Lebar Jalan utama : ± 6 m

o Lebar Jalan arteri : ± 4 m

Gb. 3.4. Peta Site secara Makro (skala 1 : 1500)

Saluran Air Jalan Utama

(40)

• Ukuran Site

Luas Site : 21.120,8 m2

• Kontur

Site berupa lahan terbuka tanpa kemiringan (datar). Karena berupa

daerah pertanian, maka tanahnya bersifat gembur (tidak keras).

• Batas Site

Utara : Sungai, jalan raya Sugio, permukiman, Kantor Desa

Timur : Sawah

Selatan : Sawah

Barat : Sawah, lapangan (ruang terbuka) Gb. 3.5. Peta Site secara Makro

(41)
(42)

• Klimatologi

Keadaan iklim dan curah hujan kabupaten Lamongan pada umumnya

beriklim tropis dengan tipe iklim C.

- Angka temperatur udara normalnya berkisar 23ºC dan temperatur

maksimumnya berkisar hingga mencapai 32ºC pada bulan juli.

- Musim kemarau terjadi pada bulan Juli sampai dengan bulan

September dan musim hujan terjadi pada bulan Oktober sampai

bulan Januari. Dengan curah hujan cukup banyak.

- Kelembaban udara maksimum menunjukkan angka 52-71%,

sedangkan angka minimum sebesar 20%.

• Hidrologi

Kondisi hidrologi di Lamongan sangat dipengaruhi oleh air permukaan

tanah dangkal, sumber-sumber mata air dan aliran-aliran sungai yang

melintasinya. Wilayah Kabupaten Lamongan dibelah menjadi dua

bagian oleh Bengawan Solo yang panjangnya tidak kurang dari 65 km.

Curah hujan rata-rata 3.916,5 mm per tahun.

• Vegetasi

Vegetasi yang ada disite ini berupa pohon pisang, trembesi dan

pepohonan lainnya yang dibiarkan tumbuh liar, tidak tertata dan tidak

(43)

3.3.2. Aksesibilitas

Letak lokasi yang tepat berada di tepi jalan desa, dan berjarak hanya ± 5 km

dari pusat pemerintahan kabupaten Lamongan membantu kemudahan

pencapaian ke lokasi proyek. Selain itu, tepat didepan lokasi proyek terdapat

balai desa, sehingga lokasi proyek pun lebih mudah dikenali.

Kekurangannya terletak pada kondisi jalan yang kurang baik. Jalanan untuk

mencapai site berupa jalan aspal yang sudah bergelombang dan tidak rata.

3.3.3. Potensi Lingkungan

Site terletak dalam lingkungan pertanian, dimana bangunan sekitar site

hanya berupa permukiman penduduk yang berada disebelah utara site.

Mengingat akan tujuan dan fungsi proyek, maka lingkungan pertanian

memang sesuai dengan rencana proyek ini. Gb. 3.8. Jalan Raya Sugio

(44)

Selain itu laboratorium pertanian membutuhkan lokasi yang jauh dari

sumber polusi dan memiliki sumber energi listrik dan air yang telah

memadai, dimana kedua syarat tersebut telah ada di site ini.

3.3.4. Infrastruktur Kota

• Saluran Air Bersih

Untuk distribusi air bersih sudah tersedia, yakni pipa PDAM yang

tertanam. Sumber air bersih Lamongan sendiri berasal dari sungai

Bengawan Solo. Kondisi air bersih Lamongan kebanyakan berkapur,

sehingga warna air sedikit keruh. Untuk itu nantinya diperlukan suatu

Water Treatment guna membersihkan sumber air bersih yang digunakan

dalam proyek ini.

Selain itu terdapat saluran irigasi di sekitar jalan arteri yang bisa

dimanfaatkan sebagai irigasi lahan percobaan didalam site nantinya.

• Saluran Air Kotor (Drainase)

Terdapat saluran air didepan site, berupa saluran pembuangan air yang

mana air buangan dari proyek nantinya bisa dibuang kesaluran tersebut.

Saluran tersebut mengalir disepanjang jalan utama didepan site. Namun

saluran tersebut mengalami kerusakan dan tidak terawat.

(45)

• Jaringan Listrik

Jaringan listrik, hampir diseluruh Lamongan sudah tersedia dan memenuhi

bagi kebutuhan listrik yang meningkat di wilayah Lamongan.

Jenis jaringan listrik yang terdapat di wilayah perencanaan yaitu SUTT

(Saluran Udara Tegangan Tinggi), dan SUTM (Saluran Udara Tegangan

Menengah).

• Jaringan Telepon

Jaringan telpon tengah dikembangkan pada wilayah ini, namun

komponen-komponennya sudah terpasang.

3.3.5. Peraturan Bangunan Setempat

KDB : 60% Gb. 3.11. Trafo di area Site

(46)

• Kondisi Fisik Lokasi

Garis Sempadan Bangunan (GSB) : 10 meter

Koefisien Dasar Bangunan (KDB) : 60 %

(47)

BAB IV

ANALISA PERANCANGAN

4.1. Analisa Ruang

4.1.1. Organisasi Ruang

• Fasilitas Pengunjung & Administrasi/Pengelola.

Bagan 4.1. Organisasi Ruang F. Pengunjung & Administrasi/ Pengelola

Main Entrance

Parkir

Lobi

R. Bid. Kerjasama & PHP

Tangga Toilet

R. Seminar

Perpustakaan

R. Tunggu

(48)

• Fasilitas Laboratorium

• Fasilitas Produksi

Bagan 4.2. Organisasi Ruang Fas. Laboratorium

Bagan 4.3. Organisasi Ruang F. Produksi Lobi

R. Kepala Lab. R. Steril

R. Ganti Laboratorium

Toilet R. Peralatan

Hall

Kantin

Toilet

Sentra Penjualan R. Peralatan

Pertanian

Gudang Tempat jemur

padi

(49)

• Fasilitas Guest House

4.1.2. Hubungan Ruang dan Sirkulasi

Pada proyek ini digunakan sirkulasi linier dimana menggunakan satu

jalur masuk dan keluar yang sama. Hal itu dikarenakan agar tidak

sembarang orang bisa memasuki fasilitas laboratorium yang

merupakan inti dari proyek ini, karena tidak sembarang orang boleh

masuk di fasilitas laboratorium.

Bagan 4.4. Organisasi Ruang F. Guest House

Tabel 4.1. Hub. Antar ruang F. Pengunjung & Administrasi/Pengelola

Lobi

Kamar Tidur R. Makan

Toilet

(50)

Tabel 4.2. Hub. Antar ruang F. Laboratorium

Tabel 4.3. Hub. Antar ruang F. Produksi

(51)

4.1.3. Diagram Abstrak

Gambaran rancangan penataan hubungan antar fasilitas secara

abstrak bisa terlihat, namun masih belum terdapat dimensi serta

penempatan ruang yang ada. Tatanan abstrak tersebut sebagai

berikut:

(52)

4.2. Analisa Site

4.2.1. Analisa Aksesibilitas

Letak lokasi yang tepat berada di tepi jalan utama, dan berjarak hanya ± 5

km dari pusat pemerintahan kabupaten Lamongan membantu kemudahan

pencapaian ke lokasi proyek. Selain itu, tepat didepan lokasi proyek terdapat

balai desa, sehingga lokasi proyek pun lebih mudah dikenali.

Pada jalan utama didepan site, kondisi lalu lintasnya termasuk lengang (Gb.

4.6). Kendaraan yang lewat sangat jarang, namun dengan kecepatan tinggi.

Satu-satunya akses menuju site harus menyeberangi sebuah jebatan kecil. Gb. 4.3. Diagram Fs. Laboratorium

(53)

Dalam peta, akses tersebut digambarkan seperti dibawah ini.

Main Entrance diletakkan dijalan utama tersebut karena merupakan

satu-satuny akses menuju site, namun perlu diberi penghambat laju kendaraan

untuk mengurangi kecepatan.

SITE

Permukiman

Persawahan

Jl. Raya Sugio

Jembatan, akses kedalam site

SITE Gb. 4.6. Jembatan menuju site

(54)

4.2.2. Analisa Iklim

Kabupaten Lamongan memiliki iklim tropis, yang terdiri dari 2 musim,

yaitu :

• Musim penghujan antara bulan November – April

• Musim kemarau antara bulan Mei – Oktober

Untuk kecepatan angin di Lamongan ± 6 knot

Orientasi Matahari

Bangunan yang menghadap barat dan timur tentunya menyerap panas yang

lebih daripada sisi utara dan selatan. Untuk itu bukaan akan dimaksimalkan

di sisi utara dan selatan agar tidak menerima panas yang berlebih.

4.2.3. Analisa Lingkungan Sekitar

Lingkungan sekitar site merupakan daerah pertanian dan permukiman.

Lingkungan pertanian sekitarnya nantinya dapat menunjang sebagai lahan

percobaan bagi hasil percobaan.

Beberapa analisa pada di site ini antara lain adalah :

• Lokasi site masih berada pada daerah pedesaan sehingga tingkat

kebisingan dan polusi udara masih rendah, sangat cocok bagi

laboratorium pertanian. Lingkungan dan suasana tersebut dapat

mendukung pengembangan bibit di laboratorium nantinya.

• Lahan diperuntukkan untuk fasilitas umum.

• Batas lahan pada tiga arah, kecuali utara, berupa lahan kosong yang

digunakan sebagai persawahan, tidak adanya bangunan pada sisi barat

dan timur memberikan sirkulasi penghawaan alami yang sangat baik.

• Jaringan infrastruktur sudah tersedia.

• Terdapat sumber air irigasi, sehingga mempermudah memperoleh air

untuk memenuhi kebutuhan bagi pengembangan tanaman padi nantinya.

• Pencapaian ke lokasi mudah, karena dekat dengan kantor desa dan

(55)

4.2.4. Analisa Zoning

• Zona Publik : Zona ini nantinya digunakan sebagai penerima

pengunjung dan sosialisasi tentang hasil dari proyek ini. Fasilitasnya

didalamnya antara lain Parkir, Kantin dan Perpustakaan.

• Zona Semi : Zona ini ditujukan bagi pengelola dan beberapa

pengunjung khusus (misal peneliti dari luar proyek). Fasilitas

didalamnya antara lain Rumah Kaca dan Office.

• Zona Private : Zona ini khusus bagi Pengelola dan Peneliti proyek

ini. Fasilitas didalamnya antara lain Laboratorium dan Lahan Percobaan.

4.3. Analisa Bentuk dan Tampilan

4.3.1. Analisa Bentuk

Dalam perancangan Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Padi ini

perlu diperhatikan beberapa hal. Yang pertama adalah lingkungan sekitar.

Bangunan dilingkungan sekitar site kebanyakan berupa rumah tinggal Gb. 4.8. Zona dalam Site

Zona Publik

Zona Semi

(56)

tradisional. Suasana sekitar site yang masih lengang merupakan keuntungan

bagi view baik kedalam maupun keluar site. Dari dalam site kita bisa

melihat view persawahan yang luas membentang. Sedangkan dari luar site

orang-orang bisa melihat bentuk dan tatanan massa site nantinya.

Ide bentuk bangunan massa dalam proyek ini adalah bentukan dasar, yakni

persegi panjang. Persegi panjang tersebut diulang dan ditata secara

menyebar karena tiap massa memiliki fungsi yang berbeda. Berikut adalah

proses olahan massa dan tatanannya:

(57)

Bentukan persegi panjang yang ditata secara menyebar, kemudian beberapa

persegi panjang tersebut mengalami transformasi bentuk. Yakni berupa

pengurangan dan penambahan fisik persegi panjang.

Setelah ditetapkan tatanan massanya, kemudian berikutnya adalah memberi

pemnghubung antar massa, yakni berupa selasar.

Dengan diambilnya bentukan dan tatanan massa diatas, diharapkan didapatkan

sirkulasi yang maksimal dan efisien. Serta dengan tatanan diatas, fungsi awal site

yang berupa lahan pertanian, tidak banyak yang hilang akibat terbangun oleh

bangunan dan perkerasan.

Kemudian untuk penggambaran secara menyeluruh mengenai aplikasi bentukan

massa pada site adalah sebagai berikut:

Gb. 4.10. Proses pengolahan bentukan

(58)

4.3.2. Analisa Tampilan

Dikarenakan suhu udara Lamongan yang panas, maka diperlukan

penyesuaian pada bagunan untuk mengurangi panas agar tidak terlalu

banyak masuk ke bangunan.

Misalkan dengan pemberian vegetasi dan sosoran yang cukup untuk

mengurangi terpaan sinar matahari secara langsung, namun tanpa

menghilangkannya sama sekali. Berfungsi sebagai

Guest House Berfungsi sebagai Fas.

Laboratorium

Berfungsi sebagai Fas. Produksi Berfungsi sebagai

Office

(59)

Gb. 4.13. Sketsa Tampilan

(60)

BAB V

KONSEP PERANCANGAN

Dalam sebuah proses perancangan, diperlukan adanya analisa dan

pembuatan konsep yang didasari atas hasil analisa yang di dalamnya terdapat

penyelesaian – penyelesaian terhadap permasalahan yang ada tersebut. Dalam bab

ini akan dijelaskan mengenai analisa dan konsep rancangan yang diambil untuk

diterapkan pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Padi di Lamongan

ini.

Untuk tema rancangan diambil Functionalism, Clarity & Simplicity

dimana ketiganya merupakan usungan dari arsitektur modern. Functionalism

dalam hal ini diartikan bahwa bentukan massa mengikuti fungsi dari bangunan.

Disini diambil contoh massa laboratorium. Untuk fungsi laboratorium dibutuhkan

luasan ruang modul untuk 1 peralatan dengan kapasitas medium, yakni persegi

3x3 m2. Karena itu bisa ditentukan konsep modul bangunan kelipatan 3 meter.

Kemudian untuk Clarity (kejelasan) bisa diartikan mengenai fungsi tiap2

massa harus jelas mengenai fasilitasnya. Dan untuk Simplicity (kesederhanaan)

diterapkan pada tampilan bangunan yang tidak terlalu banyak menggunakan

ornamen.

Kemudian untuk konsep secara menyeluruh diambil konsep Arsitektur

Modern. Arsitektur Modern adalah gaya arsitektur International Style yang

mengusung tema functionalism (fungsional), clarity (kejelasan) & simplicity

(kesederhanaan). Dalam arsitektur modern ini terdapat pernyataan dari 2 orang

arsitek yang bisa diaplikasikan pada PUSLITBANG ini yaitu :

• Ludwig Mies van de Rohe dari Amerika menyatakan bahwa keindahan dalam

arsitektur adalah karena kesederhanaannya (Less is More).

• Le Corbusier dari Perancis yang terkenal dengan sistem Le modular- nya, satu

konsep rancangan dengan pendekatan perulangan unit-unit bangunan untuk

kemudahan penyusunan standar fungsional dan modulasi sistem struktur serta

kecepatan pembangunan yang memungkinkan sistem konstruksi dengan

(61)

Berikut adalah penjabaran dari Konsep Pusat Penelitian dan

Pengembangan Tanaman Padi di Lamongan ini:

5.1. Konsep Tapak

5.1.1. Konsep Zoning

5.1.2. Konsep Tatanan Massa

Massa ditata secara menyebar dan dihubungkan oleh selasar, dengan

sirkulasi menyebar. Dengan ditata memanjang sejajar dengan jalan maka

bangunan didalam site bisa nampak seluruhnya dari jalan raya.

Area Publik, terletak didekat site, berisi fasilitas bagi pengunjung dan office.

Area semi Publik, berisi fasilitas Rumah Kaca

Area Privat, berisi fasilitas Penelitian dan Guest House

Lahan Percobaan

Gb. 5.1. Konsep Zoning

(62)

5.1.3. Konsep Entrance

Lebar Jalan Raya Sugio, yang merupakan jalan utama menuju site hanya ±

6m. Sedangkan untuk masuk kedalam site harus menyebrangi sungai

selebar ± 9m. Dikarenakan jarak belok kendaraan yang sempit, maka

dibuatlah jembatan kedalam dan keluar site dengan lebar 10m.

5.2. Konsep Tampilan

5.2.1. Konsep Bentukan

Bentukan PUSLITBANG Tanaman Padi di Lamongan ini sesuai tema

arsitektur modern yang fungsionalis, yakni persegi panjang. Dimana sudah Gb. 5.3. Gambaran tatanan massa yang

memanjang yang nampak dari jalan raya

(63)

diketahui, bahwa bentukan persegi memiliki cakupan ruang dan sirkulasi

paling baik/efektif diantara bentukan lain.

5.2.2. Konsep Fasad

Fasad juga disesuaikan dengan tema arsitektur modern, yang jelas dan

sederhana. Tidak banyak ornamen, dan semua fungsi dalam fasad jelas.

Penggunaan bukaan yang sederhana dengan garis-garis vertikal yang jelas.

Serta penggunaan sosoran yang mengelilingi jendela, yang berguna sebagai

pelindung dari hujan dan panas.

Kolom bangunan juga diekspose, guna mempertegas kesan kokoh bentukan

bangunan dan juga sebagai pembingkai bukaan bangunan agar lebih estetik. Gb. 5.5. Tampilan Jendela

Sosoran yang mengelilingi jendela, pelindung dari panas dan hujan

Gb. 5.6. Kolom yang diekspose

(64)

5.3. Konsep Ruang Dalam

5.3.1. Konsep Laboratorium

Pada Laboratorium, dibutuhkan kejelasan mengenai perbedaan & fungsi tiap

ruang. Karena itu tiap ruang dipisahkan oleh dinding dan pintu. Berikut adalah

skema urutan antar ruang di Laboratorium:

Mengenai luasan pada Lab., digunakan modul perlatan tiap Lab. Untuk fungsi

laboratorium dibutuhkan luasan ruang modul untuk 1 peralatan dengan kapasitas

medium, yakni persegi 3x3 m2. Karena itu bisa ditentukan konsep modul

bangunan kelipatan 3 meter (new metric handbook).

Bagan 5.1. Bagan Sirkulasi Laboratorium

(65)

BAB VI

APLIKASI RANCANGAN

6.1. Aplikasi Tapak

6.1.1. Aplikasi Zoning

Rumah kaca disini dimaksudkan sebagai vocal point. Karena itu meskipun

termasuk didalam area semi publik, namun peletakannya tetap didepan site

yang merupakan area publik. Untuk membedakannya maka pintu masuknya

diletakkan disisi belakang.

Area Publik, tertata didepan site, berisi fasilitas bagi pengunjung dan office.

Area semi Publik, berisi fasilitas Rumah Kaca.

Area Privat, berisi fasilitas Penelitian, fasilitas Produksi dan Guest House

Lahan Percobaan

(66)

6.1.2. Aplikasi Tatanan Massa

Tatanan massa memanjang dari sisi timur hingga barat, dikarenakan dengan

tatanan tersebut maka bangunan didalam site bisa terlihat seluruhnya. Tiap

massa dihubungkan oleh selasar, dengan sirkulasi menyebar. Menyebar dari

main entrance bisa langsung menuju ke fasilitas pengunjung/office atau

langsung menuju ke Sentra Penjualan. Kemudian dari fasilitas

pengunjung/office bisa langsung ke guest house, rumah kaca, laboratorium,

fasilitas produksi, sentra penjualan dan juga sebaliknya.

Keterangan :

A. Parkir : diletakkan didepan site dan bangunan, agar pencapaian dan

pengaturannya mudah.

(67)

B. Fas. Pengunjung & Office : diletakkan didekat entrance agar bisa

langsung dituju oleh pengelola & pengunjung.

C. Guest House : Terletak agak dibelakang fas. Pengunjung & Office.

Tempat istirahat bagi peneliti yang diharuskan menginap dikarenakan

penelitiannya belum selesai. Karena tempat untuk istirahat, maka diperlukan

ketenangan dan privasi sehingga diletakkan dibelakang.

D. Laboratorium : Merupakan tempat kegiatan utama berlangsung.

Diletakkan dibelakang, di area privat dikarenakan tidak semua orang boleh

masuk.

Gb. 6.4. Fas. Pengunjung & Office dan

Guest House

(68)

E. Rumah Kaca : Terletak tepat didepan Laboratorium dimana kedua massa

ini masih saling berhubungan. Fungsinya yang sebagai vocal point sehingga

diletakkan didepan site dengan posisi lebih tinggi dari massa yang lain.

F. Fas. Produksi : tempat untuk mengolah hasil dari lahan percobaan.

Terletak dibelakang site, dikarenakan sifatnya yang privat, selain itu juga

posisinya berhubungan langsung dengan lahan percobaan. Terletak tepat

dibelakang Sentra Penjualan, agar hasil produksi bisa langsung ditempatkan

didalamnya.

G. Sentra Penjualan : tempat untuk menjual hasil-hasil penelitian. Yakni

berupa benih, pupuk, & obat-obatan untuk hama padi. Hasil penelitian yang Gb. 6.6. Rumah Kaca

(69)

dijual disini merupakan benda sampling yang bisa diperoleh dengan terbatas.

Didalam fasilitas ini juga terdapat kantin.

H. Rumah Genset : tempat genset dan pompa air. Terletak dilokasi

maintenance yang juga dekat dengan tempat bongkar muat.

6.1.3. Aplikasi Entrance

Satu-satunya jalan raya yang melewati site, yakni Jalan Raya Sugio, menjadi

jalan masuk dan keluar site. Lebar Jalan Raya Sugio hanya ± 6m. Lebar

sungai ± 9m. Dikarenakan jarak belok kendaraan yang sempit, maka

dibuatlah jembatan kedalam dan keluar site dengan lebar 10m. Gb. 6.8. Sentra Penjualan & Kantin

(70)

6.2. Aplikasi Tampilan

6.2.1. Aplikasi Bentukan

Bentukan PUSLITBANG Tanaman Padi di Lamongan ini sesuai tema

arsitektur modern yang fungsionalis, yakni persegi panjang.

6.2.2. Aplikasi Fasad

Fasad yang jelas dan sederhana. Tidak banyak ornamen, dan semua fungsi

dalam fasad jelas. Penggunaan bukaan yang sederhana dengan garis-garis Gb. 6.10. Aplikasi Entrance

(71)

vertikal yang jelas. Serta penggunaan sosoran yang mengelilingi jendela,

yang berguna sebagai pelindung dari hujan dan panas.

Kolom bangunan juga diekspose, guna mempertegas kesan kokoh bentukan

bangunan dan juga sebagai pembingkai bukaan bangunan agar lebih estetik.

6.3. Aplikasi Ruang Dalam

6.3.1. Aplikasi Laboratorium

Tiap ruang dipisahkan oleh dinding dan pintu. Skema urutan antar ruang di

Laboratorium:

Skema tersebut bisa terlihat pada denah.

Gb. 6.13. Aplikasi Bukaan dan Kolom yang terekspose

(72)

DAFTAR PUSTAKA

Building and Planning Design Data Standart (BPDS).

Building for Administration Entertainment, and Recreation Facility (BAER).

bps.go.id

Chiara, Joseph De and Jhon C. Time Sarver Standart for Building Type.

deptan.go.id

google.co.id

Hazin, Nur Kholif, “Kamus Lengkap Bahasa Indonesia”, (1994), Penerbit Terbit

Terang, Jakarta.

lamongan.go.id

Muq, “Kamus Besar Bahasa Indonesia”, (1995), edisi kedua, Penerbit Balai

Pustaka.

Neufert, Ernest, Data Arsitek, jilid 1, (2002), edisi 33, penerbit Erlangga, jakarta.

Neufert, Ernest, Data Arsitek, jilid 2, (2002), edisi 33, penerbit Erlangga, jakarta.

Gambar

Tabel 1.1 : Hasil Padi Lamongan 2 Tahun Terakhir.
Tabel Total Luas Bangunan (KLB)

Referensi

Dokumen terkait

Secara fisik, bangunan Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Budidaya Bahan Pangan Organik di Kabupaten Boyolali yang di rencanakan akan menerapkan pendekatan konsep

Fasilitas yang ada di Pusat Penelitian dan Pengembangan Kelapa Sawit yaitu laboratorium untuk melakukan penelitian dan pengembangan, kantor sebagai wadah yang

Beberapa topik yang akan diuraikan secara luas ini terdiri dari Benih padi, Organ reproduksi tanaman padi, Galur induk padi hibrida, Karakter galur-galur yang

Lahan kritis ini mempunyai potensi untuk dikembangkan sebagai kawasan usaha tanaman (pangan, hortikultura, perkebunan) dan ternak. Dengan demikian, pengembangan padi

Kegiatan perakitan teknologi budi daya tanaman serealia dilaksanakan di Balitsereal Maros melalui penelitian “Perakitan teknologi mendukung pengembangan VUB jagung”

Fasilitas yang ada di Pusat Penelitian dan Pengembangan Kelapa Sawit yaitu laboratorium untuk melakukan penelitian dan pengembangan, kantor sebagai wadah yang

Departemen Pertanian Bagian Proyek Informasi Pertanian di Sulawesi Tenggara.. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan,

Gambar 14: Pengolahan Sampah Organik Sumber: Data Pribadi 2018 KESIMPULAN Penerapan konsep arsitektur hijau di Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Herbal di Lembang Bandung