• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB V KESIMPULAN DAN SARAN"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

181

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

5.1.1 Market Perception Yamaha Mio

Pada hasil analisa terlihat bahwa kehadiran Yamaha Mio diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia seperti terlihat pada Gambar 5.1. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan keinginan masyarakat Indonesia untuk memiliki skuter matic sangat besar. Ini membuktikan bahwa edukasi dan promosi yang dilaksanakan Yamaha berhasil dengan baik. Yamaha yang mempunyai brand kuat sebagai skuter matic yang mempunyai kecepatan yang tinggi mampu meraih pasar skuter matic yang notabene adalah kaum wanita dan pria yang kurang menyukai kecepatan atau kuatir pada skuter matic yang mempunyai reputasi dalam soal kecepatan.

Gambar 5. 1 Branding Position Yamaha vs Competitor

(2)

Sebagian besar responden yang mewakili data dari daerah Jakarta dan sekitarnya juga percaya Yamaha bukan sebagai sebuah merk skuter matic yang biasa digunakan untuk adu kecepatan. Masyarakat menilai skuter matic Yamaha adalah sepeda motor otomatis yang mudah dikendarai, mempunyai kecepatan yang sesuai untuk pengendaraan dalam ataupun luar kota dan mempunyai kualitas yang baik, seperti terlihat dari hasil kuisioner yang terdapat pada Gambar 5.2. Tampaknya kehadiran Yamaha Mio telah membuat merek Yamaha secara keseluruhan menjadi dikenal luas. Hal ini terbukti dari hasil analisa perbandingan logo maupun slogan Yamaha / Yamaha Mio dan dapat dilihat pada Gambar 5.3.

Gambar 5. 2 Keunggulan Yamaha Mio dibandingkan Competitor berdasarkan Lokasi

Gambar 5. 3 Logo Vs Slogan berdasarkan Lokasi

(3)

Kehadiran Yamaha Mio di pasar skuter matic dan terlebih kesuksesannya telah membuat kompetitor Yamaha mulai tertarik dengan pasar skuter matic. Bahkan dalam melakukan pemasaran mereka menerapkan strategi yang mirip dengan yang dilakukan oleh Yamaha. Dengan semakin banyaknya kompetitor yang melirik pasar skuter matic, ini juga sebagai akibat dari langkah berani Yamaha dalam mengedukasi kaum wanita dan menciptakan image yang jauh dari kesan ”berbahaya” ataupun

”cepat dan sulit dikendalikan” kepada konsumennya, dapat disimpulkan persepsi masyarakat yang timbul terhadap kehadiran Yamaha Mio diterima dengan sangat baik oleh konsumen sehingga membuat kompetitor Yamaha menjadi tertarik untuk mengikuti trend skuter matic ini.

5.1.2 Menghadapi Kompetitor

Bila melihat kekuatan brand yang dimiliki Yamaha dan melihat perusahaan yang paling jelas strateginya dengan melihat dari beberapa persepsi masyarakat tentang langkah pemasaran yang diakukan produsen skuter matic. kompetitor Yamaha masih memikirkan strategi yang tepat dan sebagian besar belum berpengalaman dengan pasar skuter matic, hanya Kymco yang sudah memasuki pasar skuter di Indonesia dan mengedukasikan penggunaan sepeda motor jenis skuter sehingga menurut persepsi masyarakat Indonesia Kymco merupakan perintis sepeda motor. Peta kekuatan saat ini (Gambar 5.4) memang masih dipegang Yamaha karena target dan sasaran Yamaha sangat jelas bahkan hal ini terlihat oleh kompetitor. Tetapi

(4)

bila Yamaha lengah bukan tidak mungkin market sharenya direbut kembali, terutama oleh Honda yang sebelumnya telah menjadi “raja motor 4 langkah”.

Gambar 5. 4 Merek Sepeda motor yang Digunakan

Saat ini karena para kompetitor masih belum memiliki strategi dan sasaran pasar yang tepat, mereka menerapkan teknologi yang cukup canggih dan desain yang lebih modern dibanding dengan Yamaha Mio agar kostumer melihat produk mereka.

Mereka juga mengadaptasi cara Yamaha melakukan promosi dan mulai membentuk komunitas agar kostumer tetap loyal. Untungnya kompetitor Yamaha tidak langsung menargetkan wanita sebagai pasar mereka. Mereka tidak seberani Yamaha dalam menentukan pasar. Para kompetitor Yamaha hanya sekilas saja menyampaikan bahwa skuter matic ini juga bisa digunakan oleh wanita. Tetapi target utamanya tetap pria, ini terlihat dari karakter iklannya.

Dengan situasi kompetisi yang dihadapi oleh Yamaha sekarang ini, tentunya Yamaha tidak boleh hanya berdiam diri dengan produk Yamaha Mio-nya. Yamaha harus mempelajari kembali pasar yang sudah dikenalnya dan menjawab kebutuhan kebutuhan konsumen ataupun masyarakat luas. Trend skuter matic masih bagus

(5)

sehingga kemungkinan untuk mengeluarkan varian sejenis masih besar. Bila melakukan perbaikan pada Yamaha Mio sepertinya akan lebih banyak kerugian daripada keuntungannya. Yamaha Mio sudah memiliki basis konsumen yang kuat dan untuk jangka waktu yang belum diketahui penjualan Yamaha Mio akan mencapai posisi stagnan. Sebelum Yamaha Mio mencapai posisi tersebut, ada baiknya Yamaha melakukan sesuatu sebelum kompetitor mengambil market share Yamaha.

Bila Yamaha mengeluarkan skuter matic dengan desain baru, ataupun Yamaha Mio yang dilengkapi dengan aksesoris dan striping baru, tanpa mengimplementasikan teknologi yang cukup signifikan seperti yang dilakukan oleh kompetitornya ketika meluncurkan produk, maka dapat dipastikan Yamaha akan dikalahkan oleh pesaingnya. Untuk menghadapi kompetitor, Yamaha membutuhkan suatu teknologi yang dapat membuat konsumen Yamaha ataupun masyarakat kembali melirik Yamaha.

Tetapi karena Yamaha sudah memperkuat inventorinya dan jaringan distribusinya dengan berbagai sparepart yang dibutuhkan untuk membantu konsumen mengatasi berbagai masalah skuter matic nya, Yamaha tidak boleh mengubah sebagian besar bentuk spare partnya (Gambar 5.5). Karena bila sampai ini terjadi maka Yamaha akan mempunyai banyak sekali cadangan sparepart dan juga bentuk sparepart yang berbeda beda. Hal ini akan membuat resiko yang ditanggung oleh Yamaha menjadi semakin besar. Tetapi bila Yamaha tidak membuat cadangan spare part, maka konsumen akan menjadi ragu ragu ketika membeli skuter matic dengan teknologi yang diluncurkan oleh Yamaha.

(6)

Gambar 5. 5 Kekurangan Yamaha Mio

Maka kesimpulan yang dapat ditarik adalah teknologi baru tersebut tidak boleh mengubah sebagian besar inventori Yamaha tetapi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap presepsi masyakat. Penambahan teknologi yang dilakukan haruslah tidak membuat skuter matic menjadi sulit dalam melakukan perawatan.

Karena hasil analisa menunjukkan konsumen menginginkan skuter matic yang perawatannya mudah. Varian skuter matic ini juga paling tidak bentuknya tidak terlalu jauh dengan Yamaha Mio. Karena bentuk Yamaha Mio sudah mempunyai kekuatan tersendiri di benak masyarakat.

5.2 Saran

Berdasarkan analisis competitor dan kuisioner disarankan Yamaha memberikan masukan kepada R&D di Jepang dan meluncurkan produk baru yang konsumsi bahan bakarnya hemat dan nyaman dikendarai. Saran ini perlu dilakukan mengingat Yamaha mempunyai kompetitor yang tangguh karena menambahkan teknologi pada produknya. Pemasaran dengan menggunakan iklan di televisi atatupun mengadakan acara untk meningkatkan loyalty konsumen memang akan membuat

(7)

brand image Yamaha diingat dan dikenal luas. Tetapi tanpa penambahan teknologi lama kelamaan skuter matic Yamaha akan menjadi ketinggalan zaman dan akan ditinggalkan oleh kompetitornya. Teknologi yang cukup signifikan adalah Suzuki yang menerapkan catalystic converter pada skuter maticnya.

Pada Suzuki teknologi tersebut dikenal dengan nama Catalyzer Exhaust System. Saat ini Suzuki mulai melakukan promosi dengan mengatakan teknologi Catalyzer Exhaust System itu adalah teknologi yang ramah lingkungan, apalagi bila diberitahukan bahwa teknologi ini membuat konsumsi bahan bakar menjadi efisien.

Karena cara kerja Catalyzer Exhaust System memang akan me nggunakan kembali bahan bakar yang keluar dari mesin tetapi belum diubah oleh mesin menjadi tenaga.

Bila Suzuki berhasil menonjolkan hal ini maka bukan tidak mungkin Yamaha akan kehilangan pasar baru ataupun kehilangan pelanggan setianya. Bila Yamaha memut uskan untuk meniru teknologi yang digunakan oleh Suzuki pada ”Spin”nya maka hal tersebut akan membuat harga Yamaha Mio membengkak karena Yamaha harus mengurus lisensi kepada pemegang paten, percobaan pada mesin yang dilengkapi catalystic converter pun akan memakan waktu, dan akan mempengaruhi bentuk spare part yang sekarang sudah ddisiapkan Yamaha. Dengan penambahan teknologi pada skuter matic tentunya akan membuat penanambahan jumlah inventori dan penumpukan inventory di gudang (inventory mengendap). Bahkan sparepart yang sebelumnya dibuat bisa menjadi tidak terpakai. Hal ini akan membuat Inventori Turn Over Yamaha menjadi berbahaya. Sedangkan berdasarkan kuisioner skuter matic sebaiknya bernilai antara 10 – 12 juta rupiah. Daripada membuat Catalystic converter yang hanya mengurangi performa mesin walaupun hal tersebut membantu

(8)

mengurangi sedikit polusi udara yang dihasilkan oleh skuter matic lebih baik Yamaha mencari solusi lain.

Terdapat sebuah teknologi yang lebih baik daripada catalystic converter yaitu Hydrogen Booster. Teknologi Hydrogen booster akan menambah efisiensi mesin /

performa mesin sampai 10% – 25 %. Teknologi ini juga dipilih karena inventori Yamaha untuk komponen komponen penunjang Yamaha tidak akan terganggu, karena memang tidak mengubah bentuk komponen komponen penunjang skuter matic Yamaha. Teknologi ini juga direkomendasikan karena sangat ramah lingkungan dan murah. Dengan pembuatan yang murah tentunya harga skuter matic Yamaha akan tetap terjaga.

5.2.1 Perbandingan PAIR dan Catalystic Converter dengan Hydrogen booster

5.2.1.1 Teknologi Ramah Lingkungan dengan Sistem PAIR (Pulsed Secondary Air Injection System)

Seperti terlihat pada Gambar 5.6 berikut, sistem PAIR pada mesin memungkinkan induksi udara segar ke exhaust port sehingga sisa pembakaran, seperti gas hidrokarbon (HC) dan karbon monoksida (CO) yang berbahaya bagi lingkungan dapat diurai menjadi uap air dan gas CO2 yang lebih aman bagi lingkungan. Pada kendaraan Yamaha teknologi PAIR ini dikenal dengan AIS (Air Induction System).

(9)

Gambar 5. 6 Proses Kerja PAIR

5.2.1.2 Catalyzer Exhaust System

Di dalam knalpot skuter matic yang menggunakan Catalyzer Exhaust System terdapat pipa dengan banyak lubang menyerupai sarang lebah, yang dapat dilihat pada Gambar 5.7 berikut.

Gambar 5. 7 Catalyzer Exhaust System

Aliran gas buang pada pipa tersebut dapat dilihat dengan tanda panah merah.

Dengan adanya pipa tersebut maka akan mempercepat penguraian gas nitrogen dioksida (Nox) yang masih tersisa dari proses penguraian pada sistem PAIR. Oleh karena itu, kedua teknologi tersebut harus dikombinasikan untuk mendapatkan hasil

(10)

yang maksimal. Tentunya dengan menerapkan sistem tersebut maka perusahaan harus menambah biaya investasi yang cukup besar, karena selain harus meluncurkan produk baru agar sistem (AIS + catalystic converter) menjadi keunggulan produk, juga memudahkan dalam pemesanan atau pembuatan spare part produk tersebut.

Sehingga untuk produk yang kurang lebih sejenis terdapat beraneka ragam spare part.

Selain biaya investasi yang dibutuhkan besar resiko yang ditanggun perusahaan pun besar.

5.2.1.3 Penggunaan Hydrogen Booster

Pada mesin yang dilengkapi dengan Hydrogen Booster, gas HC, NOx tidak akan terjadi karena suhu pada ruang bakar mesin terjaga sebagai akibat pemakaian Hydrogen booster. Pemakaian Hydrogen booster akan membuat catalystic converter

dan AIS menjadi tidak diperlukan. Fungsi keduanya sudah digantikan oleh Hydrogen booster. Pada gambar berikut dapat dilihat proses kerja Hydrogen booster.

Uap air

Hidrogen Oksigen

Bensin

H

2

O

2

Ruang pembakaran pada mesin

CO

2

Hidrocarbon

Gambar 5. 8 Proses Kerja Hydrogen Booster

(11)

Dapat dilihat dari hasil yang dikeluarkan oleh teknologi ini adalah 60%

kandungan Uap Air. Maka dengan menerapkan teknologi ini, akan dapat menghasilkan lingkungan yang lebih bersih dan udara yang lebih segar.

5.2.1.3.1 Sejarah Hydrogen Booster

Hydrogen booster dipatenkan oleh Charles Frazer pada tahun 1918 tetapi jauh

sebelum dipatenkan teknologi ini hadir dan dikembangkan oleh banyak ahli mekanik dan fisika. Teknologi ini lahir karena para ahli menemukan ketidak efisienan konsumsi bahan bakar yang terbuang dan menyebabkan polusi yang akan berbahaya bila terakumulasi secara terus menerus. Teknologi hydrogen booster sebenarnya digunakan untuk mobil. Tetapi karena cara kerja skuter matic sangat mirip dengan mobil maka sangatlah memungkinkan mengimplementasikan hydrogen booster ini di skuter matic, tentunya dengan beberapa penyesuaian.

5.2.1.3.2 Cara Kerja Hydrogen Booster

Ketika kendaraan bermotor dinyalakan dengan kunci kontak, arus listrik negatif akan terhubung dengan peralatan hydrogen booster. Alat ini akan membentuk gelembung gas H2 dan O2 dan kemudian dimasukkan kedalam intake manifold kendaraan bermotor. Ketika egas (H2 dan O2 yang sudah terpisah) masuk ke dalam ruang bakar mesin maka akan bereaksi bersama dengan bensin dan akan terbakar bersama sama. Gas H2, O2 dan bensin akan dibakar oleh busi sehingga menghasilkan torsi dan menimbulkan pergerakan pada kendaraan bermotor. Dengan melakukan penyetelan pada distributor mesin maka konsumsi bahan bakar dapat diatur. Setelah

(12)

proses pembakaran selesai maka sisa sisa pembakaran akan disalurkan ke knalpot.

Karena hasil pembakaran H2 dan O2 ini tidak menaikkan temperatur mesin maka gas NOx yang terjadi akibat suhu mesin tinggi tidak akan terjadi. Sehingga gas buang yang terjadi adalah CO2 (terjadi akibat penggunaan bensin) dan H2O (sisa dari pembakaran bensin , gas H2 dan O2) dalam bentuk uap. Akibat penyetelan mesin yang mengurangi penggunaan BBM karena posisinya sebagai bahan bakar dibagi bersama hydrogen booster, CO2 yang dihasilkan akan relatif lebih kecil dan konsumsi bahan bakar menjadi menjadi hemat. Gas H2 dan O2 yang terpisah terjadi akibat proses elektrolisasi pada kutub positif dan negatif dengan media air. Proses ini mirip dengan cara kerja Accu yang memanfaatkan reaksi kimia untuk menghasilkan listrik.

Pada Gambar 5.9 berikut adalah skema Hidrogen Booster yang telah dijelaskan. Pada skema terdapat ”air filter breather” itu merupakan pelepas panas yang dihasilkan akibat proses elektrolisa yang terjadi terus menerus dan membantu memberikan tekanan pada gas H2 dan O2 yang sudah terbentuk untuk masuk kedalam intake manifold.

(13)

Gambar 5. 9 Skema Hidrogen Booster

Pada mobil dengan kapasitas 40 liter bensin dan daya sebesar 10 Ampere jumlah air yang disarankan adalah 1 liter untuk efisiensi mesin sebesar 25% dengan kata lain jarak tempuh mobil tersebut bertambah sebanyak 25% sebelum mobil tersebut menggunakan hydrogen booster. Air ini akan habis bila mobil yang digunakan sudah menggunakan bensin sebanyak 200 liter atau 5 kali mengisi bensin.

Air yang habis dapat diisi ulang dengan memanfaatkan depot isi ulang yang menerapakan sistem reverse osmosis (RO). Sistem reverse osmosis ini akan menghasilkan H2O yang bersih. Proses elektrolisa akan terganggu dengan hadirnya mineral karena akan membuat kotor elemen positif yang membentuk gas O2 ataupun elemen negatif yang membentuk gas H2.

(14)

Bila diterapkan pada skuter matic yang mempunyai kapasitas tangki bensin sebesar 3.7 liter dan daya yang digunakan tetap 10 Ampere, kemudian kapasitas hydrogen booster tetap 1 liter sehingga efisiensi yang dihasilkan tetap 25%, maka air

dalam hydrogen booster akan habis digunakan pada saat skuter matic menghabiskan bensin sebanyak 200 liter bensin atau setara dengan pengisian sebanyak 54 kali. Bila diumpamakan skuter matic tersebut mengisi bensin setiap minggu maka setahun kemudian air pada hydrogen booster baru habis.

Dengan jauhnya rentang yang dibutuhkan untuk mengisi air pada hydrogen booster maka air isi ulang yang bisa didapatkan seharga +/- Rp. 2500,- per galon

tidak akan mempengaruhi pengeluaran konsumen. Bila diperkirakan 1 galon adalah sebanyak 6 liter dan galon tersebut hanya digunakan untuk mengisi hydrogen booster maka 1 galon itu akan habis 6 tahun kemudian, bila pengguna skuter matic tersebut mengisi bensin setiap minggu.

(15)

Gambar 5. 10 Proses Elektrolisa pada Hidrogen Booster

Dengan menambah teknologi hydrogen booster pada skuter matic Yamaha maka Yamaha mempunyai keunggulan bila dibandingkan dengan kompetitornya.

Karena Yamaha Mio adalah skuter matic Yamaha yang masih bisa dikembangkan maka penggunaan teknologi Hydrogen booster ini ada baiknya diterapkan pada produk baru karena bila Yamaha mengimplementasikan teknologi ini pada produk lama Yamaha Mio dengan menjual hydrogen booster ini secara terpisah maka dapat dipastikan teknologi ini bisa diterapkan pada skuter matic kompetitor. Posisi hydrogen booster pada skuter matic baru ini akan berada di depan didekat dengan tempat minuman karena posisinya berada dekat dengan saringan udara dan jauh dari letak accu serta jauh dari tangki bahan bakar minyak.

(16)

Posisi Hydrogen booster ini juga akan memudahkan pengendara skuter matic mengisinya dengan air kembali ketika sudah kosong. Dengan ”menanam” teknologi hydrogen booster ini ke dalam produk baru Yamaha maka Yamaha akan

mendapatkan pasar konsumen yang peduli pada lingkungan dan konsumen yang sangat memperdulikan konsumsi bahan bakar. Hal ini dapat tercapai tentunya dengan kemampuan marketing Yamaha yang sudah tidak diragukan lagi.

5.2.1.3.3 Keunggulan Hydrogen Booster

Hidrogen adalah gas alami yang sangat ramah sehingga bila Hydrogen booster ini bocor maka tidak akan membahayakan pengendara motor karena hidrogen dan oksigen akan segera menyatu dengan udara di sekitarnya.

5.2.1.3.4 Kelemahan Hydrogen Booster

Setiap teknologi tentunya selain memiliki keunggulan juga akan memiliki kelemahan. Karena Hydrogen booster akan mengefisiensikan mesin, menurunkan temperatur pembakaran, dan membersihkan karbon pada piston, penggunaan carb booster yang biasa digunakan pada saat tune up untuk membersihkan karbon akan menjadi tidak berguna. Dan karena temperatur mesin lebih dingin maka penggantian oli akan lebih lama tergantung dari efisiensi ya ng dihasilkan oleh Hydrogen booster.

Produsen kendaraan juga harus lebih berhati hati ketika meluncurkan produk karena produk otomotif yang menggunakan Hydrogen booster akan mempunyai umur produk yang lebih panjang karena mesin bekerja sangat efisien. Kele mahan terbesar

(17)

dari teknologi ini adalah kemungkinan produsen oli, carb booster, maupun produsen kendaraan bermotor akan mengalami kerugian.

Kelemahan lainnya adalah apabila air RO (Reverse Osmosis) habis ataupun elektroda mengalami keausan ataupun kotor maka gas H2 maupun O2 tidak akan terbentuk dan bila karburator disetel pada saat idle menggunakan hidrogen booster maka mesin tidak akan hidup. Hal ini bisa diatasi dengan membuat penunjuk pada dashboard skuter matic untuk hydrogen booster.

Gas H2 dan O2 yang berada di tabung yang tertutup sebaiknya dijauhkan dari benda yang memercikkan api seperti korek api. Tetapi hal ini bisa diatasi dengan klep satu arah sehingga gangguan dari pemantik api / percikan api tidak akan masuk ke dalam tabung Hydrogen booster.

Hydrogen booster juga akan menambah tenaga mesin skuter matic.

Penyetelan kabel gas maupun bukaan klep BBM dan hydrogen booster diperlukan agar tenaga motor tidak keluar seluruhnya.

5.2.2 Konsep Pengembangan Produk Yamaha Mio “Journey”

Gambar 5.11 dan gambar 5.12 merupakan konsep yang diusulkan untuk Yamaha Mio yang diberikan nama ”Journey”. Journey adalah bahasa Inggris dari perjalanan dan nama tersebut diambil karena sesuai dengan teknologi yang diusungnya. Semua aksesoris dan fungsionalitas yang terdapat di skuter matic ini didasarkan dari pemantauan di lapangan, rekomendasi, pengalaman sehingga

(18)

menunjang pengendara Yamaha Mio ”Journey” dan penumpangnya melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman.

Adapun berikut merupakan beberapa konsep perbaikan terhadap skuter matic yang kini sudah diproduksi:

1. Meletakkan spion dengan posisi agak di tengah untuk menghindari benturan yang sering terjadi dengan pengguna mobil terutama saat kemacetan yang memungkinkan pengendara motor untuk berjalan zig- zag di antara mobil yang sedang macet. Dengan meminimalkan benturan, juga akan meminimalkan emosi yang mungkin muncul saat pengendara berada di jalan raya sehingga meminimalkan juga tingkat kemungkinan terjadinya kecelakaan karena pengendara tidak konsentrasi yang dipicu oleh emosi.

2. Posisi lampu besar, sen dan lampu jauh akan diletakkan di atas roda atau di badan motor, lampu yang dletakkan pada badan motor tersebut mempunyai cakupan yang cukup luas sehingga pengemudi dapat melihat secara jelas sekalipun dalam gelap. Kelemahan lampu ini adalah bila skuter matic digunakan di pedesaan, karena pada saat skuter matic membelokkan stang skuter maticnya lampu tidak ikut berbelok mengikuti stang motor. Hal yang mendasari penempatan lampu besar di badan motor adalah karena letak spion yang agak ke tengah dan juga di stang motor terdapat pengait elastis yang berfungsi untuk menempelkan jas hujan.

3. Penggunaan lampu kabut yang berfungsi untuk membantu penerangan di malam hari. Karena posisinya berada dekat dengan jalanan dan berada di roda depan, pengemudi skuter matic akan lebih mudah melihat kondisi jalanan dan

(19)

lebih waspada sehingga mengurangi resiko terjadinya kecelakaan. Wadah lampu kabut ini juga berfungsi untuk melindungi komponen penting pada roda seperti rem cakram dan kabelnya.

4. Meletakkan hydrogen booster di bawah stir skuter matic, karena egas merupakan gas yang sensitif sehingga letaknya harus dijauhkan dari accu karena bila wadah egas mengalami kebocoran dan terkena percikan api, maka akan terjadi ledakan yang mengagetkan walaupun tidak membahayakan.

Hydrogen booster juga letaknya dijauhkan dari tangki BBM agar pada saat

pengisian tidak tertukar, selain itu posisi tersebut juga memudahkan pada saat kontrol dan refill.

5. Memasang wadah untuk menempatkan botol minum sebagai menu built-in sehingga customer tidak perlu lagi membeli tambahan dari luar.

6. Box penyimpanan multifungsi yang dilengkapi dengan jas hujan yang cukup untuk melindungi 2 orang pada saat hujan.

(20)

Gambar 5. 11 Konsep Produk Yamaha Mio ”Journey”

(21)

Gambar 5. 12 Diagram konsep Yamaha Journey

(22)

5.2.3 Program Edukasi Pasar – Safety Riding

Sebagai bukti kepedulian Yamaha terhadap lingkungan dan customernya, Yamaha dapat melakukan hal- hal sebagai berikut untuk memperkuat posisinya di industri skuter matic :

§ Yamaha sudah melakukan sosialisasi dengan mengajarkan tekanan yang tepat untuk ban motor ;

o 29 PSI untuk roda depan o 33 PSI untuk roda belakang

Informasi tersebut juga disampaikan dengan penjelasan yang baik dan benar.

Pada kenyataannya, tekanan ban yang tepat dapat mencegah terjadinya kejadian pecah ban saat berkendara, karena ketika roda berputar udara yang berada di dalam ban menjadi panas dan memuai. Bila pemuaian yang terjadi pada karet ban melewati batas maksimalnya maka ban tersebut akan pecah.

Tentunya untuk pengguna wanita, hal yang kadang dianggap sepele ini akan sangat berguna untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan tersebut.

§ Yamaha yang telah menerapkan “Kando” ke dalam setiap produk yang diproduksinya bertujuan untuk menciptakan value enjoyment untuk customernya. Untuk mendapatkan nilai value enjoyment yang maksimal maka

Yamaha perlu melakukan kampanye perawatan berkala sebaiknya selalu dilakukan pada periode pemakaian yang ditentukan oleh Yamaha untuk menghindari kerusakan pada produk yang dapat mengurangi masa manfaat

(23)

dari produk tersebut, karena kerusakan yang terjadi pada produk akan mengurangi value enjoyment customer tersebut. Dengan transparansi dan edukasi melalui media televisi yang sudah terbukti sangat ampuh untuk mengedukasi pasar, maka customer wanita akan lebih waspada dan akan melakukan upaya untuk menjaga stamina skuter maticnya. Jika perlu, sebaiknya juga dilakukan perbandingan antara biaya yang harus dikeluarkan jika motor tersebut sudah rusak dibandingkan dengan biaya yang harus dikeluarkan jika customer melakukan tindakan preventif yaitu melakukan servis berkala. Dengan demikian, customer akan dengan sadar dan peduli terhadap kondisi motornya dan meminimalkan terjadinya kerusakan atau kecelakaan karena disfungsi salah satu komponen pada produk tersebut.

§ Edukasi pentingnya sopan santun dan keamanan saat berkendara di jalan raya.

Umumnya kecelakaan terjadi karena kecerobohan pengendara itu sendiri.

Misalnya pengendara motor yang ugal- ugalan dan tidak menggunakan perlengkapan keamanan sesuai dengan peraturan lalu lintas. Hal ini selain membahayakan dirinya, juga membahayakan pengemudi kendaraan lainnya.

Dampak dari suatu kecelakaan di negara besar dapat mengakibatkan bangkrutnya perusahaan karena produk yang cacat atau edukasi yang tidak benar. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk melakukan pendekatan kepada setiap customer maupun calon customer untuk senantiasa bersopan santun saat berkendara. Kampanye yang paling efektif untuk digunakan di negara berbudaya timur seperti Indonesia adalah menggunakan budaya itu sendiri untuk menggugah setiap pribadi yang menggunakan kendaraan di jalan

(24)

raya. Misalnya : ”Sopan dan bersih adalah bagian dari iman, orang yang santun saat berkendara menc erminkan imannya yang santun.”

§ Pentingnya menjaga lingkungan hidup untuk kelangsungan generasi berikutnya. Oleh karena itu, diciptakan Yamaha Mio ”Journey” yang akan menghasilkan lingkungan yang lebih bersih dan udara yang lebih segar.

Dengan ini maka perusahaan dapat melakukan kampanye ”cinta lingkungan hidup” sekaligus mempromosikan product line extension tersebut.

Dengan melakukan kampanye – kampanye diatas, diharapkan perusahaan akan memperoleh manfaat, juga menciptakan lingkungan hidup yang bersih, segar dan lalu lintas yang bersahaja.

5.2.4 Saran CSR untuk Yamaha

Sebagai sebuah perusahaan yang sudah menerapkan CSR sebagai bagian dari strategi perusahaan, ada baiknya Yamaha dapat melakukan strategi CSR yang sifatnya sebagai promotor. Berikut adalah beberapa saran untuk mendukung kegiatan CSR Yamaha sehingga menjadi lebih beragam.

Ketika pengguna sepeda motor Yamaha melakukan servis berkala maka tiga digit terakhir dari total biaya servis akan disisihkan Yamaha untuk disumbangkan pada daerah-daerah yang tertinggal dan yang terkena bencana alam. Dimana program ini bertujuan untuk meningkatkan loyalitas pengguna sepeda motor Yamaha – Mio pada khususnya dalam melakukan servis berkala di bengkel resmi.

(25)

Membeli sepeda motor Yamaha akan mendapatkan pohon kecil. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat pengguna sepeda motor Yamaha – Yamaha Mio pada khususnya, terhadap lingkungan. Apabila konsumen tidak ingin membawa pulang pohon tersebut, mereka dapat menanam di lahan yang sudah disediakan oleh Yamaha khusus untuk menanam pohon tersebut. Hal ini akan membuat image Yamaha di mata masyarakat meningkat.

Yamaha mengadakan acara kerja bakti dan aksi sosial bersama dengan komunitas yang ingin terlibat. kerja bakti akan diadakan teratur setiap bulan denga n lokasi yang berbeda-beda. acara ini juga akan mempunyai susunan yang serupa dengan outbound atau team building. Program ini akan dapat meningkatkan loyalitas pengguna sepeda motor Yamaha dan karena mengikutsertakan komunitas komunitas pengguna sepeda motor Yamaha, maka secara tak langsung akan menyatukan komunitas komunitas tersebut.

Gambar

Gambar 5. 1 Branding Position Yamaha vs Competitor
Gambar 5. 2 Keunggulan Yamaha Mio dibandingkan Competitor berdasarkan Lokasi
Gambar 5. 4 Merek Sepeda motor yang Digunakan
Gambar 5. 5 Kekurangan Yamaha Mio
+7

Referensi

Dokumen terkait

Indonesia diperkirakan masih akan mempunyai peluang untuk memanfaatkan peluang tersebut dengan peningkatan produksi dengan laju antara 3.0%-7.6% per tahun (Susila, 2002)..

Ada beberapa alasan mereka untuk tinggal daerah rawan longsor. Motivasi mereka yang pendatang dan tinggal di perumahan, berbeda dengan mereka yang penduduk asli/setempat. Mereka

Sedangkan dalam kajian Fisher (2011) ditemukan beberapa simpulan mengenai hakikat spiritualitas, yaitu 1) spiritualitas merupakan bagian inti dari jatidiri kemanusiaan,

rancangan penelitian ini bersifat pre dan post test two group design yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan core stability pada latihan zig-zag run

Adapun permasalahan yang diangkat dalam skripsi ini adalah bagaimana bentuk perlindungan hukum yang diberikan terhadap konsumen pada usaha asuransi jiwa, apakah bentuk-bentuk

Pemeriksaan pada mayat, atau dalam istilah kedokteran forensik dikenal dengan Otopsi Mediko-Legal (bedah mayat) adalah pemeriksaan yang dilakukan pada mayat yang

Penelitian ini didapatkan primigravida muda memiliki risiko yang lebih tinggi untuk terjadinya anemia, prematuritas dan persalinan patologis dibandingkan dengan primigravida

Menurut Thunk dalam Thoha (2000) bahwa ada enam faktor yang menjelaskan eksistensi industri kecil, yaitu : pertama, dampak transportasi dimana biaya