• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERATURAN KEPALA DESA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PERATURAN KEPALA DESA"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

NOMOR 01 TAHUN 2022

DESA : SEKARWANGI KECAMATAN : SOREANG

KABUPATEN : BANDUNG TAHUN : 2022

PEMERINTAH KABUPATEN

BANDUNG

PENETAPAN PENERIMA BANTUAN LANGSUNG TUNAI (BLT) DANA DESA

TAHUN ANGGARAN 2022

TENTANG

PERATURAN KEPALA DESA

(2)

KEPALA DESA SEKARWANGI KABUPATEN BANDUNG

PERATURAN KEPALA DESA SEKARWANGI NOMOR 01 TAHUN 2022

TENTANG

KELUARGA PENERIMA MANFAAT

BANTUAN LANGSUNG TUNAI DESA DANA DESA TAHUN 2022 DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

KEPALA DESA SEKARWANGI,

Menimbang : a. bahwa pembangunan desa diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat serta penanggulangan kemiskinan melalui pemenuhan kebutuhan dasar;

b. bahwa pembinaan dan pemberdayaan masyarakat melalui penggunaan dana desa dilaksanakan dengan mempertimbangkan upaya penanganan pandemi Corona Virus Disease 2019 dan dampaknya di desa yang diarahkan untuk memperkuat pemulihan ekonomi nasional sesuai dengan kewenangan desa;

c. bahwa dalam rangka memberikan kepastian hukum dalam penetapan keluarga penerima manfaat dan penyaluran bantuan langsung tunai desa diperlukan pengaturan mengenai penetapan keluarga penerima manfaat bantuan langsung tunai desa tahun anggaran 2022;

d. bahwa berdasarkan ketentuan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu menetapkan Peraturan Kepala Desa Sekarwangi tentang Penetapan Keluarga Penerima Manfaat Bantuan Langsung Tunai Desa Tahun Anggaran 2022;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1950 tentang Pemerintahan Daerah Kabupaten dalam Lingkungan Jawa Barat (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 1950); sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1968 tentang Pembentukan Kabupaten Purwakarta dan

(3)

Kabupaten Subang dengan Mengubah Undang- Undang Nomor 14 Tahun 1950 tentang Pemerintahan Daerah Kabupaten dalam Lingkungan Lingkungan Jawa Barat (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 31, Tambahan Negara Nomor 2851);

2. Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 7, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5495) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 245, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6573);

3. Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 123, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5539) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2019 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 41, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6321);

4. Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 168, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5558) sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2014 tentang Dana Desa yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 57, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5864);

5. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pengelolaan Keuangan Desa (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2018 Nomor 1037);

6. Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 7 Tahun 2021 tentang Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun

(4)

2022 (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 961);

7. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 190/PMK.07/2021 tentang Pengelolaan Dana Desa (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 1424);

8. Peraturan Bupati Bandung Nomor 166 Tahun 2021 tentang Tata Cara Pembagian dan Penetapan Rincian Dana Desa Setiap Desa di Kabupaten Bandung (Berita Daerah Kabupaten Bandung Nomor ... Tahun ...);

9. Peraturan Desa Sekarwangi Nomor 03 Tahun 2021 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2022 (Lembaran Desa Tahun 2021 Nomor 03);

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : PERATURAN KEPALA DESA SEKARWANGI TENTANG PENETAPAN KELUARGA PENERIMA MANFAAT BANTUAN LANGSUNG TUNAI DESA TAHUN 2022.

BAB I

KETENTUAN UMUM Pasal 1

Dalam Peraturan Kepala Desa yang dimaksud dengan:

1. Daerah Kabupaten yang selanjutnya disebut Daerah adalah Kabupaten Bandung.

2. Desa adalah kesatuan masyarakat hukum yang memiliki batas wilayah yang berwenang untuk mengatur dan mengurus urusan pemerintahan, kepentingan masyarakat setempat berdasarkan prakarsa masyarakat, hak asal usul, dan/atau hak tradisional yang diakui dan dihormati dalam sistem pemerintahan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

3. Pemerintah Desa adalah Kepala Desa yang dibantu perangkat Desa sebagai unsur penyelenggara pemerintahan Desa.

4. Kepala Desa adalah pejabat Pemerintah Desa yang mempunyai wewenang, tugas, dan kewajiban untuk menyelenggarakan rumah tangga Desanya dan melaksanakan tugas dari pemerintah pusat dan Pemerintah Daerah.

5. Badan Permusyawaratan Desa yang selanjutnya disingkat BPD adalah lembaga yang melaksanakan fungsi pemerintahan yang anggotanya merupakan wakil dari penduduk Desa berdasarkan keterwakilan wilayah dan ditetapkan secara demokratis.

6. Musyawarah Desa adalah musyawarah antara BPD, Pemerintah Desa, dan unsur masyarakat yang

(5)

diselenggarakan oleh BPD untuk menyepakati hal yang bersifat strategis.

7. Dana Desa adalah dana yang bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara yang diperuntukkan bagi Desa yang ditransfer melalui anggaran pendapatan dan belanja Daerah dan digunakan untuk membiayai penyelenggaraan pemerintahan, pelaksanaan pembangunan, pembinaan kemasyarakatan dan pemberdayaan masyarakat.

8. Bantuan Langsung Tunai Dana Desa yang selanjutnya disingkat disebut BLT Desa adalah kegiatan pemberian bantuan langsung berupa dana tunai yang bersumber dari Dana Desa kepada keluarga penerima manfaat dengan kriteria yang disepakati dan diputuskan melalui Musyawarah Desa.

9. Keluarga Penerima Manfaat BLT Desa selanjutnya disebut KPM BLT Desa adalah keluarga yang berhak menerima BLT Desa yang disepakati dan diputuskan melalui Musyawarah Desa.

10. Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa yang selanjutnya disebut APBDesa adalah rencana keuangan tahunan pemerintahan Desa.

BAB II KPM BLT DESA

Pasal 2

BLT Desa diberikan kepada KPM BLT Desa.

Pasal 3

KPM BLT Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 meliputi:

a. keluarga miskin dengan mengacu pada data terpadu kesejahteraan sosial dan/atau data tunggal daerah analisis kependudukan partisipatif;

b. keluarga miskin yang tidak pernah mendapatkan dan/atau terdaftar sebagai sasaran penerima manfaat jaring pengaman sosial dan/atau

c. keluarga miskin yang terdampak pandemi Corona Virus Disease 2019 yang meliputi:

1. berdomisili di Desa dan diprioritaskan untuk keluarga miskin yang termasuk dalam kategori kemiskinan ekstrem;

2. kehilangan mata pencaharian;

3. mempunyai anggota keluarga yang rentan sakit menahun atau kronis dan/atau lanjut usia;

4. penerima jaringan pengaman sosial yang terhenti baik yang bersumber dari APBD dan/atau APBN;

dan/atau

5. belum menerima bantuan.

Pasal 4

Pergantian KPM BLT Desa dapat dilakukan dengan ketentuan:

(6)

a. KPM BLT Desa berhalangan hadir tetap atau meninggal dunia; dan/atau

b. KPM BLT Desa tidak lagi memenuhi kriteria KPM BLT Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3.

Pasal 5

Pergantian KPM BLT Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 disepakati dan ditetapkan melalui Musyawarah Desa khusus atau Musyawarah Desa insidentil dalam pemutakhiran data KPM BLT Desa sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pasal 6

Ketentuan mengenai penetapan KPM BLT Desa sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 sampai dengan Pasal 5 tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Kepala Desa ini.

BAB III

PENYALURAN BLT DESA Pasal 7

(1) Penyaluran BLT Desa diberikan kepada KPM BLT Desa selama 12 (dua belas) bulan terhitung sejak bulan Januari sampai dengan bulan Desember Tahun 2022.

(2) BLT Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (1) ditetapkan sebesar Rp.300.000,00 (tiga ratus ribu rupiah) setiap bulan.

(3) Penyaluran BLT Desa kepada KPM BLT Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dapat dibayarkan paling banyak 3 (tiga) bulan secara sekaligus.

(4) Penyaluran BLT Desa kepada KPM BLT Desa sebagaimana dimaksud pada ayat (2) dan ayat (3) diberikan secara tunai kepada setiap KPM BLT Desa dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan.

Pasal 8

Dalam hal KPM BLT Desa berhalangan, penyaluran BLT Desa dapat dilakukan dengan ketentuan:

a. diberikan tenggang waktu paling lama 1 (satu) minggu terhitung sejak penyaluran BLT Desa;

b. diwakilkan oleh anggota keluarga yang tercantum dalam kartu keluarga yang sama; dan/atau

c. dalam hal KPM BLT Desa merupakan keluarga tunggal, penyaluran BLT Desa diantar langsung kepada yang bersangkutan.

Pasal 9

BLT Desa Tahun 2022 bersumber dari APBDesa.

(7)

BAB IV

PENGAWASAN DAN EVALUASI Pasal 10

Pengawasan dan evaluasi penyelenggaraan BLT Desa Tahun 2022 dilaksanakan oleh:

a. BPD;

b. Camat;

c. Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Daeah yang membidangi Desa; dan

d. Perangkat Daerah di lingkungan Pemerintah Daeah yang membidangi pengawasan pemerintahan.

BAB V

KETENTUAN PENUTUP Pasal 11

Peraturan Kepala Desa mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Kepala Desa ini dengan penempatannya dalam Berita Desa Sekarwangi.

Ditetapkan di Desa Sekarwangi pada tanggal 28 Maret 2022 KEPALA DESA SEKARWANGI,

RIDWANNULLOH S.Sos Diundangkan di Desa Sekarwangi

pada tanggal 28 Maret 2022

SEKRETARIS DESA SEKARWANGI,

YEDI WAHYUDI

BERITA DESA SEKARWANGI TAHUN 2022 NOMOR 1

(8)

PENJELASAN ATAS

PERATURAN KEPALA DESA NO 1 TAHUN 2022 TENTANG

KELUARGA PENERIMA MANFAAT

BANTUAN LANGSUNG TUNAI DESA DANA DESA TAHUN 2022

UMUM

Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) telah menimbulkan korban jiwa, dan kerugian material yang semain besar, sehingga berimplikasi pada asepk sosial, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat. Penggunaan Dana Desa Tahun 2021 telah diprioritaskan untuk penanganan Covid-19. Kegiatannya berupa Desa tanggap Covid-19, Padat Karya Tunai Desa, dan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa. Selanjutnya untuk memperkuat adaptasi kebiasaan baru dan pemulihan ekonomi di Desa, penggunaan Dana Desa Tahun 2021 juga difokuskan untuk membiayai Desa Aman Covid-19 dan Padat Karya Tunai Desa (PKTD) untuk pemberdayaan ekonomi Desa melalui badan usaha milik desa

Penggunaan Dana Desa Tahun 2022 tetap diarahkan pada jaring pengaman sosial, Desa Aman Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasioal yang mencakup sektor strategis nasional. Sektor strategis nasional antara lain meliputi komunikasi, pariwisata, pencegahan stunting, Desa inklusif, dan mitigasi dan penanganan bencana.

Berikut rincian Penggunaan Dana Desa 2022 Pemerintah Desa wajib menganggarkan dan melaksanakan kegiatan prioritas yang besumber dari Dana Desa untuk :

a. Program perlindungan sosial berupa BLT Desa paling sedikit 40% (Empat puluh persen)

b. Kegiatan ketahanan pangan dan hewani paling sedikit 20% (Dua puluh persen)

c. Kegiatan penanganan pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Desa paling sedikit 8% (delapan persen)

d. Program sektor prioritas lainnya.

Salah satu kegiatan prioritas yang bersumber dari Dana Desa yaitu Bantuan Langsung Tunai Desa (BLT Desa). BLT Desa adalah program jaring pengaman sosial untuk pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak akibat pandemi Covid-19. Covid-19 telah menimbulkan dampak pada aspek sosial, ekonomi, dan keuangan selain dampaknya terhadap aspek kesehatan masyarakat.

BLT Desa merupakan kegiatan pemberian bantuan langsung tunai yang bersumber dari Dana Desa kepada keluarga penerima manfaat dengan kriteria yang disepakati dan diputuskan melalui musyawarah Desa.

BLT Dana Desa mempunyai tujuan utama untuk membantu masyarakat miskin dan miskin ekstrem yang terdampak secara ekonomi akibat pandemi Covid-19. Dengan adanya bantuan yang berasal dari dana desa ini diharapkan masyarakat bisa bangkit dari keterpurukan ekonomi.

Adapun manfaat dari penyaluran BLT Dana Desa antara lain adalah:

(9)

1. Membantu Masyarakat Memenuhi Kebutuhan Pokok

BLT Dana Desa yang disalurkan kepada masyarakat di pedesaan sangat bermanfaat, salah satunya untuk memenuhi kebutuhan pokok. Kondisi ekonomi yang sulit akibat kehilangan pekerjaan membuat masyarakat harus berpikir keras demi bisa memenuhi kebutuhan pokok.

Dengan adanya BLT Dana Desa ini maka masyarakat yang terdampak pandemi bisa sedikit terbantu dalam membeli kebutuhan pokok seperti untuk makan sehari-hari. Tentunya uluran tangan dari pemerintah ini memberikan secercah harapan bagi masyarakat untuk bangkit.

2. Membantu Menekan Angka Kemiskinan

BLT Dana Desa ditujukan bagi masyarakat dengan kategori miskin dan miskin ekstrem, dengan adanya penyaluran BLT Dana Desa maka uang tunai yang didapatkan masyarakat penerima manfaat bisa untuk menambah penghasilan.

Setidaknya, masyarakat dengan kategori miskin dan miskin ekstrem akan sangat terbantu melalui bantuan Dana Desa tersebut.

3. Meningkatkan Daya Beli Masyarakat

Berkurangnya pemasukan atau bahkan tidak ada sama sekali akibat kehilangan pekerjaan membuat masyarakat kesulitan untuk memenuhi kebutuhan pokok. Daya beli masyarakat pun turun drastis sehingga tidak mampu membeli kebutuhan pokok yang sebelumnya terbeli.

Dengan adanya program BLT Dana Desa ini maka keluarga penerima manfaat (KPM) memiliki kemampuan untuk membeli kebutuhan pokok. Dengan meningkatnya daya beli, maka hal itu juga berpengaruh pada kegiatan usaha rakyat di sekitarnya yang menjual kebutuhan pokok.

4. Sebagai Modal Usaha

Jumlah bantuan yang diberikan dalam program BLT Dana Desa mungkin tidak terlalu banyak, namun hal itu bukan berarti tidak bermanfaat sama sekali.

Selain digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok, banyak juga yang memanfaatkannya sebagai modal usaha.

Pemanfaatan bantuan BLT Dana Desa sebagai modal usaha tentu akan lebih produktif karena dari uang yang diterima bisa dikembangkan menjadi modal usaha sehingga bisa mendatangkan pemasukan.

PASAL DEMI PASAL

PASAL 1

Cukup jelas

PASAL 2

Cukup jelas

PASAL 3

Kemiskinan ekstrem, atau kemiskinan absolut, adalah sejenis kemiskinan didefinisikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai

"suatu kondisi yang tidak dapat memenuhi kebutuhan primer manusia,

(10)

termasuk makanan, air minum bersih, fasilitas sanitasi, kesehatan, tempat tinggal, pendidikan, dan informasi. Kemiskinan ekstrem tidak hanya bergantung pada pendapatan, tetapi ketersediaan jasa juga." menurut PBB tahun 1995.

PASAL 4

Cukup jelas

PASAL 5

Cukup jelas

PASAL 6

Cukup jelas

PASAL 7 Ayat (1)

Cukup jelas Ayat (2)

Cukup jelas Ayat (3)

Cukup jelas Ayat (4)

Cukup jelas

PASAL 8

Cukup jelas

PASAL 9

Cukup jelas

PASAL 10

Cukup jelas PASAL 11

Cukup jelas

(11)
(12)

Referensi

Dokumen terkait

Bantuan Langsung Masyarakat yang selanjutnya disingkat BLM adalah pemberian secara tunai kepada masyarakat berupa uang tunai atau dalam bentuk lain dengan tujuan untuk

PELAKSANAAN PENYALURAN BANTUAN LANGSUNG TUNAI DANA DESA (BLT DD) di KABUPATEN PONOROGO (Study Di Desa Jurug Kecamatan Sooko Kabupaten

Sesuai dengan program yang telah ditetapkan, pemerintah menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) dan menghandalkan Kepala Desa untuk mendistribusikannya di DesaPasar

Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Bantuan Langsung Tunai Dana Desa Mendik Bhakti efektif, karena manfaat BLT Dana Desa sudah sesuai dengan tujuan program bagi

Di Indonesia dari rezim ke rezim program pengentasan kemiskinan juga sudah diberikan seperti pemberian dana IDT (Inpres Desa Tertinggal), BLT (Bantuan Langsung Tunai), Raskin

Sedangkan faktor yang mempengaruhi implementasi kebijakan bantuan langsung tunai BLT Dana Desa bagi masyarakat terdampak covid-19 di Desa Pendarungan Kecamatan Kabat diantaranya;

Pengawasan BLT-Dana Desa Analisis penulis dari penelitian yang memfokuskan permasalahan pengawasan dalam penyaluran bantuan langsung tunai oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa

Surat Perintah Tugas Nomor 140/PEM-LBT/I/2023/01 tentang Pendataan Keluarga Calon Penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana