• Tidak ada hasil yang ditemukan

DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "DEWAN PERWAKILAN RAKYAT REPUBLIK INDONESIA"

Copied!
46
0
0

Teks penuh

(1)

REPUBLIK INDONESIA

RISALAH

RAPAT DENGAR PENDAPAT KOMISI V DPR RI

DENGAN DIRJEN PERKERETAAPIAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN RI DAN DIREKTUR UTAMA PT. KERETA CEPAT INDONESIA CHINA

(KCIC)

Tahun Sidang : 2021-2022 Masa Persidangan : III

Rapat Ke- : 17 (tujuh belas)

Jenis Rapat : Rapat Dengar Pendapat Sifat Rapat : Terbuka

Hari, Tanggal : Senin, 7 Februari 2022 Waktu : Pukul 13.10 s.d. 15.30 WIB

Tempat : Ruang Rapat Komisi V DPR RI, (Ruang KK V) Gedung Nusantara DPR RI dan Secara Virtual Zoom Cloud Meeting

Ketua Rapat : H. Andi Iwan Darmawan Aras, S.E., M.Si.

Acara : Membahas Progres Pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Sekretaris Rapat : Nunik Prihatin Budiastuti, S.H., Kabag Komisi V DPR RI

Hadir : A. Anggota DPR RI:

39 dari 55 orang Anggota dengan rincian:

1. FRAKSI PDI-PERJUANGAN (F-PDIP) 8 dari 11 orang Anggota

1. Bob Andika Mamana Sitepu, S.H.

2. Mochamad Herviano

3. Hj. Sadarestuwati, S.P., M.MA.

4. Sukur H. Nababan, S.T.

5. Ir. Sudjadi

6. Sarce Bandaso Tandiasik, S.H., M.H.

7. H. Irmadi Lubis 8. Ir. Effendi Sianipar

2. FRAKSI PARTAI GOLKAR (F-PG) 7 dari 8 orang Anggota

1. Drs. Hamka B Kady, M.S.

2. Cen Sui Lan

3. DR. H. Ali Mufthi, S.AG., M.Si.

4. H. Tubagus Haerul Jaman, S.E.

5. Ilham Pangestu

(2)

6. Bambang Hermanto, S.E.

7. Muhammad Fauzi, S.E.

3. FRAKSI PARTAI GERINDRA (F-GERINDRA)

5 dari 7 orang Anggota

1. H. Andi Iwan Darmawan Aras, S.E., M.Si.

2. Sudewo, S.T., M.T.

3. Iis Rosyita Dewi, S.Hum., M.M.

4. Ir. Eddy Santana Putra, M.T.

5. Drs. H. Mulyadi, M.MA.

4. FRAKSI PARTAI NASDEM (F-NASDEM) 4 dari 6 orang Anggota

1. Roberth Rouw

2. H. Syarif Abdullah Alkadrie, S.H., M.H.

3. Drs. H. Soehartono, M.Si.

4. Sri Wahyuni

5. FRAKSI PARTAI KEBANGKITAN BANGSA (F-PKB)

4 dari 6 orang Anggota 1. H. Ruslan M. Daud 2. Sofyan Ali, S.H.

3. Neng Eem Marhamah Zulfa Hiz, M.M.

4. H. Syafiuddin, S.Sos.

6. FRAKSI PARTAI DEMOKRAT (F-PD) 4 dari 5 orang Anggota

1. Dr. H. Irwan S.IP., M.P.

2. drh. Jhonni Allen Marbun, M.M.

3. Lasmi Indaryani, S.E.

4. Ir. H. Ishak Mekki, M.M.

7. FRAKSI PARTAI KEADILAN

SEJAHTERA (F-PKS) 3 dari 5 orang Anggota 1. Ir. H. Sigit Sosiantomo

2. Drs. Hamid Noor Yasin, M.M.

3. KH. Toriq Hidayat, Lc.

8. FRAKSI PARTAI AMANAT NASIONAL (F-PAN)

3 dari 5 orang Anggota 1. H.A. Bakri H. M., S.E.

2. Hj. Hanna Gayatri, S.H.

3. H. Boyman Harun, S.H.

(3)

9. FRAKSI PARTAI PERSATUAN PEMBANGUNAN (F-PPP)

1 dari 2 orang Anggota

1. Dr. H. Muh Aras, S.Pd., M.M.

B. UNDANGAN:

1. Ir. Zulfikri, M.Sc., DEA. (Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan RI) 2. Dwiyana Slamet Riyadi (Direktur Utama PT.

Kereta Cepat Indonesia China (KCIC)

JALANNYA RAPAT:

KETUA RAPAT/F-P.GERINDRA (H. ANDI IWAN DARMAWAN ARAS, S.E., M.Si.):

Rapat Dengar Pendapat Komisi V DPR RI dengan Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dan Dirut PT. Kereta Cepat Indonesia China, Hari Senin, 7 Februari 2022, Pukul 13:00 WIB sampai selesai.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat siang dan salam sejahtera bagi kita semua.

Yang terhormat Pimpinan dan Anggota Komisi V DPR RI.

Yang terhormat Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, dan Dirut PT. Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) beserta jajarannya, serta hadirin yang kami hormati.

Pertama-tama, marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta'ala yang telah melimpahkan rahmat dan karunianya kepada kita semua sehingga pada hari ini kita dapat bertemu untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab kita dalam keadaaan sehat walafiat. Dan mengingat situasi saat ini, penularan Covid-19 yang makin meningkat maka rapat dilaksanakan secara virtual dari tempat masing-masing.

Berdasarkan informasi dari sekretariat, rapat hari ini telah dihadiri sebanyak 20 Anggota dari 55 Anggota Komisi V DPR RI dan terdiri lebih dari separuh unsur Fraksi yaitu 7 Fraksi sehingga telah memenuhi kuorum.

Oleh karena itu, sebagaimana ketentuan yang diatur dalam Pasal 281 Peraturan DPR RI tentang Tata Tertib, izinkanlah kami membuka rapat dengar pendapat pada hari ini. Dan sesuai ketentuan Pasal 276 ayat (1) Rapat Dengar Pendapat Komisi V DPR RI pada hari ini kami buka dan rapat dinyatakan terbuka untuk umum.

(RAPAT DIBUKA PUKUL 13.10 WIB)

(4)

Kami ucapakan terima kasih kepada Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan dan Dirut PT. KCIC beserta jajarannya yang telah memenuhi undangan kami dalam rapat dengar pendapat pada hari ini.

Saudara Dirjen, Dirut PT. KCIC, serta Anggota Komisi V DPR RI yang kami hormati.

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung merupakan salah satu proyek strategis nasional yang telah dimulai sejak tahun 2016. Proyek kereta cepat ini, akan mempercepat waktu tempuh Jakarta-Bandung dan diharapkan berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Oleh karena itu pada rapat dengar pendapat ini, Komisi V DPR RI ingin mendengarkan progres pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung, dan apa saja masalah yang dihadapi selama pembangunan berlangsung. Sehubungan dengan hal itu terdapat sejumlah isu yang perlu mendapatkan perhatian antara lain:

1. Terkait percepatan penyelenggaraan prasarana dan sarana kereta api cepat antara Jakarta dan Bandung yang pembiayaannya mengalami pembengkakan, Komisi V DPR RI perlu mendapat penjelasan.

2. Kondisi bangunan yang tahan terhadap gempa jika pembangunannya melewati kondisi tanah lempung yang sangat gembur, dapat berpotensi menimbulkan pergerakan pergeseran yang tidak diinginkan.

3. Terkait keselamatan dan keamanan konstruksi pembangunan kereta api kereta cepat mengingat telah beberapa kali terjadi insiden, maka penerapan SOP perlu mendapat perhatian khusus.

4. Perlu dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap semua stakeholder terkait perencanaan, pelaksanaan, sampai pengawasan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung.

Saudara-saudara yang kami hormati.

Demikian pengantar dari kami, selanjutnya kami berikan kesempatan kepada Dirjen Perkeretaapian dan Dirut PT. KCIC untuk menyampaikan penjelasannya secara singkat paling lama 20 menit. Sehingga kita bisa lebih fokus saat pendalamaan.

Kami persilakan untuk yang pertama ke Bapak Dirjen Perkeretaapian, silakan Pak.

DIRJEN PEREKRETAAPIAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN RI (Ir.

ZULFIKRI, M.Sc., DEA.):

Baik, terima kasih Bapak Wakil Ketua Komisi V Pak Andi Iwan.

Yang kami hormati Ketua Komisi V DPR RI.

Para Wakil Ketua Komisi V DPR RI.

Segenap Anggota Komisi V DPR RI.

Dirut dan dan Direksi KCIC, dan para hadirin yang saya hormati.

(5)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Selamat pagi dan salam sejahtera untuk kita semua.

Om Swastiastu Namo Buddhaya, dan Salam kebajikan.

Pada hari yang berbahagia ini terlebih dahulu marilah kita panjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, karena berkat limpahan rahmatnya dan karunianya kita dapat bertemu dalam acara Rapat Dengar Pendapat dengan Pimpinan dan segenap Anggota Komisi V DPR RI yang terhormat dalam rangka membahas progres pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung.

Pimpinan dan segenap Anggota Komisi V DPR RI yang saya hormati.

Bersama kami memang sudah hadir Bapak Dwiyana, Dirut PT. KCIC dan Direksi serta jajaran di Dirjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

Sebagai pendahuluan dapat kami sampaikan bahwa berpeluang berpegang kepada surat Menteri Perhubungan nomor 206 tahun 2020 tentang Perubahan atas Keputusan Menteri Perhubungan Nomor KP 2128 tentang Rencana Induk Perkeretaapian. Di mana salah satu program utama pengembangan jaringan jalur dan jaringan pelayanan perkeretaapian di Pulau Jawa adalah pengembangan jaringan dan layanan kereta api cepat atau kereta api berkecepatan tinggi pada lintas Jakarta-Bandung sepanjang 142 km dengan waktu tempuh 42 menit. Dan ada potensi pengembangan pada lintas selatan menuju proyek Yogyakarta, Solo, sampai dengan Kota Surabaya.

Selain itu pada sisi utara Pulau Jawa sedang dilakukan tahap penyiapan kelayakan proyek melalui kerjasama Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Jepang untuk pembangunan Semi High Speed Rail (SHSR) Jakarta-Surabaya, dengan rencana waktu tempuh lima setengah jam dan kecepatan maksimum 160 km/jam.

Pemerintah telah mengeluarkan Perpres 107 tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Kereta Cepat Antara Jakarta-Bandung. Di mana di dalamnya terdapat beberapa hal yang diatur antara lain, dalam rangka percepatan ini yang lama mungkin saya jump saja kita akan lanjut kepada slide 69. Bahwa kereta api cepat, berkecepatan tinggi Jakarta-Bandung dan kereta api berkecepatan tinggi (SHSR) Jakarta- Semarang merupakan amanah dari tatanan Rencana Pembangunan Jangka Menegah Nasional atau RPJMN Tahun 2020/2024.

Skema penyelenggaraan kereta cepat antara Jakarta dan Bandung, terdapat perubahan melalui revisi Perpres 107 tahun 2015 menjadi Perpres 93 Tahun 2021 tentang Percepatan Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Kereta Cepat Antara Jakarta-Bandung. Di mana terdapat beberapa perubahan penting yaitu antara lain:

1. Penugasan konsorsium BUMN dipimpin oleh PT. KAI, sebelumnya PT.

Wijaya Karya Persero.

(6)

2. Penyelenggaraan prasarana dan sarana kereta cepat terdiri dari trase Jakarta, Karawang, Padalarang, Bandung, yang semula melalui Walini dan ditambahkan dengan Padalarang.

3. Pendanaan dalam rangka pelaksanaan penugasan dapat bersumber dari pendanaan lainnya di mana dapat berupa pembiayaan dari anggaran pendapatan pembelanjaan negara dalam rangka menjaga keberlanjutan pelaksanaan PSN, dengan memperhatikan kapasitas dan kesinambungan fiskal, berupa penyertaan modal negara kepada Pimpinan Konsorsium BUMN dan penjaminan kewajiban Pimpinan Konsorsium BUMN.

4. Terkait tugas Kementerian Perhubungan secara umum masih sesuai dengan Perpres sebelumnya yaitu Perpres 107 Tahun 2015.

Telah dilaksanakan perjanjian konsesi perjanjian kerjasama antara Kementerian Perhubungan dengan PT. KCIC, sesuai dengan perjanjian konsesi Nomer AK 201 yang ditandatangani tahun 2016. Dan juga amandemen dan penyertaan kembali perjanjian konsesi kerjasama Nomor PJ 22 Tahun 2017. Di mana nilai investasi yang akan dibiayai oleh KCIC adalah sebesar 5.998.000.000 US Dollar, dengan masa konsesi adalah 50 tahun sejak tanggal izin operasi prasarana dan sarana perkretaapian.

Dalam lingkup perjanjian konsesi ini diatur terkait tahapan pembangunan, pengoperasian, perawatan, dan pengusahaan, serta serah terima prasarana perkretaapian kereta api cepat di akhir masa konsesi dan juga telah diatur pengaturan penerbitan perizinan terkait pelaksanaan penyelenggaraan prasarana dan sarana kereta cepat. Penyerahaan prasarana perkeretaapian oleh KCIC kepada Kemenhub akan dilakukan dalam kondisi layak operasi dan tidak berada dalam penjaminan kepada pihak ketiga paling lambat tanggal penyerahan.

Kementerian Perhubungan sebagai mana ruang lingkup berjalan dalam perjanjian konsesi telah menerbitkan beberapa dokumen perizinan terkait penetapan trase, penetapan badan usaha penyelenggara prasarana, izin usaha penyelenggara prasarana, serta izin pembangunan. Saat ini sedang dilakukan proses penetapan perubahan trase sesuai Perpres Nomor 93 Tahun 2021 dan perpanjangan izin pembangunan mengacu kepada trase baru yang dimaksud.

Bentuk pengawasan dan pembinaan oleh Kementerian Perhubungan dalam pelaksanaan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung dilakukan melalui monitoring dan evaluasi, pelaksanaan koordinasi percepatan dan tinjauan lapangan di lokasi pekerjaan kereta cepat Jakarta-Bandung. Termasuk juga pada lokasi-lokasi stasiun yang memerlukan aksesibilitas dan integrasi dengan moda transportasi lainnya, seperti di Stasiun Halim dan di Stasiun Padalarang.

Penyiapan regulasi juga menjadi tugas utama Kementerian Perhubungan untuk mendukung pembangunan dan pengembangan kereta api kecepatan tinggi di Indonesia. Saat ini sedang disusun rancangan peraturan Menteri Perhubungan tentang Kereta Api Kecepatan Tinggi, yang meliputi

(7)

bidang keselamatan, sarana, prasarana, operasi kereta, dan bidang SDM perkeretaapian. Terhadap konsep regulasi ini telah dilaksanakan pra harmonisasi tanggal 24-25 Januari kemarin dan tanggal 30 Januari 2022. Untuk selanjutnya akan dilaksanakan harmonisasi dengan Kementerian Hukum dan HAM, tanggal 8 Februari Tahun 2022.

Pimpinan dan segala Anggota Komisi V DPR RI yang saya hormati.

Kementerian Perhubungan telah melakukan upaya-upaya untuk mendukung konektivitas kereta cepat Jakarta-Bandung melalui:

1. Integrasi Stasiun Halim dengan angkutan massal di Jabodetabek antara lain dengan LRT Jabodetabek dan Transjakarta. Di mana pada stasiun ini fasilitas integrasi antara stasiun KCJB (Kereta Cepat Jakarta- Bandung) dan stasiun LRT akan menghubungkan melalui bangunan skybridge dan dengan terwujudnya integrasi modern stasiun KCJB Halim ini merupakan hasil kerja nyata dari semua pihak atas koordinasi dan sinergi yang continue antara pihak-pihak terkait dengan PT. KCIC, Kementerian Perhubungan, Pemprov DKI Jakarta, dan lainnya.

2. Integrasi di Stasiun Padalarang dengan layanan kereta api di wilayah Bandung Raya. Di mana pada stasiun ini nantinya akan terdapat fasilitas integrasi yang menghubungkan antara stasiun kereta cepat Jakarta- Bandung dan stasiun kereta Padalarang yang akan terkoneksi dengan layanan kereta api Bandung Raya.

Secara teknis proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung sepanjang 142 km akan melalui 4 stasiun yaitu Halim, Karawang, Padalarang, dan Tegalluar, serta 1 depo yang terletak di Tegalluar. Konstruksi jalur kereta api merupakan jalur ganda dengan lebar rel 1435 mm, di mana terdapat 13 tunnel dengan total panjang 16,82 km dan 82,7 km merupakan jalur elevated atau layang. Sedangkan sarana yang digunakan memiliki ketinggian 4,05 m, dengan panjang rangkaian 208,95 m dan kapasitas satu train set terdiri atas 8 cars dapat mengangkut sejumlah 601 penumpang.

Adapun progres fisik sampai dengan 14 Januari 2022 adalah sebesar 79,9%. Di mana untuk progres pekerjaan jembatan 89,30%, subgate 78,41%

dan tunnel telah mencapai 98,07%.

Jadwal pelaksanaan pekerjaan integrasi sarana dan prasarana kereta cepat Jakarta-Bandung dimulai dari waktu kedatangan kereta atau Electric Multiple Unit (EMU) sarana kereta cepat dan secara bertahap akan dilakukan tes terhadap EMU secara statis dan reformation test atau juga dinamis. Tes dan commissioning prasarana kereta api akan dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan kondisi prasarana yang direncanakan mulai pada bulan Agustus-April Tahun 2023. Meliputi kegiatan pengujian dan safety assessment yang dilakukan oleh Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan. Pada saat sarana prasarana telah dinyatakan laik diharapkan trail run EMU dapat dilaksanakan mulai November 2022.

Selanjutnya mohon perkenan Direktur Utama PT. KCIC sesuai dengan arahan Pimpinan untuk menjelaskan secara detail progres, kendala, dan

(8)

permasalahan-permasalahan yang dihadapi, serta rencana operasi terkait dengan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung.

Demikian Bapak Pimpinan Komisi V DPR Pak Iwan, terima kasih.

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

KETUA RAPAT:

Terima kasih Pak Dirjen.

Selanjutnya kami persilakan kepada Dirut PT. KCIC untuk menyampaikan pemaparannya.

Kami persilakan Pak

DIREKTUR UTAMA PT. KCIC (DWIYANA SLAMET RIYADI):

Baik Bapak makasih Bapak.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Salam sejahtera untuk kita semua.

Yang kami hormati Pimpinan dan Anggota Komisi V DPR RI.

Bapak Dirjen dan tim dari Kementerian Perhubungan.

Izin kami menyampaikan persentasi terkait dengan overview project kereta api cepat Jakarta-Bandung. Next, sebelum kita menyampaikan paparan mohon izin untuk menyampaikan tayangan video berikut.

(PEMUTARAN TAYANGAN VIDEO)

Baik, izin melanjutkan dengan paparan Bapak Pimpinan dan Anggota Komisi V DPR yang kami hormati.

Terkait dengan project overview, next, jadi kalau kita lihat struktur proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung di sini dibiayai oleh 75% dari pinjaman dari CDB kemudian 25% dari equity. Di mana equity ini berasal dari pemegang saham PT. KCIC yaitu PSBI dan Beijing Yawan. PSBI sebagai bagian dari konsorsium BUMN Indonesia menguasi 60% dari shareholder KCIC.

Sementara Beijing Yawan yang terdiri dari BUMN China menguasai 40% nya.

Sementara untuk konstruksi oleh konsorsium HSRCC di mana anggotanya adalah BUMN Karya diwakili oleh WIKA dan BUMN konstruksi dari China.

Next.

Kemudian kita lihat trase kereta api cepat Jakarta-Bandung 142 km, membentang dari Stasiun Halim sampai Stasiun Tegalluar di Bandung bagian timur. Kemudian dilayani oleh 4 stasiun di samping Halim dan Stasiun Tegalluar juga ada Karawang dan Stasiun Padalarang. Sementara Stasiun Walini kita

(9)

postpone untuk kita bangun di dalam tahapan selanjutnya dan kita butuhkan Stasiun Padalarang. Karena Stasiun Padalarang menjadi stasiun hub untuk menghubungkan pelayanan kereta api cepat dengan pelayanan kereta api eksisting dan kita akan bisa melayani secara seamless dengan penumpang yang ada di Kota Bandung. Artinya Stasiun Padalarang itu akan melayani penumpang dari Bandung bagian barat dan Bandung Kota sementara Bandung bagian timur dilayani dari Stasiun Tegalluar.

Kemudian, untuk tipe kereta yang ada di KCJB ini adalah tipe CR400AF, ini tipe terbaru yang juga ada di China Railway saat ini. Kecepatan desain sebenarnya 400 namun kecepatan operasi di KCJB nantinya maksimal di 350 km/jam. Kemudian untuk waktu pelayanaannya kalau langsung dari Stasiun Halim ke Stasiun Tegalluar 36 menit. Sementara kalau berhenti di 4 stasiun itu 43 menit diharapkan dapat memangkas waktu perjalanan dari Bandung ke Jakarta. Kemudian signal link kita menggunakan Chip Z3 dengan dukungan GSMR. Sementara untuk kapasitas satu train set ada 601 seat, di mana ada tiga kelas: VIP, first class, dan second class. Kemudian untuk tarif berkisar 150 sampai 350 ribu sesuai dengan hasil studi demand dari forecast dari Polar UI.

Next.

Untuk pola operasi seperti tadi kami sampaikan bahwa ada 4 stasiun yang melayani. Di mana sesuai dengan studi demand forecast Polar UI ini adalah studi demand forecast yang terbaru, memperhatikan adanya dampak dari covid dan lain-lain sesuai dengan kondisi yang sekarang. Di mana perkiraaan penumpang per day 31.000 dan dilayani akan dilayani 68 kereta per hari oleh 11 train set kereta yang memang kita pesan dari awal ke CRRC atau pabrikan BUMN China di China. Kemudian untuk waktu operasi kita mulai dari jam 5.30 sampai jam 10 di mana pick hour adalah di pagi dan di sore hari.

Next.

Untuk project dashbord dari progres konstruksi kereta api cepat Jakarta- Bandung sampai hari ini 79,90. Kalau kita lihat secara mainland baik itu bridge, sub way dan tunnel hampir 80%. Kemudian untuk EMU atau kereta apinya keretanya rolling stock-nya, itu sudah hampir 85% di mana 8 train set sudah mulai uji coba dinamik dan tes di pabrik. Jadi kita masih kurang 3 train set yang belum selesai dalam progres. Kemudian untuk stasiun progres Halim, Karawang, Tegalluar, dan selebihnya di Depo Tegalluar.

Next.

Pada tanggal 17 Januari 2022 kunjungan Bapak Presiden ke tunnel dua untuk memberi semangat kepada kami. Karena memang ada kendala yang masif di tunnel dua dan alhamdulillah pada saat kunjungan Bapak Presiden sudah ada solusi dan bisa menyelesaikan secara normal kembali untuk kendala yang ada di tunnel dua. Dan di akhir kunjungan beliau menyampaikan bahwa harapannya di akhir tahun 2022 ini sudah bisa dilakukan uji coba tes dinamis dari Stasiun Tegalluar di Bandung bagian timur ke Stasiun Padalarang di Bandung bagian barat dan saatnya nanti bulan Juni 2023 bisa dioperasikan.

(10)

Kemudian, walaupun solusi teknis di tunnel dua sudah dicapai atau sudah mendapatkan solusi yang terbaik, namun beliau meminta agar tetap hati- hati karena memang kontur tanah di tunnel dua hampir semuanya kleisel.

Kemudian Bapak Presiden beharap agar beroperasinya moda transportasi dapat mengurangi kemacetan dan mempercepat mobilitas orang dan barang untuk going on of concern. Kita coba akan mendirikan skema uji coba dinamis target COD di Juni 2023 dan percepatan di beberapa kendala yang ada di lapangan.

Next.

Tadi kami sampaikan kendala memang ada tiga besar, satu adalah pendanaan, kedua pandemi covid, yang ketiga teknis. Pendanaan di mana tekait dengan adanya covid dimana 4 BUMN sponsor Indonesia sampai dengan bulan April belum bisa melakukan setoran modal secara penuh, sehingga akhirnya diputuskan dari Pemerintah ada PMN kepada PT. KAI yang akan mengambil alih Wika sebagai leading sponsor dan nantinya akan mendilusi sebagian saham dari PTPN 8 dan Jasa Marga.

Kemudian setoran modal PT. KAI lewat PSBI dan ke KCIC sudah dilakukan pada tanggal 31 Desember 2021 kemarin, dan akan diikuti oleh Beijing Yawan tentunya dengan adanya setoran modal tersebut kita akan gunakan untuk beberapa kebutuhan yang urgent dari project untuk mempercepat progres. Salah satunya untuk pembayaran pekerjaan, progres pekerjaan kepada kontraktor, kemudian pembayaran sewa BMN, … (rekaman tidak jelas) kepada kas negara, kemudian penggantian … (rekaman tidak jelas) PLN, clearance perawatan telkomsel, asuransi, pajak dan lain-lain.

Kemudian pandemi memang selama PPKM tahap 1 selama 3 bulan ada hampir 500 pekerja kami yang terkena covid dan mengakibatkan 1.500 harus dikarantina dan ini mempengaruhi adanya slowdown pekerjaan di beberapa lokasi.

Kemudian, terkait dengan kendala teknis disamping tadi terkait dengan kondisi geologi dan gleisel Glass Cell di beberapa titik terutama di tunnel 2, 4 dan 6. Juga adanya isu mengenai relokasi SUPT karena kami harus merelokasi tower PLN sebanyak 126 tower. Di mana ada isu terkait dengan penolakan warga mereka minta lahannya tidak hanya diberikan kompensasi terkait dengan bentangan kabel yang melewati lahan, namun mereka minta untuk dibebaskan sementara secara Peraturan Menteri ESDM bolehkan satunya jalan adalah kita lakukan konsinyasi. Dan alhamdulillah sampai dengan minggu kemarin hampir semunya bisa kita selesaikan. Di mana pada saat konsinyasi di pengadilan warga mau menerima dan mengambil kompensasi sesuai dengan aturan yang ada di Peraturan Menteri ESDM Nomor 27, 2018.

Kemudian beberapa kendala terkait dengan pekerjaan timbunan dan reloading ini kaitannya dengan cuaca dan beberapa aspek geologi lainnya.

Namun, di dalam mitigasi tentunya kami lakukan beberapa upaya nanti secara khusus kami akan sampaikan di dalam pendalaman.

(11)

Next.

Untuk konstruksi tunnel tadi kami sampaikan masih ada 3 tunnel 2, 4, dan 6 yang saat ini sedang berprogres dari 13 tunnel. Jadi kita sudah bisa selesaikan 10 tunnel, sementara yang belum selesai diantaranya adalah tunnel 2 yang dikunjungi Bapak Presiden. Kemudian tunnel 4, ini tunnel terpanjang dengan panjang 4,47 km, ini adalah tunnel terpanjang di Indonesia untuk sektor transportasi, mohon maaf tunnel 6 yang terpanjang. Sementara tunnel 4, 1,315 saat ini juga sedang dalam progres penyelesaian. Kita targetkan semua tunnel, 3 tunnel ini bisa selesai di bulan April 2022. Setelah konduksi kendala geologi bisa kita kita bisa selesaikan bekerja sama dengan tim yang ada di lapangan dan kita juga meng-hire tim teknis dari ITB.

Next.

Ini hanya sekilas gambaran mengenai kondisi tunnel 2 di mana memang aspek Glass Cell yang sangat menggangu pada saat proses penggalian tunnel dimana seringkali karena kondisi Glass Cell yang memang membal itu menyebabkan adanya longsoran. Nah kita lakukan ketiga mitigasi, satu adalah menambah titik penggalian dari 2 menjadi 4. Dan kemudian yang kedua adalah merubah metode dari three bench menjadi double side wall. Dan yang terakhir menjadi solusi yang paling jitu diantaranya adalah kita melakukan growthing grouting atas tanah di atas tunnel 2, sehingga bisa mengurangi potensi longsoran.

Next.

Kemudian untuk kontribusi KCJB selama proyek berjalan, salah satunya adalah berdasarkan asesmen yang dilakukan oleh Sucofindo. Di dalam project kami tingkat belanja yang menjadi belanja lokal atau local purchase adalah hampir 70% atau tepatnya 69,70%. Ini tentunya akan berdampak di mana berdampak positif kepada pertumbuhan ekonomi kewilayahan. Di samping itu juga sepanjang (rekaman tidak jelas) lahan di mana project KCJB ini membebaskan lahan menggunakan dana sendiri walaupun ini adalah konstruksi untuk pelayanan publik, mungkin ini berbeda dengan jalan tol dan lain-lain, di mana seluruh pengadaan lahan menggunakan dana negara. Jadi kita mengeluarkan dana dari proyek untuk pengadaan lahan hampir 15 triliun dibayarkan semuanya kepada warga dengan menggunakan dasar Undang- Undang Nomor (2) 2012 yang menurut kami harganya sangat fair.

Next.

Kemudian penyerapan tenaga kerja di mana dari awal di dalam proses perencanaan di FS nya memang di harapkan dengan tingkat kesulitan yang sangat tinggi terkait dengan teknologi kereta api cepat perbandingan tenaga asing dibanding tenaga lokal 1:4. Namun dengan berkembangnya project di mana penyerapan teknologi transfer teknologi dan knowledge berjalan dengan cepat. Sehingga pada realisasinya alhamdulillah sampai hari ini kita bisa mengurangi porsi tenaga asing. Di mana perbandingannya di dalam realisasi

(12)

adalah 1:7. Jadi secara total tenaga kerja di kami, di seluruh lokasi proyek ada 15.487, di mana 2.010 adalah pekerja asing, sementara 13.477 adalah pekerja lokal. Pekerja asing ini seiring dengan akan semakin bertambahnya progres semakin berkurang setiap waktu karena memang adanya transfer teknologi dan knowledge yang baik di project kami.

Next.

Ini yang tadi kami sampaikan beberapa hal tekait dengan transfer teknologi dan knowledge secara real-nya adalah di mana salah satunya pekerjaan slab track facility pembuatan slab track di daerah Dawuan Purwakarta yang semula dibangun oleh Sinohydro BUMN konstruksi China, pada progres 49 pekerjaan. Sinohydro mengundang WIKA dalam hal ini WIKA Beton untuk belajar manajerial sampai ke aspek teknis. Kemudian satu bulan berikutnya pada progress 51% seluruh fasilitas, kemudian peralatan teknologi semuanya diserahkan kepada WIKA Beton. Sehingga saat ini WIKA Beton yang mengoperasikan fasilitas tersebut. Dengan cara seperti ini lah kita bisa mengurangi porsi tenaga kerja asing di project kereta api cepat Jakarta- Bandung secara bertahap yang ujungnya adalah 1:7 dari rencana 1:4.

Kemudian BUMN konstruksi China lainnya CRIC membuat buku panduan mengenai pekerjaan tunnel, sebagai bagian dari transfer teknologi.

Kemudian China Railway dalam hal ini sudah menyusun SOP dalam versi bahasa inggris untuk nantinya diserahkan kepada kita secara bertahap, sebagai bagian dari pembuatan SOP prosedur untuk pengoperasian kereta api cepat. Tentunya menyesuaikan dan mengacu kepada peraturan Menteri Perhubungan yang saat ini sedang disusun.

Kemudian penggunaan SDM berpengalaman PT. KAI ini juga akan mendukung percepatan proses transfer dan teknologi, pelatihan, seminar pelatihan yang melibatkan tim expert dari HSR China. Di mana kita terus mengundang hampir setiap minggu dari beberapa universitas, sekolah, maupun termasuk dari KAI sendiri, WIKA, dan Dirjen Perkeretaapian untuk belajar langsung selama masa uji di proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung.

Next.

Kemudian kontribusi penerimaan negara sampai dengan posisi 31 Desember, proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung telah memberikan kontribusi kepada penerimaan negara sejumlah 5,34 triliun di mana diantaranya terdiri dari kewajiban pembayaran pajak 3,73 triliun, kemudian adanya penggantian PBB, dari Rumija jalan tol 16,9 miliar, yang lainnya adalah sewa Barang Milik Negara baik itu lahan Halim, Rumija jalan tol. Sehingga total sampai 31 Desember 2021 ini sudah 5,34 triliun penerimaan negara dari proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung.

Next.

Baik Bapak Ibu, Pimpinan, dan Anggota Komisi V DPR yang kami hormati.

(13)

Ini adalah terkait dengan feasibility study kereta api cepat Jakarta- Bandung. Kalau kita lihat memang ada 3 FS di antaranya dari mulai Agustus 2015-2016 dan terakhir disempurnakan di Januari 2017. Kalau kita lihat memang secara FS masuk di dalam katagori visible. Namun, karena kita melihat bahwa kondisi saat ini terutama karena terdampak dengan covid akan sangat mempengaruhi demand forecast dan kondisi ekonomi lingkungan yang lain. Sehingga, kami menunjuk lagi kepada konsultan dalam hal ini CRDC dan KPMJ untuk melakukan review FS serta update finansial model. Di mana sebelumnya telah dilakukan juga kajian studi demand forecast oleh Polar UI, dan kami sangat mengharapkan hasil dari Polar UI benar-benar mewakili kondisi saat ini.

Di mana kita buat asumsi bahwa 5 tahun pertama pertumbuhannya sangat kecil menyesuaikan dengan adanya kondisi covid. Dan kita sangat mengharapkan adanya limpahan atau bangkitan, perpindahan perjalanan dari jalan tol ke kereta api cepat. Salah satu keuntungan kereta api cepat adalah menghindari kemacetan, polusi dan lain-lain. Diharapkan ke depan dengan adanya kereta api cepat, skenario untuk pemindahan penumpang dari jalan tol baik menggunakan kendaraan pribadi atau public transport bisa benar-benar jadi sesuai dengan apa yang jadi hasil dari studi dari tim Polar UI.

Next.

Jadi kalau kita lihat tadi dari tiga FS yang pertama sampai dengan 2017 menggunakan kajian demand forecast yang dilakukan oleh Lab ITB, di mana asumsi penumpang perhari dimulai dari 61.157 penumpang per hari. Kemudian setelah dilakukan evaluasi oleh Polar UI dengan memperhatikan semua asumsi termasuk terkait adanya rencana kepindahan Ibu Kota dan lain-lain, penumpang menjadi 31.000 penumpang per hari dan ini menjadi satu asumsi dasar yang kita gunakan yang saat ini pada saat kita menunjuk KPMJ dan CRDC melakukan review FS ke depan.

Next.

Seperti yang tadi kami sampaikan bahwa harapan kami dengan adanya proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung ini benar-benar bisa mengurangi kepadatan yang ada di jalan tol atau kesibukan yang ada di jalan raya. Di mana kalau kita lihat dari studi Polar UI memang menggambarkan seperti itu hampir 27% pengguna kereta api cepat nantinya diharapkan dari adanya pemindahan pengguna jalan tol. Baik yang menggunakan kendaraan pribadi, bus, dan travel beralih ke kereta api cepat.

Tentunya dengan adanya studi dari Polar UI yang menggunakan teknik asumsi yang kita bisa jaga independensi dan integritasnya. Kita bisa mengharapkan bahwa ke depan peran dari kereta api cepat untuk menjadi alternatif moda bagi masyarakat yang akan berpergian dari Jakarta ke Bandung dan sebaliknya memang benar akan terjadi seperti ini.

Next.

(14)

Kemudian untuk rencana penggunaan PMN, bahwa seperti tadi kami sampaikan di awal sudah ada setoran modal dari PT. KAI lewat PSBI, 4,3 triliun dan kami tadi juga sudah jelaskan penggunaannya. Salah satunya untuk pembayaran (rekaman tidak jelas) PMN Rumija kepada Kementerian PUPR ke kas negara. Kemudian, biaya penyambungan UCL PLN ini penggantian investasi yang dilakukan oleh PLN untuk melayani secara khusus kereta api cepat.

Kemudian CSMR clearance, ini kepada Telkomsel terkait dengan adanya intervensi, kemungkinan intervensi antara jaringan Telkomsel dengan jaringan CSMR yang akan digunakan oleh kereta api cepat. Kemudian premi asuransi, kemudian pembayaran progres pekerjaan kepada kontraktor, konsultan supervisi, dan pembayaran material offshore

Next.

Demikan paparan singkat yang bisa kami sampaikan sesuai arahan dari Bapak Pimpinan. Secara detail nanti kita akan masukan ke dalam pendalaman, selebihnya mohon arahan dan masukan dari Bapak Ibu semuanya.

Terima kasih

Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.

KETUA RAPAT:

Terima kasih Pak Dirjen Kereta Api dan Bapak Dirut PT. KCIC atas paparannya. Selanjutnya kami akan mempersilakan kepada Anggota Komisi V baik yang hadir secara virtual maupun yang hadir secara fisik dan akan dimulai oleh Pak Mulyadi, saya persilakan Pak Mulyadi dari Fraksi Partai Gerindra.

Pak Mulyadi?

F-P.GERINDRA (Drs. H. MULYADI, MMA.):

Siap sip izin. Jelas suaranya?

KETUA RAPAT:

Oke ini udah kedengaran Pak kedengaran.

F-P.GERINDRA (Drs. H. MULYADI, MMA.):

Mohon maaf tidak pakai video karena lagi (rekaman tidak jelas).

Terima kasih Pimpinan dan Anggota Komisi V yang saya hormati.

(rekaman tidak jelas) KETUA RAPAT:

(15)

Pak Mul suaranya agak putus-putus Pak.

F-P.GERINDRA (Drs. H. MULYADI, MMA.):

Oke saya coba ini Pak ya.

KETUA RAPAT:

Oke

F-P.GERINDRA (Drs. H. MULYADI, MMA.):

Halo.

KETUA RAPAT:

Iya-iya oke-oke udah bagus Pak.

F-P.GERINDRA (Drs. H. MULYADI, MMA.):

Jadi banyak sekali pertanyaan untuk manajemen KCIC ya, terutama terkait tentang struktur permodalan. Kami concern di Komisi V adalah setiap project harus menjadi solusi bukan legacy Pak ya. Karena project ini berbiaya mahal, strategis, dan menjadi perhatian publik yang tidak pernah berhenti.

Saya kebetulan Dapil Jawa Barat Pak ya, intensitas aktivitas saya Jakarta-Bandung juga tinggi. Tapi apa yang saya ingin lihat ternyata sharing dengan dewan-dewan di tingkat Kabupaten yang wilayah-wilayahnya terkena project ini banyak keluhan ini. Saya kira Direksi harus segera merespon terutama terkait gangguan-gangguan pekerjaan konstruksi dan segala macam itu. Terutama juga terhadap fasos dan fasum ya yang harus juga menjadi bagian dari tanggung jawab KCIC, itu satu.

Jadi artinya Pak libatkan stakeholder di Daerah Pak ya, jangan mereka hanya menonton bahkan hanya dapat masalahnya saja. Kebetulan saya Dapil Jabar Pak jadi saya punya concern luar biasa terkait project ini.

Yang kedua, Pak struktur permodalan apalagi dengan pembiayaan dan terakhir kita, kebetulan saya di Banggar juga Pak ada perdebatan kuat tentang PMN Pak ya. Saya meminta Bapak memiliki tanggung jawab kuat tehadap project ini. Kenapa? karena ini berbiaya tinggi, cost of fund pasti tinggi. Kalau tejadi delay karena masalah geografis, kemudian pandemi dan seterusnya, jangan sampai nanti kemudian project ini settlement dari pinjaman-pinjaman itu menjadi debt atau equity Pak, ya hutang jadi saham. Jangan-jangan project yang menjadi kebanggaan ini bukan project milik kita pada akhirnya tapi project milik pemegang saham yang notabene tadi ada bahasa-bahasa di isi segala macam ini kan mengerikan Pak. Maka perjanjian di konstruksi pembiayaan harus clear and clean dalam konteks pengamanan terhadap project-project milik negara yang sangat strategis ini.

(16)

Yang ketiga Pak, saya berharap study-study yang dilakukan terutama tadi tentang forecast demand, harus dari setiap lembaga yang menyuarakan itu harus lembaga-lembaga yang betul-betul tadi yang saya setuju terjaga integritasnya, jangan lembaga-lembaga yang hanya beauty contest hanya untuk menyenangkan manajemen saja Pak ya. Kenapa? karena sekali lagi Pak Bapak dan saya pasti berakhir menduduki posisi sekarang ya. Generasi yang akan datang jangan diberi masalah Pak ya.

Jadi saya kira harus ada objektivitas yang luar biasa, artinya apa, konsep feasibility study untuk mengukur forecast demand tadi harus real Pak ya jangan hanya beauty contest antar lembaga hanya untuk menyenangkan manajemen dan pemerintah dalam tanda petik, tapi negara harus betul-betul mendapatkan informasi yang objektif.

Saya kira itu saja Pimpinan, banyak sekali sebenarnya terutama concern kami di Jawa Barat supaya project ini betul-betul sekali lagi solusi Pak ya bukan legacy. Apalagi kalau sampai delay malah jadi saya kira mudah- mudahan jangan ya Pak menjadi prasasti dan seterusnya ya. Ini harus menjadi project strategi yang bukan saja kebanggaan Jawa Barat, tapi kebanggaan nasional yang harus selesai dan berikan solusi terbaik buat peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pimpinan terima kasih atas kesempatan pertama. Salam hormat, sehat selalu dan mudah-mudahan Allah Subhanahu Wa Ta'ala senantiasa memberikan pertolongan dan kelancaran untuk kita menjalankan tugas.

Terima kasih.

Akhirul Kalam.

Assalamu’alaikum warahmatullahi ta’ala wabarakatuh.

KETUA RAPAT:

Terima kasih Pak Mulyadi.

Selanjutnya kami persilakan kepada Bapak Hamka B. Kady dari Fraksi Partai Golkar, sudah kelihatan wajahnya Pak.

F-P.GOLKAR (Drs. HAMKA BACO KADY, M.S.):

Iya di kantor juga ini Pak.

KETUA RAPAT:

Ah mantap, silakan.

F-P.GOLKAR (Drs. HAMKA BACO KADY, M.S.):

Oke, kedengaran Ketua?

(17)

KETUA RAPAT:

Kedengaran dan kelihatan gantengnya, silakan Pak.

F-P.GOLKAR (Drs. HAMKA BACO KADY, M.S.):

Bismillahirrohmanirrohim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pimpinan dan seluruh anggota yang saya hormati.

Direksi atau pemegang saham dari KCIC.

Saya ingin mendalami ada tiga poin, tolong diberikan saya pencerahan dulu. Yang pertama, berapa sebenarnya nilai proyek sampai selesai? Karena kita tahu persis ada kelebihan ataukah ada kekurangan ya 2,6 triliun yaitu merupakan cost overrun, dan tidak cairnya pinjaman dari China Development Bank sehingga mengalami hambatan. Itu dulu yang pertama saya mau sampaikan dan tolong dijelaskan kepada saya nilai proyek itu sebenarnya berapa sih ya termasuk overrun-nya.

Kedua, tolong dijelaskan kepada saya struktur modal PT. KCIC, siapa pemegang saham. Apakah KCIC hanya mengoperasikan atau punya modal saham juga. Karena setahu saya bahwa PT Kereta Api ini dapatkan PMN 6,9 triliun. Tadi Pak Mulyadi saya dengar juga sudah menyinggung hal itu dan ini saya dengan Pak Mulyadi itu memang jelas-jelas tanpa melalui APBN karena tidak masuk dalam APBN 2022, kebijakan Kementerian Keuangan mengalokasikan PMN 6,9 triliun. Sedangkan modal yang dibutuhkan itu berapa saya tidak tahu persis berapa sih sebenarnya yang dibutuhkan oleh proyek ini.

Catatan yang saya dengar apa pasti atau tidak, tadinya 85 triliun menjadi 113 triliun karena ada yang disebut cost overrun. Itu yang saya minta dulu penjelasan, setelah penjelasan itu baru saya bisa komentari lebih jauh.

Saya kira itu saja dulu sementara Pak Ketua KETUA RAPAT:

Terima kasih Pimpinan eh Pimpinan, Pak Hamka senior.

F-P.GOLKAR (Drs. HAMKA BACO KADY, M.S.):

Siap, belum Pimpinan belum Pimpinan.

KETUA RAPAT:

Nanti kami doakan Pak.

Selanjutnya kami persilakan kepada Bapak H. Bakri, calon Pimpinan juga, silakan Pak.

(18)

F-PAN (H. A. BAKRI HM., S.E.):

Iya terima kasih.

Pak Ketua, Pimpinan Komisi V, dan Bapak-Bapak, saudara-saudara saya yang nun jauh di sana nggak tahu benar-benar di kantor apa di mana itu.

Saya tidak mengikuti secara rinci mengenai apa yang disampaikan oleh Pak Dirut KCIC ya dan Pak Dirjen. Tapi kalau bicara tentang kereta cepat ini awal- awalnya saya juga termasuk orang yang pada saat itu yang rajin bicara dan sering diundang ke mana-mana. Terakhir saya bicara di PP Muhamadiyah pada saat itu yang menjadi moderator itu Pak Muqoddas Pimpinan KPK.

Dijelaskan bahwa kereta cepat ini tidak akan menggunakan dana APBN. Itu menjadi kata kunci oleh Pemerintah sehingga kita tidak bisa protes, karena murni investasi oleh luar.

Nah, oleh sebab itu mendengar apa yang disampaikan oleh Pak Dirut di sini nyatanya menggunakan dana APBN. Nah, saya terkejut di sini anggaran yang awalnya 85 triliun menjadi 113 triliun, nah ini. Jadi pertanyaan saya, pertama apa jaminan Pemerintah kira-kira, jaminan Pemerintah, jaminan Bapak-Bapak ini yang dipercaya oleh masyarakat menggunakan uangnya.

Kira-kira apakah masih membutuhkan anggaran atau tidak ini sampai selesai pada saat habis 113 triliun, jangan sampai nanti ada nambah lagi. Karena kalau kita dengar di luar dibelakangan ini ya soal benar tidaknya itu nanti deh. Ini banyak akal-akalan daripada Pemerintahan China ini, maaf saya sampaikan ini.

Nah ini, kita perlu betul-betul mengetahui apa jaminan kira-kira. Apakah Bapak berani bersumpah atau bagaimana, atau Bapak nanti juga ikut menyatakan karena sesuatu hal sehingga anggaran ini ditambah lagi. Karena dulu itu Pak pada saat dimulainya pembicaraan tentang kereta cepat itu kata kunci Pemerintah kami tidak menggunakan APBN titik, nah ini. Kalau sudah menggunakan APBN nah ini, artinya apa berarti kita membohongin masyarakat. Nah, Bapak-Bapak pun yang duduk di sini selaku Direktur ya termasuk juga ikut dong ya saya pikir begitu.

Terus iya saya pikir itu aja mungkin Pak Ketua pertanyaan saya sementara.

Terima kasih.

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.

KETUA RAPAT:

Wa’alaikumsalam Pak H. Bakri dari Fraksi Partai PAN.

Selanjutnya kami persilakan kepada Bapak Bambang Hermanto dari Fraksi Partai Golkar.

F-P.GOLKAR (BAMBANG HERMANTO, S.E.):

(19)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Yang saya hormati Pimpinan dan seluruh Anggota Komisi V.

Teman-teman Dirjen Perkeretaapian beserta seluruh jajarannya, dan Seluruh Direksi KCIC yang saya hormati dan saya banggakan.

Saya singkat saja barangkali, yang pertama adalah terkait KCIC. Ini KCIC itu sebagai operator atau sebagai pelaksana atau sebagai apa ini Pak.

Setahu saya dulu itu namanya bukan KCIC, masih menggunakan kayak Waskita terus join apalagi gitu kan ada beberapa perusahaan (rekaman tidak jelas) yang jadi satu, namanya itu Pak. Tiba-tiba sekarang berganti KCIC, ini ceritanya seperti apa gitu, apakah ada perubahan penempatan saham atau seperti apa tolong dijelaskan nanti ya Pak.

Kemudian saya melihat di dalam proses pelaksanaan proyek kereta api cepat ini banyak sekali persoalan. Kalau tadi disampaikan teman-teman terkait dengan keuangan, tetapi saya melihat juga banyak persoalan teknis. Salah satunya adalah kenapa sekarang kereta api cepat Jakarta-Bandung itu tidak sampai di Cileunyi Pak, tiba-tiba sekarang berganti, pos terakhir itu ada di Padalarang, itu satu Pak.

Yang kedua, kemarin saya melihat ada satu pembongkaran tiang, itu tiang apa namanya ya tiang elevasi atau apa namanya dan itu sampai terjadi kecelakaan. Saya kira itu juga patut kita evaluasi dan kita harus pertanyakan Bapak bisa berikan penjelasan, kenapa bisa sampai terjadi pembongkaran Pak, padahal pengawasan itukan bertahap. Dari mulai penentuan titik kordinat sampai dengan pelaksanaan sampai dengan, jadi bangunan itukan bertahap pengawasannya. Tapi kenapa kemudian baru sudah jadi kemudian dibongkar.

Nah ini persoalan buat kita Pak bagaimanapun ini kan semua biaya.

Kalau kemudian perencanaannya tidak bagus apalagi nanti pelaksanaannya. Tentu kan ini semua mengandung biaya, dan biaya ini tentu akhirnya adalah negara dan juga rakyat nanti yang akan menanggung. Saya kira persoalan-persoalan itu, mohon kami diberikan penjelasan.

Terima kasih.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

KETUA RAPAT:

Terima kasih Pak Bambang. Dari Anggota udah nggak ada?

F-P.GOLKAR (Drs. HAMKA BACO KADY, M.S.):

Masih bisa tambah Ketua?

KETUA RAPAT:

(20)

Silakan Pak Hamka silakan.

F-P.GOLKAR (Drs. HAMKA BACO KADY, M.S.):

Iya saya ada kelupaan tadi ya mengenai pajak yang diterima yang sudah diterima, penjelasan daripada PT. KCIC. Yang dari pajak dia barangkali tidak ada proyek itu bisa juga masuk pajak seperti itu Pak. Yang mana Bapak maksudkan di situ pendapatan negara bukan pajak. Saya juga perlu pertanyakan itu ya, karena dikatakan yang sudah masuk pajak lima koma sekian triliun ya Pak ya. Nah, ini juga sumbernya seperti apa sih dan pendapatan negara bukan pajak di situ yang diperoleh apa, tolong rinciannya seperti apa. Jangan merasa bangga bahwa Bapak sudah menyetor pajak ke negara, menurut saya kalau misalnya bukan KCIC pun ya menyetor pajak ya mana pajak, apa namanya penerimaan negara bukan pajak di situ. Tolong diberikan penjelasan saya supaya lebih komprehensif pemikiran kita ini semuanya.

Dan yang terakhir, bahwa sebenarnya yang saya butuhkan itu adalah struktur permodalan daripada KCIC ya. Siapa sih sebenarnya pemegang saham utama di situ ya. Kenapa perlu saya sampaikan ini untuk mengetahui sehubungan pertanyaan Pak Bambang tadi, apakah KCIC Operator atau sebagai apa sebenarnya di dalam pembangunan kereta api cepat ini. Apakah ini konsorsium ataukah hanya operator saja? Nah, ini yang perlu saya pertegas lagi supaya lebih jauh, masih banyak pertanyaan saya setelah dijawab ini.

Makasih Pimpinan.

KETUA RAPAT:

Terima kasih.

Masih ada dari Anggota? Pak Toriq Hidayat dari Fraksi PKS kami persilakan Pak Toriq, iya silakan Pak Ustadz.

F-PKS (K.H. TORIQ HIDAYAT, Lc.):

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.

Terima kasih Pak Pimpinan dan Pak Dirjen.

Yang ingin saya tanyakan yang pertama tentang tenaga kerja, penyerapan tenaga kerja. Tadi di situ disebutkan ada tenaga kerja itu untuk tenaga kerja lokal itu hanya menyerap 13.000. Padahal investasi yang sekarang itu kan yang dari China itu sangat besar dan lebih besar dari estimasi biaya atau investasi dari Jepang. Nah, dalam skema Jepang itu nilai investasi yang lebih murah dapat menyerap tenaga kerja sekitar 35.000 orang. Jadi pertanyaannya kenapa demikian tolong dijelaskan.

Kemudian yang kedua, estimasi penumpang 31.215 perhari itu dasarnya apa, tolong ini juga dijelaskan. Karena kalau bicara masalah hasil

(21)

survei atau apa penelitian yang independen, nah ini untuk hal ini termasuk yang kurang percaya dengan independen-independen itu yang sekarang itu. Jadi tolong dijelaskan masalah estimasi penumpang tersebut. Itu aja barangkali sebagai tambahan oleh teman-teman yang lain.

Terima kasih Pimpinan.

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.

KETUA RAPAT:

Terima kasih.

Masih ada dari Anggota? Iya sepertinya dari Anggota semua sudah selesai. Pak Dirjen dan Pak Dirut PT. KCIC, dari kami mungkin ada sedikit tambahan.

Yang pertama hanya melengkapi ya pertanyaan-pertanyaan dari teman- teman Anggota tadi menyangkut masalah keselamatan kerja yang pertama, saya masuk wilayah fisik dulu Pak. Keselamatan kerja kita menginginkan bahwa dalam pelaksanaan kegiatan ini tentunya harusnya kita mengacu kepada zero accident. Kita mengharapkan hal itu terjadi namun kami mendaptkan berita beberapa kejadian-kejadian tentang kecelakan kerja itu seperti menyangkut masalah ekskavator yang tertimpa pier, pier penumpukan.

Itu apakah tidak mengikuti SOP dan lain sebagainya itu tolong kemudian bisa menjadi perhatian. Jangan sampai kemudian kegiatan ini tidak lagi bisa menjamin keselamatan nyawa para pekerja kita misalkan.

Kemudian selain daripada itu juga kita tentunya menginginkan yang namanya penanganan atas dampak pembangunan rel kereta api cepat ini.

Jadi, tentunya dalam proses pembangunan itu akan berdampak kepada infrastruktur-infrastruktur yang lain. Temasuk diantaranya mungkin adalah jalan nasional ataukah jalan-jalan Provinsi atau Kabupaten/Kota sehingga kita menginginkan ada koordinasi yang jelas antara project kereta api cepat, kereta api cepat Jakarta-Bandung ini dengan Kementerian PUPR dan tentunya Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten/Kota yang dilalui atau terdampak atas pembangunan rel kereta api ini.

Misalkan, akibat pembangunan rel kereta api ini terjadi dampak banjir dan lain sebagainya. Nah, ini juga seharusnya harus menjadi perhatian khusus bahwa jangan sampai pembangunan ini memberikan dampak negatif sebagaimana yang disampaikan tadi oleh Pak Mulyadi kepada masyarakat kita. Jadi, tidak mendapatkan benefit malah mendapatkan kerugian-kerugian.

Seperti halnya juga dengan Kementerian ESDM yang pernah terjadi insiden pipa pertamina yang apa namanya terimbas pada pengeboran tiang pancang. Nah, ini hal-hal ini semua seharusnya kemudian betul-betul menjadi perhatian dan kemudian harus saling terkoordinasi dengan pihak-pihak yang terkait tentang hal tersebut.

(22)

Kemudian yang kedua, menyangkut masalah pembebasan lahan kita berharap bahwa pembahasan lahan ini tidak menjadi kendala sebagaimana proyek-proyek yang ada di Indonesia ini sebagian besar terkendala dengan pembebasan lahan. Jadi kita berharap bahwa hal tersebut bisa disosialisasikan dengan baik pembebasan lahannya, masyarakat kita bisa direalokasi ke wilayah-wilayah yang tentunya dapat mereka mendapatkan penghidupan yang lebih layak.

Selanjutnya, kemudian salah satu pertanyaan kami juga menyangkut masalah apa hal yang membuat kemudian pembangunan ini molor yang tadinya direncanakan di 2000 selesai lebih awal, namun kemudian reschedule menjadi lebih jauh. Kemudian seperti hal-nya yang disampaikan tadi menyangkut masalah pemberdayaan pengusaha lokal yang terpenting sebenarnya adalah transfer knowledge bagi pengusaha-pengusaha lokal kita.

Sehingga dalam ke depannya untuk program-program maintenance itu tidak lagi harus melibatkan perusahaan-perusahaan atau tenaga kerja-tenaga kerja dari luar. Tetapi kita sudah bisa meng-handle sendiri dengan adanya transfer knowledge yang diberikan kepada pengusaha-pengusaha kita ataupun tenaga kerja kita di lokal.

Selanjutnya saya akan masuk ke wilayah keuangan sebagaimana banyak yang disoroti oleh teman-teman tadi tentang baik itu penggunaan APBN ataupun besarnya jumlah pinjaman. Dari anggaran sebelumnya terdapat kenaikan dari 83 triliun menjadi 114 triliun, 113 triliun kurang lebih dan diindikasikan masih akan ada kenaikan lagi nantinya. Kita berharap tidak ada kenaikan lagi, karena apa namanya sebelumnya seperti yang disampaikan Pak Bakri juga tadi bahwa tidak ada APBN ternyata kemudian mau nggak mau kita harus mengintervensi di wilayah itu.

Pertanyaannya sekarang apakah dengan adanya hal tersebut akan merubah komposisi saham perusahaan KCIC ini atau kemudian tetap seperti itu. Kita mau mengetahui apakah dengan adanya penambahan biaya pembangunan ini, berpengaruh terhadap besaran nilai saham masing-masing BUMN atau misalkan yang disebut PSBI tadi, apa namanya Pilar Sinergi BUMN Indonesia yang terdiri dari 4 BUMN. Apakah akan merubah komposisi sahamnya yang di sini Bapak sampaikan dalam berkas Bapak ada sekitar 60%

dari 25% ekuitas yang dimiliki. 60% dikuasai oleh PSBI, yaitu konsorsium BUMN kita dan kemudian 40% diantaranya dipegang oleh Beijing Yawan, dalam artian mungkin adalah perusahan konsorsium yang berasal dari China.

Kepemilihan, kepemilikan 25% ini apakah berpengaruh kepada komposisi saham PSBI dengan Beijing Yawan ini? Dengan adanya kenaikan jumlah biaya pembangunan dan kemudian dengan adanya intervensi PMN di dalamnya. Kemudian, apa yang menjadi dasar penyesuaian harga dari 83 triliun ke 114 triliun. Saya kira kalau pekerjaannya itu pekerjaan yang terencana dengan baik dan kemudian tentunya kita harus mengetahui apa yang membuat adanya penambahan jumlah anggaran.

Sementara yang disampaikan oleh Pak Bambang Hermanto tadi juga ada pemotongan-pemotongan panjang rel kereta api yang tadinya misalkan

(23)

sampai ke mana tadi bahasanya Cileunyi apa hanya sampai ke Padalarang.

Padahal tadinya bahwa perencanaannya lebih jauh tapi kemudian itu tidak jadi seperti itu tapi kenapa kemudian anggaran ini lebih meningkat. Apakah hal ini diakibatkan oleh pekerjaan fisik yang bertambah atau pengaruh kondisi-kondisi sosial lainnya.

Ah ini yang menjadi pertanyaan apakah perencanaan kita bagaimana dengan awalnya, kemudian kenapa bisa terjadi ketimpangan yang cukup besar penambahannya. Seandainya jadi berimbas kepada jumlah harga, berimbas kepada jangka waktu pelaksanaan, dan berimbas pula kepada apa namanya tentunya ke pelayanan masyarakat.

Kemudian, saya ingin juga menyampaikan menyangkut masalah BEP investasi ini. Tadi, disampaikan bahwa dengan adanya pemindahan Ibukota Negara, rencana yang dilaksanakan oleh Pemerintah yaitu akan berdampak kepada penurunan jumlah penumpang tentunya dari Bandung menuju Jakarta.

Nah, dengan adanya pemindahan IKN ini tentunya itu akan mengurangi jumlah penumpang dan pengguna kereta api ini. Dan tentunya berefek juga terhadap proses pengembalian atau nilai investasi kita atau target break event point-nya akan semakin panjang.

Pertanyaannya apakah kemudian umur konstruksi atau umur fasilitas yang kita bangun ini selama berapa tahun dan kemudian BEP nya di tahun ke berapa. Ini tadi saya lihat ada di, apa namanya grafik yang Bapak sampaikan kalau saya nggak salah jatuhnya di 2000 sekitar 50 tahun, 2072.

Nah, pertanyaannya apakah kemudian pekerjaan fisik konstruksi yang Bapak bangun ini dan kemudian kereta api itu, yang sudah akan dioperasikan selama 50 tahun bisa bertahan selama itu, sehingga kemudian nilai break event point-nya kemudian bisa kembali dalam waktu 50 tahun. Dan yang terpenting saya kira adalah besaran nilai pinjaman sebesar 75%. Bunga pinjamannya seberapa besar Pak kalau misalkan jangka waktu pinjamannya mencapai 50 tahun. Nah, kira-kira kiat-kiatnya apa sebenarnya kita mau melihat dari sisi apa namanya sisi layak tidaknya, worth it tidaknya kita melaksanakan kegiatan ini dari sisi keuangan. Dari sisi tentunya yang seperti apa yang Bapak sampaikan tadi PNBP dan lain sebagainya yang bisa dimasukkan kepada negara kita.

Kemudian itu yang terakhir, mungkin atas dampak pembangunan ini juga tentu di Bandara Kertajati apakah sudah masuk dalam feasibility study Bapak. Karena tentunya dengan adanya kereta api cepat ini orang Bandung juga akan berpikir menuju ke Jakarta ke Halim lebih cepat daya tempuhnya dibandingkan ke Kertajati untuk terbang. Nah, pertanyaan saya apakah investasi negara seperti Bandara Kertajati itu juga sudah dihitung dalam feasibility study KCIC ini menyangkut masalah sampai saat ini saja kita tahu Kertajati itu tidak dapat berfungsi dengan maksimal dengan tidak adanya penumpang yang ke sana, yang kecenderungannya dari Bandung orang-orang semuanya akan berangkat ke Cengkareng ke Jakarta karena jarak tempuh.

Nah dengan adanya kereta api cepat ini semakin memangkas jarak tempuh antara Bandung-Jakarta tentunya berefek sama Kertajati ini. Coba

(24)

nanti mungkin ada dari Pak Dirjen kereta api yang bisa sekaligus berkoordinasi di Dirjen dan Dirjen Perhubungan. Dan kemudian dampak lain terhadap usaha- usaha masyarakat, usaha-usaha rakyat. Seperti menyangkut masalah bus day trans, apakah ini kemudian apakah sudah diperhitungkan juga dampaknya.

Apakah tidak mematikan usaha-usaha yang sudah ada sebelumnya dengan adanya kereta api cepat ini. Begitupun juga dengan Kereta Argo Parahyangan yang sebelumnya sudah ada seperti apa. Kemudian posisi investasi kita di Kereta Argo Parahayangan ini apakah kemudian dengan hadirnya kereta cepat Jakarta-Bandung ini akan berefek negatif kepada fasilitas kereta api kita yang sudah ada sebelumnya.

Mungkin kurang lebih kalau dari saya itu, nanti kami akan meminta tanggapan atau jawaban dari baik itu dari PT. KCIC ataupun dari Pak Dirjen Kereta Api. Yang kemudian nanti kalau memang dari Anggota ingin menanggapi hal tersebut akan kami persilakan kembali. Selanjutnya saya serahkan kepada Pak Dirjen Kereta Api untuk menjawab pertanyaan- pertanyaan atau pendalaman yang disampaikan oleh Anggota Komisi V DPR RI yang tadi. Saya persilakan Pak Dirjen Kereta Api dulu, selanjutnya ke Pak Dirut PT. KCIC. Saya persilakan Pak.

DIRJEN PEREKRETAAPIAN KEMENTERIAN PERHUBUNGAN RI (Ir.

ZULFIKRI, M.Sc., DEA.):

Baik terima kasih Pak Pimpinan.

Jadi dari beberapa pendalaman yang disampaikan oleh Anggota Komisi V, mungkin saya bisa kelompokkan ke dalam dua iya dua jenis pendalaman Pak. Yang pertama terkait dengan teknis dari pada pembangunan itu sendiri.

Yang kedua adalah masalah finansial untuk project ini sampai ke nanti bagaimana kita memberikan konsesinya.

Yang pertama, terkait dengan teknis mungkin Pak kami tadi menuturkan beberapa kendala tadi yang disampaikan oleh Pak Pak Andi Iwan juga.

Bagaimana dampak pembangunan kereta api ini, pembangunan kereta cepat ini terhadap apa wilayah-wilayah yang terdampak dari pembangunan. Perlu kami sampaikan termasuk dalam pengadaan lahan.

Untuk masalah koordinasi mulai dari pembangunan dari awal Pak Bapak-Bapak sekalian. Perlu saya sampaikan bahwa memang koordinasi untuk mulai dari pengadaan lahan sampai ke pembangunan, ini dilakukan koordinasi penuh dan intensif oleh Menko Marves Pak. Kami termasuk di dalamnya, di dalam juga dari awal kami juga mengikuti ini. Bahwa pemda- pemda juga dilibatkan untuk pengadaan lahan. Oleh Karena tadi disampaikan oleh Pak Dirut bahwa Alhamdulillah masalah-masalah pembebasan lahan sudah bisa diatasi walaupun di awalnya memang agak-agak banyak terkendala masalah.

Itu terkait dengan pembangunan secara teknis, jadi kami bagian dari (rekaman tidak jelas) Kementerian PUPR juga ada masuk di dalamnya. Hal-hal yang terjadi di dalam beberapa kejadian-kejadian dari pembangunan terkait

(25)

dengan keselamatan kerja. Ini juga kita bahas bersama dengan Menko Marves yang sifatnya memang lintas stakeholder terkait.

Nah, yang selanjutnya yang perlu saya sampaikan juga di sini nanti mungkin Pak Pak Dirut bisa menyampaikan teknis terkait dengan keuangan.

Kami masih menunggu setelah konsesi yang kita berikan tadi itungan 50 tahun setelah izin operasi diberikan. Kami masih menunggu review dari yang dilakukan oleh KCIC terkait dengan FS kereta cepat ini Pak.

Jadi, kita coba lihat nanti secara detail asumsi-asumsi yang digunakan tadi sudah disampaikan oleh Pak Dirut, asumsi semua dan bergeser bergerak.

Termasuk juga cost overrun yang akan terjadi mungkin setelah akibat pembangunan yang molor dan adanya pandemi yang kita alami beberapa tahun ini.

Jadi ini kita masih menunggu kita akan lihat, kita juga tentunya akan melakukan apakah amandemen dari konsesi dari review FS yang dilakukan oleh KCIC nanti Pak. Itu yang terkait dengan masalah finansial yang akan didalami lagi.

Nah, yang terakhir mungkin juga saya sampaikan di sini Pak. Kehadiran kereta cepat untuk mengatasi, sebenarnya kereta cepat di dalam tadi disampaikan bahwa untuk di dalam Ritnas sendiri memang di Pulau Jawa kereta api akan jawaban terhadap konektivitas Pak antar pusat kegiatan antar kota-kota.

Nah, tahap awal yang di Jakarta-Bandung ini kita harapkan memang bisa men-shifting dari angkutan jalan dari pergerakan di jalan ke kereta api ke angkutan massal. Sehingga kemacetan-kemacetan yang terjadi di jalan ini bisa kita atasi dengan menggunakan angkutan masal yang sifatnya memang efisien, baik dalam penggunaan ruang maupun penggunaan energi. Ini yang kita harapkan bisa terwujud.

Dari beberapa pengalaman sebelumnya bahwa persaingan antara angkutan kereta api dan angkutan jalan memang sangat terasa apalagi Jakarta-Bandung memang dalam perjalanannya juga begitu dibangun jalan tol berpindah orang ke jalan tol, tapi setelah ah jalan tol bukan solusi yang panjang karena ternyata mengalami kemacetan juga di simpul-simpul pada saat masuk Jakarta-Bandung, shifting kembali ke kereta api. Nah ini yang memang kami kira kereta api sebagai angkutan yang ramah lingkungan, angkutan yang efisien, merupakan jawaban untuk kota-kota yang berpenduduk cukup padat.

Oke itu Pak, beberapa catatan mungkin untuk pendalaman lebih lanjut terkait dengan finansial atau juga kelayakan ke depannya nanti. Yang menarik adalah yang di sampaikan oleh Pak Bakri, apakah 113 triliun sudah selesai. Ini juga mungkin nanti kita, kita lakukan evaluasi mendalam dari hasil review FS yang dilakukan oleh KCIC.

(26)

Demikian Bapak Pimpinan mungkin kami persilakan kalau selanjutnya untuk Pak Dirut KCIC untuk menjawab beberapa pendalaman yang disampaikan oleh

Makasih Pak.

F-P.NASDEM (H. SYARIEF ABDULLAH ALKADRIE, S.H., M.H.):

Pak Ketua KETUA RAPAT:

Iya Pak, Pak Syarief ya?

F-P.NASDEM (H. SYARIEF ABDULLAH ALKADRIE, S.H., M.H.):

Iya iya Pak Ketua.

KETUA RAPAT:

Iya silakan mohon maaf Pak Direktur KCIC sebelum Bapak menjawab pendalaman mungkin ditambahkan oleh Pak Syarief terlebih dahulu, saya persilakan untuk Pak Syarief terlebih dahulu, silakan Pak.

F-P.NASDEM (H. SYARIEF ABDULLAH ALKADRIE, S.H., M.H.):

Iya terima kasih.

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.

Selamat siang.

Pimpinan rapat yang saya hormati.

Dari Dirjen Perkertaapian beserta seluruh jajaran.

Pertama tentu saya melihat rapat hari ini memang sangat penting untuk kita lakukan. Karena itu sudah menjadi pembicaraan berkatian dengan kereta api cepat, yang tadinya B2B sekarang menjadi B2G. Ya tentu ini harus kita perlu untuk melihat secara keseluruhan. Karena kalau dilihat dari aspek ini ya tentu kita harus melihat dari berapa aspek. Terutama karena ini sekarang sudah kembali menjadi, bahkan sudah masuk kepada APBN, tentunya ini harus menjadi perhatian. Karena yang tadinya ini selalu disampaikan bahwa ini tidak mengganggu dari APBN.

Nah, yang kedua melihat dari terhadap proyek ini tadi sudah dikemukakan. Dalam waktu yang sekian bahkan kalau ada sementara yang mengatakan bahwa ini tidak mungkin itu kembali. Apalagi tadi sudah disampaikan sekitar 50 tahun, 50 tahun itu setengah abad, cukup panjang masanya. Nah, dilihat dari beberapa hal saya melihat ini apalagi kita mau tidak mau dengan IKN ini, saya tidak, disampaikan oleh Pak Iwan berkaitan dengan IKN apa pasti ada pengurangannya.

(27)

Saya tidak melihat dari situ, tetapi dengan IKN ini juga tentu akan membebani 19% ya kalau di undang-undang itu nanti beban APBN belum lagi PMN ya. Ini tentu akan menguras dana kita yang cukup besar. Sementara kebutuhan-kebutuhan regular dan kebutuhan-kebutuhan yang lain yang mendesak, yang strategis, yang dipentingkan, dalam rangka untuk pemerataan pembangunan nasional maupun peningkatan perekonomian ini juga tentu harus menjadi perhatian.

Melihat dari sisi itu, apakah tidak lebih tepat sebelum kita melangkah pada saat itu sebaiknya ini kuat. Karena memang China sendiri menarik diri BUMN-nya itu, kenapa kita paksakan ya kita harus masuk di situ. Saya malah khawatir nanti malahan ini menjadi hasil pembangunan yang tidak bisa apa tidak bisa dinikmati secara baik gitu. Contoh-contoh kan sudah banyak nih Pak, itu kereta LRT Palembang, sekarang itu ya antara hidup dengan tidak juga.

Nah, kemudian Bandara Kertajati Bandung, karena mungkin itu pada saat awalnya terhadap perencanaan dengan bandara itu akibatnya setelah jadi mengalami kesulitan berkaitan dengan transportasi. Kaitan dengan kereta cepat ini yang begitu besar ya 113 triliun itu baru mungkin kita tidak tahu nanti, akan apa ke depan kenaikan dan sebagainya. Nah, tentu akan juga membebani terhadap kenaikan itu karena ini sudah kita terlanjur dimasukan ke APBN tentu akan menanggung juga untuk ke depannya itu.

Saya melihat itu saya khawatir malahan, proyek ini malahan nanti sudah jadi nggak ada yang naik. Saya sudah melihat jembatan tol apa Jakarta- Bandung itu sudah dua tingkat itu, kita bisa lewat atas bisa lewat bawah.

Kemudian juga sudah dibuat lingkar luar jalan tol, lantas dengan perpindahan IKN otomatis juga akan mengurangi tehadap apa kesibukan transportasi yang begitu rupa.

Nah, ini semua ini kan harus diperhitungkan, mana lebih untung kita nantikan itu daripada ini kita tetap lanjutkan dengan begitu dana yang besar.

Saya takut nanti malahan itu akan membawa ke depannya juga ada kesulitan- kesulitan lain ya. Nah ini, ini Pak Dirjen dari sisi pandangan kami kaitan dengan masalah kereta api cepat ini. Saya kira itu terima kasih Pimpinan, ini yang saya sampaikan pada kesempatan ini, demikian.

Selamat siang.

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh.

KETUA RAPAT:

Terima kasih Pak Syarief.

Pak Dirut KCIC tolong sabar dulu kita masih ada satu penanya lagi biar sekalian nanti Bapak catat semua apa yang menjadi tanggapan. Silakan Pak Eddy Santana dari Fraksi Partai Gerindra.

Di unmute dulu Pak.

(28)

F-P.GERINDRA (Ir. EDDY SANTANA PUTRA, M.T.):

Iya Ketua terima kasih.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Pimpinan Komisi V yang saya hormati beserta Anggota, baik yang secara fisik hadir dan virtual.

Yang sama saya hormati dari Direktorat Jenderal Kereta Api dan KCIC.

Pertama kami sudah sudah disinggung Pak Syarief juga. Nah kita ini sebetulnya yang pertama itu harus transparan Pak, transparan melihat teman- teman mendukung itu sudah berapa dana yang dibutuhkan, bagaimana FS nya, bagaimana BEP nya (Break Event Point) kapan, itu singgung-singgung.

Dulu nggak pakai APBN katanya sekarang harus disuntik (rekaman tidak jelas) lagi APBN. Nah ini perlu penjelasan yang lebih konkrit ya.

Yang ingin saya sampaikan juga kita kan ada (rekaman tidak jelas) Pak udah lama itu mungkin dari zaman Belanda ya Jakarta-Bandung saya sering itu pernah sekolah di sana, (rekaman tidak jelas) nah bagaimana nasibnya itu.

Apakah saya kurang paham gitu ya mohon dijelaskan, apakah rel yang lama itu dipakai atau membangun baru sama sekali gitu ya terus yang lama bagaimana.

Nah kita lihat sementara ini di di katakanlah di Eropa itu rel-rel zaman perang dunia (rekaman tidak jelas).

KETUA RAPAT:

Pak Eddy suaranya terputus-putus Pak, Pak Eddy suaranya terputus- putus Pak kok nggak kedengeran.

F-P.GERINDRA (Ir. EDDY SANTANA PUTRA, M.T.):

Apa masih? (rekaman tidak jelas).

KETUA RAPAT:

Masih-masih terputus-putus Pak, masih terputus-putus. Signalnya Bapak agak kurang bagus kayaknya Pak, mohon maaf Pak Eddy kami, kami putus ya Pak mohon maaf ini signalnya.

F-P.GERINDRA (Ir. EDDY SANTANA PUTRA, M.T.):

Silakan aja Pak KETUA RAPAT:

Iya-iya oke.

(29)

Semua dari Anggota sudah selesai tadi gambaran garis besarnya yang apa disampaikan Pak Eddy mungkin Pak Dirut KCIC juga sudah memahami apa yang menjadi pertanyaan beliau.

Selanjutnya saya akan persilakan kepada Pak Direktur Utama PT. KCIC untuk menjawab tanggapan atau pendalaman yang disampaikan oleh Komisi V DPR RI, saya persilakan Pak Direktur.

DIREKTUR UTAMA PT. KCIC (DWIYANA SLAMET RIYADI):

Baik Bapak izin, Bapak, Ibu, Pimpinan Komisi V dan Anggota.

Terkait dengan pertanyaan dari Pak Mulyadi dari Fraksi Gerindra, bahwa ini adalah solusi bukan legacy. Tentunya kami sepakat Bapak dengan itu dan tentunya ke depan kami ingin merealisasikan bahwa proyek KCJB ya memang menjadi bagian dari solusi untuk moda alternatif ke depan dari Jakarta ke Bandung.

Kemudian terkait dengan masalah-masalah eksternalitas lingkungan sosial kami sangat memperhatikan. Hampir setiap bulan bahkan kami mengadakan pertemuan dengan beberapa komponen masyarakat, temasuk terakhir dengan Anggota DPRD Jawa Barat. Dan juga, kalau ada hal-hal yang memang menjadi masalah yang segera kami selesaikan kami langsung ke lokasi ke lapangan membahas bagaimana solusi yang dibutuhkan oleh masyarakat. Termasuk terakhir kami juga dengan Komnas HAM untuk menyelesaikan beberapa masalah yang memang menjadi pertanyaan atau klaim dari masyarakat.

Satu hal yang perlu kami sampaikan di sini adalah hampir semua masalah yang memang menjadi bagian dari dampak project kami selesaikan.

Namun ada beberapa masalah yang kami tidak bisa selesaikan adalah karena memang ada beberapa masyarakat yang mengklaim bahwa tanahnya harusnya menjadi bagian dari trase proyek kereta api cepat Jakarta-Bandung.

Sementara penentuan trase itu dilakukan oleh Pemerintah Provinsi dalam hal ini oleh kantah pertanahan, terkait dengan penentuan lokasi trase.

Sementara ada beberapa masyarakat yang berada di luar trase mereka menginginkan seperti tetangga-tetangganya agar lahanya bisa dibebaskan.

Hal seperti ini yang kami tidak bisa selesaikan, namun ada beberapa hal yang terkait dengan tanah dampak dan segala macam kami masih mencoba untuk mencarikan solusi dengan kantor BPN, baik di Pemerintah Kota dan Kabupaten sepanjang trase di Jakarta-Bandung.

Kemudian terkait dengan struktur permodalan izin Bapak. Memang tadi kami sampaikan di awal mohon share datanya. Kalau memang KCIC ini dimiliki oleh dua konsorsium BUMN, 60% oleh konsorsium BUMN Indonesia, (rekaman tidak jelas) PT.KAI, Jasa Marga dan PTPN VIII. Sementara 40% itu dimiliki oleh konsorsium BUMN China, ada CRIC, CREC, Sinohydro, CRRC dan CRRC. Ini ini dari awal sejak pembentukan KCIC sampai dengan hari ini belum

Referensi

Dokumen terkait

Mulai mengomunikasikan kepada pimpinan atau rekan-rekan kerja tentang masa cuti yang akan diambil dan rencana menyusui saat bekerja sehingga ibu membutuhkan waktu dan

Ruang lingkup penelitian ini dibatasi pada mengkaji dan membandingkan probabilistic neural network dengan metode regresi logistik dalam menganalisis masalah klasifikasi berat bayi

Kisah Informan Merry yang kawin kontrak dengan orang Arab terjadi pada tahun 2013 menjelaskan adanya motif masa depan ( in order to motive ) yang juga menjelaskan

Interaksi an- tara konsentrasi asap cair batang tembakau de- ngan lama perendaman tidak berpengaruh pada kekerasan, warna, aroma, dan total bakteri daging ikan gurami

Tidak boleh melakukan tindakan yang menyangkut risiko pribadi atau tanpa pelatihan yang sesuai.. Evakuasi

selanjutnya disebut Retribusi, adalah pungutan Daerah sebagai pembayaran atas pemanfaatan jasa Pelayanan Pemakaman dan Pengabuan Mayat yang khusus disediakan dan/atau diberikan oleh

turun temurun sejak zaman dulu dan tetap dipertahankan sampai sekarang. 1 Tradisi budaya yang sangat unik ini berupa acara Mappadendang yang dilaksanakan selama

Untuk itu, saya mengharapkan kesediaan dan saudara/i sekalian untuk menjawab dan mengisi kuesioner ini sesuai dengan petunjuk yang sudah ada2. Semua informasi yang saudara/i