• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Tahun Benda Hidup dan Benda Tak Hidup Di Sekitarku. Buku Tematika Terpadu Kurikulum 2013

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Tahun Benda Hidup dan Benda Tak Hidup Di Sekitarku. Buku Tematika Terpadu Kurikulum 2013"

Copied!
197
0
0

Teks penuh

(1)

▸ Baca selengkapnya: lkpd benda di sekitarku

(2)

Benda Hidup dan Benda Tak Hidup Di Sekitarku

Tema 3

Disusun oleh:

Tawar S.Pd

Kementrian Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia

Tahun 2016

Buku Tematika Terpadu Kurikulum 2013

Buku Guru SDLB

Tunagrahita Kelas III

(3)

Hak Cipta © 2016 pada

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang-Undang

MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN

Disklaimer: Buku ini merupakan buku peserta didik berkebutuhan khusus yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka implementasi Kurikulum 2013. Buku guru ini ditelaah oleh berbagai pihak di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan dipergunakan dalam penerapan Kurikulum 2013 untuk satuan pendidikan khusus. Buku ini merupakan dokumen yang fleksibel yang senantiasa diperbaiki dan diperbaharui sesuai dengan kondisi, kemampuan dan kebutuhan peserta didik serta disesuaikan dengan perubahan zaman. Masukan dari berbagai kalangan diharapkan dapat meningkatkan kualitas buku ini.

Katalog Dalam Terbitan (KDT)

Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Benda Hidup dan Benda Tak Hidup di Sekitarku/Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan – Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2016.

iv, 196 hal- Untuk SDLB Kelas III

Seri Pembelajaran Tematik Terpadu Untuk SDLB Kelas III ISBN: 978-602-358-176-4

Buku tematik Terpadu-Studi dan Pengajaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Penulis : Tawar, S.Pd.

Penelaah materi : Dr. Triyanto PW, Drs. Slamet W

Penyelia Penerbitan : Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kemdikbud

Ilustrator/Setter : Doni; Joko / Ismail

Diterbitkan Oleh : Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Dasar dan Menengah

Cetakan Ke-1, 2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah swt. Yang telah memberikan kekuatan, kesempatan, kesehatan, petunjuk, serta kamampuan kepada penulis untuk menyelesaikan penulisan buku: Tematik terpadu Kurikulum Pendidikan Khusus 2013 dengan Tema: ”Benda Hidup Dan Benda Tak Hidup Di Sekitarku” ini.

Buku ini secara khusus dirancang untuk membantu siswa dan guru dalam pembelajaran di sekolah. Pembahasan buku ini mengacu pada silabus pembelajaran yang telah ditetapkan serta disesuiakan dengan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pendidikan Khusus.

Sejalan dengan tuntutan kemajuan dan perkembangan pendidikan, buku ini disusun dengan harapan, dapat menjadi salah satu sumber belajar bagi anak berkebutuhan khusus di sekolah. Uraian buku Ini dibagi dalam 4 subtema yaitu: Subtema 1 Membersihkan ruang kelasku, Subtema 2 Membersihkan Halaman Sekolahku, Subtema 3 Membersihkan Taman Sekolahku dan Subtema 4 Membersihkan Perpustakaan Sekolahku.

Pebahasan materi dalam buku ini di upayakan sesuai dengan kebutuhan praktis di lapangan. Disamping itu , penulis juga telah berusaha menyajikannya sedemikian rupa agar mudah dipahami oleh pembaca. Dalam buku ini mengacu pada pembelajaran saintifik. Setiap subtema terdapat 6 pembelajaran. Dimana di pembelajaran ke 6 ditambahkan rangkaian pengulangan materi, sekarang aku bisa dan latihan dari pembelajaran 1 s.d 5. Dengan demikian, diharapkan pembaca akan dapat langsung merefleksi materi pelajaran, membuka kreatif siswa dan guru dalam proses belajar mengajar. Pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: Direktorat pendidikan dasar dan Menengah Pendidikan Khusus dan Layananan Khusus (PKLK), kepada Pusat Kurikulum dan Perbukuan (PUSKURBUK), Team telaah yang telah memberikan kesempatan dan fasilitas kepada penulis untuk menyusun buku ini. Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada teman- teman guru yang telah memberikan masukkan dan saran selama proses penulisan buku ini, serta tak lupa kepada siswa-siswi sekolah luar biasa yang telah memberikan inspirasi sehingga buku ini dapat terwujud.

Sebagai kata akhir, penulis berharap dan berdoa semoga buku ini dapat memberikan manfaat khususnya bagi anak berkebutuhan khusus dalam mengembangkan segala kompetensi yang ada dan dapat dikembangkan secara maksimal.

Penulis menyadari bahwa dalam buku ini masih banyak kelemahan dan kekurangan, baik substansi maupun teknis penulisan. Karena itu, diharapkan kritik dan saran dari semua pembaca untuk penyempurnaan buku ini, dan atas kritik dan saran, masukkan untuk perbaikan dari pembaca diucapkan terima kasih.

(4)

Hak Cipta © 2016 pada

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Dilindungi Undang-Undang

MILIK NEGARA TIDAK DIPERDAGANGKAN

Disklaimer: Buku ini merupakan buku peserta didik berkebutuhan khusus yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangka implementasi Kurikulum 2013. Buku guru ini ditelaah oleh berbagai pihak di bawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan dipergunakan dalam penerapan Kurikulum 2013 untuk satuan pendidikan khusus. Buku ini merupakan dokumen yang fleksibel yang senantiasa diperbaiki dan diperbaharui sesuai dengan kondisi, kemampuan dan kebutuhan peserta didik serta disesuaikan dengan perubahan zaman. Masukan dari berbagai kalangan diharapkan dapat meningkatkan kualitas buku ini.

Katalog Dalam Terbitan (KDT)

Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Benda Hidup dan Benda Tak Hidup di Sekitarku/Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan – Jakarta : Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2016.

iv, 196 hal- Untuk SDLB Kelas III

Seri Pembelajaran Tematik Terpadu Untuk SDLB Kelas III ISBN: 978-602-358-176-4

Buku tematik Terpadu-Studi dan Pengajaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Penulis : Tawar, S.Pd.

Penelaah materi : Dr. Triyanto PW, Drs. Slamet W

Penyelia Penerbitan : Pusat Kurikulum dan Perbukuan Balitbang Kemdikbud

Ilustrator/Setter : Doni; Joko / Ismail

Diterbitkan Oleh : Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Pendidikan Dasar dan Menengah

Cetakan Ke-1, 2016

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kepada Allah swt. Yang telah memberikan kekuatan, kesempatan, kesehatan, petunjuk, serta kamampuan kepada penulis untuk menyelesaikan penulisan buku: Tematik terpadu Kurikulum Pendidikan Khusus 2013 dengan Tema: ”Benda Hidup Dan Benda Tak Hidup Di Sekitarku” ini.

Buku ini secara khusus dirancang untuk membantu siswa dan guru dalam pembelajaran di sekolah. Pembahasan buku ini mengacu pada silabus pembelajaran yang telah ditetapkan serta disesuiakan dengan Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar Pendidikan Khusus.

Sejalan dengan tuntutan kemajuan dan perkembangan pendidikan, buku ini disusun dengan harapan, dapat menjadi salah satu sumber belajar bagi anak berkebutuhan khusus di sekolah. Uraian buku Ini dibagi dalam 4 subtema yaitu: Subtema 1 Membersihkan ruang kelasku, Subtema 2 Membersihkan Halaman Sekolahku, Subtema 3 Membersihkan Taman Sekolahku dan Subtema 4 Membersihkan Perpustakaan Sekolahku.

Pebahasan materi dalam buku ini di upayakan sesuai dengan kebutuhan praktis di lapangan. Disamping itu , penulis juga telah berusaha menyajikannya sedemikian rupa agar mudah dipahami oleh pembaca. Dalam buku ini mengacu pada pembelajaran saintifik. Setiap subtema terdapat 6 pembelajaran. Dimana di pembelajaran ke 6 ditambahkan rangkaian pengulangan materi, sekarang aku bisa dan latihan dari pembelajaran 1 s.d 5. Dengan demikian, diharapkan pembaca akan dapat langsung merefleksi materi pelajaran, membuka kreatif siswa dan guru dalam proses belajar mengajar. Pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: Direktorat pendidikan dasar dan Menengah Pendidikan Khusus dan Layananan Khusus (PKLK), kepada Pusat Kurikulum dan Perbukuan (PUSKURBUK), Team telaah yang telah memberikan kesempatan dan fasilitas kepada penulis untuk menyusun buku ini. Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada teman- teman guru yang telah memberikan masukkan dan saran selama proses penulisan buku ini, serta tak lupa kepada siswa-siswi sekolah luar biasa yang telah memberikan inspirasi sehingga buku ini dapat terwujud.

Sebagai kata akhir, penulis berharap dan berdoa semoga buku ini dapat memberikan manfaat khususnya bagi anak berkebutuhan khusus dalam mengembangkan segala kompetensi yang ada dan dapat dikembangkan secara maksimal.

Penulis menyadari bahwa dalam buku ini masih banyak kelemahan dan kekurangan, baik substansi maupun teknis penulisan. Karena itu, diharapkan kritik dan saran dari semua pembaca untuk penyempurnaan buku ini, dan atas kritik dan saran, masukkan untuk perbaikan dari pembaca diucapkan terima kasih.

(5)

Kata Pengantar ... iii

Daftar isi ... iv

Tentang Buku Panduan Guru ... 1

Bagaimana Menggunakan Buku panduan Guru ... 2

Panduan Penilaian ... 3

Standar Kompetensi.... ... 17

Subtema 1 Tumbuhan ... 18

Subtema 2 Hewan ... 61

Subtema 3 Air... 103

Subtema 4 Tanah ... 149

Glosarium ... 190

Daftar Pustaka ... 191

Daftar Isi

Tentang Buku Panduan Guru

Buku ini disusun agar guru mendapat gambaran yang jelas dan rinci dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Buku ini berisi:

1. Jaringan tema yang memberi gambaran kepada guru tentang suatu tema yang melingkupi beberapa kompetensi dasar (KD) dan indikator dari berbagai mata pelajaran,

2. Kegiatan pembelajaran tematik terpadu untuk menggambarkan kegiatan pembelajaran yang menyatu dan mengalir,

3. Pengalaman belajar yang bermakna untuk membangun sikap dan perilaku positif, penguasaan konsep, keterampilan berpikir saintifik, berpikir tingkat tinggi, kemampuan menyelesaikan masalah, inkuiri, kreativitas dan pribadi reflektif,

4. Berbagai teknik penilaian siswa,

5. Informasi yang menjadi acuan kegiatan remedial dan pengayaan,

6. Kegiatan interaksi guru dan orangtua, yang memberikan kesempatan kepada orangtua untuk ikut berpartisipasi aktif melalui kegiatan belajar siswa di rumah, dan

7. Petunjuk penggunaan buku siswa.

Kegiatan pembelajaran di buku ini didesain untuk mengembangkan kompetensi (sikap, pengetahuan, dan keterampilan) siswa melalui aktivitas yang bervariasi. Aktivitas tersebut meliputi:

1. Membuka pelajaran yang menarik perhatian siswa, seperti membacakan cerita, bertanya jawab, bernyanyi, permainan, demonstrasi, memberikan masalah dan sebagainya,

2. Menginformasikan tujuan pembelajaran sehingga siswa dapat mengorganisasi informasi yang disampaikan (apa yang dilihat, didengar, dirasakan, dan dikerjakan),

3. Memantik/memicu pengetahuan siswa yang diperoleh sebelumnya agar siswa bisa mengaitkan pengetahuan terdahulu dan yang akan dipelajari, 4. Pemberian tugas yang bertahap guna membantu siswa memahami konsep, 5. Penugasan yang membutuhkan keterampilan tingkat tinggi,

6. Pemberian kesempatan untuk melatih keterampilan atau konsep yang telah dipelajari, dan

7. Pemberian umpan balik yang akan menguatkan pemahaman siswa.

(6)

Kata Pengantar ... iii

Daftar isi ... iv

Tentang Buku Panduan Guru ... 1

Bagaimana Menggunakan Buku panduan Guru ... 2

Panduan Penilaian ... 3

Standar Kompetensi.... ... 17

Subtema 1 Tumbuhan ... 18

Subtema 2 Hewan ... 61

Subtema 3 Air... 103

Subtema 4 Tanah ... 149

Glosarium ... 190

Daftar Pustaka ... 191

Daftar Isi

Tentang Buku Panduan Guru

Buku ini disusun agar guru mendapat gambaran yang jelas dan rinci dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Buku ini berisi:

1. Jaringan tema yang memberi gambaran kepada guru tentang suatu tema yang melingkupi beberapa kompetensi dasar (KD) dan indikator dari berbagai mata pelajaran,

2. Kegiatan pembelajaran tematik terpadu untuk menggambarkan kegiatan pembelajaran yang menyatu dan mengalir,

3. Pengalaman belajar yang bermakna untuk membangun sikap dan perilaku positif, penguasaan konsep, keterampilan berpikir saintifik, berpikir tingkat tinggi, kemampuan menyelesaikan masalah, inkuiri, kreativitas dan pribadi reflektif,

4. Berbagai teknik penilaian siswa,

5. Informasi yang menjadi acuan kegiatan remedial dan pengayaan,

6. Kegiatan interaksi guru dan orangtua, yang memberikan kesempatan kepada orangtua untuk ikut berpartisipasi aktif melalui kegiatan belajar siswa di rumah, dan

7. Petunjuk penggunaan buku siswa.

Kegiatan pembelajaran di buku ini didesain untuk mengembangkan kompetensi (sikap, pengetahuan, dan keterampilan) siswa melalui aktivitas yang bervariasi. Aktivitas tersebut meliputi:

1. Membuka pelajaran yang menarik perhatian siswa, seperti membacakan cerita, bertanya jawab, bernyanyi, permainan, demonstrasi, memberikan masalah dan sebagainya,

2. Menginformasikan tujuan pembelajaran sehingga siswa dapat mengorganisasi informasi yang disampaikan (apa yang dilihat, didengar, dirasakan, dan dikerjakan),

3. Memantik/memicu pengetahuan siswa yang diperoleh sebelumnya agar siswa bisa mengaitkan pengetahuan terdahulu dan yang akan dipelajari, 4. Pemberian tugas yang bertahap guna membantu siswa memahami konsep, 5. Penugasan yang membutuhkan keterampilan tingkat tinggi,

6. Pemberian kesempatan untuk melatih keterampilan atau konsep yang telah dipelajari, dan

7. Pemberian umpan balik yang akan menguatkan pemahaman siswa.

(7)

Bagaimana Menggunakan Buku Panduan Guru

Buku Panduan Guru memiliki dua fungsi, yaitu sebagai petunjuk penggunaan buku siswa dan sebagai acuan kegiatan pembelajaran di kelas.

Mengingat pentingnya buku ini, disarankan memperhatikan hal-hal sebagai berikut.

1. Bacalah halaman demi halaman dengan teliti.

2. Pahamilah setiap Kompetensi Dasar dan Indikator yang dikaitkan dengan tema.

3. Upayakan untuk mencakup Kompetensi Inti (KI) I dan (KI) II dalam semua kegiatan pembelajaran. Guru diharapkan melakukan penguatan untuk mendukung pembentukan sikap, pengetahuan, dan perilaku positif.

4. Dukunglah ketercapaian Kompetensi Inti (KI) I dan (KI) II dengan kegiatan pembiasaan, keteladanan, dan budaya sekolah.

5. Cocokkanlah setiap langkah kegiatan yang berhubungan dengan buku siswa sesuai dengan halaman yang dimaksud.

6. Kembangkan ide-ide kreatif dalam memilih metode pembelajaran.

Temukan juga kegiatan alternatif apabila kondisi yang terjadi kurang sesuai dengan perencanaan (misalnya, siswa tidak dapat mengamati tanaman di luar kelas pada saat hujan).

7. Beragam strategi pembelajaran yang akan dikembangkan (misalnya siswa bermain peran, mengamati, bertanya, bercerita, bernyanyi, dan menggambar), selain melibatkan siswa secara langsung, diharapkan melibatkan warga sekolah dan lingkungan sekolah.

8. Guru diharapkan mengembangkan:

a. metode pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM),

b. keterampilan bertanya yang berorientasi pada kemampuan berpikir tingkat tinggi,

c. keterampilan membuka dan menutup pembelajaran, dan d. keterampilan mengelola kelas dan pajangan kelas.

9. Gunakanlah media atau sumber belajar alternatif yang tersedia di lingkungan sekolah.

10. Pada semester I terdapat 4 tema. Setiap tema terdiri atas 4 subtema.

Masing- masing subtema diuraikan menjadi 6 pembelajaran. Setiap pembelajaran diharapkan selesai dalam 1 hari.

11. Empat subtema yang ada direncanakan selesai dalam jangka waktu 4

12. Aktivitas minggu IV diarahkan untuk mengasah daya nalar dan berpikir tingkat tinggi. Kegiatan dirancang untuk membuka kesempatan bertanya dan menggali informasi yang dekat dengan keseharian siswa.

13. Perkiraan alokasi waktu dapat merujuk pada struktur kurikulum. Meskipun demikian, alokasi waktu menurut mata pelajaran hanyalah petunjuk umum.

Guru diharapkan menentukan sendiri alokasi waktu berdasarkan situasi dan kondisi di sekolah dan pendekatan tematik-terpadu.

14. Buku siswa dilengkapi dengan bahan-bahan latihan yang sejalan dengan pencapaian kompetensi.

15. Hasil karya siswa dan bukti penilaiannya dapat dimasukkan ke dalam portofolio siswa.

16. Sebagai upaya perbaikan diri, buatlah catatan refleksi setelah satu subtema selesai.

Misalnya faktor-faktor yang menyebabkan pembelajaran berlangsung dengan baik, kendala-kendala yang dihadapi, dan ide-ide kreatif untuk pengembangan lebih lanjut.

17. Libatkan semua siswa tanpa kecuali dan yakini bahwa setiap siswa cerdas dalam keunikan masing-masing. Dengan demikian, pemahaman tentang kecerdasan majemuk, gaya belajar siswa dan beragam faktor penyebab efektivitas dan kesulitan belajar siswa, sangat dibutuhkan.

18. Demi pencapaian tujuan pembelajaran, diperlukan komitmen guru untuk mendidik sepenuh hati (antusias, kreatif, penuh cinta, dan kesabaran).

PENILAIAN A. Penilaian Sikap

Penilaian sikap adalah kegiatan untuk mengetahui perilaku peserta didik pada saat pembelajaran dan di luar pembelajaran, yang dilakukan untuk pembinaan perilaku sesuai budipekerti dalam rangka pembentukan karakter peserta didik. Upaya untuk meningkatkan dan menumbuhkan sikap yang diharapkan sesuai dengan KI-1 dan KI-2.

Penilaian sikap bertujuan untuk mengetahui perilaku spiritual dan sosial peserta didik dalam kehidupan sehari-hari di dalam dan di luar kelas sebagai hasil pendidikan.

Penilaian sikap memiliki karakteristik yang berbeda dengan penilaian pengetahuan dan keterampilan, sehingga teknik penilaian yang digunakan juga berbeda.

Penilaian sikap dapat dilakukan pada saat kegiatan pembelajaran

(8)

Bagaimana Menggunakan Buku Panduan Guru

Buku Panduan Guru memiliki dua fungsi, yaitu sebagai petunjuk penggunaan buku siswa dan sebagai acuan kegiatan pembelajaran di kelas.

Mengingat pentingnya buku ini, disarankan memperhatikan hal-hal sebagai berikut.

1. Bacalah halaman demi halaman dengan teliti.

2. Pahamilah setiap Kompetensi Dasar dan Indikator yang dikaitkan dengan tema.

3. Upayakan untuk mencakup Kompetensi Inti (KI) I dan (KI) II dalam semua kegiatan pembelajaran. Guru diharapkan melakukan penguatan untuk mendukung pembentukan sikap, pengetahuan, dan perilaku positif.

4. Dukunglah ketercapaian Kompetensi Inti (KI) I dan (KI) II dengan kegiatan pembiasaan, keteladanan, dan budaya sekolah.

5. Cocokkanlah setiap langkah kegiatan yang berhubungan dengan buku siswa sesuai dengan halaman yang dimaksud.

6. Kembangkan ide-ide kreatif dalam memilih metode pembelajaran.

Temukan juga kegiatan alternatif apabila kondisi yang terjadi kurang sesuai dengan perencanaan (misalnya, siswa tidak dapat mengamati tanaman di luar kelas pada saat hujan).

7. Beragam strategi pembelajaran yang akan dikembangkan (misalnya siswa bermain peran, mengamati, bertanya, bercerita, bernyanyi, dan menggambar), selain melibatkan siswa secara langsung, diharapkan melibatkan warga sekolah dan lingkungan sekolah.

8. Guru diharapkan mengembangkan:

a. metode pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAKEM),

b. keterampilan bertanya yang berorientasi pada kemampuan berpikir tingkat tinggi,

c. keterampilan membuka dan menutup pembelajaran, dan d. keterampilan mengelola kelas dan pajangan kelas.

9. Gunakanlah media atau sumber belajar alternatif yang tersedia di lingkungan sekolah.

10. Pada semester I terdapat 4 tema. Setiap tema terdiri atas 4 subtema.

Masing- masing subtema diuraikan menjadi 6 pembelajaran. Setiap pembelajaran diharapkan selesai dalam 1 hari.

11. Empat subtema yang ada direncanakan selesai dalam jangka waktu 4

12. Aktivitas minggu IV diarahkan untuk mengasah daya nalar dan berpikir tingkat tinggi. Kegiatan dirancang untuk membuka kesempatan bertanya dan menggali informasi yang dekat dengan keseharian siswa.

13. Perkiraan alokasi waktu dapat merujuk pada struktur kurikulum. Meskipun demikian, alokasi waktu menurut mata pelajaran hanyalah petunjuk umum.

Guru diharapkan menentukan sendiri alokasi waktu berdasarkan situasi dan kondisi di sekolah dan pendekatan tematik-terpadu.

14. Buku siswa dilengkapi dengan bahan-bahan latihan yang sejalan dengan pencapaian kompetensi.

15. Hasil karya siswa dan bukti penilaiannya dapat dimasukkan ke dalam portofolio siswa.

16. Sebagai upaya perbaikan diri, buatlah catatan refleksi setelah satu subtema selesai.

Misalnya faktor-faktor yang menyebabkan pembelajaran berlangsung dengan baik, kendala-kendala yang dihadapi, dan ide-ide kreatif untuk pengembangan lebih lanjut.

17. Libatkan semua siswa tanpa kecuali dan yakini bahwa setiap siswa cerdas dalam keunikan masing-masing. Dengan demikian, pemahaman tentang kecerdasan majemuk, gaya belajar siswa dan beragam faktor penyebab efektivitas dan kesulitan belajar siswa, sangat dibutuhkan.

18. Demi pencapaian tujuan pembelajaran, diperlukan komitmen guru untuk mendidik sepenuh hati (antusias, kreatif, penuh cinta, dan kesabaran).

PENILAIAN A. Penilaian Sikap

Penilaian sikap adalah kegiatan untuk mengetahui perilaku peserta didik pada saat pembelajaran dan di luar pembelajaran, yang dilakukan untuk pembinaan perilaku sesuai budipekerti dalam rangka pembentukan karakter peserta didik. Upaya untuk meningkatkan dan menumbuhkan sikap yang diharapkan sesuai dengan KI-1 dan KI-2.

Penilaian sikap bertujuan untuk mengetahui perilaku spiritual dan sosial peserta didik dalam kehidupan sehari-hari di dalam dan di luar kelas sebagai hasil pendidikan.

Penilaian sikap memiliki karakteristik yang berbeda dengan penilaian pengetahuan dan keterampilan, sehingga teknik penilaian yang digunakan juga berbeda.

Penilaian sikap dapat dilakukan pada saat kegiatan pembelajaran

(9)

bekerja kelompok dapat dinilai sikap tanggungjawab, saat presentasi dapat dinilai sikap percaya diri. Selain itu, penilaian sikap dapat juga dilakukan di luar kegiatan pembelajaran, misalnya sikap disiplin dapat dinilai dengan mengamati kehadiran peserta didik, sikap jujur, santun dan peduli, dapat diamati pada saat peserta didik bermain bersama teman.

Penilaian sikap dilakukan oleh guru kelas (termasuk guru muatan pelajaran)menggunakan teknik observasi yang ditulis dalam bentuk jurnal.

Penilaian diri danpenilaian antarteman dilakukan oleh peserta didik sesuai kebutuhan guru sebagai alatkonfirmasi.

1. Perencanaan Penilaian Sikap

Setelah menentukan langkah-langkah perencanaan, guru menyiapkan formatpengamatan yang akan digunakan berupa lembar observasi atau jurnal. Indikatoryang telah dirumuskan digunakan sebagai acuan guru dalam membuat lembarobservasi atau jurnal.

a. Observasi

Instrumen yang digunakan adalah format observasi yang berupa matriks yangharus diisi oleh guru berdasarkan hasil pengamatan dari perilaku peserta didikdalam satu semester.

Tabel 3.1a. Contoh Lembar Observasi

Nama : ...

Kelas : ...

Pelaksanaan Pengamatan : ...

No. Aspek yang

diamati Tanggal Catatan Guru

1.

2.

3.

4.

Pelaksanaan pengamatan diisi kegiatan saat pembelajaran dan diluar pembelajaran. Hasil observasi dirangkum dalam format jurnal perkembangan sikap.

Tabel 3.1b. Contoh Format Jurnal Perkembangan Sikap

b. Penilaian diri

Tabel 3.2. Contoh Lembar Penilaian Diri Peserta didik Nama : ...

Kelas : ...

Semester : ...

Petunjuk : Berilah tanda centang (v) pada kolom “ya” atau “tidak” sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

Keterangan :

Pernyataan dapat diubah atau ditambah sesuai dengan butir-butir sikap yang dinilai. Format tabel di atas hanya sebagai contoh, satuan pendidikan No. Tanggal Nama Peserta

didik Catatan Perilaku 1.

2. 3. 4.

Butir Sikap

No Pernyataan Ya Tidak

1. Saya selalu berdoa sebelum melakukan aktivitas 2. Saya shalat lima waktu tepat waktu

3. Saya tidak mengganggu teman saya yang beragama lain berdoa sesuai agamanya

4. Saya berani mengakui kesalahan saya

5. Saya menyelesaikan tugas-tugas tepat waktu 6. Saya berani menerima resiko atas tindakan yang

saya lakukan

7. Saya mengembalikan barang yang saya pinjam 8. Saya meminya maaf jika saya melakukan

kesalahan

9. Saya melakukan praktikum sesuai dengan langkah yang di tentukan

10. Saya datang ke sekolah tepat waktu

(10)

bekerja kelompok dapat dinilai sikap tanggungjawab, saat presentasi dapat dinilai sikap percaya diri. Selain itu, penilaian sikap dapat juga dilakukan di luar kegiatan pembelajaran, misalnya sikap disiplin dapat dinilai dengan mengamati kehadiran peserta didik, sikap jujur, santun dan peduli, dapat diamati pada saat peserta didik bermain bersama teman.

Penilaian sikap dilakukan oleh guru kelas (termasuk guru muatan pelajaran)menggunakan teknik observasi yang ditulis dalam bentuk jurnal.

Penilaian diri danpenilaian antarteman dilakukan oleh peserta didik sesuai kebutuhan guru sebagai alatkonfirmasi.

1. Perencanaan Penilaian Sikap

Setelah menentukan langkah-langkah perencanaan, guru menyiapkan formatpengamatan yang akan digunakan berupa lembar observasi atau jurnal. Indikatoryang telah dirumuskan digunakan sebagai acuan guru dalam membuat lembarobservasi atau jurnal.

a. Observasi

Instrumen yang digunakan adalah format observasi yang berupa matriks yangharus diisi oleh guru berdasarkan hasil pengamatan dari perilaku peserta didikdalam satu semester.

Tabel 3.1a. Contoh Lembar Observasi

Nama : ...

Kelas : ...

Pelaksanaan Pengamatan : ...

No. Aspek yang

diamati Tanggal Catatan Guru

1.

2.

3.

4.

Pelaksanaan pengamatan diisi kegiatan saat pembelajaran dan diluar pembelajaran. Hasil observasi dirangkum dalam format jurnal perkembangan sikap.

Tabel 3.1b. Contoh Format Jurnal Perkembangan Sikap

b. Penilaian diri

Tabel 3.2. Contoh Lembar Penilaian Diri Peserta didik Nama : ...

Kelas : ...

Semester : ...

Petunjuk : Berilah tanda centang (v) pada kolom “ya” atau “tidak” sesuai dengan keadaan yang sebenarnya.

Keterangan :

Pernyataan dapat diubah atau ditambah sesuai dengan butir-butir sikap yang dinilai. Format tabel di atas hanya sebagai contoh, satuan pendidikan No. Tanggal Nama Peserta

didik Catatan Perilaku 1.

2.

3.

4.

Butir Sikap

No Pernyataan Ya Tidak

1. Saya selalu berdoa sebelum melakukan aktivitas 2. Saya shalat lima waktu tepat waktu

3. Saya tidak mengganggu teman saya yang beragama lain berdoa sesuai agamanya

4. Saya berani mengakui kesalahan saya

5. Saya menyelesaikan tugas-tugas tepat waktu 6. Saya berani menerima resiko atas tindakan yang

saya lakukan

7. Saya mengembalikan barang yang saya pinjam 8. Saya meminya maaf jika saya melakukan

kesalahan

9. Saya melakukan praktikum sesuai dengan langkah yang di tentukan

10. Saya datang ke sekolah tepat waktu

(11)

2. Pelaksanaan Penilaian Sikap

Penilaian sikap disesuaikan dengan pendekatan pembelajaran yang dilakukan pada saat pembelajaran dan di luar pembelajaran.

a. Prosedur Pelaksanaan penilaian sikap meliputi hal-hal sebagai berikut:

1) Mengamati perilaku peserta didik pada saat pembelajaran dan di luar pembelajaran

2) Mencatat perilaku-perilaku peserta didik dengan menggunakan lembar observasi

Contoh pengisian jurnal seperti pada tabel 3.6 dan tabel 3.6 berikut Tabel 3.5 Contoh Pengisian Lembar Observasi

Nama : Arora

Kelas : Kelas III/Sem 1

Pelaksanaan Pengamatan : di luar pembelajaran

No Aspek yang diamati Tanggal Catatan guru

1. Taat beribadah 21/07/15 Mengajak teman seagama untuk melakukan ibadah

2. 10/12/15 Mengajak temannya untuk

shalat berjamaah 3.

Keterangan:

Format tabel di atas hanya sebagai contoh, satuan pendidikan dapat mengembangkan sesuai kebutuhan

Tabel 3.6 Contoh Pengisian Jurnal Sikap Spiritual (KI-1) Nama Sekolah : SD Bagimu Negeri

Kelas/Semester : 3/I

Tahun Pelajaran : 2015/2016

Waktu Nama

Peserta Didik

No Catatan Perilaku Butir Sikap

1. 21/07/16 Arora Selalu mengajak teman Ketaatan seagama untuk melakukan beribadah ibadah

Lukito Mendapat bantuan untuk Berperilaku beli buku dan setelah syukur menerima pergi tanpa

mengucapkan terima kasih

2. 22/09/16 Arora Setiap ada kegiatan apapun Berdoa sebelum selalu berdoa dan sesudah me-

lakukan kegiatan Lukito Memberi kesempatan sem- Toleransi

bahyang pada teman yang beragama beda agama

3. 18/11/16 Arora Bangga akan pemberian orang Berperilaku tuanya walaupun terasa syukur kurang

Mengajak temannya untuk Berdoa sebelum berdoa sebelum makan dan sesudah me-

lakukan kegiatan Lukito Mengeluhkan makanan ringan Berperilaku

yang dibawakan orang tua syukur karena kurang banyak

(12)

2. Pelaksanaan Penilaian Sikap

Penilaian sikap disesuaikan dengan pendekatan pembelajaran yang dilakukan pada saat pembelajaran dan di luar pembelajaran.

a. Prosedur Pelaksanaan penilaian sikap meliputi hal-hal sebagai berikut:

1) Mengamati perilaku peserta didik pada saat pembelajaran dan di luar pembelajaran

2) Mencatat perilaku-perilaku peserta didik dengan menggunakan lembar observasi

Contoh pengisian jurnal seperti pada tabel 3.6 dan tabel 3.6 berikut Tabel 3.5 Contoh Pengisian Lembar Observasi

Nama : Arora

Kelas : Kelas III/Sem 1

Pelaksanaan Pengamatan : di luar pembelajaran

No Aspek yang diamati Tanggal Catatan guru

1. Taat beribadah 21/07/15 Mengajak teman seagama untuk melakukan ibadah

2. 10/12/15 Mengajak temannya untuk

shalat berjamaah 3.

Keterangan:

Format tabel di atas hanya sebagai contoh, satuan pendidikan dapat mengembangkan sesuai kebutuhan

Tabel 3.6 Contoh Pengisian Jurnal Sikap Spiritual (KI-1) Nama Sekolah : SD Bagimu Negeri

Kelas/Semester : 3/I

Tahun Pelajaran : 2015/2016

Waktu Nama

Peserta Didik

No Catatan Perilaku Butir Sikap

1. 21/07/16 Arora Selalu mengajak teman Ketaatan seagama untuk melakukan beribadah ibadah

Lukito Mendapat bantuan untuk Berperilaku beli buku dan setelah syukur menerima pergi tanpa

mengucapkan terima kasih

2. 22/09/16 Arora Setiap ada kegiatan apapun Berdoa sebelum selalu berdoa dan sesudah me-

lakukan kegiatan Lukito Memberi kesempatan sem- Toleransi

bahyang pada teman yang beragama beda agama

3. 18/11/16 Arora Bangga akan pemberian orang Berperilaku tuanya walaupun terasa syukur kurang

Mengajak temannya untuk Berdoa sebelum berdoa sebelum makan dan sesudah me-

lakukan kegiatan Lukito Mengeluhkan makanan ringan Berperilaku

yang dibawakan orang tua syukur karena kurang banyak

(13)

Tabel 3.7 Contoh Pengisian Jurnal Sikap Sosial (KI-2) Nama Sekolah : SD Bagimu Negeri

Kelas/Semester : 3/I

Tahun Pelajaran : 2014/2015

Waktu Nama

Peserta Didik

No Catatan Perilaku Butir Sikap

1. 21/07/16 Arora menemukan uang di lingkungan sekolah dan menyerahkan kepada guru kelasnya

Lukito Mengakui belum menyelesaikan Jujur tugas karena tertidur

2. 22/09/16 Arora Terlambat datang ke sekolah

Lukito Selalu datang ke sekolah Disiplin tepat waktu

3. 18/10/16 Arora Meminta maaf karena lupa membawa alat-alat untuk

menggambar Jujur

Tabel 3.8 Contoh Pengisian Instrumen Penilaian Diri Peserta Didik Nama Sekolah : Rumonang

Kelas/Semester : 3/I

Waktu Penilaian : ...

Petunjuk : Berilah tanda cek (v) pada kolom “ya” atau “tidak” sesuai dengan keadaan yang sebenarnya

No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh v 2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian v

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu v 4. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak dipahami v

5. Saya berperan aktif dalam kelompok v

6. Saya menyerahkan tugas tepat waktu v

7. Saya selalu membuat catatan hal-hak yang saya anggap penting v

Keterangan:

Pernyataan dapat diubah atau ditambah sesuai dengan ondisi satuan pendidikan. Format tabel di atas hanya sebagai contoh, satuan pendidikan dapat mengembangkan sesuai kebutuhan

Tabel 3.9 Contoh Pengisian Instrumen Penilaian Antartemen Nama teman yang dinilai : Arora

Nama penilai : Lukito

Kelas/Semester : 3 (tiga) / 1 (satu) Waktu Penilaian : ...

Petunjuk : Berilah tanda cek (v) pada kolom “ya” atau “tidak” sesuai dengan keadaan yang sebenarnya

No. Pernyataan Ya Tidak

1. Berperan aktif dalam kelompok v

2. Menghormati dan menghargai pendapat orang lain v 3. Tidak memaksakan kehendak/pendapatnya v

4. Mau bekerja sama dalam kelompok v

5. Mengerjakan tugas yang diberikan v

Keterangan: Format tabel di atas hanya sebagai contoh, satuan pendidikan dapat mengembangkan sesuai kebutuhan.

3) Menindaklanjuti hasil pengamatan

Hasil pengamatan dan catatan guru tentang aspek sikap peserta didik dibahas oleh seluruh guru minimal dua kali dalam satu semester.

Pembahasan tersebut untuk menindaklanjuti hasil penilaian sikap peserta didik. Pada dasarnya setiap peserta didik diasumsikan berperilaku baik, namun hasil penilaian lebih ditekankan pada peningkatan dan ada pula yang mengalami penurunan terhadap sikap peserta didik. Sebagai tindak lanjut bagi peserta didik yang mengalami peningkatan, perlu diberikan suatu penghargaan baik secara verbal maupun non-verbal, sedangkan untuk peserta didik yang mengalami penurunan sikap maka perlu diberikan program

(14)

Tabel 3.7 Contoh Pengisian Jurnal Sikap Sosial (KI-2) Nama Sekolah : SD Bagimu Negeri

Kelas/Semester : 3/I

Tahun Pelajaran : 2014/2015

Waktu Nama

Peserta Didik

No Catatan Perilaku Butir Sikap

1. 21/07/16 Arora menemukan uang di lingkungan sekolah dan menyerahkan kepada guru kelasnya

Lukito Mengakui belum menyelesaikan Jujur tugas karena tertidur

2. 22/09/16 Arora Terlambat datang ke sekolah

Lukito Selalu datang ke sekolah Disiplin tepat waktu

3. 18/10/16 Arora Meminta maaf karena lupa membawa alat-alat untuk

menggambar Jujur

Tabel 3.8 Contoh Pengisian Instrumen Penilaian Diri Peserta Didik Nama Sekolah : Rumonang

Kelas/Semester : 3/I

Waktu Penilaian : ...

Petunjuk : Berilah tanda cek (v) pada kolom “ya” atau “tidak” sesuai dengan keadaan yang sebenarnya

No. Pernyataan Ya Tidak

1. Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh v 2. Saya mengikuti pembelajaran dengan penuh perhatian v

3. Saya mengerjakan tugas yang diberikan guru tepat waktu v 4. Saya mengajukan pertanyaan jika ada yang tidak dipahami v

5. Saya berperan aktif dalam kelompok v

6. Saya menyerahkan tugas tepat waktu v

7. Saya selalu membuat catatan hal-hak yang saya anggap penting v

Keterangan:

Pernyataan dapat diubah atau ditambah sesuai dengan ondisi satuan pendidikan. Format tabel di atas hanya sebagai contoh, satuan pendidikan dapat mengembangkan sesuai kebutuhan

Tabel 3.9 Contoh Pengisian Instrumen Penilaian Antartemen Nama teman yang dinilai : Arora

Nama penilai : Lukito

Kelas/Semester : 3 (tiga) / 1 (satu) Waktu Penilaian : ...

Petunjuk : Berilah tanda cek (v) pada kolom “ya” atau “tidak” sesuai dengan keadaan yang sebenarnya

No. Pernyataan Ya Tidak

1. Berperan aktif dalam kelompok v

2. Menghormati dan menghargai pendapat orang lain v 3. Tidak memaksakan kehendak/pendapatnya v

4. Mau bekerja sama dalam kelompok v

5. Mengerjakan tugas yang diberikan v

Keterangan: Format tabel di atas hanya sebagai contoh, satuan pendidikan dapat mengembangkan sesuai kebutuhan.

3) Menindaklanjuti hasil pengamatan

Hasil pengamatan dan catatan guru tentang aspek sikap peserta didik dibahas oleh seluruh guru minimal dua kali dalam satu semester.

Pembahasan tersebut untuk menindaklanjuti hasil penilaian sikap peserta didik. Pada dasarnya setiap peserta didik diasumsikan berperilaku baik, namun hasil penilaian lebih ditekankan pada peningkatan dan ada pula yang mengalami penurunan terhadap sikap peserta didik. Sebagai tindak lanjut bagi peserta didik yang mengalami peningkatan, perlu diberikan suatu penghargaan baik secara verbal maupun non-verbal, sedangkan untuk peserta didik yang mengalami penurunan sikap maka perlu diberikan program

(15)

3. Pengolahan Penilaian Sikap

Hasil penilaian sikap direkap setiap selesai satu tema oleh guru. Data hasil penilaian tersebut dibahas minimal dua kali dalam satu semester.

Pembahasan hasil penilaian akan menghasilkan deskripsi nilai sikap peserta didik.

Langkah-langkah untuk membuat deskripsi nilai sikap selama satu semester:

a. Guru kelas dan guru muatan pelajaran mengelompokkan atau menandai catatan-catatan sikap peserta didik yang dituliskan dalam jurnal baik sikap spiritual maupun sikap sosial.

b. Guru kelas membuat rekapitulasi sikap dalam jangka waktu satu semester (jangka waktu bisa disesuaikan sesuai pertimbangan satuan pendidikan).

c. Guru kelas mengumpulkan deskripsi singkat sikap dari guru muatan pelajaran (PJOK dan Agama) dan warga sekolah (guru ekstrakurikuler, petugas kebersihan dan penjaga sekolah). Dengan memperhatikan deskripsi singkat sikap spiritual dan sosial dari guru muatan pelajaran, guru kelas menyimpulkan atau merumuskan deskripsi capaian sikap spiritual dan sosial setiap peserta didik.

Berikut adalah rambu-rambu rumusan deskripsi nilai sikap selama satu semester:

A. Deskripsi sikap menggunakan kalimat yang bersifat memotivasi dengan pilihan kata/frasa yang bernada positif. Hindari frasa yang bermakna kontras, misalnya: ... tetapi masih perlu peningkatan dalam ... atau ... namun masih perlu bimbingan dalam hal ...

B. Deskripsi sikap menyebutkan perkembangan sikap peserta didikyang sangat baik dan atau baik dan yang mulai atau sedang berkembang.

C. Apabila peserta didik tidak ada catatan apapun dalam jurnal, sikap peserta didik tersebut diasumsikan BAIK.

D. Dengan ketentuan bahwa sikap dikembangkan selama satu semester, deskripsi nilaisikap peserta didikberdasarkan sikap peserta didik pada masa akhir semester. Oleh karena itu, sebelum deskripsi sikap akhir semester dirumuskan, guru muatan pelajaran dan guru kelas harus

melihat apakah telah ada catatan yang menunjukkan bahwa sikap peserta didik tersebut telah menjadi sangat baik, baik, atau mulai berkembang.

E. Apabila peserta didik memiliki catatan sikap KURANG baik dalam jurnal dan peserta didik tersebut belum menunjukkan adanya perkembangan positif, deskripsi sikap peserta didik tersebut dirapatkan dalam forum dewan guru pada akhir semester.

Observasi harian Jurnal harian Rekap Jurnal Semester

Rapor Deskripsi Sikap (KI-1 dan KI-2)

Rapat Dewan Guru

Tabel 3.10 Contoh Rekap Jurnal KI-1 Contoh Rekap Sikap Spiritual Semester-1

No Nama Siswa

Ketaatan

BeribadahBerperilaku

Syukur BerdoaBeragamaToleransi SB PB SB PB SB PB SB PB

Deskripsi Raport

Arora sangat taat beribadah, berperilaku syukur, dan selalu berdoa sebelum melakukan kegiatan.

Dengan bimbingan dan pendam- pingan yang baik, Arora akan mampu meningkatkan sikap toleransi beragama

1 Arora II I II II

Dino taat beribadah, berperilaku syukur, dan selalu berdoa sebelum melakukan kegiatan serta sangat toleransi dalam beragama

2 Dino - - - -

(16)

3. Pengolahan Penilaian Sikap

Hasil penilaian sikap direkap setiap selesai satu tema oleh guru. Data hasil penilaian tersebut dibahas minimal dua kali dalam satu semester.

Pembahasan hasil penilaian akan menghasilkan deskripsi nilai sikap peserta didik.

Langkah-langkah untuk membuat deskripsi nilai sikap selama satu semester:

a. Guru kelas dan guru muatan pelajaran mengelompokkan atau menandai catatan-catatan sikap peserta didik yang dituliskan dalam jurnal baik sikap spiritual maupun sikap sosial.

b. Guru kelas membuat rekapitulasi sikap dalam jangka waktu satu semester (jangka waktu bisa disesuaikan sesuai pertimbangan satuan pendidikan).

c. Guru kelas mengumpulkan deskripsi singkat sikap dari guru muatan pelajaran (PJOK dan Agama) dan warga sekolah (guru ekstrakurikuler, petugas kebersihan dan penjaga sekolah). Dengan memperhatikan deskripsi singkat sikap spiritual dan sosial dari guru muatan pelajaran, guru kelas menyimpulkan atau merumuskan deskripsi capaian sikap spiritual dan sosial setiap peserta didik.

Berikut adalah rambu-rambu rumusan deskripsi nilai sikap selama satu semester:

A. Deskripsi sikap menggunakan kalimat yang bersifat memotivasi dengan pilihan kata/frasa yang bernada positif. Hindari frasa yang bermakna kontras, misalnya: ... tetapi masih perlu peningkatan dalam ... atau ... namun masih perlu bimbingan dalam hal ...

B. Deskripsi sikap menyebutkan perkembangan sikap peserta didikyang sangat baik dan atau baik dan yang mulai atau sedang berkembang.

C. Apabila peserta didik tidak ada catatan apapun dalam jurnal, sikap peserta didik tersebut diasumsikan BAIK.

D. Dengan ketentuan bahwa sikap dikembangkan selama satu semester, deskripsi nilaisikap peserta didikberdasarkan sikap peserta didik pada masa akhir semester. Oleh karena itu, sebelum deskripsi sikap akhir semester dirumuskan, guru muatan pelajaran dan guru kelas harus

melihat apakah telah ada catatan yang menunjukkan bahwa sikap peserta didik tersebut telah menjadi sangat baik, baik, atau mulai berkembang.

E. Apabila peserta didik memiliki catatan sikap KURANG baik dalam jurnal dan peserta didik tersebut belum menunjukkan adanya perkembangan positif, deskripsi sikap peserta didik tersebut dirapatkan dalam forum dewan guru pada akhir semester.

Observasi harian Jurnal harian Rekap Jurnal Semester

Rapor Deskripsi Sikap (KI-1 dan KI-2)

Rapat Dewan Guru

Tabel 3.10 Contoh Rekap Jurnal KI-1 Contoh Rekap Sikap Spiritual Semester-1

No Nama Siswa

Ketaatan

BeribadahBerperilaku

Syukur BerdoaBeragamaToleransi SB PB SB PB SB PB SB PB

Deskripsi Raport

Arora sangat taat beribadah, berperilaku syukur, dan selalu berdoa sebelum melakukan kegiatan.

Dengan bimbingan dan pendam- pingan yang baik, Arora akan mampu meningkatkan sikap toleransi beragama

1 Arora II I II II

Dino taat beribadah, berperilaku syukur, dan selalu berdoa sebelum melakukan kegiatan serta sangat toleransi dalam beragama

2 Dino - - - -

(17)

No Nama

Siswa Jujur Disiplin Percaya

diri Santun SB PB SB PB SB PB SB PB

Deskripsi Raport

Arora sangat jujur dan percaya diri.

Dengan bimbingan dan pendampingan yang lebih, Arora akan mampu meningkatkan sikap disiplin

1 Arora II - II -

Dino Jujur, percaya diri, santun, peduli, tanggung jawab dan disiplin

2 Dino - - - -

Tabel 3.11 Contoh Rekap Jurnal KI-2 Contoh Rekap Sikap Sosial Semester-1

- IIII - -

Fani jujur, percaya diri, santun, peduli, tanggung jawab dan disiplin

3 Fani - - - -

No Nama Siswa

Ketaatan

BeribadahBerperilaku

Syukur Berdoa BeragamaToleransi SB PB SB PB SB PB SB PB

Deskripsi Raport

Fani taat beribadah, berperilaku syukur, dan selalu berdoa sebelum melakukan kegiatan serta sangat toleransi dalam beragama

3 Fani

Lukito sangat toleransi dalam beragama, dengan bimbingan dan pendampingan yang lebih, Lukito akan mampu meningkatkan sikap berperilaku syukur

4 Lukito - - - -

- - - -

Lukito sangat jujur dan disiplin.

Dengan bimbingan dan pendampingan yang lebih, Lukito akan mampu meningkatkan sikap santun

4 Lukito I - I - - - - II

Berdasarkan rekap sikap pada tabel di atas, maka diskripsi raport penilaian sikap sebagai berikut

Penilaian di Rapor.

Nama Peserta Didik : Arora Kelas : 3-A

NISN/NIS : 30401540/1415001 Semester : I (Satu)

Nama Sekolah : SD Bagimu Negeri Tahun Pelajaran : 2015/2016 Alamat Sekolah : Jl. Ahmad Yani No. 45 Balikpapan

A. SIKAP

Deskripsi

Arora sangat taat beribadah, berperilaku syukur, dan selalu berdoa sebelum melakukan kagiatan. Dengan bimbingan dan pendampingan yang lebih, Arora akan mampu meningkatkan sikap toleransi beragama 1. Sikap Spiritual

Arora sangat jujur, percaya diri, santun, peduli dan tanggung jawab. Dengan bimbingan dan

pendampingan yang lebih, Arora akan mampu meningkatkan sikap disiplin

2. Sikap Sosial

B. Penilaian Pengetahuan dan Keterampilan

Penilaian pengetahuan dan keterampilan dapat dilakukan secara terpisah maupun terpadu. Pada dasarnya, pada saat penilaian keterampilan dilakukan, secara langsung penilaian pengetahuanpun dapat dilakukan.

Penilaian pengetahuan dan keterampilan harus mengacu kepada pemetaan kompetensi dasar yang berasal dari KI-3 dan KI-4 pada periode tertentu.

Berikut ini merupakan tahapan dalam melakukan penilaian pengetahuan dan keterampilan

(18)

No Nama

Siswa Jujur Disiplin Percaya

diri Santun SB PB SB PB SB PB SB PB

Deskripsi Raport

Arora sangat jujur dan percaya diri.

Dengan bimbingan dan pendampingan yang lebih, Arora akan mampu meningkatkan sikap disiplin

1 Arora II - II -

Dino Jujur, percaya diri, santun, peduli, tanggung jawab dan disiplin

2 Dino - - - -

Tabel 3.11 Contoh Rekap Jurnal KI-2 Contoh Rekap Sikap Sosial Semester-1

- IIII - -

Fani jujur, percaya diri, santun, peduli, tanggung jawab dan disiplin

3 Fani - - - -

No Nama Siswa

Ketaatan

BeribadahBerperilaku

Syukur Berdoa BeragamaToleransi SB PB SB PB SB PB SB PB

Deskripsi Raport

Fani taat beribadah, berperilaku syukur, dan selalu berdoa sebelum melakukan kegiatan serta sangat toleransi dalam beragama

3 Fani

Lukito sangat toleransi dalam beragama, dengan bimbingan dan pendampingan yang lebih, Lukito akan mampu meningkatkan sikap berperilaku syukur

4 Lukito - - - -

- - - -

Lukito sangat jujur dan disiplin.

Dengan bimbingan dan pendampingan yang lebih, Lukito akan mampu meningkatkan sikap santun

4 Lukito I - I - - - - II

Berdasarkan rekap sikap pada tabel di atas, maka diskripsi raport penilaian sikap sebagai berikut

Penilaian di Rapor.

Nama Peserta Didik : Arora Kelas : 3-A

NISN/NIS : 30401540/1415001 Semester : I (Satu)

Nama Sekolah : SD Bagimu Negeri Tahun Pelajaran : 2015/2016 Alamat Sekolah : Jl. Ahmad Yani No. 45 Balikpapan

A. SIKAP

Deskripsi

Arora sangat taat beribadah, berperilaku syukur, dan selalu berdoa sebelum melakukan kagiatan. Dengan bimbingan dan pendampingan yang lebih, Arora akan mampu meningkatkan sikap toleransi beragama 1. Sikap Spiritual

Arora sangat jujur, percaya diri, santun, peduli dan tanggung jawab. Dengan bimbingan dan

pendampingan yang lebih, Arora akan mampu meningkatkan sikap disiplin

2. Sikap Sosial

B. Penilaian Pengetahuan dan Keterampilan

Penilaian pengetahuan dan keterampilan dapat dilakukan secara terpisah maupun terpadu. Pada dasarnya, pada saat penilaian keterampilan dilakukan, secara langsung penilaian pengetahuanpun dapat dilakukan.

Penilaian pengetahuan dan keterampilan harus mengacu kepada pemetaan kompetensi dasar yang berasal dari KI-3 dan KI-4 pada periode tertentu.

Berikut ini merupakan tahapan dalam melakukan penilaian pengetahuan dan keterampilan

(19)

Start

Perencanaan

Pemetaan KD dari Kl-3 dan Kl-4

Penetapan KKM

Perencanaan Bentuk dan Teknik Penilaian

Kinerja (Unjuk Kerja dan Produk

Tes Tertulis Proyek

Kisi-Kisi (PH,PTS,PAS)

Soal (PH, PTS, PAS)

Pelaksanaan Penilaian

Analisis Penilaian

Remidial

KKM

Pengayaan

Rekap Nilai Akhir

Penulisan Rapor Instrumen Penilaian

Kinerja

Instrumen Penilaian Proyek

Pelaksanaan

Pengolahan

yes

no

Skor penilaian pengetahuan dan ketrampilan Instrumen penilaian : Tes tertulis ( Isian) Tes tertulis : Skor

Skor maksimal : 100

Skor yang diperoleh

Penilaian : --- x 100 Skor maksimal

Konversi Nilai

(Skala 0-100) Predikat Klasifikasi 81-100

66-80 51-65 0-50

A B C D

SB (Sangat Baik) B (Baik) C (Cukup) D (Kurang)

b. Penentuan KKM

Menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik, kompleksitas kompetensi, serta kemampuan sumber daya pendukung meliputi warga sekolah, sarana dan prasarana dalam penyelenggaraan pembelajaran. Satuan pendidikan diharapkan meningkatkan kriteria ketuntasan belajar secara terus menerus untuk mencapai kriteria ketuntasan ideal.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menentukan KKM adalah sebagai berikut:

1. Hitung jumlah Kompetensi Dasar (KD) setiap mata pelajaran setiap kelas.

2. Tentukan kekuatan/nilai untuk setiap aspek/komponen, sesuaikan dengan kemampuan masing-masing aspek:

a. Aspek Kompleksitas:

Semakin komplek (sukar) KD maka nilainya semakin rendah tetapi semakin mudah KD maka nilainya semakin tinggi.

b. Aspek Sumber Daya Pendukung Semakin tinggi sumber daya pendukung maka nilainya semakin tinggi.

(20)

Start

Perencanaan

Pemetaan KD dari Kl-3 dan Kl-4

Penetapan KKM

Perencanaan Bentuk dan Teknik Penilaian

Kinerja (Unjuk Kerja dan Produk

Tes Tertulis Proyek

Kisi-Kisi (PH,PTS,PAS)

Soal (PH, PTS, PAS)

Pelaksanaan Penilaian

Analisis Penilaian

Remidial

KKM

Pengayaan

Rekap Nilai Akhir

Penulisan Rapor Instrumen Penilaian

Kinerja

Instrumen Penilaian Proyek

Pelaksanaan

Pengolahan

yes

no

Skor penilaian pengetahuan dan ketrampilan Instrumen penilaian : Tes tertulis ( Isian) Tes tertulis : Skor

Skor maksimal : 100

Skor yang diperoleh

Penilaian : --- x 100 Skor maksimal

Konversi Nilai

(Skala 0-100) Predikat Klasifikasi 81-100

66-80 51-65 0-50

A B C D

SB (Sangat Baik) B (Baik) C (Cukup) D (Kurang)

b. Penentuan KKM

Menentukan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dengan mempertimbangkan tingkat kemampuan rata-rata peserta didik, kompleksitas kompetensi, serta kemampuan sumber daya pendukung meliputi warga sekolah, sarana dan prasarana dalam penyelenggaraan pembelajaran. Satuan pendidikan diharapkan meningkatkan kriteria ketuntasan belajar secara terus menerus untuk mencapai kriteria ketuntasan ideal.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam menentukan KKM adalah sebagai berikut:

1. Hitung jumlah Kompetensi Dasar (KD) setiap mata pelajaran setiap kelas.

2. Tentukan kekuatan/nilai untuk setiap aspek/komponen, sesuaikan dengan kemampuan masing-masing aspek:

a. Aspek Kompleksitas:

Semakin komplek (sukar) KD maka nilainya semakin rendah tetapi semakin mudah KD maka nilainya semakin tinggi.

b. Aspek Sumber Daya Pendukung Semakin tinggi sumber daya pendukung maka nilainya semakin tinggi.

(21)

c. Aspek intake

Semakin tinggi kemampuan awal siswa (intake) maka nilainya semakin tinggi.

3. Jumlahkan nilai setiap komponen, selanjutnya dibagi 3 untuk menentukan KKM setiap KD!

4. Jumlahkan seluruh KKM KD, selanjutnya dibagi dengan jumlah KD untuk menentukan KKM mata pelajaran!

5. KKM setiap mata pelajaran pada setiap kelas tidak sama tergantung pada kompleksitas KD, daya dukung, dan potensi siswa.

Interaksi dengan Orang Tua

Secara khusus, di setiap awal sub tema Buku Siswa, terdapat lembar untuk orang tua yang berjudul “Interaksi dengan orang tua”.

Halaman ini berisi materi yang akan dipelajari, aktivitas belajar yang dilakukan anak bersama orang tua di rumah, serta saran agar anak dan orang tua bisa belajar dari lingkungan.

Orang tua diharapkan berdiskusi dan terlibat dengan aktivitas belajar anak.

Saran-saran untuk kegiatan bersama antara siswa dan orangtua dicantumkan juga pada akhir setiap pembelajaran.

Guru diharapkan membangun komunikasi dengan orangtua sehubungan dengan kegiatan pembelajaran yang akan melibatkan orangtua dan siswa di rumah.

Beberapa Singkatan Nama Mata Pelajaran dan Kepanjangannya 1. SBDP : Seni Budaya dan Prakarya

2. PPKn : Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

KOMPETENSI INTI

KOMPETENSI

DASAR KOMPLEKSITAS SUMBER DAYA PENDUKUNG

INTAKE (POTENSI

SISWA)

KETUN- TASAN KD Pendidik*) Sarana (%)

Prasarana **)

40-100 40-100 40-100 40-100

Standar Kompetensi Lulusan dan Kompetensi Inti Kelas III Standar Kompetensi Lulusan

DOMAIN SDLB

SIKAP Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia, berilmu, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam di lingkungan rumah, sekolah, dan tempat bermain.

PENGETAHUAN Memiliki pengetahuan faktual dan konseptual berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian di lingkungan rumah, sekolah, dan tempat bermain.

KETERAMPILAN Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang produktif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sesuai dengan yang ditugaskan kepadanya

Kompetensi Inti Kelas 3

1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.

2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya.

3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.

4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.

(22)

c. Aspek intake

Semakin tinggi kemampuan awal siswa (intake) maka nilainya semakin tinggi.

3. Jumlahkan nilai setiap komponen, selanjutnya dibagi 3 untuk menentukan KKM setiap KD!

4. Jumlahkan seluruh KKM KD, selanjutnya dibagi dengan jumlah KD untuk menentukan KKM mata pelajaran!

5. KKM setiap mata pelajaran pada setiap kelas tidak sama tergantung pada kompleksitas KD, daya dukung, dan potensi siswa.

Interaksi dengan Orang Tua

Secara khusus, di setiap awal sub tema Buku Siswa, terdapat lembar untuk orang tua yang berjudul “Interaksi dengan orang tua”.

Halaman ini berisi materi yang akan dipelajari, aktivitas belajar yang dilakukan anak bersama orang tua di rumah, serta saran agar anak dan orang tua bisa belajar dari lingkungan.

Orang tua diharapkan berdiskusi dan terlibat dengan aktivitas belajar anak.

Saran-saran untuk kegiatan bersama antara siswa dan orangtua dicantumkan juga pada akhir setiap pembelajaran.

Guru diharapkan membangun komunikasi dengan orangtua sehubungan dengan kegiatan pembelajaran yang akan melibatkan orangtua dan siswa di rumah.

Beberapa Singkatan Nama Mata Pelajaran dan Kepanjangannya 1. SBDP : Seni Budaya dan Prakarya

2. PPKn : Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan

KOMPETENSI INTI

KOMPETENSI

DASAR KOMPLEKSITAS SUMBER DAYA PENDUKUNG

INTAKE (POTENSI

SISWA)

KETUN- TASAN KD Pendidik*) Sarana (%)

Prasarana **)

40-100 40-100 40-100 40-100

Standar Kompetensi Lulusan dan Kompetensi Inti Kelas III Standar Kompetensi Lulusan

DOMAIN SDLB

SIKAP Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap orang beriman, berakhlak mulia, berilmu, percaya diri, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam di lingkungan rumah, sekolah, dan tempat bermain.

PENGETAHUAN Memiliki pengetahuan faktual dan konseptual berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, dan budaya dalam wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait fenomena dan kejadian di lingkungan rumah, sekolah, dan tempat bermain.

KETERAMPILAN Memiliki kemampuan pikir dan tindak yang produktif dan kreatif dalam ranah abstrak dan konkret sesuai dengan yang ditugaskan kepadanya

Kompetensi Inti Kelas 3

1. Menerima, menjalankan, dan menghargai ajaran agama yang dianutnya.

2. Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, dan tetangganya.

3. Memahami pengetahuan faktual dengan cara mengamati dan menanya berdasarkan rasa ingin tahu tentang dirinya, makhluk ciptaan Tuhan dan kegiatannya, dan benda-benda yang dijumpainya di rumah, di sekolah dan tempat bermain.

4. Menyajikan pengetahuan faktual dalam bahasa yang jelas, sistematis dan logis, dalam karya yang estetis, dalam gerakan yang mencerminkan anak sehat, dan dalam tindakan yang mencerminkan perilaku anak beriman dan berakhlak mulia.

(23)

Subtema 1 Tumbuhan

Pemetaan Kompetensi Dasar

SUB TEMA

1

PJOK

3.2 Mengenal gerak variasi gerak dasar manipulatif dalam bentuk permainan sederhana dan atau permainan tradisional yang dimodifikasi.

4.2 Mempraktikkan gerak variasi gerak dasar manipulatif dalam bentuk permainan sederhana dan atau permainan tradisional yang dimodifikasi.

BHS Ind

3.3 Mengenal teks diagram sederhana tentang Benda di sekitar dalam bahasa Indonesia, baik lisan maupun tulis yang dibantu dengan kosakata bahasa daerah.

4.3 Membuat teks diagram/tabel sederhana benda di sekitar dalam bahasa Indonesia, baik lisan maupun tulis yang dibantu dengan kosakata bahasa daerah.

MAT

3.2 Mengenal konsep penjumlahan sampai 40 dengan menggunakan benda kongkrit

4.2 Memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan penjumlahan dua bilangan sampai 40

PPKn

1.4 Menerima dengan tulus makna bersatu dalam keberagaman di lingkungan sekitar

2.4 Bersikap sesuai makna bersatu dalam keberagaman di lingkungan sekitar

3.4 Memahami makna bersatu dalam keberagaman di lingkungan sekitar

4.4 Menceritakan perilaku sesuai dengan makna bersatu dalam keberagaman di lingkungan sekitar

SBdP

3.2 Mengenal cetak tinggi

4.2 Membuat karya seni cetak tinggi

Subtema 1 Tumbuhan

Pemetaan Indikator Pembelajaran

MAT

3.2 Mengenal konsep penjumlahan sampai 40 dengan menggunakan benda kongkrit

3.2.1 Mengidentifikasi konsep penjumlahan dua bilangan dengan cara mendatar hasil maks 40 3.2.2 Mengidentifikasi konsep

penjumlahan dua bilangan dengan cara bersusun hasil maks 40 4.2 Memecahkan masalah dalam

kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan penjumlahan dua bilangan sampai 40

4.2.1 Menjumlahkan dua bilangan dengan cara mendatar hasil maks. 40 PPKn

1.4 Menerima dengan tulus makna bersatu dalam keberagaman di lingkungan sekitar

1.4.1 Bersyukur atas nikmat persatuan di lingkungan sekitar 1.4.2 Bersyukur atas keberagaman di

lingkungan sekitar

2.4 Bersikap sesuai makna bersatu dalam Keberagaman di lingkungan sekitar

2.4.1 Menunjukkan sikap bersatu dalam Lingkungan sekitar 2.4.2 Menerima keberagaman di

lingkungan sekitar

3.4 Memahami makna bersatu dalam keberagaman di lingkungan sekitar

3.4.1 Mengidentifikasi makna bersatu di lingkungan sekitar 3.4.2 Mengidentifikasi makna

keberagaman di lingkungan sekitar

4.4 Menceritakan perilaku sesuai dengan makna bersatu dalam keberagaman di lingkungan sekitar

4.4.1 Menunjukkan contoh makna bersatu di lingkungan sekitar 4.4.2 Menunjukkan contoh makna

SBdP

3.2 Mengenal cetak tinggi

3.2.1 Mengidentifikasi alat-alat cetak tinggi

3.2.2 Mengidentifikasi media cetak tinggi

4.2 Membuat karya seni cetak tinggi

4.2.1 Menunjukkan alat cetak tinggi 4.2.2 Membuat kerya cetak tinggi dengan pelepah daun pisang BHS Ind

3.3 Mengenal teks diagram sederhana tentang benda di sekitar dalam bahasa Indonesia, baik lisan maupun tulis yang dibantu dengan kosakata bahasa daerah.

3.3.1 Membaca teks bacaan sederhana 3.3.2 Mengidentifikasi kata-kata dalam

bacaan yang berhubungan dengan tumbuhan

4.3 Membuat teks diagram/tabel sederhana benda di sekitar dalam bahasa Indonesia, baik lisan maupun tulis yang dibantu dengan kosakata bahasa daerah

4.3.1 Menulis teks diagram sederhana 4.3.1 Menceritakan kembali isi teks dia-

gram sederhana

PJOK

3.2 Mengenal gerak variasi gerak dasar manipulatif dalam bentuk permainan sederhana dan atau permainan tradisional yang dimodifikasi.

3.3.1 Mengidentifikasi gerak dasar manipulatif berjalan ke depan 3.3.2 Mengidentifikasi gerak dasar

manipulatif meloncat ke depan 4.2 Mempraktikkan gerak variasi gerak

dasar manipulatif dalam bentuk permainan sederhana dan atau permainan tradisional yang dimodifikasi.

4.2.1 Menirukan gerak dasar manipulatif berjalan ke depan

4.2.2 Menirukan gerak dasar manipulatif meloncat ke depan

SUB TEMA

1

Gambar

Tabel 3.1a. Contoh Lembar Observasi
Tabel 3.1b. Contoh Format Jurnal Perkembangan Sikap
Tabel 3.6 Contoh Pengisian Jurnal Sikap Spiritual (KI-1) Nama Sekolah : SD Bagimu Negeri
Tabel 3.6 Contoh Pengisian Jurnal Sikap Spiritual (KI-1) Nama Sekolah : SD Bagimu Negeri
+7

Referensi

Dokumen terkait

orang lain, 2) Kepercayaan-harapan. Kepercayaan dan harapan adalah faktor penting pada kesehatan. Perawat sebaiknya menjaga, mendorong, dan menghormati keyakinan dan

Jika mau ada perubahan, harus dinegoisasikan ulang secara mendetail dan tuntas, sehingga ada kejelasan dan ketegasan dari dinegoisasikan ulang secara mendetail dan tuntas, sehingga

Secara umum banyak lembaga yang memberikan sertifikasi yang dibutuhkan dalam mencari sebuah keahlian, akan tetapi kita juga harus berhati-hati dalam memilih

ini, berita ekonomi hendaknya tidak cenderung menyajikan yang bersifat upacara (seremonial) tapi benar-benar menyentuh dan menyajikan dinamika ekonomi Lampung.. Untuk

Adeyi A Adoga (2008) dan Amit Gothwal (2010), lipoma adalah suatu neoplasma jinak yang terdiri dari mesenkim jaringan lemak matang, biasanya dikelilingi oleh kapsul yang tipis

Perubahannya hanya pada suasana ruang antara lain; (1) Terjadi perubahan tujuan pela- yanan yang semula untuk penghuni, berubah untuk umum dan komersial; (2) Adanya aktivi- tas

Persoalan kajian yang timbul adalah Adakah kaedah fonik dapat meningkatkan penguasaan kemahiran membaca murid dalam masa yang ditetapkan?, dan ‘Adakah usaha pelaksanaan program

Hal tersebut dapat dijadikan peluang bagi para developer aplikasi untuk membuat suatu konsep kreatif seperti konsep aplikasi mobile Virtual Bandung, yang