• Tidak ada hasil yang ditemukan

Etika Bisnis dan Tanggung Jawab Sosial Bisnis

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Etika Bisnis dan Tanggung Jawab Sosial Bisnis"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

MODUL 3. ETIKA BISNIS DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL BISNIS. MODUL 3. ETIKA BISNIS DAN TANGGUNG JAWAB SOSIAL BISNIS.

Tujuan pembelajaran : 1. Agar mahasiswa mampu menjelaskan dan menganalisis Tujuan pembelajaran : 1. Agar mahasiswa mampu menjelaskan dan menganalisis masa-.

. lah lah etika.etika. 2. Ag

2. Agar maar mahasiswa hasiswa mampu mampu menjelaskan menjelaskan dan dan menganalisis menganalisis tanggungtanggung  jawab social b

 jawab social bisnis.isnis.

Materi yang dibahas : Materi yang dibahas :

1.

1. Pengertian etika bisnis.Pengertian etika bisnis. 2.

2. Prinsip-prinsip etika dan Perilaku bisnis.Prinsip-prinsip etika dan Perilaku bisnis. 3.

3. Cara-cara mempertahankan standar etika.Cara-cara mempertahankan standar etika. 4.

4. Aspek perubahan social yang perlu dicermatiAspek perubahan social yang perlu dicermati 5.

5. Pengaruh kegiatan bisnis dengan Pengaruh kegiatan bisnis dengan perubahan socialperubahan social 6.

6. Tanggung jawab perusahaan.Tanggung jawab perusahaan.

Materi 3.1. PENGERTIAN ETIKA BISNIS. Materi 3.1. PENGERTIAN ETIKA BISNIS.

Business Ethics (Etika bisnis), merupakan sesuatu yang semakin lama

Business Ethics (Etika bisnis), merupakan sesuatu yang semakin lama semakin pentingsemakin penting perananny

peranannya a di dalam masyaradi dalam masyarakat kita, hal ini akibat sekat kita, hal ini akibat semakin cepat dan makin cepat dan meratanya prosmeratanya proseses modernisasi.Salah satu cirri khas dari masyarakat modern adalah bahwa masyarakat modern modernisasi.Salah satu cirri khas dari masyarakat modern adalah bahwa masyarakat modern itu pada dasarnya selalu

itu pada dasarnya selalu merupakan masyarakamerupakan masyarakat pebisnis, t pebisnis, yaitu masyarakat dimana hubunganyaitu masyarakat dimana hubungan antara orang-orang selaku warga masyarakat cenderung akan selalu mendasarkannya pada antara orang-orang selaku warga masyarakat cenderung akan selalu mendasarkannya pada perhitungan (kalkulasi) yang saling menguntungkan, yang dalam hal ini tergantung pada perhitungan (kalkulasi) yang saling menguntungkan, yang dalam hal ini tergantung pada pendirian atau falsafah hidup masing2 berkenaan dengan aspek ekonomis, psikologis,status pendirian atau falsafah hidup masing2 berkenaan dengan aspek ekonomis, psikologis,status social, politik

social, politik maupun keagamaan.maupun keagamaan.

Oleh karena itu masyarakat modern merupakan ajang pergaulan hidup demokratis, artinya : Oleh karena itu masyarakat modern merupakan ajang pergaulan hidup demokratis, artinya : bahwa orang2 yang berbeda agama , filsafat hidup,pendapat politik, ras ,suku, tingkat bahwa orang2 yang berbeda agama , filsafat hidup,pendapat politik, ras ,suku, tingkat pendidikan dll, bergaul dan berhubungan satu sama lain berdasarkan prinsip dan dalam pendidikan dll, bergaul dan berhubungan satu sama lain berdasarkan prinsip dan dalam suasana yang saling menghormati satu sama

suasana yang saling menghormati satu sama lain.lain.

Etika bisnis adalah etika yang berkaitan dengan tata pergaulan didalam kegiatan2 Etika bisnis adalah etika yang berkaitan dengan tata pergaulan didalam kegiatan2 bisnis, sedangkan bisnis adalah merupakan kegiatan2 teratur yang melayani suatu kebutuhan bisnis, sedangkan bisnis adalah merupakan kegiatan2 teratur yang melayani suatu kebutuhan yang bersifat umum (non personal) dengan maksud memperoleh pendapatan (income). Bila yang bersifat umum (non personal) dengan maksud memperoleh pendapatan (income). Bila didalam pendapatan tsb. dikalkulasikan laba,maka bisnis tsb. bersifat “bisnis komersial”, didalam pendapatan tsb. dikalkulasikan laba,maka bisnis tsb. bersifat “bisnis komersial”, adapun bisnis yang tidak mengejar laba misalnya apa yang dilakukan oleh badan pemerintah, adapun bisnis yang tidak mengejar laba misalnya apa yang dilakukan oleh badan pemerintah, dinas kebersihan , rumah sakit umum dll, (yang juga disebut “non profit business”.

(2)

ETIKA ADALAH ILMU ATAU PENGETAHUAN TENTANG APA YANG BAIK ETIKA ADALAH ILMU ATAU PENGETAHUAN TENTANG APA YANG BAIK DAN APA YANG TIDAK BAIK UNTUK DIJUNJUNG TINGGI ATAU DAN APA YANG TIDAK BAIK UNTUK DIJUNJUNG TINGGI ATAU DIPERBUAT (Ethics is the science of

DIPERBUAT (Ethics is the science of good and bad).good and bad).

Etika adalah jawaban terhadap pertanyaan seorang manusia modern atau suatu organisasi Etika adalah jawaban terhadap pertanyaan seorang manusia modern atau suatu organisasi modern, atau

modern, atau suatu masyasuatu masyarakat modern rakat modern yang selayang selalu mempunyalu mempunyai etos (ethos), yi etos (ethos), yaitu suatuaitu suatu kode hidup ata

kode hidup atau tekad (Code or senu tekad (Code or sense of se of Commitment) untuk selalu meCommitment) untuk selalu menjunjung tinggi dannjunjung tinggi dan berbuat yang paling baik.

berbuat yang paling baik.

Pengertian yang baik menurut etika , terutama mencakup : Pengertian yang baik menurut etika , terutama mencakup :

1.

1. Honesty (Kejujuran) : Honesty (Kejujuran) : mengatakanmengatakan/berbuat yang /berbuat yang benar,menjunbenar,menjunjung tinggi jung tinggi kebenaran.kebenaran. 2.

2. Reliability (Ketetapan) : janjinya selalu tepat; tepat menurut isi janji (ikrar),waktu,Reliability (Ketetapan) : janjinya selalu tepat; tepat menurut isi janji (ikrar),waktu, temapt dan syarat.

temapt dan syarat. 3.

3. Loyality (loyalitas) :setia pada janjinya sendiri, setia pada organisasinya/termasuk Loyality (loyalitas) :setia pada janjinya sendiri, setia pada organisasinya/termasuk  pimpinannya,rekan2, bawahan,relasi ,klien,anggaran dasar dan anggaran rumah pimpinannya,rekan2, bawahan,relasi ,klien,anggaran dasar dan anggaran rumah tangganya.

tangganya. 4.

4. Disiplin : tanpa disuruh atau dipaksa oleh siapapun taat pada system, peraturan,Disiplin : tanpa disuruh atau dipaksa oleh siapapun taat pada system, peraturan, prosedur dan teknologi yang telah

prosedur dan teknologi yang telah ditetapkan.ditetapkan.

Setiap lingkungan (circle), tiap perhimpunan (assotiation), tiap organisasi dan tiap badan Setiap lingkungan (circle), tiap perhimpunan (assotiation), tiap organisasi dan tiap badan modern mempunyai etika sendiri yang dijabarkan dari filsafat usaha masing2 dan modern mempunyai etika sendiri yang dijabarkan dari filsafat usaha masing2 dan disebarluaska

disebarluaskan n serta ditanam melalui berbagserta ditanam melalui berbagai program pendidikaai program pendidikan. Dalam implementasinyn. Dalam implementasinyaa etika tsb dilakukan melalui Prasetya ikrar,atau Kode etik atau Dewan kehormatan untuk  etika tsb dilakukan melalui Prasetya ikrar,atau Kode etik atau Dewan kehormatan untuk  melakukan evaluasi dan penindakan terhadap anggota,baik level pimpinan maupun non melakukan evaluasi dan penindakan terhadap anggota,baik level pimpinan maupun non pimpinan.

pimpinan.

Salah satu konsekwensi dari proses modernisasi adalah munculnya kebutuhan akan Salah satu konsekwensi dari proses modernisasi adalah munculnya kebutuhan akan etika termasuk didalamnya adalah etika bisnis. Menurut Zimmerer ETIKA BISNIS etika termasuk didalamnya adalah etika bisnis. Menurut Zimmerer ETIKA BISNIS ADALAH SUATU KODE ETIK PERILAKU PENGUSAHA BERDASARKAN NILAI2 ADALAH SUATU KODE ETIK PERILAKU PENGUSAHA BERDASARKAN NILAI2 MORAL DAN NORMA YANG DIJADIKAN TUNTUNAN DALAM MEMBUAT MORAL DAN NORMA YANG DIJADIKAN TUNTUNAN DALAM MEMBUAT KEPUTUSAN DAN DALAM MEMECAHKAN PERSOALAN2 YANG

KEPUTUSAN DAN DALAM MEMECAHKAN PERSOALAN2 YANG DIHADAPI.DIHADAPI.

Sedangkan menurut Ronald J. Ebert dan Ricky M Griffin : ETIKA BISNIS ADALAH Sedangkan menurut Ronald J. Ebert dan Ricky M Griffin : ETIKA BISNIS ADALAH SUATU ISTILAH YANG SERING DIGUNAKAN UNTUK MENUNJUKKAN SUATU ISTILAH YANG SERING DIGUNAKAN UNTUK MENUNJUKKAN PERILAKU ETIKA DARI SEORANG MANAJER ATAU KARYAWAN SUATU PERILAKU ETIKA DARI SEORANG MANAJER ATAU KARYAWAN SUATU ORGANISASI.

ORGANISASI.

Secara umum moral dianggap berhubungan erat dengan bangsa, ras, agama ataupun Secara umum moral dianggap berhubungan erat dengan bangsa, ras, agama ataupun kepercayaan, oleh karena itu moral diganti dengan etika yang “colourless, tasteless “ (tida kepercayaan, oleh karena itu moral diganti dengan etika yang “colourless, tasteless “ (tidak k 

(3)

berwarna politik, tidak berselera budaya, dan tidak berbau idiologi. Sedangkan tata karma berwarna politik, tidak berselera budaya, dan tidak berbau idiologi. Sedangkan tata karma dan tata kesopanan diganti dengan etiket (Etiquette) dan tata kesopanan (courtesy).

dan tata kesopanan diganti dengan etiket (Etiquette) dan tata kesopanan (courtesy).

Pada umumnya di negara2 barat, etikanya masih berkaitan dengan moralitas Kristen, namun Pada umumnya di negara2 barat, etikanya masih berkaitan dengan moralitas Kristen, namun di Perancis yang dihuni oleh jutaan warga yang non Kristen, etikanya diberi sifat Deontologie di Perancis yang dihuni oleh jutaan warga yang non Kristen, etikanya diberi sifat Deontologie yang benar2 bersih dari warna politik, selera budaya dan b

yang benar2 bersih dari warna politik, selera budaya dan b au teknologi ataupun kepercayaanau teknologi ataupun kepercayaan.. Di Jepang, mereka mengacu pada apa yang dikehendaki oleh pihak2 yang bersangkutan, yang Di Jepang, mereka mengacu pada apa yang dikehendaki oleh pihak2 yang bersangkutan, yang mengadakan perjanjian, hubungan dagang dan sebagainya. Apa yang disepakati ,secara mengadakan perjanjian, hubungan dagang dan sebagainya. Apa yang disepakati ,secara keseluruhan dituangkan dalam suatu kontrak yang mendetail,baik secara kwlitatif maupun keseluruhan dituangkan dalam suatu kontrak yang mendetail,baik secara kwlitatif maupun kwantitatif. Yang melanggar diklaim, didenda atau dihukum. Jika mau ada perubahan, harus kwantitatif. Yang melanggar diklaim, didenda atau dihukum. Jika mau ada perubahan, harus dinegoisasikan ulang secara mendetail dan tuntas, sehingga ada kejelasan dan ketegasan dari dinegoisasikan ulang secara mendetail dan tuntas, sehingga ada kejelasan dan ketegasan dari pihak2 yang bersangkutan.Dugaan atau prasangka tidak mempunyai tempat dan tidak  pihak2 yang bersangkutan.Dugaan atau prasangka tidak mempunyai tempat dan tidak  dilayani, karena dianggap dapat menimbulkan konflik yang tidak berkesudahan.Dengan dilayani, karena dianggap dapat menimbulkan konflik yang tidak berkesudahan.Dengan demikian kelihatannya Jepang tidak mempunyai “business ethics” seperti yang dimaksud demikian kelihatannya Jepang tidak mempunyai “business ethics” seperti yang dimaksud orang barat .Di Jepang, segala sesuatu yang berkaitan dengan hokum,etika,moral, nilai2, orang barat .Di Jepang, segala sesuatu yang berkaitan dengan hokum,etika,moral, nilai2, kriteria2, norma2,aspirasi, keinginan dll. Kesemuanya harus dituangkan dalam suatu kriteria2, norma2,aspirasi, keinginan dll. Kesemuanya harus dituangkan dalam suatu dokumen tertulis yang harus ditaati secara tertib dan teliti oleh para pihak. Dengan kata lain dokumen tertulis yang harus ditaati secara tertib dan teliti oleh para pihak. Dengan kata lain etika bisnisnya bersifat “case by case” (kasus per kasus).

etika bisnisnya bersifat “case by case” (kasus per kasus).

Sementara itu untuk Indonesia ,secara mendasar kita mengenal falsfah Panca Sila, oleh Sementara itu untuk Indonesia ,secara mendasar kita mengenal falsfah Panca Sila, oleh karena itu etika bisnis di

karena itu etika bisnis di Indonesia seyogyIndonesia seyogyanya mengarah dan dijiwai oleh nilai2 anya mengarah dan dijiwai oleh nilai2 Pancasila .Pancasila . Kegiatan bisnis tidak bias lepas dari aspek perubahan, oleh karena itu perubahan Kegiatan bisnis tidak bias lepas dari aspek perubahan, oleh karena itu perubahan lingkungan bisnis dari berbagai aspek harus diperhatikan dan terus dicermati oleh pemimpin lingkungan bisnis dari berbagai aspek harus diperhatikan dan terus dicermati oleh pemimpin perusahaan ataupun oleh para wirausahawan, hal ini mengingat bahwa perubahan tsb,dapat perusahaan ataupun oleh para wirausahawan, hal ini mengingat bahwa perubahan tsb,dapat merupakan tantangan sekaligus peluang bagi bisnis.

merupakan tantangan sekaligus peluang bagi bisnis.

Perubahan lingkungan bisnis akan dapat mempengaruhi keseluruhan organisasi perusahaan, Perubahan lingkungan bisnis akan dapat mempengaruhi keseluruhan organisasi perusahaan, yang antara lain meliputi “Six S” berikut :

yang antara lain meliputi “Six S” berikut : 1.Strategi 1.Strategi 2.Struktur 2.Struktur 3.Sistem 3.Sistem 4. Staf  4. Staf  5. Skill 5. Skill 6. Gaya 6. Gaya

Yang secara keseluruhan (6 S) harus saling berinteraksi secara harmonis dan bersinergi, Yang secara keseluruhan (6 S) harus saling berinteraksi secara harmonis dan bersinergi, yangyang pada gilirannya akan menghasilkan kemampuan kompetitif.

(4)

Materi 3.2

Materi 3.2 PRINSIP2 ETIKA PRINSIP2 ETIKA DAN PERILAKU DAN PERILAKU BISNIS.BISNIS.

Menurut pendapat Michael Josephson yang selanjutnya dikutip oleh Zimmerer, secara Menurut pendapat Michael Josephson yang selanjutnya dikutip oleh Zimmerer, secara universal ada 10 prinsip etika

universal ada 10 prinsip etika yang mengarahkyang mengarahkan perilaku, yaitu :an perilaku, yaitu : 1.

1. Honesty (kejujuran), yaitu penuh kepercayaan, bersifat jujur, sungguh2,terusHonesty (kejujuran), yaitu penuh kepercayaan, bersifat jujur, sungguh2,terus terang : tidak curang, tidak

terang : tidak curang, tidak mencuri, tidak menggelapkan dan tidak berbohong.mencuri, tidak menggelapkan dan tidak berbohong. 2.

2. Integrity (Integritas), yaitu memegang prinsip, melakukan kegiatan yangIntegrity (Integritas), yaitu memegang prinsip, melakukan kegiatan yang terhormat, tulus hati, berani dan

terhormat, tulus hati, berani dan penuh keykinan, tidak bermuka dua, tidak berbuatpenuh keykinan, tidak bermuka dua, tidak berbuat  jahat dan sa

 jahat dan saling percaya.ling percaya. 3.

3. Promise keeping (memelihara janji), yaitu selalu menaati janji, patutPromise keeping (memelihara janji), yaitu selalu menaati janji, patut dipercaya,penuh komitmen,patuh, jangan mengintepretasikan persetujuan dalam dipercaya,penuh komitmen,patuh, jangan mengintepretasikan persetujuan dalam bentuk teknikal atau legalistic

bentuk teknikal atau legalistic dengan dalih ketidakrelaan.dengan dalih ketidakrelaan. 4.

4. Fidelity (kesetiaan) ,yaitu hormat dan loyal pada keluarga,teman,karyawan danFidelity (kesetiaan) ,yaitu hormat dan loyal pada keluarga,teman,karyawan dan Negara; jangan menggunakan atau memperlihatkan informasi yang diperoleh Negara; jangan menggunakan atau memperlihatkan informasi yang diperoleh dalam kerahasiaan; begitu juga dalam suatu konteks professional, jaga/lindungi dalam kerahasiaan; begitu juga dalam suatu konteks professional, jaga/lindungi kemampuan untuk membuat keputusan professional yang bebas dan teliti, hindari kemampuan untuk membuat keputusan professional yang bebas dan teliti, hindari hal yang tidak pantas dan konflik kepentingan.

hal yang tidak pantas dan konflik kepentingan. 5.

5. Fairness (kewajaran/keadilan), yaitu berlaku adil dan berbudi luhur,bersediaFairness (kewajaran/keadilan), yaitu berlaku adil dan berbudi luhur,bersedia mengakui kesalahan, memperlihatkan komitmen keadilan, persamaam perlakuan mengakui kesalahan, memperlihatkan komitmen keadilan, persamaam perlakuan individual dan toleran terhadap perbedaan, jangan bertindak melampaui batas individual dan toleran terhadap perbedaan, jangan bertindak melampaui batas atauatau mengambil keuntungan yang tidak pantas dari kesalahan atau kemalangan orang mengambil keuntungan yang tidak pantas dari kesalahan atau kemalangan orang lain.

lain. 6.

6. Caring for others (suka membantu orang lain), yaitu saling membantu, berbaik Caring for others (suka membantu orang lain), yaitu saling membantu, berbaik  hati, berbelas kasihan, kebersamaan, tolong menolong dan menghindari segala hati, berbelas kasihan, kebersamaan, tolong menolong dan menghindari segala sesuatu yang membahayakan orang lain.

sesuatu yang membahayakan orang lain. 7.

7. Respect for others (hormat pada orang lain), Respect for others (hormat pada orang lain), yaitu menghormati martabat manusia,yaitu menghormati martabat manusia, menghormati kebebasan dan hak untuk menentukan nasib sendiri bagi semua menghormati kebebasan dan hak untuk menentukan nasib sendiri bagi semua orang, bersopan santun, jangan merendahkan diri seseorang, jangan orang, bersopan santun, jangan merendahkan diri seseorang, jangan mempermalukan seseorang ataupun merendahkan martabat orang lain.

mempermalukan seseorang ataupun merendahkan martabat orang lain. 8.

8. Responssibility Responssibility Citizenship (KewaCitizenship (Kewarga negaraan rga negaraan yang bertangyang bertanggung jawab), yaitugung jawab), yaitu selalu mentaati hokum, penuh kesadaran social, menghormati proses selalu mentaati hokum, penuh kesadaran social, menghormati proses demokrasidala

demokrasidalam m mengambil keputusan.mengambil keputusan. 9.

9. Pursuit of excellence (mengejar keunggulan), yaitu mengejar keunggulan dalamPursuit of excellence (mengejar keunggulan), yaitu mengejar keunggulan dalam banyak hal,tekun, dapat dipercaya, rajin, penuh komitmen, melakukan tugas banyak hal,tekun, dapat dipercaya, rajin, penuh komitmen, melakukan tugas

(5)

dengan yang terbaik sesuai kemampuan, mengembangkan dan mempertahankan dengan yang terbaik sesuai kemampuan, mengembangkan dan mempertahankan tingkat kompetensi yang tinggi.

tingkat kompetensi yang tinggi. 10.

10. Accoutability (dapat dipertanggung jawabkan, yaitu memiliki tanggung jawab,Accoutability (dapat dipertanggung jawabkan, yaitu memiliki tanggung jawab, menerima tanggung jawab atas keputusan dan konsekwensinya dan selalu menerima tanggung jawab atas keputusan dan konsekwensinya dan selalu memberi contoh yang baik.

memberi contoh yang baik.

Materi

Materi 3.3. 3.3. CARA-CARA MEMPERTAHANKAN CARA-CARA MEMPERTAHANKAN STANDAR ETIKA.STANDAR ETIKA. Dalam upaya mempertahankan standar etika, dapat dilakukan dengan Dalam upaya mempertahankan standar etika, dapat dilakukan dengan cara :cara :

1. Ciptakan kepercayaan perusahaan. Yang dimaksud disini adalah kepercayaan 1. Ciptakan kepercayaan perusahaan. Yang dimaksud disini adalah kepercayaan

perusahaa

perusahaan n dalam menetapkan ndalam menetapkan nilai2 perusahaan bilai2 perusahaan berdasarkan tanggerdasarkan tanggung jawab etikaung jawab etika  bagi “stakeholders”

 bagi “stakeholders” 2.

2. Kembangkan Kembangkan kode etik. Kode kode etik. Kode etik merupakan etik merupakan suatu catatan tensuatu catatan tentang standar tingtang standar tingkahkah laku dan prinsip2 etika yang diharapkan perusahaan dan karyawan.. Topik2 khas yang laku dan prinsip2 etika yang diharapkan perusahaan dan karyawan.. Topik2 khas yang ada pada

ada pada suatu kode suatu kode etik biasanya memuat tentang etik biasanya memuat tentang :: a. Ketulusan hati

a. Ketulusan hati secara fundamental dan ketaatan pada hokum.secara fundamental dan ketaatan pada hokum. b. Kualitas dan keamanan tempat kerja.

b. Kualitas dan keamanan tempat kerja. c. Kesehatan dan keamanan tempat kerja. c. Kesehatan dan keamanan tempat kerja. d. Konflik kepentingan.

d. Konflik kepentingan. e.

e. Praktek daPraktek dan latihan kn latihan karyawanaryawan f. Praktek pemasaran dan penjualan f. Praktek pemasaran dan penjualan g. Keamanan dan kebebasan

g. Keamanan dan kebebasan h. Kegiatan berpolitik 

h. Kegiatan berpolitik  i. Pelaporan financial i. Pelaporan financial  j. Hubunga

 j. Hubungan dengan peman dengan pemasok sok 

k. Penentuan harga pengajuan kontrak  k. Penentuan harga pengajuan kontrak  l. Jaminan dagang

l. Jaminan dagang m. Pembayaran untuk

m. Pembayaran untuk mendapatkan usahamendapatkan usaha n.Perlindunga

n.Perlindungan n lingkunganlingkungan 0. Informasi kepemilikan 0. Informasi kepemilikan p. Keamanan kemasan. p. Keamanan kemasan.

3.Jalankan kode etik secara adil dan konsisten. Dalam hal ini manajer harus mengambil 3.Jalankan kode etik secara adil dan konsisten. Dalam hal ini manajer harus mengambil tindakan bila mereka melanggar etika, bila karyawan sampai mengetahui bahwa tindakan bila mereka melanggar etika, bila karyawan sampai mengetahui bahwa

(6)

karyawan yang melanggar etika tidak dikenai sangsi, maka kode etik menjadi tidak  karyawan yang melanggar etika tidak dikenai sangsi, maka kode etik menjadi tidak  berarti apa2.

berarti apa2.

4. Lindungi hak perorangan. Akhir dari semua keputusan setiap etika sangat tergantung 4. Lindungi hak perorangan. Akhir dari semua keputusan setiap etika sangat tergantung pada individu. Melindungi seseorang dengan kekuatan prinsip2 moral dan nilai2nya pada individu. Melindungi seseorang dengan kekuatan prinsip2 moral dan nilai2nya merupakan jaminan yang terbaik untuk menghindari penyiompangan etika. Untuk  merupakan jaminan yang terbaik untuk menghindari penyiompangan etika. Untuk  membuat keputusan2 etika seseorang harus mempunyai : (a) Komitmen etika,yaitu membuat keputusan2 etika seseorang harus mempunyai : (a) Komitmen etika,yaitu tekad seseorang untuk bertindak secara etis dan melakukan sesuatu yang benar; (b) tekad seseorang untuk bertindak secara etis dan melakukan sesuatu yang benar; (b) Kesadran etika, yaitukemampuan untuk meraskan implikasi etika dari suatu situasi; Kesadran etika, yaitukemampuan untuk meraskan implikasi etika dari suatu situasi; (c) Kemampuan kompetensi, yaitu kemampuan untuk menggunakan suara pikiran (c) Kemampuan kompetensi, yaitu kemampuan untuk menggunakan suara pikiran moral dan mengembangkan strategi pemecahan masalah secara praktis.

moral dan mengembangkan strategi pemecahan masalah secara praktis. 5.

5. Adakan pelatihan Adakan pelatihan etika .Workshop etika .Workshop merupakan alat merupakan alat untuk meningkauntuk meningkatkan kesadatkan kesadaranran para karyawan.

para karyawan. 6.

6. Lakukan Lakukan audit etika audit etika secara periodsecara periodic. Audit meruic. Audit merupakan capakan cara yang ra yang terbaik untuk terbaik untuk  mengevaluasi efektifitas sistemetika. Hasil evaluasi tsb. Akan memberikan suatu mengevaluasi efektifitas sistemetika. Hasil evaluasi tsb. Akan memberikan suatu sinyal pada karyawan bahwa etika bukan

sinyal pada karyawan bahwa etika bukan sekedar iseng.sekedar iseng.

7. Pertahankan standar yang tinggi tentang tingkah laku, jangan hanya aturan. Tidak ada 7. Pertahankan standar yang tinggi tentang tingkah laku, jangan hanya aturan. Tidak ada seorangpun yang dapat mengatur etika dan moral. Akan tetapi manajer, bias saja seorangpun yang dapat mengatur etika dan moral. Akan tetapi manajer, bias saja membolehkan orang untuk mengetahui tingkat penampilan yang mereka harapkan. membolehkan orang untuk mengetahui tingkat penampilan yang mereka harapkan. Standar tingkah laku sngat penting untuk

Standar tingkah laku sngat penting untuk menekankamenekankan bahwa betapa pentingnya etikan bahwa betapa pentingnya etika dalam organisasi yang tidak bias di-

dalam organisasi yang tidak bias di- tawar2.tawar2.

8. Hindari contoh etika yang tercela setiap saat. Etika diawali dari atasan, oleh karena itu 8. Hindari contoh etika yang tercela setiap saat. Etika diawali dari atasan, oleh karena itu

atasan harus memberi contoh dan menaruh kepercayaan pada bawahannya. atasan harus memberi contoh dan menaruh kepercayaan pada bawahannya.

9. Ciptakan budaya yang menekankan komunikasi dua arah. Komunikasi dua arah sangat 9. Ciptakan budaya yang menekankan komunikasi dua arah. Komunikasi dua arah sangat

penting, agar lebih mudah

penting, agar lebih mudah tercapainya kesepahatercapainya kesepahaman antar dua man antar dua pihak.pihak.

10. Libatkan karyawn dalam mempertahankan standar etika. Dalam hal ini karyawan 10. Libatkan karyawn dalam mempertahankan standar etika. Dalam hal ini karyawan

diberi kesempatan untuk memberikan umpan balik

diberi kesempatan untuk memberikan umpan balik mengenai bagaimana standamengenai bagaimana standar etikar etika dipertahankan.

dipertahankan.

Materi 3.4

Materi 3.4 ASPEK PERUBAHAASPEK PERUBAHAN SOSIAL YANG PERLN SOSIAL YANG PERLU DICERMATI.U DICERMATI.

Perubahan social yang perlu dicermati adalah perubahan yang terjadi mulai dari yang Perubahan social yang perlu dicermati adalah perubahan yang terjadi mulai dari yang bersifat local, nasional sampai yang bersifat global seperti yang telah diprediksi oleh dua bersifat local, nasional sampai yang bersifat global seperti yang telah diprediksi oleh dua orang ahli masa depan (futurologist) : John Naisbitt dan Patricia Aburdene dalam bukunya orang ahli masa depan (futurologist) : John Naisbitt dan Patricia Aburdene dalam bukunya yang berjudul Megatrends dan Megatrends 2000.

(7)

Perubahan tsb.akan memberikan implikasi pada berubahnya lingkungan social, yang Perubahan tsb.akan memberikan implikasi pada berubahnya lingkungan social, yang selanjutnya akan mempengaruhi survival dan growth suatu perusahaan (selain memberikan selanjutnya akan mempengaruhi survival dan growth suatu perusahaan (selain memberikan peluang bagi timbulnya bisnis baru).

peluang bagi timbulnya bisnis baru).

Menurut Naisbitt dan Aburdene, perubahan global dalam tahun 1980-an dan 1990-an Menurut Naisbitt dan Aburdene, perubahan global dalam tahun 1980-an dan 1990-an adalah sbb. :

adalah sbb. :

Perubahan tahun 1980-an mencakup : Perubahan tahun 1980-an mencakup :

1.

1. Dari masyarakat industri ke Dari masyarakat industri ke masyarakat informasi.masyarakat informasi. 2.

2. Teknologi High Tough?High TechTeknologi High Tough?High Tech 3.

3. PerekonomiaPerekonomian nasional n nasional ke perekonomian dunia.ke perekonomian dunia. 4.

4. Jangka pendek ke jangka panjangJangka pendek ke jangka panjang 5.

5. Sentralisasi ke desentralisasiSentralisasi ke desentralisasi 6.

6. Bantuan kelembagaan ke swakarsaBantuan kelembagaan ke swakarsa 7.

7. Demokrasi perwakilan ke demokrasi partisipasiDemokrasi perwakilan ke demokrasi partisipasi 8.

8. Hirarki ke net workingHirarki ke net working 9.

9. PerkembangPerkembangan bisnis bergeser dari an bisnis bergeser dari utara ke selatanutara ke selatan 10.

10. Pilihan terbatas ke banyak pilihanPilihan terbatas ke banyak pilihan Perubahan tahun 1990-an mencakup : Perubahan tahun 1990-an mencakup :

1.

1. PerekonomiaPerekonomian dunia mengalami n dunia mengalami boom pada tahun 1990boom pada tahun 1990 2.

2. RenaisancRenaisance di e di bidang senibidang seni 3.

3. Munculnya pasar bebas sosialisMunculnya pasar bebas sosialis 4.

4. Gaya hidup internasional dan Gaya hidup internasional dan nasionalisme kebudayaanasionalisme kebudayaann 5.

5. Swastanisasi Negara kesejahteraanSwastanisasi Negara kesejahteraan 6.

6. Bangkitnya Negara kesejahteraanBangkitnya Negara kesejahteraan 7.

7. Bangkitnya kawasan lingkar pasifik Bangkitnya kawasan lingkar pasifik  8.

8. Dasa warsa kepemimpinan wanitaDasa warsa kepemimpinan wanita 9.

9. Abad biologiAbad biologi 10.

10. Kebangkitan agama si millennium baruKebangkitan agama si millennium baru 11.

11. Kejayaan individu.Kejayaan individu.

Keberlanjutan dan perkembangan sutau institusi bisnis sangat ditentukan oleh Keberlanjutan dan perkembangan sutau institusi bisnis sangat ditentukan oleh kemampuan untuk memhami dan memanfaatkan berbagai informasi seperti yang kemampuan untuk memhami dan memanfaatkan berbagai informasi seperti yang dikemukakan diatas, bagaian yang saling mempengaruhi dari tingkat nasional smpai tingkat dikemukakan diatas, bagaian yang saling mempengaruhi dari tingkat nasional smpai tingkat local. Perubahan social yang terjadi dalam masyarakat akan mempengaruhi kegiatan bisnis, local. Perubahan social yang terjadi dalam masyarakat akan mempengaruhi kegiatan bisnis,

(8)

dimana pengaruh tsb. Dapat bersifat langsung maupun tidak langsung tergantung pada besar dimana pengaruh tsb. Dapat bersifat langsung maupun tidak langsung tergantung pada besar dan luasnya skala bisnis.

dan luasnya skala bisnis.

Salah satu aspek informasi yang harus dipahami adalah informasi social dalam arti Salah satu aspek informasi yang harus dipahami adalah informasi social dalam arti segala sesuatu yang berkaitan dengan perubahan social dan dampak social yang ditimbulkan segala sesuatu yang berkaitan dengan perubahan social dan dampak social yang ditimbulkan oleh kegiatan ekonomi, teknologi,komunikas

oleh kegiatan ekonomi, teknologi,komunikasi, agama dll. i, agama dll. Kegiatan bisnis ikut Kegiatan bisnis ikut mempengamempengaruhiruhi perubahan social dlam masyarakat, demikian pula sebaliknya, baik pada tingkat perubahan social dlam masyarakat, demikian pula sebaliknya, baik pada tingkat local,nasional maupun internasional. Jadi kedua hal ini saling mempengaruhi secara sirkuler, local,nasional maupun internasional. Jadi kedua hal ini saling mempengaruhi secara sirkuler, sehingga sulit untuk memisahkan keterkaitan secara jelas, mana yang merupakan penyebab sehingga sulit untuk memisahkan keterkaitan secara jelas, mana yang merupakan penyebab dan mana yang merupakan akibat.

dan mana yang merupakan akibat.

Materi 3.5

Materi 3.5 PENGARUH KEGIATPENGARUH KEGIATAN BISNIS DENGAN PEAN BISNIS DENGAN PERUBAHAN SOSIAL.RUBAHAN SOSIAL.

Kegiatan bisnis adalah salah satuaspek kegiatan pembangunan yang amat luas Kegiatan bisnis adalah salah satuaspek kegiatan pembangunan yang amat luas dimensinya, yang salah stunya adalah penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam dimensinya, yang salah stunya adalah penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam kegiatan produksi. Disamping itu kegiatan bisnis tidak terlepas dari kegiatan memasarkan kegiatan produksi. Disamping itu kegiatan bisnis tidak terlepas dari kegiatan memasarkan hasil produksi untuk

hasil produksi untuk memperoleh keuntungan.memperoleh keuntungan.

Pada umumnya kegiatan ekonomi di Negara kapitalis menjadi salah satu akibat bagi Pada umumnya kegiatan ekonomi di Negara kapitalis menjadi salah satu akibat bagi terjadinya

terjadinya perubahan sosiaperubahan sosial di dunia ketiga termasuk Indonesia . Ekonomi kapitalis menunl di dunia ketiga termasuk Indonesia . Ekonomi kapitalis menuntuttut adanya system nilai seperti efisiensi kerja, kemauan untuk bekerja keras agar orang terus adanya system nilai seperti efisiensi kerja, kemauan untuk bekerja keras agar orang terus berproduksi dan hal demikian ini pada goilirannya menumbuhkan semangat untuk membeli . berproduksi dan hal demikian ini pada goilirannya menumbuhkan semangat untuk membeli . Salah satu aspek yang sangat popular dan perlu mendapat perhatian dalam dunia bisnis Salah satu aspek yang sangat popular dan perlu mendapat perhatian dalam dunia bisnis adalah

adalah PERLUNYA PERLUNYA ETIKA ETIKA DAN DAN MORAL MORAL BISNIS, BISNIS, hal hal ini ini mengingat mengingat bahwa bahwa etika etika bisnisbisnis ::

1.

1. Dapat menjamin kepercayaan dan loyalitas “stake holder” terhadap perusahaanDapat menjamin kepercayaan dan loyalitas “stake holder” terhadap perusahaan.. 2.

2. Sangat menentukan maju/mundurnya Sangat menentukan maju/mundurnya perusahaan.perusahaan.

Kedua hal diatas dapat terjadi mengingat bahwa semua keputusan perusahaan sangat Kedua hal diatas dapat terjadi mengingat bahwa semua keputusan perusahaan sangat mempengaruhi

mempengaruhi sekaligus dipensekaligus dipengaruhi garuhi oleh stake oleh stake holders (baik holders (baik oleh internal oleh internal stakeholdersstakeholders seperti karyawan,investor,mana

seperti karyawan,investor,manajemen, maupun oleh jemen, maupun oleh eksternal stakeholders seperti pelanggan,eksternal stakeholders seperti pelanggan, pedagang

pedagang, , kreditor, pemasok,pemerintah,masyarakreditor, pemasok,pemerintah,masyarakat kat umum)umum)

Menurut Zimmerer ada 8 kelompok stakeholders yang mempengaruhi keputusan2 bisnis : Menurut Zimmerer ada 8 kelompok stakeholders yang mempengaruhi keputusan2 bisnis :

1.

1. Para pengusaha/mitra usahaPara pengusaha/mitra usaha 2.

2. Pemasok bahan bakuPemasok bahan baku 3.

3. Organissi pekerjaOrganissi pekerja 4.

(9)

5.

5. Bank Bank  6.

6. InvestorInvestor 7.

7. Masyarakat umumMasyarakat umum 8.

8. Pelanggan/konsumen.Pelanggan/konsumen.

Selain etika dan perilaku, yang tidak kalah pentinganya dalam bisnis adalah norma etika, Selain etika dan perilaku, yang tidak kalah pentinganya dalam bisnis adalah norma etika, yang menurut Zimmerer terdapat tiga tingkatan norma etika,

yang menurut Zimmerer terdapat tiga tingkatan norma etika, yaitu :yaitu : 1.

1. Hukum.Hukum berlaku bagi masyarakat secara umum ,Hukum.Hukum berlaku bagi masyarakat secara umum ,yang mengatur mana perbuatanyang mengatur mana perbuatan yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan.Hukum hanya mengatur yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh dilakukan.Hukum hanya mengatur standar perilaku minimum.

standar perilaku minimum. 2.

2. Kebijakan dan Prosedur organisasi.Hal ini memberi arahan khusus bagi setiap orangKebijakan dan Prosedur organisasi.Hal ini memberi arahan khusus bagi setiap orang dalam organisasi dalam mengambil

dalam organisasi dalam mengambil keputusn se-hari2nya. Para karyawan akan bekerjakeputusn se-hari2nya. Para karyawan akan bekerja sesuai dengan kebijakan dan

sesuai dengan kebijakan dan prosedur perusahaan/organisprosedur perusahaan/organisasi.asi. 3.

3. Moral sikap mental individual, Ini sangat penting untuk menghadapai suatu keputusanMoral sikap mental individual, Ini sangat penting untuk menghadapai suatu keputusan yang tidak diatur oleh aturan formal

yang tidak diatur oleh aturan formal

Menurut Zimmerer, kerangka kerja etika dapat dikembangkan melalui tahapan berikut : Menurut Zimmerer, kerangka kerja etika dapat dikembangkan melalui tahapan berikut :

1.Pertama, mengakui dimensi2 etika yang ada sebagai suatu alternative atau suatu 1.Pertama, mengakui dimensi2 etika yang ada sebagai suatu alternative atau suatu keoutusan.Artinya, sebelum wirausaha menginformasikan suatu keputusan etika yang keoutusan.Artinya, sebelum wirausaha menginformasikan suatu keputusan etika yang dibuat,lebih dulu ia harus mengakui etika yang ada.

dibuat,lebih dulu ia harus mengakui etika yang ada. 2. Kedua, mengidentifikasi stakeholders kunci yang t

2. Kedua, mengidentifikasi stakeholders kunci yang terlibat dalam pengambilan keputusan.erlibat dalam pengambilan keputusan. Setiap keputusan bisnis akan mempengaruhi dan dipengaruhi oleh

Setiap keputusan bisnis akan mempengaruhi dan dipengaruhi oleh stakeholders.stakeholders.

3. Tahap terakhir (ketiga) ,membuat pilihan alternative dan membedakan antara respons 3. Tahap terakhir (ketiga) ,membuat pilihan alternative dan membedakan antara respons etika dan bukan etika. Saat menbuat pilihan alternative ini serta saat mengevaluasi etika dan bukan etika. Saat menbuat pilihan alternative ini serta saat mengevaluasi dampak positifmaupun dampak negative, manajer akan menemukan beberapa hal dampak positifmaupun dampak negative, manajer akan menemukan beberapa hal berikut :

berikut : a.

a. Prinsip2 Prinsip2 dan dan etika etika perilaku. perilaku. d.Konsekwed.Konsekwensi nsi dan dan hasilhasil b.

b. Hak2 Hak2 moral moral e. e. Pembenaran Pembenaran public.public. c.

c. Keadilan Keadilan f. f. Intuiosi Intuiosi dan dan wawasan.wawasan.

Selanjutnya diikuti dengan memilih respon etika yang terbaik dan mengimplementasikanya. Selanjutnya diikuti dengan memilih respon etika yang terbaik dan mengimplementasikanya. Pilihan tsb harus konsisten dengan tujuan, budaya, dan system nilai perusahaan serta dengan Pilihan tsb harus konsisten dengan tujuan, budaya, dan system nilai perusahaan serta dengan keputusan individu2.

keputusan individu2.

Oleh karena yang bertanggung jawab terhadap moral etika dalam perusahaan adalah Oleh karena yang bertanggung jawab terhadap moral etika dalam perusahaan adalah manajemen, maka menurut Zimmerer ,berdasarkan sudut pandang etika, manajer dibedakan manajemen, maka menurut Zimmerer ,berdasarkan sudut pandang etika, manajer dibedakan menjadi 3 yaitu :

(10)

1.Manajemen immoral, yaitu pimpinan perusahaan yang didorong oleh 1.Manajemen immoral, yaitu pimpinan perusahaan yang didorong oleh kerakusan/ketamakan diri sendiri, missal dengan meniru produk perusahaan lain, kerakusan/ketamakan diri sendiri, missal dengan meniru produk perusahaan lain, menggaji karyawan dengan jumlah dibawah kebutuhan fisik

menggaji karyawan dengan jumlah dibawah kebutuhan fisik minimum.minimum.

2. Manajemen Amoral, yaitu pimpinan perusahaan yang tujuan utamanya memperoleh 2. Manajemen Amoral, yaitu pimpinan perusahaan yang tujuan utamanya memperoleh

profit dengan tanpa mempertimbangkan etika d

profit dengan tanpa mempertimbangkan etika dalam mengambil keputusan.alam mengambil keputusan.

3. Manajemen moral, dalam hal ini bertujuan meraih keberhasilan, dengan tetap 3. Manajemen moral, dalam hal ini bertujuan meraih keberhasilan, dengan tetap

mendasarkan diri pada aspek legal dan prinsip2 etika. mendasarkan diri pada aspek legal dan prinsip2 etika.

Materi

Materi 3.6 3.6 TANGGUNG TANGGUNG JAWAB JAWAB PERUSAHAAN..PERUSAHAAN..

Selain etika, yang tidak kalah pentingnya adalah pertanggung jawaban social Selain etika, yang tidak kalah pentingnya adalah pertanggung jawaban social perusahaan

perusahaan. . Menurut ZimmereMenurut Zimmerer r ada beberaada beberapa pertanggpa pertanggung jawaban ung jawaban social perusasocial perusahaan :haan : 1.

1. Tanggung jawab terhadap lingkungan. Perusahaan harus memperhatikan, melestarikanTanggung jawab terhadap lingkungan. Perusahaan harus memperhatikan, melestarikan dan menjaga lingkungan, misalnya dengan membuat unit pengolah limbah, menjalain dan menjaga lingkungan, misalnya dengan membuat unit pengolah limbah, menjalain komunikasi dengan masyaraka

komunikasi dengan masyarakat t yang ada dilingkungan sekitar,dll.yang ada dilingkungan sekitar,dll. 2.

2. Tanggung jawab terhadap karyawan, yang antara lain dapat dilakukan dengan :Tanggung jawab terhadap karyawan, yang antara lain dapat dilakukan dengan : -- Dengarkan para karyawan dan hormati mereka.Dengarkan para karyawan dan hormati mereka.

-- Minta input pada karyawanMinta input pada karyawan -- Berikan umpan balik Berikan umpan balik 

-- Ceritakan dan berikan Ceritakan dan berikan kepercayaakepercayaann

-- Beri penghargaan pada karyawan yang berprestasiBeri penghargaan pada karyawan yang berprestasi 3.

3. Tanggung jawab pada pelanggan, yang dalam hal ini menurut Zimmerer mencakup:Tanggung jawab pada pelanggan, yang dalam hal ini menurut Zimmerer mencakup: (1)

(1) Hak keamanan, yaitu produk yang dihasilkan perusahaan harusHak keamanan, yaitu produk yang dihasilkan perusahaan harus berkwalitas dan memberi rasa

berkwalitas dan memberi rasa aman, termasuk kemasannya.aman, termasuk kemasannya. (2)

(2) Hak untuk mengetahui, konsumen berhak mengetahui produk yangHak untuk mengetahui, konsumen berhak mengetahui produk yang mereka beli,

mereka beli, termasuk perusahaan yang memproduksinya.termasuk perusahaan yang memproduksinya. (3)

(3) Hak untuk didengar,dalam hal ini komunikasi dua arah harus dibentuk,Hak untuk didengar,dalam hal ini komunikasi dua arah harus dibentuk, yaitu untuk menyalurkan keluhan tentang produk dari konsumen dan yaitu untuk menyalurkan keluhan tentang produk dari konsumen dan untuk menyampikan informasi dari

untuk menyampikan informasi dari perusahaaperusahaan.n. (4)

(4) Hak atas pendidikan,dalam hal ini pelanggan berhak atas pendidikan,Hak atas pendidikan,dalam hal ini pelanggan berhak atas pendidikan, missal pendidikan tentang bagaimana menggunkan dan memelihara missal pendidikan tentang bagaimana menggunkan dan memelihara produk.

produk. (5)

(5) Hak untuk memilih, dalam hal ini konsumen mempunyai hak untuk Hak untuk memilih, dalam hal ini konsumen mempunyai hak untuk  memilih produk yang mereka i

(11)

4.

4. Tanggung jawab terhadap investor, yaitu dengan mengupayakan tercapainyaTanggung jawab terhadap investor, yaitu dengan mengupayakan tercapainya pengembalian investasui yang menarik bagi investoe, antara lain dengan pengembalian investasui yang menarik bagi investoe, antara lain dengan memaksimumkan laba dan melaporkan kinewrja keuangannya dengan seakurat memaksimumkan laba dan melaporkan kinewrja keuangannya dengan seakurat mungkin.

mungkin. 5.

5. Tanggung jawab terhadap masyarakat, dalam hal ini perusahaan harus bertanggungTanggung jawab terhadap masyarakat, dalam hal ini perusahaan harus bertanggung  jawab

 jawab terhadap terhadap masyarakat masyarakat sekitarnya, sekitarnya, misl misl dengan dengan memberi memberi peluang peluang kerja,kerja, menciptakan kesehatan dan memberi berbagai kontribusi terhadap masyarakat sekitar menciptakan kesehatan dan memberi berbagai kontribusi terhadap masyarakat sekitar lokasi perushaan.

lokasi perushaan.

================================= =================================

Referensi

Dokumen terkait

Tabel 2.1 Perbedaan Saraf Biologi dengan Jaringan Saraf Tiruan Medsker & Liebowitz, 1994 Jaringan Saraf Biologi Manusia Jaringan Saraf Tiruan JST Soma Node simpul Dendrit Input

Rukun Islam, seperti yang diketahui, ada lima bentuk ajaran, yaitu mengucapkan dua kalimat sumpah ( syah ā datain ) bahwa Allah adalah Tuhan satu- satunya dan tidak ada

Servers and clients on an intranet not connected to the Internet will fail to read XML Schema Documents having absolute paths without modifications to the referencing

Skripsi dengan judul “ Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Materi Himpunan Melalui Metode Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization Siswa Kelas VII-A SMP

Untuk mengetahui, menguji dan menganalisis penga- ruh variabel kebijakan dividen kas terhadap nilai peru- sahaan pada perusahaan dengan intensitas corporate governance tinggi

Keywords : data mining, medical record, support vector machine, type 2 diabetes

Sedangkan pengalaman tidak menyenangkan yang dirasakan informan yaitu di tempat pendaftaran pasien (pasien harus menulis sendiri identitas pada status pasien dan terjadi

Langkah-langkah penerapan Metode Quantum Teaching pada mata pelajaran Al- Qur‟an Hadits materi hadits tentang ciri -ciri orang munafiq pada siswa kelas VB MI Al