• Tidak ada hasil yang ditemukan

EFEKTIFITAS MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBASIS E-WORKSHEET UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KEAKTIFAN SISWA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "EFEKTIFITAS MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBASIS E-WORKSHEET UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KEAKTIFAN SISWA"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

EFEKTIFITAS MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBASIS E-WORKSHEET UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR DAN KEAKTIFAN SISWA

Miftaqul Janah

SMK Pengudhi Luhur Karangrayung, Indonesia [email protected]

Abstrak

Penggunaan E Worksheet Interaktif dalam pembelajaran di masa pandemi Covid-19 ini menjadi salah satu alternatif media pembelajaran yang dapat dirancang oleh guru terutama untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa. Salah satu model pembelajaran yang dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa tersebut yaitu model pembelajaran Problem Based Learning. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI Tata Busana SMK Pengudhi Luhur Karangrayung dengan jumlah 20 siswa perempuan. Penelitian ini dilaksanakan tanggal 24 Agustus 2020 sampai dengan 20 Oktober 2020. Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) terdiri dari dua siklus. Instrumen yang digunakan meliputi perangkat pembelajaran yang terdiri dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Media Pembelajaran, Bahan Ajar, dan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini adalah lembar pengamatan siswa dan hasil belajar siswa. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis data hasil belajar siswa (kuantitatif), analisis data aktivitas siswa dan guru dalam pembelajaran (kualitatif),dan analisis ketercapaian kriteria ketuntasan minimum (KKM) pada nilai pengetahuan dan ketrampilan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketuntasan hasil belajar matematika siswa pada siklus I meningkat dibandingkan skor dasar (sebelum tindakan), begitu juga dengan ketuntasan hasil belajar Matematika siswa pada siklus II mengalami peningkatan dibandingkan siklus I. Ketuntasan hasil belajar pada skor dasar sebesar 60%,siklus I 70%,dan siklus II 85%. Jumlah siswa yang mencapai KKM 75 pada skor dasar sebanyak 12 siswa, siklus I sebanyak 14 siswa, dan siklus II sebanyak 17 siswa. Rata- rata keaktifan siswa juga meningkat dari siklus I ke siklus II yaitu sebesar 25 % dari nilai rata-rata keaktifan 50% menjadi 75% nilai rata-rata keaktifan siswa pada siklus II. Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbasis E Worksheet dapat meningkatkan aktvitas dan hasil belajar matematika siswa kelas XI Tata Busana SMK Pengudhi Luhur Karangrayung meskipun dengan kondisi sinyal yang tidak begitu baik.

Kata kunci: e-worksheet, problem based learning, keaktifan

(2)

PENDAHULUAN

Tantangan eksternal dari rasional pengembangan Kurikulum 2013 adalah hasil studi PISA (Program for International Student Assessment), yaitu studi yang memfokuskan pada literasi bacaan, matematika, dan IPA. PISA sendiri merupakan metode penilaian internasional yang menjadi 161ndicator mengukur kompetensi siswa Indonesia di tingkat global. Untuk nilai kompetensi Membaca, Indonesia berada dalam peringkat 72 dari 77 negara. Untuk nilai Matematika berada di peringkat 72 dari 78 negara. Sedangkan nilai SAINS berada pada peringkat 70 dari 78 negara. Nilai tersebut cenderung stagnan dalam 10-15 tahun terakhir (kompas.com:2020).

Salah satu pembelajaran matematika yang harus dikuasai dan dimengerti oleh siswa kelas XI Sekolah Menengah Kejuruan ini adalah Matriks. Konsep matriks dalam kehidupan sehari- hari pasti pernah digunakan, baik yang disadari maupun tidak disadari khususnya bagi mereka yang pernah menempuh jenjang 161ndicator161, tapi kenyataan di lapangan menunjukkan hasil yang tidak memuaskan dalam pembelajaran matriks. Banyak siswa yang meminta guru untuk mengulangi penjelasannya dalam setiap proses pembelajaran matriks dan masih banyak siswa sering melakukan kesalahan dalam mengerjakan persoalan yang terkait dengan matriks. Hal inilah yang menjadi 161ndicator bahwa masih banyak siswa yang tidak dapat mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) saat mempelajari matriks (Wiyana Pertiwi, 2018).

Keberhasilan pembelajaran Matematika ditentukan oleh bagaimana guru dalam merancang perencanaan proses pembelajaran, termasuk bagaimana cara guru memadukan berbagai macam metode-metode dan model-model maupun strategi-strategi dalam pembelajaran dan proses mengajar agar tujuan pembelajaran tercapai secara maksimal. Hingga akhirnya proses pembelajaran tidak lagi monoton, membosankan serta tidak lagi hanya menekankan pada proses mengingat dan memahami saja (Maulana,dkk.2019).

Berdasarkan hasil observasi di kelas dan wawancara dengan siswa tentang penyelesaian soal yang disediakan pada Lembar Kerja Siswa (LKS) atau Lembar kerja peserta didik (LKPD) siswa kelas XI Tata Busana menunjukkan bahwa keaktifan siswa dalam diskusi masih kurang di dalam pembelajaran matematika khususnya pada materi matriks, sehingga nilai rata-rata hasil belajar peserta didik masih di bawah KKM dan yang menjadi penyebab yaitu diantaranya siswa kurang kreatif dalam pembelajaran , kurangnya literatur belajar, kurang 161ndicat soal dan kurang komunikasi antar siswa dan guru. Kurang 161ndicat soal dikarenakan (1) siswa kurang percaya diri dengan jawaban yang diperoleh antara benar atau salah karena soal tersebut tidak interaktif, (2) soal yang ditampilkan kurang menarik. Kurang komunikasinya siswa dengan teman atau dengan guru akibatnya adanya perasaan malu karena tidak tahu atau takut 161ndic salah.

Oleh karena itu salah satu model pembelajaran yang akan diterapkan dalam sesuai dengan pembelajaran Matematika pada materi matriks yaitu model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) menggunakan E-Worksheet diharapkan mampu untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam diskusi dan hasil belajar siswa khususnya dalam menyelesaikan soal pemahaman konsep matriks.

METODE

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) atau Classroom Action Research yang bertujuan untuk memperbaiki efektifitas dan efisiensi proses pembelajaran. Penelitian akan dilaksanakan di SMK Pengudhi Luhur Karangrayung

(3)

dilaksanakan dalam dua siklus yang masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap yaitu:

perencanaan, 162ndicato, observasi dan refleksi.

Instrumen dalam penelitian ini terdiri dari lembar penilaian keaktifan peserta didik yang berpedoman kepada 162ndicator keaktifan sesuai dengan kajian teori pada penelitian ini.

Instrumen penelitian dalam PTK ini terdiri dari perangkat pembelajaran yang terdiri dari Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), Media Pembelajaran, Bahan Ajar, dan E-worksheet berbantu situs webssite www.liveworksheet.com.

Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes dan observasi. Observasi dengan menggunakan lembar pengamatan keaktivan siswa dipergunakan untuk mendapatkan data tentang aktivitas diskusi siswa dalam belajar matematika. Observasi atau pengamatan dipergunakan untuk mengumpulkan data tentang aktifitas siswa dalam proses belajar mengajar.

Lembar pengamatan keaktifan siswa menggunakan lembar pengamatan keaktifan yang di dalamnya memuat 162ndicator keaktifan sesuai dengan kajian teori pada penelitian ini.

Data yang dikumpulkan dari pelaksanaan siklus PTK dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan Teknik persentase untuk melihat kecenderungan yang terjadi pada kegiatan pembelajaran. Hasil belajar siswa dianalisis dengan cara menganalisis nilai pada evaluasi setiap pertemuan kemudian dibandingkan dengan KKM yang dipersyaratkan dalam penelitian ini yaitu 75 dalam satu kelas siswa yang mengikuti PJJ.

Ketuntasan hasil belajar matematika siswa pada materi matriks dapat dilihat dari hasil tes siswa pada setiap indikator dan seluruh indicator secara individual dan klasikal.

1. Ketercapaian Ketuntasan Individu siswa diperoleh dari:

𝑃𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 𝑘𝑒𝑡𝑒𝑟𝑐𝑎𝑝𝑎𝑖𝑎𝑛 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎 =!"#$" &$'( )"*+,-#+. /"/0$

123#$. /4-,+ 3$5/"3$# x 100 %

Dimana pesentase ketercapaian maksimal di sekolah peneliti yaitu sebesar ≥ 75%.

2. Ketercapaian ketuntasan klasikal siswa diperoleh dari:

𝑃𝑒𝑟𝑠𝑒𝑛𝑡𝑎𝑠𝑒 𝑘𝑒𝑡𝑒𝑟𝑐𝑎𝑝𝑎𝑖𝑎𝑛 𝑘𝑙𝑎𝑠𝑖𝑘𝑎𝑙 = 123#$. /"/0$ &$'( 62'6$/

723#$. /"/0$ 5+/+#2,2.$' x 100 % Dimana pesentase ketercapaian klasikal di sekolah peneliti yaitu sebesar ≥ 75%.

HASIL Siklus I

Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus dengan hasil penelitian yang akan peneliti deskripsikan yaitu dimulai dari siklus I. Pada siklus I peneliti memilih materi Matriks dengan sub materi yaitu Konsep Matriks yang merupakan salah satu syarat materi dalam Matematika yang harus ditempuh peserta didik khususnya kelas XI SMK. KOmpetensi dasar yang digunakan peneliti yaitu kompetensi dasar pada masa darurat covid-19 dimana di dalamnya untuk setiap kompetensi dasar mengalami penyederhanaan materi.

(4)

Setelah kegiatan pembelajaran` selesai kemudian peneliti melakukan pengamatan dengan tujuan untuk mengamati keaktifan siswa dan juga hasil belajar siswa berdasarkan lembar pengamatan keaktifan siswa dan juga nilai pengetahuan yang diberikan pada saat selesai pembelajaran. Data pengamatan keaktifan siswa pada siklus I menunjukkan pencapaian rata- rata seperti tabel berikut ini :

Tabel 1. Hasil Belajar Siswa pada Siklus I

Variabel Kriteria Jumlah Persentase (%) Nilai pengetahuan KKM ≥ 75 Tuntas ≥ 75 14 70%

Tidak Tuntas < 75 6 30%

Tabel 2. Hasil Pengamatan Keaktifan Siswa pada Siklus I

No Indikator Keaktifan Persentase (%)

1 Perhatian 68%

2 Kerjasama dan hubungan sosial 71%

3 Mengemukakan ide atau pendapat 80%

4 Pemecahan masalah 79%

5 Disiplin 60%

Penyajian hasil penelitian yang dianalisis ialah hasil belajar matematika siswa Kelas XI Tata Busana, setelah terjadi proses pembelajaran dengan menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) menggunakan E Worksheet skor nilai yang diperoleh siswa secara individu ataupun klasikal diharapkan memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu sebesar 75. Karena masih ada beberapa anak yang belum tuntas maka peneliti memutuskan untuk melanjutkan penelitian dan penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) menggunakan E Worksheet pada siklus II dengan harapan akan terjadi peningkatan ketuntasan dalam hal aktivitas dan hasil belajar.

Siklus II

Pada siklus II peneliti memilih materi Matriks dengan sub materi yaitu Kesamaan Matriks yang merupakan salah satu syarat materi dalam Matematika yang harus ditempuh peserta didik khususnya kelas XI SMK. Kompetensi dasar yang digunakan peneliti yaitu kompetensi dasar pada masa darurat covid-19 dimana di dalamnya untuk setiap kompetensi dasar mengalami penyederhanaan materi.

Rencana pelaksanaan pembelajaran pada pertemuan untuk siklus II ini peneliti susun dengan menggunakan model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) yang memuat bagaimana pelaksanaan pembelajaran yang akan dilaksanakan. Peneliti juga merancang E Worksheet yang dimuat dalam situs www.liveworksheet.com yang akan digunakan sebagai alat untuk menilai keterampilan siswa dan membuat instrument observasi keaktifan siswa.

Setelah kegiatan pembelajaran` selesai kemudian peneliti melakukan pengamatan dengan tujuan untuk mengamati keaktifan siswa dan juga hasil belajar siswa berdasarkan lembar pengamatan keaktifan siswa dan juga nilai pengetahuan yang diberikan pada saat selesai pembelajaran. Data pengamatan keaktifan siswa pada siklus II menunjukkan pencapaian rata- rata seperti tabel berikut ini :

(5)

Tabel 3. Hasil Belajar Siswa pada Siklus II

Variabel Kriteria Jumlah Persentase (%) Nilai pengetahuan KKM ≥ 75 Tuntas ≥ 75 17 85%

Tidak Tuntas < 75 3 15%

Tabel 4. Hasil Pengamatan Keaktifan Siswa pada Siklus II

No Indikator Keaktifan Persentase (%)

1 Perhatian 79%

2 Kerjasama dan hubungan sosial 75%

3 Mengemukakan ide atau pendapat 77%

4 Pemecahan masalah 79%

5 Disiplin 80%

Berdasarkan analisis tabel 3 diatas yaitu ada 5 indikator keaktifan yang dijadikan patokan penilaian oleh guru dengan menggunakan lembar pengamatan. Diantaranya diperoleh hasil persentase keaktifan siswa jika dilihat dari indikator keaktifan yaitu perhatian sebesar 79%, kerjasama dan hubungan sosial sebesar 75%, mengemukakan ide/pendapat sebesar 77%, pemecahan masalah 79%, dan disiplin sebesar 80%.

Berdasarkan analisis pada tabel 4 diperoleh data yang memperoleh nilai ≥ 75 yaitu sebanyak 17 siswa yang berarti siswa tersebut telah tuntas dan yang memperoleh nilai <75 sebanyak 3 siswa artinya siswa tersebut belum tuntas. Perhitungan persentase ketuntasan siswa pada siklus II sebesar 85%.

Penyajian hasil penelitian yang dianalisis ialah hasil belajar matematika siswa Kelas XI Tata Busana, setelah terjadi proses pembelajaran dengan menggunakan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) menggunakan E Worksheet skor nilai yang diperoleh siswa secara individu ataupun klasikal diharapkan memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu sebesar 75.

PEMBAHASAN

Penggunaan Model Pembelajaran Problem Based Learning menggunakan E Worksheet terhadap peningkatan hasil belajar siswa.

Berdasarkan penelitian Ewo Rahmat (2018:158) menyatakan bahwa penerapan model Problem Based Learning menghadapkan siswa pada suatu permasalahan sehingga mereka termotivasi untuk mencari jawaban dengan cara berulang-ulang memecahkan masalah yang dihadapinya yang pada akhirnya dapat menyelesaikan masalah tersebut sehingga dapat meningkatkan rasa percaya diri siswa akan kemampuannya. Peningkatan rasa percaya diri siswa akan kemampuannya dapat membuat siswa menjadi lebih aktif dan berpartisipatif dalam proses pembelajaran karena siswa merasa tertantang untuk menyelesaikan setiap tugas yang diberikan oleh guru dan membuat siswa menjadi lebih yakin dapat meraih prestasi belajar yang lebih tinggi daripada pencapaian sebelumnya.

Selain itu juga menurut Muhamad Yusuf (2010:42) dalam penelitian menyebutkan bahwa penggunaan LKS Interaktif berbasis komputer dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa tentang diferensial pada sub pokok bahasan garis singgung, fungsi naik, fungsi turun, dan titik satasioner beserta jenis-jenisnya siswa kelas XI.

Hal ini terbukti pada pencapaian persentase ketuntasan hasil belajar yang mengalami peningkatan sebesar 15% (hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 70% atau sebanyak 14 siswa

(6)

yang tuntas sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 85% atau sebanyak 17 siswa dinyatakan tuntas).

Tabel 5. Peningkatan hasil belajar siklus I dan II Kriteria

Siklus I Siklus II

Jumlah siswa

Persentase(%) Jumlah siswa Persentase(%) Tuntas ≥ 75

Tidak Tuntas < 75 14 70% 17 85%

6 30% 3 15%

Gambar 1. Grafik Peningkatan Hasil Belajar Siswa

Penggunaan Model Pembelajaran Problem Based Learning menggunakan E Worksheet terhadap peningkatan keaktifan siswa.

Menurut Nugroho Wibowo (2016:137) dalam hasil penelitiannya menyebutkan bahwa data tingkat keaktifan siswa diperoleh dari tiga instrumen, yaitu: lembar observasi, instrumen angket siswa dan studi dokumentasi. Pada siklus pertama dari hasil instrumen lembar observasi diperoleh data pada indikator perhatian terjadi peningkatan sebesar 12,5% pada siklus pertama dan 25% pada siklus yang kedua. Pada indikator kerjasama dan hubungan sosial peningkatannya sebesar 12,5% pada siklus pertama dan 50% pada siklus yang kedua, sedangkan peningkatan pada indikator ketiga tentang mengemukakan pendapat/ide 25% pada siklus I dan 12,5% pada siklus yang kedua. Indikator pemecahan masalah naik sebesar 16,67%

dan 33,3% pada siklus yang kedua dan indikator terakhir yaitu disiplin naik pada siklus pertama sebesar 25% dan naik 25% pada siklus yang kedua.

Dengan memperhatikan kedua pendapat diatas maka peneliti dalam hal ini yaitu untuk

0%

10%

20%

30%

40%

50%

60%

70%

80%

90%

TUNTAS

TIDAK TUNTAS

Peningkatan Hasil Belajar Siswa

SIKLUS I SIKLUS II

(7)

website www.liveworksheet.com. Dari hasil siklus I dan II dalam pengamatan keaktifan siswa yang peneliti lakukan menghasilkan perbedaan sebagai berikut

Tabel 6. Peningkatan keaktifan belajar siklus I dan II Indikator

Persentase (%)

SIKLUS I SIKLUS II

1. Perhatian Siswa

2. Kerjasama dan hubungan sosial 3. Mengemukakan ide atau pendapat 4. Pemecahan Masalah

5. Disiplin

68% 79%

71%

80%

79%

60%

75%

77%

79%

80%

Gambar 2. Grafik Rata-rata Ketuntasan Keaktifan siswa

Pada indikator mengemukakan pendapat atau ide mengalami penurunan 3% disebabkan karena banyak siswa yang masih kurang percaya diri dalam menampilkan jawaban mereka dan juga pendapat mereka tentang permasalahan yang sedang disajikan oleh kelompok lain pada saat presentasi. Selain itu menurut peneliti mungkin faktor waktu diskusi yang sangat terbatas juga menjadi kendala dalam siswa untuk lebih mendalami materi yang telah disediakan oleh guru sehingga dalam penguasaan materi masih kurang.

SIMPULAN

Berdasarkan data hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa :

1. Terjadi peningkatan hasil belajar dengan menggunakan model pembelajaran PBL (Problem Based Learning) menggunakan E-Worksheet pada materi matriks kelas XI SMK yaitu sebesar 15% dengan data ketuntasan hasil belajar pada siklus I sebesar 70%

dan siklus II sebesar 85%.

2. Terjadi peningkatan aktivitas belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran PBL (Problem Based Learning) menggunakan E-Worksheet pada materi matriks kelas XI SMK dari siklus I ke siklus II yaitu dilihat dari lima indikator diantaranya (1) perhatian

10%0%

30%20%

50%40%

70%60%

80%

Perhatian siswa

Kerjasama

Mengemukakan ide

pemecahan masalah

disiplin

RATA-RATA KETUNTASAN KEAKTIFAN SISWA

SIKLUS 1 SIKLUS 2 Column1

(8)

siswa terjadi peningkatan 11%, (2) kerjasama terjadi peningkatan 4%, (3) Pemecahan masalah tetap dan tidak meningkat yaitu 79%, (4) Disiplin terjadi peningkatan 20% dan (5) mengemukakan ide/pendapat mengalami penurunan 3%. Akan tetapi secara keseluruhan untuk aktvitas siswa sudah mengalami peningkatan meskipun ada satu indikator yang menurun.

Melihat hasil belajar dan aktivitas siswa meningkat dari pelaksanaan penelitian ini maka disarankan agar guru dalam pembelajaran matematika menggunakan lembar kerja peserta didik seperti E-Worksheet menggunakan www.liveworksheet.com. Sehingga pembelajaran diharapkan lebih yang bervariatif dan inovatif untuk meningkatkan pada ketrampilan proses, keaktifan, motivasi dan hasil belajar siswa. Untuk itu diharapkan kemampuan guru dalam membuat lembar kerja siswa lebih ditingkatkan lagi khususnya dalam mengahadapi pembelajaran di masa Pandemi covid-19 ini.

DAFTAR RUJUKAN

Amirul,Huda. 2018. “ Pengertian Keaktifan Belajar”. Diakses pada tanggal 21 Oktober 2020 pukul 21.53 WIB pada tautan http://fatkhan.web.id/pengertian-keaktifan- belajar/#:~:text=Jadi%2C%20keaktifan%20belajar%20adalah%20kemampuan,oleh

%20guru%20dalam%20proses%20pembelajaran.&text=Meliputi%20aktif%20bertan ya%2C%20aktif%20berdiskusi,oleh%20guru%20dalam%20proses%20pembelajaran Muniroh, Alimul. 2015. Academic Engagement: Penerapan Model Problem Based Learning di

Madrasah. LKIS Pelangi Aksara. Yogyakarta.

Pininta Kasih,Ayunda. 2020. "Nilai PISA Siswa Indonesia Rendah, Nadiem Siapkan 5 Strategi Ini". Kompas. https://edukasi.kompas.com/read/2020/04/05/154418571/nilai-pisa- siswa-indonesia-rendah-nadiem-siapkan-5-strategi-ini?page=all

Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Matematika.

(2011). Pengembangan Penilaian Pembelajaran SD/SMP. (Online), (http://p4tkmatematika.org), diakses 12 Agustus 2019.

Rahmat,Ewo.2018.Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa. Jurnal Penelitian Pendidikan ISSN 1412-565 X e-ISSN 2541-4135.

Syuro, C.M.,Mulyati,S.,Askury. 2013.”Penerapan Pembelajaran Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil belajar Matematika Siswa Kelas VII MTs Al-Maarif 01 Singosari”. Artikel ilmiah FMIPA UM: Malang

Teaching Learning Progress.2016. Modul 2 Penelitian Tidakan Kelas.

https://www.blogger.com/profile/15223138766730729897

Wibowo,Nugroho. 2016. Upaya peningkatan keaktifan siswa melalui pembelajaran berdasarkan gaya belajar di SMK Negeri 1 Saptosari. Jurnal Electronics, Informatics, and Vocational Education (ELINVO), Volume 1, Nomor 2, Mei 2016

Yusuf,Muhammad.2010. Peningkatkan hasil belajar matematika siswa melalui lembar kerja siswa (lks) interaktif berbasis komputer di sma muhammadiyah 1 palembang.

JURNAL PENDIDIKAN MATEMATIKA, VOLUME 4. NO. 2, DESEMBER 2010 diakses pada https://ejournal.unsri.ac.id/index.php/jpm/article/view/816

. Zulkarnain dan Susda Heleni. 2011. Strategi Pembelajaran Matematika. Universitas Riau.

Pekanbaru

Gambar

Tabel 1. Hasil Belajar Siswa pada Siklus I
Tabel 3. Hasil Belajar Siswa pada Siklus II
Gambar 1. Grafik Peningkatan Hasil Belajar Siswa
Tabel 6. Peningkatan keaktifan belajar siklus I dan II  Indikator

Referensi

Dokumen terkait

Dalam pengembangan bisnis Babal Aki di antaranya akan mengembangkan sistem penjualan e-commerce, kerjasama dengan bengkel dan jasa transportasi, pembuatan sistem

Dari uraian penjelasan di atas, maksud dari peneliti yaitu dengan Penanaman aqidah Islamiyah akan menimbulkan suatu tindakan yang dilakukan oleh ustadz terhadap

Aktivitas siswa yang melaksanakan prakerin pada industri BUMN dengan golongan besar sangat aktif dan di- namis serta sangat menujukkan pro- fesionalisme kerja yang

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan menguji secara empiris mengenai praktik perataan laba dan faktor-faktor yang mempengaruhinya pada perusahaan manufaktur yang

Pada akhir PLPG dilakukan uji kompetensi yang meliputi uji tulis dan uji kinerja (ujian praktik). Ujian tulis bertujuan untuk mengungkap kompetensi profesional dan

benda yang diduga keras telah digunakan untuk melakukan tindak pidana.. hakim untuk menjatuhkan putusan terhadap terdakwa. Penggunaan kata bukti seperti yang disebutkan dalam

Jika sekarang massa balok diwakilkan pada 2 titik masing-masing dengan massa ‘m’ dan ‘2m’ seperti pada gambar di bawah ini, dan kemudian ditempatkan 2 mesin pada kedua

Konsentrasi nitrat di