25
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Hasil Penelitian
1. Gambaran Umum CV. RR Wasilah Teknik Banjarbaru a. Sejarah Singkat
CV. RR Wasilah Teknik Banjarbaru dibentuk pada tanggal 13 November 2019 yang diresmikan oleh badan hukum melalui notaris. Sebelum terbentuk menjadi peseroan, bengkel ini sudah memulai usahanya dari tahun 2018 kemudian baru diresmikan menjadi perseroan pada tahun 2019 dan berjalan sampai sekarang.
Beralamat di Jl.Trikora Kota Banjarbaru. Maksud dan tujuan dari perseroan ini ialah bergerak dalam bidang Industri dan Reparasi, Kontruksi, Perdagangan Besar dan Eceran, Pengangkutan dan Pergudangan.
b. Struktur Organisasi
Struktur Organisasi adalah sesuatu yang sangat penting bagi perusahaan untuk kelancaran aktivitas perusahaan tersebut dan membuat pekerjaan akan lebih efektif.
Gambar 4.3 Struktur Organisasi 1 Sumber : CV. RR Wasilah Teknik Banjarbaru
Dari struktur diatas dapat dilihat tugas dan tanggung jawab dari masing-masing bagian pada CV. RR Wasilah Teknik Banjarbaru yaitu sebagai berikut :
1) Pemilik
a) Memimpin kegiatan perusahaan.
b) Mengawasi, Memantau, dan Memonitoring segala kegiatan yang terjadi diperusahan serta para karyawan yang bekerja.
c) Melakukan pengembangan kegiatan perusahaan.
2) Admin
a) Mengelola dan mengontrol absen karyawan.
b) Mengelola kas masuk dan kas keluar
c) Melakukan pencatatan dan membuatkan nota untuk customer.
3) Mekanik
a) Melaksanakan tugas reparasi dan lainnya yang diperlukan oleh customer.
b) Bertanggung jawab atas tugas yang telah diberikan.
c. Kegiatan Usaha
CV RR Wasilah Teknik Banjarbaru memiliki bidang usaha yang di jadikan yaitu sebagai berikut :
1) Bidang Industri dan Refarasi
a) Industri Mesin dan Perkakas Mesin Untuk Pengerjaan Logam.
b) Industri Bearing, Roda Gigi dan Elemen Penggerak.
c) Industri Koroseri Kendaraan Bermotor Roda Empat. atau lebih dari Industri Trailer dan Semi Trailer.
d) Refarasi produk logam pabrikan lainnya.
e) Refarasi alat angkutan lainnya, bukan kendaraan bermotor.
f) Refarasi Mesin Untuk Keperluan Umum.
g) Refarasi Mesin Untuk Keperluan Khusus.
h) Refarasi Mobil.
i) Refarasi peralatan lainnya
j) Instalasi/pemasangan mesin dan peralatan industri.
2) Bidang Kontruksi
a) Kontruksi Khusus Lainnya.
b) Pemasangan Kerangka Baja.
3) Bidang Perdagangan
a) Perdagangan Besar Berbagai Macam Barang
b) Perdagangan Eceran Mesin Lainnya dan Perlengkapannya.
c) Perdagangan Eceran Khusus Barang Baru Lainnya.
d) Perdagangan Eceran Suku Cadang dan Aksesoris Mobil.
e) Perdagangan Besar Alat Transportasi Darat (Bukan Mobil, Sepeda Motor, dan Sejenisnya), Suku Cadang dan Perlengkapannya.
f) Perdagangan Besar Produk Lainnya.
4) Bidang Pengangkutan dan Pergudangan a) Angkutan Sewa.
b) Angkutan Bermotor Untuk Barang Umum.
c) Angkutan Bermotor Untuk Barang Khusus.
2. Sistem Informasi Akuntansi Pengelolaan Kas yang berjalan pada CV RR Wasilah Teknik Banjarbaru
a. Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan Kas 1) Deskripsi Pokok
Penerimaan kas dari transaksi penjualan barang atau jasa pada CV. RR Wasilah Teknik Banjarbaru dimulai pada saat customer ingin mereparasi mobil dan lainnya atau ingin dibuatkan mesin roll. Khusus permbuatan roll ini tergantung permintaan customer, apabila tidak ada permintaan maka
perusahaan tidak akan memproduksi. Setelah customer dan mekanik sudah deal atas transaksi, kemudian mekanik melaporkan transaksi yang sudah disepakati ke bagian admin dan customer melakukan pembayaran, sesudah pembayaran tersebut admin akan membuatkan nota untuk customer dan menginput data penerimaan kas ke komputer.
2) Informasi Yang diperlukan
Informasi yang diperlukan admin dalam sistem penerimaan kas dari penjualan tunai maupun non-tunai pada CV. RR Wasilah Teknik yaitu :
a) Informasi data customer.
b) Detail data yang ingin di reparasi atau pun barang yang di minta oleh customer.
3) Fungsi Terkait
Fungsi yang terkait dalam sistem informasi akuntansi penerimaan kas pada CV. RR Wasilah Teknik Banjarbaru sebagai berikut :
a) Fungsi Mekanik
Mekanik menerima permintaan customer dan melaksanakan tugas serta bertanggung jawab atas tugasnya.
b) Fungsi Admin
Admin menerima kas sebagai permbayaran dari customer, Mengisi dan menyerahkan nota kepada customer serta menginputkan data kas masuk ke komputer.
4) Jaringan Prosedur yang membentuk sistem
Jaringan prosedur yang membentuk sistem informasi penerimaan kas dari penjualan barang atau jasa pada CV. RR Wasilah Teknik Banjarbaru sebagai berikut :
a) Prosedur Penjualan Barang atau Jasa
Prosedur ini digunakan untuk melayani customer dalam transaksi penjualan. Prosedur ini dilakukan oleh fungsi mekanik yang menerima permintaan reparasi atau pun barang dari customer.
b) Prosedur Penerimaan Kas
Prosedur penerimaan kas pada CV. RR Wasilah Teknik Banjarbaru dijalankan oleh fungsi admin.
Prosedur penerimaan kas ini terjadi setelah customer melakukan pembayaran atas penjualan barang maupun jasa. Fungsi admin juga mengisi dan menyerahkan nota ke customer serta melakukan penginputan data kas masuk ke komputer.
5) Dokumen Yang Digunakan
Dokumen yang digunakan CV. RR Wasilah Teknik Banjarbaru pada sistem penerimaan kas sebagai berikut : a) Nota Pejualan
Gambar 4.4 Nota Penjualan 1
Sumber : CV. RR Wasilah Teknik Banjarbaru
6) Catatan Akuntansi Yang Digunakan
Pada prosedur penerimaan kas pada CV. RR Wasilah Teknik Banjarbaru, fungsi admin mencatat transaksi pada nota penjualan.
b. Sistem Informasi Pengeluaran Kas 1) Deskripsi Pokok
Pengeluaran kas terjadi karena adanya keperluan untuk berjalannya operasional di perusahaan. Contoh pengeluaran kas pada CV. RR Wasilah Teknik Banjarbaru adalah pembelian bahan baku reparasi dan lainnya, beban-beban operasional seperti listrik dan air, serta penggajian karyawan. Fungsi pemilik melakukan pembayaran terhadap biaya-biaya tersebut, setelah itu fungsi admin akan menginput data pengeluaran kas.
2) Informasi Yang Diperlukan
Informasi yang diperlukan admin dalam sistem informasi akuntansi pengeluaran kas untuk pembelian bahan baku reparasi, beban-beban operasional serta penggajian karyawan yaitu :
a) Informasi perlengkapan bahan baku reparasi yang diperlukan.
b) Beban-beban operasional yang dikeluarkan oleh CV. RR Wasilah Teknik Banjarbaru.
c) Tanggal penggajian karyawan.
3) Fungsi Terkait
Fungsi yang terkait dalam sistem informasi akuntansi pengeluaran kas untuk pembelian bahan baku reparasi, beban-beban operasional serta gaji karyawan pada CV. RR Wasilah Teknik Banjarbaru dilaksanakan oleh fungsi
pemilik yang melakukan pembayaran atas biaya-biaya tersebut dan fungsi admin bertanggung jawab untuk mencatat pengeluaran kas serta membuat laporan.
4) Jaringan Prosedur yang membentuk sistem
Jaringan prosedur yang membentuk sistem informasi akuntansi pengeluaran kas pada CV. RR Wasilah Teknik Banjarbaru yaitu :
a) Prosedur pembayaran kas
Dalam prosedur pembayaran kas yang bertanggung jawab untuk melakukan pembayaran atas perlengkapan bahan baku, beban operasional serta gaji karyawan yaitu fungsi pemilik.
b) Prosedur pencatatan pengeluaran kas
Dalam prosedur pencatatan pengeluaran kas, fungsi admin mencatat pengeluaran kas dan membuat laporan.
5) Dokumen Yang Digunakan
Dokumen yang digunakan pada CV. RR Wasilah Teknik Banjarbaru dalam sistem informasi akuntansi pengeluaran kas yaitu :
a) Nota pembelian perlengkapan bahan baku 6) Catatan Akuntansi Yang Digunakan
Pada Prosedur pengeluaran kas pada CV. RR Wasilah Teknik Banjarbaru, fungsi admin mencatat transaksi dari nota pembelian, tagihan beban operasional dan penggajian karyawan.
B. Pembahasan Hasil Penelitian 1. Permasalahan
a. Analisis Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan Kas pada CV.
RR Wasilah Teknik Banjarbaru.
Berdasarkan hasil penelitian dan beberapa data yag telah dikumpulkan, dapat diketahui bahwa sistem informasi akuntansi penerimaan kas pada CV. RR Wasilah Teknik Banjarbaru yang telah diterapkan masih memiliki beberapa kelemahan, yaitu :
1) Informasi yang diperlukan
Informasi yang diperlukan CV. RR Wasilah Teknik Banjarbaru selama ini sudah baik sehingga tidak ada permasalahan dalam informasi yang diperlukan.
2) Fungsi yang terkait
Fungsi yang terkait pada CV. RR Wasilah Teknik Banjarbaru melibatkan fungsi admin.
3) Jaringan prosedur yang membentuk sistem
Jaringan prosedur yang membentuk sistem pada CV. RR Wasilah Teknik Banjarbaru bisa dibilang sudah tepat, namun segala pencatatan sepeti nota masih dibuat secara manual, yang apabila nota tersebut hilang maka proses pencatatan terhambat sehingga tidak efisisen.
4) Dokumen yang digunakan
Dokumen yang digunakan pada CV. RR Wasilah Teknik Banjarbaru bisa dikatakan sudah lengkap, namun ada kelemahan yaitu pada nota penerimaan kas yang masih berupa nota kertas yang apabila notanya hilang akan menghambat proses pencatatan.
5) Catatan akuntansi yang digunakan
Catatan akuntansi yang digunakan pada CV. RR Wasilah Teknik Banjarbaru dalam sistem informasi akuntansi penerimaan kas memang sudah menggunakan Microsoft excel.
Namun masih terdapat kekurangan yaitu pada proses pencatatannya memakan banyak waktu sehingga tidak efektif.
b. Analisis Sistem Informasi Akuntansi Pegeluaran Kas pada CV.
RR Wasilah Teknik Banjarbaru.
Berdasarkan hasil penelitian dan beberapa data yang telah dikumpulkan, dapat diketahui bahwa sistem informasi akuntansi pengeluaran kas pada CV. RR Wasilah Teknik Banjarbaru yang telah diterapkan masih memiliki beberapa kelemahan, yaitu : 1) Informasi yang diperlukan
Informasi yang diperlukan CV. RR Wasilah Teknik Banjarbaru selama ini sudah baik sehingga tidak ada permasalahan dalam informasi yang diperlukan.
2) Fungsi yang terkait
Sistem informasi akuntansi pengeluaran kas pada CV. RR Wasilah Teknik Banjarbaru melibatkan fungsi admin dan pemilik.
3) Jaringan prosedur yang membentuk sistem
Jaringan prosedur yang membentuk sistem informasi pengeluaran kas pada CV. RR Wasilah Teknik Banjarbaru sudah tepat yaitu meliputi prosedur pembelian bahan baku, biaya operasional dan gaji karyawan, prosedur pencatatan kas keluar.
Namun segala pencatatan yang dilakukan prosedur-prosedur tersebut masih dilakukan menggunakan Microsoft excel sehingga memakan banyak waktu untuk pencatatannya.
4) Dokumen yang digunakan
Dokumen yang digunakan pada CV. RR Wasilah Teknik Banjarbaru dalam sistem informasi akuntansi pengeluaran kas sudah baik dan lengkap, sehingga tidak ada permasalahan dalam hal ini.
5) Catatan akuntansi yang digunakan
Catatan akuntansi yang digunakan pada CV. RR Wasilah Teknik Banjarbaru dalam sistem informasi akuntansi pengeluaran kas memang sudah menggunakan Microsoft excel, Namun masih terdapat kekurangan yaitu pada proses pencatatannya memakan banyak waktu sehingga tidak efektif.
2. Pemecahan masalah
a. Analisis Sistem Informasi Akuntansi Penerimaan Kas pada CV.
RR Wasilah Teknik Banjarbaru
Berdasarkan permasalahan yang ada, maka alternatif pemecahan masalah yang dapat di berikan untuk sistem informasi akuntansi penerimaan kas pada CV. RR Wasilah Teknik Banjarbaru, sebagai berikut :
1) Informasi yang diperlukan yang disarankan
Informasi yang diperlukan yang disarankan penulis untuk sistem penerimaan kas, yaitu :
a) Laporan penerimaan kas per tanggal/bulan/tahun b) Laporan penerimaan kas keseluruhan
c) Laporan Rekap
2) Fungsi terkait yang disarankan
Fungsi yang terkait dalam sistem penerimaan kas yaitu fungsi customer, fungsi mekanik dan fungsi admin, fungsi pemilik. Fungsi ini memiliki fungsinya masing-masing.
3) Jaringan prosedur yang membentuk sistem yang disarankan Jaringan prosedur membentuk sistem yang disarankan penulis pada CV. RR Wasilah Teknik Banjarbaru sudah tepat karena sesuai dengan keperluan perusahaan akan tetapi pencatatan transaksi nanti dilakukan melalui sistem.
4) Dokumen yang disarankan
Dokumen yang disarankan pada CV. RR Wasilah Teknik Banjarbaru adalah sebagai berikut :
a) Nota penjualan
Berikut ini desain nota penjualan yang disarankan penulis untuk CV. RR Wasilah Teknik Banjabaru :
Gambar 4.5 Nota Penjualan yang Disarankan 1 Sumber : Penulis
b) Laporan penerimaan kas
Laporan ini dibuat untuk melihat pelaksanaan operasi penjualan barang atau jasa dalam satu periode maupun keseluruhan. Berikut desain laporan penjualan yang disarankan penulis.
Gambar 4.6 Laporan penerimaan kas keseluruhan 1 Sumber : Penulis
5) Bagan alir dokumen yang disarankan
Bagan alir dokumen sistem informasi akuntansi penerimaan kas yang disarankan pada CV. RR Wasilah Teknik Banjarbaru sebagai berikut :
Gambar 4.7 Flowchart Penerimaan Kas yang Disarankan 1 Sumber : Penulis
b. Analisis Sistem Informasi Akuntansi Pengeluaran Kas pada CV.
RR Wasilah Teknik Banjarbaru
Berdasarkan permasalahan yang ada, maka alternatif pemecahan masalah yang dapat di berikan untuk sistem informasi akuntansi pengeluaran kas pada CV. RR Wasilah Teknik Banjarbaru, sebagai berikut :
1) Informasi yang diperlukan yang disarankan
Informasi yang diperlukan yang disarankan penulis untuk sistem pengeluaran kas, yaitu :
a) Laporan pengeluaran kas per tanggal/bulan/tahun b) Laporan pengeluaran kas keseluruhan
c) Laporan Rekap
2) Fungsi terkait yang disarankan
Fungsi terkait dalam sistem pengeluaran kas yaitu fungsi admin dan fungsi pemilik. Fungsi ini memiliki fungsinya masing-masing.
3) Jaringan prosedur yang membentuk sistem yang disarankan Jaringan prosedur membentuk sistem yang disarankan penulis pada CV. RR Wasilah Teknik Banjarbaru sudah tepat karena sesuai dengan keperluan perusahaan akan tetapi pencatatan transaksi nanti dilakukan melalui sistem.
4) Dokumen yang disarankan
Dokumen yang disarankan pada CV. RR Wasilah Teknik Banjarbaru adalah sebagai berikut :
a) Laporan pengeluaran kas
Laporan ini dibuat untuk melihat pelaksanaan operasi penjualan barang atau jasa dalam satu periode maupun keseluruhan. Berikut desain laporan penjualan yang disarankan penulis.
Gambar 4.8 Laporan pengeluaran kas keseluruhan 1 Sumber : Penulis
5) Bagan alir dokumen yang disarankan
Bagan alir dokumen sistem informasi akuntansi pengeluaran kas yang disarankan pada CV. RR Wasilah Teknik Banjarbaru.
Gambar 4.9 Flowchart Pengeluaran Kas yang Disarankan 1
Sumber : Penulis
c. Sistem Pengelolaan Kas Pada CV. RR Wasilah Teknik Banjarbaru yang Disarankan
Adapun beberapa langkah dalam mendesain sebuah program aplikasi pengelolaan kas berbasis web pada CV. RR Wasilah Teknik Banjarbaru, yaitu sebagai berikut :
1) Sistem Basis Data a) Sistem Basis Data
Agar sistem basis data dapat menjadi akurat, cepat dan efisisen, serta dapat memberikan data yang diharapkan, maka dibentuklah normalisasi. Adapun syarat-syarat yang menunjukan relasi antar tabel dalam bentuk normalisasi ketiga (3NF) adalah sebagai berikut:
(1) Telah memenuhi bentuk normal kesatu (1NF), yaitu nilai untuk semua atribut adalah anatomic atau tidak dapat dipecah lagi menjadi unit-unit yang lebih kecil, contohnya pada table tindakan terdapat field nama, dimana atribut tersebut tidak dapat dibagi-bagi menjadi unit yang lebih kecil.
(2) Telah memenuhi syarat bentuk normal kedua (2NF) yaitu:
(a) Harus telah berbentuk normal pertama (1NF).
(b) Semua atribut utama harus bergantung fungsional penuh pada kunci relasi.
(3) Telah memenuhi syarat bentuk norma ketiga (3NF) yaitu:
(a) Harus telah berbentuk normal pertama(2NF)
(b) Relasi tidak boleh memuat ketergantungan fungsional diantara atribut-atribut bukan utama.
(c) Atribut harga tidak bergantung pada kuantitas begitu juga dengan sebaliknya, kuantitas tidak bergantung dengan harga. Atribut bukan kunci tersebut bergantung fungsional secara penuh pada sekumpulan atribut yang berfungsi sebagai kunci relasi.
2) Normalisasi
Normalisasi adalah suatu teknik untuk menghasilkan sekumpulan relasi/tabel yang memiliki karakteristik tertentu, untuk memenuhi kebutuhan organisasi. Normalisasi memiliki beberapa tahap yaitu :
a) Unnormalized
Bentuk tidak normal (unnormalized) merupakan kumpulan data yang direkam tidak ada keharusan dengan mengikuti suatu format tertentu. Pada bentuk tidak normal terdapat repeating group (Pengulangan Group), sehingga pada kondisi ini data menjadi permasalahan dalam melakukan manipulasi data (insert, update, dan delete) atau biasa disebut anomali.
Tabel 4.3 Unnormalized 1
No. Nama Field No. Nama Field
1 Karyawan_nama 6 Supplier_nama 2 Karyawan_jabatan 7 Supplier_alamat 3 Karyawan_alamat 8 Supplier_nomor
4 Karyawan_gaji 9 Nama
5 Karyawan_nomortelepon 10 Jumlah Sumber : Penulis
b) 1 NF
Pada tahap ini terjadi penghapusan beberapa group elemen yang berulang menjadi satu, setiap atribut harus mempunyai nilai anatomik yaitu data tersebut tidak bisa dibagi-bagi lagi menjadi unit yang lebih kecil.
Tabel 4.4 1NF 1
No. Nama Field No. Nama Field
1 Customer_id 13 Supplier_alamat 2 Customer_nama 14 Supplier_nomor 3 Customer_alamat 15 Tanggal
4 Customer_nomortelepon 16 Nama
5 Karyawan_id 17 Uraian
6 Karyawan_nama 18 Jumlah
7 Karyawan_jabatan 19 User_id 8 Karyawan_alamat 20 Username 9 Karyawan_gaji 21 Password 10 Karyawan_nomortelepon 22 User_nama 11 Supplier_id 23 Ktgri_id 12 Supplier_nama 24 Ktgri_nama
Sumber : Penulis
c) 2NF
Tahap 2 (2NF) ini didasari dengan konsep ketergantungan fungsional penuh dan telah berbentuk normal pertama (1NF).
Tabel 4.5 Tabel customers 2NF 1
No. Nama Field Type Data
1 Customer_id Int
2 Customer_nama Varchar 3 Customer_alamat Text 4 Customer_nomortelepon Int
Sumber : Penulis
Tabel 4.6 Tabel karyawan 2NF 1
No. Nama Field Type Data
1 Karyawan_id Int
2 Karyawan_nama Varchar 3 Karyawan_jabatan Varchar 4 Karyawan_alamat Text
5 Karyawan_gaji Int
6 Karyawan_nomortelepon Int Sumber : Penulis
Tabel 4.7 Tabel supplier 2NF 1
No. Nama Field Type Data
1 Supplier_id Int
2 Supplier_nama Varchar 3 Supplier_alamat Text 4 Supplier_nomor Int
Sumber : Penulis
Tabel 4.8 Tabel transaksimasuk 2NF 1
No. Nama Field Type Data
1 tm_id Int
2 Tanggal Date
3 Uraian Text
4 Jumlah Int
Sumber : Penulis
Tabel 4.9 Tabel transaksikeluar 2NF 1
No. Nama Field Type Data
1 Tk_id Int
2 Tanggal Date
3 Uraian Text
4 Jumlah Int
Sumber : Penulis
Tabel 4.10 Tabel kategori 2NF 1
No. Nama Field Type Data
1 Ktgri_id Int
2 Ktgri_nama Varchar
Sumber : Penulis
Tabel 4.11 Tabel biayaopr 2NF 1
No. Nama Field Type Data
1 Tanggal Date
2 Nama Varchar
3 Uraian Text
4 Jumlah Int
Sumber : Penulis
Tabel 4.12 Tabel gajikeluar 2NF 1
No. Nama Field Type Data
1 Tanggal Date
2 Uraian Text
3 Jumlah Int
Sumber : Penulis
Tabel 4.13 Tabel users 2NF 1
No. Nama Field Type Data
1 User_id Int
2 Username Varchar
3 Password Varchar
4 Username_nama Varchar Sumber : Penulis
d) 3NF
Normalisasi Tahap 3 ini merupakah tahap penyesuaian tabel dimana relasi tidak boleh bergantung fungsional pada atribut bukan utama.
Tabel 4.14 Tabel customers 3NF 1
No. Nama Field Type Data
1 Customer_id Int
2 Customer_nama Varchar 3 Customer_alamat Text 4 Customer_nomortelepon Int
Sumber : Penulis
Tabel 4.15 Tabel karyawan 3NF 1
No. Nama Field Type Data
1 Karyawan_id Int
2 Karyawan_nama Varchar 3 Karyawan_jabatan Varchar 4 Karyawan_alamat Text
5 Karyawan_gaji Int
6 Karyawan_nomortelepon Int Sumber : Penulis
Tabel 4.16 Tabel supplier 3NF 1
No. Nama Field Type Data
1 Supplier_id Int
2 Supplier_nama Varchar 3 Supplier_alamat Text 4 Supplier_nomor Int
Sumber : Penulis
Tabel 4.17 Tabel transaksimasuk 3NF 1
No. Nama Field Type Data
1 tm_id Int
2 Customer_id FK Int 3 Karyawan_id FK Int
4 Tanggal Date
5 Uraian Text
6 Jumlah Int
Sumber : Penulis
Tabel 4.18 Tabel transaksikeluar 3NF 1
No. Nama Field Type Data
1 Tk_id Int
2 Ktgri_id FK Int
3 Supplier_id FK Int
4 Tanggal Date
5 Uraian Text
6 Jumlah Int
Sumber : Penulis
Tabel 4.19 Tabel kategori 3NF 1
No. Nama Field Type Data
1 Ktgri_id Int
2 Ktgri_nama Varchar
Sumber : Penulis
Tabel 4.20 Tabel biayaopr 3NF 1
No. Nama Field Type Data
1 Tk_id FK Int
2 Ktgri_id FK Int
3 Tanggal Date
4 Nama Varchar
5 Uraian Text
6 Jumlah Int
Sumber : Penulis
Tabel 4.21 Tabel gajikeluar 3NF 1
No. Nama Field Type Data
1 Tk_id FK Int
2 Ktgri_id FK Int
3 Karyawan_id FK Int
4 Tanggal Date
5 Uraian Text
6 Jumlah Int
Sumber : Penulis
Tabel 4.22 Tabel users 3NF 1
No. Nama Field Type Data
1 User_id Int
2 Username Varchar
3 Password Varchar
4 Username_nama Varchar Sumber : Penulis
3) Relasi
Berdasarkan bentuk normalisasi tahap ketiga yang telah dirancang, maka selanjutnya penulis menggambarkan relasi yang akan digunakan pada program aplikasi pengelolaan kas menggunakan PHP pada CV. RR Wasilah Teknik Banjarbaru sebagai berikut :
Gambar 4.10 Relasi antar table 1 Sumber : Penulis
Penjelasan dari gambar antar table di atas adalah sebagai berikut :
a) Tabel Customer
Tabel customer adalah tabel yang digunakan untuk menyimpan data customer dan menambahkan data customer yang baru. Tabel ini memiliki jenis relasi one to many ke tabel transaksimasuk dengan field primary key id.
Tabel 4.23 Basis Data Customer 1
No. Nama Kolom Tipe Data
1 customer_id Int
2 customer_nama Varchar
3 customer_alamat Text
4 customer_nomortelepon Int Sumber : penulis
b) Tabel Karyawan
Tabel Karyawan adalah tabel yang digunakan untuk menyimpan data karyawan dan menambahkan data
karyawan yang baru. Tabel ini memiliki jenis relasi one to many ke tabel transaksimasuk dan gajikeluar dengan field primary key id.
Tabel 4.24 Basis Data Karyawan 1
No. Nama Kolom Tipe Data
1 karyawan_id Int
2 karyawan_nama Varchar
3 karyawan_jabatan Varchar
4 karyawan_alamat Text
5 karyawan_gaji Int
6 karyawan_nomortelepon Int Sumber : Penulis
c) Tabel Supplier
Tabel Karyawan adalah tabel yang digunakan untuk menyimpan data supplier dan menambahkan data supplier yang baru. Tabel ini memiliki jenis relasi one to many ke tabel transaksikeluar dengan field primary key id.
Tabel 4.25 Basis Data Supplier 1
No. Nama Kolom Tipe Data
1 supplier_id Int
2 supplier_nama Varchar
3 supplier_alamat Text
4 supplier_nomor Int
Sumber : Penulis
d) Tabel Kategori
Tabel Kategori adalah tabel yang digunakan untuk menyimpan data kategori dan menambahkan data kategori yang baru. Tabel ini memiliki jenis relasi one to many ke tabel transaksikeluar dengan field primary key id.
Tabel 4.26 Basis Data Kategori 1
No. Nama Kolom Tipe Data
1 Ktgri_id Int
2 Ktgri_nama Varchar
Sumber : Penulis
e) Tabel Transaksimasuk
Tabel Kategori adalah tabel yang digunakan untuk menyimpan data kas masuk dan menambahkan data kas masuk yang baru. Tabel ini memiliki jenis relasi one to many dengan field primary key id.
Tabel 4.27 Basis Data Transaksimasuk 1
No. Nama Kolom Tipe Data
1 tm_id Int
2 customer_id FK Int
3 karyawan_id FK Int
4 Tanggal Date
5 Uraian Text
6 Jumlah Int
Sumber : Penulis
f) Tabel Transaksikeluar
Tabel transaksikeluar adalah tabel yang digunakan untuk menyimpan data kas keluar dan menambahkan data kas keluar yang baru. Tabel ini memiliki jenis relasi one to many dengan field primary key id.
Tabel 4.28 Basis Data Transaksikeluar 1
No. Nama Kolom Tipe Data
1 tk_id Int
2 ktgri_id FK Int
3 supplier_id FK Int
4 Tanggal Date
5 Uraian Text
6 Jumlah Int
Sumber : Penulis
g) Tabel Biayaopr
Tabel biayaopr adalah tabel yang digunakan untuk menyimpan data biaya operasional (termasuk dalam transaksikeluar) dan menambahkan data biaya operasional yang baru.
Tabel 4.29 Basis Data Biayaopr 1
No. Nama Kolom Tipe Data
1 tk_id Int
2 ktgri_in FK Int
3 Tanggal Date
4 Nama Varchar
5 Uraian Text
6 Jumlah Int
Sumber : Penulis
h) Tabel Gajikeluar
Tabel gajikeluar adalah tabel yang digunakan untuk menyimpan data gaji keluar (termasuk dalam
transaksikeluar) dan menambahkan data gaji keluar yang baru.
Tabel 4.30 Basis Data Gajikeluar 1
No. Nama Kolom Tipe Data
1 tk_id Int
2 ktgri_id FK Int
3 karyawan_id FK Int
4 Tanggal Date
5 Uraian Text
6 Jumlah Int
Sumber : Penulis
4) Entity Relationship Diagram (ERD)
Entity Relation Diagram (ERD) merupakan cerminan model database yang menggambarkan relasi antar entitas yang dilengkapi dengan beberapa atribut yang sebenarnya pada perancangan program. Berikut ERD yang penulis rancang untuk program aplikasi pengelolaan kas:
Gambar 4.11 Entity Relationship Diagram 1 Sumber : Penulis
5) Data Flow Diagram (DFD) a) Diagram Jenjang
Diagram jenjang merupakan sebuah diagram yang menggambarkan proses secara keseluruhan yang terdapat dalam aplikasi tertentu dengan jelas dan terstruktur. Berikut diagram jenjang dalam membuat aplikasi pengupahan yang dibuat oleh penulis :
Gambar 4.12 Data Flow Diagram Jenjang 1 Sumber : Penulis
b) DFD Level 0 – Diagram Konteks
DFD level 0 atau bisa juga diagram konteks merupakan diagram yang dapat menggambarkan bagian yang berhubungan dengan sebuah sistem aplikasi. Berikut diagram konteks dari program aplikasi pengelolaan kas pada CV. RR Wasilah Teknik Banjarbaru :
Gambar 4.13 Data Flow Diagram Konteks 1 Sumber : Penulis
Berdasarkan diagram konteks diatas dapat dilihat bahwa bagian yang berhubungan dengan program aplikasi pengelolaan kas adalah Admin dan Pemilik. Admin akan bertugas memasukan data customer, data karyawan, data supplier, data transaksi penerimaan dan pengeluaran, yang akan menghasilkan sebuah daftar customer, daftar karyawan, daftar supplier, daftar transaksi penerimaan dan pengeluaran, laporan penerimaan/pengeluaran perbulan dan pertahun.
Laporan penerimaan/pengeluaran perbulan dan pertahun akan diserahkan ke pemilik.
c) DFD level 1
Adalah tahapan lebih lanjut tentang DFD level 0, dimana semua proses yang ada pada DFD level 0 akan dirinci dengan lengkap sehingga lebih lengkap dan detail. Berikut DFD level 1dari program aplikasi pengelolaan kas pada CV. RR Wasilah Teknik Banjarbaru :
Gambar 4.14 Data Flow Diagram Level 1 1 Sumber : Penulis
6) Desain Interface Menggunakan PHP a) Form Login
Form login merupakan halaman pertama yang akan ditampilkan ketika membuka program aplikasi, form login berfungsi untuk bisa masuk ke dalam program aplikasi.
Gambar 4.15 Form Login 1 Sumber : Penulis
b) Dashboard
Dashboard adalah tampilan awal program aplikasi ketika proses login sudah dilakukan. Bagian sidebar terdapat beberapa macam menu untuk berbagai macam proses.
Gambar 4.16 Dashboard 1 Sumber : Penulis
c) Data Master
Pada menu data master terdapat beberapa pilihan yaitu customer, karyawan, dan supplier. Pada customer, karyawan dan supplier menampilkan list customer, karyawan dan supplier yang sudah terdaftar. Setiap data bisa ditambah, edit dan hapus.
(1) Customer
Pada Menu customer terdapat button + Tambah Customer untuk menambah customer dan menginput data customer. Setelah menginput data customer maka akan dihasilkan daftar customer yang menampilkan nama customer, alamat customer, nomor telepon.
Gambar 4.17 Form Tambah Customer 1 Sumber : Penulis
Gambar 4.18 Daftar Customer 1 Sumber : Penulis
(2) Karyawan
Pada Menu karyawan terdapat button + Tambah Karyawan untuk menambah karyawan dan menginput data karyawan. Setelah menginput data karyawan maka akan dihasilkan daftar karyawan yang menampilkan nama, alamat, nomor telepon, jabatan, gaji.
Gambar 4.19 Form Tambah Karyawan 1 Sumber : Penulis
Gambar 4.20 Daftar Karyawan 1 Sumber : Penulis
(3) Supplier
Pada Menu karyawan terdapat button + Tambah Supplier untuk menambah supllier dan menginput data supplier. Setelah menginput data supplier maka akan dihasilkan daftar supplier yang menampilkan nama, alamat, nomor telepon.
Gambar 4.21 Form Tambah Supplier 1 Sumber : Penulis
Gambar 4.22 Daftar Supplier 1 Sumber : Penulis
(4) Transaksi
Pada tampilan awal menu transaksi akan muncul daftar transaksi yang telah diinput. Pada menu transaksi terdapat dua transaksi yaitu transaksi masuk dan transaksi keluar. Di transaksi masuk terdapat button + Tambah Transaksi Masuk yang berfungsi untuk menambah transaksi kas masuk dan di transaksi keluar terdapat button + Tambah Transaksi Keluar, + Tambah Gaji dan + Tambah Biaya Operasional yang berfungsi untuk menambah transaksi kas keluar dengan kategori yang berbeda. Setiap data dapat di edit, hapus dan di cetak.
Gambar 4.23 Form Input Transaksi Masuk 1 Sumber : Penulis
Gambar 4.24 Daftar Transaksi Masuk 1 Sumber : Penulis
Gambar 4.25 Form Input Transaksi Keluar 1 Sumber : Penulis
Gambar 4.26 Daftar Transaksi Keluar 1 Sumber : Penulis
Gambar 4.27 Halaman Cetak Nota Penerimaan Kas 1 Sumber : Penulis
Gambar 4.28 Halaman Cetak Nota Pengeluaran Kas 1
Sumber : Penulis (5) Laporan
Pada menu laporan memuat laporan penerimaan kas dan laporan pengeluaran perbulan/pertahun yang sudah terlaksana. Pada tampilan awal akan ada daftar keseluruhan transaksi penerimaan kas maupun pengeluaran kas kemudian ada button Pilih Tahun,
Pilih Bulan, Pilih Tanggal yang berfungsi untuk memilih laporan yang ingin dicetak.
Gambar 4.29 Daftar Transaksi Penerimaan Kas Keseuruhan 1 Sumber : Penulis
Gambar 4.30 Daftar Transaksi Pengeluaran Kas Keseluruhan 1 Sumber : Penulis
Gambar 4.31 Form Pilih Tahun 1 Sumber : Penulis
Gambar 4.32 Form Pilih Bulan 1 Sumber : Penulis
Gambar 4.33 Form Pilih Tanggal 1 Sumber : Penulis
Gambar 4.34 Halaman Cetak Laporan Penerimaan Kas Keseluruhan 1 Sumber : Penulis
Gambar 4.35 Halaman Cetak Laporan Pengeluaran Kas Keseluruhan 1 Sumber : Penulis
Gambar 4.36 Halaman Cetak Laporan Penerimaan Kas Per Tanggal 1 Sumber : Penulis
Gambar 4.37 Halaman Cetak Laporan Penerimaan Kas Per Bulan 1 Sumber : Penulis
Gambar 4.38 Halaman Cetak Laporan Penerimaan Kas Per Tahuni 1 Sumber : Penulis
Gambar 4.39 Halaman Cetak Laporan Pengeluaran Kas Per Tanggal 1 Sumber : Penulis
Gambar 4.40 Halaman Cetak Laporan Pengeluaran Kas Per Bulan 1 Sumber : Penulis
Gambar 4.41 Halaman Cetak Laporan Pengeluaran Kas Per Tahun 1
Sumber : Penulis
Gambar 4.42 Laporan Rekap 1 Sumber : Penulis