(RENJA)
DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG
KABUPATEN NGANJUK
TAHUN 2021
Kata Pengantar i
KATA PENGANTAR
Puji syukur Kami panjatkan kehadirat Allah SWT, atas karunia serta ridho-Nya, telah tersusun Rencana Kerja (RENJA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Nganjuk Tahun 2021 sebagaimana dengan berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 86 Tahun 2017 pasal 126 tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah,dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah.
Penyusunan dokumen Rencana Kerja (RENJA) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Nganjuk didasarkan kondisi target menurut Matrik Renstra Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dan capaian kinerja satu tahun lalu dan perkiraan tahun berjalan, hitung proyeksi kebutuhan besaran target yang layak untuk tahun rencana dan prakiraan maju tahun berikutnya, yang nantinya akan dijabarkan menjadi kebutuhan program dan kegiatan untuk satu tahun rencana, sesuai dengan tugas dan fungsi, serta kewenangan OPD dalam bentuk kerangka regulasi dan kerangka anggaran
Semoga dokumen Rencana Kerja ini dapat bermanfaat dan menjadi pedoman dalam pencapaian sasaran program dan kinerja kegiatan pada tahun 2021.
Nganjuk,
Kata Pengantar ii DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... ii
BAB I PENDAHULUAN ... 1
1.1. Latar Belakang ... 1
1.2. Landasan Hukum ... 4
1.3. Maksud dan Tujuan ... 7
1.4. Sistematika Penulisan ... 7
BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU ... 13
2.1. Kajian Terhadap Hasil Evaluasi Pelaksanaan Renja PD Tahun 2019 dan Perkiraan Capaian Tahun 2020 dan Capaian Renstra Perangkat Daerah ... 13
2.2. Kajian Capaian Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah berdasarkan Indikator pada SPM, IKU maupun IKK ... 16
2.3 Isu-Isu Penting/Strategis dalam Penyelenggaraan Tupoksi... 17
2.4. Review Terhadap Rancangan Awal RKPD ... 46
2.5. Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat ... 46
BAB III TUJUAN DAN SASARAN PERANGKAT DAERAH ... 48
3.1. Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional ... 48
3.2. Tujuan Dan Sasaran Renja Dinas PU dan Penataan Ruang... 51
3.3. Program dan Kegiatan Dinas PU dan Penataan Ruang... 51
BAB IV RENCANA KERJA DAN PENDANAANPERANGKAT DAERAH... 52
4.1. Rencana Kerja Dan Pendanaan……….. 52
Kata Pengantar iii
BAB V PENUTUP ... 53
4.1 Catatan Penting Dalam Menyusun RENJA…………. 53
4.2 Kaidah-Kaidah Pelaksanaan……… 53
4.3 Rencana Tindak Lanjut………. 54
Bab I Pendahuluan 1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Rencana Kerja (Renja) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Nganjuk Tahun 2021 merupakan rencana kerja tahunan penjabaran dari pelaksanaan pembangunan yang telah direncanakan di Rencana Strategis (Renstra) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Nganjuk Tahun 2018 – 2023. Rencana Kerja (Renja) Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Nganjuk Tahun 2021 ini disusun dengan mengacu pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor Nomor 86 Tahun 2017 tentang Tata Cara Perencanaan Pengendalian dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peratruran Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah, dengan tetap memperhatikan kepada Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Nganjuk Tahun 2021.
Dalam rangka pencapaian keberhasilan pembangunan daerah di Kabupaten Nganjuk, dibutuhkan sinergitas seluruh pemangku kepentingan di Kabupaten Nganjuk. Oleh karena itu perlu disusun arah kebijakan dan prioritas pembangunan Kabupaten Nganjuk Tahun 2021, sebagai landasan substansi penyusunan RKPD Kabupaten Nganjuk Tahun 2021 dan Renja Perangkat Daerah se-Kabupaten Nganjuk Tahun 2021, yang bertujuan untuk pencapaian visi-misi Bupati Nganjuk Tahun 2018-2023, sebagai berikut :
Visi : Terwujudnya Kabupaten Nganjuk yang Maju dan
Bermartabat.
Bab I Pendahuluan 2 Misi :
1. Mewujudkan tatanan kehidupan masyarakat yang dinamis dan harmonis, berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa serta dapat memelihara kerukunan, ketentraman dan ketertiban;
2. Meningkatkan kinerja birokrasi yang bersih, profesional dan akuntabel (accountable) demi masyarakat Kabupaten Nganjuk yang efektif dan efesien melalui penyelenggaraan Pemerintahan yang aspiratif, partisipatif dan transparan;
3. Meningkatkan kualitas pelayanan dan mutu pendidikan dan kesehatan untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas;
4. Meningkatkan keberpihakan Pemerintah dalam mengoptimalkan sumber daya ekonomi kerakyatan berbasis pertanian dan potensi lokal;
5. Meningkakan pembangunan sektor pariwisata, sektor produktif lainnya berbasis teknologi tepat guna yang didukung kebanggaan terhadap kesenian, kebudayaan dan kearifan lokal;
Infrastruktur publik yang memadai dan berkualitas sebagai penunjang pertumbuhan ekonomi dengan memperhatikan kelestarian lingkungan.
Pemerintah telah merumuskan new deal pembangunan ekonomi yang secara prinsip memuat triple track strategy, yaitu: pro- growth, pro-job, dan pro-poor. Track pertama dilakukan dengan meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan mengutamakan ekspor dan investasi. Track kedua dilakukan dengan menggerakkan sektor riil untuk menciptakan lapangan kerja.
Dan track ketiga, dilakukan dengan merevitalisasi sektor
Bab I Pendahuluan 3
pertanian, kehutanan, kelautan dan ekonomi perdesaan untuk mengurangi kemiskinan. Sejalan dengan kebijakan tersebut, tolok ukur kinerja utama pembangunan Insfrastruktur di bidang Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang dilakukan melalui pengukuran 5 indikator yaitu Prosentase jalan kabupaten dalam kondisi mantap fungsional, Prosentase jembatan di jalan kabupaten dalam kondisi baik, Indeks kinerja sistem irigasi, Indeks kepuasan masyarakat, Prosentase bangunan pelayanan publik yang berfungsi baik, dan Prosentase pemanfaatan lahan sesuai dengan rencana tata ruang.
Dalam konteks perencanaan pembangunan, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Nganjuk dituntut untuk mampu menggali dan memanfaatkan potensi yang ada, memecahkan berbagai permasalahan dan tantangan, melayani/memenuhi kebutuhan masyarakat. Di sisi lain, strategi perencanaan bottom up lebih kepada menampung dan mengaspirasi usulan dari kecamatan atau mengacu pada hasil musrenbang kecamatan,dan hasil reses DPRD sedangkan perencanaan yang sifatnya top down diperlukan sebagai penyempurnaan rencana kerja tahunan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Nganjuk sehingga sistem perencanaan dapat disusun dengan baik dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat.
Proses penyusunan Renja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan
Ruang Kabupaten Nganjuk Tahun 2021 didasarkan kepada
matrik Renstra Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
Kabupaten Nganjuk Tahun 2018-2023 dengan tetap
memperhatikan program prioritas Pembangunan Jangka
Menengah Daerah yang telah dituangkan di dalam Draft
Dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2021, agar
di dalam pelaksanaan program/kegiatan terwujud konsistensi
antar dokumen perencanaan.
Bab I Pendahuluan 4 1.2. Landasan Hukum
Peraturan perundang-undangan yang melatar belakangi penyusunan Rencana Kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Nganjuk Tahun 2021 adalah:
1. Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1950 tentang Pembentukan Kota-Kota Besar dalam Lingkungan Propinsi- propinsi Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat (di luar Kota Besar Jakarta Raya) dan Daerah Istimewa Yogyakarta sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1954 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1954 Nomor 40, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 551);
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 1999 tentang Jasa Konstruksi; (Lembaran Negara Republik Indonesia 1999/54, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3833);
3. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia 2003/47, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286);
4. Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2004 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4389);
5. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia 2004/104, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421);
6. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2004 Nomor 125, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 4437), sebagaimana telah diubah
kedua kalinya dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun
2008 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008
Bab I Pendahuluan 5
Nomor 59, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844);
7. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438);
8. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 38 Tahun 2004 tentang Jalan; (Lembaran Negara Republik Indonesia 2004/132, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4444)
9. Undang-undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional;
(Lembaran Negara Republik Indonesia 2007/33, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4700)
10. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang; (Lembaran Negara Republik Indonesia 2007/68, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4725)
11. Peraturan Pemerintah Nomor 105 tahun 2000 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan Daerah;
12. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah;
13. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan, Antara Pemerintah, Pemerintahan Daerah Provinsi dan Pemerintahan Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737);
14. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741);
15. Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008 tentang
Pedoman Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah
Bab I Pendahuluan 6
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 19 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4815);
16. Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 21 Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4817);
17. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah;
18. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 54 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008 tentang Tahapan, Tata Cara Penyusunan, Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah;
19. Peraturan Daerah Provinsi Jawa Timur Nomor 1 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Provinsi Jawa Timur Tahun 2005-2025;
20. Peraturan Daerah Kabupaten Nganjuk Nomor 14 Tahun 2008 tentang Penetapan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kabupaten Nganjuk Tahun 2005-2025 ; 21. Peraturan Daerah Kabupaten Nganjuk Nomor 02 Tahun 2012
Tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten Nganjuk Tahun 2010-2030;
22. Peraturan Bupati Nomor 10 Tahun 2013 tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2014.
23. Peraturan Daerah Kabupaten Nganjuk Nomor 18 Tahun 2019 tentang Penetapan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Nganjuk Tahun 2018- 2023 ;
24. Peraturan Daerah Kabupaten Nganjuk Nomor 08 Tahun 2016
tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah
Kabupaten Nganjuk ;
Bab I Pendahuluan 7
25. Peraturan Bupati Nganjuk Nomor 41 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi, serta Tata Kerja Perangkat Daerah Kabupaten Nganjuk ;
26. Peraturan Bupati Nganjuk Nomor 17 tahun 2016 tentang Tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Nganjuk Tahun 2018 ;
27. Keputusan Bupati Nganjuk Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pengesahan Rencana Rancangan Akhir Rencana Strategi Satuan Kerja Perangkat Daerah (Renstra) Tahun 2018-2023 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Nganjuk.
1.3. Maksud dan Tujuan
Maksud disusunnya Rencana Kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Nganjuk Tahun 2021 adalah menyediakan acuan arah kebijakan pembangunan yang secara umum akan dilaksanakan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Nganjuk Kabupaten Nganjuk tahun 2021.
Tujuannya adalah agar dokumen perencanaan yang disusun dapat dijadikan acuan berbagai pihak yang akan melakukan aktivitas di lingkup Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Nganjuk, sehingga terwujud senergitas antar dokumen perencanaanan.
1.4. Sistematika
Rencana Kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Nganjuk Tahun 2021, disusun dengan sistimatika sebagai berikut:
BAB I PENDAHULUAN
Menguraikan mengenai gambaran umum penyusunan
rancangan Renja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan
Bab I Pendahuluan 8
Ruang Kabupaten Nganjuk, agar substansi pada bab- bab berikutnya dapat dipahami dengan baik.
1.1. Latar Belakang
Mengemukakan pengertian ringkas tentang Renja Perangkat Daerah, proses penyusunan Renja Perangkat Daerah, keterkaitan antara Renja Perangkat Daerah dengan dokumen RKPD, Renstra Perangkat Daerah, dengan Renja K/L dan Renja provinsi/Kabupaten/kota, serta tindak lanjutnya dengan proses penyusunan RAPBD..
1.2. Landasan Hukum
Menguraikan apa yang menjadi landasan hukum di dalam Penyusunan Renja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Nganjuk Tahun 2019.
1.3. Maksud dan Tujuan
Memuat penjelasan tentang maksud dan tujuan dari Penyusunan Renja Perangkat Daerah.
1.4. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan Rencana Kerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Nganjuk Tahun 2019 menguraikan pokok bahasan dalam penulisan Renja Perangkat Daerah, serta susunan garis besar isi dokumen.
BAB II EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN LALU 2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja Perangkat Daerah Tahun Lalu
dan Capaian Renstra Perangkat Daerah.
Bab ini memuat kajian (review) terhadap hasil evaluasi pelaksanaan Renja Perangkat Daerah tahun lalu (tahun n- 2) dan perkiraan capaian tahun berjalan (tahun n-1), mengacu pada APBD tahun berjalan yang seharusnya pada waktu penyusunan Renja OPD sudah disahkan.
Selanjutnya dikaitkan dengan pencapaian target Renstra
Perangkat Daerah berdasarkan realisasi program dan
Bab I Pendahuluan 9
kegiatan pelaksanaan Renja Perangkat Daerah tahun- tahun sebelumnya.
Review hasil evaluasi pelaksanaan Renja Perangkat Daerah tahun lalu, dan realisasi Renstra Perangkat Daerah mengacu pada hasil laporan kinerja tahunan Perangkat Daerah dan/atau realisasi APBD untuk Perangkat Daerah yang bersangkutan.Pokok-pokok materi yang disajikan dalam BAB ini antara lain :
1. Realisasi program/kegiatan yang tidak memenuhi target kinerja hasil/kluaran yang direncanakan;
2. Realisasi program/kegiatan yang telah memenuhi target kinerja hasil/kluaran yang direncanakan;
3. Realisasi program/kegiatan yang melebihi target kinerja hasil/kluaran yang direncanakan;
4. Faktor-faktor penyebab tidak tercapainya, terpenuhinya atau melebihi target kinerja program/kegiatan;
5. Implikasi yang timbul terhadap target capaian program Renstra Perangkat Daerah; dan
6. Kebijakan/tindakan perencanaan dan penganggaran yang perlu diambil untuk mengatasi faktor-faktor penyebab tersebut.
2.2. Analisis Kinerja Pelayanan Perangkat Daerah
Berisikan kajian terhadap capaian kinerja pelayanan Perangkat Daerah berdasarkan indikator kinerja yang sudah ditentukan dalam NSPK dan SPM, maupun terhadap IKK sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2008.
Jenis indikator yang dikaji, disesuaikan dengan tugas dan fungsi masing-masing Perangkat Daerah, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang terkait dengan kinerja pelayanan.
Jika Perangkat Daerah yang bersangkutan belum
mempunyai tolok ukur dan indikator kinerja yang akan
diuji, maka setiap Perangkat Daerah perlu terlebih dahulu
menjelaskan apa dan bagaimana cara menentukan tolok
Bab I Pendahuluan 10
ukur kinerja dan indikator kinerja pelayanan masing- masing sesuai tugas pokok dan fungsi, serta norma dan standar pelayanan Perangkat Daerah yang bersangkutan.
2.3. Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi Perangkat Daerah
Berisikan uraian mengenai:
1. Sejauh mana tingkat kinerja pelayanan Perangkat Daerah dan hal kritis yang terkait dengan pelayanan Perangkat Daerah;
Khusus provinsi, uraikan mengenai koordinasi dan sinergi program antara Perangkat Daerah provinsi dengan Perangkat Daerah kabupaten/kota serta dengan kementerian dan lembaga di tingkat pusat dalam rangka pencapaian kinerja pembangunan;
2. Permasalahan dan hambatan yang dihadapi dalam menyelenggarakan tugas dan fungsi Perangkat Daerah;
3. Dampaknya terhadap pencapaian visi dan misi kepala daerah, terhadap capaian program nasional/
internasional, seperti NSPK, SPM dan SDGs (Suistanable Development Goals);
4. Tantangan dan peluang dalam meningkatkan pelayanan Perangkat Daerah; dan
5. Formulasi isu-isu penting berupa rekomendasi dan catatan yang strategis untuk ditindaklanjuti dalam perumusan program dan kegiatan prioritas tahun yang direncanakan.
2.4. Review terhadap Rancangan Awal RKPD Berisikan uraian mengenai:
1. Proses yang dilakukan yaitu membandingkan antara rancangan awal RKPD dengan hasil analisis kebutuhan;
2. Penjelasan mengenai alasan proses tersebut dilakukan;
Penjelasan temuan-temuan setelah proses tersebut dan
catatan penting terhadap perbedaan dengan rancangan
awal RKPD, misalnya: terdapat rumusan program dan
kegiatan baru yang tidak terdapat di rancangan awal
Bab I Pendahuluan 11
RKPD, atau program dan kegiatan cocok namun besarannya berbeda.
2.5 Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat
Dalam bagian ini diuraikan hasil kajian terhadap program/kegiatan yang diusulkan para pemangku kepentingan, baik dari kelompok masyarakat terkait langsung dengan pelayanan provinsi, LSM, asosiasi- asosiasi, perguruan tinggi maupun dari Perangkat Daerah kabupaten/kota yang langsung ditujukan kepada Perangkat Daerah Provinsi maupun berdasarkan hasil pengumpulan informasi Perangkat Daerah provinsi dari penelitian lapangan dan pengamatan pelaksanaan musrenbang kabupaten/kota (bila sudah dilakukan).
Deskripsi yang perlu disajikan dalam subbab ini, antara lain:
1. Penjelasan tentang proses bagaimana usulan program/kegiatan usulan pemangku kepentingan tersebut diperoleh;
2. Penjelasan kesesuaian usulan tersebut dikaitkan dengan isu-isu penting penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi Perangkat Daerah.
Menggambarkan kajian (review) terhadap hasil evaluasi Renja OPD Tahun lalu (tahun-2) dan perkiraan capaian tahun berjalan (tahun n-1).
2.1. Evaluasi Pelaksanaan Renja SKPD Tahun Lalu dan Capaian Renstra SKPD.
2.2. Analisis Kinerja Pelayanan SKPD.
2.3. Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi SKPD
2.4. Review Terhadap Rancangan Awal RKPD
2.5. Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan
Masyarakat
Bab I Pendahuluan 12 BAB III TUJUAN, SASARAN, PROGRAM DAN KEGIATAN 3.1 Telaahan terhadap Kebijakan Nasional
Telaahan terhadap kebijakan nasional dan sebagaimana dimaksud, yaitu penelaahan yang menyangkut arah kebijakan dan prioritas pembangunan nasional dan yang terkait dengan tugas pokok dan fungsi Perangkat Daerah.
3.2 Tujuan dan sasaran Renja Perangkat Daerah
Perumusan tujuan dan sasaran didasarkan atas rumusan isu-isu penting penyelenggaraan tugas dan fungsi
Perangkat Daerah yang dikaitkan dengan sasaran target kinerja Renstra Perangkat Daerah.
3.3 Program dan Kegiatan
Menjelaskan faktor-faktor yang menjadi bahan pertimbangan terhadap perumusan program dan kegiatan, uraian garis besar mengenai rekapitulasi program dan kegiatan.
BAB IV. RENCANA KERJA DAN PENDANAAN PERANGKAT DAERAH
BAB V. PENUTUP
Berisikan uraian penutup, berupa :
a. Catatan penting yang perlu mendapat perhatian, baik dalam pelaksanaannya maupun seandainya ketersediaan anggaran tidak sesuai dengan kebutuhan.
b. Kaidah-kaidah pelaksanaan
c. Rencana tindak lanjut.
Bab I Pendahuluan 13 Bab II Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun Lalu
BAB II
EVALUASI PELAKSANAAN RENJA TAHUN 2019
2.1. Kajian Terhadap Hasil Evaluasi Pelaksanaan Renja PD Tahun 2019 dan Perkiraan Capaian Tahun 2020 dan Capaian Renstra Perangkat Daerah
Proses penyusunan suatu perencanaan erat kaitannya dengan proses evaluasi, dari hasil evaluasi dapat teridentifikasi dua hal yaitu sejauh mana proses perencanaan pembangunan dilaksanakan oleh seluruh Perangkat Daerah dan permasalahan- permasalahan yang menghambat pelaksanaan perencanaan pembangunan tersebut. Hasil evaluasi tersebut sangat penting sebagai bahan masukan untuk menentukan kebijakan-kebijakan perencanaan pembangunan di tahun-tahun mendatang.
Rencana Strategis Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Nganjuk Tahun 2018–2023 yang memuat indikator keberhasilan pembangunan untuk kurun waktu 2 (dua) tahun dijadikan tolok ukur untuk menilai sejauh mana perencanaan pembangunan telah dilaksanakan. Renstra tersebut juga merupakan panduan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Nganjuk selaku Organsasi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Nganjuk.
Perencanaan pembangunan infrastruktur yang dilaksanakan di Kabupaten Nganjuk sesuai dengan Rencana Strategis tersebut, pada dasarnya akan bermuara pada peningkatan kualitas dan kuantitas infrastruktur di Kabupaten Nganjuk. Berdasarkan hal tersebut maka evaluasi yang dilakukan adalah evaluasi terhadap pelaksanaan seluruh kegiatan dalam peningkatan pemenuhan infrastruktur jalan, jembatan dan irigasi serta bangunan pelayanan publik dengan indikator keberhasilan kinerja sebagai berikut :
1. Persentase jalan kabupaten dalam kondisi mantap fungsional;
2. Persentase jembatan di jalan kabupaten dalam kondisi baik;
3. Indeks kinerja system irigasi;
4. Persentase bangunan pelayanan publik yang berfungsi baik;
Bab I Pendahuluan 14 Bab II Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun Lalu
5. Persentase pemanfaatan lahan sesuai dengan rencana tata ruang
6. Indeks kepuasan masyarakat (IKM) Peralatan
Evaluasi selanjutnya adalah evaluasi terhadap pelaksanaan seluruh kegiatan dalam peningkatan pemanfaatan lahan dengan rencana tata ruang dengan indikator keberhasilan kinerja adalah prosentase pemanfaatan lahan sesuai dengan rencana tata ruang.
Ketersediaan dokumen perencanaan sangat diperlukan untuk menjamin agar program/kegiatan pembangunan yang dilaksanakan dapat berjalan secara efektif, efisien, dan tepat sasaran. Dokumen perencanaan daerah diantaranya terdiri dari:
Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD), Rencana Strategis Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD), Rencana Kerja OPD.
Seluruh dokumen perencanaan tersebut, sampai dengan tahun anggaran 2021 telah selesai diantaranya RPJMD Tahun 2018 - 2023 telah ditetapkan dengan Peraturan Daerah, Renstra Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Nganjuk Tahun 2018-2023 ditetapkan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Nganjuk, RKPD Tahun 2021 yang ditetapkan dengan Peraturan Bupati Nganjuk.
Tahun anggaran 2021 merupakan periode peralihan dari Renstra 2014-2018 ke Renstra 2018-2023, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Nganjuk telah melaksanakan kegiatan yang menunjang tugas, pokok dan fungsinya yaitu melaksanakan urusan pemerintahan daerah di bidang Pekerjaan umum dan Penataan ruang.
Capaian Renstra Perangkat Daerah dapat dilihat melalui tabel sebagai berikut : (Tabel Terlampir)
Evaluasi Pelaksanaan Rencana Kerja Dinas Pekerjaan Umum dan
Penataan Ruang Kabupaten Nganjuk dilaksanakan setelah selesai
tahun anggaran berjalan, hasil dari evaluasi tersebut digunakan
sebagai bahan untuk Penyusunan Rencana Kerja (Renja) Dinas
Bab I Pendahuluan 15 Bab II Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun Lalu
Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Nganjuk Tahun 2021. Berdasarkan hasil evaluasi pelaksanaan Rencana Kerja Tahun 2020, pelaksanaan kinerja Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Nganjuk ditunjang dengan Belanja Tidak Langsung yang anggarannya diperuntukan Belanja Pegawai, dan Belanja Langsung urusan SKPD dan urusan pilihan (program) yang terdiri dari Belanja Barang dan Jasa serta Belanja Modal termasuk hasil perubahan anggaran SKPD, dengan ruang lingkup kegiatannya sebagai berikut :
A. Belanja Tidak Langsung 1. Belanja Pegawai
Belanja Gaji dan Tunjangan sebesar Rp 21.117.287.420,- B. Belanja Langsung di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan
Ruang Kabupaten Nganjuk Secara lengkap dapat dilihat pada tabel Capaian Kinerja di bawah ini
No Program Sasaran Strategis Indikator
Kinerja Anggaran Realisasi Capaian
1 Program Pelayanan Administrasi Perkantoran
Meningkatkanya Kualitas Pelayanan Administrasi Perkantoran
Persentase Peningkatan Pelayanan Administrasi Perkantoran 2 Program Peningkatan
Sarana dan Prasarana Aparatur
Meningkatnya Ketersediaan Sarana Dan Prasarana Aparatur
Persentase Ketersediaan Sarana Dan Prasarana Aparatur 3 Program Peningkatan
Disiplin Aparatur
Meningkatnya Kualitas Dan Kemampuan Aparatur Dalam Melaksanakan Tugas
Persentase Peningkatan Kualitas SDM Aparatur
4 Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur
Meningkatnya Kapasitas Sumber Daya Aparatur
Persentase Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur 5 Program Peningkatan
Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kinerja dan Keuangan
Meningkatnya Dokumen Perencanaan Dan Pertanggungjawaban SKPD
Persentase Peningkatan Dokumen Perencanaan Dan Pertanggungjawa ban SKPD 6 Program
pembangunan, rehabilitasi/pemelihar aan jalan, jembatan dan bangunan pelengkapnya
Meningkatnya Pemenuhan Kebutuhan Infrastruktur Jalan, Jembatan Dan Irigasi Serta Bangunan Pelayanan Publik
Persentase Peningkatan Pemenuhan Kebutuhan Infrastruktur Jalan, Jembatan Dan Irigasi Serta Bangunan Pelayanan Publik 7 Program peningkatan
sarana, prasarana dan pembinaan jasa konstruksi
Meningkatnya Sarana Dan Prasarana Jasa Kontruks Dalam Kondisi Laik Fungsi
Persentase Peningkatan Sarana Dan Prasarana Jasa Kontruks Dalam Kondisi Laik Fungsi
Bab I Pendahuluan 16 Bab II Evaluasi Pelaksanaan Renja Tahun Lalu
No Program Sasaran Strategis Indikator
Kinerja Anggaran Realisasi Capaian
8 Program Pengelolaan Sumber Daya Air
Meningkatnya Pemenuhan Kebutuhan Infrastruktur Jembatan Dan Irigasi
Persentase Peningkatan PemenuhanKebut uhan Infrastruktur Jembatan Dan Irigasi 9 Program Tata
Bangunan
Meningkatnya Pemenuhan Kebutuhan Infrastruktur Bangunan Pelayanan Publik
Persentase Peningkatan Pemenuhan Kebutuhan Infrastruktur Bangunan Pelayanan Publik 10 Program Tata Ruang Meningkatnya
Pemanfaatan Lahan Sesuai Dengan Rencana Tata Ruang
Persentase Peningkatan Pemanfaatan Lahan Sesuai Dengan Rencana Tata Ruang 11 Program Pendataan,
Perencanaan, Pengendalian Teknis dan Pengadaan Tanah
Meningkatnya Persentase Realisasi Pengadaan Tanad dan Database Infrasrtruktur Yang Terupdate
Persentase Peningkatan Realisasi Pengadaan Tanad dan Database Infrasrtruktur Yang Terupdate 12 Program Pembinaan
Lingkungan Sosial (DBHCHT)
Panjang Jalan Yang Terpelihara
Persentase Peningkatan Panjang Jalan Yang Terpelihara