• Tidak ada hasil yang ditemukan

LIKUIDASI DAN REORGANISASI PERUSAHAAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "LIKUIDASI DAN REORGANISASI PERUSAHAAN"

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

PATRIANI WAHYU DEWANTI,S.E., M.ACC 1

LIKUIDASI DAN REORGANISASI PERUSAHAAN

Perusahaan dapat dikatakan insolvent apabila perusahaan tidak dapat membayar utangnya atau apabila perusahaan dalam kondisi keuangan utang lebih banyak dibandingkan dengan nilai asetnya. Ketidakmampuan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya pada saat jatuh tempo utang disebut dengan equity insolvency. Sedangkan, apabila perusahaan dalam kondisi keuangan utang melampaui nilai pasar aset disebut dengan banckruptcy insolvency. Apabila perusahaan dalam kondisi equity insolvency, maka perusahaan dapat melakukan beberapa cara agar kewajibannya dapat tetap terpenuhi :

 Melakukan negosiasi kesepakatan dengan kreditor atas utang yang jatuh tempo

 Melakukan negosiasi kepada supplier atas pembayaran utang usaha

Apabila perusahaan dalam kondisi banckruptcy insolvency, maka perusahaan dapat melakukan beberapa cara agar kewajibannya dapat tetap terpenuhi :

 Likuidasi

 Reorganisasi

Dikutip dari investopedia definisi incolvency adalah :

“Insolvency is a term for when an individual or organization can no longer meet its financial obligations to its lenders as debts become due. Before an insolvent company or person gets involved in insolvency proceedings, it will likely be involved in informal arrangements with creditors, such as setting up alternative payment arrangements. Insolvency can arise from poor cash management, a reduction in cash inflow, or an increase in expenses” (https://www.investopedia.com diunduh 15 November 2019)

Definisi likuidasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah “pembubaran perusahaan sebagai badan hukum yang meliputi pembayaran kewajiban kepada para kreditor dan pembagaian harta yang tersisa kepada para pemegang saham (Persero)”. Tujuan utama dari likuidasi itu sendiri adalah untuk melakukan pengurusan dan pemberesan atas harta perusahaan yang dibubarkan tersebut. Tahap likuidasi wajib dilakukan ketika sebuah

(2)

PATRIANI WAHYU DEWANTI,S.E., M.ACC 2 Perseroan dibubarkan, dimana pembubaran Perseroan tersebut bukanlah akibat dari penggabungan dan peleburan. Perseroan yang dinyatakan telah bubar tidak dapat melakukan perbuatan hukum, kecuali diperlukan untuk membereskan semua urusan Perseroan dalam rangka likuidasi.

Insolvency VS Bankruptcy

Insolvency adalah kondisi kesulitan keuangan (fonancial distress), artinya adalah kondisi dimana seseorang atau perusahaan tidak dapat memenuhi kewajibannya atau membayar utangnya, atau dapat dikatakan kondisi ketika kewajiban melebihi asetnya. Sebaliknya, kebangkrutan (bankruptcy) adalah adalah perintah pengadilan yang meminta kepada perusahaan untuk menjual asetnya untuk melakukan pembayaran atas kewajibannya. Sesorang atau perusahaan dapat dikatakan bangkrut apabila tidak dapat memenuhi kewajibannya dalam jangka waktu yang lama.

Likuidasi

Akibat dari keadaan perusahaan yang insolven dan bangkrut, maka perusahaan dapat mengajukan kebangkrutan pada pengadilan yang kemudian dilakukan proses likuidasi. Di Indonesia pembubaran atau likuidasi diatur dalam UU Perseroan Terbatas Nomor 40 tahun 2007 bagian 142 tentang pengakhiran kegiatan, likuidasi dan berakhirnya status perusahaan sebagai badan hukum.

Tahap-Tahap Likuidasi

Dalam hal terjadinya pembubaran Perseroan sesuai yang tercantum dalam pasal 142 ayat (1) Undang-Undang No 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (“UUPT”), maka Pasal 142 ayat (2) huruf a UUPT menentukan bahwa setelah pembubaran perseroan karena alasan- alasan yang dimaksud dalam pasal 142 ayat (1) UUPT wajib diikuti dengan likuidasi yang dilakukan oleh likuidator atau kurator.

Berikut ini adalah tahap-tahap Likuidasi sebuah Perseroan, sebagaimana yang diatur dalam Pasal 147 sampai dengan pasal 152 UUPT:

1. Tahap Pengumuman dan Pemberitahuan Pembubaran Perseroan

(3)

PATRIANI WAHYU DEWANTI,S.E., M.ACC 3 Terhitung sejak tanggal pembubaran Perseroan, dalam jangka waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari, Likuidator wajib memberitahukan kepada semua kreditor mengenai pembubaran Perseroan dalam Surat Kabar dan Berita Negara Republik Indonesia.

Selanjutnya, Likuidator juga wajib memberitahukan pembubaran Perseroan kepada Menteri untuk dicatat dalam daftar Perseroan bahwa Perseroan dalam likuidasi. (Pasal 147 ayat (1) UUPT).

Kemudian, likuidator melakukan pemberitahuan kepada kreditor dalam Surat Kabar dan Berita Negara Republik Indonesia. sebagaimana yang dimaksud diatas, pemberitahuan harus memuat pembubaran Perseroan dan dasar hukumnya; nama dan alamat likuidator; tata cara pengajuan tagihan dan jangka waktu pengajuan tagihan. Jangka waktu pengajuan tagihan tersebut adalah 60 (enam puluh) hari terhitung sejak tanggal pengumuman pembubaran Perseroan. Dalam hal pemberitahuan kepada Menteri tentang pembubaran Perseroan, likuidator wajib melengkapi dengan bukti dasar hukum pembubaran Perseroan dan pemberitahuan kepada kreditor dalam surat kabar. (Pasal 147 ayat (2), (3) dan (4) UUPT). Apabila pemberitahuan kepada kreditor dan Menteri belum dilakukan, pembubaran Perseroan tidak berlaku bagi orang ketiga. Jika likuidator lalai melakukan pemberitahuan tersebut, likuidator secara tanggung renteng dengan Perseroan bertanggung jawab atas kerugian yang diderita pihak ketiga. (Pasal 148 ayat (1) dan (2) UUPT).

2. Tahap Pencatatan dan Pembagian Harta Kekayaan

Selanjutnya, menurut Pasal 149 ayat (1) UUPT, kewajiban likuidator dalam melakukan pemberesan harta kekayaan Perseroan dalam proses likuidasi harus meliputi pelaksanaan:

a. Pencatatan dan pengumpulan kekayaan dan utang Perseroan

b. Pengumuman dalam Surat Kabar dan Berita Negara Republik Indonesia mengenai rencana pembagian kekayaan hasil likuidasi.

c. Pembayaran kepada para kreditor.

(4)

PATRIANI WAHYU DEWANTI,S.E., M.ACC 4 d. Pembayaran sisa kekayaan hasil likuidasi kepada pemegang saham.

e. Tindakan lain yang perlu dilakukan dalam pelaksanaan pemberesan kekayaan.

Kemudian dalam hal likuidator memperkirakan bahwa utang Perseroan lebih besar daripada kekayaan Perseroan, likuidator wajib mengajukan permohonan pailit Perseroan, kecuali peraturan perundang-undangan menentukan lain dan semua kreditor yang diketahui identitas dan alamatnya, menyetujui pemberesan dilakukan di luar kepailitan. (Pasal 149 ayat (2) UUPT).

3. Tahap Pengajuan Keberatan Kreditor

Kreditor dapat mengajukan keberatan atas rencana pembagian kekayaan hasil likuidasi dalam jangka waktu paling lambat 60 (enam) puluh hari terhitung sejak tanggal pengumuman pembubaran Perseroan. Dalam hal pengajuan keberatan tersebut ditolak oleh likuidator, kreditor dapat mengajukan gugatan ke pengadilan negeri dalam jangka waktu paling lambat 60 (enam puluh) hari terhitung sejak tanggal penolakan (Pasal 149 ayat (3) dan (4)).

Kemudian kreditor yang mengajukan tagihan sesuai dengan jangka waktu tersebut, dan kemudian ditolak oleh likuidator dapat mengajukan gugatan ke pengadilan negeri dalam jangka waktu paling lambat 60 (enam puluh) hari terhitung tanggal penolakan, sebaliknya kreditor yang belum mengajukan tagihannya dapat mengajukan melalui pengadilan negeri dalam jangka waktu 2 (dua) tahun terhitung sejak pembubaran perseroan diumumkan (Pasal 150 ayat (1) dan (2)). Tagihan yang diajukan kreditor tersebut dapat dilakukan dalam hal terdapat sisa kekayaan hasil likuidasi yang diperuntukkan bagi pemegang saham. Dengan demikian pemegang saham wajib mengembalikan sisa kekayaan hasil tersebut secara proposional dengan jumlah yang diterima terhadap jumlah tagihan (Pasal 150 ayat (3), (4) dan (5) UUPT).

Apabila dalam hal likuidator tidak dapat melaksanakan kewajibannya seperti yang diatur, atas permohonan pihak yang berkepentingan atau atas permohonan kejaksaan ketua pengadilan negeri dapat mengangkat Likuidator baru dan memberhentikan likuidator lama. Pemberhentian likuidator tersebut, dilakukan setelah yang

(5)

PATRIANI WAHYU DEWANTI,S.E., M.ACC 5 bersangkutan dipanggil untuk didengar keterangannya (Pasal 151 ayat (1) dan (2) UUPT).

4. Tahap Pertanggung Jawaban Likuidator

Likuidator bertanggung jawab kepada RUPS atau pengadilan yang mengangkatnya atas likuidasi Perseroaan yang dilakukan dan kurator bertanggung jawab kepada hakim pengawas atas likuidasi Perseroan yang dilakukan (Pasal 152 ayat (1) UUPT).

5. Tahap Pengumuman Hasil Likuidasi

Kemudian, likuidator wajib memberitahukan kepada Menteri dan mengumumkan hasil akhir proses likuidasi dalam Surat Kabar setelah RUPS memberikan pelunasan dan pembebasan kepada likuidator atau setelah pengadilan menerima pertanggung jawaban likuidator yang ditunjuknya. Ketentuan tersebut berlaku juga bagi kurator yang pertanggung jawabannya telah diterima oleh hakim pengawas (Pasal 152 ayat (3) dan (4) UUPT).

Menteri mencatat berakhirnya status badan hukum Perseroan dan menghapus nama Perseroan dari daftar Perseroan, setelah ketentuan sebagaimana dimaksud pada Pasal 152 ayat (3) dan ayat (4) dipenuhi. Ketentuan ini berlaku juga bagi berakhirnya status badan hukum Perseroan karena Penggabungan, Peleburan atau Pemisahan (Pasal 152 ayat (5) dan (6) UUPT).

Selanjutnya, pemberitahuan dan pengumuman sebagaimana dimaksud Pasal 152 ayat (3) dan (4) UUPT dilakukan dalam jangka waktu paling lambat 30 (tiga puluh) hari terhitung sejak tanggal pertanggungjawaban likuidator atau kurator diterima oleh RUPS, pengadilan atau hakim pengawas (Pasal 152 ayat (7) UUPT).

Tahapan-tahapan likuidasi telah dinilai selesai pada saat Menteri mengumumkan berakhirnya status badan hukum Perseroan dalam Berita Negara Republik Indonesia.

Di Amerika Serikat, langkah-langkah yang harus ditempuh untuk melakukan likuidasi tercantum dalam Chapter 7 – of The Bankruptcy Reform Act of 1978. Langkah-langkah tersebut meliputi :

(6)

PATRIANI WAHYU DEWANTI,S.E., M.ACC 6 1. Permohonan diajukan kepada Pengadilan Federal. Permohonan bisa

diajukan sendiri oleh perusahaan (voluntary) maupun oleh kreditor (involuntary bankruptcy). Kurator (bankruptcy trustee) ditunjuk oleh kreditor untuk mengambilalih aset debitur. Kurator bertugas melakukan likuidasi aset. Setelah aset dilikuidasi, dan dikurangi pembayaran biaya- biaya administrasi, hasil likuidasi dibagikan kepada kreditor. Jika aset masih tersisa setelah digunakan untuk membayar biaya-biaya dan pembayaran kepada kreditor, maka sisanya dibagikan kepada pemegang saham.

2. Setelah perusahaan ditetapkan bangkrut, maka proses likuidasi dimulai.

Pembagian hasil likuidasi dilakukan berdasarkan urutan prioritas berikut:

a. Beban administrasi terkait proses likuidasi perusahaan yang bangkrut

b. Klaim-klaim tanpa jaminan (unsecured claims) yang terjadi setelah pengajuan permohonan involuntary bankruptcy

c. Upah, gaji, dan komisi

d. Iuran kepada dana pensiun yang terjadi dalam 180 hari sebelum tanggal pengajuan permohonan kebangkrutan.

e. Klaim dari konsumen f. Klaim pajak

g. Klaim kreditor baik dengan atau tanpa jaminan h. Klaim dari pemegang saham preferen

i. Klaim dari pemegang saham biasa

Urutan prioritas dalam likuidasi disebut absolute priority rule (APR).

Ilustrasi

Cam Corporation mengalami kerugian operasi yang besar pada 2016 dan paruh pertama 2017. Pada Juli 2017 hutang dagangnya telah jatuh tempo, dan piutang usaha telah dijaminkan untuk mendukung bank pinjaman yang gagal bayar. Kreditor Cam tidak mau memberikan kredit tambahan atau mengubah persyaratan pinjaman

(7)

PATRIANI WAHYU DEWANTI,S.E., M.ACC 7 mereka, dan pada 1 Agustus 2017, Cam mengajukan permohonan sukarela untuk mengajukan kebangkrutan. Dibawah ini merupakan Laporan Posisi Keuangan (Neraca) yang disusun pada tanggal pengajuan kebangkrutan. Walaupun Laporan Posisi Keuangan menunjukkan ekuitas pemegang saham sebesar $13,000, valuasi nilai historis bukan merupakan indikator yang baik untuk menilai kondisi keuangan perusahaan. Pernyataan akuntansi yang menyediakan informasi yang relevan terkait dengan likuidasi perusahaan adalah statement of affairs.

Tahapan likuidasi adalah sebagai berikut : 1. Secured Claims

Klaim yang dijamin oleh aset lain 2. Unsecured Priority Claims

 Biaya administrasi yang dikeluarkan untuk melikuidasi perusahaan termasuk biaya hukum dan biaya akuntansi lainnya

 Klaim yang timbul antara tanggal pengajuan kebangkrutan dan tanggal penunjukan kurator.

 Klaim untuk upah, gaji dan komisi yang diperoleh dalam 180 hari setelah pengajuan petisi kebangkrutan dan tidak melebihi $12,475 per individu

 Klaim untuk kontribusi untuk program imbalan kerja (pensiun) dalam 180 hari setelah pengajuan petisi dan dibatasi hanya $12,475 per karyawan.

 Klaim dari supplier atau pelanggan tidak melebihi $2,775.

 Klaim pajak dari properti, gaji,dll.

3. Unsecured NonPriority Claims

 Klaim yang diajukan tepat waktu

 Klaim yang diajukan tidak tepat waktu

 Klaim yang tidak dijamin seperti penalti, atau denda lain.

4. Klaim untuk pemegang saham

 Setelah semua klaim terpenuhi apabila ada sisa kas maka diberikan kepada pemegang saham.

Statement of Affairs

Tugas kurator termasuk menyiapkan laporan keuangan perusahaan untuk diajukan ke pengadilan. Statement of affairs merupakan laporan keuangan perusahaan yang menerapkan proses likuidasi dan menyediakan informasi yang relevan untuk kurator

(8)

PATRIANI WAHYU DEWANTI,S.E., M.ACC 8 dalam melakukan likuidasi perusahaan, dan juga menyediakan informasi yang relevan bagi kreditor dan pengadilan.

Statement of affairs disiapkan pada tanggal spesifik dan menunjukkan informasi neraca. Aset diukur pada nilai realisasi bersih dan diklasifikasi berdasarkan urutan :

1. Fully secured 2. Partially secured 3. Priority

4. Unsecured creditors

Liabilitas diklasifikasikan berdasarkan : 1. Priority

2. Fully secured 3. Partialy secured 4. Unsecured

Nilai historis dicantumkan dalam statement of affairs untuk tujuan referensi.

(9)

PATRIANI WAHYU DEWANTI,S.E., M.ACC 9 Laporan Posisi Keuangan Cam Coporation

 Utang mortgage dan bunga sebesar $5,000 dijamin oleh tanah dan bangunan.

 Semua piutang digunakan sebagai jaminan untuk utang bank dengan utang bunga sebesar $2,000.

 Diharapkan Aset Cam Corporation dapat dikonversi dalam kas selama 3 bulan.

Estimasi nilai realisasi bersih :

(10)

PATRIANI WAHYU DEWANTI,S.E., M.ACC 10

Pada statement of affairs, aset yang dijaminkan untuk klaim kreditor (pembayaran utang) digunakan untuk menutup estimasi klaim dari secured creditor. Kelebihan nilai realisasi bersih atas klaim tersebut diletakkan di kolom sebelah kanan pada statement of affairs.

Kelebihan klaim secured creditor atas estimasi nilai yang dijaminkan menunjukkan bahwa klaim tersebut hanya dijamin sebagian, bagian yang tidak dijamin dimunculkan pada bagian liabilitas sebagai unsecured priority claim.

 Contoh :

a. Utang mortgage dan bunganya sebesar $ 55,000 dijamin oleh tanah dan bangunan yang laku dijual sebesar $ 60,000. Sehingga masih ada kelebihan nilai sebesar $5,000. Kelebihan tersebut diletakkan dikolom sebelah kanan unsecured creditors.

b. Piutang yang memiliki nilai buku sebesar $25,000 yang dapat ditagih menjadi kas sebesar $22,000. Piutang digunakan untuk menjamin utang bank dan bunganya sejumlah $25,000. Dikarenakan nilai realisasi bersih lebih kecil daripada utang yang dijaminkan, maka sisa kelebihan penjaminan utang mortage sebesar $5,000 digunakan untuk menambahkan jaminan utang bank.

Nilai dari total aset yang tersedia untuk membayar unsecured creditors atau cadangan defisit diperkirakan sekitar $8,000.

Dibawah ini merupakan contoh dari statement of affairs Cam Corporation.

(11)

PATRIANI WAHYU DEWANTI,S.E., M.ACC 11

(12)

PATRIANI WAHYU DEWANTI,S.E., M.ACC 12 Tugas kurator adalah sebagai berikut :

 Kurator menjaga aset perusahaan sampai dengan proses pengadilan selesai

 Kurator juga menyiapkan pencatatan atau jurnal atas proses likuidasi

 Aset dicatat sesuai dengan nilai bukunya

 Aset dan liabilitas perusahaan di serahkan ke kurator untuk kemudian dicatat jurnalnya oleh kurator sebagai berikut :

 Selama 1 bulan periode proses likuidasi, maka kurator mencatat sebagai berikut :

(13)

PATRIANI WAHYU DEWANTI,S.E., M.ACC 13

(14)

PATRIANI WAHYU DEWANTI,S.E., M.ACC 14 Setelah pencatatan transaksi diatas, maka kurator menyiapkan laporan penerimaan kas dan pencairan kas selama periode 1-31 Agustus 2017 dan seluruh pencairan harus mendapatkan persetujuan dari pengadilan, contoh laporan penerimaan dan pencairan kas seperti dibawah ini,

(15)

PATRIANI WAHYU DEWANTI,S.E., M.ACC 15

(16)

PATRIANI WAHYU DEWANTI,S.E., M.ACC 16 Laporan Posisi keuangan (Neraca)

Poin penting yang harus muncul dalam neraca adalah nilai kas dan defisit yang diperoleh dari laporan penerimaan dan pencairan kas.

(17)

PATRIANI WAHYU DEWANTI,S.E., M.ACC 17 Laporan Realisasi dan Likuidasi

Laporan ini merupakan laporan aktivitas yang menunjukkan progres atas likuidasi Cam Corporation. Informasi ini juga memperlihatkan kepada pengadilan dan kreditor atas hasil kerja kurator.

Selama Bulan September Cam Corporation berhasil melakukan penagihan atas piutang dan menerima kas sebesar $18,000, menjua surat berharga sebesar $7,300 dan menjual supplies sebesar $995, jurnalnya adalah sebagai berikut :

(18)

PATRIANI WAHYU DEWANTI,S.E., M.ACC 18 Perusahaan harus membayar fee kurator secara penuh dan juga membayar kewajiban atau liabilities Kepada kreditor, maka jurnalnya adalah sebagai berikut :

Kurator kemudian mengidentifikasi, kewajiban mana saja yang tidak bisa dibayarkan oleh perusahaan, kurator melakukan pencatatan atas kebangkrutan tersebut dan mengjaukan ke pengadilan

(19)

PATRIANI WAHYU DEWANTI,S.E., M.ACC 19 Reorganisasi

Reorganisasi perusahaan adalah upaya yang dilakukan perusahaan untuk agar kinerjanya tidak semakin menurun karena suatu hal.

Dalam situasi ekonomi dan bisnis yang tidak menggembirakan, perusahaan seiring terpaksa harus bertahan dengan apa yang telah ada, atau memperkecil diri, agar tidak mengalami kesulitan yang makin parah.

Reorganisasi dalam aspek finansial dilakukan untuk memperkecil beban finansial yang tetap sifatnya.

Dengan demikian asumsinya adalah bahwa perusahaan masih mempunyai kemampuan operasional yang baik. Ini berarti bahwa kegiatan operasi masih mampu menutup biaya-biaya operasi.

Reorganisasi finansial tidak akan cukup untuk menolong perusahaan. Perusahaan perlu melakukan reorganisasi operasional.

Dengan demikian masalah sebenarnya adalah:

1. Jika kita tidak melakukan tindakan apa-apa, ampir dapat dipastikan kondisi perusahaan akan makin memburuk.

2. Jika kita mencoba memperbaiki efisiensi, ada kemungkinan bahwa situasi perusahaan akan tertolong, meskipun tidak tertutup kemungkinan bahwa perusahaan justeru akan makin memburuk kondisinya.

Sedangkan perusahaan melakukan reorganisasi finansial bila dinilai bahwa prospek perusahaan masih baik, sehingga dapat tertolong.

Untuk menyelamatkan perusahaan diperlukan pengorbanan semua pihak, pemilik, kreditur, karyawan, supplier, dan pemerintah, meskipun pemiliklah yang bertanggung jawab terakhir.

Kreditur mungkin terpaksa kehilangan sebagian tagihannya, bisa jadi harus merubah kreditnya menjadi penyertaan.

Pemilik modal sendiri mungkin harus kehilangan kepemilikannya atas perusahaan tersebut.

Secara keseluruhan para kreditur mungkin harus bersedia menerima jumlah yang lebih sedikit daripada tagihan semula.

Cara semacam ini dipilih bila dinilai lebih baik dari pada lewat proses likuidasi.

Jika dalam restrukturisasi perusahaan kita mengenal 3 pilar restrukturisasi kredit, maka dalam melakukan reorganisasi finansial, kita juga mengenal 2 (tiga) langkah yang perlu ditempuh, yaitu:

(20)

PATRIANI WAHYU DEWANTI,S.E., M.ACC 20 1. Menaksir nilai perusahaan

2. Menentukan struktur pendanaan yang dipandang cukup aman 3. Menentukan nilai sekuritas-sekuritas yang baru.

Langkah yang pertama merupakan langkah yang paling sulit, tapi paling PENTING. Sulit karena memerlukan estimasi dan judgement. Penting karena akan menentukan nilai sekuritas- sekuritas yang baru.

Bila mereka berpikir bahwa alternatif likuidasi mungkin akan membuat mereka kehilangan perusahaan seluruhnya.

Dalam reorganisasi finansial sering dibarengi dengan konslidasi, yaitu membuat perusahaan lebih ramping secara operasional.

Reorganisasi dan konsolidasi dilakukan dengan cara:

 Melakukan penghematan biaya. Pengeluaran-pengeluaran yang tidak perlu ditunda atau dibatalkan.

 Menjual aktiva-aktiva yang tidak diperlukan.

 Divisi (unit bisnis) yang tidak mengntungkan dihilangkan atau digabung

 Menunda rencana ekspansi sampai situasi dinilai telah menguntungkan.

 Memanfaatkan kas yang ada, tidak menambah hutang (kalau dapat dikurangi dari hasil penjualan aktiva yang tidak diperlukan) dan menjaga likuiditas.

Dalam jangka pendek mungkin profitabilitas dikorbankan (profitabilitas terpaksa negatif).

(21)

PATRIANI WAHYU DEWANTI,S.E., M.ACC 21 Daftar Pustaka

www.hukumonline.com

https://manajemenkeuangan.net/likuidasi-adalah/

Beams, Floyd.A.,&Anthony, Joseph H.(2018). Advanced Accounting, 13th Ed, Pearson Education Limited

Baker, Richard E., dkk, 2016. Akuntansi Keuangan Lanjutan Persepektif Indonesia Buku 2. Edisi 2. Salemba Empat.

Christensen, E. Theodore., Cotrell M. David., Baker, Richard E. (2010). Advanced Financial Accounting , 10th Edition, Mc Graw Hill

Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK). (2015), IAI.

Referensi

Dokumen terkait

Dari nilai percepatan tanah maksimum dan intensitas Kota Padang yang diperoleh dapat dibandingkan dampak akibat gempa yang berasal dari wilayah interplate dan intraplate

Lakukan pengkajian terhadap aspek finansial dalam hal ini analisis yang tidak memperhitungkan faktor waktu terhadap suatu jenis usaha agribisnis yang sudah dipilih. Data

Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang cukup kuat antara motivasi belajar dengan hasil belajar Biologi berarti bahwa jika motivasi belajar yang dimiliki

Sistem multimedia yang baru yaitu Penggunaan media pembelajaran tersebut akan dapat membantu pemahaman peserta didik dalam penguasaan konsep materi, dan dapat dijadikan sebagai

Dinamika itu pula yang sebenarnya diharapkan terjadi pada Gereja Katolik Keuskupan Bandung saat menerima sau- dara-saudara eks-penganut ADS, sehingga iman yang

Pada tahun 2006 penulis diterima sebagai mahasiswa Institut Pertanian Bogor, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Departemen Ilmu dan Teknologi Kelautan, Program Studi Ilmu

Berdasarkan uraian di atas model pembelajaran kooperatif merupakan model pembelajaran yang efektif untuk melatih siswa belajar dan bekerja dalam kelompok kecil secara

Sugiyono (2009, p13) mengatakan bahwa metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positiveisme, digunakan untuk