BAB II
PERANAN HOME INDUSTRI MENURUT HUKUM ISLAM
A. Home Industri
1. Pengertian Industri
Istilah industri berasal dari bahasa latin, yaitu industria yang artinya buruh atau tenaga kerja. Istilah industri sering digunakan secara umum dan luas, yaitu semua kegiatan manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dalam rangka mencapai kesejahteraan. Definisi Industri menurut Sukirno adalah perusahaan yang menjalankan kegiatan ekonomi yang tergolong dalam sektor sekunder. Kegiatan itu antara lain adalah pabrik tekstil, pabrik perakitan dan pabrik pembuatan rokok. Industri merupakan suatu kegiatan ekonomi yang mengolah barang mentah, bahan baku, barang setengah jadi atau barang jadi untuk dijadikan barang yang lebih tinggi kegunaannya.1
Dalam pengertian yang sempit, industri adalah suatu kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi, dan barang jadi menjadi barang dengan nilai yang lebih tinggi penggunaannya, termasuk kegiatan rancang bangun dan perekayasaan industri.
Secara umum pengertian industri adalah suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau barang setengah jadi menjadi barang jadi barang jadi yang memiliki nilai tambah untuk mendapatkan keuntungan.
Usaha perakitan atau assembling dan juga reparasi adalah bagian dari industri. Hasil industri tidak hanya berupa barang, tetapi juga dalam bentuk jasa.
Industri merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesejateraan penduduk. Selain itu industrialisasi juga tidak terlepas dari usaha untuk meningkatkan mutu sumberdaya manusia dan kemampuan
1 Sukirno Sadono, 1995, Pengantar Teori Ekonomi Mikro, Edisi kedua, (Jakarta: PT. Karya Grafindo Persada. 1995), 54.
untuk memanfaatkan sumber daya alam secara optimal. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1984 tentang Perindustrian, industri adalah kegiatan ekonomi yang mengelola bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi, dan atau barang jadi menjadi barang dengan nilai yang lebih tinggi untuk penggunaanya termasuk kegiatan rancangan bangun dan perekayasaan industri. Dari sudut pandang geografi, Industri sebagai suatu sistem, merupakan perpaduan sub sistem fisis dan sub sistem manusia.2
Industri dalam arti sempit adalah kumpulan perusahaan yang menghasilkan produk sejenis dimana terdapat kesamaan dalam bahan baku yang digunakan, proses, bentuk produk akhir, dan konsumen akhir.
Industri dalam arti luas dapat didefinisikan kumpulan perusahaan yang memproduksi barang dan jasa dengan elastisitas silang (cros elasticitas of demand) yang positif dan tinggi.3
Pengertian menurut Sandy industri adalah usaha untuk memproduksi barang jadi dari bahan baku atau bahan mentah melalui proses penggarapan dalam jumlah besar sehingga barang tersebut dapat diperoleh dengan harga satuan yang serendah mungkin tetapi dengan mutu setinggi mungkin.4 Industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi, dan/atau barang jadi menjadi barang dengan nilai tambah lebih tinggi untuk penggunaannya, termasuk kegiatan rancang bangun dan perekayasaan industry.5
Kesimpulannya bahwa industri adalah kegiatan yang mengolah bahan mentah, bahan baku, barang setengah jadi atau barang jadi menjadi barang dengan nilai tinggi dan mempunyai nilai tambah untuk penggunaannya. Golongan industri berdasarkan jumlah tenaga kerja yaitu:6
2 Sritomo Wignjosoebroto, Pengantar Teknik &Manajemen Industri, (Jakarta: Penerbit Guna widya, 2003). 19
3Mudrajat Kuncoro, Ekonomi Industri Indonesia. (Yogyakarta: CV.Andi Ofiset. 2007), 167
4 Sandy, I Made, Republik Indonesia Geografi Regional. (Jakarta: Debdikbud. 2005), 154
5 Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, 2015. Luas Panen dan Produksi Jamur Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015. (Provinsi Jawa Tengah. 2008), 1
6 Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura, 2015. Luas Panen dan Produksi Jamur Provinsi Jawa Tengah Tahun 2015. (Provinsi Jawa Tengah. 2008), 3
a. Industri besar menggunakan jumlah tenaga kerja antara 100 orang/lebih.
b. Industri sedang menggunakan jumlah tenaga kerja antara 20-99 orang.
c. Industri kecil menggunakan jumlah tenaga kerja antara 5-19 orang.
d. Industri rumah tangga menggunakan jumlah tenaga kerja 1-4 orang.
Skala Usaha sesuai dengan kriteria yang tercantum pada UU No. 20 Tahun 2008 sebagai berikut:
a. Usaha Mikro (UMK), omset/tahun Rp0-Rp300 juta; asset Rp0-Rp50 juta.
b. Usaha Kecil (UK), omset/tahun >Rp300juta ≤ Rp2,5M; asset >Rp50 juta ≤ Rp500juta.
c. Usaha Menengah (UM), omset/tahun >Rp2,5M ≤ Rp50M; asset
>Rp500 juta ≤ Rp10M.
d. Usaha Besar (UB), omset/tahun >Rp50M; asset >Rp10M.
Untuk keperluan pengembangan sektor industri sendiri (industrialisasi), serta berkaitan dengan administrasi Departemen Perindustrian dan Perdagangan, industri di Indonesia digolongkan berdasarkan hubungan arus produknya menjadi:
a. Industri Hulu, terdiri dari:
a) Industri dasar kimia
b) Industri mesin, logam dasar dan elektronika b. Industri hilir yang terdiri atas:
a) Aneka industry b) Industri kecil
Industri merupakan suatu aktivitas ekonomi yang tidak terlepas darikondisi konsentrasi geografis. Konsentrasi akvitas ekonomi dalam suatu negara menunjukkan bahwa industrialisasi merupakan suatu proses selektif dipandang dari dimensi geografis. Proses kluster merupakan ciri yang menonjol dari industriindustri manufaktur, tidak hanya industri besar dan menengah tetapi juga industry kecil dan rumah tangga. Kluster secara
umum didefinisikan sebagai konsentrasi geografis subsektor-subsektor manufaktur yang sama.7
2. Home Industri
Menurut Suparmoko industri adalah kegiatan ekonomi yang mengolah bahan mentah menjadi barang jadi atau barang setengah jadi (manufacturing industry). Industri rumahan daur ulang terpal termasuk industri yang mengolah bahan setengah jadi (karena rusak/second) untuk dijadikan barang jadi kembali, pengerjaannya dilakukan di lingkungan rumah yang memiliki industri rumahan ini. Sehingga dapat disebut sebagai industri rumahan (homeindustry) dalam arti industri rumah tangga yang dimiliki oleh keluarga dan dikerjakan di rumah sendiri.8
Dalam pengertian ini termasuk industri makanan dan minuman, industri kayu, industri kimia, industri logam, tempat pengolahan air kotor dan air minum, dan kegiatan industri lainnya, baik yang sifatnya distributif atau memproses bahan mentah saja. Sampah yang dihasilkan dari tempat ini biasanya sampah basah, sampah kering, sisa-sisa bangunan, sampah khusus, dan sampah berbahaya.9
Ekonomi secara bahasa berasal dari kata oikos dan namos yang berarti mengatur rumah tangga. Dari pengertian tersebut dapat diartikan bahwa ekonomi mengatur rumah tangga yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan hidup melalui kegiatan atau aktifitas ekonomi. Ekonomi juga merupakan kegiatan-kegiatan ekonomi (economic activities) dikonsepsikan sebagai seluruh kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan oleh para individu atau kelompok yang berkaitan dengan produksi barang- barang material atau jasa-jasa dan memiliki nilai-nilai ekonomi.10
Ekonomi keluarga merupakan tanggugjawab bersama antara suamidan istri karena itu, mereka mesti bersama-sama merencanakan
7 Mudrajat Kuncoro, Ekonomi Industri Indonesia. 163
8 Suparmoko dan Maria Suparmoko, Ekonomi Lingkungan Edisi Pertama (Yogyakarta:
BPFE Yogyakarta, 2000), 41
9 Sigit Triandaru, Ekonomi Mikro: Pendekatan Kontemporer William A. McEachern, (Jakarta: PT Salemba Empat, 2001), 365.
10 Muhammad Ridwan, Manajemen BMT, (Yogyakarta, UII Press, 2004), 55.
bagaimana memanfaatkan pengahasilan mereka dengan sebaik mungkin, kebutuhan mana yang harus didahulukan dan yang mana yang harus dikesampingkan atau ditangguhkan dulu.11
Ekonomi yang dimaksud dalam penelitian ini adalah produksi jamur tiram yang dilakukan oleh keluarga tersebut bisa menambah pendapatan ekonomi mereka sehingga mereka mencapai sejahtera.
B. Kesejahteraan Masyarakat 1. Pengertian Kesejahteraan
Kesejahteraan merupakan titik ukur bagi suatu masyarakat telah berada pada kondisi sejahtera. Kesejahteraan tersebut dapat diukur dari kesehatan, keadaan ekonomi kebahagiaan dan kualitas hidup rakyat.12
Kesejahteraan dapat diartikan persamaan hidup yang setingkat lebih dari kehidupan. Orang merasa hiudupnya sejahtera apabila ia merasa senang, tidak kurang suatu apapun dalam batas yang mungkin dicapainya, jiwanya tertram dan batinya terpelihatara, ia merasa keadilan ada dalm hidupnya, ia terlepas dari kemiskinan yang menyiksa dan bahaya kemiskinan yang mengancam.13
Dalam praktisnya, kesejahteraan tidak terlepas dari keadaaan, kondisi, ilmu, atau gerakan tertentu tentang kemasyarakatan atau sosial. Sehingga kesejahteraan dan masyarakat merupakan suatu kesatuan yang sering digunakan dalam berbagai bahasan. Disisi lain, untuk menggunakan istilah “kesejahteraan masyarakat” dalam menganalisa permasalahan maka diperlukan pemahaman mengenai istilah tersebut secara teoritis.14
11 Gilarso, Pengantar Ilmu Ekonomi mikro, edisi revisi (Yogyakarta: Kanisius, 2003), 118.
12 Astriana Widyastusi, Analisi Hubungan Antara Produktivitas Pekerja Dan Tingkat Pendidikan Pekerja Terhadap Kesejahteraan Keluarga Di Jawa Tngah Tahun 2009”, Ekonomik Development Analisys Journal, Jurusan Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi, Universitas Negrisemarang , Indonesia 2012.
13 Anwar Abbas, Bunghatta Dan Ekopnomi Islam, (Jakarta: Multi Press Iondo, 2008), 126
14 Departemen Pendidikan Nasional, Kamus Besar Bahasa Indonesia,(Jakarta: Balai Pustaka, 2005), 270
Dalam usaha mendeskrifsikan tingkat kesejahteraan itu, tidak lepas dari penggolongan keluarga sejahtera. Sehingga keluarga sejahtera perlu dikembangkan menjadi wahana pembangunan anggotanya yang utama dan pertama. Untuk mendapat gambaran tentang klasifikasi kesejahteraan perlu diketahi tingkat keluarga kesejahteraan. Langkah pertama terkait hal tersebut adalah konteks definisi yang merupakan batasan tertentu agar pemahaman dapat fokus dan mudah dimengerti. Di bawah ini akan dijelaskan beberapa definisi kesejahteraan sosial yang terkait dengan sudut pandang penelitian: Pengertian berdasarkan Undang-undang RI Nomor 6 Tahun 1974 Tentang ketentuan ketentuan pokok kesejahteraan sosial, merumuskan kesejahteraan sosial sebagai:
Suatu tata kehidupan dan penghidupan sosial, material maupun spiritual yang diliputi oleh rasa keselamatan, kesusilaan, dan ketentraman lahir dan batin yang memungkinkan bagi setiap warga negara yang mengandalkan usaha pemenuhan kebutuhan-kebutuhan jasmani, rohani, dan sosial yang sebaik-baiknya bagi diri, keluarga, serta masyarakat dengan menjunjung tinggi hak-hak dan kewajiban manusia sesuai dengan pancasila.15
Menurut Rambe kesejahteraan adalah suatu tata kehidupan dan penghidupan sosial, matrial, maupun spiritual yang meliputi rasa keselamatan, kesusialaan dan ketentraman lahir batin yang memungkinkan setiap warga negara untuk mengadakan usaha-usaha pemenuhan kebutuhan jasmani, rohani dan sosial yang sebaik-baiknya bagi diri, rumah tangga serta masyarakat.16
Sedangkan menurut bubolz dan sontag, kesejahteraan merupakan terminologi lain dari kualitas hidup manusia (quality human life), yaitu
15 Edi Suharto, Membangun Masyarakat Memberdayakan Rakyat,(Bandung: Rafika Aditama, 2014), 2
16 Euis Sunarti, Indikator Keluarga Sejahtera Sejarah Danpengembangan, Evaluasi Dan Keberlanjutan, (Bogor: Fakultas Ekologi Manusia Institut Pertanian Bogor, 2016), 15
suatu keadaan ketika terpenuhinya kebutuhan dasar serta terelisasikannya nilai-nilai hidup.17
Kesejahteraan sosial menurut Friedlander dalam Suud
“kesejahteraan sosial merupakan sistem yang terorganisasi dari pelayanan-pelayanan dan lembaga-lembaga social yang dimaksudkan untuk membantu individu-individu dan kelompok- kelompok agar mencapai tingkat hidup dan kesehatan yang memuaskan dan hubungan-hubungan personal dan sosial yang memberi kesempatan kepada mereka untuk memperkembangkan seluruh kemampuan dan untuk meningkatkan kesejahteraan sesuai dengan kebutuhan-kebutuhan keluarga dan masyarakatnya”.18 Dari beberapa definisi diatas dapat disimpulkan bahwa kesejahteraan sosial merupakan proses kegiatan yang terorganisasi untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat sehingga terpenuhi kebutuhan dasar dan menjadikan kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya. Untuk itu program pemerintah dalam menangani masalah-masalah ekonomi bagi masyarakat miskin dapat membantu kemandirian dan pendapatan masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan hidup mereka. Pinjaman dana bergulir dan bantuan dana yang digunakan masyarakat Kecamatan Way Halim Bandar Lampung adalah salah satu alternatif bagi masyarakat yang ingin mengembangkan usaha mereka. Dengan adanya pemberian modal dan pinjaman modal usaha tersebut masyarakat bisa mengembangkan usaha yang telah ada menjadi lebih baik. Apabila usaha mereka menjadi lebih baik otomatis kondisi keuangan mereka akan meningkat dan pastinya akan terjadi peningkatan kesejahteraan bagi masyarakat.
17Euis Sunarti, Indikator Keluarga Sejahtera Sejarah Danpengembangan, Evaluasi Dan Keberlanjutan, 15
18 Nova Marida Sisika, Dkk, Peranan Program Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Pedesaan Terhadap Tingkat Kesejahteran Masyarakat, Seminar Nasional Industri Dan Teknologi, Volume 2, Nomor 1, Desember 2013), 138-145
2. Idikator Kesejahteraan Masyarakat
Menurut Sukirno, kesejahteraan masyaraakat hanya dapat di ukur dengan indikator moneter menunjukan aspek ketidak sempurnaan Ukuran kesejahteraan masyarakat karena adanya kelemahan indikator moneter.
Oleh karena itu Backerman membedakan indikator masyarakat dalam tiga kelompok yaitu:
a. Kelompok yang berusaha membandingkan tingkat kesejahteran di dua negara dengan memperbaiki cara perhitungan pendapatan nasional yang di pelopori Collin Clark, Gilbert dan Kravis.
b. Kelompok yang berusaha menyusun penyesuaian pendapatan masyarakat yang dibandingkan dengan mempertimbangkan perbedaan tingkat harga negara.
c. Kelompok yang berusaha untuk membandingklan tingkat kesejahteraan setiap negara berdasarkan data yang tidak bersifatmoneter seperti jumlah kendaraan bermotor dan konsumsi.
United nations development programe (UNDP) mulai tahun 1990 telah menyusun suatu indikator kesejahteraan manusia yang dapat menunjukan kemajuan manusia berdasarkan faktor-faktor, seperti rata-rata usia harapan hidup, rata-rata lama sekolah, angka melek huruf, dan kesejahteraan secara keseluruhan, laporan ini menganggap bahwa pembangunan manusia pada hakikatnya adalah suatu proses mamperbesar pilihan–pilihan manusia. Indikator kesejahteraan masyarakat yang disusun oleh UNDP dikenal dengan human development index ( HDI) atau indeks pembangunan manusia (IPM).19
Human developnment index merupakan perangkat yang sangat bermanfaat untuk mengukur tingkat kesejahteraan antar negara maupun antar daerah, indikator HDI jauh melebihi pertumbuhan konvensional.
salah satu keuntungan HDI adalah, indeks yang yang mengungkapkan bahwa sebuah negara/daerah dapat berbuat jauh lebih baik pada tingkat
19Hadi Sasana, Analisis Dampak Pertumbuhan Ekonomi, Kesejahteraan Antar daerah Dan Tenaga Kerja Terserap Terhadap Kesejahteraan Di Kabupaten/Kota Provinsi jawa Tengah Dalam Era Desentralisasi Fiskal,(Jurnal Bisnis Dan Ekonomi, Vol.16 , No. 1, Maret 2009), 55
pendapatan yang rendah, dan bahwa kenaikan pendapatan yang besear adalah tingkat pendapatan relaive kecil dalam pembangunan manusia, HDI juga menyampaikan bahwa pembangunan yang dimaksudkan adalah pembangunan manusia dalam arti luas, bukan hanya adalam bentuk pendapatan yang lebih tinggi indikator kesejahteraan pembangunan dan peningkatan yang baik harus memasukan variabel kesehatan dan pendidikan dalam pengukuran kesejahteraan yang tertimbang, dan bukan hanya melihat tingkat pendapatan saja. HDI merupakan perangkat yang sangat bermanfaat untuk mengukur tingkat kesejahteraan antar negara maupun antar daerah.20
Sedangkan menurut Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat memberi pengertian sejahtera yaitu suatu kondisi masyarakat yang telah terpenuhi kebutuhan dasarnya. Kebutuhan dasar tersebut berupa kecukupan dan mutu pangan, sandang, papan, kesehatan, pendidikan, lapangan pekerjaan, dan kebutuhan dasar lainnya seperti lingkungan yang bersih, aman dan nyaman. Juga terpenuhinya hak asasi dan partisipasi serta terwujudnya masyarakat beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Ada pula yang menakar kesejahteraan bisa dicermati dari ukuran sebagai berikut:
a. Asupan gizi yang diterima penduduk dapat dilihat dari index gizi nasional. Indonesia termasuk kategori negara yang abai dalam hal ini.
Bahkan, kasus malnutrisi (kekurangan gizi) bukan hanya menjangkiti warga miskin, melainkan warga yang relatif kaya,
b. Jika merujuk teori motivasi Maslow. Rumah adalah kebutuhan utama yang harus terpenuhi sebelum menginjak tangga selanjutnya. Memiliki rumah berarti memiliki tempat bermukim. Bisa dibayangkan jika kehilangan rumah. Menjadi gelandangan, numpang, dan sewa rumah adalah pilihan utama,
20Hadi Sasana, Analisis Dampak Pertumbuhan Ekonomi, Kesejahteraan Antar daerah Dan Tenaga Kerja Terserap Terhadap Kesejahteraan Di Kabupaten/Kota Provinsi jawa Tengah Dalam Era Desentralisasi Fiskal, 55
c. Dari ukuran yang dikeluarkan oleh lembaga berwenang, membeli pakaian baru dalam hitungan tahun masuk dalam penilaian apakah seseorang the have atau have not,
d. Pendidikan merupakan kunci untuk menjadi sejahtera. Pendidikan yang dienyam oleh warga menjadi ukuran kesejahteraan. Terbukti bahwa kebanyakan warga Indonesia tidak bisa mencicipi perguruan tinggi.
Mayoritas masyarakat berhenti di Sekolah Menengah Atas (SMA), Adapula yang membuat indikator dalam penelitian tingkat kesejahteraan suatu masyarakat.21
Kesejahteraan manusia hanya dapat diukur berdasarkan perhitungan fisik, namun non-fisik seperti pendidikan, kesehatan, perumahan, tingkat konsumsi per kapita, angka kriminalitas, angkatan kerja, keluarga berencana dan fertilisasi, ekonomi, dan akses di media masa. Untuk mengukur kesejahteraan masyarakat, selain menggunakan IPM juga mnggunakan indikator kesejahteraan sosial (nonmoneter) lainya.22
Indikator berdasarkan Badan Kependududkan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), perhatian terhadap masalah kesehatan lingkungan, tidak rentan terhadap penyakit, mempunyai tempat tinggal dan tidak perlu mendapat bantuan sandang dan pangan. Pengelompokkan lima jenis keluarga sejahtera menurut Undang- Undang No. 10 Tahun 1992 sebagai berikut:23
a. Keluarga Pra Sejahtera
Yaitu keluarga-keluarga yang belum dapat memenuhi kebutuhan dasarnya (basic needs) secara minimal, seperti kebutuhan akan pangan, sandang, papan, kesehatan dan pendidikan dasar bagi anak usia sekolah, yaitu keluarga yang tidak dapat memenuhi syarat-syarat sebagai keluarga sejahtera I.
21Sub Direktorat Analisis Statistik dan Perhitungan Tingkat Kemiskinan Tahun 2008, (Jakarta: Badan Pusat Statistik, 2008), 13
22Hadi Sasana, Analisis Dampak Pertumbuhan Ekonomi, Kesejahteraan Antar daerah Dan Tenaga Kerja Terserap Terhadap Kesejahteraan Di Kabupaten/Kota Provinsi jawa Tengah Dalam Era Desentralisasi Fiskal, 56
23 BKKBN, Profil Hasil Pendataan Keluarga Tahun 2012 (Jakata:2013),3
b. Keluarga Sejahtera I
Yaitu keluarga-keluarga yang baru dapat memenuhi kebutuhan dasarnya secara minimal, tetapi belum dapat memenuhi keseluruhan kebutuhan sosial psikologisnya (socio psychological needs), seperti kebutuhan akan agama/ibadah, kualitas makanan, pakaian, papan, penghasilan, pendidikan, kesehatan dan keluarga berencana.
a) Pada umumnya seluruh anggota keluarga makan dua kali sehari atau lebih.
b) Seluruh anggota keluarga memiliki pakaian yang berbeda untuk di rumah, bekerja/sekolah dan bepergian.
c) Bagian yang terluas dari rumah bukan dari tanah.
d) Bila anak sakit dibawa ke seorang petugas kesehatan atau diberi pengobatan modern.
e) Anggota keluarga melaksanakan ibadah menurut agama yang dianutnya.
c. Keluarga Sejahtera II
Yaitu keluarga-keluarga yang telah dapat memenuhi seluruh kebutuhan dasar dan kebutuhan sosial psikologisnya, akan tetapi belum dapat memenuhi keseluruhan kebutuhan perkembangannya (developmental needs), seperti kebutuhan untuk peningkatan pengetahuan agama, interaksi dengan anggota keluarga dan lingkungannya, serta akses kebutuhan memperoleh informasi. Sehingga harus memenuhi syarat 1 - 5, maka keluarga tersebut harus memenuhi syarat 6 - 13 sebagai berikut:24
a) Paling kurang sekali seminggu keluarga menyediakan daging/ikan /telur/sebagai lauk pauk.
b) Seluruh anggota keluarga memperoleh paling kurang satu stel pakaian baru setahun terakhir.
c) Luas lantai rumah paling kurang 8 meter persegi untuk tiap penghuni rumah.
24BKKBN, Profil Hasil Pendataan Keluarga Tahun 2012.4
d) Seluruh anggota keluarga yang berumur dibawah 60 tahun dewasa ini bisa membaca tulisan latin.
e) Seluruh anak usia 6-12 tahun bersekolah pada saat ini.
f) Paling kurang satu orang anggota keluarga berumur 15 tahun keatas mempunyai pekerjaan tetap.
g) Seluruh anggota keluarga dalam sebulan terakhir dalam keadaan sehat sehingga dapat melaksanakan tugas/fungsi masing-masing.
h) Anggota keluarga melaksanakan ibadah secara teratur menurut agama yang dianut masing-masing.
d. Keluarga Sejahtera III
Yaitu keluarga yang telah dapat memenuhi seluruh kebutuhan dasar, kebutuhan sosial psikologis dan kebutuhan pengembangannya, namun belum dapat memenuhi kebutuhan aktualisasi diri, seperti memberikan sumbangan (kontribusi) secara teratur kepada masyarakat, dalam bentuk material dan keuangan untuk kepentingan sosial kemasyarakatan, serta berperanserta secara aktif, seperti menjadi pengurus lembaga kemasyarakatan atau yayasan-yayasan sosial, keagamaan, kesenian, olah raga, pendidikan dan sebagainya. Keluarga yang memenuhi syarat 1 – 13 dan memenuhi syarat-syarat dibawah ini juga harus memenuhi syarat-syarat 14 - 21 sebagai berikut:
a) Anak hidup paling banyak dua orang, atau anak lebih dari dua masih pasangan Usia subur memakai kontrasepsi saat ini.
b) Sebagian dari penghasilan keluarga dapat disisihkan untuk tabungan keluarga.
c) Keluarga biasanya makan bersama paling kurang sekali sehari.
d) Keluarga biasanya ikut serta dalam kegiatan masyarakat dalam lingkungan tempat tinggal.
e) Keluarga mengadakan rekreasi bersama di luar rumah paling kurang sekali dalam tiga bulan.
f) Keluarga dapat memperoleh berita dari surat kabar/radio/TV atau majalah.
g) Anggota keluarga mampu menggunakan sarana transportasi yang sesuai dengan kondisi daerah setempat.
h) Upaya keluarga untuk meningkatkan pengetahuan agama.
e. Keluarga Sejahtera III Plus
Yaitu keluarga-keluarga yang telah dapat memenuhi seluruh kebutuhannya, yaitu kebutuhan dasar, sosial psikologis, pengembangan serta aktualisasi diri, terutama dalam memberikan sumbangan yang nyata dan berkelanjutan bagi masyarakat.
a) Keluarga atau anggota keluarga secara teratur memberikan sumbangan sebagai kegiatan sosial masyarakat dalam bentuk materi.
b) Kepala keluarga atau anggota keluarga aktif sebagai pengurus perkumpulan yayasan atau institusi masyarakat lainnya.25
Dari penjabaran dan pengklasifikasiandi atas maka dapat disimpulkan indikator kebutuhan minimum untuk masing-masing komponen tersebut adalah sebagai berikut:
a) Pangan, dinyatakan dengan kebutuhan gizi minimum yaitu perkiraan kalori dan protein, semakin besar tingkat gizi yang dikonsumsi menandakan semakin tinggi tingkatan kesejahteraan suatu keluarga.
b) Sedang, dinyatakan dengan indikator pengeluaran rata-rata untuk keperluan pakaian, alasan kaki dan alas kepala.26
c) Perumaha,dinyatakan dengan indikator pengeluaran rata-rata untuk sewa rumah, listrik, minyak tanah, kayu bakar, arang dan air.
d) Pendidikan, mengenai pendidikan, mengenai pendidikan, pemerintah mencanangkan wajib belajar 9 tahun. Menurut BPS, indeks pendidikan diawali dengan sector pendidikan dan merupakan salah satu komponen yang menidikasikan pembangunan sumber daya masnusia. Tingkat pendidikan merupakan manifestasi yang sangat jelas dari perbaikan kondisi hidup masyarakat pada suatu daerah
25 Sumber: Lembar Informasi Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional Kabupaten Cirebon; 1996
26 Sub Direktorat Analisis Statistik dan Perhitungan Tingkat Kemiskinan Tahun 2008, (Jakarta:Badan Pusat Statistik,2008), 12
sehingga pendidikan yanglebih baik akan mendorongperbaikan kondisi sektor-sektor lain. Karakteristik pendidikan ini diwakili oleh komponen angka melek huruf dan rata-ratalam sekolah.27
Pendidikan yang diperlukan menurut Philip H. Coombs seorang tipologi ekonomi pendidikan mencangkup empat kelompok:28
a) Pendidikan umum dan pendidikan dasar, baca tulis, hitung dan pengetahuan elementer tentang sains dan lingkungan hidup yang oleh kebanyakan sekolah dasar dan menengah pada umumnya ingin dicapai.
b) Pendidikan kesejahteraan keluarga, dimasudkan untuk mendalami pengetahuan, keterampilan dan sikap-sikap yang berguna untuk memperbaiki kualitas hidup keluarganya, termasuk kesehatan dan nutrisi, rumah yang sehat dan perawatan anak, membangun rumah dan perbaikannya, keluarga berencana dan sebagainya.
c) Pendidkan kesejahteraan masyarakat, dimaksud untuk memperkuat lembaga-lembaga kemasyarakatan baik local maupun nasional, koprasi, proyek-proyek kemasyarakatan dan yang serupa.
d) Pendidikan keterampilan kerja, dimaksud untuk mengembangkan penegtahuan dan kecakapan khusus yang berkaitan dengan aktivitas ekonomi dan yang bermanfaat bagi usaha membina kehidupan.
Program-program pendidikan yang efektif dan diatur dengan baik serta cocok untuk semua pekerjaan adalah sangat diperlukan untuk menunjang pembengunan desa.
e) Kesehatan, dinyatakan dengan indikator pengeluaran rata-rata untuk menyediakan obat-obatan di rumah, setidaknya bila anggota keluarga sakit dapat dibawa ke Puskesmas.
f. Pendapatan dan pengeluaran
Sumber penghasilan utama rumah tangga menjadi salah satu indikator tingkat kesejahteraan yang diharapkan dapat mencerminkan
27 Rudi Badrudin, Op.Cit, 159
28 Suryana, Ekonomi pembangunan, problematika dan pendekatan, (Jakarta: Salemba Empat,2000), 86
kondisi sosial ekonomi di suatu rumah tangga. Cerminan tingkat kesejahteraan suatu rumah tangga dapat dilihat dari miskin atau tidak miskin suatu rumah tangga yang ditentuan dari rata-rata pengeluaran per kapita perbulan suatu rumah tangga.29 Pengeluaran yang besar akan seimbang apabila dibarengi dengan pendapatan yang tinggi, begitupun sebaliknya pendapatan yang rendah akan mengakibatan pengeluaran yang randah pula. Apabila tidak terdapat keseimbangan diantara keduanya ini berarti masyarakat tersebut masih tergolong keluarga yang belum sejahtera karena penghasilan yang didapatan belum seimbang dengan kebutuhan yang harus dipenuhi.
C. Konsep Islam Tentang Kesejahteraan Masyarakat
1. Pengrtian Kesejahteraan (Falah) Dalam Ekonomi Islam
Falah berasal dari baahasa arab dari kata qflaha-yuflihu yang berati kesuksesan, kemuliaan dan kemenangan, yaitu kemuliaan kemenangan dalam hidup.30Fala, kehidupan yang mulia dan kesejahteraan di dunia dan akhirat, dapat terwujud apabila terpenuhi kebutuhan-kebutuhan hidup manusia secara seimbang. Tercukupinya kebutuhan hidup masyarakat yang memberikan dampak yang disebut maslahah adalah segala bentuk keadaan baik matrial maupun non matrial, yang mampu meningkatkan kedudukan manusia sebagai mahluk yang paling mulia.
Menurut As-Shabiti, maslahah dasar bagi kehidupan manusia terdiri dari lima hal yaitu, agama (dien), jiwa (nafs), intelektual (aql), keluarga dan keturunan (nasl) dan material (aealth). Kelima hal tersebut merupakan kebutuhan dasar manusia yaitu kebutuhan yang mutlak terpenuhi, agar manusia dapat hidup bahagia di dunia dan akhirat. Jika salah satu kebutuhan tersebut tidak terpenuhi niscaya kebahagiaan hidup juga tidak tercapai dengan sempurna.31
29 Sub Diretorat Analisis Statistik, 69
30 Pusat Kajian Dan Pengembangan Ekonomi Islam(P3EI), Ekonomi Islam,(Jakarta,:
Rajawali Press, 2009), 2
31Pusat Kajian Dan Pengembangan Ekonomi Islam (P3EI), Ekonomi Islam,6
Misi itulah yang sekaligus menjadi misi Rosulullah yang dinyatakan dalam firman Allah dalam Al-Quran surat Al-Anbiyaa (21): 107
“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”.
Sejahtera adalah aman sentosa, makmur, damai, dan selamat dari segala macam gangguan, kesukaran, dan sebagainya.32 Pengertian ini sejalan dengan pengertian Islam yang berarti selamat sentosa, aman, damai.dari pengertian tersebut di pahami bahwa masalah kesejahteraan sosial sejalan dengan misi Islam itu sendiri,dimaksud dalam ayat Al-Quran Al-Anbiyya:21
“Apakah mereka mengambil tuhan-tuhan dari bumi, yang dapat menghidupkan (orang-orang mati)?”.
Difinisi Islam tentang kesejahteraan pada pandangan konferhensif tentang kehidupan ini. Kesejahteraan menurut Islam mencangkup dua pengertian yaitu:33
a. Kesejahteraan holistik dan seimbang
Yaitu kecukupan materi yang didukung oleh terpenuhinya kebutuhan sepiritual serta mencangkup individu dan sosial. Sosok manusia terdiri atas unsur fisik dan jiwa, karenanya kebahagiaan haruslah menyeluruh dan seimbang. Demikian pula manusia memiliki dimensi individu sekaligus sosial. Manusia akan merasa bahagia jika terdapat keseimbangan diantara dirinya dan lingkungan sosialnya.
b. Kesejahteraan didunia dan diakhirat, sebab manusia tidak hanya hidup di alam dunia saja, tetapi dialam setelah kematian atau kemusnahan dunia (akhirat). Kecukupan materi didunia ditujukan dalam rangka untuk memperoleh kecukupan diakhirat. Jika kondisi ideal ini tidak
32 W.J.S. Purwadaritma, Kamus Besar Bhasa Indonesia.126
33 Pusat Pengkajian Dan Pembangunan Ekonomi Islam, 4
dapat dicapai maka kesejahteraan diakhirat tentu lebih diutamakan, sebab ia merupakan kehidupan yang abadi dan lebih bernilai dibanding kehidupan dunia.
Dalam bentuk kesejahteraan perfektif Islam, tentu hal ini tidak bisa dilepaskan tolak ukur pedoman umat Islam yaitu Al-Quran dan Al-Hadist, Al-Quran secara tegas sekali menyatakan, bahwa kebahagiaan itu tergantung kepada ada atau tidaknya hubungan manusia dengan Tuhanya dan dengan sesama manusia. Bahwa Islam tidak menerima untuk memisahkan agama dari bidang kehidupan sosial, maka Islam telah menetapkan suatu metode lengkap yang mencangkup garis-garis yang harus dipatuhi oleh tingkah laku manusia terhadap dirinya sendiri atau kelompok.34
Syahminan Zaini dan Anytonio Kusuma serta menjelaskan, bahwa suksesnya tugas kekhalifahan itu minimal tujuh syarat harus di penuhi oleh manusia, yaitu:
a. Badan kuat, b. Trampil,
c. Pandai berhubungan dengan Allah (dalam bentuk ibadah), dengan manusia (dalam bentuk penelitian, pengelolaan, dan pemanfatanya) d. Beriman dan meramal shaleh
e. Berilmu pengetahuan yang banyak dalm segala bidang kehidupan manusia.
f. Sungguh-sungguh dengan sebenar-benarnya kesungguhan melakukan semua itu.
g. Berdisiplin tinggi.
Bedasarkan penjelasan tersebut diatas, kesejahteraan berdasarkan pandangan Islam yaitu adalah melaksanakan pembangunan jasmani dan rohani. Pembangunan jasmani meliputi 1) pembangunan kekuatan jasmani, 2) pembangunan kesehatan jasmani, 3) pembangunan keterampilan
34Surya Efendi,Upaya Pemerintahandesa Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarkat Di Desa Taman Rahayu Kecamatan Saetu Kabupaten Bekasi,(Jakarta: Universitas Islam Negri Syafei Hidayatullah, 2008), 35
jasmani, 4) pembangunan keindahan jasmani. Pembangunan rohani yaitu, 1) pembangunan martabat manusia, 2) pembangunan fitrah manusia, 3) sihfat-sifat manusia, 4) tanggung jawab manusia.
Menurt Al-Ghazali, kesejahteraan dari suatu masyarakat tergantung pada pencarian dan pemeliharaan lima tujuan dasar: 1) agama, 2) hidup atau jiwa, 3) keluarga atau keturunan, 4) harta atau kekayaan, 5) intelek atau akal. Ia menitik beratkan bahwa sesuai tuntunan wahyu, “kebaikan di dinia ini dan di akhirat (maslahah al-din wa al-dunya) merupakan tujuan utamanya. Ia mendifinisikan aspek ekonomi dari fungsi kesejahteraan sosialnya dalam kerangka kebuah hierarki utilitas inividu dan sosial yang tripartit meliputi kebutuhan pokok, kesenangan dan kenyamanan, dan kemewahan.35
Dalam ekonomi Islam kesejahteraan merupakan terhindar dari rasa takut terhadap penindasan, kelaparan, dahaga, dan penyakit, serta kebodohan bahkan lingkungan. Hal ini sesuai dengan kesejahteraan surgawi dapat dilukiskan antara lain dalam peringatan Allah SWT kepada Adam AS, terdapat dalam Al-Quran surat At-Taha ayat 117-119
“Maka Kami berkata: "Hai Adam, Sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi isterimu, Maka sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka. Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan di dalamnya dan tidak akan telanjang,Dan Sesungguhnya kamu tidak akan merasa dahaga dan tidak (pula) akan ditimpa panas matahari di dalamnya".
Bersumber dari pandangan hidup Islam melahirkan nilai–nilai dasar dalam ekonomi yaitu.
35 Adiwarman A. Karim, Ekonomi Makro Islam,(Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2012), 62
a. Keadilan, dengan menjunjung tinggi nilai-nilai kebenaran, kejujuran , keberanian dan konsisten pada kebenaran.
b. Pertanggungjawaban, untuk memakmurkan bumi dan alam semesta segabai tugas seorang khalifah. Setiap perilaku ekonomi memiliki tanggung jawab untuk berperilaku ekonomi yang sebenarnya, amanah dalam mewujudkan kemaslahatan. Juga memiliki tanggung jawab untuk meningkatkan kesejahteraan secara umum bukan kesejahteraan secara peribadi atau kelompok tertentu saja.
c. Takaful (jaminan sosial), adanya jaminan sosial di masyarakat akan mendorong terciptanya hubungan yang baik antar individu dan masyarakat, karena Islam tidak hanya mengajarkan hubungan hubungan vertical, namun juga menempatkan hubungan horizontal ini secara seimbang.agar kesejahteraan di masyarakat dapat terwujud, pemerintah berperan dalam mencukupi kebutuhan masyarakat, baik daras/primer, sekunder (the dneed/haji), maupun tersier (the comendabel/tahsisi), dan pelengkap (the huxury/ kamili). Disebabkan hal tersebut, pemerintah dilarang untuk berhenti pada pemenuhan kebutuhan dan pelayanan primer masyarakat saja, namun harus berusaha untuk mencangkup seluruh kebutuhan komplementer lainya, selama tidak bertentangan dengan syatriat sehingga kehidupan masyarakat sejahtera.36
Dalam ekonomi Islam kesejahteraan dapat dikendalikan oleh distribusi kekayaan melalui zakat, infak sodakoh. Dengan pengendalian distribusi kekayaan tersebut maka kebutuhan setiap individu seperti sandang, pangan, papan dapat terpenuhi secara seimbang. Sedangkan suatu keadaaan terjaga dan terlindunginya agama, harta, jiwa, akal, dan kehormatan manusia dengan demikian, kesejahteraan ekonomi Islam mencangkup seluruh aspek kebutuhan jasmani dan rohani.
Menurut Umar Chapra, hubungan antara syariat Islam dengan kemaslahatan adalah sangat erat. Ekonomi Islam merupakan salah satu bagian dari syariat Islam, tujuannya tentu tidak terlepas dari tujuan utama
36Adiwarman A. Karim, Ekonomi Makro Islam, 89
syariat Islam. Tujuan utama ekonomi Islam adalah merealisasikan tujuan manusia untuk mencapai kebahagian dunia dan akhirat (falah), serta kehidupan yang baik dan terhormat (al-hayah al-tayyibah).37
Hal tersebut merupakan difinisi kesejahteraan menurut pandangan Islam. Ekonomi Islam tidak hanya berorientasi untuk membangun fisik- material dari individu masyarakat dalam Negara saja, teapi memperhatikan pembangunan aspek-aspek lain yang merupakan juga elemen penting bagi kehidupan yang sejahtera dan bahagia. Begitulah Al-Qur‟an secara sempurna mendefinisikan tentang kesejahteraan, dimulai dari kesejahteaan individu-individu yang mempunyai tauhid yang kuat kemudian tercukupi kebutuhan dasarnya dan tidak berlebih-lebihan, sehingga suasana menjadi aman, nyaman dan tentram.
2. Indikator Kesejahteraan Masyarakat Dalam Ekonomi Islam
Indikator kesejahteraan masyarakat menurut Islam merujuk pada Al- Quran surat Al-Quraisy ayat 3-4
“Maka hendaklah mereka menyembah Tuhan Pemilik rumah ini (Ka'bah).
Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan”.
a. Menyembah Tuhan
Indikator kesejahteraan yang pertama dan paling utama Al-quran adalah menyembah tuhan (pemilik) rumah (ka‟bah), mengandung makna bahwa proses mensejahterakan masyarakat tersebut didahului dengan pembangunan tauhid, sehingga sebelum masyarakat sejahtera secara fisik, maka terlebih dahulu dan yang paling utama adalah masyarakat benar-benar menjadikan Allah sebagai pelindungnya, pengayom dan menyerahkan dirinya sepenuhnya kepada sang khaik.
Semua aktifitas kehidupan masyarakat berbingkai dalam aktivitas ibadah.
37 M. B.HendrieAnto, Pengantar Ekonomi Mikro Islam (Yogyakarta:Ekosiana, 2003), 7
b. Menghilangkan Lapar
Mengandung makna bahwa diawali dengan penegasan kembali tentang tauhid bahwa yang memberi makan kepada orang yang lapar tersebut adalah Allah, jadi ditegaskan bahwa rizki berasal dari Allah, bekerja merupakan sarana dari Allah.
c. Menghilangkan Rasa Takut
Membuat rasa aman, nyaman tentram bagian dari indikator sejahtera atau tidaknya masyarakat. Juga dimasyarakat masih banyak tindak keriminal seperti perampokan, pembunuhan dan kriminal tinggi lainya, maka dapat diindikasikan bahwa masyarakat tersebut belum sejahtera. Dengan demikian pembentukan pribadi-pribadi yang soleh dan menjaga kesolehan merupakan bagian dari proses kesejahteraan masyarakat.
D. Jamur Tiram
1. Sejarah Budidaya Jamur Tiram
Pada awalnya, pemenuhan kebutuhan manusia terhadap jamur konsumsi hanya mengandalkan kemurahan alam. Dengan cara seperti ini, jumlah jamur yang didapat sangat terbatas dan hanya pada musim tertentu bisa diperoleh. Di Indonesia, jamur hanya tumbuh secara alami pada musim hujan. Inisiatif membudidayakan jamur konsumsi dilakukan saat kebutuhannya terus meningkat, sedangkan persediaan di alam semakain terbatas. Berkat pengamatan dan ketelitian mempelajari cara hidupnya, manusia berhasil membudidayakan jamur konsumsi untuk memenuhi kebutuhan yang meningkat setiap saat.
Dalam sejarah pembudidayaan jamur konsumsi, Prancis dikatakan sebagai pionir atau pelopornya. Sekitar tahun 1650-an seorang petani Prancis berhasil menanam jamur champingnon dipekarangan rumahnya dengan hasil yang cukup memuaskan. Dari prancis, budidaya jamur menyebar kebeberapa negara di Eropa seperti Inggris, Jerman, Hongaria,
Denmark, dan bahkan ke Amerika serikat. Sampai tahun 1920-an, Prancis mencatat diri sebagai produsen jamur champingnon terbesar di dunia.
Di Indonesia, budidaya jamur konsumsi, terutama champingnon, baru dimulai sekitar tahun 1969 oleh sebuah perusahaan swasta nasional yang bergerak di bidang agrobisnis. Perusahaan ini memilih dataran tinggi Kabupaten Cirebon, sebagai tempat pembudidayaan jamur champingnon dengan produksi mencapai ribuan ton perbulan. Sebagian besar hasil budi daya jamur secara modren tersebut diekspor dalam bentuk kalengan ke beberapa negara. Setelah jamur champingnon, kemudian berturut-turut dibudidayakan jamur merang, kuping, dan tiram dan jamur siitake sebagai komoditas ekonomi bernilai jual tinggi. khusus jamur merang banyak dibudidayaka petani secara tradisional sekedar memenuhi kebutuhan sehari-hari. Lama-kelamaan, kegiatan pembudidayaan jamur konsumsi menciptakan sebuah pekerjaan baru dibidang pertanian. Membudidayakan jamur konsumsi, khususnya kuping, merang, dan tiram, mendatangkan keuntungan yang sangat menggiurkan baik dilakukan dalam skala kecil maupun besar, hal ini tidak terlepas dari tingginya permintaan dan nilai jual ketiga jamur tersebut.38
2. Pengertian Jamur Tiram
Jamur tiram merupakan tumbuhan saprofit yang hidup dikayu-kayu lunak dan memperoleh bahan makanan dengan memanfaatkan sisa-sisa bahan organik. Jamur tiram termasuk tumbuhan yang tidak berklorofil (tidak memiliki zat hijau daun) sehingga bisa mengolah bahan makanan sendiri. untuk memenuhi kebutuhan hidup, jamur tiram sangat tergantung pada bahan organik yang diserap untuk keperluan pertumbuhan dan perkembagan.39
Jamur tiram adalah jenis tumbuh-tumbuhan. Pada umumnya tumbuhan mempunyai hijau daun (crolofil), sehingga mampu memenuhi
38 Parjimo dan Agus Andoko, Budidaya Jamur Kuping, Tiram, Dan Merang, (Jakarta:
Agromedia, 2013), 14.
39 Susilawati, Budi Raharjo, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatra Selatan, (Palembang: 2010), 1
sendiri kebutuhan karbohidratnya melalui proses foto sintesis. Namun, jamur tidak memiliki klorofil, sehingga kebutuhan karbohidratnya harus dipenuhi luar. Karena itu, jamur harus hidup secara saprofitik dan parasitik. Saprofitik yaitu hidup pada sisa makhluk lain yang sudah mati, minsalnya pada tumpukan sampah, serbuk gergajian kayu, ataupun pada batang kayu yang sudah lapuk. Sedangkan parasitik adalah hidup pada jasad makhluk lain, misalnya tumbuh-tumbuhan, hewan, atau manusia yang masih hidup. Kehadiran jamur tersebut biasanya menjadi penyebab penyakit atau gangguan.40
Permukaan tudung jamur tiram licin, agak berminyak saat lembab, dan tepinya bergelombang. Warna jamur tiram ini ada beberapa macam, ada yang putih, abu-abu, coklat dan merah. Di Indonesia jenis yang paling banyak dibudidayakan adalah jamur tiram putih. Satu buah jamur tiram putih dewasa mempunyai bilah-bilah atau sekat-sekat yang banyak jumlahnya. Didalam bilahbilah tersebut terdapat bagian yang disebut basidia. Diujung basisia ini terdapat kantong yang berisi banyak spora atau disebut juga basidiospore, spora berfungsi untuk berkembang biak. Sesl- sel spora yang bersambungan membentuk hifa dan miselium. Pada titi-titik pertemuan percabangan misileum terbentuk bintik kecil yang disebut dengan pin head atau calon tubuh buah jamur yang akan berkembang menjadi jamur dewasa.41
Dari sekian banyak jenis jamur, jamur tiram (pleurotus sp) termasuk dalam katagori jamur yang sering dikonsumsi. Oleh karena itu banyak petani yang membudidayakannya. Untuk melakukan budidaya jamur tiram ternyata tidak terlalu sulit seperti yang dibayangkan. Hal penting yang perlu diperhatikan adalah lingkungannya. Pada habitat aslinya, jamur tiram dapat tumbuh di area dataran tinggi. Saat ini, jamur tiram lebih banyak diproduksi di Jawa Barat, Jawa barat memproduksi 10 ton jamur tiram
40 Unus Suriawiria, Budi Daya Jamur Tiram, (Yogyakarta: Kanisius, 2011), 11.
41 Isnaen Wiardani, Budidaya Jamur Konsumsi, Menangguk Untung Dari Budidaya JamurTiram dan Jamur Kuping, (Yogyakata: Lily Publisher, 2010), 6.
setiap harinya dan mayoritas dipasarkan dalam bentuk segar dengan tujuan pemasarannya kota-kota besar.
Jamur tiram merupakan salah satu jamur kayu yang sekarang telah banyak dibudidayakan orang. Media tanam yang sudah umum digunakan oleh gergajian kayu alba (sengon), tetapi sembarang gergajian kayu sebetulnya dapat digunakan, tentunya kayu yang tidak beracun, kemudian dicampur dengan bahan-bahan yang lain dengan berbandingan tertentu.42
Jamur terdiri dari bermacam-macam jenis, ada yang merugikan ada yang menguntungkan ada yang menguntungkan bagi manusia. Jamur yang merugikan antara lain karena bersifat potogen yaitu dapat menyebabkan penyakit pada manusia, hewan maupun pada tumbuhan. Diantara jamur yang menguntungkan manusia misalnya: jamur-jamur yang berperan dalam proses fermentasi makanan seperti: kecap, tenpe, tape, tauco dan lain -lain. Bahkan banyak jenis jamur yang dapat dikonsumsi antara lain:
jamur kuping, jamur tiram, jamur shitake, jamur agaricus (compignon) dan jamur merang.43
Jamur tiram juga memiliki berbagai manfaat yaitu sebagai makanan, menurunkan kolesterol, sebagai antibakterial dan antitumor, serta dapat menghasilkan enzim hidrolisis dan enzim oksidasi. Selain itu, jamur tiram juga dapat berguna dalam membunuh nematode.
Jamur tiram ini memiliki manfaat kesehatan diantaranya, dapat mengurangi kolesterol dan jantung lemah serta beberapa penyakit lainnya.
Jamur ini juga dipercaya mempunyai khasiat obat untuk berbagai penyakit seperti penyakit lever, diabetes, anemia. Selain itu jamur tiram juga dapat bermanfaat sebagai antiviral dan antikanker serta menurunkan kadar kolesterol.44 Disamping itu, jamur tiram juga dipercaya mampu membantu penurunan berat badan karena berserat tinggi dan membantu pencernaan.
42 Depertemen Pendidikan Nasional Pusat Bahasa , Kamus Bahasa Indonesia, (Jakarta:
Balai Pustaka, 2005), 1140
43http://id.wikipedia.org/wiki/Jamur_tiram, di unduh 11.04, 11 April 2018
44 http://id.wikipedia.org/wiki/Jamur_tiram, diunduh 11.04, 11 April 2018
Bila dibandingkan dengan jenis jamur lainnya, jamur tiram sudah lebih dikenal masyarakat. Oleh karena itu masyarakat sudah terbiasa mengonsumsinya. Hal ini membuat kebutuhan pasar akan jamur tiram menjadi luas dan permintaan akan produk jamur tiram, dalam bentuk segar maupun olahannya, terus meningkat.
3. Perkembangan Jamur Tiram
Berdasarkan warna tubuh buahnya, jamur tiram dibagi menjadi tiga jenis, yaitu jamur tiram putih, jamur tiram merah, dan jamur tiram coklat.
Namun jenis jamur yang sering di budidayakan adalah jamur tiram putih.
Budidaya jamur tiram adalah salah satu usaha agribisnis yang memiliki peluang bisnis yang cukup besar karena dalam 10 tahun terakhir nilai ekonomis jamur tiram putih terus meningkat, jamur tiram putih dikenal sebagai jamur yang mudah dibudidayakan.45
4. Kandungan Gizi Jamur Tiram
Dalam dunia pertanian, jamur tiram termasuk komoditas sayuran yang budidayanya tidak menggunakan pupuk organik dan relatif tidak terkontaminasi oleh pastisida karena sifatnya yang dapat menyerap racun sehingga tidak perlu dikhawatirkan akan mengandung bahan kimia didalamnya. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan Departemen Sains Kementrian Industri Thailand, diketahui bahwa jamur tiram mengandung 5,94 persen protein, 50,59 persen karbohidrat, 1, 56 serat, 0,17 persen lemak. Dan memiliki 12,40 mg Vitamin C dan B.
Dibandingkan dengan daging ayam, kandungan gizi jamur tiram masih lebih komplet sehingga tidak salah bila jamur ini dikerap sebagai bahan pangan masa depan. Jamur tiram ini juga aman dikonsumsi karena kandungan logamnya jauh diambang batas yang ditetapkan oleh Fruit Product and Prevention of Food Adulteration Act tahun 1954.46
Sebagai makanan, jamur tiram termasuk sebagai sayuran yang mudah dimasak dan diolah sesuai dengan selera, minsalnya olahan
45 Syammahfuz Chazali dan Putri Sekar Pratiwi, Usaha Jamur Tiram Skala Rumahan, (Yogyakarta: Gramedia, 2009), 6-8.
46Syammahfuz Chazali dan Putri Sekar Pratiwi, Usaha Jamur Tiram Skala Rumahan, 10
makanan seperti capcay, martabak telur, pepes, rendang, abon, bistik, botok, rendang, sate bakar, sup, dan yang sudah lazim dijumpai adalah jamur yang dicampur dengan mie ayam. Selain dikonsumsi sebagai bahan makanan, jamur tiram juga berkhasiat sebagai obat, terutama untuk mengobati penyakit lever, diabetes, amnesia, kolestrol tinggi, serta sebagai antiviral dan antikanker.
Beberapa manfaat jamur tiram antara lain:
a. Jamur tiram dapat menjadi sumber protein alternatif karena mengandung 9 asam amino esensial. Bila dibandingkan denagn bahan makan lain.
b. Jamur tiram dapat dijadikan sebagai suplemen bagi para pelaku diet.
Hal ini karena jamur tiram mengandung serat berupa lignoselulosa yang sangat baik bagi pencernaan.
c. Selain sebagai sumber protein alternatif, jamur tiram juga dapat juga dijadikan sebagai makanan alternatif yang baik, khususnya bagi para penganut vegetarian dan pendetira kolestrol tinggi, kandungan gizi jamur setara dengan kandungan gizi pada daging, tetapi jamur tidak mengandung kolestrol jahat.
d. Kandungan senyawa pluran dalam dalam jamur tiram dipercaya berkhasiat sebagai antitumor dan atioksidan.47
47Syammahfuz Chazali dan Putri Sekar Pratiwi, Usaha Jamur Tiram Skala Rumahan, 12.