• Tidak ada hasil yang ditemukan

MENGGALI RAHASIA ALLAH MENGAPA ALLAH TIDAK MENGANTUK DAN TIDAK TIDUR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "MENGGALI RAHASIA ALLAH MENGAPA ALLAH TIDAK MENGANTUK DAN TIDAK TIDUR"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

MENGGALI RAHASIA ALLAH MENGAPA ALLAH TIDAK MENGANTUK DAN TIDAK TIDUR

Ahmad Sudirman

Stockholm - SWEDIA

14 Juli 2021

(2)

MMENGGALI RAHASIA ALLAH MENGAPA ALLAH TIDAK MENGANTUK DAN TIDAK TIDUR

© Copyright 2021 Ahmad Sudirman*

Stockholm - SWEDIA.

DASAR PEMIKIRAN

Terlebih dahulu dengan memohon ampun kepada Allah SWT disini penulis mencoba untuk membuka tanda-tanda kebesaran Allah SWT mengenai mengapa Allah tidak mengantuk dan tidak tidur berdasarkan pada photon, quark dan struktur molekuler asam nukleat atau deoxyribonucleic acid (DNA)

Dalam Al Quran ada ayat yang menjadi kunci untuk membuka rahasia mengenai mengapa Allah tidak mengantuk dan tidak tidur yaitu ayat:

"Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur. Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi...Kursi Allah meliputi langit dan bumi...(Al Baqarah : 2: 255)

"Allah cahaya langit dan bumi....Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki,...(An Nuur: 24: 35)

Dalam usaha membuka tabir mengenai mengapa Allah tidak mengantuk dan tidak tidur berdasarkan pada photon, quark dan deoxyribonucleic acid atau asam deoksiribonukleat atau struktur molekuler asam nukleat.

HIPOTESE

Disini penulis mengajukan hipotese mengapa Allah tidak mengantuk dan tidak tidur karena Allah cahaya langit dan bumi berdasarkan pada photon, quark dan Deoxyribonucleic acid (DNA) DEOXYRIBONUCLEIC ACID (DNA)

DNA adalah tempat penyimpanan informasi genetik yang memiliki struktur rangkap yang

membentuk heliks ganda dan yang mengandung makromolekul polinukleotida yang tersusun secara berulang dari polimer nukleotida. Nukleotida ini adalah terdiri dari folat, gula 5 karbon dan salah satu dari basa nitrogen. Basa nitrogen adalah Guanin (G), Adenin(A), Cytocine(C) dan Timin (T).

Guanin (G) adalah terdiri dari 5 buah atom karbon, 5 buah atom nitrogen, 1 buah atom oksigen dan 5 buah atom hidrogen. Adenin(A) memiliki 5 buah atom karbon, 5 buah atom nitrogen dan 5 buah atom hidrogen. Cytocine (C) berisikan 4 buah atom karbon, 3 buah atom nitrogen, 1 buah atom oksigen dan 5 buah atom hidrogen. Timin (T) mengandung 5 buah atom karbon, 2 buah atom nitrogen, 2 buah atom oksigen dan 6 buah atom hidrogen. Folat berisikan 1 buah atom fosfor, 4 buah atom oksigen dan 2 buah atom hidrogen. Adapun Gula 5 karbon memiliki 5 buah atom karbon, 2 buah atom oksigen dan 8 buah atom hidrogen.

PHOTON

Photon merupakan partikel elementer dari tipe boson dan pembawa interaksi elektromagnetik.

(3)

QUARK

Adapun kalau kita mau mengetahui quark maka kita perhatikan salah satu atom hidrogen yang menjadi unsur bangunan tubuh manusia, binatang, tumbuh tumbuhan dan buah buahan serta benda benda mati.

Kemudian kita buka tubuh atom hidrogen itu, kita akan menemukan satu elektron dan satu inti proton. Seterusnya jika proton ini dibelah, maka kita akan menemukan dua quark atas dan satu quark bawah. Dimana tiga quark ini dikombinasikan dengan gluon.

BUMI BERPUTAR PADA POROSNYA MENGELILINGI MATAHARI

Sekarang, kita pusatkan untuk membongkar rahasia yang ada dibalik ayat: ”...Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi...Kursi Allah meliputi langit dan bumi...(Al Baqarah : 2: 255)

Ternyata, sekarang terbongkar bahwa "Allah cahaya langit dan bumi....Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis)...(An Nuur: 24: 35) ”...meliputi langit dan bumi...(Al Baqarah : 2: 255)

Bumi yang mengelilingi matahari, dimana lapisan cahaya Allah melalui gelombang lapisan cahaya matahari menyinari bumi kita ini.

Ketika bumi berputar dan membelakangi matahari, maka permukaan bumi yang tidak menghadap matahari menjadi gelap karena tidak tersinari oleh lapisan cahaya Allah.

Sedangkan permukaan bumi yang menghadap ke matahari tersinari seluruhnya oleh lapisan cahaya Allah.

Jadi, bagian permukaan bumi yang membelakangi mahari menjadi gelap. Adapun bagian

permukaan bumi yang menghadap ke matahari tetap terang benderang tersinari oleh lapisan cahaya Allah.

PERMUKAAN BUMI YANG MEMBELAKANGI MATAHARI MENJADI GELAP KARENA TIDAK MENDAPAT LAPISAN CAHAYA ALLAH DAN MANUSIA PADA TIDUR

Sekarang, kita gali dan bongkar rahasia dibalik ayat: "...Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur...(Al Baqarah : 2: 255)

Nah ternyata, terbongkarlah, dimana cahaya lapisan Allah tetap terus menyinari bumi dan langit, adapun yang tidur adalah manusia yang hidup di permukaan bumi yang membelakangi matahari yang memancarkan lapisan cahaya Allah.

Jadi, disini terbuka dengan jelas, yang tidur adalah manusia sedangkan lapisan cahaya Allah tetap terus menyinari bumi dan langit disekelilingnya.

Atau dengan kata lain "Allah,...tidak mengantuk dan tidak tidur...(Al Baqarah : 2: 255)

karena "Allah cahaya langit dan bumi....Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis)...(An Nuur: 24: 35 ALLAH TIDAK MENGANTUK DAN TIDAK TIDUR

Nah, karena lapisan cahaya Allah tetap terus menyinari bumi dan langit disekelilingnya, sedangkan yang tidur adalah manusia yang hidup di permukaan bumi yang membelakangi matahari yang tidak tersinari oleh lapisan cahaya Allah.

(4)

Sekarang terbongkarlah apa yang menjadi rahasia dibalik ayat: "Allah,...tidak mengantuk dan tidak tidur...(Al Baqarah : 2: 255) karena "Allah cahaya langit dan bumi....Cahaya di atas cahaya (berlapis- lapis)...(An Nuur: 24: 35

Karena lapisan cahaya Allah tetap terus menyinari bumi dan langit disekelilingnya, sedangkan yang tidur adalah manusia yang hidup di permukaan bumi yang membelakangi matahari yang tidak tersinari oleh lapisan cahaya Allah.

KESIMPULAN

Berdasarkan uraian diatas kita dapat mengambil kesimpulan bahwa rahasia yang ada dibalik ayat:

”...Kepunyaan-Nya apa yang di langit dan di bumi...Kursi Allah meliputi langit dan bumi...(Al Baqarah : 2: 255)

Ternyata, sekarang terbongkar bahwa "Allah cahaya langit dan bumi....Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis)...(An Nuur: 24: 35) ”...meliputi langit dan bumi...(Al Baqarah : 2: 255)

Bumi yang mengelilingi matahari, dimana lapisan cahaya Allah melalui gelombang lapisan cahaya matahari menyinari bumi kita ini.

Ketika bumi berputar dan membelakangi matahari, maka permukaan bumi yang tidak menghadap matahari menjadi gelap karena tidak tersinari oleh lapisan cahaya Allah.

Sedangkan permukaan bumi yang menghadap ke matahari tersinari seluruhnya oleh lapisan cahaya Allah.

Jadi, bagian permukaan bumi yang membelakangi mahari menjadi gelap. Adapun bagian

permukaan bumi yang menghadap ke matahari tetap terang benderang tersinari oleh lapisan cahaya Allah.

Sekarang, kita gali dan bongkar rahasia dibalik ayat: "...Dia Yang Hidup kekal lagi terus menerus mengurus (makhluk-Nya); tidak mengantuk dan tidak tidur...(Al Baqarah : 2: 255)

Nah ternyata, terbongkarlah, dimana cahaya lapisan Allah tetap terus menyinari bumi dan langit, adapun yang tidur adalah manusia yang hidup di permukaan bumi yang membelakangi matahari yang memancarkan lapisan cahaya Allah.

Jadi, disini terbuka dengan jelas, yang tidur adalah manusia sedangkan lapisan cahaya Allah tetap terus menyinari bumi dan langit disekelilingnya.

Atau dengan kata lain "Allah,...tidak mengantuk dan tidak tidur...(Al Baqarah : 2: 255)

karena "Allah cahaya langit dan bumi....Cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis)...(An Nuur: 24: 35 Nah, karena lapisan cahaya Allah tetap terus menyinari bumi dan langit disekelilingnya, sedangkan yang tidur adalah manusia yang hidup di permukaan bumi yang membelakangi matahari yang tidak tersinari oleh lapisan cahaya Allah.

Sekarang terbongkarlah apa yang menjadi rahasia dibalik ayat: "Allah,...tidak mengantuk dan tidak tidur...(Al Baqarah : 2: 255) karena "Allah cahaya langit dan bumi....Cahaya di atas cahaya (berlapis- lapis)...(An Nuur: 24: 35

Karena lapisan cahaya Allah tetap terus menyinari bumi dan langit disekelilingnya, sedangkan yang

(5)

tidur adalah manusia yang hidup di permukaan bumi yang membelakangi matahari yang tidak tersinari oleh lapisan cahaya Allah.

*Ahmad Sudirman

Candidate of Philosophy degree in Psychology Candidate of Philosophy degree in Education

Candidate of Philosophy degree in vocational education in The Industrial Programme, Engineering Mechanics

[email protected] www.ahmadsudirman.se

(6)

Referensi

Dokumen terkait

Berbagai asumsi yang dipakai untuk medium bawah permukaan bumi antara lain menurut Sismanto (1999) yaitu: 1) Medium bumi dianggap berlapis-lapis dan tiap lapisan

Nah, kita gali rahasia dalam ayat: ”Allah memegang jiwa ketika matinya dan jiwa yang belum mati di waktu tidurnya; maka Dia tahanlah jiwa yang telah Dia tetapkan

‚Milik Allahlah kerajaan langit dan bumi dan apa yang ada di antara langit dan bumi dan apa yang ada di bawah tanah, itu milik Allah”. Itu yang diajarkan oleh Allah kepada

Apa yang Allah Ta'ala ungkapkan dalam An-Nuur :35 adalah tentang insan Ilahi, tentang manusia yang menyandang gelar cahaya Allah yang tanpa kehadiran cahaya Allah ini di

Nah sekarang, kita masih terus memusatkan pikiran untuk membongkar rahasia yang tersimpan didalam ayat: "Allah memegang jiwa ketika matinya dan jiwa yang belum mati di

Sesungguhnya dalam ciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang, dan kapal yang berlayar di laut dengan manfaat kepada manusia, dan air yang Allah menurunkan dari

"orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi: "Ya Tuhan kami, tiadalah

Nah artinya, disini, ”...sedikit." (Al Israa': 17: 85) ilmu menurut Allah adalah kalau dihitung berdasarkan perhitungan manusia, maka ilmu yang ”...sedikit." (Al