39 BAB III
METODE PENELITIAN
A. Pendekatan Penelitian
Menurut Creswell, penelitian kualitatif merupakan suatu pemahaman yang didasarkan pada tradisi-tradisi metodologis terspisah dengan proses inquiry; jelas pemeriksaan bahwa menjelajah suatu masalah sosial atau manusia. Penulis membangun sebuah gambaran holistic yang kompleks, meneliti laporan-laporan kata-kata, memerinci padangan-pandangan dari penutur asli, dan melaksanakan study di satu pengaturan yang alamiah.1
Penelitian tentang Dukungan Sosial Kepada Anak Berhadapan dengan Hukum menggunakan metode deskriptif. Menurut Bodgan dan Taylor sebagaimana dikutip oleh Lexy J. Moleong mendeskripsikan berupa data-data dan perilaku yang diamati. Menurut mereka, pendekatan ini diarahkan pada latar dan individu tersebut secara holistik.2 Pendekatan kualitatif ialah sebuah penelitian yang ditunjukan untuk mendefinisikan dan mengintifikasi kejadian, fenomena, sikap, aktivitas sosial, pemikiran orang secara perseorangan ataupun kelompok. Dan disatukan dengan pengamatan yang bersamaan, mengenai deskripsi dalam hal yang rinci disertai cacatan mendalam dari hasil wawancara, serta analisis dokumen.3
1 Prof. Dr. Djam’an Satori, M.A., Pprof. Dr. Aan Komariah, M.Pd. 2017. Metodelogi Penelitian kualitatif. Bandung. Alfabeta. Hal. 24
2 Lexy J. Moeleng. 2006. Metedologi Penelitian Kualitatif. Bandung. Remaja Rosdakarya. Hal 4
3 Machmud, Muslimin. 2016. Tuntunan Penulisan Tugas Akhir Berdasarkan Prinsip Dasar Penelitian Ilmiah. Malang. Penerbit Selaras. Hal. 14
40
Pertanyaan yang bersifat deskriptif yang dimaksudkan untuk mendeskripsikan tentang suatu gejala, fakta, masalah,realita dan peristiwa secara luas dan mendalam sehingga dapat diperoleh suatu pengertian baru, sehingga metode kalitatif akan lebih cocok.4 Metode penelitian deskriptif ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan tentang kelompok orang tertentu atau kelompok masyarakat atau penjelasan tentang suatu gejala hubungan antara dua gejala atau lebih.5
Sesuai dengan apa yang dijelaskan diatas penulis ingin mengguanakan metode deskripsi dengan pendekatan kualitatif dengan karena tepat menggamabarkan gejala-gejala yang ada baiknya secara sistematis dan faktual. Penulis berusaha mendapatkan data yang sebenarnya lalu menggambarkan sesuai dengan data empiris. Alasan penulis menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif ialah pendekatan ini karena lebih mampu menjawab pertanyaan yang dilonntarkan dan lebih muda dalam mendapatkan data-data untuk menjawab permasalahan penelitian.
B. Lokasi Penelitian
Lokasi penelitian merupakan tempat atau letak yang akan dilakukan penelitian sebagai tempat untuk memperoleh data dan informasi, dan menjadi segala bentuk kebutuhan penelitian. Penelitian melimilih tempat lokasi penelitian di Lembaga Pemasyarakatan atau Lembaga Pembinaan Khusus
4 Prof. Dr. Conny R. Semiawan. 2010. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta. Grasindo. Hal. 38
5 Irawan Suhatono. 2015. Metode Penelitian Sosial Suatu Teknik Penelitian Bidang Kesejahteraan Sosial dan Ilmu Lainya. Remaja Rosdakarya. Hal 35.
41
Anak Blitar terletak di Jalan. Bali N0. 76 Kelurahan Karang Tengah kecamatan sananwetan kota Blitar 66137. Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Kota Blitar tersebut merupakan tempat penampungan narapida anak dari berbagai daerah atau kota sebagai tempat untuk menjalankan masa pidananya masing-masing. Hal yang menarik bagi peneliti untuk melakukan penelitian di tempat tersebut Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Kota Blitar memberikan pembinaan yang cukup baik bagi narapida anak seperti dalam hal keterampilan ataupun lainya yang bersifat memberikan dukungan sosial bagi Anak yang Berhadapan dengan Hukum.
C. Subjek Penelitian
Subjek penelitian ialah orang yang sangat mengerti terkait hal sedang diteliti. Meoleong lebih tegas menyatakan bahwa subjek penelitian ialah orang yang difungsikan untuk memberikan informasi terkait kondisi dan latar penelitian. Untuk sementara memutuskan memilih yang baik untuk subjek penelitiann, sekurang-kurangnya ada beberapa pesyaratan yang wajib diperhatikan antara lain: ialah orang yang sudah lama ikut serta dalam kegiatan yang sedang diteliti, ikut serta penuh delam kegiatan yan sedang diteliti dan mempunyai waktu yang memadai untuk dimintai informasi. 6
Teknik Purposive merupakan Penentuan subjek penelitian yang dinggunakan dalam penelitian ini, Teknik Purposive merupakan teknik pengambilan sampel sumber data dengan pertimbangan tertentu. Misalnya
6 Basrowi dan Suwandi. 2008. Memahami penelitian Kualitatif. Jakarta. PT. Rineka Cipta. Hal. 188.
42
orang-orang tersebut yang dianggap memiliki pemahaman yang cukup (Kepala atau orang-orang yang memiliki jabatan tertentu dalam Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Kota Blitar tersebut) tentang apa yang kita harapkan, atau mungkin dia sebagai orang yang memiliki pemahaman dan pengalaman pada bidang tersebut sehingga dapat memudahkan peneliti untuk menjelajahi objek/situasi sosial yang diteliti.7
Subjek penelitian ialah orang menjadi sumber bagi peneliti. Dalam
hal ini subjek penelitian ialah anak yang berhadapan dengan hukum di Lapas Pembinaan Khusus Anak Kelas I Kota Blitar. Peneliti memilih penelitian di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Kota Blitar, dengan ini semua orang sadar bahwa pentingnya memberikan dukungan sosial kepada anak yang berhadapan dengan hukum, sehingga dapat membantu anak dalam mengahadapi persoalan dalam hidupnya, dan juga anak dapat menjalakan fungsi sosialnya dalam kehidupan masyarakat. Adapun syarat-syarat yang ditentukan dalam subjek penelitian dalam tabel sebagai berikut:
Tabel 3.1
Kriteria Subjek Penelitian
No. Subjek Alasan
1 Pegawai dan staf
pelayanan lembaga yang memiliki posisi dalam
Karena pada dasarnya orang-orang dalam lembaga tersebut telah memahami bagamana konsep dalam
7 Prof. Dr. Sugiyono. 2007. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta. Hal. 55
43 melakukan pembinaan dan penanganan serta yang memiliki pemahaman dan konsep Dukungan Sosial ABH
memberikan dukungan sosial terhadap Anak yang Berhadapan dengan Hukum
2 Pegawai dan staf pelayanan lembaga yang memahami program dalam melakukan Dukungan Sosial kepada ABH, serta sudah bekerja minimal selama 5 (lima) tahun
Karena kriteria subjek tersebut yang mampu mengetahui masalah atau kondisi dari tahun-ketahun, yang tentunya memahami bagaimana bentuk-bentuk dukungan sosial yang sesuai dengan Anak yang Berhadapan dengan Hukum dari.
3 Bersedia menjadi informan bagi peneliti
Ketersediaan dan memiliki kemampuan oleh subjek penelitian sehingga dapat membantu dalam mengabil suatu informasi yang dibutuhkan oleh peneliti.
Sumber: Data diolah 2020
Dari syarat diatas, peneliti menemukan subjek dalam penelitian di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas 1 Blitar dalam tabel sebagai berikut:
Tabel 3.2
Data Tentang Subjek Penelitian
44
No Nama Keterangan Jenis Kelamain
1 Andik Iiriawan, Amd.IP,SH
Kasi Pembinaan Laki-laki
2 Yumini Kasubsi Bimkesmas dan PA
Perempuan
3 Sugeng
Budiayanto, S.Sos
Kasubsi Pendidikan dan Latker
Laki-laki
4 Yuni Soepardi Kasi Pelayanan Kesehatan Perempuan Sumber: Data diolah 2020
Subjek penelitian ini yang menggunakan teknik pourposive dan peneliti menentukan subjek, sekaligus menjadi informan yang nantinya akan memberikan penjelasan tentang bagaimana bentuk dukungan sosial dan manfaat dukungan sosial terhadap dirinya selama menjalani masa pidana di Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Blitar. Maka dengan demikian peneliti menentukan Anak Berhadapan dengan Hukum yang menjalani rehabilitas di LPKA menjadi informan peneliti, yakni (DK) dan untuk mengetahui hasil dari manfaat dukungan sosial pada Anak yang Berhadapan dengan Hukum, maka peneliti menentukan juga (AN) sebagai korban yang telah selesai menjalani masa rehabilitasnya di LPKA.
45 D. Teknik Pengumpulan Data
Dalam teknik pengumpulan data, peneliti masuk dalam latar yang sedang diteliti atau pada posisi yang paling strategis dalam sehingga dalam proses interaksi dengan klien peneliti mendapatkan informasi dan data dengan baik.Teknik ini menjadi instrument sangat penting bagi peneliti untuk medapatkan data yang memenuhi standar data yang sudah ditetapkan.8
Berikut penjelasan tentang teknik pengumpulan data adalah sebagai berikut:
1. Obsevasi
Teknik observasi atau istilah lainya pengamatan merupakan penelitian yang sifatnya sistematis pada gejala-gejala baik itu bersifat fisikal ataupun mental. Aktivitas peneliti dalam melakukan obsevasi bisa dilakukan dengan berbagai macam situasi, seperti yang dijelaskan oleh Nasution (1992), bahwa dia menjelaskan “terdapat tahapan dalam melakukan observasi, ialah partisipasi nihil, partisipasi aktif dan partisipasipenu” dalam melakukan penelitian.9 Teknik observasi menjadi alat untuk mengamati secara langsung ke Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Kota Blitar.
2. Wawancara
8 Abid Hal. 62
9 Dr. Ajat Rukajat, M. MPd. 2018. Pendekatan Penelitian Kualitatif. Yogyakarta: Deeppuplish. Hal.
26
46
Menurut Esterberg, merupakan pertemuan anatara dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab, sehingga dapat dikonstruksikan makna dalam suatu topik tertentu.10 Walaupun wawancara adalah proses percakapan yang berbentuk tanya jawab dengan tatap muka, wawancara adalah suatu proses pengumpulan data untuk suatu penelitian pada kategori subyek yang telah ditentukan sebelumnya. Dalam melakukan wawancara, peneliti menggunakan teknik wawancara tersetruktur, yang menjelaskan fungsi peneliti sebagian besar hanya mengajukan pertanyaan dan subyek penelitian hanya bertugas menjawab pertanyaan saja. Selama proses wawancara, harus sesuai dengan pedoman wawancara (guideline interview) yang telah dipersiapkan.
3. Dokumentasi
Teknik dokumentasi merupakan proses untuk mengungkap suatu masalah yang diteliti dan langkah-langkah dengan melakukan foto, arsip dan dokumen yang menjadi suatu kebutuhan data dan menambah pemahaman peneliti pada dasar dari suatu masalah yang diteliti. Seperti profil LPKA, data tentang klien, program dari LPKA, dan dan dokumentasi hasil wawancara dengan subjek penelitian.
10 Prof. Dr. Sugiyono. 2007. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta. Hal. 72
47 E. Teknik Analisis Data
Analisis Data terhadap penelitian kualitatif, dilaksanakan pada waktu pengumpulan data berlangsung, dan setelah selesai pengumpulan data dalam jangka waktu tertentu. Saat diwawancarai, peneliti telah melakukan analisis pada jawaban yang diwawancarai. Apabiila setelah di analisis jawaban yang diwawancarai terasa kurang memuaskan, maka peneliti akan menberi pertanyaan lagi sampai pada tahap data dianggap Kredibel. Miles dan Huberman, mengatakan bahwa kegiatan dalam analisis data kualitatif dilaksanakan secara interaktif dan berlangsung secara terus-terusan sampai mendapat hasil maksimal,Sehingga datanya sudah jenuh.11
1. Reduksi data
Data yang diperoleh dari lapangan jumlahnya cukup banyak, untuk itu maka perlu dicatat secara teliti dan rinci. Seperti telah dikemukakan, semakin lama peneliti ke lapangan, maka jumlah data akan semakin banyak, kompleks dan rumit. Untuk itu perlu segera dilakukan analisis data melalui reduksi data. Mereduksi data berarti merangkum, mimilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting, dicari tema dan polanya. Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data selanjutnya dan mencarinya bila diperlukan.
11 Abid Hal. 89-95
48 2. Penyajian data
Dalam penelitian kualitatif, penyajian data bisa dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antara kategori, flowchart dan sejenisnya. Dalam hal ini Miles and Huberman, mengatakan yang paling sering digunakan untuk menyajikan data dalam penelitian kualitatif adalah dengan teks yang bersifat naratif. Dengan penyajian data maka akan memudahkan untuk memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah dipahami tersebut.
3. Verifikasi
Langkah ketiga dalam analisis data kualitatif menurut Miles dan Huberman adalah penarikan kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan dalam penelitian kualitatif adalah merupakan temuan baru yang sebelum belum pernah ada. Temuan dapat berupa deskripsi atau penggambaran suatu objek yang sebelumnya masih remang-remang atau gelap sehingga setelah diteliti menjadi jelas, dapat berupa hubungan kausal atau interaktif, hipotesis atau teori.
F. Teknik Keabsahan Data
Teknik keabsahan data berfungsi untuk membuktikan penelitian yang sedang dilaksanakan sudah merupakan penelitian ilmiah serta menguji data yang didapatkan. Dalam penelitian yang sifatnya kualitatif, keabsahan datanya dapat diuji dengan menggunakan perpanjangan pengamatan dengan uji
49
kredibilitas dengan perpanjangan pengamatan, peningkat, ketekunan, dan triangulasi.12 Triangulasi dalam pengujuian kredibikitas ini diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara, dan berbagai waktu. 13
Dalam penelitian ini Uji keabsahan data menggunakan teknik triangulasi sumber, untuk menguji krediblitas data dengan melakukan pengecekan data yang sudah didapatkan dari beberapa sumber yang sudah ditentukan sebelumnya. Data yang sudah dianalisis oleh peneliti sehingga menghasilkan suatu kesimpulan selanjutnya dimintakan kesepakatan memalui dari ketiga sumber data tadi seperti petugas LPKA, keluarga serta taman sebaya di dalam lembaga tersebut.
12 Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Hal. 270
13 Prof. Dr. Sugiyono. 2007. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung. Alfabeta. Hal. 125-127