• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. Observasi/Pengamatan (Wang) BAB III RESUME KASUS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "1. Observasi/Pengamatan (Wang) BAB III RESUME KASUS"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

25 BAB III RESUME KASUS

Pada bab ini akan menjelaskan penatalaksanaan akupunktur pada Ny. A dengan kasus insomnia. Alamat Ny. A yaitu Desa Jumapolo RT 01 RW 01, Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar. Resume kasus ini meliputi pengkajian, Diagnosis akupunktur, perencanaan terapi akupunktur, pelaksanaan terapi akupunktur, evaluasi serta saran dan anjuran. Penatalaksanaan akupunktur ini mulai dilakukan pada tanggal 5 April 2021 sampai dengan tanggal 15 April 2021 di Praktik Mandiri Akupunktur Aafiya, Semanggi Surakarta dengan frekuensi terapi dua sampai tiga kali dalam satu minggu dan dilakukan sebanyak enam kali terapi.

A. Pengkajian

Dari pengkajian didapatkan data Ny. A, umur 51 tahun, pekerjaan ibu rumah tangga. Tekanan darah 120/70 mmHg, frekuensi nadi 85 kali/menit, respirasi 20 kali/menit, suhu tubuh 35,6° C, berat badan 45 kg, tinggi badan 158 cm, kesadaran compos mentis (sadar penuh).

1.

Observasi/Pengamatan (Wang)

Dari hasil pengamatan, pasien terlihat kurang bersemangat, mata tidak bersinar disertai sorot mata yang sayu serta rona wajah nampak pucat. Pada pengamatan bibir, didapatkan bibir pasien terlihat kering. Dari pengamatan lidah, didapatkan data otot lidah terlihat berwarna pucat, terdapat tapak gigi. Selaput lidah pasien berwarna putih tebal di permukaan lidah, permukaan lidah lembab serta terdapat fisura di tengah lidah.

Gambar 3.1 Lidah Ny.A (Sumber: Dokumen Pribadi, 2021)

(2)

2.

Pendengaran dan Penciuman (Wen)

Dari hasil pemeriksaan pendengaran dan penciuman pada Ny. A tidak ditemukan ada masalah.

3.

Anamnesis/Tanya Jawab (Wun)

Pasien datang dengan keluhan utama susah untuk mengawali tidur dan mudah terbangun. Keluhan dirasakan sudah sejak tiga minggu yang lalu, awal kejadian keluhan susah memulai tidur dan mudah terbangun ketika di dekat rumah mengadakan acara dan menggunakan sound sistem hingga larut malam. Biasanya pasien baru dapat tidur pukul 01.00 WIB dini hari dan terbangun pukul 04.00 WIB. Pasien sering terbangun karena suara bising di sekitar rumah dan susah untuk memulai tidur kembali.

Keluhan diperberat apabila pasien melakukan aktivitas yang terlalu berat atau sedang kelelahan karena kerja berlebihan, banyak pikiran dan kurang istirahat. Keluhan tambahan yang di rasakan pasien merasakan pusing dan juga merasakan mudah lelah. Riwayat penyakit terdahulu memiliki gastritis. Riwayat obat yang digunakan yaitu obat-obatan untuk gastritis.

Pada status diet, nafsu makan kurang, frekuensi makan dua kali sehari, jenis makanan yang dikonsumsi adalah kering dan berkuah dengan porsi makan satu setengah centong nasi, kecenderungan rasa yang disukai pedas, gurih, dan manis, camilan yang dikonsumsi keripik. Frekuensi minum dalam sehari kurang lebih 5-6 kali/hari setara dengan 1000-1500 ml. Jenis minuman yang sering dikonsumsi air putih dan teh dengan kecenderungan suhu normal dan dingin.

Pada anamnesis status ginekologisnya, pasien menstruasi pertama kali pada usia 12 tahun. Pasien sudah menopause. Pada anamnesis status organ, pasien mengalami gangguan pada organ Hati, Kandung Empedu, Jantung, Limpa, Paru-Paru dan Ginjal. Sindrom yang berhubungan dengan organ hati didapatkan data: pusing, gangguan penglihatan (plus dan silindris). Sindrom yang berhubungan dengan organ jantung didapatkan data: susah tidur, palpitasi, dan mudah lupa. Sindrom yang berhubungan dengan organ limpa didapatkan data: mudah lelah dan BAB lembek.

(3)

Sindrom yang berhubungan dengan organ paru-paru didapatkan data:

mudah haus. Sindrom yang berhubungan dengan organ ginjal didapatkan data: nyeri pinggang saat bekerja terlalu berat dan rambut rontok.

4.

Palpasi/Perabaan (Cie)

Dari pemeriksaan nadi pasien, didapatkan nadi teraba dalam, kecepatan cepat, ukuran normal, kekuatan lemah dan licin.

Tabel 3.1 Deferensiasi perabaan nadi

Kiri Kanan

Cun Kuat Normal Cun Kuat Normal

Guan Kuat Normal Guan Lemah

Chi Lemah Chi Lemah

B. Diagnosis Akupunktur

Diagnosis akupunktur pada Ny. A umur 51 tahun dengan keluhan insomnia (susah tidur) “Sindrom Phlegma Panas Mengganggu Jantung” oleh karena faktor pola diet yang tidak tepat dan emosi berfikir yang berlebihan.

C. Perencanaan Terapi Akupunktur

Prinsip terapi pada Ny. A adalah membuang lembab, mengusir panas, dan menenangkan jantung. Titik utama yang digunakan adalah EX-HN 16 Anmian, SP 6 Sanyinjiao, GV 20 Baihui, dan EX-HN 3 Yintang. Titik diferensiasi antara lain adalah ST 40 Fenglong, LI 11Quchi, HT 7 Shenmen, BL 20 Pishu, dan BL 15 Xinshu.

Alat dan bahan terapi yang akan digunakan terdiri dari kapas alkohol, jarum filiform (½ dan 1 cun), kapas alkohol 70%, bengkok, pinset, spigmomanomater, stetoskop, thermometer, tempat jarum bekas, dan elektrostimulator. Pada penggunaan elektrostimulator akan dipilih gelombang 1 (Continous Wave) dengan metode sedasi (pelemahan) menggunakan frekuensi 6 Hz dan durasi terapi selama 20 menit. Terapi dilakukan seminggu tiga kali sebanyak 6 kali terapi akupunktur.

(4)

Untuk jadwal terapi pertama dilakukan pada hari Senin tanggal 5 April 2021 pukul 10.00 WIB, terapi kedua dilakukan pada hari Rabu tanggal 7 April 2021 pukul 13.00 WIB, terapi ketiga dilakukan pada hari Jumat tanggal 9 April 2021 pukul 16.00 WIB, terapi keempat dilakukan pada hari Minggu tanggal 11 April 2021 pukul 13.00 WIB, terapi kelima dilakukan pada hari Selasa tanggal 13 April 2021 pukul 15.30 WIB, terapi keenam dilakukan pada hari Kamis tanggal 15 April 2021 pukul 10.00 WIB.

D. Pelaksanaan Terapi Akupunktur

Penatalaksanaan akupunktur pada Ny. A dengan kasus insomnia sindrom phlegma panas mengganggu jantung dengan langkah-langkah sebagai berikut:

a. Pastikan data pasien sudah benar. Terapi menjelaskan fungsi terapi, proses dan waktu terapi akupunktur.

b. Setelah pasien bersedia menjalani terapi akupunktur, pasien menandatangani lembar persetujuan.

c. Menyiapkan alat dan bahan.

d. Terapis mencuci tangan.

e. Pasien dipersilahkan duduk untuk dilakukan pemeriksaan vital sign meliputi pemeriksaan tekanan darah, nadi, respirasi, tinggi badan, berat badan serta pemeriksaan lidah.

f. Selanjutnya pasien dipersilahkan untuk mempersiapkan diri untuk terapi dengan posisi terlentang selama 20 menit.

g. Terapis melakukan disinfeksi tangan dan disinfeksi area sekitar penusukan. Untuk disinfeksi tangan dengan mencuci tangan dan menggunakan alkohol 70% sedangkan untuk area penusukan cukup diusap dengan kapas alkohol 70% disekitar area penusukan.

h. Melakuan penusukan pada titik, EX-HN 16 Anmian, GV 20 Baihui, EX-HN 3 Yintang, HT 7 Shenmen, LI 11Quchi, SP 6 Sanyinjiao, dan ST 40 Fenglong.

(5)

i. Terapi menggunakan alat bantu elektrostimulator dengan gelombang 1 Continous Wave dengan metode sedasi (melemahkan) frekuensi 6 Hz durasi terapi selama 20 menit.

j. Proses terapi akupunktur selesai, jarum di cabut dan di lanjutkan terapi dengan posisi tengkurap selama 20 menit. Melakukan penusukan pada titik BL 20 Pishu, dan BL 15 Xinshu. menggunakan alat bantu elektrostimulator dengan gelombang 1 Continous Wave dengan metode sedasi (melemahkan) frekuensi 6 Hz durasi terapi selama 20 menit.

k. Proses terapi akupunktur selesai, jarum di cabut, pasien merapihkan diri, terapis merapihkan kembali alat-alat yang di gunakan, jarum akupunktur bekas dan sampah di buang pada tempat yang telah tersedia.

l. Kemudian pasien dipersilahkan duduk, terapis mencuci tangan kembali, selanjutnya menjelaskan saran anjuran serta jadwal terapi selanjutnya, setelah itu pasien pulang

E. Saran dan Anjuran

Setelah dilakukan terapi akupunktur dan bekam pasien diberikan saran dan anjuran sebagai berikut: Pasien dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan berprotein, berkalium, dan berkalsium tinggi, menghindari mengkonsumsi minuman beralkohol dan berkafein (kopi dan teh), menciptakan suasana yang kondusif, nyaman, aman, dan tenang di kamar tidur, mendengarkan lantunan musik dengan ritme yang pelan, olahraga yang teratur (2 atau 3 kali dalam seminggu), dan berdo’a sebelum tidur.

F. Evaluasi Terapi Akupunktur

Setelah dilakukan perencanaan dan pelaksanaan terapi akupunktur pada pasien Ny. A kemudian evaluasi kunjungan dilakukan pada kunjungan kedua sampai kunjungan keenam. Terapi kedua dilakukan pada hari Rabu tanggal 7 April 2021 pukul 10.00 WIB. Pasien mengatakan belum ada perubahan pada tidurnya, masih ada sensasi pusing dan mudah lelah. Terapi

(6)

ketiga sudah ada perubahan pada waktu jam tidur, pasien dapat tidur lebih awal yaitu pukul 21.00, tetapi pasien masih sering terbangun di malam hari, sudah tidak merasa pusing. Terapi keempat pasien dapat tertidur dengan pulas dan tidak terbangun di malam hari, pasien dapat tidur lebih awal yaitu pukul 21.00 WIB. Pasien sudah mulai berolahraga dengan rutin. Terapi kelima sudah merasakan kemudahan dalam memulai tidur. Pusing dan rasa mudah lelah sudah tidak lagi dikeluhkan. Terapi keenam pasien mengatakan tidur pada pukul 21.00 WIB dan terbangun pada pukul 04.00 WIB (7 jam). Pasien dapat tertidur dengan nyenyak, mudah memulai tidur, tubuh pasien menjadi merasa enakan ataupun nyaman untuk tidur dan saat bangun pasien merasa lebih segar.

Referensi

Dokumen terkait

Why (karena mengetahui ada beberapa menu yang menggunakan daging babi, meskipun sebelumnya Menuk telah menjelaskan bahwa di restoran tersebut semua peralatan masak dan makan

Mengetahui ada atau tidaknya pengaruh insider ownership terhadap hubungan dari rasio operating capacity dengan financial distress pada perusahaan perbankan yang terdaftar

Berdasarkan kondisi dan permasalahan yang ada, serta sasaran pembangunan urusan Kesatuan Bangsa dan Politik dalam Negeri yang telah dikemukakan diatas, maka

§ (1) E törvény célja, hogy megállapítsa azokat az alapvető szabályokat, amelyek szerint az állam, a helyi önkormányzatok és a gyermekek védelmét ellátó

Usia lanjut yang mengalami kesulitan melakukan pergerakan fisik atau gangguan gerak, akan terjadi perbedaan dalam jumlah skor fungsi kognitifnya, sehingga

läkin nähtävästi keskinkertaista paremmat lypsytaipumukset. Tä- hän viittaa niiden verraten pitkä lypsykausikin. Niinikään on ty- tärten. keskirasvaprosentti, 4.4 ± 0.1,

bahwa dengan berlakunya Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, Peraturan Daerah Kabupaten Lumajang Nomor 05 Tahun 1999 sebagaimana diubah

diri, (2) minangka piranti kanggo ngadakake interaksi lan adaptasi sosial, lan (3) minangka piranti kanggo kontrol sosial. Basa Jawa miturut panganggone, wernane basa saka