• Tidak ada hasil yang ditemukan

TRANSPARANSI DALAM PELAYANAN PUBLIK DI KECAMATAN DOLOK MERAWAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "TRANSPARANSI DALAM PELAYANAN PUBLIK DI KECAMATAN DOLOK MERAWAN"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

259 TRANSPARANSI DALAM PELAYANAN PUBLIK DI KECAMATAN DOLOK MERAWAN

Oleh:

Ramadha Yanti Parinduri

Program Studi Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Pembinaan Masyarakat Indonesia

[email protected] ABSTRACT

The transparency carried out by officers or civil servants of the Dolok Merawan sub- district in serving the community is quite transparent and takes the form of equality.

The service in the population document in Dolok Merawan District has been going well.

This can be seen from the ease of process, fairness of service, honesty of officers, and non-discrimination. Transparency in Dolok Merawan District can be said to be well implemented and represents the existing measures in transparency, namely access to information, participation and supervision of policies, although there are still shortcomings, such as lack of public awareness of the importance of population documents and socialization of less active sub-district programs to the community. . Keywords: Transparency, Public Service, Dolok Merawan

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Sejak tahun 1999 Pemerintah Indonesia di Era Reformasi telah mengeluarkan kebijakan desentralisasi tentang pemerintahan daerah yang ditetapkan dalam Undang Undang Nomor 22 Tahun 1999 dan salah satu wujud konkrit desentralisasi adalah otonomi daerah yang mendorong terjadi pemekaran daerah-daerah sehingga menjadi otonomi penuh. Good Governance merupakan isu yang mengemuka dalam kaitannya dengan pelayanan terhadap masyarakat.

Masyarakat menganggap pelayanan publik saat ini berbelit-belit, dengan prosedur yang bertele-tele, biaya yang tidak jelas, dan jangka waktu penyelesaiannya lamban, sehingga masyarakat sulit menerima pelayanan

yang baik. Oleh karena itu, konsep good governance direkomendasikan pada sistem pemerintahan yang menekankan kesetaraan antara lembaga-lembaga negara baik di tingkat pusat atau daerah, sektor swasta, dan masyarakat untuk mewujudkan pelayanan yang lebih baik. Menurut Inu Kencana dalam Rita Siswati pelayanan, hendaknya bisa mendapatkan pelayanan yang tidak menghabiskan waktu yang banyak, oleh karenanya pemerintah seharusnya dapat memberikan pelayanan dengan waktu yang relatif cepat.

Penyelenggaraan kepemerintah yang baik pada dasarnya menuntut keterlibatan segenap stakeholders atau pemangku kepentingan baik dari pihak pemerintah (birokrasi), swasta, atau pihak masyarakat.

(2)

260 Esensi pemerintahan yang baik

dicirikan dengan pelayanan publik yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, hal tersebut sejalan dengan desentralisasi dan otonomi daerah yang salah satu tujuannya adalah untuk mendekatkan pelayanan terhadap masyarakat untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Pelayanan publik yang ada saat ini memiliki beberapa kelemahan, seperti yang diungkapkan Mohammad dalam Sondil, yaitu kurang responsif, kurang informatif, atau juga kurang efisien, dan sebagainya. Selain itu, ditinjau dari sisi kelembagaan, kelemahan yang ada dalam sistem pelayanan publik adalah pola organisasi yang tidak dirancang khusus dalam rangka pemberian pelayanan kepada masyarakat. Hal ini menyebabkan pelayanan yang diberikan penuh dengan birokrasi yang berbelit-belit dan juga tidak terkoordinasi.

Pelayanan publik merupakan hal yang penting untuk memenuhi kebutuhan warga, karena itu negara harus menjamin akses warganya terhadap pelayanan tersebut. Negara berkewajiban menjaga akses warga terhadap berbagai pelayanan yang menjadi kebutuhan masyarakat.

Berbagai pelayanan administratif seperti pelayanan KTP, Kartu Keluarga (KK), dan perizinan merupakan pelayanan yang diselenggarakan untuk menjamin hak dan kebutuhan dasar masyarakat. Agus Dwiyanto mengatakan, penyelenggara layanan publik di suatu negara atau daerah harus dapat memberikan pelayanan yang lebih efisien, efektif dan responsif agar dapat berkompetisi dengan

penyelenggara pelayanan publik di negara lain.

Sistem pelayanan publik yang tidak efisien akan cenderung mempersulit satuan ekonomi negara tersebut saat mereka berkompetisi di pasar global.

Amirul Haq mengatakan, praktek good governance juga mensyaratkan adanya transparansi dalam proses penyelenggaraan pemerintahan secara keseluruhan. Transparansi merupakan sebuah konsep yang penting seiring dengan menguatnya keinginan untuk mengembangkan praktek good governance. Dengan diberikannya kesempatan untuk masyarakat mengetahui berbagai informasi, maka akan mempermudah masyarakat dalam menilai keberpihakan pemerintah terhadap kepentingan publik. Untuk menciptakan good governance yaitu ditunjukkan dengan pelayanan birokrasi pemerintah yang akuntabel, kesadaran diantara pegawai pemerintah yaitu mengetahui pentingnya mengubah citra pelayanan publik yang sangat diperlukan.

Rincian dan kepastian biaya pelayanan yang dibebankan kepada masyarakat harus diinformasikan secara jelas dan diletakkan di dekat loket pelayanan, ditulis dengan huruf cetak dan dapat dibaca dalam jarak pandang minimum 3 (tiga) meter atau disesuaikan dengan kondisi ruangan yang ada. Transpatansi yang terkait biaya dilakukan dengan mengurangi semaksimal mungkin pertemuan secara personal antara pemohon ataupenerima pelayanan dengan masyarakat yang dilayani.

Prinsip transparansi atau keterbukaan mempunyai peran penting dalam upaya mewujudkan pelayanan berkualitas

(3)

261 kepada masyarakat dalam

penyelenggaraan pelayanan publik.

Melalui prinsip transparansi dalam pelayanan publik, kebijakan pemerintah diharapkan akan lebih terbuka terhadap pengawasan, akses informasi dapat diakses secara terbukanya sehingga masyarakat mengetahui setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah, selain itu, keterbukaan akan menciptakan prinsip check and balances antara pemerintah dan Salah satu wujud dari penerapan prinsip transparansi adalah terbukanya akses informasi kepada masyarakat dimana masyarakat bebas memperoleh informasi yang berkaitan dengan pelayanan kependudukan. Berdasarkan penelusuran penulis, indeks kepuasan masyarakat Kecamatan Dolok Merawan dikatakan cukup memuaskan.

Kabupaten Sergei merupakan salah satu daerah otonom yang dituntut untuk mewujudkan pemerintahan yang baik dalam bentuk pelayanan publik, tetapi penerapan pelayanan publik belum sepenuhnya direalisasikan di Kecamatan Dolok Merawan. Dolok Merawan termasuk salah satu kecamatan yang berada di wilayah Kabupaten Sergei. Kecamatan Dolok Merawan ini merupakan sebuah instansi pemerintah yang melayani masyarakat dalam banyak hal, seperti pembuatan surat akta tanah, pembuatan kartu tanda penduduk (KTP), Kartu Keluarga, surat pindah dan lain. Dalam pelaksanaanya, ternyata Kecamatan Dolok Merawan belum sepenuhnya menerapkan prinsip transparansi.

Hal ini, sebagaimana terlihat pada pembuatan KTP, kartu keluarga, dan

pembuatan dokumen lainnya. Dalam pembuatan KTP misalnya tidak ditetapkan besaran biaya secara jelas (transparan), persyaratan yang harus dilengkapi, sehingga membuat tidak efektif karena warga harus bolak-balik untuk memenuhi persyaratan tersebut.

Oleh karena itu penulis ingin melakukan penelitian secara mendalam tentang Transparansi Dalam Pelayanan Publik Di Kecamatan Dolok Merawan (Studi Pelayanan Pembuatan dokumen kependudukan Kartu Keluarga dan KTP).

Good governance merupakan sebuah wacana baru dalam ilmu politik.

Muncul pada awal 1990-an. Good and clean governance memiliki pengertian bahwa segala hal yang terkait dengan tindakan atau tingkah laku yang bersifat mengarahkan, mengendalikan, atau memengaruhi urusan publik dalam mewujudkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Mardiasmo mengartikan governance sebagai cara mengelola urusan-urusan publik yang pada umumnya diartikan sebagai pengelolaan pemerintahan yang baik.

Yang dimaksud kata “baik” disini adalah mengikuti kaidah-kaidah tertentu sesuai dengan prinsip-prinsip dasar good governance.

Menurut UNDP (United Nation Development Program) dalam dokumen kebijakannya yang berjudul Governance for sustainable human development Tata pemerintahan

adalah pelaksanaan

kewenangan/kekuasaan dalam bidang ekonomi, politik, dan administrasi untuk mengelola berbagai urusan suatu negara di semua tingkatan dan sarana yang dengannya negara-negara

(4)

262 mempromosikan kohesi sosial integrasi,

dan memastikan kesejahteraan populasi dalam masyarakat.

Good governance cecara sederhana umumnya diartikan sebagai pengelolaan pemerintahan yang baik.

Yang dimaksud baik yaitu mengikuti kaidah-kaidah tertentu sesuai dengan prinsip dasar good governance. Kunci utama dalam memahami good governance adalah pemahaman atas prinsip-prinsip di dalamnya.

Untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan baik yang berdasarkan prinsip-prinsip good governance, dapat dilaksanakan melalui beberapa prioritas program diantaranya:

1. Penguatan fungsi dan peran lembaga perwakilan. Penguatan peran lembaga perwakilan rakyat, MPR, DPR, dan DPRD, dilakukan dalam rangka peningkatan fungsi mereka sebagai pengontrol jalannya pemerintahan.

2. Kemandirian lembaga peradilan.

Untuk mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berwibawa berdasarkan prinsip good governance.

3. Profesionalitas dan integritas aparatur pemerintah. Perubahan paradigma aparatur negara dari birokrasi elitis menjadi birokrasi populis harus disertai dengan peningkatan profesionalitas dan intergritas mora ljajaran birokrasi pemerintah. Akuntabilitas birokrasi akan berdampak naiknya akuntabilitas dan legitimasi birokrasi itu sendiri.

4. Penguatan partisipasi masyarakat madani (civil society). Peningkatan partisipasi masyaratakat atau

keikutsertaan masyarakat merupakan unsur penting dalam merealisasikan pemerintahan yang bersih dan berwibawa.

5. Peningkatan kesejahteraan rakyat dalam kerangka otonomi daerah.

untuk merealisasikan prinsip-prinsip clean and governance, kebijakan otonomi daerah dapat dijadikan sebagai media transformasi perwujudan model pemerintahan yang menopang tumbuhnya kultur demokrasi di Indonesia.

BAHAN DAN METODE

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuasi- eksperimental hanya pada kelompok yang diteliti, bagian metode memiliki tujuan untuk meyakinkan atau membangun kredibilitas hasil penelitian sehingga harus memberikan informasi yang cukup tentang bagaimana atau how, penelitian ini juga dilakukan untuk pembaca untuk mengevaluasi hasil. Tujuan utama dari bagian bahan dan metode adalah untuk mendeskripsikan desain eksperimental dan kemudian memberikan detail yang cukup sehingga pekerja yang kompeten dapat mengulangi eksperimen, penelitian ini dalam bentuk penyuluhan yang dilakukan terhadap Mahasiswa dalam proses pembelajaran melalui Inovasi Pelayanan Publik pada Kabupaten Sergei Kecamatan Dolok Merawan, Lorong Nelayan. Melalui inovasi pelayanan ini warga lorong Nelayanan dapat memahami dan mendapat keuntungan serta kenyamanan yang diberikan oleh Kantor Camat Dolok Merawan.

(5)

263 HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan pelayanan yang tersedia di Kecamatan Dolok Merawan, bahwa ada beberapa pelayanan yang diberukan atau disediakan untuk masyarakat Dolok Merawan.

Tabel 1. Bentuk Pelayanan kepada Masyarakat

NO Grup

Layanan Layanan Jumlah

1 Kartu Keluarga

kartu Keluarga 4500 Perubahan Kartu

Keluarga

870

Surat Pindah Antar Desa

230

Pisah Kartu Keluarga

3010

2 Pencatatan Kelahiran

Akta kelahiran baru (WNI)

3700

Perubahan/Cetak Ulang Akta Kelahiran

1600

3 Pencatatan Kematian

Akta Kematian 560

4 Surat Pindah

Surat Pindah Keluar Antar Kota/Kab. Antar Provinsi

210

Surat Pindah Datang Antar Kota/Kab.Provinsi

178

Surat Pindah Keluar Antar Kecamatan

230

Surat Pindah Datang Antar Kecamatan

181

SK, Dln 1300

Curek/Cetak Ulang Pindah Keluar AKDP/AKAP

1210

Batal Nikah 123 Surat Pengantar

Dari Kecamatan

1705

5

Kartu Tanda Penduduk

Cetak KTP-El 4500

Prinsip Transparansi Pelayanan Kecamatan Dolok Merawan

Transparansi sebagai salah satu prinsip good governance diatur dalam Undang- Undang No. 14 Tahun 2008 tentang prinsip transparansi dan keterbukaan informasi publik. Dalam undang- undang tersebut mewajibkan badan publik untuk membuka akses bagi setiap pemohon atau masyarakat untuk mendapatkan informasi publik kecuali informasi tertentu. Pada bab ini penulis akan menguraikan bagaimana penerapan prinsip transparansi (keterbukaan) dalam pelayanan terhadap masyarakat di Kecamatan Dolok Merawan, misal dalam hal akses informasi publik, bagaimana peran petugas pelayanan dalam memberikan informasi yang dibutuhkan masyarakat diperoleh secara cepat, tepat dan efektif. Selain itu partisipasi masyarakat atau keikutsertaan masyarakat dalam memberikan masukan kepada pemerintah juga penting dalam mendukung terwujudnya pelayanan yang berkualitas dan memuaskan bagi masyarakat. Oleh karena itu pelaksanaan transparansi sebagai implementasi good governance harus lebih baik lagi agar menciptakan rasa puas dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Pembahasan berikut, difokuskan pada transparansi pelayanan di Kecamatan Dolok Merawan. Teori tranparansi ini merupakan gabungan dari Nico Andrianto dan Arifin Tahir yang meliputi : 1). Akses informasi terhadap pembuatan dokumen kependudukan, 2). Partisipasi masyarakat, dan 3).

Pelayanan yang tidak diskriminatif.

Akses Informasi

(6)

264 Transparansi sebagai salah satu prinsip

good governance, diartikan sebagai keterbukaan secara sungguh-sungguh, menyeluruh dan memberi tempat bagi partisipasi aktif masyarakat serta tidak ada unsur dikriminatif (membeda- bedakan). Pelaksanaan prinsip transparansi di Kecamatan Dolok Merawan dapat dilihat pada akses informasi terhadap pembuatan dokumen kependudukan oleh masyarakat.

Ternyata Pemerintah Kecamatan Dolok Merawan telah memudahkan akses informasi kepada masyarakat melalui web. Hal ini seperti dikemukakan oleh Camat Dolok Merawan berikut ini:

Lewat web kecamatan ada dan bisa dan mudah diakses, dimana masyarakat dapat informasi rinci ini idealnya di desa sudah mendapatkan sosialisasi, kemudian disana ada juga blanko- blanko pengantar-pengantarnya itu melalui mekanisme desa. Semuanya ada karena kita prinsip pelayanan prima, makanya Dolok Merawan sekarang itu jarang ada pengaduan- pengaduan seperti itu paling-paling miss informasi itu. Dari hasil wawancara di atas, memperlihatkan bahwa Pemerintah Kecamatan Dolok Merawan telah membuka akses informasi kepada masyarakat melalui web. Informasi dalam web tersebut tentang persyaratan yang perlu dipersiapkan oleh masyarakat (persyaratan-persyaratan), ketika masyartakat akan mengurus dokumen- dokumen kependukan.

Namun masyarakat sendiri ternyata belum banyak yang mengetahui adanya keberadaan web, hanya beberapa orang yang mengetahui tentang web

tersebut. Hal dikarenakan masyarakat selalu menggunakan perantara dalam pengurusan dokumen-dokumen kependudukan. Hal ini dikarenakan jarak rumah dengan kantor kecamatan terlalu jauh, faktor kemalasan dan dari segi efisiensi lebih mudah melalui perantara. Namun ternyata berdasarkan pengamatan penulis, infornmasi dalam web tersebut belum sepenuhnya lengkap. Di dalam web tersebut, hanya tersedia persyaratan pembuatan KTP dan KK. Sedangkan persyaratan-persyaratan lainnya belum tersedia.

Namun dengan adanya web tersebut belum efektif untuk masyarakat karena yang bisa mengaksesnya hanya warga yang mengerti penggunaan internet.

Selain itu informasi yang tertera di web pun tidak di update secara berkala sehingga penyampaian informasi untuk masyarakat masih lebih efektif dengan cara sosialisasi atau penyampaian oleh perangkat desa. Menurut penulis, seyogyanya pemerintah Kecamatan Dolok Merawan secara berkala memperbarui informasi di web tersebut dan melengkapi informasi- informasi yang berkaitan dengan persyaratan-persyaratan dokumen kependudukan yang jelas, agar masyarakat mempersiapkan dokumen- dokumen yang diperlukan dengan baik dan benar serta tidak membuang waktu terlalu banyak. Hal ini sesuai dengan tulisan Arifin Thahir yang menjelaskan bahwa, penerapan transparansi dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah harus diberikan, sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengakses dan mengetahui segala informasi tentang penyelenggaraan pemerintah daerah.

(7)

265 Murti, salah satu warga Desa Pakis,

Kecamatan Dolok Merawan, justru membantah ucapan Kepala Desa Gondang, karena menurut Murtiani, dia tidak mengetahui adanya website kecamatan, berikut kutipan wawancara seperti yang disampaikan Murti: Saya tidak tahu kalau ada website begitu, karena kan saya kalau urusan tentang dokumen gitu langsung nanya ke perangkat desa, jadi nggak pernah membuka atau tau kalau ada website.

Kan lebih gampang juga kalau nanya langsung, lebih jelas gitu kan.

Dari penjelasan diatas, masyarakat lebih memilih untuk bertanya ke perangkat langsung, apabila akan mengurus dokumen kependudukan, karena dianggap lebih jelas dan rinci.

Idealnya, Pemerintah Kecamatan Dolok Merawan melakukan sosialisasi atau menginformasikan kepada seluruh warga mengenai keberadaan website tersebut, baik melalui spanduk, banner atau melalui perangkat desa. Selain itu, website tersebut harus selalu diupdate, sehingga masyarakat mudah mendapatkan informasi-informasi yang diperlukan, manakalah akan berhubungan dengan Kantor Kecamatan Dolok Merawan

Partisipasi

Partisipasi masyarakat merupakan pelibatan masyarakat dalam pengambilan dan pelaksanaan keputusan ataupun pengawasan terhadap kebijakan dalam penyelenggaraaan pemerintahan.

Menurut Erwan Agus Purwanto dalam Saggaf dan Akibat partisipasi masyarakat dalam pelayanan meliputi beberapa tingkatan. Partisipasi dalam bentuk sederhana seperti masyarakat

menyampaikan pendapat atau keluhannya melalui kotak saran maupun disampaikan langsung kepada petugas pelayanan. Selain itu dalam bentuk yang lebih tinggi lagi, masyarakat dapat terlibat langsung mulai dari proses perencanaan, pengawasan hingga evaluasi, seperti penyusunan standar pelayanan. Hasil wawancara, menunjukkan bahwa masyarakat dapat berpartisipasi di Kecamatan Dolok Merawan, baik melalui kotak saran maupun datang langsung dengan memberikan aspirasinya. Berikut hasil wawancaranya: Kebijakan di Kecamatan, dapat diawasi melalui kotak saran, tapi kalau kurang puas, masyarakat bisa ketemu langsung dengan pejabat yang bersangkutan. Itu lebih bagus lagi, itu lebih cepat, misalnya kok ada pelayanan yang kurang baik atau ada hambatan, langsung bisa kasih saran kepada kami, tanpa melalui kotak saran itu bisa.

Yudhi Susanto, Kepala Desa Gondang mengatakan bahwa bentuk partisipasi masyarakat biasa disampaikan melalui musyawarah desa (Musrenbangdes).

Berikut ini cuplikan wawancara:

Biasanya masyarakat, kalau mau menyampaikan aspirasinya, lewat forum desa setiap tahun itu ada Musrenbangdes. Musrenbangdes ini kan musyawarah pembangunan desa yang kemudian memang bisa mengakomodir kepentingan masyarakat. Di sisi lain partisipasi masyarakat juga bisa langsung disampaikan ke desa secara tertulis atau lisan. Apa yang disampaikan oleh Yudi Susanto, sama seperti yang diungkapkan oleh Wibisono, Kepala Desa Pakis. Intinya bahwa masyarakat

(8)

266 Kecamatan Dolok Merawan dapat

melaksanakan partisipasi baik secara langsung maupun tidak.

Pelayanan di Kecamatan Dolok Merawan

Pemberian pelayanan publik menurut Moenir dalam Chandra memperhatikan beberapa prinsip seperti: kemudahan dalam proses, kewajaran pelayanan, perlakuan sama dan petugas harus jujur.

Kemudahan Proses

Transparansi Pelayanan Kecamatan Dolok Merawan didasarkan pada konsep pelayanan yang dikemukakan Moenir yaitu kemudahan dalam proses pengurusan kepentingan dengan pelayanan yang cepat. Pelayanan di Kecamatan Dolok Merawan, seperti pengurusan KTP dan KK tidaklah sulit, karena sudah ditentukan persyaratannya oleh pihak Kecamatan.

Hal ini sebagaimana diungkapkan oleh Kepala Desa Pakis, Kecamatan Dolok Merawan berikut ini: Sebenarnya dalam mengurus dokumen kependudukan seperti KTP, KK ataupun surat-surat yang lain itu tidak susah akan tetapi kadang-kadang masyarakat itu yang malas untuk mengurusnya.

Syarat-syaratnya kan juga gampang tinggal bawa keterangan dari RT setempat, terus minta surat ke balai desa atau ke kelurahan di masing masih desa tempat dia tinggal setelah itu semua dipenuhi lalu langsung saja ke kecamatan dan nanti diproses sama kecamatan. Dari hasil wawancara di atas, menunjukkan bahwa sebenarnya prosesdur pelayanan di Kecamatan Dolok Merawan sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku di

beberapa kecamatan lainnya. Apabila masyarakat menganggap bahwa prosesnya tidak mudah, hal ini dikarenakan, mereka atau masyarakat belum tahu aturannya secara jelas atau mereka hanya mengandalkan orang lain untuk mengurusnya.

Sedangkan dokumen-dokumen tersebut sangat diperlukan saat ada bantuan dari pemerintah desa (kecamatan) untuk masyarakat Meminta bantuan orang lain untuk pengurusan dokumen-dokumen kependudukan juga dialami Supriyati, salah satu warga Desa Jawisari yang ditemui penulis, mengatakan, bahwa

“saya menyerahkan kepada orang yang sudah biasa mengurusnya karena lebih mudah, karena kadang blanko di kecamatan tidak tersedia seringnya blanko tidak ada dan mereka harus datang ke Kabupaten untuk segera jadi atau, klo mau cepet pengurusannya (misalnya pengurusan akte kelahiran), mereka harus langsung ke kabupaten yang jaraknya jauh.

Berikut ini, dijelaskan oleh Camat Dolok Merawan Widodo salah satu faktor penyebab proses pembuatan KTP lama, karena tidak tersedianya blanko di Kecamatan. Lebih lanjut lagi Camat Dolok Merawan menjelaskan bahwa hal itu bukan kesalahan kecamatan atau kabupaten, tapi itu merupakan masalah nasional atau pusat. Di tambahkan Camat dengan mengatakan bahwa “kalau ada dan tersedia blanko, kita sebenarnya bisa dan ingin membuat atau memprosesnya di kecamatan, datang ke sini langsung jadi, dan sekarang ini perlu diketahui untuk mengurus dokumen apapun itu dilakukan secara gratis”.

(9)

267 Dari penjelasan Camat di atas,

menunjukkan bahwa sebenarnya proses pengurusan dokumen kependudukan di Kecamatan Dolok Merawan mudah. Hal ini didukung pernyataan Adi, salah seorang warga Desa Dolok Merawan yang penulis temui mengungkapkan bahwa untuk mengurus dokumen-dokumen kependudukan seperti KTP, KK dan dokumen lain, sebenarnya mudah, karena selama persyaratan dipenuhi dan lengkap, maka prosesnya semakin cepat.

Berikut kutipan wawancaranya: Kalau untuk membuat KTP itu sebenarnya mudah, karena tinggal ke kecamatan bawa surat-surat yang diperlukan terus nanti tinggal diserahkan ke pegawainya, tapi kalau syaratnya tidak lengkap yang nanti kita disuruh pulang ambil lagi persyaratan yang belum ada baru kemudian ke kecamatan untuk melengkapi. Dari keseluruhan penjelasan di atas, dan didukung oleh teori yang mengatakan bahwa pelayanan berkualitas atau pelayanan prima adalah pelayanan yang berorientasi pada pelanggan dan sangat tergantung pada kepuasan pelanggan. Lukman dalam Semil mengatakan bahwa untuk menentukan keberhasilan dalam memberikan pelayanan yang berkualitas atau prima dapat dilihat dari tingkat kepuasan pelanggan yang dilayani. Hal ini sesuai dengan yang dikatakan oleh Zaenal dan Muhibudin diantaranya: bahwa tujuan diselenggarakan pelayanan satu pintu terpadu yaitu:

1. Dapat meningkatkan kualitas layanan publik

2. Memberikan akses kepada masyarakat secara lebih luas dalam memperoleh pelayanan publik 3. Terwujudnya pelayanan publik

kepada masyarakat secara cepat, mudah dan murah merupakan tujuan yang akan dicapai dalam penyelenggaraan pelayanan terpadu satu pintu.

Kewajaran Pelayanan

Kewajaran pelayanan di Kecamatan Dolok Merawan dikemukakan oleh Camat Dolok Merawan berikut ini:

Kalau seandainya panjenengan kok dengar tetangga saya habis 10 ribu, kalau seandainya ada itu atau apapun namanya, itu yang membantu proses itu. Contohnya sudah foto terus kemudian tidak mau ke sini, terus minta orang minta diambilkan, terus kan pasti memberi uang, tapi kan nggak ada petugas yang memungut biaya, kecamatan yang bayar, itu nggak ada.

Ini semuanya gratis, kita berupaya untuk semuanya gratis.

Dari wawancara di atas dikemukakan oleh Widodo pengurusan dokumen kependudukan di Kecamatan Dolok Merawan sudah tidak ada lagi pungutan biaya, semua digratiskan oleh Kecamatan Dolok Merawan. Apabila terdapat biaya yang dikeluarkan, hal itu merupakan biaya yang dikenakan di luar pelayanan yang dilaksanakan oleh kecamatan. Bahwa untuk Selain itu Kepala Desa Tabet juga menyampaikan bahwa untuk warga Desa Tabet, biasanya mengurus sendiri, karena jarak antara Kantor Kecamatan dengan Desa tabet sangat dekat, jadi tidak perlu menggunakan perantara.

Berikut rincian wawancaranya: Untuk warga desa Tabet sendiri kita suruh

(10)

268 datang langsung ke kecamatan karena

jaraknya sangat dekat masa iya mau minta tolong orang untuk membuatkan. Warga sini sudah semuanya mengurus ke kecamatan sendiri kan juga gampang terus sudah tidak bayar atau tidak ada pungutan Dari penjelasan Kepala Desa Tabet di atas, dapat diartikan bahwa tidak semua warga Kecamatan Dolok Merawan menggunakan jasa perantara dalam pengurusan dokumen kependudukan.

Kejujuran Petugas

Kejujuran dapat diartikan antara kata dan perbuatan sama atau tidak memanipulasi dengan cara berbohong untuk keuntungan dirinya atau perilaku untuk menjadikan dirinya sebagai orang yang dipercaya baik dalam perkataan, tindakan dan pekerjaan. Kejujuran pegawai Kecamatan Dolok Merawan dapat dikatakan sudah baik, hal ini dapat dilihat dari kepatuhan para pegawai untuk tidak memungut biaya dari masyarakat yang dilayani. Seperti yang disampaikan oleh Tyas Purwatiningsih bahwa petugas kecamatan saat ini tidak lagi memungut biaya dari masyarakat untuk pembuatan dokumen kependudukan. Berikut kutipan wawancaranya: Kalau sekarang sudah tidak ada lagi pungutan- pungutan biaya atau kalau dulu kan ada kotak buat masukkan uang administrasi, dan para petugas-petugas kecamatan sejauh ini sudah melaksanakan dengan baik yaitu tidak menyuruh masyarakat membayar dan telah menyampaikan berbagai hal atau informasi yang dibutuhkan masyarakat.

Hasil wawancara di atas menunjukkan bahwa saat ini, Pemerintah Kecamatan Dolok Merawan telah membuat peraturan yang tegas tentang larangan pemungutan biaya, sehingga aturan- aturan tersebut telah dipatuhi oleh para pegawai Kecamatan. Selain itu, para aparat Kecamatan telah berusaha menyampaikan informasi yang dibutuhkan masyarakat, sehingga masyarakat lebih mengetahui persyaratan-persyaratan yang harus dipenuhi ketika mengurus dokumen dokumen yang berkaitan dengan masalah kependudukan. Misalnya memberitahukan waktu penyelesaian pembuatan KTP melalui telepon genggam, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir. Kejujuran dan kejelasan informasi pegawai dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sangat diperlukan, agar masyarakat mengetahui secara jelas informasi-informasi yang berkaitan dengan pengurusan dokumen- dokumen kependudukan.

Selain itu, apabila merujuk pada UU No.

25 tahun 2009 dalam pasal 34 tentang Perilaku Pelaksana dalam Pelayanan juga mengemukakan beberapa hal yang berkaitan dengan perilaku pegawai pelayanan diantaranya yaitu adil dan tidak diskriminatif, cermat, tidak mempersulit, menjunjung nilai-nilai akuntabilitas dan integritas dan sebagainya. Dengan demikian, maka transparansi pelayanan terhadap masyarakat di Kecamatan Dolok Merawan dapat dilaksanakan dengan baik, sehingga prinsip good governance direalisasikan.

Tidak Diskriminatif

(11)

269 Tidak diskriminatif dalam hal ini

dimaksudkan tidak membeda-bedakan antara satu masyarakat dengan masyarakat lainnya saat memberikan pelayanan yang diperlukan. Artinya tidak membedakan antara orang kaya dan miskin, antara pejabat dengan bukan pejabat dan antara warga desa satu dengan desa lainnya. Dengan demikian, pelayanan yang diberikan oleh pemerintah Kecamatan Dolok Merawan harus adil bagi semua masyarakat desa di lingkungan Kecamatan Dolok Merawan. Pelayanan di Kecamatan Dolok Merawan ternyata tidak diskriminatif, karena warga masyarakat semua dianggap memiliki hak yang sama, sehingga dalam pemberian pelayanan tidak dibeda- bedakan. Berikut salah satu hasil

wawancara dengan Tyas

Purwatiningsih.

Purwatiningsih menyatakan bahwa dalam masyarakat diberikan hak yang sama dalam pelayanan, tidak ada yang diprioritaskan. Berikut wawancara yang disampaikan: Dalam melayani masyarakat tidak ada yang diistimewakan atau didulukan contoh masih ada kaitan dengan pegawai disini maka mereka mendapat layanan dengan cepat. Antar warga tetap sama mereka antre menunggu giliran dan sesuai dengan prosedur yang ada. Hasil wawancara di atas, menunjukkan bahwa pegawai Kecamatan Dolok Merawan tidak pernah membeda- bedakan warganya dalam pelayanan.

Meskipun saudara, tapi tetap harus menunggu gilirannya, tidak ada prioritas yang diberikan kepada seseorang.

Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa pemberian pelayanan dokumen kependudukan di Kecamatan Dolok Merawan tidak membeda-bedakan antar warga, baik itu kerabat atau warga biasa. Keadilan dalam pelayanan dapat diartikan bahwa Pemberi.

Pelayanan harus memberikan perlakuan yang sama pada semua unsur atau golongan masyarakat yang dilayani, tanpa membedakan status, baik secara sosial, ekonomi maupun politik. Dari hasil observasi pelayanan di Kecamatan Dolok Merawan, saat ini pelayanan pembuatan dokumen kependudukan di Kecamatan Dolok Merawan tidak membedakan antara status sosial. Hal ini terlihat dari saat proses dokumen, semua warga antri, tidak mengenal saudara atau bukan, semua sama harus antri, tanpa mengambil nomor, masyarakat antri dengan tertib.

Selain itu, proses penerimaan dokumen difokuskan pada satu meja yang sama, tanpa membedakan bedakan.

Pembiayaan semuanya gratis, tidak dibedakan antara orang kaya dengan miskin, semuanya gratis. Khoiron dalam jurnal Pelayanan Publik Dan Keadilan Sosial, Universitas Islam Malang, menyatakan bahwa masyarakat sebagai objek pelayanan harus ditempatkan secara proporsional, artinya bahwa penyedia layanan harus memaksimalkan potensi dan sumber daya yang dimilikinya untuk fokus pada bagaimana memberikan layanan yang berkualitas.

KESIMPULAN

Pelayanan dalam dokumen kependudukan di Kecamatan Dolok

(12)

270 Merawan sudah berjalan baik. Hal ini

dapat dilihat dari kemudahan proses, kewajaran pelayanan, kejujuran petugas, dan tidak diskriminatif.

Transparansi di Kecamatan Dolok Merawan dapat dikatakan terlaksana dengan baik dan merepresentasikan ukuran yang ada dalam transparansi yaitu akses informasi, partisipasi dan pengawasan terhadap kebijakan, meskipun masih terdapat kekurangan, seperti kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya dokumen kependudukan serta sosialisasi tentang program kecamatan yang kurang aktif kepada masyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

Adawiyah, P. R. (2018). Inovasi dalam Pelayanan Publik di Mall Pelayanan Publik Kabupaten Banyuwangi.

POLITICO, 18(2).

Cantika, S., Rostyaningsih, D., &

Djumiarti, T. (2015). Analisis Pelaksanaan Inovasi Pelayanan Publik Padakantor Pertanahan Kota Semarang (Studi Kasus Pelayanan Mandiri Akta Tanah). Journal of Public Policy and Management Review, 4(4), 267–279.

Defrian, D., Sururi, A., & Hasanah, B.

(2021). INOVASI PELAYANAN PAJAK KENDARAAN BERMOTOR DALAM MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN PUBLIK PADA KANTOR SAMSAT DI KABUPATEN PANDEGLANG. Jurnal Ilmiah Wahana Bhakti Praja Vol, 11(2), 163–174.

Eldo, D. H. A. P., & Mutiarin, D. (2018).

Analisis Best Practice Inovasi Pelayanan Publik (Studi pada Inovasi Pelayanan

“Kumis MbahTejo” di Kecamatan Tegalrejo Kota Yogyakarta). Jurnal Manajemen Pelayanan Publik, 1(2), 156–167.

Jati, W. R. (2011). Inovasi Pelayanan Publik Setengah Hati: Studi Pelayanan Publik di SAMSAT Kota Yogyakarta.

Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 15(1), 68–78.

Mardiyanti, R. I., & others. (2017).

Difusi Inovasi Pelayanan Publik (Inovasi Pelayanan “Samsat On The Spot” di Kantor Bersama Samsat Karangploso Kabupaten Malang). Universitas Airlangga.

Nuraini, A. (2021). Efektivitas Pelayanan Publik pada Kantor Kelurahan Leok 1 Kecamatan Biau Kabupaten Buol. Jurnal Inovasi Penelitian, 1(12), 2567–2574.

Oktaviani, R. D., Setyaherlambang, M.

P., & others. (2021). Inovasi Pelayanan Publik Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil Di Kota Bandung. Jurnal Caraka Prabu, 5(1), 69–90.

Pratama, M. R., & others. (2013).

Inovasi Pelayanan Publik (Studi Deskriptif Tentang Nilai Tambah (Value Added) Inovasi Pelayanan Perizinan Bagi Masyarakat Di Kota Kediri).

Kebijakan Dan Manajemen Publik, 1(2), 218–225.

Pratiwi, M., & Syukur, A. T. (2018).

INOVASI PELAYANAN PUBLIK STUDI KASUS †œMOTOR PELAYANAN LORONG TA†PADA KANTOR KECAMATAN RAPPOCINI KOTA MAKASSAR. Jurnal Administrasi Negara, 24(3), 139–148.

(13)

271 Putra, R. M. D., & others. (2018).

Inovasi Pelayanan Publik Di Era Disrupsi (Studi Tentang Keberlanjutan Inovasi E- Health Di Kota Surabaya). Universitas Airlangga.

Setyawan, D., & others. (2019). Evaluasi Program Inovasi Pelayanan Malam (Studi Pada Kantor Kelurahan Temas Kota Batu). JISIP: Jurnal Ilmu Sosial Dan Ilmu Politik, 8(3), 17–21.

Setyawan, N. R., Kalalinggi, R., &

Anggraeiny, R. (2019). Inovasi Pelayanan Publik Melalui Program E- Samsat di Kantor Samsat Kota Samarinda. EJournal Pemerintahan Integratif, 7(1), 11–20.

Suwastiti, G. S., Larasati, E., Sundarso, S., & Djumiarti, T. (2016). Inovasi Pelayanan Publik Pada Kantor SAMSAT Kota Tegal (Studi Kasus Pada Pajak Kendaraan Bermotor). Journal of Public Policy and Management Review, 5(3), 41–50.

(N. R. Setyawan et al., 2019)(Cantika et al., 2015)(Eldo & Mutiarin, 2018)(Suwastiti et al., 2016)(Oktaviani et al., 2021)(Defrian et al., 2021)(D.

Setyawan & others, 2019)(Adawiyah, 2018)(Pratiwi & Syukur, 2018)(Putra &

others, 2018)(Mardiyanti & others, 2017)(Nuraini, 2021)(Pratama & others, 2013)

Referensi

Dokumen terkait

Kondisi geomorfologi tersebut dengan adanyaGelombang yang datang dari arah timur akan pecah dengan tinggi gelombang pecah sebesar 0,81 meter dengan kedalaman

Berdasarkan hasil wawancara pada studi pendahuluan yang dilakukan oleh peneliti Tanggal 3 Januari 2015 pada wanita usia subur 20- 45 tahun di dusun Gumuk Ringinharjo Bantul

Disimpulkan, terjadinya peningkatan perlakuan penerapan metode drill terhadap kemampuan bidding dan playing mini bridge siswa SD Negeri 004 Rambah Samo. Hasil

Secara implisit fenomena di atas menunjukkan bahwa peran petugas Puskeswan relatif kalah bersaing dengan peran tenaga jasa pelayanan dari perusahaan dalam aspek

Projek akhir untuk para pelajar Diploma Rekabentuk Dalaman merupakan manifestasi terhadap kefahaman pelajar tentang seluruh aspek projek reka bentuk daiaman yang

Komisi Pemberantasan Korupsi dapat melaksanakan kerja sama dalam penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan tindak pidana korupsi dengan lembaga penegak hukum. negara lain sesuai

Wilayah Indramayu memiliki Sumber Daya Manusia yang mencukup banyak dan memadai dari segi kemampuan mengolah bahan baku menjadi produk mebel dengan kualitas baik walaupun masih

Alhamdulillahirabbilalamin, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan hidayah, taufiq, dan rahmat-Nya, sehingga peneliti dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul