• Tidak ada hasil yang ditemukan

BUDAYA ORGANISASI DAN LINGKUNGAN KERJA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BUDAYA ORGANISASI DAN LINGKUNGAN KERJA"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

BUDAYA

ORGANISASI DAN

LINGKUNGAN

KERJA

(2)

Budaya organisasi

Managerial discretion (kebijaksanaan)

Lingkungan organisasi

(3)

Budaya Organisasi

Budaya organisasi menunjukkan bagaimana organisasi mempelajari (mengidentifikasi, menanam, mengaktualisasi) suatu nilai

secara berulang-ulang dan konsisten,

sehingga masyarakat dapat mengamati atau merasakan.

(4)

Pengertian :

suatu sistem nilai yang mencerminkan bagaimana pekerja bertindak sehingga hal itu akan mampu membedakan suatu organisasi dengan yang lain.

Budaya organisasi tersusun oleh 7 dimensi

(5)

Innovation and risk taking Attention to detail

Stability Outcome orientation

Organizational Culture

Aggressiveness People Orientation

Team orientation

(6)

Contoh hubungan :

Budaya Organisasi

Nilai Tolok ukur

Inisiatif individu

a. tanggung jawab b.kebebasan

c. independensi

a. bekerja dengan benar b.bekerja tidak dalam

tekanan

c. menggunakan

kemampuan sendiri Hubungan

atasan- bawahan

a. kepatuhan

b.penghormatan c. loyalitas

a. mengikuti petunjuk

b.menganggukkan kepala, bersalaman

c. menjalankan perintah Identitas a. kebersamaan

b.kedisiplinan c. kesetiaan

a. pakaian seragam b.upacara, apel pagi c. sumpah, janji setia

(7)

Lingkungan

Definisi

Institusi luar atau kekuatan yang potensial mempengaruhi kinerja organisasi

Ketidakpastian lingkungan

derajat perubahan dan kompleksitas lingkungan organisasi

(8)

Keuntungan Lingkungan

Sosial

(9)

Faktor-faktor lingkungan eksternal :

lingkungan eksternal mikro : berpengaruh langsung

pesaing (tipe, jumlah, posisi)

pemasok (kemampuan, reputasi, pelayanan, harga, potongan)

pelanggan (profil, potensi)

lembaga keuangan

pasar tenaga kerja

perwakilan-perwakilan pemerintah

(10)

lingkungan eksternal makro : berpengaruh tak langsung

teknologi

ekonomi

politik

sosial

Pengaruh lingkungan dapat pula dicermati dengan munculnya pemikiran baru / cara pandang baru terhadap berbagai aspek dalam manajemen.

(11)

Old Way New Way What

management assumes about workers

Worker wants nothing from the job except pay, avoids responsibility, and must be controlled.

Worker desires challenging job and will seek

responsibility and autonomy if management permits

How the job is designed

Work is fragmented and deskilled. Worker is confined to narrow job.

Doing and thinking are separated.

Work is multiskilled and performed by team work where possible. Worker can upgrade whole system.

Doing and thinking are combined.

Perubahan cara pandang

(12)

Old Way New Way Management’s

organization and style

Top-down military

command with worker at bottom of many

supervisory layers; worker is expected to obey orders and has no power.

Relatively flat structure with few layers; worker makes suggestions and has power to implement changes

Job training and security

Worker is regarded as a replaceable part and is given little initial training or retraining for new jobs.

Layoffs are routine when business declines.

Worker is considered a valuable resource and is constantly retrained in new skills. Layoffs are avoided if possible in a downturn.

(13)

Old Way New Way How wages are

determined

Pay is geared to the job, not the person, and is determined by evaluation and job classification systems.

Pay is linked to skills

acquired. Group incentive and profit-sharing plans are used to enhance

commitment.

Labor relations Labor and management interests are considered incompatible. Conflict arises on the shop floor and in bargaining.

Mutual interests are

emphasized. Management shares information about the business. Labor

responsibility for making it succeed.

(14)

PERAN K3

Keselamatan , adalah perlindungan

karyawan dari cedera yang disebabkan oleh kecelakaan yang berkaitan dengan pekerjaan

Kesehatan , adalah terbebasnya karyawan dari dari penyakit fisik dan

emosional.Masalah-masalah dalam bidang ini secara serius bisa

mempengaruhi produktivitas dan

kualitas kerja karyawan

(15)

Hal-hal yang berkaitan dengan

keselamatan tersebut adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan

Cedera tekanan berulang

Kekerasan di tempat kerja dan

Kekerasan dalam rumah tangga

(16)

Cedera tekanan berulang

adalah suatu kondisi yang ditimbulkan akibat terlalu banyaknya tekanan pada persendian ketika tindakan yang sama dilakukan

Contoh :

Carpal Tunnel Syndrome (CTS) disebabkan oleh tekanan pada saraf tengah yang timbul

sebagai akibat dari penyempitan pembuluh yang menyelimuti syaraf tersebut.

(17)

Carpal Tunnel Syndrom bisa dicegah dengan melakukan tindakan-tindakan sebagai berikut:

Menempatkan tangan dan pergelangan tangan pada posisi netral

Tidak melakukan aktivits-aktivitas tertentu yang menyebabkan syndrom tersebut

,Menggunakan obat-obatan yang tidak

mengandung steroid dan tidak memicu efek samping yang dapat mengganggu.

Menghindari setiap terapi fisik yang bertujuan melatih bagian-bagian otot tendon sebelum- gejala-gejala hilang.

(18)

Kekerasan di tempat kerja

menurut National Institut for Occupational Safety and Helth (NIOSH)

kekerasan di tempat kerja didefinisikan sebagai tindakan-tindakan kekerasan, termasuk serangan fisik dan ancaman

serangan yang ditujukan kepada karyawan di tempat kerja

(19)

Karyawan yang rentan dengan kekerasan antara lain:

Bekerja dengan masyarakat umum

Bekerja dengan uang tunai

Bekerja di malam hari

Bekrja di wilayah dengan tingkat

kejahatan tinggi

(20)

Organisasi yang rentan

- Perselisihan buruh/manajemen yang kronis

- Banyaknya gugatan yang diajukan oleh para karyawan

- Jumlah yang besar dari klaim ganti rugi kecederaan karyawan,

khususnya untuk cedera psikologis

- Kurangnya karyawan dan tuntutan lembur yang berlebihan dalam gaya manajemen yang otoriter

(21)

Konsekuensi hukum

Jika pemberi kerja mengabaikan isyarat- isyarat peringatan yang mengarah

kepada peristiwa kekerasan , pemberi kerja tersebut bisa dianggap

bertanggung jawab secara hukum.

(22)

Beberapa perilaku yang perlu diwaspadai sebagai tanada peringatan bagi para

pemberi kerja adalah:

Berteriak

Kemarahan yang meledak-ledak karena perselisihan kecil

Membuat pernyataan yang tidak sopan

Menangis

Penurunan kinerja dan penampilan pribadi

Suka menyindir

(23)

Tindakan pencegahan

Melarang membawa senjata kedfalam perusahaan

Melakukan raziasenjata kepada karyawan

Membuat peraturan yang ketat tentang kekerasan

Memerintahkan kepada karyawan setiap ada kejadian yang mencurigakan

Mengadakan hubungan dengan pakar kesehatan mental

Melengkapi resepsionis dengan tombol alarm

Melatih para manajer dan resepsionis tentang tanda-tanda kekerasan.

(24)

Tindakan lainnya

Seleksi karyawan dengan ketat

Tidak menyalahgunakan zat

berbahaya.

(25)

Kekerasan dalam rumah tangga

Kekerasan dalam rumah tangga merupakan ancaman bagi kaum wanita maupun perusahaan

mereka.

Kekerasan dalam rumah tangga

bisa berdampak pada hasil akhir

perusahaan.

(26)

Stres

adalah reaksi ganjil dari tubuh terhadap tekanan yang diberikan padanya.

Penyebab stres

- Faktor-faktor kerganisasi

> Budaya perusahaan

> Pekerjaan itu sendiri

> Kondisi kerja

(27)

- Faktor-Faktor Pribadi

Keluarga

Masalah Finansial

- Lingkungan umum

.Ketidak pastian ekonomi

Perang

Jarak yang terlalu jauh dan lalulintas yang padat

Hujan tanpa henti dan

Cuasa yang buruk

(28)

MENGELOLA STRES

Olah raga

Mengkuti kebiasaan diet yang sehat

Tahu kapan berhenti sejenak

Menempatkan situasi stres dalam perspektif

Menemukan seseorang yang mau mendengar

Membangun keteraturan dalam hidup

(29)

Kenali ketrbatasan anda sendiri

Bersikap toleran

Cari waktu luang di luar

Menghindari kendali semu

(30)

PROGRAM KESELAMATAN

Kebijakan dan keputusan manajemen keselamatan yang salah, faktor pribadi, dan lingkungan merupakan faktor

penyebab kecelakaan.

Faktor-faktor tersebut berakibat pada kondisi kerja yang tidak aman/tindakan karyawan yang tidak aman.

(31)

Tindakan Karyawan yang tidak aman

Adalah tidakan karyawan yang tidak memikirkan keselamatan dalam bekerja, misalnya ceroboh atau tidak hati-hati

Kondisi kerja yang tidak aman

Adalah lingkungan kerja yang tidak dilengkapi dengan alat-alat keselamatan kerja

(32)

Mengembangkan Program Keselamatan

Pencegahan kecelakaan kerja

membutuhkan perencanaan

program keselamatan.

(33)

Alasan-alasan dukungan Manajemen untuk Program keselamatan

Kerugian pribadi

Kerugian finansial

Kehilangan produktivitas

Premi asuransi yang lebih tinggi

Kemungkinan hukuman penjara

Tanggung jawab sosial

Referensi

Dokumen terkait

[r]

Sehubungan dengan telah dilaksanakannya proses seleksiKIME on Ideas Competition (KOIN) 2016 oleh Komunitas Ilmiah Mahasiswa Ekonomi (KIME), maka dengan ini kami

Penelitian ini merupakan penelitian yang bersifat kuantitatif, yaitu metode penelitian yang digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tertentu, pengumpulan

Penulis sangat bersyukur karena telah mendapat banyak dukungan, bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak sehingga penyusunan laporan ini dapat selesai dengan baik untuk

Kelompok kerja Unit Layanan Pengadaan Barang Jasa, telah melaksanakan tahapan Pemberian Penjelasan (Aanwijzing) Dokumen Pengadaan dengan metode tanya jawab secara elektronik

Teknik pembiusan dengan penyuntikkan obat yang dapat menyebabkan pasien mengantuk, tetapi masih memiliki respon normal terhadap rangsangan verbal dan tetap dapat mempertahankan

Hasil menunjukan bahwa sistem kekerabatan memberikan pengaruh terhadap transparasi antar bangunan hunian, orientasi bangunan terhadap Gunung Bromo dan Pesanggrahan, hirarki dan

Penelitian ini bertujuan untuk menguji : (1) Pengaruh Pembiayaan Murabahah terhadap tingkat Corporate Social Responsibility (CSR) (2) Pengaruh Pembiayaan Murabahah