BUDAYA
ORGANISASI DAN
LINGKUNGAN
KERJA
Budaya organisasi
Managerial discretion (kebijaksanaan)
Lingkungan organisasi
Budaya Organisasi
Budaya organisasi menunjukkan bagaimana organisasi mempelajari (mengidentifikasi, menanam, mengaktualisasi) suatu nilai
secara berulang-ulang dan konsisten,
sehingga masyarakat dapat mengamati atau merasakan.
Pengertian :
suatu sistem nilai yang mencerminkan bagaimana pekerja bertindak sehingga hal itu akan mampu membedakan suatu organisasi dengan yang lain.
Budaya organisasi tersusun oleh 7 dimensi
Innovation and risk taking Attention to detail
Stability Outcome orientation
Organizational Culture
Aggressiveness People Orientation
Team orientation
Contoh hubungan :
Budaya Organisasi
Nilai Tolok ukur
Inisiatif individu
a. tanggung jawab b.kebebasan
c. independensi
a. bekerja dengan benar b.bekerja tidak dalam
tekanan
c. menggunakan
kemampuan sendiri Hubungan
atasan- bawahan
a. kepatuhan
b.penghormatan c. loyalitas
a. mengikuti petunjuk
b.menganggukkan kepala, bersalaman
c. menjalankan perintah Identitas a. kebersamaan
b.kedisiplinan c. kesetiaan
a. pakaian seragam b.upacara, apel pagi c. sumpah, janji setia
Lingkungan
Definisi
Institusi luar atau kekuatan yang potensial mempengaruhi kinerja organisasi
Ketidakpastian lingkungan
derajat perubahan dan kompleksitas lingkungan organisasi
Keuntungan Lingkungan
Sosial
Faktor-faktor lingkungan eksternal :
lingkungan eksternal mikro : berpengaruh langsung
pesaing (tipe, jumlah, posisi)
pemasok (kemampuan, reputasi, pelayanan, harga, potongan)
pelanggan (profil, potensi)
lembaga keuangan
pasar tenaga kerja
perwakilan-perwakilan pemerintah
lingkungan eksternal makro : berpengaruh tak langsung
teknologi
ekonomi
politik
sosial
Pengaruh lingkungan dapat pula dicermati dengan munculnya pemikiran baru / cara pandang baru terhadap berbagai aspek dalam manajemen.
Old Way New Way What
management assumes about workers
Worker wants nothing from the job except pay, avoids responsibility, and must be controlled.
Worker desires challenging job and will seek
responsibility and autonomy if management permits
How the job is designed
Work is fragmented and deskilled. Worker is confined to narrow job.
Doing and thinking are separated.
Work is multiskilled and performed by team work where possible. Worker can upgrade whole system.
Doing and thinking are combined.
Perubahan cara pandang
Old Way New Way Management’s
organization and style
Top-down military
command with worker at bottom of many
supervisory layers; worker is expected to obey orders and has no power.
Relatively flat structure with few layers; worker makes suggestions and has power to implement changes
Job training and security
Worker is regarded as a replaceable part and is given little initial training or retraining for new jobs.
Layoffs are routine when business declines.
Worker is considered a valuable resource and is constantly retrained in new skills. Layoffs are avoided if possible in a downturn.
Old Way New Way How wages are
determined
Pay is geared to the job, not the person, and is determined by evaluation and job classification systems.
Pay is linked to skills
acquired. Group incentive and profit-sharing plans are used to enhance
commitment.
Labor relations Labor and management interests are considered incompatible. Conflict arises on the shop floor and in bargaining.
Mutual interests are
emphasized. Management shares information about the business. Labor
responsibility for making it succeed.
PERAN K3
Keselamatan , adalah perlindungan
karyawan dari cedera yang disebabkan oleh kecelakaan yang berkaitan dengan pekerjaan
Kesehatan , adalah terbebasnya karyawan dari dari penyakit fisik dan
emosional.Masalah-masalah dalam bidang ini secara serius bisa
mempengaruhi produktivitas dan
kualitas kerja karyawan
Hal-hal yang berkaitan dengan
keselamatan tersebut adalah faktor-faktor yang berhubungan dengan
Cedera tekanan berulang
Kekerasan di tempat kerja dan
Kekerasan dalam rumah tangga
Cedera tekanan berulang
adalah suatu kondisi yang ditimbulkan akibat terlalu banyaknya tekanan pada persendian ketika tindakan yang sama dilakukan
Contoh :
Carpal Tunnel Syndrome (CTS) disebabkan oleh tekanan pada saraf tengah yang timbul
sebagai akibat dari penyempitan pembuluh yang menyelimuti syaraf tersebut.
Carpal Tunnel Syndrom bisa dicegah dengan melakukan tindakan-tindakan sebagai berikut:
Menempatkan tangan dan pergelangan tangan pada posisi netral
Tidak melakukan aktivits-aktivitas tertentu yang menyebabkan syndrom tersebut
,Menggunakan obat-obatan yang tidak
mengandung steroid dan tidak memicu efek samping yang dapat mengganggu.
Menghindari setiap terapi fisik yang bertujuan melatih bagian-bagian otot tendon sebelum- gejala-gejala hilang.
Kekerasan di tempat kerja
menurut National Institut for Occupational Safety and Helth (NIOSH)
kekerasan di tempat kerja didefinisikan sebagai tindakan-tindakan kekerasan, termasuk serangan fisik dan ancaman
serangan yang ditujukan kepada karyawan di tempat kerja
Karyawan yang rentan dengan kekerasan antara lain:
Bekerja dengan masyarakat umum
Bekerja dengan uang tunai
Bekerja di malam hari
Bekrja di wilayah dengan tingkat
kejahatan tinggi
Organisasi yang rentan
- Perselisihan buruh/manajemen yang kronis
- Banyaknya gugatan yang diajukan oleh para karyawan
- Jumlah yang besar dari klaim ganti rugi kecederaan karyawan,
khususnya untuk cedera psikologis
- Kurangnya karyawan dan tuntutan lembur yang berlebihan dalam gaya manajemen yang otoriter
Konsekuensi hukum
Jika pemberi kerja mengabaikan isyarat- isyarat peringatan yang mengarah
kepada peristiwa kekerasan , pemberi kerja tersebut bisa dianggap
bertanggung jawab secara hukum.
Beberapa perilaku yang perlu diwaspadai sebagai tanada peringatan bagi para
pemberi kerja adalah:
Berteriak
Kemarahan yang meledak-ledak karena perselisihan kecil
Membuat pernyataan yang tidak sopan
Menangis
Penurunan kinerja dan penampilan pribadi
Suka menyindir
Tindakan pencegahan
Melarang membawa senjata kedfalam perusahaan
Melakukan raziasenjata kepada karyawan
Membuat peraturan yang ketat tentang kekerasan
Memerintahkan kepada karyawan setiap ada kejadian yang mencurigakan
Mengadakan hubungan dengan pakar kesehatan mental
Melengkapi resepsionis dengan tombol alarm
Melatih para manajer dan resepsionis tentang tanda-tanda kekerasan.
Tindakan lainnya
Seleksi karyawan dengan ketat
Tidak menyalahgunakan zat
berbahaya.
Kekerasan dalam rumah tangga
Kekerasan dalam rumah tangga merupakan ancaman bagi kaum wanita maupun perusahaan
mereka.
Kekerasan dalam rumah tangga
bisa berdampak pada hasil akhir
perusahaan.
Stres
adalah reaksi ganjil dari tubuh terhadap tekanan yang diberikan padanya.
Penyebab stres
- Faktor-faktor kerganisasi
> Budaya perusahaan
> Pekerjaan itu sendiri
> Kondisi kerja
- Faktor-Faktor Pribadi
Keluarga
Masalah Finansial
- Lingkungan umum
.Ketidak pastian ekonomi
Perang
Jarak yang terlalu jauh dan lalulintas yang padat
Hujan tanpa henti dan
Cuasa yang buruk
MENGELOLA STRES
Olah raga
Mengkuti kebiasaan diet yang sehat
Tahu kapan berhenti sejenak
Menempatkan situasi stres dalam perspektif
Menemukan seseorang yang mau mendengar
Membangun keteraturan dalam hidup
Kenali ketrbatasan anda sendiri
Bersikap toleran
Cari waktu luang di luar
Menghindari kendali semu
PROGRAM KESELAMATAN
Kebijakan dan keputusan manajemen keselamatan yang salah, faktor pribadi, dan lingkungan merupakan faktor
penyebab kecelakaan.
Faktor-faktor tersebut berakibat pada kondisi kerja yang tidak aman/tindakan karyawan yang tidak aman.
Tindakan Karyawan yang tidak aman
Adalah tidakan karyawan yang tidak memikirkan keselamatan dalam bekerja, misalnya ceroboh atau tidak hati-hati
Kondisi kerja yang tidak aman
Adalah lingkungan kerja yang tidak dilengkapi dengan alat-alat keselamatan kerja
Mengembangkan Program Keselamatan
Pencegahan kecelakaan kerja
membutuhkan perencanaan
program keselamatan.
Alasan-alasan dukungan Manajemen untuk Program keselamatan
Kerugian pribadi
Kerugian finansial
Kehilangan produktivitas
Premi asuransi yang lebih tinggi
Kemungkinan hukuman penjara
Tanggung jawab sosial