40 BAB III
METODE PENELITIAN
A. Lokasi penelitian
Tempat penelitian dilakukan di perusahaan Samsung khusus pada World Tride Center (WTC), Surabaya yang beralamat di Jln. Pemuda
No.27-31, Embong Kaliasi, Genteng, Kota Surabaya, Jawa Timur.
B. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini adalah penelitian exsplanatory research.
Menurut Sugiyono (2012:21) penelitian eksplanatori merupakan penelitian yang bermaksud untuk menjelaskan kedudukan variabel-variabel yang diteliti serta hubungan antara satu variabel dengan yang lain.
C. Varibel Penelitian
1. Variabel Terikat (dependent variable)
Pengertian dependent variable menurut Sugiyono (2012: 59)
“dependent variable merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat adanya variabel independent (bebas).” dependent variable (variabel terikat) dalam penelitian ini adalah kinerja karyawan.
Kinerja karyawan dipilih sebagai variabel terikat karena sesuai dengan fenomena yang terjadi bahwa perusahaan sedang mengalami penurunan kinerja. Penurunan kinerja yang dimaksud disini adalah tidak terpenuhinya target penjualan yang ditetapkan oleh perusahaan.
2. Variabel Bebas (independent variable)
Pengertian dependent variable menurut Sugiyono (2012: 59) adalah “variabel yang mempengaruhi suatu yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependent (terikat).” Variabel independent (bebas) dalam penelitian ini adalah motivasi kerja dan
kompensasi.
D. Definisi Operasional Variabel dan Indikator
Definisi operasional variabel digunakan untuk memahami arti setiap variabel penelitian sebelum dilakukan analisis. Penelitian ini mengkaji tiga variabel yaitu dua variabel bebas dan satu variabel terikat. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah motivasi kerja (X1) dan kompensasi (X2) sedangkan untuk variabel terikatnya adalah kinerja (Y).
1. Kinerja (Y)
Kinerja adalah hasil kerja yang dicapai oleh karyawan Samsung pada bagian experience consultant secara kuantitas, kualitas dan tepat waktu. Indikatornya adalah sebagai berikut:
a. Kuantitas (Y1), yaitu kesesuaian target penjualan dengan realisasi penjualan.
b. Kualitas (Y2), yaitu kompetensi karyawan dalam bekerja.
c. Ketepatan waktu (Y3), yaitu sesuai atau tidaknya penyelesaian pekerjaan dengan waktu yang telah ditentukan.
2. Motivasi Kerja (X1)
Motivasi kerja adalah dorongan untuk memenuhi kebutuhan fisik, rasa aman, sosial, penghargaan, dan aktualisasi diri yang ada pada karyawan Samsung yang bekerja pada bagian experience consultant dalam menjalankan tugasnya dengan maksimal. Indikatornya adalah sebagai berikut:
a. Dorongan kebutuhan fisik (X1.1), adalah dorongan yang ada pada karyawan untuk memenuhi kebutuhan dasar atau fisik yang ditunjukkan dengan kesesuaian pemberian gaji dengan standar upah minimun kabupaten/kota Surabaya. Gaji yang diberikan oleh perusahaan diharapkan dapat mendorong karyawan untuk bekerja lebih baik.
b. Dorongan kebutuhan rasa aman (X1.2), adalah dorongan yang ada pada karyawan untuk memenuhi kebutuhan rasa aman dalam bekerja yang ditunjukan dengan memberikan jaminan kepastian kerja, bahwa selama mereka bekerja dengan baik maka tidak akan di PHK- kan, dan adanya jaminan kepastian pembinaan karir.
c. Dorongan kebutuhan sosial (X1.3), adalah dorongan yang ada pada karyawan untuk memenuhi kebutuhan sosial yang ditunjukkan dengan penerimaan rekan kerja yang baik dan adanya komunikasi yang baik antara atasan dengan bawahan.
d. Dorongan kebutuhan penghargaan (X1.4), adalah dorongan yang ada pada karyawan untuk memperoleh penghargaan apabila dapat mencapai target penjualan.
e. Dorongan kebutuhan aktualisasi diri (X1.5), adalah dorongan yang ada pada karyawan untuk memperoleh kesempatan yang luas kepada karyawan dalam mengembangkan potensi diri untuk lebih maju dan adanya tantangan dalam menyelesaikan pekerjaan.
3. Kompensasi (X2)
Kompensasi adalah suatu balas jasa yang diterima oleh karyawan samsung pada bagian experience consultant yang berupa kompensasi finansial langsung dan kompensasi finansial tidak langsung.
Indikatornya adalah sebagai berikut:
a. Kompensasi finansial langsung (X2.1), adalah kompensasi yang diterima karyawan Samsung pada bagian experience consultant berupa gaji, bonus, dan insentif. Gaji disesuaikan dengan beban kerja, bonus disesuaikan dengan hasil kerja, dan insentif disesuaikan dengan tekanan dan beban kerja.
b. Kompensasi finansial tidak langsung (X2.2), adalah kompensasi yang diterima karyawan Samsung pada bagian experience consultant berupa jaminan sosial, cuti, dan tunjangan hari raya. Pemberian jaminan sosial, cuti, dan tunjangan hari raya disesuaikan dengan aturan-aturan yang disampaikan di awal dalam perjanjian kerja.
E. Populasi
Populasi adalah seluruh elemen yang akan dijelaskan oleh peneliti dalam penelitiannya. Sugiyono (2017: 135) menyatakan bahwa populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek/subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteritik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan samsung pada bagian experience consultant yang bekerja di World Ttrade Center Surabaya dengan jumlah sebanyak 114 orang.
F. Sampel
Menurut Sugiyono (2017: 136) menyatakan bahwa sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.
Metode pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan metode puposive sampling. Menurut Sugiyono, purposive sampling adalah teknik untuk menentukan sampel penelitian dengan
beberapa pertimbangan tertentu yang bertujuan agar data yang diperoleh nantinya bisa representatif.
Pertimbangan peneliti dalam menentukan sampel adalah karyawan Samsung pada bagian experience consultant yang bekerja di world trade center Surabaya dengan minimal masa kerja 6 bulan. Sampel dalam
penelitian ini berjumlah 92 orang karyawan Samsung pada bagian experience consultant karena hanya 92 orang karyawan yang memenuhi kriteria dalam pengambilan sampel.
G. Jenis dan Sumber Data 1. Jenis Data
a. Data Kuantitatif
Yaitu data yang diperoleh dari perusahaan dalam bentuk angka seperti jumlah karyawan, data penjualan perusahaan, data penilaian kualitas kerja karyawan dan ketepatan waktu kerja karyawan.
b. Data Kualitatif
Yaitu data yang diperoleh dari perusahaan dalam bentuk informasi seperti kondisi motivasi kerja karyawan dan besarnya kompensasi yang di dapat oleh karyawan.
2. Sumber Data a. Data primer
Data primer adalah sumber data yang langsung memberikan data kepada pengumpul data (Sugiyono, 2017: 137). Data primer dalam penelitian ini yaitu pemberian angket/kuesioner tentang motivasi kerja, kompensasi, dan kinerja karyawan Samsung pada bagian experience consultant di WTC Surabaya.
b. Data sekunder
Data sekunder adalah sumber data yang tidak langsung memberikan data kepada pengumpul data (Sugiyono, 2017: 137). Data sekunder ini merupakan data yang sifatnya mendukung keperluan data primer.
Data sekunder dalam penelitian ini meliputi data target dan realisasi
penjualan perusahaan Samsung, data penilaian kualitas kerja karyawan Samsung, dan ketepatan waktu kerja karyawan Samsung.
H. Metode Pengumpulan Data 1. Data primer
Metode pengumpulan data primer dalam penelitian ini adalah dengan cara kuesioner. Kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pennyataan tertulis yang ditujukan kepada responden untuk dijawab (Sugiyono, 2017).
2. Data sekunder
Metode pengumpulan data sekunder dalam penelitian ini adalah dengan mengambil data atau dokumen yang dihasilkan oleh perusahaan Samsung di Surabaya. Data atau dokumen yang dihasilkan diberikan oleh HRD Samsung kepada peneliti untuk dapat memberikan gambaran tambahan ataupun gambaran pelengkap tentang kondisi motivasi kerja, kompensasi dan kinerja karyawan.
I. Teknik Pengukuran Data
Dalam penelitian ini, tanggapan responden diukur dengan menggunakan skala Likets maka variabel yang diukur dijabarkan menjadi sub variabel kemudian sub variabel dijabarkan menjadi komponen- komponen yang dapat diukur. Komponen-komponen yang terukur kemudian dijadikan sebagai titik tolak ukur menyusun pertanyaan yang kemudian akan dijawab oleh responden. Dalam skala Likets untuk
mengukur variabel motivasi kerja, kompensasi, dan kinerja karyawan jawaban responden dibagi menjadi lima 5 katagori:
1. SS : (Sangat Setuju) diberi skor 5 2. S : (Setuju) diberi skor 4
3. CS : (Cukup Setuju) diberi skor 3 4. TS : (Tidak Setuju) diberi skor 2
5. STS : (Sangan Tidak Setuju) diberi skor 1 Keterangan:
a. Sangat Setuju, sebagai jawaban dari kinerja maupun motivasi kerja mempunyai indikasi sangat tinggi, dan kompensasi mempunyai indikasi sangat baik dalam pengukurannya.
b. Setuju, sebagai jawaban dari kinerja maupun motivasi kerja mempunyai indikasi yang tinggi, dan kompensasi mempunyai indikasi yang baik dalam pengukurannya.
c. Cukup Setuju, sebagai jawaban dari kinerja maupun motivasi kerja mempunyai indikasi yang cukup, dan kompensasi mempunyai indikasi cukup dalam pengukurannya.
d. Tidak Setuju, sebagai jawaban dari kinerja maupun motivasi kerja mempunyai indikasi yang rendah, dan kompensasi mempunyai indikasi yang buruk dalam pengukurannya.
e. Sangat Tidak Setuju, sebagai jawaban dari kinerja maupun motivasi kerja mempunyai indikasi sangat rendah, dan kompensasi mempunyai indikasi yang sangat buruk dalam pengukurannya.
Tabel 3.1 Pengukuran Variabel
Variabel
Skor Kinerja Motivasi
Kerja Kompensasi 1 Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Buruk
2 Rendah Rendah Buruk
3 Cukup Cukup Cukup
4 Tinggi Tinggi Baik
5 Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Baik Sumber: Data Diolah
J. Teknik Analisis Data
1. Teknik Pengujian Instrumen a. Uji Validitas
Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut (Ghozali, 2018: 51). Pada penelitian ini menggunakan uji validitas dengan metode product moment dengan rumus sebagai berikut:
Apabila rhitung < rtabel (0,05) maka tidak terdapat data yang valid sedangkan apabila rhitung≥ rtabel (0,05) maka terdapat data yang valid. Nilai rhitung dapat diperoleh berdasarkan rumus sebagai berikut:
𝑟𝑟 = 𝑛𝑛. ∑𝑥𝑥𝑥𝑥 − (∑𝑥𝑥). (∑𝑥𝑥)
�(𝑛𝑛∑𝑥𝑥2− (∑𝑥𝑥2)�𝑛𝑛∑𝑥𝑥2− (∑𝑥𝑥2)�
Keterangan:
r = Koefisien korelasi n = Jumlah Sampel
X = Skor Setiap Butir Y = Skor Total
b. Uji Reliabilitas
Reliabilitas sebenarnya adalah alat untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk (Ghozali, 2018: 45). Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal jika jawaban seorang terhadap pernytaan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Rumus yang digunakan untuk mencari reliabilitas dalam penelitian ini adalah menggunakan rumus Cronbach Alpha.
Rumus Cronbach Alpha yaitu :
r11
= �
𝑘𝑘−1𝑘𝑘� �1 −
∑ 𝜎𝜎𝜎𝜎𝜎𝜎𝜎𝜎22�
Keterangan :
r11 : Reliabilitas instrumen
k : Banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal
∑𝜎𝜎𝜎𝜎2 : Jumlah varians butir 𝜎𝜎𝜎𝜎2 : Varians total
Instrumen dapat dikatakan reliabel apabila telah memenuhi syarat sebagai berikut:
1) Apabila Cronbach Alpha < 0,07 maka tidak dapat dikatakan reliabel.
2) Apabila Cronbach Alpha ≥ 0,07 maka dapat dikatakan reliabel.
c. Uji Asumsi Klasik 1) Uji Normalitas
Sebuah alat pengujian untuk mengetahui apakah data yang akan digunakan pada model regresi berdistribusi normal atau tidak. Dalam penelitian ini menggunakan alat uji Kolmogorov-Smirnov dengan menggunakan taraf signifikansi 0,05 dengan dasar pengambilan keputusan.
a) Angka signifikansi Uji Kolmogorov-Smirnov Sign > 0,05 maka data berdistribusi normal.
b) Angka sigifikansi Uji Kolmogorov-Smirnov Sign < 0,05 maka data berdistribusi tidak normal
2) Uji Multikolonieritas
Uji Multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah pada model regresi tersebut ditemukan adanya korelasi antar variabel bebas (Ghozali, 2018;107). Langkah untuk mengujinya yaitu dengan melihat besaran dari nilai tolerance dan nilai VIF (Variance Inflation Factor) yang menghasilkan nilai tolerance
>0,10 dan VIF <10, maka kesimpulanya adalah model regresi terbebas dari gejala multikolonieritas.
3) Uji Heteroskedastisitas
Uji Heteroskedastisitas bertujuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain (Ghozali, 2018;137). Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap,
maka disebut homoskedatisitas. Model regresi yang baik adalah yang Homoskesdatisitas atau tidak terjadi Heteroskesdatisitas.
Adapun cara untuk mengetahui dalam pengujian ini dengan menggunakan cara uji Glejser.
a) Jika nilai signifikansi < 0,05 maka terjadi heteroskedatisitas.
b) Jika nilai signifikansi > 0,05 maka tidak terjadi heteroskedastisitas.
2. Analisis Data a. Rentang Skala
Digunakan untuk mengukur motivasi, kompensasi, dan kinerja karyawan. Untuk menentukan / rentang skala menggunakan rumus sebagai berikut:
𝑅𝑅𝑅𝑅 =𝑛𝑛(𝑚𝑚 − 1) 𝑚𝑚 Dimana :
RS = Rentang Skala
n = Jumlah Sampel
m = Jumlah Alternatif Jawaban Tiap Item
Berdasarkan rumus diatas maka dapat diperoleh rentang skala dengan perhitungan sebagai berikut:
𝑅𝑅𝑅𝑅 =92 (5 − 1) 5 = 368
5 = 74
Dengan nilai rentang skala tersebut dapat dibuat tabel penilaian variabel yaitu sebagai berikut:
Tabel 3.2
Penilaian Variabel Berdasarkan Hasil dari Rentang Skala Skor Kinerja
karyawan Motivasi Kompensasi 92 – 165 Sangat Rendah Sangat Rendah Sangat Buruk
166 – 239 Rendah Rendah Buruk
240 – 313 Cukup Cukup Cukup
314 - 387 Tinggi Tinggi Baik
388 - 460 Sangat Tinggi Sangat Tinggi Sangat Baik Sumber: Data Diolah
Berdasarkan pada tabel 3.3 diatas, dapat dijelskan bahwa:
1) Untuk skor 92-165 menunjukkan nilai variabel kinerja karyawan dan motivasi sangat rendah, variabel kompensasi sangat buruk.
2) Untuk skor 166-239 menunjukkan nilai variabel kinerja karyawan dan motivasi rendah, variabel kompensasi buruk.
3) Untuk skor 240-313 menunjukkan nilai variabel kinerja karyawan motivasi dan kompensasi cukup.
4) Untuk skor 314-387 menunjukkan variabel kinerja karyawan dan motivasi tinggi, variabel kompensasi baik.
5) Untuk skor 388-460 menunjukkan variabel kinerja karyawan dan motivasi sangat tinggi, variabel kompensasi sangat baik.
b. Analisis Regresi Linier Berganda
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi linier berganda. Analisis regresi linier berganda adalah analisis yang digunakan untuk mengukur hubungan antar dua variabel atau lebih, analisis ini juga menunjukkan arah hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen (Sugiyono, 2018: 96). Teknik pengolahan data menggunakan program aplikasi Statistical Package for Social Sciences (SPSS) versi 21. Secara
umum bentuk regresi yang diperoleh dengan menggunakan analisis regresi linier berganda adalah:
Y = a + b1X1 + b2X2 + e Keterangan :
Y = Variabel terikat (Kinerja) a = Konstanta
b = Koefisien determinasi X1 = Motivasi
X2 = Kompensasi e = Error
3. Uji Hipotesis a. Uji T
Uji t digunakan untuk menguji signifikan secara parsial pengaruh variabel bebas terhadap variabel terikat, yaitu dengan cara membandingkan besarnya nilat 𝑡𝑡ℎ𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖 dengan 𝑡𝑡𝑖𝑖𝑡𝑡𝜎𝜎𝑡𝑡𝑡𝑡.
Hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
Ho: Motivasi kerja dan kompensasi secara parsial tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan
Ha: Motivasi kerja dan kompensasi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan
Dasar pengambilan keputusan adalah dengan menggunakan angka probabilitas signifikan, yaitu:
1) Apabila probabilitas < 0,05 atau 𝑡𝑡ℎ𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖 > 𝑡𝑡𝑖𝑖𝑡𝑡𝜎𝜎𝑡𝑡𝑡𝑡 maka hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima, artinya variabel bebas berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat.
2) Apabila probabilitas ≥ 0,05 atau 𝑡𝑡ℎ𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖𝑖 ≤ 𝑡𝑡𝑖𝑖𝑡𝑡𝜎𝜎𝑡𝑡𝑡𝑡 maka hipotesis nol (Ho) diterima dan hipotesis alternatif (Ha) ditolak, artinya variabel bebas tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat.
Gambar 3.1 Kurva t
Berdasarkan kurva pada gambar 3.1 di atas, perhitungan ttabel
menngunakan kriteria tingkat sgnifikan sebesar 0,05 dan derajat kebebasan = (n-k) atau jumlah sampel dikurangi dengan banyaknya variabel bebas, yaitu 92-2 = 90 sehingga di peroleh ttabel sebesar 1,986.
b. Uji F
Uji F digunakan untuk mengetahui pengaruh bersama-sama variabel bebas terhadap variabel terikat.
Dalam penelitian ini hipotesis yang digunakan adalah:
Ho: Motivasi kerja dan kompensasi secara simultan tidak berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan
Ha: Motivasi kerja dan kompensasi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan
Dasar pengambilan keputusannya adalah dengan menggunakan angka probabilitisa signifikan, yaitu:
Ho Ditolak dan Ha diterima
Ho Ditolak dan Ha diterima
1,986 Daerah Penerimaan Ho
-1,986
1) Apabila probabilitas < 0,05 maka hipotesis nol (Ho) ditolak dan (Ha) diterima, artinya variabel bebas secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat.
2) Apabila probabilitas ≥ 0,05 maka hipotesis nol (ho) diterima, dan (Ha) ditolak, artinya variabel bebas secara bersama-sama tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat.
Gambar 3.2 Kurva F
Berdasarkan kurva pada gambar 3.2 dia atas, perhitungan Ftabel dengan kriteria tingkat signifikansi sebesar 0,05 dan derajat kebebasan dƒ1 = k – 1 atau jumlah variabel – 1, yaitu 3-1 = 2 dan dƒ2 = n – k atau jumlah sampel – jumlah variabel, yaitu 92-2 = 90.
Sehingga Ftabel sebesar 3,10 c. Uji dominasi
Pengujian hipotesis variabel independent yang berkontribusi terbesar terhadap variabel dependent dalam penelitian ini menggunakan standarized coefficients regresi pada
Ho Ditolak dan Ha diterima
Ho Ditolak dan Ha diterima
3,10 Daerah Penerimaan Ho
-3,10
tingkat kepercayaan 95% atau taraf signifikan adalah 5% dengan kriteria penilaian sebagai berikut:
1) Jika nilai koefisien regresi motivasi kerja > nilai koefisien regresi kompensasi, artinya bahwa variabel motivasi kerja adalah variabel yang paling kuat pengaruhnya terhadap variabel kinerja karyawan.
2) Jika nilai koefisien regresi kompensasi > nilai koefisien regresi motivasi kerja, artinya bahwa variabel kompensasi adalah variabel yang paling kuat pengaruhnya terhadap variabel kinerja karyawan.