• Tidak ada hasil yang ditemukan

BOOK CHAPTER I (PENGOLAHAN LIMBAH, PEMANFAATAN LAHAN, DAN OBAT KELUARGA)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BOOK CHAPTER I (PENGOLAHAN LIMBAH, PEMANFAATAN LAHAN, DAN OBAT KELUARGA)"

Copied!
52
0
0

Teks penuh

(1)

BOOK CHAPTER I

(PENGOLAHAN LIMBAH, PEMANFAATAN LAHAN,

DAN OBAT KELUARGA)

(2)

Penulis:

Yeyen Maryani, Rusmana, Enggar Utari, Ari Tresna, Erwin

Editor:

Firman Hadiaynsyah, Desma Yuliadi Saputra Desain Sampul & Tata Letak:

Muhamad Ahyani, Jimi Ahmad Firlana

Cetakan Pertama: September 2021 viii + 44 hlm.: 16 x 24 cm

ISBN: 978-623-5604-10-7

Diterbitkan UNTIRTA PRESS

Tercatat sebagai Anggota APPTI dan IKAPI

Jl. Raya Jakarta, Km. 4, Telp. (0254) 280330 Ext 111 Serang Gedung UPBK Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

email: [email protected] | website: https://upress.untirta.ac.id

Kutipan Pasal 44, Ayat 1 dan 2, Undang-Undang Republik Indonesia tentang HAK CIPTA. Tentang Sanksi Pelanggaran Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang HAK CIPTA, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang No. 7 Tahun 1987 jo, Undang-Undang No. 12 Tahun 1997, bahwa:

1 Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan atau menye- barkan suatu ciptaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 2 ayat (1) dan ayat (2) dipidana dengan pidana penjara masing-masing paling singkat 1 (satu) bulan dan atau denda paling sedikit Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah), atau pidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan atau denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

2 Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, mengedarkan, atau menjual kepada umum suatu ciptaan barang hasil pelanggaran Hak Cipta atau Hak Terkait sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan atau denda paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

(3)

Book Chapter I (Pengolahan Limbah, Pemanfaatan Lahan, dan Obat Keluarga) iii

P

uji syukur penulis panjatkan kepada Allah yang Maha Esa dan Maha Kuasa karena atas ijin dan karunianya penyusun- an Book Chapter ini dapat diselesaikan. Pembuatan Book Chapter ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada civitas akademika dan masyarakat luas yang membutuhkan terkait pe- laksanaan kegiatan Pengabdian Masyarakat LPPM-Untirta di Desa Binaan tahun 2020.

Iini disusun dari beberapa laporan kegiatan tersebut diatas yang bertemakan: Pengolahan limbah, pemanfaatan lahan dan obat kelurga meliputi, pengolahan limbah cair rumah tangga dengan metode adsorpsi bahan alam di desa Sindangsari keca- matan Pabuaran, pengelolaan sampah di desa Sindangsari ke- camatan Pabuaran melalui kegiatan 5R (Reduce, Reuse, Recycle, Replace, Replant), sosialisasi teknologi pembuatan kompos dari limbah rumah tangga secara Zero Waste di desa Lempuyang Tanara kabupaten Serang, pemanfaatan lahan pekarangan de- ngan tanaman obat keluarga sebagai alternatif peningkatan ke- sehatan lingkungan dan pendapatan masyarakat di desa Sin- dangsari kecamatan Pabuaran kabupaten Serang provinsi Ban-

KATA PENGANTAR

(4)

sari dan rekomendasi penanganan sampah dengan teknologi Waste Too Energy.

Ucapan terimaksih penulis haturkan kepada semua pihak yang membantu terselesaikannya Book Chapter ini, semoga Allah yang maha Pengasih dan maha Penyayang mencatatnya sebagai amal ibadah serta membalasnya dengan kebaikan.

Akhir kata, penulis berharap agar Book Chapter ini berman- faat dan dapat menambah khasanah pembendaharaan buku- buku yang sudah ada. Penulis sadar bahwa Book Chapter ini belum sempurna maka saran dan kritik yang bersifat konstruktif dari para pembaca sangat kami harapkan.

Serang, 25 Mei 2021 Prof. Dr. Yeyen Maryani Dra., MSi.

(5)

Book Chapter I (Pengolahan Limbah, Pemanfaatan Lahan, dan Obat Keluarga) v

KATA PENGANTAR iii

DAFTAR ISI v

BAB I 1

PENGOLAHAN LIMBAH CAIR RUMAH TANGGA DENGAN METODE ADSORPSI BAHAN ALAM

DI DESA SINDANG SARI KECAMATAN PABUARAN

(YEYEN MARYANI) 1

I. Latar Belakang 1

II. Alasan Pelaksanaan Kegiatan 2

III. Penerima Manfaat Kegiatan 2

IV. Maksud Dan Tujuan 2

V. Strategi Pencapaian Keluaran 3

VI. Tempat dan Tanggal Pelaksanaan Kegiatan 3

VI. Luaran Kegiatan 4

DAFTAR ISI

(6)

PENGELOLAAN SAMPAH DI DESA

SINDANGSARI KECAMATAN PABUARAN MELALUI KEGIATAN

5R (Reduce, Reuse, Recycle, Replace, Replant)

(ENGGAR UTARI) 9

I. Latar Belakang 9

II. Alasan Kegiatan dilaksanakan 12

III. Penerima Manfaat 12

VI. Maksud dan Tujuan 14

V. Strategi Pencapaian Keluaran 14

VI. Tempat Pelaksanaan Kegiatan 15

VII. Luaran Kegiatan 15

VIII. Pelaksanaan 15

BAB III

SOSIAISASI TEKNOLOGI PEMBUATAN KOMPOS DARI LIMBAH RUMAH TANGGA SECARA ZERO WASTE DI DESA LEMPUYANG TANARA

KABUPATEN SERANG

(ARI TRESNA) 21

I. Latar Belakang 21

II. Alasan Pelaksanaan Kegiatan 22

III. Penerima Manfaat 23

IV. Maksud dan Tujuan 23

V. Strategi Pencapaian Luaran 23

VI. Tempat Pelaksanaan 24

VII. Luaran Kegiatan 24

VIII. Pelaksanaan 25

(7)

Book Chapter I (Pengolahan Limbah, Pemanfaatan Lahan, dan Obat Keluarga) vii

BAB IV

PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN DENGAN TANAMAN OBAT KELUARGA (TOGA) SEBAGAI ALTERNATIF PENINGKATAN KESEHATAN

LINGKUNGAN DAN PENDAPATAN MASYARAKAT DI DESA SINDANGSARI KECAMATAN SINDANGASARI KABUPATEN SERANG PROVINSI BANTEN

(RUSMANA) 29

I. Latar Belakang 29

II. Alasan Pelaksanaan Kegiatan 30

III. Penerima Manfaat Kegiatan 30

IV. Maksud dan Tujuan 31

V. Strategi Pencapaian Luaran 31

VI. Tempat Pelaksanaan 32

VII. Luaran Kegiatan 32

VIII. Pelaksanaan 33

BAB IV

INVESTIGASI SISTEM PENANGANAN SAMPAH DI DESA SINDANGSARI DAN REKOMENDASI

PENANGANAN SAMPAH DENGAN TEKNOLOGI WASTE TO ENERGY

(ERWIN) 37

I. Latar Belakang 37

II. Alasan Pelaksanaan Kegiatan 38

III. Penerima Manfaan Kegiatan 38

IV. Maksud dan Tujuan 39

V. Strategi Pencapaian Luaran 39

VI. Tempat Pelaksanaan 39

VII. Luaran Kegiatan 40

VIII. Pelaksanaan Kegiatan 40

PROFIL PENELITI 43

(8)
(9)

Book Chapter I (Pengolahan Limbah, Pemanfaatan Lahan dan Obat Keluarga) 1

BAB I

PENGOLAHAN LIMBAH CAIR RUMAH TANGGA DENGAN METODE ADSORPSI

BAHAN ALAM DI DESA SINDANG SARI KECAMATAN PABUARAN

Oleh:

Prof. Dr. Yeyen Maryani Dra., MSi.

I. Latar Belakang

K

ampung Pojok terpilih menjadi salah satu perwakilan Desa Sindangsari, Kecamatan Pabuaran dalam ajang lomba Kampung Bersih dan Aman yang diselenggarakan Radar Banten bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Serang dan Polda Banten serta Korem 064/Maulana Yusuf. Kampung ini akan menonjolkan keasrian dengan nuansa tanaman hijau dan kebersihan lingkungan. Diketahui, Lomba Kampung Bersih dan Aman diikuti oleh 326 RW se-Kabupaten Serang. Dimana, 1 RW mewakili 1 desa dalam kegiatan ini.

Di Kampung Pojok Beragam jenis tumbuhan terlihat meng- hiasi rumah – rumah warga. Di kampung ini diwajibkan mena- nam tanaman seperti cabai, tomat, terong dan anggur di depan pekarangan rumah. Tujuannya untuk mengurangi biaya dapur untuk makan sehari-hari. Kampung pojok punya rumah bibit di lahan seluas 1.500 meter persegi milik masyarakat. Rumah bibit tersebut berdiri sejak 2018 melalui Program Koperasi Kerta Raharja dan dijadikan tempat belajar warga Kampung Pojok tentang cara menanam dan merawat tumbuhan.

(10)

untuk media siram sehingga semua tanaman bisa terawatt dengan baik. Maka sangat perlu untuk mengelola penggunaan air sehingga mencukupi untuk kebutuan menyiram tanaman dengan tidak menggangu air kebutuhan sehari-hari.

II. Alasan Pelaksanaan Kegiatan

Desa Sindang sari merupakan desa dimana kampus baru Untirta baru berada. Kampus Baru Untirta mempunyai konsep Smart and Green Campus, sehingga diharapkan lingkungan disekeli- lingnya diharapkan dapat mendukung konsep tersebut. Maka perlu dilakukan pengolahan air untuk dapat dimanfaatkan se- maksimal mungkin agar lngkungan menjadi hijau dan asri. Un- tuk itu pada kegiatan ini akan dilakukan pengolahan air limbah rumah tangga agar bisa dimanfaatkan kembali untuk media si- ram pada tanaman.

III. Penerima Manfaat Kegiatan

Penerima manfaat dari kegiatan pengabdian masyarakat, antara lain:

1. Masyarakat, Mitra

Memperoleh bantuan pemikiran, tenaga, ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dalam merencanakan dan mengembang- kan lingkungan Desa yang Asri.

2. PerguruanTinggi

a. Memperoleh dukungan dari lingkungan sekeliling kam- pus dalam melaksanakan konsep perguruan tinggi yang berbasis Smart and Green Campus.

b. Memperoleh hasil kegiatan yang merupakan luaran pe- nelitian dan dapat dimanfaatkan di masyarakat Desa.

IV. Maksud dan Tujuan

Maksud pelaksanaan kegiatan Pengabdian Masyarakat Tahun 2020 ini adalah untuk meningkatkan peran dosen secara lang-

(11)

Book Chapter I (Pengolahan Limbah, Pemanfaatan Lahan dan Obat Keluarga) 3

sung dalam membantu peningkatan kualitas kesadaran masya- rakat yang ada di sekitar kampus baru yang ada di Sindangsari akan pentingnya menciptakan lingkungan yang asri untuk ke- sehatan dan dapat memanfaatkan air limbah dan mengurangi penggunaan air bersih untuk menyiram tanaman. Tanaman yang dihasilkan akan membantu meningkatkan pemenuhan ke- butuhan harian mendukung ketahanan pangan desa.

V. Strategi Pencapaian Keluaran

Pelaksanaan kegiatan pengabdian tahun 2020 dilakukan lang- sung di Kampung Pojok Desa Sindang Sari. Diawali dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat. Selanjutnya Ber- sama-sama mencari bahan alam yang dapat dimanfaatkan untuk mengadsorpsi pengotor air limbah seperti sabut kelapa, injuk, batu kerikil, batu bata batok kelapa, biji kelor dan lain-lain. Dari bahan-bahan tersebut kemudian dibuat suatu alat pengolah se- derhana yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

VI. Tempat dan Tanggal Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan Pengabdian Masyarakat Tahun 2020 ini, dilaksanakan Desa Sindangsari

(12)

1. Output Kegiatan

- Memanfaatkan bahan-bahan alam yang ada menjadi bahan yang bermanfaat untuk mengolah air limbah rumah tangga.

- Membiasakan masyarakat untuk memanfaatkan air lim- bah hasil olahan untuk menyiram tanaman dan menghe- mat penggunaan air bersih.

2. Outcome Kegiatan

Diperoleh alat pengolah air yang sederhana dengan desain sebagai berikut:

I. Pelaksanaan

a. Tahap pertama dilakukan pemaparan kepada mas- yarakat.

Air

Ijuk Arang Batok Kelapa

Batu Koral Pasir

(13)

Book Chapter I (Pengolahan Limbah, Pemanfaatan Lahan dan Obat Keluarga) 5

(14)

b. Foto-foto Kegiatan

(15)

Book Chapter I (Pengolahan Limbah, Pemanfaatan Lahan dan Obat Keluarga) 7

(16)
(17)

Book Chapter I (Pengolahan Limbah, Pemanfaatan Lahan dan Obat Keluarga) 9

I. Latar Belakang

I

ndonesia merupakan negara yang memiliki jumlah penduduk terbanyak ke-4 di dunia yaitu 264 juta jiwa. Jumlah penduduk yang banyak tersebut berpengaruh pada jumlah sampah yang dihasilkan. Semakin tinggi jumlah penduduk, semakin banyak jumlah sampah yang dihasilkan. Perkembangan industri dan teknologi juga dapat membawa dampak negatif salah satunya menambah volume, jenis, dan karakteristik sampah yang se- makin beragam. Sementara itu Perkembangan penduduk Ban- ten berdasarkan proyeksi penduduk tahun 2019 sebanyak 12.927.316 juta jiwa dengan rincian Kab Pandeglang 1.211.909, Kab Lebak 1.302.608, Kab Tangerang 3.800.787, Kab Serang 1.508.397, Kota Tangerang 2.229.901, Kota Cilegon 437.205, Kota Serang 688.603, Kota Tangerang Selatan 1.747.906. Secara umum jumlah tersebut terdiri 6.583.895 juta jiwa penduduk laki-laki dan 6.343.421 juta jiwa penduduk perempuan.

Pengelolaan sampah merupakan kegiatan yang sistematis, menyeluruh, dan berkesinambungan yang meliputi pengurang- an dan penanganan sampah. (UU No. 18 Tahun 2008 tentang

BAB II

PENGELOLAAN SAMPAH DI DESA SINDANGSARI KECAMATAN PABUARAN

MELALUI KEGIATAN

5R (REDUCE, REUSE, RECYCLE, REPLACE, REPLANT )

Oleh:

Dr. Enggar Utari, M.Si

(18)

terdiri dari proses pengumpulan sampah dari permukiman atau sumber sampah lain, pengangkutan sampah untuk dibuang di Tempat Penampungan Sementara (TPS), dan proses terakhir yaitu pembuangan di Tempat Pemrosesan Akhir. Permasalahan pengelolaan sampah yang ada di Indonesia dapat dilihat dari beberapa faktor yaitu tingginya jumlah sampah yang dihasilkan, tingkat pengelolaan pelayanan masih rendah, TPA yang terba- tas jumlahnya, institusi pengelola sampah dan masalah biaya.

Kesadaran masyarakat akan sampah dan pentingnya menjaga lingkungan juga masih rendah sehingga dapat membawa masa- lah yang baru seperti banjir.

Pengelolaan sampah selama ini juga belum sesuai dengan metode pengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan. Se- bagian besar pengelolaan sampah TPA di Indonesia mengguna- kan metode open dumping dan landfill, namun ada juga metode lain yaitu pembuatan kompos, pembakaran, pemilahan, dan daur ulang meskipun tidak banyak digunakan. (Winahyu dkk, 2013) Metode open dumping adalah metode yang paling seder- hana, sampah dibuang di TPA begitu saja tanpa perlakuan lebih lanjut, sedangkan metode landfill yaitu sampah diratakan dan dipadatkan dengan alat berat dan dilapisi dengan tanah. Kedua metode tersebut kurang ramah lingkungan karena berpotensi terjadi pencemaran pada air tanah dan juga pencemaran udara.

Menurut Purwanta (2009) TPA berpotensi menyumbang emisi Gas Rumah Kaca (GRK) dengan gas yang mendominasi adalah CH4 (Metana), CO2 dan N2O. Hal tersebut mengakibatkan diperlukan adanya inovasi dalam pengelolaan sampah sehing- ga sampah tidak hanya menumpuk di TPA yang tapi juga di- manfaatkan untuk kepentingan lain. Dalam usaha untuk meme- lihara dan melestarikan lingkungan, kita mengenal konsep 5R.

Sebenarnya apa yang dimaksud dengan konsep 5R itu?

5R berasal dari bahasa Inggris, yaitu Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), Recycle (mendaur ulang), Replace

(19)

Book Chapter I (Pengolahan Limbah, Pemanfaatan Lahan dan Obat Keluarga) 11

(mengganti) dan Replant (menanam kembali). Prinsip 5R penting diketahui agar memaksimalkan upaya pengurangan timbulan sampah. Tujuan diadakan sosialisasi ini adalah untuk menam- bah pemahaman masyarakat tentang pengolahan sampah. Beri- kut pemaparan tentang 5R:

1. Reduce (pengurangan)

Mengurangi pemakaian suatu barang atau pola perilaku manusia yang dapat mengurangi produksi sampah, serta tidak melakukan pola konsumsi yang berlebihan. Contoh- nya adalah mengurangi penggunaan barang yang tidak bisa didaur ulang, dll.

2. Reuse (penggunaan kembali)

Kegiatan menggunakan kembali material atau bahan yang masih layak pakai. Contohnya adalah menggunakan kemba- li botol bekas yang masih layak untuk menanam tanaman, dll.

3. Recycle (mendaur ulang)

Kegiatan mengolah kembali (mendaur ulang). Pada prin- sipnya, kegiatan ini memanfaatkan barang bekas dengan cara mengolah materinya untuk dapat digunakan lebih lan- jut. Contohnya adalah memanfaatkan dan mengolah sampah organik untuk dijadikan pupuk kompos, memanfaatkan barang bekas untuk dibuat kerajinan, dll.

4. Replace (penggantian)

Kegiatan untuk mengganti pemakaian suatu barang atau memakai barang alternatif yang sifatnya lebih ramah ling- kungan dan dapat digunakan kembali. Upaya ini dinilai dapat mengubah kebiasaan seseorang yang mempercepat produksi sampah. Contohnya adalah mengubah pengguna- an kertas tisu dengan menggunakan sapu tangan, dll.

5. Replant (penanaman kembali)

Pengabdian Masyarakat adalah kegiatan sivitas akademika yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Pengabdian Masyarakat merupakan

(20)

dilakukan secara melembaga melalui pendekatan ilmiah langsung kepada khalayak sasaran yaitu masyarakat umum.

Melalui kegiatan pengabdian masyarakat, dosen diharap- kan dapat secara langsung berperan membantu peningkatan kualitas hidup masyarakat dengan mengembangkan program- program yang bervariasi baik dari segi jenis maupun sasaran- nya. Untuk itu, maka kegiatan Pengabdian Masyarakat yang dilaksanakan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sultan Ageng Tirtayasa sangat penting untuk terus dilaksanakan.

II. Alasan Kegiatan dilaksanakan

Tuntutan keadaan saat ini, mengharapkan peran dari dosen se- cara langsung dalam membantu peningkatan kualitas hidup masyarakat dengan mengembangkan pengelolaan sampah di Desa Sindangsari Kecamatan Pabuaran yang sebentar lagi akan mengalami kemajuan pesat. Mengingat kebutuhan dan animo masyarakat luar terhadap pelaksanaan kegiatan Pengelolaan sampah melalui 5 R serta sebagai salah satu kegiatan aplikasi akademik, oleh karena itu penting untuk dilaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat yaitu Pengelolaan sampah melalui 5 R tahun 2020 oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sultan Ageng Tirtyaasa sebagai bentuk implementasi dari salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat.

III. Penerima Manfaat

Penerima manfaat dari kegiatan pengabdian masyarakat, antara lain:

1. Masyarakat, Mitra dan Pemerintah Daerah

a. Memperoleh bantuan pemikiran, tenaga, ilmu penge- tahuan, teknologi dan seni dalam mengelola sampah.

(21)

Book Chapter I (Pengolahan Limbah, Pemanfaatan Lahan dan Obat Keluarga) 13

b. Memperoleh cara-cara baru yang dibutuhkan untuk me- ngelola sampah.

c. Memperoleh pengalaman dalam menggali serta menum- buhkan potensi swadaya masyarakat sehingga mampu berpartisipasi aktif dalam pengelolaan sampah.

d. Terbentuknya kader-kader penerus pembangunan di dalam masyarakat sehingga terjamin kelanjutan upaya pengelolaan sampah melalui prinsip 5R.

e. Memajukan institusi melalui pengelolaan sampah meng- gunakan prinsip 5R.

f. Terciptanya sinergitas dalam penerapan inovasi baru pengelolaan sampah melalui prinsip 5R bagi kalangan dunia industri sebagai alternatif dalam pemecahan masa- lah di masyarakat.

2. Perguruan Tinggi

a. Memperoleh berbagai kasus yang berharga yang dapat digunakan sebagai contoh dalam memberikan penge- lolaan sampah yang baik dan menemukan berbagai so- lusi permasalahan di masyarakat untuk pengembangan penelitian.

b. Memperoleh hasil kegiatan berupa kemampuan masya- rakat dalam pengelolaan sampah di Desa Sindangsari sebagai desa binaan yang berguna bagi pengembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni serta dapat men- diagnosa secara tepat bagaimana pengelolaan sampah yang baik sehingga ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang diamalkan dapat sesuai dengan tuntutan nyata.

c. Meningkatkan, memperluas dan mempererat kerjasama dengan masyarakat atau departemen lain melalui kerja- sama pengabdian masyarakat pengelolaan sampah me- lalui prinsip 5R.

(22)

Maksud pelaksanaan kegiatan Pengabdian Masyarakat Penge- lolaan Sampah melalui prinsip 5R di desa Sindangsari di Keca- matan Pabuaran Tahun 2020 ini adalah untuk meningkatkan peran dosen secara langsung dalam membantu peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pengelolaan sampah 5R.

Tujuan pelaksanaan kegiatan Pengabdian Masyarakat Pe- ngelolaan Sampah melalui prinsip 5R Tahun 2020 ini adalah melaksanakan Tupoksi LPPM pada Dharma kesatu dan ketiga yaitu Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat dalam rangka meningkatkan peran dosen secara langsung dalam mem- bantu peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pengelo- laan sampah yang baik.

V. Strategi Pencapaian Keluaran a. Metode Pelaksanaan

Kegiatan Pengabdian Masyarakat Pengelolaan Sampah me- lalui prinsip 5R di Kecamatan Sindangsari Kecamatan Pa- buaran Tahun 2020 ini, dilakukan dengan metode swa- kelola dengan cara terjun langsung ke masyarakat melalui penyampaian ide atau gagasan.

b. Tahapan kegiatan

Pelaksanaan kegiatan Pengelolaan Sampah melalui prinsip 5R di Kecamatan Sindangsari Kecamatan Pabuaran Tahun 2020 ini, terdiri dari beberapa tahapan kegiatan, antara lain:

1. Perencanaan kegiatan,

(Rapat persiapan kegiatan, penentuan lokasi, identifi- kasi kebutuhan masyarakat)

2. Pelaksanaan kegiatan,

(Pelaksanaan Pengabdian Masyarakat, Monitoring dan Evaluasi)

3. Pelaporan dan pertanggungjawaban

(23)

Book Chapter I (Pengolahan Limbah, Pemanfaatan Lahan dan Obat Keluarga) 15

VI. Tempat Pelaksanaan Kegiatan

Kegiatan Pengabdian Masyarakat Pengelolaan Sampah melalui prinsip 5R di Kecamatan Sindangsari Kecamatan Pabuaran Tahun 2020 ini, dilaksanakan di lingkungan Kampus Universi- tas Sultan Ageng Tirtayasa dan Kab/Kota di Provinsi Banten VII. Luaran Kegiatan

Batasan kegiatan Pengelolaan sampah melalui 5 R di Kecamatan Sindangsari Kecamatan Pabuaran Tahun 2020 ini ditandai dengan terimplementasinya salah satu tri darma perguruan tinggi yaitu pengabdian kepada masyarakat.

VIII. Pelaksanaan

a. Paparan Materi Pelatihan

(24)
(25)

Book Chapter I (Pengolahan Limbah, Pemanfaatan Lahan dan Obat Keluarga) 17

(26)
(27)

Book Chapter I (Pengolahan Limbah, Pemanfaatan Lahan dan Obat Keluarga) 19

(28)
(29)

Book Chapter I (Pengolahan Limbah, Pemanfaatan Lahan dan Obat Keluarga) 21

I. Latar Belakang

M

asyarakat merupakan bagian utama dari lingkungan yang kompieks. Aktivitas-aktivitas masyarakat yang awalnya bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan manusia seperii aktivitas perniagaan. pembangunan pemukiman. pembangunan industri, dan lain-lain dapat rnenjadi bumerang terhadap kehidupan

Apabila konsep ekologi diabaikan. Konsep-konsep ecologi pada kenyataannya sekarang ini kerap kali dipakai untuk me- nganalisa masalah pencemaran lingkungan hidup. Pada dasar- nya pencemaran lingkungan hidup akan timbui karena kegiatan manusia yang tidak mengindahkan konsep ekologi. Pencemar- an lingkungan hidup yang paling banyak terjadi dewasa ini di- sebabkan oleh sampah dan limbah. Timbulnya sampah dan lim- bah tersebut merupakan konsekuensi dari adanya aktivitas manusia.

Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa persoalan sam- pah dengan manajemen/pengelolaan yang buruk alan menga- baikan konsep ekologi menjadi penyebab utama dari hilangnya

BAB III

SOSIALISASI TEKNOLOGI PEMBUATAN KOMPOS DARI LIMBAH RUMAH TANGGA SECARA ZERO WASTE DI

DESA LEMPUYANG TANARA KABUPATEN SERANG

Oleh:

Dr . Ari Tresna

(30)

daerah, karena selain dapat mengakibatkan penyakit, masuk- nya cairan Iindi dalam tanah dapat mengakibatkan pencemaran kualitas air tanah, bau tidak sedap/menyengat dalam radius yang luas, selain, juga dapat mengancarn keselamatan dan ke- tentraman jiwa manusia.

Selarna ini sebagian besar masyarakat dalam mengelola sam- pah masih bertumpu pada pendekatan akhir (end of pipe). yaitu sampah dikumpulkani. diangkut, dan dibuang ke Tempat Pem- rosesan Akhir sampah (TPA). Hal ini berpotensi besar melepas gas metan (CH4) yang dapat meningkatkan emisi gas rumah kaca dan memberikan kontribusi terhadap pemanasan global.

Tempat pembuangan akhir (TPA) yang direkomendasikan oleh para ahli dengan menggunakan sistem sanitary landfill dapat dilengkapi dengan sarana pengomposan dan pemanfaat- an menjadi bahan baku daur ulang. Sisa sampah yang tidak da- pat didaur ulang ataupun dibuat menjadi kompos kemudian dibakar dan disimpan dalam kolam sanitary landfill. Proses ini dapat dinamakan Insalasi Pengolahan Sampah Terpadu (IPST).

Proses daur ulang, produksi kompos dan pembakaran tersebut bertujuan untuk memperkecil volume sampah yang dihasiIkan, se- hingga pembuangan sampah pada kolam sanitar landfill dapat di- perkecil dan akhirnya dapat menghemat penggunaan lahan TPA.

II. Alasan Pelaksanaan Kegiatan

Alasan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk menyelesaikan permasalah yang ada dimasyarakat yaitu:

1) Kurangnya informasi tentang pembuatan kompos dari limbah rumah tangga secara zero waste di Desa Lempuyang Tanara kabupaten Serang, Banten.

2) Keterbatasan teknologi pembuatan kompos dari limbah rumah tangga secara zero waste.

3) Masih banyaknya limbah rumah tangga yang belum diman- faatkan.

(31)

Book Chapter I (Pengolahan Limbah, Pemanfaatan Lahan dan Obat Keluarga) 23

III. Penerima Manfaat

Penerima manfaat dari kegiatan ini, antara lain:

1) Masyarakat dan Pemerintah Daerah, akan memperoleh ban- tuan pemikiran, tenaga, ilmu pengetahuan, teknologi dan seni dalam mengelola limbah rumah tangga, memperoleh cara-cara baru yang dibutuhkan untuk mengelola limbah, memperoleh pengalaman dalam menggali serta menum- buhkan potensi swadaya masyarakat sehingga mampu ber- partisipasi aktif dalam pengelolaan limbah rumah tangga.

2) Perguruan Tinggi, akan memperoleh berbagai kasus yang berharga yang dapat digunakan sebagai contoh dalam mem- berikan pengelolaan limbah rumah tangga yang baik dan menemukan berbagai solusi permasalahan di masyarakat untuk pengembangan penelitian. Dan memperoleh hasil ke- giatan berupa kemampuan masyarakat dalam pengelolaan limbah rumah tangga di Desa Lempuyang sebagai desa binaan yang berguna bagi pengembangan ilmu pengetahu- an, teknologi dan seni serta dapat mendiagnosa secara tepat bagaimana pengelolaan limbah rumah tangga yang baik sehingga ilmu pengetahuan, teknologi dan seni yang diamalkan dapat sesuai dengan tuntutan nyata.

IV. Maksud dan Tujuan

Sosialisasi manfaat teknologi pembuatan kompos dari Iimbah rumah tangga sebagai salah satu upaya pengelolaan sampah secara zero waste.

V. Strategi Pencapaian Luaran

Metode pendekatan yang digunakan untuk mengatasi permasa- lahan limbah rumah tangga di Desa Lempuyang Tanara kabu- paten Serang adalah dengan mengadakan pelatihan teknik pem- buatan kompos dari limbah rumah tangga sebagai salah satu upaya pengelolaan sampah secara zero waste. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan terjadi transfer perwetahuan dari pene-

(32)

rang, Banten. Dan pada akhirnya akan dapat mengatasi perma- salahan sampah rumah tangga umumnya di Kabupaten Serang Provinsi Banten.

Berdasarkan analisa permasalahan yang telah dikemukakan maka ada beberapa solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu:

1) Pelatihan teknik pembuatan kompos dari limbah rumah tangga. Partisipasi dari mitra dalam hal ini adalah Dinas PU (bidang kebersihan) Kota serang adalah menyediakan informasi tentang kondisi masyarakat yang dapat berpartisi- pasi pada pelaksanaan program pengabdian kepada masya- rakat ini. Selanjutnya pelaksana program akan mengirimkan undangan kepada masyarakat desa Lempunyang untuk dapat mengikuti kegiatan yang telah dirancang.

2) Rencana kegiatan pelatihan ini akan dilakukan secara berke- lanjutan yaitu: Sosialisasi teknologi pembuatan kompos dari limbah rumah tangga sebagai salah satu upaya pengelo- laan sarnpah secara zero waste.

3) Pelatihan teknik pernbuatan kompos dari limbah rumah tangga secara zero waste technologi.

VI. Tempat Pelaksanaan

Kegiatan dilaksanakan di Desa Lempuyang Tanara kabupaten Serang

VII. Luaran Kegiatan

Jenis luaran yang akan dihasilkan dari program yang ditawar- kan yaitu:

1) Pernanfaatan limbah sampah masyarakat.

2) Pembuatan kompos.

3) Laporan setiap kegiatan.

4) Sertifikat

(33)

Book Chapter I (Pengolahan Limbah, Pemanfaatan Lahan dan Obat Keluarga) 25

VIII. Pelaksanaan a. Pemaparan

Dalam pelatihan teknik pernbuatan kompos dari limbah rumah tangga ini adalah menggunakan:

1) Modul pelatihan teknik pengolahan limbah sampah rumah tangga secara zero waste teknologi.

a. Dimensi : 21 cm 29.7 cm b. Jilid : soft cover c. Jumlah : 2 eksemplar 2) Laporan

a. Dimensi : 21 cm x 29.7 cm b. Jilid : soft cover c. Jumlah : 2 eksemplar

Dari aspek keuangan, indikator minimal yang harus diterap- kan adalah Biaya untuk pengelolaan persampahan harus mene- rapkan prinsip pemulihan biaya (full cost receovety), dan seda- pat mungkin menghindari dana subsidi dari pemerintah.

Untuk menerapkan indikator tersebut diatas dapat dilakukan beberapa hal pada tahapan pengelolaan persampahan. yaitu:

1) Pada tahap pengumpulan sampah disumber timbulan ha- rus menerapkan program penghematan lahan TPA yaitu de- ngan melakukan pemisahan jenis-jellis sampah (sampah or- ganik dan non organik). Untuk dapat melaksanakan pemi- sahan ini periu dilakukan hal-hal sebagai berikut: konsumen perlu menyediakan tempat sampah yang terpisah untuk sampah yang organik dan non organik, melakukn sosialisasi dan pelatihan bagi pemisah sampah di sumber timbulan.

Pengatur perlu membuat Peraturan Daerah yang mengatur tentang pelaksanaan pemisahan jenis sampah, disertai de- ngan enforcement yang ketat. Untuk kawasan fasilitas umum perlu ada operator pengumpulan sampah, yang ditunjuk oleh badan pengatur dan pembiayaannya dilakukan mela- lui subsidi silang dari kawasan komersial atau domestik,

(34)

ngan cara pelelangan, dimana operator yang paling rendah meminta subsidi pemerintah daerah akan ditunjuk sebagai pengelola persampahan di kawasan rasilitas umum.

2) Tempat pembuangan sementara sedapat mungkin dilaku- kan dengan menggunakan kontainer tertutup agar mudah diangkut sehingga penggunaan truk akan semakin efisien dan tidak menimbulkan kemacetan lalu 1intas pada saat pemindahan sampah dari TPS ke truk pengankut. Truk ha- rus didisain Hal tersebut akan meningkatkan biaya investasi tetapi biaya operasi dan perawatan serta biaya sosial yang ditimbulkan dapat ditekan menjadi lebih rendah.

3) Dengan rnenggunakan kontainer sebagai TPS maka, truk pengangkut yang digunakan haruslah yang sesuai dengan kontainer tersebut. Dengan demikian pernindahan sampah dari TPS cukup dilakukan dengan mengangkat kontainer yang terlah disediakan. Hak ini akan mempersingkat waktu pemindahan dari TPS ke TPA.

Dalam upaya mengatasi masalah persampahan dewasa ini digalakkan system pengeloiaan sampah terpadu yang merupa- kan kebijakan dari pemerintah yang dibuat dengan pendekatan menyeluruh sehingga dapat dijadikan payung bagi penyusun- an kebijakan ditingkat pusat maupun daerah. Belum adanya kebijakan pemerintah tersebut menyulitkan pengelolaan per- sampahan. Kebijakan strategis yang telah ditetapkan oieh peme- rintah baru pada tahap aspek teknis yaitu dengan melakukan pengurangan timbulan sampah dengan menerapkan Reduce, Reuse dan Recycle (3 R), dengan harapan pada tahun 2025 terca- pai "zero waste".

Pendekatan pengelolaaan persampahan yang semula dide- kati dengan wilayah administrasi. dapat diubah dengan melalui pendekatan pengelolaan persampahan secara regional dengan menggabungkan beberapa kota dan kabupaten dalam pengelo-

(35)

Book Chapter I (Pengolahan Limbah, Pemanfaatan Lahan dan Obat Keluarga) 27

laan persampahan. Hal ini sangat menguntungkan karena akan mencapai skala ekonomis baik dalam tingkat pengelolaan TPA, dan pengangkutan dari TPS ke TPA.

Berbagai prinsip yang perlu dilakukan dalam menerapkian pelaksanaan pengelolaan persampahan secara regional ini ada- lah sebagai berikut:

1) Membentuk peraturan daerah bersama yang mengatur pe- ngolahan persampahan. Peraturan tersebut berisi berbagai hal dengan mempertimbangkan aspek hukum dan kelemba- gaan, teknik, serta aspek keuangan.

2) Dari aspek kelembagaan telah ada pemisahan peran yang jelas antara pembuat peraturan, pengaturipembina dan pe- laksana (operator). Dengan adanya pemisahan yang jelas ini, diharapkan penerapan peraturan dapat dilakukan de- ngan optimal termasuk unsur pembinaan yang berupa sangsi-sangsi yang tegas.

3) Dari aspek teknis telah diterapkan beberapa indikator-indi- kator pelayanan, antara lain:

a. Tidak terdapat timbunan sampah pada tempat terbuka.

b. Pengumpulan sampah harus dilakukan secepat mung- kin dan menjangkau seluruh kawasan perkotaan terma- suk kawasan rumah tangga . niaga. fasilitas umum dan tempat-tempat wisata.

c. Sampah hanya dikumpulkan pada TPS atau kontainer sampah yang telah ditentukan,

d. Sampah yang terkumpul pada TPS harus sudah diang- kat ke TPA dalam waktu yang kurang dari 24 jam.

e. Pengangkutan dari TPS dan dibuang ke TPA harus tidak menyebabkan kemacetan lalulintas serta tidak menim- bulkan ceceran sampah maupun cairannya di sepanjang jalan.

f. Pengoperasian TPA dilakukan dengan system sanitary.

g. Mengoptimalkan manfaat nilai tambah dari sampah de- ngan menerapkan daur atau melakukan pengomposan.

(36)
(37)

Book Chapter I (Pengolahan Limbah, Pemanfaatan Lahan dan Obat Keluarga) 29

I. Latar Belakang

L

ingkungan rumah keluarga adalah titik awal dari lingkungan wilayah yang lebih luas, demikian untuk seterusnya: ling- kungan tetangga, lingkungan RT, lingkungan RW, dan ling- kungan Desa. Kesehatan lingkungan di rumah keluarga meru- pakan lingkungan terkecil penentu kesehatan lingkungan yang lebih luas. Oleh karena itu, upaya meningkatkan kesehatan ling- kungan keluarga menjadi sangat penting. Hal ini dapat dilaku- kan diantaranya melalui "lahan pekarangan bervegetasi". De- ngan lahan pekarangan bervegetasi maka iklim mikro di sekitar rumah akan dipengaruhi dengan kehadiran berbagai tanaman khususnya tanaman obat keluarga. Suhu lingkungan di sekitar rumah akan lebih sejuk dengan kehadiran vegetasi demikian pula udara akan lebih segar karena meningkatnya sumber uta-

BAB IV

PEMANFAATAN LAHAN PEKARANGAN DENGAN TANAMAN OBAT KELUARGA

(TOGA) SEBAGAI ALTERNATIF PENINGKATAN KESEHATAN LINGKUNGAN DAN PENDAPATAN MASYARAKAT DI DESA SINDANGSARI

KECAMATAN SINDANGSASRI KABUPATEN SERANG PROVINSI

BANTEN

Oleh:

Dr. Rusmana, Ir., M.P.

(38)

2

bagai tanaman obat tersebut. Mata juga akan lebih damai dan tenang dengan terpenuhinya estetika di lahan pekarangan dan setiap saat dapat dilihat. Selain itu juga hasil tanaman obat dapat menjadi tambahan pendapatan penghuni rumah apalagi kalau dikembangkan dengan usaha kelompok beberapa keluarga atau bahkan wilayah desa.

Untuk itu, diperlukan kesiapan penduduk desa memiliki kemauan, pengetahuan, serta keterampilan budidaya tanaman obat keluarga. Pada Program pengabdian kepada masyarakat ini, para penduduk Desa Sindangsari diberi pengetahuan dan keterampilan terkait: 1) teknologi budidaya tanaman obat ke- luarga; 2) demonstrasi plot budidaya tanaman obat keluarga;

3) Pembentukan dan pendampingan Kelompok Penanan tanam- an obat keluarga. Melalui program pengabdian ini akan diper- oleh luaran utama yaitu terbentuknya budaya memanfaatkan tanaman pekarangan antara lain dengan budidaya tanaman obat keluarga di Desa Sindangsari Kecamatan Sindangsari Kabupaten Serang Propinsi Banten.

II. Alasan Pelaksanaan Kegiatan

Alasan pelaksanaan kegiatan ini adalah adanya permasalah bah- wa lahan pekarangan belum dimanfaatkan secara maksimal baik untuk kepentingan kesehatan lingkungan maupun peningkatan pendapatan keluarga. Dengan penanaman tanaman obat keluar- ga di lahan pekarangan selain dapat meningkatkan kualitas iklim mikro sekitar tempat tinggal juga dapat sebagai alternative tam- bahan pendapatan keluarga dengan menghasilkan tanaman obat.

III. Penerima Manfaat Kegiatan

Lahan pekarangan dengan ditanami berbagai jenis tanaman obat maka secara estetika membuat penghuni rumah memperoleh suasana penglihatan mata tenang, damai, dan nyaman. Selain itu iklim mikro yang di sekitar rumah akan terasa sejuk selain

(39)

Book Chapter I (Pengolahan Limbah, Pemanfaatan Lahan dan Obat Keluarga) 31

menjadi pengatur suhu juga dengan dihasilkannya oksigen (O2) yang segar akan menyehatkan penghuni rumah.

Apabila setiap penghuni rumah memanfaatkan lahan peka- rangannya dalam wilayah RT maka lingkungan RT tersebut menjadi lingkungan yang sehat pula, demikian pula jika ling- kungan yang semakin luas misalnya satu desa dan seterusnya.

Manfaat lain adalah hasil tanaman obat yang diperoleh bisa men- jadi tambahan pendapatan apalagi kalau beberapa rumah mem- bentuk kelompok berpeluang untuk menjadi usaha rumahan.

IV. Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan dari kegiatan ini adalah memberikan pe- nyuluhan yang meliputi:

1) Memberikan pengertian, pengetahuan, dan manfaat Tanam- an Obat Keluarga

2) Memberikan pengertian, pengetahuan, dan manfaat lahan pekarangan bervegetasi

3) Memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang pros- pek usaha tanaman obat

V. Strategi Pencapaian Luaran

Kegiatan pengabdian akan dapat berjalan dengan lancar apabila didukung oleh mekanisme dan metode yang tepat. Pemilihan metode dalam kegiatan ini diharapkan dapat menjadi solusi yang ditawarkan untuk mengatasi permasalahan. Metode pe- laksanaan dimulai dengan melakukan beberapa tahapan seba- gaimana diuraikan berikut:

a) Survey dan Identifikasi Potensi di Lokasi. Kegiatan pada tahapan ini ditujukan untuk mengetahui potensi ekologi di daerah tempat dilaksanakannya Program Pengabdian.

b) Tahap Pengumpulan Data.Data yang telah didapat dari ha- sil observasi kemudian diinventarisasi. Adapun sumber data yang diperoleh di antaranya dari data hasil wawancara, Kabupten dalam Angka, dan Monografi desa.

(40)

Kegiatan.

d) Setelah tahap analisis dan identifikasi masalah dilakukan, maka selanjutnya adalah perumusan tujuan dan penyusunan program kerja/kegiatan sehingga dapat mengetahui prioritas permasalahan yang ada di wilayah pelaksanaan pengabdian.

VI. Tempat Pelaksanaan

Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Sindangsari Kecamatan Sin- dangsari Kabupaten Serang Provinsi Banten.

VII. Luaran Kegiatan

Target dan luaran tersebut diwujudkan dalam bentuk:

1) Peningkatkan kesadaran, pemahaman, partisipasi, pengeta- huan, dan kerjasama penduduk Desa Sindangsari dalam me- manfaatkan lahan pekarangan dengan tanaman obat keluarga.

2) Pengenalan dan implementasi teknologi budidaya tanaman obat keluarga.

3) Peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat da- lam budidaya tanaman obat keluarga.

4) Peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam peman- faatan tanaman obat keluarga

5) Terbentuk dan berjalannya kegiatan kelompok keluarga bu- didaya tanaman obat keluarga.

6) Meningkatnya kualitas iklim mikro.

Selain luaran utama terciptanya budaya memanfaatkan lahan pekarangan, luaran lainnya adalah:

1) Peningkatan kuantitas dan kualitas produk, dan

2) Peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam budidaya tanaman obat keluarga.

3) Book Chapter hasil pengabdian

(41)

Book Chapter I (Pengolahan Limbah, Pemanfaatan Lahan dan Obat Keluarga) 33

VIII. Pelaksanaan

a. Perencanaan Kegiatan

Kegiatan Pengabdian Program Pengabdian akan dilaksana- kan dalam jangka waktu efektif selama lima bulan.

1) Bulan pertama akan digunakan untuk persiapan dan penyusunan rencana kerja.

2) Bulan kedua meliputi:

a. penyuluhan dan pelatihan;

b. pelaksanaan pengolahan lahan, c. penyiapan benih/bibit

d. penanaman serta pemeliharaan awal (dalam persiapan demontasi plot penanaman Tanaman Obat Keluarga).

3) Bulan ketiga sampai dengan bulan kelima, meliputi:

a. Penyuluhan dan Pelatihan;

b. pemeliharaan lanjutan sampai dengan panen.

4) Bulan keenam meliputi:

Penyusunan laporan meliputi: laporan observasi, lapor- an kemajuan, dan laporan akhir.

(42)
(43)

Book Chapter I (Pengolahan Limbah, Pemanfaatan Lahan dan Obat Keluarga) 35

(44)
(45)

Book Chapter I (Pengolahan Limbah, Pemanfaatan Lahan dan Obat Keluarga) 37

I. Latar Belakang

P

erguruan Tinggi (PT) sebagai wahana intelektual sesung- guhnya telah memiliki tradisi ilmiah terutama penelitian sebagai perwujudan fungsi Tri Dharma. Selain untuk pengem- bangan ilmu pengetahuan, penelitian juga dilakukan dalam rangka menghasilkan inovasi baru guna memecahkan persoalan riil masyarakat dan bangsa. Berbagai upaya dilakukan secara internal oleh masing-masing Perguruan Tinggi.

Pengembangan Desa Binaan berbasis Green Concept for Sustainable Development (GCfSD) merupakan salah satu pro- gram pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada penyelesaian masalah pada lingkungan masyarakat dengan me- ngedepankan peningkatan pemahanan dan memperbaiki masa- lah lingkungan. Program ini akan melakukan survey di desa binaan desa Sindang sari untuk mengidentifikasi permasalahan, potensi dan target perbaikan lingkungan. Program ini dimak- sudkan untuk membantu menyelesaikan masalah yang dihada- pi oleh masyarakat, mengurangi beban kehidupan masyarakat, menuntun masyarakat kearah kehidupan yang lebih sejahtera,

BAB IV

INVESTIGASI SISTEM PENANGANAN SAMPAH DI DESA SINDANG SARI DAN REKOMENDASI PENANGANAN SAMPAH DENGAN TEKNOLOGI WASTE

TO ENERGY

Oleh:

Dr. Erwin, ST., MT.

(46)

ningkatkan kondisi sosial ekonomi warga dan mempermudah akses warga terhadap informasi dan ilmu pengetahuan. Pro- gram Pengembangan Desa Binaan dilaksanakan dalam bentuk jaringan kerjasama yang sinergis dan berorientasi pada keman- dirian masyarakat. Sasaran dari program ini adalah masyarakat luas dapat berupa perorangan, kelompok, komunitas maupun lembaga yang berada di pedesaan dengan kegiatan diberbagai bidang.

Pengabdian masyarakat pada desa binaan Sindangsari akan melakukan survey kondisi penanganan sampah, sumber sumber sampah, distribusi sampah dan metode penanganan sampah saat ini, lalu akan di rencanakan sebuah system pena- nganan sampah, distribusi dan eliminasi berbasis green technology.

Green technology ini adalah waste to energy, dimana penangan- an sampah ini selain bertujuan untuk menghabiskan sampah juga dapat menghasil energi sebagai produk sampingan nya.

II. Alasan Pelaksanaan Kegiatan

Penanganan sampah menurut beberapa pendapat di desa Sin- dang sari masih sangat kurang sehingga ini dapat menyebabkan beberapa permasalahan kesehatan.

Pada kegiatan pengabdian kali ini akan dilakukan survey kondisi penanganan sampah, sumber sumber sampah, distribusi sampah dan metode penanganan sampah saat ini, lalu akan di rencanakan sebuah system penanganan sampah, distribusi dan eliminasi berbasis green technology.

III. Penerima Manfaan Kegiatan Masyarakat Desa

Pengembangan Desa Binaan berbasis Green Concept for Sus- tainable Development (GCfSD) merupakan salah satu program pengabdian kepada masyarakat yang berorientasi pada penye-

(47)

Book Chapter I (Pengolahan Limbah, Pemanfaatan Lahan dan Obat Keluarga) 39

lesaian masalah pada lingkungan masyarakat dengan menge- depankan peningkatan pemahanan dan memperbaiki masalah lingkungan.

Perguruan Tinggi

Perguruan Tinggi (PT) sebagai wahana intelektual sesungguh- nya telah memiliki tradisi ilmiah terutama penelitian sebagai perwujudan fungsi Tri Dharma. Selain untuk pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian juga dilakukan dalam rangka menghasilkan inovasi baru guna memecahkan persoalan riil masyarakat dan bangsa. Berbagai upaya dilakukan secara in- ternal oleh masing-masing Perguruan Tinggi.

IV. Maksud dan Tujuan

Memberdayakan masyarakat dalam memperbaiki penanganan sampah dan recovery lingkungan yang rusak, untuk mewujud- kan kesejahteraan masyarakat, perbaikan tingkat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

V. Strategi Pencapaian Luaran

1. Melakukan Survey lingkungan desa Sindangsari, melaku- kan identifikasi sumber sumber sampah dan penanganan- nya selama ini. Melakukan perhitungan potensi jumlah sam- pah dan tempat nya.

2. Melakukan Pembinaan / Pengembangan Institusi (Kelem- bagaan) untuk penanganan sampah.

3. Pengembangan Teknologi pemusnahan persampahan Desa 4. Pembinaan Kehidupan Sosial Budaya hidup bersih.

VI. Tempat Pelaksanaan

Kegiatan desa binaan ini akan dilakukan di desa Sindangsari. Ada- pun pelaksanaannya akan dilaksanakan pada bulan Agustus- November 2020.

(48)

VII. Luaran Kegiatan

Dengan adanya program ini, akan dihasilkan luaran sebagai berikut:

1) Mendapatkan mapping sumber sumber sampah dan jum- lahnya.

2) Delakukan prediksi pertumbuhan jumlah sampah 5 tahun kedepan.

3) Membuat rencana penempatan TPA dan distribusi sampah nya.

4) Merancang teknologi penusnahan sampah yang paling se- suai dengan kondisi lingkukan dan sosial di desa Sindang Sari.

5) Melakukan sosialisasi penanganan sampah di desa Sindang Sari.

6) Membuat manuskrip jurnal pengabdian masyarakat dan manuskrip jurnal penelitian terindex scopus.

VIII. Pelaksanaan Kegiatan a. Kegiatan Desa Binaan

Serangkaian aktivitas yang mencakup sejumlah kegiatan yaitu sebagai berikut:

Gambar 1 Peta lokasi Kampus Baru Sindang sari dan lingkungannya

(49)

Book Chapter I (Pengolahan Limbah, Pemanfaatan Lahan dan Obat Keluarga) 41

1. Pembentukan tim survey lapangan untuk pelaksanaan kegiatan survey di lapangan, mengumpulkan data dan melakukan interview.

2. Membuat desain pengumpulan, distribusi, dan tempat pemusnahan sampah yang terintegrasi dan berbasiskan green technology.

Melakukan sosialisasi penanganan sampah terintegrasi.

b. Foto-foto Kegiatan

(50)
(51)

Book Chapter I (Pengolahan Limbah, Pemanfaatan Lahan dan Obat Keluarga) 43

PROFIL PENELITI

Nama : Prof. Dr. Yeyen Maryani, M.Si.

Fakultas : Teknik

Program Studi : Teknik Kimia

Institusi : Universitas Sultan Ageng Tirtayaasa Alamat e-mail : [email protected]

Nama : Dr. Rusmana, Ir., M.P.

Fakultas : Pertanian

Program Studi : Agroekoteknologi

Institusi : Universitas Sultan Ageng Tirtayaasa Alamat e-mail : [email protected]

Nama : Dr. Hj. Enggar Utari, S.Si., M.Si Fakultas : Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi : Pendidikan Biologi

Institusi : Universitas Sultan Ageng Tirtayaasa Alamat e-mail : [email protected]

(52)

Nama : Ari Tresna Sumantri, S.P., M.Si.

Fakultas : Pertanian Program Studi : Agribisnis

Institusi : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Alamat e-mail : [email protected]

Nama : Dr. Erwin, ST., MT.

Fakultas : Teknik

Program Studi : Teknik Mesin

Institusi : Universitas Sultan Ageng Tirtayaasa Alamat e-mail : [email protected]

Gambar

Gambar 1 Peta lokasi Kampus Baru Sindang sari dan lingkungannya

Referensi

Dokumen terkait

Pengamatan terhadap pengelolaan limbah cair meliputi jumlah limbah cair yang diaplikasikan setiap hari, dosis dan cara aplikasi, serta pengamatan pemanfaatan

Teknik pengolahan limbang dengan pakai ulang (reuse) pada prinsipnya sama dengan proses elektroplating, tetapi larutan elektrolit yang digunakan berupa limbah cair yang

Teknik pengolahan limbah cair pabrik kelapa sawit dengan menggunakan kolam anaerobik kurang efisien, membutuhkan lahan yang luas selain itu limbah cair pabrik kelapa

Teknik pengolahan limbah cair pabrik kelapa sawit dengan menggunakan kolam anaerobik kurang efisien, membutuhkan lahan yang luas selain itu limbah cair pabrik kelapa

Pengaruh Pemanfaatan Limbah Cair Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit sebagai Pupuk terhadap Biodiversitas Tanah. Sludge composting: A Case Study on Palm Oil Mill

Pemanfaatan lahan sisa dirumah dengan berbagai jenis tana-man obat selain sangat mudah dilakukan, murah, tinggi manfaat juga memiliki unsure aksesibilitas tinggi

Pengkajian tentang pelaksanaan dan pengembangan kapasitas pengolahan limbah padat dan limbah cair di bandar udara memberikan gambaran tentang sistem pengolahan

Pemanfaatan lahan sisa dirumah dengan berbagai jenis tana-man obat selain sangat mudah dilakukan, murah, tinggi manfaat juga memiliki unsure aksesibilitas tinggi