1 BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah
Pondok pesantren merupakan lembaga pendidikan non-formal di bawah naungan Kementrian Agama Republik Indonesia. Sejalan dengan pendapat Karcher (1988:110) bahwa pesantren ialah lembaga non-formal Islam, karena keberadaan dalam jalur pendidikan kemasyarakatan memiliki program pendidikan yang disusun sendiri dan pada umumnya bebas dari ketentuan yang bersifat formal.
Hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Pasal 26 yang berbunyi:
“Pesantren menyelenggarakan pendidikan dengan tujuan menanamkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT, akhlak mulia, serta tradisi pesantren untuk mengembangkan kemampuan, pengetahuan, dan keterampilan peserta didik untuk menjadi ahli ilmu agama Islam atau menjadi muslim yang memiliki keterampilan/keahlian untuk membangun kehidupan yang Islami di masyarakat”.
Sebagai lembaga pendidikan Islam yang tumbuh dengan menggunakan sistem asrama, yang dimana para santrinya menerima pendidikan agama melalui sistem pengajian yang sepenuhnya di bawah kepemimpinan seorang kiyai.
Pondok pesantren tumbuh subur di tanah Indonesia jauh dari sebelum Indonesia merdeka (Djamaludin dan Aly, 1998:99).
Sebagai lembaga pendidikan Islam yang asli dari Indonesia, pondok pesantren telah menunjukan keberhasilannya dalam menjaga eksistensi dirinya.
Dari zaman penjajahan maupun sampai sekarang, pesantren semakin diakui keberadaannya dalam perundang-undangan Indonesia, terutama terkait pendidikan (Saifuddin, 2015: 207).
Menurut Bruinessen yang dikutip oleh Haryanto (2012: 2-3) pondok pesantren jika ditinjau dari muatan materinya dibagi menjadi dua bagian yaitu:
Pertama, pondok pesantren yang hanya mengajarkan cara membaca huruf arab dan menghafal beberapa bagian/seluruh Alquran. Kedua, pondok yang mengajarkan berbagai kitab fikih, ilmu akidah, dan amalam sufi di samping belajar nahwu dan shorof.
Pondok pesantren Alquran Al-Ghozaliyyah Citamiang Kota Sukabumi merupakan pondok pesantren yang hanya mengajarkan tentang studi Alquran mulai dari tata cara membaca Alquran hingga tata cara menghafal Alquran.
Pada umumnya manajemen merupakan suatu proses penentuan tujuan yang akan dicapai dan menetapkan jalan dan sumber yang digunakan dalam mencapai tujuan secara efektif serta efisien (Syamsuddin, 2017: 62). Demikian pula dengan pondok pesantren jikalau ingin mencapai tujuan lembaganya maka harus menggunakan manajemen, serta untuk mewujudkan suatu pendidikan yang bermutu di pondok pesantren sudah tentu diperlukan manajemen yang baik dan tentunya manajemen yang baik adalah yang mengacu kepada fungsi-fungsi manajemen itu sendiri. Karena manajemen erat kaitannya dengan pencapaian suatu tujuan yang dilakukan melalui dan dengan orang-orang lain dalam pengelolaannya (Jahari & Syarbini, 2013: 2).
Di Kota Sukabumi pondok pesantren Alquran Al-Ghozaliyyah merupakan lembaga pendidikan Islam yang mempunyai tujuan untuk menumbuh kembangkan wawasan keislaman sehingga memunculkan akhlakul karimah pada diri santri, pondok pesantren ini mempunyai arti nilai sendiri mengenai perkembangan santri dalam masyarakat sehingga pesantren tersebut menjadi harapan masyarakat sekitarnya guna mendidik dan mengajarkan santrinya agar kelak berguna bagi Bangsa Negara terutama bagi Agama serta agar dapat mengimplementasikan apa yang telah dipelajarinya di pondok pesantren Alquran Al-Ghozalaiyyah.
Berdasarkan studi pendahuluan di lapangan yang dilakukan oleh penulis kepada salah satu pengurus pesantren Alquran Al-Ghozaliyyah Citamiang Kota Sukabumi pada tanggal 17 Desember 2018 kepada saudara Abdul Latif. Diperoleh
informasi bahwa pondok pesantren Alquran Al-Ghozaliyyah Citamiang Kota Sukabumi ada peningkatan sarana dan prasarana dari tahun ke tahun namun sarana dan prasarana tersebut belum terkelola secara optimal, kurangnya kesadaran santri dalam memelihara sarana dan prasarana yang ada di pondok pesantren, serta mempunyai kekurangan dalam tata kelola manajerial contohnya dari segi perencanaan pembelajaran yang masih bersifat kondisional dilakukan belum tertuang dalam bentuk tulisan.
Berdasarkan fenomena yang terjadi diatas, maka dilakukan penelitian lebih lanjut dengan identifikasi masalah yakni bagaimana kondisi objektif pondok pesantren Alquran Al-Ghozaliyyah Citamiang Kota Sukabumi. Bagaimana pelaksanaan manajemen di pondok pesantren Alquran Al-Ghozaliyyah Citamiang Kota Sukabumi. Oleh karena itu, penulis melakukan penelitian dengan mengambil judul “Manajemen Sarana dan Prasarana di Pondok Pesantren Alquran Al- Ghozaliyyah Citamiang Kota Sukabumi”.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan permasalahan diatas, maka dapat dibatasi penelitian ini melalui beberapa rumusan masalah yaitu:
1. Bagaimana Latar Alamiah Pondok Pesantren Alquran Al-Ghozaliyyah Citamiang Kota Sukabumi?
2. Bagaimana Perencanaan Sarana dan Prasarana di Pondok Pesantren Alquran Al-Ghozaliyyah Citamiang Kota Sukabumi?
3. Bagaimana Pengadaan Sarana dan Prasarana di Pondok Pesantren Alquran Al-Ghozaliyyah Citamiang Kota Sukabumi?
4. Bagaimana Penyaluran Sarana dan Prasarana di Pondok Pesantren Alquran Al-Ghozaliyyah Citamiang Kota Sukabumi?
5. Bagaimana Inventarisasi Sarana dan Prasarana di Pondok Pesantren Alquran Al-Ghozaliyyah Citamiang Kota Sukabumi?
6. Bagaimana Pemeliharaan Sarana dan Prasarana di Pondok Pesantren Alquran Al-Ghozaliyyah Citamiang Kota Sukabumi?
7. Bagaimana Penyimpanan Sarana dan Prasarana di Pondok Pesantren Alquran Al-Ghozaliyyah Citamiang Kota Sukabumi?
8. Bagaimana Penghapusan Sarana dan Prasarana di Pondok Pesantren Alquran Al-Ghozaliyyah Citamiang Kota Sukabumi?
9. Apa Faktor Penghambat dan Penunjang Manajemen Sarana dan Prasarana di Pondok Pesantren Alquran Al-Ghozaliyyah Citamiang Kota Sukabumi?
10. Bagaimana Hasil Manajemen Sarana dan Prasarana di Pondok Pesantren Alquran Al-Ghozaliyyah Citamiang Kota Sukabumi?
C. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Untuk Mengetahui Latar Alamiah Pondok Pesantren Alquran Al- Ghozaliyyah Citamiang Kota Sukabumi.
2. Untuk Mengetahui Perencanaan Sarana dan Prasarana di Pondok Pesantren Alquran Al-Ghozaliyyah Citamiang Kota Sukabumi.
3. Untuk Mengetahui Pengadaan Sarana dan Prasarana di Pondok Pesantren Alquran Al-Ghozaliyyah Citamiang Kota Sukabumi.
4. Untuk Mengetahui Penyaluran Sarana dan Prasarana di Pondok Pesantren Alquran Al-Ghozaliyyah Citamiang Kota Sukabumi.
5. Untuk Mengetahui Inventarisasi Sarana dan Prasarana di Pondok Pesantren Alquran Al-Ghozaliyyah Citamiang Kota Sukabumi.
6. Untuk Mengetahui Pemeliharaan Sarana dan Prasarana di Pondok Pesantren Alquran Al-Ghozaliyyah Citamiang Kota Sukabumi.
7. Untuk Mengetahui Penyimpanan Sarana dan Prasarana di Pondok Pesantren Alquran Al-Ghozaliyyah Citamiang Kota Sukabumi.
8. Untuk Mengetahui Penghapusan Sarana dan Prasarana di Pondok Pesantren Alquran Al-Ghozaliyyah Citamiang Kota Sukabumi.
9. Untuk Mengetahui Faktor Penghambat dan Penunjang Manajemen Sarana dan Prasarana di Pondok Pesantren Alquran Al-Ghozaliyyah Citamiang Kota Sukabumi.
10. Untuk Mengetahui Hasil Manajemen Sarana dan Prasarana di Pondok Pesantren Alquran Al-Ghozaliyyah Citamiang Kota Sukabumi.
D. Kegunaan Penelitian
Adapun kegunaan dari penelitian ini yaitu sebagai berikut:
1. Kegunaan Teoritis, hasil penelitian ini mampu mengembangkan teori tentang manajemen sarana dan prasarana di pondok pesantren.
2. Kegunaan Praktis, hasil penelitian ini diharapkan mampu mengembangkan konsep tentang sarana dan prasarana di pondok pesantren.
E. Kerangka Pemikiran
Manajemen secara etimologi berasal dari bahasa Latin yaitu dari asal kata
“manus” yang berarti tangan dan “agere” yang berarti melakukan. Adapun secara terminologis manajemen sebagai peranan dan sebagai tugas, peranan manajemen yaitu administrasi dan tugas manajemen yaitu melaksanakan fungsi-fungsinya (Zulkifli, 2017: 3). Berkenaan dengan definisinya dikemukakan oleh para ahli dengan redaksi yang berbeda-beda. Menurut Terry (2009: 1) dalam Jahari (2013:
1), manajemen adalah suatu proses yang terdiri atas perencanaan, pengorganisasian, penggerakan pelaksanaan dan pengawasan, dengan memanfaatkan baik ilmu maupun seni, agar dapat menyelesaikan tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Sementara menurut Stoner (1982: 2) dalam Jahari (2013:2), manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha- usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya-sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Manajemen dapat diartikan pula sebagai pengelolaan, ketatalaksanaan, dan kepengurusan dalam suatu lembaga (Aifudin, 2016: 356). Adapun menurut Yakin (2014: 200) manajemen yaitu konsep yang mengkaji perilaku beserta sistem yang berkaitan dengan perubahan dan pengembangan lembaga.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 55 Tahun 2007 tentang Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan Pasal 1 (4) Pesantren atau Pondok Pesantren adalah lembaga pendidikan keagamaan Islam berbasis masyarakat yang menyelenggarakan pendidikan diniyah atau secara terpadu dengan jenis pendidikan lainnya.
Adapun menurut Peraturan Menteri Agama Republik Indonesia Nomor 18 Tahun 2014 tentang Satuan Pendidikan Muadalah pada Pondok Pesantren Pasal 1 (3) Pondok pesantren yang selanjutnya disebut pesantren adalah lembaga pendidikan keagamaan Islam yang diselenggarakan oleh masyarakat yang menyelenggarakan satuan pendidikan pesantren dan/atau secara terpadu menyelenggarakan jenis pendidikan lainnya.
Pondok pesantren secara etimologi berasal dari dua kata, yakni pondok yang berasal dari bahasa arab funduq yang artinya asrama atau tempat menginap, dan pesantren dari kata santri yang diberi imbuhan awal “pe” dan akhiran “an” yang bermakna para penuntut ilmu (Ali dan Daud dalam Zulhimma, 2013: 166).
Adapun menurut Indra dalam Hayati (2015: 99) santri adalah gabungan dari dua kata yakni sant (manusia baik) dan tra (suka menolong) sehingga pesantren dapat dikatakan sebagai tempat untuk membina manusia menjadi lebih baik.
Sedangkan pondok pesantren menurut Mastuhu dalam Zulhimma (2013:
166) secara istilah yaitu lembaga pendidikan tradisional Islam dari mulai mempelajari ajaran Islam hingga mengamalkannya dengan menekankan pentingnya moral dalam keseharian. Adapun menurut Nasir dalam Hayati (2015:
99) pondok pesantren ialah lembaga yang memberikan pendidikan dan pengajaran ilmu agama Islam.
Sebagai suatu lembaga pendidikan Islam yang tertua di Indonesia atau bahkan di dunia (Zulkifli, 2017: 1) pondok pesantren memiliki kelebihan salah satunya yaitu menciptakan sikap hidup yang mandiri dan tidak bergantung kepada apapun dan siapapun (Yakin, 2014: 200). Perkembangan dan kemajuan pesantren erat kaitannya dengan manajemen yang dikembangkan.
Penjabaran mengenai fungsi-fungsi manajemen di pondok pesantren diantaranya: Planning, ialah rancangan-rangcangan yang akan dilakukan di masa mendatang baik berupa kegiatan maupun konsep pengajaran di pondok pesantren.
Organizing, berarti pengorganisasian orang-orang yang akan melaksanakan konsep yang di rencanakan di pondok pesantren dalam hal ini berarti pengurus pesantren. Actuating, proses pelaksanaannya kegiatan atau konsep sebagaimana hal ini merupakan tindak lanjut dari pengorganisasian pengurus pondok pesantren.
Controlling, atau lebih dikenal dengan pengawasan sering disebut juga pengendalian (Badrudin, 2015: 17) yakni mengadakan koreksi atau pemantauan terhadap kegiatan yang dilakukan di pondok pesantren dalam hal ini biasanya dilaksanakan oleh pimpinan pondok.
Sebagai suatu lembaga pendidikan pondok pesantren memiliki tujuan, sebagaimana pendapat Zulhimma (2013: 168-169) tujuan pondok pesantren dapat dilihat dari 2 segi, yaitu secara umum membimbing santri agar berkepribadian Islami, dan secara khusus mempersiapkan para santri agar menjadi alim dalam agama sebagaimana diajarkan oleh kyai. Adapun unsur-unsur pondok pesantren menurut Dhofier yang dikutip Zulhimma (2013: 169) ialah: kyai, asrama, santri, masjid, dan pengajian kitab-kitab.
Keberhasilan pondok pesantren dalam mengelola sebuah lembaga tergantung dari konsep manajemen yang diterapkan, apabila bagus maka pondok pesantren tersebut akan cenderung ditiru oleh yang lainnya. Kajian keberhasilan mengenai penerapan konsep manajemen di pondok pesantren perlu diungkapkan agar pengguna hasil penelitian dapat memperoleh manfaat secara optimal.
Sarana dan prasarana di pondok pesantren pula memerlukan disiplin ilmu manajemen agar dalam pengelolaannya dapat dioptimalkan secara efektif dan efisien. Sejalan dengan pendapat Bafadal (2003) dalam Jahari (2013: 66-67) tujuan manajemen sarana prasarana ialah: agar upaya pengadaan sarana dan prasarana lembaga sesuai dengan kebutuhannya, agar pemakaian sarana dan prasarana efisien dan tepat guna, dan agar mengupayakan pemeliharaan sarana dan prasarana dengan baik.
Manajemen sarana dan prasarana tugasnya yaitu mengatur dan menjaga sarana dan prasarana agar dapat memberikan kontribusi secara penuh, optimal, dan berarti pada prosses jalannya pendidikan di lembaga (Mulyasa, 2012: 49-50).
Penelitian kualitatif yang bersifat eksploratoris dan peneliti memanfaatkan pendahuluan untuk mengeksplorasi suatu topik yang tidak bisa diidentifikasi variabel-variabel ataupun teorinya (Creswell, 2013: 147). Sedangkan menurut Moleong (2007: 8) Penelitian kualitatif yaitu penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya perilaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain, secara holistik dan dalam bentuk kata-kata dan bahasa pada suatu konteks khusus yang alami dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah.
Oleh karena itu, penelitian dengan pendekatan kualitatif ini akan mengkaji berbagai masalah yang dilandasi oleh kajian latar alamiah mengenai keberadaan pondok pesantren Al-Ghozalliyah Citamiang Kota Sukabumi sebagai setting penelitian. Penelitian kualitatif ditujukan untuk memahami fenomena-fenomena sosial yang terjadi dari sudut partisipan. Partisipan adalah orang-orang yang diajak berbicara, berdiskusi, diobservasi, diminta memberikan data, pendapat, pemikiran dan persepsinya. Pemahaman diperoleh dari analisis berbagai keterkaitan dari partisipan dan melalui uraian tentang situasi dan peristiwa (Sukmadinata, 2013:
94). Agar lebih jelas, kerangka pemikiran tersebut dapat dilihat melalui skema seperti pada halaman berikut:
MANAJEMEN SARANA DAN PRASARANA DI PONDOK PESANTREN ALQURAN AL-GHOZALIYYAH CITAMIANG KOTA SUKABUMI
Latar Alamiah Pondok Pesantren Alquran Al-Ghozaliyyah Citamiang Kota Sukabumi
Ruang Lingkup Pelaksanaan Manajemen Sarana dan Prasarana di Pondok Pesantren Alquran Al-Ghozaliyyah Citamiang Kota Sukabumi
1. Perencanaan Sarana dan Prasarana 5. Pemeliharaan Sarana dan Prasarana 2. Pengadaan Sarana dan Prasarana 6. PenyimpananSarana dan Prasarana 3. Penyaluran Sarana dan Prasarana 7. Penghapusan Sarana dan Prasarana 4. Inventarisasi Sarana dan Prasarana
(Ananda & Banurea, 2017: 36) Faktor
Penunjang
Faktor Penghambat
Hasil yang dicapai
Untuk lebih memperdalam kajian mengenai Manajemen Sarana dan Prasarana di Pondok Pesantren Alquran Al-Ghozaliyyah Citamiang Kota Sukabumi, telah dikaji beberapa pustaka yang relevan dengan penelitian ini, yaitu:
1. Buku Dasar-Dasar Manajemen karya Badrudin Tahun 2013: Alfabeta Bandung. Buku ini menjelaskan tentang konsep dasar teori-teori manajemen, urgensi manajemen, tujuan manajemen, serta pengertian manajemen dari berbagai ahli.
2. Buku Manajemen Madrasah karya Jaja Jahari Tahun 2013. Penerbit Alfabeta Bandung. Buku ini menjelaskan tentang konsep dasar, teori, strategi dan implementasi dalam mengatur dan mengelola suatu madrasah secara baik dan professional guna mengembangkan madrasah sebagai salah satu lembaga pendidikan Islam yang berkelas, unggul dan kredibel.
3. Buku Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan karya Ahmad Nurabadi Tahun 2014. Penerbit Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Malang.
Buku ini menjelaskan tentang manajemen sarana dan prasarana di dalam dunia pendidikan dari mulai konsep dasar manajemen sarana dan prasarana, proses manajemen sarana dan prasarana serta standarisasi sarana dan prasarana dari mulai pendidikan tingkat dasar hingga pendidikan tingkat menengah.
4. Buku Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Karya Rusydi Ananda dan Oda Kinata Banurea Tahun 2017. Penerbit CV Widya Puspita Medan.
Buku ini menjelaskan tentang manajemen sarana dan prasarana secara detail dan lengkap dari mulai pengertian mendasar tentang manajemen sarana dan prasarana, ruang lingkup serta cakupan manajemen sarana dan prasarana dalam dunia pendidikan, selain itu juga dilengkapi dengan standar sarana dan prasarana di sekolah dari mulai taman kanak-kanak hingga ke sekolah tingkat menengah. Dilengkapi pula bagaimana manajemen ruang belajar, ruang kantor, ruang laboratorium, ruang perpustakaan hingga manajemen lingkungan sekolah serta sarana dan prasarana penunjang yang lainnya.
Mutu Pembelajaran di SD Negeri Lamteubee Aceh Besar Karya Trisnawati, Cut Zahri Harun, Nasir Usman. Penerbit Jurnal Magister Administrasi Pendidikan Pascasarjana Universitas Syiah Kuala Vol. 7 No. 1 Februari 2019. Jurnal ini mendeskripsikan dengan nyata dan benar tentang manajemen sarana dan prasarana dalam meningkatkan mutu pembelajaran di sekolah dasar negeri lamteubee Aceh Besar yang di awali dengan perencanaan sarana dan prasarana, pengadaan sarana dan prasarana, pemanfaatan sarana dan prasarana, pemeliharaan sarana dan prasarana, dan penghapusan sarana prasarana.
6. Jurnal Manajemen Pengelolaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Jasmani di SMA Negeri se-Kota Yogyakarta Karya Saryono dan Bangun Sri Hutomo.
Penerbit Jurnal Pendidikan Jasmani Indonesia Vol. 12 No. 1 April 2016.
Jurnal ini mengggambarkan fakta mengenai pengelolaan manajemen sarana dan prasarana pendidikan jasmani di sekolah menengah atas se-kota Yogyakarta yang di latar belakangi oleh kurang maksimalnya pengelola dalam mengelola sarana dan prasarana pendidikan jasmani di sekolah menengah atas di kota tersebut.
7. Jurnal Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan dalam Pembelajaran di SD Karya Nasrudin dan Maryadi. Penerbit Jurnal Manajemen Pendidikan Vol. 13 No. 1 Januari 2018. Jurnal ini bertujuan untuk mengetahui manajemen sarana dan prasarana dalam prosesnya suatu pembelajaran dengan objeknya yang terdiri dari: perencanaan, penetapan, inventarisasi, pemeliharaan dan penghapusan yang subjek penelitiannya adalah guru.
8. Dalam Skripsi yang berjudul Manajemen Sarana dan Prasarana Pondok Pesantren Penelitian di Pondok Pesantren Hidayatul Faizien Garut. Karya Rohimat Mahasiswa Jurusan Manajemen Pendidikan Islam Fakultas Tarbiyah dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung ( UIN Bandung) Tahun 2018. Adapun isi dari penelitian yang relevan mengenai manajemen sarana dan prasarana di pondok pesantren yaitu terdiri dari perencanaan sarana dan prasarana, pengadaan sarana dan prasarana, inventarisasi sarana dan prasarana, pemeliharaan sarana dan
dilakukan saudara Rohimat dengan penelitian yang peneliti kaji yaitu dari segi ruang lingkup atau cakupan manajemen sarana dan prasarana di pondok pesantren yaitu: perencanaan, pengadaan, penyaluran, inventarisasi, pemeliharaan, penyimpanan, serta penghapusan sarana dan prasarana.