• Tidak ada hasil yang ditemukan

Surat Pengantar Nomor : W12.PAS.PAS.7.PR

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Surat Pengantar Nomor : W12.PAS.PAS.7.PR"

Copied!
45
0
0

Teks penuh

(1)

KEMENTERIAN HUKUM DAN HAK ASASI MANUSIA REPUBLIK INDONESIA

KANTOR WILAYAH BANTEN

LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK KELAS I TANGERANG Jalan Daan Mogot No. 29 C TANGERANG

Telp. ( 021 ) 5523446, Faksimili 021 – 5523446

Laman : lpkatangerang.kemenkumham.go.id, Surel : [email protected] / [email protected]

Tangerang, 7 Maret 2022 Yth. Kepala Kantor Wilayah

Kementerian Hukum dan HAM Banten di tempat

Surat Pengantar

Nomor : W12.PAS.PAS.7.PR.04.04- 002

No Uraian Banyaknya Keterangan

1 Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Tahun 2021 pada LPKA Kelas I Tangerang

1 (satu) berkas Dikirim dengan hormat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Kepala,

Setyo Pratiwi

NIP 196606231991032001

Tembusan :

1. Sekretaris Jenderal Kementerian Hukum dan HAM RI;

2. Direktur Jenderal Pemasyarakatan.

(2)

LKIP LPKA KELAS I TANGERANG 2021

LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK KELAS I TANGERANG

Tlp 021-5523446 Fax 021-5523446 Email [email protected]

TAHUN 2021

(3)

LKIP LPKA KELAS I TANGERANG | 2021

KATA PENGANTAR

Penyusunan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Tangerang (LPKA) tahun 2021 merupakan salah satu wujud pertanggung jawaban LPKA Kelas I Tangerang kepada publik atas pelaksanaan tugas dan fungsi LPKA Kelas I Tangerang pada tahun anggaran 2021. Selain itu, LKIP ini juga akan menjadi bahan evaluasi yang digunakan dalam proses perencanaan program dan kegiatan di tahun-tahun berikutnya. Penyusunan LKIP LPKA Kelas I Tangerang mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 8 tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah, Instruksi Presiden Nomor 7 tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, dan Instruksi Presiden Nomor 5 tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi, serta Rencana Strategis Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia 2019-2024 dan Rencana Strategis Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Tahun 2019-2024.

LKIP ini memuat capaian-capaian dari target kinerja LPKA Kelas I Tangerang tahun 2021. Analisis atas capaian kinerja yang dituangkan dalam LKIP ini merupakan analisis terhadap capaian indikator kinerja LPKA Kelas I Tangerang. Dengan menggunakan metode analisis ini, diharapkan substansi dari LKIP LPKA Kelas I Tangerang ini dapat menghasilkan sejumlah identifikasi terhadap capaian kinerja, sehingga bermanfaat bagi perbaikan kinerja di masa yang akan datang.

Dalam perjalanannya, pencapaian sasaran dan tujuan organisasi mengalami permasalahan dan hambatan baik dari aspek organisasi, tata laksana, SDM, maupun sarana dan prasarana. Dengan segala keterbatasan dan permasalahan yang ada sangat disadari bahwa hal ini akan menjadi faktor yang menjadikan tidak optimalnya kinerja LPKA Kelas I Tangerang. Namun demikian hal tersebut bukan menjadi pengikat bagi kami untuk terus berkarya mewujudkan visi dan misi organisasi baik dalam penegakan hukum maupun pelayanan hak asasi manusia.

(4)

Akhirnya, dengan semangat transparansi dan komitmen untuk memberikan kontribusi terbaik, LPKA Kelas I Tangerang akan terus berupaya membangun kultur organisasi yang lebih transparan dan akuntabel, agar kepercayaan publik terhadap institusi Pemasyarakatan semakin meningkat. Tidak lupa kami ucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semua pihak yang telah membantu pelaksanaan berbagai agenda LPKA Kelas I Tangerang sehingga dapat terlaksana sesuai yang diharapkan.

Semoga dokumen ini memberikan manfaat bagi peningkatan kinerja Pemasyarakatan serta Kementerian Hukum dan HAM.

Tangerang, 31 Desember 2021

Kepala Lembaga Pembinaan Khusus Anak Tangerang

K E P A L A

SETYO PRATIWI

NIP 196606231991032001

(5)

LKIP LPKA KELAS I TANGERANG | 2021

RINGKASAN EKSEKUTIF

Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Tangerang (LPKA) merupakan unit pelaksana teknis pemasyarakatan yang mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas pokok Kementerian Hukum dan HAM RI di bidang penempatan, perawatan, dan pelayanan tahana. LPKA Tangerang mempunyai visi misi “Menjadi Penyelenggaran pemasyarakatan yang professional dalam penegakan hukum dan perlindungan HAM” dengan menetapkan misi antara lain :

1. Menegakan hukum dan hak asasi manusia terhadap tahanan, anak binaan pemasyarakatan, anak, dan klien pemasyarakatan;

2. Mengambangkan pengelolaan pemasyarakatan dan menerapkan standar pemsyarakatan berbasis IT;

3. Meningkatkan partisipasi masyarakat (pelib atan, dukungan, dan pengawasan) dalam penyelenggaraan pemasyarakatan;

4. Mengembangkan profesionalisme dan budaya kerja petugas pemasyarakatan yang bersih dan bermanfaat;

5. Melakukan pengkajian dan pengembangan penyelenggaraan pemasyarakatan.

Dalam pelaksanaan tugas dan fungsi, LPKA Tangerang mengacu kepada Rencana Strategis Rencana Stragegis Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Tahun 2019 - 2024 ( Renstra 2019-2024) yang kemudian di tuangkan dalam perjanjian kinerja antara unit eselon II dengan LPKA Tangerang untuk mencapai target kinerja yang telah ditentukan. Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud, LPKA Tangerang menyelenggarakan fungsi antara lain :

1. Melakukan pelayanan dan perawatan terhadap para tersangka/terdakwa;

2. Melakukan pemeliharaan keamanan dan ketertiban LPKA;

3. Melakukan urusan tata usaha LPKA;

Selama periode tahun 2021, telah dilaksanakan beberapa kegiatan untuk mencapai target kinerja sesuai dengan perjanjian kinerja antara Kantor

(6)

Wilayah dengan LPKA Tangerang. Dari total 10 indikator kinerja LPKA Tangerang, hasil penilaian seluruh indikator kinerja LPKA Tangerang sampai dengan akhir tahun 2021 yaitu sebesar 97.66 dengan capaian realisasi anggaran sebesar 99.47%

CAPAIAN KINERJA LPKA TANGERANG TAHUN REALISASI

ANGGARAN

INDIKATOR KINERJA

PERFORMANCE

2020 98.50 90.61 94.56

2021 99.47 95.85 97.66

Berdasarkan tabel diatas, anggaran pada tahun 2021 terjadi penurunan dalam realisasi anggaran yang mempengaruhi persentase indikator kinerja. Hal ini berimbas pada nilai performance LPKA Tangerang yang menurun. Ada beberapa hal yang mempengaruhi hal ini. Diantaranya pandemi Covid-19 yang melanda. Hal ini menyebabkan pemangkasan anggaran dan tidak terlaksananya beberapa program yang di rencanakan, serta, dalam indikator kinerja terdapat target yang tidak terpenuhi dikarenakan output pelayanan pada indikator tersebut tidak terdapat pada LPKA Tangerang.

(7)

LKIP LPKA KELAS I TANGERANG | 2021

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Tangerang (LPKA) merupakan unit pelaksana teknis pemasyarakatan yang mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas pokok Kementerian Hukum dan HAM RI di bidang penempatan, perawatan, dan pelayanan tahanan. Bangunan LPKA Kelas I Tangerang ( pada awalnya untuk mengasingkan anak keturunan Belanda yang berbuat nakal ) dibangun pada tahun 1925 oleh Pemerintah Kolonial Belanda.

Pada tahun 1945 berubah menjadi Markas Resimen IV Tangerang, Tahun 1957 – 1961 dikelola oleh Jawatan Kepenjaraan dan namanya dirubah menjadi pendidikan negara dan kemudian pada tahun 1964 diserahkan kepada Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan namanya diubah menjadi Lembaga Pemasyarakatan Anak Pria Tangerang. Berdasarkan UU. No.11 tahun 2012 tentang Sistim Peradilan Anak diubah kembali menjadi Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Lokasi LPKA Kelas I Tangerang berada di pusat Kota Tangerang tepatnya di sebelah utara Pusat Pemerintahan Kota Tangerang dan berdekatan dengan Taman Makam Pahlawan Kota Tangerang.

Sesuai dengan keberadaannya sejak awal dibangun sampai saat ini, Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) telah melaksanakan tugas dan fungsinya sesuai yang diamanatkan oleh peraturan perundang-undangan. Untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas dan fungsi di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) serta memberikan gambaran tentang berbagai hal yang telah dilaksanakan serta hambatan-hambatan dalam pelaksanaan tugas, secara berkala dilakukan evaluasi yang salah satunya melalui Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP).

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) merupakan instrumen yang digunakan oleh instansi pemerintah dalam memenuhi kewajiban untuk mempertanggungjawabkan keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan misi organisasi. LKIP ini terdiri dari komponen-komponen yang merupakan satu

(8)

kesatuan, yaitu perencanaan strategis, perencanaan kinerja, pengukuran dan evaluasi kinerja, dan pelaporan kinerja. Sebagai implementasi LKIP inilah maka Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) disusun menjadi tindak lanjut dari proses pengukuran kinerja.

Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) dibuat sebagai implementasi Intruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dalam rangka pertanggung jawaban pelaksanaan tugas pokok dan fungsi lembaga berdasarkan perencanaan stratejik yang telah ditetapkan. Dalam LKIP disajikan capaian pelaksanaan program dan kegiatan pada LPKA Kelas I Tangerang beserta analisisnya, dalam rangka mencapai tujuan dan sasaran untuk tahun 2021. Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) LPKA Kelas I Tangerang ini difokuskan pada pencapaian kinerja selama tahun 2021.

LKIP LPKA Kelas I Tangerang dimaksudkan untuk memberikan gambaran mengenai :

1. Keberhasilan maupun kegagalan pencapaian kegiatan dan sasaran selama bulan Januari sampai dengan bulan Desember tahun berjalan.

2. Kendala-kendala yang ditemui dalam pelaksanaan kegiatan dan usaha- usaha yang dilakukan untuk kelancaran pelaksanaan tugas LPKA Kelas I Tangerang.

Sedangkan tujuan penyusunan LKIP adalah :

1. Sebagai wujud pertanggungjawaban pelaksanaan tugas dan fungsi Organisasi di lingkungan LPKA Kelas I Tangerang;

2. Untuk mengetahui tingkat capaian kinerja LPKA Kelas I Tangerang selama periode 1 (Satu) tahun;

3. Untuk bahan masukan bagi Jajaran Pimpinan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Banten, Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dan Kementerian Hukum dan HAM dalam menentukan kebijakan strategis pada masa mendatang.

LKIP LPKA Kelas I Tangerang merupakan perwujudan kewajiban organisasi untuk mempertanggung jawabkan keberhasilan dan kegagalan

(9)

LKIP LPKA KELAS I TANGERANG | 2021

pelaksanaan misi LPKA Kelas I Tangerang dalam mencapai sasaran dan tujuan yang telah ditetapkan secara periodik. Penyusunan LKIP ini juga merupakan salah satu perwujudan tekad untuk senantiasa bersungguh-sungguh mewujudkan penyelenggaraan pemerintahan negara dan pembangunan yang didasarkan pada prinsip-prinsip ”good govermance”

B. Dasar Hukum

1. Undang-Undang Nomor 8 tahun 1981 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana;

2. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan.

3. Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak.

4. Undang – Undang RI nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang bersih dan Bebas dari Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme.

5. Peraturan Pemerintah RI Nomor 32 Tahun 1999 Tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan.

6. Peraturan Pemerintah RI Nomor 28 Tahun 2006 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah No. 32 Tahun 1999 Tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan;

7. Peraturan Pemerintah RI Nomor 99 Tahun 2012 Tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Pemerintah No. 32 Tahun 1999 Tentang Syarat dan Tata Cara Pelaksanaan Hak Warga Binaan Pemasyarakatan;

8. Peraturan Pemerintah RI Nomor 57 Tahun 1999 Tentang Kerjasama Penyelenggaraan Pembinaan dan Pembimbingan Warga Binaan Pemasyarakatan;

9. Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;

10. Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi;

11. Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 28 Tahun 2014 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah Departemen Hukum dan HAM

(10)

LKIP LPKA KELAS I TANGERANG | 2021 9

12. Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 18 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pembinaan Khusus Anak;

13. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara No:

PER/9/M.PAN/5/2007 tentang Pedoman Umum Penetapan Indikator Kinerja Utama di Lingkungan Instansi Pemerintah;

14. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 13 Tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

C. Tugas, Fungsi, dan Wewenang.

Berdasarkan Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor : 18 tahun 2015 tanggal 04 Agustus 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Lembaga Pembinaan Khusus Anak Kelas I Tangerang mempunyai tugas melaksanakan perawatan terhadap para tersangka atau terdakwa sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam melaksanakan tugas tersebut, LPKA Kelas I Tangerang menyelenggarakan fungsi:

1. Melakukan pelayanan dan perawatan terhadap para tersangka/terdakwa;

2. Melakukan pemeliharaan keamanan dan ketertiban LPKA;

3. Melakukan urusan tata usaha LPKA;

(11)

LKIP LPKA KELAS I TANGERANG | 2021

D. Struktur Organisasi

(12)

STRUKTUR ORGANISASI

FUNGSI

Bagian Umum

Melakukan pengelolaan kepegawaian, tata usaha, penyusunan rencana anggaran, pengelolaan urusan keuangan, serta perlengkapan dan rumah tangga.

Seksi Registrasi dan Klasifikasi

Melakukan registrasi, penilaian dan pengklasifikasian serta perencanaan program pembinaan.

Seksi Pembinaan Melakukan pendidikan, pengasuhan, pengentasan, dan pelatihan keterampilan, serta layanan informasi.

Seksi Perawatan Melakukan pelayanan makanan, minuman dan perlengkapan serta pelayanan kesehatan.

Seksi Pengawasan dan Penegakan Disiplin

Melakukan pengawasan, pengadministrasian, dan penegakan disiplin.

E. PERMASALAHAN

Selama proses pencapaian hasil, berbagai kendala dan permasalahan seringkali timbul sebagai faktor penghambat. Secara umum permasalahan yang menjadi hambatan yang berpengaruh terhadap efisiensi dan efektifitas capaian LPKA Kelas I Tangerang adalah sebagai berikut :

1. Minimnya kualitas dan kuantitas SDM LPKA Kelas I Tangerang.

2. Minimnya dukungan anggaran dalam pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan.

3. Belum optimalnya pelaksanaan Akuntabilitas Kinerja Instasi Pemerintah pada LPKA Kelas I Tangerang.

4. Kurangnya sarana dan prasarana yang mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan.

5. Belum berjalannya proses pemasyarakatan secara optimal.

6. Minimnya program dan kegiatan yang dapat meningkatkan kapasitas dan kapabilitas SDM Pemasyarakatan.

(13)

LKIP LPKA KELAS I TANGERANG | 2021

7. Kurang responsif nya pihak stakeholder, dalam hal ini disdukcapil tentang pengadaan Kartu Identitas Anak.

8. Dampak dari pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia berimbas kepada program dan anggaran LPKA Tangerang.

F. SISTEMATIKA PELAPORAN

Sistematika penyajian pelaporan kinerja LPKA Tangerang periode tahun 2020 berpedoman pada peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi No 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, Pelaporan Kinerja, dan Tata Cara Review atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, Yaitu sebagai Berikut :

KATA PENGANTAR : Menyajikan gambaran singkat sebagai pengantar berkaitan dengan Laporan Kinerja LPKA Tangerang Tahun 2021

RINGKASAN EKSEKUTIF : Menyajikan isi laporan kinerja LPKA Tangerang Periode Tahun 2021

BAB I PENDAHULUAN

Menejelaskan secara singkat latar belakang penulisan laporan, tugas, dan fungsi, permasalahan, struktur organisasi, dan sistematika laporan.

BAB II PERENCANAAN KINERJA

Menjelaskan Visi dan Misi, Rencana Strategis, Indikator Kinerja, dan anggaran LPKA Tangerang

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA

Menguraikan analisis pencapaian kinerja baik dari sisi indikator kinerja maupun penyerapan anggaran serta upaya yang dilakukan LPKA Tangerang dalam mencapai target kinerja sesuai dengan perjanjian kinerja dan rencana strategis Direktorat Jenderal Pemasyarakatan tahun 2021

BAB IV PENUTUP

(14)

Menjelaskan kesimpulan menyeluruh Laporan Kinerja LPKA Tangerang tahun 2021 serta strategi tindak lanjut pada tahun 2022

(15)

LKIP LPKA KELAS I TANGERANG | 2021

BAB II

PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA

A. Rencana Strategis

Sesuai dengan Rencana Strategis Direktorat Jenderal Pemasyarakatan tahun 2019-2024, ditetapkan bahwa visi, misi dan tujuan dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan adalah merupakan visi, misi, dan tujuan yang harus dipedomani oleh Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan. Visi, misi, dan tujuannya adalah sebagai berikut :

1. Visi dan Misi

Isu-isu strategis pemasyarakatan sebagai gambaran keadaan yang terus menerus dihadapi dalam upaya untuk mewujudkan sistem hukum nasional yang mencakup pembangunan substansi hukum, penyempurnaan struktur hukum dan pelibatan seluruh komponen masyarakat yang mempunyai kesadaran hukum tinggi untuk mendukung pembentukan sistem hukum nasional yang dicita-citakan sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional 2005-2025. Berdasarkan hasil analisis lingkungan strategis maka dirumuskan visi dan misi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan yaitu :

Visi : Menjadi Penyelenggara Pemasyarakatan yang profesional dalam penegakan hukum dan perlindungan HAM.

Misi : • Menegakkan hukum dan hak asasi manusia terhadap tahanan, andikpas, anak, dan klien pemasyarakatan.

• Mengembangkan pengelolaan pemasyarakatan dan menerapkan standar pemasyarakatan berbasis IT.

• Meningkatkan pastisipasi masyarakat (pelibatan, dukungan dan pengawasan) dalam penyelenggaraan pemasyarakatan.

• Mengembangkan profesionalisme dan budaya kerja petugas pemasyarakatan yang bersih dan bermartabat.

• Melakukan pengkajian dan pengembangan penyelenggaraan pemasyarakatan.

(16)

Nilai-Nilai Dasar

a. Profesional;

b. Akuntabel;

c. Sinergi;

d. Transparan;

e. Inovatif;

2. Tujuan.

Tujuan merupakan penjabaran dari visi dan misi serta didasarkan pada isu-isu dan analisis strategis. Tujuan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk mendukung upaya pencapaian visi dan misi Direktorat Jenderal Pemasyarakatan adalah sebagai berikut :

a. Meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelaksanaan sistem pemasyarakatan.

b. Terbangunnya kelembagaan yang akuntabel, transparan dan berbasis kinerja.

c. Terwujudnya sinergi dengan institusi terkait dan masyarakat dalam penyelenggaraan pemasyarakatan.

d. Terwujudnya reintegrasi sosial WBP secara sehat dalam hidup, kehidupan, dan penghidupan.

e. Terpenuhinya kebutuhan dasar WBP.

f. Terlindunginya dan terpeliharanya benda sitaan dan barang rampasan negara.

g. Terwujudnya keamanan dan ketertiban UPT Pemasyarakatan.

h. Meningkatnya profesionalisme dan budaya kerja petugas pemasyarakatan yang bersih dan bermartabat.

i. Terwujudnya penyelenggaraan pemasyarakatan berbasis teknologi informasi (menuju e-government).

3. Sasaran

Sasaran merupakan penjabaran dari tujuan yang menggambarkan sesuatu yang akan dicapai melalui serangkaian kebijakan, program dan kegiatan prioritas agar penggunaan sumber daya dapat efisien dan efektif.

(17)

LKIP LPKA KELAS I TANGERANG | 2021

Sasaran yang ditetapkan berdasarkan visi, misi, tujuan dan nilai organisasi adalah sebagai berikut :

a. Perspektif Stakeholder

• Meningkatnya kesadaran hukum WBP dan tahanan

• Meningkatnya kualitas pelayanan pemasyarakatan

• Meningkatnya pemahaman masyarakat tentang pemasyarakatan

• Meningkatnya produktifitas WBP menuju manusia mandiri yang berdaya guna

b. Perspektif Proses Internal

• Meningkatkan standarisasi pelayanan pemasyarakatan.

• Meningkatkan koordiasi dan kerjasama

• Meningkatkan kualitas pengawasan internal pemasyarakatan

• Meningkatkan partisipasi public dalam mendorong reintegrasi sosial c. Perspektif Pengembangan Organisasi

• Mengembangkan kompetensi, integritas, profesionalisme dan etos kerja petugas pemasyarakatan

• Mengembangkan iklim dan budaya kerja yang kondusif

• Optimalisasi proses pemasyarakatan berbasis teknologi informasi d. Perspektif Anggaran

• Peningkatan akuntabilitas

B. Perjanjian Kinerja

Perjanjian Kinerja pada UPT Pemasyarakatan merupakan tekad dan janji rencana kinerja tahunan yang akan dicapai antara pimpinan UPT Pemasyarakatan yang menerima amanah/tanggungjawab/kinerja dengan Direktur Jenderal Pemasyarakatan sebagai pihak yang memberikan amanah/tanggungjawab/kinerja. Dengan demikian, Perjanjian Kinerja ini merupakan suatu janji kinerja yang akan diwujudkan oleh seorang pejabat penerima amanah kepada atasan langsungnya.

Perjanjian Kinerja ini akan menggambarkan capaian kinerja yang akan diwujudkan oleh UPT Pemasyarakatan dalam kurun waktu satu tahun dengan mempertimbangkan sumber daya yang dikelolanya. Berikut akan diuraikan target kinerja tahun 2021 sesuai dengan indikator setiap sasaran serta kegiatan

(18)

yang dilakukan dalam upaya mencapai target kinerja yang telah ditetapkan dalam Perjanjian Kinerja Tahun 2021.

Tabel Indikator Kinerja Tahun 2021 Sasaran

Strategis

Indikator Kinerja Target

Meningkatnya Pemenuhan Hak Pendidikan Anak di

LPKA dan

Pengentasan Anak

1. Persentase Anak yang melanjutkan

pendidikan 60%

2. Persentase Anak yang mengikuti kegiatan Pendidikan keterampilan dan bersertifikat 70%

3. Persentase Anak yang memperoleh hak

integrasi 100%

4. Persentase Anak yang memperoleh Hak

Remisi 100%

5. Persentase Anak yang memperoleh hak pengasuhan sesuai standar 70%

6. Persentase Anak yang mengikuti Pendidikan formal dan non formal 70%

Meningkatnya pelayanan

keamanan dan ketertiban

1. Persentase Pengaduan yang ditindaklanjuti

sesuai standar 75%

2. Persentase gangguan kamtib yang dapat

dicegah 60%

3. Persentase kepatuhan dan disiplin terhadap tata tertib oleh tahanan/narapidana/anak pelaku gangguan kamtib

75%

4. Persentase pemulihan kondisi keamaan pasca gangguan kamtib secara tuntas 60%

(19)

LKIP LPKA KELAS I TANGERANG | 2021

Meningkatnya pelayanan perawatan

narapidana/tahan an/anak,pengenda lian penyakit menular dan peningkatan

kualitas hidup narapidana

peserta rehabilitasi narkokita

1. Persentase pemenuhan layanan makanan bagi tahanan/narapidana/anak sesuai dengan standar

71%

2. Persentase tahanan/narapidana/anak mendapatkan layanan Kesehatan (preventif) secara berkualitas 92%

3. Persentase tahanan dan narapidana perempuan (ibu hamil dan menyusui) mendapatkan akses layanan Kesehatan

maternal 95%

4. Persentase tahanan/narapidana/ anak yang mengalami gangguan mental dapat tertangani

60%

5. Persentase tahanan/narapidana/lansia yang mendapatkan layanan Kesehatan sesuai standar

75%

6. Persentase tahanan/narapidana/anak berkebutuhan khusus (disabilitas) yang mendapatkan layanan Kesehatan sesuai

standar 75%

7. Persentase keberhasilan penangan penyakit menular HIV-AIDS (ditekan jumlah virusnya) dan TB Positif (berhasil sembuh)

60%

8. Persentase perubahan kualitas hidup pecandu/penyalahguna/korban

penyalahgunaan narkotika 23%

(20)

Meningkatnya Dukungan layanan manajemen Satker

1. Tersusunya dokumen rencana kerja, anggaran UPT pemasyarakatan dan pelaporan yang akuntabel tepat waktu

1 Layan an 2. Tersusunnya dokumen pengelolaan BMN

dan Kerumah Tanggaan

1 Layan an 3. Terpenuhinya data dan peningkatan

kompetensi pegawai pemasyarakatan

1 Layan an 4. Tersusunya dokumen pelaksanaan

anggaran dan laporan keuangan yang akuntabel dan tepat waktu

1 Layan an 5. Jumlah layanan perkantoran

1 Layan a

6. Nilai IKPA 100

7. Nilai SMART 100

C. PROGRAM DAN ANGGARAN

Disamping pengukuran terhadap indikator kinerja, dibutuhkan Analisa terhadap optimalisasi penyerapan anggaran sebagai bentuk transparansi dan pertanggung jawaban terhadap penggunaan anggaran dalam pelaksanaan program untuk mencapai sasaran strategis Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

Pagu anggaran tahun 2021 yaitu sebesar Rp. 7.785.869.000,- dengan rincian alokasi sebagai berikut :

TABEL ALOKASI ANGGARAN

KODE PROGRAM/LAYANAN PAGU

5252 Program Penegakan dan Pelayanan Hukum

902.692.000,- 6321 Dukungan Manajemen Satker 6.883.177.000,-

(21)

LKIP LPKA KELAS I TANGERANG | 2021

BAB III

AKUNTABILITAS KIINERJA

A. Capaian Kinerja Organisasi

Kinerja (performance) adalah gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaan suatu kegiatan/ program/ kebijakan dalam mewujudkan sasaran, tujuan, misi dan visi organisasi yang tertuang dalam strategic planning suatu organisasi. Istilah kinerja sering digunakan untuk menyebut prestasi atau tingkat keberhasilan individu maupun kelompok individu. Kinerja bisa diketahui hanya jika individu atau kelompok invidu tersebut mempunyai kriteria keberhasilan yang telah ditetapkan. Kriteria keberhasilan ini berupa tujuan-tujuan atau target-target tertentu yang hendak dicapai. Tanpa ada tujuan atau target, kinerja seseorang atau organisasi tidak mungkin dapat diketahui karena tidak ada tolak ukurnya.

Sedangkan pengukuran kinerja (performance measurement) adalah suatu metode atau alat yang digunakan untuk mencatat dan menilai pencapaian pelaksanaan kegiatan berdasarkan tujuan, sasaran, dan strategi sehingga dapat diketahui kemajuan organisasi serta meningkatkan kualitas pengambilan keputusan dan akuntabilitas. Untuk itu diperlukan indikator kinerja yang jelas, dapat dihitung, diukur, dan dapat digunakan sebagai dasar untuk menilai tingkat kinerja yang baik.

Pengukuran capaian kinerja LPKA tahun 2021, dilakukan dengan cara membandingkan antara target (rencana) dan realisasi indikator kinerja pada masing-masing sasaran kegiatan. Pencatatan dan pengukuran kinerja dilakukan pada aspek kinerja keuangan dan non keuangan sebagai indikator untuk mengukur keberhasilan suatu organisasi yang terintegrasi dalam sistem manajemen organisasi.

Berdasarkan hasil pengukuran kinerja pada tahun 2021, maka diperoleh data capaian kinerja LPKA dengan perincian sebagai berikut :

(22)

REALISASI INDIKATOR KINERJA TAHUN 2021 Sasaran

Strategis

Indikator Kinerja Target Realisasi

Meningkatnya Pemenuhan Hak Pendidikan Anak di LPKA dan

Pengentasan Anak

1. Persentase Anak yang melanjutkan

pendidikan 60%

100%

2. Persentase Anak yang mengikuti kegiatan Pendidikan keterampilan

dan bersertifikat 70%

100%

3. Persentase Anak yang

memperoleh hak integrasi 100%

98.33%

7. Persentase Anak yang

memperoleh Hak Remisi 100%

100%

8. Persentase Anak yang memperoleh hak pengasuhan sesuai standar

70%

100%

9. Persentase Anak yang mengikuti Pendidikan formal dan non formal 70%

153%

Meningkatnya pelayanan keamanan dan ketertiban

9. Persentase Pengaduan yang ditindaklanjuti sesuai standar 75%

0%

10. Persentase gangguan kamtib yang

dapat dicegah 60%

100%

11. Persentase kepatuhan dan disiplin terhadap tata tertib oleh tahanan/narapidana/anak pelaku gangguan kamtib

75%

100%

12. Persentase pemulihan kondisi keamaan pasca gangguan kamtib secara tuntas

60%

66.6%

Meningkatnya

5. Persentase pemenuhan layanan

makanan bagi 71%

83.93%

(23)

LKIP LPKA KELAS I TANGERANG | 2021

pelayanan perawatan narapidana/tah anan/anak,pen gendalian penyakit

menular dan peningkatan kualitas hidup narapidana peserta rehabilitasi narkokita

tahanan/narapidana/anak sesuai dengan standar

6. Persentase

tahanan/narapidana/anak

mendapatkan layanan Kesehatan (preventif) secara berkualitas

92%

100%

7. Persentase tahanan dan narapidana perempuan (ibu hamil dan menyusui) mendapatkan akses layanan Kesehatan maternal

95%

0%

8. Persentase tahanan/narapidana/

anak yang mengalami gangguan mental dapat tertangani

60%

0%

13. Persentase

tahanan/narapidana/lansia yang mendapatkan layanan Kesehatan sesuai standar

75%

0%

14. Persentase

tahanan/narapidana/anak

berkebutuhan khusus (disabilitas) yang mendapatkan layanan Kesehatan sesuai standar

75%

0%

15. Persentase keberhasilan penangan penyakit menular HIV- AIDS (ditekan jumlah virusnya) dan TB Positif (berhasil sembuh)

60%

0%

16. Persentase perubahan kualitas hidup

pecandu/penyalahguna/korban penyalahgunaan narkotika

23%

0%

(24)

Meningkatnya Dukungan layanan manajemen Satker

1. Tersusunya dokumen rencana

kerja, anggaran UPT

pemasyarakatan dan pelaporan yang akuntabel tepat waktu

1 Layan an

1

Layanan

2. Tersusunnya dokumen pengelolaan BMN dan Kerumah Tanggaan

1 Layan an

1

Layanan 3. Terpenuhinya data dan peningkatan

kompetensi pegawai

pemasyarakatan

1 Layan an

1

Layanan 4. Tersusunya dokumen pelaksanaan

anggaran dan laporan keuangan yang akuntabel dan tepat waktu

1 Layan an

1

Layanan 5. Jumlah layanan perkantoran

1 Layan a

1

Layanan

6. Nilai IKPA 100 98.91

7. Nilai SMART 100 99.47

Indikator :

Persentase anak yang melanjutkan pendidikan

IKU ini memiliki target sebesar 100%. Untuk mengetahui capaian hasil realisasi dari indikator tersebut adalah dengan melihat kelengkapan jumlah data siswa yang melanjutkan Pendidikan di LPKA Tangerang.

Program Pendidikan Jumlah Siswa Di Dalam

Jumlah Siswa Di Luar

Total

Keseluruhan

SD ISTIMEWA 3 - 3

SMP ISTIMEWA 9 7 16

SMK ISTIMEWA 10 19 29

PAKET A 2 5 7

PAKET B 3 9 12

PAKET C 3 22 25

TOTAL 30 62 92

Maka jika melihat pada tabel diatas dikatakan bahwa LPKA Kelas I Tangerang telah memenuhi target indikator atau 100% data lengkap.

(25)

LKIP LPKA KELAS I TANGERANG | 2021

Indikator :

Persentase Anak yang mengikuti kegiatan Pendidikan keterampilan dan bersertifikat

Dengan target 70%, IKU ini dapat dilihat dengan menghitung jumlah anak yang mengikuti kegiatan keterampilan dan bersertifikat. Dengan jumlah output sebesar 30 Anak untuk 4 kegiatan keterampilan pada Tahun 2021.

Output anak pada kegiatan keterampilan adalah 30 anak per keterampilan.

Maka dapat disimpulkan bahwa capaian nya ada 100%

Indikator :

Persentase anak yang memperoleh hak integrasi

Dengan target 100%, IKU ini dapat dilahat melalui jumlah anak yang diusulkan hak integrasinya selama Tahun 2021 melalui tabel :

JENIS PEROGRAM INTEGRASI JUMLAH

PB 15

CB 11

ASIMILASI 33

TOTAL 59

Dengan melihat pada tabel diatas maka dapat di hitung pada tahun 2021 target nya sebesar 70% atau 36 anak sedangkan realisasi pada tahun 2021 sebesar 59 anak atau melampaui target sebesar 98.33%

Indikator :

Persentase anak yang memperoleh hak remisi

Target pada IKU ini adalah 100% dilihat dar jumlah usulan dan remisi yang turun selama tahun 2021.

JENIS REMISI JUMLAH USULAN TOTAL YANG

DI TERIMA

REMISI KHUSUS 50 50

(26)

REMISI UMUM 51 51

REMISI ANAK 30 30

TOTAL 131 131

Melihat pada data di atas dapat disimpulkan bahwa total remisi tahun 2021 sebesar 131 usulan dan remisi yang diterima sebesar 131 dari 131 usulan yang diajukan. Maka dapat disimpulkan capaian nya sebesar 100%.

Indikator :

Persentase anak yang memperoleh hak pengasuhan sesuai standar Dengan target sebesar 70% pada IKU ini,jumlah anak yang mendapatkan hak pengasuhan di LPKA Tangerang adalah sejumlah isi pada LPKA Tangerang atau sebesar 100% maka dapat dikatakan jumlah capaian nya sebesar 100% pada tahun 2021 .

Indikator :

Persentase anak yang mengikuti Pendidikan formal dan non formal Pada tahun 2021 jumlah anak yang mengikuti pendidikan formal dapat dilihat pada tabel

Program Pendidikan Jumlah Siswa Di Dalam

Jumlah Siswa Di Luar

Total Keseluruhan

SD ISTIMEWA 3 - 3

SMP ISTIMEWA 9 7 16

SMK ISTIMEWA 10 19 29

PAKET A 2 5 7

PAKET B 3 9 12

PAKET C 3 22 25

TOTAL 30 62 92

Maka dapat disimpulkan pada tahun 2021 kegiatan pendidkan formal sebanyak 6 program dapat berjalan dan diikuti oleh 92 Orang anak Binaan.

Dengan target sebesar 70% (60 Anak) maka dapat diakatakan capaian inidikator ini adalah sebesar 153% atau 92 anak.

Indikator :

Persentase pengaduan yang ditindaklanjuti sesuai standar

Pada tahun 2021 jumlah pengaduan yang masuk baik melalui media sosial,

(27)

LKIP LPKA KELAS I TANGERANG | 2021

media digital seperti whatsapp dan kotak pengaduan yang sudah disediakan di LPKA Tangerang berjumlah 0 atau tidak ada pengaduan yang masuk baik terkait pelayanan masyarakat dan pelayanan lainnya pada LPKA Tangerang.

Maka dapat di simpulkan capaian pada output ini adalah 0% atau tidak ada pengaduan yang dapat di tindaklanjuti sesuai standar.

Indikator :

Persentase gangguan kamtib yang dapat di cegah

Pada tahun 2021 persentase gangguan kamtib yang dapat di cegah dapat di liat dari jumlah Tindakan yang sudah dilakukan untuk mencegah terjadinya gangguan kamtib pada LPKA Tangerang.

JENIS LANGKAH PENCEGAHAN JUMLAH KEGIATAN TAHUN 2021

RAZIA KAMAR HUNIAN 24

MUTASI KAMAR ANAK BINAAN 12

ROLLING KUNCI 12

ASSESMENT PERATURAN TATA TERTIB

12

Maka dapat disimpulkan bahwa dari semua Langkah pencegahan gangguan kamtib sebanyak 4 kegiatan dan dilakukan setiap bulan selama tahun 2021 maka capaian indikator ini sebesar 100%.

Indikator :

Persentase kepatuhan dan disiplin terhadap tata tertib oleh tahanan/narapidana/anak pelaku gangguan kamtib

Persentase kepatuhan dan disiplin terhadap tata tertib oleh tahanan/narapidana/anak pelaku gangguan kamtib dapat dilihat dari jumlah pelanggaran tata tertib yang terjadi pada tahun 2021.

JENIS PELANGGARAN JUMLAH PELANGGARAN

SELAMA TAHUN 2021

Perkelahian 24

(28)

Pemberontakan 12

Pemerasan 12

ASSESMENT PERATURAN TATA TERTIB

12

Maka dapat disimpulkan bahwa dari semua Langkah pencegahan gangguan kamtib sebanyak 4 kegiatan dan dilakukan setiap bulan selama tahun 2021 maka capaian indikator ini sebesar 100%

Indikator :

Persentase pemenuhan layanan makanan bagi tahanan/narapidana/anak sesuai dengan standar

Pada indikator persentase pemenuhan layanan makanan bagi tahanan/narapidana/anak sesuai dengan standar target nya adalah 71%

(15549 Kegiatan) sedangkan sepanjang tahun 2021 realisasi nya adalah sebesar 18.381 kegiatan (83.93%) maka dapat dikatakan realisasinya melampaui target.

Indikator :

Persentase tahanan/narapidana/anak yang mendapatkan layanan Kesehatan preventif secara berkualitas

Untuk menghitung capaian indikator ini dengan target sebesar 92% (662 anak) adalah dengan melihat jumlah laporan anak binaan yang mendapatkan layanan Kesehatan pada tahun 2021 yaitu sebesar 720 Anak binaan selama tahun 2021. Maka dapat disimpulkan capaian indikator nya adalah 100%.

Indikator :

Persentase tahanan dan narapidana perempuan (ibu hamil dan menyusui) mendapatkan layanan Kesehatan maternal

Pada indikator ini capaian nya adalah 95%. Di LPKA Tangerang sendiri tidak menerima tahanan ibu hamil dan menyusui maka dapat diakatakan capaian nya adalah 0%.

Indikator :

Persentase tahanan/narapidana/anak yang mengalami gangguan mental dapat tertangani

Pada indikator ini capaian nya adalah 60%. Di LPKA Tangerang sendiri pada

(29)

LKIP LPKA KELAS I TANGERANG | 2021

tahun 2021 tidak terdapat tahanan/narapidana/anak yang mengalami gangguan mental,maka capaian indikator ini adalah 0%.

Indikator :

Persentase tahanan/narapidana lansia yang mendapatkan layanan Kesehatan sesuai standar

indikator ini target capaian nya adalah 75%. Di LPKA Tangerang tidak menirima tahanan/narapidana lansia maka capaian nya adalah 0%.

Indikator :

Persentase tahanan/narapidana/anak berkebutuhan khusus (disabilitas) yang mendapatkan layanan Kesehatan sesuai standar indikator ini target capaian nya adalah 75%. Di LPKA Tangerang selama tahun 2021 tidak terdapat tahanan/narapidana/anak yang berkebutuhan khusus (disabilitas) jadi capaian indikator ini adalah 0%. Namun di LPKA Tangerang sudah menyediakan sarana dan prasarana fasilitas yang mendukung bagi anak yang berkebutuhan khusus.

Indikator :

Persentase keberhasilan penanganan penyakit menular HIV-AIDS (Ditekan jumlah virusnya) dan TB Positif (Berhasil sembuh)

Pada indikator ini target capaian nya adalah 60%. Di LPKA Tangerang selama tahun 2021 tidak terdapat tahanan/narapidana/anak yang mengalami penyakit menular (HIV-AIDS/TB Positif) jadi dapat disimpulkan capaian indikator nya adalah 0%.

Indikator :

Persentase perubahan kualitas hidup pecandu/penyalahguna/korban penyalahgunaan narkokita

Pada indikator ini target capaian nya adalah 23%. Di LPKA Tangerang selama tahun 2021 tidak terdapat tahanan/narapidana/anak yang pecandu narkotika. Maka dapat di simpulkan capaian indikator nya adalah 0%.

Indikator :

Tersusunya dokumen rencana kerja anggaran UPT pemasyarakatan dan laporan yang akuntabel tepat waktu

Pada indikator ini target capaian nya adalah 1 Layanan. Pada LPKA Tangerang tahun 2021 kelengkapan dokumen rencana kerja dan pelaporan

(30)

lengkap dan dapat dipertanggung jawabkan. Maka capaian indikator ini adalah 1 layanan terpenuhi.

Indikator :

Tersusunya dokumen pengelolaan BMN dan Kerumah Tanggaan

Pada indikator ini target capaian nya adalah 1 Layanan. Pada LPKA Tangerang tahun 2021 kelengkapan dokumen pengelolaan BMN dan Kerumah Tanggan lengkap. Maka capaian indikator ini adalah 1 layanan terpenuhi.

Indikator :

Terpenuhinya data dan peningkatan kompetensi pegawai pemasyarakatan

Pada indikator ini target capaian nya adalah 1 Layanan. Pada LPKA Tangerang tahun 2021 data dan peningkatan kompetensi pegawai pemasyarakatan dapat di lihat pada aplikasi SIAP (Sistem Informasi Administrasi Pegawai) yang uptodate dan telah dilakukan nya beberapa program peningkatan komptensi pegawai di LPKA Tangerang pada tahun 2021 seperti BIMTEK,Pelatihan dll. Maka dapat dikatakan capaian indikator nya adalah 1 Layanan tercapai.

Indikator :

Tersusunya dokumen pelaksanaan anggaran dan laporan keuangan yang akuntabel dan tepat waktu

Pada indikator ini target capaian nya adalah 1 Layanan. Pada LPKA Tangerang tahun 2021 kelengkapan dokumen pelaksanaan anggaran dan laporan keuangan dapat dilihat pada aplikasi SAKTI (Sistem akuntasi keuangan tingkat instansi), pada aplikasi SMART, Aplikasi OMSPAN, Aplikasi emonev Bappenas, dan Aplikasi satu DJA. Maka dapat dikatakan capaian nya 1 layanan tercapai.

Indikator :

Jumlah layanan perkantoran

Pada indikator ini target capaian nya adalah 1 Layanan. Pada LPKA Tangerang tahun 2021 jumlah layanan perkantoran yang berjalan adalah layanan kepegawaian,layanan keuangan dan perbendaharaan, layanan pengelolaan dan pemeliharaan barang milik negara dan layanan pengadaan barang jasa. Dari semua layanan ini, layanan-layanan tesebut berjalan

(31)

LKIP LPKA KELAS I TANGERANG | 2021

dengan baik,maka dapat disimpulkan capaian indikator nya adalah 1 Layanan.

Indikator : Nilai IKPA

Pada indikator ini target capaian nya adalah 100. Pada akhir tahun 2021 LPKA Tangerang mendapatkan nilai akhir sebesar 98.91. Nilai yang kurang sempurna ini dikarenakan kebijakan pelaksanaan anggaran yang berjalan pada tahun 2021 terdapat perubahan dan penyesuaian mengikuti kondisi yang terjadi pada tahun berjalan. Namun LPKA Tangerang sudah berusaha semaksimal mungkin dalam memaksimalkan nilai IKPA ini.

Indikator : Nilai SMART

Pada indikator ini target capaian nya adalah 100. Pada LPKA Tangerang tahun 2021 mendapatkan nilai akhir sebesar 99.47. nilai ini didapat dengan memaksimalkan penggunaan dan pengelelolaan anggaran baik dalam belanja barang dan belanja pegawai.

B. REALISASI ANGGARAN

LPKA Kelas I Tangerang memiliki pagu anggaran pada tahun 2021 sebesar Rp.7.785.869.000,-. Realisasi anggaran tahun 2021 adalah sebesar Rp.7.744.217.820,- atau sebesar 99.47%, dengan perincian sebagai berikut:

JENIS BELANJA PAGU REALISASI

BELANJA PEGAWAI 5.495.068.000 5.489.078.314 BELANJA BARANG 2.290.801.000 2.255.193.506

C. PERFORMANCE

PERFORMANCE LPKA TANGERANG TAHUN 2021 DASHBOARD PERFORMANCE

NO..

UNIT KERJA / SATUAN

KERJA

CAPAIAN KINERJA

PERFORMANCE INDIKATOR

KINERJA

PENYERAPAN ANGGARAN 1. LPKA KELAS I

TANGERANG 95.85 99.47% 97.66

(32)

BAB IV PENUTUP A. Kesimpulan

Sebagai salah satu perwujudan akuntabilitas kinerja suatu instansi pemerintah dalam mempertanggungjawabkan kegiatan dan anggarannya, LPKA Kelas I Tangerang telah menyusun Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) tahun 2021. LKIP tahun 2021 menyajikan informasi mengenai capaian kinerja seluruh rangkaian program dan kegiatan LPKA Kelas I Tangerang, baik dari aspek finansial maupun non-finansial, selama tahun 2021 secara komprehensif sebagai wujud pertanggung jawaban publik (public accountability).

LKIP ini disusun berdasarkan dokumen Perencanaan Kinerja dan dokumen Penetapan Kinerja LPKA Kelas I Tangerang tahun 2021 yang mengacu sepenuhnya pada Rencana Strategis Kementerian Hukum dan HAM RI Tahun 2019-2024 dan Rencana Strategis Direktorat Jenderal Pemasyarakatan tahun 2019-2024.

Secara garis besar capaian kinerja LPKA Kelas I Tangerang pada tahun 2021 adalah sebagai berikut :

REALISASI INDIKATOR KINERJA TAHUN 2021 Sasaran

Strategis

Indikator Kinerja Target Realisasi

Meningkatnya Pemenuhan Hak Pendidikan Anak di LPKA dan

Pengentasan Anak

1. Persentase Anak yang

melanjutkan pendidikan 60% 100%

2. Persentase Anak yang mengikuti kegiatan Pendidikan keterampilan dan

bersertifikat 70% 100%

3. Persentase Anak yang

memperoleh hak integrasi 100% 98.33%

(33)

LKIP LPKA KELAS I TANGERANG | 2021

10. Persentase Anak yang

memperoleh Hak Remisi 100% 100%

11. Persentase Anak yang

memperoleh hak

pengasuhan sesuai standar

70% 100%

12. Persentase Anak yang mengikuti Pendidikan formal dan non formal

70% 153%

Meningkatnya pelayanan keamanan dan ketertiban

17. Persentase Pengaduan yang

ditindaklanjuti sesuai standar 75% 0%

18. Persentase gangguan kamtib

yang dapat dicegah 60% 100%

19. Persentase kepatuhan dan disiplin terhadap tata tertib oleh

tahanan/narapidana/anak pelaku gangguan kamtib

75% 100%

20. Persentase pemulihan kondisi keamaan pasca gangguan kamtib secara tuntas

60% 66.6%

Meningkatnya pelayanan perawatan narapidana/tah anan/anak,pen gendalian penyakit

menular dan peningkatan kualitas hidup narapidana peserta

9. Persentase pemenuhan layanan makanan bagi tahanan/narapidana/anak sesuai dengan standar

71% 83.93%

10. Persentase

tahanan/narapidana/anak mendapatkan layanan Kesehatan (preventif) secara berkualitas

92% 100%

11. Persentase tahanan dan narapidana perempuan (ibu hamil dan menyusui) mendapatkan akses layanan Kesehatan maternal

95% 0%

(34)

rehabilitasi narkokita

12. Persentase

tahanan/narapidana/ anak yang mengalami gangguan mental dapat tertangani

60% 0%

21. Persentase

tahanan/narapidana/lansia yang mendapatkan layanan Kesehatan sesuai standar

75% 0%

22. Persentase

tahanan/narapidana/anak berkebutuhan khusus (disabilitas) yang mendapatkan layanan Kesehatan sesuai standar

75% 0%

23. Persentase keberhasilan penangan penyakit menular HIV-AIDS (ditekan jumlah virusnya) dan TB Positif (berhasil sembuh)

60% 0%

24. Persentase perubahan

kualitas hidup

pecandu/penyalahguna/korb an penyalahgunaan narkotika

23% 0%

Meni ngkat ny a D uk ung an lay anan m anajem en Sat ker

1. Tersusunya dokumen rencana kerja, anggaran UPT pemasyarakatan dan pelaporan yang akuntabel tepat waktu

1 Layan

an

1 Layanan

2. Tersusunnya dokumen pengelolaan BMN dan Kerumah Tanggaan

1 Layan

an

1 Layanan

3. Terpenuhinya data dan peningkatan kompetensi pegawai pemasyarakatan

1 Layan

an

1 Layanan

4. Tersusunya dokumen pelaksanaan anggaran dan laporan keuangan yang akuntabel dan tepat waktu

1 Layan

an

1 Layanan

(35)

LKIP LPKA KELAS I TANGERANG | 2021

5. Jumlah layanan

perkantoran 1

Layan a

1 Layanan

6. Nilai IKPA

100 98.91

7. Nilai SMART

100 99.47

Maka dari tabel diatas dapat disimpulkan hasil capaian IKU LPKA Kelas I Tangerang adalah :

IKU TARGET REALISASI PERFORMANCE Pembinaan dan

penyelenggaraan

pemasyarakatan di wilayah

95.85 99.47 97.66

Dari hasil capaian tersebut, maka indikator kinerja LPKA Kelas I Tangerang adalah sebesar 97.66. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kinerja LPKA Kelas I Tangerang di tahun 2021 telah melebihi target. Performance LPKA Kelas I Tangerang berdasarkan hasil penghitungan di atas adalah sebesar 97.66 (Sangat Baik) atau terjadi peningkatan yang lebih baik jika di bandingkan pada tahun 2020 yaitu sebesar 94.64.

(36)

CAPAIAN KINERJA LEMBAGA PEMBINAAN KHUSUS ANAK KELAS I TANGERANG TAHUN 2021

Secara umum, pencapaian kinerja LPKA Kelas I Tangerang pada tahun 2021 sudah cukup maksimal. Hal ini tidak lepas dari peran serta seluruh elemen organisasi LPKA Kelas I Tangerang yang terlibat dalam pelaksanaan tugas dan fungsi, program strategis serta partisipasi publik melalui berbagai kemitraan dengan pihak ketiga.

A. Saran

Untuk mengatasi permasalahan-permasalahan di LPKA Tangerang maka guna meningkatkan kinerja LPKA Kelas I Tangerang khususnya dalam pencapaian sasaran perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut :

1. Menguatkan koordinasi antara LPKA Kelas I Tangerang dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Banten, Ditjen Pemasyarakatan dan Sekretariat Jenderal serta pihak lain yang terkait dalam pelaksanaan tugas pemasyarakatan.

2. Meningkatkan kapasitas SDM LPKA Kelas I Tangerang melalui kegiatan bimbingan teknis, pelatihan, diklat teknis pemasyarakatan dan kegiatan coaching serta mentoring dari pimpinan.

3. Meningkatkan alokasi anggaran LPKA Kelas I Tangerang dalam rangka memenuhi kebutuhan standar kegiatan-kegiatan teknis pemasyarakatan.

4. Memenuhi kebutuhan sarana dan prasarana yang mendukung pelaksanaan tugas pemasyarakatan.

5. Meningkatkan dan menguatkan sistem pengawasan baik terhadap warga binaan pemasyarakatan maupun terhadap petugas pemasyarakatan.

6. Mendorong pihak stakeholder dan mitra Kerjasama agar lebih dapat membantu program-program yang mendukung terpenuhinya indikator kinerja

Demikian laporan kinerja LPKA Kelas I Tangerang ini disampaiakan agar dapat dipergunakan sebagai bahan evaluasi dan penyusunan rencana kerja untuk meningkatkan kinerja yang akan datang.

(37)

LKIP LPKA KELAS I TANGERANG | 2021

DOKUMENTASI KEGIATAN

PELATIHAN KETERAMPILAN PEMBUATAN TEMPE

PELATIHAN PERBENGKELAN

(38)

PELATIHAN PENGELASAN “MEMBUAT RAK VAS BUNGA”

PELATIHAN PEMBUATAN KESET

(39)

LKIP LPKA KELAS I TANGERANG | 2021 KEGIATAN PENDIDIKAN

(40)

KEGIATAN PRAMUKA DAN OLAH RAGA

(41)

LKIP LPKA KELAS I TANGERANG | 2021 KEGIATAN INTEGRASI

KEGIATAN

KEGIATAN REMISI

(42)

KEGIATAN ADMISI ORIENTASI

KEGIATAN SATOPS PATNAL

(43)

LKIP LPKA KELAS I TANGERANG | 2021 LAYANAN KESEHATAN

(44)

APLIKASI SIPANDU (SISTEM INFORMASI PEMBINAAN ANAK TERPADU)

APLIKASI SISTA BAPER (SISTEM DATABASE PERPUSTAKAAN)

(45)

LKIP LPKA KELAS I TANGERANG | 2021 APLIKASI SARIMADU (SISTEM REKAM MEDIS TERPADU)

Referensi

Dokumen terkait

Peraturan Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional Nomor 14 Tahun 2013 tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan Tenaga Nuklir Nasional (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2013

Untuk memberikan pelayanan terbaik kepada konsumen, kami memberikan pelayanan yang menyeluruh, termasuk penjualan dan jasa layanan, pengelolaan transportasi,

Sebagai perwujudan penerapan Peraturan Presiden Nomor 29 Tahun 2014 tentang Sistem Akuntabilitas Kinerja Pemerintah dan Peraturan Menteri PAN-RB Nomor 53 Tahun 2014

Perbaikan rumah tidak layak huni untuk pencegahan terhadap tumbuh kembanya permukiman kumuh dibawah 10 hektar. Perbaikan rumah tidak layak huni untuk pencegahan terhadap tumbuh

Jumlah database pelaksanaan kegiatan bidang pariwisata, pemuda dan olahraga, jumlah petugas entry database Penyusunan database. perencanaan

Variabel independen, variabel dependen, dan tahun yang digunakan dalam penelitian ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Yuniasih, Rasmini, dan

Beban gaji sebesar Rp. 16.760.000.000,- tidak dikapitalisasi sebagai aktiva sumber daya manusia karena beban gaji tidak memiliki manfaat dimasa yang akan datang. Untuk itu gaji

Di FKIP khususnya, dan lebih luas lagi di Universitas Ahmad Dahlan, sistem layanan legalisasi ijazah dan tanskrip akademik masih bersifat konvensional, yaitu