SERTIFIKASI PUSTAKAWAN DI INDONESIA
Oleh:
Indra Astuti
Pusat Pembinaan Pustakawan, Perpustakaan Nasional RI
Disampaikan pada Bimbingan Calon Peserta Sertifikasi Pustakawan Universitas Diponegoro, 27 April 2022
Biodata Indra Astuti, SS. MP.
Pustakawan Ahli Madya pada Pusat Pembinaan Pustakawan, Perpustakaan Nasional RI
Jl. Salemba Raya 28A Jakarta Pusat
•
Subkoordinator Pengendali Mutu (2020 – sekarang)• Sekretariat Tim Penilai Instansi Perpusnas (2005 – 2017)
• Sekretariat Tim Penilai Pusat (2017 – sekarang)
• Asesor Lisensi LSP Pustakawan (2012 – sekarang)
• Tim Penyusun Pedoman Kepustakawanan (2005 – sekarang)
• Tim Pengajar Perpustakaan Nasional Bidang Jabatan Fungsional Pustakawan
• Tim Penilai Unit Kerja Perpustakaan Nasional RI S1 Ilmu Perpustakaan, Universitas Indonesia
S2 Perpustakaan, Institut Pertanian Bogor
0817 195 600
1
Apa urgensi Sertifikasi?2
Mengapa Pustakawan harus disertifikasi?3
Siapa yang mensertifikasi Pustakawan?4 Apa Tempat Uji Kompetensi (TUK)?
AGENDA
•
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.•
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 43 Tahun 2007 tentang Perpustakaan.•
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 2006 tentang Sistem Pelatihan Kerja Nasional.•
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2018 Tentang Badan Nasional Sertifikasi Profesi.DASAR HUKUM/REGULASI
•
Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2014 tentang Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka Kreditnya.•
Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 236 Tahun 2019 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Kesenian, Hiburan dan Rekreasi Golongan Pokok Perpustakaan, Arsip, Museum dan Kegiatan Kebudayaan Lainnya Bidang Perpustakaan.•
Peraturan Badan Nasional Sertifikasi Profesi Nomor 2 Tahun 2017 Tentang Pedoman Pengembangan dan Pemeliharan Skema Sertifikasi Profesi.DASAR HUKUM/REGULASI
Dasar Hukum
4/27/2022 6
UU No. 43 Tahun 2007 Tentang Perpustakaan
Pasal 7 huruf g
Pemerintah berkewajiban membina dan
mengembangkan kompetensi, profesionalitas
pustakawan dan tenaga teknis perpustakaan
Pasal 31 huruf b Pembinaan karier
pustakawan harus sesuai dengan tuntutan
pengembangan kualitas
PP No. 24 Tahun 2014 Tentang Pelaksanaan
tentang UU Perpustakaan
Pasal 34 dan 35
• Pustakawan harus memiliki kompetensi profesional dan kompetensi
personal
• Pustakawan harus memiliki sertifikat kompetensi
PP No. 11 Tahun 2017 Tentang Manajemen PNS
Sertifikasi merupakan salah satu kriteria jabatan fungsional dalam membuktikan
kompetensi
Hubungan Kompetensi dengan Kinerja
7
Tenaga
Kerja/SDM Tugas/
Jabatan
Kinerja
Tinggi Kualifikasi
Kompetensi
• Efisiensi
• Produktivas
• Keuntungan
Standardisasi/Sertifikasi
PERATURAN
PEMERINTAH NOMOR 10 TAHUN 2018 tentang
BNSP
KETENTUAN UMUM
LISENSI Adalah bentuk pengakuan dari BNSP kepada LSP untuk dapat melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja atas nama BNSP
PROFESI Adalah bidang pekerjaan yang memiliki kompetensi yang diakui oleh masyarakat
SERTIFIKASI KOMPETENSI KERJA
Proses pemberian sertifikat kompetensi yang dilakukan secara sistematis dan objektif melalui uji kompetensi yang mengacu kepada kepada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia, Standar Internasional dan/atau Standar Khusus
BNSP Adalah Lembaga independen yang dibentuk untuk melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja
LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI
Selanjutnya disebut LSP adalah Lembaga yang melaksanakan kegiatan sertifikasi profesi yang telah memenuhi syarat dan telah memperoleh lisensi dari BNSP
Perpustakaan
adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka
(Bab 1 Pasal 1 UU No.43 Th 2007)
Tenaga perpustakaan harus memenuhi kualifikasi sesuai dengan standar nasional perpustakaan yang mencakup kualifikasi akademik, kompetensi, dan sertifikasi.
Undang-Undang No.43 Tahun 2007
tentang Perpustakaan
Pustakawan
seseorang yang memiliki kompetensi yang diperoleh melalui pendidikan dan/atau pelatihan kepustakawanan serta mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk melaksanakan pengelolaan dan pelayanan perpustakaan
(Bab 1 Pasal 1 UU No.43 Th 2007)
Profesi
adalah bidang pekerjaan yang memiliki kompetensi tertentu yang diakui oleh masyarakat. (Perpress No. 8 Th 2012)
adalah bidang pekerjaan yang untuk melaksanakannya diperlukan kompetensi kerja tertentu, baik jenis maupun kualifikasinya.(Permennakertrans RI No.5 Th 2012, Pasal 1 Nomor 17).
1 Terlatih
2
MemberiJasa Untuk Umum
3
Bersertifikat
4
AnggotaOrganisasi Profesi
Ciri-ciri Profesi
KOMPETENSI
K
emampuan seseorang yang mencakup pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja yang dapat terobservasi dalam menyelesaikan suatu pekerjaan atau tugas sesuai dengan standar kinerja yang ditetapkan (Kepmentrans RI No.83 Th 2012
).Kompetensi Pustakawan
(1) Pustakawan harus memiliki kompetensi profesional dan kompetensi personal.
(2) Kompetensi profesional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup aspek pengetahuan, keahlian dan sikap kerja.
(3) Kompetensi personal sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mencakup aspek kepribadian dan interaksi sosial.
(4) Ketentuan lebih lanjut diatur dengan Peraturan Kepala Perpustakaan Nasional.
(PP No. 24 Th 2014, Pasal 34)
Sertifikasi Kompetensi Pustakawan
(1) Pustakawan harus memiliki sertifikat kompetensi.
(2) Sertifikat kompetensi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) menjadi dasar pertimbangan untuk peningkatan karier
pustakawan.
(3) Sertifikat kompetensi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan oleh lembaga sertifikasi.
(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai lembaga sertifikasi sebagaimana dimaksud pada ayat (3) diatur dengan Peraturan Kepala
Perpustakaan Nasional.
(PP No. 24 Th 2014, Pasal 35)
Sertifikasi
(1) Sertifikasi berbentuk ijazah dan sertifikat kompetensi
(2) Ijazah diberikan kepada peserta didik sebagai pengakuan terhadap prestasi belajar/atau penyelesaian suatu jenjang pendidikan setelah lulus ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan yang terakreditasi
(3) Sertifikat kompetensi diberikan oleh penyelenggara pendidikan dan lembaga pelatihan kepada peserta didik dan warga masyarakat sebagai pengakuan terhadap kompetensi untuk melakukan pekerjaan tertentu setelah lulus uji kompetensi yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan yang terakreditasi atau lembaga sertifikasi
(4) Ketentuan mengenai sertifikasi sebagaimana dimaksaud dalam ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) diatur lebih lanjut dengan Peraturan Pemerintah.
(UU No. 20 Th 2003, Bagian Ketiga, Pasal 61)
Sertifikasi Kompetensi Kerja
adalah proses pemberian sertifikasi kompetensi yang dilakukan
secara sistematis dan objektif melalui uji kompetensi sesuai SKKNI, Standar Internasional dan/atau Standar Khusus.
(Permenakertrans RI No.5 Th 2012, Pasal 1 Nomor 9)
Tujuan Sertifikasi
Mengembangkan SDM agar dapat memiliki keahlian yang spesifik sesuai dengan tuntutan dunia kerja
Mengembangkan profesionalisme yang berkesinambungan
•
Menyiapkan daya saing di era pasar bebas•
memenuhi tuntutan undang-undang dan peraturan•
Adanya kriteria profesionalisme•
paradigma baru dalam pengembangan tenaga kerja melalui: penyiapan tenaga kerja didasarkan atas kebutuhan pengguna (deman driven) dan proses diklat dengan menggunakan pendekatan pelatihan berbasis kompetensi (Competency Based Training/CBT)Mengapa Perlu
Sertifikasi Kompetensi?
Proses penilaian atas kompetensi seorang Pustakawan yang dilakukan secara sistematis dan objektif melalui asesmen dengan mengacu pada standar kompetensi yang diakui sebagai acuan profesi Pustakawan.
Sertifikasi Kompetensi Pustakawan
Kompetensi terkini
Hasil: Sertifikat Kompetesi
Sertifikat dikeluarkan oleh lembaga sertifikasi profesi (LSP) Pustakawan pemegang lisensi BNSP
Sertifikat kompetensi ada masa berlaku (tidak permanen).
Surveilan kepada pemegang sertifikat dan LSP oleh BNSP.SERTIFIKASI KOMPETENSI PUSTAKAWAN
Manfaat Sertifikasi Kompetensi Pustakawan bagi Pustakawan
Mendapatkan angka kredit pada unsur utama (bagi pejabat fungsional Pustakawan).
Mengetahui kekuatan dan kekurangan diri untuk diperbaiki.
Menumbuhkan kepercayaan diri untuk terus belajar dan semakin baik.
Menyakinkan kepada pemustaka dan perpustakaan dimana dia bekerja, bahwa dirinya kompeten dalam bekerja.
Memastikan dan memelihara kompetensi yang telah dimiliki.
Membantu pengakuan kompetensi lintas sektor dan lintas negara.
Mempromosikan profesinya di pasar tenaga kerja. Menjawab tuntutan masyarakat akan pemberian layanan prima oleh perpustakaan:
Memastikan perpustakaan mendapatkan Pustakawan yang kompeten.
Membantu perpustakaan meyakinkan pemangku kepentingan bahwa layanan perpustakaan dilakukan oleh tenaga yang kompeten.
Membantu pimpinan dalam rekruitmen dan mengembangkan tenaga berbasis kompetensi meningkatkan efisiensi pengembangan SDM.
Membantu perpustakaan dalam sistem pengembangan karir dan renumerasi tenaga berbasis kompetensi.
Memastikan dan meningkatkan produktivitas.Manfaat Sertifikasi Kompetensi Pustakawan
Untuk Perpustakaan
Manfaat Sertifikasi Kompetensi Pustakawan untuk Lembaga Diklat
Memastikan link and match antara kompetensi lulusan dengan tuntutan dunia kerja
Memastikan tercapainya efisiensi dalam pengembangan program diklat.
Memastikan pencapaian hasil diklat yang berkualitas.
Memastikan dan memelihara kompetensi peserta selama proses diklat.Manfaat Sertifikasi Kompetensi Pustakawan untuk Pemerintah
Memastikan pencapaian program pengembangan SDM bidang perpustakaan
Memastikan kesesuaian sistem pembinaan dan pengendalian SDM bidang perpustakaan
Memastikan sasaran perencanaan program pembangunan pada bidang perpustakaan
Ikut serta mengembangkan intelektual warga negaraSERTIFIKAT KOMPETENSI
Merupakan produk hukum yang menjadi legitimasi (bukti pengakuan) terhadap capaian kemampuan seseorang dalam melakukan pekerjaan tertentu yang
ditetapkan oleh otoritas yang berwenang, berbasis pada standar kompetensi yang telah disepakati dan ditetapkan.
INFRASTRUKTUR SERTIFIKASI
STANDAR KOMPETENSI KERJA (SKKNI, SKK KHUSUS YANG
TEREGISTRASI, SKK INTERNASIONAL YANG
TEREGISTRASI
ASESOR
MATERI UJI KOMPETENSI LEMBAGA SERTIFIKASI
PROFESI TEMPAT UJI KOMPETENSI
SKEMA SERTIFIKASI
LSP Pihak ke-1
LSP Pihak ke-3 LSP Pihak ke-2
LSP yang didirikan oleh industri atau instansi dengan tujuan utama melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja sumber daya manusia lembaga induknya, sumber daya manusia dari pemasoknya dan/atau sumber daya manusia dari jejaring kerjanya, sesuai ruang lingkup yang diberikan oleh BNSP.
LSP yang didirikan oleh asosiasi industri dan/ atau asosiasi profesi dengan tujuan melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja untuk sektor dan atau profesi tertentu sesuai ruang lingkup yang diberikan oleh BNSP.
LSP P1 Lembaga Diklat: LSP yang didirikan oleh Lembaga pendidikan dan atau pelatihan dengan tujuan utama melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja terhadap peserta pendidikan/pelatihan berbasis kompetensi dengan tetap menjaga Imparsialitasnya sesuai ruang lingkup yang diberikan oleh BNSP.
LSP P1 Industri: LSP yang didirikan oleh industri atau instansi dengan tujuan utama melaksanakan sertifikasi kompetensi kerja terhadap sumber daya manusia lembaga induknya, sesuai ruang lingkup yang diberikan oleh BNSP.
KLASIFIKASI JENIS LSP
MENYIAPKAN SDM INDONESIA KOMPETEN
BERTUMPU PADA TIGA PILAR UTAMA PENGEMBANGAN SDM
INDUSTRI/DUNIA KERJA
LDP
KKNI SKK
(SKKNI/SI/SK)
PROGRAM PBK/CBT
SERTIFIKASI
KOMPETENSI BNSP/LSP
Rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan/atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas
dan syarat jabatan yang ditetapkan Dikembangkan untuk memastikan kesesuaian kebutuhan ditempat kerja dan digunakan untuk merancang dan mengimplementasikan pelatihan, Asesmen ( penilaian) t ingkat keterampilan dan keahlian terkini yang dimiliki seseorang
Merumuskan skema atau paket program sertifikasi dan untuk mengembangkan
perangkat uji kompetensi.
F U N G S I S K K N I
SKKNI adalah rumusan kemampuan kerja yangmencakup aspek
Pengetahuan (knowledge),
Keterampilan dan/atau Keahlian (skills) serta Sikap kerja(attitude) yang
relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku
SKKNI
Lembaga Sertifikasi
Profesi
Lembaga pendidikan Industri
K/LTERKAIT K/LTEKNIS PEMBERLAKUAN
sebagai acuan dan tolak ukur dalam upaya
pengembangan dan peningkatan kompetensi sumber dayamanusia
DIKLAT
PENGEMBANGAN PROGRAM DIKLAT
AKREDITASI LEMBAGA DIKLAT
SERTIFIKASI
PENGEMBANGAN SKEMA SERTIFIKASILISENSILEMBAGA SERTIFIKASI
K UA LIFIK A SI O K U PA SI
U N I T KO M P
KLASTER
SERTIFI
KASI SURVEILANS
PENGEMBANGAN SDM
REKRU IT M E N
BA N G KARIR
Standar Sertifikasi Kompetensi Pustakawan
Dapat diunduh di:
https://pustakawan.perpusnas.go.id/terbitan- peraturan
Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Nomor 236 Tahun 2019 tentang Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori
Kesenian, Hiburan dan Rekreasi Golongan Pokok Perpustakaan, Arsip, Museum dan Kegiatan
Kebudayaan Lainnya Bidang Perpustakaan
116 Judul Unit Kompetensi
ASESOR
• Seseorang yang telah
mengikuti dan lulus Diklat Asesor kompetensi yang diselenggarakan oleh BNSP dan bertugas melakukan asesmen terhadap suatu kompetensi, sesuai dengan ruang lingkup asesmennya
yang ditetapkan dan mendapat penugasan dari LSP.
• Seseorang yang telah
mengikuti dan lulus Diklat Asesor Lisensi yang
diselenggarakan oleh BNSP dan bertugas melakukan audit mutu internal dan pengendalian sistem manajemen mutu LSP yang ditetapkan dan mendapat penugasan dari LSP.
Asesor Kompetensi Asesor Lisensi
Materi Uji Kompetensi
• Alat ukur untuk mengetahui kompetensi seseorang yang
mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan sikap
kerja sesuai standar yang telah ditetapkan.
• Pendidikan formal yang sesuai denganprofesi
• Pelatihan yang sesuai dan terverifikasi oleh LSP
• Pengetahuan yang didapat dari pengalaman
P
PENGETAHUAN
K
• Performa di tempat kerja
• Tanggapan di lingkungan kerja
• Penghargaan
• Penilaian dari Pemustaka
• Task Skill
• Task Management Skill,
• Contingency ManagementSkill
• Job/RoleEnvironment Skill,
KEAHLIAN
S
KOMPETENSI KERJA
Apa yang akan diuji/disertifikasi?
Tempat Uji Kompetensi (TUK)
Pelaksanaan sertifikasi dilakukan di TUK
TUK : suatu tempat kerja dan atau lembaga yang dapat memberikan fasilitas pelaksanaan asesmen yang telah diverifikasi oleh LSP Pustakawan.JENIS TUK
1 2
3 4
4
TUK
Mandiri TUK
Sewaktu
TUK di Tempat Kerja
TUK
Lembaga
Diklat
TAHAPAN MENJADI TUK
Mengajukan permohonan ke LSP Pustakawan
LSP Pustakawan menerima permohonan
Asesor Lisensi melakukan verifikasi TUK
Berita acara verifikasi TUK
Penetapan TUK LSP Pustakawan
SKEMA SERTIFIKASI PUSTAKAWAN
SKEMA SERTIFIKASI berisi acuan dasar dalam melaksanakan asesmen, berisi tentang kebijakan, prosedur, termasuk biaya.
Skema dikembangan oleh Komite Skema LSP Pustakawan
Jenis Skema yang dikembangkan berdasarkan klasterIndra’s
Keputusan Menteri Ketenagakerjaan No.236 Th.2019 Memuat 116 Unit Kompetensi.
1. Klaster Pelaksanaan Pengembangan Koleksi Perpustakaan 2. Klaster Pelaksanaan Evaluasi Pengembangan Koleksi
3. Klaster Pelaksanaan Pengatalogan Deskriptif
4. Klaster Pelaksanaan Pengatalogan Berbasis Komputer 5. Klaster Pelaksanaan Pengatalogan Subjek
6. Klaster Layanan Dasar Perpustakaan
7. Klaster Layanan Perpustakaan untuk Anak 8. Klaster Layanan Perpustakaan untuk Remaja 9. Klaster Layanan Perpustakaan untuk Lansia
10. Klaster Layanan Perpustakaan untuk Penyandang Disabilitas 11. Klaster Layanan Khusus Perpustakaan
12. Klaster Layanan Perpustakaan untuk Komunitas 13. Klaster Pelaksanaan Promosi Layanan Perpustakaan 14. Klaster Pengembangan Kemampuan Literasi Informasi
Skema Sertifikasi
LSP PUSTAKAWAN
SKEMA SERTIFIKASI PUSTAKAWAN YANG DITAWARKAN
Pelaksanaan Pengembangan Koleksi Perpustakaan
Pelaksanaan Pengatalogan Berbasis
Komputer Pelaksanaan Pengatalogan Subjek Layanan Dasar Perpustakaan
Pelaksanaan Evaluasi Pengembangan Koleksi
Pelaksanaan Pengatalogan Deskriptif
Layanan Perpustakaan untuk Anak Pelaksanaan Promosi Layanan
Perpustakaan
Layanan Perpustakaan untuk Remaja Pengembangan Kemampuan Literasi Informasi
Sertifikasi Kompetensi Pustakawan UGM
D.I. Yogyakarta
Tempat Pelaksanaan Asesmen
Universitas Gadjah Mada
Asesmen Kompetensi, Padang
Pertanyaan tentang Pelaksanaan Sertifikasi Profesi Pustakawan, ditujukan ke:
Bidang Sertifikasi dan Pengendali Mutu Pusat Pembinaan Pustakawan
Perpustakaan Nasional RI
Jalan Salemba Raya No.28A, Jakarta Pusat Narahubung:
Hendra (081281813323)
Rangga (081382054282) 4/27/2022 48
Bimtek Calon Peserta Sertifikasi Pustakawan Universitas Diponegoro, 2022