25
ANALISA SISTEM BERJALAN
3.1. Tinjauan Perusahaan
Sebelum menguraikan hasil dari analisa sistem berjalan, terlebih dahulu penulis menjelaskan tentang sejarah, struktur organisasi dan fungsi dari objek penelitian yaitu CV. Kapuas Tirta Sari.
3.1.1. Sejarah Perusahaan
CV. Kapuas Tirta Sari adalah perusahaan yang bergerak di bidang General Suplier dan Kontraktor yang melayani perusahaan menengah dan perusahaan
besar, baik swasta dan pemerintahan.
CV. Kapuas Tirta Sari Sebagai perusahaan yang bergerak dibidang pengadaan barang dan jasa yang di dirikan pada tahun 2012, menyediakan solusi bisnis yang inovatif kepada perusahaan yang menjadi mitra, dimana selalu mengutamakan mutu serta kepercayaan demi kelangsungan bisnis yang harmonis dan berkelanjutan
CV. Kapuas Tirta Sari dalam menjalankan bisnis juga mendukung dengan induk perusahaan PT Jaya Guna Berdikari, untuk menjamin kelancaran operasional dalam melayani mitra bisnis kami
CV. Kapuas Tirta Sari saat ini fokus terhadap supply pengadaan barang dan jasa di bidang teknisi alat berat baik yang bersifat mekanikal maupun electrical, mulai dari level helper (non skill) sampai dengan level supervisor, dan juga melayani kebutuhan sesuai permintaan mitra.
Tujuan CV. Kapuas Tirta Sari adalah untuk menjadi pilihan utama bagi mitra bisnis dengan memberikan kontribusi kepada setiap klien/konsumen, melebihi dari yang mereka harapkan, melalui pelayanan istimewa secara profesional dan integritas penuh.
CV. Kapuas Tirta Sari dalam menjalankan bisnis di dukung oleh sumber daya yang berkualitas dan berpengalaman dari sektor pertambangan batu bara, mineral, oil & gas, sipil, meteologi & geofisika karena yakin dengan sumber daya yang tinggi dapat menghasilkan kualitas pekerjaan dan pelayanan yang baik sesuai yang di harapkan mitra bisnis.
A. Visi
Visi yang dijadikan sebagai pedoman CV. Kapuas Tirta Sari adalah
“Menjadi Perusahaan Yang Berkembang dan Bermanfaat untuk Memenuhi Kebutuhan Masyarakat, Bangsa, dan Negara”.
B. Misi
Sedangkan misi yang ditetapkan oleh CV. Kapuas Tirta Sari yaitu
“Membangun Bisnis dan Aset Produktif secara terintegrasi guna memberikan Manfaat & Pelayanan yang Luas Kepada, Masyarakat, Bangsa dan Negara”
3.1.2. Struktur Organisasi dan Fungsi
Untuk mengolah perusahaan dengan baik dan optimal, terutama terhadap sumber daya manusia, perusahaan menerapkan manajemenisasi yang dituangkan dalam bentuk struktur organisasi yang merupakan sarana penting untuk dalam pelaksanaan fungsinya. Adapun struktur organisasi yang dimiliki oleh CV.
Kapuas Tirta Sari dapat dilihat pada gambar berikut ini.
Sumber: Hasil Penelitian (2017)
Gambar III.1. Struktur Organisasi CV. Kapuas Tirta Sari
Setiap perusahaan memiliki struktur organisasi yang melibatkan sumber daya manusia di dalamnya. Struktur organisasi yang telah disusun sedemikian rupa oleh perusahaan memiliki fungsi dan tanggung jawab masing-masing sesuai dengan jabatan yang telah ditentukan dalam struktur organisasi tersebut. Adapun fungsi dan tanggung jawab yang dimiliki berdasarkan struktur organisasi CV.
Kapuas Tirta Sari yaitu:
1. Direktur
a. Bertanggung jawab atas keseluruhan kegiatan, memimpin, dan menjalankan perusahaan.
b. Memberikan motivasi dan semangat kerja kepada karyawan lainnya.
c. Mengkoordinasi dan mengawasi semua kegiatan perusahaan.
d. Merencanakan dan mengembangkan bidang-bidang pekerjaan khusus pengadaan barang.
e. Merencanakan dan mengembangkan sumber-sumber pendapatan, pembelanjaan kekayaan perusahaan.
f. Mengangkat dan memberhentikan karyawan.
2. Manajer
a. Bertanggung jawab dalam jasa pengadaan barang per konsumen.
b. Memberikan pelayanan yang baik terhadap konsumen yang telah menyetujui kontrak kerja jasa pengadaan barang.
c. Berkoordinasi dan bekerja sama dengan karyawan atau bawahannya.
d. Memotivasi dan memantau kualitas kerja karyawan.
3. Logistik
a. Bertanggung jawab dalam pembuatan proposal penawaran kerja.
b. Melakukan pengadaan barang-barang yang telah disetujui atau diminta konsumen.
c. Menyusun rancangan proposal penawaran kerja sesuai dengan harga terbaru dan menarik minat konsumen.
4. Pemasaran
a. Memasarkan jasa pengadaan barang kepada calon-calon konsumen dan membuat relasi yang baik dengan konsumen yang sering meminta jasa pengadaan barang.
b. Memberikan informasi apa saja yang dibutuhkan seputar jasa pengadaan barang.
5. Admin
a. Bertanggung jawab atas segala administrasi yang terjadi di perusahaan.
b. Memberikan pelayanan yang baik terhadap konsumen.
c. Merangkap sebagai bagian keuangan yang mengurus transaksi jasa pengadaan barang.
3.2. Prosedur Sistem Berjalan
Prosedur sistem berjalan untuk sistem jasa pengadaan barang yang sedang berjalan di CV. Kapuas Tirta Sari diuraikan sebagai berikut:
1. Permintaan pengadaan barang
Konsumen melakukan kontak dengan pihak perusahaan dan menyerahkan daftar permintaan (DP) kepada Admin. Admin menyerahkan daftar permintaan (DP) tersebut kepada Logistik.
2. Penawaran
Logistik membuat proposal penawaran kerja (PPK) dan menyerahkan kepada Konsumen, daftar permintaan (DP) diarsipkan oleh Logistik. Konsumen yang menyetujui proposal tersebut dengan menyerahkan surat persetujuan penawaran (SPP) kepada Logistik, surat persetujuan penawaran (SPP) diarsipkan.
3. Kontrak kerja
Manajer menyerahkan surat perjanjian kerja (SPK) kepada Konsumen untuk ditandatangani, Kemudian Manajer menyimpan surat pertjanjian kerja yang telah disetujui (SPK Acc) ke arsip.
4. Pengadaan barang
Logistik melakukan pengadaan barang sesuai dengan barang yang diminta oleh konsumen dengan menghubungi pihak Supplier. Logistik menyerahkan daftar pengadaan barang (DPB) kepada Supplier. Setelah melunasi biaya
pengadaan barang, maka Supplier menyerahkan nota pembelian (NP) kepada Logistik dan diarsipkan.
5. Pembayaran
Setelah barang-barang yang diminta konsumen sudah tersedia, maka Admin menghubungi pihak Konsumen untuk melunasi biaya pengadaan barang dan menyerahkan kwitansi pembayaran (KP) kepada Konsumen. Konsumen yang melunasi biaya pengadaan barang kepada Admin yang tertera di kwitansi pembayaran (KP Acc). Admin menyimpan bukti pelunasan kwitansi pembayaran (KP Acc) tersebut dan diarsipkan.
6. Laporan
Admin mengumpulkan data-data yang berkaitan dengan pembuatan laporan jasa pengadaan barang yang bersumber dari arsip masing-masing, yaitu arsip daftar permintaan (Arsip DP), arsip surat perjanjian kerja (Arsip SPK), arsip nota pembelian (arsip NP) dan arsip kwitansi pembayaran (Arsip NP).
Kemudian mengolah data-data tersebut menjadi laporan jasa pengadaan barang (LJPB) berdasarkan kemudian menyerahkannya kepada Direktur sekaligus diarsipkan.
3.3. Diagram Alir Data (DAD) Sistem Berjalan
Berdasarkan tahapan-tahapan kegiatan yang ada pada prosedur sistem jasa pengadaan barang yang sedang berjalan di CV. Kapuas Tirta Sari, penulis mentransformasikan prosedur sistem tersebut menjadi bentuk logika menggunakan teknik pemodelan diagram alir data (DAD). Diagram alir data
(DAD) ini terdiri dari tiga tingkatan konstruksi, yaitu diagram konteks, diagram nol dan diagram detail yang dapat dilihat pada gambar berikut ini.
Keterangan:
DP : Daftar Permintaan PPK : Proposal Penawaran Kerja SPP : Surat Persetujuan Penawaran SPK : Surat Perjanjian Kerja DPB : Daftar Pengadaan Barang NP : Nota Pembelian
KP : Kwitansi Pembayaran
LJPB : Laporan Jasa Pengadaan Barang
Sumber: Hasil Penelitian (2017)
Gambar III.2. Diagram Konteks Sistem Berjalan
Keterangan:
DP : Daftar Permintaan PPK : Proposal Penawaran Kerja SPP : Surat Persetujuan Penawaran SPK : Surat Perjanjian Kerja DPB : Daftar Pengadaan Barang NP : Nota Pembelian
KP : Kwitansi Pembayaran
LJPB : Laporan Jasa Pengadaan Barang
Sumber: Hasil Penelitian (2017)
Gambar III.3. Diagram Nol Sistem Berjalan
Keterangan:
Keterangan:
DP : Daftar Permintaan PPK : Proposal Penawaran Kerja SPP : Surat Persetujuan Penawaran
Sumber: Hasil Penelitian (2017)
Gambar III.4. Diagram Detail Proses 2.0
Keterangan:
SPK : Surat Perjanjian Kerja
Sumber: Hasil Penelitian (2017)
Gambar III.5. Diagram Detail Proses 3.0
Keterangan:
DPB : Daftar Pengadaan Barang NP : Nota Pembelian
Sumber: Hasil Penelitian (2017)
Gambar III.6. Diagram Detail Proses 4.0
Keterangan:
KP : Kwitansi Pembayaran
Sumber: Hasil Penelitian (2017)
Gambar III.7. Diagram Detail Proses 5.0
3.4. Spesifikasi Sistem Berjalan
Spesifikasi sistem berjalan merupakan perincian dari bentuk dokumen- dokumen yang digunakan dalam sistem jasa pengadaan barang pada CV. Kapuas Tirta Sari. Bentuk dokumen itu sendiri digolongkan dalam dua (2) bagian, dokumen masukan dan dokumen keluaran.
3.4.1. Spesifikasi Bentuk Dokumen Masukan
Spesifikasi bentuk dokumen masukan merupakan bentuk dari dokumen- dokumen yang masuk atau diterima untuk melakukan proses. Dibawah ini adalah uraian bentuk dokumen masukan yang ada dalam sistem jasa pengadaan barang pada CV. Kapuas Tirta Sari.
1. Nama Dokumen : Daftar Permintaan
Fungsi : Rincian daftar permintaan jasa pengadaan barang
Sumber : Konsumen
Tujuan : Admin – Logistik – Arsip DP
Media : Kertas
Jumlah : 1 Lembar
Frekuensi : 2-3 DP per bulan
Lampiran : A-1
2. Nama Dokumen : Surat Persetujuan Penawaran
Fungsi : Persetujuan proposal penawaran kerja
Sumber : Konsumen
Tujuan : Logistik – Arsip SPP
Media : Kertas
Jumlah : 1 Lembar
Frekuensi : 1-2 SPP per bulan
Lampiran : -
3. Nama Dokumen : Nota Pembelian
Fungsi : Bukti pembelian/pengadaan barang
Sumber : Supplier
Tujuan : Logistik – Arsip NP
Media : Kertas
Jumlah : 1 Lembar
Frekuensi : 1 NP setiap pengadaan barang
Lampiran : -
3.4.2. Spesifikasi Bentuk Dokumen Keluaran
Spesifikasi bentuk dokumen keluaran merupakan bentuk dari dokumen- dokumen keluaran untuk melakukan proses. Dibawah ini adalah uraian bentuk dokumen keluaran yang ada dalam sistem jasa pengadaan barang pada CV.
Kapuas Tirta Sari.
1. Nama Dokumen : Proposal Penawaran Kerja
Fungsi : Pengajuan penawaran pengadaan barang
Sumber : Logistik
Tujuan : Konsumen
Media : Kertas
Jumlah : 1-2 Lembar
Frekuensi : 2-3 PPK per bulan
Lampiran : B-1
2. Nama Dokumen : Surat Perjanjian Kerja
Fungsi : Kontrak kerja dengan konsumen
Sumber : Manajer
Tujuan : Konsumen – Manajer – Arsip SPK
Media : Kertas
Jumlah : 1 Lembar
Frekuensi : 1-2 SPK per bulan
Lampiran : -
3. Nama Dokumen : Daftar Pengadaan Barang
Fungsi : Rincian pembelian untuk pengadaan barang
Sumber : Logistik
Tujuan : Supplier
Media : Kertas
Jumlah : 1 Lembar
Frekuensi : 1-2 DPB per bulan
Lampiran : B-2
4. Nama Dokumen : Kwitansi Pembayaran
Fungsi : Bukti pelunasan jasa pengadaan barang
Sumber : Admin
Tujuan : Konsumen – Arsip KP
Media : Kertas
Jumlah : 1 Lembar
Frekuensi : 1-2 KP per bulan
Lampiran : -
5. Nama Dokumen : Laporan Jasa Pengadaan Barang Fungsi : Rekapitulasi jasa pengadaan barang
Sumber : Admin
Tujuan : Direktur – Arsip LJPB
Media : Kertas
Jumlah : 1-2 Lembar
Frekuensi : 1 LJPB per bulan
Lampiran : -
3.5. Permasalahan Pokok
Setelah melakukan penelitian dan menguraikan hasil analisis sistem jasa pengadaan barang pada CV. Kapuas Tirta Sari, penulis menemukan beberapa permasalahan pokok yang dapat menggangu aktifitas dan merugikan perusahaan.
Adapun permasalahan-permasalahan tersebut, yaitu:
1. Penyajian harga dan kecepatan dalam pembuatan proposal penawaran kerja merupakan kunci keberlangsungan jasa pengadaan. Sedangkan, waktu yang diperlukan oleh Logistik dalam membuat proposal kerja ini cukup lama, dikarenakan Logistik harus mengecek harga barang-barang yang diminta terlebih dahulu dan harga yang ditawarkan untuk Konsumen tidak memiliki patokan/standar harga (mengandalkan estimasi atau harga terakhir).
2. Rincian harga yang dilampirkan pada proposal penawaran kerja bisa saja berbeda dengan harga dari Supplier (harga Supplier lebih mahal) dan dapat merugikan perusahaan apabila surat perjanjian kontrak telah terjalin.
3. Proses penyajian laporan jasa pengadaan barang memerlukan waktu lama yang lama dikarenakan Admin harus merekap ulang data-data yang djadikan sebagai bahan laporan dan bisa saja laporan jasa pengadaan barang ini tidak akurat dikarenakan human error.
3.6. Pemecahan Masalah
Setelah menemukan permasalahan-permasalahan pokok yang terjadi pada CV. Kapuas Tirta Sari untuk sistem jasa pengadaan barang, penulis memberikan solusi untuk memecahkan permasalahan tersebut. Adapun pemecahan-pemecahan masalah yang penulis ajukan diuraikan sebagai berikut:
1. Menggunakan sistem komputerisasi agar sistem jasa pengadaan barang ini dapat berjalan lebih lancar, sehingga pembuatan proposal penawaran kerja dapat dibuat dalam waktu yang cukup singkat dengan syarat yaitu rincian harga barang dari Supplier sudah tersimpan di dalam sistem.
2. Logistik harus senantiasa poll up atau mengikuti harga terbaru dari Supplier, maka dari itu diperlukan kerja sama yang baik dengan Supplier seperti meminta Supplier untuk mengirimkan rincian harga barang apabila terjadi perubahan atau penambahan, rincian harga terbaru ini harus dimasukkan ke dalam sistem.
3. Pembuatan laporan jasa pengadaan barang akan lebih cepat apabila sudah menggunakan sistem komputerisasi, karena Admin tidak perlu merekap ulang data-data yang berkaitan dengan laporan jasa pengadaan barang, cukup dengan mensortir pencarian laporan dengan menggunakan tanggal pencarian laporan atau nomor surat perjanjian kerja.