Simpulan
Perumusan kebijakan pembangunan merupakan kegiatan yang dilakukan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) guna meningkatkan dan mengembangkan wilayah. Pemda perlu mengetahui dan memahami karakteristik wilayah yang dimilikinya, sehingga kebijakan yang dikeluarkan dapat sesuai dengan kebutuhan serta kemampuan daerah. Salah satu bentuk kebijakan guna mewujudkan kemajuan daerah adalah mengembangkan sektor-sektor unggulan yang diharapkan mampu menjadi lokomotif perekonomian daerah.
Kabupaten Kebumen merupakan salah satu Kabupaten di Jawa Tengah yang mempunyai potensi wilayah yang beragam, namun sampai saat ini masih tergolong salah satu Kabupaten dengan PDRB perkapita yang rendah untuk ukuran Provinsi Jawa Tengah dibandingkan dengan Kabupaten lainnya. Berdasarkan kriteria kont ribusi sektor-sektor perekonomian dalam PDRB, tingkat penyerapan tenaga kerja, pertumbuhan PDRB serta nilai LQ, serta berdasarkan analisis data-data statistik maka Kabupaten Kebumen setidaknya mempunyai 4 (empat) sektor unggulan yaitu pertanian, industri pengolahan, perdagangan, dan jasa-jasa. Sektor-sektor ini diharapkan mampu menjadi lokomotif dan tulang punggung perekonomian bagi Kabupaten Kebumen.
Secara umum kebijakan dan program-program pembangunan di bidang ekonomi sudah pada arah yang benar, namun dari analisis data-data statistik belum sepenuhnya mampu meningkatkan perekonomian daerah. Alokasi APBD sebagai salah satu bentuk perhatian dan implementasi kebijakan pembangunan belum sepenuhnya ditujukan guna lebih meningkatkan sektor-sektor unggulan daerah.
Berdasarkan analisis AHP, nampak bahwa kebijakan pembangunannya bagi Kabupaten Kebumen lebih memprioritaskan kebijakan bagi pengembangan masyarakat terutama di bidang pendidikan dari pada mengembangkan sektor-sektor unggulan.
81
Saran
1. Pemda Kabupaten kebumen perlu lebih mengoptimalkan potensi di sektor
pertanian dengan meningkatkan kegiatan agrobisnis yang antara lain dilakukan dengan membentuk klaster-klaster industri berbasis komoditas pertanian.
2. Kegiatan industri pengolahan pada umumnya dilakukan dalam skala kecil
dan merupakan industri rumah tangga. Oleh karena itu, perlu dukungan yang kuat dari pemda misalnya dari aspek permodalan, pemasaran dan promosi. 3. Perlu dikaji secara serius implementasi hasil-hasil studi yang dilakukan
lembaga -lembaga penelitian dan pengkajian guna lebih meningkatkan keterkaitan sektor -sektor perekonomian
4. Berdasarkan perkembangan yang ada, maka di jalur selatan akan dibangun
jalan yang yang dikenal dengan ’jalur selatan – selatan’ yang menghubungkan Yogya – Cilacap. Oleh karena itu, pemda perlu menyusun langkah-langkah antisipasi agar apabila jalan tersebut telah terealisasi dapat lebih dimanfaatkan guna pengembangan wilayah Kabupaten Kebumen.
Alkadri dan Hasan Mustofa Djajadiningrat. 2002. Bagaimana menganalisis
potensi wilayah. Di dalam : Urbanus M. Ambardi dan Socia Prihawantoro.
Editor. Pengembangan Wilayah dan Otonomi Daerah. Jakarta : Pusat
Pengkajian Kebijakan Teknologi Pengambangan Wilayah BPPT. hlm 95- 136
Arsyad, Lincolin. 1999. Pengantar Perencanaan dan Pembangunan Ekonomi
Daerah. Yogyakarta : PT. BPFE .
[BPS] Badan Pusat Statistik. 2002. Kebumen Dalam Angka. Kebumen : BPS. ---. 2004. Jawa Tengah Dalam Angka. Semarang : BPS. Badan Pusat Statistik dan Bappeda. Profil Pembangunan Daerah Kab. Kebumen
tahun 2003.
[Bappeda] Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. 2004. Laporan
Monitoringdan Evaluasi Kegiatan Tahun 2004. Kebumen : Bappeda
[BPTP] Balai pengkajian Teknologi Pertanian dan [Bappeda] Badan Perencanaan Pembangunan Nasional .2003. Studi Kelayakan Usaha Komoditas Unggulan Kabupaten Kebumen. Yogyakarta : BPTP
Blakely EJ. 1994. Planning Local Economic Development. 2t h Edition. London : Sage Publications.
Bratakusumah, D.S. 2003. Implikasi Perubahan UUD 45 terhadap Sistem
Perencanaan Pembangunan nasional. Seminar Nasional Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Ekonomi Politik Baru Pasca Amandemen UUD 1945. Jakarta. 2003.
Dunn, William N. 2003. Pengantar Analisis Kebijakan Publik. Samodra Wibawa
dkk, Penerjemah; Muhajir Darwin, editor. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press. Terjemahan dari Public Policy Analysis: An Introduction..
Hidayat, Syarif. 2004. Kegamangan Otonomi Daerah. Jakarta : Pustaka Quantum
Depertemen Pertambangan dan Energi. 2003. Inventarisasi Geologi Teknik
Kabupaten Kebumen.
Jhingan, M.L. 2000. Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. Cetakan ke-8.
Jakarta : Raja Grafindo Persada
Johnson RA, Witchern DW. 1998. Applied Multivariate Statistical Analysis. 4th Edition. New Jersey : Prentice Hall.
83
Keban, Yeremias T, 2004. Enam Dimensi Strategis Adminsitrasi Publik , Konsep, Teori dan Isu. Jakarta : Gava Media
Korten, D.C dan Syahrir. Editor.1988. Pembangunan Berdimensi Kerakyatan. A. Setiawan Abadi, penerjemah. Jakarta : Yayasan Obor.
Mangiri, Komet.2000. Perencanaan Terpadu Pembangunan Ekonomi Daerah
Otonom. Jakarta : Badan Pusat Statistik.
Miner, Thad W. 1988. Economic Statistic and Econometrics. 2th Edition. New
London : Mc Millan Publishing Company.
[Pemda] Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen Nomor 13 tahun 2001 tentang
Pola Dasar Pembangunan Daerah Kabupaten (POLDAS) Kebumen tahun 2001–2005. Kebumen : Pemda
[Pemda] Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen No. 17 tahun 2002 tentang
Program Pembangunan Daerah (PROPEDA) Kabupaten Kebumen tahun 2002-2005. Kebumen : Pemda
[Pemda] Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen No. 18 tahun 2002 tentang
Rencana Strategis Pembangunan (RENSTRA) Kabupaten Kebumen tahun 2002-2005. Kebumen : Pemda
PT. Dekatama Sekata (2003), Laporan akhir Kajian Ijin Rumah Bertingkat di
Perkotaan Untuk Usaha Sarang Burung Walet. Jakarta
Riyadi, Dodi Slamet, 2002. Dampak Globalisasi Ekonomi dan Kebijakan Regionalisasi Terhadap Pengembangan Wilayah Di dalam : Urbanus M.
Ambardi dan Socia Prihawantoro. Editor. Pengembangan Wilayah dan
Otonomi Daerah. Jakarta : Pusat Pengkajian Kebijakan Teknologi Pengembangan Wilayah BPPT. hlm 2-24.
Riyadi dan Deddy S.B. 2004.Perencanaan Pembangunan Daerah. Jakarta : PT
Gramedia Pustaka Utama.
Saaty, Thomas L. 1980. The Analytic Hierarchy Process. McGraw-Hill, Inc
Saefulhakim, Sunsun. 2004. Modul Premodelan. Bahan kuliah praktikum analisis kuantitatif IPB
Siagian. S.P. 1983. Administrasi Pembangunan. Jakarta : Gunung Agung.
Smith, BC. 1985. Decentralization : The Territorial Dimension of The State.
London : Asia Publishing House.
Suhandojo, 2002. Pegembangan Sumber Daya Manusia dalam rangka Pelaksanaan Otonomi Daerah. Di dalam : Urbanus M. Ambardi dan Socia
: Pusat Pengkajian Kebijakan Teknologi Pengembangan Wilayah BPPT. hlm 157 – 179.
Sukirno, Sadono. 1982. Beberapa Aspek Dalam Persoalan Pembangunan
Daerah. Jakarta: LP FE UI.
Sukirno, Sadono. 2002. Pengantar Teori Mikro Ekonomi. Jakarta: PT Raja
Grafindo Persada
Tarigan, Robinson. 2004. Perencanaan Pembangunan Wilayah. Jakarta: PT Bumi
Aksara.
The Oxford English Dictionary Departement. 1985. The Little Oxford Dictionary. Oxford University Press.
Tukiyat, 2002. Pengantar Pengembangan Ekonomi Wilayah. Di dalam : Urbanus
M. Ambardi dan Socia Prihawantoro. Editor. Pengembangan Wilayah dan
Otonomi Daerah. Jakarta : Pusat Pengkajian Kebijakan Teknologi Pengambangan Wilayah BPPT. hlm. 125 - 179
Undang-undang RI Nomor 24 tahun 1992 tentang Penataan Ruang Undang-undang RI Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah.
Undang-undang RI Nomor 17 tahun 1999 tentang Keuangan Negara.
Undang-undang RI Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional
Undang-undang RI Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah
Undang-undang RI Nomor 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah
DAFTAR PUSTAKA
Alkadri dan Hasan Mustofa Djajadiningrat. 2002. Bagaimana menganalisis
potensi wilayah. Di dalam : Urbanus M. Ambardi dan Socia Prihawantoro.
Editor. Pengembangan Wilayah dan Otonomi Daerah. Jakarta : Pusat
Pengkajian Kebijakan Teknologi Pengambangan Wilayah BPPT. hlm 95- 136
Arsyad, Lincolin. 1999. Pengantar Perencanaan dan Pembangunan Ekonomi
Daerah. Yogyakarta : PT. BPFE .
[BPS] Badan Pusat Statistik. 2002. Kebumen Dalam Angka. Kebumen : BPS. ---. 2004. Jawa Tengah Dalam Angka. Semarang : BPS. Badan Pusat Statistik dan Bappeda. Profil Pembangunan Daerah Kab. Kebumen
tahun 2003.
[Bappeda] Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. 2004. Laporan
Monitoringdan Evaluasi Kegiatan Tahun 2004. Kebumen : Bappeda
[BPTP] Balai pengkajian Teknologi Pertanian dan [Bappeda] Badan Perencanaan Pembangunan Nasional .2003. Studi Kelayakan Usaha Komoditas Unggulan Kabupaten Kebumen. Yogyakarta : BPTP
Blakely EJ. 1994. Planning Local Economic Development. 2t h Edition. London : Sage Publications.
Bratakusumah, D.S. 2003. Implikasi Perubahan UUD 45 terhadap Sistem
Perencanaan Pembangunan nasional. Seminar Nasional Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional dan Ekonomi Politik Baru Pasca Amandemen UUD 1945. Jakarta. 2003.
Dunn, William N. 2003. Pengantar Analisis Kebijakan Publik. Samodra Wibawa
dkk, Penerjemah; Muhajir Darwin, editor. Yogyakarta : Gadjah Mada University Press. Terjemahan dari Public Policy Analysis: An Introduction..
Hidayat, Syarif. 2004. Kegamangan Otonomi Daerah. Jakarta : Pustaka Quantum
Depertemen Pertambangan dan Energi. 2003. Inventarisasi Geologi Teknik
Kabupaten Kebumen.
Jhingan, M.L. 2000. Ekonomi Pembangunan dan Perencanaan. Cetakan ke-8.
Jakarta : Raja Grafindo Persada
Johnson RA, Witchern DW. 1998. Applied Multivariate Statistical Analysis. 4th Edition. New Jersey : Prentice Hall.
Keban, Yeremias T, 2004. Enam Dimensi Strategis Adminsitrasi Publik , Konsep, Teori dan Isu. Jakarta : Gava Media
Korten, D.C dan Syahrir. Editor.1988. Pembangunan Berdimensi Kerakyatan. A. Setiawan Abadi, penerjemah. Jakarta : Yayasan Obor.
Mangiri, Komet.2000. Perencanaan Terpadu Pembangunan Ekonomi Daerah
Otonom. Jakarta : Badan Pusat Statistik.
Miner, Thad W. 1988. Economic Statistic and Econometrics. 2th Edition. New
London : Mc Millan Publishing Company.
[Pemda] Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen Nomor 13 tahun 2001 tentang
Pola Dasar Pembangunan Daerah Kabupaten (POLDAS) Kebumen tahun 2001–2005. Kebumen : Pemda
[Pemda] Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen No. 17 tahun 2002 tentang
Program Pembangunan Daerah (PROPEDA) Kabupaten Kebumen tahun 2002-2005. Kebumen : Pemda
[Pemda] Peraturan Daerah Kabupaten Kebumen No. 18 tahun 2002 tentang
Rencana Strategis Pembangunan (RENSTRA) Kabupaten Kebumen tahun 2002-2005. Kebumen : Pemda
PT. Dekatama Sekata (2003), Laporan akhir Kajian Ijin Rumah Bertingkat di
Perkotaan Untuk Usaha Sarang Burung Walet. Jakarta
Riyadi, Dodi Slamet, 2002. Dampak Globalisasi Ekonomi dan Kebijakan Regionalisasi Terhadap Pengembangan Wilayah Di dalam : Urbanus M.
Ambardi dan Socia Prihawantoro. Editor. Pengembangan Wilayah dan
Otonomi Daerah. Jakarta : Pusat Pengkajian Kebijakan Teknologi Pengembangan Wilayah BPPT. hlm 2-24.
Riyadi dan Deddy S.B. 2004.Perencanaan Pembangunan Daerah. Jakarta : PT
Gramedia Pustaka Utama.
Saaty, Thomas L. 1980. The Analytic Hierarchy Process. McGraw-Hill, Inc
Saefulhakim, Sunsun. 2004. Modul Premodelan. Bahan kuliah praktikum analisis kuantitatif IPB
Siagian. S.P. 1983. Administrasi Pembangunan. Jakarta : Gunung Agung.
Smith, BC. 1985. Decentralization : The Territorial Dimension of The State.
London : Asia Publishing House.
Suhandojo, 2002. Pegembangan Sumber Daya Manusia dalam rangka Pelaksanaan Otonomi Daerah. Di dalam : Urbanus M. Ambardi dan Socia
84
: Pusat Pengkajian Kebijakan Teknologi Pengembangan Wilayah BPPT. hlm 157 – 179.
Sukirno, Sadono. 1982. Beberapa Aspek Dalam Persoalan Pembangunan
Daerah. Jakarta: LP FE UI.
Sukirno, Sadono. 2002. Pengantar Teori Mikro Ekonomi. Jakarta: PT Raja
Grafindo Persada
Tarigan, Robinson. 2004. Perencanaan Pembangunan Wilayah. Jakarta: PT Bumi
Aksara.
The Oxford English Dictionary Departement. 1985. The Little Oxford Dictionary. Oxford University Press.
Tukiyat, 2002. Pengantar Pengembangan Ekonomi Wilayah. Di dalam : Urbanus
M. Ambardi dan Socia Prihawantoro. Editor. Pengembangan Wilayah dan
Otonomi Daerah. Jakarta : Pusat Pengkajian Kebijakan Teknologi Pengambangan Wilayah BPPT. hlm. 125 - 179
Undang-undang RI Nomor 24 tahun 1992 tentang Penataan Ruang Undang-undang RI Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah.
Undang-undang RI Nomor 17 tahun 1999 tentang Keuangan Negara.
Undang-undang RI Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional
Undang-undang RI Nomor 32 tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah
Undang-undang RI Nomor 33 tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Daerah
Tahun Padi Palawija Sayuran
Luas panen Produksi Ketela Pohon Kacang tanah Kedele Kacang hijau Lombok Melinjo (Ha) (Ton) Luas panen Produksi Luas panen Produksi Luas panen Produksi Luas panen Produksi Produksi Produksi (Ha) (Ton) (Ha) (Ton) (Ha) (Ton) (Ha) (Ton) (Ton) (Ton)
1998 7 7326 395 380 9 263 163 254 11 111 10 316 3 019 3 876 612 317 632.2 1 620.1 1999 71 417 342 354 11 639 208 111 7 097 6 048 14 024 12 024 2 592 1 949 482.1 1 721.7 2000 74 974 404 240 10 338 163 254 10 829 10 261 6 620 7 366 4 112 3 864 585.4 740.4 2001 73 902 398 193 12 337 203 506 10 349 9 130 4 321 4 509 1 708 1 183 503.8 566.4 2002 69 932 382 514 10 840 172 369 9 997 9 302 3 923 3 533 4 058 4 329 580.0 715.4 Lanjutan
Tahun Buah-buahan Perkebunan Peternakan Perikanan
Jeruk Mangga Kelapa Cengkeh Produksi Kambing Produksi Ayam Ayam Produksi Darat Laut Produksi Produksi Produksi Produksi Dg sapi Dg Kamb petelur Potong Ayam potong
(Ton) (Ton) (ribu butir) (Ton) (Ton) (ekor) (Ton) (ekor) (ekor) (Ton) (Ton) (Ton)
1998 90.4 112 114 367 124.8 953.40 128 488 690.58 4 520 39 617 3 099.49 2 154.22 766.91 1999 224.0 1 516 115 901 124.1 976.38 131 362 596.79 6 703 14 488 3 075.82 2 817.03 1 571.93 2000 871.2 1 569 129 791 97.0 995.20 133 644 174.10 4 905 86 750 3 564.84 2 208.64 1 070.25 2001 877.2 1 321 133 508 93.3 1 149.80 137 09 0 265.12 6 000 86 800 3 094.76 2 510.20 931.14 2002 1 450.4 1 829 141 697 153.8 1 217.81 147 636 220.30 6 499 87 400 3 881.20 1 729.67 930.07
86
Lampiran 2 Hasil analisis aplikasi expert choice 2000
Dynamic Sensitivity for nodes below: Kebijakan Pembangunan yang tepat bagi Kab. Kebumen (Hasil analisis aplikasi expert choice 2000
0 .1 .2 .3 .4 .5 .6 .7 .8 .9 1 0 .1 .2 .3 .4 .5 .6 .7 .8 .9
0 .1 .2 .3 .4 .5 .6 .7 .8 .9 1 0 .1 .2 .3 .4 .5 .6 .7 .8 .9
20,3% Penyerapan tenaga kerja 23,1% Pengembangan sektor basis 26,7% Peningkatan kualitas SDM 29,9% Pengurangan Penduduk miskin
43,2% Pengembangan Sektor Unggulan 56,8% Pengembangan masyarakat
Objectives Names
Penyerapan t Penyerapan tenaga kerja
Pengembangan Pengembangan sektor basis
Peningkatan Peningkatan kualitas SDM
Pengurangan Pengurangan Penduduk miskin
Alternatives Names
Pengembangan Pengembangan Sektor Unggulan