UPAYA MENINGKATKAN KEPERCAYAAN DIRI DAN KONSENTRASI PADA PEMBELAJARAN PENJAS
MELALUI METODE BRAINSTORMING
Aditya Mayendra SMAN 1 Lingga
Jl. Istana robat no.40 daik lingga, kp. 29872 Email : [email protected] ABSTRAK
Penelitian ini dilatar belakangi oleh kurangnya kepercayaan diri dalam mengemukakan pendapatnya didepan umum. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut, adapun tujuan dari penelitaian adalah untuk meningkatkan konsentrasi dan kepercayaan diri siswa dalam mengemukakan pendapat melalui metode Brainstorming.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelitian tindakan kelas atau PTK yang dilaksanakan dalam tiga tahapan yaitu pra siklus, siklus I, dan siklus II. Yang mana dalam taiap tahapan pada siklus I dan Siklus II berisi tahapan-tahapan berupa perencanaan, observasi, dan refleksi. Sedangkan instrumen yang digunakan adalah observasi dan tes konsentrasi.Berdasarkan pengolahan data hasil analisis dan pembahasan terhadap tingkat kepercayaan diri dan konsentrasi siswa pada tiap siklus semakin meningkat, hal tersebut dapat dilihat dari perolehan data sebagai berikut: pada pra siklus persantase jumlah siswa yang berani mengungkapkan pendapat ialah 13,79% dan untuk skor hasil tes konsentrasi masih sangat rendah. Pada siklus I persentase jumlah siswa yang berani mengungkapkan pendapat ialah 52,72% dan persentase jumlah siswa yang mengalami peningkatan konsentrasi ialah 65,52%. Lalu pada siklus II persentase jumlah siswa yang berani berpendapat ialah 79,31% dan persentase jumlah siswa yang mengalami peningkatan konsentrasi ialah 79,31%.Dengan demikian dapat kita simpulkan bahwa penggunaan metode brainstorming dapat meningkatkan kepercayaan diri dan konsentrasi siswa.Guru hendaknya menerapkan metode brain storming pada pembelajaran guna membuat siswa terbiasa mengemukakan pendapatnya didepan umum. Kepala sekolah dapat menjadikan hasil penelitian ini sebagai bahan bimbingan profesional bagi guru-guru dalam meningkatkan mutu pembelajaran.
Kata Kunci : Pendidikan Jasmani, Kepercayaan Diri, Konsentrasi, Brainstorming
PENDAHULUAN
Dewasa ini sangat banyak sekali kita jumpai peserta didik yang memiliki ide cemerlang namun tidak mampu mengungkapkannya kepada orang lain.
Sepertihalnya yang terjadi pada siswa kelas X SMAN 1 Lingga, dari enam lokal kelas X dengan jumlah siswa mencapai 172 orang, hanya kurang lebih berkisar 24,91%
siswa yang berani berbicara di depan kelas.
Hal tersebut menunjukkan lemahnya mental siswa untuk mengungkapkan pendapatnya didepan keramaian. Jika hal ini tidak dicermati, maka akan berlanjut hingga siswa tersebut meneruskan pendidikan keperguruan tinggi. Jika itu terjadi maka siswa-siswa tersebut tidak akan mampu bersaing dilingkungan baru pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
Kita mengetahui bahwa kepercayaan diri adalah salah satu dari sekian banyak faktor yang menjadi motivator dalam diri manusia pada umumnya dan peserta didik pada khususnya. Dengan kepercayaan diri seseorang mampu mencapai suatu keinginan atau tujuan yang ingin dicapai.
Karena tanpa kepercayaan diri, seseorang tidak akan mampu mencapai hasil yang optimal. Begitu juga halnya dengan peserta didik, dengan kepercayaan diri seorang peserta didik mampu memperoleh hasil
dari pelajaran yang ia dapatkan dengan optimal. Dan dengan kepercayaan diri penuh pula, peserta didik mampu memperoleh prestasi dalam hal belajar.
Sebagai mana yang telah dikemukakan oleh Lauster (2003) terdapat beberapa karakteristik untuk menilai kepercayaan diri individu, salah satunya adalah berani mengungkapkan pendapat, yaitu adanya suatu sikap untuk mampu mengutarakan sesuatu dalam diri yang ingin diungkapkan kepada orang lain tanpa adanya paksaan atau hal yang dapat menghambat pengungkapan perasaan tersebut. Berani mengungkapkan pendapat merupakan salah satu ciri kepercayaan diri yang sudah selayaknya harus dimiliki oleh peserta didik guna mencapai prestasi yang optimal.
Terlepas dari hal tersebut, tidak semua peserta didik memiliki kecakapan dalam mengemukakan pendapat. Itu terjadi karena peserta didik tidak terbiasa untuk mengemukakan pendapatnya didepan khalayak ramai, sehingga berimbas kepada kepercayaan diri peserta didik untuk mengemukakan pendapatnya baik saat pembelajaran maupun diluar pembelajaran.
Hal tersebut akan menjadi permasalahan apabila seorang peserta didik memiliki pendapat yang bagus namun tidak
dimanfaatkan dengan cara
menyampaikanya. Oleh karena itu budaya mengungkapkan pendapat harus diciptakan dalam proses belajar mengajar. Meskipun pengaplikasiannya pada saat pembelajaran berlangsung cenderung sulit dan tidak merata pada seluruh siswa, yang mana hal tersebut disebabkan oleh mental block (takut gagal, tidak berani mencoba, inner conflict, cemas, ragu, merasa tidak mampu, bingung, malu dan tidak fokus). Meskipun siswa mengalami mental block, bukan berarti membudayakan kepercayaan diri dalam mengemukakan pendapat tidak dapat diaplikasikan saat proses belajar mengajar berlangsung. Kepercayaan diri tersebut dapat diaplikasikan dengan menggunakan berbagai macam metode dan salah satunya adalah metode brainstorming. Dengan menerapkan metode ini pada peserta didik saat proses belajar mengajar berlangsung, diharapkan budaya mengemukakan pendapat didepan umum bukan lagi menjadi permasalahan yang akan dialami siswa.
Terlepas dari kepercayaan diri dalam mengemukakan pendapat itu sendiri, kita tidak dapat memungkiri bahwa dibutuhkannya konsentrasi yang cukup baik untuk mengemukakan pendapat.
Karena untuk mengemukakan pendapat, kita harus menghubungkan informasi yang
telah dipersiapkan untuk disampaikan dalam berpendapat. Jika kita tidak memiliki konsentrasi yang optimal, maka dapat dipastikan kita akan mengalami kesulitan dalam menyampaikan pendapat kita terutama didepan umum.
Akan tetapi metode ini mampu merangsang siswa untuk berpendapat tanpa harus takut pendapatnya dibantah oleh pihak atau siswa lain. Dalam pembelajaran penjas, metode ini dapat digunakan pada saat memulai pembelajaran maupun pada akhir pembelajaran, atau dapat juga diterapkan ditengah proses pembelajaran yang sedang berlangsung.
Dewasa ini persaingan semakin ketat dan menyeluruh, jika tidak sanggup untuk bersaing maka prestasi dan kehidupan seseorang akan jalan ditempat, hanya orang yang memiliki daya saing yang mampu mengikuti persaingan. Dan salah satunya ialah orang yang berani mengungkapkan pendapatnya didepan umum, karena dengan berani mengungkapkan pendapat didepan umum, seseorang akan memperoleh eksistensi. Oleh sebab itu, sangat penting untuk mengajarkan siswa berani berpendapat didepan umum agar mampu bersaing dan memperoleh eksistensi. Salah satunya ialah dengan menerapkan metode brainstorming dalam
mengajar. Sehingga siswa akan terbiasa mengeluarkan pendapatnya dan mampu mengaplikasikannya didalam dan diluar kegiatan pembelajaran.
Pembelajaran penjas yang sifatnya menyeluruh, tidak hanya menitik beratkan pada kognitif dan psikomotor, tetapi juga harus lengkap dengan hadirnya afektif yang baik dalam diri siswa. Kepercayaan diri juga termasuk kedalam ranah afektif yang harus ditumbuh kembangkan oleh guru pada seluruh siswanya. Peneliti melihat masih kurangnya penelitian oleh para peneliti terdahulu tentang pengembangan aspek afektif berupa keprcayaan diri siswa dalam berpendapat, padahal dewasa ini menuntut setiap orang berani berpendapat untuk menunjukkan bahwa dirinya mampu dan mempunyai daya saing dimasyarakat. Oleh sebab itu peneliti mengangkat permasalahan tersebut sebagai upaya untuk membentuk keberanian siswa dalam mengemukakan pendapatnya didepan umum melalui pembelajaran penjas dan penerapan metode brainstorming.
Dalam pembelajaran penjas sendiri, metode brainstorming ini dapat memicu siswa untuk mengemukakan pendapatnya maupun keluhan yang ia rasa saat pembelajaran penjas berlangsung. Dengan
begitu, permasalahan yang dialami oleh siswa saat pembelajaran penjas dapat ditampung menjadi satu, lalu kemudian dibahas bersama pada sesi evaluasi.
Dengan menerapkan metode ini saat pembelajaran, siswa juga dirangsang untuk memecahkan suatu permasalahan secara bersama dengan mengungkapkan pendapatnya langsung tanpa harus takut ditolak pendapatnya oleh siswa lain.
Berdasarkan penjelasan latar belakang masalah diatas, penulis tertarik untuk melakukan penerapan metode brainstorming pada proses belajar mengajar penjas dalam rangka untuk meningkatkan kepercayaan diri dan konsentrasi siswa kelas X MIPA 1 SMAN 1 Lingga.
METODE
Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK), hal tersebut dikarenakan permasalahan yang dikaji merupakan permasalahan pada sektor pendidikan yang terjadi di dalam kelas, yaitu berupa rendahnya kepercayaan diri dan konsentrasi siswa pada pembelajaran penjas. Adapun cara penanganannya adalah dengan melakukan suatu tindakan untuk memecahkan suatu persoalan pembelajaran yang terjadi pada
satu kelas. Tujuan dari penelitian tindakan kelas ini adalah untuk memperbaiki maupun meningkatkan mutu pembelajaran di kelas. Oleh sebab itu, fokus dari penelitian tindakan kelas ini terletak pada tindakan-tindakan alternatif yang direncanakan oleh pendidik, dan kemudian diuji cobakan lalu selanjutnya dievaluasi apakah tindakan-tindakan alternatif itu dapat dipergunakan untuk menyelesaikan persoalan pembelajaran yang sedang dihadapi oleh pendidik atau tidak.
HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian tindakan kelas ini
dilaksanakan di kelas X MIPA 1 SMAN 1 Lingga Kecamatan Lingga Kabupaten Lingga Provinsi Kepulauan Riau, pada mata pelajaran PJOK tentang peningkatan kepercayaan diri dan konsentrasi siswa melalui metode brainstorming pada semester genap tahun ajaran 2020-2021.
Metode brainstorming merupakan suatu metode yang dapat merangsang siswa untuk berani berpendapat didepan umum, metode ini menekankan kepada curah pendapat, yang mana siswa tidak perlu takut untuk dikritik oleh guru maupun teman sejawat. Pemanfaatan metode brainstorming menjadi solusi untuk meningkatkan kepercayaan diri dan
konsentrasi siswa karena metode ini merupakan metode yang tepat untuk melatih siswa berani berbicara atau mengemukakan pendapatnya didepan umum. Metode ini merupakan metode yang pertama kali dilakukan di kelas X MIPA 1 maupun di SMAN 1 Lingga.
Sementara tes konsentrasi yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah Grid Exercise Concentration Test. Yang mana tes tersebut berisikan 100 kolom yang berisikan angka dari 00-100. Adapun cara mengisi lembar tes tersebut adalah dengan memberi tanda silang atau melingkari angka secara sistematis dimulai dari angka terkecil ke angka terbesar.
Waktu yang diberikan kepada siswa untuk mengerjakan gridd test tersebut ialah 1 menit / 60 detik, yang mana peneliti yang bertugas menjadi timer. Adapun indikator dari grid test ini adalah jika siswa mampu memperoleh skor 20 dalam waktu yang telah ditentukan, maka siswa tersebut dikatakan memiliki konsentrasi yang baik.
Berikut perolehan data hasil penelitian:
Tabel 4.14
Perolehan Data Hasil Penenlitian
Kelompok Data Data Awal Siklus I Siklus II
∑ % ∑ % ∑ %
Kepercayaan Diri 4 13,79 15 52,72 23 79,31
Konsentrasi ( ∑ ) 8,52 12,31 16,69
Persentase Kepercayaan Diri dan Skor Rata-Rata Konsentrasi Siswa X MIPA 1 SMAN 1 Lingga.
Tingkat Kepercayaan Diri dan KonsentrasiSiswa Kelas X MIPA 1 SMAN 1 Lingga
Keterangan:
Kepercayaan diri : Data menggunakan jumlah siswa
Konsentrasi : Data menggunakan perolehan skor rata-rata seluruh siswa
Berdasarkan data pada tabel, diagram, dan kurva diatas, dapat disimpulkan terjadi peningkatan persentase pada kepercayaan diri sebanyak 38,93%, dan peningkatan konsentrasi sebesar 3,79 pada siklus I. Tak jauh berbeda dengan siklus I, pada siklus II juga terjadi peningkatan, terdapat peningkatan pada kepercayaan diri siswa
sebanyak27,59% dan peningkatan pada konsentrasi siswa sebesar 4,38.Sehingga diperoleh peningkatan persentase kepercayaan diri dari data awal pada tahap pra siklus sampai pada tahap siklus II sebanyak 65,52%. Dan peningkatan pada konsentrasi siswa dari data awal pada tahap pra siklus sampai pada tahap siklus II ialah sebesar 8,17.
Gambaran awal kepercayaan diri dan konsentrasi siswa kelas X MIPA 1 tergolong rendah, dengan persentase kepercayaan diri sebanyak 13,79% dari jumlah siswa sebanyak 29 orang dan rata- rata konsentrasi siswa kelas X MIPA 1 sebesar 8,52. Setelah diadakannya tindakan berupa penerapan metode brainstorming dan juga penerapan latihan tes konsentrasi yang diberikan oleh peneliti, tingkat kepercayaan diri dan konsentrasi siswa mengalami peningkatan menjadi 51,72%
dari jumlah siswa serta tingkat konsentrasi siswa sedikit meningkat menjadi 12,31.
Adapun peningkatan pada kepercayaan diri yang terjadi adalah sebesar 38,93% dari jumlah siswa, dan peningkatan pada tingkat konsentrasi ialah sebesar 3,79.
Berdasarkan tahapan hasil refleksi yang peneliti lakukan pada siklus I, dengan melakukan perbaikan pembelajaran serta pemberian tindakan yang tepat untuk 0
50 100
Pra Siklus
Siklus 1 Siklus II
kepercayaa n diri konsentrasi
dilakukan pada siklus II, peneliti memperoleh data hasil penelitian berupa terjadinya peningkatan persentase pada kepercayaan diri siswa sebanyak 27,59%
dari jumlah siswa. yang mana pada siklus I persentase tingkat kepercayaan diri siswa ialah 51,72% dan pada siklus II menjadi 79,31%. Peningkatan tingkat kepercayaan diri siswa pada siklus II lebih rendah 12,34% dari siklus I, itu terjadi karena peningkatan tingkat kepercayaan diri siswa pada siklus I begitu tinggi yaitu 15 orang dari jumlah awal 4 orang, sementara pada siklus II hanya terjadi penambahan sebanyak 8 orang menjadi 23 orang. Hal tersebut menyebabkan terjadinya penurunan atas peningkatan persentase kepercayaan diri siswa kelas X MIPA 1, terlepas dari hal itu, jika dilihat dari data awal pada tahap pra siklus, penurunan atas peningkatan persentase kepercayaan diri siswa tersebut tidak mengurangi peningkatan kepercayaan diri siswa kelas X MIPA 1, karena terjadi peningkatan persentase pada pra siklus ke siklus II sebanyak 65,52%. Yang mana pada tahap pra siklus persentase jumlah siswa yang percaya diri ialah sebanyak 13,79% dan pada siklus II sebanyak 79,31%.
Sementara itu, tingkat konsentrasi siswa pada siklus II mengalami
peningkatan sebesar 4,38 dari siklus I.
Yang mana pada siklus I rata-rata tingkat kepercayaan diri siswa ialah sebesar12,31, sementara pada siklus II sebesar 16,69.
Peningkatan rata-rata tingkat kepercayaan diri siswa mengalami peningkatan yang terus menaik dari tahap pra siklus ke siklus I dan lalu ke siklus II. Adapun peningkatan rata-rata tingkat konsentrasi siswa kelas X MIPA 1 SMAN 1 Lingga dari tahap pra siklus ke siklus II ialah sebesar 8,17.
Yang mana rata-rata konsentrasi siswa pada pra siklus ialah sebesar 8,52 dan pada siklus II sebesar 16,69.
Dari data tersebut secara keseluruhan, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode brainstorming pada siswa kelas X MIPA 1 SMAN 1 Lingga saat pembelajaran penjas mampu meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam mengemukakan pendapat didepan umum serta mampu meningkatkan konsentrasi belajar siswa.
Selanjutnya akan disajikan data-data hasil penelitian terhdap peningkatan kepercayaan diri dan konsentrasi pada pembelajaran penjas di kelas X.1 (sepuluh satu). Hasil penelitian diuraikan dalam bentuk tahapan yang terdiri dari siklus- siklus pembeljaran yang dilakukan dalam proses belajar mengajar di kelas. Data yang
diperoleh antara lain tentang jumlah siswa yang berani bertanya, menyanggah, ataupun berpendapat dan data tes konsentrasi pada setiap siklus, data hasil observasi aktivitas guru, dan data hasil observasi aktivitas siswa. Berikut dibawah ini data yang diperoleh dari hasil penelitian.
Berdasarkan pada hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan
metode brainstorming pada pembelajaran Penjas dapat meningkatkan kepercayaan diri dan konsentrasi siswa . Hal tersebut dapat dilihat dari hasil penelitian yang mana terjadi peningkatan sebanyak 52%
pada kepercayaan diri dan 8,17 pada skor rata-rata konsentrasi siswa kelas X MIPA 1 SMAN 1 Lingga.
DAFTAR PUSTAKA
Hidayah Nur. 2013. Panduan Praktis PENYUSUNAN dan Pelaporan PTK (Penelitian Tindakan Kelas). Jakarta: PT Prestasi Pustaka.
Lauster (dalam Sri Wahyuni). 2014. Hubungan Antara Kepercayaan Diri Dengan Kecemasan Berbicara Di depan Umum Pada Mahasiswa Psikologi. eJurnal Psikologi. No.1, Vol.2 : 50.56.
Bilal Adel Al-Khatib. 2012. The Effect of Ussing Brainstorming Strategy in Developing Creatve Problem SolvingSkills among Female Students in Princess Alia University College. American International Journal of Contemporary Research. No.10, Vol 2.
Taylor (dalam Sri Wahyuni). 2014. Hubungan Antara Kepercayaan Diri Dengan Kecemasan Berbicara Di depan Umum Pada Mahasiswa Psikologi. eJurnal Psikologi. No.1, Vol.2 : 50.56.