• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PELAKSANAAN KERJA MAGANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III PELAKSANAAN KERJA MAGANG"

Copied!
51
0
0

Teks penuh

(1)

18

BAB III

PELAKSANAAN KERJA MAGANG

3.1. Kedudukan dan Koordinasi

Secara keseluruhan, proses penentuan dan pembuatan konten dipimpin oleh 3 pihak secara terstruktur, antara lain; Patrick Effendy sebagai CEO, Elrica Sofridia sebagai COO, dan Anne Clarissa sebagai Content Producer. CEO dan COO berperan penting dalam menjaga kualitas konten yang nantinya akan diunggah di akun media sosial. Selain itu, CEO dan COO juga berperan penting dalam memberikan ilmu pada proses persiapan maupun produksi konten. Sedangkan Content Producer berperan penting dalam mengkoordinasikan setiap tugas dan pekerjaan, serta menjaga kualitas konten dengan cara memberikan arahan dan masukan secara langsung kepada para pekerja. Seorang content producer juga bertugas menentukan schedule dan timeline setiap konten yang akan diunggah di media sosial. Di bawah ketiga pihak tersebut terdapat Production Assistant, Bunga Salsabila. Production Assistant bertugas membantu Content Producer untuk menjalankan tugasnya, ia juga membantu video editor dalam memberikan arahan dan masukan, untuk menjaga kualitas konten.

1. Kedudukan

Penulis di sini memiliki kedudukan sebagai video editor di divisi Production Team. Dalam skala produksi besar, penulis berperan untuk menyunting materi konten, dengan hasil akhir berupa produk konten audiovisual yang akan diunggah di media sosial. Namun, jika dalam skala produksi kecil, penulis berperan untuk melakukan riset konten, penulisan konten, perekaman atau shooting konten, dan menyuntingnya. Pada pelaksanaan praktik kerja magang penulis bekerja dengan bimbingan dan arahan dari Content Producer, serta bekerja sama dengan Production Assitant. Menurut Falkenberg (1968), seorang editor merupakan seseorang yang memiliki tugas untuk memilih, menyusun, dan mengubah shot-shot yang sudah ada dan membentuk gabungan shot tersebut menjadi sebuah bentuk dan konten. Sedangkan menurut Reisz, Millar, dan Dickinson (2010), editor merujuk kepada eseorang

(2)

19 yang bertanggung jawab dalam keputusan editing tertentu yang sudah dibahas bersama director sebelumnya.

2. Koordinasi

Gambar 3.1. Bagan Struktur Workflow Video Editor untuk Pembuatan Konten Video Media Sosial Creative Nest Indonesia

(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2020)

Mengirimkan link master Transfer & Backup

Data

Diunggah

Revisi Online Editing Offline Editing

Sinkronisasi Diterima Penulisan

Naskah

Revisi

Mempersiapkan peralatan Mendapatkan

Briefing Konten

Test-Cam

Shooting

Masukan

Diterima

(3)

20 Sejak hari pertama pelaksanaan praktik kerja magang, penulis sebagai video editor diberikan arahan dan penjelasan mengenai sistem kerja dan produksi di Creative Nest Indonesia. Berikut beberapa tahapan koordinasi atau workflow produksi konten di Creative Nest Indonesia.

1) Development/Penulisan Naskah

Pada tahap yang digambarkan dengan kotak berwarna kuning di bagan ini, event planner bekerja sama dengan production assistant dan video editor berdiskusi ide untuk menciptakan konten video media sosial Creative Nest, tentunya dengan bimbingan content producer. Dalam kejadian lain, event planner telah memiliki ide konten video media sosial apa yang akan diciptakan, lalu dikoordinasikan kepada production assistant dan video editor. Sedangkan marketing communication di sini bertanggung jawab untuk menentukan dan mempersiapkan slot unggah media sosial Creative Nest Indonesia, dengan begitu semua pihak mengetahui format seperti apa yang nanti akan dibutuhkan untuk pengunggahan. Setelah itu, video editor melanjutkan ke tahap penulisan naskah, yang nantinya akan diasistensikan kepada content producer. Kemudian, content producer memiliki wewenang untuk menerima atau merevisi. Jika adanya revisi, maka video editor harus kembali ke tahap penulisan naskah.

2) Pre-Production

Tahap ini digambarkan dengan kotak berwarna oranye. Setelah naskah konten video media sosial diterima, masuk ke tahap pre-production.

Pada tahap ini video editor bekerja sama dengan production assistant untuk mempersiapkan peralatan untuk keperluan produksi, seperti;

camera sebagai alat perekam, accessories camera, props, lighting.

Sebelum masuk ke tahap selanjutnya, video editor melakukan proses test-cam. Pada proses ini, content producer dapat memberikan masukan dan saran terhadap hasil test-cam, ataupun tidak.

(4)

21 3) Production

Tahap ini digambarkan dengan kotak berwarna biru. Setelah semua persiapan produksi telah selesai, masuk ke tahap produksi. Dalam beberapa produksi dengan skala kecil, video editor bertanggung jawab melakukan perekaman atau shooting seorang diri. Sedangkan dalam beberapa produksi dengan skala lebih besar, Video Editor dibantu oleh production assistant untuk melakukan proses perekaman atau shooting. Proses ini diawasi atau dibimbing langsung oleh tim event planner dan content producer.

4) Post-Production

Tahap ini digambarkan dengan kotak berwarna hijau. Pada tahap post- production, materi hasil perekaman atau shooting disunting oleh video editor. Tahap ini terbagi ke dalam beberapa proses, diantaranya;

synchronize, offline editing, online editing, dan asistentsi. Proses pertama, proses synchronize adalah proses di mana semua file audio dan video disinkronisasi. Proses kedua adalah proses offline editing.

Pada proses ini, yang dilakukan video editor adalah melakukan pemotongan (cutting), dan penyusunan shot-shot yang telah disinkronisasi. Proses selanjutnya adalah proses online editing. Pada proses ini semua elemen tulisan (title on screen), effects, color grading, bumper (jika ada) dimasukan ke dalam video. Kemudian, video editor bertanggung jawab mengasistensikan hasil editing kepada content producer dan event planner, yang nantinya akan diberikan keputusan berupa persetujuan untuk ke tahap pengunggahan, atau memberikan revisi masukan. Jika disetujui, maka video editor dapat melanjutkan ke tahap selanjutnya, tetapi jika ada revisi, maka video editor harus mengulang tahapan post-production(offline/online editing) sesuai revisi yang dibutuhkan.

5) Distribution

Tahap ini digambarkan dengan kotak berwarna abu-abu. Pada tahap distribution, video editor mengirimkan link master video untuk

(5)

22 diberikan kepada marketing communication, yang nantinya akan diunggah ke media sosial, disertai caption yang telah disiapkan oleh tim event planner sebelumnya. Untuk di Creative Nest sendiri, fokus distribusi berada pada platform Instagram dan YouTube. Untuk Instagram terbagi ke dalam 3 kategori format, yaitu; Instagram Feeds(IGF), Instagram Story(IGS), dan Instagram TV(IGTV).

Sedangkan untuk YouTube hanya terdapat 1 kategori format.

Gambar 3.2. Google Spreadsheet Status Projek Konten Video (Sumber: Google Spreadsheer Perusahaan, 2020)

Kerja sama antar pihak di Creative Nest biasanya terjadi secara lisan, saling menginformasikan dan berdiskusi. Setelah terjadi kesepakatan kerja, tugas, atau pekerjaan dicatat pada Google Spreadsheet sebagai assignment.

Untuk Video Editor dan Production Assistant, Google Spreadsheet memiliki nama file “Post-Production 2020”. Google Spreadsheet ini juga digunakan tim Event Planner dan Content Producer untuk melihat perkembangan atau status proyek konten media sosial yang telah disepakati untuk diproduksi. Di dalam Google Spreadsheet ini, terbagi ke dalam 2 sheet, yang pertama adalah

“CNI Event & Workshop”, dan “CNI Content Internal”. “CNI Event &

(6)

23 Workshop” berisi status projek konten media sosial yang berfokus kepada event-event, workshop, dan kelas-kelas yang diadakan Creative Nest Indonesia. Sedangkan sheet dengan nama “CNI Content Internal” berisikan status proyek konten media sosial milik Creative Nest Digital dan Rockickz BSD, yang merupakan bisnis milik CEO Creative Nest Indonesia. Kedua sheet ini berisikan format yang sama, dengan kolom; Nomor, Event atau Workshop, Speaker/Artist, Event Date, Deadline, PIC, Link Data, Edit Date, Editor, Video Highlight, Video Promo, Publish Date, Link Master, IGF, IGS, IGTV, dan YouTube. Berikut penjelasan singkat mengenai kolom yang ada di Google Spreadsheet.

a) Nomor

Pada kolom ini berisikan nomor urutan projek konten. Kolom nomor diisi secara berlanjut atau meneruskan nomor sebelumnya, atau tidak terjadi pengulangan nomor.

b) Event atau Workshop

Kolom ini berisikan judul nama dari event atau workshop diselenggarakan. Kolom ini juga dapat diisi dengan nama judul konten video konten untuk media sosial, jika nama konten video sudah disepakati.

c) Speaker/Artist

Kolom Speaker/Artist diisi dengan nama dari tutor atau ahli yang akan mengisi event atau workshop yang diadakan.

d) Event Date

Kolom ini berisikan tanggal diselenggarakannya event atau workshop.

e) Deadline

Kolom Deadline berisi tanggal terakhir atau tenggang waktu, konten video selesai. Kolom ini diisikan oleh masing-masing PIC dari event atau workshop.

(7)

24 f) PIC

Kolom PIC berisikan nama penanggung jawab dari event atau workshop yang diselenggarakan. PIC merupakan anggota dari event planner.

g) Link Data

Kolom Link Data ini dapat diisikan dengan link(Google Drive) dari;

materi recording dan shooting, portofolio author, atau lainnya yang dapat menunjang kerja video editor maupun production assistant.

h) Edit Date

Kolom Edit Date diisi oleh video editor atau production assistant, dengan isi berupa tanggal di mana konten video media sosial dianggap selesai, atau telah melewati tahap revisi, atau siap unggah (final video).

i) Editor

Kolom Editor diisi dengan nama video editor(Christian) atau nama production assitant(Bunga) yang bertanggung jawab atas penyuntingan konten video tersebut.

j) Video Highlight

Kolom ini dapat diisi apabila konten video yang dikerjakan merupakan konten video highlight event atau workshop. Jika bukan, maka kolom ini dapat diwarnai dengan warna hitam. Terdapat 6 jenis pengisian kolom; QUE, WAITING FOR DATA, WIP(Work in Progress), WAPP(Waiting for Approval), REVISION, dan DONE. Video editor dapat mengisi kolom dengan QUE apabila, projek konten video tersebut berstatus mengantri atau menunggu. Biasanya dikarenakan video editor sedang mengerjakan projek konten video yang lain. Untuk pengisian WAPP, memiliki arti video editor sedang menunggu data yang diperlukan untuk melakukan proses penyuntingan video. Data tersebut biasanya dikirimkan oleh event planner, selaku orang yang berhubungan langsung dengan tutor atau ahli. Untuk pengisian berstatus WIP memiliki arti, projek konten video sedang dalam proses penyuntingan oleh video editor atau production assistant. Setelah

(8)

25 projek konten video selesai disunting, penyunting wajib mengunggah produk audiovisual ke Google Drive dan Whatsapp Group Chat, untuk meminta dan menunggu persetujuan atau masukan dari content producer, event planner, dan COO, disaat itu juga penyunting projek konten video dapat mengubah status kolom menjadi WAPP. Jika tanggapan dari pihak content producer, event planner, dan COO adalah menyetujui produk konten audiovisual untuk dapat diunggah ke media sosial, maka status dapat diubah ke DONE. Sedangkan jika tanggapan dari pihak-pihak tersebut sebaliknya, atau ada masukan dan revisi, makan status kolom harus diubah ke REVISION.

k) Video Promo

Tata cara pengisian kolom Video Promo sama dengan kolom Video Highlight, tetapi kolom ini diisi apabila produk konten video yang dikerjakan merupakan konten video promosi event atau workshop yang diadakan Creative Nest Indonesia.

l) Publish Date

Kolom Publish Date diisi dengan tanggal ketika konten video atau produk audiovisual diunggah ke akun media sosial Creative Nest Indonesia.

m) Link Master

Ketika production assistant atau video editor melakukan asistensi hasil penyuntingan kepada content producer, event planner, dan COO, mereka harus mengirimkan 2 format video. Satu video dengan format file berukuran kecil, dan yang lainnya dengan format file berukuran besar atau maksimal. Keduanya dikirimkan melalui Whatsapp Group Chat, dengan cara mengunggah terlebih dahulu video dengan format file berukuran besar ke Google Drive, lalu mengaktifkan share link, dan menyalin link tersebut ke Whatsapp Group Chat. Serta mengirimkan video lainnya dengan format file berukuran kecil secara langsung ke Whatsapp Group Chat. Video dengan format file berukuran kecil dikirim secara bersamaan dengan link Google

(9)

26 Drive(dari video dengan format maksimal) dalam satu bubble text.

Untuk kolom Link Master pada sheet diisi dengan link Google Drive yang berisikan video dengan format file berukuran maksimal atau besar.

Gambar 3.3. Video Editor Mengirim Hasil Produk Audiovisual ke Whatsapp Group Chat (Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2020)

Gambar 3.4. Video Editor Mengirimkan Hasil Produk Audiovisual dalam Dua format (Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2020)

(10)

27 n) IGF

Untuk kolom IGF diisi dengan check sign apabila projek konten video tersebut akan diunggah di Instagram Feeds Creative Nest Indonesia.

Jika tidak maka kolom tersebut dikosongkan.

o) IGS

Untuk kolom IGS diisi dengan check sign apabila projek konten video tersebut akan diunggah di Instagram Story Creative Nest Indonesia.

Jika tidak maka kolom tersebut dikosongkan.

p) IGTV

Untuk kolom IGTV diisi dengan check sign apabila projek konten video tersebut akan diunggah di Instagram TV Creative Nest Indonesia. Jika tidak maka kolom tersebut dikosongkan.

q) YouTube

Untuk kolom YouTube diisi dengan check sign apabila projek konten video tersebut akan diunggah di YouTube Creative Nest Indonesia. Jika tidak maka kolom tersebut dikosongkan.

3.2. Tugas yang Dilakukan

Berisi tabel hal-hal yang penulis lakukan selama magang.

Tabel 3.1. Detail Pekerjaan Yang Dilakukan Selama Magang

No. Minggu Proyek Keterangan

1. 1 “History of Hats” by Rockickz BSD

1. Melakukan riset mengenai sejarah-sejarah topi di dunia.

2. Melakukan penulisan naskah voice over.

3. Mencari dan men-download materi-materi yang dibutuhkan baik berupa; video, audio, gambar, effects, logo, dan lainnya.

4. Menyunting materi melewati

(11)

28 semua tahapan post-production, dan membuat format produk audiovisual untuk IGTV.

5. Mengasistensikan produk audiovisual kepada content producer dan COO, serta mengunggahnya ke Google Drive milik Creative Nest Indonesia.

2. Independence Day IGTV

Content

1. Ikut serta dalam proses

perekaman atau shooting konten hari kemerdekaan di Creative Nest Indonesia.

3.

2

Promo IGF “Tell Story Though Photograph”

with Crist Tarigan,

1. Mendapatkan briefing dari tim event planner, lalu mencari dan men-download materi yang dibutuhkan.

2. Menyunting materi melewati semua tahapan post-production, dan membuat produk

audiovisual dengan format media sosial yang telah disepakati sebelumnya.

3. Mengasistensikan produk konten audiovisual kepada content producer dan event planner.

4. Melakukan perubahan berdasarkan arahan content producer dan event planner.

4. Promo IGS “BeBika”,

5. Promo IGF “Live

Acoustic Biancadimas”

(12)

29 6.

Preview Subtitle “Lo Pikir Lo Keren” &

“Wedding Proposal”

MLI

1. Menganalisis produk

audiovisual dengan judul “Lo Pikir Lo Keren” dan “Wedding Proposal”.

2. Mencatat apa saja kesalahan pada subtitle pada video.

3. Melaporkan hasil catatan kepada production assitant.

7.

3

Promo IGS “Presentasi Siapa Takut”

1. Mendapatkan briefing dari tim event planner, lalu mencari dan men-download materi yang dibutuhkan.

2. Menyunting materi melewati semua tahapan post-production, dan membuat produk

audiovisual dengan format media sosial yang telah disepakati sebelumnya.

3. Mengasistensikan produk konten audiovisual kepada content producer dan event planner.

4. Melakukan perubahan dan perbaikan berdasarkan arahan content producer dan event planner.

8. Movie Industry Talks

Session 1

1. Melakukan sinkronisasi video kamera 1, kamera 2, kamera 3, kamera 4, kamera 5, dan audio, kemudian menggabungkannya.

(13)

30 2. Menentukkan pergantian shot

video acara secara keseluruhan atau full version.

3. Memotong dan membagi video acara, dengan durasi sekitar 15 menit per-satu videonya.

9. 4

Movie Industry Talks Session 1 & 2

1. Melakukan sinkronisasi video kamera 1, kamera 2, kamera 3, kamera 4, kamera 5, dan audio, kemudian menggabungkannya.

2. Menentukkan pergantian shot video acara secara keseluruhan atau full version.

3. Memotong dan membagi video acara, dengan durasi sekitar 15 menit per-satu videonya.

4. Membuat potongan opening bumper dan closing bumper, serta sedikit cuplikan dari bagian video selanjutnya, lalu menempelkannya pada video bagian.

5. Menyelaraskan warna video tiap kamera, dan menyesuaikan audio agar stabil.

10. 5

1. Exporting setiap video bagian dengan format YouTube1080p, dan mengasistensikannya kepada content producer.

2. Melakukan perubahan dan

(14)

31 perbaikan berdasarkan arahan content producer.

11.

Creatips IGF Mograph

“Most Engaging Content:

Video”

1. Mendapatkan briefing dari content producer dan COO, lalu mencari dan men-download materi yang dibutuhkan.

2. Menyunting materi melewati semua tahapan post-production, dan membuat produk

audiovisual dengan format media sosial yang telah disepakati sebelumnya.

3. Mengasistensikan produk konten audiovisual kepada content producer dan COO.

12.. 6

Promo Mental Health Content IGF “Aku

Berkarya, Aku Berkualitas”

1. Berdiskusi dan menciptakan konsep konten video bersama dengan production assitant, marketing communication dan event planner.

2. Melakukan tahap pre- production; mempersiapkan peralatan dan teknis shooting atau test-cam.

3. Melakukan tahap production;

melakukan perekaman atau shooting.

4. Melaporkan hasil perekaman kepada content producer dan COO.

(15)

32 13.

Event Highlight Live Acoustic Biancadimas

1. Menyunting materi melewati semua tahapan post-production, dan membuat produk

audiovisual dengan format media sosial yang telah disepakati sebelumnya.

2. Mengasistensikan produk konten audiovisual kepada content producer dan event planner.

3. Melakukan perubahan dan perbaikan berdasarkan arahan content producer dan event planner.

14..

7

15. Virtues

1. Menyunting konten video untuk Promo IGTV.

2. Membantu setting alat perekaman dan pencahayaan untuk Zoom Live “Self- Discovery”, serta menjadi behind the scenes untuk acara tersebut, kemudian menyunting video behind the scenes tersebut menjadi video highlight promo.

3. Membantu setting alat

perekaman serta pencahayaan untuk konten video pelatihan

“Overcome Life Crisis”, dan membuat bumper opening untuk konten video

pelatihannya.

(16)

33 16.. Digital Ads Sinar Mas

Land

1. Menjadi Talent serta Talent Coordinator untuk produksi video iklan Sinar Mas Land.

2. Berkoordinasi dengan semua panitia produksi.

17..

8

Event Highlight “Social Media Consultant” Batch

1, 2, 3

1. Mendapatkan briefing dari tim event planner, lalu mencari dan men-download materi yang dibutuhkan.

2. Menyunting materi melewati semua tahapan post-production, dan membuat produk

audiovisual dengan format media sosial yang telah disepakati sebelumnya.

3. Mengasistensikan produk konten audiovisual kepada content producer dan event planner.

4. Melakukan perubahan dan perbaikan berdasarkan arahan content producer dan event planner.

18.. Movie Industry Talks Session 2 & 3

1. Melakukan sinkronisasi video kamera 1, kamera 2, kamera 3, kamera 4, kamera 5, dan audio, kemudian menggabungkannya.

2. Menentukkan pergantian shot video acara secara keseluruhan atau full version.

(17)

34 3. Memotong dan membagi video

acara, dengan durasi sekitar 15 menit per-satu videonya.

4. Membuat potongan opening bumper dan closing bumper, serta sedikit cuplikan dari bagian video selanjutnya, lalu menempelkannya pada video bagian.

5. Menyelaraskan warna video tiap kamera, dan menyesuaikan audio agar stabil.

19.. Music Industry Talks Session 1

1. Melakukan sinkronisasi video kamera 1, kamera 2, kamera 3, kamera 4, kamera 5, dan audio, kemudian menggabungkannya.

2. Menentukkan pergantian shot video acara secara keseluruhan atau full version.

3. Memotong dan membagi video acara, dengan durasi sekitar 15 menit per-satu videonya.

4. Membuat potongan opening bumper dan closing bumper, serta sedikit cuplikan dari bagian video selanjutnya, lalu menempelkannya pada video bagian.

5. Menyelaraskan warna video tiap kamera, dan menyesuaikan audio agar stabil.

(18)

35 20..

9

Event Highlight “Process of Music Video

Production”

1. Mendapatkan briefing dari tim event planner, lalu mencari dan men-download materi yang dibutuhkan.

2. Menyunting materi melewati semua tahapan post-production, dan membuat produk

audiovisual dengan format media sosial yang telah disepakati sebelumnya.

3. Mengasistensikan produk konten audiovisual kepada content producer dan event planner.

4. Melakukan perubahan dan perbaikan berdasarkan arahan content producer dan event planner.

21. Event Highlight “Created to Qreate”

23.. Promo “The Rising of Podcast Industry”

Adriano Qalbi.

1. Mendapatkan briefing dari tim event planner dan marketing communication.

2. Melakukan riset tentang industri podcast di Indonesia.

3. Melakukan penulisan naskah konten video promo.

4. Melakukan tahap pre- production; mempersiapkan konsep, test-cam, mencoba teknik pencahayaan spot light.

24. 10 5. Melakukan tahap production;

(19)

36 mengaplikasikan teknik pencahayaan spot light, dan merekam gambar atau shooting.

6. Melaporkan hasil shooting kepada content producer dan event planner.

7. Mencari dan men-download materi yang dibutuhkan untuk tahap post-production.

25. Live Acoustic Teuku

Ryzki

1. Mendapatkan briefing dari tim event planner dan marketing communication.

2. Mempersiapkan materi yang dibutuhkan untuk penyuntingan, antara lain; frame dan title on screen untuk setiap unggahan.

26.

Creatips IGF Mograph

“Most Engaging Content”

1. Melakukan perubahan dan perbaikan berdasarkan arahan content producer dan COO..

27.. Music Industry Talks Session 1

1. Melakukan perbaikan dan exporting video dengan format YouTube1080p.

28.

11

Event Highlight “Low Budget Creative Marketing in Digital Era”

1. Mendapatkan briefing dari tim event planner, lalu mencari dan men-download materi yang dibutuhkan.

2. Menyunting materi melewati semua tahapan post-production, dan membuat produk

audiovisual dengan format 29.

Event Highlight “How to Become a Beauty

Content Creator”

(20)

37 media sosial yang telah disepakati sebelumnya.

3. Mengasistensikan produk konten audiovisual kepada content producer dan event planner.

4. Melakukan perubahan dan perbaikan berdasarkan arahan content producer dan event planner.

30.

Promo “The Rising of Podcast Industry”

Adriano Qalbi.

1. Menyunting materi melewati semua tahapan post-production, dan membuat produk

audiovisual dengan format media sosial yang telah disepakati sebelumnya.

2. Mengasistensikan produk konten audiovisual kepada content producer dan event planner.

3. Melakukan perubahan dan perbaikan berdasarkan arahan content producer dan event planner.

31.

Promo “Illustrate Your Opinion with Creativity”

Rizky Pepew

1. Mendapatkan briefing dari tim Event Planner, lalu mencari dan men-download materi yang dibutuhkan.

2. Menyunting materi melewati semua tahapan post-production, 32. 12

(21)

38 dan membuat produk

audiovisual dengan format media sosial yang telah disepakati sebelumnya.

3. Mengasistensikan produk konten audiovisual kepada content producer dan event planner.

4. Melakukan perubahan dan perbaikan berdasarkan arahan content producer dan event planner.

33. Event Highlight

“Mastering Interview”

1. Mendapatkan briefing dari tim Event Planner, lalu mencari dan men-download materi yang dibutuhkan.

2. Menyunting materi melewati semua tahapan post-production, dan membuat produk

audiovisual dengan format media sosial yang telah disepakati sebelumnya.

3. Mengasistensikan produk konten audiovisual kepada content producer dan event planner.

4. Melakukan perubahan dan perbaikan berdasarkan arahan content producer dan event planner.

(22)

39

34. Music Idustry Talks

Session 2

1. Melakukan sinkronisasi video kamera 1, kamera 2, kamera 3, kamera 4, kamera 5, dan audio, kemudian menggabungkannya.

2. Menentukkan pergantian shot video acara secara keseluruhan atau full version.

3. Memotong dan membagi video acara, dengan durasi sekitar 15 menit per-satu videonya.

4. Membuat potongan opening bumper dan closing bumper, serta sedikit cuplikan dari bagian video selanjutnya, lalu menempelkannya pada video bagian.

5. Menyelaraskan warna video tiap kamera, dan menyesuaikan audio agar stabil.

35.. “History of Hats”

Rockickz BSD

1. Melakukan perubahan dan perbaikan berdasarkan arahan content producer, dan CEO.

36. 13

Promo “Bercerita Melalui Lettering Art”

Dimas Fakhruddin

1. Mendapatkan briefing dari tim event planner, lalu mencari dan men-download materi yang dibutuhkan.

2. Menyunting materi melewati semua tahapan post-production, dan membuat produk

audiovisual dengan format

(23)

40 media sosial yang telah disepakati sebelumnya.

3. Mengasistensikan produk konten audiovisual kepada content producer dan event planner.

4. Melakukan perubahan dan perbaikan berdasarkan arahan content producer dan event planner.

37.

Konten Promo Live Acoustic Teuku Ryzki

1. Mendapatkan briefing dari tim event planner, lalu mencari dan men-download materi yang dibutuhkan.

2. Menyunting materi melewati semua tahapan post-production, dan membuat produk

audiovisual dengan format media sosial yang telah disepakati sebelumnya.

3. Mengasistensikan produk konten audiovisual kepada content producer dan event planner.

4. Melakukan perubahan dan perbaikan berdasarkan arahan content producer dan event planner.

38.

14

38. Animasi ACI 1. Mengubah format video

animasi ACI dari .mp4 menjadi

(24)

41 .mov, lewat format converter website.

39. Music Industry Talks Session 2

1. Melakukan perbaikan dan exporting video dengan format YouTube1080p,

40.

15

Music Industry Talks Session 3

1. Melakukan sinkronisasi video kamera 1, kamera 2, kamera 3, kamera 4, kamera 5, dan audio, kemudian menggabungkannya.

2. Menentukkan pergantian shot video acara secara keseluruhan atau full version.

3. Memotong dan membagi video acara, dengan durasi sekitar 15 menit per-satu videonya.

4. Membuat potongan opening bumper dan closing bumper, serta sedikit cuplikan dari bagian video selanjutnya, lalu menempelkannya pada video bagian.

5. Menyelaraskan warna video tiap kamera, dan menyesuaikan audio agar stabil

6. Melakukan perbaikan dan exporting video dengan format YouTube1080p,

41. Creative Christian Youth with Feby Febiola

1. Mendapatkan briefing dari tim event planner, lalu mencari dan men-download materi yang

(25)

42 dibutuhkan.

2. Menyunting materi melewati semua tahapan post-production, dan mengubah produk

audiovisual dengan format media sosial yang telah disepakati sebelumnya.

3. Mengasistensikan produk konten audiovisual kepada content producer dan event planner.

3.3. Uraian Pelaksanaan Kerja Magang

Video editor adalah orang yang bertanggung jawab pada tahap post-production sebuah produksi konten video. Tetapi dalam praktik kerja magang penulis di Creative Nest Indonesia, video editor bekerja sama dengan production assistant, serta dibawah bimbingan content producer, harus mampu menjalankan setiap tahapan produksi yang ada, mulai dari development ide konten video, hingga post- production. Video editor bertugas membantu content producer untuk menjaga standar kualitas konten dari perusahaan yang nantinya dipertanggungjawabkan kepada COO dan CEO, serta bertugas untuk menyampaikan visi tim event planner lewat konten video.

3.3.1. Proses Pelaksanaan

Pada proses pelaksanaan praktik kerja magang di Creative Nest Indonesia, penulis diberikan tanggung jawab atau tugas oleh content producer, COO, CEO, ataupun event planner. Penulis dengan jabatan sebagai video editor memiliki fokus kerja khususnya pada tahap post-production konten media sosial, tetapi penulis juga diharuskan mampu membantu semua tahapan produksi konten media sosial.

(26)

43 3.3.1.1. History of Hats – Rockickz BSD

Rockickz BSD adalah sebuah bisnis yang bergerak di bidang cuci sepatu, milik CEO dan COO Creative Nest Indonesia. Rockickz BSD memiliki akun media sosial Instagram dengan nama @rockickz.bsd. Rockickz mengisi konten media sosialnya dengan mengedepankan konten lifestyle dan fakta-fakta menarik dari brand ataupun benda yang sering digunakan.

Setelah berkenalan dengan semua pekerja maupun mahasiswa yang sedang menjalankan praktik kerja magang di Creative Nest Indonesia, penulis diberikan tugas untuk membuat konten video yang membahas sejarah dan asal topi, dengan tujuan unggah dari konten tersebut adalah IGTV.

Gambar3.5. Instagram Rockickz BSD (Sumber: Instagram Rockickz BSD, 2020)

1. Development

Setelah mengetahui visi apa yang ingin disampaikan dari video konten ini, penulis melakukan riset lewat internet mengenai sejarah-sejarah topi populer yang ada di dunia. Ketika data yang dibutuhkan sudah terkumpul, penulis menulis naskah konten video yang berisi urutan jenis topi, timecode atau durasi setiap jenis topi, dan voice over.

(27)

44 Gambar 3.6. Naskah Konten Video History of Hats

(Sumber: Dokumentasi Perusahaan, 2020)

2. Pre-Production

Pada tahap pre-production, penulis mengajukan konsep konten video yang akan dibuat kepada content producer, berupa konsep mixtape untuk jenis-

(28)

45 jenis topi, dikarenakan banyaknya jenis topi. Content producer menyetujui konsep tersebut, dan memberikan saran untuk mengambil semua materi konten dari internet, maka dari itu tidak dibutuhkan tahap shooting atau perekaman.

3. Post-Production

Penulis memulai tahap post-production dengan mencari dan men- download materi yang dibutuhkan untuk konten video di YouTube maupun Google Images. Kemudian penulis mulai menyunting; menyusun shot by shot, menyusun dan menyelaraskan audio, memasukkan elemen tulisan dan gerakan, color grading, watermarking, bumper opening, dan bumper closing hingga menjadi sebuah produk audiovisual dengan format 16:9.

Setelah itu, penulis bertanggung jawab untuk mengasistensikan konten video tersebut kepada content producer, CEO, dan COO. Hasilnya, beberapa masukan didapatkan oleh penulis. Penulis melakukan perbaikan dan pergantian berdasarkan masukan dari content producer, CEO, dan COO.

Gambar 3.7. Editing Project History of Hats Rockickz BSD (Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2020)

(29)

46 4. Distribution

Setelah konten video atau produk audiovisual mencapai keputusan selesai, penulis bertanggung jawab untuk mengunggahnya ke Google Drive, kemudian mengaktifkan link untuk berbagi. Setelah itu penulis harus mengirimkan file preview(berukuran kecil) serta link tersebut ke Whatsapp Group Chat, untuk akhirnya tim marketing communication memiliki akses ke konten video.

3.3.1.2. Promo Shoutout IGF Tell Story Through Photograph Crist Tarigan, Bercerita Melalui Lettering Art Dimas Fakhruddin

Creative Nest Indonesia yang memiliki misi menciptakan kelas-kelas pelatihan bersama para ahli, kali ini membuat kelas yang membahas tentang bagaimana bercerita lewat sebuah karya fotografi dengan Crist Tarigan sebagai ahli dan lettering art dengan Dimas Fakhruddin sebagai ahlinya. Kelas-kelas tersebut membutuhkan materi promosi agar khalayak luas dapat mengetahui adanya kelas tersebut.

1. Development

Setelah berdiskusi dengan event planner dan content producer, salah satu materi promosi yang digunakan adalah menciptakan konten shoutout dari para ahli untuk mengikuti kelasnya.

2. Pre-Production

Video editor dan event planner melanjutkan diskusi dan menghasilkan konsep video promo shoutout dengan susunan; bumper opening, shoutout tutor (di saat yang bersamaan, portfolio dari tutor dan running text ditampilkan), dan closing bumper CNI. Content producer menyetujui konsep tersebut.

3. Post-Production

Tahap selanjutnya langsung menuju tahap post-production, karena dari konsep yang tidak dibutuhkannya tahap perekaman atau shooting.

Mengingat sedang berlangsungnya pandemi Covid-19 maka perusahaan

(30)

47 memutuskan untuk meminimalisir sekecil mungkin keperluan untuk bertemu dengan orang. Oleh karena itu untuk materi video shoutout tutor, dilakukan oleh tutor masing-masing lalu dikirimkan kepada pihak Creative Nest Indonesia. Video editor bertanggung jawab menyusun dan menyunting konten promo video berdasarkan konsep serta format Instagram Feeds(16:9) yang telah disepakati sebelumnya. Sedangkan untuk konten promosi IG, format yang dibutuhkan adalah 9:16. Selain itu, video editor juga bertanggung jawab mengasistensikan hasil produk audiovisual konten promosi kepada event planner dan content producer.

Setelah mendapatkan masukan, video editor melakukan perubahan dan perbaikan.

4. Distribution

Setelah produk audiovisual konten promosi dianggap selesai, video editor wajib memberikan akses link untuk marketing communication dapat mengaksesnya.

Gambar 3.8. Editing Project Promo IGF “Tell Story Through Photograph” Crist Tarigan (Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2020)

(31)

48 Gambar 3.9. Produk Audiovisual Promo IGF “Tell Story Through Photograph” Crist

Tarigan

(Sumber: Instagram Creative Nest Indonesia, 2020)

Gambar 3.10. Editing Project Promo IGF “Bercerita Melalui Lettering Art” Dimas Fakhruddin

(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2020)

Gambar 3.11. Produk Audiovisual Promo IGF “Bercerita Melalui Lettering Art” Dimas Fakhruddin

(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2020)

(32)

49 Promo serupa yang penulis kerjakan antara lain:

• Promo IGS “BeBika” & “Presentasi Siapa Takut”

Gambar 3.12. Promo IGS "BeBika"

(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2020)

• Promo IGF dan IGS “Illustrate Your Opinion with Creativity” Rizky Pepew

Gambar 3.13. Promo IGF Illustrate Your Opinion with Creativity, Rizky Pepew (Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2020)

Gambar 3.14. Promo IGS Illustrate Your Opinion with Creativity, Rizky Pepew (Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2020)

(33)

50 3.3.1.3. Promo IGF “The Rising of Podcast Industry” Adriano Qalbi

Selain shoutout video, konsep lain yang digunakan Creative Nest Indonesia untuk mempromosikan kelas-kelas atau event-event-nya adalah dengan konsep teaser. Salah satu contohnya pada promo event “The Rising of Podcast Industry” bersama dengan Adriano Qalbi. Berikut tahapan yang dilewati untuk produksi.

1. Development

Event planner, video editor, dan content producer berdiskusi menciptakan materi promosi untuk event tersebut. Tercetus ide membuat teaser. Video editor melakukan riset penulisan naskah, dibantu sumber dari Event Planner. Setelah data riset dirasa cukup, video editor menulis dan mengasistensikan script atau naskah video konten promosi hingga final.

(34)

51 Gambar 3.15. Naskah dan Lampiran Promo Teaser "The Rising of Podcast Industry"

Adriano Qalbi

(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2020) 2. Pre-Production

Pada tahap ini, video editor mempersiapkan peralatan teknis, dan melakukan test-cam.

3. Production

Selanjutnya pada tahap ini, video editor melakukan proses perekaman atau shooting.

4. Post-Production

Tahap selanjutnya adalah tahap post-production. Video editor bertanggung jawab menyusun dan menyunting konten promo video berdasarkan konsep serta format Instagram Feeds(16:9) yang telah disepakati sebelumnya.

Video editor juga bertanggung jawab mengasistensikan hasil produk audiovisual konten promosi kepada event planner dan content producer.

5. Distribution

(35)

52 Setelah produk audiovisual konten promosi dianggap selesai, video editor wajib memberikan akses link untuk marketing communication dapat mengaksesnya.

Gambar 3.16. Produk Audiovisual Promo Teaser IGF The Rising of Podcast Industri, Adriano Qalbi

(Sumber: Instagram Creative Nest Indonesia, 2020)

3.3.1.4. Movie Industry Talks dan Music Industry Talks

Movie Industry Talks dan Music Industry Talks adalah dua acara besar Creative Nest Indonesia yang diadakan di tahun 2019. Masing-masing event berlangsung sebanyak 3 sesi dengan masing-masing sesi selama kurang lebih 2 jam. Setiap sesi memiliki pembicara dan topik diskusi berbeda-beda. Topik diskusi yang diangkat pada event ini adalah menginformasikan kepada khalayak bagaimana dan apa itu industri film atau musik, berdasarkan sudut pandang para ahli. Video editor bertugas untuk menyusun rekaman atau tapping acara, dan membaginya ke dalam beberapa bagian (part), untuk nantinya ditayangkan di YouTube milik Creative Nest Indonesia.

1. Post-Production

Pekerjaan penulis di sini langsung memasuki tahap post-production, karena sudah tersedianya materi. Penulis sebagai video editor bertanggung

(36)

53 jawab; sinkronisasi kelima file video dan audio, menentukan cutting point, menambahkan bumper opening, bumper closing, dan highlight bagian video selanjutnya, color correction, title on screen, watermarking. Setiap video di-export dengan preset YouTube1080p. Kemudian video editor juga bertanggungjawab mengasistensikan setiap video bagian kepada content producer.

Gambar 3.17. Editing Project Church Music Industry (Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2020)

2. Distribution

Setelah produk audiovisual konten promosi dianggap selesai, video editor wajib memberikan akses link untuk content producer dapat mengaksesnya dan mengunggahnya ke YouTube.

(37)

54 Gambar 3.18. Produk Audiovisual “Movie Industry Talks”

(Sumber: YouTube Creative Nest Indonesia, 2020)

3.3.1.5. Event Highlight IGTV dan YouTube

Selain promo dengan teknik shoutout dan teaser, teknik lain yang biasa digunakan Creative Nest Indonesia untuk mempromosikan kelas-kelas atau event-event-nya adalah event highlight yang diunggah di IGTV dan YouTube milik Creative Nest Indonesia. Berikut tahapan dalam produksi video event highlight.

1. Post-Production

Pekerjaan penulis di sini langsung memasuki tahap post-production, karena sudah tersedianya materi. Penulis sebagai video editor bertanggung jawab; menganalisa dan mengambil bagian-bagian penting dari rekaman(tapping) kelas, membuat bumper opening dan closing, color correction, title on screen, watermarking. Setiap video di-export dengan preset YouTube1080p. Kemudian video editor juga bertanggungjawab mengasistensikan hasil video event highlight.

2. Distribution

Setelah produk audiovisual konten promosi dianggap selesai, video editor wajib memberikan akses link kepada event planner dan marketing

(38)

55 communication dapat mengaksesnya dan mengunggahnya ke IGTV dan YouTube. Berikut event highlight yang penulis kerjakan.

• Social Media Consultant

• Process of Music Video Production

• Created to Qreate

• Low Budget Creative Marketing in Digital Era

• How to Become a Beauty Content Creator

• Mastering Interview

Gambar 3.19. Event Highlight di Youtube Creative Nest Indonesia (Sumber: YouTube Creative Nest Indonesia, 2020)

Gambar 3.20. Event Highlight di IGTV Creatiive Nest Indonesia (Sumber: Instagram Creative Nest Indonesia, 2020)

3.3.1.6. Creatips IGF “Most Engaging Content:Video”

Creative Nest Indonesia lewat media sosialnya juga menyediakan konten yang mengedukasi, konten tersebut diberi nama “Creatips”. Penulis diberi

(39)

56 kesempatan untuk membuat konten Creatips dengan judul “Most Engaging Content: Video”. Pada konten kali ini, content producer memberikan arahan visi dari konten video ini, yaitu menginformasikan kepada khayalak bahwa berdasarkan data, di tahun 2022, video adalah konten yang paling efektif untuk suatu perusahaan atau brand menarik perhatian masyarkat. Tahapan produksi konten video sebagai berikut.

1. Development

Di tahap ini, content producer memberikan beberapa data untuk mendukung riset penulisan. Video editor bertanggung jawab melanjutkan riset, dan menulis serta menyusun naskah.

Gambar 3.21. Naskah Most Engaging Content: Video (Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2020)

2. Post-Production

Pekerjaan penulis di sini langsung memasuki tahap post-production, karena sudah tersedianya materi. Penulis sebagai video editor bertanggung jawab; mencari dan membuat aset, menyusun dan menganimasikan aset, title on screen, watermarking. Kemudian video di-export dengan preset

(40)

57 YouTube1080p. Kemudian, video editor juga bertanggungjawab mengasistensikan hasil video ke COO dan content producer.

3. Distribution

Setelah produk audiovisual konten video dianggap selesai, video editor wajib memberikan akses link kepada COO dan content producer agar dapat mengaksesnya dan mengunggahnya ke IGF dan YouTube.

Gambar 3.22. Creatips IGF “Most Engaging Content:Video”

(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2020)

3.3.1.7. Live Acoustic Event

Creative Nest Indonesia juga memiliki event andalan mereka yaitu, Live Acoustic Event. Live Acoustic Event adalah acara live streaming konser musik atau dalam kata lain, konser musik virtual. Sejauh ini sudah ada 3 Live Acoustic Event: acara pertama bersama Unity, kedua bersama Biancadimas, dan yang terakhir bersama Teuku Ryzki. Sama halnya dengan event lain, Live Acoustic Event juga menggunakan konten media sosial untuk materi promosi acara. Penulis ikut mempersiapkan acara Live Acoustic Event Biancadimas dan Teuku Ryzki. Live Acoustic Event

(41)

58 tersebut mulai promosi kurang lebih dari 1 bulan sebelum hari-h acara.

Untuk konten materi promosinya dapat berbentuk shoutout dan teaser.

A. Live Acoustic Event Biancadimas

Pada Live Acoustic Event Biancadimas, penulis bekerjasama dengan Production Assistant menyunting konten promosi Live Acoustic Event Biancadimas. Salah satu yang dikerjakan penulis adalah konten promosi fun facts music video Gelora Asmara-Biancadimas.

1. Development

Pada tahap ini penulis diberikan arahan oleh event planner untuk membuat fun facts music video Gelora Asmara-Biancadimas. Penulis sebagai menyarankan konsep title on screen kepada content producer dan event planner.

2. Post-Production

Selanjutnya setelah mendapat persetujuan konsep, karena tidak dibutuhkan tahap persiapan dan perekaman, penulis sebagai video editor bertanggung jawab: menyiapkan semua materi yang dibutuhkan untuk proses penyuntingan, menyunting materi bahan, menambahkan title on screen, watermarking, dan bumper closing. Kemudian video di-export dengan preset YouTube1080p untuk IGF 16:9. Lalu, video editor juga bertanggungjawab mengasistensikan hasil video ke content producer dan event planner.

3. Distribution

Setelah produk audiovisual konten video dianggap selesai, video editor wajib memberikan akses link kepada marketing communication dan event planner agar dapat mengaksesnya dan mengunggahnya ke IGF dan YouTube.

Selain itu, penulis juga bertugas untuk menyiapkan peralatan lighting dan camera ketika hari-h acara(5 September 2020). Tugas lainnya, penulis bertugas sebagai bts photographer & videographer &

editor event highlight.

(42)

59 Gambar 3.23. Konten Promo Fun Facts Music Video Gelora Asmara-Biancadimas

(Sumber: Instagram Creative Nest Indonesia, 2020)

Gambar 3.24. Live Acoustic Event Biancadimas (Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2020)

(43)

60 Gambar 3.25. Penulis bertugas sebagai BTS Photographer & Videographer Live Acoustic

Event Biancadimas

(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2020)

Gambar 3.26. Editing Project Event Highlight Live Acoustic Biancadimas (Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2020)

Gambar 3.27. Event Highlight Live Acoustic Biancadimas (Sumber: YouTube dan Instagram Creative Nest Indonesia, 2020)

(44)

61 B. Live Acoustic Event Teuku Ryzki

Pada Live Acoustic Event Teuku Ryzki, penulis bekerjasama dengan production assistant memproduksi konten promosi Live Acoustic Event Teuku Ryzki. Konten video yang dikerjakan penulis adalah sebagai berikut.

• Promo IGF dan IGS Live Acoustic Teuku Ryzki.

• Promo IGF dan IGS Live Acoustic Teuku Ryzki Giveaway 1.

• Promo IGF dan IGS Live Acoustic Teuku Ryzki Giveaway 2.

• Promo IGF Live Acoustic Teuku Ryzki Play Audio Belum Saatnya.

• Promo IGTV Live Acoustic Teuku Ryzki Clue Barang Personal.

• Promo IGF dan IGS Live Acoustic Teuku Ryzki Pre-Sale.

• Promo IGF dan IGS Live Acoustic Teuku Ryzki H-3

• Promo IGF dan IGS Live Acoustic Teuku Ryzki Part 2

• Promo IGF dan IGS Live Acoustic Teuku Ryzki Perubahan Jam.

• Promo IGF dan IGS Live Acoustic Teuku Ryzki Dinner Bareng.

• Promo IGF dan IGS Live Acoustic Teuku Ryzki Special Guest Star.

• Promo IGF Music Video Belum Saatnya-Teuku Ryzki.

Gambar 3.28. Konten Promo Live Acoustic Event Teuku Ryzki (Sumber: Dokumentasi dan Media Sosial Creative Nest Indonesia, 2020)

(45)

62 Berikut tahapan produksi konten promo yang penulis lewati untuk Live Acoustic Event Teuku Ryzki.

1. Development

Pada tahap ini penulis diberikan arahan oleh event planner untuk membuat konten video untuk promosi Live Acoustic Event Teuku Ryzki. Pada tahap ini juga diberitahukan format yang dibutuhkan format seperti apa dan tanggal deadline kapan, karena mengingat batas waktu produksi yang sempit.

2. Pre-Production

Video editor bersama dengan Production Assitant menyiapkan segala hal teknis audio, kamera dan lighting. Penulis menggunakan 2 kamera, yang nanti output-nya akan menjadi multi-cam. Penulis juga bekoordinasi dengan graphic designer untuk mempersiapkan aset-aset yang akan digunakan untuk video promo, seperti frame IGF dan title on screen.

Sedangkan bersama dengan event planner bekoordinasi mengenai tanggal kedatangan Teuku Ryzki untuk melakukan shooting konten promo.

3. Production

Video editor bersama dengan production assistant melakukan proses shooting, didampingi event planner yang memberikan arahan kepada Teuku Ryzki. Tidak lupa video editor mengecek kembali, apakah semua materi konten sudah terekam, mengingat cukup banyaknya konten.

4. Post-Production

Pekerjaan penulis di sini langsung memasuki tahap post-production, setelah tersedianya semua materi. Penulis sebagai video editor bertanggung jawab; sinkronisasi file 2 kamera dan audio, menentukan cutting point, memasukkan background music dan menyelaraskan audio, title on screen, color grading, dan watermarking. Kemudian video di- export dengan preset YouTube1080p untuk IGF 16:9 dan IGTV, preset custom 1080x1080p25 untuk IGF Square, preset Custom 1080p25 untuk IGS 9:16. Lalu, video editor juga bertanggungjawab mengasistensikan hasil video ke COO, content producer, dan event planner.

(46)

63 5. Distribution

Setelah produk audiovisual konten promo video dianggap selesai, video editor wajib memberikan akses link kepada marketing communication dan event planner agar dapat mengaksesnya dan mengunggahnya ke media sosial Creative Nest Indonesia.

Selain itu, penulis juga bertugas untuk menyiapkan peralatan lighting dan camera ketika hari-h acara(7 November 2020). Tugas lainnya, penulis bertugas sebagai bts photographer & videographer.

Gambar 3.29. Sinkronisasi file audio dan kamera konten promo Live Acoustic Event Teuku Ryzki

(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2020)

Gambar 3.30. Project Editing Konten Promo Live Acoustic Event Teuku Ryzki (Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2020)

(47)

64 Gambar 3.31. Live Acoustic Event Teuku Ryzki

(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2020)

Gambar 3.32. Hasil BTS Photographer & Videographer Live Acoustic Event Teuku Ryzki (Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2020)

(48)

65 Gambar 3.33. Penulis dan Panitia Live Acoustic Event Teuku Ryzki

(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2020)

3.3.1. Kendala yang Ditemukan

Selama penulis melakukan praktik kerja magang selama kurang lebih 3 bulan di Creative Nest Indonesia, penulis menemukkan beberapa kendala yang dapat mengganggu penulis dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab. Beberapa diantaranya sebagai berikut.

3.3.3.1. Live Acoustic Event Teuku Ryzki

Penulis sebagai video editor pada tahap online editing post-production, khususnya color grading session, menemukan sedikit kendala ketika terdapat glitch effect berwarna putih di sebelah kanan frame video promo IGS.

2.

2.1

(49)

66 Gambar 3.34.Kendala Glitch Effect Pada Kanan Frame Video Promo Live Acoustic

Teuku Ryzki

(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2020)

3.3.3.2. Kekurangan Sumber Daya Manusia di Divisi Production Team

Sumber daya manusia khsususnya di divisi Production Team yang berisi 1 orang video editor, 1 orang production assistant, dan 1 orang graphic designer, masih terbilang kurang, jika dibandingkan dengan jumlah produksi konten video media sosial Creative Nest Indonesia. Kendala tersebut dapat penulis rasakan ketika seringnya terjadi penundaan di satu pekerjaan, untuk mengerjakan pekerjaan lainnya. Selain itu, kendala tersebut dapat dirasakan ketika Production Team tidak dapat hadir dalam salah satu proses produksi, contohnya development. Hal tersebut dapat

2.2

(50)

67 sangat berpengaruh ke kualitas atau konsistensi konten video Creative Nest Indonesia.

3.3.3.3. Ketersediaan Peralatan Produksi

Peralatan produksi konten video adalah salah satu hal yang cukup krusial.

Peralatan yang digunakan sangat menentukkan kualitas dan konsistensi dari konten video. Seringkali terjadi, produksi yang harusnya dapat dikerjakan dalam waktu lebih singkat, terpaksa ditunda atau memakan waktu lebih lama untuk menyediakan peralatan, karena minimnya ketersediaan peralatan produksi di perusahaan. Selain itu, penggunaan peralatan produksi yang berbeda-beda juga menentukkan konsistensi kualitas dari konten video yang dihasilkan perusahaan.

3.3.1. Solusi Atas Kendala yang Ditemukan

Dengan adanya kendala atau masalah yang ditemukan, penulis sebagai video editor atau Production Team yang memiliki tanggung jawab atas produksi konten video media sosial. Berikut solusi penulis atas kendala-kendala tersebut.

3.3.4.1. Live Acoustic Event Teuku Ryzki

Penulis mencoba mencari penyebab glitch effects berwarna tersebut, dengan cara mematikan(hide) satu per satu barisan video maupun audio yang terdapat di sequence. Setelah itu ditemukan bahwa penyebab glitch effects tersebut adalah dari adjustment layer yang berfungsi sebagai color grading. Maka dari itu, penulis memilih untuk melakukan nest sequence untuk semua layer yang ada di sequence kecuali adjustment layer color grading. Kemudian nest sequence tersebut di-scale sebesar 98.

Selanjutnya, penulis melakukan nest sequence untuk kedua kalinya, dengan menggabungkan nest sequence pertama dengan adjustment layer color grading. Hal tersebut menghasilkan nest sequence versi kedua, dari sana penulis memilih untuk men-scale nest sequence versi dua kembali menjadi 100. Kendala glitch effect pun dapat teratasi.

3.

2.3

3.1

(51)

68 3.3.4.2. Solusi Atas Kendala Kekurangan Sumber Daya Manusia di

Divisi Production Team

Solusi yang menjadi jawaban atas kendala kurangnya sumber daya manusia di divisi Production Team adalah dengan melakukan pekerjaan rangkap, atau lebih dari satu pekerjaan. Contohnya di sini penulis sebagai video editor, dalam beberapa produksi konten video, melakukan double jobdesk sebagai penulis naskah, dan camera operator. Sama halnya dengan production assitant, harus mengerjakan lebih dari satu jenis pekerjaan, seperti editing dan camera operator.

3.3.4.3. Solusi Atas Kendala Ketersediaan Peralatan Produksi

Solusi atas kendala ketersediaan peralatan produksi konten video adalah dengan meminjam ke perusahaan lain, seperti MLI(Majelis Lucu Indonesia), yang merupakan perusahaan lain milik CEO. Atau dengan cara penulis membawakan peralatan produksi konten video milik pribadi.

3.3 3.2

Referensi

Dokumen terkait

Pembimbing penulisan skripsi saudara Adi Yusfi Malik, NIM 07210076, mahasiswa Jurusan Al-Ahwal Al-Syakhshiyyah, Fakultas Syariah, Universitas Islam Negeri Maulana Malik

Hasil penelitian ini adalah kesadaran Wajib Pajak memiliki efek positif dan signifikan terhadap kepatuhan pajak, Pengetahuan memiliki hubungan negatif dan signifikan

Terminologi ini digunakan pada sel yang berasal dari suatu organ, sehingga hanya mampu membentuk sel yang sama. Sehingga dengan karakteristik demikian maka sel punca dapat berupa

Kajian ini juga mengkaji kesan moderasi kepercayaan guru terhadap organisasi dan pemimpin terhadap hubungan antara persepsi guru terhadap keadilan organisasi dengan

Penulis menggunakan smartphone tersebut untuk mengunggah konten video Instagram yang telah diedit. Penulis hanya berkewenangan untuk mengunggah konten video berita

Akun Instagram Bagas Maulana Sakti memiliki followers lebih banyak dibanding kedua polisi sebelumnya yaitu sebanyak 285.000 followers dengan jumlah unggahan sebanyak 275

Dalam melaksanakan praktik magang sebagai editor video, penulis bertugas memproduksi konten digital yaitu video berita reguler berdurasi satu menit, video soft news

Pembelajaran yang dilakukan perlu melatihkan keterampilan-keterampilan sains sehingga peserta didik terbiasa melakukan hal-halyang berhubungan dengan kegiatan seperti: