• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. A. Latar Belakang"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

1. Gambaran Umum

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 25 Tahun 2012 tentang Perubahan atas Peraturan Daerah Kabupaten Bandung Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pembentukan Organisasi Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Bandung dan Peraturan Bupati Bandung Nomor 30 Tahun 2012 tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati Bandung Nomor 6 Tahun 2008 tentang rincian tugas, fungsi dan tata kerja lembaga teknis daerah Kabupaten Bandung.

Kantor Kesbang dan Politik Kabupaten Bandung memiliki kedudukan strategis dalam penyelenggaraan pemerintahan baik ditinjau dari segi administrasi maupun kacamata politis, yang direalisasikan melalui kebijakan teknis membantu Bupati dalam merumuskan dan menentukan kebijakan di bidang kesatuan bangsa dan politik yang meliputi Politik dalam negeri, kesatuan dan ketahanan bangsa.

Dasar hukum dalam mempertanggungjawabkan pelaksaan tugas pokok dan fungsinya serta kewenangan pengelolaan sumber daya dan kebijaksanaan Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bandung, dirumuskan dalam :

1. Undang-undang No. 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintah Daerah;

2. Peraturan Presiden RI No.8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah;

3. Instruksi Presiden Republik Indonesia No. 7 Tahun 1999 tentang Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah;

4. Keputusan Kepala Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia Nomor. 239/IX/6/8/2003 tentang perbaikan pedoman penyusunan pelaporan akuntabilitas kinerja instansi pemerintah;

5. Peraturan Daerah No. 5 tahun 2006 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Bandung Tahun 2006-2010.

6. Peraturan daerah No.21 Tahun 2007 tentang Pembentukan Organisasi Lembaga Teknis Daerah;

7. Peraturan Bupati Bandung Nomor 30 Tahun 2012 tentang Perubahan atas Peraturan Bupati Bandung Nomor 6 Tahun 2008 tentang Rincian Tugas, Fungsi dan Tata Kerja Lembaga Teknis Daerah Kabupaten Bandung.

(2)

Untuk menyelenggarakan tugas pokok tersebut Kantor Kesbang dan Politik Kabupaten Bandung mempunyai fungsi :

1. Pelaksanaan perumusan dan penentuan kebijakan teknis di bidang Kesatuan Bangsa dan politik yang meliputi Politik dalam Negeri, Kesatuan dan Ketahanan Bangsa.

2. Pelaksanaan pelayanan teknis administrasi ketatausahaan.

2. Maksud dan Tujuan

Maksud dan tujuan Laporan Akuntabilitas Kinerja ini adalah sebagai wujud pertanggungjawaban atas pelaksanaan tugas pokok dan fungsi kantor Kesbang dan Politik Kabupaten Bandung, dari Laporan ini diharapkan dapat diperoleh suatu kesimpulan pencapaian pelaksanaan tugas pokok dan fungsi serta dapat dipergunakan sebagai masukan dalam rangka meningkatkan kinerja karyawan di lingkungan Kantor Kesbang dan Politik Kabupaten Bandung.

B. Tugas Pokok dan Fungsi

Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bandung mempunyai Tugas Pokok memimpin, merumuskan, mengatur, membina, mengendalikan, mengkoordinasikan dan mempertanggungjawabkan kebijakan teknis penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah yang bersifat spesifik di Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik dalam Negeri yaitu sebagai berikut :

1. Subbag Tata Usaha

Kepala Subbag Tata Usaha mempunyai tugas pokok memimpin, membina, dan mengkoordinasikan penyusunan kegiatan administrasi umum, kepegawaian, keuangan, perlengkapan dan ketatausahaan kantor dengan menyelenggarakan fungsi antara lain :

a. Pelaksanaan kegiatan administrasi umum dan ketatausahaan;

b. Pelaksanaan pengelolaan administrasi kepegawaian;

c. Pelaksanaan pengelolaan administrasi keuangan;

d. Penyelenggaraan persiapan penyusunan anggaran;

e. Penyusunan rencana kegiatan dan pengendalian;

f. Pelaksanaan administrasi perkantoran, kepegawaian, kerumahtanggaan, perlengkapan, dokumentasi dan perpustakaan;

g. Penyelenggaraan pembinaan organisasi dan tatalaksana di lingkungan kantor;

h. Pelaksanaan pembinaan tertib administrasi, organisasi dan hukum di lingkungan kantor;

(3)

i. Pelaksanaan pengkoordinasian/kerjasama dan kemitraan dengan unit kerja/instansi/lembaga serta pihak ketiga di bidang ketatausahaan.

2. Seksi Politik dalam Negeri

Kepala seksi politik dalam negeri mempunyai tugas pokok merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas pelayanan dan pengendalian politik dalam negeri, dengan menyelenggarakan fungsi antara lain ;

a. Penyusunan rencana dan program kerja operasional kegiatan pelayanan dan pengendalian politik dalam negeri;

b. Pelaksanaan koordinasi penetapan kebijakan operasional (merujuk kepada kebijakan umum nasional dan kebijakan teknis provinsi) sistem dan implementasi politik, kelembagaan politik pemerintahan, kelembagaan partai politik, budaya dan pendidikan politik, fasilitasi pemilu, pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan kepala daerah (pilkada);

c. Pelaksanaan kegiatan dibidang sistem dan implementasi politik, kelembagaan politik pemerintahan, kelembagaan partai politik, budaya dan pendidikan politik, fasilitas pemilu, pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan kepala daerah (pilkada);

d. Pelaksanaan pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintah di kecamatan, kelurahan, desa dan masyarakat (koordinasi, bimbingan, supervisi dan konsultasi, perencanaan, penelitian, pemantauan, pengembangan dan evaluasi, dibidang sistem dan implementasi politik, kelembagaan politik pemerintahan, kelembagaan partai politik, budaya dan pendidikan politik, fasilitas pemilu, pemilihan presiden (pilpres) dan pemilihan kepala daerah (pilkada);

e. Pelaksanaan fasilitasi pemberdayaan organisasi kemasyarakatan dan organisasi politik;

f. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas;

g. Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya;

h. Pelaksanaan koordinasi pelayanan dan pengendalian politik dalam negeri dengan sub unit kerja lain di lingkungan kantor.

3. Seksi Kewaspadaan dan Ketahanan Bangsa

Kepala seksi kewaspadaan dan ketahanan bangsa mempunyai tugas pokok merencanakan, melaksanakan, mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas pelayanan kewaspadaan dan ketahanan bangsa, dengan menyelenggarakan fungsi antara lain:

(4)

a. Penyusunan rencana dan program kerja operasional kegiatan,pelayanan kewaspadaan dan ketahanan bangsa;

b. Pelaksanaan koordinasi penetapan kebijakan operasional (merujuk kepada kebijakan umum nasional dan kebijakan teknis provinsi) di bidang kewaspaadaan dini, kerjasama intelkam, bina masyarakat, perbatasan dan tenaga kerja penanganan konflik pemerintahan, penanganan konflik sosial, pengawasan orang asing dan lembaga asing;

c. Pelaksanaan kegiatan di bidang pelayanan kewaspadaan dan ketahanan bangsa

d. Pembinaan dan penyelenggaraan pemerintahan di kecamatan, kelurahan, desa dan masyarakat (koordinasi, bimbingan, supervisi dan konsultasi, perencanaan, penelitian, pemantauan, pengembangan dan evaluasi) di bidang kewaspadaan dan ketahanan bangsa;

e. Pengawasan penyelenggaraan pemerintahan di kecamatan, kelurahan desa dan masyarakat di bidang kewaspadaan dini, kerjasama intelkam, bina masyarakat perbatasan dan tenaga kerja, penanganan konflik sosial,pengawasan orang asing dan lembaga asing di bidang kewaspadaan dan ketahanan bangsa;

f. Peningkatan kapasitas aparatur kesbangpol;

g. Pelaksanaan koordinasi penetapan kebijakan operasional (merujuk kepada kebijakan umum nasional dan kebijakan teknis provinsi) di bidang ketahanan seni dan budaya,agama dan kepercayaan,pembauran dan akulturasi budaya,organisasi kemasyarakatan,penanganan masalah sosial kemasyarakatan;

h. Pelaksanaan kegiatan di bidang ketahanan seni dan budaya, agama dan kepercayaan, pembauran dan akulturasi budaya, organisasi kemasyarakatan, penanganan masalah sosial kemasyarakatan;

i. Pengawasan penyelenggaraan pemerintahan di kecamatan, kelurahan, desa dan masyarakat bidang ketahanan seni dan budaya, agama dan kepercayaan, pembauran dan akulturasi budaya, organisasi kemasyarakatan, penanganan masalah sosial kemasyarakatan;

j. Pelaksanaan koordinasi penetapan kebijakan operasional (merujuk kepada kebijakan umum nasional dan kebijakan teknis provinsi) di bidang ketahanan sumber daya alam, ketahanan perdagangan, investasi, fiscal dan moneter, perilaku masyarakat, kebijakan dan ketahanan lembaga usaha ekonomi, kebijakan dan ketahanan omas perekonomian;

(5)

k. Pelaksanaan kegiatan dibidang kebijakan dan ketahanan sumber daya alam, ketahanan,perdagangan, investasi, fiscal dan moneter, prilaku masyarakat, kebijakan dan ketahanan ormas perekonomian;

l. Pengawasan penyelenggaraan pemerintahan di kecamatan, kelurahan, desa dan masyarakat bidang kebijakan ketahanan sumbr daya alam, ketahanan perdagangan, investasi, fiscal dan moneter, perilaku masyarakat, kebijakan dan ketahanan lembaga usaha ekonomi, kebijakan dan ketahanan ormas perekonomian;

m. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas;

n. Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya;

o. Pelaksanaan koordinasi pelayanan kewaspadaan dan ketahanan bangsa dengan sub unit kerja lain di lingkungan kantor.

4. Seksi Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan

Kepala Seksi Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan mempunyai tugas pokok merencanakan,melaksanakan,mengevaluasi dan melaporkan pelaksanaan tugas pelayanan pembinaan ideology dan wawasan kebangsaan, dengan menyelenggarakan fungsi antara lain:

a. Penyusunan rencana dan program kerja operasional kegiatan pelayanan pembinaan ideologi wawasan kebangsaan;

b. Pelaksanaan koordinasi penetapan kebijakan operasional (merujuk kepada kebijakan umum nasional dan kebijakan teknis provinsi) dibidang ketahanan ideologi negara, wawasan kebangsaan, bela Negara, nilai-nilai sejarah kebangsaan dan penghargaan kebangsaan;

c. Pelaksanaan kegiatan dibidang ketahanan ideologi negara, wawasan kebangsaan, bela Negara, nilai-nilai sejarah kebangsaan dan penghargaan kebangsaan.

d. Pembinaan dan penyelenggaraan pmerintahan di kecamatan, kelurahan, desa dan masyarakat (bimbingan supervisi dan konsultasi, perencanaan, penelitian, pemantauan, pengembangan dan evaluasi) di bidang ideologi dan wawasan kebangsaan;

e. Pengawasan penyelenggaraan pemerintahan di Kecamatan, kelurahan, desa dan masyarakat di bidang ideologi dan wawasan kebangsaan;

f. Peningkatan kapasitas aparatur kesbanngpol di bidang ketahan ideologi negara, wawasan kebangsaan, bela Negara, nilai-nilai sejarah kebangsaan dan penghargaan kebangsaan;

g. Pembinaan ideologi Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pelaksanaan tugas;

(6)

h. Pelaksanaan tugas kedinasan lain sesuai dengan bidang tugas dan fungsinya;

i. Pelaksanaan koordinasi pembinaan ideologi dan wawasan kebangsaan dengan sub unit kerja lain dilingkungan kantor.

C. Kewenangan

Kewenangan Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bandung mempertanggungjawabkan kebijakan teknis penyusunan dan pelaksanaan kebijakan daerah yang bersifat spesifik d Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri.

D. Sistemetika Penyusunan Kata Pengantar

Ringkasan Eksekutif Daftar Isi

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

B. Sistemetika Penulisan BAB II RENCANA STRATEGIS

A. Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kabupaten Bandung Tahun 2010-2015

B. Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabuapten Bandung Tahun 2012

BAB III ANALISIS PENCAPAIAN KINERJA A. Pengukuran Kinerja

B. Analisis Pencapaian Kinerja C. Analisis Pencapaian Keuangan

BAB IV PENUTUP

Lampiran-Lampiran

I. PPP (Pengukuran Pencapaian Program) Tahun 2012 II. PKK (Pengukuran Kinerja Kegiatan) Tahun 2012

(7)

BAB II

RENCANA STRATEGIS

A. Visi dan Misi

Rencana Stratgis yang dibangun Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bandung pada periode 2010-2015 sepenuhnya dalam rangka mendukung strategi kebijakan Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung.

1. Visi dan Misi Kabupaten Bandung Visi

Yang menjadi visi Kabupaten Bandung adalah “Terwujudnya Kabupaten Bandung yang maju, mandiri dan berdaya saing, melalui tata kelola Pemerintahan yang baiak dan Pemantapan Pembangunan Perdesaan, berlandasan Religius, Kultural, dan Berwawasan Lingkungan”.

Misi

1. Meningkatkan Profesionalisme Birokrasi (Good Governance and Clean Governance);

2. Meningkatkan Kualitas SDM (Pendidikan, Kesehatan, Memantapkan Kesalehan Sosial berlandaskan Iman dan Taqwa);

3. Memantapkan Pemulihan Keseimbangan Lingkungan dan Pembangunan Berkelanjutan;

4. Menggali, Menumbuhkembangkan dan Melestarikan Budaya Sunda serta Kearipan Lokal Lainnya;

5. Memantapkan Pembangunan Perdesaan;

6. Meningkatkan Ketersediaan dan Kualitas Infrastruktur serta Keterpaduan Kemanfaatan Tata Ruang Wilayah;

7. Meningkatkan Partisipasi Sektor Swasta, Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan dan Daya Saing Daerah.

2. Visi dan Misi Kantor Kesbang dan Politik Kabupaten Bandung Visi

Yang menjadi visi Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bandung adalah ”Pemantapan Stabilitas Keamanan dan Ketertiban di Wilayah Kabupaten Bandung”.

Misi

Untuk mewujudkan visi tersebut diatas, maka ditetapkan Misi Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bandung, sebagai berikut :

(8)

1. Mewujudkan pemahaman dan pendewasaan berpolitik masyarakat yang sehat dan demokratis,

- Pengembangan system politik yang berkedaulatan rakyat, lebih demokratis dan terbuka disamping mengembangkan pola kehidupan kepartaian yang lebih menghormati beberapa aspirasi politik dan sistem penyelenggaraan pemilu yang lebih demokratis.

- Kemandirian partai politik dan lebih berfungsinya Ormas,LSM dan Ormas lainnya dalam kehidupan bernegara dan berpemerintahan.

- Infra dan sufra struktur politik diharapkan akan senantiasa melaksanakan dan mengembangkan budaya poliyik yang demokratis serta menjungjung tinggi supremasi hokum dan HAM berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

- Masyarakat secara individu maupun lembaga diharapkan berorientasi dengan struktur dan kultur politik yang berlaku.

2. Mewujudkan situasi dan kondisi yang tentram bagi lancarnya penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah;

- Memulihkan situasi dan kondisi yang lebih tentram, dengan menciptakan iklim yang kondusif dan menyejukan dalam kehidupan bermasyarakat.

- Menumbuhkembangkan semangat dan peran serta masyarakat untuk ikut serta mempertahankan dan memelihara stabilitas daerah dan stabilitas politik serta mempererat persatuan dan kesatuan.

- Memperkokoh integrasi bangsa dengan sikap dan semangat kekeluargaan, kebersamaan dan kegotongroyongan disamping mengantisipasi potensi yang dapat isintegrasi bangsa maupun konflik daerah.

B. Tujuan dan Sasaran Strategis

Dalam upaya mencapai visi dan misi tersebut, Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bandung memiliki tujuan dan sasaran sebagai berikut :

 Tujuan

Tujuan dirumuskan sebagai penjabaran dari pernyataan misi organisasi yang akan dicapai atau dihasilkan dalam kurun waktu 5 tahun mendatang yang mewujudkan arah strategis serta memfokuskan arah semua program kegiatan berdasarkan tugas pokok dan fungsi dan kewenangan yang dimilikinya :

(9)

a. Mengembangkan kehidupan politik yang demokratis secara sehat dan dinamis, mantapnya interaksi politik antara infra dan supra struktur politik serta makin demokrasinya sikap dan perilaku politik masyarakat.

b. Meningkatkan pemahaman aparatur dan masyarakat akan arti pentingnya stabilitas daerah, guna penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan.

c. Meningkatkan terwujudnya kemandirian parpol dalam melaksanakan hak dan kewajibannya.

d. Meningkatkan hubungan komunikasi dan konsultasi antar sesama tokoh agama, tokoh masyarakat dan aparatur dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan.

 Sasaran

a. Timbulnya rasa kebangsaan dan kuatnya persatuan dan kesatuan di masyarakat serta kesatuan pola pikir dan pola tindak antara aparat dan masyarakat dalam upaya penanggulangan terhadap gejala konflik yang bernuansa SARA.

b. Meningkatnya partisipasi politik masyarakat dalam rangka mewujudkan interaksi politik antara infra dan supra struktur politik.

c. Transparansi, akuntabilitas, responsibilitas dan fairness dalam penyelenggaraan pemerintahan.

d. Timbulnya rasa kebangsaan serta kuatnya persatuan dan kesatuan masyarakat di wilayah Kabupaten Bandung.

e. Terjadinya kesatuan pola pikir dan pola tindak antara aparat dan masyarakat dalam upaya penanggulangan terhadap gejala potensi konflik horizontal dan vertikal baik yang bernuansa SARA maupun kedaerahan.

C. Strategis Pencapaian Tujuan dan Sasaran Strategis

Dengan berpedoman pada Tugas Pokok dan Fungsi, maka cara yang ditempuh untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan tersebut di atas dilaksanakan melalui beberapa program kegiatan sebagai pelaksanaan uraian tugas yang telah dirumuskan meliputi :

No. Sasaran Kebijakan Program Kegiatan

1 Meningkatnya

Ketrampilan SDM

Satlinmas dan

masyarakat dalam mengatasi bencana serta terjalinnya komunikasi politik yang terarah antara infra dan supra struktur politik demi terwujudnya kondisi

Meningkatnya SDM Satlinmas dan Pembinaan Kehidupan Politik di Kabupaten Bandung.

1. Peningkatan Keamanan &

Kenyamanan Lingkungan

1. Penyiapan Tenaga Pengendali Keamanan

& Kenyamanan Lingkungan

2. Pelatihan Pengendali Keamanan &

Kenyamanan Lingkungan

(10)

kondusif guna menunjang kelancaran pemerintahan dan pembangunan daerah.

2. Program Pemeliharaan Kamtrantibmas dan Pencegahan Tindak Kiminal

3.Peningkatan Kerjasama dengan aparat keamanan dalam teknik pencegahan kejahatan 4.Peningkatan kapasitas

aparat dalam rangka pelaksanaan

Siskamswakarsa di daerah

5.Forum kewaspadaan dini masyarakat 3. Program

Pengembangan Wawasan Kebangsaan

6. Peningkatan toleransi dan kerukunan dalam kehidupan beragama 7.Peningkatan rasa

solidaritasdan ikatan sosial dikalangan masyarakat.

8.Pemantauan Kegiatan orang asing/tenaga kerja

asing,NGO&Lembaga Asing

9.Peningkatan kesadaran masyarakat akan nilai- nilai luhur budaya bangsa

4. Program

pendidikan Politik

10. Koordinasi Forum- Forum Diskusi Politik 5. Program

Pencegahan Dini dan

Penanggulangan Korban Bencana Alam

11. Pemantauan &

Penyebarluasan Informasi Potensi Bencana Alam

D. Kinerja Tahun 2012

Rencana Kinerja merupakan pedoman yang akan dilaksanakan dalam mencapai sasaran sesuai program yang telah dirumuskan untuk direalisasikan melalui beberapa kegiatan sebagaimana dituangkan dalam format Rencana Kinerja Tahunan (RKT) terlampir.

(11)

BAB III

ANALISIS PENCAPAIAN KINERJA

A. Pengukuran Kinerja.

Pengukuran kinerja mencakup penetapan indikator kinerja dan penetapan pencapaian indikator kinerja. Rincian pengukuran kinerja yang berisi indikator kinerja yang dipakai, rencana dan realisasi serta pembobotan masing-masing kegiatan dapat dilihat dalam formulir Pengukuran Kinerja Kegiatan (PKK) data terlampir.

B. Analisi Pencapaian Keuangan

Sumber dana untuk membiayai kegiatan program kerja Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bandung Tahun Anggaran 2012 berasal dari APBD Kabupaten Bandung, dengan rincian sebagai berikut :

No. Nama Kegiatan Besarnya Biaya

(Rp) Realisasi (Rp) % 1. Penyiapan Tenaga Pengendali

Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan

1.375.800.000,- 1.375.800.000,- 100

2. Pelatihan Pengendalian Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan

74.660.000,- 74.660.000,- 100

3. Peningkatan kerjasama dengan aparat keamanan dalam teknik pencegahan kejahatan

639.215.000,- 638.652.000,- 100

4. Peningkatan kapasitas aparat dalam rangka pelaksanaan siskamswakarsa di daerah

357.500.000,- 357.500.000,- 100

5. Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat

141.400.000,- 139.400.000,- 100

6. Peningkatan Toleransi dan kerukunan dalam kehidupan beragama

70.000.000,- 69.925.000,- 100

7. Peningkatan rasa solidaritas dan ikatan sosial dikalangan masyarakat

239.046.000,- 239.046.000,- 100

8. Peningkatan kesadaran masyarakat akan nilai-nilai luhur budaya bangsa

94.784.050,- 94.559.050,- 100

9 Koordinasi Forum-Forum Diskusi Politik

527.731.500,- 410.231.500,- 100

10. Pemantauan kegiatan orang asing/tenaga kerja asing

115.000.000,- 114.950.000,- 100

11. Pemantauan dan Penyebarluasan Informasi Potensi Bencana Alam

46.800.000,- 46.725.000,- 100

JUMLAH 3,681,936,550.00 3,678,948,550.00

(12)

C. Analisis Pencapaian Kinerja.

Analisis pencapaian kinerja meliputi uraian tentang keterkaitan pencapaian kinerja kegiatan dan program dengan kebijaksanaan dalam rangka mewujudkan sasaran, tujuan dan misi serta visi. Di samping itu dijelaskan pula proses dan nuansa pencapaian sasaran dan tujuan secara efektif dan efisien sesuai dengan kebijaksanaan dan program kegiatan yang telah ditetapkan,diantaranya :

A. SDM Satlinmas

Anggota Linmas periode siap di Kabupaten Bandung sebanyak 5520 orang telah dilakukan pembinaan dalam rangka meningkatkan kemampuan satlinmas,yaitu :

 Pelatihan tentang Siskamswakarsa sebanyak 250 orang bertujuan untuk peningkatan kemampuan anggota satlinmas dibidang keamanan lingkungan dengan narasumber unsur TNI/POLRI .

 Pelatihan anggota Satlinmas di bidang kebencanaan sebanyak 75 orang bertujuan untuk memberikan pemahaman di bidang kebencanaan terutama pada saat masa tanggap darurat dengan narasumber dari BPBD, Damkar, PMI danTagana.

 Dengan diberlakukannya Peraturan Pemerintahan Nomor 6 tahun 2010 bahwa fungsi Linmas tidak lagi berada pada Kantor Kesbang dan Politik tetapi fungsi fasilitasinya berada pada Satuan Polisi Pamong Praja.

B. Pendidikan Politik

Kantor Kesbang dan Politik pada tahun 2012 telah melaksanakan pendidikan politik Bagi pemilih pemula/Generasi muda yang berasal dari SMA di wilayah Kabupaten Bandung dengan peserta sebanyak 700 orang dengan tujuan memberikan pemahaman demokrasi bagi generasi muda dalam berpolitik dengan narasumber dari KPU, Politisi, Akademisi dan Pemerintah Daerah. Kegiatan ini sebagai upaya untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam penyelengaraan Pemilu baik Pemilu Kepala Daerah Legislatif maupun Pemilihan Presden.

C. Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat ( FKDM )

Dalam rangka upaya prefentif terhadap kemungkinan munculnya Ancaman,Gangguan, Hambatan dan Tantangan. Kantor Kesbang dan Politik melalukan penggalangan dengan berbagai lapisan masyarakat baik formal maupun non formal . Pada tahun 2012 Kantor Kesbang

(13)

dan Politik telah memberikan pemahaman bagi calon pengurus FKDM Kecamatan dengan deteksi dini dengan narasumber dari unsur BIN Jabar, KODIM, Unsur POLRES dengan peserta sebanyak 100 orang yang bertempat di Kecamatan Pangalengan.

D. Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB)

Dalam menjalin kerukunan umat beragama di Kabupaten Bandung telah dilakukan berbagai upaya diantaranya:

1. Melakukan berbagai pendekatan kepada berbagai kelompok agama;

2. Melakukan kegiatan sarasehan generasi muda yang berbeda agama;

3. Memfasilitasi berbagai konflik keagamaan terutama rumah ibadah.

E. Komunitas Intelejen Daerah (KOMIDA)

Dalam rangka menjaga kondusifitas masyarakat di Wilayah Kabupaten Bandung kami bekerjasama dengan instansi terkait baik TNI, POLRI, BIN dan kejaksaan dengan wadah kominda. Hal ini bertujuan untuk menginventarisir berbagai persoalan yang mungkin muncul di Kabupaten Bandung dan memberikan saran tindak kepada Pimpinan dalam mengambil keputusan/kebijakan di bidang keamanan.

F. Pembinaan Ideologi dan Wawasan Kebangsaan

Kantor Kesbang dan Politik Kabupaten Bandung Tahun 2012 telah melaksanakan sarasehan/seminar ideologi dan wawasan kebangsaan dengan sasaran Generasi muda, Para Santri dan Masyarakat umum.

Dengan tujuan memberikan pemahaman ideologi dan wawasan kebangsaan (UUD, Pancasila, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika).

(14)

BAB IV PENUTUP

Laporan Akuntabilitas Kinerja instansi pemerintah Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bandung Tahun Anggaran 2012, merupakan bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan program dan kegiatan sesuai dengan Keputusan Lembaga Administrasi Negara Nomor 239/IX/6/8/2003 tanggal 25 Maret 2003 tentang Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah.

Berdasarkan sasaran yang telah ditetapkan sesuai dengan visi, misi, dan kebijaksanaan yang jelas serta menggunakan strategi yang tepat dengan cara-cara mencapai tujuan dan sasaran yang tepat pula akan mempermudah untuk mengevaluasi dan menilai keberhasilan dari suatu bagian. Dari hasil evaluasi kinerja Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bandung Tahun Anggaran 2012 menunjukan capaian kegiatan sebesar 88,11 % (data terlampir).

Demikian Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah dari Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bandung Tahun Anggaran 2012 dibuat sebagai bahan evaluasi program kerja tahun yang akan datang.

Soreang, Februari 2013

KEPALA KANTOR KESATUAN BANGSA DAN POLITIK KABUPATEN BANDUNG

H.IMAN IRIANTO,S.Sos Pembina

NIP.19690531 199503 1002

(15)

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ……….. I

RINGKASAN EKSEKUTIF

……….. Ii

DAFTAR ISI ……… Iv

BAB I PENDAHULUAN ……….……… 1

A. Latar Belakang ……….……… 1

B. Sistematika Penulisan ……….……… 6

BAB II RENCANA STRATEGIS ……….……… 7

A. Rencana Pembangunan ……….……… 7

Jangka menengah Daerah Kabupaten Bandung Tahun 2010-2015 B. Rencana Kinerja Tahun 2012 ……….……… 10

BAB III ANALISIS PENCAPAIAN KINERJA ……….……… 11

A. Pengukuran Kinerja ……….……… 11

B. Analisis Pencapaian Kinerja ……….……… 12

C. Analisis Pencapaian Keuangan ……….……… 13

BAB IV PENUTUP ……….……… 14

LAMPIRAN-LAMPIRAN

I. PPP (Pengukuran Kinerja Kegiatan) Tahun 2012 II.PKK (Pengukuran Kinerja Kegiatan) Tahun 2012

(16)

KATA PENGANTAR

Puji Syukur kita panjatkan ke hadirat Allah SWT, karena atas perkenannya kita telah dapat melewati tahun anggaran 2012. Buku ini disusun sebagai Laporan Akuntabilitas Kinerja Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bandung, yang merupakan perwujudan dari pada tanggungjawab terhadap kepercayaan yang telah diberikan untuk membantu Bupati di Bidang Kesatuan Bangsa dan Politik dalam pelaksanaan tugas, wewenang dan fungsinya selama Tahun Anggaran 2012.

Dalam melaksanakan pencapaian visi, misi dan tujuan serta kegiatan program senantiasa menggunakan prinsip “Good Governance”, yang meliputi tingkat efektivitas, efisiensi, ekonomis, transparansi, akuntabilitas, responsivitas dan komitmen terhadap pemberdayaan, keadilan dan demokratis serta aturan hukum yang berlaku.

Namun keberhasilan kinerja kami, dalam kurun waktu berjalan masih belum maksimal. Untuk itu kami akan selalu berusaha memberikan yang terbaik dengan senantiasa melakukan kerjasama, keterpaduan serta koordinasi secara terpadu untuk menghasilkan langkah-langkah dalam menunjang perwujudan masyarakat Kabupaten Bandung yang repeh, rapih, kertaraharja.

Terima kasih yang tulus kami sampaikan kepada semua pihak yang telah bekerjasama dalam penyusunan Laporan Kinerja ini dan dalam penyempurnaannya berbagai kritikan sangat kami harapkan.

Soreang, Februari 2013

KEPALA KANTOR KESATUAN BANGSA DAN POLITIK KABUPATEN BANDUNG

H.IMAN IRIANTO,S.Sos Pembina

NIP.19690531 199503 1002

(17)

RINGKASAN EKSEKUTIF

Dengan berpedoman kepada paradigma baru peran sosial politik yang pada hakekatnya memberdayakan kehidupan masyarakat demokratis dalam mendukung perwujudan visi dan misi Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung, maka Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik mempunyai visi “ Terciptanya Kondisi yang Kondusif Dalam Upaya Memperkokoh Persatuan dan Kesatuan di Kabupaten Bandung “ yang direalisasikan melalui serangkaian program kerja secara terencana dan terukur dalam suatu perencanaan strategis tahun 2010 – 2015.

Sasaran yang hendak dicapai dalam kurun waktu tersebut adalah :

1. Meningkatnya partisipasi politik masyarakat dalam rangka mewujudkan interaksi politik yang terarah antara infra dan supra struktur politik.

2. Timbulnya rasa kebangsaan dan kuatnya persatuan dan kesatuan masyarakat di wilayah Kabupaten Bandung serta terwujudnya kesatuan pola pikir dan pola tindak antara aparat dan masyarakat dalam upaya pencegahan dan penanganan gejala konflik yang bernuansa SARA maupun bersifat politis.

Dalam upaya mencapai sasaran tersebut terdapat beberapa permasalahan yang dihadapi baik yang bersifat internal maupun ekternal, yaitu sebagai berikut : 1. Permasalahan yang bersifat Internal meliputi :

a. Masih rendahnya SDM / terbatasnya kemampuan teknis yang dimiliki personil terutama dalam pemahaman dan pelaksanaan berbagai kebijakan yang telah ditetapkan.

b. Sistim koordinasi dalam melaksanakan kegiatan gabungan antar dinas/instansi terkait masih relatif kurang.

2. Permasalahan yang bersifat Eksternal, yaitu pengaruh heterogenitas masyarakat baik secara individu maupun kelompok dalam pelaksanaan hak dan kewajiban politiknya.

Permasalahan-permasalahan tersebut baik secara langsung maupun tidak langsung dapat mempengaruhi pencapaian kinerja yang telah ditetapkan dalam rencana strategis, sehubungan dengan hal tersebut untuk mengatasi permasalahan dimaksud diambil langkah-langkah sebagai berikut :

1. Dalam mengatasi permasalahan yang bersifat internal dilaksanakan dengan cara :

a. Dalam rangka peningkatan SDM personil, diupayakan dengan menambah jumlah personil yang mengikuti berbagai diklat teknis dan fungsional baik yang diadakan oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Bandung maupun Propinsi Jawa Barat, serta melaksanakan pembagian habis tugas dengan tetap berpedoman pada tupoksi yang telah ditetapkan.

(18)

b. Untuk meningkatkan masalah koordinasi dilaksanakan dengan cara breafing staf, kunjungan kerja serta rapat-rapat khusus dalam setiap bulan satu kali maupun pada saat diperlukan pemecahan permasalahan secara bersama.

2. Dalam mengatasi permasalahan yang bersifat Eksternal dilaksanakan melalui fasiilitasi pembentukan lembaga-lembaga kemasyarakatan, antara lain :

a. Pembentukan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Tingkat Kabupaten Bandung, sebagai upaya mencegah dan menangani gejala konflik yang bernuansa SARA (tindak lanjut dari Peraturan bersama menteri agama dan menteri dalam negeri nomor 9 & 8 Tahun 2006);

b. Pelaksanaan kegiatan pelatihan penanganan bencana, sebagai salah satu upaya pemberdayaan peran masyarakat dalam penanganan bencana;

c. Pembentukan Komunitas Intelejen Daerah (KOMINDA)tingkat Kabupaten Bandung, yaitu untuk merencanakan, mencari, mengumpulkan, mengkoordinasikan dan mengkomunikasikan informasi atau bahan keterangandari berbagai sumber mengenai potensi, gejala atau peristiwa yang menjadi ancaman stabilitas nasional di daerah (tindak lanjut Permendagri Nomor 11 Tahun 2006);

d. Ikut serta sebagai anggota Tim Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (PAKEM) tingkat Kabupaten Bandung, sebagai pengawasan terhadap aliran kepercayaan dalam mencegah konflik di Wilayah Kabupaten Bandung.

Berdasarkan hasil penilaian kami dari seluruh rangkaian pelaksanaan program kerja yang telah dilaksanakan, pada tahun ketiga dari rencana strategis lima tahunan, Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Bandung telah mencapai tingkat sasaran yang meliputi Pembinaan Kehidupan Berpolitik Masyarakat melalui Parpol sebesar 91.5 %.

Hasil kinerja yang dicapai tersebut memang belum optimal, dan sekaligus menunjukan suatu nilai yang masih perlu ditingkatkan lagi pada masa mendatang.

(19)

Lampiran I-2

FORMULIR PENETAPAN KINERJA

TINGKAT SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH SKPD : KESBANG DAN POLITIK

TAHUN ANGGARAN : 2012 SASARAN

STRATEGIS INDIKATOR

KINERJA TARGET REALISASI %

Meningkatnya SDM

Satlinmas yang mampu dan terampil dalam

mengantisipasi dan

menangani bencana

1.Persentase peningkatan kemampuan dan SDM Satlinmas dalam

mengantisipasi dan

menangani bencana

5.520 orang 250 orang 75 orang

5.520 orang 250 orang 75 orang

100 100 100

Meningkatnya partisipasi politik masyarakat dalam rangka mewujudkan interaksi politik yang terarah antar infra dan supra struktur politik

Persentase peningkatan partisipasi politik masyarakat

700 orang 700 orang 100

Meningkatnya rasa

kebangsaan dan kuatnya persatuan dan kesatuan masyarakat di wilayah Kabupaten Bandung

Persentase peningkatan rasa

kebangsaan dan kuatnya persatuan dan kesatuan masyarakat

850 orang 418 orang 31 kecamatan 350 orang 20 orang 520 orang

850 orang 418 orang 31 kecamatan 350 orang 20 orang 520 orang

100 100 100 100 100 100

Jumlah Anggaran Kegiatan Tahun 2012 Rp. 3.681.936.550,- Jumlah Realisasi Anggaran Kegiatan Tahun 2012 Rp. 3.678.948.550,-

(20)
(21)

Lampiran III-2

FORMULIR PENETAPAN KINERJA

TINGKAT SATUAN KERJA PERANGKAT DAERAH SKPD : KESBANG DAN POLITIK

TAHUN ANGGARAN : 2012

No SASARAN STRATEGIS INDIKATOR KINERJA TARGET PROGRAM/KEGIATAN ANGGARAN

1 Meningkatnya SDM Satlinmas yang mampu dan terampil dalam mengantisipasi dan menangani bencana

1. P

resentase peningkatan kemampuan dan keterampilan SDM Satlinmas dalam mengantisipasi dan menangani bencana

5.520 orang 250 orang

700 orang

850 orang 418 orang 31 kecamatan 20 orang 350 orang 20 orang 520 0rang

75 orang

Peningkatan

keamanandankenyamanankekenyamanan lingkungan :

- Penyiapan tenaga pengendali keamanan dan kenyamanan lingkungan

- Pelatihan pengendalian keamanan dan kenyamanan lingkungan

Pendidikan politik masyarakat : - Koordinasi forum-forum diskusi politik

Pemeliharaan Kamtrantibmas dan pencegahan tindak kriminal :

- Peningkatan kerjasama dengan aparat keamanan dalam teknik pencegahan

- Peningkatan kapasitas aparat dalam rangka pelaksanaan siskamswakarsa di daerah.

- Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat

Pengembangan Wawasan Kebangsaan : - Peningkatan toleransi dan kerukunan dalam Kehidupan beragama

- Peningkatan rasa solidaritas

Dan ikatan sosial di kalangan masyarakat

- - Peningkatan kesadaran masyarakat akan nilai-nilai luhur budaya bangsa

- - Pemantauan kegiatan orang asing/tenaga kerja asing,NGO dan Lembaga asing

Pencegahan Dini dan Penanggulangan Korban Bencana Alam :

Pemantauan dan penyebarluasan informai potensi bencana alam

1.375.800.000,- 74.660.000,-

527.731.500,-

639.215.000,- 357.500.000,- 141.400.000,- 70.000.000,- 239.046.000,- 94.784.050,- 115.000.000,-

46.800.000,- 2 Meningkatnya

partisipasi politik masyarakat dalam rangka mewujudkan interaksi politik yang terarah antar infra dan supra struktur politik

2. Presentase peningkatan partisipasi politik masyarakat

3 Meningkatnya rasa kebangsaan dan kuatnya persatuan dan kesatuan masyarakat di wilayah Kabupaten Bandung

3. Presentase peningkatan rasa kebangsaan dan kuatnya persatuan dan kesatuan masyarakat

(22)

JUmlah Anggaran Program Kegiatan : Rp. 3,681,936,550.00

Soreang, Februari 2013

BUPATI BANDUNG KEPALA KANTOR KESBANG DAN POLITIK

KABUPATEN BANDUNG

H.DADANG M NASHER,SH.M.Si H.IMAN IRIANTO,S.Sos

Pembina

NIP. 19690531 199503 1002

(23)
(24)
(25)

KANTOR KESATUAN BANGSA, POLITIK DAN PERLINDUNGAN MASYARAKAT KABUPATEN BANDUNG

LAPORAN AKUNTABILITAS KINERJA KANTOR KESATUAN BANGSA, POLITIK DAN PERLINDUNGAN MASYARAKAT KABUPATEN BANDUNG

TAHUN ANGGARAN 2012

JANUARI 2013

Referensi

Dokumen terkait

Suatu alat ukur yang tinggi validitasnya akan menghasilkan eror pengukuran yang kecil, artinya setiap subjek yang diperoleh alat ukur tersebut tidak jauh berbeda

Dalam keadaan seperti itu bukan hanya tim medis saja yang dibutuhkan, akan tetapi keberadaan seorang relawan juga sangat dibutuhkan bahkan sangat berarti bagi

Data penelitian ini berupa kata, kalimat dan ungkapan mengenai peradaban dan kebudayaan Islam di Eropa dalam novel 99 Cahaya di Langit Eropa. Sumber data penelitian

dengan konteks yang melingkupi kalimat tersebut sehingga dapat diketahui dengan jelas prinsip kerja sama menggunakan kalimat perintah bahasa Arab dalam naskah

Produk yang dikenal masyarakat yang berbahan dasar jahe belum teralu banyak, masih terbatas pada permen jahe, dan wedang jahe, oleh karena itu aneka olahan

Unit Layanan Pengadaan Barang / Jasa Kabupaten Muara Enim Pokja Pengadaan Barang Kelompok II yang dibentuk berdasarkan Keputusan Kepala Unit Layanan Pengadaan

Pendidikan dan pelatihan merupakan dua hal yang hampir sama maksud pelaksanaannya, namun ruang lingkupnya membedakan karakteristik kedua kegiatan tersebut. Pendidikan merupakan

a. Fungsi pemahaman yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang akan menghasilkan pemahaman tentang sesuatu oleh pihak-pihak tertentu sesuai dengan kepentingan pengembangan peserta