• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS KINERJA PARKING METER PADA JALAN CIKINI RAYA DAN JALAN H. AGUS SALIM, DKI JAKARTA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "ANALISIS KINERJA PARKING METER PADA JALAN CIKINI RAYA DAN JALAN H. AGUS SALIM, DKI JAKARTA"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

ANALISIS KINERJA PARKING METER PADA JALAN CIKINI RAYA DAN JALAN H. AGUS SALIM, DKI JAKARTA

PERFORMANCE ANALYSIS OF PARKING METERS ON JALAN CIKINI RAYA AND JALAN H. AGUS SALIM, DKI JAKARTA

Daffa Maulana Setiawan1, Budi Hartanto Susilo2 Jurusan Teknik Sipil, Universitas Trisakti, Jakarta Email: [email protected], [email protected]

ABSTRAK

Parking meter merupakan suatu alat yang digunakan untuk mengukur waktu lama parkir dan dapat menerima pembayaran uang parkir. Beberapa ruas jalan di Ibukota Jakarta sudah menggunakan parking meter sebagai metode pembayaran parkir, termasuk di Jalan Cikini Raya dan Jalan H. Agus Salim. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui seberapa efektif penggunaan parking meter, tingkat kenyamanan, operasi dan pemeliharaan serta mencari solusi alternatif untuk meningkatkan kinerja mesin parking meter. Penelitian ini termasuk dalam penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi lapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Berdasarkan jumlah pengguna, pendapatan dan penggunaan mesin parking meter dapat dikatakan efektif, namun tujuan awal adanya mesin ini belum tercapai karena secara pelayanannya masih dibantu oleh juru parkir. (2) Konfigurasi pola parkir paralel lebih menyulitkan pengemudi untuk melakukan manuver dibandingkan dengan pola parkir bersudut.

Durasi rata – rata layanan mesin parking meter berdasarkan pengamatan di lapangan yaitu 33,2 detik, lebih lama 10% dibandingkan durasi standar menurut Unit Pengelola Perparkiran Dinas Perhubungan DKI Jakarta yaitu 30 detik. Pemeliharaan yang dilakukan oleh Unit Pengelola Perparkiran Dinas Perhubungan DKI Jakarta sudah cukup baik, hal itu dapat dilihat dari seluruh mesin parking meter yang masih tetap beroperasi di kedua ruas jalan tersebut. (3) Tingkat kenyamanan pengguna di kedua ruas jalan tersebut dapat di kategorikan “nyaman”. (4) Untuk meningkatkan kinerja mesin parking meter, diperlukan edukasi dan sosialisasi secara rutin kepada masyarakat terkait penggunaan mesin parking meter agar tujuan awal adanya alat ini bisa tercapai.

Kata Kunci: Parking Meter, Efektivitas, Tingkat Kenyamanan, Operasi dan Pemeliharaan.

ABSTRACT

Parking meter is a device used to measure the length of time parking and can receive payment for parking fees. Several roads in the capital city of Jakarta have used parking meters as a payment method for parking, including Jalan Cikini Raya and Jalan H. Agus Salim. The purpose of this research is to find out how effective the parking meter is, the convenience level, operation and maintenance also to find alternative solutions to improve the performance of the parking meter machine. This research is included in qualitative research. Data was collected through interviews and field observations. The results of this study indicate that: (1) Based on the number of users, income and use of the parking meter machine can be said to be effective, but the initial purpose of the machine has not been achieved because the service is still assisted by a parking attendant. (2) The parallel parking pattern configuration is more difficult for the driver to maneuver than the angular parking pattern. The average duration of parking meter machine service based on field observations is 33.2 seconds, 10% longer than the standard

(2)

duration according to the DKI Jakarta Transportation Office Parking Management, which is 30 seconds. The maintenance conducted by DKI Jakarta Transportation Office Parking Management Unit is quite good, it can be seen from all parking meter machines that are still operating on both roads. (3) The level of user convenience on the two roads can be categorized to be "Convenient". (4) To improve the performance of the parking meter machine, regular education and socialization are needed to the community regarding to the use of parking meter machines in order to achieve the initial purpose of the machine.

Keywords: Parking Meter, Effectiveness, Convenience Level, Operation and Maintenance.

A. PENDAHULUAN A.1 Latar Belakang

Meningkatnya jumlah kendaraan pribadi yang semakin banyak, Pemerintah DKI Jakarta perlu menyediakan lahan parkir yang banyak.

Kini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah menyediakan lahan parkir dibadan jalan (On Street Parking) yang dengan mesin parking meter di beberapa ruas jalan di Ibukota. Tujuan awal dari adanya mesin parking meter adalah masyarakat bisa mengoperasikan mesin parking meter secara mandiri. Namun, sekalipun rupanya Pemerintah DKI Jakarta telah mendatangkan dan mengoperasikan mesin parking meter di beberapa ruas jalan Ibukota, ternyata penggunaannya kurang efektif dan kurang tepat. Oleh karena itu, perlu dilakukan penelitian pada ruas Jalan Cikini Raya dan Jalan H. Agus Salim yang ternyata tidak bisa berdiri sendiri cara pelayanannya yang harus dibantu oleh tenaga parkir agar tujuan awal adanya mesin parking meter bisa tercapai.

A.2 Tujuan Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk:

1. Mengidentifikasi keefektifitasan penggunaan parking meter di Jalan Cikini Raya dan Jalan H. Agus Salim.

2. Menganalisis sistem operasi dan pemeliharaan parking meter yang ada di Jalan Cikini Raya dan Jalan H. Agus Salim.

3. Mengidentifikasi tingkat kenyamanan pengguna parking meter di Jalan Cikini Raya dan Jalan H. Agus Salim.

4. Memberikan solusi alternatif untuk meningkatkan kinerja parking meter.

B. TINJAUAN PUSTAKA B.1 Parkir

Menurut Peraturan Gubernur No. 188, Tahun 2016, Parkir adalah keadaan kendaraan berhenti atau tidak bergerak untuk beberapa saat baik ditinggalkan atau tidak ditinggalkan pengemudinya.

B.2 Fasilitas Parkir

Menurut Dirjen Perhubungan (1996), fasilitas parkir adalah lokasi yang ditentukan sebagai tempat pemberhentian kendaraan yang tidak bersifat sementara untuk melakukan kegiatan pada suatu kurun waktu.

B.3 Satuan Ruang Parkir

Menurut Dirjen Perhubungan (1996), satuan ruang parkir (SRP) merupakan ukuran luas efektif untuk meletakkan kendaraan bermotor.

B.4 Parking Meter

Parking meter merupakan suatu alat yang digunakan untuk mengukur waktu lama parkir dan dapat menerima pembayaran uang parkir.

B.5 Efektivitas

Menurut Beni (2016), Efektivitas merupakan derajat keberhasilan suatu operasi.

Nilai efektivitas dapat dirumuskan:

Nilai Efektivitas =

Total yang menggunakan

mesin 𝑝𝑎𝑟𝑘𝑖𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑡𝑒𝑟

Total Sampel x 100%...(1)

Klasifikasi tingkat efektivitas dapat dilihat pada Tabel 1.

(3)

Tabel 1 Klasifikasi Efektivitas Nilai (%) Keterangan

0 – 20 Tidak Efektif 21 – 40 Kurang Efektif 41 – 60 Cukup Efektif

61 – 80 Efektif

81 – 100 Sangat Efektif

B.6 Operasi dan Pemeliharaan

Menurut Eddy (2007) operasi merupakan kegiatan kompleks, mencakup pelaksanaan fungsi – fungsi manajemen dalam mengkoordinasikan berbagai kegiatan dalam mencapai tujuan operasi. Menurut Corder, Antony, K. Hadi (1992): Pemeliharaan merupakan suatu kombinasi dari berbagai macam tindakan yang dilakukan untuk menjaga suatu barang.

B.7 Kenyamanan

Arti kata Kenyamanan Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah suatu keadaan yang nyaman. Menurut SNI 03-1733- 2004 (Tata Cara Perencanaan Lingkungan Perumahan Di Perkotaan), Kriteria kenyamanan adalah sebagai berikut:

a. Kemudahan Berkomunikasi

Parameter yang digunakan pada kriteria ini adalah kinerja jukir. Terdapat 4 alat ukur yang dijadikan sebagai nilai kinerja jukir, yaitu:

(1) Jukir membantu mengatur kendaraan masuk parker

Kinerja Jukir (1) =

Total Pengemudi

kendaraan yang dibantu pada

saat masuk parkir

Total Sampel x 100%..(2)

(2) Jukir membantu dalam mengoperasikan mesin parking meter

Kinerja Jukir (2) =

Total Pengemudi kendaraan yang dibantu pada

saat pengoperasian 𝑝𝑎𝑟𝑘𝑖𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑡𝑒𝑟

Total Sampel x 100%...(3)

(3) Jukir membantu mengatur kendaraan keluar parkir

Kinerja Jukir (3) =

Total Pengemudi kendaraan yang dibantu

pada saat keluar parkir

Total Sampel x 100%...(4)

(4) Jukir memeriksa karcis parkr

Kinerja Jukir (4) =

Total juru parkir yang memeriksa karcis parkir

pada saat kendaraan keluar parkir

Total Sampel x 100%....(5)

b. Kemudahan Berkegiatan

Parameter yang digunakan pada kriteria ini adalah kelengkapan fasilitas pejalan kaki berdasarkan Pedoman Perencanaan Teknis Fasilitas Pejalan Kaki (Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat).

Untuk mengetahui persentase nilai kelengkapan fasilitas pejalan kaki dapat menggunakan rumus:

Fasilitas Pejalan Kaki =

Jumlah fasilitas parkir

yang tersedia Total fasilitas

parkir berdasarkan

pedoman Perencanaan

Teknis Fasilitas Pejalan

kaki

x 100%..(6)

c. Kemudahan Pencapaian

Parameter yang digunakan pada kriteria ini adalah jumlah mesin parking meter yang dapat beroperasi dengan baik. Untuk mengetahui persentase jumlah unit mesin parking meter yang dapat beroperasi dapat menggunakan rumus:

𝑃𝑎𝑟𝑘𝑖𝑛𝑔 𝑚𝑒𝑡𝑒𝑟 dapat beroperasi

=

Jumlah Mesin 𝑃𝑎𝑟𝑘𝑖𝑛𝑔 𝑀𝑒𝑡𝑒𝑟 Yang Dapat Beroperasi Jumlah 𝑃𝑎𝑟𝑘𝑖𝑛𝑔 𝑀𝑒𝑡𝑒𝑟 Pada Satu Ruas Jalan

x100%...(7)

Klasifikasi tingkat kenyamanan dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2 Klasifikasi Tingkat Kenyamanan Nilai (%) Keterangan

0 – 20 Tidak Nyaman 21 – 40 Kurang Nyaman 41 – 60 Cukup Nyaman

(4)

Nilai (%) Keterangan

61 – 80 Nyaman

81 – 100 Sangat Nyaman

B.8 Juru Parkir

Juru parkir atau yang biasa disebut dengan Jukir merupakan orang yang membantu dalam mengatur kendaraan masuk dan keluar dari area parkir.

C. METODE PENELITIAN

Penelitian ini diawali dengan melakukan studi literatur terhadap penelitian terdahulu dan mencari berbagai macam artikel terkait judul.

Dilakukan juga survei ke lapangan untuk memperoleh data. Setelah memperoleh data, dilakukan analisis terhadap permasalahan – permasalahan menggunakan metode kualitatif.

Bagan alir tahapan penelitian dapat dilihat pada Gambar 1.

Gambar 1 Bagan Alir

D. ANALISIS DATA D.1 Tingkat Efektivitas

a. Berdasarkan jumlah pengguna, transaksi rata – rata mesin parking meter pada Jalan Cikini Raya dan Jalan H. Agus Salim dapat dilihat pada Tabel 3.

Tabel 3 Transaksi Rata – Rata Per Bulan

Tahun

Transaksi Rata – Rata per Bulan Jalan Cikini Raya

(Transaksi)

Jalan H. Agus Salim (Transaksi)

2018 6.598 31.857

2019 4.327 28.591

2020 2.255 17.937

2021 1.562 19.627

(Sumber: Unit Pengelola Perparkiran Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta)

b. Berdasarkan jumlah pendapatan. Sebelum adanya metode parkir yang menggunakan mesin parking meter, menurut UP Perparkiran Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta, pendapatan yang diterima dari metode parkir biasa hanya berkisar Rp500.000,- sampai Rp1.500.000,- per bulan. Setelah adanya alat ini, pendapatan yang didapat bertambah secara signifikan.

Pendapatan rata – rata per bulan mesin parking meter dapat dilihat pada Tabel 4.

(5)

Tabel 4 Pendapatan Rata – Rata Per Bulan Tahun

Pendapatan Rata – Rata per Bulan Jalan Cikini Raya Jalan H. Agus Salim 2018 Rp 39.021.500 Rp 233.291.667 2019 Rp 27.416.750 Rp 218.616.333 2020 Rp 13.424.833 Rp 146.108.250 2021 Rp 9.933.000 Rp 144.643.200 (Sumber: Kantor Satuan Pelaksana Parkir Kota

Administrasi Jakarta Pusat)

c. Berdasarkan penggunaan mesin parking meter, untuk observasi penggunaan mesin parking meter dilakukan dengan cara mengambil sebanyak 30 sampel pengemudi kendaraan yang memakai ruang parkir dengan melakukan checklist pada tabel penelitian. Hasil observasi dapat dilihat pada Tabel 5.

Tabel 5 Penggunaan Parking Meter

Jumlah Sampel

Penggunaan Parking Meter Jalan Cikini Raya Jalan H. Agus Salim

Ya Tidak Ya Tidak

30 26 4 24 6

Keterangan:

Ya = Pemakai ruang parkir menggunakan mesin parking meter

Tidak = Pemakai ruang parkir tidak menggunakan mesin parking meter

Dengan menggunakan persamaan (1), didapatkan nilai efektivitas penggunaan parking meter pada Jalan Cikini Raya sebesar 86,67% yang termasuk kategori

“Sangat Efektif” dan pada Jalan H. Agus Salim sebesar 80% yang termasuk kategori

“efektif”.

D.2 Operasi dan Pemeliharaan a. Operasi

Alur operasi mesin parking meter dapat dilihat pada Gambar 2.

Gambar 2 Alur Operasi

Didalam operasi penggunaan mesin parking meter, terdapat beberapa dampak operasi yang diidentifikasi, diantaranya sebagai berikut:

1) Durasi manuver kendaraan parkir. Durasi rata – rata manuver kendaraan dapat dilihat pada Tabel 6.

Tabel 6 Durasi Rata – Rata Manuver Kendaraan Dampak

Operasi

Jalan Cikini Raya (Pola Parkir

Paralel)

Jalan H. Agus Salim (Pola Parkir Bersudut 45°) Durasi

Rata – Rata Manuver Kendaraan

20,8 detik 11,8 detik

Dikarenakan penelitian ini dilakukan pada saat lalu lintas relatif renggang di karenakan banyak masyarakat yang mengurangi mobilitas karena adanya pandemi Covid-19 yang menyebabkan tidak adanya tundaan lalu lintas yang diakibatkan oleh kendaraan yang ingin masuk ke area parkir.

2) Durasi layanan parking meter. Durasi standar waktu layanan menurut Unit Pengelola Perparkiran Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta (30 detik). Durasi rata – rata waktu layanan berdasarkan obeservasi di lapangan dapat dilihat pada Tabel 7.

(6)

Tabel 7 Durasi Rata – Rata Waktu Layanan Dampak

Operasi

Jalan Cikini Raya

Jalan H. Agus Salim Durasi Rata –

Rata Waktu Layanan

32,8 detik 33,6 detik 33,2 detik

b. Pemeliharaan

Pihak Unit Pengelola Perparkiran Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta menggunakan 2 jenis perawatan untuk menjaga mesin parking meter tetap bisa beropersai dengan baik, diantaranya sebagai berikut:

1) Pemeliharaan rutin, setiap bulannya Unit Pengelola Perparkiran Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta perlu mengeluarkan biaya sebesar Rp625.460,- per unit mesin parking meter per bulan. Biaya tersebut dipakai untuk membayar perawatan mesin parking meter, sewa sistem cale web office dan membayar integrator.

2) Pemeliharaan darurat, contoh aktivitas dari pemeliharaan darurat yaitu pergantian suku cadang apabila terjadi kerusakan pada mesin parking meter agar mesin parking meter dapat dioperasikan kembali.

D.3 Tingkat Kenyamanan

Perhitungan tingkat kenyamanan dilakukan dengan cara observasi atau pengamatan langsung melalui proses checklist pada tabel penelitian.

a. Kemudahan Berkomunikasi Tabel 8. Nilai Kinerja Jukir Parameter

Kinerja Jukir

Persentase Nilai Kinerja Jukir Jalan Cikini

Raya

Jalan H.

Agus Salim (1) JuruParkirMembantu

Mengatur Kendaraan Yang Masuk Ke Area Parkir

90% 86,67%

(2) Juru parkir

membantu dalam 100% 100%

Parameter Kinerja Jukir

Persentase Nilai Kinerja Jukir Jalan Cikini

Raya

Jalan H.

Agus Salim pengoperasian mesin

parking meter (3) Juru parkir

membantu mengatur kendaraan untuk keluar dari area parkir

93,33% 76,67%

(4) Juru Parkir Memeriksa Karcis Parkir Pada Saat Kendaraan Keluar Dari Area Parkir

70% 6,67%

Nilai Kinerja Jukir 88,33% 67,50%

b. Kemudahan Berkegiatan

Tabel 9 Kelengkapan Fasilitas Pejalan Kaki Total Komponen

Berdasarkan Pedoman

Jumlah Komponen Yang Tersedia Jalan Cikini

Raya

Jalan H. Agus Salim

16 12/15 8/15

Nilai Kelengkapan

Fasilitas Pejalan Kaki 80% 53,33%

Catatan:

• Jl. Cikini Raya : Tidak ada proyek konstruksi, maka total komponen menjadi 15 komponen.

• Jl. H. Agus Salim : Tidak ada trayek bus, maka total komponen menjadi 15 komponen

c. Kemudahan Pencapaian

Tabel 10 Parking Meter Dapat Beroperasi Jalan Cikini Raya Jalan H. Agus Salim Jumlah

Unit

Yang Dapat Beroperasi

Jumlah Unit

Yang Dapat Beroperasi

2 2 11 11

Dengan menggunakan persamaan (7), didapatkan nilai persentase parking meter yang dapat beroperasi pada Jalan Cikini Raya sebesar 100% dan pada Jalan H. Agus Salim sebesar 100%.

(7)

Setelah didapatkan nilai tingkat kenyamanan berdasarkan 3 kriteria lalu dicari rata – ratanya dan disesuaikan dengan klasifikasi tingkat kenyamanan. Nilai tingkat kenyamanan pada Jalan Cikini Raya sebesar 89,44% yang termasuk kategori “Sangat Nyaman” dan pada Jalan H. Agus Salim sebesar 73,61% yang termasuk kategori

“Nyaman”.

E. KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Berdasarkan data jumlah pengguna dan data pendapatan, adanya metode parkir ini dapat mengoptimalisasi pendapatan jasa layanan parkir dibandingkan dengan metode parkir biasa. Berdasarkan penggunaan mesin parking meter, efektivitas penggunaan parking meter tidak sesuai dengan tujuan awal karena masih ada jukir sehinggan tujuan awal itu tidak tercapai. Metode pengubahan parking meter yang dilengkapi dengan jukir pada Jalan Cikini Raya mencapai 86,67% yang termasuk kategori

“Sangat Efektif” dan pada Jalan H. Agus Salim mencapai 80% yang termasuk kategori “Efektif”.

2. Konfigurasi pola parkir paralel lebih menyulitkan pengemudi untuk melakukan manuver dibandingkan dengan pola parkir bersudut (45°). Durasi rata – rata waktu layanan berdasarkan pengamatan di lapangan (33,2 detik) lebih lama 10%

dibandingkan dengan waktu standar menurut Unit Pengelola Perparkiran Dinas Perhubungan DKI Jakarta (30 detik.

Pemeliharaan mesin parking meter yang dilakukan oleh UP Perparkiran Dinas Perhubungan Provinsi DKI Jakarta pada Jalan Cikini Raya dan Jalan H. Agus Salim sudah cukup baik, hal itu dapat dilihat dari seluruh unit mesin parking meter di kedua ruas jalan tersebut dapat beroperasi dengan baik.

3. Berdasarkan data kriteria kenyamanan (kemudahan berkomunikasi, kemudahan berkegiatan dan kemudahan pencapaian).

Nilai tingkat kenyamanan pengguna mesin parking meter Jalan Cikini Raya sebesar 89,44% yang termasuk kategori “Sangat Nyaman” dan pada Jalan H. Agus Salim sebesar 73,61% yang termasuk kategori

“Nyaman”.

4. Solusi alternatif guna meningkatkan kinerja mesin parking meter, diantaranya sebagai berikut:

a) Memperbesar atau memberikan rambu papan petunjuk penggunaan parking meter serta memperbaiki papan petunjuk penggunaan yang sudah terkelupas atau rusak.

b) Diperlukan revitalisasi (perbaikan trotoar termasuk melengkapi fasilitas pejalan kaki dan pemberian garis parkir) di area ruang parkir pada Jalan H. Agus Salim.

c) Diperlukan zebra cross atau tempat penyebrangan pejalan kaki serta tanda lampu lalu lintas untuk pejalan kaki interval 100 meter di sepanjang Jalan H.

Agus Salim.

d) Perlu adanya edukasi dan sosialisasi secara periodik kepada masyarakat terkait penggunaan alat parking meter e) Perlu adanya pelatihan kepada jukir

secara periodik

F. UCAPAN TERIMA KASIH

Terima kasih kepada pihak – pihak yang terlibat dalam pembuatan prosiding ini, semoga prosiding ini dapat bermanfaat dan berguna bagi para pembaca.

REFERENSI

Abubakar, Iskandar dkk. 1998. Ebook:

Pedoman Perencanaan dan Pengoperasian Fasilitas Parkir. Direktorat Bina Sistem Lalu Lintas dan Angkutan Kota.

(8)

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat:

Jakarta

Artamalia, D. E., & Prabawati, I. (2019).

Evaluasi Program E-Parking Di Kawasan Parkir Balai Kota Surabaya. Publika, 7(3), 1–8.

Astuti, D. P. M., Dewi, G. A. K. R. S., &

Julianto, I. P. (2019). Analisis Efektivitas Penggunaan Sistem E-Parkiing Dalam Pembayaran Retribusi Parkir di Kabupaten Tabanan. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Akuntansi, 10(3), 390–401.

Beni Pekei. 2016. Konsep dan Analisis Efektivitas Pengelolaan Keuangan Daerah di Era Otonomi. Buku 1.Jakarta Pusat : Taushia

Badan Standardisasi Nasional. (2014). SNI 03- 1733-2004: Tata cara perencanaan lingkungan perumahan di perkotaan.

Jakarta: Badan Standarisasi Nasional.

Corder, Anthony (1992). Teknik Manajemen Pemeliharaan, ter, K. Hadi. Jakarta:

Erlangga.

Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.

(1996). Pedoman teknis penyelenggaraan fasilitas parkir. Jakarta: Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Departemen Perhubungan.

Gubernur, P. (2012). Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 181 Tahun 2012 Standar Pelayanan Minimal Unit Pengelola Perparkiran.

Gubernur, P., Daerah, P., Jakarta, I., Air, P., Domestik, L., Khusus, P. D., Rahmat, D., Yang, T., Esa, M., Provinsi, G., &

Khusus, D. (2017). Peraturan Gubernur Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Nomor 31 Tahun 2017 Tarif Layanan Parkir, Denda Pelanggaran Transaksi Dan Biaya Penderekan/Pemindahan Kendaraan Bermotor.

Islamiyah, M. (2020). Dampak Pengelolaan Parkir Elektronik (E-Parking) Pada Pendapatan Asli Daerah (PAD) Di Pusat

Perbelanjaan Mentaya (PPM) Sampit Kabupaten Kotawaringin Timur. In Journal of Chemical Information

Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. 2018. 02/SE/M/2018:

Perencanaan Teknis Fasilitas Pejalan Kaki.

Mardiasmo.(2016). Efisiensi dan Efektifitas.Jakarta: Andy.

Peraturan Daerah Nomor 5. 2012. Perparkiran.

Jakarta.

Peraturan Gubernur Nomor 188. 2016. Tempat Parkir Umum Yang Dikelola oleh Pemerintah Daerah. Jakarta

Provinsi, P., Jakarta, D. K. I. and Perhubungan, D. (2017) "UNIT PENGELOLA PERPARKIRAN DI PROVINSI DKI JAKARTA Maret 2017 Kondisi Transportasi Jakarta BPS 2015".

Risdiyanto. (2014). Rekayasa dan Manajemen Lalu Lintas: Teori dan Aplikasi.

Yogyakarta: Leutikaprio

Susilo, B. H (2015). Rekayasa Lalu Lintas.

Jakarta: Universitas Trisakti

Tamin, O. Z. (2008). Perencanaan &

Pemodelan Transportasi. Penerbit ITB.

Tanan, N. (2011). Fasilitas Pejalan Kaki.

Journal of Chemical Information and Modeling, 53(9), 1689–1699.

Undang – Undang Republik Indonesia Nomor 22. 2009. Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Warpani, Suwarjoko P. (1992). Pengelola Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Bandung; ITB

Referensi

Dokumen terkait

Pola yang terbentuk adalah pola komunikasi searah dimana komunikator sebagai orang yang berkuasa dalam menyampaikan pesan, yaitu pesan yang berisi isu-isu mengenai

Meskipun perbuatan tersebut memenuhi unsur subyek (barang siapa), tetapi tidak ditemukannya unsur subyektif (perbuatannya), dan obyektif (cara perbuatannya). Sehingga

Saat pengujian CBR dengan jumlah 10 nilai CBR gradasi lebih rendah dikarenakan gradasi Fuller D : 3/4” belum mencapai kepadatan yang maksimum sehingga masih terdapat

Menurut hasil wawancara yang dilakukan pada kurang lebih 10 orang mahasiswa angkatan 2013 (pada bulan April 2015), dapat ditarik kesimpulan bahwa mahasiswa

Kebijakan pendanaan (Financing), menetapkan apakah perusahaan akan menggunakan modal sendiri, utang jangka pendek ataupun utang jangka panjang di dalam membiayai setiap

Peraturan Bank Indonesia No. 15/2/2013 menetapkan bahwa suatu bank dinyatakan dalam pengawasan intensif jika NPL neto lebih besar dari 5%. Dengan kata lain, bank- bank yang

Hurlock (1980) mengatakan bahwa masa remaja mempunyai ciri-ciri tertentu yang membedakannya dengan periode sebelum dan sesudahnya. Ciri-ciri tersebut akan diterangkan secara