4.TEMUAN LAPANGAN DAN ANALISA
4.1. Temuan Lapangan
Selama kegiatan pendampingan di perusahaan, penulis mendapat beberapa temuan lapangan. Temuan-temuan lapangan yang didapatkan penulis sebagai berikut:
a. Produk UD. BINTANG TIGA 1. Jenis produk yang dijual
Tabel 4.1. Produk Snack UD. BINTANG TIGA
Keterangan Tabel 4.1.
Harga produk yang ditawarkan oleh UD. BINTANG TIGA berkisar antara Rp 15.000–Rp 24.000 per kilogram. Harga termahal adalah
No Jenis Produk Harga
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16
Potato Merah Potato Putih Makaroni Merah
Makaroni Putih Super Besar Super Kecil Kemplang Besar
Kemplang Mini Tahu Puli Kotak Tahu Puli Bulat
Stik Ikan Stik Bandeng
Mawar Matahari
Jumbo Keong
Rp 21.500/kg
Rp 21.000/kg
Rp 15.000/kg
Rp 15.000/kg
Rp 22.000/kg
Rp 22.000/kg
Rp 22.000/kg
Rp 22.000/kg
Rp 21.000/kg
Rp 21.000/kg
Rp 24.000/kg
Rp 21.000/kg
Rp 21.000/kg
Rp 21.000/kg
Rp 21.000/kg
Rp 21.000/kg
47
produk stik ikan dan termurah adalah makaroni. Harga yang ditawarkan adalah harga untuk reseller. Dari wawancara yang dilakukan, owner mengaku keuntungan perusahaan sekitar 30% dari setiap produk yang dijual.
2. Data penjualan produk UD. BINTANG TIGA
Berikut adalah data total penjualan yang penulis dapatkan berupa omset per bulan selama dua tahun untuk wilayah Surabaya (2008-2009):
Tabel 4.2. Data Penjualan dari UD. BINTANG TIGA
bulan/tahun 2008 2009
januari Rp 232.437.000 Rp 201.337.500 Februari Rp 207.742.500 Rp 198.765.000 Maret Rp 318.873.500 Rp 234.871.000 April Rp 192.435.000 Rp 243.877.000 Mei Rp 241.242.000 Rp 219.987.500 Juni Rp 217.711.500 Rp 285.038.000 Juli Rp 641.774.000 Rp 432.787.500 Agustus Rp 814.892.000 Rp 700.952.500 September Rp 113.825.000 Rp 231.497.000 Oktober Rp 127.217.000 Rp 101.121.500 November Rp 60.444.500
Desember Rp 101.414.000
Data penjualan UD. BINTANG TIGA juga dapat dilihat dalam bagan berikut
Gambar 4.1. Data Penjualan dari UD. BINTANG TIGA
Menurut owner tingkat penjualan rata-rata tiap bulan relatif sama dan dapat berubah pesat bila mendekati event-event tertentu seperti Lebaran, Idul Fitri dan hari besar lainnya. Data penjualan diatas adalah total dari seluruh jenis produk UD. BINTANG TIGA. Dalam beberapa tahun terakhir penjualan relatif stagnan karena kurangnya jumlah pelanggan baru. Dalam hal ini kontribusi penjualan setiap produk tentunya tidak sama. Terdapat beberapa produk khususnya produk-produk lama yang menjadi produk yang memiliki kontribusi penjualan yang tinggi.
Berikut adalah tabel data kontribusi varian produk setiap tahun yang penulis dapatkan untuk wilayah Surabaya.
0 10000000 20000000 30000000 40000000 50000000 60000000 70000000 80000000 90000000
2008
2009
49
Tabel 4.3 Tabel Kontribusi Penjualan Setiap Produk UD. BINTANG TIGA untuk Wilayah Surabaya
K
Keterangan Tabel 4.3:
Dari total penjualan, dapat dilihat penjualan untuk jenis produk potato, kemplang dan Puli menyumbangkan kontribusi penjualan yang paling besar. Hal ini dikarenakan Ketiga jenis produk tersebut adalah varian terlama yang dimiliki oleh UD. BINTANG TIGA dan menurut owner memiliki lebih banyak pelanggan. Namun dalam penelitian ini, penulis diminta untuk fokus pada semua kategori produknya. Hal ini dikarenakan saluran distribusi ataupun penjualan setiap produk tidak dibedakan tetapi dijual dan didistribusikan dengan cara yang sama.
Jenis Produk 2008 2009
Potato Merah 8.3% 8.1%
Potato Putih 8.2% 8%
Makaroni Merah 7.8% 7.6%
Makaroni Putih 7.4% 7%
Super Besar 8.8% 8.6%
Super Kecil 8.8% 8.8%
Kemplang Besar 8.3% 8.5%
Kemplang Mini 8.5% 8.3%
Tahu Puli Kotak 7.7% 7.7%
Tahu Puli Bulat 7.8% 7.7%
Stik Ikan 4.2% 4%
Stik Bandeng 2.9% 3.2%
Keong 2.9% 3.4%
Matahari 2.8% 2.9%
Mawar 3% 3.2%
Jumbo 2.6% 3%
Total 100% 100%
Selain itu produk yang ditawarkan adalah kategori makanan ringan (snack), dimana dalam hal ini kerupuk bukan menjadi kebutuhan utama dari pasar, melainkan hanya kebutuhan pelengkap saja.
b. Sistem Penjualan
1. Proses Penawaran Produk
Dalam menawarkan 16 varian produknya, perusahaan menggunakan sistem direct selling yaitu dengan menjual produk secara langsung dimana kegiatan ini dilakukan dengan cara telemarketing oleh pemilik perusahaan sendiri. Pemilik menelepon pelanggan untuk taking order, dan telemarketing dilakukan pemilik untuk mem-follow up pelanggan agar tidak mencari produk dari pesaing. Dalam proses penjualannya, pihak UD. BINTANG TIGA menetapkan pembelian minimal pada setiap jenis produknya. Penetapan jumlah pembelian minimal setiap produk tidak sama dan tergantung varian produknya. Dalam penjualan produknya, UD. BINTANG TIGA tidak menyertakan identitas perusahaan.
Berikut adalah tabel daftar packaging minimal yang ditawarkan UD.
BINTANG TIGA kepada pelanggannya:
Tabel 4.4. Tabel Packaging yang Ditawarkan Kepada Pelanggan Jenis Produk Berat per bal
Potato Merah 2,5 kg Potato Putih 2,5 kg Makaroni Merah 2,5 kg Makaroni Putih 2,5 kg
Super Besar 3 kg
Super Kecil 3 kg
51
Tabel 4.4. Tabel Packaging yang Ditawarkan Kepada Pelanggan (Sambungan) Kemplang Besar 3 kg
Kemplang Mini 3 kg
Tahu Puli Kotak 3 kg Tahu Puli Bulat 3 kg
Stik Ikan 3 kg
Stik Bandeng 3 kg
Keong 3 kg
Matahari 3 kg
Mawar 3 kg
Jumbo 3 kg
Keterangan Tabel 4.4.
Ukuran yang ditawarkan antara 2,5kg-3kg. Produk-produk tersebut dibungkus dengan kantong plastik besar tanpa menyertakan identitas perusahaan. Identitas perusahaan hanya terbatas pada nota pembelian.
2. Retur Produk
Retur atau pengembalian produk biasanya terjadi apabila terdapat komplain dari pelanggan mengenai inkonsistensi kualitas yang dipesan.
misal kerupuk melempem atau tidak serenyah biasanya, kerupuk tidak mekar sempurna, dan warna yang kurang putih karena minyak yang digunakan telah mengalami penurunan kualitas. Bila hal-hal tersebut terjadi, maka pelanggan bisa melakukan retur produk tersebut.
3. UD. BINTANG TIGA tidak memiliki target penjualan yang jelas dan
dalam proses penjualannya tidak memakai istilah menjemput bola
(mencari calon pelanggan baru secara bertahap) tetapi lebih cenderung menunggu bola (menunggu pelanggan yang sudah ada melakukan repeat order atau menunggu pelanggan baru melakukan pembelian) c. Sistem Pembayaran
1. Tunai
Pembayaran secara tunai biasa dilakukan oleh pelanggan yang melakukan pembelian dalam jumlah kecil. Pelanggan-pelanggan disini biasanya adalah pelanggan baru atau pelanggan yang memiliki depot disekitar wilayah pabrik.
2. Kredit
Pelanggan yang diperbolehkan melakukan pembayaran secara kredit adalah pelanggan yang merupakan pelanggan lama dari UD. BINTANG TIGA. Dari keterangan yang didapat dari owner, pelanggan yang paling sering melakukan pembayaran secara kredit adalah distributor umum yang selalu melakukan pembelian dalam jumlah cukup besar.
Distributor umum tersebut diberikan kelonggaran waktu pelunasan selama 30 hari atau 1 bulan dari waktu pembelian dan tidak dikenai beban bunga sama sekali. Adanya kebijakan kelonggaran waktu pelunasan hingga satu bulan ini bertujuan mempertahankan hubungan jangka panjang dengan pelanggan berdasarkan sikap saling percaya satu sama lain. Sedangkan tanpa beban bunga menjadi strategi bagi UD.
BINTANG TIGA supaya pelanggannya tidak berpindah ke pesaing.
d. Pelanggan UD. BINTANG TIGA untuk Wilayah Surabaya 1. Toko Retail Specialities
Toko retail yang dimaksudkan adalah toko spesialis makanan ringan
dan oleh-oleh. Toko specialities biasanya melayani pembelian sesuai
permintaan jumlah pelanggan yang nantinya akan di packing dengan
kantong plastik transparan sesuai jumlah tersebut. Penulis telah
melakukan observasi dengan turun kelapangan dalam tujuan mencari
sebanyak-banyaknya jumlah toko retail specialities untuk wilayah
Surabaya.
53
Berikut jumlah outlet specialities yang penulis temukan untuk wilayah Surabaya:
Tabel 4.5. Estimasi Jumlah Outlet di Surabaya Wilayah
Surabaya
Jumlah
Timur 26 Outlet Barat 19 Outlet Tengah 63 Outlet Selatan 24 Outlet Utara 58 Outlet Total 190 Outlet
Sumber : Observasi dan Yellow Pages
Keterangan Tabel 4.5.
Outlet terbanyak berada pada Surabaya Tengah. Hal ini dikarenakan banyak kantong toko oleh-oleh seperti Pasar Atom dan Pasar Genteng.
Dari pengamatan dan analisa penulis di lapangan total pelanggan potensial yang ada di Surabaya adalah sebanyak 190 outlet. Namun UD.
BINTANG TIGA belum mencakup seluruh pasar tersebut. Tercatat hanya 38% yang terdaftar sebagai customer dari UD. BINTANG TIGA.
38% pelanggan tersebut juga tidak memiliki waktu order yang tentu.
Dari pengalaman owner, beliau juga mengatakan bahwa satu toko specialities rata-rata membutuhkan produk sampai 30kg per minggu.
Berikut adalah bagan persentase jumlah toko yang penulis temukan dan
pelanggan UD. BINTANG TIGA.
Gambar 4.2. Persentase Pelanggan UD. BINTANG TIGA
2. Distributor Umum
Dalam pendistribusian produknya UD. BINTANG TIGA bergantung pada distributor umum. Distributor umum yang dimaksud adalah distributor dari pihak luar bukan dari pihak UD. BINTANG TIGA.
Distributor tersebut membeli produk UD. BINTANG TIGA secara bal (± 3Kg) dan membuat kemasan dengan label sendiri dengan ukuran 110 gr lalu dijual ke toko retail modern. Jadi otomatis end user tidak mengetahui bahwa produk yang mereka beli adalah produk dari UD.
BINTANG TIGA.
Penulis mendapati distributor tidak memiliki kontrak atau perjanjian yang dapat menjamin bahwa distributor umum tersebut akan tetap menjadi pelanggan dari UD. BINTANG TIGA. Bila dalam situasi suatu hari distributor menemukan perusahaan sejenis yang lebih menguntungkan, maka tidak menutup kemungkinan distributor tersebut akan berpindah keperusahaan snack sejenis tersebut. Sedangkan dari pihak UD. BINTANG TIGA sendiri akan kehabisan pelanggan. Pihak UD. BINTANG TIGA memang mengandalkan sikap kekeluargaan dalam relasinya dengan pelanggan (dalam hal ini distributor umum).
Tetapi dalam dunia kerja tentunya profit adalah salah satu faktor yang akan diperhitungkan oleh distributor. Tidak adanya kontrak atau
38% pelanggan UD. BINTANG TIGA
62% bukan pelanggan